Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

Pendekatan Yuridis Normatief. yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya. Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hukum Dibuat : 2009-10-19. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. kepustakaan. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. dan lapangan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. .FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Rubiyono. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi.

dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku. kepustakaan. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi. dan lapangan. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman .

Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. 22 Tahun 1997). Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. ”Ketentuan itu harus tetap ada. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik. tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. Edith.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana. misalnya. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. mengimpor. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. yakni Pasal 80. mengenai apakah nanti akan divonis mati. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. 81. Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945. Karena itu. Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. itu kewenangan hakim.” tuturnya. . Hukuman mati. Konstitusi. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi. Sebenarnya. demikian Todung. Myuran dan Andrew tak sendirian. Artikel Lain Henry Ditahan. Menurut Todung Mulya Lubis. demikian Todung. Dedi Setiawan. Di mata Henry Yosodiningrat. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. Rabu dua pekan lalu. Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani.” tegasnya. ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan.

mereka merupakan kelompok yang well organized crime. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup.” ujarnya. Artinya. dalam satu tahun tak kurang dari 12. imbuh Henry. Salah satunya adalah Asmara Nababan. Masalahnya. Selama ini. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. Sebuah angka yang luar biasa besar. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati.” cetus Henry. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi.Henry beralasan dengan adanya ancaman itu.” Apalagi. . Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. kata Henry. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. Sementara. Ketika itu. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. Pada awal tahun 2003. Artinya. Entah mengapa. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan. Jika dilihat dari sisi ekonomi. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan. Apalagi. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal.000 orang meninggal. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. Menurut Henry. para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati. tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. akibat dari aksi para pengedar itu. Syahdan. ada 129 negara. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. Persisnya. Jika ancaman itu dihapus. termasuk Indonesia. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. katanya. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik. kata Henry. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana. Saat ini. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar.

Di sejumlah negara. terorisme. Saat ini. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama. ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat.” cetusnya. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu. Pasalnya. di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik.Selain di dalam UU tentang Narkotika. dan pembunuhan berencana. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati. .” ujarnya. Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005. Tapi. Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. lebih pada penegakan hukum. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. Sementara.” imbuhnya. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat. Menariknya. tuturnya. Persisnya. ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. ”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia. di mata Asmara Nababan.

“Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. .” urai Mahmud. Dr. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. S. Jika permohonan dikabulkan. Dari segi kefilsafatan.A. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif. Artinya. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.H. memilih cara mati dengan hukuman mati. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. Arief Amrullah. Rabu (20 /06). M.. menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. Didik Endro Purwo Laksono. Prof.. S. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. Dr. Dr. Mahmud Mulyadi. lanjut Didik. Sementara itu. S. Namun bila kita memilih keadilan.” jelas Didik. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No. Penjatuhan pidana mati oleh negara. Mardjono Reksodiputro. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. Senada dengan Didik. maka masyarakat yang akan bahagia. bagi penjahat narkoba. dan individu. S. M.H. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu.Hum. di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia.” tegas Koento. Prof. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut. M. masyarakat. Surabaya. MHum.H. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. menurut Arief.. MHum. hanya dia sendirilah yang menentukan. Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya. jelas Koento. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati.H. dari Universitas Airlangga. Dr. Dr. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP. itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah..

maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat.” papar Sidharta.” ujar Gosita. Hukuman mati. Bila tak terpenuhi 4K ini. lanjut Sidharta. Sedangkan. kebenaran. Jimly Asshiddiqie. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini.H. para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. Dr. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi.H. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum. Prof. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Selanjutnya.” jelas Titahelu.” kata Ketua MK Prof. urai Mardjono. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya. kerukunan. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena.Namun. pada agenda persidangan selanjutnya. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati. dan kesejahteraan rakyat. Dr. S. Ronald Z. Prof. keadilan. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. Bambang Poernomo. . juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi. yaitu. Dr. Komnas HAM. Badan Narkotika Nasional. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. Serupa dengan Titahelu. Dr. Prof. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. S. maka lebih baik undang-undang direvisi. Setelah itu. Dr. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. sebelum mengakhiri sidang.

Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati. Selain itu. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan. Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. Sampai saat ini. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri. Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak. 2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.

Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya.[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. darahnya akan tertumpah oleh manusia.B. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel. maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. Tetapi jika engkau berbuat jahat. “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. takutlah akan dia. Namun. pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. Dari ayat ini. Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman. (Keluaran 22:2. Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa. Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. (Kejadian 9:3). Itu sebab. dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. Roma 13:1). Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat. Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. Itu sebab. Itu sebab. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”. Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. adiknya. hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah . “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). (Kejadian 4:15). “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah.

Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi. Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. Jadi. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- . Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh. Pertama. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan.bentuk pembunuhan. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. Kedua. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat. Justru sebaliknya. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. “Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. Mereka tidak melihat bagaimana Allah. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?.”[3] Selain itu. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah. Ketiga. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa. apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom. C. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. Sang Pencipta. hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan.

[4] D. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini. . Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia. Sang Pencipta. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja. Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia. Itu sebab. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya. Dengan demikian. Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita. tetapi karena ada otoritas Allah. memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara.Nya atau yang di luar Firman-Nya. Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”. Saudara-saudari yang terkasih.

tidak punya keahlian." katanya singkat. KOMPAS. menyetrika baju orang terbakar. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Kita bicara sistem. Terakhir. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain. perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga. Pemerintah. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Tidak cukup umur. Padahal. Itu juga karena mereka tidak perform. Narkoba itu sangat merugikan. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. seharusnya lebih pro-aktif. Lalu.com — Data Migrant Care menunjukkan. tanpa ada kejelasan nasib. Jakarta. menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. melanggar aturan. Minggu (22/8/2010) kemarin." kata Pramono. Dalam sejumlah kasus. dalam hal ini Pemerintah. Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan." ujarnya. Yang harus dilakukan. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah. Malaysia. . Berbeda dengan Marzuki. kata Pramono. Kebanyakan kan kasus TKI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah." ujar politisi Partai Demokrat ini. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati. Indonesia. "Sudah tahu di sana hukuman mati. Salah kita juga. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. Senin (23/8/2010) di Gedung DPR. ya jangan coba-coba bawa ganja. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain." kata Marzuki. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an. Sampai di sana enggak bisa kerja.JAKARTA.

salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. Namun dalam tuntutan di pengadilan. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya. analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA." demikian ditulis Observer. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA.KAMIS 7 Desember 2000 lalu. 10 tahun kemudian. Sebelumnya. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. Saat itu. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti. George W Bush. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya. Claude Howard Jones (60). Goerge W Bush. Saat menunggu eksekusinya. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Selang 10 tahun kemudian. meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi. Sebab. Berikutnya. Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu. permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu. Namun. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. .

menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati.I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali. Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. sosial. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. Terlepas dari apa yang mereka lakukan. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. apakah landasan agama. hukum dan bahkan keadilan. tidak ada alasan untuk Pemerintah R.Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu. Pertama. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati. Ketiga. Ironisnya. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun. Pendidikan. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. Kedua. Oleh karena itu. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights). sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan. seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. aparatus yang bersih. imparsial. secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. kasus apapun. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kesehatan yang memadai. (**) . dengan alasan apapun.

dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kedua.. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp.) masih harus dipertahankan. sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. saya berani . hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. “Kini. S. Ahli Pemohon lainnya. Keterangan lain. Dr. right to life. menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba. Ketiga.000.H. “Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. Untuk itu. Pemerintah. Sahetapy. Rabu 18 April 2007 pukul 10. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. E. New York University School of Law. pertama. Dalam sehari.H. M. Di lain pihak. 200. J. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat. S. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu. Amerika Serikat.” jelas Sahetapy.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. hampir seluruh lembaga pemasyarakatan. Keempat. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika. hak untuk tidak dianiaya. Tambah Henry. 292 triliun. mengatakan bahwa di Belanda sendiri. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ahli Pemohon Prof. kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. baik itu pelaku maupun pengguna.A. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945. Sementara itu. antara lain. Lanjut Rachland. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui.” jelasnya.

tidak boleh dipahami secara mandiri. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights. menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi. Di Jakarta. Dr. pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak. S.H. bukan by product. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. Dr. Demi memperoleh putusan yang tepat. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya.H.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof.. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945. Jimly Asshiddiqie. maka dalam kejahatan narkoba. sebelum menutup persidangan. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM . tidak ada!” papar Henry. Menanggapi pernyataan di atas. ”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. M.H. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri. S.” jelasnya. masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab. Sedangkan Ahli dari BNN Prof.menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. Atas alasan itu. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat. Ahmad Ali.

Oleh karena itu. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati.” ujar Hatfull.Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www. mengungkapkan. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak. Kompas . Rocky Gerung. Ia mencontohkan Amerika Serikat. .com Jakarta.romokoko. ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. ”Pada 1998.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan. Jumat (8/10). pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”.” kata Hatfull. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull. Saat berbicara dalam diskusi. tidak ada sistem peradilan yang sempurna. Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus. Padahal. pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi. Ia menjelaskan.com] PDF Cetak Image Source: www. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd. Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia.romokoko. hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan.” jelasnya.

disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.“hukum rajam” ketegori Muslim. maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. Wassalam. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. Meski umat manusia di abad 20 . terima kasih. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. takutlah kepada-Ku. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat. Secara nalar aqidah. Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya.

namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. Itupun pelanggar sulisa berat. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati. berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. maka rajamlah… . yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya. Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. Afghanistan. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. Kamboja. sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. Selain itu. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. masih tetap memberlakukan hukuman mati. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. yang hanya menyangkut satu orang saja. bahkan di beberapa negara yang maju. tentu sangat bisa diterima logika. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. Bosnia. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya.

Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia.Namun lafadznya kemudian dinasakh . yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. terkutuk dan terlaknat. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon. tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. dikeluarkan ke bumi. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. Taurat. maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. Bukan hak para seniman. Karena beratnya hukuman ini. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Injil maupun Al-Quran. yaitu dengan cara dirajam. atau ahli hukum. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah . atau pun manusia lainnya. baik Zabur.

Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. . maka hukuman hudud bisa dibatalkan. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. Namun Imam Abu Hanifah ra. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah. yaitu petunjuk yang paling utama. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya. harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda. Di zaman Rasulullah SAW.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya. Imam Asy-Syafi`i ra. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. Daud... maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata.. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a. maka tidak perlu adanya saksi-saksi. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra. maka rajamlah`.

Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1. 3. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. bukan dengan bahasa kiasan. Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. b. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. Para saksi ini semuanya laki-laki. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. 5. 4. Para saksi ini sudah baligh semua. maka persaksian mereka tidak syah. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. 7. Mereka adalah Abu Bakarah. maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud. 9. maka tidak bisa dihukum. 8. tapi wanita itu tidak mengakuinya.`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. Bila ada salah satunya wanita. maka persaksian itu tidak syah. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. Allah berfirman. Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. maka tidak syah persksian mereka. 2.`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya. Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. Jumlah saksi minimal empat orang. Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. 6. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu. Bila salah satunya belum baligh. Dan sebaliknya. .. Dan bila melihatnya bergantian.

sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam. Ormas. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. yayasan. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. Beberapa saat yang lalu pun. termasuk Indonesia. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini. maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. jamaah majelis taklim. termasuk Indonesia. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. tidak hanya terjadi di dunia sekuler. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. pesantren. pengajian. Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. setidaknya 2. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa.148 orang dieksekusi di 22 negara. perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. 2010 Filed under: artikel. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi. khususnya bagi orang-orang awam. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. Saudi Arabia. Orang-orang tersebut. PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. dan Amerika Serikat.Di luar kedua hal diatas. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. Tiongkok.

terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta. tata hukum negara. • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang. Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. ketiga.hukuman mati. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan. Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. terutama bagi para sarjana hukum. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil. Karena itu. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam. Pada penerapannya. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum. Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. kedua. terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa.. Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. atau secara langsung atau secara tidak langsung. menurut hemat saya.

Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a. social. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. hukum. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. ekonomi dan kebudayaan. tujuan dan waktu. maupun keadilan. manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia. Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). b. Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. dan hukum etika. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum. hak beragama. dan hak untuk . hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. hak untuk tidak diperbudak. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya.disiplin atau stabilitas nasional. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. pasal 28 ayat 1. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. enam kitab prihal Republik. menyebutkan: “Hak untuk hidup. HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. c. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. hak untuk tidak disiksa. 1576).

Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. Dominggus da Silva. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu.dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Sulawesi Tengah. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. 3. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan. 2. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan. hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka. 4.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”. Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. Fabianus Tibo. Jadi. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta . Sama dengan Astini. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya.

maupun dianiaya. hukum syara. Irak. Afganistan. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Taiwan. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. pezina muhshan. Oleh karena itu. maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. Pakistan. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. Guatemala. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. dan lain-lain * rajam: Arab. serta orang yang murtad. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. Indonesia. Somalia. mengembalikan penilaian baik atau buruk. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. Vietnam * tembak: Tiongkok. Bagi umat islam. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”. Jepang. Thailand. Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan. Singapura * suntik mati: Tiongkok. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Iran. terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. Selain itu dalam vonis hukuman mati. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. Yordania. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati.

(f) menculik. Kontra. penculikan (Keluaran 21:16). (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri. Kedua jawabir. menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5.besar. baik itu dalam keadaan darurat. ketentraman masyarakat akan terjaga. Bagi mereka. Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. perang. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. serta (i) melanggar akidah atau aturan agama. Artinya. Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. penebus bagi pelaku. dikurangi. homoseksualitas (Imamat 20:13). Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. termasuk bila seseorang menjadi narapidana. yaitu hak untuk hidup (right to life). yaitu: (a) membunuh dengan sengaja.hukuman Mati. dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat. Penerapan hukuman akan membawa. (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. perzinahan (Imamat 20:10). Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati. Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati. (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. atau dibatasi dalam keadaan apapun. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan. Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. namun . Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. Dengan demikian. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah.

sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. Jadi. Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati. Dalam peristiwa ini. yakni tenang Perjanjian Nuh. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. 14-17. (c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa. Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . 2 Samuel 12:13).Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5. pastilah ia dihukum mati. Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5). Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain. namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya.” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. namun mereka hanya memberikan sebagian.

Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut.Yogjakarta: Kanisius.” DAFTAR PUSTAKA Galus.1. Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya. 14. dan semua ini terjaga dengan seimbang. KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. Ilmu dan Budaya. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6). itu adalah kehendak Allah. No. Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya. Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP. Roma 13:1-7). Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). Ideologi di Balik Negara Hukum. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan. 14. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas. 1996. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. 52. Th. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. 2. 2. 1992. Kameo. Jika hukuman mati itu seseorang terima. No. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah. hukuman mati adalah efek jera. Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. namun kehendak Allah akan terus berjalan. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. Th. . Filsafat Hukum. dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. Jefferson. Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Huijbers. Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. Theo. Ben S. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. . Jika bagi orang sekuler.

19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. Limahelu. Media Indonesia. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. 14. Jakarta. KontraS. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. 21 Maret 2005. No. 14. Sebaliknya. jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. 2009. Verkuyl. 15 Mei 2005. Dalam Posisi Duduk. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. 21 Maret 2005. September 1995. Tolak Hukuman Mati. 1996. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. Alasannya. Republika. Kusnadi. Pengantar Hukum Tata Negara. Th. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. 3 April 2005. 52. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Th. Iskandar. 2006. Togardo. Astini Dieksekusi 12 Penembak. Sutanto. Etika Kristen. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. dkk. Bandung: STTB. Bangsa. Home Opini Mendesak. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan . J. Vol. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. No. Gereja da Negara. kejaksaan. Djoko Oentoeng. Soeropati. Jurnal: JT Aletheia. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). Frans. Suara Pembaruan. 1976. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. 1. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara.Kompas. Laporan HAM 2005 KontraS. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. habis digerogoti para koruptor. 1. Lebih dahsyat lagi dampaknya. Jakarta. Terkait pro-kontra hukuman mati. Ras. Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. Yang lebih mengerikan. No. Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. 1996. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. 52. Sebab. 1992. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. Classnote Etika Sosial dan Politik. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”.

yang namanya Arthalyta atau Ayin. para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. Sebaliknya. polisi. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. yang saya lihat. Seharusnya. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. Anda bisa bayangkan. Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. Apalagi. harus ada hukuman yang maksimal. Dan. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat. dengan tujuan untuk me-recovery aset. sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. Kalau itu diberlakukan. bahkan bukan hanya orang pajak. dan hakim. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara. Misalnya. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. kejaksaan. Berikut petikan wawancaranya. Sebab. Kalau pemerintah betul-betul serius. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. bahkan justru dijadikan ajang transaksi. sistemik. tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. dan masif. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. Selesai. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. Artinya. melainkan hakim pun terlibat. dihukum ringan. mereka akan mengalami ketakutan. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. kemudian diberi remisi. Jadi.Putro di Jakarta. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Itu kan lucu sekali. kepolisian. negara menyita semua aset yang mereka miliki. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

Sebaliknya di Indonesia. Ketiga. Jadi. Jadi. Pertama. Misalnya. Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa. sekarang jauh lebih menurun. Sebab.200 triliun termasuk bunganya. misalnya? Saya sebagai warga negara. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat. Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. tapi justru lebih mengganas. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. tapi bisa diminimalkan. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi.bernegara. . kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. misalnya. Padahal. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. tidak sekolah. Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat. koruptor lebih jahat dari teroris. Kedua. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. Kedua. Tetapi. tapi kalau koruptor. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. penerapan hukuman pada tingkat implementasi. Pertama. jelas tidak setuju. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. bukannya berkurang. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. kalau melihat dampaknya. Jadi. Teroris hanya mematikan sekian orang. Bahkan. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia. Memang tidak hilang. Sebab. khususnya menyangkut tiga pasal. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. Bahkan. pandangan seperti itu tidak adil. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan.

kini justru berbalik. Kalau dulu. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya. maupun hakim. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. dalam kasus korupsi. baik kejaksaan. seperti Komisi Kejaksaan. Komisi Kepolisian. Jadi. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan. sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. . Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. Dalam perkembangannya. terutama yang jumlahnya besar.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. kepolisian. jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. Mengapa demikian? Sebab. Padahal. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. itu tidak adil.

melebihi ketentuan PK yang seharusnya. Dalam kenyataan sosial pun. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. Masalahnya adalah.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. Sebelumnya. Di luar terpidana mati narkoba. Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. 5 Agustus 2004 (Republika. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam.29 kilogram heroin di Medan. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. Saat ini. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Di sisi lain. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat. Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? . 6 Agustus 2004). Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya. tengah mengajukan PK. yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. ataupun memohon grasi kepada presiden. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32). Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir. undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). nyaris semua dipenuhi. Kenyataannya. Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden.

Malaysia. dan Indonesia. 71 jiwa telah dieksekusi. Sementara itu. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. Kemudian. Sementara itu 5. dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik. per 1 Januari 2002. Filipina. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. Pada tahun 2001. Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. Amerika Serikat adalah fenomena menarik. Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga. pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Jepang. (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty.265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia. sebagai salah satu bentuk pidana. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. hanya Amerika bersama Jepang.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). dan Amerika Serikat (66). Korea (utara dan selatan). Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati. tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi. Korea Selatan.048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. Iran (139). Arab Saudi (79). 2003). apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat. Singapura. Karena. (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights.' Sejak 1977. Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. Pada 2002. India. Dari jumlah tersebut. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi. Uniknya. Lalu.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). 76 negara menghapus hukuman mati secara total. Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2. 3.468). . 3. Kendati demikian. Juga. dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time).

Namun demikian. protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003. Sementara itu. Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya. protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time). protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. and security of person). keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile). yaitu hak untuk hidup. Perbedaannya. dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). dan hak atas keamanan (life. Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. Armenia. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia. Sampai saat ini. baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. Sedangkan untuk SOP. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia. hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). hak atas kebebasan. Sedangkan. sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total.Dari empat instrumen di atas. liberty.

yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba. Kendati demikian. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati. Dengan demikian. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil. imparsial. Namun. Pasalnya adalah. Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. kepada masyarakat Indonesia. utamanya para korban-korban mereka. Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. masih jauh panggang dari api? Kemudian. Juga. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. Karena. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati.6 Konvensi Anti Penyiksaan). kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. Kemudian. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. dan imparsial. Paul Budi Kleden. bersih. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid. independen. SVD . harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9.Psikotropika tahun 1997. legislatif. jujur. independen.

Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya. tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya.Pada tahun 1998. ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Disadari atau tidak. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. Karena itu. Apabila ada kewajiban asasi. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia. Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Misalnya: untuk memenuhi rasa .

Dia direndahkan menjadi binatang. juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti. Sebaliknya. Seseorang tetap merupakan seorang manusia. hidup ganti hidup). sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas. dia jahat. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya. Sebab itu. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. Yang terberi adalah kemanusiaan. . untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia. “Dia kejam. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. Dia sudah bukan manusia lagi. bukan sebuah pemberian. maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya. orang lalu berkesimpulan. Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. Moralitas adalah sebuah tugas. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang.

Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. Justru karena itu. Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. seseorang yang melakukan kejahatan. Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. sebuah perjuangan yang terus-menerus. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. . apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. Sebab itu. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu.

Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya. Menolak hukuman mati . mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. Sebab itu. Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. Sebaliknya. maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. Kalau demikian. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral.

dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. 4. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain. 3.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Hukuman Mati Melanggar HAM. Hukum qishah. diantaranya adalah : 1. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati.?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati. . Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah. Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5... ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. 2.?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba.

Mereka pun mendesak Rasulullah saw. termasuk qishâsh. Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. korban dan atau keluarganya. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. Lebih dari itu. untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan. (QS al-Baqarah [2]: 178). termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. serta masyarakat secara umum. berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. Ide itu tidak lain bertolak dari ide. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. . sanksi pidana Islam. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. Dengan begitu. sekularisme. Karena itu. Tentu saja. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. penolakan atas hukuman mati. kebebasan dan HAM. Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak.

Dengan begitu. Karena itu. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). kapan. pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka. Berkaitan dengan ayat di atas. penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. (QS al-Baqarah [2]: 179). dalam kasus Tibo dkk. Di samping itu. dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. dimana. Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. Jika mereka menghendaki. supaya kalian bertakwa. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara. jika terbukti ia melakukan pembunuhan. Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. 30 unta muda. meskipun korbannya satu orang. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. Dengan begitu. meskipun jumlahnya banyak. Sebab. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. dst.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian. agar fungsi zawâjir itu berjalan. Rasulullah saw. wahai orang-orang yang berakal. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. Jika mereka menghendaki. tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. Karena itulah. semuanya harus di hukum mati. mereka dapat membunuhnya. masyarakat tahu siapa yang dihukum. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat.-untuk membunuh seseorang. jika terbukti. maka semuanya dikenai sanksi qishâsh. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. . jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan.

kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan. kalau mereka melakukan hal tersebut. Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. keadilan. Untuk jaminan keamanan. Lalu. Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka. . Hukuman mati (the death penalty). Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. maka pamor mereka akan hancur :p. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. (HR at-Tirmidzi). Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan. Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Karena itu. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. Entahlah. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri. IMO.dan 40 unta yang sedang bunting. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. karena ia cukup mendapat hukuman penjara. ada yang pro dan kontra. Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam. menuntut pengedar narkoba dihukum mati.

Mungkin dengan begini. yang anggota keluarganya dibantai. Hak hidupnya. hukuman mati DIPERBOLEHKAN. ada. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. baik itu yang disengaja ataupun tidak. Secara keji. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. Dalam Islam. masa depannya. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. hak tobatnya. eh dia punya kesempatan hidup. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. jika pihak keluarga mengampuni. Bahkan kalau perlu. kejahatan akan tetap ada. itu jadi beban pemerintah. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. enak bener dia. saya mendukung hukuman mati yang total. Kristen. maka hukuman mati dijalankan. punya istri. 3. Kedua. Kadang2 saya berdoa. Mereka2 yang menentang hukuman mati. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. Bagaimanapun. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan. atau dibunuh karena hal sepele. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. Udah menghabisi nyawa orang lain. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu. Selama ada iblis. begitu memperhatikan hak si terhukum. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. Tapi jika tidak. dsb. terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. pertama. atau kalau perlu semua. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. Dalam Islam. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. Dan dengan alasan yang sepele. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. . Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. hak keluarganya. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. Di semua agama. ada satu atau dua. selesai urusannya.Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban.

maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. memang bukan kuwajiban penuntut umum. terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan.Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas. Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia. seringkali seharusnya tidak terbukti. Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. . terutama bagi para Hakim.

jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya. apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan. BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra.” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan.

Patrialis Akbar. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang.” Dalam pasal itu menyatakan. DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. dan pengulangan tindak pidana korupsi. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. Benarkah? Mari kita telusuri bersama. penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Mahfud MD. pidana mati dapat dijatuhkan. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. . dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. Namun. bersifat universal dan langgeng. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. No one shall be arbitrarily deprived of his life. hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life. bencana alam nasional.” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. dihormati. Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. oleh karena itu harus dilindungi. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia. Pasal itu berbunyi. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi. This right shall be protected by law. khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. yakni Pasal 2 ayat (2). Bersama 150 negara. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat.

dan e). 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.Maka. Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. UU No.” Maka. Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. UU No. Selain itu. Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. hak untuk tidak diperbudak. UU No. hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA. c). 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. b). pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. dalam perubahan UUD 1945. Sehingga. hak untuk tidak disiksa.” Jadi. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. UU No. Maka. Menariknya. 15 Tahun . d).” Jadi. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain. hak beragama. hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945. Perlu kita telaah kembali. pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. UU No.

* Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur. Hukuman mati belum bisa diakhiri. Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati. Maka. tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. karena insting hewan masih mendominasi kita. Selain itu. Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. Jadi. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. Maka. dapat dinyatakan bahwa. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Dan jika. . maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita.

Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara. Senin (5/4/2010). "Saya kira saya setuju.. Undang-undangnya sudah boleh.Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara.Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin. 5 April 2010 . masa kita masih berdebat soal itu. "Penerapannya itu di luar pemerintah. Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan.. pidana mati dapat dijatuhkan." . Jakarta.16:57 wib Insaf Albert Tarigan . "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu.Okezone JAKARTA . Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur. Tergantung penafsiran dari hakim. Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor." kata Patrialis. Itu sudah yudikatif.

Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan. "Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .

dijunjung tinggi. pekerjaan. bebas dari diskriminatif. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia . dijaga. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. identitas budaya. kepercayaan. pelayanan kesehatan. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia. jaminan social. bebas dari penyiksaan. hukum. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dan dilindungi oleh negara. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. Jurusan Matematika. Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. tempat tinggal . pemerintah. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. merdeka. dan dilindungi oleh setiap individu. Program Studi Matematika. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. dan hak milik 28I – Hak hidup. mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama.Hak pengembangan diri. masyarakat maupun negara. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. pendidikan. 07/253163/PA/11551. tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. pendidikan.Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . kewaraganegaraan.

Dalam UU No. pelacuran secara paksa.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa.26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? . dan masih banyak lagi. penghilangan orang secara paksa. Kejahatan Genosida 2. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. kejahatan apartheid. perampasan kemerdekaan. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. perbudakan seksual. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia. pemusnahan. berupa : pembunuhan. kelompok etnis. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No. kelompok agama. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No. pengusiran secara paksa. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No. penyiksaan. pemerkosaan.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. ras. perbudakan. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Di bawah ini petikannya. Persoalannya. LL. ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. dan Marinus Riwu. Chile. 1. UU No 22 Tahun 1997.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). Dari kenyataan ini. S. Brazil. sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. seperti KUHP. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati. UU No 7/Drt/1955. dan Peru.M. Amrozi cs.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso.H. Bisa jadi. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. dan ratusan terpidana mati lain. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs. . dan lain sebagainya. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. Dominggus da Silva. El Savador. UU No 26 Tahun 2000. UU No 31 Tahun 1999. Fiji.. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. Kazakstan. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati. Secara yuridis. dan ratusan terpidana mati lain. Sudi Prayitno. Tibo Cs. Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. Di sisi lain.. Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. Setidak-tidaknya. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006. Israel. Diantaranya adalah Bolivia. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari. Latvia. UU No 5 Tahun 1997. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah . kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu. dan sebagainya. Dari perspektif hak asasi manusia. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. melakukan kejahatan terorisme. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik. Hukuman mati. para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J. Begitu juga bagi masyarakat. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan. Sebaliknya. Sayangnya. membunuh secara berencana. Masalahnya. pelanggaran hak asasi manusia. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris.E. Sahetapy: 2006). karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa. “Setiap orang berhak atas kehidupan. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain.Menurut pandangan pertama. “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. tanpa dihukum mati pun.

dst. problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. “Bisa digunakan pidana mati percobaan. Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. Atas nama keadilan. Kalau dapat memperbaiki diri. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi.” ujarnya. …. Syarat lain. Mardjono mengatakan. Agaknya. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. Menurut dia. Menurut dia. harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. hak untuk tidak disiksa. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun.Indonesia. kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. Sulit kiranya menerima. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup. peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati. Mardjono Reksodiputro. terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). Artinya. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia. Agaknya. maka tidak bisa dijatuhi pidana mati. Rabu (20/6). 2. Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. karena termasuk kategori pidana khusus. fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat. hakim berhak mencabut nyawa seseorang. Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. Menurut dia. .

Sedangkan di seberang. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan. nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. divonis mati di hadapan regu tembak.121 gram heroin ke Bali 3. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. Romli Atmasasmita. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. Tibo dan kawankawan. …………. Universitas Gadjah Mada. Universitas Airlangga. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan. Universitas Parahiyangan. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung. Pendapat pro-kontra kian meruncing. Universitas Sumatera Utara. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera. reporter VHRmedia. Universitas Jember. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. . Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. terpidana mati pelaku Bom Bali I. termasuk Indonesia. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat. Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita.

tetap saja memberlakukan hukuman mati. HAM. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. Jadi di antara pro dan kontra. Kalau secara penegakan hukum. Sekarang mau milih efisiensi. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Jadi. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Eropa menolak hukuman mati. Itu lebih fair. Meski diprotes seperti apa pun. Rakyatnya senang. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. Terrorism. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. mengenai kejahatan yang sangat serius. Itu sudah diakui dan satu paket. tapi untuk pecandu ya diobati. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. narcotic crime. Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. tapi termasuk pengecualian. langsung berteriak. Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini. Sekarang bagaimana . Secara agamis dipertentangkan. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. tapi mereka tidak protes. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. Tapi dampaknya sekarang. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. tidak ada yang dihukum mati. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. korbannya banyak. secara undang-undang menghendaki dihapus. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. Lihat saja Singapura. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. tapi penduduknya aman. Idealnya. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. Dulu saya masih ingat. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. Tapi harus dikembalikan lagi.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. kita berdiri di tengah. Sekarang.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. kematian. III. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. 7. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut. ketakutan. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Analisis dan Pembahasan 1. ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. ketidakpastian dan keputusasaan massal. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . jika: 1. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1. diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). politik ataupun agama Menurut A. berdasarkan ketentuan pasal 8. istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18. Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. 2. Pasal 6. Bab I Ketentuan Umum. 10. 4. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . Istilah Terorisme Dari segi bahasa.Terorisme . Menggunakan kekerasan. 2. yang dapat berupa motif sosial. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. pasal 1 ayat (1).C Manulang . 3. Mengambil korban dari masyarakat sipil. Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. 9. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme.

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. wanita. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. yang berbunyi : a. Ia sekedar strategi . pria. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan. Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. padahal produsen pupuk . Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. nelayan kecil-kecilan dan pekerja . Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. motif ekonomi. korban bisa saja militer atau sipil . 15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas. Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu. Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. misalnya antara lain paramiliter. sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. Meski kemudian muncul istilah State Terorism. pejuang kebebasan atau patriot.pihak musuh. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. 2. Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . tua. muda bahkan anak-anak. antara lain target. tidak mengenal kompromi . Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . kaya miskin. pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. tujuan.. kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan. laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No. Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. siapapun dapat diserang. tetapi berpotensi melanggar HAM . dari sudut pandang yang diserang . termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage.

Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik. Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif . Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu. Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . 15 Tahun 2003.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. Bahkan bensin. kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak. Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9. Dalam Perpu No. . Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence. Sebelumnya dalam UU No. Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence.

Menurut MK. maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). kejahatan perang dan kejahatan agresi. tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian. Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. Dalam hal ini . 3. masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu. kejahatan kemanusiaan. Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 .pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat. keluarga korban. Ini artinya. 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression). UU No. Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif. perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri. asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental.

c. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. Tetapi. Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati. Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c.melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . Kesimpulan a. IV. Ironisnya. bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. b. Terorisme merupakan strategi . logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang . Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . d. Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . Kesimpulan dan Saran 1. Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif. 2. instrumen dan atau alat mencapai tujuan. Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan.

Monarki. keamanan transportasi. Film dilarang di negara ini. Tempat berlindung pembunuh masal. melindungi dan menghormati HAM. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. ANGGOTA LIGA ARAB . mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya. Idi Amin. dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. bea cukai. Skotlandia. Wanita dilarang bepergian. keimigrasian. bahan peledak. keuangan. Negara teokrasi tipe abad pertengahan. Negara-negara Tirani. tewas 270 orang. Mesir DIKTATOR. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. hukum cambuk. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. Wanita dilarang menyetir mobil. tewas 170 orang. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. money loundring. Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. Ada hukum potong tangan. Libya DIKTATOR. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. Apartheid terhadap non-Muslim.

Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual. Iran DIKTATOR. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988. dengan maksud menghancurkan negara itu.Idem Qatar DIKTATOR. Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia. 1 juta orang telah tewas. OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. ORG. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah. dan akhirnya menduduki Betlehem. ANGGOTA LIGA ARAB .000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967.Idem Irak DIKTATOR. Bahrain DIKTATOR. Tahun 2001. ANGGOTA LIGA ARAB .Mesir menginvasi Israel pada 1948. Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR. Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman. 60. . Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. daerah dekat Yerusalem. Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel.

150. Menginvasi Israel tahun 1948. Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. “Pemilu demokratis” 2006. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil. Diskriminasi wanita. dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah. Menginvasi Yordan (Black September 1970). ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. Memalsukan peta resmi kenegaraan. Lebanon DIKTATOR. dan PFLP 3.Negara mensponsori anti-semitisme. Pelabuhan bagi kaum teroris. ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. Fatah. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya. Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah. . dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. --Hamas. ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. Pemuja darah dan kematian. disusul Fatah 45. Suriah DIKTATOR. menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina.

berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Dia berdalil. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. Urusan mematai-matai warga negara. Mulyana W Kusumah.Antara HAM. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Akhir 2006. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. Tapi. MK mengeluarkan putusan yang. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. Korban KPK pun berjatuhan. Lembaga tersebut mengintai. Tapi. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Antara lain. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Privasi. . KPK seperti ada di manamana. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. Anggota KPU. Tapi sudah tiga tahun. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. Pasalnya. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. Benar saja. lewat RUU Pengadilan Tipikor. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. Medio 2009. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. hotel hingga ruang parkir. UU khusus itu tak kunjung muncul. di Indonesia justru menemui kendala lain. antara lain. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. menguntit. seperti menyadap. untuk kasus Indonesia. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. soalnya memang bisa menjadi lain.

Tapi. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. menyadap merupakan kegiatan terlarang. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. antara lain. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. untuk saat ini. dalam rapat kerja dengan DPR. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). pengaturan penyadapan memang perlu. badai belum berlalu. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. akhir November. mengatakan. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas." kata dia. Itu. di negara seperti Australia.. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. Privasi. "Belum saatnya. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE.Karena kuatnya tekanan publik. pang. Tapi. soalnya memang bisa menjadi lain. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Anggota Komisi I DPR. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Tapi. Tifatul Sembiring." kata Menkominfo. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. . Siasat pengaturan baru jni. Tapi. untuk kasus Indonesia. tanpa diatur-atur pun. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. Tapi. l harun Dasar dasddddAntara HAM. masih tetap dibidik. Je. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. Tapi. dan Korea Selatan. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. Sebenarnya. tidak boleh disadap. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. lagi-lagi karena perlawanan publik. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. Ahmad Muzani. Tifatul mencontohkan. bachrul.

Karena kuatnya tekanan publik. di Indonesia justru menemui kendala lain. Anggota KPU. Tapi. Akhir 2006. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. UU khusus itu tak kunjung muncul. Korban KPK pun berjatuhan.Urusan mematai-matai warga negara. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. MK mengeluarkan putusan yang. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. Pasalnya. menguntit. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Lembaga tersebut mengintai. Mulyana W Kusumah. seperti menyadap. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. . men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. Tapi. Dia berdalil. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. lewat RUU Pengadilan Tipikor. Tapi sudah tiga tahun. Benar saja. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). KPK seperti ada di manamana. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. lagi-lagi karena perlawanan publik. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. hotel hingga ruang parkir. Antara lain. Tapi. antara lain. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. Medio 2009. Mulai dari pengusaha sampai jaksa.

dan Korea Selatan.Tapi. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Ahmad Muzani. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. pang. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. badai belum berlalu. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. Anggota Komisi I DPR. Tapi." kata Menkominfo. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. akhir November." kata dia. "Berkomunikasi adalah hak asasi. pengaturan penyadapan memang perlu. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. untuk saat ini. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. Sebenarnya. Je. Tifatul mencontohkan. mengatakan. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. tidak boleh disadap. di negara seperti Australia. masih tetap dibidik. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Siasat pengaturan baru jni. Tifatul Sembiring.. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. "Belum saatnya. Tapi. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. bachrul. antara lain. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). l harun . menyadap merupakan kegiatan terlarang. Itu. dalam rapat kerja dengan DPR. tanpa diatur-atur pun.