Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

Rubiyono. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi. Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . Hukum Dibuat : 2009-10-19. merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku. dan lapangan. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. kepustakaan. Pendekatan Yuridis Normatief. yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik.FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya.

Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi. kepustakaan. dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. dan lapangan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman . mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya.

Myuran dan Andrew tak sendirian. ”Ketentuan itu harus tetap ada. tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. Hukuman mati. Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. demikian Todung. Sebenarnya. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. yakni Pasal 80. misalnya. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia. demikian Todung. Di mata Henry Yosodiningrat. Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. itu kewenangan hakim. Konstitusi.” tuturnya. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe.” tegasnya. Artikel Lain Henry Ditahan. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. 81. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. 22 Tahun 1997). Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani. Edith. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. Karena itu. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan. . Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. mengimpor. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945. mengenai apakah nanti akan divonis mati.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto. Rabu dua pekan lalu. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya. Menurut Todung Mulya Lubis. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi. Dedi Setiawan. Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana.

11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Artinya. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. kata Henry. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati.” cetus Henry. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun. akibat dari aksi para pengedar itu. Sementara. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. Salah satunya adalah Asmara Nababan.” ujarnya. Persisnya.Henry beralasan dengan adanya ancaman itu. saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal. ada 129 negara. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. Artinya. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. Pada awal tahun 2003. Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. termasuk Indonesia. Sebuah angka yang luar biasa besar. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. Menurut Henry. Masalahnya. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka. dalam satu tahun tak kurang dari 12. Saat ini. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. Entah mengapa. Syahdan. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati. Jika dilihat dari sisi ekonomi. Jika ancaman itu dihapus. Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. .” Apalagi. tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. Ketika itu. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup. katanya. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan. imbuh Henry. Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan.000 orang meninggal. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. kata Henry. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. Selama ini. mereka merupakan kelompok yang well organized crime. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. Apalagi. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana.

”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah. lebih pada penegakan hukum. Di sejumlah negara. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia. Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut. mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati. Pasalnya.” ujarnya. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. terorisme. Saat ini. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat. Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat. dan pembunuhan berencana. . Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. tuturnya. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap.” imbuhnya. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005. Sementara. di mata Asmara Nababan.” cetusnya. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama.Selain di dalam UU tentang Narkotika. Tapi. Persisnya. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. Menariknya. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu.

“Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. S. jelas Koento. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang. . 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. dari Universitas Airlangga. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. Penjatuhan pidana mati oleh negara. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. Mardjono Reksodiputro. M. Dr. menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara.A. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. Artinya.H.. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. bagi penjahat narkoba. lanjut Didik. Prof.H. Mahmud Mulyadi. Surabaya. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. S. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP. menurut Arief. Arief Amrullah. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun. Dr.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. Dari segi kefilsafatan.” tegas Koento. Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya. Rabu (20 /06). Prof. M. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya. maka masyarakat yang akan bahagia. Namun bila kita memilih keadilan.. Jika permohonan dikabulkan. masyarakat.H.” jelas Didik.H. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. Sementara itu.. di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif. memilih cara mati dengan hukuman mati. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut.. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. Senada dengan Didik.Hum. hanya dia sendirilah yang menentukan. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No. Dr. S. M. Dr. Dr. S. MHum.” urai Mahmud. itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah. Didik Endro Purwo Laksono. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati. adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. dan individu. MHum.

Serupa dengan Titahelu. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. dan kesejahteraan rakyat. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.” papar Sidharta. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati. kerukunan. Dr. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena. Bambang Poernomo.” ujar Gosita. juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi.” kata Ketua MK Prof. Komnas HAM. yaitu. Hukuman mati. S. pada agenda persidangan selanjutnya. Ronald Z. . maka lebih baik undang-undang direvisi. S. maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. keadilan. Setelah itu. kebenaran. Badan Narkotika Nasional. Sedangkan. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana. sebelum mengakhiri sidang. urai Mardjono. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum. lanjut Sidharta. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah.” jelas Titahelu.Namun. Dr.H. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini. Prof. Dr.H. Prof. Bila tak terpenuhi 4K ini. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. Selanjutnya. Dr. Dr. Prof. para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP. Jimly Asshiddiqie. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K.

Sampai saat ini. Selain itu. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. 2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme. Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati. Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak. Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda.Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?.

[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. Itu sebab. karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel. maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. (Kejadian 4:15). Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. Roma 13:1). Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. adiknya. Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah . jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah. karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. (Kejadian 9:3). Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati. takutlah akan dia. (Keluaran 22:2. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). darahnya akan tertumpah oleh manusia. dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa. “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya. “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah. Itu sebab. “Siapa yang menumpahkan darah manusia. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman. Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. Itu sebab. Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan. “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. Dari ayat ini.B. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”. Tetapi jika engkau berbuat jahat. Namun.

apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. Pertama. Justru sebaliknya. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- . Mereka tidak melihat bagaimana Allah.”[3] Selain itu. Sang Pencipta. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah. mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom. C. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan. “Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa.bentuk pembunuhan. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati. Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi. hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. Jadi. lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. Ketiga. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. Kedua.

Sang Pencipta. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. Itu sebab. Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. tetapi karena ada otoritas Allah.[4] D. Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja.Nya atau yang di luar Firman-Nya. Saudara-saudari yang terkasih. Dengan demikian. memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara. Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini. Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia. . Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”.

dalam hal ini Pemerintah. Kebanyakan kan kasus TKI. KOMPAS. Pemerintah. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Jakarta. ." kata Marzuki. Itu juga karena mereka tidak perform." kata Pramono. perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. tanpa ada kejelasan nasib. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah. menyetrika baju orang terbakar. Indonesia. tidak punya keahlian. "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati." katanya singkat. Padahal. Salah kita juga. Kita bicara sistem. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. Lalu. Minggu (22/8/2010) kemarin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Sudah tahu di sana hukuman mati. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. Dalam sejumlah kasus. Sampai di sana enggak bisa kerja. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan. ya jangan coba-coba bawa ganja. Senin (23/8/2010) di Gedung DPR. Berbeda dengan Marzuki. seharusnya lebih pro-aktif. melanggar aturan.com — Data Migrant Care menunjukkan. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. Tidak cukup umur. Malaysia. kata Pramono. Yang harus dilakukan. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain." ujarnya.JAKARTA. Terakhir. Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia. Narkoba itu sangat merugikan." ujar politisi Partai Demokrat ini. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah.

permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. George W Bush. Saat itu. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun. analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA. Sebelumnya. Namun dalam tuntutan di pengadilan. ." demikian ditulis Observer. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya.KAMIS 7 Desember 2000 lalu. Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Berikutnya. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA. 10 tahun kemudian. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. Sebab. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti. Namun. Saat menunggu eksekusinya. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu. Goerge W Bush. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun. Claude Howard Jones (60). Selang 10 tahun kemudian. meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi.

I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati. Ironisnya. kasus apapun. Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final. menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. Ketiga. tidak ada alasan untuk Pemerintah R. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. apakah landasan agama. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. aparatus yang bersih. Pertama. Terlepas dari apa yang mereka lakukan. Oleh karena itu. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali. Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun. dengan alasan apapun. karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). imparsial. secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. hukum dan bahkan keadilan. Kesehatan yang memadai. Kedua. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. (**) . seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. sosial. Pendidikan. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights).Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu.

menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba. Lanjut Rachland. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945. dan Badan Narkotika Nasional (BNN).000.H. Pemerintah. Keempat. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No. hak untuk tidak dianiaya. J. New York University School of Law. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. E. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia.” jelasnya. Ahli Pemohon lainnya. pertama. “Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. hampir seluruh lembaga pemasyarakatan. Dalam sehari. Kedua.) masih harus dipertahankan.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. antara lain. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870.H. Rabu 18 April 2007 pukul 10. Untuk itu. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan. Sahetapy. hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. Sementara itu. Dr.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp. M. baik itu pelaku maupun pengguna. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati. sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat.” jelas Sahetapy. “Kini. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. saya berani . 292 triliun. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda. S. Di lain pihak. S.A. kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red. Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR. 200. Ketiga. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu. right to life.. mengatakan bahwa di Belanda sendiri. Amerika Serikat. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. Keterangan lain. Tambah Henry. Ahli Pemohon Prof.

menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. M. Dr. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945.H. S. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. Dr. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba. Sedangkan Ahli dari BNN Prof. Atas alasan itu. pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak. Di Jakarta. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri. Jimly Asshiddiqie. S. tidak boleh dipahami secara mandiri.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof.” jelasnya. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM . masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab. sebelum menutup persidangan. bukan by product. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights. maka dalam kejahatan narkoba.H.H.. Menanggapi pernyataan di atas. Ahmad Ali. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya. ”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. tidak ada!” papar Henry. Demi memperoleh putusan yang tepat. menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi.

Rocky Gerung. Kompas . hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan. tidak ada sistem peradilan yang sempurna. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak.romokoko. Ia mencontohkan Amerika Serikat. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi. . Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus. Ia menjelaskan. Jumat (8/10). ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. Padahal. Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia.” jelasnya. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull. ”Pada 1998. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober. pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia.romokoko. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964.com Jakarta. Saat berbicara dalam diskusi. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati.” kata Hatfull.com] PDF Cetak Image Source: www. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd. mengungkapkan. pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima. Oleh karena itu. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”.” ujar Hatfull.Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan.

Wassalam. ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya. Secara nalar aqidah. Meski umat manusia di abad 20 . terima kasih. Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu.“hukum rajam” ketegori Muslim. Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat. takutlah kepada-Ku. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW.

sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. yang hanya menyangkut satu orang saja. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. Bosnia. namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati. maka rajamlah… . berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. bahkan di beberapa negara yang maju. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat. tentu sangat bisa diterima logika. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. Selain itu. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. masih tetap memberlakukan hukuman mati. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. Afghanistan. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. Kamboja. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya. Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. Itupun pelanggar sulisa berat. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam.

Namun lafadznya kemudian dinasakh . Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. Karena beratnya hukuman ini. Injil maupun Al-Quran. yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. Taurat. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. yaitu dengan cara dirajam. Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon. dikeluarkan ke bumi. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah . tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. Bukan hak para seniman. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. terkutuk dan terlaknat. maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as. atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. baik Zabur. Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. atau ahli hukum. Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. atau pun manusia lainnya. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia.

maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. maka hukuman hudud bisa dibatalkan. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra.. Namun Imam Abu Hanifah ra. maka rajamlah`. Di zaman Rasulullah SAW. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. Daud. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. . Imam Asy-Syafi`i ra. harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat. Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda. maka tidak perlu adanya saksi-saksi.. Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya. yaitu petunjuk yang paling utama..

maka persaksian itu tidak syah. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. maka persaksian mereka tidak syah. Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. Dan sebaliknya. Para saksi ini semuanya laki-laki. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. 7.. 2. 4. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu. maka tidak bisa dihukum. Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. tapi wanita itu tidak mengakuinya. b. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud. bukan dengan bahasa kiasan. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. Jumlah saksi minimal empat orang. . Bila salah satunya belum baligh.`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. 5. Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. Dan bila melihatnya bergantian. maka tidak syah persksian mereka. Allah berfirman. Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1. Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. 9.`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. 8. Para saksi ini sudah baligh semua. Bila ada salah satunya wanita. 3. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. 6. Mereka adalah Abu Bakarah.

PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. 2010 Filed under: artikel. khususnya bagi orang-orang awam. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan. Saudi Arabia. Ormas. pesantren. Beberapa saat yang lalu pun.148 orang dieksekusi di 22 negara. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . Orang-orang tersebut. jamaah majelis taklim. perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. tidak hanya terjadi di dunia sekuler.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi. dan Amerika Serikat. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam. yayasan. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa.Di luar kedua hal diatas. termasuk Indonesia. Tiongkok. setidaknya 2. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa. termasuk Indonesia. 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. pengajian. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini.

Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. terutama bagi para sarjana hukum. pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. atau secara langsung atau secara tidak langsung. tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum..hukuman mati. terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil. Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan. baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif. terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam. tata hukum negara. Pada penerapannya. kedua. • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia. Karena itu. • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. menurut hemat saya.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. ketiga.

manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia.disiplin atau stabilitas nasional. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. hak untuk tidak diperbudak. Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. b. Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a. dan hak untuk . maupun keadilan. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. ekonomi dan kebudayaan. tujuan dan waktu. pasal 28 ayat 1. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum. dan hukum etika. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. social. enam kitab prihal Republik. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. hak beragama. 1576). hukum. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. hak untuk tidak disiksa. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. c. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya. menyebutkan: “Hak untuk hidup.

15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta .dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. Sama dengan Astini. Sulawesi Tengah. 4. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan. hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. 2. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”. Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. Jadi. Dominggus da Silva. Fabianus Tibo. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah. 3. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan.

serta orang yang murtad. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Jepang. Oleh karena itu. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. Indonesia. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. Yordania. Irak. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. Vietnam * tembak: Tiongkok. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. mengembalikan penilaian baik atau buruk.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. Guatemala. Somalia. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. maupun dianiaya. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. Thailand. Singapura * suntik mati: Tiongkok. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. Selain itu dalam vonis hukuman mati. Bagi umat islam. terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan. Afganistan. dan lain-lain * rajam: Arab. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. Taiwan. hukum syara. pezina muhshan. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. Iran. Pakistan. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”.

di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5. Artinya. Bagi mereka. (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. homoseksualitas (Imamat 20:13). penculikan (Keluaran 21:16). hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah. yaitu: (a) membunuh dengan sengaja. perzinahan (Imamat 20:10). serta (i) melanggar akidah atau aturan agama. Kontra. Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan. Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). ketentraman masyarakat akan terjaga. Dengan demikian.hukuman Mati. baik itu dalam keadaan darurat.besar. hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). dikurangi. (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. penebus bagi pelaku. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati. Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. (f) menculik. termasuk bila seseorang menjadi narapidana. namun . Kedua jawabir. atau dibatasi dalam keadaan apapun. (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. Penerapan hukuman akan membawa. dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat. perang. yaitu hak untuk hidup (right to life). Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati.

Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa. Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5). Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati. namun mereka hanya memberikan sebagian. pastilah ia dihukum mati. (c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya.” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya. Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. 14-17. pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya. 2 Samuel 12:13). darahnya akan tertumpah oleh manusia. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa. Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. yakni tenang Perjanjian Nuh. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. Jadi. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). Dalam peristiwa ini. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”.Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian.

Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. 2. Th. No. 1992. Ilmu dan Budaya. Th. Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut. Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. 1996. Jika hukuman mati itu seseorang terima. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan. Huijbers. namun kehendak Allah akan terus berjalan. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6). Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. Jika bagi orang sekuler. Theo. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. dan semua ini terjaga dengan seimbang. No. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah. Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas. itu adalah kehendak Allah. 52.” DAFTAR PUSTAKA Galus. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. hukuman mati adalah efek jera. dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. Roma 13:1-7). Ben S. 14. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. 2. Ideologi di Balik Negara Hukum. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya.1. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan. KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”.Yogjakarta: Kanisius. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. 14. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. . . Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. Kameo. Filsafat Hukum. Jefferson. Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya.

kejaksaan. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. Vol. September 1995. 52. Home Opini Mendesak.Kompas. Limahelu. Gereja da Negara. KontraS. Classnote Etika Sosial dan Politik. 2006. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). No. 1992. Th. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. Dalam Posisi Duduk. Iskandar. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. Djoko Oentoeng. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan . Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. Jakarta. Sebab. 21 Maret 2005. 15 Mei 2005. Astini Dieksekusi 12 Penembak. jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. Kusnadi. Sebaliknya. Suara Pembaruan. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. 1. Ras. 19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. 52. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. 2009. 14. Lebih dahsyat lagi dampaknya. Yang lebih mengerikan. Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. Sutanto. No. Verkuyl. Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Jurnal: JT Aletheia. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Alasannya. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. 3 April 2005. Etika Kristen. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara. Soeropati. Jakarta. 1996. Terkait pro-kontra hukuman mati. Tolak Hukuman Mati. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Th. Laporan HAM 2005 KontraS. 14. 1976. Pengantar Hukum Tata Negara. habis digerogoti para koruptor. 1. Media Indonesia. dkk. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. No. 1996. Bangsa. Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. Republika. Frans. Bandung: STTB. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. J. Togardo. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. 21 Maret 2005.

Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. dan hakim. dengan tujuan untuk me-recovery aset. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi. dan masif. Itu kan lucu sekali. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Apalagi. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. melainkan hakim pun terlibat. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. Kalau itu diberlakukan. bahkan justru dijadikan ajang transaksi. polisi. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. bahkan bukan hanya orang pajak. ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. dihukum ringan. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. Sebab. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah. Anda bisa bayangkan. Kalau pemerintah betul-betul serius. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. Dan. Selesai. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung. yang namanya Arthalyta atau Ayin. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. Jadi. kemudian diberi remisi. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara. negara menyita semua aset yang mereka miliki. kejaksaan. Artinya. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. Seharusnya. Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat. Berikut petikan wawancaranya.Putro di Jakarta. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . sistemik. kepolisian. Sebaliknya. harus ada hukuman yang maksimal. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. yang saya lihat. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. Misalnya. mereka akan mengalami ketakutan.

Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. Ketiga. kalau melihat dampaknya. sekarang jauh lebih menurun. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat.bernegara. Teroris hanya mematikan sekian orang. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. tapi kalau koruptor. Pertama. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. koruptor lebih jahat dari teroris. Sebab. kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. khususnya menyangkut tiga pasal. pandangan seperti itu tidak adil.200 triliun termasuk bunganya. Kedua. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat. Kedua. bukannya berkurang. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. jelas tidak setuju. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. Tetapi. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. misalnya. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. Jadi. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. Memang tidak hilang. tidak sekolah. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. misalnya? Saya sebagai warga negara. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. Misalnya. Sebab. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan. Sebaliknya di Indonesia. Padahal. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia. dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. Bahkan. . penerapan hukuman pada tingkat implementasi. Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. Jadi. Bahkan. Pertama. tapi bisa diminimalkan. Jadi. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi. tapi justru lebih mengganas.

Dalam perkembangannya. maupun hakim. jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. Jadi. pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya. Mengapa demikian? Sebab. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. baik kejaksaan. itu tidak adil. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. . terutama yang jumlahnya besar. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Kalau dulu. Padahal. Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. seperti Komisi Kejaksaan. Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. Komisi Kepolisian. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. dalam kasus korupsi. kepolisian. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut. Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. kini justru berbalik. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung.

29 kilogram heroin di Medan. Di luar terpidana mati narkoba. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. Saat ini. 6 Agustus 2004). Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). Sebelumnya. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya. tengah mengajukan PK. termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? . nyaris semua dipenuhi. melebihi ketentuan PK yang seharusnya. undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. Masalahnya adalah. Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32). Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. ataupun memohon grasi kepada presiden. Kenyataannya. Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12. eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. Dalam kenyataan sosial pun. Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden. 5 Agustus 2004 (Republika. ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. Di sisi lain.

Malaysia. saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS. Jepang. Kemudian. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). Lalu. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat. Uniknya. Iran (139). . 76 negara menghapus hukuman mati secara total. tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi. Singapura. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati.265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. Juga. Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. 2003). Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya. Sementara itu. 71 jiwa telah dieksekusi. dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik. Sementara itu 5. pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Dari jumlah tersebut. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. Karena. Arab Saudi (79). Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia. Filipina. India. Kendati demikian. Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati.048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time). Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga. Korea (utara dan selatan). Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS.' Sejak 1977. Pada 2002. sebagai salah satu bentuk pidana. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. dan Amerika Serikat (66).468). Amerika Serikat adalah fenomena menarik. hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi. (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty. 3. per 1 Januari 2002. 3. hanya Amerika bersama Jepang. dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. Korea Selatan. dan Indonesia.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Pada tahun 2001.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2.

Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya. protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. Sementara itu. sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. and security of person). dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. Namun demikian. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. yaitu hak untuk hidup. Sampai saat ini. sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total. protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time). protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003. Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. Sedangkan untuk SOP. keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. hak atas kebebasan. baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. Perbedaannya. dan hak atas keamanan (life. Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. liberty. Sedangkan.Dari empat instrumen di atas. Armenia. Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile).

yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil.Psikotropika tahun 1997. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). SVD . harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. imparsial.6 Konvensi Anti Penyiksaan). jujur. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. independen. Kemudian. kepada masyarakat Indonesia. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid. Kendati demikian. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. Paul Budi Kleden. Karena. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. utamanya para korban-korban mereka. Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. independen. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati. Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati. Namun. dan imparsial. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. Pasalnya adalah. Juga. legislatif. masih jauh panggang dari api? Kemudian. Dengan demikian. bersih. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9.

tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Disadari atau tidak. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia. Misalnya: untuk memenuhi rasa . sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya. Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati.Pada tahun 1998. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Apabila ada kewajiban asasi. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. Karena itu. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia.

dia jahat.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya. untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. “Dia kejam. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya. Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. Dia sudah bukan manusia lagi. Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. Moralitas adalah sebuah tugas. Sebaliknya. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia. bukan sebuah pemberian. juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. Yang terberi adalah kemanusiaan. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. orang lalu berkesimpulan. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. Seseorang tetap merupakan seorang manusia. Sebab itu. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi. hidup ganti hidup). Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. . Dia direndahkan menjadi binatang. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya. tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas.

Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. Justru karena itu. seseorang yang melakukan kejahatan. Sebab itu. Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. . agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu. apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya. sebuah perjuangan yang terus-menerus. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita. Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas.

maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. Sebab itu. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan. HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara. Kalau demikian. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. Sebaliknya. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. Menolak hukuman mati . Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya.

3. Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5. ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM.?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. Hukum qishah. 4. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. 2. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati. .. Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah. Hukuman Mati Melanggar HAM. diantaranya adalah : 1. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain..?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati.

termasuk qishâsh. kebebasan dan HAM.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. sanksi pidana Islam. Dengan begitu. Tentu saja. (QS al-Baqarah [2]: 178). untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. sekularisme. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan. Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. penolakan atas hukuman mati. hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. Karena itu. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. Ide itu tidak lain bertolak dari ide. . Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak. korban dan atau keluarganya. serta masyarakat secara umum. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. Lebih dari itu. Mereka pun mendesak Rasulullah saw. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya.

tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh. meskipun korbannya satu orang. dst. agar fungsi zawâjir itu berjalan. dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. Dengan begitu. wahai orang-orang yang berakal. Sebab. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. dalam kasus Tibo dkk. Dengan begitu. penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. 30 unta muda. Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. Di samping itu. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara. kapan. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. supaya kalian bertakwa. dimana. jika terbukti. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. Jika mereka menghendaki. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. . semuanya harus di hukum mati. Rasulullah saw. meskipun jumlahnya banyak. jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan. Karena itu. (QS al-Baqarah [2]: 179). pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka. Karena itulah. Berkaitan dengan ayat di atas. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. jika terbukti ia melakukan pembunuhan.-untuk membunuh seseorang. mereka dapat membunuhnya. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. maka semuanya dikenai sanksi qishâsh. Jika mereka menghendaki. masyarakat tahu siapa yang dihukum.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian.

Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Karena itu. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. karena ia cukup mendapat hukuman penjara. Hukuman mati (the death penalty). Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. keadilan. Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. maka pamor mereka akan hancur :p. kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka. menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. ada yang pro dan kontra. Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. . Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Lalu. Entahlah. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. IMO. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. Untuk jaminan keamanan. (HR at-Tirmidzi). Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. kalau mereka melakukan hal tersebut. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam.dan 40 unta yang sedang bunting. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh.

punya istri. Mereka2 yang menentang hukuman mati. Kristen. Tapi jika tidak. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. Dalam Islam. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. Selama ada iblis. Bahkan kalau perlu. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. maka hukuman mati dijalankan. itu jadi beban pemerintah. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. selesai urusannya. enak bener dia. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. Di semua agama. 3. Bagaimanapun. Dalam Islam. begitu memperhatikan hak si terhukum. Kadang2 saya berdoa. masa depannya. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. Hak hidupnya. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. kejahatan akan tetap ada. ada satu atau dua. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu.Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. Mungkin dengan begini. jika pihak keluarga mengampuni. baik itu yang disengaja ataupun tidak. atau dibunuh karena hal sepele. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. eh dia punya kesempatan hidup. hukuman mati DIPERBOLEHKAN. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. saya mendukung hukuman mati yang total. dsb. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. Secara keji. Kedua. Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. hak keluarganya. . ada. hak tobatnya. Dan dengan alasan yang sepele. terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. pertama. atau kalau perlu semua. yang anggota keluarganya dibantai. Udah menghabisi nyawa orang lain.

Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia. yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). memang bukan kuwajiban penuntut umum. karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. .Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum. tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat. kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas. maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). terutama bagi para Hakim. seringkali seharusnya tidak terbukti. Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan.

apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia. karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara. Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI.” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya.

Pasal itu berbunyi. Bersama 150 negara. bersifat universal dan langgeng. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat. Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia. penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. dan pengulangan tindak pidana korupsi. Patrialis Akbar. pidana mati dapat dijatuhkan. hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life. Namun. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang. dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. bencana alam nasional.” Dalam pasal itu menyatakan. Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita. khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. This right shall be protected by law. dihormati. Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. No one shall be arbitrarily deprived of his life. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. oleh karena itu harus dilindungi. . bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. Mahfud MD.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. Benarkah? Mari kita telusuri bersama.” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. yakni Pasal 2 ayat (2). DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi.

hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia. Selain itu. 15 Tahun . UU No. pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.Maka. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. dan e). Sehingga. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. c).” Jadi. d). Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. hak untuk tidak disiksa.” Maka. Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. Maka. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. hak beragama. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. Menariknya. b). UU No. UU No. Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia. UU No. hak untuk tidak diperbudak. Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. UU No. Perlu kita telaah kembali. Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.” Jadi. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum. dalam perubahan UUD 1945. hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945.

Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati. * Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur. . Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. Selain itu. Hukuman mati belum bisa diakhiri. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. karena insting hewan masih mendominasi kita. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Dan jika. Jadi. sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Maka. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita. tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Maka. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. dapat dinyatakan bahwa.

Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor. masa kita masih berdebat soal itu. 5 April 2010 . "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. "Saya kira saya setuju.Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin. Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan. Itu sudah yudikatif. Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut. Senin (5/4/2010). "Penerapannya itu di luar pemerintah. pidana mati dapat dijatuhkan. Undang-undangnya sudah boleh.Okezone JAKARTA . Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur." kata Patrialis.. Tergantung penafsiran dari hakim." ." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara. Jakarta.16:57 wib Insaf Albert Tarigan ..Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara.

Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan. "Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .

jaminan social. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia. pelayanan kesehatan. pemerintah. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. hukum. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. Program Studi Matematika. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. masyarakat maupun negara. bebas dari penyiksaan. 07/253163/PA/11551. Jurusan Matematika.Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. pekerjaan. dijunjung tinggi. merdeka. kepercayaan. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. tempat tinggal . pendidikan. dan dilindungi oleh setiap individu. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. Universitas Gadjah Mada. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. pendidikan. dijaga. bebas dari diskriminatif. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. identitas budaya. dan hak milik 28I – Hak hidup. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. Yogyakarta. dan dilindungi oleh negara. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia . kewaraganegaraan.Hak pengembangan diri.

Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM. kelompok agama.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. pelacuran secara paksa. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1. perbudakan. perbudakan seksual. Kejahatan Genosida 2. pemerkosaan. penghilangan orang secara paksa. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita. kelompok etnis. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia. pengusiran secara paksa.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. berupa : pembunuhan. pemusnahan. ras. perampasan kemerdekaan. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat. Dalam UU No. penyiksaan.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. dan masih banyak lagi. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? . kejahatan apartheid.

dan Peru.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. S. Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. Bisa jadi. UU No 26 Tahun 2000.. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari.. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. Latvia. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. UU No 5 Tahun 1997. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). Dari kenyataan ini. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. dan Marinus Riwu. bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati. Fiji. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006. UU No 22 Tahun 1997. Brazil. Diantaranya adalah Bolivia. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. Sudi Prayitno.H. . Di sisi lain. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. Amrozi cs. seperti KUHP. Persoalannya. UU No 31 Tahun 1999. Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. dan lain sebagainya. El Savador. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. Di bawah ini petikannya. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. dan ratusan terpidana mati lain. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku. 1. LL. Kazakstan. sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. UU No 7/Drt/1955. ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Tibo Cs. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. Israel. Secara yuridis. tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati.M. dan ratusan terpidana mati lain. Dominggus da Silva. Chile. Setidak-tidaknya.

karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa. tanpa dihukum mati pun. melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. “Setiap orang berhak atas kehidupan. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah . dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. Hukuman mati. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. Sebaliknya. Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). Sayangnya. Begitu juga bagi masyarakat. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu.Menurut pandangan pertama. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris. kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. Dari perspektif hak asasi manusia. “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik. Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. Sahetapy: 2006). dan sebagainya. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. membunuh secara berencana. Masalahnya. justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan.E. melakukan kejahatan terorisme. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. pelanggaran hak asasi manusia.

Agaknya. problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. hakim berhak mencabut nyawa seseorang.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati. …. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. “Bisa digunakan pidana mati percobaan.” ujarnya. Kalau dapat memperbaiki diri. Artinya. Mardjono Reksodiputro. penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya. Atas nama keadilan. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. Agaknya. Menurut dia. karena termasuk kategori pidana khusus. Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. Rabu (20/6).Indonesia. 2. Menurut dia. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. Mardjono mengatakan. maka tidak bisa dijatuhi pidana mati. hak untuk tidak disiksa. dst. . harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. Sulit kiranya menerima. Syarat lain. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup. Menurut dia. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat.

Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan. …………. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika. Universitas Airlangga. terpidana mati pelaku Bom Bali I.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas. Pendapat pro-kontra kian meruncing. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera. Romli Atmasasmita. Sedangkan di seberang. nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa. Universitas Gadjah Mada. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. Tibo dan kawankawan. Universitas Jember. . mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan. Universitas Sumatera Utara. divonis mati di hadapan regu tembak. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati. reporter VHRmedia. hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan. termasuk Indonesia. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat.121 gram heroin ke Bali 3. Universitas Parahiyangan.

Idealnya. Itu sudah diakui dan satu paket. Sekarang. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. Tapi dampaknya sekarang. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Tapi harus dikembalikan lagi. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. Kalau secara penegakan hukum. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. tapi penduduknya aman. tapi untuk pecandu ya diobati. Jadi di antara pro dan kontra. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. Itu lebih fair. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. Terrorism. Meski diprotes seperti apa pun. Dulu saya masih ingat. Lihat saja Singapura. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. kita berdiri di tengah. langsung berteriak.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. tapi termasuk pengecualian. mengenai kejahatan yang sangat serius. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. secara undang-undang menghendaki dihapus. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. Secara agamis dipertentangkan. Eropa menolak hukuman mati. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. narcotic crime. Jadi. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. korbannya banyak. Rakyatnya senang. tapi mereka tidak protes. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. Sekarang mau milih efisiensi. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. tetap saja memberlakukan hukuman mati. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. Sekarang bagaimana . Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. HAM. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. tidak ada yang dihukum mati.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . 4. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. ketakutan. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. 2. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). yang dapat berupa motif sosial. Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18. Istilah Terorisme Dari segi bahasa. Pasal 6. Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. Analisis dan Pembahasan 1. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik. 10. pasal 1 ayat (1). Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1.C Manulang . dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . 7.Terorisme . Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Menggunakan kekerasan. kematian. ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. III. dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama. 2. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. 3. politik ataupun agama Menurut A. serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. ketidakpastian dan keputusasaan massal. Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). berdasarkan ketentuan pasal 8. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. Bab I Ketentuan Umum. jika: 1. Mengambil korban dari masyarakat sipil. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut. 9.

siapapun dapat diserang. kaya miskin. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. muda bahkan anak-anak. yang berbunyi : a. termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. 2. misalnya antara lain paramiliter. Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. tua. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. Meski kemudian muncul istilah State Terorism. bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan. Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. pria. Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage. Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. antara lain target. laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No. 15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas.. kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan. korban bisa saja militer atau sipil . pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. tujuan. dari sudut pandang yang diserang .pihak musuh. Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. padahal produsen pupuk . Ia sekedar strategi . instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . tidak mengenal kompromi . nelayan kecil-kecilan dan pekerja . Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. tetapi berpotensi melanggar HAM . motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. motif ekonomi. Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. pejuang kebebasan atau patriot. sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. wanita.

Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. 15 Tahun 2003. Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. . Dalam Perpu No. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence. Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran. Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence. 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik. Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif . kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak. Bahkan bensin. Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. Sebelumnya dalam UU No. RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan.

Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban. Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. kejahatan kemanusiaan. kejahatan perang dan kejahatan agresi. terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. keluarga korban. Menurut MK. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat. asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental. kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression). 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif. asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu.pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian. Ini artinya. kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri. Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 . Dalam hal ini . masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. 3. maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). UU No.

d. Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif. b. logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . instrumen dan atau alat mencapai tujuan. Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c. Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan. c.melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. Tetapi. Terorisme merupakan strategi . Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang . Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. Ironisnya. Kesimpulan dan Saran 1. Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Kesimpulan a. 2. IV. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme. bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati.

bea cukai. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. Wanita dilarang menyetir mobil. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. ANGGOTA LIGA ARAB . Ada hukum potong tangan. Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja. Film dilarang di negara ini. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . keimigrasian. Apartheid terhadap non-Muslim. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Wanita dilarang bepergian. bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. keamanan transportasi. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11. dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya. tewas 170 orang.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. tewas 270 orang. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. Monarki. money loundring. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. hukum cambuk. Mesir DIKTATOR. Idi Amin. Skotlandia. Negara-negara Tirani. Libya DIKTATOR. bahan peledak. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. keuangan. melindungi dan menghormati HAM. Tempat berlindung pembunuh masal. Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah. Negara teokrasi tipe abad pertengahan.

OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. ORG. Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991. Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel. adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah. Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. Bahrain DIKTATOR. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR. dan akhirnya menduduki Betlehem.Mesir menginvasi Israel pada 1948. 1 juta orang telah tewas. ANGGOTA LIGA ARAB . Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya.Idem Qatar DIKTATOR. dengan maksud menghancurkan negara itu.000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia. daerah dekat Yerusalem. . Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. Tahun 2001. Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual. Iran DIKTATOR.Idem Irak DIKTATOR. Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. ANGGOTA LIGA ARAB . 60.

Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Lebanon DIKTATOR. Memalsukan peta resmi kenegaraan. menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina. dan PFLP 3. “Pemilu demokratis” 2006. ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. --Hamas. ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. Fatah. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Menginvasi Israel tahun 1948. 150. Diskriminasi wanita. . dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah. Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. Pemuja darah dan kematian. ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. Suriah DIKTATOR.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil.Negara mensponsori anti-semitisme. Menginvasi Yordan (Black September 1970). disusul Fatah 45. dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya. Pelabuhan bagi kaum teroris.

lewat RUU Pengadilan Tipikor. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. Tapi sudah tiga tahun. Tapi. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. MK mengeluarkan putusan yang. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. Dia berdalil. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. menguntit. UU khusus itu tak kunjung muncul. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. Tapi. Anggota KPU. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. Privasi. Pasalnya. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. antara lain. Urusan mematai-matai warga negara.Antara HAM. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. untuk kasus Indonesia. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. seperti menyadap. Antara lain. KPK seperti ada di manamana. Lembaga tersebut mengintai. Akhir 2006. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. Korban KPK pun berjatuhan. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. Medio 2009. . di Indonesia justru menemui kendala lain. soalnya memang bisa menjadi lain. Benar saja. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. Mulyana W Kusumah. hotel hingga ruang parkir. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. dan mencokok koruptor dari kamarkamar.

akhir November. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. badai belum berlalu. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. l harun Dasar dasddddAntara HAM. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. "Belum saatnya. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Sebenarnya. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. lagi-lagi karena perlawanan publik. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. Tapi. Tapi. dalam rapat kerja dengan DPR." kata Menkominfo." kata dia. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. Itu. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. Ahmad Muzani. Tapi. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. menyadap merupakan kegiatan terlarang. tidak boleh disadap. antara lain. bachrul. Tapi. mengatakan. Tapi. soalnya memang bisa menjadi lain. Tapi. dan Korea Selatan. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. di negara seperti Australia. Je. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. . Siasat pengaturan baru jni.Karena kuatnya tekanan publik. Tifatul mencontohkan. Anggota Komisi I DPR. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. untuk kasus Indonesia. masih tetap dibidik. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. pang. tanpa diatur-atur pun. Tifatul Sembiring.. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. Privasi. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. "Berkomunikasi adalah hak asasi. pengaturan penyadapan memang perlu. untuk saat ini. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya.

lewat RUU Pengadilan Tipikor. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. Anggota KPU.Urusan mematai-matai warga negara. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Lembaga tersebut mengintai. Karena kuatnya tekanan publik. UU khusus itu tak kunjung muncul. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. MK mengeluarkan putusan yang. Benar saja. Tapi. Mulyana W Kusumah. Dia berdalil. antara lain. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. Antara lain. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Tapi. Akhir 2006. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. di Indonesia justru menemui kendala lain. lagi-lagi karena perlawanan publik. Pasalnya. Korban KPK pun berjatuhan. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. KPK seperti ada di manamana. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. menguntit. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. Medio 2009. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. seperti menyadap. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Tapi. Tapi sudah tiga tahun. hotel hingga ruang parkir. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. . Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya.

"Belum saatnya.. Anggota Komisi I DPR. tidak boleh disadap. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. Itu. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. Tapi. menyadap merupakan kegiatan terlarang. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. mengatakan. tanpa diatur-atur pun. pang. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. Sebenarnya." kata Menkominfo." kata dia. Siasat pengaturan baru jni. untuk saat ini. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. antara lain. badai belum berlalu. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Tifatul Sembiring. l harun . bachrul. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Je. Ahmad Muzani. pengaturan penyadapan memang perlu. akhir November. dan Korea Selatan.Tapi. Tifatul mencontohkan. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. masih tetap dibidik. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). di negara seperti Australia. Tapi. dalam rapat kerja dengan DPR. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful