KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA

Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjanasarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada beberapa teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. 1. Teori Pertama, diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara. Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India. 2. Teori kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya. Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai. Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah.

Malaka. Sriwijaya dan Sunda. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M. Aceh. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik.Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. pengembara Muslim dari Maghribi. Jawa Timur. telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam. belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Kondisi Dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan di Indonesia Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. melainkan makam para pedagang Arab. yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M. A. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai. daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara. tidak dengan . keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Berupa komplek makam Islam. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli. adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Demak. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.. Baru pada abad ke-9 H / 14 M. yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Cirebon. yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. serta Ternate. Umar bin Khattab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit.

mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya. Penyebabnya.pedang. migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Yaman. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara. agama seteru mereka. juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan. juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi. maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Dalam Tarikh Hadramaut. memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Satu contoh. Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini. tidak dengan merebut kekuasaan politik. untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin. . Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak.terutama Belanda . hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus.menundukkan kerajaan Islam di Nusantara. Setiap kali para penjajah . Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam. sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahanpemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi.

namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman. Makassar. Perang Jawa (Diponegoro). Di perkampunganperkampungan ini diberitakan. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik. Sunda Kelapa. hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin). menjelang seperempat abad ke-7. Kian tahun. kian bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara. Banten. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani. ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa. Fathahillah. yakni Demak. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan. namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Munculnya Pemukiman-Pemukiman di Kota Pesisir Sumber-sumber literatur Cina menyebutkan. Cirebon dan Banten. Seperti pada masa Dinasti Umayyah. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat. dan Perang Aceh (Teuku Umar). orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk komunitas-komunitas Muslim. ulamaulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. yang lebih terkenal dengan gelarnya. namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Ternate. Perang Padri (Imam Bonjol). Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia). Pasai. Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. B. yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Fathahillah sempat berguru di Makkah. Sulu (Filipina). sudah berdiri perkampungan Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. .

Tentu saja. . Proses dakwah yang panjang. Islam telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa. Di saat-saat itulah. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya. Pajang. bahkan hingga Banten dan Cirebon. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Demak. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu. Peranan Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Mataram. daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah. Maka. maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan Giri. Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya. merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Selain di Pulau Sumatera. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan. dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Selain Sabaj atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam. Namun. Prof. pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan. diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Jika demikian. Kerajaan Samudera Pasai-Aceh menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Jika boleh disebut.

Para mubalighmubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir Barat Kalimantan. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo kala itu. Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi. Hampir seluruh sudut kepulauan Indonesia telah tersentuh oleh indahnya konsep rahmatan lil alamin yang dibawa oleh Islam. Cara Islamisasi Di Indonesia Perjalanan dakwah awal Islam di Nusantara tak terbatas hanya di Sumatera atau Jawa saja. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri. sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Islamisasi Kalimantan Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader dakwah yang terus menerus mengalir. Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai. Jawa Timur. Jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Islamisasi Sulawesi Ribuan pulau yang ada di Indonesia. (Baca: Empat Sekawan Ulama Besar) 2. telah membangun wilayah tersendiri di daerah Giri. Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur Indonesia lainnya. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. ajaran Islam masuk dari dua pintu. salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. Demak mengirimkan banyak mubaligh ke negeri ini. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar. C. Ada beberapa contoh islamisasi di kepulauan Nusantara. Di pulau ini. Jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar. seperti : 1. di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa . Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Gresik.Sebelum Demak berdiri.

Wajo Sopeng. raja ternate adalah seorang Muslim. Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Tanette. 4. Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Sidenreng. saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun 1512. yakni Bayang Ullah. Sebelumnya. Luwu dan Paloppo. Datuk ri Bandang. Sehingga. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan lainnya. Mereka adalah Khatib Tunggal. Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis. dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda Sultan Alaidin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu memeluk Islam. Di tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Karaeng Matopa pada tahun 1603. datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Islamisasi Maluku Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia. Islamisasi Papua . Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas. 3. Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaidin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya. Ada juga Kerajaan Bacan. ia merasa kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate. Meski belum terlalu besar. pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram.daerah. yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera. namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.

Karena letak Indonesia yang sangat strategis dalam jalur . Bukti-BUKTI AWAL PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA Proses penyebaran Islam di Indonesia datangnya bersamaan dengan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang muslim dari Asia Barat dan Asia Selatan menuju Asia Timur. banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. Persia. seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula. Pada periode ini pula. perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar. Namun. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Islam juga masuk ke Lombok. Bisa disebut. dibanding wilayah lain. Selain Sumbawa. dan Gujarat. Dengan data dan perjalanan Islam di atas. Hingga kini. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo. bahwa Indonesia adalah negeri Islam. jika dikaitkan dengan peran Islam di berbagai kerajaan tersebut di atas. beberapa kata di suku-suku Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis. lebih jauh lagi. Bahkan. Sampai kini jejak Islam bisa dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di kota Bima. Para pedagang muslim itu antara lain datang dari Arab. sesungguhnya bisa ditarik kesimpula. 5. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam. Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan Bacan. Indonesia telah memiliki cikal bakal atau embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam. Islamisasi Nusa Tenggara Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang sejak awal abad ke-16. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana.Beberapa kerajaan di kepulauan Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk pula di pulau Cendrawasih ini. berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan.

dan Banten. Demak. Awalnya singgah sebentar. ketika datang ke kerajaan ini harus bersila . Daerah ini merupakan jalur perdagangan internasional. Berdasarkan hikayat ini dapat disimpulkan bahwa Islam datang ke Indonesia bukan pada abad ke-12 M. Kitab ini mengisyaratkan adanya komunitas muslim local pada masa kerajaan Sriwijaya. sempat singgah di Perlak pada tahun 1292. Bukti-bukti awal proses penyebaran agama Islam dapat kita temukan dalam berbagai bentuk. Gresik. Di Jawa Barat telah tumbuh kota-kota Islam seperti Cirebon. yaitu sebuah kitab yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar sekitar tahun 390 H/1000 M berbahasa Persia. Tuban. catatan perjalanan dari bangsa asing. maupun bukti-bukti fisik berupa batu nisan. Ternate dan Tidore sebagai pusat kerajaan Islam yang berada disekitar pesisir. menyebabkan para pedagang itu singgah sementara di Indonesia. 3. Goa Makassar. . 2. Daerah di Indonesia yang pertama mendapat pengaruh Islam adalah daerah Indonesia bagian Barat. Daerah pesisir itu nantinya menumbuhkan pusat-pusat kerajaan Islam seperti Samudera Pasai. baik dalam bentuk tulisan. Kota-kota pelabuhan seperti Jepara. bukan dari Gujarat India. terdapat orangorang Ta Shih yang mengurungkan niatnya untuk menyerang kerajaan Ho Ling yang diperintah oleh Ratu Sima (675 M) Ta Shih ditafsirkanoleh para ahli yaitu bangsa Arab. ‘Aja’ib Al Hind . Jayakarta. Mencatat adanya kunjungan pedagang muslim ke kerajaan Zabaj. Marcopolo seorang pedagang dari Vene ia yang melakukan perjalanan pulang dari Cina menuju Persia. Gresik. Kata Zabaj diidentikan dengan kata Sriwijaya. Dari sinilah timbul kontak dan sosialisasidengan penduduk pribumi. Hikayat Dinasti Tang di Cina. Sedayu adalah kota-kota Islam di Pulau Jawa. Tuban. Cirebon. lama-kelamaan ada juga yang tinggal menetap dan berdirilah pemukiman-pemukiman muslim di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Setiap orang muslim. sehingga mulailah proses penyebaran Islam. Hikayat ini mencatat. baik pendatang maupun lokal. Pidie.perdagangan internasional. melainkan pada abad ke-7 M dan berasal dari Arab langsung. sehingga pengaruh dapat dengan cepat tumbuh di sana. Beberapa berita dari bangsa asing yang menunjukkan awal Islamisasi di Indonesia antara lain: 1. Banjarmasin. Banten. Aceh.

Gresik. 3. Batu nisan yang pertama ditemukan di Trowulan memuat angka tahun 1290 Saka (1368-1369 M). Di Perlak (Peureula) ia menjumpai penduduk yang memeluk Islam. dan juga banyak pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan Islam. Sebuah batu nisan muslim kuno yang bertarikh 822 H (1419 M) ditemukan di Gresik (Jawa Timur). Bentuk batu nisan makam Maulana Malik Ibrahim (822 H/1419M). Batu nisan itu menunjukkan makam-makam orang muslim. Perlak merupakan kota Islam. sedangkan dua tempat di dekatnya. yang disebutnya Basma dan Samara bukanlah kota Islam. 4. Di Sumatra (di pantai timur laut Aceh utara) ditemukan batu nisan Sultan Malik al-saleh yang berangka tahun 696 Hijriah (1297 M). memiliki kesamaan dengan . 4. dalam perjalanannya ke dan dari India pada tahun 1345 dan 1346. yaitu di Trowulan dan Troloyo. Bukti-bukti fisik atau artefak yang menunjukkan awal Islamisasi di Indonesia yaitu antara lain: 1. Maliki. yang kelak akan mendominasi Indonesia. Batu nisan ini memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M). walaupun ada kemungkinan bahwa ketiga ma hab Sunni lainnya (Hanafi. singgah di Samudera. dekat situs istana Majapahit. Serangkaian batu nisan yang sangat penting ditemukan di kuburan-kuburan di Jawa Timur. namun lebih banyak menggunakan angka tahun Saka India dengan angka Jawa Kuno daripada tahun Hijriah dan angka Arab. Di Troloyo ada batu-batu nisan yang berangka tahun antara 1298 1533 Saka (1376 1611 M).Menurutnya. di Gresik Jawa Timur. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan ma hab ini sudah berlangsung sejak lama. Batu-batu nisan ini memuat ayat-ayat Al-Qur an. dan Hambali) juga sudah ada pada masa-masa awal berkembangnya Islam. Batu nisan ini menjadi tanda makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di sini ia mendapati bahwa penguasanya adalah seorang pengikut ma hab Syafi i. Ibn Batutah seorang musafir dari Maroko. Batu nisan bertuliskan huruf Arab ditemukan di Leran. 2.

setelah para pedagang Gujarat secara intensif melakukan proses penyebaran Islam seiring dengan kegiatan perdagangan mereka. . memberikan kesimpulan sebagai berikut. yang berlangsung di Medan tahun 1963. Masuknya Islam ke Indonesia pertama kali adalah di pesisir pantai Sumatra. 5. maka raja-raja Islam yang pertama berada di Aceh. 3) Islam datang ke Indonesia ada yang dari Arab langsung dan ada pula melalui Gujarat. dan setelah terbentuknya masyarakat Islam. Dalam proses pengislaman selanjutnya. Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan dengan cara damai. dibawa oleh para pedagang Arab yang telah memiliki hubungan dagang dengan pedagang-pedagang di pesisir pantai Sumatra. 4. yaitu sebagai berikut : 1) Islam pertama kali masuk ke Indonesia abad pertama Hijriah atau sekitar abad ke-7 dan ke-8 M. India. 3. dapat ditarik kesimpulan. Gujarat India. Berdasarkan penemuan bukti-bukti awal proses Islamisasi di Indonesia. Kedatangan Islam di Indonesia membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia. orangorang Indonesia ikut aktif mengambil bagian. 2) Islam mengalami perkembangan pada abad ke-13/14 M. Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (651 M).bentuk batu nisan yang ada di Cambay. 2. 1. Mubalig-mubalig Islam yang pertama selain sebagai penyiar Islam merangkap juga sebagai saudagar. Selanjutnya berdasarkan hasil Seminar Nasional mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Diperkirakan batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat ke Wilayah Nusantara yang beriringan dengan penyebaran Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful