P. 1
Efek Samping Obat Kecantikan

Efek Samping Obat Kecantikan

|Views: 1,723|Likes:
Published by Jumari Haryadi
Obat dan Kecantikan yang sangat membahayakan para wanita
Obat dan Kecantikan yang sangat membahayakan para wanita

More info:

Published by: Jumari Haryadi on Dec 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

EFEK SAMPING SUNTIK VITAMIN C UNTUK KECANTIKAN

anita mui, Selasa, 20 Oktober 2009

Perlu anda ketahui, vitamin C untuk kecantikan saat ini dapat dikatakan telah diselewengkan dengan cara2 yang sangat tidak etis. Banyak perempuan terjerat oleh bumbu marketing vitamin C sehingga akhirnya menjadi 'pecandu' suntikan dan pengedarnya,tanpa memahami sungguh2 bagaimana vitamin C berfungis dalam tubuh manusia dan bagaimna mempertahankan kondisi tubuh yang telah tersuplementasi tanpa perlu menjadi 'pecandu' suntikan. Vitamin C adalah salah satu anti dioksidan yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh manusia, lain halnya dengan hewan mamalia dan juga ditemukan reptil serta hewan amfibi yang mensintesis vitamin C pada ginjal mereka. Vitamin C penting untuk metabolisme lemak,fungis kekebalan dan penyembuhan,fungsi endokrin,menetralisir racun dan alergi,sekaligus sebagai antioksidan,penting bagi fungsi pengantar rangsang saraf termasuk dopamin,serotonin,asetikolin dan merupakan terapi baik bagi hampir semua penyakit anti virus termasuk polio,hepatitis,dan herpes. Yang sering digunakan sebagai 'pendongkrak kecantikan kulit' adalah karena dia meningkatkan produksi kolagen.Kolagen adalah zat lentur ('kenyal) yang terdapat dalam dinding pembuluh darah juga,selain kulit. Kolagen-lah yang membuat kulit nampak kenyal,tidak keriput,cerah dan tentunya bebas jerawat. Namun kolagen terbentuk bukan semata2 karen vitamin C,tapi pola makan sehat seimbang yang mempertahankannya!! Untuk apa menyiksa diri dengan suntikan vitamin C (yang mengundang bahaya bila dilakukan oleh orang yang tidak profesional dibidang kesehatan,karena bahaya jarum suntik yang tidak sekali pakaimerupakan rantai penularan HIV/AIDS,Hepatitis dan lain2. Gelembung udara dalam alat injeksi menyebabkan emboli pembuluh darah yang dapat menyebebkan kematian mendadak karena penyumbatan pembuluh darah akibat gelembung tersebut.Perlu diingat vitamin C harus disuntikkan secara intravena/langsung masuk ke pembuluh darah dan bila 'rembes' kejaringan sekitarnya akan menimbulkan sakit luar biasa). Pola makan yang masih kacau dan serat karbohidrat buruk(gula,terigu,beras,pati) membuta kolagen rusak kembali. Molekul gula pada protein membentuk persenyawaan yang disebut AdvanceGlication-End products(AGE).AGE mengendap dijaringan2 tubuh manusia,mendorong timbulnya penyakit degeneratif,pembentukan kerut dan uban. Yang tidak boleh dilupakan justru dosis pemakaiannya. Kadar vitamin C dalam jaringan lebih rendah ketimbang beredar dalam darah.Karenanya opti-dosiing sangat

diperlukan.Suplementasi yang dianjurkan diatas 500mg perhari.(opti-dose:600-1200mg perhari).Pendapat tentang risiko terbentuknya batu ginjal oksalat terbukti bukan disebabkan oleh pemberian vitamin C. Justru penelitian Cathcart ditemukan penderita yang pernah mempunyai batu ginjal oksalat cenderung tidak mengalaminya lagi. Sekalipun sayur dan buah disebut2 sebgai sumber vitamin C,namun semua proses pencernaan cenderung banyak membuat ampas sisa terbuang ketimbang menyerapnya utuh2 masuk dalam pembuluh darah ketika diserap usus halus. Selama pola makan masih kacau,lupakan suplementasi.Buang uang,buang waktu,bahkan memberi nama buruk bagi suplementasi.Jangan pernah memperlakukan vitamin C sebagai obat atau suplemen sebagai obat.Suplemen hanya bekerja baik dalam tubuh yang dirawat dengan baik,mendapat asupan gizi yang sesuai untuk membuat semua sinkronisasi hidup menjadi harmonis. SEMOGA BERMANFAAT Sumbeer : http://www.anzoen.com/2009/10/efek-samping-suntik-vitamin-c-untuk.html

Awas, Efek Samping Botox Senin, 1 September 2008 | 16:37 WIB

TPG IMAGES Anda yang terbiasa atau ingin melakukan suntik botox untuk mengatasi masalah kecantikan, perlu berhati-hati. Pasalnya, badan pengawas obat dan kosmetik Eropa mengeluarkan peringatan kemungkinan efek samping yang berbahaya dari injeksi kecantikan untuk awet muda ini. Beberapa bulan lalu, pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan larangan serupa. Badan Obat Eropa (European Medicines Agency) yang berbasis di London pada Agustus 2007 mencatat ada 600 kasus efek samping yang buruk akibat perawatan kecantikan yang kian marak digunakan di seluruh dunia ini. Pada 28 kasus, ditemukan adanya korban jiwa. Di Jerman, the Federal Institute for Medication and Medical Product (semacam badan pengawas obat) menerima 210 laporan kasus yang diduga terkait dengan suntik botox. Lima kasus di antaranya mematikan. The US Food and Drug Administration (FDA) bulan Februari 2008 lalu juga mengingatkan, penggunaan suntik anti kerut ini memiliki dampak yang fatal, yakni kematian. Demikian dilaporkan media di Jerman, Deutsche Welle. Sebenarnya, bagaimana suntik botox yang menghebohkan ini? Botox adalah racun hasil

mikroba clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Pada dosis yang sangat rendah, botox dapat mengendurkan otot yang tegang. Untuk keperluan kecantikan, botox disuntikkan pada bagian yang berkerut sehingga otot menjadi relaks dan tidak berkontraksi. Botox juga bisa berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Botox juga sering dipakai untuk mengatasi masalah keringat berlebih pada ketiak. Efek botox dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah penyuntikan. Di Indonesia, biaya sekali suntik botox masih cukup mahal, sekitar Rp 3-4 juta. http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/01/16373424/Awas..Efek.Samping.Botox

KENALI EFEK DAN MANFAAT SUNTIK BOTOX

Sebagian orang merasa kalau menjadi tua adalah hal yang menakutkan terutama wanita. Tanda-tanda penuaan yang sering muncul biasanya adanya kerutan, flek hitam, wajah jadi kendur, dan kusam. Sekarang ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghambat penuaan tersebut, misalnya dengan menggunakan krim atau obat anti penuaan (anti aging) yang dapat dipeorleh dengan mudah atau ada juga yang memilih untuk melakukan operasi plastic dan suntik botox.
Metode suntik botox belakangan ini banyak dipilih sebagai solusi untuk mengatasi penuaan bahkan hampir diseluruh dunia termasuk Indonesia. Namun, sebelum Anda memilih metode ini ada baiknya Anda mengetahui plus minusnya metode suntik botox. Botox sebenarnya berasal dari bakteri beracun. Bakteri ini mampu meracuni makanan dalam kaleng. Saat dipakai ke wajah, lewat berbagai teknologi, sifat racunnya dikurangi. Clostridium botulinum banyak ditemukan pada makanan daging-dagingan, sayuran dan pada makanan kaleng terutama yang sudah kadaluwarsa. Bila racun ini tidak sengaja terkonsumsi oleh manusia maka dapat merusak sistem saraf, timbul kelumpuhan otot-otot dan bahkan kematian. Sejauh ini, terapi Botox terbukti cukup aman. Botox telah diakui oleh Asosiasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan lebih dari 60 negara telah

mengizinkan penggunaan Botox untuk kesehatan dan kecantikan. Hal yang penting adalah karena membutuhkan keahlian maka penggunaan dan penyuntikan Botox hanya boleh dilakukan oleh dokter yang telah mendapatkan pelatihan khusus tentang terapi Botox ini. Botox dianggap sebagai cara yang efektif dan efisien utnuk menangkal proses penuaan. Efektif karena langsung ke sumber sasaran dan dapat langsung dilihat hasilnya setelah 2 jam. Efisien karena penyuntikan praktis hanya butuh 10-20 menit saja. KEGUNAAN Botox dapat digunakan untuk: • Menghilangkan garis kernyit antara alis mata • Menghilangkan kerutan di dahi • Menghilangkan garis senyum sekitar ujung mata • Menghilangkan kerutan pada wajah dan leher • Mengatasi keringat yang berlebih pada ketiak, telapak tangan dan kaki, disuntikkan guna menghambat produksi kelenjar keringat ekrin. Efek positifnya, pasien akan turut terbebas dari bau badan yang biasanya bersumber dari keringat berlebih, menumpuknya sel kulit mati serta bakteri. CARA KERJA Cara kerja suntik botox adalah menyuntikkan bakteri botulinum toxin (botox) ke wajah. Bakteri ini yaitu untuk melemahkan dan menghalangi otot-otot berkontraksi sehingga jika otot tidak berkontraksi maka kulit wajah akan menjadi kencan, terlihat halus, dan tidak ada kerutan lagi pada wajah. . Kerut di wajah erat kaitannya dengan ekspresi wajah (tersenyum, menangis atau cemberut). Ekspresi-ekspresi inilah yang lama-lama menyebabkan pengenduran atau pengerutan kulit. Dalam hal ini botox mampu merelaksasikan otot-otot kecil yang menyebabkan garis-garis ekspresi ini, menghasilkan permukaan kulit yang lebih halus dan tidak berkerut. Metode suntik botox ini hanya berefek sementara, yaitu biasanya hanya bekerja dalam waktu empat hingga enam bulan. Setelah itu, otot wajah kembali mengerut. Ketika otot kembali normal, suntik botox bahkan dapat meninggalkan dampak negatif pada wajah. Otot wajah terkadang menjadi kaku dan susah berekspresi Biasanya setelah efek kencang telah hilang maka orang yang telah disuntik botox menjadi kecanduan dan akan datang lagi setelah 4 bulan untuk melakukan suntik botox kembali. Padahal suntikan yang terus-menerus ini dapat menyebabkan penumpukan bakteri botox di wajah. Pemakaian yang berulang juga akan membuat otot-otot wajah menipis. Sehingga otot malah menjadi gampang kendur. EFEK SAMPING Efek samping dari penggunaan suntik botox adalah otot bisa menjadi tidak

simetris, bahkan menimbulkan kelumpuhan. Bukan hanya itu, suntik botox juga bisa menimbulkan rasa sakit dan memar ringan di sekitar suntikan. Oleh karena itu, lebih baik, jangan melakukan suntik botox di sekitar mulut karena akan mengganggu cara berbicara dan makan. MENURUT PANDANGAN ISLAM Hukum penyuntikannya berdiri diatas dua perkara : 1. Hukum pengobatan dengan racun. 2. Tujuan dari penyuntikan. Adapun pengobatan dengan racun maka kebanyakan fuqaha membolehkannya apabila racunnya itu dalam kadar yang sedikit dan tidak dikhawatirkan bahayanya dan pada umumnya obat-obatan adalah untuk penyembuhan dan diharapkan khasiatnya karena penggunaan racun walaupun pada awalnya mendatangkan kemudharatan (bahaya) namun penggunaannya itu dapat mencegah penyakit dan bahaya yang lebih besar. Sedangkan kekhawatiran terhadap bahaya yang dikandungnya maka kebanyakan obat-obatan juga dikhawatirkan efek samping darinya. Sesungguhnya yang menjadi pegangan adalah bertambahnya manfaat daripada kemudharatan. BOTOX walaupun pada asalnya ia adalah zat beracun namun ia digunakan didalam operasi kecantikan melalui penyuntikan dalam kadar yang sangat sedikit sekali yang tidak mengandung kemudharatan, pembolehannya itu seperti penjelasan diatas. Ia tidaklah memiliki bahaya yang permanen akan tetapi ia hanyalah operasi temporer yang tujuan dari penggunaannya yaitu hanya sebatas untuk menghilangkan cacat dan memperbaiki kerusakan pada wajah dan tubuh. Adapun apabila penggunaan botox bertujuan untuk mengelabui atau iseng-iseng dan merubah ciptaan Allah maka ia diharamkan, seperti : menggunakan botox bagi orang-orang yang sudah berusia lanjut untuk menghilangkan keriput biasa pada wajahnya atau agar orang lain mengira bahwa dirinya masih tetap muda. (www.islamfeqh.com)

Sumber : http://www.berbagitips.com/2010/08/kenali-efek-dan-manfaat-suntik-botox.html

Waspada Bahaya di Balik Krim Pemutih Siapa perempuan yang tak bangga memiliki kulit putih berseri tanpa noda spot coklat atau kehitaman di wajah? Tidak ada. Bahkan yang berkulit gelap dari 'sononya' ingin tampak lebih putih. How come? Bahkan iklan produk pemutih wara-wiri di televisi, belum lagi di media cetak. Anda tahu, dari dua produk pelembab yang terjual, salah satunya adalah produk pemutih kulit.

Apapun rela dilakukan perempuan untuk tampil lebih cantik dengan kulit putih cling. Bahkan harga bukan masalah, sekalipun harus mengeringkan tabungan bertahun-tahun! Putih sudah menjadi obsesi, yang tak jarang membuat kita lupa diri, tak waspada terhadap produk krim pemutih yang beredar di pasaran. Mendapatkan kulit putih, atau tepatnya lebih cerah, tidak bisa dengan cara instan. Jika Anda menemukan putih dengan cara instan, katakan dalam hitungan minggu, patut dicurigai ada sesuatu di balik itu. Secara umum terdapat berbagai jenis krim pemutih di pasaran. Krim-krim 'ampuh' ini umumnya mengandung berbagai jenis zat aktif seperti hidrokuinon, monobenzil dan monometil hidrokuinon, raksa, asam askorbat dan peroksida. Namanya juga bahan kimia, selalu ada efek sampingnya jika tak digunakan sesuai takaran yang disarankan. Krim yang mengandung bahan aktif hidrokuinon amat mengesankan sekali cara kerjanya dalammembasmi spot hitam atau warna yang tidak merata pada kulit, meski hasilnya berbeda pada setiap individu. Dalam suatu kajian yang telah dijalankan di Amerika Syarikat (Arndt dan Fitzpatrick, 1965), krim yang mengandungi 2% dan 5% hidrokuinon telah diuji ke atas 56 subjek yang mempunyai masalah spot kehitaman pada kulit. Menariknya, 12% dari jumlah subjek kajian adalah penduduk berketurunan kulit hitam. Mereka ini menggunakan krim mengandung hidrokuinon dua kali sehari selama tiga bulan. Hasilnya menakjubkan. Krim mengandung hidrokuinon dapat menghilangkan spot hitam pada 44 orang yang mengikuti penelitian dari jumlah 56 responden. Pemakaian hidrokuinon yang berlebihan bukannya tak membawa efek samping. Krim yang mengandungi 5% hidrokuinon telah dilaporkan memberi kesan sampingan (iritasi dan rasa terbakar pada kulit). Namun jika kadarnya hanya 2% pemakai hanya mengalami sedikit iritasi atau terbakar saja. Pemakaian hidroquinon berlebih dapat menyebabkan kulit iritasi, dan jika dihentikan kulit akan seperti semula, bahkan bisa lebih buruk. Lebih bahaya lagi merkuri. Logam yang sebenarnya sudah dilarang itu memang menjadikan kulit tampak putih mulus, tetapi lamakelamaan akan mengendap di bawah kulit. Setelah bertahun-tahun kulit akan biru kehitaman, bahkan dapat memicu timbulnya kanker. Kadar zat pemutih hidroquinon untuk kosmetik hanya diperbolehkan dua persen, lebih dari itu harus diperlakukan sebagai obat. Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia yang bertujuan memucatkan noda hitam (cokelat) pada kulit. Dalam jangka waktu lama krim tersebut dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit. Namun jangan salah, penggunaan yang terusmenerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.

Sayangnya, sekarang banyak konsumen kejeblos, menggunakan pemutih yang bermanfaat instan. Pemutih tersebut bisa menimbulkan efek rebound, yaitu memberikan respons berlawanan saat pemakaian dihentikan. Hasil kajian tersebut juga menunjukkan bahawa krim ini hanya sesuai untuk pengguna berkulit cerah dengan spot kehitaman tidak banyak. Krim ini bekerja baik untuk perawatan kulit pada peringkat awal pembentukan bintik hitam. Bagaimana krim seperti itu bekerja? Dari kajian ini didapat hasil hidrokuinon menghalangi pengeluaran melanin oleh melanosit di dalam epidermis. Hidrokuinon juga menembus kulit dan menyebabkan penebalan gentian kolagen. Efek samping hidrokuinon memang sedikit saja terutama jika dipakai pada kadar rendah, namun ada rasa panas terbakar saat krim dengan hidrokuinon tinggi diaplikasikan pada kulit. Jika krim seperti ini digunakan dalam jangka panjang, sementara kita juga terekspos sinar matahari, bukan kulit cerah merona yang kita dapat, melainkan sebaliknya. Spot coklat aau kehitaman justru bertambah, bahkan muncul bintik kekuningan pada kulit yang disebut okronosis. Kerusakan ini mungkin bersifat selamanya karena tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengembalikan ke bentuk atau warna semula. Hidrokuinon bukan saja berbahaya jika digunakan pada kulit pada kadar tinggi. Jika termakan zat ini dapat menyebabkan keracunan yang serius. Jika yang termakan mencapai kepekatan 5-15 gram akan menyebabkan kerusakan sel darah merah (hemolytic anemia). Siapa sih yang tak ingin kulitnya putih dan mulus dalam hitungan minggu? Tapi harap diingat, begitu kosmetik dihentikan kulit menjadi hitam atau dikotori dengan flek-flek, bahkan merah seperti udang rebus, atau lebih parah lagi muncul kanker kulit. Sumber : http://www.hanyawanita.com/_health/article.php?article_id=5418
Hampir semua perempuan wanita ingin memiliki kulit wajah yang putih dan bersinar. Untuk mewujudkan keinginannya itu, banyak dari mereka yang tidak berpikir panjang dalam memilih produk pemutih wajah, yang beredar bebas di pasaran. Padahal, banyak hasil penelitian dan peringatan yang menyebutkan bahwa penggunaan pemutih wajah bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan kulit, mulai dari iritasi, hingga yang paling berbahaya, memicu terjadinya kanker kulit. Produk bebas di pasaran, sering hanya mengiming-iming saja hasil muka yang putih, mulus, dakam waktu singkat n jarang dari mereka yang menyebutkan apa kandungan produknya. Beberapa kandungan pemutih yang dianggap berbahaya dan telah ditolak BPOM antara lain merkuri (Hg), zat warna berbahaya (Rhodamine B pewarna tekstil), cloquinol, dan vioform. N parahnya lagi...KITA TIDAK PAHAM TENTANG ISTILAH KIMIA dari BAHAN PEMBUATNYA. Kandungan merkuri inorganik dalam krim pemutih disebutkan bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, masuk sistem

saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), dan gangguan emosi. Apalagi, kandungan merkuri yang masuk dalam tubuh itu sangat sulit dibuang. Merkuri hanya bisa dibuang setelah selama 27 tahun mengendap di tubuh. Selepas beberapa kandungan tersebut dilarang, para produsen pemutih kulit mulai mengaplikasikan kandungan baru yang dianggap lebih aman seperti AHA, hydroquinone, kojic acid, fennel, willow bark dan VCPMG dan tretinoin. Ada juga pemutih yang menggunakan zat glycolic acid, dan retinol. Namun, kandungan zat tersebut pun harus dibatasi jumlahnya. Dosis hydroquinone yang diizinkan saat ini misalnya, maksimal hanya 2%, sementara tretinoin lazimnya 0,05% untuk produk pemutih cair, dan 0,1% krim, dan 0,25% untuk gel. Sekarang, mulai di galakkan kembali untuk menggunakan bahan-bahan dari herbal atau alami untuk kecantikan, termasuk juga untuk memutihkan wajah. Nah...banyak koq bahan dari dapur anda sendiri yang akhirnya bisa diolah untuk pemutih yang alami. N anda pun biisa membuatnya sendiri di rumah. GAMPANGKAN.... Sumber : http://forum.detik.com/warning-pemutih-wajah-berbahayat192915.html?s=60b8373bf114fd976927a84f83e5c70f&p=10654423

Awas Bahaya Pemutih Pada kosmetik!
Kulit cerah dan kuning langsat menjadi dambaan wanita.

Kulit sehat sendiri sebenarnya tidak harus putih, kulit sehat adalah kulit yang berwarna cerah, tidak kusam, tidak berjerawat, pori-pori sedang, tidak ada flek, kencang dan tidak berkerut. Wanita ingin tampil dan terlihat cantik itu hal yang wajar. Kulit cerah dan kuning langsat menjadi dambaan, agar lelaki pendampingnya sulit melirik wanita pesaing di sekitarnya sehingga wajar bila produk skin whitening menjadi kebutuhan penting mereka. Penyebab Kulit Kusam Para wanita sungguh terganggu dengan performa kulit yang buram dan kusam. Penyebab kulit kusam dan tidak sehat serta tidak putih (cerah) antara lain aktifitas pekerjaan yang banyak dilakukan diluar ruang, dalam ruangan yang selalu terpapar oleh cahaya matahari, polusi udara, asap rokok, dan udara AC yang. Penyebab-penyebab tersebut menghasilkan toksin (racun) sehingga merubah warna kulit (pigmen) hingga akhirnya kulit tampak kusam,tidak cerah (putih), sehat. Seperti diketahui, toksin secara alami diproduksi oleh sel kulit karena pengaruh faktor lingkungan, polusi, asap rokok dan stres. Kondisi inilah yang menjadi penyebab kulit tidak cerah (putih). Merawat kulit penting dilakukan. Bukan hanya membuat penampilan jadi menarik saja, melainkan yang terpenting adalah untuk kesehatan kulit. Bahkan kaum adam pun juga sudah mulai peduli akan kulit.†ン Your skin is important to you,†ン apa pun warna kulit Anda, apa pun jenis kelamin. Masalah kulit kusam, tidak sehat, tak tampak cerah dan putih bisa menggunakan pemutih skin whitening).

Hingga kini, makna dan pemanfaatan produk skin whitening masih diartikan secara harfiah dimana skin whitening cenderung akan membuat kulit jadi jauh lebih putih, seperti pemutih gigi. Padahal pengertian skin whitening lebih bermaksud pada perawatan kulit wanita agar berpenampilan cerah, sehat dan segar. Artinya whitening atau pemutih kulit yang terdapat dalam produk kosmetik berfungsi untuk mencerahkan, bukan memutihkan karena melindungi kulit dari bahaya radiasi sinar UVA (Ultra Violet A). Namun, memilih produk pemutih (skin whitening) dengan sembarang produk kimia pemutih bisa berakibat fatal. Alternatif Bahan Pemutih Kulit Perlu beberapa cara penanganan yang tepat untuk perawatan kulit agar kulit tampak cerah (putih) dan sehat, salah satunya adalah menggunakan produk kosmetik pemutih. Namun tak semua produk kosmetika pemutih aman bagi konsumennya, ada beberapa bahan kimia yang terkadang masih dipergunakan dalam skin whitening (pemutih kulit) antara lain merkuri (Hg) atau air raksa inorganik. Bahan kimia tersebut dipakai buat memutihkan kulit wajah, khususnya di negeri Cina. Pengunaan Merkuri sebagai pemutih bahkan tercatat dalam sejarah masyarakat di zaman Mesir Kuno. Masyarakat Mesir Kuno sudah memanfaatkan Merkuri. Barulah kemudian pada abad 18 dunia kedokteran memakai merkuri sebagai obat sifilis. Sebenarnya ada jenis bahan pemutih lainnya yang dapat dipergunakan sebagai pemutih yang jauh lebih aman dari merkuri antara lain AHA (Asam Alfa Hidroksi), AHA yang terdapat dalam kosmetik pemutih dipasaran bebas umumnya berkadar 4 % sedangkan yang dianjurkan oleh dokter lebih besar dari 8%.Selain AHA, adalagi bahan pemutih lainnya yaitu Hidroquiron dan Asam Azaleat. Sejumlah inovasi bahan dasar pemutih kini banyak ditemukan, kini banyak produk kosmetik yang menggunakan ekstrak mulberry, bengkoang , jeruk limun, arbutin, vitamin C atau AHA (Asam Alfa Hidroksi), Hydroquinone. Bahaya Pemutih Bermerkuri Penggunaan Merkuri sebagai bahan pemutih merupakan satu yang masih tersisa dan kendati menyalahi aturan, masih tetap saja dipasar-bebaskan sebagai bahan berkhasiat dalam krim pemutih kulit. Merkuri inorganik dalam krim pemutih (yang mungkin tak mencantumkannya pada labelnya) bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Penggunaan Merkuri walau tidak seburuk efek merkuri gugusan yang tertelan (yang ditemukan dalam ikan yang tercemar dan termakan), tetap menimbulkan efek buruk pada tubuh. Kendati cuma dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu memasuki sistem saraf tubuh demikian penjelasan Dr.Silviani Sri Rahayu,Sp.Kk dari Rumah Sakit JMC-Jakarta. Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, gagal ginjal, batu ginjal. Oleh karena umumnya tak terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri, sering salah di diagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak. Bagi mereka yang memakai krim pemutih sebaiknya perlu selalu mewaspadai jika tidak jelas apa kandungan bahan kimiawinya.

Kinerja pemutih Menurut Dr.Silviani Sri Rahayu,Sp.KK, pemutih yang baik adalah pemutih yang aman dan efektif, jika memang dinamakan pemutih harus menghasilkan sesuai dengan yang dijanjikan yaitu dapat memutihkan. Kerja pertama pemutih kulit adalah menghancurkan epidermis atau lapisan kulit teratas dari wajah maupun tubuh. Bahan seperti merkuri, hydroquinone atau steroid memang terbukti reaktif dan sangat cepat melakukan proses pengangkatan ini. Secara teori, pemutihan kulit bisa saja dilakukan dengan penipisan kulit. Misalnya dengan luar menggunakan bahan scrubbing dari bengkuang (secara tradisional) atau bahan kimia. Tapi kalau kulit tipis terus-terusan terpapar matahari, akibatnya akan berubah warna jadi merah atau bahkan terbakar. Proses pemutihannya pun, membutuhkan waktu selama beberapa bulan. Pemakaian pemutih yang benar adalah hanya pada kulit yang berubah warna akibat terpapar sinar matahari. Untuk yang ingin berkulit putih, rajin-rajinlah membersihkan kulit dan hindari matahari. Lebih lanjut Dr.Silviani Sri Rahayu,Sp.KK dari Rumah Sakit JMC-Jakarta, mengatakan bahwa masyarakat perlu lebih hati-hati dalam memilih dan menggunakan produk pemutih, kenali dahulu seperti apa pemutih yang aman bagi tubuh dan wajah. Ciri-ciri kosmetik produk pemutih yang berbahan merkuri umumnya tampak pearly (putih mengkilap). Kendati tidak mencantumkan kandungan merkuri, tetap tidak boleh yakin pasti tidak bermerkuri. Jadi, baca terlebih dahulu label dan aturan pakai yang tertera dalam kemasan produk skin whitening (pemutih) yang telah diseleksi dan diteliti kandungan kimia dan keamanannya bagi tubuh oleh BPOM atau Depkes. Mencegah lebih baik daripada mengobati. (ISMAYANTI) @ Tips Memilih Produk Kosmetik Berpemutih : 1. Cermati label atau kandungan zat yang terdapat dalam produk kosmetik pemutih. 2. Jangan mudah termakan iklan atau bujuk rayu yang mengiming-imingi hasil extra cepat dari produk kosmetik pemutih. 3. Bertanya pada orang yang ahli dan mengetahui tentang pemutih dan efeknya. 4. Hati-hati dalam membeli dan memilih produk kosmetik yang tampak pearly (mengkilat), karena bisa saja mengandung bahan aktif merkuri (HG) Sumber : http://cantik-sehat.com/news/2007/02/15/awas-bahaya-pemutih-pada-kosmetik/

Efek Negatif dan Bahan Kimia Berbahaya pada Krim Pemutih 3 Months, 2 Weeks ago Karma: 5

Biasanya orang menggunakan produk pemutih kulit dengan berbagai alasan, kebanyakan untuk alasan mempercantik kulit mereka. Dibalik daya tarik sebuah krim pemutih kulit, ternyata tersimpan banyak efek negatif yang mengancam si pemakainya. Bahan kandungan krim pemutih kulit bisa menyebabkan kerusakan kulit yang serius bahkan komplikasi kesehatan. Ada berbagai merek dan jenis krim pemutih kulit. Krim ini populer di banyak negara di seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, krim pemutih kulit hampir tersedia di semua toko obat dan toko kecantikan. Berikut ini biasanya merupakan bahan kimia utama dari krim pemutih : Hydroquinone Hydroquinone adalah bahan yang biasanya terkandung dalam krim pemutih kulit. Zat ini berguna untuk mencerahkan kulit dengan cara menghambat produksi melanin yang memicu pigmentasi alami dalam tubuh. Kadar pemutih Hidroquinon untuk kosmetik hanya diperbolehkan 2%. Sebenarnya Hydroquinone telah dilarang sebagai bahan produk pencerah kulit di berbagai negara seperti Jepang, Australia dan negara-negara Eropa. Pemakaian hidroquinon yang berlebihan akan menimbulkan iritasi kulit langsung dan jika dihentikan kulit akan menjadi seperti semula bahkan lebih buruk. Penggunaan hidrokuinon yang kadar besar dapat menyebabkan kondisi yang disebut ochronosis, ini adalah keadaan dimana kulit menjadi gelap daripada warna kulit semula.

Merkuri Klorida merkuri juga banyak digunakan dalam krim pemutih kulit, meskipun bahan ini telah dilarang di Amerika Serikat dan negara lainnya. Selain dalam krim pemutih kulit, manusia bisa terkontaminasi oleh merkuri saat mereka mengkonsumsi kerang dan ikan tuna. Kandungan merkuri yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sistem syaraf dan komplikasi gastrointestinal.

Sumber : http://www.4vohvf.obuku.com/index.php? option=com_kunena&Itemid=355&func=view&catid=37&id=3539

Hati-Hati Pakai Pemutih Wajah
oleh: mario12345
Pengarang : filino
• • • •

Summary rating: 2 stars (24 Tinjauan) Kunjungan : 2626 kata:900

More About : pemutih kulit berbahaya

Hati-hati pakai pemutih wajah Hampir semua perempuan wanita ingin memiliki kulit wajah yang putih dan bersinar. Untuk mewujudkan keinginannya itu, banyak dari mereka yang tidak segan-segan bereksperimen menggunakan beragam produk pemutih wajah. Menurut dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin Eddy Karta, jika Anda ingin memutihkan kulit yang aman, pergilah ke dokter ahli. Namun, jika Anda memilih menggunakan produk pemutih, bersiaplah menghadapi efek negatifnya. Sayangnya, lebih banyak perempuan Indonesia yang memilih memutihkan kulit dengan menggunakan produk pemutih yang tersedia di pasar. Padahal, banyak hasil penelitian dan peringatan yang menyebutkan bahwa penggunaan pemutih wajah bisa memberikan dampak yang buruk pada kesehatan kulit, mulai dari iritasi, hingga yang paling berbahaya, memicu terjadinya kanker kulit. Beberapa kandungan pemutih yang dianggap berbahaya dan telah ditolak BPOM antara lain merkuri (Hg), zat warna berbahaya (Rhodamine B pewarna tekstil), cloquinol, dan vioform. Kandungan merkuri inorganik dalam krim pemutih disebutkan Eddy bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, masuk sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), dan gangguan emosi. "Apalagi, kandungan merkuri yang masuk dalam tubuh itu sangat sulit dibuang. Merkuri hanya bisa dibuang setelah selama 27 tahun mengendap di tubuh," ujar Eddy. Selepas beberapa kandungan tersebut dilarang, para produsen pemutih kulit mulai mengaplikasikan kandungan baru yang dianggap lebih aman seperti AHA, hydroquinone, kojic acid, fennel, willow bark dan VCPMG dan tretinoin. Ada juga pemutih yang menggunakan zat glycolic acid, dan retinol. Namun, kandungan zat tersebut pun harus dibatasi jumlahnya. Dosis hydroquinone yang diizinkan saat

ini misalnya, maksimal hanya 2%, sementara tretinoin lazimnya 0,05% untuk produk pemutih cair, dan 0,1% krim, dan 0,25% untuk gel. Memilih produk pemutih yang aman 1. Lihat kandungan dan dosis zat kimia dalam produk tersebut, apakah cukup aman untuk kulit atau tidak. 2. Perhatikan jenis produknya. Pada dasarnya penggunaan produk pemutih juga tergantung dari jenis kulit Anda. Jika kulit Anda kering, maka sebaiknya gunakan pemutih berbentuk krim, sedangkan jika kulit Anda berminyak, maka gunakan pemutih jenis lotion. 3. Sebelum menggunakannya di wajah, tes dulu di belakang telinga Anda. Karena daerah inilah yang memiliki indikasi jenis kulit yang sama dengan kulit wajah. Jangan mencobanya di punggung tangan seperti yang selama ini banyak diinformasikan. Karena jenis kulit tangan berbeda dengan jenis kulit wajah. 4. Pilihlah pemutih yang tidak menggunakan parfum atau pengharum, bagi Anda yang alergi akan sesuatu. 5. Jangan pernah menggunakan produk pemutih yang berbahan dasar zat kimia lebih dari tiga bulan. Karena setelah melewati tahap tersebut, proses regenerasi atau perbaikan kulit akan lebih sulit. 6. Pemakaian produk pemutih hanya untuk mengembalikan kulit yang menghitam karena terkena sinar matahari atau karena kehamilan (melasma, atau berubah warna karena kulit mengembang). Jika kadar kandungan zat tersebut melebihi dosis, bisa berbalik merusak kulit. Misalnya, kandungan hydroquinone berlebihan bisa meng-akibatkan kanker kulit. Ibarat api, kecil menjadi teman, namun ketika besar bisa menjadi lawan. Yang paling penting adalah pemakaian produk pemutih berbahan kimia tertentu jangan pernah melewati batas waktu selama tiga bulan. Karena jika masa tersebut terlewati, selain akan menjadi ketergantungan, efeknya pun akan lebih besar bagi kulit. Hal itu terjadi karena kerja pertama pemutih kulit adalah menghancurkan epidermis atau lapisan kulit teratas dari wajah. Krim pemutih juga sering dipakai untuk menghilangkan

flek-flek hitam akibat terlalu sering terpanggang matahari. Namun, jika krim ini bertabrakan dengan sinar matahari dapat menimbulkan iritasi atau malah membuat kulit semakin hitam. Perhatikan jenis kulit Sebelum memutuskan menggunakan produk pemutih, sebaiknya Anda mengenali jenis kulit Anda. Menurut Eddy, jenis kulit juga menentukan tingkat efektivitas pemakaian produk pemutih dan efek yang ditimbulkannya. Bagi Anda yang memiliki jenis kulit kering, sebaiknya menggunakan produk pemutih berbentuk krim, sedangkan untuk kulit berminyak pilihlah produk pemutih yang berbentuk lotion. Selain jenis kulit, Eddy juga menyebutkan sebaiknya pilihlah produk pemutih yang menggunakan kandungan alami yang pastinya akan lebih aman bagi kulit, seperti pemutih yang menggunakan kandungan vitamin C. Produk semacam ini sudah banyak dipasarkan, misalnya produk terbaru dari Garnier Skin Naturals yang produknya mengandung liquid lemon essence. Menurut General Manager Commercial Product Division PT Loreal Indonesia Benoit Julia, lemon dipilih sebagai bahan dasar utama produk Garnier Skin Natural, karena mengandung lebih banyak vitamin C per gramnya dibandingkan jenis buah lain dalam kategori keluarga jeruk. Sejak dulu, lemon juga sering digunakan oleh masyarakat tradisional untuk mengatasi masalah gusi berdarah dan pemutih. Bahkan, jus lemon juga banyak digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian dan bleaching rambut bagi para perempuan Eropa. Yang terpenting, menurut Benoit, kandungan lemmon dalam Garnier Skin Naturals dikemas dengan teknologi alami untuk menjaga kemurnian vitamin dan elemen aslinya. Eddy juga menyatakan selama ini kandungan Vitamin C dalam pemutih merupakan kandungan yang paling aman dibandingkan zat lainnya. Vitamin C juga cenderung minim menimbulkan efek iritasi pada pemakainya. Diterbitkan di: Maret 08, 2009 Updated: Oktober 05, 2010

Sumber : http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1873258-hati-hati-pakai-pemutihwajah/

Cermat Memilih Pemutih Kulit yang Aman Banyak wanita ingin mendapatkan kulit putih secara instan. Apa yang perlu diperhatikan? VIVAnews - Kita biasanya mengenal bedak, pelembap, pembersih wajah, dan sejenisnya sebagai produk kosmetik. Bagaimana dengan produk pemutih kulit yang aman? Kalau dilihat dari kandungan bahan di dalamnya, produk pemutih wajah memang mengandung beberapa bahan kimia. Namun, konsentrasi bahan ini harus memiliki batasan. Bahan seperti hidroquinon yang bekerja mengelupas kulit bagian luar dan menghambat pembentukan pigmen kulit melanin, pada kosmetik hanya diperbolehkan ada sebanyak 2%. Lebih dari itu, produk dapat menimbulkan iritasi kulit dan merusak melanin. Sementara, melanin berfungsi melindungi kulit dari radiasi sinar matahari. Dengan kata lain, semakin banyak melanin pada kulit, maka kulit akan makin terlindungi. Karena itulah, maka hidroquinon yang kadarnya lebih dari 2%, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Dan produk seperti ini digolongkan sebagai obat. Bahan seperti AHA (Alpha Hydroxide Acid) juga dibatasi, yaitu hanya boleh 10% pada produk kosmetik. Lebih dari itu, produk termasuk golongan obat. Sementara bahan-bahan seperti asam retinoat, rodamin, dan merkuri (Hg), sama sekali tidak boleh terdapat dalam produk. Asam retinoat bekerja mengelupas kulit dan dapat membuat kulit terasa seperti terbakar. Rodamin yang berfungsi memberikan warna, juga berbahaya bagi kulit karena senyawa kimia ini sesungguhnya adalah pewarna tekstil yang terkadang dipakai juga sebagai pewarna makanan dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan kanker. Sementara merkuri yang tergolong sebagai logam berat berbahaya, juga dapat memicu timbulnya kanker kulit. Bahan kimia ini bersifat mengendap di dalam kulit. Khasiat pemutih pada awalnya memang menggiurkan. Hanya dalam hitungan minggu, kulit mengalami perubahan, seperti menjadi lebih kenyal, mulus, kerutan hilang, dan lebih putih. Tetapi, begitu pemakaian dihentikan, kulit akan kembali ke kondisi semula. Bahkan, kadangkadang kondisinya dapat menjadi lebih buruk. Yaitu, kulit menjadi hitam atau muncul vlekvlek. Kulit pun kadang-kadang menjadi merah seperti udang rebus. Kosmetik memang tidak boleh mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh dan hanya boleh bekerja di lapisan epidermis kulit. Karena itu, jangan pernah menggunakan produk pemutih yang berbahan dasar zat kimia lebih dari tiga bulan. Sebab, setelah melewati tahap tersebut, proses regenerasi atau perbaikan kulit akan lebih sulit. • VIVAnews Sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/66736cermat_memilih_pemutih_kulit_yang_aman

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->