P. 1
Choriocarcinoma

Choriocarcinoma

|Views: 1,936|Likes:
Published by Bayu Prabowo

More info:

Published by: Bayu Prabowo on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

I.

Pendahuluan

Choriocarcinoma adalah salah satu jenis dari Penyakit Trofoblastik Gestasional (PTG) dimana merupakan suatu tumor ganas yang berasal dari sel-sel sito-trofoblas serta sinsitiotrofloblas yang menginvasi miometrium, merusak jaringan di sekitarnya termasuk pembuluh darah sehingga menyebabkan perdarahan.1,2 Angka kejadian tertinggi penyakit ini di dunia ditemukan terbanyak pada daerah Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Juga disebutkan bahwa angka kejadian ratarata terendah secara signifikan terlihat di daerah Amerika Utara, Eropa dan Australia.3 Di Amerika angka kejadian choriocarcinoma berkisar 1 dari 20-40 ribu kehamilan, dimana diperkirakan angka kejadiannya 1 dari 40 kehamilan mola hidatidosa, 1 dari 5.000 kehamilan ektopik, 1 dari 15.000 kasus abortus, dan 1 dari 150.000 kehamilan normal.4,5 Sedangkan di Indonesia sendiri disebutkan bahwa angka kejadian penyakit trofoblas secara umum bervariasi, di antara 1/120 hingga 1/200 kehamilan.6 Penyakit ini dapat didahului oleh suatu proses fertilisasi seperti mola hidatidosa, kehamilan biasa, abortus dan kehamilan ektopik, selain itu juga dapat merupakan produk langsung dari hasil konsepsi atau yang bukan didahului oleh suatu kehamilan. PGT yang didahului proses pembuahan sel telur digolongkan sebagai “khoriokarsinoma dengan kehamilan” (gestational choriocarcinoma) sedangkan yang tanpa didahului pembuahan sel telur dikenal sebagai koriokarsinoma tanpa kehamilan (non gestational choriocarcinoma) yakni yang berasal dari tumor sel germinal pada ovarium. Hal-hal di atas menggambarkan bahwa setiap wanita mempunyai resiko akan kemungkinan menderita penyakit trofoblas ganas ini.1,4 Penyakit ini sering terjadi pada usia 14-49 tahun dengan rata-rata 31,2 tahun. Resiko terjadinya PTG yang non metastase 75% didahului oleh molahidatidosa dan sisanya oleh abortus, kehamilan ektopik atau kehamilan aterm. Resiko terjadinya PTG yang metastase 50% didahului oleh mola hidatidosa, 25% oleh abortus, 22%
1

oleh kehamilan aterm dan 3% oleh kehamilan ektopik.7 Pada jenis invasive mola 12,5% berasal dari mola komplit dan 1,5% berasal dari mola partial. Pada koriokarsinoma 1,7% berasal dari mola komplit dan 0,2% dari mola partial, khoriokarsinoma setelah kehamilan normal lebih sering terjadi dibandingkan mola invasive.7

2

serviks atau vagina.2 Secara mikroskopis. Trofoblas yang benigna bisa ditemukan di sirkulasi vena tapi biasanya terhenti di paru. Klasifikasi patologi dari mola hydatidiform belum menjadi indikator prognosis yang akurat untuk memilih 20% pasien yang akan diterapi untuk keganasan dari tropoblastik. walaupun hampir ½ dari seluruh choriocarcinoma didahului oleh hamil mola. choriocarcinoma. Harus ditegaskan bahwa. Perdarahan dan perforasi usus biasa terjadi. Klasifikasi Klasifikasi patologi Abnormal proliferasi tropoblas berdasarkan histopatologi diklasifikasi menjadi mola hydatidiform. dengan pasase ke aliran arteri. gestasional choriocarcinoma ditandai dengan gangguan pertumbuhan jaringan trofoblas (baik syncitiotrofoblas maupun cytotrofoblas) ke jaringan otot. sering merupakan metastase dari penyakit trofoblastik kehamilan. juga perdarahan. CVA karena tumor intra kranial dengan perdarahan adalah penyebab umum kematian pada choriocarcinoma. dengan destruksi dan nekrosis koagulasi ynag luas. Tetapi 15-25% kemudian menjadi invasive lokal dan 3-5% menjadi lesi yang metastase.II. hanya sekitar 35% dari hamil mola terjadi pada choriocarcinoma.6 Choriocarcinoma Choriocarcinoma atau Chorionepitelioma sangat ganas. dan perkembangan cor pulmonale sebagai akibat dari gagal jantung kanan.. 3 . tumor tampak seperti massa gelap dan merah (hemoragik) pada dinding uterus. Prediksi lebih baik pada jenis tropoblastik yang lain walupun tidak semua pasien dengan diagnosis patologi berupa mola invasive atau choriocarcinoma akan menjadi bentuk yang malignan dan memerlukan terapi. Malignansi dengan emboli tumor pada kapiler paru memungkinkan bypass paru. mola invasive. Hanya trofoblas yang maligna yang mampu menginvasi arteri.2 Secara makroskopis. 75-80% pasien dengan diagnosis mola hydatidiform akan diikuti perbaikan setelah dilatasi dan kuretase. Tedapat gambaran ulserasi yang luas dengan penyebaran yang meningkat pada permukaan atau penetrasi ke muskulus.

dan tidak menyebabkan nekrosis otot. Pada kondisi benigna . sel trofoblastik cenderung menginvasi dalam kelompok kecil. dan untuk malignan dibedakan menjadi metastase dan non metastase. ditemukan bahwa lesi yang salah didiagnosa sebagai choriocarcinoma adalah mola hydatidosa benigna.2 Pada penelitian. Pasien dengan diagnosis patologi berupa choriocarcinoma atau mola invasive maka untuk diagnosis secara klinis diklasifikasi sebagai penyakit tropoblastik malignan karena lesi yang ada sebagai tanda keganasan dan memerlukan terapi. Dilain pihak. syncitial endometritis dan miometritis. untuk diagnosis klinis dapat merupakan jinak (80%) dan ganas (20%).8 Klasifikasi secara klinis Perkembangan dari test sensitivitas dengan hCG akan menunjukkan hasil yang akurat dan prognosis dari penyakit. Gambaran histologis mola benigna bisa bermetastasis dengan akibat yang fatal. salah satu karakteristik utama choriocarcinoma adalah destruksi jaringan oleh infiltrsi trofoblas disertai nekrosis koagulasi dan perdarahan. Derajat proliferasi trofoblas dan anaplasia penting untuk diketahui. Penyakit tropoblastik secara klinis terbagi atas tipe benign dan malignan. chorocarcinoma destruens. dengan penggunaan kemoterapi secara efektif dapat merubah drastis klasifikasi. Choriocarcinoma ovarium primer.8 4 . bentuk yang jarang dari teratoma ovarium. tapi sangat beragam. managemen dan prognosis penyakit. susah untuk benar-benar membedakan penampang histologis dan gejala klinis dari penyakit ini. Sebaliknya.7 Walaupun sebelumnya telah disimpulkan bahwa patologi secara mikros dan makros dari tumor trofoblastik dalam hubungannya dengan manifestasi klinis.Villus dipenuhi oleh trofoblas yang berploriferasi. Ada 2 perbedaan utama antara infiltrasi benigna pada miometrium oleh sel trofoblas (miometritis syncitial) dan choriocarcinoma. Penggunaan klasifikasi penyakit secara patologi dan klinis ini memang sedikit membingungkan tetapi ini menunjukkan evolusi dari pemahaman kita akan perkembangan penyakit. pasien dengan diagnosis patologi mola hydatidiform.

7.8. Tidak ada hubungan dengan kehamilan a) Diagnosa klinik 5 . tetapi berasal dari germ sell ovarium. mola destruens. Hal ini biasa terjadi dari hasil konsepsi yang berakhir dengan lahir hidup. Non gestational choriocarcinoma Adalah suatau tumor ganas trofoblas yang terjadi tanpa didahului oleh suatu fertilisasi. khorio adenoma destruens.6. PTG terdapat hanya dalam uterus invasive mola Adalah tumor atau suatu proses seperti tumor yang menginvasi miometrium dengan hiperplasia trofoblas disertai struktur vili yang menetap.9 Klasifikasi itu adalah : 1.Pembagian Penyakit Trofoblas Ganas (PTG)2. Gestational choriocarcinoma Adalah karsinoma yang terjadi dari selsel trofoblas dengan melibatkan sito-trofoblas dan sinsitiotrofoblas.8 Secara klinis terdapat 2 bentuk PTG yaitu: 1.2. lahir mati (still birth). PTG terdapat hanya dalam uterus invasive mola. Terminologi lain untuk keadaan ini yang tidak lagi dipakai ialah malignant mole. Oleh international Union Against Cancer (IUCR) diadakan klasifikasi sederhana dari penyakit trofoblas. Ada hubungan dengan kehamilan 2. 2. abortus.7. kehamilan ektopik. PTG meluas keluar uterus khoriokarsinoma 1. PTG meluas keluar uterus khoriokarsinoma 1. 2. 2. Brewer mengatakan bahwa non gestational choriocarcinoma juga dapat merupakan bagian teratoma. molahidatidosa atau mungkin juga oleh sebab yang tidak diketahui. yang mempunyai keuntungan bahwa angka yang diperoleh dari berbagai negara didunia dapat dibandingkan.

12 1.1.10 Penyakit trofoblas ganas berdasarkan prognosis terdiri dari :7. Metastase : a) Prognosis baik sebagai resiko rendah βhCG < 100.000 IU/ 24 jam urine atau βhCG < 40. 6 .• • Non metastase Metastase Lokal (pelvis) Diluar pelvis b) Diagnosa histology • • • • PTG jenis villosium PTG jenis non villosium PTG jenis yang tidak jelas c) Diagnosa morfologik Molahidatidosa • • Non invasive Invasive Koriokarsinoma Koriokarsinoma unclassified Adalah PTG yang diagnosa morfologinya tidak ada. pelvis dan atau divagina.000 mIU/ml serum Lamanya gejala ≤ 4 bulan Metastase terbatas pada uterus atau terdapat metastase diparu-paru. 2.8.7.11. operasi atau kerokan. Non metastase : tidak jelas penyakit diluar uterus. akan tetapi diagnosa dibuat dengan cara-cara lain (hormonologik). baik dari autopsy.

Pernah mendapat kemoterapi Kehamilan uterus sebelumnya. Prognosis jelek sebagai resiko tinggi βhCG < 100. broad ligament). Stage III involvement.b) Belum pernah mendapat kemoterapi Bukan dari kehamilan uterus. hati dan atau saluran pencernaan. Stage IV All other metastatic sites. melainkan juga diotak. Klasifikasi FIGO11 • Stage I Disease confined to the uterus GTN extends outside the uterus but is limited to the genital • Stage II • • structures (adnexa.000 mIU/ml serum Lamanya gejala > 4 bulan Tidak saja metastase diparu-paru dan alat genital.000 IU/ 24 jam urine atau βhCG < 40. GTN extends to the lungs with or without genital tract Penilaian berdasarkan skor dari factor risiko menurut FIGO11 FIGO SCORING Age Antecedent pregnancy Interval months from index pregnancy Pre-treatment serum hCG (IU/L) Largest tumor size 0 < 40 Mole <4 <103 <3 1 > 40 Abortion 4 – <7 103 – <104 3 – <5 2 Term 7 – <13 104 – <105 ≥5 4 ≥ 13 ≥ 105 - 7 . vagina.

11 Klasifikasi FIGO12 Stadium • • • Penyakit terbatas pada uterus Penyakit menyebar diluar uterus tetapi terbatas pada organ genitalia interna metastasis keparu dengan atau tanpa adanya penyakit pada genitalia interna Metastasis jauh selain dari paru Sub-stadium • • • Tidak ada faktor risiko Ada satu faktor risiko Ada dua faktor risiko Faktor risiko • • hCG > 100. Brain >8 5–8 Dari table di atas maka klasifikasi berdasarkan factor resiko dapat ditegaskan. Kidney 1–4 Gastro-intestinal Liver.(including uterus) cm Site of metastases Number of metastases Previous failed chemotherapy Single drug 2 or more drugs Lung Spleen.000 IU /l Interval > 6 bulan 8 . Nilai 06 menandakan penderita masih dalam risiko rendah. sedangkan bila nilainya mencapai >6 maka digolongkan resiko tinggi.

III. Pada beberapa kasus metastase dapat terjadi pada vulva. hepar ginjal. Etiologi Dan Patogenesa Etimologi terjadinya penyakit trofoblas ganas (PTG) belum jelas diketahui.4.7 Tempat metastase yang paling sering adalah paru-paru (75%) dan kemudian vagina (50%). Metastase sering terjadi lebih dini dan biasanya sering melalui pembuluh darah jarang melalui getah bening.12 Pada Khoriokarsinoma adalah trofoblas normal cenderung menjadi invasive dan erosi pembuluh darah berlebih-lebihan. namun bentuk keganasan tumor ini merupakan karsinoma epitel korion meskipun pertumbuhan dan metastasenya menyerupai sarcoma.12 9 . Kista teka lutein pada ovarium dapat terjadi pada sepertiga kasus. dan otak. ovarium.

IV. Faktor resiko Beberapa faktor telah diidentifkasikan sebagai resiko tinggi untuk mola hydatidiform. Beberapa studi juga menunjukkan peningkatan resiko yang rendah bagi wanita usia dibawah 20 tahun. sebuah studi di Italia telah menunjukkan resiko yang meningkat untuk penyakit tropoblastik kehamilan jika sebelumnya wanita ini memiliki riwayat aborsi spontan. yang paling signifikan adalah usia ibu.12 Riwayat reproduksi juga memiliki pengaruh sebagai faktor resiko.2 kali lebih tinggi untuk menderita penyakit ini dibandingkan wanita usia 21-35 tahun.7 Beberapa studi juga memeriksa efek dari ras. Tetapi riwayat satu atau lebih kehamilan cukup bulan akan mengurangi resiko dari penyakit ini.7 10 . Wanita dengan usia diatas 40 tahun memiliki resiko 5. status sosio ekonomi dan nutrisi dan beberapa pendapat setuju bahwa tidak satupun yang mendukung terjadinya mola hydatidiform.

dan sekalipun uterus diperbesar diluar 20 minggu kehamilan. Tidak ada bunyi jantung yang dapat didengar pada fetal dengan sebuah stetoskop atau Doppler. pada contras hanya 10 % dari wanita dengan normal atau kecil massa kehamilan.2. atau paru-paru seperti dalam choriocarsinoma malignant yang lebih tampak.2. Gejala Dan Tanda Gambaran klinis Penyakit trofoblastik kehamilan biasa muncul dengan perdarahan pervaginam dan keram uterus selama trimester pertama atau awal trimester kedua.7 Pada keganasan atau mole invasive pertumbuhan dapat melubangi dinding uterus. Kerusakan macam ini dapat juga menyerang saluran vaskuler dan kadang-kadang metastase dapat muncul di vagina. otak. tidak ada kerangka yang dapat dilihat pada X-ray. Tidak jarang. Ukuran uterus normal dimiliki oleh sekitar 20% pasien dan 30% yang memiliki ukuran uterus yang lebih kecil dari umur kehamilannya. ginjal. hal ini adalah yang mungkin membutuhkan perhatian pertama dari choriocarsinoma. Diagnosa abortus iminens atau inkomplit sering terjadi.V.2.7 Pasien dengan mola hidatidosa. Morrow et al. dan Cave dan Dunn. dan perkembangan dari sequel malignan. Tempat metastase tersering adalah vagina dan vulva.7 Metastase sering dengan choriocarsinoma. Dari kehamilan.7 Tanda dari sebuah kehamilan normal intrauterine adalah absent. tulang dan juga kulit. metastase biasanya muncul cepat dan meliputi paru. Bagaimanapun. Pada pertumbuhan tumor yang cepat. atau pre-eklamsi kadang ada. Mual dan muntah. hampir 50% memiliki uterus yang luas untuk implantasi. atau ukuran uterus. dengan kadang-kadang perdarahan intraabdominal yang hebat atau dapat menimbulkan kematian. menyatakan bahwa mekanisme tirotoksikosis kadang muncul sebagai gejala.1. tetapi perdarahan vagina selalu lebih umum memperlihatkan keluhan. symptom yang diperlihatkan. yang 11 . vulva.1. hati. mendapatkan bahwa 48% dari pasien dengan besar massa uterus berkembang menjadi penyakit tropoblastic persisten.

7 Kasus Choriocarcinoma yang diaporkan. Kista teka lutein bilateral. Keluhan luar biasa pada pasien dengan penyebaran penyakit gestational tropoblastic telah direkam oleh Lewis. menyerupai varises trombosis. kejang atau koma. dan ini sering ditegasakan dengan pemeriksaan x-ray.7 Perdarahan karena perforasi uterus atau lesi metastase ditandai dengan :7 Nyeri perut Batuk darah Melena Peninggian tekanan intrakranial berupa sakit kepala. Ini khususnya terhadap pasien perimenapause yang mana penghentian mens selalu disamakan dengan “perubahan hidup” daripada kehamilan.4.2. Kadar βhCG paksa mola setelah menurun tidak menurun malahan dapat meningkat lagi atau titer βhCG yang mendapat atau meninggi setelah terminasi kehamilan. Perdarahan yang tidak teratur setelah berkhirnya suatu kehamilan dan dimana terdapat subinvolosio uteri juga pendarahan dapat terus menerus atau intermitten dengan pendrahan mendadak dan terkadang massif. harus dievaluasi dengan cermat. hemiplegia. metastase sistem saraf pusat akan digambarkan oleh symptom dari sebuah kecelakaan cerebrovaskuler dengan kelemahan.4. kelumpuhan.4. Harus diingat bahwa metastase dapat ditemukan pada saat dilakukan diagnosa atau penyakit tropoblastik atau penyakit itu tidak akan muncul sampai berbulan-bulan atau tahun.7. satu yang harus selalu diperhatikan adalah kehamilan yang terlambat atau kehamilan yang tidak terdiagnosa.7 Pada pemeriksaan genikolagis ditemukan uterus membesardan lembek.3. Saat periode laten berlangsung lama. Kadang-kadang.4. kejang.2.2. Lesi metastase di vagina atau organ lain.8 Ketika penyakit berkembang lebih lanjut terdapat peningkatan kekurusan dan kelemahan dengan ditemukan juga anemia dari perdarahan profus yang berkali-kali. mola 12 . yang muncul dari mola pada kehamilan yang normal.muncul sebagai nodule hitam hemoragik. Batuk atau muntah darah seharusnya selalu menjadi petunjuk untuk kecurigaan dari metastase paru-paru.

2 VI. mudah berdarah dan ada daerah-daerah nekrosis.7. Sudah pasti hasil histopatologik akan negtif.1.4 Pemeriksaan foto thorax dapat ditemukan adanya lesi yang metastase. Titer βhCG yang tetap atau meninggi setelah terminasi kehamilan.2.2. multipel. Namun demikian masih memerlukan pemeriksaan USG terhadap kasuskasus PTG oleh karena masih kurang sensitive dan spesifik adanya peninggian βhCG.5.1. irregular dengan inti hiperkhromik. Sel-sel sinsitial biasanya mengadakan penetrasi.6. perforasi dinding rahim.1. Oleh karena itu jika lesi berada pada miometrium atau proses pada paru-paru terjadi perimer. serviks.2.7 Makroskopik Secara makroskopik baik pada uterus maupun pada daerah metastase terlihat nodul-nodul ungu yang lunak . Kadang-kadang sel-sel sinsitial dan sitotrofoblas sangat mirip dengan sel-sel plasenta yang normal. Diagnosa Diagnosa kemungkinan PTG bila didapati perdarahan pervaginam yang menetap.6.2.7 Bila diagnosa juga ditegakkan maka foto thorax harus segera dilaksanakan.8 Dengan ditemukannya gambar villius pada sediaan histopatologik maka diagnosa pasti PTG dapat ditegakkan.5.7 Mikroskopik Pemeriksaan histologis tumor menemukan adanya sheets (lembaran) atau foci 13 . mola atau abortus. 1.atau abortus.2. Tetapi tindakan kuretase sering tidak dapat memastikan adanya keganasan.1. Kadang-kadang pada beberapa kasus gejala metastase divagina. paru-paru atau otak dapat memberikan tanda penilaian. memudahkan terjadinya penyebaran sel-sel trofoblas ganas.5. Lagi pula tindakan kuretase dapat menimbulkan perdarahan yang banyak.7 Sel-sel sinsitial dan sitotrofoblas mengalami displasia luas. sedangkan sel-sel metastase merupakan jaringan dan cepat menjadi type anaplasia.

10 1. apapun jenisnya. Singkatnya. Terdapat "Trias Acosta Sison".6. 2.7. Pemeriksaan penunjang2. T4. atau kenaikan lagi setelah pernah mencapai kadar normal. maka wanita itu patut dicurigai menderita koriokarsinoma. post abortus. Tidak adanya villi merupakan gambaran kharaktistik dari koriokarsinoma. 14 .10 Histori : post mola hidatidosa.7 Criteria HBES dari Acosta Sison7. dan TSH sehubungan dengan penyulit tirotoksikosis. ada peninggian kadarbeta-hCG.7.10 Pemeriksaan Ginekologi2.2. yang disertai dengan adanya subinvolusi uterus. kemudian mengalami perdarahan pervaginam.10 Pemeriksaan Laboratorium2.7 Foto thorax USG abdomen CT scan DL & kimia darah Mutiara Diagnostik Koriokarsinoma 1. post hamil ektopik Bleeding : perdarahan pervaginam tidak teratur Enlargement : rahim membesar Softness : rahim tetap lunak Maksud kriteria Acosta Sison di atas adalah: pada semua wanita yang pernah mengeluarkan hasil kehamilan. 1. bila masih terlihat adanya villi merupakan petunjuk bahwa proses koriokarsinoma masih dalam stadium dini. Selama follow-up ditemukan distorsi dari kurva regresi beta-hCG sebelum minggu ke-12. Hendaknya juga diperiksa kadar T3.6. post partum. Belakangan ini dari hasil penelitian.(titik pusat/poin) trofoblas dengan background (latar belakang) hemorrhage (perdarahan) dan necrosis (kematian sel) namun tidak disertai villi.

Liver/hepar (hati) atau tulang. 3.5%) Kehamilan ektopik (2. Mola hidatidosa (50-60%) Postpartum (25%) Postabortus (22. . Terdapat metastasis lokal atau jauh. a. 4.Jaringan otak.5%) 15 . . Asal koriokarsinoma dapat: a.2. Metastasis jauh pada: . Beta hCG plateau atau meningkat. 5. b. Lokal di sekitar pelvis. Terdapat korpus luteum persisten.Paru karena sel trofoblas tersangkut pada kapiler.

2 Indikasi kemoterapi :6. Tidak memberi respon pengobatan dengan kemoterapi kombinasi (3 jenis obat ) 16 .12 Indikasi pembedahan antara lain :12 • • Perdarahan masif yang bersifat darurat (mempertahankan hidup pasien). vulva. Pembedahan lain adalah melakukan eksisi tumor metastasis. Pembedahan lesi primer di uterus umumnya dilakukan histerektomi (supravaginal bagi usia muda dan histerektomi total bagi wanita usia lanjut). vagina kecuali kalau βhCG-nya turun 6) Metastase kebagian organ lainnya (hepar. Penanganan Prinsip dasar penanganan penyakit trofoblas ganas adalah Kemoterapi dan Operasi.VII.7.8 1) Meninggikannya βhCG setelah evekuasi 2) Titer βhCG sangat tinggi setelah evakuasi 3) βhCG tidak turun selama 4 bulan setelah evakuasi 4) Meningginya βhCG setelah 6 bulan setelah evakuasi atau turun tetapi lambat 5) Metastase ke paru-paru.otak) 7) Perdarahan vaginal yang berat atau adanya perdarahan gastrointestinal 8) Gambaran histology koriokarsinoma Pembedahan Pembedahan hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu yang bersifat selektif.

17 . EMACO FIGO Stadium I Stadium MTX. Selanjutnya setiap 4 minggu mengevaluasi perubahan-perubahan besar uterus dan munculnya kista teka lutein.8 1) Pemeriksaan βhCG serum/ urine Diperiksakan setiap minggu smpai dinyatakan negatif selama 3 kali pemeriksaan. VP16 MTX+Act D. MTX+VP16 MTX. 2) Pemeriksaan pelvic dilakukan setiap minggu.Kemoterapi Standar kemoterapi yang diterapkan12 Kemoterapi Kemoterapi Kemoterapi Klasifikasi Tunggal Kombinasi ( 2 jenis ) Kombinasi (3 jenis ) Hammond Nonmetastasis Metastasis risiko rendah Metastasis risiko tinggi MTX+Act D. VP16. setelah evakuasi suatu kehamilan sampai batas normal. ActD MAC. selanjutnya setiap bulan selama 12 bulan kemudian setiap 2 bulan selama 12 bulan dan selanjutnya setiap 6 bulan. MTX+VP16 Follow up Standar follow up dari sebagian penulisan adalah sebagai berikut :6. Act D. Setelah kemoterapi titer βhCG akan turun pada batas yang tidak dapat dideteksi selama 2 bulan awal pengobatan.7.

kecuali anak sudah cukup dapat dilakukan histerektomi. VIII. untuk melihat bukti apakah sisa tumor hilang. Memberikan kemoterapi terhadap kasus-kasus kehamilan ektopik untuk mencegah penyakit trofoblas.3) Thorax foto Jika terapi sempurna telah selesai ternyata masih tampak sisa tumor di paru-paru diperlukan pemeriksaan radiographis selama 2 tahun.7 Bila titer βhCG paska mola tidak turun-turun selama 3 minggu berturut-turut atau malah semakin naik dapat diberi kemoterapi.7 18 . Pencegahan Pada kasus resiko tinggi bila jumlah anak yang diinginkan sudah mencukupi supaya dilakukan histerektomi.

2. Penelitian Lurain dkk (1983) di Brewer Trophoblastic Disease Center Northwestern University menyebutkan dari 1962 ke 1978. 17 persen yang punya satu mola invasif dan 2 persen menderita choriocarcinoma. 19 . 1987). 1988). 1987. Data terbaru menyebutkan bahwa dari perhitungan secara statistic rata-rata penyakit ini 90% dapat disembuhkan. Semua dapat hidup dan tetap terbebas dari penyakit ini selama 4 hingga 18 tahun kemudian. Wanita dengan tumor nonmetastatic atau gestational trophoblastic neoplasia risiko rendah dapat disembuhkan hampir 100 persen bila agen chemotherapi tunggal diberikan secepat mungkin setelah diagnosis ditegakkan (Schorge dkk. Hasil-hasil yang sangat baik dilaporkan oleh Lurain dkk (1983)13. Dari group ini. Pasien tidak mendapat terapi agresif yang sesuai sejak awal. 3. 1980. Lurain (1987) menganalisis 53 kematian di Brewer Trophoblastic Center dan menyimpulkan bahwa 3 faktor yang terutama berperan adalah:13 1. Chemotherapi diberikan pada 142 wanita (19 persen) yang menderita gestational trophoblastic neoplasia. Angka remisi dilaporkan bervariasi dari sekitar 45 sampai 65 persen. terdapat 738 wanita menderita mola yang diterapi secara umum seperti disebutkan di atas. Kegagalan kemoterapi yang digunakan. Prognosis Wanita dengan penyakit trofoblas ganas non metastatic memiliki prognosis yang sangat baik apabila kemoterapi tunggal diberikan segera sesudah penyakit yang menetap teridentifikasi. Koriokarsinoma telah meluas saat diagnosis ditegakkan. Hammond dkk.13 Wanita dengan penyakit gestasional maligna metastatic risiko rendah yang diterapi secara agresif dengan kemoterapi tunggal atau multiple secara umum memperlihatkan perkembangan yang hampir sama baiknya dengan mereka yang memiliki penyakit non metastatic (DuBeshter dkk.10.IX. Jones. Wanita dengan penyakit metastatic risiko tinggi memperlihatkan angka kematian yang sangat tinggi bergantung pada faktor-faktor yang dianggap “risiko tinggi” (Soper dkk. 2000).

20 .

Kehamilan setelah Penyakit Gestational Trophoblastic Follow up pasien dianjurkan minimal 6 bulan untuk kehamilan mola. 1 tahun untuk gestational trophoblastic neoplasia. Song dkk. 1998).3 persen dari 115 wanita Korea mendapatkan mola kedua. 1988).X. dan sampai 2 tahun untuk kasus dengan metastases selain ke paru-paru. 2000. Woolas dkk. Berkowitz dkk (1987) melaporkan bahwa 1.13 21 . Keprihatinan utama adalah bagi para wanita yang menderita penyakit gestational trophoblastic maka memiliki risiko yang tinggi untuk perkembangan penyakit tersebut pada kehamilannya yang berikut. Kim dkk (1998) melaporkan bahwa 4.3 persen dari 1048 wanita yang diterapi di New England Trophoblastic Disease Center mengalami kekambuhan. 1984. wanita yang telah diberikan chemotherapi tidak mempunyai peningkatan resiko untuk anomaly janin pada kehamilannya yang berikut (Rustin dkk. Tidak ada permasalahan dengan kesuburan seorang wanita atau dengan kata lain kehamilan akan dapat terjadi seiring dengan suksesnya penyakit gestational trophoblastic ini diterapi (Schorge dkk.

MD Stenchever (Editor). The Johns Hopkins University Department (Producer) By Lippincott Williams & Wilkins Publishers 4. 2006. 2008. Williams Obstetrics. 2008. David N. The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics 2nd edition (May 2002): By Brandon J.. I.. Beth Y. Edisi 21.2. penerjemah. Soekimin.. Danforth. Obstetri Williams. 2003. R Hariadi. 2003. 22 . 2000. Ilmu Kandungan Edisi 4.pdf (diakses tanggal 9 Mei 2009) 12. Scott. Moeloek. 2007. Cunningham FG. 9th Ed: James R. D. Ronald S.kabarindonesia. 2007. Arthur F.org/gtd/07%20word%20for%20print. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi. Anurogo. 13th Ed 2002 : 42 10. MD Hearne (Editor). Arthur L. Williams Obstetrics.. 2002. Edward E. FA dkk. Nicholas C. Gilstrap LC.. Ernest. 5. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology. All rights reserved. Haney. MD Lambrou (Editor). Md. Gant NF. Harold E... Amy E. Brandon J. MD Herbst Arthur L.ac. H dkk. 7. Daniel R. Md. Penyakit Trofoblas Ganas. 22th ed.isstd. Md. Bankowski. 2005.usu. Jakarta 13. William.B. Stenchever. Jakarta 9.KEPUSTAKAAN 1. Tenth Edition : by The McGraw-Hill Companies. Leveno KJ. MD Mishell (Editor). Vol.library. Danforth's Obstetrics and Gynecology. Karlan. Jakarta: EGC. 2002. Berek S. 21th ed. Inc. I Kohorn. Jr. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi edisi 2. 9th edition (August 2003) 6.com/berita. (Online) http://www. Alan H. (Editor). DeCherney and Lauren Nathan. Comprehensive Gynecology 4th edition (September 6. R Prajitno Prabowo. Jonathan. Wiknjosastro.. 2002) by Morton A. Bankowski (Editor).php?pil=3&jd=Koriokarsinoma&dn=20080606115914 (diakses tanggal 9 Mei 2009) 11.. Novak’s Gynecology by Lippincott Williams & Wilkins.pdf (diakses tanggal 01 Mei 2009) 8.G. Cunningham FG. 2006. Danforth By Lippincott Williams & Wilkins Publishers. MD Droegemueller (Editor). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Macdonald PC. (online) http://www. Soedarto.id/download/fk/patologi-soekimin3. 2006. Koriokarsinoma. Gibbs. Md. The FIGO 2000 Staging and Risk Factor Scoring System For Gestasional Trophoblastic Neoplasia. (online) http://www. Manuaba.. Herbst 2. Jakarta: EGC 3. Md. MD Fox (Editor). MD Wallach (Editor). Copyright ©2007 The McGraw-Hill Companies. David N.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->