Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pada tahun 1360 M, Samudera Pasai ditaklukkan oleh Majaphit, dan sejak saat itu, kerajaan Pasai terus mengalami kemudunduran. Diperkirakan, menjelang berakhirnya abad ke-14 M, kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M) . Pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan kerajaan Pasai. Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya. Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. Sejarah mencatat bahwa, usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang sudah berada di bawah Portugis berjalan lancar. Secara berurutan, Portugis yang berada di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. Ketika Portugis mundur ke Pidie, Mughayat juga menggempur Pidie, sehingga Portugis terpaksa mundur ke Pasai. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut benteng Portugis di Pasai. Dengan jatuhnya Pasai pada tahun 1524 M, , Aceh Darussalam menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut. Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang luar biasa, terutama dari aspek persenjataan. Portugis yang kewalahan menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan, karena memang tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. Senjata-senjata inilah yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis. Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh, Portugis mundur ke Peurelak. Namun, pasukan Aceh tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis. Peurelak kemudian juga diserang, sehingga Portugis mundur ke Aru. Tak berapa lama, Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke Malaka. Dalam sejarahnya, Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636). Pada masa itu, Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia Tenggara. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan dinasti Usmani di Turki, Inggris dan Belanda. Pada masa Iskandar Muda, Aceh pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. Kunjungan ini diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang Aceh. Wilayah kekuasaan Aceh mencapi Pariaman wilayah pesisir Sumatra Barat, Perak diMalaka yang secara efektif bisa direbut dari portugis tahun 1575

Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675). 11. . Sultan Ala‘ al-Din al-Kahhar (1537-1568). Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636). 3. Sultan Salahuddin (1528-1537). Sultan Mahmud Syah (1870-1874) 35. Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903) MASA Pemerintahan Sulthan Alaiddin Mahmud Syah. Alauddin Muhammad Daud Syah. Sultan Muhammad Syah (1824-1838) 32. Sultan Mahmud Syah (1760-1781) 26. Sultan Sulaiman Syah (1838-1857) 33. Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589) 9. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678) 16. Sultan Badr al-Din (1781-1785) 27. Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726) 21. 4. Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815) dan (1818-1824) 30. Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818) 31. Iskandar Thani (1636-1641). Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575) 5. Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688) 17. Sultan Sri Alam (1575-1576). Kerajaan Aceh pun dengan segala upaya mempertahankan kedaulatannya. 8. Sultan Mansur Syah (1857-1870) 34. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577). Sultan Buyong (1589-1596) 10. Sultan Sulaiman Syah (1785-…) 28.Berikut ini Silsilah para sultan yang pernah berkuasa di kerajaan Aceh Darussalam: 1. Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607) 12. 14. Sultan Syams al-Alam (1726-1727) 23. Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604). Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah (1735-1760) 25. Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702) 19. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726) 22. Sultan Muda (1575) 6. Sultan Ala‘ al-Din Ahmad Syah (1727-1735) 24. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) 2. 15. baik melalui pertahanan maupun dengan cara diplomasi. Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703) 20. 13. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699) 18. Kerajaan Belanda mengultimatum Kerajaan Aceh tertanggal 26 maret 1873 dengan diikuti pengiriman tentaranya untuk menyerang Kerajaan Aceh. sehingga pertempuran dua (2) Negara pun tak bisa dielakkan. 29. 7.

sehingga Tuanku Muhammad Daud bergelar Sulthan Alaiddin Muhammad daud Syah. Di bidang diplomasi Kerajaan Aceh pun mengirim utusan ke Kerajaan Ottoman Turki Usmani serta mengadakan diplomasi ke Amerika Serikat melalui konsulnya di Singapura. Chik Muhammad Saman di Tiro sebagai Panglima tertinggi fi sabilillah Kerajaan Aceh untuk mengusir Pasukan Kerajaan Belanda hingga Tgk. Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah mengangkat Tgk. karena keinginan Pemerintahan Belanda untuk menggantikan posisi Sulthan Alaiddin Mahmud Syah yang telah meninggal gagal total. Dengan keyakinan tinggi untuk tetap berdaulat. Rakyat Aceh yang beragama Islam dengan semangat Jihad fi sabilillah tetap mempertahankan Kedaulatan Negaranya Dalam invansi kedua ini. sehingga Ibu Kota pun terpaksa dipindahkan hingga beberapa kali hingga sampai ke Keumala Dalam. Setelah gagal dalam Invansi pertama. Di Keumala Dalam. akhirnya Sulthan Alaiddin Mahmud Syah terpaksa menyingkir dari dalam. maka sesuai dengan hukum adat Aceh ditabalkanlah Tuanku Muhammad Daud menjadi sulthan Aceh di Mesjid Indra Puri pada tahun 1878 dengan pesta rakyat yang sangat meriah. Prajurit Kerajaan Aceh mampu menewaskan Panglima perang tentara Belanda yakni : Jenderal Mayor J. Kerajaan Belanda menyiapkan Invansi kedua untuk membumi-hanguskan Kerajaan Aceh agar takluk di bawah pemerintahan Ratu Belanda.R Kohler. Karena Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah masih sangat muda.H. Muhammad Saman meninggal karena diracuni oleh seorang janda yang telah diupah oleh tentara Belanda tahun 1891 sehingga untuk menggantikannya diangkatlah anaknya Tgk. Untuk menampakkan masih adanya Pemerintahan yang sah di Kerajaan Aceh kepada Dunia Internasional. pasukan Belanda mampu merebut “Dalam” yakni Istana Darud-donya.Dengan pertahanan. Dengan ditabalnya Tuanku Muhammad Daud sebagai sulthan Aceh. maka ditetapkan Tuanku Hasyim Banta Muda sebagai pemangku sulthan. Para pembesar Kerajaan Aceh mengangkat Tuanku Muhammad Daud pengganti beliau. Kuta Malaka Kab. Di bawah pemerintahan beliau pun Van Swieten denga gencar menyerbu pusat pemerintahan (Ibu Kota). maka beliau berhak menyandang gelar Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah. Chik Muhammad Amin di Tiro sebagai pemimpin pasukan fi . Aceh Besar. Setelah baginda Sulthan Alaiddin Mahmud Syah wafat. Sulthan Aceh dengan ilmu kenegaraannya yang sudah diakui dunia memindahkan pusat pemerintahan (Ibu kota) ke Indra Puri hingga pada tahun 1874 beliau meninggal di Samahani karena wabah kolera yang sengaja didatangkan oleh tentara Belanda dan dimakamkan di Samahani tepatnya di Desa Tumbo Baro Kec. Panglima perang Belanda di Aceh “Van Swieten” mendengar adanya penambalan sulthan Aceh sangat marah. Muhammad Amin (makamnya ada di Tiro) dengan gelar Tgk.

sehingga terjadi DI/TII Aceh karena kerakusan mereka terhadap jabatan. Sejarah . namun pihak pembesar Kerajaan lainnya bersama dengan Tgk. Lagi-lagi Sulthan membuat onar dengan menggerakkan para para nelayan dan pengrajin cengkeh di Ambon yang keturunan Bugis (Sulthan Aceh sendiri keturunan Bugis) untuk mengadakan perlawanan. Karena kekhawatiran dari pihak Belanda. sehingga Sulthan ALaiddin Muhammad Daud Syah dipindahkan lagi ke Batavia hingga beliau meninggal tahun 1939 dan dimakamkan TPU (tempat pemakaman umum) Rawamangun-Jakarta Timur. Ini terbukti ketika tentara Belanda menggeledah rumah kediaman Sulthan. Walaupun Sulthan telah menyerah. Di lain pihak. ketika Kebijakan NKRI yang menggabungkan Aceh ke dalam Provinsi Sumatera Timur (Ibukotanya Medan). kekuatan politik yang tidak menentu karena adanya orang berpendidikan luar yang telah terpengaruh dengan sistem Kolonial dan mempunyai kekuatan karena memegang Jabatan sebagai Ketua Umum PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh). Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah mengirim surat kepada kepada Kaisar Jepang ketika masih berada di KUTA RADJA. Karena suatu jabatan yang dijanjikan yakni Gubernur Militer.sabilillah dengan persetujuan Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah. Chik Muhammad Amin di Tiro tetap mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda terhadap Negara Aceh. Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah terpaksa menyerah setelah bermusyawarah dengan para pembesar Kerajaan Aceh setelah mengamanahkan stempel “Tjap sikeureung” kepada Tgk Chik di Tiro yang saat itu disandang oleh Tgk. Lagi-lagi dengan tekad yang tinggi untuk mengembalikan kedaulatan Kerajaan Aceh kembali seperti semula. Setelah beliau wafat. Sehingga denga adanya tekanan dari pihak Belanda. Dengan taktik dan siasat busuk yang dilakukan oleh tentara Belanda dengan menangkap anak sulthan Aceh dan istrinya yakni : Tuanku Raja Ibrahim dan 2 istrinya Teungku Putroe Gambo Gadeng dan Pocut Morong pada tahun 1902. Ini jelas terbukti bahwa ketika Sulthan menanda-tangani surat penyerahan tanpa tanpa dibubuhi stempel “Tjap sikeureung” yang merupakan stempel resmi kerajaan Aceh. sehingga beliau diasingkan lagi ke Ambon. yakni Tuanku Raja Ibrahim (anak Sulthan Alaiddin Muhammad Daud Syah) tidak meneriakkan lagi akan hak waris tahta Negara Aceh walaupun harus hidup menderita. 1. Beliau (sang pengkhianat Negara/Kerajaan Aceh) mengangkat kembali senjata dengan dalih Soekarno tak menepati janji. dengan serta merta menggabungkan ACEH ke dalam NKRI. Chik Muhammad Amin di Tiro. Sehingga Sulthan Alaiddin Muahammad Daud Syah diasingkan ke Batavia.

Portugis yang kewalahan menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan. Sejarah mencatat bahwa. Aceh kemudian melanjutkan serangan untuk mengejar Portugis ke Malaka dan Malaka berhasil direbut. Portugis yang berada di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang luar biasa. kerajaan Pasai terus mengalami kemudunduran. Mughayat Syah tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis. termasuk menaklukkan kerajaan Pasai. pada tahun 1360 M. sebenarnya kerajaan Aceh ini merupakan kelanjutan dari Samudera Pasai untuk membangkitkan dan meraih kembali kegemilangan kebudayaan Aceh yang pernah dicapai sebelumnya. Portugis mundur ke Peurelak. Bisa dikatakan bahwa. kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis. Peurelak kemudian juga diserang. Ketika Portugis mundur ke Pidie. Tak berapa lama. Dengan kekuatan besar. kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada Ahad. Portugis melarikan diri ke Goa. Pada tahun 1524 M. usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang sudah berada di bawah Portugis berjalan lancar. kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. sebagian Semenanjung Malaya hingga Pattani. kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur). sehingga Portugis terpaksa mundur ke Pasai. karena itu. Samudera Pasai ditaklukkan oleh Majaphit. India. Pedir (di Pidie).Kerajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. Seiring dengan itu. Pada awalnya. Secara berurutan. terutama dari aspek persenjataan. Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke Malaka. dan sejak saat itu. Mughayat Syah berhasil menaklukkan Pasai. ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya. Dengan keberhasilan serangan ini. untuk menghambat pengaruh Portugis. Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh. Aceh melanjutkan ekspansinya dengan menaklukkan Johor. Mughayat juga menggempur Pidie. wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Senjata-senjata inilah yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis. Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis. karena memang tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. wilayah kerajaan Aceh Darussalam mencakup hampir separuh wilayah pulau Sumatera. dan sejak saat itu. Namun. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut benteng Portugis di Pasai. Diperkirakan. . sekitar tahun 1511 M. hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. menjelang berakhirnya abad ke-14 M. Pahang dan Pattani. menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut. Saat itu. Sejak saat itu. sehingga Portugis mundur ke Aru. 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M) .

Hubungan dengan Perancis juga terjalin dengan baik. Ali Mughayat Syah juga meletakkan dasar-dasar politik luar negeri kerajaan Aceh Darussalam. Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636). yaitu: (1) mencukupi kebutuhan sendiri. (5) menjalankan dakwah Islam ke seluruh kawasan nusantara. (4) menerima bantuan tenaga ahli dari pihak luar. Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia Tenggara. cermin ini ternyata pecah dalam perjalanan menuju Aceh. Istana Dalam Darud Dunya. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan dinasti Usmani di Turki. Sultan Aceh menjawab positif permintaan itu dan membalasnya dengan mengirim seperangkat hadiah. Sebelum Iskandar Muda berkuasa. disertai surat yang ditulis dengan tinta emas. luas istana Aceh saat itu tak kurang dari dua kilometer. dan aliran sungai Krueng yang telah dipindahkan dari lokasi asal alirannya.Demikianlah. yang terhimpun di atas . dasar-dasar kebijakan politik ini tetap dijalankan oleh penggantinya. which stretch from the sunrise to the sunset. Namun. hanya sampai tahun 1528 M. Sepeninggal Mughayat Syah. Kunjungan ini diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang Aceh. Iskandar Muda merupakan satu-satunya raja Melayu yang memiliki Balee Ceureumeen (Aula Kaca) di istananya yang megah. (Hambalah Sang Penguasa Perkasa Negeri-negeri di bawah angin. Pada masa itu. Berikut ini cuplikan surat Sulta Aceh pada Ratu Inggris bertarikh 1585 M: I am the mighty ruler of the Regions below the wind. Dalam sejarahnya. Ratu Elizabeth pernah mengirim utusannya. who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh. (3) bersikap waspada terhadap negara kolonial Barat. sebenarnya juga telah terjalin hubungan baik dengan Ratu Elizabeth I dan penggantinya. Bahkan. Aceh pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. (2) menjalin persahabatan yang lebih erat dengan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Sir James Lancaster sebagai pembawa pesan juga dianugerahi gelar Orang Kaya Putih sebagai penghormatan. Raja James dari Inggris. Perancis pernah mengirim utusannya ke Aceh dengan membawa hadiah sebuah cermin yang sangat berharga. Saat itu. namun ia berhasil membangun kerajaan Aceh yang besar dan kokoh. Konon. Inggris dan Belanda. juga terdapat ruang besar yang disebut Medan Khayali dan Medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Pada masa itu. Di dalam istana tersebut. sehingga tidak bergantung pada pihak luar. Sir James Lancaster dengan membawa seperangkat perhiasan bernilai tinggi dan surat untuk meminta izin agar Inggris diperbolehkan berlabuh dan berdagang di Aceh. walaupun masa kepemimpinan Mughayat Syah relatif singkat. Pada masa Iskandar Muda. menurut utusan Perancis tersebut. Hadiah cermin ini tampaknya berkaitan dengan kegemaran Sultan Iskandar Muda pada bendabenda berharga.

Aceh masih berhasil mempertahankan masa kejayaannya. suami Ratu Juliana. Oleh sebab itu. Perlawanan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh masyarakat tetap berlangsung. Aceh secara berturut-turut dipimpin oleh empat orang ratu. 1892 dan 1893 M. Aceh juga pernah mengirim utusan yang dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid ke Belanda. Pada akhir abad ke-18 tersebut. menyarankan kepada pemerintahnya agar mengubah fokus serangan. pendiri dinasti Oranye. Hubungan ini memburuk pada abad ke 18. Belanda sebenarnya telah putus asa untuk merebut Aceh. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya konflik internal di Aceh. Menurutnya. berakhirlah era sultanah di Aceh. Aceh mulai terlibat konflik dengan Belanda dan Inggris yang memuncak pada abad ke-19. Saat ini. hingga akhirnya. di masa kekuasaan Pangeran Maurits. Dalam kunjungan tersebut. Penerus berikutnya adalah Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675 M). Belanda gagal menaklukkan Aceh. sang panglima militer. yang disebabkan penolakan para ulama Wujudiyah terhadap pemimpin perempuan. Pada tahun 1871 M. Pada tahun 1883. Sejak saat itu. Pada tahun 1904. ia pernah mengirim sebuah meriam sebagai hadiah kepada sultan Aceh. Saran Snouck Hurgronye membuahkan hasil: Belanda akhirnya sukses menaklukkan Aceh. Di masa kekuasaan Iskandar Thani. tulang punggung perlawanan rakyat Aceh adalah para ulama. Selain itu. Dalam perang tersebut. wilayah kekuasaan Aceh di Semenanjung Malaya. Dawud kepada Belanda.B. sehingga banyak masjid dan madrasah yang dibakar Belanda. kemudian diangkat sebagai gubernur Aceh. Sebagai . Kemudian terjadi konspirasi antara para hartawan dan uleebalang. kerajaan Aceh sudah mulai memasuki era kemundurannya. Belanda mulai mengancam Aceh atas restu dari Inggris. yang naik sebagai penggantinya adalah Sultan Iskandar Thani Ala’ al-Din Mughayat Syah (1636-1641M). J. dan dijustifikasi oleh pendapat para ulama yang akhirnya berhasil memakzulkan Ratu Kamalat Syah. kerajaan Aceh berakhir seiring dengan menyerahnya Sultan M. Snouck Hurgronye. Para ulama Wujudiyah saat itu berpandangan bahwa. bukan sultan. putri Iskandar Muda dan permaisuri Iskandar Thani.tanah Aceh. Abdul Hamid meninggal dunia dan dimakamkan di pekarangan sebuah gereja dengan penuh penghormatan. di makam tersebut terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Pangeran Bernhard. Pada tahun 1903. Ketika Iskandar Muda meninggal dunia tahun 1636 M. Walaupun demikian. hukum Islam tidak membolehkan seorang perempuan menjadi pemimpin bagi laki-laki. Ketika Raja James berkuasa di Inggris. Pada saat itu. tanah Sumatera dan seluruh wilayah yang tunduk kepada Aceh. dari sultan ke ulama. perang kembali meletus. namun. untuk melumpuhkan perlawanan rakyat Aceh. dihadiri oleh para pembesar Belanda. seorang sarjana dari Universitas Leiden. van Heutsz. sebenarnya Aceh tidak pernah tunduk sepenuhnya pada Belanda. Hingga tahun 1699 M. yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam). hampir seluruh Aceh telah direbut oleh Belanda. Memasuki paruh kedua abad ke-18. Di masa ini. karena nafsu imperialisme Inggris untuk menguasai kawasan Asia Tenggara. maka serangan harus diarahkan kepada para ulama. Belanda secara resmi menyatakan perang terhadap Aceh. Saran ini kemudian diikuti oleh pemerintah Belanda dengan menyerang basisbasis para ulama. yaitu Kedah dan Pulau Pinang dirampas oleh Inggris. lagi-lagi Belanda gagal merebaut Aceh. dan pada 26 Maret 1873 M.

Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818) . Silsilah Berikut ini daftar para sultan yang pernah berkuasa di kerajaan Aceh Darussalam: 1. Iskandar Thani (1636-1641). Ketika Jepang mulai melakukan pelecehan terhadap perempuan Aceh dan memaksa masyarakat untuk membungkuk pada matahari terbit. Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702) 19. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678) 16.J. saat itu pula mulai timbul perlawanan. Sultan Ala’ al-Din al-Kahhar (1537-1568). Sultan Ala’ al-Din Johan Syah (1735-1760) 25. Kedatangan mereka disambut oleh tokohtokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Mayor Jenderal J. Sultan Ala’ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815) dan (1818-1824) 30. Kekuasaan para penjajah berakhir ketika Indonesia merdeka dan Aceh bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sultan Ala’ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604). Demmeni dan Jenderal J. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) 2. Belanda telah kehilangan empat orang jenderalnya yaitu: Mayor Jenderal J. Sultan Sulaiman Syah (1785-?) 28. Hubungan baik dengan Jepang tidak berlangsung lama. Sultan Ala’ al-Din Ahmad Syah (1727-1735) 24. Sultan Salahuddin (1528-1537).H. Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688) 17. Sultan Badr al-Din (1781-1785) 27. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577). Alauddin Muhammad Daud Syah. Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607) 12.L. 8. Di antara tokoh yang dikenal gigih melawan Jepang adalah Teungku Abdul Jalil. 7. selama perang Aceh. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636). Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726) 21. Sultan Muda (1575) 6. maka. Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703) 20. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726) 22. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699) 18. Sultan Mahmud Syah (1760-1781) 26. Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575) 5. 2. 3. Sultan Ala’ al-Din Mansur Syah (1577-1589) 9. dan berakhir seiring dengan masuknya Jepang ke Aceh pada 9 Februari 1942. Sultan Sri Alam (1575-1576). Aceh Besar.H. 11. Saat itu. 4. Sultan Syams al-Alam (1726-1727) 23. Pel.J. 15. kekuatan militer Jepang mendarat di wilayah Ujong Batee. 13. 29. Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675). De Moulin. 14. Kekuasaan Belanda berlangsung hampir setengah abad.R Kohler. Sultan Buyong (1589-1596) 10.catatan.K.

ternyata belum cukup untuk menjadikannya sebagai sebuah kerajaan konstitusional. kadli dan para teungku. karena Islam masuk pertama kali ke Indonesia melalui kawasan paling barat pulau Sumatera ini. Selain dalam keluarga. 3. Sultan Sulaiman Syah (1838-1857) 33. orang Aceh mayoritas beragama Islam dan kehidupan mereka sehari-hari sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam ini. Wilayah kekuasaan Di masa kejayaannya. kerajaan Aceh sudah memiliki undang-undang yang terangkum dalam kitab “Kanun Syarak Kerajaan Aceh. sultan merupakan penguasa tertinggi yang membawahi jabatan struktural lainnya.31. Kehidupan Sosial Budaya a. fakta sejarah menunjukkan bahwa. terkandung berbagai aturan mengenai kehidupan bangsa Aceh. imam mukim. Namun. Sultan Mahmud Syah (1870-1874) 35. panglima sagoe (panglima sagi) yang memimpin unit pemerintahan Sagi. Struktur pemerintahan Pada masa Sultan Ala’ al-Din Mansur Syah (1577-1589) berkuasa. termasuk syarat-syarat pemilihan pegawai kerajaan. para ulama merupakan salah satu sendi kehidupan masyarakat Aceh. Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903) Catatan: Sultan Ala’ al-Din Jauhar al-Alam (sultan ke-29) berkuasa pada dua periode yang berbeda. Guru yang memimpin pendidikan dan pengajaran di dayah . Jabatan struktural ini mengurus masalah keduniaan (sekuler). Dalam rentang masa empat abad tersebut. 4. telah berkuasa 35 orang sultan dan sultanah. walaupun Aceh telah memiliki undang-undang. Sultan Muhammad Syah (1824-1838) 32. 5. 6. wilayah kerajaan Aceh Darussalam mencakup sebagian pulau Sumatera. diselingi oleh periode Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818). Di antara jabatan struktural lainnya adalah uleebalang yang mengepalai unit pemerintahan nanggroe (negeri). sebagian Semenanjung Malaya dan Pattani. Sesuai dengan namanya. pusat penyebaran dan pendidikan agama Islam berlangsung di dayah dan rangkang (sekolah agama). agama Dalam sejarah nasional Indonesia. Periode Pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam berdiri sejak akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-20 M.” Undang-undang ini berbasis pada al-Quran dan hadits yang mengikat seluruh rakyat dan bangsa Aceh. Sultan Mansur Syah (1857-1870) 34. Aceh sering disebut sebagai Negeri Serambi Mekah. Serambi Mekah. Di dalamnya. Oleh sebab itu. Kepala Mukim yang menjadi pimpinan unit pemerintahan mukim yang terdiri dari beberapa gampong. dan keuchiek atau geuchiek yang menjadi pimpinan pada unit pemerintahan gampong (kampung). Sedangkan pemimpin yang mengurus masalah keagamaan adalah tengku meunasah. Dalam struktur pemerintahan Aceh.

Struktur sosial Lapisan sosial masyarakat Aceh berbasis pada jabatan struktural. saat itu komoditasnya adalah rempah-rempah. b. Mereka yang menduduki jabatan struktural di kerajaan menduduki lapisan sosial tersendiri. Lapisan sosial lainnya dan memegang peranan sangat penting adalah para orang kaya yang menguasai perdagangan. dan bila dilihat dari dekat menyerupai tulisan kaligrafi bismillah. Aceh sangat berperan dalam pembentukan tradisi intelektual Islam di Nusantara. Di kampung-kampung.disebut dengan /teungku/. banyak juga yang berprofesi sebagai pedagang. Pengaruh Islam yang sangat kuat juga tampak dalam aspek bahasa dan sastra Aceh. Untuk mencukupi kebutuhan hidup. Dalam lapisan ini. Sedangkan lapisan berbasis keagamaan merupakan lapisan yang merujuk pada status dan peran yang dimainkan oleh seseorang dalam kehidupan keagamaan. orang Aceh membangun rumah yang sering disebut juga dengan rumoh Aceh. bentuknya menyerupai huruf L. Manuskripmanuskrip terkenal peninggalan Islam di Nusantara banyak di antaranya yang berasal dari Aceh. Jika ilmunya sudah cukup dalam. Peninggalan manuskrip tersebut merupakan bukti bahwa. dan yang terpenting adalah lada. dan Tajussalatin karya Hamzah Fansuri. Bagi yang tinggal di kawasan kota pesisir. Senjata khas lainnya adalah Sikin Panyang. Mereka ini menempati posisi istimewa dalam kehidupan sehari-hari. c. lapisan teratasnya adalah sultan. urusan keagamaan masyarakat dipimpin oleh seseorang yang disebut dengan tengku meunasah. maka para teungku tersebut mendapat gelar baru sebagai Teungku Chiek. mereka bercocok tanam di lahan yang memang tersedia luas di Aceh. Syair Hamzah Fansuri. Karya sastra lainnya. juga terdapat kelompok yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad. kitab Tarjuman al-Mustafid yang merupakan tafsir Al Quran Melayu pertama karya Shaikh Abdurrauf Singkel tahun 1670-an. dan yang perempuan bergelar Syarifah. seperti Hikayat Prang Sabi. dibawahnya ada para penguasa daerah. kualitas keagamaan dan kepemilikan harta benda. Kehidupan Politik . Secara geografis letak kerajaan Aceh sangat strategis yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat dengan jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu. yang laki-laki bergelar Sayyed. Sejarah Melayu. Hikayat Raja-Raja Pasai. 1. Hikayat Malem Diwa. seperti Bustanussalatin dan Tibyan fi Ma’rifatil Adyan karangan Nuruddin arRaniri pada awal abad ke-17. Kehidupan sehari-hari Sebagai tempat tinggal sehari-hari. merupakan bukti lain kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh. Senjata tradisional orang Aceh yang paling terkenal adalah rencong. yaitu di sekitar Selat Malaka. Sumber : melayu online Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Klewang dan Peudeung oon Teubee.

Perak. Kekuasaan Aceh atas daerah-daerah pantai Timur dan Barat Sumatera menambah jumlah ekspor ladanya. Di samping itu. kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani. Kehidupan Ekonomi Dalam masa kejayaannya. Penguasaan Aceh atas beberapa daerah di Semenanjung Malaka menyebabkan bertambahnya bahan ekspor penting seperti timah dan lada yang dihasilkan di daerah itu. Sultan Iskandar Muda memerintah Aceh dari tahun 1607-1636 M. Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam. bahkan menjadi bandar transisto yang dapat menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat. sehingga di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Samudera Pasai ditaklukkan oleh Majaphit. 1 Jumadil Awal 913 H (1511 M) . . Di bawah pemerintahannya. Sultan Iskandar Muda meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Potugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya. kerajaan Pasai terus mengalami kemudunduran. Kerajaan Aceh melakukan pendudukan terhadap daerah-daerah seperti Aru. perekonomian Aceh berkembang pesat. Daerahnya yang subur banyak menghasilkan lada. Pahang. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. Penyebab kemunduran Kerajaan Aceh · Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahun 1636 tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. pada tahun 1360 M. kerajaan Aceh Darussalam telah berdiri dengan penguasa pertama Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada Ahad.Berdasarkan kitab Bustanul’ssalatin yang berisi tentang silsilah sultan-sultan Aceh. Untuk mencapai kebesaran kerajaan Aceh. erajaan Aceh berdiri menjelang keruntuhan Samudera Pasai. Diperkirakan. yaitu Syech Syamsu’ddin bin Abdu’llah a-Samatrani dan Syech Ibrahim as-Syamsi. · Timbulnya pertikaian yang terus-menerus di Aceh antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku) yang mengakibatkan melemahnya Kerajaan Aceh. dan sejak saat itu. yang dikarang oleh Nuruddin ar Raniri tahun 1637 M dan juga berdasarkan berita-berita orang Eropa diketahui bahwa Kerajaan Aceh telah berhasil membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pedir. Minangkabau dan Siak. 2. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahta Kerajaan Aceh digantikan oleh menantunya yang bergelar Sultan Iskandar Thani. Perak dan Indragiri. Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas. Kedah. menjelang berakhirnya abad ke-14 M. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaannya. Sultan Iskandar Muda juga menolak permintaan Inggris dan Belanda untuk membeli lada di pesisir Sumatera bagian Barat. Di bawah Sultan Iskandar Thani (16371641 M). Pada masa kekuasaannya terdapat dua orang ahli tasawwuf yang terkenal di Aceh. Pahang. · Daerah-daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor. Tujuannya adalah menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada.

Portugis yang berada di daerah Daya ia gempur dan berhasil ia kalahkan. 3. Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis. Inggris dan Belanda. Peurelak kemudian juga diserang. Pada masa itu. sehingga Portugis mundur ke Aru. kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas. Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis. Pada masa Iskandar Muda. Sejak saat itu. Mughayat juga menggempur Pidie. karena memang tidak sempat mereka bawa dalam gerak mundur pasukan. ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya. Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan yang sangat ramai di Asia Tenggara. Mughayat kemudian melanjutkan gempurannya dan berhasil merebut benteng Portugis di Pasai. pasukan Aceh tidak memberikan kesempatan sama sekali pada Portugis. karena itu.Pada awalnya. usaha Mughayat Syah untuk mengusir Portugis dari seluruh bumi Aceh dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil yang sudah berada di bawah Portugis berjalan lancar. Sultan Ala‘ al-Din al-Kahhar (1537-1568). Kemenangan yang berturut-turut ini membawa keuntungan yang luar biasa. Sultan Salahuddin (1528-1537). kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya. untuk menghambat pengaruh Portugis. Kerajaan Aceh pada masa itu juga memiliki hubungan diplomatik dengan dinasti Usmani di Turki. Pedir (di Pidie). Dengan jatuhnya Pasai pada tahun 1524 M. hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. Ketika benteng di Pasai telah dikuasai Aceh. Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528 M) 2. Namun. Kunjungan ini diterima oleh Khalifah Turki Usmani dan ia mengirim hadiah balasan berupa sebuah meriam dan penasehat militer untuk membantu memperkuat angkatan perang Aceh. Aceh Darussalam menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut. Ketika Portugis mundur ke Pidie. sehingga Portugis terpaksa mundur ke Pasai. Dalam sejarahnya. termasuk menaklukkan kerajaan Pasai. terutama dari aspek persenjataan. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya. kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur). . Wilayah kekuasaan Aceh mencapi Pariaman wilayah pesisir Sumatra Barat. Aceh pernah mengirim utusan ke Turki Usmani dengan membawa hadiah. . Secara berurutan. Aru juga berhasil direbut oleh Aceh hingga akhirnya Portugis mundur ke Malaka. Perak diMalaka yang secara efektif bisa direbut dari portugis tahun 1575 Berikut ini Silsilah para sultan yang pernah berkuasa di kerajaan Aceh Darussalam: 1. Sejarah mencatat bahwa. Senjata-senjata inilah yang digunakan kembali oleh pasukan Mughayat untuk menggempur Portugis. Aceh Darussalam mencapai masa kejayaan di masa Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636). sekitar tahun 1511 M. Tak berapa lama. Portugis yang kewalahan menghadapi serangan Aceh banyak meninggalkan persenjataan. Saat itu. Portugis mundur ke Peurelak. wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah.

Sultan Ala‘ al-Din Riayat Syah Sayyid al-Mukammil (1596-1604). 13. Sultan Muda (1575) 6. Tentang Kota Lamuri ada yang mengatakan ia adalah Lam Urik sekarang terletak di Aceh Besar. Lance Castle yang dimaksud dengan Lamuri adalah Lamreh di Pelabuhan Malahayati (Krueng Raya sekarang). Sultan Jamal al-Alam Badr al-Munir (1703-1726) 21. Sultan Mahmud Syah (1760-1781) 26. Sultan Ala‘ al-Din Ahmad Syah (1727-1735) 24. 15. Sultan Sulaiman Syah (1838-1857) 33. Sri Ratu Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675). Sultan Ala‘ al-Din Jauhar al-Alam (1795-1815) dan (1818-1824) 30. Sultan Husein Ali Riayat Syah (1568-1575) 5.A. Sultan Syams al-Alam (1726-1727) 23. 7. Sultan Ala‘ al-Din Mansur Syah (1577-1589) 9. Kerajaan Indra Purwa. Sultan Muhammad Syah (1824-1838) 32. Sedangkan Istananya dibangun di tepi Kuala Naga (kemudian menjadi Krueng Aceh) di Kampung Pande sekarang ini dengan nama . Sultan Syarif Saif al-Alam (1815-1818) 31.4. Sultan Sri Alam (1575-1576). Sultan Ali Riayat Syah (1604-1607) 12. 29. Kerajaan Aceh Darussalam dibangun diatas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha seperti Kerajaan Indra Purba. Sultan Mansur Syah (1857-1870) 34. 11. N. maka terungkaplah keterangan bahwa Banda Aceh adalah ibukota Kerajaan Aceh Darussalam yang dibangun pada hari Jum'at. Sultan Muhammad Daud Syah (1874-1903) Peta Kota Banda AcehBerdasarkan naskah tua dan catatan-catatan sejarah. Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1607-1636). Sultan Mahmud Syah (1870-1874) 35. Sultan Zain al-Abidin (1576-1577). Sultan Perkasa Alam Syarif Lamtui (1702-1703) 20. Kerajaan Indra Patra dan Kerajaan Indra Pura Dari penemuan batu-batu nisan di Kampung Pande salah satu dari batu nisan tersebut terdapat batu nisan Sultan Firman Syah cucu dari Sultan Johan Syah. Iskandar Thani (1636-1641). Sultan Badr al-Alam Syarif Hashim Jamal al-Din (1699-1702) 19. Sultan Sulaiman Syah (1785-…) 28. 8. Baloch dan Dr. Sultan Jauhar al-Alam Amin al-Din (1726) 22. Sri Ratu Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699) 18. Sri Ratu Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688) 17. 14. Sultan Badr al-Din (1781-1785) 27. tanggal 1 Ramadhan 601 H ( 22 April 1205 M) yang dibangun oleh Sultan Johan Syah setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu/Budha Indra Purba dengan ibukotanya Bandar Lamuri. Menurut Dr. Sri Ratu Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678) 16. Sultan Buyong (1589-1596) 10. Sultan Ala‘ al-Din Johan Syah (1735-1760) 25. Alauddin Muhammad Daud Syah.

. Bukti keberadaan Islam itu dapat dilihat bukan saja dari para pemeluknya yang memiliki pengikut paling besar di Indonesia. Raja akan bertindak sebagai imam dalam memimpin salat. dan tingkatan yang paling atas biasanya berbentuk limas. Masjid merupakan tempat bersatunya rakyat dan rajanya sebagai sesama mahkluk Illahi dengan Tuhan. Masjid tersebar di berbagai daerah.Peninggalan Islam yang dapat kita saksikan hari ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan setempat.Bukti historis dan arkeologis juga mendukung keberadaan Islam di Indonesia. yang merupakan ciri khas sebuah masjid ialah atap (kubahnya). Dan pada masa pemerintahan cucunya Sultan Alaidin Mahmud Syah. Namun. sejarah Peninggalan kerajaan islam di indonesia – Islam tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah atapnya selalu ganjil. Alun-alun adalah tempat bertemunya rakyat dan rajanya. dibangun istana baru di seberang Kuala Naga (Krueng Aceh) dengan nama Kuta Dalam Darud Dunia (dalam kawasan Meligoe Aceh atau Pendopo Gubernur sekarang) dan beliau juga mendirikan Mesjid Djami Baiturrahman pada tahun 691 H. 1) Masjid Masjid merupakan tempat salat umat Islam. biasanya masjid didirikan pada tepi barat alun-alun dekat istana. 2010 | In: ilmu."Kandang Aceh". masjid dengan bentuk seperti ini mendapat pengaruh dari Hindu-Buddha. Namun. Hasil-hasil kebudayaan yang bercorak Islam dapat kita temukan antara lain dalam bentuk bangunan (masjid. a. Bentuk dan ukuran masjid bermacam-macam. Peninggalan kerajaan islam di indonesia June 25. Dengan demikian. Bentuk ini mengingatkan kita pada bentuk atap candi yang denahnya bujur sangkar dan selalu bersusun serta puncak stupa yang adakalanya berbentuk susunan payung-payung yang terbuka. istana/keraton. Masjid di Indonesia umumnya atap yang bersusun. makin ke atas makin kecil. dan makam (nisan).Bukti historis dan arkeologis dapat dilihat pada budaya dan tradisi yang telah lama hidup dan berkembang pada masyarakat. makam) dan seni. Peninggalan dalam Bentuk Bangunan Bangunan yang menjadi ciri khas Islam antara lain ialah masjid.

Kalimantan Tengah (dibangun ulama penyebar siar pertama di Kalteng) (7) Masjid Raya Aceh. dapat kita lihat antara lain pada beberapa masjid berikut.Beberapa di antara masjid-masjid khas Indonesia memiliki menara. Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk makam dapat kita lihat antara lain pada beberapa makam berikut. Makam yang terkenal antara lain makam para anggota Walisongo dan makam raja-raja. Masjid Raya Deli (dibangun zaman Sultan Iskandar Muda) 2) Makam dan Nisan Makam memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan hasil kebudayaan. Misalnya. Cirebon (beratap tumpang) (5) Masjid Agung Pondok Tinggi (beratap tumpang) (6) Masjid tua di Kotawaringin. Makam biasanya memiliki batu nisan. Langkat) (2) Makam Walisongo (3) Makam Imogiri (Yogyakarta) (4) Makam Raja Gowa . makam Sunan Kudus. Pada makam orang-orang penting atau terhormat didirikan sebuah rumah yang disebut cungkup atau kubah dalam bentuk yang sangat indah dan megah. Di samping kebesaran nama orang yang dikebumikan pada makam tersebut. Yogyakarta. Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk masjid. Kul-kul memiliki fungsi yang sama dengan menara. dan sunan-sunan besar yang lain. tempat muadzin menyuarakan adzan dan memukul bedug. yakni memberi informasi atau tanda kepada masyarakat mengenai berbagai hal berkaitan dengan kegiatan suci atau yang lain dengan dipukulnya kul-kul dengan irama tertentu. (1) Masjid Banten (bangun beratap tumpang) (2) Masjid Demak (dibangun para wali) (3) Masjid Kudus (memiliki menara yang bangun dasarnya serupa meru) (4) Masjid Keraton Surakarta. (1) Makam Sunan Langkat (di halaman dalam masjid Azisi. Sunan Kalijaga. Contohnya menara Masjid Kudus yang memiliki bentuk dan struktur bangunan yang mirip dengan bale kul-kul di Pura Taman Ayun. biasanya batu nisannya pun memiliki nilai budaya tinggi.

babad. Syair-syair fiksi antara lain Syair Ikan Terumbuk dan Syair Ken Tambunan. Salah satu peninggalan Islam yang cukup menarik dalam seni tulis ialah kaligrafi. dan Syair Si Dang Fakir. Syair Si Burung Pangi. . (1) Di Leran. seni lukis. (3) Di Sulawesi Selatan. Hikayat Raja Raja Pasai. Hikayat Amir Hamzah. Hikayat Hang Tuah. Hikayat Bayan Budiman. Para seniman muslim menghasilkan beberapa karya sastra antara lain berupa syair. yang memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 475 Hijriah (1082 M). misalnya tarian Seudati. Kaligrafi dapat ditemukan pada makam Malik As-Saleh dari Samudra Pasai. ditemukan batu nisan Sultan Suryana Syah. dan Hikayat Jauhar Manikam. suluk. biasa disebut arab gundul). terdapat tulisan berupa huruf arab-melayu. Hikayat Si Miskin (Hikayat Marakarma). Peninggalan Islam berupa hikayat antara lain. Syair Perahu. Pada seni aksara. Kaligrafi adalah menggambar dengan menggunakan huruf-huruf arab. Syair-syair sejarah peninggalan Islam antara lain Syair Kompeni Walanda. Hamzah Fansuri. Seni ukir dan seni pahat ini dapat dijumpai pada masjid-masjid di Jepara. Seni pertunjukan berupa rebana dan tarian. Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita atau dongeng yang sering dikaitkan dengan tokoh sejarah. seni pahat. seni pertunjukan. (2) Di Sumatra (di pantai timur laut Aceh utara) ditemukan batu nisan Sultan Malik alsaleh yang berangka tahun 696 Hijriah (!297 M). dan (5) Batu nisan di Troloyo dan Trowulan. b.Peninggalan sejarah Islam dalam bentuk nisan dapat kita lihat antara lain pada beberapa nisan berikut. dan kitab-kitab. dan seni sastra. Karyanya yang terkenal adalah Syair Dagang. hikayat. (4) Di Banjarmasin. Syair Perang Banjarmasin. yaitu tulisan arab yang tidak memakai tanda (harakat. Syair banyak dihasilkan oleh penyair Islam. Peninggalan dalam Bentuk Karya Seni Peninggalan Islam dapat juga kita temui dalam bentuk karya seni seperti seni ukir. dan Syair Himop. ditemukan batu nisan Sultan Hasanuddin. Karya sastra yang dihasilkan cukup beragam. Gresik (Jawa timur) terdapat batu nisan bertuliskan bahasa dan huruf Arab.

Us-Salatin Kitab Sasana-Sunu. dan Suluk Malang Sumirang. Kitab Nitisruti. Suluk Sunan Bonang. Peninggalan Islam berupa babad antara lain Babad Tanah Jawi. Babad Gianti. Kitab Nitisastra.Suluk adalah kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran tasawuf. Babad Raja-Raja Riau. . Babad Sejarah Melayu (Salawat Ussalatin). Peninggalan Islam berupa suluk antara lain Suluk Wujil. Babad Demak. Adapun kitab-kitab peninggalan Islam antara lain Kitab Manik Maya. Suluk Sukarsa. Babad Cirebon. Suluk Syarab al Asyiqin. serta Sastra Gending karya Sultan Agung. Babad adalah cerita sejarah tetapi banyak bercampur dengan mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful