P. 1
LAPORAN PRAKTIKUM

LAPORAN PRAKTIKUM

|Views: 2,424|Likes:
Published by fadhieldzulfikar

More info:

Published by: fadhieldzulfikar on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISA Semester : III Kelompok : II ( Dua ) Judul percobaan : Penentuan Asam Asetat Dengan Titrasi

Asidi – Alkalimetri Tanggal percobaan : 21 Agustus 2009

DEDY ANWAR 080405009

LABORATORIUM KIMIA ANALISA DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 LABORATORIUM KIMIA ANALISA DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA LEMBAR PENGESAHAN NAMA / NIM : Dedy Anwar KELOMPOK : II (dua) MODUL : Penentuan Kadar Asam Asetat dengan Titrasi Asidi - Alkalimetri TGL. PERCOBAAN : 21 Agustus 2009

Medan, 2009 Asisten,

(Wulan Pratiwi)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i ABSTRAK ii DAFTAR ISI iii DAFTAR GAMBAR v DAFTAR TABEL . vi BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Perumusan Masalah 1 1.3 Tujuan Percobaan 1 1.4 Manfaat Percobaan 1 1.5 Ruang Lingkup Percobaan 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3 2.1 Prinsip Dasar Titrasi 3 2.2 Asidi-Alkalimetri 5 2.3 Asam Cuka 8 2.4 Aplikasi ..9 BAB III BAHAN DAN PERALATAN 11 3.1. Alat Bahan dan Fungsi 11 3.1.1. Sampel (Cika) 11 3.1.2. Natrium Hidroksida 11 3.1.3. Indikator Phenolphtalein (PP) 12 3.1.4. Aquades (Air) 12 3.2. Alat dan Fungsi 13 3.3. Rangkaian Peralatan 14 BAB IV PROSEDUR PERCOBAAN 16

2. Pembahasan 20 BAB VI KESIMPULAN 23 6.1.3.1. 3. Prosedur 16 4. Flowsheet Pembuatan Asam Nitrat 10 Beaker Glass + Batang Pengaduk 14 Pipet Tetes + Corong + Erlemmeyer 14 Statif dan Klem + Buret + Erlenmeyer 15 Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0.4. Penyiapan Larutan NaOH (0.2.2.1.1.6 N 17 Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 18 .1.2. Menentukan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 16 4. Flowchart 17 4.1.6 N) 16 4. Hasil Percobaan 19 5. 3.1.1.2.2.1.2.6 N 17 4. Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0. 3. 4. 4.2. Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka 18 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 19 5.1. Kesimpulan 23 DAFTAR PUSTAKA 24 LAMPIRAN A LA-1 LAMPIRAN B LB-1 DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 2.

Kurva Titrasi NaOH 0.6 N terhadap Sampel I 21 Gambar 5. Perhitungan Kadar Sampel II LA-4 .Gambar 5. Perhitungan Kadar Sampel I 19 5.4. Penyiapan Larutan NaOH 0.2. Kurva Titrasi NaOH 0. Perhitungan Kadar Sampel I LA-3 LA.6 N LA-1 LA.1.3.1.4. Perhitungan Kadar Asam Asetat LA-2 LA. Perhitungan Kadar Asam Asetat 19 5.3.6 N terhadap Asam Asetat 20 Gambar 5.6 N 19 5. Kurva Titrasi NaOH 0.1.6 N terhadap Sampel II 21 DAFTAR TABEL Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel Tabel 5.3.2. Penyiapan Larutan NaOH 0. Perhitungan Kadar Sampel II 20 LA.2.

ST. Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai syarat untuk menyelesaikan Praktikum Kimia Analisa dan agar dapat mengikuti praktikumpraktikum selanjutnya yang ada di Departemen Teknik Kimia. Titik . Akhir kata. Medan. terutama asisten yang menangani modul ini. selamat membaca dan terima kasih. Rekan-rekan mahasiswa seangkatan. 6 September 2009 Penulis. Penulisan laporan ini didasarkan pada hasil percobaan yang dilakukan selama praktikum serta literatur-literatur yang ada baik dari buku maupun sumber lainnya. praktikan juga menyampaikan terima kasih kepada : 1. Ibu Maulida. 2. Maka saran-saran dari pembaca dibutuhkan dalam tujuan menemukan refleksi untuk peningkatan mutu dari laporan serupa di masa mendatang. dan untuk melengkapi tugas dari Praktikum Kimia Analisa. Dedy Anwar ABSTRAK Asidi-alkalimetri merupakan salah satu metode kimia analisa kuantitatif yang didasarkan pada prinsip titrasi asam-basa. Tentu ada kelemahan dalam teknik pelaksanaan maupun dalam tata penulisan laporan ini. karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Kimia Analisa Modul Penentuan Asam Asetat dengan Titrasi Asidi-Alkalimetri dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya. 3.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Laporan ini merupakan tulisan yang dibuat berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. MSc. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik materil maupun spiritual. Asidi-alkalimetri berfungsi untuk menentukan kadar asam-basa dalam suatu larutan secara analisa volumetri. Selain itu pembuatan Laporan Praktikum Kimia Analisa ini adalah sebagai bukti hasil dari percobaanpercobaan yang dilakukan saat praktikum. 4. secara istimewa Kelompok II yang membantu praktikan dalam pelaksanaan praktikum dan dalam penulisan laporan ini. Dengan ini. Kepala Laboratorium Kimia Analisa. Asisten-asisten Laboratorium Kimia Analisa.

9. Metode analisis dengan volumetri ataupun titrimetri menggunakan prinsip asam basa adalah asidi alkalimetri. Oleh karena itu asidi alkalimetri sangat perlu untuk dipelajari. Contohnya Titrasi asam basa sangat berguna dalam dunia kefarmasian terutama untuk reaksi-reaksi dalam pembuatan obat.7%. Titrasi BAB I PENDAHULUAN 1.2 %. yang mamanfaatkan kimia. Hasil percobaan Asidi Alkalimetri yang diperoleh adalah kadar CH3COOH praktek yang diperoleh masing-masing sebesar 7.17. 6.18 Kata Kunci : As. untuk ditentukan kadarnya. Proses ini digunakan dalam perhitungan untuk menentukan kadar suatu zat berdasarkan perhitungan volume dengan larutan standar yang telah diketahui kadarnya dengan tepat. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan kadar asam Cuka (CH3COOH) dengan titrasi Asidi-Alkalimetri. Dalam percobaan ini yang dilakukan adalah titrasi asam yaitu menentukan konsentrasi asam cuka dengan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). 1. Dan pH sesudah titrasi adalah masing-masing sebesar 9.16 dan 9.08% dan 7.Asetat.2Perumusan Masalah Bagaimana cara menstandarisasi suatu larutan.1Latar Belakang Kesetimbangan asam-basa merupakan topik yang luar biasa pentingnya dalam seluruh ilmu kimia dan bidang lain. Sampai pH asam cuka berubah menjadi larutan basa. dan menentukan kadar asam .akhir dari titrasi ini mudah dilihat dengan penambahan indikator yang sesuai.

pipet tetes. beaker glass.Dapat menentukan kadar sampel larutan asam maupun basa sesuai dengan prinsip titrasi Asidi Alkalimetri. 3. 1. natrium hidroksida (NaOH) dan indikator phenolphtalein. . Fakultas Teknik. 1.3 Tujuan Percobaan Mempelajari dan Menentukan kadar asam cuka (CH3COOH) dengan cara titrasi asidi-alkalimetri. 4.Tekanan udara : 760 mmHg Dilakukan dalam ruangan dengan menggunakan bahan–bahan antara lain sampel asam cuka. buret.5 Ruang Lingkup Percobaan Praktikum Kimia Analisa Kuantitatif (Kelompok II) dengan modul percobaan Penentuan Asam Asetat dengan Titrasi Asidi-Alkalimetri ini dilakukan di Laboratorium Kimia Analisa.asetat Bagaimana tahapan tahapan yang terjadi pada proses titrasi. 2.Dapat mengetahui dan memahami prinsip titrasi Asidi Alkalimetri.Dapat melaksanakan percobaan Asidi Alkalimetri dengan tepat dan benar. 2. erlenmeyer. Dengan kondisi ruangan : 1. Departemen Teknik Kimia. dalam kehidupan sehari . Universitas Sumatera Utara.hari 1.Temperatur : 30oC. Sedangkan untuk peralatan digunakan alat-alat seperti statif dan klem. corong dan batang pengaduk.Serta nantinya dapat diaplikasikan kebidang lain.4 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari percobaan Asidi Alkalimetri ini antara lain : 1.

1Prinsip Dasar Titrasi Reaksi penetralan dalam analisis titrimetri lebih dikenal sebagai reaksi asam basa. (anonim. Dengan kata lain konstanta kesetimbangan dari reaksi tersebut haruslah amat besar besar. reaksi itu sebaiknya diproses sampai benar-benar selesai pada titik ekivalensi. titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks dan . diharapkan tersedia beberapa metode untuk menentukan kapan titik ekivalen tercapai. diantaranya: 1. ntitran = nanalit neq titran = neq analit dengan demikian secara stoikiometri dapat ditentukan konsentrasi larutan ke dua. (anonim. sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa. Secara umum metode titrimetri didasarkan pada reaksi kimia sebagai berikut aA produk◊+ tT dimana a molekul analit A bereaksi dengan t molekul pereaksi T.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 3. 2009) Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. reaksi itu sebaiknya diproses sesuai persamaan kimiawi tertentu dan tidak adanya reaksi sampingan 2. Dalam reaksi tersebut salah satu larutan (larutan standar) konsentrasi dan pH-nya telah diketahui. Maka dari itu dapat terjadi perubahan yang besar dalam konsentrasi analit (atau titran) pada titik ekivalensi. diharapkan reaksi tersebut berjalan cepat. sehingga titrasi dapat dilakukan hanya beberapa menit. sebuah reaksi harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum reaksi tersebut dapat dipergunakan. Reaksi ini menghasilkan larutan yang pH-nya lebih netral. 2009) Dalam analisis titrimetri. untuk menghasilkan produk yang sifat pH-nya netral. titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi. Saat equivalen mol titran sama dengan mol analitnya begitu pula mol equivalennya juga berlaku sama. Dan diharapkan pula beberapa indikator atau metode instrumental agar analis dapat menghentikan penambahan titran 4.

Zat tersebut harus stabil baik pada suhu kamar ataupun pada waktu dilakukan pemanasan. 2009). yang dihasilkan oleh larutan standar (biasanya ditambahkan dari dalam sebuah buret) itu sendiri. dkk. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton (asam) dengan penerima proton (basa). harus terdeteksi oleh suatu perubahan. yang tak dapat disalah lihat oleh mata.Biasanya zat standar primer memiliki massa molar (Mr) yang besar hal ini untuk memperkecil kesalahan pada waktu proses penimbangan. kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. oleh penambahan suatu reagensia pembantu yang dikenal sebagai indikator (Anonim.Zat harus 100% murni. disebut titrasi.Mudah diperoleh. . standar primer biasanya dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditimbang. Lengkapnya titrasi. 2009). Titran ditambahkan sedikit demi sedikit (dari dalam buret) pada titrat (larutan yang dititrasi) sampai terjadi perubahan warna indikator baik titrat maupun titran biasanya berupa larutan.2Asidi – alkalimetri Asidimetri dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. sebaliknya alkalimetri adalah penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan baku basa. 3. H+ + OH.Zat tersebut juga harus memenuhi persyaratan teknik titrasi (Anonim. maka titrasi dihentikan.lain sebagainya (Day. pemilihan indikator menjadi sangat penting agar warna indikator berubah saat titik ekivalen tercapai. volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titran. Untuk menetapkan titik akhir pada proses netralisasi ini digunakan indikator. Saat terjadi perubahan warna indikator. 4. Proses penambahan larutan standar sampai reaksi tepat lengkap. 2. Pada saat titik ekivalen ini maka proses titrasi dihentikan. Titik dimana reaksi itu tepat lengkap. Semakin jauh titik akhir titrasi dengan titik ekivalen maka semakin besar kesalahan titrasi dan oleh karena itu.H2O Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawasenyawa yang bersifat basa dengan menggunakan baku asam. 1986). Saat terjadi perubahan warna indikator dan titrasi diakhiri disebut dengan titik akhir titrasi dan diharapkan titik akhir titrasi sama dengan titik ekivalen. Syarat zat yang bisa dijadikan standar primer: 1. Menimbang zat dalam jumlah besar memiliki kesalahan relatif yang lebih kecil dibanding dengan menimbang zat dalam jumlah yang kecil. disebut titik ekivalen (setara) atau titik akhir teoritis. 2. Pada saat tercapai titik ekivalen maka pH-nya 7 (netral). 5. Dengan menggunakan data volume titran. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titran. atau lebih lazim lagi.

Karena hasil reaksinya adalah air yang memiliki sifat netral yang artinya jumlah ion H+ sama dengan jumlah ion OH. Titrasi adalah cara penentuan konsentrasi suatu larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Pada saat titik ekivalen ini maka proses titrasi dihentikan. Cara Mengetahui Titik Ekivalen Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekivalen pada titrasi asam basa. Untuk menentukan titik ekivalen pada reaksi asam-basa dapat digunakan indikator asambasa. Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekivalen ( artinya secara stoikiometri titran dan titer tepat habis bereaksi). Pemilihan indikator didasarkan atas pH larutan hasil reaksi atau garam yang terjadi pada saat titik ekivalen. jumlah asam harus ekivalen dengan jumlah basa. Prinsip Titrasi Asam basa Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran.Menurut W. Titik ekivalen adalah keadaan dimana jumlah mol asam tepat habis bereaksi dengan jumlah mol basa. dan titrasi asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah (asam bebas) dengan suatu basa standar (alkalimetri). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekivalen”. indikator adalah suatu senyawa organik kompleks dalam bentuk asam atau dalam bentuk basa yang mampu berada dalam keadaan dua macam bentuk warna yang berbeda dan dapat saling berubah warna dari bentuk satu ke bentuk yang lain ada konsentrasi H+ tertentu atau pada pH tertentu. Larutan asam bila direaksikan dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. yang terpenting adalah perubahan pH pada saat dan di sekitar titik ekuivalen karena hal ini berhubungan erat dengan pemilihan indikator agar kesalahan titrasi sekecil-kecilnya. Ketepatan pemilihan indikator merupakan syarat keberhasilan dalam menentukan titik ekivalen. volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titran. Bila titrasi menyangkut titrasi asam-basa maka disebut dengan titrasi adisi-alkalimetri. Sifat asam dan sifat basa akan hilang dengan terbentuknya zat baru yang disebut garam yang memiliki sifat berbeda dengan sifat zat asalnya. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Salah satu kegunaan reaksi netralisasi adalah untuk menentukan konsentrasi asam atau basa yang tidak diketahui. Pada reaksi penetralan. yaitu: . Untuk itu perlu ditentukan titik ekivalen reaksi. Bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air merupakan akibat reaksireaksi tersebut. Jalannya proses titrasi netralisasi dapat diikuti dengan melihat perubahan pH larutan selama titrasi.maka reaksi itu disebut dengan reaksi netralisasi atau penetralan. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Ostwald. Asidi dan alkalimetri ini melibatkan titrasi basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah (basa bebas) dengan suatu asam standar (asidimetri). kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran. Penentuan konsentrasi ini dilakukan dengan titrasi asam-basa.

2009). Umumnya dua atau tiga tetes larutan indikator 0. hal ini dapat dilakukan dengan memilih indiator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan. Contoh lain adalah metil merah.1% ( b/v ) diperlukan untuk keperluan titrasi.3Asam Cuka Asam asetat. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan.1% dengan berat formula 100 ) adalah sama dengan 0. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah titik ekuivalen.1. Sebagai contoh untuk indikator phenolphthalein ( pp ) seperti di atas dalam keadaan tidak terionisasi ( dalam larutan asam ) tidak akan berwarna ( colorless ) dan akan berwarna merah keunguan dalam keadaan terionisasi ( dalam larutan basa ). Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana reaksi telah berjalan dengan sempurna yang biasanya ditandai dengan pengamatan visual melalui perubahan warna indikator. Oleh karena metil merah bertransisi dari merah ke kuning. Memakai indikator asam basa. Indikator asam basa akan memiliki warna yang berbeda dalam keadaan tak terionisasi dengan keadaan terionisasi. Warna yang akan teramati pada penentuan titik akhir titrasi adalah warna indikator dalam keadaan transisinya.1 M. 2. Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Jumlah indikator yang ditambahkan kedalam larutan yang akan dititrasi harus sesedikit mungkin. maka bila indikator metil merah dipakai dalam titrasi maka pada titik akhir titrasi warna yang teramati adalah campuran merah dengan kuning yaitu menghasilkan warna orange (Anonim. 2009). Dua tetes ( 0. dan sangat praktis. sehingga indikator tidak mempengaruhi pH larutan dengan demikian jumlah titran yang diperlukan untuk terjadi perubahan warna juga seminimal mungkin. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3- . Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan. Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indikator yang perubahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah asam lemah atau basa lemah.01 ml larutan titran dengan konsentrasi 0.1 ml ) indikator ( 0. tidak diperlukan alat tambahan. Asam lemah dan basa lemah ini umumnya senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang mengkontribusi perubahan warna pada indikator tersebut. kemudian membuat plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes. Indikator ditambahkan pada titran sebelum proses titrasi dilakukan. pada saat inilah titrasi kita hentikan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi. Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan. Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indiator disebut sebagai titik akhir titrasi (Anonim. Untuk indikator phenolphthalein karena indikator ini bertransisi dari tidak berwarna menjadi merah keungguan maka yang teramati untuk titik akhir titrasi adalah warna merah muda. 2.

Gas itu kemudian dilewatkan melalui pendingin kondensor yang menghasilkan HNO3 40% sampai 45% sebagai produk yang mengandung 40% nitrogen terikat. Dalam industri makanan. tetapi konversinya agak rendah. masih pada tekanan penuh sebesar 980 kPa. sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. Udara tekan yang panas itu dicampur dengan amonia lewat panas dan dikirim ke konverter yang beroperasi pada tekanan 800 sampai 950 kPa. Dalam proses ini sebuah kompresor putar bertahap banyak. yang mempunyai pendingin di antara tahap-tahapnya.5 juta ton per tahun. Absorber-absorber itu . Asam cuka merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Konversi menjadi NO adalah 94-95% dan diperlukan 62 gram paduan platina per ton metrik kapasitas harian asam. Pada konsentrasi amonia 11. Dalam setahun. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat. setelah asam format. CH3COOH.(anonim. dilewatkan melalui 30 lapisan kaca 80 mesh yang terbuat dari platina kurang lebih 10% rhodium. ketel uap kalor limbah dan pemanas gas sisa dan keluar pada suhu 2000C. Suhu gas dan konsentrasi amonia yang masuk reaktor merupakan dua parameter yang sangat menentukan. selulosa asetat. kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6. Dengan demikian. Udara keluar dibelah. 85% masuk ke dalam konverter dan 15% ke dalam penukar kalor dan kolom putih. Pada konsentrasi amonia 10% kenaikan suhu adiabatik adalah 710oC. sehingga konsentrasi amonia dibatasi pada 10%.COOH. Asam cuka merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana. artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Campuran udara dan amonia yang mengandung kira-kira 10% amonia. Umur katalis biasanya 6-10 minggu. dan polivinil asetat. biaya katalis mencapai $5 per ton metrik HNO3 100% yang dihasilkan. Baik gas keluar yang sudah diinginkan maupun asam nitrat encer. Di rumah tangga. 1. Gas masuk harus mempunyai suhu sedikitnya 205oC dan sebaiknya 230oC agar lapisan pertama kaca itu tetap berada pada suhu reaksi.4Aplikasi Pembuatan Asam Nitrat (HNO3) dalam Industri Pembuatan asam nitrat skala industri memakai proses yang dinamakan “proses tekanan tunggal”. asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Pendingin antara tahap diatur sedemikian rupa agar suhu keluar adalah sekitar 230oC pada 1MPa. digerakkan oleh turbin uap dan turbin pemulih tenaga yang disebutkan alat ekspansi gas sisa (tail gas expander). 2009) 2. keduanya dilewatkan melalui absorber. atau CH3CO2H. Larutan asam cuka dalam air merupakan sebuah asam lemah. asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Pembakaran berlangsung cepat dengan suhu keluar mencapai 940oC. lanjut uap. hal ini terutama adalah akibat erosi.5% sampai 12% bisa terjadi ledakan. maupun berbagai macam serat dan kain. Gas keluar dari konverter dilewatkan melalui pemanas.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang. Pelet yang mengandung Kobalt Trioksida juga digunakan sebagai katalis.

5 °F)[1] 6.Asam asetat membebaskan CO2 dari karbonat.Melarut dengan mudah dalam air 2. Gas masuk dari bawah asam nitrat encer agak ke atas pada kolom dan air dingin masuk dari atas. Di dekat dasar.Rumus molekul : CH3COOH 2.Densitas dan fase : 1. (anonim. 4. 2009 BAB III BAHAN DAN PERALATAN 3.049 g cm−3.1 °C (391.6 ± 0.2Natrium Hidroksida Fungsi : Sebagai larutan standar untuk mentritrasi asam cuka. Gas ini diputihkan (bleach) dengan melewatkannya melalui kolom. Di dekat puncak kolom.2 ± 0.1. Beberapa pabrik ada yang mempunyai bagian pemutih dibawah kolom absorber utama. padatan 4.1 Sampel ( Cuka ) Fungsi : Sebagai zat yang akan diidentifikasi kadar asam asetatnya.Asam asetat merupakan monobasic. (titran) Sifat Fisika : .Penampilan : Cairan higroskopis tak berwarna.Asam asetat merupakan asam lemah. sehingga gaya dorong untuk absorbsi itu kecil saja. berlawanan arah dengan udara primer sebanyak 15% (yang diperlukan untuk oksidasi NO menjadi NO2) yang dibocorkan dari kompresor udara.6 °F)[1] 5.1.05 g/mol 3. 7. Suhu gas yang keluar bersuhu sekitar 10oC.5 °C (289. Sifat kimia : 1.Titik lebur : 16. 6.Asam asetat merubah latmus biru menjadi merah. Asam yang keluar dari dasar kolom mengandung sedikit NOx terutama N2O4 (tak berwarna) tetapi ada juga NO2 yang berwarna merah. laju reoksidasi NO cukup lambat karena asam pekat yang terdapat disitu menghalangi absorbsi NO2 sehingga tidak dapat berlangsung lambat.5 K) (61.Massa molar : 60. Sifat fisika : 1.Asam asetat menyerang logam yang melibatkan hidrogen.6 K) (244. 5.266 g cm−3. cairan 1.1Alat Bahan dan fungsi 3.1 Flowsheet Pembuatan Asam Nitrat Anonim. Pada kolom ini terdapat dua titik cekik (pinch point) yang diakibatkan oleh masalah kinetiknya. konsentrasi NOx dan oksigen menjadi sangat rendah. Gambar 2.Bersifat higroskopik dan korosif 3. 2009) 3.adalah suatu kolom piring tudung-gelembung atau piring tapis dengan gelungan pendingin diatas setiap 20-50 piring.Titik didih : 118.

Massa jenis : 1.Tidak Berbau (mulyono. 2009) 3. cairan a.Rumus molekul : H2O 2.Tidak dapat bereaksi dengan larutan yang direaksikan.2 – 10 2.Pelarut yang baik 2.Berwarna merah rosa saat basa (mulyono.92 g/cm³.0.Rumus molekul : NaOH 2.998 g/cm³.Senyawa ini sangat mudah larut dalam air 3.Merupakan larutan basa kuat 4. padatan 4. 2008) 3.Rumus molekul : C20H14O4 2.15 K) (212 ºF) 6.Berbentuk larutan 5.Titik didih : 1390 °C 5.Memiliki pH 7 (netral) .227 4.Trayek pH 8.Densitas dan fase : 2.Titik lebur : 0 °C (273.Sangat korosif terhadap jaringan Organik 5.100 g cm−3.Titik didih : 100 °C (373.3 Indikator Phenolphtalein (PP) Fungsi : Sebagai indikator yang menunjukkan titik akhir titrasi (titik ekivalen) Sifat Fisika : 1.Larut dalam 95% etil alkohol 5.Tidak berwarna saat asam 7.4 Aquades (air) Fungsi Aquades : Sebagai pelarut kristal NaOH Sifat fisika Air : 1.Asam dwiprotik 6. 2009) Sifat Kimia Air : 1. Sifat kimia : 1.Merupakan indikator dalam analisa kimia 3.NaOH sangat mudah menyerap gas CO2 2.15 K) (32 ºF) 5.1.Densitas dan fase : 0.1. Tidak berbau (mulyono.Titik lebur : 318 °C 4.0153 g/mol 3.Larut dalam air Sifat kimia : 1.1.Penampilan : Cairan higroskopis tak berwarna. cairan 3.Merupakan asam lemah 6.Penampilan : Cairan tak Berwarna. hanya sebagai indikator 4.Penampilan : Padatan Kristal tak berwarna 3.Massa molar : 18.

5. Corong Fungsi : Untuk memasukkan larutan standar ke dalam buret.Batang Pengaduk Fungsi : Untuk mengaduk dua zat yang dicampur agar terjadi larutan yang homogen. Pipet tetes Fungsi : Untuk mengambil indikator dan memasukkannya ke dalam Erlenmeyer 2.3Rangkaian Peralatan Gambar 3. Erlenmeyer Fungsi : Sebagai wadah zat yang akan dititrasi.Lebih bersifat reduktor daripada oksidator.Bukan merupakan zat pengoksidasi kuat.2 Pipet tetes + corong + Erlenmeyer sebagai tempat sampel dan pencampurn indikator . 4.Reaksi oksidasi dari air sendiri dapat terjadi jika direaksikan dengan logam alkali atau alkali tanah. 3.3.2Alat dan fungsi 1. 5. 6. Maupun kedalam Erlenmeyer 7.+ H2 (anonim. 4. Ca + 2 H2O Ca2+ + 2 OH. 2009) 3. Statif dan klem Fungsi : Sebagai penyanggah berdirinya buret. Buret Fungsi : Sebagai wadah pentiter. Beaker Glass Fungsi : Sebagai tempat / wadah campuran zat diaduk.1 Beaker Glass + Batang pengaduk untuk tempat melarutkan pentiter yaitu NaOH Gambar 3. 3.

4.6 N Cuci dan bilas botol 500 ml Bila larutan ini akan disimpan dalam waktu yang lama. . walaupun perlahan.0 gram NaOH. Catat volume NaOH yang terpakai. sebab larutan NaOH pasti akan bereaksi dengan wadah kaca. sediakan botol plastik.3 Statif dan klem + Buret + Erlen meyer yaitu peralatan untuk melakukan titirasi BAB IV PROSEDUR PERCOBAAN 4.Gambar 3.1. sampai terjadi perubahan warna indikator menjadi Merah Rosa yang stabil. larutkan kedalam beaker glass 500 ml yang berisi aquades.1 Penyiapan Larutan NaOH 0.2 Menentukan Kadar Asam Asetat dalam Cuka Sampel dimasukkan sebanyak 25 ml kedalam Erlenmeyer Tambahkan 4 tetes Phenolpthalein kedalam sampel tersebut Titrasi dengan menggunakan larutan NaOH. Timbang 2. kocok sampai larut.1.1Prosedur 4.

hitung kadar asam asetat yang diperoleh.6 N .2.Lakukan prosedur diatas secara duplo.1 Flowchart Penyiapan Larutan NaOH 0.2Flowchart 4. Lakukan prosedur diatas terhadap sampel I dan sampel II 4.

1 Penyiapan Larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 0.6 N 4.2 Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2.1 Hasil Percobaan Tabel 4.2 Flowchart Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka Tidak Ya Gambar 4.Gambar 4.1 Flowchart Persiapan Larutan NaOH 0.6 N Berat kristal NaOH 9.6 gr Volume pelarut .

074 M 6.16 2 25 ml .5 ml 1.17 2 25 ml 52.2 Perhitungan Kadar Asam Asetat No V CH3COOH V NaOH Konsentrasi CH3COOH Kadar CH3COOH pH 1 25 ml 53.27 M 7.6 N Tabel 4.2 % 9. Oksalat 0.27 M 7.08 % 9.2 % 9.5 ml Rata-rata 25 ml 53 ml 1.400 ml Konsentrasi As.17 Tabel 4.3 Perhitungan Kadar Sampel I No V sampel I V NaOH Konsentrasi Sampel I Kadar Sampel I pH 1 25 ml 43 ml 1.

