P. 1
Isi Makalah Klp 4 Audit II

Isi Makalah Klp 4 Audit II

|Views: 2,702|Likes:
Published by Adhyatma Hasbi

More info:

Published by: Adhyatma Hasbi on Dec 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Kegagalan audit yang seringkali terjadi banyak disebabkan oleh tidak

dilaksanakannya prosedur audit yang penting atau tidak dievaluasinya bukti-bukti audit dengan benar. Perencanaan audit yang baik seringkali dapat mencegah jenis kesalahan ini. Pada pembahasan kali ini, akan diuraikan secara umum gambaran umu proses audit mulai dari memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien hingga memperoleh bukti audit dan mengevaluasi bukti audit tersebut untuk memperoleh keyakinan yang memadai. Auditor mengawali perencanaan audit dengan meletakkan akhir audit dibenaknya. Sejak awal telah disebutkan bahwa tujuan menyeluruh audit laporan keuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuangan klien menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan GAAP (prinsip-prinsip akuntnasi yang berlaku umum). Untuk itu auditor harus memperoleh bahan bukti audit yang cukup dan kompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Disamping itu, pilihan akan bukti audit dipengaruhi oleh: a. Pemahaman auditor ayas bisnis dan industri klien b. Perbandingan antara harapan auditor atas laporan keuangan dengan buku dan catatan klien c. Keputusan tentang asersi yang material bag laporan keuangan d. Keputusan tentang risiko bawaan dan risiko pengendalian

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang dapat disimpulkan yaitu : 1. Apa konsep dasar siklus investasi dan pendanaan ? 2. Apa sasaran audit siklus investasi dan pendanaan ? 3. Bagaimana penyusunan program audit siklus investasi dan pendanaan serta penerapan prosedur audit ? 4. Bagaimana pengujian substantif hutang jangka panjang dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan ?

Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan

1

5. Bagaimana pengujian saldo investasi dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan ? 6. Bagaimana pengujian substantif ekuitas pemegang saham dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan ?

1.3 TUJUAN PENULISAN Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan yang dapat diambil yaitu: 1. Untuk mengetahui konsep dasar siklus investasi dan pendanaan. 2. Untuk mengetahui sasaran audit iklus investasi dan pendanaan. 3. Untuk mengetahui penyusunan program audit siklus investasi dan pendanaan serta penerapan prosedur audit. 4. Untuk mengetahui pengujian substantif hutang jangka panjang dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan 5. Untuk mengetahui pengujian saldo investasi dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan. 6. Untuk mengetahui pengujian substantif ekuitas pemegang saham dalam prosedur audit siklus investasi dan pendanaan

Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan

2

sebuah perusahaan publik mungkin mempunyai sekitar 50 wesel bayar yang berbeda. tanah. mesin. yang merupakan ukuran populasi yang kecil. maka perubahan aktivitas pembiayaan seringkali dapat dideteksi. Dalam pendahuluan dan keterterapan PSA No. Di samping itu. Akibatnya. menerbitkan obligasi. atau sumber daya alam) dan tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan akan dicapai dari aktiva yang mendasarinya. Jika auditor mengetahui perubahan yang telah terjadi dalam aktivitas inve stasi. Suatu entitas mengakuisisi aktiva -aktiva ini karena aktiva ini diperlukan untuk mendukung operasi dan proses intinya. Aktivitas pembiyaan dapat meliputi misalnya.BAB II PEMBAHASAN 2. investasi yang diperlakukan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Aktivitas pembiayaan (financing activities) mencakup transaksi dan peristiwa di mana kas diperoleh dari atau dibayarkan kembali kpeada kreditor (pembiayaan dengan hutang) atau pemilik (pembiayaan dengan ekuitas). Sebagi contoh. mengakuisisi kembali saham (treasury stock). 07 dijelaskan bahwa auditor dalam mengaudit investasi dalam efek. yaitu efek utang dan efek ekuitas. atau me nerbitkan saham preferen atau saham biasa. 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu. aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan perdagangan. hanya atas satu dari tiga kelas sekuritas ekuitas. bangunan. Langkah pertama dalam mengaudit aktivitas investasi meliputi pemahaman atas aktiva yang diperlukan untuk mendukung operasi entitas bersangkutan (misalnya. serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. fasilitas. jika suatu entitas membiayai peralatan dengan lease modal. Sebagai contoh. lease modal. Sebagai pegangan kebanyakan perusahaan akan mengakuisisi aktiva baru jika tingkat pengembalian yang dih asilkan oleh aktiva-aktiva itu melebihi biaya marjinal sesudah pajak dari pembiayaan dengan hutang menyangkut akuisisi aktiva tambahan. peralatan. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 3 . peralatan. Aktivitas pembiyaan juga akan mencakup p embayaran untuk melunasi hutang.1 KONSEP DASAR SIKLUS INVESTASI DAN PENDANAAN Aktivitas Investasi (Investing Activities) adalah pembelian dan penjualan tanah. strategi audit seringkali memusatkan perhatian pada audit atas populasi hutang dan ekuitas pada akhir tahun. mendapatkan pinjaman. maka nilai aktiva dan hutang tambahan itu berkaitan secara langsung. dan membayar dividen. Populasi dari instrumen hutang dan ekuitas biasanya juga kecil.

b) kebutuhan likuiditas. Pembayaran tersebut dapat terjadi karena pembayaran di muka efek utang atau pembayaran efek utang sesuai dengan jadwal angsuran pembayaran efek utang tersebut (yang meliputi pokok pinjaman dan bunga). PSAK No. Untuk efek dengan tingkat bunga variabel. a) perubahan tingkat bunga pasar dan perubahan yang berhubungan dengan risiko sejenis. b) Penjualan efek terjadi setelah perusahaan memperoleh sebagian besar pembayaran (sedikitnya 85 persen) dari nilai tercatat investasi dalam efek utang. pembayaran cicilan tersebut tidak akan sama jumlahnya. c) perubahan dalam ketersediaan dan tingkat imbal hasil investasi alternatif. d) perubahan dalam sumber pendanaan perusahaan dan persyaratannya. Penjualan efek utang yang memenuhi salah satu dari dua kondisi berikut ini dapat dianggap telah jatuh tempo : a) Penjualan efek terjadi pada tanggal yang cukup dekat dengan saat jatuh tempo.Bagi entitas yang wajib mengikuti PSAK No. tergantung kepada tingkat bunga yang berlaku. 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu kebijakan akuntansi untuk investasi tergantung pada klasifikasinya. Efek yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat harus diklasifikasikan dalam kelompok "diperdagangkan. Tanggal penjualan tersebut begitu dekatnya dengan saat jatuh tempo sehingga perubahan suku bunga pasar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai wajar efek. 50 menyatakan sebagai berikut: y Jika perusahaan mempunyai maksud untuk memiliki efek utang hingga jatuh tempo. maka investasi dalam efek utang tersebut harus diklasifikasikan dalam kelompok "dimiliki hingga jatuh tempo" dan disajikan dalam neraca sebesar biaya pemerolehan setelah amortisasi premi atau diskonto (paragraf 8) Perusahaan tidak boleh mengklasifikasikan efek utang ke dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo jika perusahaan mempunyai maksud untuk memiliki efek tersebut untuk periode yang tidak ditentukan. sehingga risiko tingkat bunga tidak lagi menjadi faktor penentu harga jual. Secara khusus." Efek dalam kelompok y Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 4 . e) perubahan dalam risiko mata uang asing.

dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut dapat direalisasi. termasuk amortisasi premi dan diskonto yang timbul saat perolehan. Untuk ketiga kelompok efek tersebut. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 5 . selalu diakui sebagai penghasilan. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok "tersedia untuk dijual" (termasuk efek yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah. dividen dan pendapatan bunga. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok tersedia untuk dijual (termasuk efek yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar) harus dimasukkan sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah. Pernyataan ini tidak berdampak terhadap metode yang digunakan untuk mengakui dan mengukur jumlah dividen dan pendapatan bunga. Laba atau rugi yang telah direalisasi untuk efek yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual atau dimiliki hingga jatuh tempo juga tetap harus dilaporkan sebagai penghasilan. dan tidak boleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugi tersebut dapat direalisasi (paragraf 13 b dan 14) Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efek dalam kelompok diperdagangkan harus diakui sebagai penghasilan. Masing-masing tujuan itu diuraikan dalam asersi implisit atau eksplisit manajemen tentang transaksi siklus investasi spserti hal itu berkaitan dengan aktiva jangka panjang. Laba atau rugi yang belum direalisasikan atas efek dalam kelompok "diperdagangkan" harus diakui sebagai penghasilan (paragraf 13 a dan 14) y Efek yang tidak diklasifikasikan dalam kelompok "diperdagangkan" dan dalam kelompok "dimiliki hingga jatuh tempo". harus diklasifikasikan dalam kelompok "tersedia untuk dijual".2 SASARAN AUDIT SIKLUS INVESTASI DAN PENDANAAN Sasaran Audit Untuk siklus Investasi Tujuan audit spesifik untuk audit atas aktiva tetap dalam siklus investasi disajikan dalam gambar di bawah ini. 2. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek."diperdagangkan" biasanya menunjukkan frekuensi pembelian dan penjualan yang sangat sering dilakukan. Tujuan-tujuan ini merupakan hal yang utama bagi siklus ini dalam kebanyakan audit.

dan syarat-syarat utamadari kontrak lease modal sudah memadai. gambar di bawah ini mencantumkan sejumlah tujuan audit atas saldo akun spesifik berkenaan dengan akun akun yang dipengaruhi oleh transaksi pembiayaan. metode penyusutan. reparasi. dan reparasi serta pemeliharaan merupakan transaksi yang terjadi selama tahun berjalan Tujuan Audit Saldo Akun Aktiva tetap yang tercatat merupakan aktiva produktif yang digunakan pada tanggal neraca Kelengkapan Semua transaksi akuisisi aktiva tetap dan pelepasan aktiva tetap serta reparasi dan pemeliharaan yang terjadi selama periode berjalan telah dicatat Saldo aktiva tetap mencakup pengaruh semua transaksi yang terjadi selam periode berjalan Hak dan Kewajiban Entitas itu memiliki atau mendapatkan hak atas semua aktiva tetap yang dicatat pada tanggal neraca Penilaian atau Alokasi Transaksi untuk beban penyusutan dan penurunan nilai aktiva tetap telah dinilai dengan tepat Aktiva tetap dicatat pada harga pokok dikurangi akumulasi penyusutan dan diturunkan nilainya sebesar penurunan nilai yang material. penggadaian aktiva tetap sebagai agunan. Penyajian dan Pengungkapan Transaksi penyusutan. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 6 . nilai buku. pelepasan aktiva tetap.Kategori Asersi Keberadaan atau keterjadian Tujuan Audit atas kelompok Transaksi Akuisisi yang tercatat dari transaksi aktiva tetap. Sasaran Audit untuk siklus Pendanaan Untuk masing-masing dari kelima kategori asersi laporan keuangan. dan pemeliharaan serat lease operasi telah dididentifikasi dengan benardalam laporan keuangan Aktiva tetap dan lease modal telah diidentifikasi dengan benar dan diklasifikasikan dalam laporan keuangan Pengungkapan yang berkaitan dengan harga pokok. dan umur manfaat dari kleas utama aktiva tetap.

dan provisi terkait yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang telah diungkap secara memadai Semua fakta berkenaan dengan penerbitan saham seperti nilai pari atau nilai ditetapkan saham. saham yang diotorisasi dan diterbitkan. komitmen. ketentuan. serta Saldi hutang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah dinilia dengan tepat sesuai dengan GAAP Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 7 .Kategori Asersi Keberadaan atau keterjadian Tujuan Audit atas Kelompok Transaksi Beban bunga yang dicatat dan transaksi laporan laba-rugi lainnya menyajikan pengaruh transaksi hutang jangka panjang dan peristiwa yang terjadi selama periode berjalan Tujuan Audit Saldo Akun Saldo hutang jangka panjang yang dicatat merupakan hutang yang ada pada tanggal neraca Saldo ekuitas pemegang saham merupakan hak pemilik yang ada pada tanggal neraca Kelengkapan Semua transaksi beban bunga dan Saldo hutang jangka panjang pendapatan lainnya yang berkaitan dengan merupakan semua hutang kepada hutang jangka panjang yang terjadi selama periode berjalan telah dicatat kreditor jangka panjang pada tanggal neraca Saldo ekuitas pemegang saham merupakan klaim pemilik atas aktiva entitas yang melaporkan Hak dan Kewajiban Semua saldo hutang jangka panjang yang tercatat merupakan kewajiban entitas yang melaporkan Saldo ekuitas pemegang saham merupakan klaim pemilik atas aktiva entitas yang melaporkan Penilaian atau Alokasi Transaksi beban bunga dan pendapatan lainnya yang berkaitan dengan hutang jangka panjang telah dinilai dengan tepat sesuai GAAP Penyajian dan Pengungkapan Transaksi hutang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan Saldo hutang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan Semua syarat.

Dalam menentukan sifat. Ketika mempertimbangkan aktivitas investasi. catatan aktivitas investasi. dan juga hukum dan perundang-undangan. kebutuhan modal kerja. untuk efek utang tertentu. 50. hasil operasi. dan lugs prosedur substantif. penjualan investasi yang diklasifikasikan dalam kategori "dimiliki hingga jatuh tempo". dan kewajiban kontraktual relevan lainnya. dan juga klasifikasi investasi masa depan dalam kategori tersebut. dengan alasan sebagaimana yang telah diidentifikasi pada paragraf 8 PSAK No. Auditor harus 2. Auditor harus mempertimbangkan faktor seperti posisi keuangan entitas. Dalam menilai kemampuan entitas dalam memiliki efek utang hingga jatuh tempo.jumlah saham yang ditahan sebagai treasury stock atau terikat opsi telah diungkapkan.3 PENYUSUNAN PROGRAM AUDIT SIKLUS INVESTASI DAN PENDANAAN SERTA PENERAPAN PROSEDUR AUDIT I. auditor hares memperoleh pemahaman mengenai proses yang digunakan oleh manajemen untuk mengklasifikasikan investasi. instruksi kepada manajer portofolio. Siklus Investasi Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 8 . Sebagai contoh. auditor harus mempertimbangkan apakah aktivitas investasi menguatkan atau bertentangan dengan maksud manajemen yang telah dinyatakan. Klasifikasi investasi yang tepat tergantung pada maksud manajemen dalam membeli dan memiliki investasi. kemampuan entitas untuk memiliki investasi hingga jatuh tempo. harus menyebabkan auditor mengajukan pertanyaan tentang ketepatan klasifikasi oleh manajemen mengenai investasi lainnya yang diklasifikasikan dalam kategori tersebut. auditor biasanya harus memeriksa bukti seperti catatan strategi investasi tertulis dan yang telah disetujui. perjanjian utang jaminan. Saar. Dalam menilai maksud manajemen yang berkaitan dengan investasi. auditor mengumpulkan bukti yang cenderung untuk baik menguatkan atau bertentangan dengan kemampuan tersebut. dan. dan notulen rapat dewan komisaris atau komite investasi. aktivitas investasi entitas sesungguhnya.

aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan perdagangan. bangunan. serta aset lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. jika klien belum pernah diaudit. auditor harus mempertimbangkan sejauh mana klien mempunyai aktiva konstruksi. Jadi nantinya yang akan dilakukan adalah pengujian substantive atas saldo aset tetap.. ‡ Menentukan Risiko Deteksi Dalam audit pertama. peralatan. untuk direntalkan kepada pihak lain. Auditor juga perlu mengevaluasi asumsi-asumsi kunci yang bertalian dengan estimasi akuntansi atas beban penyusutan. auditor akan memusatkan perhatian pada transaksi tahun berjalan. Seringkali risiko terbesar yang berkaitan dengan penugasan pertama meliputi informasi audit tentang saldo-saldo awal. harus diperoleh bukti tentang ketepatan saldo awal akun dan kepemilikan aset bersangkutan. Ketika menentukan risiko deteksi. Disamping itu. maka auditor harus melaksanakan penyelidikan atas saldo dan kepemilikan unit-unit utama pabrik yang saat ini sedang beroperasi. yang sebelumnya telah diaudit. dan penambahan serta penarikan yang signifikan dari aktivaaktiva itu. Apabila klien tersebut sebelumnya telah diaudit oleh auditor independen lain. akan lebih murah untuk memusatkan perhatian pada populasi lebih kecil dari transaksi tahun berjalan. sebelum menyusun program audit untuk siklus investasi. atau untuk tujuan administrative dan diharapkan dapat digunakan lebih dari satu periode. maka bukti-bukti ini akan lebih mudah diperoleh apabila auditor pengganti dapat menelaah kertas kerja auditor terlebih dahulu. risiko deteksi dalam penugasan yang berulang seringkali tergantung pada pengendalian internal siklus pengeluaran. Karena itu. Biasanya proporsi terbesar dari aktiva tetap adalah pada awal tahun. ‡ Menyusun Program Audit Siklus Investasi Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 9 . seorang auditor harus menentukan risiko deteksi terlebih dahulu. Akan tetapi. Bukti-bukti yang berkaitan dengan audit awal biasanya diikhtisarkan dan disimpan dalam kertas kerja permanen auditor.Aktivitas investasi adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan asset tetap. lease modal yang signifikan. aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. Dalam penugasan yang berulang. Akhirnya. Untuk itu. Contohnya tanah. yang mungkin memerlukan transaksi audit yang banyak terjadi dalam tahun-tahun sebelumnya.16 (Revisi 2007). Dalam PSAK No.

Standar industry sejauh mana entitas tersebut bersifat padat modal dan dampak asset tetap terhadap laba .Melaksanakan prosedur awal atas saldo dan catatan asset tetap yang akan mendapat pengujian lebih lanjut. penarikan.Pengujian substantive yang mungkin dilakukan atas saldo aktiva tetap dalam penugasan yang berulang dan tujuan audit atas saldo akun spesifik setelah mempertimbangkan risiko-risiko deteksi mempunyai tahapan-tahapan sebagai berikut 1. dan menentukan bahwa hal itu secara akurat merupakan catatan akuntansi mendasar yang disiapkan darinya dengan : i. Prosedur awal Pada tahap ini. Mereview aktivitas dalam akun buku besar asset tetap dan beban penyusutan serta menyelidiki ayat jurnal yang tampak tidak biasa dari segi jumlah atau sumbernya. Menelusuri saldo awal asset tetap dan akumulasi penyusutan ke kertas kerja tahun sebelumnya b. Pendorong ekonomi kunci yang mempengaruhi akuisisi perusahaan atas asset tetap c. pengujian substantive yang dilakukan yaitu . seperti a. Signifikansi asset tetap dan perubahan asset tetap bagi entitas b. dan beban penyusutan asset tetap yang disiapkan klien. c. Melakukan footing dan crossfooting skedul serta merekonsiliasi total dengan kenaikan atau penurunan saldo buku besar yang berkaitan selama periode berjalan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 10 .Mendapatkan pemahaman atas bisnis dan industry klien serta menentukan: a. Mendapatkan skedul penambahan.

Pengujian rincian saldo Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 11 . 3.Memvouching pelepasan asset tetap ke dokumentasi pendukung . Tingkat pengembalian atas asset .ii. Beban penyusutan sebagai persentase dari penjualan iii. data industry. pengujian substantive yang dilakukan yaitu .Menganalisis hasil-hasil rasio dalam hubungannya dengan ekspektasi berdasarkan tahun-tahun sebelumnya. Perputaran asset tetap ii. jumlah yang dianggarkan. Beban reparasi dan pemeliharaan sebagai persentase dari penjualan iv.Mereview ayat jurnal ke beban reparasi dan pemeliharaan 4. dan data lainnya.Mengembangkan ekspektasi atas asset tetap dengan menggunakan pengetahuan tentang aktivitas industry dan bisnis entitas tersebut . Prosedur Analitis Pada tahap ini. Pengujian rincian transaksi Pada tahap ini.Memvouching penambahan asset tetap ke dokumentasi pendukung .Menguji kecocokan pos-pos pada skedul dengan ayat jurnal dalam akun buku besar yang bertalian 2.Menghitung rasio : i. pengujian substantive yang dilakukan yaitu .

Menentukan apakah suatu kejadian yang signifikan akan mengakibatkan penurunan nilai asset tetap 6. Melihat asset tetap lainnya dan waspada terhadap bukti penambahan serta pelepasan yang tidak termasuk dalam skedul klien dan pada kondisi yang berhubungan dengan penilaian serta kalsifikasi asset tetap yang tepat.Memeriksa dokumen kepemilikan dan kontrak 5. Pengujian rincian saldo: estimasi akuntansi Pada tahap ini. Penyajian dan Pengungkapan Pada tahap ini.Pada tahap ini. pengujian substantive yang dilakukan yaitu .Membandingkan penyajian laporan dengan GAAP a. serta kerugian yang berkaitan telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 12 .Mengevaluasi kewajaran penyajian beban penyusutan dengan mengevaluasi kelayakan umur manfaat dan estimasi nilai sisa . Menentukan apakah asset tetap dan beban. Menginspeksi penambahan asset tetap b. pengujian substantive yang dilakukan yaitu .Menginspeksi asset tetap a. . keuntungan. pengujian substantive yang dilakukan yaitu .

Penerbitan obligasi dan saham biasa biasanya merupakan sumber dana modal yang utama. Menentukan kelayakan pengungkapan yang berkaitan dengan biaya. Beberapa pertimbangan perencanaan audit yaitu 1. Risiko Prosedur Analitis 4. transaksi saham treasure. II. mencakup peminjaman dari obligasi. dan pemebelian saham treasuri. dan utang. dividen tunai. Rasio arus kas bebas Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 13 . Siklus pendanaan berkaitan dengan siklus pengeluaran ketika kas dikeluarkan untuk membayar bunga obligasi. dan pembayaran dividen. penggadaian asset tetap sebagai agunan. wesel. dan umur manfaat kelas-kelas utama asset tetap. penarikan obligasi. Fungsi dan Pengendalian yang Berkaitan Prosedur analitis yang biasa digunakan untuk mengaudit siklus pembiayaan yaitu 1.b. Transaksi ekuitas pemegang saham. serta pembayaran pokok dan bunga yang berkaitan 2. metode penyusutan. Risiko Pengendalian 5. Materialitas 2. Siklus Pendanaan Siklus pendanaan mencakup dua kelompok transaksi utama sebagai berikut : 1. mencakup penerbitan dan penarikan saham preferen serta saham biasa. Dokumen dan Catatan yang Umum 6. dan syarat kontrak lease. nilai buku. hipotek. Risiko Inheren 3. Transaksi utang jangka panjang.

Signifikansi audit arus kas bebas yaitu arus kas bebas yang negative menunjukkan kebutuhan akan. Rasio utang berbunga terhadap total aset Signifikansi audit rasio utang berbunga terhadap total asset yaitu memberikan kelayakan atas proporsi utang entitas yang dapat dibandingkan dengan pengalaman tahun sebelumnya atau data industry 3. 5. Rasio Membandingkan Pengembalian atas asset dengan biaya incremental utang Signifikansi audit yaitu jika sebuah perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi atas asset dibanding biaya incremental utangnya. dan mendekati jumlah dari. Rasio beberapa kali bunga dihasilkan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 14 . maka ini merupakan tanda bahwa entitas dapat menggunakan pembiayaan dengan utang untuk memperluas asset dan laba entitas tersebut. 4. Rasio yang kurang dari 1. Rasio arus kas dari operasi terhadap dividen dan utang lancar Signifikansi audit rasio arus kas dari operasi terhadap dividen dan utang lancar yaitu suatu pengujian atas kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban keuangannya. 2. pembiayaan yang diharapkan guna mencegah kekeringan kas atau investasi. 7.0 menunjukkan adanya masalah likuiditas yang potensial. Rasio ekuitas pemegang saham terhadap total asset Signifikansi audit rasio ekuitas pemegang saham terhadap total asset yaitu memberikan kelayakan atas proporsi ekuitas entitas yang dapat dibandingkan dengan pengalaman tahun sebelumnya atau data industry. Rasio Pengembalian atas Ekuitas Saham biasa Signifikansi audit yaitu memberikan pengujian kelayakan atas ekuitas pemegang saham dengan adanya struktur laba dan pembiayaan perusahaan 6.

bentuk hutang ini. 2. hutang hipotek. maka risiko inheren seringkali rendah untuk semua asersi saldo akun yang berkaitan kecuali kelengkapan dan penilaian atau alokasi. Menentukan risiko Deteksi Karena sifa dan jarang terjadinya sebagian besar jenis transaksi hutang jangka panjang. tingkat risiko deteksi yang tepat dapat ditentukan untuk setiap asersi signifikan yang berkaitan dengan saldo hutang jangka panjang. Jadi pengujian substantif atas saldo hutang jangka panjang dapat dilaksanakan baik sebelum maupun sesudah tanggal neraca. Lazimnya. auditor harus selalu waspada dengan kewajiban yang belum dicatat. Pada umumnya. wesel bayar. dan (3) dapat dijamin dengan penggadaian atau agunan. Rasio yang kurang dari 1. Tanpa memperhatikan apakah transaksi pembiayaan jarang terjadi atau tidak. Rasio beban bunga terhadap utang bunga Signifikansi audit rasio ini adalah suatu pengujian kelayakan atas beban bunga yang dicatat yang harus mendekati biaya modal utang rata-rata entitas. Untuk akun-akun ini.Signifikansi audit rasio ini adalah pengujian atas kemampuan entitas untuk menghasilkan laba untuk menutup biaya pelunasan utang. dan hutang obligasi mempunyai karakteristik yang serupa. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 15 . 8. suatu perusahaan jarang melakukan transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang.4 PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG JANGKA PANJANG Dari sudut pandang auditing. (2) memerlukan persetujuan dari dewan direksi. tetapi jumlah per transaksi itu seringkali sangat signifikan. Risiko inheren untuk asersi ini mungkin berada pada tingkat sedang atau tinggi karena kerumitan yang terlibat dalam menghitung amortisasi diskonto atau premi obligasi. Transaksi hutang jangka panjang ini jarang menimbulkan masalah pisah batas akhir tahun. Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor ini dan setiap pengendalian risiko yang relevan. (1) melibatkan perjanjian kontraktual berbunga. terdapat masalah yang relatif sedikit dalam mencapai tujuan audit.0 menunjukkan bahwa laba entitas tidak mencukupi untuk menutup biaya pendanaan.

dan perjanjian hutang. Penerbitan instrumen hutang ini harus ditelusuri ke penerimaan kas sebgaimana yang dibuktikan oleh surat kiriman uang dari pialang. dan daftar pemegang ovligasi yang disiapkan oleh perwalian atau trustee obligasi. (2) penelaahan dokumentasi. serta dilaksanakan dengan menggunakan skedul hutang jangka panjang sebagai dasar untuk pengujian substantif tambahan. Pembayaran pokok hutang jangka panjang dapat diverifikasi dengan memeriksa voucher dan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 16 . Pengetahuan atas bisnis dan industri serta risiko prosedur analitis. Karena ada kemungkinan pengujian substantif dapat dilakukan atas masing-masing daftar yang dibuat sebelumnya. auditor akan mengevaluasi kemampuan entitas itu untuk menghasilkan arus kas yang mencukupi guna memenuhi komitmen yang berkaitan dengan beban bunga (termasuk bunga yang dikapitalisasi). Auditor juga harus mengevaluasi pengungkapan mengenai jatuh tempo hutang dan perjanjian hutang. audtitor harus mendapatkan bukti tentang nilai nominal dan hasil bersih obligasi itu pada tanggal penerbitan. maka prosedur ini berkaitan dengan komponen ketepatan matematis dan klerikal dari asersi penilaian atau alokasi.Merancang Pengujian Substantif Dari pengujian yang mungkin dilakukan. Sebagai bagian dari tanggung jawab auditor atas evaluasi mengenai apakah suatu entitas dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Prosedur Awal Skedul yang berkaitan dengan hutang jangka panjang dapat mencakup skedul yang terpisah untuk weswl bayar jangka panjang ke bank. Auditor mengandalkan terutama pada (1) komunikasi langsung dengan sumber independen dari luar. Prosedur Analitis Suatu bagian penting dari audit atas hutang jangka panjang adalah menentukan bahwa informasi keuangan yang akan diaudit konsisten dengan harapan auditor. menyajikan prosedur yang dapat dilaksanakan auditor utnuk menilai kelayakan informasi laporan keuangan berkenaan dengan hutang jangka panjang dan beban bunga. jatuh tempo hutang. (3) perhitungan kembali untuk mendapat bukti kompeten yang mencukupi mengenai asersi yang bersangkutan dengan saldo hutang jangka panjang. Pengujian Rincian Transaksi Untuk obligasi. kewajiban menurut lease modal. auditor merancang program audit untuk memenuhi tingkat risiko deteksi yang dapat diterima atas setiap asersi.

sementara pembayaran penuh dapat divalidasi dengan memeriksa wesel yang dibatalkan atau sertifikasi obligasi. maka auditor harus memeriksa laporan agen tentang pembayaran tersebut. dan penilaian atau alokasi.  Menghitung Kembali Beban Bunga Bukti tentang beban bunga dan hutang bunga akrual dapat dengan mudah diperoleh oleh auditor. Apabila bunga obligasi dibayar oleh agen independen. Vouching ayat jurnal ke akun0akun hutang jangka panjang akan memberikan bukti mengenai empat asersi berikut: keberadaan atau keterjadian. Wesel lainnya akan dikonfirmasikan kepada pemegangnya melalui surat terpisah. Wesel bayar kepada bank dimana klien mempunyai suatu rekining harus dikonfirmasikansebagai bagian dari konfirmasi saldo bank.  Mengkonfirmasi Hutang Auditor diharapkan untuk mengkonfirmasi eksistensi dan persyaratan hutang jangka panjang melalui komunikasi langsung dengan pemberi pinjaman serta trustee obligasi. Bukti-bukti tentang transaksi semacam itu dapat tersedia dalam bentuk sertifikasi obligasi dan penerbitan sertifikat saham yang berkaitan. Keberadaan hipotek dan hutang obligasi biasanya dapat dikonfirmasikan secara langsung dengan perwalian atau trustee. kelengkapan. maka kelayakannya dapat ditelusuri ke skedul pembayaran kembali. hak dan kewajiban. Pengujian Rincian Saldo Ada tiga pengujian substantif dalam kategori ini. Dengan demikian. yaitu :  Mereview Otorisasi dan Kontrak Otorisasi dari sebuah korporasi untuk mengadakan perjanjian kontraktual guna meminjam uang melalui penerbitan hutang jangka panjang ada di tanagn dewan direksi. Auditor akan melakukan kembali perhitungan bunga klien dan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 17 . Permintaan konfirmasi semacam itu harus dilakukan oleh klien dan diposkan oleh auditor. Semua jawaban atas permintaan konfirmasi ini harus dibandingkan dengan catatan dan setiap perbedaan yang ada harus diselidiki.cek-cek yang dibatalkan. Setiap konfirmasi harus memuat suatu permintaan atas status hutang itu saat ini dan transaksi tahun berjalan. Biasanya auditor hanya akan mereview otorisasi yang telah terjadi selama tahun yang diaudit karena bukti tentang otorisasi hutang yang beredar pada awal tahun harus ada dalam arsip kertas kerja yang permanen. Apabila menyangkut pembayaran cicilan. Obligasi juga dapat dikonversi menjadi saham. nukti tentang otorisasi ini harus ditemukan dalam notulen rapat dewan direksi.

2. dan penghitungan ulang (recomputation) amortisasi diskonto atau premi (discount or premium amortization). metode penentuan nilai wajar dispesfikasikan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. maka auditor dapat memeriksa kupon yang dibatalkan dan merekonsiliasinya dengan jumlah yang dibayar. Paragrap-paragrap berikut memberikan panduan tentang bukti audit yang dapat digunakan untuk menguatkan asersi mengenai nilai wajar: panduan harus dipertimbangkan dalam konteks kondisi akuntansi tertentu . maka auditor harus menelaah skedul amortisasi klien dan memverifikasi jumlah amortisasi yang dicatat melalui perhitungan kembali. bunga akrual diverifikasi dengan mengidentifikasi tanggal pembayaran bunga terakhir dan menghitung kembali jumlah yang dibukukan oleh klien. auditor harus memperoleh bukti yang menguatkan nilai wajar tersebut. Apabila ada kupon bunga obligasi. Pada beberapa kasus. konfirmasi dengan penerbit atau kustodian. Prosedur yang harus dilakukan untuk memperoleh bukti mengenai biaya pemerolehan (cost) dapat termasuk inspeksi dokumen yang menunjukkan harga pembelian efek. Harga pasar yang telah ditetapkan untuk investasi yang terdaftar pada bursa nasional atau pasar langsung antara penjual dan pembeli tersedia dari sumber seperti publikasi Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 18 . Apabila obligasi pada awalnya dijual dengan premi atau diskonto. Sebaliknya. Pada kasus-kasus tersebut auditor harus menilai apakah penentuan nilai wajar konsisten dengan metode penilaian.menulusuri pembayaran bunga ke voucher pendukung. Nilai Wajar Jika investasi dicatat pada nilai wajar atau jika nilai wajar diungkapkan untuk investasi yang dicatat selain pada nilai wajar.5 PENGUJIAN SALDO INVESTASI Harga Pemerolehan Auditor harus mendapatkan bukti mengenai kos investasi jika entitas mencatat investasinya pada biaya pemerolehan (cost) atau biaya pemerolehan amortisasian (amortized cost) atau diwajibkan membuat pengungkapan khusus mengenai basis kos investasi yang dicatat pada nilai wajar serta laba dan rugi yang direalisasikan dan belum direalisasikan. prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengatur bahwa nilai wajar sebuah investasi dapat ditentukan dengan menggunakan harga pasar yang telah ditetapkan (quoted market price) atau penentuan sebagai kebalikan (quotations as opposed to) teknik estimasi. Sebagai contoh.

untuk investasi tertentu. Auditor juga harus menentukan apakah entitas telah membuat pengungkapan yang semestinya mengenai metode dan asumsi signifikan yang digunakan untuk mengestimasi nilai wajar investasi. Penilaian terhadap ketepatan model pengukuran (valuation model) serta setiap variabel dan asumsi yang digunakan dalam model membutuhkan pertimbangan dan pengetahuan teknik pengukuran. 61 ] dapat diterapkan. dan Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 19 . 39] Penggunaan Pekerjaan Spesialis atau SA Seksi 324 [PSA No. auditor harus mempertimbangkan penerapan panduan dalam SA Seksi 336 [PSA No. Bagaimanapun juga. Pada kasus investasi dinilai oleh entitas dengan menggunakan sebuah model pengukuran. 61] Pelaporan atas Pengolahan Transaksi oleh Organisasi Jasa. faktor pasar yang mempengaruhi ukuran (value). Keputusan auditor untuk mengetahui apakah panduan tersebut dapat diterapkan dan panduan mana yang dapat diterapkan tergantung pada situasi. Panduan dalam SA Seksi 336 [PSA No. panduan dalam SA Seksi 324 [PSA No. Dalam beberapa situasi. Auditor harus menaksir masuk akalnya dan ketepatan model tersebut. Untuk investasi lain tertentu. auditor tidak berfungsi sebagai jasa penilai (appraiser) dan tidak diharapkan mengganti keputusannya dengan penilaian manajemen entitas. auditor dapat menentukan bahwa penting untuk memperoleh estimasi nilai wajar lebih dari satu sumber. Untuk estimasi nilai wajar yang diperoleh dari pialang dan sumber pihak ketiga lainnya. Estimasi arus kas masa datang yang diharapkan (expected future cash flow) harus berdasarkan asumsi yang masuk akal dan yang mendukung. Sebagai contoh. Jika sebuah entitas menggunakan jasa pemeringkat untuk memperoleh harga dari efek yang terdaftar dalam portofolio entitas. 39] dapat diterapkan jika nilai wajar efek sumber pihak ketiga berasal dari penggunaan model atau teknik serupa.keuangan atau bursa. auditor harus mempertimbangkan untuk memperoleh estimasi nilai wajar dari pialang atau sumber pihak ketiga lainnya. Auditor harus menentukan apakah variabel dan asumsi pasar yang digunakan mendukung secara masuk akal dan tepat. adalah tepat jika sumber harga investasi memiliki hubungan dengan entitas yang dapat menghalangi objektivitasnya. Jika harga pasar yang ditetapkan tidak tersedia. Harga pasar yang ditetapkan yang diperoleh dari publikasi keuangan atau dari bursa nasional biasanya benar-benar dipertimbangkan untuk memberi bukti yang memadai mengenai nilai wajar investasi. harga pasar yang telah ditetapkan dapat diperoleh dari pialang yang menjadi pencipta pasar dalam investasi tersebut. seperti efek yang tidak diperdagangkan secara reguler. estimasi nilai wajar secara berkala dapat diperoleh dari sumber pihak ketiga berdasarkan model yang dimilikinya atau dari entitas berdasarkan model yang dikembangkan atau diperoleh secara internal.

e. Auditor harus menilai apakah manajemen telah mempertimbangkan informasi yang relevan dalam menentukan apakah kondisi penurunan nilai sementara telah terjadi. Penentuan semacam itu seringkali mencakup estimasi hasil dari kejadian masa datang. maka auditor harus memperoleh keyakinan mengenai keberadaan. terutama dalam hubungannya dengan investasi sejenis yang diperdagangkan. d. Penurunan nilai wajar diakibatkan karena kondisi tertentu. termasuk pengetahuan dan pengalaman mengenai kejadian masa lampau dan kini tentang kejaddian masa datang. Peringkat efek utang diturunkan oleh badan pemeringkat efek. sebaik faktor objektif. Karena itu pertimbangan dibutuhkan dalam menentukan apakah kondisi penurunan nilai sementara terjadi pada tanggal laporan keuangan. sebagaimana hak investor terhadap jamin tersebut. Karena itu. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 20 . b. Penurunan Nilai Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mewajibkan manajemen untuk menentukan apakah penurunan pada nilai wajar di bawah basis harga perolehan yang diamortisasi dari investasi tertentu tidak lebih merupakan kondisi sementara.. Efek yang dapat dinegosiasikan (negotiable securities). barang bergerak dan kekayaan lainnya umumnya digunakan menjadi jaminan untuk investasi pada efek utang. dan mudah atau tidaknya jaminan tersebut dialihkan. g. pada beberapa keadaan. nilai wajar. Penurunan nilai wajar terjadi dalam periode waktu yang panjang f. Penentuan ini bersifat subjektif. Penurunan nilai wajar diakibatkan karena kondisi berlawanan tertentu yang berdampak pada investasi khusus c. real estat. Manajemen tidak memiliki baik maksud maupun kemampuan untuk memiliki investasi selama periode waktu yang memadai bagi perbaikan antisipasi nilai wajar. Contoh faktor-faktor yang mungkin mengindikasikan kondisi penurunan nilai sementara adalah sebagai berikut: a. seperti kondisi industri atau daerah geografis. Kondisi keuangan penerbit memburuk. auditor harus mempertimbangkan pentingnya melibatkan pekerjaan spesialis dalam menaksir estimasi nilai wajar entitas atau model yang berkaitan. Nilai wajar secara signifikan di bawah harga pemerolehan. Jika jaminan merupakan faktor penting dalam menilai nilai wajar dan tertagihnya investasi tersebut.kondisi pasar.

Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 21 . Dividen berkurang atau tidak dibagikan. serta penilaian atau alokasi. y Vouching Ayat Jurnal ke Laba Ditahan. yaitu :  Review Akte Pendirian Dan Anggaran Rumah Tangga . Pengujian ini mencakup : y Vouching Ayat Jurnal Ke Akun Modal Disetor. Pengujian substantif dalam kategori ini dibagi atas 5 bagian. yang dianggarkan. hak dan kewajiban.h. Dokumentasi harga pokok saham treasury harus tersedia bagi auditor berupa otorisasi dalam catatan. Setiap ayat jurnal pada laba ditahan kecuali posting laba bersih atau (rugi bersih) harus di vouch ke dokumen pendukung. Bukti yang diperoleh dari vouching ayat jurnal keakun modal disetor sangat erat berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian.6 PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO EKUITAS PEMEGANG SAHAM MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF Pengujian substantif yang mungkin dilakukan atas saldo ekuitas pemegang saham. Setiap perubahan dalam akun modal disetor harus di vouch ke dokumen pendukung. dan cek yang dibatalkan. atau dalam kaitannya denganpemecahan saham. d) Pengujian rincian saldo. b) Prosedur analitis. Yaitu : a) Prosedur awal. voucher pengeluaran. industri. Auditor harus berhati-hati dalam menentukan kelayakan perlakuan akuntansi untuk saham yang diterbitkan sebagai bagian dari opsi saham. Auditor harus mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan industry serta menentukan kebutuhan entitas akan pembiayaan eksternal dan manfaat menggunakan pembiayaan dengan ekuitas guna mendukung pertumbuhan entitas itu. 2. c) Pengujian rincian transaksi. Sementara ayat jurnal untuk pengumuman dividend an apropriasi laba ditahan ditelusuri kebuku notulen rapat. Prosedur analitis berkaitan dengan bagaimana cara menghitung rasio dan menganalisis hasil-hasil rasio dibandingkan dengan pengharapan berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. dan data lainnya. atau pembayaran bunga yang terjadwal pada efek utang tidak terlaksana .

dan preferensi dividen serta likuidasi. Pengujian ini melibatkan beberapa langka.  Konfirmasi Saham Yang Beredar Dengan Registrar Dan Agen Transfer. Pengujian ini diwajibkan apabila klien bertindak sebagai agen transfer bagi dirinya sendiri. pengujian ini memberikan bukti yang penting tentang asersi keberadaan atau keterjadian dan hak serta kewajiban. Konfirmasi saham yang beredar berkaitan dengan 3 asersi. c) Auditor harus merekonsiliasi total saham yang diterbitkan dan beredar seperti yang tercantum dalam buku sertifikat saham dengan total saham yang dilaporkan dalam buku besar pemegang saham serta akun modal saham. reakuisisi saham. kelengkapan. Penyajian dan pengungkapan berkaitan dengan membandingkan penyajian laporan dengan GAAP. auditor harus mencatat dalam kertas kerja jumlah saham yang diakuisisi selama tahun berjalan untuk penelusuran selanjutnya ke catatan kas.Pengujian substantive ini dirancang untuk menentukan bahwa modal saham telah diterbitkan sesuai hokum dan dewan komisaris telah bertindak dalam ruang lingkup wewenangnya. Pengujian substantif iniberkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian dan hak serta kewajiban. Jadi. suatu penelaahan atas notulen rapat harus memberikan bukti tentang transaksi ekuitas pemegang saham yang di otorisasi selama tahun berjalan. dan hak serta kewajiban. dan pengumuman dividen harus di otorisasi oleh dewan direksi.1 e) Penyajian dan pengungkapan. yaitu : Keberadaan atau keterjadian. Dengan demikian. Auditor telah mendapatkan bukti tentang asersi penyajian dan pengungkapan dari pengujian terdahulu dan dari penelaahan atas Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 22 . nilai pari atau ditetapkan. yaitu : a) Auditor harus memeriksa buku sertifikat saham.  Memeriksa Sertifikat Saham Yang Ditahan Sebagai Treasury Stock. b) Auditor harus menentukan bahwa perubahan yang terjadiselama tahun berjalan telah dicatat dengan benar dalam masing-masing akun pemegang saham di buku besar pembantu.  Review Otorisasi Dan Persyaratan Penerbitan Saham.  Memeriksa Buku Sertifikat Saham. dividen yang tertunggak. Semua terbitan saham. Dalam memeriksa sertifikat ini. Pengungkapan yang berkaitan dengan bagian ekuitas mencakup rincian program opsi saham.

notulen rapat korporasi untuk ketentuan dan perjanjian yang mempengaruhi akun akun ekuitas pemegang saham. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 23 .

mengakuisisi kembali saham (treasury stock). Di samping itu. bangunan. Aktivitas pembiyaan juga akan mencakup pembayaran untuk melunasi hutang. aktivitas investasi juga mencakup pembelian dan penjualan instrumen keuangan yang tidak dimaksudkan untuk tujuan perdagangan. Auditing : Siklus Investasi dan Pendanaan 24 . Suatu entitas mengakuisisi aktiva-aktiva ini karena aktiva ini diperlukan untuk mendukung operasi dan proses intinya. peralatan. dan membayar dividen. Aktivitas pembiayaan (financing activities) mencakup transaksi dan peristiwa di mana kas diperoleh dari atau dibayarkan kembali kpeada kreditor (pembiayaan dengan hutang) atau pemilik (pembiayaan dengan ekuitas). menerbitkan obligasi. Aktivitas pembiyaan dapat meliputi misalnya.1 Kesimpulan Aktivitas Investasi (Investing Activities) adalah pembelian dan penjualan tanah. serta aktiva lain yang umumnya tidak ditahan untuk dijual kembali. atau menerbitkan saham preferen atau saham biasa. mendapatkan pinjaman. lease modal.BAB III PENUTUP 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->