Sistem pemerintahan

A. Pendahuluan Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya. Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Presidensial Parlementer Komunis Demokrasi liberal liberal kapital

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut. Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh. Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri
Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional. Pemerintahan dalam arti luas adalah pemerintah/ lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislative maupun yudikatif.

B. Pengelompokkan system pemerintahan: 1. system pemerintahan Presidensial
merupakan system pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. Contoh Negara: AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia. Ciri-ciri system pemerintahan Presidensial: 1. Pemerintahan Presidensial didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan. 2. Eksekutif tidak mempunyai kekuasaan untuk menyatu dengan Legislatif.

1

Malaysia. Australia. 3. 2 . dan antara presiden dan kabinet. Ciri-ciri dan syarat system pemerintahan Parlementer: 1. c. 3. system pemerintahan Campuran dalam system pemerintahan ini diambil hal-hal yang terbaik dari system pemerintahan Presidensial dan system pemerintahan Parlemen. Adanya tanggung jawab yang saling menguntungkan antara legisl atif dengan eksekutif. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan. Selain memiliki presiden sebagai kepala Negara. 4. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden. presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat. Dalam system pemerintahan ini. Tahun 1950 ± 1959 Landasannya adalah UUD ¶50 pengganti konstitusi RIS ¶49. India.3. parlemen mempunyai kekuasaan yang besar dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap eksekutif. 2. Presiden berhak membubarkan DPR. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia 1. b. Belanda. Menteri dan perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen. Berubah fungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan wewenang MPR. Tahun 1945 ± 1949 Terjadi penyimpangan dari ketentuan UUD ¶45 antara lain: a. juga memiliki perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Terjadinya perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan usul BP ± KNIP. parlemen mempunyai kedudukan yang sangat menentukan terhadap kekuasaan pemerintah. Sistem Pemerintahan yang dianut pada masa konstitusi RIS bukan cabinet parlementer murni karena dalam system parlementer murni. Ciri-ciri: a. Contoh Negara: Perancis. 2. C. 1. Contoh Negara: Kerajaan Inggris. Sistem Pemerintahan yang dianut adalah parlementer cabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu. b. 1. Tahun 1949 ± 1950 Didasarkan pada konstitusi RIS. Eksekutif dipilih oleh kepala pemerintahan dengan persetujuan legislatif. Pemerintahan Parlementer didasarkan pada prinsip pembagian kekuasaan. eksekutif dipilih melalui pemilu. system pemerintahan Parlementer merupakan suatu system pemerintahan di mana pemerintah (eksekutif) bertanggung jawab kepada parlemen. Pemerintahan yang diterapkan saat itu adalah system parlementer cabinet semu (Quasy Parlementary).

Tapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen Sistem Pemerintahan Parlementer. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan. MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan. 4. Soeharto mundur pada 21 Mei ¶98. Tahun 1959 ± 1966 (Demokrasi Terpimpin) Presiden mempunyai kekuasaan mutlak dan dijadikannya alat untuk melenyapkan kekuasaankekuasaan yang menghalanginya sehingga nasib parpol ditentukan oleh presiden (10 parpol yang diakui). DPR sebagai pembuat UU. Jadi dapat dikatakan Sistem Pemerintahan Indonesia adalah perpaduan antara Presidensial dan Parlementer. F. Kekuasaan Legislatif lebih dominan. 3 . Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Namun lama kelamaan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. G. BPK pengaudit keuangan. Perbandingan SisPem Indonesia dengan SisPem Negara Lain Berdasarkan penjelasan UUD ¶45. Tahun 1966 ± 1998 Orde baru pimpinan Soeharto lahir dengan tekad untuk melakukan koreksi terpimpin pa da era orde lama. Sistem Pemerintahan menurut UUD ¶45 sebelum diamandemen: Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR. Sistem Pemerintahan setelah amandemen (1999 ± 2002) MPR bukan lembaga tertinggi lagi. Presiden tidak dapat membubarkan DPR. E. D.d. Tahun 1998 ± Sekarang (Reformasi) Pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi telah banyak memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa. Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat. 5. Indonesia menganut sistem Presidensia. 6. Tidak ada kebebasan mengeluarkan pendapat. DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan. kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.

Persatuan Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nama negara kita : Republik Indonesia b. I. Bentuk negara kita : Negara Kesatuan 4 . 5. Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden. b. Badan Eksekutif Indonesia terletak pada Presiden yang mempunyai 2 kedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. b. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwaki Ian.Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis kabinet. Disamping itu pula di dalam batang tubuh UUD 1945 diterangkan bahwa: a. satu hari setelah Proklamasi Kemerdekaan diproklamirkan. Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR. Badan Legislatif a. Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh. 2. KetuhananYang Maha Esa. UUD 1945 disahkan. H. 4. Di Malaysia ada 2 Dewan Utama dalam badan perundangan yaitu Dewan Negara dan Dewan Rakyat yang perannyan membuat undang -undang. Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dan Sistem Pemerintahan Malaysia 1. Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian. Badan Eksekutif Malaysia terletak pada Perdana Menteri sebagai penggerak pemerintahan negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden. Badan Eksekutif a. 3. Di Indonesia berada di tangan DPR yang perannya membuat undang -undang dengan persetujuan Presiden J. 2. Di dalam UUD 1945 itu diawali dengan Pembukaan´ dan pada alinea 4 diterangkan bahwa Negara Indonesia berdasarkan PANCASILA yang berbunyi sebagai berikut : 1. Undang-Undang Dasar 1945 Pada tanggal 18 Agustus 1945.

Bahasa Nasional : Bahasa Indonesia UUD 1945 terdiri dari : a. j.Amandemen ke IV ST MPR Tahun 2002 Lagu Kebangsaan Lagu Kebangsaan Negara kita adalah ³Indonesia Raya´ yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. d. d. Adapun yang dimaksud adalah bahwa bangsa Indonesia itu berbeda-beda tempat tinggalnya karena berada di berbagai pulau. dan 2 ayat aturan tambahan. Lambang Negara Lambang Negara Republik Indonesia adalah ³Garuda Pancasila´ yang diresmikan dalam Sidang Dewan RIS tanggal 11 Pebruari 1950. Adapun untuk gambar burung garuda itu sendiri mempunyai arti sebagai berikut: 5 . terdiri dari 16 bab. e. dan untuk rakyat. terdiri dari empat alinea dan pada alinea keempat terdapat dasar negara Pancasila. Sila IV dilambangkan kepala banteng. dan pada leher burung Garuda itu tergantung perisai yang melambangkan dasar negara Republik Indonesia yaitu ³PANCASILA´. Garis melintang mendatar melambangkan garis katulistiwa yang melintang ditengah-tengah kepulauan Indonesia. Pembukaan UUD 1945. Batang Tubuh UUD 1945. Badan Perwakilan Rakyat yang Tinggi : Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pada pita terdapat tulisan yang berbunyi ³Bhinneka Tunggal Ika´ yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. b. c.Amandemen ke III ST MPR Tahun 2001 . Sila III dilambangkan pohon beringin. m. Amandemen UUD 1945. Kepala Negara : Presiden yang dipilih rakyat. . oleh rakyat. Lagu ini dinyanyikan secara resmi yang pertama kali ad alah pada penutupan Kongres Pemuda Indonesia II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. sehingga berbeda pula bahasanya.Amandemen ke II ST MPR Tahun 2000 . Sila V dilambangkan padi dan kapas. suku dan juga agamanya. 37 pasal. Penjelasan Resmi UUD 1945 yang terdiri dari penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Adapun gambar-gambar yang ada pada perisai tersebut adalah : h. i. adat-istiadatnya. Walaupun demikian tetapi juga satu yaitu bangsa Indonesia. Bentukpemerintahan : Demokrasi (Kerakyatan) yang berarti : pemerintahan dari rakyat. Sila II dilambangkan rantai emas. Lambang negara tersebut berupa gambar burung Garuda yang sayapnya membentang ke kanan dan ke kiri. f.c. Sila I dilambangkan gambar bintang. k.Amandemen ke I ST MPR Tahun 1999 . Bendera Negara : Sang Merah Putih g. l. 4 pasal aturan peralihan.

Pemerintah Pusat. 5 tahun 1974 sebagai berikut : 1. 7 Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut Undang-Undang Dasar 1945 adalah : 1. pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah diwajibkan melaksanakan asas desentralisasi. dan berkewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 6 . 3. selanjutnya disebut Pemerintah. Kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan MPR. 6. 7. bulunya berjumlah 8 bulu dan melambangkan bulan 8 atau Agustus. 6. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. adalah perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta pembantu-pembantunya. dan kewajiban Daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintahan dari Pemerintah atau Daerah tingkat atasnya kepada Daerah menjadi urusan rumah tangganya. wewenang. selanjutnya disebut Daerah. 2. Menteri Negara ialah pembantu Presiden. 3. dan asas tugas pemban titan. Daerah Otonom. Ekornya. 8. 2. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yangberlaku. 5. Wilayah Administratip. Dengan demikian kesemuanya tersebut adalah merupakan maknaperingatan pada tanggal 17 Agustus 1945. Otonomi Daerah adalah hak. b. Tugas Pembantuan adalah tugas untuk turut serta dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang ditugaskan kepada Pemerintah Desa oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah tingkat atasnya dengan kewajiban mempertanggung jawabkan kepada yang menugaskannya. Presiden tidak bertanggung j awab kepada DPR. 4. 5. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Sistem konstitusional. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas wilayah tertentu yang berhak. 4. berwenang. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah atau Kepala Wilayah atau Kepala Instansi Vertikal tingkat atasnya kepada Pejabat-Pejabat di daerah. bulunya berjumlah 17 bulu dan melambangkan tanggal 17. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi di bawah MPR. Sayapnya. 7.Pokok Pemerintahan di Daerah. Pemerintahan Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok. asas dekonsentrasi. Instansi Vertikal adalah perangkat dari Departemen-Departemen atau Lembaga-lembaga Pemerintah bukan Departemen yang mempunyai lingkungan kerja di Wilayah yang bersangkutan. adalah lingkungan kerja perangkat Pemerintah yang menyelenggarakan pelaksanaan tugas pemerintahan umum di daerah. selanjutnya disebut Wilayah. Bulu di bawah perisai berjumlah 19 helai dan bulu-bulu di bawah lehernya berjumlah 45 helai. K. c. Pengertian-pengertian yang diberikan UU No.a.

politik. sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.9. membatalkan. Polisi Pamong Praja adalah perangkat Wilayah yang bertugas membantu Kepala Wilayah dalam menyelenggarakan pemerintahan khusunya dalam melaksanakan wewenang. Urusan pemerintahan umum adalah urusan pemerintahan yangmeliputi bidang -bidang ketentraman dan ketertiban. 7 . 11. dan kewajiban dibidang pemerintahan umum. 10. tugas. dan menangguhkan Peraturan Daerah atau Keputusan Kepala Daerah. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang berwenang mensahkan. yaitu Menteri Dalam Negeri bagi Daerah Tingkat I dan Gubemur Kepala Daerah bagi Daerah Tingkat II. koordinasipengawasan dan urusan pemerintahan lainnya yang tidaktermasuk dalam tugas sesuatu Instansi dan tidak termasuk urusan rumah tangga Daerah.