Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan lapangan. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. Hukum Dibuat : 2009-10-19. merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan.FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano. . Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku. kepustakaan. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. Pendekatan Yuridis Normatief. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya. Rubiyono. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab.

dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman . dan lapangan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku. kepustakaan.

Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. Menurut Todung Mulya Lubis. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945.” tegasnya. Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya. Edith. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. Di mata Henry Yosodiningrat. Rabu dua pekan lalu. Myuran dan Andrew tak sendirian. ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan. yakni Pasal 80. demikian Todung. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen.” tuturnya. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. mengimpor. Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. misalnya. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe. Dedi Setiawan. Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. Artikel Lain Henry Ditahan. Konstitusi. Hukuman mati. . kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. demikian Todung. ”Ketentuan itu harus tetap ada. Sebenarnya. 22 Tahun 1997). tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik. mengenai apakah nanti akan divonis mati. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. Karena itu. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia. Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. itu kewenangan hakim. 81.

Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. Menurut Henry. Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. Selama ini. Pada awal tahun 2003. Saat ini. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati. dalam satu tahun tak kurang dari 12. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun. Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan.” cetus Henry.” Apalagi. kata Henry. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. Jika dilihat dari sisi ekonomi. Persisnya. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. akibat dari aksi para pengedar itu. Masalahnya. Artinya. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. ada 129 negara.Henry beralasan dengan adanya ancaman itu. Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan.000 orang meninggal.” ujarnya. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. Entah mengapa. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup. mereka merupakan kelompok yang well organized crime. imbuh Henry. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). Salah satunya adalah Asmara Nababan. Sementara. Jika ancaman itu dihapus. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati. katanya. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. Ketika itu. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal. kata Henry. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. Sebuah angka yang luar biasa besar. Artinya. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. Syahdan. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Apalagi. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. termasuk Indonesia. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar. .

” cetusnya. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat. ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat. Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut. ”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. Di sejumlah negara. lebih pada penegakan hukum. terorisme. mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Saat ini. . tuturnya. dan pembunuhan berencana. ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama. Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. Persisnya. Pasalnya. di mata Asmara Nababan. Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” imbuhnya.Selain di dalam UU tentang Narkotika.” ujarnya. Tapi. Sementara. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu. Menariknya.

Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati.Hum.” jelas Didik. Sementara itu. Dr. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. Surabaya. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya. M. memilih cara mati dengan hukuman mati.. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. “Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. M. dari Universitas Airlangga. Dr. . bagi penjahat narkoba.” tegas Koento. masyarakat. Dr. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut. hanya dia sendirilah yang menentukan.H. Mahmud Mulyadi. S. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif.H. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. S. dan individu. M. Dari segi kefilsafatan. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang. maka masyarakat yang akan bahagia.A. Senada dengan Didik. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. Artinya.. MHum.H. lanjut Didik.. menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara.H. Prof. jelas Koento. MHum. S. Mardjono Reksodiputro. Penjatuhan pidana mati oleh negara. S. Arief Amrullah. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. Dr.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. Namun bila kita memilih keadilan. Didik Endro Purwo Laksono. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP. Prof. menurut Arief. adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. Dr.” urai Mahmud. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu. Rabu (20 /06). Jika permohonan dikabulkan. itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah. di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia.

para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP.H. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. Bambang Poernomo. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya.” papar Sidharta. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K. kerukunan. . maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. Setelah itu. Dr. Hukuman mati. Dr. S. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. Prof. Selanjutnya. urai Mardjono. Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat.” kata Ketua MK Prof. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana. pada agenda persidangan selanjutnya. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. keadilan. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi. juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi. sebelum mengakhiri sidang. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. Dr. Komnas HAM. Jimly Asshiddiqie. dan kesejahteraan rakyat. Prof. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia. lanjut Sidharta. Serupa dengan Titahelu.Namun.” jelas Titahelu.H. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. Bila tak terpenuhi 4K ini. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini. Dr. kebenaran. Sedangkan. Badan Narkotika Nasional. Prof.” ujar Gosita. Dr. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah. Ronald Z. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. S. yaitu. maka lebih baik undang-undang direvisi.

Selain itu. Sampai saat ini. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. 2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme.Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati. Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda. Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan. baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?. Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak.

maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa. Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati. karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain.B. Itu sebab. adiknya. Dari ayat ini.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat. hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah . karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”. jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah. “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa. Roma 13:1). Namun. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Itu sebab. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya. takutlah akan dia.[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. (Kejadian 9:3). pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). (Keluaran 22:2. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. (Kejadian 4:15). Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya. Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Itu sebab. Tetapi jika engkau berbuat jahat. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel.

mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan. C. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah. lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?. eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh. Sang Pencipta. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. Pertama. apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. Justru sebaliknya. jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- . “Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi.bentuk pembunuhan. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. Jadi. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa.”[3] Selain itu. Kedua. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan. Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. Ketiga. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. Mereka tidak melihat bagaimana Allah.

memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara. Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. Dengan demikian. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini.[4] D. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita. . Itu sebab. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya. Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia.Nya atau yang di luar Firman-Nya. Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”. Saudara-saudari yang terkasih. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. tetapi karena ada otoritas Allah. Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. Sang Pencipta. Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia.

Senin (23/8/2010) di Gedung DPR.com — Data Migrant Care menunjukkan. ya jangan coba-coba bawa ganja. Dalam sejumlah kasus. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an. Jakarta. kata Pramono.JAKARTA." ujarnya. Kita bicara sistem. Narkoba itu sangat merugikan. Berbeda dengan Marzuki. dalam hal ini Pemerintah." ujar politisi Partai Demokrat ini. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain. menyetrika baju orang terbakar. Minggu (22/8/2010) kemarin." katanya singkat. Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia." kata Marzuki. Tidak cukup umur. tanpa ada kejelasan nasib. Terakhir. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. Lalu. menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut. Indonesia. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah. Sampai di sana enggak bisa kerja. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain. Padahal. Kebanyakan kan kasus TKI. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. melanggar aturan. perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Sudah tahu di sana hukuman mati. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Yang harus dilakukan. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. seharusnya lebih pro-aktif. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah. . "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. Malaysia. KOMPAS. Pemerintah." kata Pramono. Salah kita juga. Itu juga karena mereka tidak perform. tidak punya keahlian.

meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah. salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. Sebelumnya. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu. 10 tahun kemudian. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya. . Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones. analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya. Namun. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu. Sebab. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu. Goerge W Bush. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. Saat menunggu eksekusinya. Selang 10 tahun kemudian. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. Saat itu. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. Claude Howard Jones (60).KAMIS 7 Desember 2000 lalu. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. George W Bush. Namun dalam tuntutan di pengadilan. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. Berikutnya." demikian ditulis Observer. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun. terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah.

Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. Pendidikan. Oleh karena itu. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. (**) . secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. Kesehatan yang memadai. Terlepas dari apa yang mereka lakukan. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights). dengan alasan apapun. hukum dan bahkan keadilan. Pertama. imparsial. tidak ada alasan untuk Pemerintah R. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun. aparatus yang bersih. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. sosial.Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali. karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final.I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. Ketiga. Ironisnya. kasus apapun. menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. apakah landasan agama.

sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui. Kedua. Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. Ketiga. hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. S.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp.000. Keterangan lain. E. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. saya berani . kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red.H. J. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. “Kini. “Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. dan Badan Narkotika Nasional (BNN). mengatakan bahwa di Belanda sendiri. Lanjut Rachland. Dalam sehari. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia. Sahetapy. hampir seluruh lembaga pemasyarakatan. 200. menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu.H.) masih harus dipertahankan. S. Dr. Tambah Henry. pertama. hak untuk tidak dianiaya. Rabu 18 April 2007 pukul 10. Di lain pihak. Ahli Pemohon lainnya. Untuk itu. Ahli Pemohon Prof.” jelas Sahetapy. Keempat. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No. 292 triliun. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. Pemerintah. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp. right to life. baik itu pelaku maupun pengguna.. Sementara itu. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat. antara lain.” jelasnya. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945. Amerika Serikat. ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. M.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). New York University School of Law. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda.A. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan.

menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi.menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. Dr.H. ”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. Ahmad Ali. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu. tidak ada!” papar Henry. pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak. Jimly Asshiddiqie. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri. tidak boleh dipahami secara mandiri. Atas alasan itu. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat.. masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab.” jelasnya. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. S. maka dalam kejahatan narkoba. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. Di Jakarta. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof. M. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba. Dr. sebelum menutup persidangan.H. Menanggapi pernyataan di atas. Demi memperoleh putusan yang tepat.H. Sedangkan Ahli dari BNN Prof. S. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945. bukan by product. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM .

pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. .com Jakarta.romokoko. mengungkapkan. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati. ”Pada 1998. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi. ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd.com] PDF Cetak Image Source: www. Ia menjelaskan. hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan.” jelasnya. Saat berbicara dalam diskusi. pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima. tidak ada sistem peradilan yang sempurna. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan.” ujar Hatfull.” kata Hatfull. Jumat (8/10).romokoko. Oleh karena itu. Rocky Gerung.Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”. Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak. Padahal. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull. Kompas . Ia mencontohkan Amerika Serikat.

takutlah kepada-Ku. yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . Meski umat manusia di abad 20 . Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW. ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. terima kasih. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka.“hukum rajam” ketegori Muslim. Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya. Wassalam. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Secara nalar aqidah. Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi.

Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. masih tetap memberlakukan hukuman mati. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. bahkan di beberapa negara yang maju. tentu sangat bisa diterima logika. maka rajamlah… . Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam. Kamboja. Itupun pelanggar sulisa berat. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. Bosnia. bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati. Afghanistan. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. Selain itu. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya. yang hanya menyangkut satu orang saja. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran. berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM.

atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah . Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. Karena beratnya hukuman ini. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. Bukan hak para seniman. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. atau ahli hukum. Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia. dikeluarkan ke bumi. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon. maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. Injil maupun Al-Quran. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as.Namun lafadznya kemudian dinasakh . Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. baik Zabur. Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. yaitu dengan cara dirajam. terkutuk dan terlaknat. Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. atau pun manusia lainnya. Taurat.

Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih.. Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. Namun Imam Abu Hanifah ra. Di zaman Rasulullah SAW. maka tidak perlu adanya saksi-saksi. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah. yaitu petunjuk yang paling utama. Imam Asy-Syafi`i ra. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina.. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW. maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. maka rajamlah`. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata.. maka hukuman hudud bisa dibatalkan. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat. Daud. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. . harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda.

Dan bila melihatnya bergantian.. 6. 4. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. Para saksi ini semuanya laki-laki. tapi wanita itu tidak mengakuinya. maka persaksian mereka tidak syah. maka tidak syah persksian mereka. 3. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. Bila salah satunya belum baligh. Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1. . b. 5. Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. Dan sebaliknya. Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya. Mereka adalah Abu Bakarah. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. Jumlah saksi minimal empat orang. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. 9. Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. Para saksi ini sudah baligh semua. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. Allah berfirman. maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud. Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. 7. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu.`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. maka tidak bisa dihukum. Bila ada salah satunya wanita.`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. 2. maka persaksian itu tidak syah. bukan dengan bahasa kiasan. 8.

Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. 2010 Filed under: artikel. termasuk Indonesia. termasuk Indonesia. jamaah majelis taklim. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. pesantren. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam.148 orang dieksekusi di 22 negara. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan. 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. Tiongkok. khususnya bagi orang-orang awam. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. Saudi Arabia. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini.Di luar kedua hal diatas. Beberapa saat yang lalu pun. yayasan. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi. pengajian.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. dan Amerika Serikat. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam. Orang-orang tersebut. tidak hanya terjadi di dunia sekuler. Ormas. sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam. Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. setidaknya 2.

atau secara langsung atau secara tidak langsung. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang. Pada penerapannya. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam. Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. terutama bagi para sarjana hukum. tata hukum negara. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif. Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. ketiga. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri.. • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil.hukuman mati. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan. pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. kedua. menurut hemat saya. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum. • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. Karena itu.

disiplin atau stabilitas nasional. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. tujuan dan waktu. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. menyebutkan: “Hak untuk hidup. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. 1576). Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. dan hak untuk . pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya. hukum. b. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. hak beragama. Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil. social. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. dan hukum etika. c. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. ekonomi dan kebudayaan. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. maupun keadilan. hak untuk tidak diperbudak. Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. pasal 28 ayat 1. manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia. Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. hak untuk tidak disiksa. enam kitab prihal Republik.

Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. 2. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. Sama dengan Astini. Sulawesi Tengah. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997.dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. Fabianus Tibo. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. 3.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. Jadi. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. 4.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Dominggus da Silva. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta . yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”.

maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. Irak. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. pezina muhshan. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. mengembalikan penilaian baik atau buruk. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . Vietnam * tembak: Tiongkok. Indonesia. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Jepang. Iran. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. Taiwan. dan lain-lain * rajam: Arab. Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan. maupun dianiaya. hukum syara. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. Afganistan.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. Yordania. serta orang yang murtad. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”. Thailand. Guatemala. Somalia. Pakistan. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. Singapura * suntik mati: Tiongkok. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. Oleh karena itu. Bagi umat islam. Selain itu dalam vonis hukuman mati. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai.

bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan. banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. ketentraman masyarakat akan terjaga. hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). Dengan demikian. hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. namun . Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. atau dibatasi dalam keadaan apapun. perang. Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati. (f) menculik. Kedua jawabir. serta (i) melanggar akidah atau aturan agama. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah. Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri. Penerapan hukuman akan membawa. Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. homoseksualitas (Imamat 20:13).hukuman Mati. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. Kontra. penculikan (Keluaran 21:16). (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat. (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. Bagi mereka. yaitu: (a) membunuh dengan sengaja. perzinahan (Imamat 20:10). Artinya. Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. dikurangi. penebus bagi pelaku. yaitu hak untuk hidup (right to life). (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. termasuk bila seseorang menjadi narapidana. (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. baik itu dalam keadaan darurat. Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati.besar.

” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya. Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. Jadi. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. Dalam peristiwa ini. Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. (c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. namun mereka hanya memberikan sebagian. Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian. namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya. padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). 2 Samuel 12:13). Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5). 14-17. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa. Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain.Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. yakni tenang Perjanjian Nuh. Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. pastilah ia dihukum mati.

Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya. 14. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. hukuman mati adalah efek jera. 1992. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya.Yogjakarta: Kanisius. Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. 2. Jika hukuman mati itu seseorang terima. . Filsafat Hukum. Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia.1. No. Huijbers. Jefferson. 52. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6). Kameo. Ideologi di Balik Negara Hukum. 14. itu adalah kehendak Allah. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan. Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas. Roma 13:1-7). dan semua ini terjaga dengan seimbang. Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP. 2. Theo. Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut. Ilmu dan Budaya. No. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah.” DAFTAR PUSTAKA Galus. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. Jika bagi orang sekuler. Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. . Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya. 1996. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. Th. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. namun kehendak Allah akan terus berjalan. Ben S. Th.

19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. Dalam Posisi Duduk. 3 April 2005. Th. Alasannya. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. Kusnadi. No. Togardo. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Classnote Etika Sosial dan Politik. dkk. Yang lebih mengerikan. J. 14. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. Soeropati. Republika. Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. 1996. 1. Ras. 2009. jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. 52. Astini Dieksekusi 12 Penembak. Th. 1976. Jakarta. 14. 1992. Djoko Oentoeng. 52. Bandung: STTB. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Gereja da Negara. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. Jurnal: JT Aletheia. habis digerogoti para koruptor. Terkait pro-kontra hukuman mati. Jakarta. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. 15 Mei 2005. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara. Suara Pembaruan. Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. 2006. Pengantar Hukum Tata Negara. Laporan HAM 2005 KontraS. 21 Maret 2005. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. 21 Maret 2005. Media Indonesia. Sebaliknya. Bangsa.Kompas. Etika Kristen. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. kejaksaan. Lebih dahsyat lagi dampaknya. Frans. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. Verkuyl. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan . No. September 1995. Limahelu. Sebab. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Sutanto. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. Tolak Hukuman Mati. No. 1. Iskandar. Vol. Home Opini Mendesak. 1996. KontraS.

bahkan bukan hanya orang pajak. sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Sebaliknya. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. Apalagi. kejaksaan. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. yang namanya Arthalyta atau Ayin. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. Itu kan lucu sekali. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. Artinya. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. kepolisian. Dan. dengan tujuan untuk me-recovery aset. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. dan masif. Kalau itu diberlakukan. akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. mereka akan mengalami ketakutan. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. bahkan justru dijadikan ajang transaksi.Putro di Jakarta. Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi. polisi. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat. Kalau pemerintah betul-betul serius. Seharusnya. Selesai. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. Sebab. Berikut petikan wawancaranya. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. Anda bisa bayangkan. harus ada hukuman yang maksimal. para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. Misalnya. dihukum ringan. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. kemudian diberi remisi. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. sistemik. yang saya lihat. dan hakim. banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. negara menyita semua aset yang mereka miliki. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). melainkan hakim pun terlibat. Jadi. tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah.

Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan. khususnya menyangkut tiga pasal. tidak sekolah. Kedua. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. . Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat. Bahkan.bernegara. bukannya berkurang. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. jelas tidak setuju. Sebaliknya di Indonesia. Ketiga. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. koruptor lebih jahat dari teroris. Kedua. Sebab. Jadi. Memang tidak hilang. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. Padahal. penerapan hukuman pada tingkat implementasi. tapi justru lebih mengganas. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. sekarang jauh lebih menurun. tapi kalau koruptor. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun. Jadi. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat. kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. Bahkan. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia. misalnya. Sebab.200 triliun termasuk bunganya. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Teroris hanya mematikan sekian orang. Misalnya. pandangan seperti itu tidak adil. Tetapi. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. tapi bisa diminimalkan. dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa. Pertama. misalnya? Saya sebagai warga negara. kalau melihat dampaknya. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. Pertama. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. Jadi.

baik kejaksaan. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah. . Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. kepolisian. Jadi. sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut. jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. Mengapa demikian? Sebab. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. itu tidak adil. kini justru berbalik. pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. dalam kasus korupsi. seperti Komisi Kejaksaan. maupun hakim. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. terutama yang jumlahnya besar. Padahal. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. Komisi Kepolisian. Dalam perkembangannya. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. Kalau dulu. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Dalam kenyataan sosial pun. tengah mengajukan PK. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). 6 Agustus 2004). termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat. Di sisi lain. Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam. Sebelumnya. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. Saat ini. undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami.29 kilogram heroin di Medan. Masalahnya adalah. ataupun memohon grasi kepada presiden. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya. Kenyataannya. nyaris semua dipenuhi. ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba. Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? . melebihi ketentuan PK yang seharusnya. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Di luar terpidana mati narkoba. yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. 5 Agustus 2004 (Republika. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32). Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12.

Amerika Serikat adalah fenomena menarik. Sementara itu. Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS. 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. Pada 2002. hanya Amerika bersama Jepang. hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi.468).' Sejak 1977. saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS. 76 negara menghapus hukuman mati secara total. dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). Iran (139). Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati. 3. dan Amerika Serikat (66). Kemudian. sebagai salah satu bentuk pidana. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). Lalu. Dari jumlah tersebut. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. Malaysia. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights. Kendati demikian. India. Sementara itu 5. per 1 Januari 2002. 2003). dan Indonesia. Filipina. Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights.265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. 71 jiwa telah dieksekusi. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. Uniknya. Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. Juga. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati. Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2. yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time). (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty. Korea (utara dan selatan).048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Jepang. Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya. dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik. Korea Selatan. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat. Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi. . Karena. Arab Saudi (79). Singapura. pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Pada tahun 2001. 3.

Dari empat instrumen di atas. Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia. Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. Sedangkan. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia. keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. Armenia. sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). Sedangkan untuk SOP. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. Namun demikian. Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total. Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). dan hak atas keamanan (life. Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). Sementara itu. liberty. Sampai saat ini. dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. and security of person). Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. yaitu hak untuk hidup. dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. hak atas kebebasan. dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile). protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time). hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. Perbedaannya. protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003.

legislatif. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. SVD . sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. bersih. dan imparsial. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. independen. Dengan demikian.Psikotropika tahun 1997. Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9. Juga. Kendati demikian. utamanya para korban-korban mereka. jujur. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). imparsial. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. Pasalnya adalah. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba. kepada masyarakat Indonesia. independen. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati. bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. Kemudian.6 Konvensi Anti Penyiksaan). masih jauh panggang dari api? Kemudian. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. Paul Budi Kleden. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid. Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. Karena. Namun.

ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. Apabila ada kewajiban asasi. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat.Pada tahun 1998. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya. sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. Karena itu. Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati. bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. Disadari atau tidak. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. Misalnya: untuk memenuhi rasa . Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia.

orang lalu berkesimpulan. Sebaliknya. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. Seseorang tetap merupakan seorang manusia. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. hidup ganti hidup). sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. “Dia kejam. Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya. Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia. untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. Moralitas adalah sebuah tugas. Dia direndahkan menjadi binatang. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang. bukan sebuah pemberian. Yang terberi adalah kemanusiaan.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. Sebab itu. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. dia jahat. Dia sudah bukan manusia lagi. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya. maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. . juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti.

agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu. Justru karena itu. seseorang yang melakukan kejahatan. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. Sebab itu. Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. . apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya. sebuah perjuangan yang terus-menerus. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya.

Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. Sebaliknya. Menolak hukuman mati . Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri. Kalau demikian. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati. Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat. HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan. Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. Sebab itu. maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan.

Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5. Hukuman Mati Melanggar HAM. Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah. Hukum qishah. .?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba. diantaranya adalah : 1. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. 3. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain.?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati. dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. 2. 4... ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati.

Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya. Karena itu. untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi. . serta masyarakat secara umum. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. (QS al-Baqarah [2]: 178). termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. kebebasan dan HAM. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT. Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. Dengan begitu. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. termasuk qishâsh. sekularisme. berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak. Mereka pun mendesak Rasulullah saw. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. Lebih dari itu. korban dan atau keluarganya. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). Ide itu tidak lain bertolak dari ide. sanksi pidana Islam. penolakan atas hukuman mati.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. Tentu saja.

30 unta muda. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. Rasulullah saw. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. wahai orang-orang yang berakal. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. (QS al-Baqarah [2]: 179). Berkaitan dengan ayat di atas. supaya kalian bertakwa. maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh. Jika mereka menghendaki. penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. jika terbukti. dalam kasus Tibo dkk. meskipun jumlahnya banyak. mereka dapat membunuhnya. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. agar fungsi zawâjir itu berjalan. tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. masyarakat tahu siapa yang dihukum. Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. dimana. Dengan begitu. jika terbukti ia melakukan pembunuhan.-untuk membunuh seseorang. Jika mereka menghendaki. jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan. meskipun korbannya satu orang. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat. semuanya harus di hukum mati. Karena itulah. kapan. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. maka semuanya dikenai sanksi qishâsh. dst. Dengan begitu. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. Sebab. Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). Di samping itu. pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara. . dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. Karena itu.

(HR at-Tirmidzi). karena ia cukup mendapat hukuman penjara. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh. Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka. kalau mereka melakukan hal tersebut. Hukuman mati (the death penalty). IMO. maka pamor mereka akan hancur :p. Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati.dan 40 unta yang sedang bunting. keadilan. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. . Entahlah. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. ada yang pro dan kontra. Untuk jaminan keamanan. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Karena itu. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. Lalu. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan.

Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. ada. Kedua. Mungkin dengan begini. begitu memperhatikan hak si terhukum. Tapi jika tidak. itu jadi beban pemerintah. yang anggota keluarganya dibantai. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu. Mereka2 yang menentang hukuman mati. hak tobatnya. Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. 3. Bahkan kalau perlu. kejahatan akan tetap ada. Udah menghabisi nyawa orang lain. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. atau kalau perlu semua. saya mendukung hukuman mati yang total. Dan dengan alasan yang sepele. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. selesai urusannya. maka hukuman mati dijalankan. jika pihak keluarga mengampuni. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. Selama ada iblis. eh dia punya kesempatan hidup. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. hukuman mati DIPERBOLEHKAN. Dalam Islam. terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. enak bener dia. baik itu yang disengaja ataupun tidak. . pertama. Secara keji. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. punya istri. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. atau dibunuh karena hal sepele. hak keluarganya. Hak hidupnya. ada satu atau dua. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. Bagaimanapun. dsb. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. Di semua agama. Dalam Islam. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. masa depannya. Kadang2 saya berdoa. Kristen. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan.

Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas.Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat. untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati. Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. . terutama bagi para Hakim. Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. memang bukan kuwajiban penuntut umum. seringkali seharusnya tidak terbukti. tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum.

” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia. BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya. apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan. jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang. hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI. demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara.

oleh karena itu harus dilindungi.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. bencana alam nasional. Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Pasal itu berbunyi. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. No one shall be arbitrarily deprived of his life. Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi. khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Namun. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life.” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. pidana mati dapat dijatuhkan. dan pengulangan tindak pidana korupsi. This right shall be protected by law. Benarkah? Mari kita telusuri bersama. Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bersama 150 negara. dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita. dihormati. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat. bersifat universal dan langgeng. yakni Pasal 2 ayat (2). penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. Patrialis Akbar. . hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu.” Dalam pasal itu menyatakan. Mahfud MD. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang.

31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. dalam perubahan UUD 1945. pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA.” Jadi. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. UU No. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. Menariknya. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia. b). 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. dan e). Perlu kita telaah kembali. Selain itu.” Jadi. Maka. Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum. UU No. UU No. hak untuk tidak disiksa. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. UU No. UU No. Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945.Maka. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Sehingga. d). Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia.” Maka. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. 15 Tahun . Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. c). hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). hak untuk tidak diperbudak. pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. hak beragama.

jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. dapat dinyatakan bahwa. tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita. Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Jadi.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. karena insting hewan masih mendominasi kita. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. Dan jika. Maka. Hukuman mati belum bisa diakhiri. sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati. Selain itu. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. Maka. . * Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur.

Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut.Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin. Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor. Itu sudah yudikatif.16:57 wib Insaf Albert Tarigan ." kata Patrialis.Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara. "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. masa kita masih berdebat soal itu." . Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara. Senin (5/4/2010). "Saya kira saya setuju. Undang-undangnya sudah boleh. Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur.Okezone JAKARTA . Tergantung penafsiran dari hakim. 5 April 2010 . pidana mati dapat dijatuhkan.. "Penerapannya itu di luar pemerintah. Jakarta..

Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan. "Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .

pekerjaan. jaminan social. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. 07/253163/PA/11551. tempat tinggal . mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama.Hak pengembangan diri. Yogyakarta. pendidikan. masyarakat maupun negara. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. kepercayaan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . merdeka. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia . dijaga. Jurusan Matematika. dan dilindungi oleh negara. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. dijunjung tinggi. kewaraganegaraan. identitas budaya. pelayanan kesehatan. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. Universitas Gadjah Mada. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. pendidikan. Program Studi Matematika. bebas dari penyiksaan. pemerintah. dan dilindungi oleh setiap individu. bebas dari diskriminatif. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. hukum. dan hak milik 28I – Hak hidup.

berupa : pembunuhan. kelompok etnis. pengusiran secara paksa.26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. Kejahatan Genosida 2. kelompok agama. pemerkosaan. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia. perbudakan. perampasan kemerdekaan. perbudakan seksual. pelacuran secara paksa. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No. pemusnahan. penghilangan orang secara paksa. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. Dalam UU No. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? .26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. penyiksaan. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No. ras. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM. dan masih banyak lagi. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No. kejahatan apartheid.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.

ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. UU No 7/Drt/1955. . Diantaranya adalah Bolivia. Secara yuridis.. Chile. El Savador. Sudi Prayitno. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. Israel. Kazakstan. Amrozi cs. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. dan Marinus Riwu. tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. S. dan ratusan terpidana mati lain. dan ratusan terpidana mati lain. namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. seperti KUHP. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. dan lain sebagainya. sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. Dominggus da Silva. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). Bisa jadi. Di sisi lain. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari. Fiji. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs.M. dan Peru. Brazil. UU No 31 Tahun 1999. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia. Tibo Cs. LL. UU No 26 Tahun 2000.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. Dari kenyataan ini. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. Di bawah ini petikannya. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku.H. 1. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006. Latvia. UU No 22 Tahun 1997. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. Setidak-tidaknya. Persoalannya. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia. UU No 5 Tahun 1997. bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati..

Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. Masalahnya. Dari perspektif hak asasi manusia. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. “Setiap orang berhak atas kehidupan. Sahetapy: 2006). justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. membunuh secara berencana. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. dan sebagainya. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu.E. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain. melakukan kejahatan terorisme. pelanggaran hak asasi manusia. Hukuman mati. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu. Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. tanpa dihukum mati pun. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah .Menurut pandangan pertama. kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. Begitu juga bagi masyarakat. Sebaliknya. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. Sayangnya. dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik.

” ujarnya. hakim berhak mencabut nyawa seseorang. Agaknya. 2. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia. jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. hak untuk tidak disiksa. Menurut dia. Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati. karena termasuk kategori pidana khusus. Mardjono Reksodiputro. fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. Mardjono mengatakan. harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. . Syarat lain. Sulit kiranya menerima. kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup. dst. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). Menurut dia. “Bisa digunakan pidana mati percobaan. terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. Rabu (20/6). Agaknya. Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. Menurut dia. peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri. Kalau dapat memperbaiki diri.Indonesia. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya. Atas nama keadilan. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun. …. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat. Artinya. maka tidak bisa dijatuhi pidana mati.

hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati. Universitas Parahiyangan. Pendapat pro-kontra kian meruncing.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita. . Universitas Gadjah Mada. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. Romli Atmasasmita. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. termasuk Indonesia. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika.121 gram heroin ke Bali 3. reporter VHRmedia. Sedangkan di seberang. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Universitas Sumatera Utara. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. Tibo dan kawankawan. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. terpidana mati pelaku Bom Bali I. Universitas Jember. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana. divonis mati di hadapan regu tembak. …………. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika. Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush. Universitas Airlangga. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan.

Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. Terrorism. Dulu saya masih ingat. tapi termasuk pengecualian. secara undang-undang menghendaki dihapus. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Rakyatnya senang. Kalau secara penegakan hukum. Tapi harus dikembalikan lagi. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. narcotic crime. Lihat saja Singapura. tapi untuk pecandu ya diobati. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Itu sudah diakui dan satu paket. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. kita berdiri di tengah. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. Meski diprotes seperti apa pun. Idealnya. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. Sekarang mau milih efisiensi. tapi penduduknya aman. langsung berteriak. Sekarang. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. HAM. Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. Jadi di antara pro dan kontra. Secara agamis dipertentangkan. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. korbannya banyak. Jadi. Sekarang bagaimana . … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. Eropa menolak hukuman mati. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. tapi mereka tidak protes. Tapi dampaknya sekarang. tetap saja memberlakukan hukuman mati.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. mengenai kejahatan yang sangat serius. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. Itu lebih fair. tidak ada yang dihukum mati. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). Istilah Terorisme Dari segi bahasa. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. III. ketakutan. berdasarkan ketentuan pasal 8. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. 10. Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . Menggunakan kekerasan. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. ketidakpastian dan keputusasaan massal. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. 2. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. Mengambil korban dari masyarakat sipil. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. pasal 1 ayat (1). 4. Pasal 6. 9. kematian. Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. 3. 2. istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18.Terorisme . dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama. 7.C Manulang . ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. yang dapat berupa motif sosial. Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. politik ataupun agama Menurut A. Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. jika: 1. Analisis dan Pembahasan 1. Bab I Ketentuan Umum. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1. serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut.

waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . dari sudut pandang yang diserang . Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . pejuang kebebasan atau patriot. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. nelayan kecil-kecilan dan pekerja . padahal produsen pupuk . laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No.pihak musuh. tidak mengenal kompromi . tetapi berpotensi melanggar HAM . Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. korban bisa saja militer atau sipil . Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu.. instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan. pria. motif ekonomi. 2. pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. Meski kemudian muncul istilah State Terorism. antara lain target. Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. siapapun dapat diserang. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . Ia sekedar strategi . Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. 15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas. muda bahkan anak-anak. motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. misalnya antara lain paramiliter. tua. sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan. tujuan. the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage. kaya miskin. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. yang berbunyi : a. 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. wanita.

Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif . Bahkan bensin. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9. Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik. Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu. . Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. Dalam Perpu No. Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence. RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan. Sebelumnya dalam UU No. Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence. Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . 15 Tahun 2003.

Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . 3. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat. Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . kejahatan perang dan kejahatan agresi. Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri. keluarga korban. kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). Dalam hal ini . asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu. asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental. Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. Menurut MK. Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif. kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression). Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . kejahatan kemanusiaan. UU No. International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 .pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. Ini artinya. tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian. Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban.

Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif. Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang . Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c.melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati. Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme. Terorisme merupakan strategi . 2. Tetapi. b. c. Kesimpulan dan Saran 1. instrumen dan atau alat mencapai tujuan. Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . d. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . IV. Kesimpulan a. Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan. Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Ironisnya.

Mesir DIKTATOR. keimigrasian. hukum cambuk. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. money loundring. tewas 170 orang. bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. keuangan. Monarki. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. keamanan transportasi. bahan peledak. mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya. melindungi dan menghormati HAM. Ada hukum potong tangan. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. Wanita dilarang menyetir mobil. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11. Film dilarang di negara ini. Idi Amin. bea cukai. ANGGOTA LIGA ARAB . Libya DIKTATOR. Negara-negara Tirani. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. Negara teokrasi tipe abad pertengahan. Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah. tewas 270 orang. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. Skotlandia. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). Wanita dilarang bepergian. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. Apartheid terhadap non-Muslim. Tempat berlindung pembunuh masal.

ORG. Tahun 2001. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. dengan maksud menghancurkan negara itu. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR.000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967. ANGGOTA LIGA ARAB . Iran DIKTATOR.Idem Qatar DIKTATOR. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. ANGGOTA LIGA ARAB . Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman. adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah.Idem Irak DIKTATOR. daerah dekat Yerusalem. Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia. 1 juta orang telah tewas. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988. dan akhirnya menduduki Betlehem. Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual.Mesir menginvasi Israel pada 1948. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia. Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. . Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. 60. Bahrain DIKTATOR. Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991.

ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya. Menginvasi Yordan (Black September 1970). Diskriminasi wanita. --Hamas. Fatah. disusul Fatah 45. dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. “Pemilu demokratis” 2006. Menginvasi Israel tahun 1948. dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah. dan PFLP 3. Memalsukan peta resmi kenegaraan. Pelabuhan bagi kaum teroris.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil.Negara mensponsori anti-semitisme. Lebanon DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. Pemuja darah dan kematian. 150. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah. Suriah DIKTATOR. .

Tapi. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. Benar saja. Tapi sudah tiga tahun. Mulyana W Kusumah. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. soalnya memang bisa menjadi lain. Dia berdalil. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. antara lain. Lembaga tersebut mengintai. lewat RUU Pengadilan Tipikor. UU khusus itu tak kunjung muncul. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. KPK seperti ada di manamana. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. . yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Mulai dari pengusaha sampai jaksa. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. seperti menyadap. Anggota KPU. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. menguntit. Korban KPK pun berjatuhan. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Antara lain. Akhir 2006. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. MK mengeluarkan putusan yang. Urusan mematai-matai warga negara. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. hotel hingga ruang parkir. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. Pasalnya. Tapi. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. Medio 2009. di Indonesia justru menemui kendala lain.Antara HAM. untuk kasus Indonesia. Privasi. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi.

Je. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. dalam rapat kerja dengan DPR. tanpa diatur-atur pun. Tapi." kata dia. . Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. dan Korea Selatan. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Tapi. Tapi. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. Tapi. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. untuk kasus Indonesia. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Tapi. Tapi. akhir November. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. Ahmad Muzani. "Berkomunikasi adalah hak asasi. lagi-lagi karena perlawanan publik. untuk saat ini. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Sebenarnya. soalnya memang bisa menjadi lain. Itu. badai belum berlalu. mengatakan. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. tidak boleh disadap.Karena kuatnya tekanan publik. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). hendak ditelikung ke tahap penyidikan. masih tetap dibidik. Anggota Komisi I DPR." kata Menkominfo. pang. l harun Dasar dasddddAntara HAM. "Belum saatnya. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. bachrul.. Siasat pengaturan baru jni. Tifatul Sembiring. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Tifatul mencontohkan. Privasi. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. di negara seperti Australia. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. pengaturan penyadapan memang perlu. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. menyadap merupakan kegiatan terlarang. antara lain. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan.

Urusan mematai-matai warga negara. seperti menyadap. UU khusus itu tak kunjung muncul. KPK seperti ada di manamana. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. Korban KPK pun berjatuhan. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. . Tapi. hotel hingga ruang parkir. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. Lembaga tersebut mengintai. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Benar saja. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. lagi-lagi karena perlawanan publik. Akhir 2006. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. menguntit. Dia berdalil. antara lain. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Anggota KPU. Tapi sudah tiga tahun. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. Mulyana W Kusumah. lewat RUU Pengadilan Tipikor. Karena kuatnya tekanan publik. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. Pasalnya. Tapi. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. di Indonesia justru menemui kendala lain. Antara lain. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. Tapi. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. MK mengeluarkan putusan yang. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Medio 2009. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi.

menyadap merupakan kegiatan terlarang. "Berkomunikasi adalah hak asasi. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. l harun . mengatakan. badai belum berlalu." kata dia. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. pengaturan penyadapan memang perlu. bachrul. antara lain. pang. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. masih tetap dibidik.Tapi. tanpa diatur-atur pun. dan Korea Selatan. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. akhir November. Anggota Komisi I DPR. Siasat pengaturan baru jni. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. di negara seperti Australia. Je." kata Menkominfo. "Belum saatnya. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. untuk saat ini. Tapi. Itu.. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. dalam rapat kerja dengan DPR. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. tidak boleh disadap. Ahmad Muzani. Tapi. Sebenarnya. Tifatul mencontohkan. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. Tifatul Sembiring. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful