KONSEP DASAR DAN PENGERTIAN BENTANG LAHAN 1:05 PM | Author: Arfie Selama sejarah perkembangan Geografi, dikenal dua objek

kajian utama, yaitu: Geografi Fisik, yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek bentang budaya (cultural landscape). Dalam Geografi, dikaji fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu: (a) pendekatan keruangan, (b) ekologi, dan (c) kompleks wilayah. Fenomena geosfer merupakan hasil dari interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu: (a) deterministik (faktor alam mempengaruhi kondisi manusia), (b) posibilistik (faktor manusia mempengaruhi alam), dan (c) probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).

konsep dasar geomorfologi Konsep dasar yang diuraikan dalam sub bab ini bersumber dari tulisan Thornbury (1954) yang akan disertai beberapa contoh kejadian atau fenomena yang terdapat di Indonesia. Konsep dasar ini dapat memberikan petunjuk pada kita tentang faktor-faktor pendukung dalam menginterpretasi bentanglahan. Konsep dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Proses-proses fisikal yang sama dan hukum-hukumnya yang bekerja sama sekarang, telah bekerja sepanjang masa geologi, meskipun dengan intensitas yang tidak sama dengan saat sekarang. Contoh : pembentukan topografi karst di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dicirikan oleh sungai bawah tanah, dan proses pembentukan stalakmit dan stalaktit, yang masih aktif aktif hingga sekarang. 2. Struktur geologi merupakan faktor kontrol dominan terhadap bentuk evolusi bentuklahan dan tercermin pada bentuklahannya. Contoh : gawir sesar di pegunungan Batur Agung DIY dan Jawa Tengah yang tersusun oleh breksi vulkanik dan batu gamping menunjukan bentuklahan yang tegas. Jenis batuan tersebut mu ngkin akan resisten terhadap suatu proses yang lain, akan tetapi di bawah pengaruh kondisi iklim yang berbeda-beda akan memberikan perbedaan tingkat resistensinya. Batu gamping pada daerah iklim tropis basah akan membentuk topografi karst, sedangkan pada daerah kering batu gamping resisten seperti batu pasir. 3. Pada batas-batas tertentu permukaan bumi memiliki relief (timbulan), karena kerja proses geomorfik mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Contoh : daerah yang mempunyai struktur dan litologi yang sama, daerah tersebut akan menunjukan perbedaan relief yang nyata. 4. Proses-proses geomorfik itu akan meninggalkan bekas yang nyata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfik berkembang sesuai dengan karakteristik bentuklahan itu sendiri. Contoh : di daerah Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, terdapat danau tapal kuda (oxbow lake) dari Sungai Serayu Lama, yang kemudian di sekitarnya diketemukan bentuklahan asosiasinya. 5. Oleh karena tenaga erosional yang bekerja dipermukaan bumi itu berbeda-beda maka akan terjadi suatu tingkatan perkembangan dari bentuklahan. Contoh : konsep ini dapat menunjukan tingkat erosi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi bentuklahan suatu daerah.

Bentanglahan merupakan gabungan dari bentuklahan (landform). A) . tanah. yang mencakup: bentuklahan. bentuklahan. Dengan demikian. L. Kombinasi dari kenampakan tersebut membentuk suatu bentanglahan. K. seperti daerah perbukitan yang baik bentuk maupun ukurannya bervariasi / berbeda-beda. Kenampakan topografi dari Pegunungan Himalaya yang sekarang terbentuk pada kala pliosen dan topografinya yang lebih detil terbentuk pada kala pleistosen atau lebih muda. Topografi muka bumi kebanyakan tidak lebih tua daripada kala pleistosen dan sedikit saja yang lebih tua dari pada zaman tertier. litologik (L). 3. biotik (B). Bentuklahan merupakan kenampakan tunggal. 1983). Berdasarkan pengertian bentanglahan tersebut. Evolusi geomorfik yang kompleks itu lebih umum terjadi dibandingkan yang terjadi secara sederhana. 1975). batuan. dan sangat jarang ditemukan bentuklahan yang dicirikan oleh suatu proses geomorfik saja. 1982). meskipun kita dapat menunjukan suatu proses yang dominan. dan atribut-atribut lain. Interpretasi yang tepat terhadap bentanglahan masa kini tidak dimungkinkan tanpa penilaian yang mendalam tentang pengaruh perubahan geologi dan klimatologis yang berulang kali terjadi pada masa pleistosen. tetumbuhan. edafik (E). Pengetahuan tentang iklim dunia perlu untuk memahami arti penting keanekaragaman proses geomorfik. flora. Geomorfologi meskipun lebih menekankan pada bentanglahan saat sekarang. vegetasi. yang secara umum berarti pemandangan. tanah. dan manusia. klimatik (K). udara. atau landscap (Belanda) dan landschaft (Jerman). laut tepi pantai. yaitu: udara. air. tanah. yang secara keseluruhan membentuk satu kesatuan (Surastopo. yaitu: (a) aspek visual dan (b) aspek estetika pada suatu lingkungan tertentu (Zonneveld. 9. 2006). Contoh : Pegunungan Himalaya kemungkinan terlipat pertama kali pada kala kreataseous. O. hewan. dengan aliran air sungai di sela-selanya (Tuttle. kemudian pada kala erosen dan miosen. berdasarkan faktor-faktor pembentuknya. 1979 / Widiyanto dkk. batuan. dan faktor antropogenik (A).6. 10. dengan segala aktivitasnya. yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia (Vink. 8. hidrologik (H). Kedelapan unsur bentanglahan tersebut merupakan faktor faktor penentu terbentuknya bentanglahan. bentanglahan (Ls) dapat dirumuskan : Ls = f (G. 2. pengertian bentanglahan Istilah bentanglahan berasal dari kata landscape (Inggris). energi dan manusia dengan segala aktivitasnya. maka dapat diketahui bahwa terdapat 8 (delapan) unsur penyusun bentanglahan. Bentanglahan ialah sebagian ruang permukaan bumi yang terdiri atas sistem-sistem. bahan pelapukan batuan. E. yang terdiri atas: faktor geomorfik (G). akan memperoleh manfaat yang maksimum apabila disertai dengan pendekatan historis. 7. oseanik (O). air. Contoh : banyak kenampakan bentuklahan individual yang terbentuk oleh beberapa proses geomorfologi. B. fauna. antara lain: 1. Arti pemandangan mengandung 2 (dua) aspek. H. Bentanglahan merupakan bentangan permukaan bumi dengan seluruh fenomenanya. Ada beberapa penulis yang memberikan pengertian mengenai bentanglahan. seperti sebuah bukit atau lembah sungai. yang dibentuk oleh interaksi dan interpen-densi antara bentuklahan.

Bentuklahan asal fluvial (F). Contoh bentuklahan ini antara lain: kerucut gunungapi. yaitu: 1. dan (b) bentang budaya dengan inti kajian manusia dengan segala perilakunya terhadap lahan. untuk menganalisis dan mengklasifikasikan bentanglahan selalu mendasarkan pada kerangka kerja bentuklahan (landform). . Bentanglahan sebagai inti kajian bentang alami Menurut Tuttle (1975). faktor-faktor penentu bentuklahan (Lf) dapat dirumuskan: Lf: f (T. Oleh karena itu. Pegunungan lipatan. Bentuklahan adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki bentuk topografis khas. Bentuklahan asal proses struktural (S).Keterangan : Ls : bentanglahan G : geomorfik L : litologik E : edafik K : klimatik H : hidrologik O : oseanik B : biotik A : antropogenik Dikaitkan dengan konsep pada Bab 1. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas gunung api. maka bentanglahan mencakup 2 (dua) aspek kajan penting. maka dapat dimengerti bahwa unit analisis yang yang sesuai adalah unit bentuklahan. dan kubah. S. akibat pengaruh kuat dari proses alam dan struktur geologis pada material batuan. perbukitan. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas sungai. 2. bentanglahan atau landscape merupakan kombinasi atau gabungan dari bentuklahan. 3. pegunungan patahan. maka klasifikasi bentanglahan juga akan lebih sesuai jika didasarkan pada unit-unit bentuklahan penyusunnya. Bentuklahan asal proses volkanik (V). Mengacu pada definisi bentanglahan tersebut. merupakan contoh-contoh untuk bentuklahan asal struktural. madan lava. Verstappen (1983) telah mengklasifikasikan bentuklahan berdasarkan genesisnya menjadi 10 (sepuluh) macam bentuklahan asal proses. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh kuat struktur geologis. Dataran banjir. Berdasarkan pengertian ini. rawa belakang. K) Dengan keterangan: T : topografi P : proses alam S : struktur geologi M : material batuan K : ruang dan waktu kronologis Oleh karena untuk menganalisis bentanglahan lebih sesuai dengan didasarkan pada bentuklahan. dan kaldera. P. dan tanggul alam merupakan contoh contoh satuan bentuklahan ini. teras sungai. kawah. dalam skala ruang dan waktu kronologis tertentu. M. i yaitu: (a) bentang alami dengan inti kajian bentuklahan.

arus. doline. Bentuklahan asal proses solusional (S). Interaksi ini disebut dengan interaksi horisontal. yaitu interaksi yang terjadi antara komponen yang saling mempengaruhi. dan transversal. Bentuklahan asal proses eolin (E). batuan. bintang. dan lahan rusak. baik bentang lahan alami maupun bentang budaya. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses degradasi seperti longsor dan erosi. merupakan contoh-contoh bentuklahan ini.4. dapat diterangkan berdasar 3 komponen. 10. dan iklim yang saling berinteraksi. Bentuklahan asal proses marine (M). lembah sungai. polye. 9. kota. Waduk. dan (c) ideologi. Kunci pemahaman bentanglahan. Tiga komponen tersebut berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan. sedangkan komponen ideologi lebih berkaitan dengan akal dan hati yang tidak terlihat secara kasat mata. 5. sehingga dapat memunculkan suatu kenampakan. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh kuat aktivitas organisme (flora dan fauna). tombolo. yaitu: (a) komponen lingkungan alam. air. 7. 6. . Bentuklahan asal glasial (G). Bentuklahan asal antropogenik (A). Bentuklahan asal organik (O). Kombinasi ini disebut proses fluviomarine. maka seringkali terjadi bentuklahan yang terjadi akibat kombinasi proses fluvial dan proses marine. misalnya antara lingkungan alam dan lingkungan sosial. Bentuklahan asal proses denudasional (D). 8. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses gerakan es (gletser). merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses pelarutan pada batuan yang mudah larut. dan logva. laguna. bura (spit). parabolik. seperti batu gamping dan dolomite. Contoh satuan bentuklahan ini adalah: gisik pantai (beach). Selain itu juga terdapat interaksi vertikal. Contoh satuan bentuklahan ini antara lain: gumuk pasir barchan. karst menara. peneplain. yang akan menciptakan kenampakan bentang tersendiri. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses laut oleh tenaga gelombang. uvala. dan pasang-surut. Masing-masing komponen memiliki sub komponen. Sebagai contoh pada komponen lingkungan alami terdapat sub komponen: relief. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Contoh satuan bentuklahan ini antaralain: bukit sisa. Karena kebanyakan sungai dapat dikatakan bermuara ke laut. dan beting gisik (beach ridge). goa karst. 2 (dua) komponen utama dapat diamati oleh panca indera. dan pelabuhan. (b) lingkungan sosial. lidah. merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses angin. parallel. merupakan contoh -contoh satuan bentuklahan hasil proses antropogenik. Contoh satuan bentuklahan ini adalah mangrove dan terumbu karang. Contoh-contoh satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses fluvio marine ini antara lain delta dan estuari. Proses terbentuknya bentanglahan. Contoh satuan bentuklahan ini antara lain lembah menggantung dan morine. karst kerucut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful