PROSES PEMBUATAN AMMONIA

Ammonia dapat disintesa dari nitrogen dan oksigen, melalui reaksi katalisis sederhana, dimana 3 mol hidrogen bergabung dengan 1 mol nitrogen membentuk 2 mol ammonia dengan proses seperti pada gambar di bawah ini:

Flowsheet Proses Pembuatan Ammonia

Tekanan pada tahap kondensasi ammonia ini dikontrol oleh katup (valve) 44. didinginkan dalam heat exchanger 6. Aliran gas umpan yang mengandung suspensi liquid katalis dialirkan melalui bagian atas reaktor 1. Cairan ini mengalir melalui katup pengontrol tekanan 23 ke pipa saluran 24 melewati suatu turbin hidrolik 25 menuju pipa saluran 26 untuk dipanaskan di tungku (furnace) 27. heat exchanger 31. melalui heat exchanger 19. dan melalui pipa saluran 37 menuju separator gas-cair 38. dan mengalir melalui pipa saluran 7 ke separator gas-cair dimana ammina cair dipisahkan dari gas pencucinya (purge gas). Zat reaktan yang terdekomposisi mengalir dari separator 29 melewati pipa saluran 30. Sebagian dari ammina cair diresirkulasi kembali melalui pipa saluran 18 ke reaktor 1. Produk dari pompa 33 mengalir melalui pipa saluran 34 dan bergabung dengan ammina cair yang disirkulasi kembali dari pipa saluran 20 pada pipa saluran 21 untuk umpan pada bagian bawah reaktor 1. melalui heat exchanger 36. Senyawa ammina berkondensasi pada heat exchanger 36 dan dikumpulkan oleh separator gascair 38 dikembalikan melalui pipa saluran 39 dan pompa 40 ke inlet pompa 33. Gas buangan (effluent) dari tungku 27 mengalir melalui pipa saluran 28 menuju separator gas-cair 29. dan pipa saluran 32 menuju pompa 33. Gas effluent dari separator 29. Ammonia yang dikumpulkan oleh separator gas-cair 43 dikeluarkan melalui pipa . yaitu hidrogen dan oksigen dengan perbandingan 3 : 1 diumpankan melalui bagian bawah reaktor 1 melalui pipa saluran 2. Pembagi arus (distributor) 3 ditempatkan dekat dengan reaktor 1 untuk memfasilitasi penyebaran gas umpan secara merata di dalam reaktor 1. Ammina cair yang dipisahkan pada bejana 8 mengalir melalui pipa saluran 12 ke pompa 13 dan melalui pipa saluran 14 menuju kembali ke reaktor 1. mengalir melalui pipa saluran 35. Sebagian ammina cair yang lain melalui pipa umpan keluar 17 dialihkan ke pipa saluran 22 untuk mendapatkan ammonia. Gas produk dari separator 8 dialirkan melalui saluran 9 dan melalui katup kontrol tekanan 10 menuju aliran umpan keluar 11 dimana gas pencuci mengalir ke bahan bakar. Produk gas ammonia dari separator gas-cair 38 mengalir melalui pipa saluran 41 menuju air pendingin 42 dimana produk ammonia dikondensasi dan dikumpulkan oleh separator gas-cair 43. dan melalui pipa saluran 20 dan 21.Gas umpan. Ammina cair dari reaktor 1 dipindahkan melalui pipa saluran 15 menuju pompa 16 dan pompa umpan keluar 17. mengandung terutama ammonia. Gas produk yang dihasilkan meninggalkan reaktor melalui pipa saluran 5.

sedangkan secara keseluruhan produk yang dihasilkan tidak berubah. yaitu dengan menggunakan katalis besi yang masih digunakan hingga hari ini. Zat katalis lain yang digunakan pada pabrik ammonia saat ini adalah katalis alkali magnetit yang tahan lama dan peningkatan aktivitas katalis ditingkatkan dengan memperkecil ukuran partikel. tetapi katalis berpengaruh terhadap alur alternatif dengan menurunkan energi aktivasi reaksi yang kemudian dapat meningkatkan kecepatan reaksi tersebut. yang merupakan pertimbangan penting dalam desain plant secara keseluruhan.karena proses akan memerlukan energi yang lebih tinggi untuk melakukan recycle gas sintesis yang tidak terkonversi. Pada 1909 berdasarkan petunjuk Bosch. Pada literatur tidak ditemukan adanya penggunaan katalis yang berdiameter di bawah 1. besi oksida ke dalam umpan panas hidrogen. meskipun pada beberapa desain bed menggunakan partikel dengan ukuran diameter 14 ± 20 mm.5 ± 3 mm. peneliti BASF Alwin Mittasch menemukan bahwa menemukan katalis yang lebih murah. Pemanfaatan aktivitas katalis yang lebih tinggi yang diperoleh dengan memperkecil ukuran partikel dapat mengakibatkan masalah pada desain proses yaitu bahwa ukuran partikel yang lebih kecil menyebabkan penurunan tekanan pada bed katalis. Katalis tidak memiliki pengaruh terhadap posisi kesetimbangan kimia. Proses pembuatan ammonia yang dilakukan dengan menggunakan reaksi Haber-Bosch menggunakan osmium dan ruthenium sebagai katalis. Hal ini akan menyebabkan proses reduksi magnetit ke besi oksida sehingga oksigen . Katalis besi (Fe) yang digunakan pada proses pembuatan ammonia dipersiapkan dengan mengontakan sejumlah magnetit.saluran 45 dan diumpan ke sistem refrigerasi ammonia (tidak ditunjukkan pada gambar) dimana produk disimpan pada suhu -28oF. Desain bed yang digunakan adalah untuk partikel dengan diameter 6 ± 10 mm. Selama bertahun-tahun plant designer berusaha untuk memanfaatkan ukuran katalis yang lebih kecil untuk mendapatkan peningkatan aktivitas katalis. yaitu pertimbangan bahwa proses akan menjadi tidak menguntungkan. Aktivitas katalis adalah factor lain yang mempengaruhi performansi dari reaktor. Aktivitas katalis yang baik diperlukan untuk menurunkan temperatur operasi dan meningkatkan kesetimbangan termodinamik ammonia dan banyaknya konversi umpan menjadi ammonia. Reaktor untuk reaksi ini sintesis ini memiliki dua ataupun empat bed katalis.

.dapat disingkirkan dalam proses. dan kalium yang membantu katalis mempertahankan densitas elektronnya sehingga meningkatkan keaktivitasan dari katalis ini. Komponen minor lain dari katalis ini adalah kalsium dan aluminium oksida yang membantu katalis mempertahankan luas permukaannya dalam waktu lama. katalis akan tetap mempertahankan sebagian besar dari volumenya sehingga menghasilkan zat yang berpori-pori dan memiliki luas permukaan besar dan efektif digunakan sebagai katalis. Pada proses reduksi.

html.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. Haber Process. 1990. . Diakses pada 4 Desember 2010. http://en. Eugene.org/wiki/Haber_process.wikipedia. F.com/4906447.freepatentsonline. Schwarzenbek. Diakses pada 4 Desember 2010. Synthetic Ammonia Process. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful