P. 1
uji+beda+rata+rata

uji+beda+rata+rata

|Views: 132|Likes:
Published by essatazik

More info:

Published by: essatazik on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

UJI BEDA RATA -RATA

UJI-t UNTUK UJI BEDA RERATA DUA KELOMPOK DATA 1. Uji-t untuk dua kelompok data dari satu kelompok sampel, dua waktu. Jika analisis data dalam penelitian dilakukan dengan cara membandingkan data sebelum dengan data sesudah dari satu kelompok sampel, atau membandingkan data antar waktu dari satu kelompok sampel, maka dilakukan pengujian hipotesis komparasi dengan uji-t sebagai berikut: Hipotesis: H0 : µA = µB H1 : µA > µB µA = rerata data sesudah treatment µB = rerata data sebelum treatment Rumus yang digunakan: t Md xd nn 1 Keterangan: di = selisih skor sesudah dengan skor sebelum dari tiap subjek (i) Md = Rerata dari gain (d) xd = deviasi skor gain terhadap reratanya (xd = di - Md) xd 2 = kuadrat deviasi skor gain terhadap reratanya n = banyaknya sampel (subjek penelitian). Untuk pengujian hipotesis, selanjutnya nilai t hitung di atas dibandingkan dengan nilai dari tabel distribusi t (t tabel). Cara penentuan nilai t tabel didasarkan pada taraf signifikansi tertentu (misal a = 0,05) dan dk = n-1. Kriteria pengujian hipótesis: Tolak H0, jika t hitung > t tabel atau Tarima H0, jika t hitung < t tabel. 2. Uji-t untuk dua kelompok data dari dua kelompok sampel, satu waktu. Jika analisis data dalam penelitian dilakukan dengan cara membandingkan data dua kelompok sampel, atau membandingkan data antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, atau membandingkan peningkatan data kelompok eksperimen dengan peningkatan data kelompok kontrol, maka dilakukan pengujian hipotesis komparasi dengan uji-t sebagai berikut:
2

µB = rerata data kelompok kontrol atau rerata peningkatan data kelompok kontrol. Rumus yang digunakan: t X A 2 X B 2 s A n Keterangan: A s B n B X A = rerata skor kelompok eksperimen X B = rerata skor kelompok kontrol s = varians kelompok eksperimen = varians kelompok kontrol s nA = banyaknya sampel kelompok eksperimen nB = banyaknya sampel kelompok kontrol XA s 1 n n XB 1 n 2 A 2 B atau bisa juga menggunakan rumus: t A B 2 2 dimana Keterangan: s A 1 s n A A n n B B 1s 2 B X A = rerata skor kelompok eksperimen X B = rerata skor kelompok kontrol s A = varians kelompok eksperimen 2 sB = varians kelompok kontrol nA = banyaknya sampel kelompok eksperimen nB = banyaknya sampel kelompok kontrol s = simpangan baku gabungan 2 .Hipotesis: H0 : µA = µB H1 : µA > µB µA =rerata data kelompok eksperimen atau rerata peningkatan data kelompok eksperimen.

jika t hitung < t tabel. Cara penentuan nilai t tabel didasarkan pada taraf signifikansi tertentu (misal a = 0. selanjutnya nilai t hitung di atas dibandingkan dengan nilai dari tabel distribusi t (t tabel). . jika t hitung > t tabel atau Tarima H0.Untuk pengujian hipotesis.05) dan dk = nA+nB-2. Kriteria pengujian hipótesis: Tolak H0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->