Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. Hukum Dibuat : 2009-10-19. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati.FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi. kepustakaan. Rubiyono. yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. Pendekatan Yuridis Normatief. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . dan lapangan. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman . kepustakaan. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya. dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi. dan lapangan. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan.

yakni Pasal 80. Rabu dua pekan lalu. 22 Tahun 1997). Di mata Henry Yosodiningrat. Hukuman mati. demikian Todung. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. Edith. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. mengenai apakah nanti akan divonis mati. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. demikian Todung. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. misalnya. Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika.” tuturnya.” tegasnya. Sebenarnya. Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik. Menurut Todung Mulya Lubis. ”Ketentuan itu harus tetap ada. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945. Artikel Lain Henry Ditahan. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen. ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto. . itu kewenangan hakim. kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe. Dedi Setiawan. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. mengimpor. Konstitusi. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. 81. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi. tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. Myuran dan Andrew tak sendirian. Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. Karena itu. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia.

” Apalagi. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa.” ujarnya. Entah mengapa. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. Masalahnya. saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal. Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. mereka merupakan kelompok yang well organized crime. para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati. Jika dilihat dari sisi ekonomi. kata Henry. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). imbuh Henry. Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. Salah satunya adalah Asmara Nababan. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar.” cetus Henry. Syahdan. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan. akibat dari aksi para pengedar itu. dalam satu tahun tak kurang dari 12. kata Henry. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. katanya. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Artinya. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. Ketika itu. ada 129 negara. Persisnya. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. Sementara. . Saat ini. Apalagi. Artinya. Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan. termasuk Indonesia. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. Selama ini. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar.000 orang meninggal. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati. Menurut Henry. Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. Pada awal tahun 2003. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka.Henry beralasan dengan adanya ancaman itu. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. Sebuah angka yang luar biasa besar. Jika ancaman itu dihapus. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun.

di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. lebih pada penegakan hukum. ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap. Menariknya. Tapi. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut.” cetusnya. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005. . tuturnya. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia.” ujarnya. terorisme. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu. mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama. ”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah.” imbuhnya. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. Persisnya. Sementara. Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat. Di sejumlah negara. dan pembunuhan berencana. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat.Selain di dalam UU tentang Narkotika. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik. Pasalnya. Saat ini. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. di mata Asmara Nababan.

di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang. Rabu (20 /06). menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara. Penjatuhan pidana mati oleh negara. jelas Koento. S. dari Universitas Airlangga. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. Dr. Dr. S. bagi penjahat narkoba. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati. masyarakat. Dr. Prof. Didik Endro Purwo Laksono. Dari segi kefilsafatan. Dr.” urai Mahmud.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. dan individu. Senada dengan Didik. . menurut Arief. memilih cara mati dengan hukuman mati. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu. M.” jelas Didik. MHum. Mardjono Reksodiputro.” tegas Koento. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah.H. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. hanya dia sendirilah yang menentukan.A. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No.H. Dr.. lanjut Didik. “Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. Mahmud Mulyadi. Namun bila kita memilih keadilan. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun. S. Prof.H. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP. Sementara itu. adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. Surabaya. Arief Amrullah. Jika permohonan dikabulkan.. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya.Hum. M.. maka masyarakat yang akan bahagia. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif. S. Artinya. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya.. MHum. M.H. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut.

Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat. Dr. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. keadilan. maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. Badan Narkotika Nasional. Dr. S. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. maka lebih baik undang-undang direvisi. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP.” ujar Gosita.H.Namun. pada agenda persidangan selanjutnya. Prof. Sedangkan. Serupa dengan Titahelu.” jelas Titahelu. kebenaran. .H. kerukunan. Dr. juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini. Ronald Z. Komnas HAM. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya. S. Bila tak terpenuhi 4K ini. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. urai Mardjono. Prof. dan kesejahteraan rakyat. Hukuman mati. Dr. Selanjutnya. yaitu. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia. Setelah itu. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena. Jimly Asshiddiqie. lanjut Sidharta. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi. Dr. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati. sebelum mengakhiri sidang.” papar Sidharta. Prof. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah.” kata Ketua MK Prof. Bambang Poernomo. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana.

2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?. baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri. hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme.Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan. Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. Sampai saat ini. Selain itu. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati.

(Kejadian 4:15). Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. Tetapi jika engkau berbuat jahat. Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa. Itu sebab. jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah. Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya. (Keluaran 22:2. Roma 13:1). dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Namun. Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah. pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. Dari ayat ini. Itu sebab. Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman. maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan. “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa. adiknya. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat. takutlah akan dia. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”.B. Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. (Kejadian 9:3). hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah .[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. Itu sebab. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya.

jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. C. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah.bentuk pembunuhan. Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. Justru sebaliknya. eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- .”[3] Selain itu. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. Sang Pencipta. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?. Pertama. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. “Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. Kedua. Mereka tidak melihat bagaimana Allah. Ketiga. mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. Jadi. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat.

Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya. Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia. .Nya atau yang di luar Firman-Nya. Dengan demikian. Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia.[4] D. memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara. tetapi karena ada otoritas Allah. Itu sebab. Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja. Sang Pencipta. Saudara-saudari yang terkasih. Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”.

Kebanyakan kan kasus TKI. Lalu. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. tidak punya keahlian. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut. Kita bicara sistem. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an.com — Data Migrant Care menunjukkan. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati. Dalam sejumlah kasus. Jakarta. Padahal. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah. tanpa ada kejelasan nasib. Indonesia. melanggar aturan. "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia. KOMPAS. menyetrika baju orang terbakar. Terakhir." katanya singkat. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah.JAKARTA." ujar politisi Partai Demokrat ini. dalam hal ini Pemerintah. Itu juga karena mereka tidak perform. Berbeda dengan Marzuki. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain." ujarnya. Yang harus dilakukan. kata Pramono. Tidak cukup umur. Narkoba itu sangat merugikan. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain. Pemerintah. ya jangan coba-coba bawa ganja. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Salah kita juga. Malaysia. seharusnya lebih pro-aktif. Minggu (22/8/2010) kemarin. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati." kata Pramono." kata Marzuki. . Senin (23/8/2010) di Gedung DPR. Sampai di sana enggak bisa kerja. "Sudah tahu di sana hukuman mati. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga.

terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. George W Bush. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. Sebelumnya. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu.KAMIS 7 Desember 2000 lalu. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya. Berikutnya. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun." demikian ditulis Observer. Selang 10 tahun kemudian. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank. Goerge W Bush. meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. . permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Sebab. Claude Howard Jones (60). analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA. Saat menunggu eksekusinya. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. Namun. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian. Saat itu. 10 tahun kemudian. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA. Namun dalam tuntutan di pengadilan.

(**) . dengan alasan apapun. Kesehatan yang memadai. Terlepas dari apa yang mereka lakukan. menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati. secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. Ketiga. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. sosial. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. Pendidikan. seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. Kedua.I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. kasus apapun. sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. apakah landasan agama. tidak ada alasan untuk Pemerintah R. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final. hukum dan bahkan keadilan. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. imparsial. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. aparatus yang bersih. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. Pertama. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights). karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. Oleh karena itu. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit.Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu. Ironisnya. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun.

S. J. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. New York University School of Law.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Ahli Pemohon Prof. Ketiga. baik itu pelaku maupun pengguna. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda. Kedua. right to life. “Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui. Amerika Serikat.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. antara lain.. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat. Di lain pihak. Lanjut Rachland. ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. Dalam sehari. “Kini. Sahetapy.H. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu. saya berani . Ahli Pemohon lainnya. Pemerintah. S. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia.” jelasnya. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp. Untuk itu. sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. 292 triliun. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. M. Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR. Sementara itu. Keterangan lain. pertama.000. dan Badan Narkotika Nasional (BNN). hampir seluruh lembaga pemasyarakatan. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945. E. 200.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati.A.H. hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. Dr. menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba. mengatakan bahwa di Belanda sendiri. Rabu 18 April 2007 pukul 10. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. Tambah Henry. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika.” jelas Sahetapy. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. Keempat. hak untuk tidak dianiaya. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No.) masih harus dipertahankan.

”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. Atas alasan itu. Dr. Sedangkan Ahli dari BNN Prof.H. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. M. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. sebelum menutup persidangan. Demi memperoleh putusan yang tepat. Di Jakarta.H. tidak ada!” papar Henry. tidak boleh dipahami secara mandiri. Jimly Asshiddiqie. pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba. masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu. Menanggapi pernyataan di atas. Ahmad Ali. Dr.. menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi. maka dalam kejahatan narkoba. S.menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights.” jelasnya. bukan by product. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM .H. S. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri.

” ujar Hatfull. Ia mencontohkan Amerika Serikat.com Jakarta. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964. Jumat (8/10). pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia.” jelasnya. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati. ”Pada 1998. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati.Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi.com] PDF Cetak Image Source: www. ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima.” kata Hatfull. Ia menjelaskan. Rocky Gerung. tidak ada sistem peradilan yang sempurna. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”. . Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia.romokoko. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober. Saat berbicara dalam diskusi. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS. Kompas . Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus. hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull. mengungkapkan.romokoko. Oleh karena itu. Padahal. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak.

kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat. takutlah kepada-Ku. Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya.“hukum rajam” ketegori Muslim. yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. Secara nalar aqidah. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. terima kasih. Meski umat manusia di abad 20 . ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. Wassalam.

masih tetap memberlakukan hukuman mati. Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. bahkan di beberapa negara yang maju. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. Itupun pelanggar sulisa berat. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati. Kamboja. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya. yang hanya menyangkut satu orang saja. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. tentu sangat bisa diterima logika. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya. maka rajamlah… . Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. Bosnia. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. Selain itu. Afghanistan. namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku.

atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW. yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as. Taurat. dikeluarkan ke bumi. yaitu dengan cara dirajam. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. atau ahli hukum. terkutuk dan terlaknat. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. baik Zabur. Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon.Namun lafadznya kemudian dinasakh . tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. Bukan hak para seniman. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. Injil maupun Al-Quran. atau pun manusia lainnya. Karena beratnya hukuman ini. Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah . Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia.

Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. maka rajamlah`. maka tidak perlu adanya saksi-saksi. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda. Imam Asy-Syafi`i ra. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam. Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku. maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat.. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra.. Di zaman Rasulullah SAW. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya.. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. . Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. maka hukuman hudud bisa dibatalkan. harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. yaitu petunjuk yang paling utama. Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra. Daud. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. Namun Imam Abu Hanifah ra.

`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. b. maka persaksian itu tidak syah. 3. 7. Dan sebaliknya. 8. Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. maka persaksian mereka tidak syah. Para saksi ini semuanya laki-laki. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya. 4. Para saksi ini sudah baligh semua. Bila ada salah satunya wanita. Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. maka tidak syah persksian mereka. Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. . Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1. Mereka adalah Abu Bakarah. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. Allah berfirman. Dan bila melihatnya bergantian. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. maka tidak bisa dihukum. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. Jumlah saksi minimal empat orang. 6. 2. 5..`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. bukan dengan bahasa kiasan. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. 9. Bila salah satunya belum baligh. tapi wanita itu tidak mengakuinya. Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud. Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya.

pesantren. Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam. Ormas. dan Amerika Serikat. perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . Saudi Arabia. pengajian. tidak hanya terjadi di dunia sekuler. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini. termasuk Indonesia. Beberapa saat yang lalu pun. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. 2010 Filed under: artikel. maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. Tiongkok. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati.148 orang dieksekusi di 22 negara. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi.Di luar kedua hal diatas. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. jamaah majelis taklim. khususnya bagi orang-orang awam. setidaknya 2. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. termasuk Indonesia. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati. PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19. yayasan. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. Orang-orang tersebut.

Pada penerapannya. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia. Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. terutama bagi para sarjana hukum. terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. ketiga.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini.. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. atau secara langsung atau secara tidak langsung. Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. tata hukum negara. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman.hukuman mati. Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam. baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif. menurut hemat saya. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum. Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. kedua. terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil. Karena itu. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang.

Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. hukum. pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. c. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum. pasal 28 ayat 1. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. dan hukum etika. Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. hak untuk tidak diperbudak. hak untuk tidak disiksa. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. tujuan dan waktu. hak beragama. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. ekonomi dan kebudayaan.disiplin atau stabilitas nasional. menyebutkan: “Hak untuk hidup. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. dan hak untuk . Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum. HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. social. Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. maupun keadilan. Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a. manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. 1576). enam kitab prihal Republik. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil. b.

Sama dengan Astini. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah.dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. 3. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan. Sulawesi Tengah. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta . Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. Jadi.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”. 4. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. Fabianus Tibo. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. 2. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Dominggus da Silva. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial.

terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. Singapura * suntik mati: Tiongkok. Jepang. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. dan lain-lain * rajam: Arab. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. mengembalikan penilaian baik atau buruk. Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand. Taiwan. Indonesia. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. maupun dianiaya. Somalia. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”. serta orang yang murtad. Thailand. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. pezina muhshan. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. Oleh karena itu. Yordania. Afganistan.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. Irak. sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. Bagi umat islam. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. Selain itu dalam vonis hukuman mati. Iran. Vietnam * tembak: Tiongkok. Guatemala. Pakistan. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . hukum syara.

termasuk bila seseorang menjadi narapidana. penculikan (Keluaran 21:16). Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati. baik itu dalam keadaan darurat. Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). Kontra. Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. Penerapan hukuman akan membawa. perzinahan (Imamat 20:10). (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. homoseksualitas (Imamat 20:13). (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). dikurangi. dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat. Kedua jawabir. ketentraman masyarakat akan terjaga.besar. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. Dengan demikian. Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5. (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. perang. atau dibatasi dalam keadaan apapun. Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri.hukuman Mati. Bagi mereka. yaitu hak untuk hidup (right to life). (f) menculik. yaitu: (a) membunuh dengan sengaja. namun . serta (i) melanggar akidah atau aturan agama. penebus bagi pelaku. hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. Artinya. bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan.

(c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. Jadi. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. darahnya akan tertumpah oleh manusia. pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. Dalam peristiwa ini. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. yakni tenang Perjanjian Nuh. 14-17. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. pastilah ia dihukum mati. Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain. Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. 2 Samuel 12:13). padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian. namun mereka hanya memberikan sebagian. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa.Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5.” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya. Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5). Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa.

Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. 52. No. Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6). . Ideologi di Balik Negara Hukum. Th. Jefferson. Huijbers. Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP. 2. Ben S. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. Roma 13:1-7). hukuman mati adalah efek jera. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. Jika hukuman mati itu seseorang terima. KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. 14. dan semua ini terjaga dengan seimbang. Theo. namun kehendak Allah akan terus berjalan.1. Filsafat Hukum. Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. No. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Ilmu dan Budaya. Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Jika bagi orang sekuler. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. 2. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan. Th.Yogjakarta: Kanisius. itu adalah kehendak Allah. Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. 1992. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. . 1996.” DAFTAR PUSTAKA Galus. Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya. Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). 14. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah. Kameo. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya.

jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. kejaksaan. Suara Pembaruan. 1996. 21 Maret 2005. dkk. September 1995. 52. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Etika Kristen. 21 Maret 2005. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Alasannya. Djoko Oentoeng. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). 14. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. habis digerogoti para koruptor. Kusnadi. Jurnal: JT Aletheia. 1. 2006. No. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara. Togardo. Bandung: STTB. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. Verkuyl. Media Indonesia. 2009. Soeropati. Dalam Posisi Duduk. Gereja da Negara. Laporan HAM 2005 KontraS. 1. 15 Mei 2005. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. Th. No. Pengantar Hukum Tata Negara. Ras. 19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. J. 14. 1996. Limahelu. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. Classnote Etika Sosial dan Politik. Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. No. Frans. 52. Bangsa. Vol. 3 April 2005. Terkait pro-kontra hukuman mati. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. Th. Home Opini Mendesak. Lebih dahsyat lagi dampaknya. 1992. Republika. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan .Kompas. Jakarta. KontraS. Sebaliknya. Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. Iskandar. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. Jakarta. Tolak Hukuman Mati. Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. Astini Dieksekusi 12 Penembak. 1976. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. Sutanto. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. Sebab. Yang lebih mengerikan.

para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. Seharusnya. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Berikut petikan wawancaranya. Sebab. negara menyita semua aset yang mereka miliki. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. mereka akan mengalami ketakutan. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah. dihukum ringan. dan hakim. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung. Anda bisa bayangkan. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Itu kan lucu sekali. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. polisi. Dan. akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara. Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. Artinya. Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi. Selesai. Kalau pemerintah betul-betul serius. harus ada hukuman yang maksimal. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. Apalagi. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. melainkan hakim pun terlibat. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. dengan tujuan untuk me-recovery aset. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. bahkan bukan hanya orang pajak. bahkan justru dijadikan ajang transaksi. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. yang saya lihat. sistemik. dan masif. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat.Putro di Jakarta. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. Jadi. Kalau itu diberlakukan. Sebaliknya. Misalnya. sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. kepolisian. kemudian diberi remisi. kejaksaan. banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. yang namanya Arthalyta atau Ayin.

penerapan hukuman pada tingkat implementasi. Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. Jadi. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. pandangan seperti itu tidak adil. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat. khususnya menyangkut tiga pasal. Sebab. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun.bernegara. sekarang jauh lebih menurun. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. . kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. Sebaliknya di Indonesia. Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. tapi kalau koruptor. Kedua. Bahkan. Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. misalnya? Saya sebagai warga negara. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. tapi bisa diminimalkan. tapi justru lebih mengganas. misalnya. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. Ketiga. jelas tidak setuju. Teroris hanya mematikan sekian orang. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. Jadi. Memang tidak hilang. Pertama. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. Pertama. koruptor lebih jahat dari teroris. Tetapi. Sebab. Bahkan. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. Jadi. Misalnya. Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa.200 triliun termasuk bunganya. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. tidak sekolah. Padahal. kalau melihat dampaknya. bukannya berkurang. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia. dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. Kedua. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan.

pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya. . sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut. Mengapa demikian? Sebab. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. Dalam perkembangannya. Jadi. maupun hakim. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. baik kejaksaan. itu tidak adil. Kalau dulu. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Padahal.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. dalam kasus korupsi. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. kepolisian. terutama yang jumlahnya besar. Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. seperti Komisi Kejaksaan. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya. Komisi Kepolisian. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan. jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. kini justru berbalik. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah.

undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. Dalam kenyataan sosial pun. yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. Sebelumnya. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. melebihi ketentuan PK yang seharusnya. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya. Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12. banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). Kenyataannya. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami. Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? . ataupun memohon grasi kepada presiden.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. 5 Agustus 2004 (Republika. Masalahnya adalah. Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam. Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir. Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. Di sisi lain. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32). eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. tengah mengajukan PK. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. Di luar terpidana mati narkoba. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat.29 kilogram heroin di Medan. ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. Saat ini. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. 6 Agustus 2004). nyaris semua dipenuhi. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba.

India. Amerika Serikat adalah fenomena menarik. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time). Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights. apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. Sementara itu 5. Arab Saudi (79). Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. 76 negara menghapus hukuman mati secara total. hanya Amerika bersama Jepang. Malaysia. (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty. Jepang. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat. Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2.' Sejak 1977. 3. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati. hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi. Pada tahun 2001.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). Lalu. Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS. saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS.048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. Pada 2002. 2003). Juga. tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia. per 1 Januari 2002. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi. Uniknya. sebagai salah satu bentuk pidana. Kemudian. dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. Dari jumlah tersebut. dan Indonesia. Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). Kendati demikian. dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. Korea Selatan. Singapura.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). 71 jiwa telah dieksekusi.265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. Iran (139). . 3. Korea (utara dan selatan). Filipina. Sementara itu. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya. pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Karena.468). 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. dan Amerika Serikat (66).

hak atas kebebasan. sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. yaitu hak untuk hidup. Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia. hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. Sedangkan untuk SOP. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia.Dari empat instrumen di atas. sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total. Sementara itu. protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time). dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile). baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. dan hak atas keamanan (life. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. liberty. Sampai saat ini. Namun demikian. Armenia. keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. Perbedaannya. Sedangkan. protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003. Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. and security of person). Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya.

Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. Kemudian. independen. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. jujur. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil. legislatif. SVD . Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. Paul Budi Kleden. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati.6 Konvensi Anti Penyiksaan). bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. Namun. pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. Kendati demikian. Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. masih jauh panggang dari api? Kemudian. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. Juga. harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. independen. Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. Dengan demikian. kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. Karena. dan imparsial. imparsial. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. bersih. utamanya para korban-korban mereka. kepada masyarakat Indonesia. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. Pasalnya adalah.Psikotropika tahun 1997. yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba.

Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati. Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia.Pada tahun 1998. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. Misalnya: untuk memenuhi rasa . Karena itu. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. Apabila ada kewajiban asasi. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. Disadari atau tidak. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya. bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia.

Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya. untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. bukan sebuah pemberian. Moralitas adalah sebuah tugas. “Dia kejam. Seseorang tetap merupakan seorang manusia. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. Sebab itu. hidup ganti hidup). Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. dia jahat. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. Yang terberi adalah kemanusiaan. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya. juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti. orang lalu berkesimpulan. Dia sudah bukan manusia lagi. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas. Dia direndahkan menjadi binatang. Sebaliknya. . untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya.

Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita. Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. Justru karena itu.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas. agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. seseorang yang melakukan kejahatan. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu. dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. sebuah perjuangan yang terus-menerus. Sebab itu. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. . Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya. Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya. Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu.

HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara. mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. Sebaliknya. Sebab itu. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat. Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya. maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. Menolak hukuman mati . Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. Kalau demikian.

ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah.?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati. diantaranya adalah : 1. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain.?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba.. 3. . Hukum qishah. 2. 4. Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5.. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM. Hukuman Mati Melanggar HAM. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja.

berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT. sekularisme. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak. ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. serta masyarakat secara umum. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. Dengan begitu.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi. Karena itu. . termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. Mereka pun mendesak Rasulullah saw. Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. Lebih dari itu. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. penolakan atas hukuman mati. termasuk qishâsh. Tentu saja. Ide itu tidak lain bertolak dari ide. korban dan atau keluarganya. (QS al-Baqarah [2]: 178). untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. kebebasan dan HAM. sanksi pidana Islam.

dalam kasus Tibo dkk. Dengan begitu. mereka dapat membunuhnya. semuanya harus di hukum mati. Karena itulah. meskipun jumlahnya banyak. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). maka semuanya dikenai sanksi qishâsh. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. masyarakat tahu siapa yang dihukum. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. meskipun korbannya satu orang. Berkaitan dengan ayat di atas. Di samping itu. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian. . dimana. Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. Karena itu. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat. Rasulullah saw. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. Jika mereka menghendaki. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. Dengan begitu.-untuk membunuh seseorang. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. jika terbukti. (QS al-Baqarah [2]: 179). pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka. 30 unta muda. Jika mereka menghendaki. jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan. wahai orang-orang yang berakal. maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh. agar fungsi zawâjir itu berjalan. Sebab. Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. dst. penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. supaya kalian bertakwa. kapan. jika terbukti ia melakukan pembunuhan.

Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan.dan 40 unta yang sedang bunting. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh. IMO. karena ia cukup mendapat hukuman penjara. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. keadilan. kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan. maka pamor mereka akan hancur :p. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. Lalu. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Untuk jaminan keamanan. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. Hukuman mati (the death penalty). Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. . (HR at-Tirmidzi). Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. Karena itu. ada yang pro dan kontra. kalau mereka melakukan hal tersebut. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. Entahlah. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri.

hukuman mati DIPERBOLEHKAN. eh dia punya kesempatan hidup. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. maka hukuman mati dijalankan. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. Mereka2 yang menentang hukuman mati. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu. dsb. masa depannya. Dalam Islam. Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. kejahatan akan tetap ada. atau kalau perlu semua. 3. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. begitu memperhatikan hak si terhukum. enak bener dia. hak keluarganya. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. yang anggota keluarganya dibantai. . itu jadi beban pemerintah. Kadang2 saya berdoa. selesai urusannya. Dan dengan alasan yang sepele. punya istri. ada. Udah menghabisi nyawa orang lain. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. Selama ada iblis. atau dibunuh karena hal sepele. Kedua. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. Hak hidupnya. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. Dalam Islam.Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. Tapi jika tidak. hak tobatnya. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan. pertama. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. Mungkin dengan begini. Bagaimanapun. Di semua agama. ada satu atau dua. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban. baik itu yang disengaja ataupun tidak. Kristen. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. Secara keji. saya mendukung hukuman mati yang total. jika pihak keluarga mengampuni. Bahkan kalau perlu.

dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. memang bukan kuwajiban penuntut umum. terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat.Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. terutama bagi para Hakim. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas. yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia. . Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum. seringkali seharusnya tidak terbukti. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati.

apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan. hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI. jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya. BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI.” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia.

Mahfud MD. dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. pidana mati dapat dijatuhkan. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. .” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. bersifat universal dan langgeng. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita. Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat. Namun. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life. DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia. dan pengulangan tindak pidana korupsi. hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. oleh karena itu harus dilindungi.” Dalam pasal itu menyatakan. No one shall be arbitrarily deprived of his life. Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi. Patrialis Akbar.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. Benarkah? Mari kita telusuri bersama. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. bencana alam nasional. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang. This right shall be protected by law. Pasal itu berbunyi. hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. yakni Pasal 2 ayat (2). dihormati. Bersama 150 negara. Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945.

Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. dalam perubahan UUD 1945. hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. UU No. Maka. Sehingga. d).” Jadi. Menariknya. pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA.Maka. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum. Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia. hak beragama. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. c). hak untuk tidak disiksa. dan e). dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.” Jadi. hak untuk tidak diperbudak. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain.” Maka. Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. Perlu kita telaah kembali. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. UU No. UU No. UU No. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. b). Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. 15 Tahun . UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Selain itu. hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945. pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.

karena insting hewan masih mendominasi kita. jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. Maka. Selain itu. Hukuman mati belum bisa diakhiri. dapat dinyatakan bahwa. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Jadi. Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati. * Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur. sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang. Dan jika. Maka. Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. . maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB.

Senin (5/4/2010).Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin. 5 April 2010 . Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan.16:57 wib Insaf Albert Tarigan . Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara.. Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur. masa kita masih berdebat soal itu. "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu." kata Patrialis. Undang-undangnya sudah boleh.Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara. "Saya kira saya setuju. Itu sudah yudikatif. pidana mati dapat dijatuhkan. Jakarta. Tergantung penafsiran dari hakim." . "Penerapannya itu di luar pemerintah.Okezone JAKARTA . Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor..

"Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan.

Jurusan Matematika. Yogyakarta. masyarakat maupun negara. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. bebas dari penyiksaan. pendidikan. pendidikan. Program Studi Matematika. 07/253163/PA/11551. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dan dilindungi oleh negara.Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . dan hak milik 28I – Hak hidup. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. jaminan social. identitas budaya. dijaga. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. pemerintah. pelayanan kesehatan. pekerjaan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. kepercayaan. kewaraganegaraan. hukum. merdeka. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati.Hak pengembangan diri. tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. dijunjung tinggi. tempat tinggal . dan dilindungi oleh setiap individu. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia . bebas dari diskriminatif. Universitas Gadjah Mada.

penyiksaan. perbudakan seksual. perbudakan. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita. pemusnahan. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat. perampasan kemerdekaan. kelompok agama. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. Dalam UU No. Kejahatan Genosida 2. pelacuran secara paksa. pemerkosaan. kelompok etnis. dan masih banyak lagi.26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. ras. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? . penghilangan orang secara paksa. pengusiran secara paksa. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM. kejahatan apartheid.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. berupa : pembunuhan. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No.

Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. Persoalannya. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari. sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Di sisi lain. Dominggus da Silva. Tibo Cs. Israel.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. 1. UU No 31 Tahun 1999. UU No 5 Tahun 1997. Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati.. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. Secara yuridis. Chile. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. dan ratusan terpidana mati lain. Di bawah ini petikannya. Setidak-tidaknya. namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006. Brazil. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. LL. Fiji. dan Marinus Riwu. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). . UU No 26 Tahun 2000. UU No 22 Tahun 1997. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. dan Peru. El Savador. dan lain sebagainya. seperti KUHP. dan ratusan terpidana mati lain. UU No 7/Drt/1955. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia. Diantaranya adalah Bolivia. Kazakstan. Sudi Prayitno. Dari kenyataan ini. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. Bisa jadi. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. Amrozi cs. S. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?.M. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia.H. ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Latvia.. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris.Menurut pandangan pertama. membunuh secara berencana. tanpa dihukum mati pun. dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. Sayangnya. Begitu juga bagi masyarakat. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. pelanggaran hak asasi manusia. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J.E. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah . Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. Masalahnya. melakukan kejahatan terorisme. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan. justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. Hukuman mati. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain. karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. Sebaliknya. kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. “Setiap orang berhak atas kehidupan. Dari perspektif hak asasi manusia. melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. Sahetapy: 2006). dan sebagainya.

problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. Sulit kiranya menerima. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. . Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. hak untuk tidak disiksa. terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat. Artinya. Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. 2. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. Agaknya. Kalau dapat memperbaiki diri. Menurut dia. maka tidak bisa dijatuhi pidana mati. Mardjono Reksodiputro. karena termasuk kategori pidana khusus.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati. “Bisa digunakan pidana mati percobaan. Mardjono mengatakan. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun. fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. dst. Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup. Rabu (20/6). Menurut dia. Menurut dia. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo. Atas nama keadilan.” ujarnya. peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri. …. Syarat lain. Agaknya. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. hakim berhak mencabut nyawa seseorang. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia.Indonesia. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya.

. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana. terpidana mati pelaku Bom Bali I. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. Sedangkan di seberang. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan. Universitas Airlangga. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan. Universitas Parahiyangan. Romli Atmasasmita. Universitas Sumatera Utara.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. Tibo dan kawankawan. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. reporter VHRmedia. divonis mati di hadapan regu tembak. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat. …………. termasuk Indonesia. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. Universitas Gadjah Mada. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan. Universitas Jember. Pendapat pro-kontra kian meruncing. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas.121 gram heroin ke Bali 3.

langsung berteriak. tetap saja memberlakukan hukuman mati. tidak ada yang dihukum mati. Itu sudah diakui dan satu paket. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. secara undang-undang menghendaki dihapus. Secara agamis dipertentangkan. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. tapi termasuk pengecualian. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. tapi mereka tidak protes. Itu lebih fair. Rakyatnya senang. Eropa menolak hukuman mati. mengenai kejahatan yang sangat serius. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. Lihat saja Singapura. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. kita berdiri di tengah.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. tapi untuk pecandu ya diobati. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. Jadi. Kalau secara penegakan hukum. Sekarang. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. Sekarang bagaimana . tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Meski diprotes seperti apa pun. Dulu saya masih ingat. korbannya banyak. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. Idealnya. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. Sekarang mau milih efisiensi. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. narcotic crime. Terrorism. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. Jadi di antara pro dan kontra. tapi penduduknya aman. HAM. Tapi harus dikembalikan lagi. Tapi dampaknya sekarang.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut.C Manulang . Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). Pasal 6. 2. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. 4. Menggunakan kekerasan. 2. 3. ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. Mengambil korban dari masyarakat sipil. 10. kematian. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . 7. ketakutan. Istilah Terorisme Dari segi bahasa. politik ataupun agama Menurut A. dengan maksud mengintimidasi pemerintah. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. pasal 1 ayat (1). diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). 9. ketidakpastian dan keputusasaan massal. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . Analisis dan Pembahasan 1. dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama. yang dapat berupa motif sosial. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1. Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. Bab I Ketentuan Umum. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik. III. jika: 1.Terorisme . istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18. Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. berdasarkan ketentuan pasal 8. 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. pria. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. instrumen atau alat untuk mencapai tujuan .. dari sudut pandang yang diserang . Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan. motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. tua. Meski kemudian muncul istilah State Terorism. the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage. padahal produsen pupuk . 15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas. Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. tidak mengenal kompromi . pejuang kebebasan atau patriot. Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. nelayan kecil-kecilan dan pekerja . siapapun dapat diserang. laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No. muda bahkan anak-anak. Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . Ia sekedar strategi . misalnya antara lain paramiliter. 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. korban bisa saja militer atau sipil . tujuan.pihak musuh. wanita. motif ekonomi. motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu. 2. Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. yang berbunyi : a. antara lain target. Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. tetapi berpotensi melanggar HAM . Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . kaya miskin. bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan.

.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence. Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu. Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik. Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. Dalam Perpu No. Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Sebelumnya dalam UU No. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran. Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak. Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9. 15 Tahun 2003. Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence. Bahkan bensin. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif .

maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban. Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 . Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. 3. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat. Ini artinya. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental. Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . UU No. maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression). asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu. kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. kejahatan kemanusiaan. Dalam hal ini . Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. keluarga korban. Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . Menurut MK. masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian.pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri. kejahatan perang dan kejahatan agresi. Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif.

melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. Tetapi. Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c. IV. Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Ironisnya. mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati. Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. instrumen dan atau alat mencapai tujuan. Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang . Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. b. Kesimpulan a. Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Kesimpulan dan Saran 1. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. 2. logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. c. Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . d. Terorisme merupakan strategi . Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif.

hukum cambuk. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. Film dilarang di negara ini. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11. dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. tewas 170 orang. Wanita dilarang menyetir mobil. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. Negara teokrasi tipe abad pertengahan. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. Wanita dilarang bepergian. Skotlandia. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. Libya DIKTATOR. Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). tewas 270 orang. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . Tempat berlindung pembunuh masal. bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. melindungi dan menghormati HAM. money loundring. Ada hukum potong tangan. bahan peledak. bea cukai. Idi Amin. mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya. Mesir DIKTATOR. Apartheid terhadap non-Muslim. keamanan transportasi. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. Negara-negara Tirani. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. ANGGOTA LIGA ARAB . Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. Monarki. keimigrasian. keuangan.

melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia. Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988. Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. ANGGOTA LIGA ARAB .000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967. . Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991. dengan maksud menghancurkan negara itu. Bahrain DIKTATOR. Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman. 1 juta orang telah tewas. Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. ANGGOTA LIGA ARAB . adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah. daerah dekat Yerusalem. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR. OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia.Mesir menginvasi Israel pada 1948. dan akhirnya menduduki Betlehem. 60. Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual.Idem Qatar DIKTATOR. Tahun 2001. ORG.Idem Irak DIKTATOR. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. Iran DIKTATOR. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya.

dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. . Suriah DIKTATOR. Menginvasi Yordan (Black September 1970). Memalsukan peta resmi kenegaraan. --Hamas. 150. ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. Pelabuhan bagi kaum teroris. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina. Pemuja darah dan kematian. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil. “Pemilu demokratis” 2006. disusul Fatah 45. Diskriminasi wanita. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Fatah. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya.Negara mensponsori anti-semitisme. ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. dan PFLP 3. Lebanon DIKTATOR. menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. Menginvasi Israel tahun 1948. Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah.

UU khusus itu tak kunjung muncul. Anggota KPU. Benar saja. Medio 2009. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. untuk kasus Indonesia. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. di Indonesia justru menemui kendala lain. seperti menyadap. Pasalnya. Antara lain. Tapi sudah tiga tahun. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. . Tapi. Mulyana W Kusumah. Dia berdalil. Privasi. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya.Antara HAM. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. Akhir 2006. menguntit. soalnya memang bisa menjadi lain. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. antara lain. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. hotel hingga ruang parkir. Urusan mematai-matai warga negara. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Korban KPK pun berjatuhan. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Tapi. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. lewat RUU Pengadilan Tipikor. Lembaga tersebut mengintai. MK mengeluarkan putusan yang. KPK seperti ada di manamana. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti.

badai belum berlalu. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. antara lain. Sebenarnya. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. Tapi. tidak boleh disadap. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. menyadap merupakan kegiatan terlarang. Tapi. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. akhir November. tanpa diatur-atur pun.Karena kuatnya tekanan publik. Je. Siasat pengaturan baru jni. soalnya memang bisa menjadi lain. Privasi." kata dia. "Belum saatnya. Ahmad Muzani. masih tetap dibidik. Tapi. Tapi. pengaturan penyadapan memang perlu. Tapi. pang. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. Anggota Komisi I DPR.. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. l harun Dasar dasddddAntara HAM. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. dalam rapat kerja dengan DPR. mengatakan. untuk kasus Indonesia. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. . dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. Tifatul mencontohkan. bachrul. Tapi. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. untuk saat ini. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. Itu. lagi-lagi karena perlawanan publik." kata Menkominfo. dan Korea Selatan. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. di negara seperti Australia. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Tifatul Sembiring.

Benar saja. Korban KPK pun berjatuhan. hotel hingga ruang parkir. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. Dia berdalil. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. Mulyana W Kusumah. Tapi. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. MK mengeluarkan putusan yang. menguntit. seperti menyadap. Tapi sudah tiga tahun. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. lagi-lagi karena perlawanan publik. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. Medio 2009. UU khusus itu tak kunjung muncul.Urusan mematai-matai warga negara. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Akhir 2006. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. . Anggota KPU. Pasalnya. Antara lain. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. lewat RUU Pengadilan Tipikor. di Indonesia justru menemui kendala lain. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. Karena kuatnya tekanan publik. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. Tapi. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Tapi. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. KPK seperti ada di manamana. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. Lembaga tersebut mengintai. antara lain.

pang. Sebenarnya. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. Je.. antara lain. dalam rapat kerja dengan DPR. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. l harun ." kata Menkominfo. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. Tifatul mencontohkan. Tapi." kata dia. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. Tapi. akhir November. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. mengatakan. masih tetap dibidik. di negara seperti Australia. Itu. dan Korea Selatan. tidak boleh disadap. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. bachrul. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). tanpa diatur-atur pun. Ahmad Muzani. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. badai belum berlalu. Tifatul Sembiring. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. "Belum saatnya. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. menyadap merupakan kegiatan terlarang. Anggota Komisi I DPR. "Berkomunikasi adalah hak asasi. untuk saat ini. pengaturan penyadapan memang perlu.Tapi. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. Siasat pengaturan baru jni. hendak ditelikung ke tahap penyidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful