ANALISIS ALGORITMA PADA MASALAH SORTING Oleh Dea Rokhmatun Iradewa (0700940) Program Ilmu Komputer UPI Dalam

ilmu komputer, yang dimaksud dengan algoritma pengurutan pada dasarnya adalah : • algoritma yang meletakkan elemen-elemen suatu kumpulan data dalam urutan tertentu. • Proses pengurutan data yg sebelumnya disusun secara acak sehingga

menjadi tersusun secara teratur menurut suatu aturan tertentu. Yang pada kenyataannya ‘urutan tertentu’ yang umum digunakan adalah terurut secara numerikal ataupun secara leksikografi (urutan secara alfabetis). • Ada 2 jenis pengurutan, yaitu Ascending (naik) & Descending (turun)

1. Buble Sort Bubble sort atau yang disebut juga metode pengurutan apung adalah salah satu metode pengurutan yang bersifat langsung dan termasuk jenis pengurutan yang paling sederhana. Metode ini terinspirasi oleh gelembung sabun di air dimana delembung sabun yang lebih ringan dari air akan selalu naik ke permukaan. Nama bubble sort sendiri berasal dari sifat nilai terbesar yang selalu naik (ke akhir dari list) seperti gelembung sabun (bubble). Konsep dari bubble sort adalah sebagai berikut : o Pengecekan dimulai dari elemen paling awal o Elemen ke-1 dan ke-2 dari list dibandingkan o Jika elemen pertama lebih besar dari elemen kedua, dilakukan pertukaran. o Langkah 2 dan 3 dilakukan lagi terhadap elemen kedua dan ketiga, seterusnya sampai elemen

jika data ya sudah terurut. terjadi saat semua elemen sudah terurut di mana hanya terjadi pengecekan pada setiap elemen. Namun jika keadaan datanya belum terurut sama sekali. Kelebihan lain dari algoritma ini adalah dapat dieksekusi dan dijalankan dengan cukup cepat. o Bila sudah sampai di elemen terakhir dilakukan pengulangan lagi dari awal sampai tidak ada terjadi o lagi pertukaran elemen. metode pengurutan apung atau buble sort bukan merupakan metode pengurutan yang efisien. Untuk jumlah data yang banyak. maka elemen list terurut. . maka Bubble Sort tersebut hanya melewatinya satu kali yaitu O(1500). pada perbandingan yang dilakukan = O(202) = O(4000) -> Lebih besar dibanding 1500 data pada kondisi terurut Oleh karena itu. maka algoritma ini akan mebutuhkan waktu yang lama. Salah satu kelebihan algoritma bubble sort. Berapapun jumlah elemen datanya.o terakhir. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kemungkinan pertukaran yang terjadi pada proses pengapungan (baca: pengurutan) data. Keadaan terbaik terjadi bila data yang hendak disorting sudah terurut. Namun kelebihan dari algoritma ini adalah kesederhanaan dan pola nya yang mudah dipahami. makadengan jumlah data 20 saja. Ini merupakan kasus terbaik yang mungkin terjadi pada algoritma ini. o Bila tidak ada pertukaran elemen lagi. sehingga penelusuran hanya dilakukan satu kali saja.

Namun.Efisiensi buble sort Berdasarkan tabel. . bubble terus berulang. atau pengurutan yang Pola Pengurutan Dengan Buble Sort : o Data awal yang belum terurut : o Penentuan bilangan yang akan menjadi acun (bilangan 26) o Inisialisasi elemen kiri sebagai bilangan kedua dari kumpulan bilangan dan elemen kiri sebagai bilangan terakhir dari kumpulan bilangan o Geser elemen kiri kearah kanan sampai ditemukan nilai yang lebih besar dari elemen tumpuan tersebut. tidak ada perbedaan performansi secara signifikan untuk pengurutan terhadap 100 item atau kurang. Geser elemen kanan ke arah kiri sampai ditemukan nilai dari elemen yang tidak lebih besar dari elemen tersebut. sort tidak disarankan untuk pengurutan yang menangani lebih dari 200 item.

Lebih mangkus dibanding Bubble Sort maupun Selection Sort 5. Mangkus dalam data yang sudah sebagian terurut 4. tetapi mempunyai banyak keuntungan. diantaranya : 1. Sederhana dalam penerapan 2. dengan cara pengurutan perbandingan yang mengurutkan suatu array atau list dengan membuat suatu entry. Insertion Sort Insertion Sort adalah sebuah algoritma pengurutan sederhana. Metode ini tidak begitu mangkus dalam mengolah data yang besar (banyak) dibandingkan algoritma-algoritma yang lebih maju seperti Quicksort. Stabil . Mangkus dalam pengolahan data yang kecil 3.o Ulangi o Tukar elemen tumpuan dengan elemen kiri o Urutkan sub bagian yang terhalang oleh tumpuan 2.

Salah satu kelebihan metode ini adalah Jika list sudah terurut atau sebagian terurut maka Insertion Sort akan lebih cepat dibandingkan dengan Quicksort. elemen pertama list hanya dibandingkan dengan elemen terakhir dari list. for(j=1.key.j<array_length. Walaupun demikian. } return. } array[i+1]=key.length(). Sama halnya .array_length=array.i--) { aray[i+1]=array[i]. yang membuatnya salah satu algoritma pengurutan tercepat pada jumlah elemen yang sedikit. sehingga tidak cocok dalam pengurutan elemen dalam jumlah besar. } Keadaan terbaik didapat ketika list sudah dalam keadaan terurut. Insertion Sort membutuhkan waktu O(n2) pada data yang tidak terurut. Keadaan terburuk dari algoritma ini adalah jika list terurut terbalik sehingga setiap eksekusi dari perintah harus memindai dan mengganti seluruh bagian sebelum menyisipkan elemen berikutnya.j++) { key=array[j].(i>=0)&&(array[i]<key). maka pengurutan ini hanya memakanwaktu O(n): dalam setiap iterasi. for(i=j.Algoritma insertion sort dalam bahasa C : Void insertion_sort(apvector <int> &array) { int i.j. loop dalam pada Inserion Sort sangat cepat.

91 den dengan algoritma insertion sort .69.dengan buble sort.76.94.86. metode ini tidak mangkus (efektip) jika jumlah elemen data yang akan diurutkan banyak Contoh proses pengurutan bilangan 84.

Ide utama dari algoritma selection sort adalah memilih elemen dengan nilai paling rendah dan menukar elemen yang terpilih dengan elemen ke-i. for (int i = startIdx. Sedang untuk memilih elemen kedua terkecil memerlukan pemindaian dari n-1 elemen dan begitu seterusnya sehingga (n-1) + (n-2) + . } } swap(array[min]. j < endIdx. Karena itu perbandingan mendominasi waktu pemrosesan yaitu O(n2).compareTo(array[j])>0) { min = j. for (int j = i + 1.. i++) { min = i. Contoh algoritma selection sort: void selectionSort(Object array[]. Nilai dari i dimulai dari 1 ke n. int endIdx) { int min. algoritma ini sangat simple dan mudah untuk diimplementasikan.3. + 2 + 1 = n(n-1)/2= O(n 2) perbandingan. dimana n adalah jumlah total elemen dikurangi 1. j++) { if (((Comparable)array[min]). int startIdx. Tiap perbandingan memerlukan satu kali pertukaran untuk n-1 elemen. Selection Sort Layaknya insertion sort. i < endIdx.. } } Untuk memilih elemen terkecil memerlukan pemindaian seluruh (n) elemen yang membutuhkan n-1 kali perbandingan lalu memindahkannya ke posisi pertama. array[i]). .

yang akan membimbing menuju penyelesaian atas permasalahan utama Berikut menjelaskan langkah kerja dari Merge sort. Beberapa konsep yang harus dipahami sbelum menelusuri algoritma Merge sort: o Divide o Conquer Memilah masalah menjadi sub masalah Selesaikan sub masalah tersebut secara rekursif. Hal ini terjadi bilamana bagian yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Berikut algoritma pengurutan dengan merge sort: . Jika sub-masalah tersebut cukup ringkas dan sederhana. Merge Sort Merge Sort adalah suatu algoritma pengurutan berbasis perbandingan. o Divide Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian. pendekatan penyelesaian secara langsung akan lebih efektif o Kombinasi Mengkombinasikan solusi dari sub-masalah. o Conquer Conquer setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif o Kombinasi Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan rangkaian data berurutan Proses rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar.4. Algoritma ini menggunakan konsep rekursip. Algoritma ini ditemukan oleh John von Neumann pada tahun 1945. Sisa pengurutan satu elemen tersebut menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian. Algiritma ini merupakan salah satu contoh algoritma pembagian.

int left.tmp_pos. } } while (left<=left_end) { temp[tmp_pos]=numbers[left]. tmp_pos=left.temp. if(right > left) { mid=(right+left)/2.temp.mid).num_element.mid+1.0.int right) { int mid.left.int left.int right) { int i. } else { temp[tmp_pos]=numbers[mid].right).right).array_size-1).temp. left=left+1.mid+1. num_elements=right-left+1.int temp[]. tmp_pos=tmp_pos+1. } . m_sort(numbers. } } void merge(int numbers[]. left_end=mid-1. mid=mid+1. tmp_pos=tmp_pos+1.int array_size) { m_sort(numbers.int temp[].left. } void m_sort(int numbers[]. tmp_pos=tmp_pos+1. while((left<=left_end)&&(mid<=right)) { if numbers[left]<=numbers[mid] { temp[tmp_pos]=numbers[left].int temp[].int mid. left=left+1. m_sort(numbers.left_end. merge(numbers.temp.void mergesort(int numbers[].

tmp_pos=tmp_pos+1.r repeat while x(i) < x(l) do i <.x(j) x(j) <.67.98) procedure quicksort(input : integer l.23.i++) { numbers[right]=temp[right].i+1 j <.{ 34.integer r) integer i integer j i <.. mid=mid+1.j-1 {end if} .10] of integer x <.i+1 {end while} while x(j) > x(l) do j <.while (mid<=right) { temp[tmp_pos]=number[mid]. right=right-1.l j <. } for(i=0.28.i<=num_elements.temp i <.j-1 {end while} if i<j then integer temp temp <. } } 5.x(i) x(i) <. Quick sort Algoritma Quick sort : array [1.

37. namun memang.56.76.76 26.r). cukup sumit dan sulit.23.56.23.49.49.37.76 o Tukar vipot dengan elemen kiri .49.23.76.76.until (i>j) if l<j then quicksort(l.76 o Lanjutkan 26.56.49.23.37.56.56. Geser elemen kanan ke arah kiri sampai ditemukan nilai dari elemen yang tidak lebih besar dari elemen tersebut 26.49.49.37 o Geser elemen kiri kearah kanan sampai ditemukan nilai yang lebih besar dari elemen pivot tersebut.23. Contoh untuk proses pengurutan bilangan pada contoh pseudo-code di atas dengan bilangan berikut 26.37 o Penentuan bilangan yang akan menjadi pivot (bilangan 26) o Inisialisasi elemen kiri sebagai bilangan kedua dari kumpulan bilangan dan elemen kiri sebagai bilangan terakhir dari kumpulan bilangan 26. metode ini terbilang cepat dalam mengurutkan data.j) {end if} if i<r then quicksort(i. {end if} Sesuai dengan namanya.23. Metode quicksort adalah metode pengurutan yang menjadikan sebuah tabel data yang akan diurutkan menjadi dua buah subbagian yang ditelusuri dari kiri dan dari kanan.56.37 : o Data awal yang belum terurut : 26.

Algoritma & Pemrograman dalam bahasa pascal dan C.26.76 o Urutkan sub bagian yang terbagi pivot 23.26.56.23. Rinaldi.org .Bandung:informatika http://id.76 Reff: Munir.37.49.56.wikipedia.49. (2007).37.