36M 7.18 2 25 ml 57.074 M 6.7% 9.4 Perhitungan Kadar Asam Asetat No V sampel II V NaOH Konsentrasi sampel II Kadar sampel II pH 1 25 ml 56. Dalam percobaan ini. Cuka dapur yang digunakan sebagai sampel dengan merek: Cap bintang Kurva perubahan pH asam Asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOh .08 % 9.7% 9.36M 7.5 ml Rata-rata 25 ml 44.18 4.2 ml Rata-rata 25 ml 53 ml 1.75 ml 1.2 Pembahasan Prinsip titrasi asidi alkalimetri adalah penetapan kadar secara kuantitatif terhadap suatu senyawa dengan cara mereaksikannya dengan suatu larutan baku yang sudah diketahui konsentrasinya dengan tepat.46.3 ml 1.16 Tabel 4. sampel yang dianalisis adalah asam cuka CH3COOH yang kadarnya dapat ditentukan melalui metode titrasi dengan larutan baku NaOH.

1 Grafik perubahan pH asam Asetat Kurva perubahan pH asam asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOH Volume NaOH Gambar 4.6N terhadap sampel II Pada percobaan.Kurang telitinya dalam melakukan proses titrasi. dari hasil titrasi didapat kadar cuka yang terdapat dalam sampel adalah sebesar 7. seperti pada saat penimbangan.7 % sedangkan dalam label cuka sampel tertulis kadar cuka tersebut sebesar 5 %.8 % dan 7. Volume NaOH Gambar 4.. .6N terhadap sampel I Kurva perubahan pH asam asetat terhadap tiap penambahan 10 ml larutan NaOH Volume NaOH Gambar 4.3 Kurva Titrasi NaOH 0. 2.2 %.2 Kurva Titrasi NaOH 0. 6. Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor diantaranya: 1.Kurang tepatnya pada saat pembuatan larutan NaOH.

Kurangnya ketelitian dalam memperhatikan perubahan warna indikator BAB V KESIMPULAN 5. Pada titrasi asam lemah dan basa kuat.2 %. Metode titrasi asidi-alkalimetri dapat digunakan untuk menentukan kadar zat yang bersifat asam ataupun basa dalam sampel. 6. 4.1Kesimpulan Setelah melakukan percobaan Penentuan Asam Asetat dengan Titrasi AsidiAlkalimetri maka praktikan dapat menarik kesimpulan yaitu : 1. 4. 6. Pada titrasi asam lemah dengan basa kuat indikator yang sesuai adalah phenolphthalein. Dari percobaan didapat kadar asam cuka sebesar 7. Reaksi yang ada pada titrasi ini adalah reaksi netralisasi yaitu reaksi antara asam dengan basa untuk mencapai titik ekivalen.7 %. Sedangkan dalam teori kadar asam cuka sebesar 5 %.3. 5. 2. Larutan baku yang digunakan dalam titrasi asidi-alkalimetri adalah asam kuat ataupun basa kuat yang telah diketahui konsentrasinya secara tepat. pH larutan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya volume larutan dari basa kuat. . 3.Terjadi perubahan skala buret yang tidak konstan.8 % dan 7.

Edisi Pertama. Asam Asetat. Bumi Aksara : Jakarta . Jakarta HAM.com 26 agustus 2009 Anonim. 2006.blogspot. Analisis Volumetri atau Titrimetri. http://sulae. Mulyono.com 26 agustus 2009 Anonim.2009 b.org 26 agustus 2009 Anonim. Air. http://id. 1986.wikipedia. http://belajarkimia.2009 a. Analisis Kimia kuantitatif. Edisi Kelima: Erlangga.com 26 agustus 2009 Day. Kamus Kimia .2009d.2009 c.DAFTAR PUSTAKA Anonim.2009 e. Titrasi Asam Basa.org 26 agustus 2009 Anonim. http://id. http://belajarkimia. Kumpulan laporan praktikum.wikipedia. RA dan Underwood.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->