Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik.FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hukum Dibuat : 2009-10-19. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. kepustakaan. Pendekatan Yuridis Normatief. dan lapangan. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya. Rubiyono. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. . yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan. dan lapangan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman . Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. kepustakaan. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi.

Hukuman mati. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi. ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan. 22 Tahun 1997). Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945. demikian Todung. yakni Pasal 80. Edith. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. mengenai apakah nanti akan divonis mati. Di mata Henry Yosodiningrat. Menurut Todung Mulya Lubis. 81. Dedi Setiawan. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen. mengimpor. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika. itu kewenangan hakim. misalnya. demikian Todung. kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. Karena itu. Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. Myuran dan Andrew tak sendirian. Rabu dua pekan lalu. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. Artikel Lain Henry Ditahan. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya.” tuturnya. . Sebenarnya. ”Ketentuan itu harus tetap ada.” tegasnya. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto. Konstitusi. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe.

Henry beralasan dengan adanya ancaman itu. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik.” ujarnya. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). Persisnya. Sebuah angka yang luar biasa besar. Entah mengapa. Menurut Henry. tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. Artinya. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun. Artinya. para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati. kata Henry. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. Jika ancaman itu dihapus. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. Jika dilihat dari sisi ekonomi. Syahdan. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Masalahnya.” Apalagi. saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal. Ketika itu. Sementara.000 orang meninggal. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan. termasuk Indonesia. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. akibat dari aksi para pengedar itu. Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. Saat ini.” cetus Henry. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan. mereka merupakan kelompok yang well organized crime. katanya. ada 129 negara. Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. Pada awal tahun 2003. Apalagi. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. imbuh Henry. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka. . Selama ini. kata Henry. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. Salah satunya adalah Asmara Nababan. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. dalam satu tahun tak kurang dari 12.

Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” imbuhnya. Menariknya. di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. Persisnya. . Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. lebih pada penegakan hukum. tuturnya. Di sejumlah negara. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). dan pembunuhan berencana.” cetusnya. ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat. di mata Asmara Nababan. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu. Tapi. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. Sementara. Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik. mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati. terorisme. Pasalnya. Saat ini. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005.” ujarnya. ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. ”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah.Selain di dalam UU tentang Narkotika.

. Penjatuhan pidana mati oleh negara. Surabaya. Dr. M. menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu. MHum. M.” tegas Koento. lanjut Didik.. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun. masyarakat. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. Dr.. di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. hanya dia sendirilah yang menentukan. jelas Koento. adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. maka masyarakat yang akan bahagia. dan individu. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No. “Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. Arief Amrullah. Mardjono Reksodiputro.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya. dari Universitas Airlangga. M. Dr. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang.H. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut.Hum. Didik Endro Purwo Laksono. Dari segi kefilsafatan. Artinya. MHum. menurut Arief. Dr. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. . Prof.” urai Mahmud. Senada dengan Didik. Prof. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP.H. S. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. S. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati.A. S.” jelas Didik. Jika permohonan dikabulkan. Rabu (20 /06). itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah.H. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif. S. Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya. Namun bila kita memilih keadilan. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. bagi penjahat narkoba. memilih cara mati dengan hukuman mati. Sementara itu.H. Mahmud Mulyadi.. Dr.

maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. Dr. Bambang Poernomo. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. Hukuman mati. S.H. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah.H. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum.Namun. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. sebelum mengakhiri sidang. Prof. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. . juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi.” ujar Gosita. Sedangkan. urai Mardjono. Ronald Z. Selanjutnya. Komnas HAM. S. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K. Dr. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi. kebenaran. pada agenda persidangan selanjutnya. Bila tak terpenuhi 4K ini. Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat. Prof.” papar Sidharta. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya. Jimly Asshiddiqie. kerukunan. para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. lanjut Sidharta. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. Badan Narkotika Nasional. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. Serupa dengan Titahelu. dan kesejahteraan rakyat. maka lebih baik undang-undang direvisi. yaitu. Setelah itu. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana. keadilan. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. Prof. Dr. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. Dr.” jelas Titahelu. Dr. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati.” kata Ketua MK Prof.

begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?. Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak. Selain itu. Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. Sampai saat ini. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda. Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan. Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. 2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum.

maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. Itu sebab. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan. Roma 13:1). Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa. Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. darahnya akan tertumpah oleh manusia. (Keluaran 22:2. takutlah akan dia. Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa. Itu sebab.B. Namun. Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya. Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah.[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat. adiknya. Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah. “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. (Kejadian 4:15). Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Dari ayat ini. “Siapa yang menumpahkan darah manusia. karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah . karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. Tetapi jika engkau berbuat jahat. Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya. (Kejadian 9:3). Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati. Itu sebab. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman.

“Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. Justru sebaliknya. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh. Pertama. Mereka tidak melihat bagaimana Allah. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah. Jadi. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. C. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. Ketiga. Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. Sang Pencipta. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- . Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. Kedua. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat. Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi.”[3] Selain itu. lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom.bentuk pembunuhan. hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan.

Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. Dengan demikian. tetapi karena ada otoritas Allah. Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya. . Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. Itu sebab. Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia.[4] D. Saudara-saudari yang terkasih. Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”. memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara.Nya atau yang di luar Firman-Nya. Sang Pencipta. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita.

kata Pramono.com — Data Migrant Care menunjukkan. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati. tanpa ada kejelasan nasib." ujarnya. Malaysia. Kita bicara sistem. Salah kita juga." kata Pramono. Pemerintah. seharusnya lebih pro-aktif. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. Minggu (22/8/2010) kemarin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak cukup umur. Sampai di sana enggak bisa kerja. ya jangan coba-coba bawa ganja. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah. Lalu. Terakhir." katanya singkat. dalam hal ini Pemerintah. KOMPAS. Yang harus dilakukan. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. Padahal. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati." ujar politisi Partai Demokrat ini. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. "Sudah tahu di sana hukuman mati. melanggar aturan. menyetrika baju orang terbakar. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an. tidak punya keahlian. Kebanyakan kan kasus TKI. Indonesia. Senin (23/8/2010) di Gedung DPR. "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati. Itu juga karena mereka tidak perform. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain. . Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga. Berbeda dengan Marzuki." kata Marzuki. Narkoba itu sangat merugikan. Dalam sejumlah kasus. Jakarta. menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut.JAKARTA.

Goerge W Bush.KAMIS 7 Desember 2000 lalu. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. Selang 10 tahun kemudian. Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA. Namun. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi. Namun dalam tuntutan di pengadilan. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. . Sebab. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah. Claude Howard Jones (60). 10 tahun kemudian. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti. Saat itu. salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. George W Bush. Berikutnya. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun. Saat menunggu eksekusinya. permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu." demikian ditulis Observer. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Sebelumnya. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya.

Pendidikan. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. apakah landasan agama. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati. Kesehatan yang memadai. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. hukum dan bahkan keadilan. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. Ketiga. tidak ada alasan untuk Pemerintah R. Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. (**) . menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). aparatus yang bersih. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali.I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. dengan alasan apapun. imparsial. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan.Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu. Pertama. secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. kasus apapun. Ironisnya. karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights). sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. Oleh karena itu. sosial. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. Kedua. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. Terlepas dari apa yang mereka lakukan.

000. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui. pertama. hampir seluruh lembaga pemasyarakatan.H. Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. Sahetapy. J. E.” jelasnya. Rabu 18 April 2007 pukul 10. S. menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba.A. Amerika Serikat. 200.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. Pemerintah. sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. Ahli Pemohon Prof. Lanjut Rachland. 292 triliun. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. Dr. S.) masih harus dipertahankan. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. Keempat. dan Badan Narkotika Nasional (BNN). right to life.” jelas Sahetapy. hak untuk tidak dianiaya. New York University School of Law. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp. Ahli Pemohon lainnya. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK).. kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red.H. “Kini. Ketiga. Keterangan lain. mengatakan bahwa di Belanda sendiri. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan. M. baik itu pelaku maupun pengguna. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945. Kedua.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp. “Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. saya berani . antara lain. Dalam sehari. Di lain pihak. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika. Untuk itu. ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. Tambah Henry. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No. Sementara itu.

Dr. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM . menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi. Ahmad Ali. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu.” jelasnya. S. bukan by product.menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. Dr.H. masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab. Sedangkan Ahli dari BNN Prof. S..H.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof. ”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. maka dalam kejahatan narkoba. Jimly Asshiddiqie. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba. sebelum menutup persidangan. Menanggapi pernyataan di atas. Demi memperoleh putusan yang tepat. tidak boleh dipahami secara mandiri. pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat. M. Atas alasan itu. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri. Di Jakarta. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya. tidak ada!” papar Henry.H.

Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober.com] PDF Cetak Image Source: www. Kompas . . ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964. Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia. pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati. mengungkapkan. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”. ”Pada 1998.” jelasnya. Ia menjelaskan. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan. Saat berbicara dalam diskusi. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi. pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. Oleh karena itu. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati.romokoko.” kata Hatfull. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd. Ia mencontohkan Amerika Serikat. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak. Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus. hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan. Rocky Gerung. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS. Padahal.” ujar Hatfull. Jumat (8/10).com Jakarta. tidak ada sistem peradilan yang sempurna.romokoko.

Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. Wassalam. Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat.“hukum rajam” ketegori Muslim. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . Secara nalar aqidah. kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. takutlah kepada-Ku. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. terima kasih. Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya. Meski umat manusia di abad 20 .

Itupun pelanggar sulisa berat. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. yang hanya menyangkut satu orang saja. berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. Afghanistan. Selain itu. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. Bosnia. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam. Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. Kamboja. bahkan di beberapa negara yang maju. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM. sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat. maka rajamlah… . yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya. Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku. tentu sangat bisa diterima logika. masih tetap memberlakukan hukuman mati. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran.

yaitu dengan cara dirajam. dikeluarkan ke bumi. Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as. Taurat. yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. Karena beratnya hukuman ini. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. atau ahli hukum. Injil maupun Al-Quran. Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. baik Zabur. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. atau pun manusia lainnya. terkutuk dan terlaknat. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah . Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon. Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia. Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata.Namun lafadznya kemudian dinasakh . Bukan hak para seniman. maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW.

Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. Daud. harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda. . Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku. Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. maka tidak perlu adanya saksi-saksi. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. maka rajamlah`. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. maka hukuman hudud bisa dibatalkan.. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina. Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata.. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a.. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. Di zaman Rasulullah SAW. Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. Namun Imam Abu Hanifah ra. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda. yaitu petunjuk yang paling utama. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW. Imam Asy-Syafi`i ra. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat.

Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. Dan bila melihatnya bergantian. Jumlah saksi minimal empat orang. maka tidak syah persksian mereka. Para saksi ini semuanya laki-laki. Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. 9. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. b. tapi wanita itu tidak mengakuinya. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud.`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1. 3. Bila salah satunya belum baligh. Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. maka tidak bisa dihukum. Allah berfirman. 4. Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu. Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya. 2. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. 5. Bila ada salah satunya wanita. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad.`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. 6. . Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. 7. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya. Dan sebaliknya. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. 8. Mereka adalah Abu Bakarah. maka persaksian itu tidak syah. bukan dengan bahasa kiasan.. maka persaksian mereka tidak syah. Para saksi ini sudah baligh semua.

perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. khususnya bagi orang-orang awam. maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. Ormas. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. Saudi Arabia. termasuk Indonesia. Beberapa saat yang lalu pun. Tiongkok. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. dan Amerika Serikat. setidaknya 2. Orang-orang tersebut. tidak hanya terjadi di dunia sekuler. jamaah majelis taklim. pesantren.148 orang dieksekusi di 22 negara.Di luar kedua hal diatas. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19. 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan. termasuk Indonesia. 2010 Filed under: artikel. pengajian. sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam. yayasan. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati.

pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini. terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum. Karena itu. ketiga. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia. terutama bagi para sarjana hukum. tata hukum negara. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. Pada penerapannya.hukuman mati. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman. namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam.. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang. kedua. • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. menurut hemat saya. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. atau secara langsung atau secara tidak langsung.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). enam kitab prihal Republik. tujuan dan waktu. pasal 28 ayat 1. Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. b. Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. maupun keadilan. Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum.disiplin atau stabilitas nasional. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya. Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. hak untuk tidak diperbudak. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. 1576). ekonomi dan kebudayaan. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. hukum. social. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. c. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. menyebutkan: “Hak untuk hidup. dan hukum etika. HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. hak beragama. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil. hak untuk tidak disiksa. dan hak untuk . Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a.

32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. 2. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. Sama dengan Astini. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta . Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik. 4.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”. Jadi. Fabianus Tibo. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan. 3. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. Dominggus da Silva.dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. Sulawesi Tengah. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu. Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif.

Oleh karena itu. Jepang. dan lain-lain * rajam: Arab. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Thailand. maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Guatemala. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. hukum syara. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. Bagi umat islam. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. Indonesia. terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. Irak. serta orang yang murtad. Iran. Pakistan. pezina muhshan. Vietnam * tembak: Tiongkok. mengembalikan penilaian baik atau buruk. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”. Singapura * suntik mati: Tiongkok. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. Yordania. Selain itu dalam vonis hukuman mati. Somalia. Afganistan. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. Taiwan. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. maupun dianiaya. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan.

banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan. serta (i) melanggar akidah atau aturan agama.besar. termasuk bila seseorang menjadi narapidana. Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat.hukuman Mati. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. penebus bagi pelaku. (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. penculikan (Keluaran 21:16). homoseksualitas (Imamat 20:13). Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. yaitu hak untuk hidup (right to life). Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati. (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. Dengan demikian. (f) menculik. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. baik itu dalam keadaan darurat. atau dibatasi dalam keadaan apapun. Kontra. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. yaitu: (a) membunuh dengan sengaja. Kedua jawabir. perang. dikurangi. menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. Artinya. Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah. namun . (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri. Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati. perzinahan (Imamat 20:10). Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). Bagi mereka. hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). Penerapan hukuman akan membawa. ketentraman masyarakat akan terjaga.

Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . Jadi. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. 14-17. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa. 2 Samuel 12:13). Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. namun mereka hanya memberikan sebagian. Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5).” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya.Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5. pastilah ia dihukum mati. Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain. Dalam peristiwa ini. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya. Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. (c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. darahnya akan tertumpah oleh manusia. pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. yakni tenang Perjanjian Nuh. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati.

KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. itu adalah kehendak Allah. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. 2. dan semua ini terjaga dengan seimbang. No. Kameo. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. 1996. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. Roma 13:1-7). Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut. . Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. Ideologi di Balik Negara Hukum. Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya. hukuman mati adalah efek jera. 1992. 2. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. 14. Jefferson.Yogjakarta: Kanisius. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan.” DAFTAR PUSTAKA Galus. No. 52. Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). namun kehendak Allah akan terus berjalan. Jika bagi orang sekuler. Th. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. Huijbers. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan.1. Th. Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. 14. Ben S. Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. Filsafat Hukum. Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Jika hukuman mati itu seseorang terima. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya. dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. Ilmu dan Budaya. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah. Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya. Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6). Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Theo. .

Iskandar. Terkait pro-kontra hukuman mati. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. Togardo. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan . Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Soeropati. Bangsa. Th. Republika. Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. Media Indonesia. Tolak Hukuman Mati. 21 Maret 2005. 2006. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. Gereja da Negara. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. 1996. Laporan HAM 2005 KontraS. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. Jakarta. Lebih dahsyat lagi dampaknya. 14. Sebab. 1992. September 1995. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. No. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara. 52. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). Kusnadi. Vol. Jakarta. Frans. Home Opini Mendesak. Jurnal: JT Aletheia. jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. Classnote Etika Sosial dan Politik. No. Suara Pembaruan. Th. Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. 52. J. Etika Kristen. Verkuyl. 1. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Astini Dieksekusi 12 Penembak. 19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Bandung: STTB. kejaksaan. 15 Mei 2005. 2009. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI.Kompas. habis digerogoti para koruptor. Jakarta: BPK Gunung Mulia. KontraS. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. 1. Pengantar Hukum Tata Negara. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. 1976. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. Djoko Oentoeng. Limahelu. Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. Dalam Posisi Duduk. Sebaliknya. Alasannya. No. Yang lebih mengerikan. Sutanto. 14. 3 April 2005. 1996. Ras. 21 Maret 2005. dkk.

sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sebab. para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. kepolisian. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. Seharusnya. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. Artinya. negara menyita semua aset yang mereka miliki. harus ada hukuman yang maksimal. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). bahkan justru dijadikan ajang transaksi. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah. Jadi. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. dan hakim. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Berikut petikan wawancaranya. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. mereka akan mengalami ketakutan. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. Itu kan lucu sekali. kemudian diberi remisi. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. dihukum ringan. polisi. kejaksaan. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung.Putro di Jakarta. Selesai. Anda bisa bayangkan. Dan. bahkan bukan hanya orang pajak. dengan tujuan untuk me-recovery aset. dan masif. yang saya lihat. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. Apalagi. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. Misalnya. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara. Sebaliknya. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. melainkan hakim pun terlibat. Kalau itu diberlakukan. Kalau pemerintah betul-betul serius. sistemik. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. yang namanya Arthalyta atau Ayin.

kalau melihat dampaknya. penerapan hukuman pada tingkat implementasi. Bahkan. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. Pertama. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi. Jadi. Bahkan. Kedua. tapi kalau koruptor. tidak sekolah. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. bukannya berkurang. Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat. Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa. Kedua. Sebab. Teroris hanya mematikan sekian orang. sekarang jauh lebih menurun. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. Sebaliknya di Indonesia. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. Jadi. Ketiga. misalnya. Pertama. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. pandangan seperti itu tidak adil. tapi bisa diminimalkan. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. Tetapi.bernegara. jelas tidak setuju. khususnya menyangkut tiga pasal. koruptor lebih jahat dari teroris. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. Memang tidak hilang.200 triliun termasuk bunganya. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. tapi justru lebih mengganas. Sebab. . dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. Padahal. misalnya? Saya sebagai warga negara. Misalnya. Jadi. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia.

Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan. Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Kalau dulu. sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut. maupun hakim. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. Komisi Kepolisian. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah. kepolisian. seperti Komisi Kejaksaan. terutama yang jumlahnya besar. kini justru berbalik. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya. Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. Mengapa demikian? Sebab. baik kejaksaan. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. . dalam kasus korupsi. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. Jadi. Dalam perkembangannya.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. Padahal. itu tidak adil. pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya.

6 Agustus 2004). yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. Masalahnya adalah. 5 Agustus 2004 (Republika. Dalam kenyataan sosial pun. undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. ataupun memohon grasi kepada presiden. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12. nyaris semua dipenuhi. Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba. Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik. eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. Saat ini. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? . Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden. termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya. tengah mengajukan PK. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. Kenyataannya. Sebelumnya. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). melebihi ketentuan PK yang seharusnya. Di sisi lain. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam. Di luar terpidana mati narkoba. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32).29 kilogram heroin di Medan.

265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. Lalu. per 1 Januari 2002.' Sejak 1977. Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). Jepang. tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). Iran (139). dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. 3. 71 jiwa telah dieksekusi. . hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi. Kemudian. pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Malaysia. hanya Amerika bersama Jepang. Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik. Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. Arab Saudi (79). Singapura. 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. Uniknya. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. Korea Selatan. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati. tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia. Filipina.048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). Kendati demikian. yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time). 3. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. Pada 2002. 76 negara menghapus hukuman mati secara total. Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. dan Indonesia. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat. (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights. dan Amerika Serikat (66). Dari jumlah tersebut. Juga. Sementara itu. 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. Karena. India. apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty. sebagai salah satu bentuk pidana. 2003). Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS. Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati. Korea (utara dan selatan). saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS. Sementara itu 5. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga. Pada tahun 2001.468). Amerika Serikat adalah fenomena menarik.

Sedangkan. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia. yaitu hak untuk hidup. keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. Sementara itu. Sampai saat ini. Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile). Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). Namun demikian. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. Armenia. and security of person). Sedangkan untuk SOP.Dari empat instrumen di atas. sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total. Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003. Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. hak atas kebebasan. Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia. dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya. dan hak atas keamanan (life. baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. Perbedaannya. liberty. Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time).

bersih. Namun.Psikotropika tahun 1997. Karena. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. Kemudian. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati. Juga.6 Konvensi Anti Penyiksaan). kepada masyarakat Indonesia. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. masih jauh panggang dari api? Kemudian. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. imparsial. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. Kendati demikian. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. dan imparsial. independen. pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid. SVD . sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). utamanya para korban-korban mereka. jujur. bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. legislatif. yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9. kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. independen. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. Pasalnya adalah. Paul Budi Kleden. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. Dengan demikian. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati.

bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. Misalnya: untuk memenuhi rasa . Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. Apabila ada kewajiban asasi. Karena itu. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia. Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat.Pada tahun 1998. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. Disadari atau tidak. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya.

tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. Dia sudah bukan manusia lagi. Dia direndahkan menjadi binatang. Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. Moralitas adalah sebuah tugas. maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya. untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. dia jahat. “Dia kejam. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. Sebaliknya. Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. Yang terberi adalah kemanusiaan. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. Sebab itu. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia. hidup ganti hidup). bukan sebuah pemberian. juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. . Seseorang tetap merupakan seorang manusia. orang lalu berkesimpulan. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi.

Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. sebuah perjuangan yang terus-menerus. Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya. Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya. seseorang yang melakukan kejahatan. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. Sebab itu. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. Justru karena itu. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu. Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang. . dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu.

Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara. Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan. mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. Sebab itu. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral. Sebaliknya. maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. Menolak hukuman mati . Kalau demikian. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia.

Hukuman Mati Melanggar HAM. dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. diantaranya adalah : 1. Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati. 3.?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM. Hukum qishah. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. 2.. ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain.. .?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba. 4. Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah.

Lebih dari itu. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. kebebasan dan HAM. Karena itu. ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. korban dan atau keluarganya. Ide itu tidak lain bertolak dari ide. Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak. Mereka pun mendesak Rasulullah saw. termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. serta masyarakat secara umum. . penolakan atas hukuman mati. Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Dengan begitu. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. (QS al-Baqarah [2]: 178). Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. sekularisme. sanksi pidana Islam. Tentu saja. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. termasuk qishâsh. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya. untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan.

Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. Di samping itu. kapan. supaya kalian bertakwa.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian. Jika mereka menghendaki. Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat. penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. mereka dapat membunuhnya. meskipun jumlahnya banyak. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. Dengan begitu. masyarakat tahu siapa yang dihukum. 30 unta muda. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. Karena itulah. Dengan begitu. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. maka semuanya dikenai sanksi qishâsh. pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka. (QS al-Baqarah [2]: 179). Karena itu. meskipun korbannya satu orang. agar fungsi zawâjir itu berjalan. Berkaitan dengan ayat di atas. wahai orang-orang yang berakal. tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. Jika mereka menghendaki. Sebab. jika terbukti ia melakukan pembunuhan. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. semuanya harus di hukum mati. dalam kasus Tibo dkk. dimana.-untuk membunuh seseorang. jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan. jika terbukti. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. dst. Rasulullah saw. . maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh.

maka pamor mereka akan hancur :p. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. Entahlah. kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan. keadilan. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. kalau mereka melakukan hal tersebut. ada yang pro dan kontra. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan. Lalu. (HR at-Tirmidzi). Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri. Hukuman mati (the death penalty).dan 40 unta yang sedang bunting. Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka. Untuk jaminan keamanan. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. Karena itu. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. karena ia cukup mendapat hukuman penjara. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. IMO. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. . Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam. Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana.

eh dia punya kesempatan hidup. maka hukuman mati dijalankan. saya mendukung hukuman mati yang total. Dan dengan alasan yang sepele. Dalam Islam. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. Kedua. Hak hidupnya. begitu memperhatikan hak si terhukum. Kristen. pertama. baik itu yang disengaja ataupun tidak. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. Bagaimanapun. yang anggota keluarganya dibantai. Selama ada iblis. Bahkan kalau perlu. masa depannya. Secara keji. atau kalau perlu semua. Udah menghabisi nyawa orang lain. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. Mungkin dengan begini. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu. Tapi jika tidak. hukuman mati DIPERBOLEHKAN. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. itu jadi beban pemerintah.Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. enak bener dia. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. ada. jika pihak keluarga mengampuni. dsb. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. . Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. ada satu atau dua. punya istri. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban. 3. Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. Mereka2 yang menentang hukuman mati. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. Kadang2 saya berdoa. atau dibunuh karena hal sepele. selesai urusannya. hak keluarganya. hak tobatnya. Di semua agama. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan. Dalam Islam. kejahatan akan tetap ada.

kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat. Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum.Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. memang bukan kuwajiban penuntut umum. . terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan. Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. terutama bagi para Hakim. seringkali seharusnya tidak terbukti. tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati. dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia.

BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra. jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini.” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia. demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan. hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang.

DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. pidana mati dapat dijatuhkan. dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. oleh karena itu harus dilindungi. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia. . khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita. Benarkah? Mari kita telusuri bersama. hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. bersifat universal dan langgeng. Pasal itu berbunyi. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. Namun. bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. Bersama 150 negara. dan pengulangan tindak pidana korupsi.” Dalam pasal itu menyatakan.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. This right shall be protected by law. Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. No one shall be arbitrarily deprived of his life. penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal.” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat. yakni Pasal 2 ayat (2). Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. dihormati. Patrialis Akbar. bencana alam nasional. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. Mahfud MD.

UU No. Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.” Maka. hak untuk tidak disiksa. dalam perubahan UUD 1945.” Jadi. dan e). pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.” Jadi. hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. c).Maka. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. UU No. hak untuk tidak diperbudak. hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. Selain itu. UU No. Perlu kita telaah kembali. 15 Tahun . pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. b). hak beragama. Sehingga. hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum. Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Menariknya. hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. d). UU No. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA. Maka. UU No.

tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Jadi. karena insting hewan masih mendominasi kita. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. Selain itu. maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita. Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Dan jika. Hukuman mati belum bisa diakhiri. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB. . sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang. * Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. Maka. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. dapat dinyatakan bahwa. Maka. Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati.

Itu sudah yudikatif. Tergantung penafsiran dari hakim. 5 April 2010 ." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara.Okezone JAKARTA .. "Penerapannya itu di luar pemerintah. pidana mati dapat dijatuhkan.16:57 wib Insaf Albert Tarigan .Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin.. Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur. masa kita masih berdebat soal itu. Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut. Jakarta." kata Patrialis.Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara. "Saya kira saya setuju. Undang-undangnya sudah boleh. "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan. Senin (5/4/2010). Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor." .

Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan. "Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .

Yogyakarta. tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama. dijunjung tinggi. masyarakat maupun negara. dan dilindungi oleh negara.Hak pengembangan diri. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. kepercayaan.Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . bebas dari penyiksaan. pemerintah. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. pekerjaan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. Universitas Gadjah Mada. merdeka. Jurusan Matematika. 07/253163/PA/11551. pelayanan kesehatan. jaminan social. dijaga. identitas budaya. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. pendidikan. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. dan dilindungi oleh setiap individu. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. kewaraganegaraan. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. tempat tinggal . Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia . Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. hukum. dan hak milik 28I – Hak hidup. Program Studi Matematika. pendidikan. bebas dari diskriminatif.

pemerkosaan.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. ras. kejahatan apartheid. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. kelompok agama. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No. Kejahatan Genosida 2. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. penghilangan orang secara paksa.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. perampasan kemerdekaan. dan masih banyak lagi. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat. kelompok etnis. Dalam UU No. penyiksaan. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? .26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM. pengusiran secara paksa. pemusnahan.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. berupa : pembunuhan. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. perbudakan seksual. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia. perbudakan. pelacuran secara paksa. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita.

Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. Dari kenyataan ini. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. S. dan Marinus Riwu. El Savador. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). UU No 26 Tahun 2000. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. UU No 5 Tahun 1997. Secara yuridis. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia. Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. dan ratusan terpidana mati lain.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati. ... LL. UU No 7/Drt/1955.H. dan ratusan terpidana mati lain. Amrozi cs. Diantaranya adalah Bolivia. UU No 22 Tahun 1997. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs. namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?. Brazil. tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati. Chile. Fiji. seperti KUHP. Bisa jadi. Kazakstan. Di bawah ini petikannya. ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Tibo Cs. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. Dominggus da Silva. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006. Sudi Prayitno. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia. 1. Di sisi lain. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Israel.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. Setidak-tidaknya. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. dan Peru. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. dan lain sebagainya.M. UU No 31 Tahun 1999. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Persoalannya. Latvia. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari.

tanpa dihukum mati pun. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. Sebaliknya. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan. Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). dan sebagainya. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain. membunuh secara berencana. Hukuman mati. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah . Sayangnya. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. pelanggaran hak asasi manusia.Menurut pandangan pertama.E. justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. “Setiap orang berhak atas kehidupan. Dari perspektif hak asasi manusia. kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J. Masalahnya. melakukan kejahatan terorisme. Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu. melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa. Begitu juga bagi masyarakat. Sahetapy: 2006).

Mardjono Reksodiputro. Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. hakim berhak mencabut nyawa seseorang. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. Agaknya. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). Atas nama keadilan. Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. Sulit kiranya menerima. Kalau dapat memperbaiki diri. karena termasuk kategori pidana khusus. maka tidak bisa dijatuhi pidana mati. dst. Artinya.Indonesia. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun. Mardjono mengatakan. “Bisa digunakan pidana mati percobaan. Menurut dia.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati.” ujarnya. penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat. Agaknya. Menurut dia. 2. Rabu (20/6). fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. hak untuk tidak disiksa. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). …. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. . Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup. Menurut dia. Syarat lain. peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri.

Universitas Parahiyangan. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. Romli Atmasasmita. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. Tibo dan kawankawan. Pendapat pro-kontra kian meruncing. . nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. Universitas Gadjah Mada. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat. termasuk Indonesia. Universitas Airlangga. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika. divonis mati di hadapan regu tembak. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Universitas Jember. Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan. Sedangkan di seberang. terpidana mati pelaku Bom Bali I. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan. reporter VHRmedia. Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana. Universitas Sumatera Utara. …………. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati.121 gram heroin ke Bali 3.

Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. Itu lebih fair. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. Sekarang bagaimana . Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. Sekarang. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. tapi mereka tidak protes. HAM. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. Jadi. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. mengenai kejahatan yang sangat serius. Rakyatnya senang. Itu sudah diakui dan satu paket. tetap saja memberlakukan hukuman mati. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. Dulu saya masih ingat. tapi penduduknya aman. Terrorism. Meski diprotes seperti apa pun. Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. langsung berteriak. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. tidak ada yang dihukum mati. … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. Jadi di antara pro dan kontra. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Sekarang mau milih efisiensi. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. Idealnya. secara undang-undang menghendaki dihapus. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. Tapi dampaknya sekarang. kita berdiri di tengah. Eropa menolak hukuman mati. Lihat saja Singapura. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. Tapi harus dikembalikan lagi. tapi termasuk pengecualian. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Secara agamis dipertentangkan. tapi untuk pecandu ya diobati. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. Kalau secara penegakan hukum. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. narcotic crime. korbannya banyak.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. politik ataupun agama Menurut A. diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). 9. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut. dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku.C Manulang . Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. III. Bab I Ketentuan Umum. Analisis dan Pembahasan 1. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik.Terorisme . serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. 7. Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. Mengambil korban dari masyarakat sipil. Menggunakan kekerasan. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . berdasarkan ketentuan pasal 8. Istilah Terorisme Dari segi bahasa. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . kematian. jika: 1. pasal 1 ayat (1). Pasal 6. 3. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1. 10. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . yang dapat berupa motif sosial. ketidakpastian dan keputusasaan massal. ketakutan. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . 2. 4. Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. 2. istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18.

instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . tujuan. Ia sekedar strategi . 15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas. laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . wanita. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. siapapun dapat diserang. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . padahal produsen pupuk . Meski kemudian muncul istilah State Terorism. korban bisa saja militer atau sipil . bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . yang berbunyi : a. Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. kaya miskin. pejuang kebebasan atau patriot. muda bahkan anak-anak. tetapi berpotensi melanggar HAM . pria. the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage. Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan. Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. nelayan kecil-kecilan dan pekerja . Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. 2.pihak musuh. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. motif ekonomi. sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. dari sudut pandang yang diserang . Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. misalnya antara lain paramiliter. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. antara lain target. tua. tidak mengenal kompromi . pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu..

Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran. Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. 15 Tahun 2003. Dalam Perpu No. Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. . Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9. Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence. Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . Sebelumnya dalam UU No. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif . Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Bahkan bensin. RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan. Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence. Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak.

perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . kejahatan kemanusiaan. Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 . Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif. Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). Dalam hal ini . kejahatan perang dan kejahatan agresi. terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. Menurut MK. maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. keluarga korban. maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban. Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian. Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental. UU No. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu. 3. Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri. Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. Ini artinya. masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression).pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat.

mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati. IV. Terorisme merupakan strategi .melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . Kesimpulan dan Saran 1. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. 2. instrumen dan atau alat mencapai tujuan. d. c. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . Tetapi. logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. b. Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme. bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan. Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c. Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. Kesimpulan a. Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. Ironisnya. Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif. Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang .

money loundring. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. Skotlandia. Wanita dilarang menyetir mobil. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. keimigrasian. tewas 270 orang. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Film dilarang di negara ini. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . ANGGOTA LIGA ARAB . Wanita dilarang bepergian. Negara-negara Tirani. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. melindungi dan menghormati HAM. Negara teokrasi tipe abad pertengahan. Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja. Monarki. mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah. keuangan. Ada hukum potong tangan. dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. keamanan transportasi. hukum cambuk. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11. Tempat berlindung pembunuh masal. bea cukai. bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. Mesir DIKTATOR. Apartheid terhadap non-Muslim. tewas 170 orang. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. bahan peledak. Idi Amin. Libya DIKTATOR.

Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya.000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967.Idem Qatar DIKTATOR. Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual. Iran DIKTATOR. Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991. 60. 1 juta orang telah tewas.Idem Irak DIKTATOR. melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia. Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. daerah dekat Yerusalem. ORG. adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah. Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman.Mesir menginvasi Israel pada 1948. OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia. Bahrain DIKTATOR. Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. dan akhirnya menduduki Betlehem. ANGGOTA LIGA ARAB . Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. . Tahun 2001. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. ANGGOTA LIGA ARAB . dengan maksud menghancurkan negara itu. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988.

Pelabuhan bagi kaum teroris. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah. Fatah.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil. ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Memalsukan peta resmi kenegaraan. dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah. ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. dan PFLP 3. ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya. Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. 150. Menginvasi Yordan (Black September 1970). menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. Diskriminasi wanita. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina. Lebanon DIKTATOR. Suriah DIKTATOR. disusul Fatah 45. . Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. Menginvasi Israel tahun 1948. “Pemilu demokratis” 2006.Negara mensponsori anti-semitisme. Pemuja darah dan kematian. --Hamas.

Urusan mematai-matai warga negara. Mulyana W Kusumah. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. lewat RUU Pengadilan Tipikor. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. Benar saja. Medio 2009. MK mengeluarkan putusan yang. Mulai dari pengusaha sampai jaksa.Antara HAM. menguntit. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. . seperti menyadap. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. Lembaga tersebut mengintai. Antara lain. Pasalnya. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. Tapi sudah tiga tahun. KPK seperti ada di manamana. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. di Indonesia justru menemui kendala lain. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. Tapi. Tapi. Korban KPK pun berjatuhan. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Dia berdalil. soalnya memang bisa menjadi lain. Akhir 2006. hotel hingga ruang parkir. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. untuk kasus Indonesia. Privasi. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. UU khusus itu tak kunjung muncul. antara lain. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Anggota KPU. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan.

Tapi. menyadap merupakan kegiatan terlarang. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. bachrul. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. pengaturan penyadapan memang perlu. Anggota Komisi I DPR. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. ." kata dia. Ahmad Muzani. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Privasi. Tapi. Sebenarnya. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. tidak boleh disadap. pang. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas.. dalam rapat kerja dengan DPR. untuk saat ini. lagi-lagi karena perlawanan publik. "Belum saatnya. mengatakan. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil." kata Menkominfo. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Tifatul Sembiring. Tifatul mencontohkan. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Tapi. Itu. Tapi. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. dan Korea Selatan. tanpa diatur-atur pun. l harun Dasar dasddddAntara HAM. Siasat pengaturan baru jni. Tapi. untuk kasus Indonesia. Je. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. antara lain. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi.Karena kuatnya tekanan publik. di negara seperti Australia. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. Tapi. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. badai belum berlalu. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. soalnya memang bisa menjadi lain. masih tetap dibidik. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). akhir November. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan.

dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Pasalnya. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. lagi-lagi karena perlawanan publik. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Tapi. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri.Urusan mematai-matai warga negara. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. Anggota KPU. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. Medio 2009. lewat RUU Pengadilan Tipikor. Karena kuatnya tekanan publik. seperti menyadap. MK mengeluarkan putusan yang. . UU khusus itu tak kunjung muncul. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. Lembaga tersebut mengintai. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. Tapi sudah tiga tahun. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. Antara lain. menguntit. KPK seperti ada di manamana. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. di Indonesia justru menemui kendala lain. Mulyana W Kusumah. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. antara lain. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. Benar saja. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. hotel hingga ruang parkir. Korban KPK pun berjatuhan. Akhir 2006. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Tapi. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. Dia berdalil. Tapi.

Anggota Komisi I DPR. Tapi. Sebenarnya. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. mengatakan. l harun . akhir November. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK.Tapi. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Je. Itu. Ahmad Muzani. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. Tifatul Sembiring. tanpa diatur-atur pun. Siasat pengaturan baru jni. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. dan Korea Selatan.. "Belum saatnya. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Tifatul mencontohkan. untuk saat ini. badai belum berlalu. antara lain." kata Menkominfo. bachrul. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. pang. tidak boleh disadap. pengaturan penyadapan memang perlu. Tapi." kata dia. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). menyadap merupakan kegiatan terlarang. dalam rapat kerja dengan DPR. masih tetap dibidik. di negara seperti Australia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful