KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA

Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjanasarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada beberapa teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. 1. Teori Pertama, diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara. Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India. 2. Teori kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya. Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai. Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah.

Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam. Berupa komplek makam Islam. telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri. keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Umar bin Khattab. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M. serta Ternate. Kondisi Dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan di Indonesia Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M. Malaka. adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Sriwijaya dan Sunda. melainkan makam para pedagang Arab. Cirebon.Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit. tidak dengan .. yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli. Jawa Timur. pengembara Muslim dari Maghribi. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin. daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Aceh. yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. yakni Pasai. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran. A. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai. Demak. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah.

Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak.terutama Belanda . Dalam Tarikh Hadramaut. migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. . memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut.pedang. Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini. maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Yaman.menundukkan kerajaan Islam di Nusantara. Satu contoh. Penyebabnya. hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin. Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahanpemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini. agama seteru mereka. juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah . Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara. selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan. tidak dengan merebut kekuasaan politik. mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka.

namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. menjelang seperempat abad ke-7. Sulu (Filipina). Sunda Kelapa. Makassar. Kian tahun. namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. yang lebih terkenal dengan gelarnya. ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara. Terlepas dari hal ini. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa. Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. Fathahillah. kian bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Munculnya Pemukiman-Pemukiman di Kota Pesisir Sumber-sumber literatur Cina menyebutkan. sudah berdiri perkampungan Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani. orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk komunitas-komunitas Muslim. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia). B. Cirebon dan Banten. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik.Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat. Seperti pada masa Dinasti Umayyah. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat. Ternate. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman. ulamaulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Fathahillah sempat berguru di Makkah. itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai. yakni Demak. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton. Perang Padri (Imam Bonjol). . Perang Jawa (Diponegoro). Di perkampunganperkampungan ini diberitakan. terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin). namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan. Banten. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. dan Perang Aceh (Teuku Umar). Pasai.

Di saat-saat itulah. pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan. Jika demikian. keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa. yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan. bahkan hingga Banten dan Cirebon. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya. Kerajaan Samudera Pasai-Aceh menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. Islam telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya. Demak. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan. Prof. Proses dakwah yang panjang. Peranan Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Pajang. Selain di Pulau Sumatera. Maka.Tentu saja. merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah. . diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan. daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu. Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. Selain Sabaj atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam. Mataram. Namun. dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Jika boleh disebut. maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan Giri.

Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur Indonesia lainnya. Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin. salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai.Sebelum Demak berdiri. Di pulau ini. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar. Islamisasi Kalimantan Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader dakwah yang terus menerus mengalir. ajaran Islam masuk dari dua pintu. telah membangun wilayah tersendiri di daerah Giri. Cara Islamisasi Di Indonesia Perjalanan dakwah awal Islam di Nusantara tak terbatas hanya di Sumatera atau Jawa saja. Gresik. C. Demak mengirimkan banyak mubaligh ke negeri ini. Jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi. di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa . Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. seperti : 1. Jawa Timur. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri. Islamisasi Sulawesi Ribuan pulau yang ada di Indonesia. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo kala itu. Jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar. sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hampir seluruh sudut kepulauan Indonesia telah tersentuh oleh indahnya konsep rahmatan lil alamin yang dibawa oleh Islam. Para mubalighmubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir Barat Kalimantan. (Baca: Empat Sekawan Ulama Besar) 2. Ada beberapa contoh islamisasi di kepulauan Nusantara.

raja ternate adalah seorang Muslim. Meski belum terlalu besar. 4. saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun 1512. Sehingga. Karaeng Matopa pada tahun 1603. yakni Bayang Ullah. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Islamisasi Maluku Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia. 3. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas. dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda Sultan Alaidin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu memeluk Islam. Di tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya. Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaidin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya. Sebelumnya. Datuk ri Bandang. ia merasa kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate. Mereka adalah Khatib Tunggal. pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram. datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Wajo Sopeng. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan lainnya.daerah. Sidenreng. yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar. Ada juga Kerajaan Bacan. Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Tanette. Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis. Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera. Islamisasi Papua . Luwu dan Paloppo. namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.

Sampai kini jejak Islam bisa dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di kota Bima. Persia. dibanding wilayah lain. berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan. Bisa disebut.Beberapa kerajaan di kepulauan Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk pula di pulau Cendrawasih ini. Islam juga masuk ke Lombok. 5. beberapa kata di suku-suku Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam. Karena letak Indonesia yang sangat strategis dalam jalur . Selain Sumbawa. seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula. Pada periode ini pula. dan Gujarat. Bukti-BUKTI AWAL PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA Proses penyebaran Islam di Indonesia datangnya bersamaan dengan kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh para pedagang muslim dari Asia Barat dan Asia Selatan menuju Asia Timur. Islamisasi Nusa Tenggara Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang sejak awal abad ke-16. Namun. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana. Dengan data dan perjalanan Islam di atas. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. lebih jauh lagi. bahwa Indonesia adalah negeri Islam. Hingga kini. Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan Bacan. Indonesia telah memiliki cikal bakal atau embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam. Para pedagang muslim itu antara lain datang dari Arab. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo. Bahkan. banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. sesungguhnya bisa ditarik kesimpula. perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar. jika dikaitkan dengan peran Islam di berbagai kerajaan tersebut di atas.

baik dalam bentuk tulisan. Berdasarkan hikayat ini dapat disimpulkan bahwa Islam datang ke Indonesia bukan pada abad ke-12 M. catatan perjalanan dari bangsa asing. 2. Hikayat Dinasti Tang di Cina. sehingga pengaruh dapat dengan cepat tumbuh di sana. Beberapa berita dari bangsa asing yang menunjukkan awal Islamisasi di Indonesia antara lain: 1. sempat singgah di Perlak pada tahun 1292. 3. Ternate dan Tidore sebagai pusat kerajaan Islam yang berada disekitar pesisir. Aceh. Gresik. Gresik. Kitab ini mengisyaratkan adanya komunitas muslim local pada masa kerajaan Sriwijaya. maupun bukti-bukti fisik berupa batu nisan. baik pendatang maupun lokal. Dari sinilah timbul kontak dan sosialisasidengan penduduk pribumi. Pidie. yaitu sebuah kitab yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar sekitar tahun 390 H/1000 M berbahasa Persia. . Di Jawa Barat telah tumbuh kota-kota Islam seperti Cirebon. Banjarmasin. bukan dari Gujarat India. Tuban. Jayakarta.perdagangan internasional. sehingga mulailah proses penyebaran Islam. Setiap orang muslim. Tuban. Bukti-bukti awal proses penyebaran agama Islam dapat kita temukan dalam berbagai bentuk. melainkan pada abad ke-7 M dan berasal dari Arab langsung. Banten. Kota-kota pelabuhan seperti Jepara. Daerah ini merupakan jalur perdagangan internasional. dan Banten. Mencatat adanya kunjungan pedagang muslim ke kerajaan Zabaj. ‘Aja’ib Al Hind . terdapat orangorang Ta Shih yang mengurungkan niatnya untuk menyerang kerajaan Ho Ling yang diperintah oleh Ratu Sima (675 M) Ta Shih ditafsirkanoleh para ahli yaitu bangsa Arab. Demak. Sedayu adalah kota-kota Islam di Pulau Jawa. menyebabkan para pedagang itu singgah sementara di Indonesia. Awalnya singgah sebentar. Marcopolo seorang pedagang dari Vene ia yang melakukan perjalanan pulang dari Cina menuju Persia. lama-kelamaan ada juga yang tinggal menetap dan berdirilah pemukiman-pemukiman muslim di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Goa Makassar. Cirebon. Daerah pesisir itu nantinya menumbuhkan pusat-pusat kerajaan Islam seperti Samudera Pasai. Kata Zabaj diidentikan dengan kata Sriwijaya. Daerah di Indonesia yang pertama mendapat pengaruh Islam adalah daerah Indonesia bagian Barat. ketika datang ke kerajaan ini harus bersila . Hikayat ini mencatat.

Di Troloyo ada batu-batu nisan yang berangka tahun antara 1298 1533 Saka (1376 1611 M).Menurutnya. Batu nisan itu menunjukkan makam-makam orang muslim. memiliki kesamaan dengan . 2. di Gresik Jawa Timur. dan juga banyak pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan Islam. yang kelak akan mendominasi Indonesia. dan Hambali) juga sudah ada pada masa-masa awal berkembangnya Islam. Di sini ia mendapati bahwa penguasanya adalah seorang pengikut ma hab Syafi i. Batu nisan ini menjadi tanda makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Maliki. 4. yang disebutnya Basma dan Samara bukanlah kota Islam. yaitu di Trowulan dan Troloyo. Batu-batu nisan ini memuat ayat-ayat Al-Qur an. Bentuk batu nisan makam Maulana Malik Ibrahim (822 H/1419M). Ibn Batutah seorang musafir dari Maroko. Hal ini menegaskan bahwa keberadaan ma hab ini sudah berlangsung sejak lama. Gresik. Di Perlak (Peureula) ia menjumpai penduduk yang memeluk Islam. sedangkan dua tempat di dekatnya. Batu nisan bertuliskan huruf Arab ditemukan di Leran. dekat situs istana Majapahit. namun lebih banyak menggunakan angka tahun Saka India dengan angka Jawa Kuno daripada tahun Hijriah dan angka Arab. walaupun ada kemungkinan bahwa ketiga ma hab Sunni lainnya (Hanafi. Batu nisan yang pertama ditemukan di Trowulan memuat angka tahun 1290 Saka (1368-1369 M). 3. singgah di Samudera. Serangkaian batu nisan yang sangat penting ditemukan di kuburan-kuburan di Jawa Timur. Di Sumatra (di pantai timur laut Aceh utara) ditemukan batu nisan Sultan Malik al-saleh yang berangka tahun 696 Hijriah (1297 M). Perlak merupakan kota Islam. 4. Sebuah batu nisan muslim kuno yang bertarikh 822 H (1419 M) ditemukan di Gresik (Jawa Timur). Bukti-bukti fisik atau artefak yang menunjukkan awal Islamisasi di Indonesia yaitu antara lain: 1. dalam perjalanannya ke dan dari India pada tahun 1345 dan 1346. Batu nisan ini memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M).

2) Islam mengalami perkembangan pada abad ke-13/14 M. Selanjutnya berdasarkan hasil Seminar Nasional mengenai sejarah masuknya Islam ke Indonesia. 5. 3.bentuk batu nisan yang ada di Cambay. Kedatangan Islam di Indonesia membawa kecerdasan dan peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia. Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan dengan cara damai. India. Mubalig-mubalig Islam yang pertama selain sebagai penyiar Islam merangkap juga sebagai saudagar. maka raja-raja Islam yang pertama berada di Aceh. 3) Islam datang ke Indonesia ada yang dari Arab langsung dan ada pula melalui Gujarat. Berdasarkan penemuan bukti-bukti awal proses Islamisasi di Indonesia. . yaitu sebagai berikut : 1) Islam pertama kali masuk ke Indonesia abad pertama Hijriah atau sekitar abad ke-7 dan ke-8 M. Islam pertama kali masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah (651 M). memberikan kesimpulan sebagai berikut. Dalam proses pengislaman selanjutnya. orangorang Indonesia ikut aktif mengambil bagian. 1. Masuknya Islam ke Indonesia pertama kali adalah di pesisir pantai Sumatra. 2. dan setelah terbentuknya masyarakat Islam. yang berlangsung di Medan tahun 1963. Gujarat India. Diperkirakan batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat ke Wilayah Nusantara yang beriringan dengan penyebaran Islam. dapat ditarik kesimpulan. setelah para pedagang Gujarat secara intensif melakukan proses penyebaran Islam seiring dengan kegiatan perdagangan mereka. 4. dibawa oleh para pedagang Arab yang telah memiliki hubungan dagang dengan pedagang-pedagang di pesisir pantai Sumatra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful