FITOREMEDIASI TANAH TERKONTAMINASI LOGAM Cu LIMBAH PADAT PROSES DEINKING INDUSTRI KERTAS OLEH TANAMAN BUNGA MATAHARI (Helianthus

annuus L.) DENGAN PENAMBAHAN MIKORIZA PHYTOREMEDIATION OF Cu METAL CONTAMINATED SOIL SOLID WASTE PAPER BY INDUSTRY DEINKING PROCESS SUN FLOWER (Helianthus annuus L.) WITH ADDITION MYCORRHIZA
Lilis Siti Aisyah(1), Henggar Hardiani (2), Agy Fauzi(2) Jurusan Kimia FMIPA – UNJANI Jln. Ters. Jend. Soedirman PO BOX 148 – Cimahi e-mail : lies.syarifudin@gmail.com (2) Balai Besar Pulp dan Kertas Bandung e-mail Henggar : henggarh@yahoo.co.uk e-mail Agy : agy_bbpk@yahoo.com
(1)

ABSTRAK
Dengan diberlakukannya peraturan Pemerintah No.18 jo 85 Tahun 1999, industri kertas sudah tidak boleh membuang limbah padatnya secara open dumping. Salah satu pilihan untuk mengatasi masalah pencemaran di areal open dumping adalah fitoremediasi. Teknologi yang mulai berkembang ini memanfaatkan kemampuan alamiah tanaman dalam menyerap, mengakumulasi dan mendegradasikan unsur-unsur pokok serta menginteraksikan dengan jamur tertentu. Usaha bioremidiasi tanah tercemar logam dapat dipercepat dengan tanaman bermikoriza, karena cendawan mikoriza dapat melindungi tanaman inang dari serapan unsur beracun tersebut melalui efek filtrasi, kompleksasi dan akumulasi. Tanaman yang digunakan adalah bunga matahari. Media tercemar limbah padat proses deinking ditambahkan mikoriza sebelum ditanami bunga matahari dengan variasi lama tanam 1, 2 dan 3 bulan. Akumulasi Cu pada tanaman bunga matahari diukur pada masing-masing lama tanam dengan menggunakan Spektrometer Serapan Atom. Penambahan mikoriza pada media tanam memberikan pengaruh nyata untuk biomassa tanaman bunga matahari. Tingkat efisiensi penyerapan logam Cu sebesar 0,150% pada media yang ditambahkan mikoriza dan 0,065% pada media yang tidak ditambahkan mikoriza. Kata kunci : open dumping, fitoremediasi, mikoriza, bioremediasi, akumulasi

ABSTRACT
The Indonesian Government Regulation No. 18 jo 85 year 1999 instructs that the paper industry is not allowed to discharge their solid waste by open dumping sytem, so that open dumping should be avoided. One of the choice to handling the waste problem at open dumping area is phytoremediation. This growing technology using natural ability of plant in absorbted, accumulated, and degradated major element and interaction whit specific fungi. Bioremediation effort on contamainated land by metal, can be accelareted whit mikoriza’s plant, that causing of mikoriza’s fungi that protect the host plant from absorbstion of toxic element through filtration, complexation, and accumulation effect. The plant that used is Helianthus annuus L. Contamaminated medium of plant by solid waste from deinking process added mikoriza before planted by Helianthus annuus L. with variation age of plantation 1, 2, and 3 month. Accumulation of Cu in Helianthus annuus L. measured at each variation age plantation using atomic absorption spectrometer. Added of mikoriza on medium of plant giving significant effect for biomassa of Helianthus annuus L. efficiency level on absorbtion of Cu is 0.150% at medium that added by mikoriza, and 0.065% on unsuplemented medium. Key word : open dumping, fitoremediasi, mikoriza, Bioremediation, Akumusi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan industri selain menghasilkan produk yang dapat menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia juga dapat mempercepat perubahanperubahan lingkungan. Berpedoman pada kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan sejalan pula dengan tuntutan globalisasi perdagangan telah mendorong industri untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing lebih tinggi dan ramah lingkungan. Bagi industi yang berorientasi ekspor tidak hanya dituntut harus menjamin mutu produk tetapi juga harus menjamin bahwa proses produksi dan pengelolahan limbahnya telah memperhatikan aspek lingkungan. Hal tersebut karena pada pelaksanaannya dapat merusak keseimbangan penggunaan sumber daya alam dan penurunan kualitas lingkungan bila tidak dikelola secara bijaksana. Sejalan dengan kebutuhan kertas baik di Indonesia dan dunia makin meningkat akibat peningkatan perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu kebutuhan bahan baku kertas juga akan meningkat dan salah satu untuk memenuhinya yaitu melalui daur ulang kertas bekas sebagai bahan baku. Penggunaan kertas daur ulang untuk kertas yang tidak memerlukan kualitas tinggi, kandungan tinta dalam kertas bekas tidak perlu dipisahkan. Tetapi untuk kertas yang memerlukan derajat putih dan tingkat kebersihan yang tinggi, maka perlu adanya proses pemisahan tinta. Proses pemisahan tinta ini disebut dengan proses deinking. Pada dasarnya ini adalah proses pulping, pelepasan tinta dan pemisahan tinta. Air limbah yang dihasilkan selama proses deinking umumnya mengandung logam berat toksik yang berasal dari tinta yang larut dalam air proses deinking, misalnya Pb, Cr, Cu, Ni, Zn, Cd, dan Hg (Richardson et al.,1992). Limbah tersebut berdasarkan peraturan pemerintah (PP) nomor 18/1999 dan nomor 85/1999 tentang

2006). membantu akumulasi zat-zat unsurunsur yang beracun bagi tanaman seperti As. Cs dan U (Lins. Salah satu pilihan untuk mengatasi masalah pencemaran di areal open dumping adalah fitoremediasi. kompleksasi dan akumulasi (Subiksa.Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)-limbah padat dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diklasifikasikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) dari sumber yang spesifik (Henggar. simbiosis CMA juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kelembaban yang ekstrim (Cho et al. 2007) Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 2006). Cr. perlu melakukan pemulihan terhadap area open dumping dengan mengembangkan teknologi efektif dalam meremediasi logam berat dengan biaya yang relatif murah dan ramah lingkungan sangat diperlukan oleh industri. Bagaimanakah efisiensi serapan logam berat Cu dalam limbah padat proses deinking oleh tanaman bunga matahari (Helianhus annuus) 1. 2006 . melindungi tanaman dari serangan patogen penyebab penyakit (Mchugh. dan Fe dan penurunan serapan Na sehingga tanaman terhindar dari keadaan unsur garam berlebih (AlKaraki. 18 jo 85 Tahun 1999.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah menanam tanaman bunga matahari (Helianthus annuus) pada tanah yang tercemar logam berat Cu dari limbah padat industri kertas proses deinking dan membandingkan kemampuan penyerapan dan akumulasi tanaman bunga matahari yang diberi dan tidak diberi mikoriza. yaitu: 1. Zn. ketika menginfeksi dan mengkolonisasi akar tanaman inang. 2006). Cu. Oleh karena itu. mengakumulasi dan mendegradasikan unsur-unsur pokok serta menginteraksikan dengan jamur tertentu telah menjadi metoda dalam meremediasi berbagai pencemar.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas maka dapat diidentifikasi beberapa masalah. cendawan mikoriza arbuskular (CMA) mengembangkan miselium eksternal yang menghubungkan akar dengan lingkungan di sekelilingnya. Pb. industri kertas sudah tidak boleh membuang limbah padatnya secara open dumping. 2005). Apakah mikoriza mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus) dan bagaimana pengaruhnya terhadap kemampuan menyerap dan mengakumulasi logam Cu dari limbah padat proses deinking? 2. Salah satu pengaruh yang paling utama dari adanya simbiosis mikoriza adalah peningkatan serapan unsur hara seperti P. limbah industri atau tailing pertambangan dapat dipercepat dengan tanaman bermikoriza. 2006). Teknologi yang mulai berkembang ini memanfaatkan kemampuan alamiah tanaman dalam menyerap. 2006). K. membantu meningkatkan pertumbuhan daun dan kualitas buah (Subramanian. Usaha bioremidiasi tanah tercemar logam berat . Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan dan efisiensi serapan atau kemampuan tanaman bunga matahari dalam menurunkan konsentrasi Cu dari . karena cendawan mikoriza dapat melindungi tanaman inang dari serapan unsur beracun tersebut melalui efek filtrasi.. Selain itu. Simbiosis mikoriza mendatangkan manfaat pada banyak pihak. 1. Satter et al..

