P. 1
PANCASILA 4

PANCASILA 4

|Views: 594|Likes:
Published by Septi Saraswati

More info:

Published by: Septi Saraswati on Dec 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI DAN PENYIMPANGAN NILAI SILA KE-4

Disusun Oleh : • • • Dio Patra Perkasa Septi Saraswati 120110100162

2010

Untuk semua itu . 25 November 2010 Penyusun 2 .Wb. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan kami. susunan bahasa maupun cara penyajiannya. Dalam penulisan ini kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi materi . Wassalamualaikum Wr.KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Adapun tujuan dari laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Akhir kata kami berharap karya tulis ini bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca umumnya. Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini. Bandung . dengan kerendahan hati dan keterbatasan kami sangat mengharapkan kritik yang sifatnya membangun serta saran yang dapat memberikan manfaat dan dorongan bagi peningkatan kemampuan kami di masa depan.Wb.

Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pandangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan masalah politik. Pancasila tidak bersumber pada berbagai paham tersebut. 18 Agustus 1945 PPKI memutuskan menghapus tujuh kata dalam Piagam Djakarta. Istilah “Pancasila” pertama kali dapat ditemukan dalam buku “Sutasoma” karya Empu Tantular yang ditulis pada masa kejayaan Majapahit (abad ke-14).PENDAHULUAN Tanggal 1 Juni 1945. Pancasila bukanlah sublimasi atau penarikan keatas (hogere optrekking) dari Declaration of independence. atau akhlak. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pengertian yang termasuk dalam Pembukaan UUD 1945 adalah Pancasila yang terdiri dari kumpulan lima sila yang merupakan rangkaian yang utuh dan bulat. Manifesto komunis. Soekarno memberikan dasar filosofi negara Indonesia yang belum merdeka. kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun). yaitu Kebangsaan Indonesia. yaitu untuk : 1. moral. Mencuri 3. tidak bisa berdiri sendiri lepas satu sama lain. Mabuk akibat minuman keras Selanjutnya istilah “sila” dapat diartikan sebagai aturan yang melatar belakangi perilaku seseorang atau bangsa. meskipun diakui bahwa terbentuknya dasar Negara Pancasila memang menghadapi bermacam-macam pengaruh idiologi yang berkembang pada masa itu. Pengertian Pancasila Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan. dan Ketuhanan yang berkebudayaan atau Ketuhanan Yang Maha Esa. dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesejahteraan Sosial. Tanggal 22 Juni 1945. sosial budaya. sesuai adab. Pada sidang itu PPKI sekaligus meresmikan UUD 1945 yang pembukaannya memuat rumusan resmi Pancasila yang telah diperbarui. Mohammad Yamin kemudian menamakan rumusan baru itu sebagai Piagam Djakarta. Kemanusiaan yang adil dan beradab. ekonomi. Mufakat atau Demokrasi. atau paham lain yang ada di dunia. dirumuskan kembali menjadi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya. Sila3 . yaitu mengganti rumusan “dengan berdasarkan pada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya” menjadi “dengan berdasarkan pada Ketuhanan Yang Mahaesa”. berjiwa dengki 4. Berbohong 5. Ia menyebutkan lima dasar utama. dan Hankam yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Melakukan kekerasan 2. Dalam sidangnya sehari setelah proklamasi. Dalam buku tersebut istilah Pancasila diartikan sebagai perintah kesusilaan yang berjumlah lima (Pancasila Krama) dan berisi lima larangan. Persatuan Indonesia.

namun juga dapat berubah secara fleksibel 4. Banyak penyimpangan – penyimpangan yang terjadi terhadap nilai – nilai pancasila sehingga bisa menimbulkan dampak negative misalnya dalam penyimpangan sila ke empat yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. kerjasama. Berfungsi sebagai asas persatuan.sila Pancasila mempunyai sifat yang abstrak dan Universal. maka Pancasila memiliki isi sebagai berikut. Memungkinkan untuk kerja sama bangsa Indonesia dengan bangsa lain yang berdasarkan kemerdekaan dan keadilan social. dan asas damai bagi bangsa Indonesia yang beraneka ragam adat istiadatnya. Penyimpangan sila ke empat tersebut bisa disebabkan oleh beberapa factor misalnya kurangnya penghayatan terhadap pancasila ataupun mulai lunturnya nilai – nilai pancasila di dalam jati diri bangsa Indonesia. Memiliki sifat yang tetap. 5. Oleh karena itu sifat abstrak dan universal itu. Ini berarti silasilanya bersifat sangat umum dan mempunyai kekuatan untuk membentuk moral baik untuk bangsa Indonesia maupun bangsa lain didunia. 6. Namun nilai – nilai pancasila yang seharusnya di aplikasikan dalam kehidupan bernegara ataupun kehidupan bangsa Indonesia sehari – hari belum sepenuhnya dilaksanakan. Mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia 2. ] 4 . Membawa jaran-ajaran moral dalam kehidupan bangsa dalam membina hubungan antara sesama manusia. merupakan sumber hokum bagi perkembangan Negara dan bangsa Indonesia. 3. 1. manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.

Presiden Soeharto bisa memerintah selama 32 tahun dan memasukkan unsur ABRI yang ditunjuk begitu saja kedalam DPR dan MPR. Dipilih diantara mereka yang dianggap tetua yang bijaksana dengan pemilihan melalui permusyawaratan dikalangan yang mewakili masyarakat maupun dipilih secara langsung oleh masyarakat. Presiden Soekarno ditunjuk oleh MPR – yang anggotanya ditunjuk oleh Presiden. dan ini betulbetul terjadi dengan kerancuan-kerancuan ketatanegaran yang terjadi sebelum masa reformasi. kemungkinan besar adalah pengaruh perkembangan ketatanegraan di Eropa dan Amerika Serikat pada saat itu yang menjadi inspirasi para pejuang kemerdekaan. Oleh karena itu sebelum amandemen UUD’45 – amandemen dilakukakan pada masa reformasi yaitu dari tahun 1999 s/d 2002 – cerminan sila ke 4 dari Pancasila yang ada di UUD’45 saat itu memberikan kekuasaan yang hampir tidak terbatas kepada Presiden (Eksekutif) terpilih untuk mejalankan roda pemerintahan. Termasuk juga sistem pemilihan ketua adat di banyak daerah di Indonesia. bahkan oleh pemimpin yang telah menggali dan mempresentasikan Pancasila didepan PPPK pada tanggal 1 Juni 1945 – Bung Karno. Pemerintahannya dijatuhkan secara tragis dengan trigger peristiwa 30 September 1965. Hanya bisa dijatuhkan setelah terjadi krisis ekonomi yang tidak bisa diatasi maupun gejolak perubahan yang berkembang di secara informal diluar sistem demokrasi itu sendiri. Walaupun bagaimana sila ke-4 dari Pancasila – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam Permusywaratan/Perwakilan – ini yang paling sering di-interpretasikan secara salah oleh para pemimpin bangsa. Kedua pemerintahan tersebut selalu menganggap tidak pernah melanggar UUD’45 bahkan merasa telah mejalankan ideologi Pancasila 5 . pada umumnya dipilih secara langsung oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan UUD ’45 pada awalnya tidak secara jelas menjabarkan sila ini dalam bentuk operasional yang mencerminkan sila ke-4 secara tegas dan rinci.PEMBAHASAN Dasar pemikiran kenapa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dijadikan sila ke-4 dari Pancasila. bahkan anggota kabinet juga jadi anggota MPR. yaitu: 1. Bentuk pemerintahan yang paling bawah di Indonesia yaitu kepala desa telah menggunakan sistem pemilihan langsung oleh rakyat yang seperti model demokrasi modern di Eropa dan Amerika Serikat. suatu kerancuan ketatanegaraan yang akut – saat itu menjadi presiden seumur hidup. 2.

pasal 2 s/d pasal 3. BAB VII – DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. karena kalau kita melihat sila dalam Pancasila satu persatu. dan 18B 6. dihapus pada amandemen IV – 2002. Apakah sila ke 4 dari Pancasila sudah terefleksikan di UUD’45 sebagai petunjuk operasional secara baik? Setelah empat kali amandemen. kita tidak akan bisa melihat 6 . Tapi apakah sistem demokrasi ini yang dimaksudkan dalam Pancasila? Jadi apa bedanya prinsip dasar Pancasila dengan sistem demokrasi yang telah ada di negara-negara Barat? Apa sama saja? Pancasila sebagai kesatuan yang utuh Untuk pertama kalinya. BAB VIII . 18A. BAB IV – DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG.secara baik.kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan – adalah sistem demokrasi untuk penyelenggaraan Negara. Presiden dan Mahkamah Agung) sehingga kekuasaan tidak terpusat terlalu besar di Presiden (Eksekutif) saja seperti yang tercermin pada UUD’45 sebelum amandemen. Oleh karena itu adalah langkah yang sudah benar yang telah dilakukan oleh anggota legislatif (DPR) yang diperkuat oleh anggota MPR secara keseluruhan hasil pemilu 1999 yang telah melaksanakan amandemen UUD’45 terutama yang berkaitan dengan ketatanegaran didalamnya. BAB IX – KEKUASAAN KEHAKIMAN. pasal 17 5. pasal 23E s/d 23G 11. pasal 24 s/d pasal 25 Pasal-pasal tersebut telah mengalami empat kali amandemen untuk sampai pada bentuk yang sekarang ini yang pada hakekatnya membagi kekuasaan negara untuk lebih berimbang diantara lembaga tinggi negara (MPR. BAB VIIB – PEMILIHAN UMUM. BAB VIIIA . Dengan demikian pencabaran pembukaan UUD ’45 berkenaan dengan sila ke-4 dari Pancasila di UUD’45 sudah lebih mencerminkan suatu sistem pemerintahan yang berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.DEWAN PERWAKILAN DAERAH. sudah barang tentu amandemen UUD’45 yang berkaitan dengan ketatanegraan ini adalah kemajuan yang sangat besar dibandingkan dengan UUD’45 versi aslinya yang kekuasaan Negara terlalu besar berada di Presiden (Eksekutif). telah tercermin dalam pasal-pasal di UUD’45. ada kebutuhan melihat Pancasila sebagai suatu keutuhan. DPD. 4. pasal 22C. sebagai berikut: 1. 22D 8. Kalau kita menterjemahkan sila ke-4 dari Pancasila . pasal 23 s/d 23D 10. DPR. BAB VI – PEMERINTAH DAERAH. 2. BAB V – KEMENTERIAN NEGARA. BAB VIIA . pasal 4 s/d pasal 16. pasal 18. Adalah pemikiran set-back kalau kita ingin kembali ke UUD’45 yang asli. sila ke 4 dari Pancasila yang bisa diartikan sebagai sistem pemerintahan yang demokratis yaitu sistem pemerintahan yang mendasarkan diri kepada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.HAL KEUANGAN. Pasal 19 s/d pasal 22B 7.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN. pasal 22E 9. BAB III – KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA. apabila kita membahas sila ke 4 dari Pancasila. BPK. 3. BAB II – MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT. tidak bisa melihat Pancasila satu persatu sila yang ada.

yang berPeri Kemanusian Yang Beradab (sila-2 sebagai prinsip keharusan bagi Negara dan rakyat Indonesia untuk mematuhi dan melaksanakan prinsipprinsip hak-hak azasi manusia). Prinsip demokrasi yang punya koridor yang sangat jelas pada batas-batas sila yang lain dalam Pancasila. Karena itu kita bisa membentuk persepsi baru tentang Pancasila sebagai konsep dasar bangsa Indonesia dalam melaksanakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat dengan sistem penyelenggaraan Negara secara demokratis yaitu sesuai dengan sila ke-4 dari Pancasila – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan – tapi sistem demokrasi yang dibangun harus dalam koridor atau dalam ruang lingkup sila-sila yang lain dalam Pancasila. dan satu bahasa. Apakah konsep demokrasi yang kita bangun sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila seabagai dasar NKRI? Pertanyaan ini sangat mudah diajukan dan jawabannya pun juga mudah. Pancasila adalah ideologi yang juga berarti suatu sistem ide yang dijadikan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan juga demokrasi Barat yang berpasangan dengan sistem ekonomi pasar bebas dan kapitalisme. yang mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila ke-5 yang mengharuskan Negara menjamin dan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.sesuatu yang unik di Pancasila. Kita coba lihat apakah prinsip demokrasi yang sudah kita coba 7 . satu bangsa. Bukan prinsip demokrasi untuk demokrasi tapi demokrasi yang punya tujuan mulia. Sebagai prinsip dasar negara yang diharapkan menjadi “basic belief” ataupun “way of life” sudah pasti dibuat sesempurna mungkin jadi tidak harus dirubah dari waktu ke waktu. Suatu sistem demokrasi yang ber-Ketuhanan Maha Esa (sila-1 sebagai prinsip keharusan mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan kebebasan memilih agama dan kepercayaan masing-masing). yang tetap menjaga Persatuan Indonesia (sila ke-3 prinsip keharusan bagi Negara dan rakyat Indonesia untuk menjaga prinsip satu nusa. China. kalau bisa sistem ide ini memang dibuat sekali tapi sudah bisa mencakup periode yang selama-lamanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. bisa terwujud dalam penyelenggaraan NKRI maupun terwujud dalam tata masyarakat bangsa Indonesia secara keseluruhan.) Kalau kita meterjemahkan Pancasila seperti tersebut diatas kita baru bisa melihat Pancasila sebagai ideologi yang unik yang mungkin baru dimulai di Indonesia yang mungkin bisa menjadi ideologi yang universal kalau negara dan bangsa Indonesia mampu merealisasikan dalam bentuk nyata. Indonesia). Kita harus melihat Pancasila dalam bentuk kesatuan atau benang merah yang terangkai dalam sila-sila Pancasila sehingga maknanya adalah sebuah prinsip dasar yang unik dan hanya dipunyai oleh bangsa Indonesia yang berbeda dengan prinsip yang mendasari demokrasi barat ataupun komunis/sosialis yang mendasari negara-negara Eropa Timur. dll. Tantangan dari para penyelengara NKRI maupun rakyat Indonesia adalah untuk merealisasikan mimpi atau impian konsep dasar Pancasila yang telah diletakkan oleh para pejuang kemerdekaan ini menjadi suatu kenyataan.

kepentingan kelompok lebih mengemuka dibandingkan dengan kepentingan yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat banyak. memang belum merupakan cerminan sistem demokrasi yang dimaksud oleh prinsip-prinsip dalam silasila di Pancasila. 2. dimulai pada masa reformasi 1998 sampai dengan saat ini. berarti penyelengara NKRI maupun rakyat Indonesia belum menjalankan prinsip-prinsip ideal dari sila-sila Pancasila sebagai dasar NKRI yang tertera di preambul UUD’45 yang seharusnya dipatuhi oleh para penyelenggara NKRI maupun seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi yang dibangun adalah demokrasi untuk demokrasi yang terlalu menekankan pada prinsip kebebasan dan kesetaraan tanpa mempedulikan aturan-aturan atau hukum yang berlaku. Lemahnya supremasi hukum ataupun independensi institusi peradilan (yudikatif) yang menjadi sumber utama: • Perilaku korupsi yang akut yang hampir dilakukan oleh mayoritas para penyelenggara NKRI (baik yang berada di Eksekutif. Demokrasi yang dibangun hanyalah alat bagi partai politik untuk mendapatkan kekuasaan. tapi kalau mayoritas jawabannya kita “belum” pada pertanyaan diatas. dan 4 pada UUD’45 sudah menjadikan Negara dan rakyat Indonesia melaksanakan: • Prinsip sila – 4 dari Pancasila.bangun dengan melakukan amandemen 1. Kekuasaan yang diraih dipakai untuk membentuk koalisi yang bersifat “diktator mayoritas” yang kepentingan pribadi. Penyelenggara NKRI maupuan rakyatnya banyak yang tidak 8 . • Tidak dihargainya hak-hak azasi manusia secara baik. 3.2. 4. Oleh karena itu demokrasi telah dijalankan secara anarkis baik oleh penyelenggara NKRI maupun oleh rakyat Indonesia.3. Jadi prinsip yang penting dalam demokrasi yaitu terjadinya “check dan balance” pada sistem kekuasaan tidak terjadi. dikarenakan: 1. Tidak terbentuknya oposisi yang kuat sebagai pengimbang kekuasaan yang ada dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan hajat hidup rakyat banyak. Apakah pemimpin yang dipilih atau dipercaya rakyat untuk melaksanakan hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan betulbetul telah melaksanakan amanah yang diberikan oleh rakyat secara bijaksana dan berpihak kepada kepentingan mayoritas rakyat Indonesia? Jawabannya pasti ada yang sudah dilaksanakan dan ada yang belum. Sistem demokrasi saat ini yang sedang dibangun. Demokrasi seharusnya dibangun dengan tujuan yang jelas yaitu melaksanakan semangat yang ada pada sila-sila didalam Pancasila. Karena hukum dan sistem peradilan yang tumpul memerangi tindak korupsi disebabkan sistem peradilan sendiri terimbas dengan pola tindak korupsi. Legislatif maupun Yudikatif). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Oposisi masih dianggap sebagai “trouble maker” yang cenderung menjatuhkan pemerintahan bukan melakukan koreksi kebijakan agar lebih berpihak bagi kepentingan mayoritas rakyat.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 2. yang sangat fokus pada kepentingan-kepentingan partai politik. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. hak dan kewajiban yang sama nya bisa di interpelasikan sendiri-sendiri. berlainan ketika 9 . Sebagai warga negara dan warga masyarakat. 7. Memberikan kepercayaan kepada wakil-Wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. Kepentingan rakyat adalah prioritas terakhir. 6. dan keadilan. Didalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan. nilai-nilai kebenaran. Didalam pelaksanaannya menjadi rumit. Apakah benar sudah dilaksanakan didalam kehidupan sehari-hari ? 3. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu kesejahteraan rakyat makin jauh dari jangkauan tapi dilain pihak makin terbentuknya minoritas rakyat yang menjadi orang-orang super kaya. Tidak Boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.memahami hak-hak azasi manusia adalah cerminan dari sila ke-2 Pancasila. mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. 4. 9. Demokrasi yang dibangun secara otomatis telah meniru pola demokrasi barat yang secara umum berpasangan dengan sistem ekonomi yang dibangun dengan sistem pasar bebas dan kapitalistik sehingga mengingkari prinsip sila ke-5 dari Pancasila. Pemerintahan (eksekuti) sama saja dengan DPR (Legislatif) adalah ajang persaingan antara partai politik yang tidak sehat. dan kewajiban yang sama. 5. hak. Makna kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran perwakilan 1. 6. 10. karena pengertian kedudukan. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan yang Maha Esa. mewujudkan suatu Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari point ke 3 sd ke 10 bisa dilaksanakan dalam masyarakat kecil di pedesan dan bisa dibilang berjalan tanpa ada banyak kendala. Demokrasi yang dibangun tidak mampu membentuk pemerintahan eksekutif yang kuat yang sepenuhnya berpihak bagi kepentingan rakyat secara keseluruhan. 8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 5. Peri Kemanusian yang adil dan beradab. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem penghisapan manusia yang kebetulan punya modal (capital) terhadap manusia lain yang tidak punya modal (modal dana maupun modal keahlian). Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

Namun bila itu dilakukan sesuai dengan perosedur yang telah ditentukan dan tertulis dalam UU no. Contoh pelanggaran yang terjadi yang berhubungan dengan sila ke-4:  1. Demonstrasi atau ujuk rasa yang dilakukan tanpa melapor kepada pihak yang berwajib.pelaksanaan ini diterapkan di kalang an perkotaan dan masyarakat yang pada umumnya sudah memiliki pendidikan yang memadai. dimana sebelum melakukan tindak demonstrasai kita harus melapor terlebih dahulu kepada pihak yang berwajib dan memberikan laporan yang secara detail tentang demonstasi yang akan dilakukan. seperti yang terjadi pada saat sidang panipurna (2/3/2010). 9 tahun 1998. Banyaknya orang yang tidak menerima dan menghargai pendapat orang lain. sehingga tidak terjadi kerusuhan. Penyimpangan – penyimpangan yang terjadi disebabkan karena lunturnya kesadaran bangsa indonesia akan pentingnya nilai – nilai pancasila serta banyaknya 10 . Ada juga yang seorang anggota DPR yang membanting botol minuman karena tidak setuju dengam keputusan Ketua DPR Marsuki Alie.  2. Kesimpulan Pengamalan nilai – nilai pancasila sangat memiliki nilai penting bagi kehidupan bangsa indonesia karena pancasila merupakan cerminan bangsa indonesia dan merupakan jati diri bangsa indonesia. Sehingga terjadi kericuhan serta baku hantam pada rapat tersebut. Bambang Soesatyo. banyaknya anggota DPR yang tidak setuju dengan pernyataan dari anggota Fraksi Partai Golkar yang juga motor hak angket Century di DPR. sesugguhnya demonstrasi adalah hal yang sah dan juga hak kita sebagai warga negara untu dapat menyampaikan aspirasi kita.

Daftar Pustaka • • • Hanapiah .com/2010/04/16/makalah-pancasila/ http://www.facebook. 2002. Selain itu juga diberikan arahan dan sanksi yang tegas kepada masyarakat yang melanggar.com/topic. Indonesia. Bandung .blogdetik. Sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan dan krisis multidimensi. agar masyarakat tersebut dapat lebih menaati dan menghormati dasar negara dan ideologi bangsa kita.php?uid=31959461774&topic=9369 Makalah pendidikan pancasila 11 .’Makalah Pendidikan Pancasila ‘ .pihak yang mencari keuntungan pribadi sehingga melupakan pedoman dasar bangsa indonesia yaitu pancasila. http://mlebu. Pipin Drs .

12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->