kotoran-kotoran lain. lumpur daur. TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Perlakuan mencakup antara lain : Persiapan media Pemilihan tanaman Penanaman pada media pertumbuhan Penyiraman Pemanenan Persiapan contoh uji Analisis sampel Pengamatan hasil percobaaan 1. Proses deinking sangat penting dalam tahapan proses recovery kertas bekas (Gottsching & Pakarinen. sehingga dapat dimanfaatkan oleh industri penghasil limbah yang mengandung logam berat Cu.tanah yang tercemar limbah padat industri kertas proses deinking.2 Proses Deinking Deinking adalah suatu proses penguraian dengan cara pelepasan dan pemisahan tinta dari serat daur ulang untuk meningkatkan karakteristik kejernihan pulp dan recovery bahan kertas bertinta.3 Limbah Padat Industri Pulp dan Kertas Limbah padat dari industri pulp dan kertas beragam jenisnya.45 juta ton dan 10. Industri kertas dengan proses deinking pencemar utamanya adalah kandungan tinta dari kertas bekas.5 Metodologi Penelitian Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan faktorial 2x3 dengan ulangan sebanyak 3 kali. 2.132 Bandung dan Laboratorium Kimia FMIPA UNJANI. Saat ini industri kertas tersebut dihadapkan pada masalah pengolahan limbah padat yang merupakan hasil samping dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 2. tergantung dari unit proses dimana limbah tersebut terbentuk dan produk yang dihasilkan. (APKI. Proses ini diperlukan untuk memproduksi kertas derajat putih yang tinggi dan bebas dari noda tinta. penelitian dilaksanakan selama + 1 tahun. 2. lumpur IPAL primer yang terdiri dari         . Jalan Raya Dayeuhkolot No. 1. Limbah padat yang dikeluarkan dari pabrik pulp akan terdiri dari limbah kayu. Penguraian dengan pelepasan tinta pada daur ulang ini menggunakan bahan kimia dan mekanik pada kondisi tertentu.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan dan kemampuan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus) dalam mengakumulasi logam berat Cu.40 juta ton.5 milyar pada tahun 2005.1 Industri Pulp dan Kertas Industri pulp dan kertas memegang peranan penting di Indonesia dengan memenuhi kebutuhan kertas di dalam negeri dan memberikan kontribusi eksport mencapai US $ 3. 2005). Sebagian besar limbah padat tersebut terdiri atas bahan organik dan anorganik.6 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan secara laboratorium (skala rumah kaca) di Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). Dalam pemisahan partikelpartikel dan pelepasan tinta menggunakan proses flotasi dan pencucian. Pertumbuhan industri pulp dan kertas dimulai sejak tahun 80-an dan hingga 2005 jumlah industri pulp dan kertas di Indonesia mencapai 80 pabrik dengan kapasitas terpasang produksi pulp dan kertas masing-masing 6. kulit kayu. Jumlah limbah padat yang dihasilkan cukup besar berkisar antara 300-350 ton/hari dengan kadar padatan berkisar 30%. 2000).

18 tahun 1999 dikategorikan sebagai limbah B3. Pemupukan Cu melalui daun akan meningkatkan klorofil dan juga berperan dalam melawan kerusakan klorofil. Fungsi Cu tidak langsung. 2.4. Namun tidak demikian halnya dengan pabrik kertas yang menggunakan bahan baku kertas bekas dan dilakukan juga proses deinking maka limbah padat yang dihasilkan akan ditambah dengan kotoran plastik dan sebagainya yang berasal dari kertas bekas. valensi +2 disebut Copper (II) atau Cupric (Filov et al. Kebanyakan Cu ditemukan dalam bentuk campuran dengan logam lain yang dikenal dengan alloy (kuningan)..4-dinitrofenol (DNP). filler. Limbah padat dari pabrik kertas yang menggunakan virgin pulp lebih sedikit jenisnya. Penyerapan logam Cu++ akan terhambat jika tanah tersebut temperatur rendah. . untuk menahan korosi. Logam berat berada dalam limbah padat pabrik pulp sebagai akibat dari penambahan bahan kimia dalam proses pembuatan pulp atau berasal dari kayunya sendiri yang teradsorpsi oleh pohon dari tanah (O’Connor. Logam berat dapat tersimpan di dalam tanah untuk waktu yang lama dan bisa memberikan resiko kesehatan bagi tanaman dan binatang bila kadarnya terlalu tinggi. Karakteristik limbah deinking hasil akhir dari kertas bekas daur ulang pada umumnya mengandung logam berat diantaranya adalah logam Cu dengan kandungan maksimumnya sebesar 19. Secara fisik. 1996). Karakteristik limbah proses deinking terutama mengandung logam berat yaitu berasal dari kayu. 2. Logam Cu banyak digunakan pada pabrik yang memproduksi alat-alat listrik.2004). perak (Ag). coating pigment. Cu digolongkan ke dalam kelompok logam yang dapat menghantarkan listrik dan panas terbaik setelah perak. gelas dan zat warna. utamanya terdiri dari lumpur primer dan lumpur sekunder. Pasir dan kotoran lain jumlahnya sedikit.4 Logam Cu 2.1 Karakteristik Limbah Padat Industri Kertas Karakteristik limbah padat yang perlu mendapatkan perhatian adalah adanya logam berat. Tembaga yang mempunyai bilangan valensi +1 disebut Copper (1) atau Cuprous. walau unsur ini tidak terkandung dalam klorofil.serat halus. 2.4. sedangkan lumpur IPAL sekunder terutama terdiri dari mikroorganisme dan air.3. mengandung 2. Unsur hara Cu diserap akar tanaman dalam bentuk kation Cu++ melalui suatu proses aktif. Alloy ini dibentuk dari persenyawaan tembaga (Cu). konduktor panas atau konduktor listrik (Palar. oleh karena tanaman yang tercemar Cu akan tertahan pertumbuhannya namun tidak memperlihatkan klorosis. Limbah deinking dalam Peraturan Pemerintah No.1 Sifat Kimia dan Fisik Logam Cu Secara kimia senyawa-senyawa yang dibentuk oleh logam tembaga mempunyai bilangan valensi +1 dan +2.2 Peranan Logam Cu Dalam Tanaman Logam Cu mempunyai beberapa fungsi dalam pembentukan klorofil. timah putih (Sn) dan seng (Zn) yang digunakan secara insentif di dalam bidang konstruksi. kadmium (Cd). 2000). karena mengandung logam berat berbahaya yang berasal dari tinta (Henggar.1993)5. Hal ini akan menahan laju pematangan fisiologis tanaman dan menjadikannya berumur lebih lama.8 mg Cu/kg (Gottsching & Pakarinen. 2007).

Namun demikian. Kekurangan logam yang dibutuhkan dan bermanfaat akan menyebabkan defisiensi tanaman yang kemudian dapat mempengaruhi pertumbuhan. misalnya ditumpuk di dinding sel atau vakuola. atau bahkan sama sekali tidak mempengaruhinya. Seperti sebagian besar unsur hara mikro lainnya. jumlah ketersediaan Cu yang sangat besar dapat meracuni tanaman. Pessarakli (1995) menjelaskan mekanisme eksternal menyangkut adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang menyebabkan logam ditolak atau tidak dapat memasuki sistem perakaran sama sekali. arsenat dan amital.penyerapan Cu++ akan meningkat dengan meningkatnya kepekatan ion dalam larutan sampai 0. 2. 2005).0005-0. Jumlah Cu yang berlebihan dapat menekan aktivitas Fe dan dapat menyebabkan gejala defisiensi Fe.CN-. 2000). Sagita (2000) memaparkan bahwa mekanisme internal yang dilakukan oleh tanaman ketika mengambil logam berat dapat terjadi melalui tiga cara yaitu : Logam diambil oleh tanaman.4 Mekanisme Toleransi Tumbuhan Terhadap Logam Berat Sagita ( 2000) menjelaskan tanaman mempunyai mekanisme pertahanan internal dan eksternal yang dilakukan sehingga tanaman menjadi toleran terhadap logam berat. Akibatnya keberadaan logam berat dalam jumlah besar hanya akan berpengaruh sedikit saja terhadap pertumbuhan.1992 dalam sagita. 2. kejadian keracunan Cu pada tanaman masih sangat jarang terjadi (Winarso. kisaran normal unsur hara esensial pada lapisan olah tanah mineral untuk unsur hara mikro Cu adalah 0. Logam tersebut dibuang atau dieksresikan misalnya melalui proses sekresi melalui akar atau pengguguran daun. Pada organ tumbuhan misalnya unsur logam banyak diakumulasikan dibagian akar dan daun.5 Tanah Tanah sebagai sumber unsur hara yang dibutuhkan tanaman. penolakan logam bisa terjadi karena tumbuhan mengeluarkan eksudat tertentu yang menyebabkan logam menjadi immobile dalam tanah. 1993). Akibatnya logam berat dapat berkompetisi dengan logam yang berfungsi sebagai nutrisi pada saat proses pengambilan zat hara dari media tumbuh.3 Respon Tumbuhan Terhadap Logam Berat Tanaman memerlukan beberapa unsur logam seperti seng (Zn) dan besi (Fe) untuk pertumbuhannya. Misalnya. sehingga pertumbuhan tanaman tidak terpengaruh sama sekali. misal melalui peningkatan produksi enzim atau agen pengkhelat.4. Tanaman tersebut mengalami perubahan metabolisme sehingga tanaman dapat menyesuaikan kenaikan konsentrasi logam yang toksik. 2005). namun dibuat menjadi tidak berbahaya bagi tumbuhan.015% (Winarso. sistem fisiologi tumbuhan tidak dapat membedakan antara logam berat yang memiliki toksisitas tinggi seperti Cu dengan logam-logam yang dibutuhkan sebagai nutrisi (Salisbury dan Ross. perubahan kondisi membran sel akar akan menyebabkan menurunnya permeabilitas terhadap ion logam yang toksik sehingga transport logam ke akar tidak terjadi. Tanah juga merupakan media yang baik untuk . tetapi ion Zn dan Mn tidak mempengaruhi penyerapan (Poerwowidodo. 2. Selain itu.1 mM dan penyerapan akan berkurang jika larutan banyak mengandung Al.4.

Perlakuan dengan menggunakan organisme hidup semakin mendapat perhatian karena merupakan alternatif yang efektif. Fitoremediasi dapat didefinisikan sebagai penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan.e/100 g). 1993). Tanah-tanah asam kurang mampu menahan Cu++ dibandingkan dengan tanah berkapur. Dasar dari fitoremediasi adalah adanya kemampuan tumbuhan mengakumulasi logam atau senyawa organik (fitoakumulasi) sesuai dengan karakteristik tumbuhan yang digunakan.e (m. serta untuk mendaur ulang banyak unsur dan gas-gas.1 Kapasitas Tukar Kation (KTK) Tanah Kation-kation yang diikat atau diadsorpsi oleh koloid tanah dapat diganti oleh kation-kation lain.6 Fitoremediasi Fitoremediasi berasal dari bahasa Inggris phytoremediation.) (EPA. 2. Dosis Cu terserap pada tanah berkapur akan berkurang jika ion Ca++ bebas cukup banyak. 2007).5. menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik berupa senyawa organik maupun anorganik. murah dan aman secara ekologis (Priyanto dan Prayitno. Kapasitas tukar kation (KTK) adalah kapasitas atau kemampuan tanah menyerap dan melepaskan kation yang dinyatakan sebagai total kation yang dapat dipertukarkan per100 gram tanah yang dinyatakan dalam miliequivalen disingkat m. Proses akumulasi ini diawali dengan biosorpi ion logam yang diikuti uptake ion logam ke dalam sistem intraseluler dan proses transformasi kimia oleh tumbuhan (Darnall. hal ini ditandai dengan keberhasilan meremediasi dan proses pungut ulang (recovery) zat radioaktif Cs. 2000). dan U dari daerah di Chernobil dengan menggunakan tumbuhan bunga matahari (Helianthus annuus L. Tanaman dapat membuat tempat . proses ini disebut pertukaran kation. 2. Metode ini merupakan teknologi hijau yang baru berkembang pada awal tahun 1990.dkk. Pada daerah yang tercemar logam berat. 2000).mendaur ulang dan mengurangi sifat meracuni bahan-bahan organik. Secara umum fitoremediasi digunakan untuk menggambarkan suatu sistem dimana tanaman dimasukkan ke dalam lingkungan untuk menghilangkan pencemar. Keuntungan menggunakan fitoremediasi adalah penggunaan peralatan dan tenaga buruh yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan metoda lainnya karena sebagian besar pekerjaannya dilakukan oleh tanaman. memindahkan. yang terdiri dari dua bagian kata yaitu phyto yang berasal dari bahasa Yunani phyton (tumbuhan) dan remediation yang berasal dari bahasa latin remediare (menyembuhkan). tanaman digunakan untuk menstabilkan atau menghilangkan kandungan logam dari tanah dan air tanah melalui tiga mekanisme yaitu : fitoekstraksi. karena kemampuan tanah tersebut maka hingga sekarang tanah menjadi alternatif pertama untuk pembuangan limbah yang sangat murah. Kationkation Cu++ yang tidak terserap ini akan terakumulasi di lapisan bawah permukaan tanah berkapur (Poerwowidodo. oleh karena terjadinya persaingan memperebutkan lokasi pertukaran dalam sistem tanah. Tanah-tanah yang mempunyai kadar liat/koloid lebih tinggi dan atau kadar bahan organik tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang mempunyai kadar liat rendah (tanah pasiran) dan kadar bahan organik rendah. 1986). rizofiltrasi dan fitostabilisasi (EPA. Sr.

poliaromatik. Amerika Serikat (Subiksa. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar. jenis cendawan maupun penyebarannya. Namun demikian. sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil. baik dalam tanaman inang. baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Mikoriza tersebar dari sub tropis sampai ke daerah tropis dan dari daerah bergurun pasir sampai ke hutan hujan yang melibatkan 80% jenis tumbuhan yang ada. Metode ini ditunjukkan untuk membersihkan lingkungan dari pencemar logam Cu. Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk. Bunga matahari (Helianthus annuus L. Nuhamara (1993) mengatakan bahwa mikoriza adalah suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan antara suatu autobion/tumbuhan tertentu dengan satu atau lebih galur mikobion dalam ruangan dan waktu. yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme.) merupakan tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer. hidrokarbon. dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). 2006).tercemar menjadi lebih menarik. Fitoremediasi mampu dan telah digunakan untuk membersihkan logam. mikoriza dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar yaitu etomikoriza dan endomikoriza (Rao. 2000). 2. minyak mentah. Bunga matahari juga memiliki perilaku khas. Namun ada juga yang membedakan menjadi 3 kelompok dengan menambah jenis ketiga yaitu peralihan dari 2 bentuk tersebut yang disebut ektendomikoriza.) adalah sebagai berikut: Kingdom :Plantae (tumbuhan) Superdivision :Spermatophyta (menghasilkan biji) Divisio : Magnolophyta (berbunga) Kelas :Magnoliospida (berkeping dua/dikotil) Sub-kelas : Asteridae Ordo : Asterales Familia : Asteraceae Genus : Helianthus Species : Helianthus annuus L. Struktur yang terbentuk dari asosiasi ini tersusun secara beraturan dan memperlihatkan spektrum yang sangat luas. 2004). Tanggal itu kemudian disepakati oleh para pakar sebagai awal sejarah mikoriza. Orang Perancis menyebutnya tournesol atau "pengelana matahari". biasanya berwarna kuning terang. tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol.3 2.8 Mikoriza Mikoriza adalah jamur yang hidup secara bersimbiosis antara akar tumbuhan tingkat tinggi dan miselium cendawan tertentu. Rentang akumulasi Cu yang dapat diakumulasi oleh beberapa tanaman lain dapat dilihat pada tabel 2. Bunga matahari merupakan bunga nasional RRC dan bunga resmi negara bagian Kansas.7 Bunga Matahari Klasifikasi botani tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L. pestisida. Daerah tercemar dapat dibersihkan tanpa memindahkan tanah atau memompa air yang tercemar dan metoda ini dapat mencegah para pekerja untuk kontak langsung dengan bahan berbahaya (Widianarko. landfill leachate drainase asam pertambangan dan kontaminasi radioaktif (EPA.1994). Pola asosiasi antara cendawan dengan akar tanaman inang menyebabkan . peledak. Namun mikoriza pertama kali dikembangkan oleh ilmuan Jerman Frank pada tanggal 17 April 1885. Berdasarkan struktur tubuh dan cara infeksi terhadap inang.

Sedangkan endomikoriza jaringan hipa cendawan masuk ke dalam sel kortek akar dan membentuk struktur yang khas berbentuk oval yang disebut vesicle dan sistem percabangan hipa yang disebut arbuscule. Pada etomikoriza. METODA PENELITIAN 3. Mikoriza dapat berperan sebagai penghalang biologi terhadap infeksi patogen akar 3. jaringan hipa cendawan tidak sampai masuk ke dalam sel tapi berkembang diantara sel kortek akar membentuk “hartig net” dan mantel dipermukaan akar.terjadinya perbedaan morfologi akar antara ektomikoriza dan endomikoriza. Nuhamara (1994) mengatakan bahwa sedikitnya ada 5 hal yang dapat membantu perkembangan tanaman dari adanya mikoriza ini yaitu: 1. Menjamin terselenggaranya proses biogeokemis 3. Meningkatkan produksi hormon pertumbuhan dan zat pengatur tumbuh lainnya seperti auksin 5.1 Diagram Alir Penelitian . sehingga endomikoriza disebut juga vesiculararbuscular micorrhizae (VAM). Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kelembaban yang ekstrim 4. Mikoriza dapat meningkatkan absorpsi hara dari dalam tanah 2.

Tanah yang tercemar limbah deinking tersebut dijadikan sebagai media pertumbuhan tanaman uji.2.1 Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah yang tercemar sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengolah air limbah proses deinking industri kertas koran yang berlokasi di Jawa Timur setelah dibuang selama 3 tahun lebih dan tanah yang tercemar sludge deinking yang diberi mikoriza. 3.2 Bahan dan Alat 3.2 Alat Penelitian a. Spektrofotometri serapan atom (AAS) type AA 6200 Timbangan analitik type AA-250 Oven Erlenmeyer .Media Tanam 3.2.

Jumlah tanaman yang digunakan dalam penelitian sebanyak : 1 jenis tanaman. batang dan daun. j.  Saring sampel apabila semua organik telah hilang ditandai dengan hilangnya warna coklat pada sampel dan timbul warna putih dengan kertas saring whatman 42 μm dan masukkan ke dalam labu ukur 50 mL. l. setiap pemanenan diambil 3 pot sebagai replikat. 3. Masingmasing tanaman dicuci dan ditimbang beratnya kemudian dipisahkan menurut bagian tanaman yaitu akar.  Setelah diketahui berat keringnya lalu sampel di digesti dengan menggunakan cara sistem basah yang mengacu pada Standard Methods For The Examination of Water & Wastewater 21st Edition. 3. 2 dan 3 bulan. 2 jenis tanah dengan 3 ulangan (1x3x2x3) = 18 pot. f.5 Pemanenan Tanaman Variasi umur tanam adalah 1.  Kemudian sampel tersebut dimasukkan ke dalam oven suhu 100oC105oC selama 4 jam untuk memperoleh berat kering. 3.e. Berat tanah setiap pot adalah 1 Kg berat kering.2 Pemilihan Tanaman Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman bunga matahari (Helianthus annuus). g.3. h. Persiapan media tanam sebanyak 18 kg dilakukan penyaringan dengan saringan 10 mesh.3. batang. 3. Tanaman dipanen dengan cara dicabut dengan hati-hati agar akar tanaman tidak putus. kemudian dimasukkan ke dalam pot.3. Untuk mengetahui tekstur. 3 variasi waktu tanam. Dimana pembibitan dimulai dengan menanam biji bunga matahari dalam pot yang berisi tanah percobaan. i.6 Persiapan Contoh Uji  Sampel tanaman yang telah dicuci dan dipotongpotong kemudian dimasukkan ke dalam cawan untuk memperoleh berat kering. 3. Selain itu juga diambil sampel tanah setelah dipanen.3 3.  Contoh uji siap dianalisis yaitu penentuan . Ditimbang sebanyak 5 gram masingmasing bagian (akar. kandungan hara dan kandungan Cu pada media tercemar maka dilakukan analisis kesuburan tanah dan kandungan Cu pada media tercemar. 2005. Botol semprot Penggaris Pot bunga Pipet tetes Sarung tangan Cawan Cutter Kertas saring 3. k.3 Penanaman Pada Media Pertumbuhan Tanaman Pembibitan dilakukan di dalam pot pada bedengan persemaian atau rumah kaca. Dimana masing-masing pot sebanyak 1 kg.3.3.1 Cara Kerja Persiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan adalah tanah yang diambil dari lahan yang tercemar logam berat limbah padat proses deinking industri kertas.3.4 Penyiraman Penyiraman dilakukan setiap hari dengan jumlah air tertentu secara perlahan-lahan agar tidak merusak tanaman. daun dan tanah) ke dalam cawan yang sebelumnya diketahui beratnya.

3.1 B. Uji akumulasi logam Cu dalam akar.2. Pengukuran biomassa tanaman dengan penimbangan terhadap akar.3 B. 2 dan 3 bulan. Uji efisiensi serapan logam Cu yaitu dengan membandingkan jumlah akumulasi Cu pada tanaman bunga matahari dengan jumlah dalam media tanam.2. batang dan daun tanaman bunga matahari (mg/kg) 3.8 Pengamatan Hasil Pengamatan hasil percobaan dilakukan dengan : 1. 3. Pengujian logam Cu dengan menggunakan SNI 066989.2 B. 3.1. Efisiensi penyerapan logam Cu dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Cu di akar (mg) + Cu di batang (mg) + Cu di daun(mg) Efisiensi Penyerapan = Cu di dalam media tanam (mg) 3. batang dan daun tanaman bunga matahari (gram).1.1 B.2 B.1 B.1.3 FAKTOR A .1. Lamanya penanaman yaitu selama 1.logam Cu menggunakan Spektrofotometri Atom.3 B.2.2 B.2 B. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jenis media tanam yaitu media yang ditambahkan mikoriza dan media yang tidak ditambahkan mikoriza.3.3 B.1.2.3.3. 2.2 B.3 B.3.2.7 dengan alat Serapan Analisis Contoh Uji Contoh uji yang telah dipreparasi dalam wadah yang telah disiapkan kemudian dianalisis dengan 2 kali pengulangan menggunakan alat AAS (Atomic Abrosbtion Spectrophotometer). Tabel 3.1 B.1 B.3 3 B..3.9 Rancangan Penelitian Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda eksperimen menggunakan rancangan faktorial 2x3 dengan ulangan sebanyak 3 kali.1 Rancangan Penelitian FAKTOR B Jenis Media 1 Lama Penanaman (bulan) 2 B.1 Media yang tercemar logam berat Cu setelah 3 tahun Media yang tercemar logam berat Cu setelah 3 tahun yang diberi mikoriza B.6-2004 Air dan air limbah bagian 8 : Cara Uji tembaga (Cu) dengan spektrofotometri serapan atom (SSA)nyala. sehingga diperoleh persentase Cu yang terserap.3.3.2.3.2 B.1.

1 Karakteristik Media Tanam Kandungan logam Cu pada dalam media tercemar yaitu 147.69 Tabel 4.Selanjutnya untuk menguji perbedaan rata-rata antar perlakuan media tanam dan lama tanam digunkan uji rentang Newman-Keuls 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Media Tercemar 15 26 59 7. pada media tercemar mempunyai nilai KB 242%.41 0. apabila kandungan dalam tanah cukup tinggi maka akan meracuni tanaman. Nilai KTK pada media tercemar adalah 13.66 2. Makin halus tekstur maka tinggi kekuatan untuk mengikat logam berat lebih tinggi dari pada tanah berpasir.35 6.5 0.1 Hasil analisis Media Tercemar No Parameter Satuan 1 Tekstur %  Pasir %  Liat %  Debu 2 pH  H2O  KCl 3 Nitrogen (N) % Karbon (C) % Rasio (C/N) % 4 Posfor (P2O5) mg/kg 5 Kalium (K) mg/kg 6 Kapasitas Tukat Kation (KTK) me/100g 7 8 Kejenuhan Basa (KB) Unsur Hara :  Ca  Mg  K  Na  Jumlah Analisis logam Cu % me/100g me/100g me/100g me/100g me/100g mg/kg 9 . Logam Cu termasuk mikro nutrien yang dibutuhkan oleh tanaman tetapi dalam batas tertentu. Indikasi tingkat kesuburan tanah dapat dilihat juga dari besarnya persentase kejenuhan basa (KB).98 20 82.63 0.5 136.9 7. Dari hasil analisis tekstur tanah terlihat bahwa media tercemar didominasi fraksi liat 59% (>55%) maka media tersebut mempunyai tekstur liat atau berstruktur halus.51 hal ini menunjukkan bahwa media tercemar nilai selang KTKnya di bawah 20 (kesuburannya rendah).93 32. Nilai KTK tanah mempunyai arti sangat penting dalam hubungannya dengan suplai unsur hara dan juga mempunyai pengaruh terhadap daya sangga tanah.63 147.1 13. sehingga mempengaruhi jumlah air dan udara di dalam tanah yang selanjutnya akan mempengaruhi pada pertumbuhan tanaman. Ca. Mg dan Na) lebih tersedia dan mudah dimanfaatkan tanaman. Hal ini menunjukkan bahawa pada media tercemar unsur hara esensial (K.51 242 28.69 mg/kg.

75 9. sedangkan perlakuan dengan penambahan mikoriza ternyata umur tanam memberikan pengaruh nyata terutama pada usia tanam 2 bulan.4.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap biomassa akar pada media tanpa penambahan mikoriza.2.88 6.3191 0.6046 138.6183 5.1 Biomassa Akar Tanaman Bungan Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4. yaitu terbesar 5. dan umur tanam 2 bulan peningkatan sebesar 594. sumber dk JK RJK F hitung Ftabel Ftabel perlakuan 0. Biomassa akar tanaman pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan media dengan penambahan mikoriza.33 (Umur tanam) B 2 10.84 Aa 1.3092 0.3128 Keterangan : * berbeda nyata Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan Newman_Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls biomassa akar tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media tanam Umur tanam (bulan) 1 2 3 Biomassa akar tanaman (g) Tanpa penambahan Mikoriza 1.6381 5. uji Rentang Tabel 4.0839 5.90 3.2 memperlihatkan bahwa perlakuan media tanam dengan penambahan mikoriza berpengaruh nyata terhadap biomassa akar tanaman.9237 Jumlah 18 277.90 3. dimana terjadi .00 Bb Keterangan : .07 Aa 0.83 g. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap biomassa akar tanaman bunga matahari. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa akar sebesar 115.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .31 Aa 5.93 Kekeliruan 12 71.83 Bb 5.89%.88 6.3. namun pada umur tanam 3 bulan peningkatan hanya sebesar 212.40%. Tabel 4.01 Rata-rata 1 138.6046 Variasi (Jenis Media) A 1 46. Jadi untuk biomassa akar penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang nyata pada umur tanam 2 bulan.83 * 4. Hal ini karena struktur mikoriza dapat berfungsi sebagai pelindung biologis bagi terjadinya patogen akar.60 Aa Dengan Penambahan Mikoriza 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan akar.3678 46.2 Biomassa Tanaman Bunga Matahari 4. sedangkan umur tanam dan interaksi tidak memberikan pengaruh yang nyata.05 0.2.93 (Interaksi) AB 2 10.5%.3678 7.

13 Aa 11.57** 3.93 (interaksi) AB 2 37.33 (umur tanam) B 2 45.40%. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls biomassa batang tanama terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media Tanam Biomassa batang tanaman (g) Umur Tanam (bulan) Tanpa Penambahan Dengan Penambahan Mikoriza Mikoriza 1 2.67 Bb Keterangan : .0600 Keterangan : ** berbeda sangat nyata Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan Newman_Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan. Hal ini disebabkan karena mikoriza berperan sebagai penghalang biologis akar dan unsur toksik.7958 10.5916 22. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap biomassa batang tanaman bunga matahari sumber F table F tabel perlakuan dk JK RJK F hitung 0. umur tanam dan interaksi sangat berpengaruh nyata terhadap biomassa batang tanaman.25 Aa 9.3792 18.75 9.74 ** 4.1815 Jumlah 18 898.1775 2.88 6. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap biomassa akar tanaman bunga matahari 4. biomassa akar ( g ) 6 5 4 3 2 1 0 berat ( g ) 1 2 umur tanam ( bulan ) 3 tanpa penambahan mikoriza dengan penamabahan mikoriza Gambar 4.4.08 Aa 2 2.01 Rata-rata 1 623.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .99 Bb 3 4.peningkatan sebesar 594. Hal ini karena mikoriza dapat berfungsi untuk meningkatkan produksi hormon pertumbuhan.45** 3.68644 623.6864 Variasi (jenis media) A 1 165.2253 75. uji Rentang Tabel 4. Tabel 4.4 memperlihatkan bahwa perlakuan media tanam dengan penambahan mikoriza.2.19 Aa 5.6896 8.5..88 6.1.2253 165.05 0.2 Biomassa Batang Tanaman Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal .93 Kekeliruan 12 26.

6948 14.6.05 0. sedangkan perlakuan dengan penambahan mikoriza ternyata umur tanam memberikan pengaruh nyata terutama pada usia tanam 2 bulan.93 (interaksi) AB 2 28.3207 0.88 6. namun pada umur tanam 3 bulan peningkatan hanya sebesar 127. dimana terjadi peningkatan sebesar 462.83 3.75 9.3 Biomassa Daun Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4. Setelah uji ANAVA dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat perbedaan perlakuan. tetapi umur tanam dan interaksi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap biomassa daun tanaman.2426 Keterangan : ** berbeda sanga nyata berat ( g ) . Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap biomassa batang tanaman bunga matahari 4. yaitu terbesar 11.99 g.91%.91%.96%.01 Variasi (jenis media) A 1 250. Tabel 4.83 ** 4. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan batang.2. dan umur tanam 2 bulan peningkatan sebesar 462.9129 19. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap biomassa daun tanaman bunga matahari sumber perlakuan dk JK RJK F hitung Ftabel Rata-rata 1 524.2772 7. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa akar sebesar 131.0370 250.33 (umur tanam)B 2 39.54 3.93 Kekeliruan 12 94.53%.9565 2.0370 31.3207 524. biomassa batang ( g ) 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 umur tanam ( bulan ) tanpa penambahan mikoriza dengan penamabahan mikoriza Gambar 4.8564 Jumlah 18 937.2.3474 1. Biomassa batang tanaman pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan media dengan penambahan mikoriza.88 6. Jadi untuk biomassa batang penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang nyata pada umur tanam 2 bulan.6 menunjukkan bahwa perlakuan pada media tanam dengan penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap biomassa daun tanaman bunga matahari.Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap biomassa batang pada media tanpa penambahan mikoriza.

biomassa daun ( g ) 12 10 8 6 4 2 0 berat ( g ) 1 2 3 umur tanam ( bulan ) tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4.33 Aa Dengan Penambahan Mikoriza 5. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls biomassa daun tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media Tanam Biomassa daun tanaman ( g ) Umur Tanam (bulan) 1 2 3 Tanpa Penambahan Mikoriza 1. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan daun.3. yaitu terbesar 12.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .Tabel 4. .70%.1 Panjang Akar Tanaman Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.0 g.51 Aa 2. interaksi dan perlakuan penambahan mikoriza pada media tanam sangat berpengaruh nyata terhadap panjang akar.8 memperlihatkan bahwa umur tanam.17 Aa 1. Jadi untuk biomassa daun penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata pada umur tanam 2 bulan. namun pada umur tanam 3 bulan terjadi peningkatan hanya sebesar 324. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap biomassa daun tanaman bunga matahari 4.70%. dan umur tanam 2 bulan terjadi peningkatan sebesar 694.89 Bb Keterangan : . dimana terjadi peningkatan sebesar 694.00 Bb 9.48 Ba 12.3 Pertumbuhan Tanaman Bunga Matahari 4.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam pada media tanpa mikoriza tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap biomassa daun.46%.3.84%. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa daun sebesar 368. begitu pula pada media dengan penambahan mikoriza.7. Biomassa daun pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan dengan media dengan penambahan mikoriza.

00 Bb 38.5%.7639 Kekeliruan 12 327.67 cm.0833 201.88 F tabel 0.25%.00 Aa Dengan Penambahan Mikoriza 16.9 Hasil uji beda nyata Newman-Keuls panjang akar tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media tanam Panjang akar tanaman bunga matahari (cm) Umur Tanam (bulan) 1 2 3 Tanpa Penambahan Mikoriza 11.1250 Variasi (jenis media) A 1 1112. Panjang akar pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan dengan media dengan penambahan mikoriza.3056 Jumlah 18 8986.93 Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji Rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan.5278 178.72%.55 ** 4.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .54167 (interaksi) AB 2 357.3472 1112.75 3.74 ** 7.17 Aa 27.93 6.88 3.33 Aa 12.67 Bc Keterangan : .75 Keterangan : ** berbeda sangat nyata F hitung 0.1250 6786. yaitu terpanjang 38.8. Tabel 4. dan peningkatan terbesar terjadi pada umur 3 bulan sebesar 222.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertical panjang akar ( cm ) 40 panjang ( cm ) 30 20 10 0 1 2 3 umur tanam ( bulan ) tanpa p enambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza . Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap panjang akar pada media tanpa penambahan mikoriza. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap panjang akar tanaman bunga matahari sumber perlakuan dk JK RJK Rata-rata 1 6786. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang akar.6667 27.31%. namun pada perlakuan dengan penambahan mikoriza umur memberikan pengaruh nyata terutama pada umur tanam 2 dan 3 bulan.33 6.3472 (umur tanam) B 2 403.01 9. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa daun sebesar 42.33 Aa 11.Tabel 4. umur tanam 2 bulan terjadi peningkatan sebesar 138. Jadi untuk panjang akar penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata pada umur tanam 3 bulan dimana terjadi peningkatan sebesar 222.05 40.38 ** 6.

5139 (interasksi) AB 2 315.75 3.05 0.88 3. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap tinggi batang tanaman bunga matahari sumber perlakuan dk JK RJK Rata-rata 1 86805. namun umur tanam 2 bulan peningkatan hanya sebesar 26.5556 Variasi (jenis media) A 1 3362 3362 (umur tanam) B 2 7951.0972 Jumlah 18 99395.33 Ba 82.1667 80. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap panjang akar tanaman bunga matahari 4.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi batang pada media tanpa penambahan mikoriza pada umur 2 bulan.11.3.4. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls tinggi batang tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media tanam Tinggi batang tanaman bunga matahari (cm) Umur Tanam (bulan) 1 2 3 Tanpa Penambahan Mikoriza 28.5 Keterangan : ** berbeda sangat nyata Fhitung 41.10. yaitu tertinggi 111.17 Bb 111.5556 86805.88 9. Tabel 4.75 157.97 F tabel 0.Gambar 4.10 memperlihatkan bahwa umur tanam dan perlakuan penambahan mikoriza pada media tanam sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi batang tanaman bunga matahari.63 ** 1.83 cm.50 Aa 64. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi batang. sedangkan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata.2 Tinggi Batang Tanaman Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.83 Ab 74.01 4.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .93 Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan. namun pada perlakuan dengan penambahan mikoriza umur memberikan pengaruh nyata terutama pada umur tanam 2 dan 3 bulan. Tinggi batang pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan dengan media dengan penambahan mikoriza.97 ** 49. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa daun sebesar 94. Tabel 4.33 6. Hal ini karena mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar sehingga akar tanaman yang sudah diinfeksi mikoriza tidak dapat diinfeksi oleh patogen.14%.00 Ab Dengan Penambahan Mikoriza 55.875 Kekeliruan 12 961.75% dan . menyebabkan batang tanaman tumbuh menjadi lebih besar.93 6.0278 3975.83 Bc Keterangan : .

33 6.5.1111 48.0556 4. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap pertumbuhan batang bunga matahari 4.88 3.12 memperlihatkan bahwa umur tanam dan perlakuan penambahan mikoriza pada media tanam sangat berpengaruh nyata terhadap jumlah helai daun tanaman.6667 15202 RJK 12800 938. Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan.88 9.0556 231.01 4.12. Jadi untuk panjang akar penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata pada umur tanam 1 bulan dimana terjadi peningkatan sebesar 94.97 Fhitung F tabel 0. Hal ini karena mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui perlindungan tanaman dari patogen akar sehingga akar tanaman yang sudah diinfeksi mikoriza tidak dapat diinfeksi oleh patogen.14%. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap jumlah daun tanaman bunga matahari sumber perlakuan Rata-rata Variasi (jenis media) A (umur tanam) B (interaksi) AB Kekeliruan Jumlah dk 1 1 2 2 12 18 JK 12800 938.75 3.51** 171.8889 695. Tabel 4. menyebabkan jumlah daun tanaman bunga matahari menjadi lebih banyak.3 Jumlah Daun Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.93 6. panjang batang ( cm ) 120 100 80 60 40 20 0 panjang ( cm ) 1 2 3 umur tanam ( bulan ) tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4.05 0.umur tanam 3 bulan peningkatan hanya sebesar 51.3333 24.41** 2. sedangkan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata.12%.1667 12.3.8889 1390.93 keterangan : ** berbeda sangat nyata .

Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap jumlah daun tanaman bunga matahari 4.52% dan umur tanam 3 bulan peningkatan hanya sebesar 63.67 Ab 27.00 Aa 21.Tabel 4. jumlah daun 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 1 2 um ur t an am ( bulan ) 3 jumlah ( buah ) tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat yaitu melalui penimbunan unsur tersebut dalam akar yang telah bersimbiosis dengan mikoriza.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun tanaman pada media tanpa penambahan mikoriza pada umur 2 bulan.13.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .00%. yaitu terbanyak 45.6. Umur tanam 1 bulan pada media dengan penambahan mikoriza terjadi peningkatan biomassa daun sebesar 137. .00%. namun umur tanam 2 bulan peningkatan hanya sebesar 61. Jumlah daun pada media tanpa penambahan mikoriza lebih rendah dibandingkan dengan media dengan penambahan mikoriza. sehingga menyebabkan akar dapat menyerap logam Cu lebih banyak dibandingkan batang dan daun.4.33 helai. Jadi untuk jumlah daun penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata pada umur tanam 1 bulan dimana terjadi peningkatan sebesar 137. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls jumlah daun tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media Tanam Jumlah daun tanaman bunga matahari (helai) Umur Tanam (bulan) 1 2 3 Tanpa penambahan Mikoriza 9.82%.67 Ab Dengan Penambahan Mikoriza 21.33 Ba 35.4 Akumulasi Cu dalam Tanaman Bunga Matahari 4.00 Bb 45. Kondisi ini menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun tanaman.33 Bc Keterangan : . namun pada perlakuan dengan penambahan mikoriza umur memberikan pengaruh nyata terutama pada umur tanam 2 dan 3 bulan. sedangkan umur tanam dan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata.1 Akumulasi Cu dalam Akar Tanaman Bunga Matahati Hasil uji ANAVA pada tabel 4.14 menunjukkan bahwa perlakuan pada media dengan penambahan mikoriza terhadap akumulasi Cu oleh akar sangat berpengaruh nyata.

68 Ab 17.7571 251. Jadi untuk akumulasi kandungan logam Cu dalam akar tanaman bunga matahari penambahan mikoriza memberikan pengaruh yang sangat nyata pada umur tanam 2 bulan dimana terjadi peningkatan akumulasi Cu sebesar 190.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .75 9.14.68%.44 Ab Dengan Penambahan Mikoriza 28.1377 keterangan : ** berbeda sangat nyata Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan.64 3.12 Bb 29.7847 22405.79 Ba Keterangan : .65 Bb 63. Tabel 4.33 (umur tanam) B 2 1326.2035 663. Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa umur tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap akumulasi Cu oleh akar tanaman pada media tanam tanpa penambahan mikoriza.01 Ab 49.09** 4.7746 2534.6178 425. Namun pada media dengan perlakuan penambahan mikoriza.15 Hasil uji beda nyata Newman-Keuls serapan Cu oleh akar tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media Tanam Serapan Cu oleh akar tanaman (mg/kg) Umur Tanam (bulan) 1 2 3 Tanpa penambahan Mikoriza 23.3089 1.01%.01 Variasi (jenis media) A 1 2534.69 3. umur tanam memberikan pengaruh nyata terhadap akumulasi Cu oleh akar.Tabel 4.93 1 Kekeliruan 2 3013.7746 10.05 0.88 6.1017 2.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertical .88 6.29%. sedangkan umur tanam 2 bulan peningkatan sebesar 190.7847 0.01%. Umur tanam 1 bulan terjadi peningkatan sebesar 18. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap serapan Cu oleh akar tanaman bunga matahari sumber d F tabel perlakuan k JK RJK F hitung Rata-rata 1 22405.93 (interaksi) AB 2 850. umur tanam 3 bulan peningkatan hanya sebesar 116.1464 1 Jumlah 8 30131.

93 Kekeliruan 12 55.75 9.0098 8.4668 4.7.88 6.16 menunjukkan bahwa perlakuan jenis media berpengaruh nyata.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .02 Bb 2.2440 233.95 3.17.08 Ba Dengan Penambahan Mikoriza 2.01 Variasi (jenis media) A 1 39.44* 4.8985 Keterangan : * berbeda nyata Tabel 4. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap serapan Cu oleh batang tanaman bunga matahari sumber perlakuan dk JK RJK F hitung F tabel Rata-rata 1 233.93 (interaksi) AB 2 20. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls serapan Cu oleh batang tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media tanam Serapan Cu oleh batang tanaman (mg/kg) Umur Tanam (Bulan) 1 2 3 Tanpa penambahan Mikoriza 7.0428 9.1352 10. Tabel 4.4. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap penyerapan Cu oleh akar tanaman bunga matahari 4.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa pada media tanpa penambahan mikoriza umur tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap akumulasi Cu oleh .0214 1. sehingga menyebabkan akar dapat menyerap logam Cu lebih banyak dibandingkan batang.24 Ba 3.2440 0.penyerapan logam Cu oleh akar 70 60 50 40 30 20 10 0 konsentrasi (mg/kg ) 1 2 umur tanam ( bulan ) 3 tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4.0098 39.2 Akumulasi Cu dalam Batang Tanaman Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.6222 Jumlah 18 365.33 (umur tanam) B 2 18.88 6. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat yaitu melalui penimbunan unsur tersebut dalam akar yang telah bersimbiosis dengan mikoriza.16.18 3.07 Bb Keterangan : .90 Aa 4. Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perberdaan antar perlakuan.0676 2. sedangkan umur tanam dan adanya interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata.05 0.29 Bb 2.

Pada perlakuan dengan penambahan mikoriza tidak memberikan pengaruh nyata terhadap akumulasi Cu oleh batang. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap penyerapan Cu oleh batang tanaman bunga matahari 4. umur tanam dan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata. P enyera pan logam C u oleh b atang 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 um ur ta na m ( bulan ) konsentrasi ( mg/kg ) tanp a p ena mb ahan mik o riza d engan p ena mb ahan mik o riza Gambar 4.7045 877. Kondisi yang sama terjadi pada umur tanam 2 bulan dan 3 bulan. Pengaruh umur tanam dan jenis media tanam dengan perlakuan penambahan mikoriza terhadap penyerapan Cu oleh daun tanaman bunga matahari Tabel 4. dan dengan bertambahnya umur tanam menyebabkan makin sedikit logam Cu yang terserap oleh daun.4. penyerapan logam Cu oleh daun 12 konsentrasi ( mg/kg ) 10 8 6 4 2 0 1 2 umur tanam (bulan ) 3 tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4.05 0.8.3 Akumulasi Cu dalam Daun Tanaman Bunga Matahari Hasil uji ANAVA pada tabel 4.01 Variasi . Setelah uji ANAVA kemudian dilanjutkan dengan uji rentang Newman-Keuls untuk melihat rentang perbedaan antar perlakuan. sehingga pada media yang ditambahkan mikoriza penyerapan menjadi lebih kecil.18 menunjukkan bahwa perlakuan jenis media.9. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat yaitu melalui penimbunan unsur tersebut dalam akar yang telah bersimbiosis dengan mikoriza. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap serapan Cu oleh daun tanaman bunga matahari sumber perlakuan dk JK RJK F hitung F tabel Rata-rata 1 877. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat yaitu melalui penimbunan unsur tersebut dalam akar yang telah bersimbiosis dengan mikoriza.batang tanaman.18.7045 0.

1410 126.20 menunjukkan bahwa perlakuan pada media tanam dengan penambahan mikoriza pada media tanam memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap efisiensi serapan logam Cu.93 1 Kekeliruan 2 0.20.5065 1.0184 2.33 6.19.02 Aa 9.15 20.33 (umur tanam) B 2 0.4946 4.9376 0.63 Aa Dengan Penambahan Mikoriza 1.2340 0.4992 keterangan : **sangat berbeda nyata .01 Variasi (jenis media) A 1 0.93 (interaksi) AB 2 0.93 6.88 9.0188 2.88 6.53 Aa 3.19 3. Hasil uji ANAVA pada tabel 4. Namun umur tanam dan interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata.75 3.6128 6. Hasil uji beda nyata Newman-Keuls serapan Cu oleh daun tanaman terhadap pengaruh umur tanam dan perlakuan dengan penambahan mikoriza Media Tanam Serapan Cu oleh daun tanaman (mg/kg) Umur Tanam (Bulan) 1 2 3 Tanpa penambahan Mikoriza 11. ANAVA pengaruh umur tanam dan jenis media terhadap Efisiensi Serapan Logam Cu oleh Tanaman Bunga Matahari d F tabel sumber perlakuan k JK RJK F hitung Rata-rata 1 0. Kondisi yang sama terjadi pada umur tanam 2 bulan dan 3 bulan Tabel 4.9356 1321.58 23.1006 0.0903 10.0084 1 Jumlah 8 0.93 Hasil uji Newman-Keuls menunjukkan bahwa pada media yang ditambahkan dan media tanpa penambahan mikoriza umur tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap akumulasi Cu oleh daun.26 Aa 8.88 6.18 11.0367 0.0903 0.huruf besar yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah horizontal .6128 23.8751 47.77** 4.90 Aa 7.huruf kecil yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada arah vertikal 4. Tabel 4.25 3.55 Aa Keterangan : .88 3.05 0.(jenis media) A 1 (umur tanam) B 2 (interaksi) AB 2 Kekeliruan 12 Jumlah 18 126.0377 0. batang dan daun) terhadap jumlah logam Cu dalam media. sehingga pada media yang ditambahkan mikoriza penyerapan menjadi lebih kecil.2340 0.75 9.5 Efisiensi Serapan Logam Cu Uji serapan Cu oleh tanaman bunga matahari dihitung berdasarkan jumlah rasio kandungan logam Cu dalam tanaman (akar. Mekanisme perlindungan terhadap logam berat yaitu melalui penimbunan unsur tersebut dalam akar yang telah bersimbiosis dengan mikoriza.0130 245.

79 mg/kg pada perlakuan umur tanam 3 bulan di media tanam yang ditambahkan mikoriza. Serta meningkat lagi menjadi 0. efisiensi Penyerapan logam Cu (%) 0. Efisiensi Serapan Logam Cu oleh Tanaman Bunga matahari 5.150%. Efisiensi serapan logam Cu oleh tanaman pada media tanam yang ditambahkan mikoriza sebesar 0. yaitu berturut-turut sebesar 2.040% pada umur tanam 1 bulan.150%. KESIMPULAN DAN SARAN 5.2 Saran Untuk meningkatkan daya akumulasi logam Cu perlu mengidentifikasi karakteristik tanaman diantaranya. Dari hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penambahan mikoriza dapat memberikan efisiensi penyerapan logam Cu yang lebih tinggi dibandingkan dengan media tanam yang tidak ditambahkan mikoriza. Pada media tanam yang tidak ditambahkan mikoriza efisiensi serapan Cu sebesar 0. sedangkan pada media yang tidak ditambahkan mikoriza sebesar 0.07 mg/kg dan 7.10. Efisiensi serapan logam Cu meningkat dengan meningkatnya umur tanam.049% dan meningkat menjadi 0. dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2.55 mg/kg 3. . sebagai berikut: • Tumbuhan harus bersifat hipertoleran agar dapat mengakumulasi sejumlah besar logam berat di dalam batang serta daun.10 efisiensi (%) 0.15 0. batang dan daun tanaman paling besar terjadi pada perlakuan umur tanam 2 bulan di media tanam yang ditambahkan mikoriza.83 gram.00 1 2 umur tanam (bulan) 3 tanpa penambahan mikoriza dengan penambahan mikoriza Gambar 4.99 gram.1 Kesimpulan Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan. Berbeda dengan media tanam yang ditambahkan mikoriza. 5.065% pada umur tanam 3 bulan. Akumulasi logam Cu dalam akar tanaman paling tinggi sebesar 63.150% pada usia tanam 3 bulan.065%.Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa penyerapan logam Cu pada media tanam yang ditambahkan mikoriza lebih besar dibandingkan dengan media tanam yang tidak ditambahkan mikoriza. Efisiensi yang paling tinggi pada umur tanam 3 bulan yaitu sebesar 0. serta daun sebesar 12.025% dan efisiensi serapan meningkat lagi sebesar 0. batang sebesar 11.10. seperti yang diperlihatkan pada gambar 4.143% pada umur tanam 2 bulan. sedangkan umur tanam 2 bulan efisiensi penyerapan turun menjadi 0.00 gram. Pada umur tanam 1 bulan efisiensi serapan Cu sebesar 0. sedangkan akumulasi logam Cu dalam batang dan daun tanaman lebih kecil.05 0. Biomassa akar. Berat akar sebesar 5.

L. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Poerwowidodo. M.com/journ al/item/7? &item_id=7&view:replies=threade d. 2. Khususnya Logam Berat.multiply. Pessarakli. Harmful Chemical Substances. 2003. 15. Yogyakarta : Andi. 1996. H. B. Inc. Yogyakarta : Penerbit Gava Media. 8. 2006. Search To Google Bunga Matahari. W. 11. 1998. S.A dkk. 4. 12. Kimia Lingkungan. Gottsching. O’Connor. Pemanfaatan Mikoriza Untuk Penanggulangan Lahan Kritis Melalui http://tumoutou. I dkk. EPA. Finland : Papermaking Science and Technology. Jakarta : Penerbit Renika Cipta. Anonymous. EPA. Handbook of Plant and Crop Physiology. Penuntun Praktikum Analisis Instrumen. February. Subiksa.• Tumbuhan harus mampu menyerap logam berat dari dalam larutan media dengan penyerapan yang tinggi. M. A. Bandung : Unpad. Henggar. 14. 1994. Pemulihan Tanaman yang Tercemar Logam Berat Cu Limbah Padat Proses Deinking Industri Kertas Oleh Tanaman Jarak (Jatropha curcas L. . Kesuburan Tanah. • Sehingga perlu melakukan penelitian dengan menggunakan tanaman lain diantaranya seperti tanaman kelompok rumput-rumputan (Bent grass) dan tanaman jenis kubis (Indian mustard). V. Fitoremediasi Sebagai Sebuah Teknologi Pemulihan Pencemaran. 1993. Widianarko. 2004. 2007.htm (11/12/2008). 9. Melalui http://itawijaya. B. Jakarta : Penerbit Erlangga 18. England : Penerbit Ellis Horwood PTR Prentice Hall. Palar. EPA/600/R99/107. 7. Nurdjanah. L & Pakarinen. England : Penerbit Ellis Horwood PTR Prentice Hall Vol 1 (hal 65-86) 6. New York : Penerbit Marcel Dekker. Recycle fiber and Deinking. 10. Telaah Kesuburan Tanah. 1996. Kovacs. Filov. Sagita. Winarso. A Citizen’s Guide to Phytoremediation. Biological Indicator in Environmental Protection. (11/12/2008) 3. 5. 2000. Tesis. Achmad. H. 1995. Prospek Fitoremediasi Logam Berat. 13. 2004. Komposisi Media Untuk Bioremediasi Lumpur Minyak dan Uji Media Pasca Bioremediasi Dengan Tanaman Sawi (Brassica chinensis L).10: 1412-5009 19.). Priyanto. Jurnal Informasi Fitoremediasi. 2005. In Paprican Miscellaneous Report MR 324Characterization of Pulp & Paper Miils Solid Residues : a Riview. A. Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. B dan Prayitno 2007. Analisis Kimia Kuantitatif. R. EPA 542-F-98011. Bandung : Unpad. Bandung : Penerbit Angkasa. Underwood.net/702_04212/ig m_subiksa. Introduction to Phytoremediation. 2005. 2000.J. 2000. Tekno Limbah. 1995. DAFTAR PUSTAKA 1. 16. 1993. 17. H. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful