P. 1
hukuman mati

hukuman mati

1.0

|Views: 2,899|Likes:

More info:

Published by: muliasyah-lubis-7120 on Dec 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

Muhammad Rustamaji Baru-baru ini, Mahkamah Konstitusi melalui putusannya menyatakan bahwa penjatuhan pidana hukuman mati

tidak bertentangan dengan konstitusi. Meski diwarnai dengan discenting opinion dan lingkup putusan yang terbatas dalam judicial review tindak pidana narkotika, namun putusan tersebut dipandang memiliki nilai keterwakilan atas pandangan masyarakat luas. Ya, masyarakat kita masih memandang pidana mati masih layak untuk dipertahankan. Beberapa tindak pidana yang tergolong sebagai tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) seperti tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, maupun illegal logging agaknya pantas dijatuhi pidana mati. Bukan hanya karena modus operandi tindak pidana tersebut yang sangat terorganisir, namun ekses negatif yang meluas dan sistematik bagi halayak, menjadi titik tekan yang paling dirasakan mayarakat. Maka sebagai langkah yuridis yang menentukan eksistensi keberlakuan pidana hukuman mati di Indonesia, putusan MK ini mendapat apresiasi yang representatif. Namun demikian, putusan Mahkamah Konstitusi atas eksistensi pidana hukuman mati di Indonesia, disadari atau tidak telah membuka kembali ’perang wacana’ mengenai konsep penghukuman yang berprikemanusiaan dan beradab. Beragam pandangan dan argumentasi mengenai pidana hukuman mati sebenarnya telah lama diketengahkan di kalangan akademisi, praktisi, maupun pakar hukum. Bahkan sejak digulirkannya rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, wacana ini tidak luput dari banyak sorotan. Perdebatan yang terjadi mencakup sisi filosofis, yuridis maupun sosiologis mengenai urgensi penerapan pidana hukuman mati. Bermacam pertanyaan mendasar seperti apakah manusia berhak mencabut nyawa sesamanya, sedangkan kehidupan adalah karunia Tuhan? siapa yang memberi kewenangan kepada seorang algojo untuk merenggut hak hidup manusia yang lain? hingga pertanyaan teknis mengenai bagaimana pelaksanaan pidana hukuman mati yang memenuhi keberadaban itu dilakukan? terus bergulir mencari rumusan jawaban. Namun semua wacana tersebut timbul tenggelam dalam forum diskusi dan seminar karena ketiadaan kekuatan yuridis yang bersifat final dan mengikat. Hal yang tentunya berbeda ketika wacana tersebut termaktub dalam putusan Mahkamah Konstitusi yang secara kelembagaan mempunyai kewenangan dan kekuatan hukum sebagai judge make law dalam pengujian produk perundangan. Babak baru yang kemudian muncul dalam putusan MK ini adalah penguatan teori penjatuhan pidana sebagai konsep pembalasan (vergeldingstheorie) daripada sebagai konsep memperbaiki (verbeteringstheorie) si pelaku. Dengan pidana hukuman mati, negara seakan berlepas diri untuk memperbaiki sikap tindak si pelaku atas tindak pidana yang dilakukannya. Meskipun sisi hukum yang merupakan ranah yudikatif ini dapat pula diupayakan lebih ringan melalui grasi dan amnesti sebagai hak prerogratif eksekutif, namun hukuman mati masih dipandang sebagai konsep pembalasan atas tindak pidana yang dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan ketentuan sila ke-2 Pancasila ”Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”? dan ”hak hidup” setiap manusia sebagaimana termaktub dalam Pasal 28 A dan Pasal 28 I UUD 1945?

Dengan perspektif yang berbeda dari pertimbangan Mahkamah Konstitusi, mengenai nilai kemanusian dalam kerangka acuan keadilan dan keberadaban ini, sangat menarik ketika mengamati beberapa negara lain menyikapinya. Jika di Indonesia saat ini menghapuskan pelaksanaan hukuman mati melalui tiang gantungan, dan diganti dengan ditembak sampai mati oleh regu tembak, hal senada ternyata dapat dijumpai pula di negara lain. Beberapa negara asing misalnya Amerika Serikat, di beberapa negara bagiannya menggunakan kursi listrik, gas beracun dan ada pula yang menggunakan tempat penggantungan seperti di Indonesia pada masa silam. Di Perancis pelaksanaan hukuman mati dilaksanakan dengan alat pemenggal kepala yang disebuat ’quilotine’. Sedangkan di Negara Timur Tengah menggunakan tiang gantungan atau pedang dalam pelaksanaan hukuman mati pemenggalan kepala. Dapat dicermati bahwa negara-negara yang dikenal sebagai pencetus HAM dan demokrasi ternyata memberlakukan pula eksistensi pidana hukuman mati. Bahkan secara sederhana dapat dikatakan bahwa, perdebatan panjang mengenai nilai kemanusiaan pada akhirnya berakhir pada pendekatan teknis yang dipandang lebih manusiawi pada saat pelaksanaan hukuman mati. Terbukti, saat ini di negara-negara tersebut dikembangkan adanya teknik lethal injection dalam pelaksanaan hukuman mati. Melalui tiga kali penyuntikan yang terdiri atas obat pembius, obat penghenti detak jantung dan suntikan terakhir yang barupa racun, teknik ini dianggap paling manusiawi dan beradab karena menghilangkan penderitaan bagi sang terpidana mati. Hukuman Pokok Fakta hukum yang selanjutnya patut dicermati adalah rumusan hukuman pokok dan hukuman yang bersifat khusus dan alternatif. Terdapat konsepsi yang berbeda ketika konteks pidana hukuman mati ini diberlakukan. Ketika mencermati Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) dapat ditemukan bahwa pidana hukuman mati termasuk sebagai hukuman pokok. Tidak ada ketentuan khusus yang mengatur mengenai masa percobaan dalam paruh waktu tertentu menjelang eksekusi. Dengan demikian ketika putusan hakim memperoleh kekuatan hukum tetap, maka eksekusi dapat dijalankan. Sedangkan dibeberapa ketentuan hukum yang bersifat khusus, seperti dalam UndangUndang Narkotika, pidana hukuman mati bersifat khusus dan alternatif. Artinya, ketika pelaku tindak pidana narkotika atau tindak pidana lain yang bersifat extraordinary crime dijatuhi hukuman mati, maka vonis tersebut dapat dieksekusi ketika telah melalui masa percobaan dan sang terpidana tidak menunjukkan sikap yang lebih baik. Dalam hal ini masih terbuka baginya upaya grasi maupun amnesti yang dapat diupayakan selama hukuman percobaan. Klausul hukuman percobaan penjara sepuluh tahun inilah yang membedakan ketika pidana hukuman mati tidak digolongkan dalam hukuman pokok. Kejanggalan segera terlihat ketika memperbandingkan KUHP sebagai peraturan umum (lex generalis) terhadap ketentuan-ketentuan pidana luar biasa sebagai peraturan khusus (lex specialis). Dapat dicermati bahwa tindak pidana biasa (ordinary crime) yang diatur oleh KUHP justru menempatkan pidana hukuman mati sebagai hukuman pokok. Namun di dalam ketentuan perundangan yang khusus mengatur pidana luar biasa (extraordinary crime), pidana hukuman mati justru ditempatkan sebagai hukuman alternatif semata.

Tidakkah para perumus perundangan mencermati hal ini? Sedangkan diketahui bahwa extraordinary crime mempunyai ekses yang lebih luas bagi kehidupan bersama. Inilah beberapa telaah mengenai eksistensi pidana hukuman mati yang sejatinya masih diperlukan dalam menjaga kehidupan bernegara dan berbangsa yang beradab. Justru karena adanya ancaman hukuman mati dalam ketentuan yurudis, diharapkan menumbuhkan efek jera dan pembelajaran bagi khalayak akan arti penting menjaga hakhak sesama dan tidak melanggarnya. Sebuah fenomena simbolistik yang menarik ketika para pejabat Republik Rakyat Cina (RRC) mendapat suvenir sebuah peti mati berukuran mini dari presidennya. Langkah ini ditempuh untuk memberikan pengingatan bahwa jika para pejabat tersebut melakukan korupsi maka hukuman matilah yang pantas untuknya, tidak terkecuali bagi presiden yang bersangkutan. Mereka menyadari bahwa korupsi akan merusak sendi kehidupan bernegara, penggunaan narkotika akan merusak generasi bangsa dan illegal logging akan menghancurkan lingkungan hidup mereka. Semangat kesadaran seperti inilah yang seharusnya muncul ketika eksistensi pidana hukuman mati tetap diberlakukan di Indonesia. Akhirnya kesadaran tersebut membawa kepahaman untuk sesegera mungkin lepas dari kungkungan krisis multidimensi seperti saat ini. Samoa.

Kemudian dianalisis secara Yuridis Kualitatief yaitu menganalisis data yang diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penentang hukuman mati antara lain mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan ketidakadilan. Hukum Dibuat : 2009-10-19. Dalam skirpsi ini dipaparkan mengenai alasan-alasan pro dan kontra yang dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi atas eksistensi penerapan hukuman mati. . permasalahan pro dan kontra hukuman mati serta pelaksanaannya. Rubiyono. dan lapangan. antara lain dikarenakan meningkatnya kejahatan yang bervariasi. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian deskriptif analistis yaitu berupa penggambaran. Identifiksai masalah penulis angkat ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan perundang-undangan di Indonesia. kepustakaan. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan disamping juga merupakan sarana bagi seorang terpidana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik. yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis faktual serta akurat dari objek penelitian itu sendiri. Pendekatan Yuridis Normatief. Pro dan kontra timbul atas putusan hakim menjatuhkan hukuman mati dalam beberapa kasus. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh para sarjana hukum pidana. merupakan pendekatan yang digunakan berdasarkan atas bahan-bahan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. penelaahan dan penganalisaan ketentuan-ketentuan yang berlaku. dengan 3 file Keyword : Hukuman mati Subjek : Hukum pidana Kepala Subjek : Hukum pidana Nomor Panggil (DDC) : 345 Salah satu bentuk sanksi yang paling berat ialah hukuman mati atau pidana. Didalam Kitab Undang-Undang Hukum menjelaskan bahwa hukuman mati masih diperlukan karena beberapa sebab.FENOMENA PRO DAN KONTRA TERHADAP EKSISTENSI HUKUMAN MATI DALAM PERSPEKTIF PEMIDANAAN Undergraduate Theses from JBPTUNPASPP / 2009-10-20 10:54:24 Oleh : Nano.

dan lapangan. observasi dan menganalisa peraturan yang berlaku. kepustakaan. hukuman mati masih diperlukan oleh karena menyebabkan. Apakah kemudian dianalisa dengan Kualitatief Yuridis yang menganalisis diperoleh dengan memperhatikan dan menggunakan hukum dan peraturan yang berlaku. Pro dan kontra timbul keputusan hakim membawa mati keadilan dalam beberapa kasus Identifikasion dari masalah lift penulis akan ditinjau dari penerapan hukuman mati kaitannya dengan undang-undang di Indonesia. masalah pro dan kontra hukuman mati dan juga pelaksanaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari penerapan hukuman mati adalah untuk mencegah terjadinya kejahatan di samping juga merupakan sarana untuk dihukum untuk respon perbuatannya. misalnya karena meningkatnya kejahatan yang bervariasi. Masalah hukuman mati ini telah diperdebatkan oleh semua pengacara kejahatan. Antagonis pidana mati misalnya mengatakan bahwa hukuman mati dapat menyebabkan.Salah satu bentuk sanksi terberat adalah hukuman mati atau kejahatan. upaya hukum untuk menjembatani perbedaan pandangan tentang hukuman mati. Dalam skirpsi dari alasan dipaparkan mengenai pro dan kontra dapat ditarik kesimpulan untuk menjembatani perbedaan persepsi penerapan hukuman . mewakili menggunakan pendekatan berdasarkan bahan. Penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini deskriptif analistis yaitu dalam bentuk penggambaran. dengan bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis faktual dan juga akurat dari objek penelitian itu sendiri Pendekatan Yuridis Normatief. sehingga masih diperlukan sebagai bagian dari perlindungan publik.

Myuran dan Andrew tak sendirian. Karena itu. itu kewenangan hakim. Edith Yunita Sianturi dan Rani Andriani.” tegasnya. Edith. Konstitusi. Menurut Todung Mulya Lubis. dan Bona Ventura MAHKAMAH Konstitusi kembali menjadi pelabuhan para terpidana pelaku tindak pidana. Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika. yakni penjara seumur hidup dan 20 tahun kurungan. Keduanya pun tengah menanti eksekusi mati. yakni Pasal 80. demikian Todung. dia menyarankan agar UUD 1945 diamendemen. kuasa hukum keempat pemohon uji materiil itu. Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memohon agar aturan tentang hukuman mati yang tertuang dalam Undang-Undang tentang Narkotika dinyatakan tidak berkekuatan hukum mengikat. 81. ”Ketentuan itu harus tetap ada. . Lalu Pak Jenderal…? Saat Gugatan Membanjiri Lapindo Langkah Mundur Penanganan Korupsi Kepailitan. Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis mati yang kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung. Rabu dua pekan lalu. 22 Tahun 1997). ancaman hukuman mati dalam Undang-Undang tentang Narkotik masih sangat diperlukan. ataupun mengedarkan obat terlarang alias narkotik.” tuturnya. Ketiga pasal tersebut mengatur tentang ancaman pidana mati bagi mereka yang memproduksi. misalnya. Ibist yang Menyesatkan Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Sulitnya Mencari Hakim Agung Dong Joe. Undang-undang pun sudah mengatur tentang ancaman hukuman yang berat buat pelakunya. dan 82 Undang-Undang tentang Narkotika (UU No. tidak perlu diterapkan karena tidak memberikan efek jera. Dua warga Australia yang tersangkut kasus narkoba dan telah diganjar hukuman mati itu merasa vonis yang diterimanya melanggar hak asasi manusia. ada tiga aturan yang dimohonkan pengujiannya. mengimpor. secara tegas menjamin hak hidup setiap warga negara. demikian Todung. Todung membenarkan bahwa peredaran narkoba termasuk dalam jenis kejahatan yang berbahaya bagi hajat hidup orang banyak. Dedi Setiawan. ”Hukuman mati tidak mempunyai dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar kita. mengenai apakah nanti akan divonis mati. Wanita 25 tahun itu dinyatakan terbukti menyelundupkan 1 kg heroin dari Thailand pada tahun 2001 silam. Artikel Lain Henry Ditahan. Bersama dua orang kelompok ”Bali Nine” itu juga ada dua warga negara Indonesia. seandainya dianggap bertentangan dengan konstitusi. Hukuman mati. Sebenarnya. Di mata Henry Yosodiningrat. Riwayatmu Kini Gebrakan dari Pangeran Cendana Hukuman Ringan buat Jenderal PLN Tersengat Proyek CIS Aturan-aturan hukum tersebut dianggap bertentangan dengan Pasal 28 A dan 28 I UUD 1945.Menimbang (Lagi) Hukuman Mati Ariyanto.

Jika dikalikan dengan empat juta pecandu. Entah mengapa. dan 30 negara melakukan moratorium hukuman mati. Artinya. seperti kriminalitas dan membuat anak-anak muda menjadi idiot. sejumlah aktivis hak asasi manusia juga menyuarakan hal sama. akibat dari aksi para pengedar itu. Mereka ini juga mempunyai hak untuk hidup. Persisnya. Indonesia tidak akan dijadikan ”surga” oleh pengedar narkotik. Saat ini. mereka yang menjadi korban narkoba juga mempunyai hak untuk hidup dan tidak dihancurkan. imbuh Henry.” ujarnya. 88 di antaranya menghapus hukuman tersebut untuk semua kategori kejahatan. ”Mereka sendiri sudah siap melangkah ke sana (hukuman mati). tuntutan itu bahkan akan bergulir pada permohonan uji materiil. Artinya. Sebuah angka yang luar biasa besar. Sementara. ada 129 negara.” cetus Henry. sindikat obat terlarang itu tidak berani mengendalikan bisnisnya dari negara-negara ASEAN yang sebagian masih menerapkan ancaman hukuman mati. hingga pertengahan tahun 2006 sejumlah negara di dunia telah menghapus ancaman hukuman mati. Ketika itu. termasuk Indonesia. mengedarkan narkotik ibarat melakukan pembunuhan secara berencana. dia mempertanyakan apakah negara masih layak menghukum mati seseorang bila UUD sebagai sumber hukum tertinggi negara menegaskan bahwa hak untuk hidup tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.” Apalagi. Sedangkan dalam setahun bisa sampai Rp 292 triliun. Berdasarkan catatan Gerakan Anti Narkotika. maka para sindikat narkotik akan berbondongbondong datang untuk ”bermain”. kata Henry. dalam satu tahun tak kurang dari 12. yang saat itu masih berada dalam wewenang Mahkamah Agung. Jika dilihat dari sisi ekonomi.000 orang meninggal. Salah satunya adalah Asmara Nababan. 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. ”Masih ada hukuman mati saja Indonesia sudah mulai dijadikan surga oleh mereka. . Tidak sedikit pecandu yang meninggal dunia atau hidupnya menjadi berantakan.Henry beralasan dengan adanya ancaman itu. mereka merupakan kelompok yang well organized crime. masih ada 68 negara yang menerapkan praktik hukuman mati. saat ini ada empat juta anak menjadi pecandu narkoba dan setiap harinya 40 orang meninggal. katanya. Pada awal tahun 2003. banyak yang tidak sadar terhadap bahaya peredaran narkotik itu. Itu belum termasuk dampak yang ditimbulkan. Menurut Henry. Jika menggunakan alasan hak asasi manusia. menggunakan modus operandi yang selalu berubah dan dana yang tidak terbatas. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. Apalagi. ”Itulah yang dilakukan oleh para terpidana mati itu. para terpidana itu sudah mengetahui jika melakukan tindak pidana dimaksud maka ancaman hukumannya adalah mati. kata Henry. maka dalam sehari fulus yang tersedot bisa mencapai Rp 800 miliar. Jika ancaman itu dihapus. mengapa hukumannya mesti dihapuskan. setiap hari seorang pecandu narkoba bisa menghabiskan uang Rp 200 ribu. Masalahnya. tuntutan untuk menghapus keberadaan hukuman mati bukan kali ini saja terlontar. Selama ini. 76 PERSEN RESPONDEN SETUJU HUKUMAN MATI Sejatinya. pengajuan judicial review itu urung dilakukan. Syahdan.

mestinya pemerintah terdorong untuk menghapus pemberlakuan hukuman mati.” ujarnya. sejak adanya ratifikasi terhadap Kovenan Hak Sipil dan Politik pada November 2005. di mata Asmara Nababan. lebih pada penegakan hukum. Di sejumlah negara. hasil poling itu menyebutkan 76 persen res-ponden tetap menyetujui penerapan hukuman mati sebagai tingkat hukuman maksimal yang dijatuhkan kepada terpidana kasus berat. di sana ditentukan bahwa hak hidup manusia tidak bisa dikurangi. ”Aparat hukum di negara-negara itu tidak mudah disuap. ”Tapi nyatanya tidak ada langkah apa pun yang dilakukan oleh pemerintah. Asmara juga menepis anggapan bahwa pemberlakuan hukuman mati dalam kasus narkotik akan bisa meredam tindak pidana tersebut. Sebagai misal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Persisnya. penurunan peredaran bahan terlarang itu tidak disebabkan pemberlakuan hukuman mati. Menariknya.” cetusnya. tercatat 134 terpidana menunggu dieksekusi mati. sebagian besar warga Indonesia tetap setuju dengan pencantuman ancaman hukuman itu. Hanya 20 persen responden saja yang menolak penerapan jenis hukuman tersebut. terorisme.” imbuhnya. tuturnya. berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh sebuah harian nasional tiga tahun lalu. Sementara. Sebanyak 37 orang adalah warga negara asing dan 97 warga negara Indonesia. Pasalnya. dan pembunuhan berencana. Mereka umumnya terkait dengan kasus narkotik.Selain di dalam UU tentang Narkotika. Saat ini. Undang-Undang tentang Anti Terorisme dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tapi. . ”Karena itu pengajuan uji materiil adalah jalan yang tepat. di Indonesia sejumlah undang-undang lain juga mencantumkan ancaman hukuman yang sama.

maka masyarakat yang akan bahagia. Arief Amrullah. di ruang sidang MK yang mengagendakan mendengarkan keterangan ahli dari perguruan tinggi di Indonesia. Senada dengan Didik.H. dengan ketentuan alternatifnya adalah penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun. M. Artinya. menurut Arief.” tegas Koento. itu hanya mewakili segelintir orang saja yang telah memiliki keuntungan miliaran rupiah. Dr. menjelaskan bahwa secara umum fungsi hukum pidana antara lain untuk melindungi kepentingan negara. Prof. konsekuensinya semua peraturan perundangundangan tentang pidana mati harus dihapus termasuk untuk pelaku terorisme dan pelanggaran HAM lainnya. Dr. Dr.Hum. Kejahatan narkotika telah melanggar ketiga kepentingan hukum tersebut. Mardjono Reksodiputro. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) khususnya tentang ketentuan hukuman mati terhadap UUD 1945. Koento Wibisono dari Universitas Gadjah Mada menguraikan bahwa kadang kala kepastian hukum tidak memberikan keadilan. . adalah pelanggaran HAM bila dilakukan sewenang-wenang atau tanpa dasar yang sah menurut hukum yang berlaku. Penjatuhan pidana mati oleh negara. M. Namun bila kita memilih keadilan. Dr. dari Universitas Airlangga.A. “Bagaimana tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini jika pidana mati dicabut? Terorisme pun tentunya bisa semakin mengancam. S. dari Universitas Jember menjelaskan bahwa semua orang boleh membela diri ketika hak hidupnya diancam. Dari segi kefilsafatan.H. MHum.” jelas Didik. lanjut Didik. Prof.H. Narkoba justru mendegradasi cita-cita tersebut.. Sementara itu.. “Hanya Allah yang berhak menentukan hidupmatinya seseorang. Padahal tujuan para pendiri bangsa ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan dan memakmurkan rakyat. Mahmud Mulyadi.” urai Mahmud. M. keadilan siapa yang kita pilih? Bila memilih keadilan masyarakat. hak hidup juga diakui sebagai hak setiap orang. pidana mati diatur dalam pasal tersendiri dengan kebijakan politik pemidanaannya adalah pidana mati sebagai pidana pokok yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif. S. bagi penjahat narkoba.. Surabaya. “Bagi yang menolak diterapkannya hukuman mati. S. jelas Koento. masyarakat. memilih cara mati dengan hukuman mati. dari Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa terkait dengan Pancasila yang memuat nilai-nilai agama. hanya dia sendirilah yang menentukan.. dari Universitas Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota Tim Revisi KUHP menjelaskan bahwa dalam RUU KUHP. Tapi cara hidup dan matinya seseorang itu. Didik Endro Purwo Laksono.H. MHum. Jika permohonan dikabulkan. Hal ini mengemuka dalam sidang pleno pengajuan judicial review UU No. dan individu. Dr. S.Pro-Kontra Hukuman Mati Masih Berlanjut PDF Print 22-06-2007 Pendapat pro-kontra tentang hukuman mati di antara para ahli hukum masih berlanjut. Rabu (20 /06). Mengulang penjelasan Tim Revisi KUHP yang telah didatangkan pada persidangan sebelumnya.

Dr. yaitu.Namun.” kata Ketua MK Prof. . Serupa dengan Titahelu.” ujar Gosita. tapi tidak perlu ada hukuman dalam bentuk hukuman mati karena. maka pemerintah hanya bisa meminta maaf tanpa bisa mengembalikan nyawa si terpidana. Sedangkan. S. ketika di kemudian hari ternyata terbukti ada kesalahan dalam menjatuhkan putusan dan eksekusi mati telah dilakukan. bila dikaitkan dengan hak kemerdekaan dan untuk menciptakan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.H. para ahli yang diajukan oleh Pemohon maupun Pemerintah dan MKdalam perkara ini. Dr. Arief Sidharta dari Universitas Parahyangan menerangkan bahwa hukum pidana seharusnya berfungsi sebagai upaya resosialisasi bagi narapidana supaya bisa mengembalikan ketaatan seseorang ketika telah berada di tengahtengah masyarakat. maka sanksi hukuman mati ini jelas telah menyalahi konsep di atas. para mantan anggota PAH I Badan Pekerja MPR dan keterangan Tim Revisi KUHP. Dr. Setelah mendengarkan keterangan Pemerintah. Arif Gosita dari Universitas Indonesia menerangkan bahwa ketika pemerintah Belanda menghapus hukuman mati. lanjut Sidharta. MK akan mendengarkan kesimpulan para pihak sebelum memutus perkara ini. Hukuman mati. urai Mardjono. pada agenda persidangan selanjutnya. Badan Narkotika Nasional. kerukunan. keadilan. jika terpidana mati selama masa percobaan sepuluh tahun menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji. Prof.H. “Kami beri waktu dua minggu bagi Pemohon dan Pemerintah termasuk Pihak Terkait untuk menyerahkan kesimpulannya. Titahelu dari Universitas Pattimura menyatakan bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman.” jelas Titahelu. Prof. Prof. Menghapus hukuman mati adalah untuk menciptakan 4K. juga tidak terbukti menghasilkan efek jera daripada ketika menerapkan hukuman seumur hidup tanpa remisi. kebenaran. dan kesejahteraan rakyat. Jimly Asshiddiqie. Setelah itu. Bambang Poernomo. justru pemerintah Hindia Belanda menerapkan hukuman mati demi ketertiban orang-orang pribumi. Komnas HAM.” papar Sidharta. sebelum mengakhiri sidang. maka pidana mati pun dapat diubah menjadi pidana seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM. dari Universitas Gadjah Mada lebih mementingkan adanya program masyarakat anti narkoba secara intensif di seluruh pelosok tanah air dan tidak hanya sekedar menyelesaikan kasus narkoba lewat pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. baru dijadwalkan lagi sidang pembacaan kesimpulan. “Resiko lain dari pelaksanaan hukuman mati adalah. Ronald Z. S. Bila tak terpenuhi 4K ini. Selanjutnya. maka lebih baik undang-undang direvisi. “Setiap orang memiliki hak kemerdekaan untuk hidup termasuk untuk tidak dibunuh berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan sistem hukum. Dr. Dr. “Hukuman mati adalah viktimisasi manusia ke manusia.

baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Akan tetapi apakah benar demikian bahwa hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap hak asasi si penjahat? Lalu. Sebelum masuk dalam pokok permasalahannya. perbuatan yang mana diancam dengan hukuman berupa penderitaan atau siksaan.Pandangan Alkitab Tentang Hukuman Mati A. hukuman mati juga dapat dijatuhkan pada jenis kejahatan narkotika dan terorisme. Selain itu. secara umum kita dapat menarik batasan tentang pengertian hukum yakni suatu ketentuan atau peraturan (norma) yang mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Sampai saat ini. Bagaimanakah pandangan Alkitab sendiri tentang hukuman mati?. Pro dan kontra masalah berlakunya hukuman mati sampai saat ini masih terus berlanjut. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri dari hukum yaitu adanya perintah dan atau larangan yang harus ditaati oleh setiap orang. 2) 3) Berlakunya hukuman mati juga tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Pro dan Kontra tentang penerapan hukuman mati. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. Beberapa negara seperti Israel maupun Belanda sendiri saat ini sudah tidak memberlakukan lagi hukuman mati. Hukuman mati merupakan salah satu hukuman pokok yang berlaku di Indonesia dan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Apakah institusi negara atau seseorang yang berada dibawah wewenang negara yang melakukan eksekusi terhadap diri si penjahat itu dapat dikategorikan sedang melakukan pembunuhan? . begaimanakah dengan hak asasi orang atau manusia yang telah kehilangan nyawanya akibat ulah si penjahat tersebut?. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh beberapa pihak untuk tidak memberlakukan lagi hukuman mati antara lain : 1) Bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 (1) yang berkaitan dengan hak setiap orang untuk hidup atau merupakan pelangggaran hak asasi manusia “bagi si penjahat”. Hukuman mati di Indonesia merupakan produk pada zaman penjajahan Belanda. yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib dan bersifat memaksa serta adanya sanksi yang tegas yang akan disebut hukuman. Menambah satu pembunuhan lagi yaitu eksekusi atas diri si penjahat. Hukuman mati biasanya dijatuhkan pada setiap orang yang telah melakukan kejahatan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. belum ada yang dapat merumuskan suatu definisi hukum yang dapat memuaskan semua pihak. Akan tetapi dari begitu banyak definisi hukum yang ada. kita perlu mengerti dan memahami definisi hukum itu sendiri.

jelas sekali bahwa Allah memberikan kuasa atau wewenang kepada negara untuk melaksanakan kehendak Allah. maka Allah tidak mengijinkan siapapun untuk membunuh Kain. Namun. Merupakan keharusan ilahi bahwa pembunuh (murderer) dieksekusi hukuman mati (Kejadian 9:6). adiknya. Itu sebab. Itu sebab. Membunuh(kill) binatang untuk makanan merupakan tindakan yang dibenarkan. Allah memberikan perintah dalam Kejadian 9:6. (Kejadian 9:3). Allah mempunyai hak untuk menuntut manusia baik secara langsung maupun melalui tangan pemerintah di dunia ini untuk mentaati kehendak-Nya. dimana darah Habel menuntut pembalasan dendam (Kejadian 4:10). “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. hukuman mati yang dilaksanakan oleh negara bukanlah . karena Kain diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Alkitab sebagai sumber otoritas di dalam memberlakukan hukuman mati. Roma 13:1). sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”. Kehendak Allah merupakan kaidah yang harus dijalankan oleh setiap manusia. “Perintah keenam ini mengajarkan pada kita untuk menghormati nyawa manusia karena manusia diciptakan seturut gambar Allah. Allah adalah pencipta sedangkan manusia adalah ciptaan-Nya. “Siapa yang menumpahkan darah manusia. Dalam buku Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 menyatakan bahwa. Tetapi jika engkau berbuat jahat. maka manusia tidak boleh saling membunuh satu sama lain. karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Akan tetapi setelah peristiwa air bah terjadi. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat”. Itu sebab. Memang sebelum peristiwa air bah pada zaman Nuh. Dari ayat ini. Dan tindakan pembelaan diri baik secara pribadi maupun secara kelompok misalnya satu bangsa merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah. takutlah akan dia. Dalam Surat Roma 13:4 tertulis. “Kehendak Allah bagi manusia pertama kali dinyatakan di dalam hukum moral yang dirangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah Tuhan (Hukum Taurat)“. pelaksanaan hukuman mati itu dibenarkan karena Allah sendiri yang memerintahkan-Nya dalam Alkitab. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Ayat ini menyatakan bahwa setiap manusia yang membunuh seseorang secara tidak adil adalah suatu pelanggaran yang harus mendapatkan hukuman. Oleh karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.B. seperti kita ketahui bahwa pembunuhan pertama kali dilakukan oleh Kain terhadap Habel. (Kejadian 4:15). (Keluaran 22:2. salah satunya mengenai pelaksanaan hukuman mati yang mengeksekusi atau menghilangkan nyawa seorang penjahat.[1] Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan adalah perintah keenam mengenai “Jangan membunuh”. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa perintah ini melarang semua bentuk pembunuhan terencana (murder) dan bukan semua bentuk pembunuhan tak terencana (kill). Dalam sebuah Pengakuan Iman Westminster yang dihasikan oleh para tokoh Reformasi Kristen di Inggris pada abad ke-17 dikatakan bahwa.”[2] Pengertian dari perintah keenam ini seringkali disalahtafsirkan.

Fungsi dari pemberlakuan sebuah hukuman (dalam hal ini hukuman mati) adalah justru untuk menghambat dosa agar tidak berkembang lebih jauh lagi. penulis mengkritisi pendapat tersebut dengan mengutip kalimat dari Katekismus Singkat Westminster bagian ke-2 yang menyatakan. Kedua. Setiap produk hukum yang dihasilkan oleh negara harus sesuai dengan kaidah hukum yang telah ditentukan oleh Allah. “bahwa mereka sedang mencampuradukkan dua hal yang berbeda. penggunaan tiga alasan yang diungkapkan diatas adalah sangatlah tidak tepat. Mereka tidak melihat bagaimana Allah. Kritik terhadap tiga alasan yang digunakan untuk menolak hukuman mati.”[3] Selain itu. “Allah sajalah satu-satunya Tuhan atas hati nurani. mereka akan beranggapan bahwa perbuatan mereka hanya mendapatkan hukuman penjara maksimal seumur hidup yang tidak menghilangkan nyawa mereka. Bukankah di sini juga terjadi pelanggaran hak asasi terhadap orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer) tersebut?. C. akan tetapi dengan tidak adanya hukuman yang berat (hukuman mati) bagi mereka yang telah membunuh. Tetapi ketika negara menghukum mati pembunuh yang bersalah itu bukanlah pembunuhan. Ketiga. Ketika seseorang mengambil nyawa orang lain secara tidak adil itu adalah pembunuhan. maka pemerintah dari negara tersebut telah melanggar perintah dari Allah. hukuman mati memang tidak serta merta mengurangi angka kejahatan. Dalam Pengakuan Iman Westminster dinyatakan bahwa. bagi yang kontra pada pemberlakuan hukuman mati. jika hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi bagi diri si pembunuh. apabila suatu negara tidak menggunakan kuasa atau wewenang yang diberikan Allah untuk menegakkan hukum. Apabila negara tidak menghukum mati si pembunuh. lalu bagaimana dengan hak asasi mereka atau orang yang dibunuh oleh si pembunuh (murderer)?. Pertama. artinya negara telah membiarkan atau “membantu” pembunuhan terhadap orang yang tidak bersalah. Mereka telah menafikan suatu ketetapan Firman Tuhan yang seharusnya ditaati dan menjadikan hati nurani mereka sebagai hamba. telah memberikan suatu ketentuan atau hukum melalui wakil atau hamba-Nya yakni negara untuk mengatur kehidupan seluruh umat manusia dimanapun Allah tempatkan. maka negara gagal melindungi orang yang tidak bersalah karena faktanya sering kali pembunuh yang dibebaskan kembali melakukan pembunuhan. baik yang telah dinyatakan oleh Allah ke dalam tiap hati nurani manusia maupun yang tercermin di dalam Hukum Taurat.bentuk pembunuhan. dan Dia telah membebaskan hati nurani dari doktrin-doktrin dan perintah-perintah manusia yang di dalam segala sesuatunya bertentangan dengan Firman- . Justru sebaliknya. Jadi. jika hukuman mati hanya akan menambah satu pembunuhan lagi (eksekusi atas diri si penjahat). tanpa dikaitkan dengan Firman Tuhan. Sang Pencipta. mereka hanya melihat hati nurani mereka secara otonom. Bagi pihak-pihak yang kontra dan menolak pemberlakuan hukuman mati. eksekusi hukuman mati terhadap penjahat yang telah menghilangkan nyawa orang secara tidak adil itu dibenarkan dan negara atau orang yang melakukan pengeksekusian di bawah wewenang pemerintah bukanlah suatu tindakan pembunuhan atau dikategorikan sebagai pembunuh.

Ketaatan kita pada hukum yang berlaku di negara ini tidak hanya karena kita taat pada hal-hal yang terkandung di dalamnya saja.Nya atau yang di luar Firman-Nya. Kesimpulan Meskipun Allah telah menempatkan Hukum Taurat dalam hati nurani manusia. Saudara-saudari yang terkasih. dan alasannya adalah bahwa semua kewajiban manusia telah terkandung dalam Sepuluh Perintah ini. tetapi karena ada otoritas Allah. negara perlu diberikan kuasa atau wewenang untuk membuat dan menegakkan suatu hukum terhadap setiap warga negaranya guna menghambat berkembangnya dosa secara lebih besar lagi. memang saat ini kita tidak lagi berada dibawah Hukum Taurat karena Hukum Taurat sendiri telah tergenapi di dalam Kristus yang layak menjadi teladan hidup kita di dalam berwarga negara.[4] D. Hal ini oleh karena sifat keberdosaan manusia yang akan selalu berusaha keras untuk mengingkari hari nurani mereka. Itu sebab. saya setuju dengan hukuman mati oleh karena hukuman mati sesuai dengan Firman Tuhan. . Sang Pencipta. Dengan demikian. Menempatkan hati nurani sebagai hamba terhadap kewajiban apapun yang tidak terkandung dalam Hukum Taurat Allah berarti menjadi hamba dari manusia dan bukan dari Allah”. yang bertahta atas hukum yang berlaku di negara kita. Biarlah setiap kita tetap setia dan taat kepada kehendak-Nya dengan mentaati hukum yang telah Tuhan berikan melalui negara kita Indonesia. namun Allah tetap memberikan suatu ketentuan atau hukum yang dibentuk oleh wakil atau hamba-Nya.

perlindungan apa yang bisa diberikan Pemerintah terhadap warganya di luar negeri? "Kasusnya apa? Dilihat juga. Narkoba itu sangat merugikan. . menyatakan belum mengetahui data Migrant Care tersebut. melanggar aturan. Pemerintah diminta segera mengirimkan nota kepada Pemerintah Malaysia. Tidak cukup umur. Minggu (22/8/2010) kemarin. Padahal. Kita bicara sistem. tak sedikit yang menjalani hukuman di penjara Malaysia sejak awal tahun 1990-an. beberapa di antaranya terjerat kasus kepemilikan obat-obatan terlarang. tanpa ada kejelasan nasib. gimana majikan enggak marah? Orang kita juga yang salah." kata Pramono." kata Marzuki. "Kita prihatin selama ini perlindungan kepada warga negara kita sangat lemah. Menlu pro-aktiflah ketika mengetahui ada masalah yang menimpa warganya di negara lain. KOMPAS. menyetrika baju orang terbakar. Pemerintah. Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan.com — Data Migrant Care menunjukkan." ujar politisi Partai Demokrat ini. kata Pramono. Terkait nasib ratusan WNI yang terancam hukuman mati. Terakhir. seharusnya lebih pro-aktif. tak bisa melakukan intervensi atas hukum yang berlaku di negara lain. Senin (23/8/2010) di Gedung DPR. Salah kita juga. apa kita mau intervensi? Hargailah hukum orang (negara) lain. Pemerintah tidak melakukan upaya apa pun untuk menyelamatkan warganya. Itu juga karena mereka tidak perform. Sampai di sana enggak bisa kerja. sedikitnya terdapat 345 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di negara tetangga. Malaysia. Kebanyakan kan kasus TKI. Dalam sejumlah kasus. "Sudah tahu di sana hukuman mati." ujarnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dari ratusan WNI yang terancam hukuman mati.JAKARTA. Yang harus dilakukan. Indonesia. dalam hal ini Pemerintah. "Kalau di negara orang berlaku hukuman mati. tidak punya keahlian. Bustamam bin Bukhari dan Tarmizi Yakob harus menerima hukuman gantung setelah kasasi dua warga Aceh itu ditolak MA Malaysia. Jakarta. Berbeda dengan Marzuki. Mereka menjual 3 kg ganja kepada informan Kepolisian Malaysia pada awal April 1996. Lalu." katanya singkat. ya jangan coba-coba bawa ganja. "Tugas diplomasi internasional itu salah satunya melindungi masyarakat. Wakil Ketua DPR Pramono Anung justru menilai upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara di luar negeri memang lemah.

KAMIS 7 Desember 2000 lalu. Berikutnya. Jones sempat meminta agar dilakukan test DNA terhadap barang bukti rambut yang ditemukan di lokasi kejadian. Selang 10 tahun kemudian. permintaannya ditolak Gubernur Texas saat itu. meski Jones kini telah meninggal di meja eksekusi. Claude Howard Jones (60). terungkap bahwa test DNA pada sehelai rambut dimaksud bukan milik Jones dan ini menunjukkan bahwa Jones yang telah dieksekusi mati itu sebenarnya tidak bersalah. Saat menunggu eksekusinya. Sehelai rambut itu menjadi bukti penting dalam kasus itu. Ini menimbulkan keraguan serius tentang kesalahannya. Jones memang punya catatan kriminal panjang didakwa membunuh Allen Hilzendager dalam sebuah perampokan toko minuman keras diluar kota Point Blank. polisi memastikan sehelai rambut itu adalah milik Jones. Bush adalah pendukung dilakukannya tes DNA dalam kasus-kasus yang bermuara pada hukuman mati. Dia menunggu di dalam mobil dan rekannya yang turun. Dalam dokumen yang diperoleh Observer Texas dan Proyek Innocence menunjukkan bahwa: pengacara di kantor gubernur gagal untuk memberitahu Bush bahwa bukti DNA bisa membebaskan Jones. analisa di bawah mikroskop dikesampingkan berkat perkembangan uji DNA. Seperti dimuat Brisbane Times Jumat 12 November 2010. dengan ilmu forensik yang sangat terbatas saat itu.namun permintaannya itu tidak dikabulkan oleh Gubernnur Texas saat ity. Sebab. . Goerge W Bush. Jones sempat meminta dilakukan tes DNA. Meski ini bukan bukti kuat untuk membuktikan Jones tak bersalah." demikian ditulis Observer. Seorang hakim Texas saat ini sedang mempertimbangkan apakah Jones memang tidak bersalah. Namun. Cameron Todd Willingham yang dieksekusi mati pada tahun 2004 karena dinyatakan terbukti menyeting kebakaran yang membunuh tiga anak perempuannya. salah satu tersangka kasus perampokan di Amerika Serikat dihukum mati dengan suntikan racun. Sebelumnya. Namun dalam tuntutan di pengadilan. Tetapi beberapa ahli terkenal mengatakan awal tahun ini bahwa ada cacat dalah kasus ini. melakukan perampokan dan menembak korban tiga kali. Padahal penyelidikan rambut itu hanya dilakukan di bawah mikroskop tidak dilakukan test DNA. George W Bush. 10 tahun kemudian. Hasil tes DNA pada sehelai rambut itu dilakukan Mitotyping Technologies dan dipublikasikan majalah Observer Texas. Jones bersikukuh dia tidak melakukan penembakan terhadap korban tahun 1989 lalu itu. Saat itu. "Tapi rambut adalah satu-satunya bukti yang menghubungkan Jones di TKP. Polisi lalu menemukan sehelai rambut di TKP dan saat diteliti.

karena tidak ada landasan apapun yang dapat dibenarkan untuk mencabut Hak Untuk Hidup pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. apakah landasan agama. (**) . Pertama. serta segera menghapuskan Penerapan Hukuman Mati yang tercantum juga di 11 Undang Undang yang memiliki ancaman mati. Terlepas dari apa yang mereka lakukan. Kedua. kasus apapun. hingga persoalan tindak kejahatan yang terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan. Dalam hal ini Negara belum sepenuhnya dapat memenuhi hak-hak dasar warga Negara seperti Lapangan Pekerjaan. karena justru telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yaitu Hak Untuk Hidup (Right To Life) dan Hak Fundamental (Non Derogable Rights). aparatus yang bersih. Kesehatan yang memadai. Persoalan di Indonesia adalah persoalan social yang demikian rumit. Tidak lama lagi pelaksanaan Hukuman Mati atas Amrozy Cs akan dilaksanakan. Ini bisa dilihat dalam kasus Narkoba. kami secara tegas menyatakan menolak praktek hukuman mati.Hapus Hukuman Mati Dari Indonesia Palu. praktek hukuman mati di Indonesia telah mengalami sejarah yang buruk. hukum dan bahkan keadilan. menurut kami tidak ada landasan apapun yang dapat membenarkan praktek hukuman mati. reformasi Hukum di Indonesia masih belum menunjukkan sistem Peradilan yang independen. imparsial. tidak ada alasan untuk Pemerintah R. sekalipun banyak pelaku kejahatan Narkoba telah dikenakan hukuman mati. Hak Untuk Hidup ini harus benar-benar dihargai. Ini berkaitan dengan penegakan hukum yang masih amburadul. dalam berbagai kasus hukuman mati tidak membawa dampak positif maupun efek jera seperti yang diharapkan dari praktek hukuman mati. hukuman mati tidak relevan lagi dipraktekkan di Indonesia. Sikap ini dilandasi atas beberapa pertimbangan. Pendidikan. Oleh karena itu. secara tegas kami menentang praktek hukuman mati. dengan alasan apapun. masih terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). sosial. tiap tahunnya kejahatan Narkoba tidak menunjukkan yang menurun. Ketiga.I untuk tetap mempraktekkan hukuman mati di Indonesia. seperti yang dialami oleh Sengkon dan Karta. hukuman mati bersifat final yang tidak dapat ditinjau kembali. sehingga kesalahan dalam memutuskan hukuman dan mencabut nyawa orang yang tidak bersalah menjadi final. Kasus Hukuman Mati Sengkon dan Karta tahun 1980 menjadi pelajaran pahit. Termasuk hukuman mati yang dituduhkan kepada Amrozy Cs sebagai pelaku peledakan Bom Bali pada 2002. Ironisnya.

“Namun perlu tidaknya sanksi hukuman mati pada akhirnya dikembalikan pada kebijakan hukum negara-negara yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum internasional yang ada. Di lain pihak. S. hak untuk bebas dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat. Demikian keterangan melalui video conference dari Profesor Philip Alston. Sahetapy. right to free from slavery atau hak bebas dari perbudakan atau diperhambakan. M.. Tambah Henry. sedangkan negaranegara eropa telah sama sekali menghapus hukuman itu. “Kini.” jelas Sahetapy. Sementara di Amerika sendiri itu ada sebelas jenis hak yang diakui sebagai non derogable rights. Alston juga memaparkan bahwa hukuman mati masih banyak diberlakukan di negaranegara asia. pertama. Ahli dari BNN KRH Henry Yosodiningrat. saya berani . Di European Convention on Human Rights cuma ada empat yang sudah dimaktubkan di dalam ICCPR.” jelasnya.00 WIB di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). menyuguhkan data bahwa sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba.) masih harus dipertahankan. Dalam sehari. Ketiga. Di dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) ada tujuh jenis non derogable rights yang diakui. dan Badan Narkotika Nasional (BNN). 292 triliun. dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli dari Pemohon. 70 persennya dihuni oleh pelaku kejahatan narkotika. 800 miliar karena 4 juta orang yang kecanduan setidaknya per hari rata-rata melakukan transaksi sebesar Rp.Kejahatan narkotika tak termasuk dalam kejahatan serius yang patut dikenai sanksi hukuman mati. 200. J. kenapa Wetboek van Strafrecht atau WvS (KUHP red.H. hampir seluruh lembaga pemasyarakatan. Sementara itu. negara-negara amerika latin sudah mulai menghapus. hak untuk tidak diadili oleh post facto law atau hukum yang berlaku surut. Ahli Pemohon lainnya. Lanjut Rachland. “Bila ingin mempertahankan hukuman mati. S.H. Dr. hukuman mati sudah dihapus sejak Tahun 1870. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika (UU Narkotika) terhadap UUD 1945.A. Keempat.00 sehingga total setahun bisa mencapai Rp. Rabu 18 April 2007 pukul 10.000. sebenarnya The core of rights (hak inti) dari non derogable rights itu ada empat hal. ganti saja nama Lembaga Pemasyarakatan itu yang sebenarnya berfungsi untuk memasyarakatkan kembali para narapidana. Pemerintah. Untuk itu. hak untuk tidak dianiaya. Keterangan lain. yang diajukan sebagai Ahli oleh Pemohon pada perkara judicial review UU No. Amerika Serikat. Ahli Pemohon Prof. mengatakan bahwa di Belanda sendiri. E. right to life. antara lain. karena kejahatan narkoba tak secara langsung mengakibatkan kematian pada manusia. New York University School of Law. baik itu pelaku maupun pengguna. nominal transaksi narkoba yang terjadi mencapai Rp. Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik mengatakan bahwa sebetulnya jenis dari apa yang disebut sebagai non derogable rights (hak yang tak bisa dikurangi dalam keadaan apapun) itu berbeda-beda. Kedua.

masih adakah satu RT yang bebas narkoba? Masih adakah SMU yang bebas narkoba? Saya berani jawab. Dr. Rachland Nashidik mengemukakan bahwa ketentuan mengenai non derogable rights di tiap-tiap negara memang berbeda. ”Biarlah forum ini tidak menghasilkan menang kalah begitu saja. di samping proses ini juga akan mempunyai fungsi pendidikan tersendiri. Demi memperoleh putusan yang tepat. sebelum menutup persidangan. tidak boleh dipahami secara mandiri. Ahmad Ali. Sedangkan Ahli dari BNN Prof. ”Mungkin dalam amandemen konstitusi berikutnya.H. pendidikan hukum dan pendidikan HAM bagi kita semua. diusulkan saja untuk memasukkan hak bebas dari narkotika supaya negara nanti memiliki kewajiban untuk melindungi hak warga negara dari kejahatan itu. Di Jakarta. bukan by product.. maka dalam kejahatan narkoba.” jelas Ketua Majelis Hakim Konstitusi Prof. Atas alasan itu. tidak ada satupun negara yang melakukan rekonsiliasi dengan pengedar narkoba.H. tidak ada!” papar Henry. Jimly Asshiddiqie. M. Dr. Menanggapi pernyataan di atas. Posted by BKBH UMM at 6:57 PM . pro dan kontra argumentasi hukum mengenai hukuman mati ini masih akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya yang masih akan mendengarkan keterangan ahli lain yang diajukan oleh para pihak.” jelasnya. melainkan dibatasi oleh ketentuan dalam Pasal 28J UUD 1945. menurut Henry keberlakuan Pasal 28I UUD 1945 yang memuat ketentuan tentang non derogable rights. menyatakan bila dalam pelanggaran HAM berat dikenal adanya keadilan transisional yang di dalamnya terdapat restorative justice yang memungkinkan dilakukan rekonsiliasi. tapi prosesnya ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita sampai kepada putusan yang tepat. S.menyatakan bahwa tak ada satupun kecamatan yang bebas narkotika. S.H.

Hari anti Hukuman Mati: Hukuman Mati Tidak Mencegah Kejahatan E-mail [Image Source: www. Oleh karena itu. hukuman mati dihapuskan secara menyeluruh untuk semua bentuk kejahatan. saat menyampaikan pidato kunci pada diskusi publik ”Menggugat Hukuman Mati di Indonesia”. Terakhir tahun 1964 Eksekusi terakhir di Inggris terjadi pada 1964.” jelasnya. Rocky Gerung. Demikian disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull. Padahal. Jumat (8/10). pandangan bahwa hukuman mati perlu diterapkan guna mencegah pembunuhan dan kejahatan serius lainnya tidak bisa diterima. .” ujar Hatfull.Hukuman mati terbukti tidak mampu mencegah terjadinya kejahatan. Diskusi digelar Imparsial di Jakarta dalam rangka menyambut Hari Antihukuman Mati Sedunia pada 10 Oktober. ”AS merupakan salah satu negara maju dengan tingkat pembunuhan paling tinggi di dunia dan tingkat pembunuhan paling tinggi berada di selatan AS. Ia mencontohkan Amerika Serikat. Inggris menentang hukuman mati karena merusak peradaban dan martabat manusia.com Jakarta.com] PDF Cetak Image Source: www. pernyataan bahwa hukuman mati bertujuan untuk mencegah kejahatan memiliki dasar logika yang absurd. wilayah yang melakukan eksekusi hukuman mati terbanyak. Bagaimana mungkin potensi kejahatan yang akan dilakukan oleh orang lain pada masa mendatang dibebankan pada satu orang lewat pemberian hukuman mati. Hukuman mati juga bersifat tidak bisa dikoreksi. Ia menjelaskan. ”Pada 1998. Saat berbicara dalam diskusi.romokoko. ”Sejumlah studi akademis gagal membuktikan bahwa hukuman mati dapat mencegah kejahatan yang lebih banyak. Kompas . mengungkapkan. pengajar Fakultas Filsafat Universitas Indonesia. salah satu negara yang masih menerapkan hukuman mati. Setahun kemudian hukuman mati untuk kasus pembunuhan dihapus.” kata Hatfull.romokoko. tidak ada sistem peradilan yang sempurna.

Secara nalar aqidah. yaitu yang diturunkan kepada umat Muhammad SAW. kita bisa meyakini bahwa bentuk hukuman seperti ini memang dalam kasus-kasus tertentu masih diperlukan. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia. oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka. Allah SWT kemudian menghapus berbagai macam syariat yang pernah diturunkan-Nya kepada sekian banyak kelompok umat kemudian diganti dengan satu syariat saja. Wassalam. dengan tetap diberlakukannya hukuman rajam oleh Allah pada syariat umat Muhammad SAW. disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah. Herlina Melani Jawaban ‫السلم عليكم ورحمة ال وبركاتهبسم ال الرحمن الرحيم الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال ، وبعد‬ Hukuman rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempari batu. Meski umat manusia di abad 20 . ْ ِ ُ ِ ْ ُ ْ َ ِ ُ َ ْ َ َ َ ّ ِ ّ ّ َ ُ َ َ ِ ِّ ُ َْ َ َ ِ ّ َ ّ ِ ّ َ ِ ُ ُ ْ َ ٌ ُ َ ً ُ َ ِ َ َ ْ ّ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلنا التوراة فيها هدى ونور يحكم بها النبيون الذين أسلموا للذين هادوا والربانيون والحبار بما استحفظوا من‬ َ ِ َ ُ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ْ ََ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ‫كتاب ال وكانوا عليه شهداء فل تخشوا الناس واخشون ول تشتروا بآياتي ثمنا قليل ومن لم يحكم بما أنزل ال فأولئك‬ ُ ِ َ ُ ِ َ ْ ُُ ‫هم الكافرون‬ Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya petunjuk dan cahaya . yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah.“hukum rajam” ketegori Muslim. Hukuman rajam sebenarnya sudah ada sejak para nabi dan rasul di masa lalu sebelum era umat nabi Muhammad SAW. maka mereka itu adalah orangorang yang kafir. terima kasih. Namun ternyata Allah SWT masih memberlakukan hukuman rajam. Hukuman seperti itu berlaku secara resmi di dalam syariat Yahudi dan Nasrani . Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Ustadz. apakah yang di maksud dengan hukum rajam? Apakah benar hukuman ini hanya berlaku bagi wanita? Mohon penjelasannya. Dan tidak dikutuk umat terdahulu kecuali karena mereka meninggalkan hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan. Walaupun dengan pendekatan yang jauh lebih moderat dan manusiawi. Cara menghukum seperti ini tidak dilakukan kecuali dalam kasus yang sangat tercela dan hanya bila penerima hukuman benar-benar terbukti dengan teramat meyakinkan melakukan sebuah larangan yang berat.

Kamboja. Maka kalau Allah SWT memberlakukan hukuman rajam kepada umat Islam.ini seringkali menginginkan dihapuskannya hukuman mati. maka pelaksanaan hukuman rajam buat pelanggar kesalahan berat menjadi tidak ada artinya. Sungguh apa yang dilakukan oleh super power dunia itu jauh lebih kejam dan sadis ketimbang hukuman rajam. maka rajamlah… . bahkan negara-negara modern pada abad 21 sekarang ini masih memberlakukan hukuman mati. bahkan di beberapa negara yang maju. orang yang membunuh dan orang yang murtad dan keluar dari jamaah. Tidak ada cela dan cacat dalam pelaksanaan hukuman seperti itu. namun ternyata hukuman mati itu masih diperlukan. Dalil Tentang Kewajiban Merajam Pezina Para ulama sepakat menyatakan bahwa pelaku zina muhshan dihukum dengan hukuman rajam. Singapura yang sering dijadikan kiblat kemoderenan di Asia Tenggara. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal : orang yang berzina. Adalah khalifah Umar bin Al-Khattab yang menyatakan bahwa dahulu ada ayat Al-Quran yang pernah diturunkandan isinya adalah : ‫الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة‬ Orang yang sudah menikah laki-laki dan perempuan bila mereka berzina. Bandingkan dengan angka-angka pembantaian rakyat Vietnam. Jangankan untuk abad ke-7 saat diberlakukan di dalam Al-Quran. masih berlaku dan tetap terjadi sampai sekarang. yaitu dilempari dengan batu hingga mati. Shabra Shatila dan belahan muka bumi lainnya. yang hanya menyangkut satu orang saja. Itupun pelanggar sulisa berat. namun lafadznya dihapus tapi perintahnya tetap berlaku. tentu sangat bisa diterima logika. berakta bahwa Rasulullah SAW bersabda. Selain itu. Dalilnya adalah hadits Rasulullah SAW secara umum yaitu : Dari Masruq dari Abdillah ra. sesungguhnya hukuman rajam ini pun pernah diperintahkan di dalam AlQuran. apalagi kalau dibandingkan dengan tragedi pembantaian massal yang dilakukan oleh negara maju terhadap dunia ketiga. Afghanistan. Dan tentu sangat logis bila umat Islam dengan latar belakang kepatuhan dan ketundukan kepada originalitas agamanya. yaitu orang yang berzina dimana dia pernah menikah sebelumnya. Bosnia. hari ini masih saja menghukum mati orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran berat. Demikian juga Amerika yang sekarang mengangkat dirinya sebagai polisi dunia dan simbol HAM. masih tetap memberlakukan hukuman mati. pada hari ini masih memberlakukan hukuman rajam buat pemeluk agamanya.

Semua kitab suci yang turun dari langit sepakat bulat mengatakan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan pelakunya wajib dihukum mati . maka dalam syariat yang Allah turunkan untuk umat Muhammad SAW. yaitu dengan cara dirajam. atau pun manusia lainnya. baik Zabur. Persis sebagaimana ketika Tuhan melarang Adam dan istrinya mendekati pohon. untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. yaitu bagi mereka yang pernah menikah sebelumnya. atau ahli hukum. Dan hak untuk mengatakan suatu tindakan itu adalah kejahatan adalah hak preogratif Sang Maha Pencipta. Taurat. Sehingga bisa kita katakan bahwa syariat rajam itu dilandasi bukan hanya dengan dalil sunnah. Berartidiakhiri ajalnya dan harus segera bertemu kembali kepada Pencipta-Nya. Pelakunya berhak untuk dihukum seberat-beratnya. dikeluarkan ke bumi. tetapi Tuhan Sang Maha Pencipta justru mengatakan sebaliknya. Maka meski 6 milyar manusia mengatakan bahwa zina itu bukan pelanggaran berat. tetapi hukumnya tetap berlaku hingga hari kamat. Syarat itu adalah terpenuhinya kriteria ihshah yang terdiri dari rincian sebagai berikut :  Islam  Baligh  Akil  Merdeka  Iffah .Namun lafadznya kemudian dinasakh . Sehingga hukumannya pun harus dibunuh. Zina Adalah Kejahatan Berat dan Sangat Berbahaya Berbeda dengan pandangan para penganut hedonisme dan pelaku pola hidup permisif sekarang ini. Hak itu adalah hak Tuhan sepenuhnya. terkutuk dan terlaknat. sebelum dilakukan dibutuhkan syarat dan proses yang cukup pelik. Semua itu adalah isi kitab suci buat semua umat manusia. Bukan hak para seniman. Bahwa zina adalah sebuah kekejian yang nyata. melainkan dengan dalil Al-Quran juga. sehingga boleh-boleh saja dilakukan asal tidak ketahuan. Rajam dalam Syariat Islam Rajam adalah hukuman mati dengan cara dilempar dengan batu. atau dicambuk 100 kali bagi mereka yang belum pernah menikah sebelumnya. di mana mereka beranggapan bahwa zina merupakan kebutuhan biologis biasa. Karena beratnya hukuman ini. Pelangaran atas larangan itu berakibat fatal sehingga Adam as. Allah Tuhan Yang Menciptakan manusia justru menegaskan bahwa zina adalah kejahatan tingkat tinggi dan sangat berat ancamannya. Injil maupun Al-Quran.

 Tazwij Maksudnya adalah orang yang pernah bersetubuh dengan wanita yang halal dari nikah yang sahih. pelaksanaan rajam bisa dilakukan namun harus ada ketetapan hukum yang sah dan pasti dari sebuah mahkamah syariah atau pengadilan syariat. Seperti yang dilakukan kepada Maiz dan wanita Ghamidiyah. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Imam Malik ra. Pendapat ini didukung oleh AlHanafiyah. Meski ketika bersetubuh itu tidak sampai mengeluarkan mani. beliau menyesali perbuatan orangorang itu dan berkata. Lalu orang-orang mengejarnya beramai-ramai dan akhirnya mati. Asy-Syafi`iyyah dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Hadits menjelaskan kepada kita bahwa bila seorang sudah mengaku. Namun Imam Abu Hanifah ra. mengatakan bahwa tidak cukup hanya dengan sekali pengakuan. yaitu petunjuk yang paling utama. AtThabarani dan Abu Tsaur dengan berlandaskan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada pelaku zina. hampir semua kasus perzinahan diputuskan berdasarkan pengakuan para pelaku langsung. Di zaman Rasulullah SAW. Bila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi. Dan semua itu harus melalui proses hukum yang sesuai pula dengan ketentuan dari langit yaitu syariat Islam. Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah SAW.. maka tidak perlu adanya saksi-saksi. Daud. Beliau memerintahkan kepada Unais untuk mendatangi wanita itu dan menanyakannya.. Teknis pengakuan atau ikrar di depan hakim adalah dengan mengucapkannya sekali saja. maka rajamlah dan tanpa memintanya mengulang-ulang pengakuannya. . Penetapan Vonis Zina Dalam syariat Islam. Karena pelaku langsung mengakui dan berikrar di muka hakim bahwa dirinya telah berzina. Imam Asy-Syafi`i ra. Ikrar atau pengakuan dari pelaku Pengakuan sering disebut dengan `sayyidul adillah`. Dasarnya adalah peristiwa yang terjadi saat eksekusi Maiz yang saat itu dia lari karena tidak tahan atas lemparan batu hukuman rajam. Allah telah menetapkan bahwa hukuman zina hanya bisa dijatuhkan hanya melalui salah satu dari dua cara : a. maka pelaku zina itu bukan muhshan sehingga hukumannya bukan rajam. Sedangkan pendapat AlHanabilah dan Ishaq seperti pendapat Imam Abu Hanifah ra. Bila orang yang telah berikrar bahwa dirinya berzina itu lalu mencabut kembali pengakuannya. maka rajamlah`. harus empat kali diucapkan di majelis yang berbeda. maka hukuman hudud bisa dibatalkan.. Ini adalah yang maksud dengan ihshan oleh Asy-Syafi`iyah.`Bila wanita itu mengakui perbuatannya. kecuali bahwa mereka tidak mengharuskan diucapkan di empat tempat yang berbeda.

Sehingga tidak sembarang tuduhan bisa membawa kepada ketetapan zina. bukan dengan bahasa kiasan. . maka mereka yang bersaksi itulah yang harus dihukum hudud. Allah berfirman. Syarat yang harus ada dalam persaksian tuduhan zina adalah : 1.`Mengapa tidak kalian biarkan saja dia lari?` . Para saksi ini adalah orang-orang yang waras akalnya. Nafi` dan Syibl bin Ma`bad. Adanya Saksi yang Bersumpah di Depan Mahkamah Ketetapan bahwa seseorang telah berzina juga bisa dilakukan berdasarkan adanya saksisaksi. maka persaksian mereka tidak syah. Para saksi ini adalah orang-orang yang beragama Islam. maka persaksian itu tidak syah. 7.. 6. b.`Dan terhadap wanita yang mengerjakan perbuatan keji. 9. tuduhan zina bila tidak lengkap akan menggiring penuduhnya ke hukuman yang berat. karena tuduhan zina sendiri akan merusak kehormatan dan martabat seseorang. tapi wanita itu tidak mengakuinya. Para saksi ini semuanya laki-laki. Para saksi ini sudah baligh semua. 4. Mereka adalah Abu Bakarah. Namun persaksian atas tuduhan zina itu sangat berat. Bila ada salah satunya wanita. Dalilnya adalah apa yang dilakukan oleh Umar bin Al-Khattab terhadap tiga orang yang bersaksi atas tuduhan zina Al-Mughirah. Meskipun pasangan zinanya telah mengaku. Para saksi melihat peristiwa zina itu bersama-sama dalam satu majelis dna dalam satu waktu. Maka Rasulullah SAW menghukum laki-laki yang mengaku dan melepaskan wanita yang tidak mengaku. Dan bila melihatnya bergantian. bahkan kehormatan keluarga dan juga anak keturunannya. Bila salah satunya belum baligh. 8. Dan sebaliknya. maka tidak bisa dihukum. Bila jumlah yang bersaksi itu kurang dari empat. hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu yang menyaksikan`. Sedangkan bila seseorang tidak mau mengakui perbuatan zinanya. 2. 3. Dasarnya adalah sebuah hadits berikut : Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata bahwa dia telah berzina dengan seorang wanita. 5. Para saksi ini bersaksi dengan bahasa yang jelas dan vulgar. Para saksi ini melihat langsung dengan mata mereka peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita yang berzina. maka tidak syah persksian mereka. Jumlah saksi minimal empat orang. Lalu Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk memanggilnya dan menanyakannya.

Saudi Arabia. Ormas. pengajian. setidaknya 2. dan total 129 negara yang melakukan abolisi (penghapusan) terhadap hukuman mati. perkumpulan atau pun majelis ulama tidak berhak melakukannya. yayasan. Dari data tersebut 94% praktek hukuman mati hanya dilakukan di empat negara: Iran. sebab secara formal pemerintah negara ini tidak memberlakukan hukum Islam.148 orang dieksekusi di 22 negara. tidak hanya terjadi di dunia sekuler. Tiongkok. jamaah majelis taklim.pelaksanaan hukuman mati di berbagai negara — zackyubaid @ 4:43 am Tags: PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM Pada tahun 2005. tidak ada satu pun yang bisa diterapkan hukum rajam. 30 negara negara malakukan moratorium (de facto tidak menerapkan) hukuman mati. Apakah pemerintah memiliki otoritas untuk melakukannya sedangkan Tuhan yang berhak mencabut nyawa seseorang? Ini adalah salah satu pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang ditujukan pada tindak . 11 negara menghapuskan hukuman mati untuk kategori kejahatan pidana biasa. pesantren. Baik bagi si pelaku zina maupun di penguasa yang tidak menjalankan hukum Allah. termasuk Indonesia. Bukan dilakuakn oleh orang per orang atau lembaga swasta. di dalam kekristenan pun hal ini sering menjadi pertanyaan. Hingga Juni 2006 hanya 68 negara yang masih menerapkan praktek hukuman mati. Beberapa saat yang lalu pun. Dan syarat yang paling penting adalah bahwa perbuatan zina itu dilakukan di dalam wilayah hukum yang secara formal menerapkan hukum Islam. tetapi bisa dilakukan hukuman ta`zir karena tidak menuntut proses yang telah ditetapkan dalam syariat secara baku. Orang-orang tersebut. Ini merupakan satu peristiwa yang menjadi salah satu contoh kasus hukuman mati yang menjadi perbincangan oleh kalangan yang mendukung adanya hukuman mati dan yang menolak adanya hukuman mati. kecuali ada mandat resmi dari pemerintahan yang berkuasa. Ada 88 negara yang telah menghapuskan hukuman mati untuk seluruh kategori kejahatan. Pro dan kontra tetag hukuman mati ini terus berlanjut hingga sekarang. Syarat lainnya adalah bahwa hukuman zina itu hanya boleh dilakukan oleh pemerintah yang berdaulat secara resmi. dan lebih dari setengah negara-negara di dunia telah menghapuskan praktek hukuman mati. maka tidak bisa dijadikan dasar hukuman rajam. beberapa tersangka yang telah terbukti sebagai pelaku pemboman di Bali dieksekusi mati sebagai hukuman atas tindakannya. dan Amerika Serikat. termasuk Indonesia. Tentu saja perbuatan itu tetap harus dipertanggung-jawabkan di mahkamah tertinggi di alam akhirat nanti. masing-masing memiliki alasan yang diyakininya kuat. 2010 Filed under: artikel. khususnya bagi orang-orang awam. Sehingga semua kasus zina di Indonesia ini. PELAKSANAAN HUKUMAN MATI DI INDONESIA & DI BERBAGAI NEGARA SEBAGAI NEGARA HUKUM January 19.Di luar kedua hal diatas.

Hukum yang dibentuk mendapat akarnya dalam agama. • Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. Pada penerapannya. penulis berusaha untuk memaparkan tentang hukuman mati di Indonesia sebagaimana Indonesia adalah negara hukum. dan khususya menyoroti hukuman mati dalam perspektif kekristenan sendiri. terutama mengenai prinsip-prinsip keadilan. atau secara langsung atau secara tidak langsung. Banyak hal yang membuat ketidak-jelasan bahkan ketika suatu negara dikatakan sebagai negara hukum berarti hukum berlaku terhadap siapapun dan bukan hanya terhadap rakyat atau penduduk. Para tokoh kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. terutama bagi para sarjana hukum. menurut hemat saya. Bilamana pengertian hukum tradisional lebih-lebih bersifat idiil.. HUKUM DAN NEGARA DEFINISI HUKUMAN MATI Hukum adalah undang-undang. baik itu raja maupun rakyat yaitu hukum positif. pengertian hukum pada zaman modern (dari abad ke-15 sampai abad ke-20) lebih-lebih bersifat empiris. pada dasarnya pengertian hukum tidak selalu sama dan terus berubah bersama berjalanya waktu dari zaman ke zaman. tata hukum negara. terjadi ketidak-jelasan akan pemikiran hukum. Selama abad pertengahan tolak ukur segala pikiran orang adalah kepercayaan bahwa aturan semesta alam telah ditetapkan oleh Allah Sang Pencipta.hukuman mati. • Hukum alam (lex naturalis): hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia.Pada umumnya terdapat pendapat bahwa pada penerapa hukum akan sangat ditentukan oleh manusia atau pada saat ini dikatakan sebagai sumber daya manusia. ketiga. melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. Sejak abad pertengahan dalam transisi filsafat hukum lima jenis hukum tersebut: • Hukum abadi (lex aeterna): rencana Allah tentang aturan semesta alam. terletak pada lembaga yang melaksanakan sistem hukum. Yang mana juga menjadi pro dan kontra dalam sebagian kelompok. Pengertian hukum yang berbeda ini ada konsekuensinya dalam pandangan terhadap hukum alam. Apa yang dikatakan Alkitab tentang hukuman mati. Penerapan kepastian hukum oleh pengadilan berdiri mandiri dan lepas dari kehendak pemerintah untuk menciptakan . namun secara tradisional hukum lebih–lebih dipandang sebagai bersifat idiil atau etis. Karena itu. inilah yang juga akan diutarakan penulis dalam paper ini. tata hukum negara dan dalam membentuk tata hukum makin bayak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. tetapi juga terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dan pejabat tidak boleh mengatur atau memaksa hukum yang berlaku. Di mana telaan tidak lagi diletakkan pada hukum sebagai suatu tatanan ideal (hukum alam). Khususnya penulis teringat akan pertanyaan seorang remaja yang mengatakan apakah tidak berdosa melakukan hukuman mati bagi mereka yang tersangka melakukan kejahatan? Melalui paper ini. kedua. • Hukum ilahi positif (lex divina positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. adalah pertimbangan yang dibuat oleh hakim sebagai putusan pengadilan. • Hukum bangsa-bangsa (ius gentium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. yakni kebudayaan bangsa dan situasi sosioekonomis masyarakat yang bersangkutan.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memberlakukan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). HUKUMAN MATI Dalam keberadaan Indonesia sebagai negara hukum. Karena tidak semua kejahatan mendapat hukuman mati. yang merupakan suatu kekuasaan yang tinggal dan tidak dapat dibagi-bagi serta tidak terbatas lingkungan. enam kitab prihal Republik. manusia dengan sesama baik dalam hak asasi manusia. Dalam bukunya mengenai negara (Les Six livers de la Republique. banyak pro dan kontra ketika negara hukum ini berusaha menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. dan hukum etika. Paham negara hukum berbasis pada keyakinan banyak orang bahwa kekuasaan suatu pemerintahan negara harus dijalankan di atas dasar hukum yang baik dan yang adil.disiplin atau stabilitas nasional. maupun keadilan. Legalitas dalam arti dalam segala bentuknya. Walaupun amandemen kedua konstitusi UUD ’45. hukum. c. hak untuk tidak diperbudak. RELASI ANTARA HUKUM DAN NEGARA Bangsa Indonesia mengambil posisi sebagai negara hukum. Berbicara tentang kekuasaan pemerintah. peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh semua kekuasaan atau kekuatan apapun juga. social. Batas hukuman mati adalah penghilangan nyawa seseorang yang telah melakukan kesalahan yang telah terbukti bersalah dengan keputusan pengadilan akan hukuman tersebut. Dan juga yang mana di dalam pancasila itu sendiri telah mencakup akan aturan hubungan manusia dengan Tuhan. Hukuman mati bukanlah sebuah hukuman yang diberikan kepada tersangka di mana tersangka pelaku kejahatan tersebut dihukum dengan dipenjara seumur hidupnya hingga mati. hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum. namun sering kali tidak ada kepastian dengan hukum. Ciri-ciri khas suatu Negara Hukum adalah: a. b. hak beragama. tujuan dan waktu. Namun syarat dan kententuan seperti apa yang menyatakan seseorang harus dihukum mati. 1576). dan hak untuk . Dalam keputusan suatu symposium mengenai negara Hukum pada tahun 1966 terdapat suatu kesimpulan bahwa: Sifat negara hukum itu ialah di manaalat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturan-aturan yang telah ditentukan lebih dahulu oleh alat-alat perlengkapan yag dikuasakan utuk mengadakan aturan itu atau singkatnya disebut prinsip “rule of law”. Sedangkan konsep negara hukum bagi Indonesia adalah berdasarkan pancasila di mana di dalamnya terdapat hukum Tuhan. Jean Bodin mengemukakan konsepya tentang kedaulatan. Indonesia berdiri berdasarkan hukum yang ada. Ajaran Bodin itu menghasilkan tesis bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara merupakan sumber eksklusif dan asli daripada hukum positif. hak untuk tidak disiksa. menyebutkan: “Hak untuk hidup. Di mana kedaulatan itu diartikannya sebagai kekuasaan tertinggi dari raja dalam negara. ekonomi dan kebudayaan. pasal 28 ayat 1. pengakuan dan perlindungan hak-hak azasi manusia yang mengandung persamaan dalam bidag politik. Dalam pelaksanaannya sebagai negara hukum.

hukuman mati ialah suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan (atau tanpa pengadilan) sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan atas seseorang akibat perbuatannya. Kasus ini sangat controversial mengingat proses peradilan terhadap mereka yang bertentangan dengan prinsip fair trial.Brimob Polda Jatim dari jarak 5 meter Eksekusi ini mengakhiri masa penantian Astini yang sia-sia setelah seluruh proses hukum untuk membatalkan hukuman mati telah tertutup ketika Presiden Megawati menolak memberikan grasi pada tanggal 9 Juli 2004 Astini merupakan orang pertama yang dieksekusi di Indonesia pada tahun 2005. Bahkan studi ilmiah secara konsisten gagal menunjukkan adanya bukti yang meyakinkan bahwa hukuman mati membuat efek jera dan efektif dibanding jenis hukuman lainnya. reaksi publik yang begitu intens (baik itu yang pro maupun kontra). Jadi. Sama dengan Astini. Fabianus Tibo. hingga hasil pasca eksekusi yang juga penuh dengan aksi kekerasan. Sulawesi Tengah. 4. 3. 2.tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”.dieksekusi dalam posisi duduk oleh 12 anggota regu tembak -6 di antaranya diisi peluru tajam. Efek jera bukanlah cara yang paling bagus tetapi hukuman paling buruk yang mengarah kepada balas dendam di mana terdapat motif preventif. Namun cara ini pun tidak terlalu efektif dalam masyarakat yang miskin. Astini (perempuan berusia 50 tahun) –terpidana hukuman mati karena kasus pembunuhan. Mereka divonis sebagai dalang utama kerusuhan horisontal yang terjadi di Poso 1998-2000. 32 tahun) di Jambi pada tanggal 13 Mei 2005 Turmudi dihukum mati karena melakukan pembunuhan terhadap 4 orang sekaligus di Jambi pada tanggal 12 Maret 1997. Survey yang dilakukan PBB pada 1998 dan 2002 tentang hubungan antara praktek hukuman mati dan angka kejahatan pembunuhan menunjukkan. Eksekusi mereka bisa menjadi pintu masuk kepada 16 tersangka lain yang mungkin ‘lebih dalang’ dari mereka. yakni agar tidak terulang lagi karena takut akan hukuman. tapi peraturan perundang-undangan dibawahnya tetap mencantumkan ancaman hukuman mati. Di tahun 2007 ini juga masih terjadi eksekusi mati terhadap terpidana Ayub Bulubili di Kalimantan Tengah. Bahkan selama Orde Baru korban yang dieksekusi sebagian besar merupakan narapidana politik. Dominggus da Silva. Praktek eksekusi mati terjadi lagi di tahun 2006 dan kali ini efeknya jauh lebih buruk. Beberapa contoh kasus hukuman mati yang telah dilakukan di Indonesia: 1. Dan di Indonesia sudah puluhan orang dieksekusi mati mengikuti sistem KUHP peninggalan kolonial Belanda. Sementara itu pada tanggal 20 Maret 2005 pukul 01. Turmudi mengakhiri hidupnya di hadapan 12 personel Brimob Polda Jambi.15 WIB dini hari di suatu tempat rahasia di Jawa Timur. praktek hukuman mati lebih buruk daripada penjara seumur hidup dalam memberikan efek jera pada pidana pembunuhan. Di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak kasus hukuman mati yang masih terdaftar bahkan sudah dilaksanakan. Tingkat kriminalitas yang terjadi tidak dapat dihentikan hanya sekedar dengan memfokuskan pada efek jera namun perlu dipertimbagkan hubungan erat kriminalitas dengan masalah kesejahteraan atau kemiskinan suatu masyarakat serta . Yang menjadi alasan atas dilakukannya hukuman mati adalah pencegahan pembunuhan banyak orang di mana hukuman mati ini memberi efek jera bagi orang-orang lain yang mengetahuinya dan khususnya hal ini tidak lagi terulang oleh orang yang sama. Orang kedua adalah Turmudi bin Kasturi (pria. dan Marinus Riwu dieksekusi di Palu.

Indonesia. dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati. maupun dianiaya. Yang mana biasanya dilandasi dengan kekejaman dan kemarahan. Yaitu jawazir: mencegah kejahatan yang lebih . sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan menjadi pedoman didalam pelaksanaannya. mengembalikan penilaian baik atau buruk. dan lain-lain * rajam: Arab. dapat terjadi kemungkinan kemungkinan kesalahan dalam menjatuhkan keputusan bersalah atau tidaknya terdakwa. Kesalahan inilah yag harus dihindari dan menjadi kelemahan dalam vonis hukuman mati. Taiwan. Dalam sejarah terdapat beberapa cara pelaksanaan hukuman mati: * pancung kepala: Saudi Arabia dan Iran. dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak ada unsur politik yang dapat mempengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud. AS * ditembak dibalik tirai: Thailand. Iran. Jepang. Di mana orang yang telah dieksekusi bukanlah yang bersalah atau menjadi kambing hitam dari pelaku sesungguhnya. Iran (khusus pelaku zina yang sudah bersuami/beristri) PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KASUS HUKUMAN MATI Kelompok yang mendukung diadakannya hukuman mati beranggapan bahwa bukan hanya pembunuh saja yang memiliki hak untuk hidup dan tidak disiksa. Pembalasan adalah keiginan yang kuat dari seseorag untuk melukai dan menyengsarahkan orang lain sebagai pukulan balik pada orang yang melukai dia. Vietnam * tembak: Tiongkok. sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai. Thailand. Afganistan. Masyarakat luas juga punya hak untuk hidup dan tidak disiksa. Somalia. * sengatan listrik: Amerika Serikat * digantung: Mesir. Selain itu dalam vonis hukuman mati. maka pelanggaran terhadap hak tersebut patut dihukum mati. Pakistan. terpuji dan tercela menurut pandangan syariat. serta orang yang murtad. Iskandar Susanto dalam artikelnya yang berjudul “Hukuman Mati: Suatu Tinjuaunan dari Perpektif Alkitab” mengatakan bahwa hukuman mati adalah retribusi yang mana sering dikacaukan dengan ide “pembalasan seseorang”. Ada dua fungsi hukuman dalam Islam. hukum syara.berfungsi atau tidaknya institusi penegakan hukum. Yordania. Namun pada kenyataanya banyak hal yang dari luar yang mempengaruhi keputusan-keputusan pengadilan di mana bukan karena tidak adanya kejujuran melainkan karena campur tangan dari orang-orang berpengaruh di dalamnya. Untuk menjaga hak hidup masyarakat. pezina muhshan. Bagi umat islam. Singapura * suntik mati: Tiongkok. Oleh karena itu. Guatemala. Di mana hukuman mati tidak haya dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan kasus pembunuhan namun kepada homoseksual. Irak.

dosa-dosa pelaku akan terampuni dan ia tidak akan dituntut lagi di akhirat. yaitu: (a) membunuh dengan sengaja. dikurangi. perang.besar. Bagi mereka. serta (i) melanggar akidah atau aturan agama. hubungan seks dengan binatang (Keluaran 22:19). namun . Allah seringkali menyatakan kemurahan ketika harus menjatuhkan hukuman mati. Di dalam perjanjian lama dan perjanjian baru mencatat beberapa kasus hukuman mati. penculikan (Keluaran 21:16). Dengan demikian. (d) melindungi hewan yang pernah menimbulkan korban jiwa manusia. Mengingat Alkitab memiliki otoritas dalam kehidupan kekristenan. Yang menjadi pangkal persoalan bagi kaum muslimin saat ini bukan dari sisi kepentingan hukuman mati namun bahwa mereka wajib menegakkan hukum-hukum Allah SWT dalam naungan khilafah Islamiyah. perzinahan (Imamat 20:10). menjadi nabi palsu (Ulangan 13:5. hukuman mati merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia yang paling penting. di berbagai kesempatan selalu menyatakan penolakkan atas hukuman mati sebagai ekspresi hukuman paling kejam dan tidak manusiawi. Alkitab pun patut berbicara tentang hukuman mati. baik itu dalam keadaan darurat. Dalam Perajanjian Lama Hukum Perjanjian Lama memerintahkan hukuman mati untuk berbagai perbuatan: pembunuhan (Keluaran 21:12). ketentraman masyarakat akan terjaga. Eka Darmaputra mengungkapkan paling sedikit ada sembilan kategori ”kejahatan besar” yang pelakunya dipandang patut dihukum mati dalam Perjanjian Lama. homoseksualitas (Imamat 20:13). banyak orang Kristen yang melihat kasus hukuman mati dari perpektif humanistik di mana mereka hanya melihat dari sisi kemanusiaannya saja. Artinya. penebus bagi pelaku. yaitu hak untuk hidup (right to life). termasuk bila seseorang menjadi narapidana. (e) menjadi saksi palsu dalam perkara penting. Meskipun hal-hal diatas merupakan perbuatan yang harus mendapat sangsi hukuman mati. (f) menculik. Penerapan hukuman akan membawa. Pada akhirnya semua dosa yang kita perbuat sepantasnyalah diganjar dengan hukuman mati (Roma 6:23). Namun ini bukan berarti kekristenan memandang hukuman mati secara humanistik. (h) melakukan perbuatan amoral di bidang seksual. Kontra. (g) mencaci atau melukai orang tua sendiri. bahkan orang-orang yang lemah iman dan ketaqwaannya pun takut untuk melakukan kejahatan.hukuman Mati. (b) mengorbankan anak-anak untuk ritual keagamaan. Hak fundamental (non-derogable rights) ini merupakan jenis hak yang tidak bisa dilanggar. Kedua jawabir. (c) bertindak sembrono sehingga mengakibatkan kematian orang lain. agar seluruh kewajiban umat Islam dapat terealisasikan. PERSPEKTIF KEKRISTENAN TENTANG HUKUMAN MATI Berbeda dengan umat islam. pelacuran dan pemerkosaan (Ulangan 22:4) dan berbagai kejahatan lainnya. Contohnya ketika Daud melakukan perzinahan dan pembunuhan. atau dibatasi dalam keadaan apapun.

sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”.” Namun hukuman mati dalam hukum Musa ini tidak dibatasi akibat dari kejahatan pembunuhan tetapi juga halhal yang telah Eka Darmaputra jelaskan dalam bagian paper ini sebelumnya. Salah satu contoh peristiwa hukuman mati yang Allah berikan secara langsung adalah peristiwa Annanias dan Safira istrinya. 2 Samuel 12:13). Allah menghukum manusia dengan memunahkannya dengan air bah. Karena dalam bagian ini Yesus hanya bermaksud untuk mengungkapkan kemunafikan orang-orang Farisi. namun Akhan tidak mengindahkannya dan disaat itu juga Allah menggambil nyawanya. yakni tenang Perjanjian Nuh. Dosa yang mereka lakukan bukan pemberian yang sebagian dari keseluruhan hasil yang didapatnya melainkan ketidak-jujurannya di mana ia mengatakan seluruh dari hasil penjualan tanahnya dan bukan sebagian. Beberapa peristiwa yang menunjukan hukuman mati dalam perjanjian lama: (a) Kejadian 9:6. Dalam Perjanjian Baru Ketika orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang wanita yang tertangkap basah sementara berzinah dan bertanya kepadaNya apakah wanita itu perlu dirajam. padahal sesungguhnya yang diberikannya hanyalah sebagian.Allah tidak menuntut untuk nyawanya diambil (2 Samuel 11:1-5. Ini merupakan pernyataan yang paling sederhana mengenai mandat untuk melaksankan hukuman mati untuk tidak kejahatan pembunuhan manusia. Mereka yang bersepakat untuk menjual tanah mereka dan hasilnya dipersembahkan kepada Tuhan. Pandangan orang Kristen yang seharusnya terhadap hukuman mati: . pada dasarnya Allah mengijinkan adanya hukuman mati dan bahkan Allah sendiri yang menetapkan hukuman mati. Yesus menjawab “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa. (c) Dosa dan Hukuman Akhan (Yosua 7) Hukuman mati yang dialami oleh Akhan atas dosanya. darahnya akan tertumpah oleh manusia. Hal ini tidak dapat diartikan bahwa Yesus menolak hukuman mati dalam segala hal. Hukuman mati telah ditetapkan oleh Allah seperti yang tercantum pada kejadia 9:6: “Siapa yang menumpahkan darah manusia. namun mereka hanya memberikan sebagian. pastilah ia dihukum mati. Namun pada saat yang sama Allah tidak selalu menuntut hukuman mati itu diadakan. Ini merupakan salah satu peristiwa hukuman mati yang secara langsung Allah berikan kepada umat-Nya yang melakukan dosa. Di mana Yesus juga menunjukkan anugerah ketika hukuman mati seharusnya dijatuhkan (Yohanes 8:1-11). Di mana setiap orang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya. Hukuman mati yang dijatuhkan langsung dari Allah ini tidak langsung Allah berikan karena sebelumnya Allah telah memberi kesempatan untuk mengakui kesalahanya. Dalam kasus ini Allah memberi hukuman mati secara langsung kepada mereka dihadapan jemaat mula-mula (Kis 5). hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7). 14-17. Keluaran 21:12 mengatakan “Siapa yang memukul seseorag hingga mati. (b) Hukum Musa (Keluaran 21:12) Hukuman mati adalah bagian dari hukuman musa. Dalam peristiwa ini. Dan Yesus akan mendukung hukuman mati dalam kasus-kasus lain. Di mana Orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus untuk melanggar Hukum Perjanjian Lama. Jadi.

hukuman mati adalah efek jera. Th. 1992. Indonesia memiliki hak untuk mencantumkan hukuman mati sebagai salah satu hukuman dalam KUHP.1. Dalam kekristenan hukuman mati telah ada dan ditetapkan oleh Allah sendiri (Kejadian 9:6).Yogjakarta: Kanisius. Ben S. Namun Allah juga memiliki murka yang tanpa batas.” DAFTAR PUSTAKA Galus. dan semua ini terjaga dengan seimbang. Kedatangan Kristus dan pengorbanan-Nya menggenapi hukum Taurat namun bukan berarti meniadakan hukum Taurat maupun hukuman mati yang telah ditetapkan-Nya. Allah memiliki standar yang paling tinggi dari semua makhluk karena Dia adalah sempurna adanya. Ilmu dan Budaya. Karena Allah telah memberikan hak kepada pemerintah. Filsafat Hukum. Th. Kameo. Ideologi di Balik Negara Hukum. Allah tidak pernah lepas kontrol dalam segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. No. segala sesuatunya tidak lepas dari ijin Allah. namun taggungjawab sebagai negara hukumlah yang penting untuk diperhatikan. Allah tidak pernah membiarkan segala sesuatu lepas dari kontrol Allah. Jika hukuman mati itu seseorang terima. Allah telah memberi wewenang bagi pemerintah untuk melakukan kewajibannya dan menegakkan keadilan dalam negara. Verkuyl mengatakan: “sebagimana hukuman mati adalah tanda keadilan Allah yang menghukum. dan Dia memiliki belas kasihan yang tak terbatas. namun dalam kekristenan itu merupakan perintah Allah dalam usaha-Nya menunjukkan keadilan-Nya namun juga menunjukkan kasih-Nya. 2. KESIMPULAN Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila namun dalam pelaksanaannya seringkali bukan hukum yang ditegakkan melainkan lebih kepada otoritas dari orang yang berpengaruh dalam negara. namun kehendak Allah akan terus berjalan. No. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. 52. Mencari Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Hukum. 1996. Manusia tidak dapat menentukan standar penilaian akan perbuatan seseorang dan hanya Allah yang dapat memberlakukannya. Karena itu Dia mengasihi secara tak terbatas. itu adalah kehendak Allah. 2. Tidak dapat dikatakan bahwa Allah menentang hukuman mati dalam segala hal. Allah telah memberi pemerintah otortias untuk menentukan kapan hukuman mati pantas dijatuhkan (Kejadian 9:6. Theo. Dalam sepanjang jalannya hukuman baik itu untuk orang yang bersalah maupun sesungguhnya tidak melakukan kesalahan namun menerima hukuman tersebut. Huijbers. Allah telah menetapkan hukuman mati dalam firmanNya. Jefferson. 14. . Rasul Paulus jelas mengakui kuasa dari pemerintah untuk menjatuhkan hukuman mati ketika dibutuhkan (Roma 13:1-5). Jika bagi orang sekuler. demikian pula kemungkinan grasi dan amnesty adalah tanda kasih karunia atau rahmat Tuhan. Roma 13:1-7). . Sehingga tidak ada alasan untuk meolak diadakannya hukuman mati. 14.

Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI. Togardo. Kusnadi. Republika. 21 Maret 2005. Pengantar Hukum Tata Negara. kejaksaan. Th. ketika para koruptor berurusan dengan aparat penegak hukum akibat perbuatannya. 52. Frans. J. Para pegiat HAM (hak asasi manusia) menilai pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Djoko Oentoeng. wartawan Suara Karya Sugandi dan fotografer Hedi Suryono mewawancarai Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan . Penerapan Kepastian Hukum di Indonesia Menghadapi Dunia Interasional. 1976. Media Indonesia. 19 April 2010 06:46 Wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor oleh sejumlah kalangan belakangan ini mengundang pro dan kontra dengan argumen masing-masing. Iskandar. Alasannya. Jakarta. Gereja da Negara. Etika Kristen. ketika rakyat yang terbelit kondisi perekonomian akan lebih dimiskinkan oleh tindakan para pejabat yang mengeruk keuangan negara. Bandung: STTB. Tolak Hukuman Mati. Vol. Th. Suara Pembaruan. Astini Dieksekusi 12 Penembak. Sebaliknya. Astini Dieksekusi 12 Penembak Brimob Polda Jatim Siburian. Penegakkan Hukum dan HAM Masih Gelap. Dalam Posisi Duduk. Verkuyl. negara tidak lagi dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya karena uang negara yang seharusnya dialokasikan bagi kepentingan rakyat. 15 Mei 2005. Sebab. 1996. KontraS. Lebih dahsyat lagi dampaknya. 52. 14. No. 3 April 2005. Turmudi Dieksekusi di Depan Regu Tembak. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. 2006. 1992. Bangsa. Problem ini mengemuka menyusul terbongkarnya praktik mafia hukum dan makelar kasus (markus) yang kini tengah ditangani kepolisian. dkk.Kompas. Ras. Soeropati. dan Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK). 21 Maret 2005. Hukuman Mati bagi Koruptor Written by benz Monday. 1996. Jurnal: JT Aletheia. 1. 14. justru dijadikan ajang tawar-menawar oleh oknum aparat penegak hukum. Sutanto. Yang lebih mengerikan. jaminan atas hak hidup merupakan hak fundamental yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun dan tidak bisa ditunda pemenuhannya. Jakarta. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hukuman Mati: Suatu Tinjauan Dari Perspektif ALkitab. Classnote Etika Sosial dan Politik. Limahelu. No. September 1995. No. Terkait pro-kontra hukuman mati. 2009. Negara Hukum Indonesia dalam Teori dan Praktek. pihak pendukung pemberlakuan hukuman mati menyatakan hal itu lebih dikarenakan dampak yang ditimbulkan dari perbuatan tindak pidana korupsi lebih dahsyat ketimbang perbuatan yang dilakukan teroris. habis digerogoti para koruptor. Hukuman Mati bagi Koruptor Mendesak. 1. Jurnal: Bina Darma “Negara Hukum”. Home Opini Mendesak. Laporan HAM 2005 KontraS.

Itu kan lucu sekali. kejaksaan. yaitu hukuman mati seperti halnya di Cina. polisi. sebagian di antaranya untuk membayar jaksa. pemberlakuan hukuman mati merupakan salah satu upaya untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perbuatan tindak pidana korupsi. dan masif. sistemik. Dan. kepolisian. banyak hal yang kontraproduktif yang dilakukan pemerintah. melainkan hakim pun terlibat. mereka akan mengalami ketakutan. dihukum ringan. Sehingga menurutnya tindak pidana korupsi di Indonesia sudah diibaratkan sebagai dagangan. Namun menurut Ismed Hasan Putro: "Justru saya akan bertanya. Kalau itu diberlakukan. bahkan bukan hanya orang pajak. apakah pantas kalau seseorang melakukan korupsi bernilai ratusan miliar tidak dihukum mati? Padahal. Selesai. Ia juga menilai bahwa penegakan hukum kasus-kasus korupsi besar cenderung tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. khususnya kejaksaan dan kepolisian dengan hasil tidak maksimal untuk kepentingan mayarakat. Mereka tidak akan merasa jera kalau kejahatan korupsi tidak diungkap berdasarkan pembuktian terbalik. dengan tujuan untuk me-recovery aset. mereka melakukan korupsi Rp10 miliar. bukannya pelaku korupsi itu dibuat jera. Sebab. Jadi. Berikut petikan wawancaranya. Adanya argumen lain bahwa pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor justru akan menimbulkan kian maraknya praktik transaksional. Coba Anda perhatikan dalam kasus Gayus Tambunan! Semua level terlibat. Kalau pemerintah betul-betul serius. Artinya. akibat yang ditimbulkan berdampak merugikan keuangan negara.Putro di Jakarta. kemudian diberi remisi. Ini jelas sangat melukai rasa keadilan bagi masyarakat. Anda bisa bayangkan. akan berdampak pula pada kehidupan berbangsa dan . tapi justru diberi kenikmatan fasilitas mewah. Kejahatan korupsi tidak membuat orang menjadi takut. dan terakhir hukumannya didiskon oleh Mahkamah Agung. Misalnya. yang saya lihat. bahkan justru dijadikan ajang transaksi. Apalagi. Seharusnya. Kecenderungan seperti itu yang terjadi sekarang ini. ketika lembaga itu membentuk Tim Pemburu Koruptor. Indonesia sudah terkontaminasi oleh praktik korupsi yang sangat menggurita. negara menyita semua aset yang mereka miliki. para koruptor tidak merasa kehilangan sesuatu. seorang pengusaha yang tertangkap tangan menyuap jaksa. dan hakim. Sebaliknya. harus ada hukuman yang maksimal. dengan uang yang dikorupsi Rp10 miliar itu. Buktinya Kejaksaan Agung sampai hari ini banyak mengobral SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). sampai saat ini tidak ada hasil apa pun. yang namanya Arthalyta atau Ayin. Sisanya sebagai keuntungan dan dia tabung untuk dinikmati keluarganya. Menurut Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM) Ismed Hasan Putro di Jakarta bahwa soal wacana pemberlakuan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi bahwa substansi pemberlakuan hukuman mati terhadap para koruptor akan menjadi kontekstual apabila pemerintah memberlakukan darurat korupsi.

Dampaknya terhadap masyarakat sangat luar biasa. studi PBB membuktikan tidak menjamin berhentinya angka korupsi dan tindak pidana lainnya. perdebatan soal pemberlakuan hukuman mati ini punya argumentasi yang mendasar. Saya juga merasa tidak adil kalau seorang teroris dianggap sebagai kejahatan yang sangat biadab. Itu terjadi karena pemerintah tidak lagi mampu menyejahterakan rakyat. Bahkan. penerapan hukuman pada tingkat implementasi. khususnya menyangkut tiga pasal. Coba jika uang itu dikembalikan ke negara! Kemudian digunakan untuk kepentingan rakyat.bernegara. bisa membuat sekian banyak masyarakat menjadi menderita. pandangan seperti itu tidak adil. tapi bisa diminimalkan. Ismed berpendapat mekanisme pemberlakuan hukuman mati itujelas dengan UU Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi harus direvisi. Jadi. Pertama. Ketiga. banyak rakyat yang tidak bisa menikmati fasilitas negara. misalnya. dan tidak sedikit pula orang menjadi miskin akibat tindakan korupsi. harus dilengkapi dengan pembuktian terbalik. Ia tidak sependapat jika pemberlakuan hukuman mati melanggar HAM. Memang tidak hilang.200 triliun termasuk bunganya. Indonesia akan terbebas dari utang yang selama ini menjerat dan membebani rakyat. Sementara a pemberlakuan hukuman mati harus dapat menimbulkan efek jera? Sebab. korupsi sangat mengganggu HAM dari sekian banyak rakyat di Indonesia. Sebab. Pertama. harus dilengkapi dengan penyitaan aset dan pemiskinan. Kalau negara mau memberlakukan situasi darurat terhadap praktik korupsi. tapi kalau koruptor. kalau melihat dampaknya. Misalnya. seperti membangun sarana pendidikan dan kegiatan lainnya. Tetapi. di negara Cina pada 1980-an praktik korupsinya sangat ganas sama dengan Indonesia. HAM mana yang dipilih? Apakah HAM hanya satu orang? Padahal. Indonesia tidak akan mencari pinjaman dari luar negeri. bukannya berkurang. Sebab. Kedua. tapi justru lebih mengganas. koruptor lebih jahat dari teroris. sementara koruptor masih bisa menikmati hasil korupsinya. jelas tidak setuju. para investor merasa nyaman karena ada kepastian tidak adanya risiko yang terlalu tinggi dengan pengeluaran yang bisa dikalkulasi. Teroris hanya mematikan sekian orang. maka langkah darurat itu saya yakin bisa dimaklumi. dalam hal ini sebagai recovery kerugian negara. Apakah Anda setuju orang semacam itu kemudian hanya dihukum lima tahun. Padahal. dengan penerapan hukuman yang hanya lima tahun. kekuasaan itu dijadikan alat untuk memperkaya diri. tidak sekolah. misalnya? Saya sebagai warga negara. sekarang jauh lebih menurun. Jadi. . Sebaliknya di Indonesia. Jadi. Bahkan. di lain pihak ada hak banyak orang yang terlanggar. kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara hingga Rp1. Kedua.

dalam kasus korupsi. itu tidak adil. Kalau dulu. Bahkan yang melakukannya tidak hanya di level pengambil kebijakan. Padahal. kini justru berbalik. banyak pihak menyatakan bahwa korupsi sudah terjadi di semua sektor. Tindakan korupsi itu dampaknya melebihi dari tindakan yang dilakukan teroris. terutama yang jumlahnya besar. mana yang mau dipilih? Saya lebih mementingkan perlindungan HAM bagi kebanyakan warga negara secara kolegial sebagai korban tindak pidana korupsi. yang menjadi musuh bersama adalah korupsi. Penegakan hukum terkait kasus korupsi lebih banyak dijadikan alat untuk melakukan transaksi. Dalam perkembangannya. maupun hakim. Jadi. Komisi Kepolisian. pemberlakuan hukuman mati harus dilihat dari konteksnya. upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. tawar-menawar antara pelaku korupsi dan penegak hukum. kepolisian. Mafia hukum dan praktik markus yang bermunculan belakangan ini makin menguatkan wacana pemberlakuan hukuman mati. Untuk tegasnya menurut Ismed pemberlakukan hukuman mati bagi para koruptor sudah demikian mendesak. sementara Indonesia justru mewacanakan hal tersebut menurut Isemd debat soal hal tersebut.Ia juga mengatakan bahwa jika Komnas HAM dan LSM HAM mencatat. Problem seperti ini yang harus diperbaiki ke depan. yang menjadi musuh bersama adalah pemberantas korupsinya. sebagian besar negara yang memberlakukan hukuman mati kini mencabutnya. baik kejaksaan. Kalau kita memandang hanya diberlakukan kepada teroris yang hanya mematikan sedikit orang. maupun Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. . jelas akan berdampak lebih dahsyat terhadap rakyat. seperti Komisi Kejaksaan. Itu terjadi karena tidak jalannya sistem pengawasan. tapi sudah menjalar ke tingkat bawah. Mengapa demikian? Sebab.

Masalahnya adalah.29 kilogram heroin di Medan. Ia tertangkap bersama-sama dua warga negara Thailand. nyaris semua dipenuhi. Kini keduanya juga sedang menanti saat-saat eksekusi (death row) karena grasi mereka berdua juga telah ditolak presiden. Sebelumnya. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional Togar M Sianipar mengatakan bahwa pemerintah hendaknya membuktikan keseriusan dalam memberantas narkoba dengan mengeksekusi satu terpidana mati pada 26 Juni 2004. Dalam kenyataan sosial pun. Di luar terpidana mati narkoba. Bahkan ada seorang terpidana yang mengajukan dua kali permohonan peninjauan kembali (PK). Apalagi setelah diintrodusirnya Tap MPR No 17 tahun 1998 dan UU No 39 tahun 1999 yang sama-sama bicara tentang HAM. Tujuh permintaan Ayodya sebelum eksekusi. 6 Agustus 2004). Eksekusi Ayodya nyaris luput dari perhatian publik. Saat ini. Ayodya Prasad Chaubey (66) terpidana mati kasus narkoba. Apalagi waktu pelaksanaannya mundur lima pekan dan dilakukan dengan amat sangat rahasia di tengah kegelapan malam. kecuali menghadirkan keluarganya pada saat eksekusi. Dalam kurun waktu hampir 10 tahun terakhir. 5 Agustus 2004 (Republika. dieksekusi oleh aparat Brimob pada dinihari Kamis. banyak pihak di Indonesia yang bersepakat dengan hukuman mati karena amarah yang memuncak terhadap dampak keji narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak bangsa. ada empat terpidana mati narkoba WNA yang telah ditolak grasinya dan tiga lagi yang tengah mengajukan Peninjauan Kembali (PK). ada puluhan lagi terpidana mati akibat kasus pembunuhan dan kekerasan seksual yang tengah menanti eksekusi. dalam jumpa pers di Puskominfo-Lembaga Informasi Nasional Senin (24 Mei 2004). Kenyataannya. undang-undang tentang narkotika dan psikotropika tahun 1997 memang memungkinkan jatuhnya pidana mati bagi para pelanggarnya. eksekusi tersebut baru terjadi lima pekan kemudian. Kehati-hatian aparat juga boleh jadi karena iklim penegakkan hukum Indonesia saat ini amat lekat dengan semangat menegakkan HAM. Kehati-hatian aparat dalam pelaksanaan eksekusi ini sedikit bisa dipahami. baru dua terpidana kasus narkoba yang dieksekusi hukuman mati (termasuk Ayodya). Di sisi lain. dengan Ayodya Prasad selaku 'pemecah telur'-nya.Hukuman Mati Terpidana Narkoba Oleh : Heru Susetyo Akhirnya saat tersebut tiba juga. ataupun memohon grasi kepada presiden. melebihi ketentuan PK yang seharusnya. Selebihnya masih ada 30 terpidana yang belum dieksekusi. yang akhirnya tidak jadi dieksekusi. masing-masing Sealow Preaseant (62) dan Namsong Sirilak (32). Setelah dua tahun terakhir dunia hukum Indonesia disibukkan dengan pertanyaan apakah hukuman mati masih dapat terjadi di Indonesia di tengah gencarnya penegakkan HAM. yaitu Meirika Franola dan Rani Andriani. Ayodya ditangkap pada 21 Februari 1994 atas tuduhan menyelundupkan 12. termasuk dua wanita muda asal Jawa Barat. tengah mengajukan PK. haruskah para terpidana mati kasus narkoba betul-betul dieksekusi? Bagaimanakah hukum HAM internasional mengatur masalah ini? .

. Pada 2002. 2003). Lalu. Kemudian. Iran (139). 15 negara memberlakukannya secara sangat spesifik. Terlepas dari silang pendapat tentang absah tidaknya hukuman mati. Di antaranya adalah Amerika Serikat (pada 38 negara bagiannya). tak kurang dari 820 jiwa telah dieksekusi. hanya Amerika bersama Jepang. Karena. berikut akan dipaparkan perspektif hukum HAM internasional tentang hukuman mati. dan (4) protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 2002 (European Conventon on Human Rights). Amnesty International (2003) menyebutkan bahwa sampai saat ini ada 111 negara yang telah menghapuskan hukuman mati (death penalty). Kendati demikian. per 1 Januari 2002. hukuman mati dianggap tak menimbulkan efek edukatif terhadap masyarakat.265 dijatuhi hukuman mati di 69 negara. Malaysia. Korea (utara dan selatan). Arab Saudi (79). pemberlakuan hukuman mati tidak otomatis berdampak pada tingginya angka eksekusi. Uniknya. tak ada satu pun negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati kecuali Armenia. dan Rusia (data Amnesty dan UNHCR. hukuman tersebut tak dapat dikoreksi karena sang terpidana telanjur dieksekusi. Sembilan puluh persen dari eksekusi mati yang terjadi di tahun 2001 berlangsung hanya di empat negara yaitu Cina (2. 71 jiwa telah dieksekusi. Turki (hanya untuk kejahatan di waktu perang/war time). yaitu hanya untuk kejahatan di waktu perang (war time). Juga. dan 20 negara masih mempertahankannya dalam hukum nasionalnya namun tak pernah lagi melaksanakannya dalam praktik.468). (2) protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty. 76 negara menghapus hukuman mati secara total. 3. sebagai salah satu bentuk pidana.Perspektif hukum internasional Kalangan yang tidak setuju dengan pidana mati beralasan bahwa hukuman tersebut adalah di luar perikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Amnesty (2003) mencatat bahwa para terpidana yang akhirnya benar-benar dieksekusi mati tidak sebanyak angka penjatuhan hukuman matinya. Sementara itu 5.700 jiwa telah dijatuhi hukuman mati (belum dieksekusi). dan Singapura yang tergolong negara 'maju'. 3. Pada tahun 2001. Korea Selatan. Filipina. Dari jumlah tersebut.' Sejak 1977. Sementara itu. dan Amerika Serikat (66). Singapura. Hukuman mati masih berlaku di 38 negara bagian di AS. selebihnya adalah negara-negara 'dunia ketiga. 84 negara sampai kini masih memberlakukan hukuman mati dalam hukum nasionalnya. Jepang. Instrumen penghapus hukuman mati Ada beberapa instrumen HAM internasional yang menghapus hukuman mati. apabila di kemudian hari ditemukan kesalahan dalam penjatuhan vonis. saat hukuman mati dihidupkan kembali di AS. Dari 84 negara yang masih memberlakukan hukuman mati. India.048 terpidana telah dieksekusi di 31 negara. di samping beberapa negara petrodolar di Timur Tengah. Amerika Serikat adalah fenomena menarik. (3) protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms 1982 (European Convention on Human Rights. Antara lain: (1) Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights. dan Indonesia.

Deklarasi Universal HAM (HAM) memang bukanlah dokumen hukum yang mengikat (legally binding). Armenia. protocol No 13 tahun 2002 telah diratifikasi 5 negara dan ditandatangani 34 negara. protocol No 6 masih membolehkan hukuman mati secara sangat terbatas yaitu untuk pelaku kejahatan di waktu perang (war time). sedangkan ketiga instrumen berikutnya bersifat regional. Perbedaannya. Sedangkan untuk SOP. and security of person). Indonesia dan hukum HAM internasional Legalitas hukuman mati di Indonesia paling tidak berasal dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan utamanya dari Undang-Undang tentang Narkotika dan . hak atas kebebasan. juga pada pasal 6 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights ICCPR) yang berbunyi: "Setiap orang mempunyai hak yang tak terpisahkan dan dilindungi oleh hukum. Amerika Serikat sendiri belum menjadi pihak baik dalam American Convention on Human Rights maupun dalam protokolnya yang menghapus hukuman mati ini. protocol No 6 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 1982 dan protocol No 13 to the European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms tahun 2003. sedangkan protocol No 13 menghapuskan hukuman mati secara total. Second Optional Protocol mendalilkan perlunya hukuman mati dihapus. Tak seorang pun boleh diambil nyawanya secara semena-mena. Akan halnya ICCPR dan SOP adalah dua instrumen hukum yang mengikat bagi para pihak yang telah meratifikasinya (state parties). Protocol to the American Convention on Human Rights to Abolish the Death Penalty sampai saat ini baru diratifikasi oleh 8 negara di benua Amerika. Second Optional Protocol to the International Covenant on Civil and Political Rights (SOP) yang memiliki kekuatan secara hukum (entry into force) sejak 11 Juli 1991 hingga kini telah diratifikasi oleh 49 negara dan ditandatangani oleh 7 negara lainnya. liberty. dan Turki yang telah menandatangani (signatory) namun belum meratifikasinya. dengan merujuk pada pasal 3 Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi: "Setiap orang memiliki hak untuk hidup. Sedangkan. dan hak atas keamanan (life. keduanya sama-sama menghapuskan hukuman mati. yaitu hak untuk hidup. Namun demikian. Protokol ini mewajibkan bagi negaranegara yang telah meratifikasinya (state parties) untuk menghapuskan eksekusi dan hukuman mati dalam legislasi maupun dalam praktiknya. baru 49 negara yang meratifikasinya dan 7 negara yang menandatanganinya. ia merupakan pedoman standar penyelenggaraan hak asasi manusia bagi warga dunia. hanya instrumen pertama yang bersifat internasional. Sampai saat ini. sudah 144 negara yang meratifikasi ICCPR dan 60 negara telah menandatanganinya (signatory). dan ditandatangani oleh 1 negara (Cile). Hampir semua negara Eropa meratifikasi protocol No 6 tahun 1982 kecuali Rusia.Dari empat instrumen di atas. Sementara itu.

Undang-Undang HAM No 39 tahun 1999 tidak mengatur tegas tentang penghapusan hukuman mati.Psikotropika tahun 1997. Indonesia sampai saat ini belum merupakan pihak (party) pada Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik 1966 (ICCPR) maupun Second Optional Protocol ICCPR 1989 yang menghapuskan hukuman mati. Juga untuk menyelenggarakan due process of law dalam penyelenggaraan sistem peradilan pidana. Dengan demikian. Penutup Semangat yang berkembang dalam hukum HAM Internasional dewasa ini memang adalah semangat menghapus hukuman mati. Juga. Banyak pihak bersepakat dengan hukuman mati bagi para pelakunya. sejauh mana pertimbangan kesalahan penerapan hukum/pemidanaan dalam peradilan dipertimbangkan? Apalagi citra pengadilan sebagai adil. sejauh mana perspektif Hak Asasi Manusia (HAM) turut dipertimbangkan dalam eksekusi terpidana mati kasus narkoba tersebut (apabila jadi)? Memang. kepada masyarakat Indonesia. SVD . Inhuman or Degrading Treatment or Punishment) pada 28 Oktober 1998. Namun. Kejahatan narkoba sudah terbukti termasuk kejahatan berat terhadap umat manusia utamanya bagi bangsa Indonesia. yang berlaku untuk pelaku kejahatan narkoba. bukankah mereka (para pelaku) adalah juga 'korban' dari kekerasan struktur yang lain? Hukuman Mati dan HAM oleh: Romo Dr. Indonesia telah meratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan (Convention Against Torture and Other Cruel. pelaku kejahatan narkoba telah melanggar bahkan merusak HAM orang lain. utamanya para korban-korban mereka. Pasalnya adalah. Tunduknya Indonesia pada Konvensi ini mewajibkan Indonesia untuk mengambil semua langkah baik di bidang administratif. Indonesia belum terikat secara hukum internasional untuk menghapus hukuman mati sesuai mandat kedua instrumen tersebut. independen. kendati semangat instrumen HAM di tingkat internasional adalah penghapusan hukuman mati. dan yudikatif untuk mencegah terjadinya penyiksaan di dalam wilayah Indonesia (sesuai pasal 1 konvensi ini). independen. Karena. masih jauh panggang dari api? Kemudian. dan berkomitmen pada perlindungan hak-hak korban maupun tersangka sejak proses penangkapan hingga penahanan (Pasal 9. imparsial. bersih. Karena sampai saat Ini Indonesia belum menandatangani maupun meratifikasi kedua instrumen tersebut. jujur. harus diakui bahwa hukuman mati adalah hukuman yang hidup dan diakui di sebagian masyarakat Indonesia. Dalam arti menciptakan peradilan yang fair. Kendati demikian. Kemudian. Akankah Indonesia menghapus hukuman mati? Jawabannya memang terpulang pada para pengambil keputusan dan para pembuat hukum. dan imparsial. Mungkin seorang Ayodya ataupun calon-calon tereksekusi mati terpidana narkoba lainnya adalah penjahat HAM kelas wahid.6 Konvensi Anti Penyiksaan). legislatif. Paul Budi Kleden.

Karena itu. dalam rangka memperingati HUT ke-50 pendeklarasian Hak-Hak Asasi oleh PBB. Memang ada banyak alasan yang disampaikan oleh kelompok yang mendukung adanya hukuman mati. kita perlu menanggapi secara serius pandangan seperti ini. karena hak-hak itu ditentukan oleh kualifikasi dan prestasi dirinya sebagai manusia yang ditunjukkan di dalam kesanggupan memenuhi kewajibankewajiban asasinya. Pelaku kejahatan itu sendiri sudah tidak menghargai dirinya sebagai manusia. maka pelaksanaan kewajiban itu dilihat sebagai ungkapan kemanusiaan seseorang. Gagal memenuhi kewajiban asasi berarti gagal menjadi manusia. Apabila ada kewajiban-kewajiban asasi. Pola pikir di atas tampaknya bercokol cukup mendalam pada pikiran banyak orang yang merestui hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. seseorang ketiadaan basis rasional untuk menuntut penghormatan terhadap hak-hak dasarnya. konsep pemikiran seperti ini sering melatari sikap orang yang membenarkan tuntutan hukuman mati bagi para pelaku kejahatan berat. Apabila ada kewajiban asasi. sebab pemikiran seperti ini mengharuskan kita untuk mempertajam pemahaman kita tentang hak-hak asasi manusia. Disadari atau tidak. Tidak melaksanakan kewajiban asasi berarti tidak ada lagi kesadaran diri sebagai manusia. Kegagalan melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dilihat sebagai pengkhianatan terhadap kemanusiaan diri sendiri. gagal menjadi manusia adalah alasan untuk tidak diperlakukan sebagai manusia. ada diskusi tentang perlunya sebuah kodeks yang menetapkan Kewajilban-Kewajiban Asasi Manusia sebagai imbangan terhadap Hak-Hak Asasi Manusia. tetapi juga oleh kesanggupan untuk menerima sejumlah kewajiban sebagai tugas yang mesti dilaksanakan. Salah satu pemikiran dominan yang disampaikan menanggapi keinginan pendeklarasian kewajiban-kewajiban asasi itu adalah kecemasan bahwa orang akan merangkaikan tuntutan akan hak dengan pelaksanaan kewajiban. Misalnya: untuk memenuhi rasa . Dengan demikian orang tersebut kehilangan pijakan untuk menuntut perlindungan terhadap hak-hak asasinya. Tanpa adanya penghargaan terhadap kemanusiaan di dalam diri sendiri dan tanpa kesadaran akan martabat diri sendiri sebagai manusia. bahwa hak asasi seseorang ada dan dijamin selama dia memenuhi kewajiban-kewajiban asasinya. Argumentasi dasarnya adalah bahwa manusia tidak hanya mempunyai hak yang melekat pada kemanusiaannya. maka tidak mustahil akan diambil kesimpulan. Keluhuran martabat manusia tidak hanya ditunjukkan oleh kesadaran akan hakhaknya.Pada tahun 1998. Dengan pola pikir seperti ini hak-hak asasi manusia dibahayakan. tetapi juga sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakannya.

tindakan yang cuma ditemukan dalam gerombolan binatang-binatang buas. Dia direndahkan menjadi binatang. Yang terberi adalah kemanusiaan. . orang lalu berkesimpulan. bukan sebuah pemberian. Kemanusiaan ada sebagai basis untuk menjadi makhluk yang bermoral. dan karena binatang buas yang membahayakan dibenarkan pembasmiannya. dengan kelahiran sebagai manusia ia mendapat sebuah tugas untuk terus mengkualifikasikan dirinya sebagai makhluk moral. untuk melindungi masyarakat secara keseluruhan dari seorang warga yang telah menunjukkan dirinya sebagai bahaya besar bagi keamanan seluruh warga melalui tindak kejahatan besarnya. Moralitas adalah sebuah tugas. Dengan kelahiran sebagai manusia tidak diberikan kepada manusia satu kualitas moral yang sempurna. Kemanusiaan seseorang tidak ditentukan oleh kualitas moralnya.keadilan masyarakat yang berpedoman pada prinsip ius talionis (mata ganti mata. Pandangan seperti ini sudah bermula ketika orang melukiskan tindak kejahatan seseorang sebagai tindakan yang bestialis. untuk memberikan shock therapy kepada masyarakat yang diperkirakan akan merasa takut untuk melakukan pelanggaran yang sama. Untuk apa kamu masih memperjuangkan hakhaknya?” Betapa sering pertanyaan yang mengungkapkan penolakan atas perlakuan manusiawi terhadap pelaku kejahatan berat ini dialamatkan kepada mereka yang terus memperjuangkan hak-hak asasi orang seperti ini. Seseorang tetap merupakan seorang manusia. dia jahat. Namun moralitas bukanlah sebuah status yang sudah baku dan terberi. Dia sudah bukan manusia lagi. Menanggapi pola pikir seperti ini perlu diuraikan prinsip pertama dan utama yang menjadi pedoman penting setiap perjuangan membela HAM: bahwa hak-hak ini melekat pada kemanusiaan seseorang. Kenapa demikian? Adalah benar bahwa manusia merupakan insan moral. dia tidak layak diperlakukan sebagai manusia. hidup ganti hidup). maka ada legitimasi pula untuk mengeliminasi subjek seperti ini melalui penjatuhan dan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. maka berdasarkan prinsip: tindakan adalah ekspresi jati diri. Dia melakukan di luar batas kewajaran sebagai seorang manusia. Sebab itu. Logika berpikirnya mengatakan: kalau tindakan itu bestialis. juga ketika moralitasnya patut diragukan karena pelanggaranpelanggaran yang terbukti. sementara moralitas merupakan sebuah citacita yang perlu diwujudkan manusia. Sebaliknya. “Dia kejam. sebelum ada kualifikasi moral dan rasional apa pun. bahwa subjek yang melakukan tindakan itu adalah juga binatang. Dan satu lagi yang dominan adalah apa yang dikatakan di atas: seorang pelaku kejahatan berat sudah menunjukkan diri bahwa dia bukan manusia.

Melalui tindak kejahatannya manusia melanggar apa yang seharusnya menjadi citacitanya. seseorang yang melakukan kejahatan. Menghukum mati seseorang berarti meniadakan kemungkinan utama orang itu untuk kembali berjuang merealisasikan apa yang menjadi tugasnya. Kita dapat mengatakan bahwa termasuk dalam kemanusiaan seseorang adalah bahwa dia dapat juga melakukan kejahatan. Justru karena itu. apabila manusia dari kodratnya hanya memiliki kemungkinan untuk melakukan sesuatu itu. maka pernyataan ini sebenarnya lahir dari kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam bahaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral. jika tidak ada alternatif untuk melakukan sesuatu yang lain. dia tetap memilih melaksanakan kewajibannya. Moralitas seseorang ditunjukkan oleh kesungguhannya untuk menguasai diri sekian sehingga ia bertindak seturut kaidah moral. apa pun dan betapa pun besarnya kejahatan itu. Hukuman yang dijatuhkan tidak akan pernah sanggup membayar atau memperbaiki kesalahan yang sudah dibuat. sebuah perjuangan yang terus-menerus. Hukuman hanya mempunyai makna apabila dijalankan untuk menyadarkan orang akan kewajibannya. moralitas adalah sebuah upaya pengkualifikasian diri. Juga dengan pemikiran seperti ini kita tidak menolak setiap bentuk hukuman terhadap penjahat. Dalam alur argumentasi ini kita menempatkan perlunya apa yang disebut sebagai kodeks kewajiban-kewajiban asasi manusia. Kejahatan adalah sebuah pelanggaran dan harus dilihat dan dinilai sebagai pelanggaran. Kita tidak akan mewajibkan orang untuk melakukan sesuatu. Kita memang patut menjatuhkan hukuman kepada seseorang yang melakukan pelanggaran. . Sebab itu. Namun perjuangan seperti ini tidak pernah dapat meniadakan kemungkinan melakukan kejahatan. maka hukuman atas pelanggaran itu tidak boleh menghilangkan basis untuk perealisasian cita-cita itu. Karena ada kemungkinan untuk tidak melakukannya.Apabila kita mengatakan bahwa moralitas adalah sebuah tugas. Sesuatu kita sampaikan sebagai kewajiban. agar di tengah situasi konkrit yang memungkinkan seseorang untuk tidak melakukan kewajiban itu. Melakukan kejahatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kemanusiaan seseorang. Berpikir seperti di atas bukan berarti bahwa kita membenarkan tindak kejahatan dan menyepelekan kejahatan seseorang dengan alasan kemanusiaan. tidak pernah kehilangan kemanusiaannya. Adanya tuntutan akan pemenuhan kewajiban-kewajiban dasar bersumber dari kesadaran dan pengalaman bahwa manusia memang sering tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Tetapi hukuman itu diberikan selalu dengan tujuan agar orang itu disadarkan dan dimampukan untuk mengenal dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukannya. maka kita perlukan sebuah rumusan yang mewajibkan dan kita perlu membentuk instansi-instansi yang memperhatikan pelaksanaan kewajiban-kewajiban itu. Namun karena pelanggaran adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya menjadi cita-cita.

Sebagai perwujudan sebuah ideal moral. termasuk di dalamnya seorang pelanggar HAM. Sebaliknya. apabila negara dan masyarakat berani menghapus hukuman mati. Dengan tetap berpegang pada martabat manusia seorang penjahat. sebenarnya tidak ada alasan untuk menuntut orang seperti ini melakukan kewajiban seorang manusia dan menghukumnya dengan alasan kegagalannya memenuhi kewajiban seorang manusia. Konsistensi penghargaan masyarakat terhadap martabat manusia sepatutnya ditunjukkan dengan sikap tetap menghargai martabat manusia yang sudah melakukan banyak pelanggaran. juga ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan. HAM didasarkan pada prinsip bahwa hakhak ini tidak diberikan oleh negara. Sebab itu. Di samping karena negara dan masyarakat tidak mempunyai hak untuk mencabut hak hidup seseorang. pelanggaran dalam menjalankan kewajiban asasi tidak pernah dapat menjadi alasan untuk meniadakan kemanusiaan itu melalui hukuman mati yang dijatuhkan dan dilaksanakan terhadap seorang pelaku kejahatan. Dengan pendegradasian semacam ini masyarakat membatalkan dasar tuntutan tanggungjawab si penjahat itu sendiri.Namun pelaksanaan kewajiban itu hanya mungkin selama kemanusiaan seseorang diakui dan dipertahankan. Juga dalam gerak pemikiran yang sama kita tempatkan tanggung jawab moral masyarakat. sikap menolak hukuman mati justru dapat mendorong budaya kehidupan yang menanamkan dan meneguhkan sikap menghormati keluhuran martabat manusia secara keseluruhan. dengan tetap mempertahankan dan menghormati kemanusiaannya. maka dia tidak mempunyai lagi kewajiban yang sama seperti kewajiban seorang manusia. Untuk mempertahankan manusia sebagai makhluk bermoral. masyarakat harus tetap mempertahankan penghargaan yang tak tergoyahkan pada keluhuran martabat manusia. Penghormatan terhadap HAM pada umumnya hanya dapat ditegakkan apabila masyarakat konsisten dengan sikap ini. masyarakat tetap menghidupkan ideal kemanusiaan di hadapan orang seperti ini dan mendorongnya untuk memenuhi tuntutan moralnya. Menolak hukuman mati . mayarakat tidak boleh mendegradasikan seorang penjahat ke tingkat binatang buas. dan karena itu tidak dapat juga dicabut oleh negara. masyarakat menyodorkan kepada orang tersebut apa yang seharusnya dia lakukan. Masyarakat melaksanakan peran ini apabila dia tetap berpegang teguh pada keluhuran martabat kemanusiaan seorang penjahat dan tidak melepaskannya bersama dengan kejahatan yang dilakukannya. Apabila dia sudah disamakan dengan binatang. Kalau demikian. Masyarakat dan negara menjadi promotor penegakan HAM. Kewajiban masyarakat adalah menciptakan kondisi untuk menyadarkan seseorang akan tanggung jawabnya dan dengan demikian akan hakikat dirinya sebagai makhluk yang bermoral.

Hukuman Mati Melanggar HAM. Hukuman mati buat mereka yang murtad dan keluar dari agama Allah SWT 5. diantaranya adalah : 1. Benarkah Hukuman Mati Melanggar HAM. yaitu hukuman mati buat orang yang menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Hukuman mati buat pezina yang sudah pernah menikah.. 2.?? Posted on 16 Juli 2008 by baguscokie i 1 Votes Quantcast Hukuman mati mulai marak di perdebatkan menyusul eksekusi mati narapidana narkoba. Hukuman mati buat para begal (hirabah) yang salah satu jenis vonisnya adalah hukuman mati. Makar ( pemberontakan ) Dan lain-lain.. ujung ujungnya hukum Islam jadi kambing hitam dan dianggap tidak manusiawi serta melanggar HAM. Hukum qishah.?? Di dalam syariah Islam yang menyebabkan hukuman atau vonis mati.adalah bukti kesadaran akan keluhuran martabat manusia. . 3. dan akan mendorong perluasan kesadaran ini. 4.

Ide itu tidak lain bertolak dari ide. . penolakan atas hukuman mati. sanksi pidana Islam. berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa di akhirat) bagi pelakunya sekaligus sebagai zawâjir (pencegah) karena memiliki efek jera yang menghalangi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama. Hal itulah yang terjadi atas diri Maiz al-Aslami dan al-Ghamidiyah yang pernah datang kepada Rasulullah saw. Dengan begitu. Ide penolakan itu tidak bertolak dari akidah Islam. sekularisme. ide penolakan semacam itu tidak layak dimiliki oleh seorang yang masih mangaku Muslim. diwajibkan atas kalian hukuman qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.Hukuman Mati dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman. kebebasan dan HAM. Tentu saja. Sanksi pidana Islam yang diberlakukan di dunia-tentu saja jika memenuhi ketentuan syariah-akan berfungsi sebagai jawâbir (penebus dosa). hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja merupakan ketentuan dari Allah SWT. Semua itu terlihat jelas dalam hukuman atas pembunuhan. (QS al-Baqarah [2]: 178). Karena itu. pelakunya tidak akan disiksa di akhriat karena dosa kejahatan tersebut. Lebih dari itu. sifat ini memberikan dorongan besar baginya untuk mengakui kejahatan yang ia perbuat sekaligus menjalani hukuman dengan penuh kerelaan bahkan dengan kegembiraan. Bagi orang yang mengimani kehidupan akhirat berikut pahala dan siksanya. Sistem pidana Islam juga berpihak kepada pelaku. Mereka pun mendesak Rasulullah saw. Di sinilah keberpihakan hukum Islam kepada pelaku tampak. jelas-jelas bertentangan dengan ayat ini. korban dan atau keluarganya. serta masyarakat secara umum. termasuk qishâsh. untuk segera menghukum rajam mereka agar dengan itu mereka menjadi suci kembali dan di akhirat kelak mereka tidak khawatir akan mendapatkan azab dari Allah yang pasti lebih berat lagi. termasuk hukuman mati atas pelaku pembunuhan disengaja. untuk memberikan pengakuan atas zina yang mereka lakukan.

Sebab. mereka dapat membunuhnya.Adapun fungsi hukum pidana Islam sebagai zawâjir (pencegah) digambarkan dalam firman Allah: Dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian. akan banyak manusia yang terselamatkan dari kasus-kasus pembunuhan dan kelangsungan hidup manusia pun akan terpelihara. supaya kalian bertakwa. Adapun keberpihakan hukum Islam kepada korban adalah dengan adanya hak keluarga korban untuk menuntut hukuman qishâsh. 30 unta muda. dan dengan cara apa eksekusi dilakukan. yaitu terpelihara dan terjaganya darah (kehidupan) manusia. Jika mereka menghendaki. Dengan begitu. kapan. jika terbukti. ia harus di-qishâsh (dihukum mati). wahai orang-orang yang berakal. maka ia dihadapkan kepada wali-wali pihak korban yang terbunuh. masyarakat tahu siapa yang dihukum. semuanya harus di hukum mati. Bersabda: Siapa saja yang membunuh dengan sengaja. Umar bin al-Khaththab dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa jika sekelompok orang bersekutu-baik dua orang atau lebih. Di samping itu. Rasulullah saw. Berkaitan dengan ayat di atas. baik yang membunuh langsung maupun yang sekadar memegangi korban. dimana. Ibn Katsir menyatakan bahwa di dalam qishâsh itu terdapat hikmah yang agung. (QS al-Baqarah [2]: 179). dst. . penguburan jenazahnya juga disaksikan oleh masyarakat luas. baik orang yang menjadi otaknya maupun eksekutor lapangan. maka semuanya dikenai sanksi qishâsh.-untuk membunuh seseorang. Semua itu menjamin penjagaan darah masyarakat dan kelangsungan kehidupan masyarakat. yang harus di-qishâsh adalah semua orang yang terlibat langsung dalam pembunuhan yang disengaja itu. Karena itulah. dalam kasus Tibo dkk. Begitu juga ke-16 orang yang dikatakan sebagai otaknya. agar fungsi zawâjir itu berjalan. Di sinilah kejelasan keberpihakan hukum Islam kepada masyarakat. Karena itu. mereka bias mengambil diyat-yaitu 30 unta dewasa. jika seorang yang akan membunuh manusia mengetahui bahwa ia akan dihukum mati jika dia melakukan pembunuhan. Jika mereka menghendaki. tentu ia akan berpikir seribu kali untuk membunuh. pelaksanaan hukuman mati (qishâsh) harus dilakukan secara terbuka. meskipun korbannya satu orang. meskipun jumlahnya banyak. jika terbukti ia melakukan pembunuhan. Dengan begitu.

Berbagai alasan dikeluarkan untuk menentang hukuman mati. Dan juga soal hukuman mati kepada para ‘teroris’. Tanggal 10 Oktober kemarin adalah Hari Anti Hukuman Mati Sedunia. Jika mereka memaafkannya maka pahalanya bagi mereka.dan 40 unta yang sedang bunting. harus dilakukan melalui penerapan sistem-sistem Islam dalam segenap aspek kehidupan. Dorongan kemiskinan dan kelaparan hanya bisa dihapus melalui penerapan sistem ekonomi Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok serta kemungkinan pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier. kenapa pihak-pihak yang kontra hukuman mati tidak berkata apa-apa terhadap mereka? Menjelaskan pada pihak korban agar mereka menarik permintaan mereka agar sang pelaku dihukum mati. Mereka mungkin akan bersuara lain bila berada pada pihak yang dirugikan oleh terpidana. Entahlah. (HR at-Tirmidzi). Karena itu. Wahai kaum Muslim: Sanksi pidana Islam bisa diibaratkan sebagai palang pintu terakhir dalam melindungi masyarakat dari kejahatan. Tentu saja upaya mencegah dan mengikis kejahatan sampai batas paling minimal harus disinergikan dengan sistem-sistem yang lain. Jamak terdengar pihak keluarga seorang korban pembunuhan dengan keras menuntut pelaku dihukum mati. Lalu. kalau mereka melakukan hal tersebut. dibiayai oleh negara bahkan mungkin mendapatkan ‘fasilitas’ tambahan entah dari mana. telah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Untuk jaminan keamanan. Alasan utamanya adalah melanggar hak hidup dan tidak memberi kesempatan bagi sang terpidana untuk memperbaiki diri. kupikir terkadang istilah eye for an eye pada kondisi tertentu bisa diberlakukan. menuntut pengedar narkoba dihukum mati. Layak atau tidaknya hukuman mati seharusnya ditilik dari kejahatan yang dilakukan. Ambil contoh ekstrim: Seseorang yang melakukan atau memerintahkan pembantaian. Tak sedikit pula yang menuntut para koruptor dihukum mati. dan pelayanan harus diterapkan sistem pemerintahan Islam. IMO. untuk mencegah dan mengikis kejahatan sampai paling minimal. Orang-orang yang menderita secara langsung atau tidak dengan narkoba. Untuk menjaga akidah dan akhlak harus dilakukan melalui sistem pendidikan Islam. apa pantas untuk diberi hak hidup? Lalu kemudian ia dapat hidup. karena ia cukup mendapat hukuman penjara. atau bahkan menghilangkannya sama sekali. ada yang pro dan kontra. yakni dengan menerapkan syariah Islam secara kaffâh. Hukuman mati (the death penalty). keadilan. . Untuk memelihara pergaulan pria-wanita yang sehat dan bersih harus diterapkan sistem pergaulan Islam. maka pamor mereka akan hancur :p.

terlebih dahulu memikirkan konsekuensinya. atau kalau perlu semua. Lalu bagaimana dengan hak korban? Dia juga terampas haknya kan? Hidupnya. Dalam Islam. mereka baru bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga korban. yakni memberantas kemiskinan dan mencegah global warming. Hak hidupnya. begitu memperhatikan hak si terhukum. Selama ada iblis. atau dibunuh karena hal sepele. Di semua agama. Efek yang diharapkan dari hukuman mati bukankah tidak sekedar untuk ‘membayar’ kejahatannya saja. Secara keji. enak bener dia. selesai urusannya. Apakah kejahatan lantas akan hilang? Gak mungkin. Dalam Islam. saya mendukung hukuman mati yang total. pertama. jika pihak keluarga mengampuni. Kristen. Sebab takut-takutnya death penalty bukan hanya untuk si terpidana melainkan untuk seluruh umat manusia. punya istri. eh dia punya kesempatan hidup. Bahkan kalau perlu. melainkan juga untuk memberikan semacam peringatan agar orang lain tidak melakukan kejahatan yang sama? Beberapa renungan untuk para aktivis HAM dan orang-orang yang kontra : 1. ada. Kadang2 saya berdoa. ada satu atau dua. Mungkin dengan begini. Udah menghabisi nyawa orang lain. 3. Kedua. yang anggota keluarganya dibantai.Huff … menurutku jalan pikiran para aktifis itu aneh. maka hukuman mati dijalankan. Bagaimana jika yang dibunuh adalah kepala keluarga? Dia punya anak. Tapi jika tidak. Jika perbuatan jahat dapat dihindari maka hukuman mati atau death penalty otomatis tidak menanti. Dan mereka2 yang anti-hukuman-mati ternyata malah begitu peduli pada si perampok? Gak masuk akal kan… 2. dan para aktivis HAM tak perlu repot-repot ber-demo. Bagaimanapun. . Di samping itu ada persoalan yang lebih penting. dalam artian memang jelasjelas terbukti kejahatannya. hukuman mati ini disiarkan ke manamana saat eksekusi. Kalau pembunuh “hanya” dipenjara seumur hidup. Dan dengan alasan yang sepele. semoga di antara para aktifis anti-hukuman-mati itu. Apalagi jika korban dibunuh dengan cara yang keji. Mereka2 yang menentang hukuman mati. dsb. hak keluarganya. baik itu yang disengaja ataupun tidak. masa depannya. hak tobatnya. Siapa yang akan menafkahinya? Sementara sang kepala keluarga dibunuh oleh perampok. kejahatan akan tetap ada. itu jadi beban pemerintah. Seharusnya apabila seseorang ingin melakukan kejahatan. hukuman mati DIPERBOLEHKAN.

Andaikan kasus Prita dan kasus Jombang tidak memperoleh perhatian masyarakat atau para Capres yang lagi getolgetolnya kampanye. kecuali perkara-perkara yang telah menjadi perhatian public (contoh kasus seperti Prita. demikian juga pada waktu penuntutan acap kali sangat tidak memperhatikan rasa prikemanusiaan lagi. Banyak nada minus atas putusan lembaga Pengadilan ini. tetapi karena tuntutan Penuntut Umum Tinggi yang mestinya dibebaskan dalam prakteknya selalu dihukum paling rendah separo dari tuntutan Penuntut Umum yang seharusnya bebas. terutama bagi para Hakim.Pro dan Kontra Hukuman Mati OPINI Djawara Putra Petir | 20 June 2009 | 18:00 1699 6 Nihil. maka tidak mungkin untuk dikembalikan dalam keadaan semula (dihidupkan kembali). Karena keadaan praktisi-praktisi peradilan demikian. Pencabutan hak hidup si terhukum mati jika telah dieksekusi dan dikemudian hari ditemukan bukti baru yang membuktikan bahwa si tereksekusi bukan pelakunya. karena berhubungan dengan hak hidup seseorang. Pidana mati atau hukuman mati merupakan pemidanaan terberat. Praktek peradilan dan khususnya sistem pembuktian hukum pidana Indonesia. memang bukan kuwajiban penuntut umum. seringkali seharusnya tidak terbukti. dan pengadilan seringkali diberi gelar sebagai lembaga stempel atau lembaga yang melegalisasi Berita Acara Pemeriksaan Penyidik dan tuntutan Penuntut Umum. kasus pembunuhan di Jombang dlsb). yang semestinya mempelajari perkara yang diajukan kepadanya sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan pasal-pasal hukum yang akan dibuktikan dalam persidangan. tetapi hatinurani sebagai manusia atau bisikan hati sanubari itupun seharusnya tidak diabaikan begitu saja. . seringkali secara serampangan karena mungkin ada muatan dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan berbuat serampangan. maka tidak dapat disalahkan jika di masyarakat akhirnya timbul pro dan kontra pada hukuman mati. terutama Penyidik/Kepolisian masih belum dapat sepenuhnya melepaskan cara-cara lama mengejar pengakuan tersangka dalam melakukan penyidikan. dalam hal ini dapat dipastikan bahwa Prita akan dihukum dan tidak mungkin dibebaskan seperti saat ini. yakni masih adanya penekanan dan penyiksaan pada orang yang dianggap pelaku perbuatan pidana (jngat kasus pembunuhan di Jombang dan di Sulawesi). Kejaksaan dalam hal ini Penuntut Umum. untuk itu perlu kehati-hatian untuk menjatuhkan hukuman mati.

hukuman mati tiu tidak menjadi persoalan jika saat penyidikan kepada tersangka diberi hak-haknya secara wajar tanpa adanya unsur paksaan dalam arti dihormati Hak Asasi Manusia-nya dan hak hukumnya untuk didampingi seorang Advokat atau lebih dan tidak ada pemaksaan atau provokasi dengan motif tertentu sepeninggal Advokatnya. selalu mengaitkan dengan Hak Asasi Manusia.” (Nelson Mandela) Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh masyarakat dan negara di dunia. maka sudah wajar dan pantas jika pelaku kejahatan yang sadis atau perbuatan yang dapat menimbulkan kekacauan dan kerugian orang banyak atau masyarakat disingkirkan dari muka bumi ini. serta diyakini dengan benar bukan karena keterpaksaan bahwa memang benar sitersangka adalah pelakunya. Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila bukan untuk melindungi penjahat atau orang yang berbuat merugikan orang banyak. Panca Sila dan hak pencabutan nyawa seseorang. demi ketentraman dan kenyamanan hidup masyarakat serta keadilan. BAGI YANG PRO DENGAN SYARAT-SYARAT TERTENTU. apalagi Indonesia menganut dasar Falsafah Panca Sila yang menghormati harkat dan martabat manusia serta berke-Tuhanan.BAGI YANG KONTRA HUKUMAN MATI. karena Hukum Hak Asasi Manusia dan Panca Sila untuk melindungi kepentingan orang banyak atau masyarakat. jika Tuhan tidak mengutus dan/atau mengijinkan maka tidak mungkin siterpidana akan berhadapan dengan regu tembak eksekutor dan mati. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru . karena hukuman mati dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang terdalam yakni hak untuk hidup dan tidak ada satupun manusia di dunia ini mempunyai hak untuk mengakhiri hidup manusia lain meskipun dengan atas nama hukum atau negara. Penjahat atau perbuatan yang sangat merugikan orang banyak dan merusak generasi bangsa serta menimbulkan rasa ketakutan atau kecemasan masyarakat memang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. sedangkan hak mencabut nyawa seseorang memang benar hak Tuhan tetapi dalam hal ini dapat juga diartikan bahwa Tuhan telah mengutus hakim dan regu tembak untuk mencabut nyawa siterpidana. “Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia. Wacana hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan kontra. BAGI YANG PRO HUKUMAN MATI. karena yang paling berhak mencabut nyawa mahluk hidup hanya Tuhan.

This right shall be protected by law.” Keadaan tertentu dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya. DPR juga sedang menyusun pembahasan agenda hukuman mati bagi koruptor. No one shall be arbitrarily deprived of his life. Mahfud MD. Pasal dalam konstitusi tertinggi kita itu mengamanatkan bahwa hak hidup setiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Patrialis Akbar. yakni Pasal 2 ayat (2). dan pengulangan tindak pidana korupsi. dihormati. Mahfud menilai hukuman ini tidak melanggar undang-undang. Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. setiap manusia memiliki hak atas hidup yang bersifat melekat. Pelaksanaan hukuman mati menunjukkan inkonsistensi dalam sistem hukum kita. bersifat universal dan langgeng. bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Menurut pendapat mantan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. khususnya Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. oleh karena itu harus dilindungi. Namun. bagaimana pandangan hak asasi manusia dalam persoalan hukuman mati ini? Asmara Nababan menilai hukuman mati inkonstitusional. Pasal itu berbunyi. “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. bencana alam nasional. karena bertentangan dengan hak hidup manusia yang merupakan hak asasi manusia? Seperti kita ketahui. pidana mati dapat dijatuhkan. Hak Asasi Manusia dan Hukuman Mati Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia.pemberantasan korupsi? Atau justru berbahaya. dipertahankan dan tidak boleh diabaikan. Indonesia pada tahun 2005 juga sudah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang dalam Pasal 6 (1) berbunyi: “Every human being has the inherent right to life. hukuman mati ini diatur dalam 2 pasal.” Dalam pasal itu menyatakan. Pendukung hukuman mati lainnya datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi. penanggulangan krisis ekonomi dan moneter. setuju dengan penerapan hukuman mati untuk para pelaku tindak pidana korupsi. dikurangi atau dirampas oleh siapapun. hukuman mati adalah pelanggaran konstitusi. . Benarkah? Mari kita telusuri bersama. Bersama 150 negara.

hak asasi manusia yang meliputi hak untuk hidup bertentangan dengan hukuman mati itu sendiri. Pasal 28A yang dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. dan e). hak untuk tidak diperbudak. sejak 1997 tercatat ada lima undang-undang baru yang mencantumkan hukuman mati sebagai ancaman pidananya yaitu: a). Masyarakat yang beradab tidak dapat eksis tanpa ada perlindungan hukum terhadap hidup manusia.” Jadi. hak untuk hidup ini adalah hak yang tak bisa dikompromikan dengan hak-hak lain. Indonesia dan Hukuman Mati Hukuman mati dalam peraturan perundang-undangan kita diatur dalam 10 produk hukum.” Maka.Maka. hak atas hidup ini tidak perlu diragukan lagi karena yang paling penting dari semua hak asasi manusia. UU No. b). pasal 28A dan pasal 28I ini adalah payung hak asasi manusia sebagai “nonderogable human rights” atau “hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Sehingga. hak untuk tidak disiksa. Hak untuk hidup ini adalah puncak hak asasi manusia yang merupakan induk dari semua hak asasi lain. isu hukuman mati tercantum dalam perubahan Bab XA. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Perlu kita telaah kembali. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.” Jadi. hubungan antara hak asasi manusia dan hukuman mati tidak dapat dipisahkan. UU No. c). 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. UU No. 15 Tahun . Menariknya. Jika tidak ada hak atas hidup maka tidak akan ada pokok persoalan dalam hak asasi manusia lain. UU No. Lima di antaranya dibuat dalam era Soekarno dan kemudian dalam era Soeharto mengesahkan revisian salah satu peraturan perundang-undangan tersebut. hak beragama. UU No. Maka. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi. Keharusan ini berarti setiap negara wajib memiliki hukum yang melindungi hak atas hidup dalam sistem hukum. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. d). 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Selain itu. Hak untuk hidup (penentangan hukuman mati) kembali ditegaskan dalam Pasal 28I (1) dalam rumusan: “Hak untuk hidup. dalam perubahan UUD 1945. pasal 6 kovenan ini mengharuskan hak atas hidup dilindungi oleh hukum. hak untuk hidup atau the right to life adalah hak yang paling mendasar dalam UUD 1945.

tidak ada kecenderungan Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati atau pun melakukan upaya pembatasan jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. 5 di antaranya dibuat oleh Indonesia dalam masa kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Indonesia justru memperbanyak jenis kejahatan yang diancam hukuman mati. Hukuman mati belum bisa diakhiri. Selain itu. Dan jika. Maka. * Penulis adalah Direktur PUNDEN Nganjuk Jawa Timur. karena insting hewan masih mendominasi kita. Pidana-pidana yang diancam pun justru yang tidak masuk dalam kelompok kejahatan yang paling serius (the most serious crimes) menurut Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. Lima peraturan perundangundangan tersebut kesemuanya memuat tindak kejahatan dengan jenis baru yang diancam hukuman mati. dapat dinyatakan bahwa. Kecenderungan ini juga tidak memperlihatkan adanya indikasi Indonesia akan memberlakukan moratorium pelaksanaaan hukuman mati seperti diserukan oleh PBB.2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. jika kita lihat dari sisi jumlah undang-undang dan kurun tahun pengesahan terlihat bahwa Indonesia justru memperbanyak hukuman mati dan tidak mempunyai kecenderungan untuk menghapus hukuman mati. Benar juga kata-kata Nelson Mandela. maka hak hidup sebagai salah satu hak asasi manusia semakin jauh saja dari realitas kehidupan bernegara kita. ada 10 peraturan perundangundangan yang memuat ancaman pidana hukuman mati. . Jadi. sekaligus anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Jombang. upaya pemeritah dan DPR dalam menyikapi isu korupsi itu dengan mengandalkan hukuman mati sebagai salah satu strateginya. Maka.

masa kita masih berdebat soal itu. "Dalam Hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu. Jakarta. Menurut Patrialis hukuman mati bagi koruptor bisa dilakukan karena dalam UU Pidana Korupsi disebutkan aturan tersebut." kata Patrialis saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara." kata Patrialis. Undang-undangnya sudah boleh.Koruptor Bisa Dihukum Mati! Senin." .. Berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi No31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU NO 20/2001 pasal 2 ayat 2 disebutkan. Senin (5/4/2010)..16:57 wib Insaf Albert Tarigan . Patrialis menganggap perlu dijatuhkan hukuman mati bagi koruptor. Tergantung penafsiran dari hakim. Patrialis menganggap hukuman mati itu merupakan cara yang tegas dan keras untuk mengatasi kasus korupsi yang masih menjamur. pidana mati dapat dijatuhkan. "Saya kira saya setuju. Itu sudah yudikatif.Okezone JAKARTA . "Penerapannya itu di luar pemerintah.Maraknya kasus korupsi dan makelar kasus yang terekspose ke media membuat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar angkat bicara. 5 April 2010 .

Sementara di Pasal 2 ayat 1 disebutkan. "Setiap orang yang sengaja melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta atau paling banyak Rp1 milia .

Mahasiswa (001) bicara tentang Hukuman Mati dan HAM In dEmokrasi on Friday . mendapat manfaat dari iptek 28D – Hak mendapat keadilan dalam bekerja dan hukum serta status kewarganegaraan 28E – Hak dalam memilih agama. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia” Dari beberapa sumber lainnya saya menyimpulkan pengertian dan definisi hak asasi manusia sebagai berikut : Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak di dalam kandungan yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah Tuhan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat digugat siapa pun dan harus dihormati. perlindungan HAM 28J – Wajib menghormati Ham orang lain. 39 tahun 1999 : “Hak assasi manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dan suaka politik dari negara lain 28H – Hak hidup sejahtera. pendidikan. Pengertian hak asasi manusia menurut UU no. masyarakat maupun negara. jaminan social. menyatakan pendapat dan berserikat 28F – Hak berkomunikasi dan informasi 28G – Hak mendapat perlindungan. kewaraganegaraan. dan dilindungi oleh negara. dan dilindungi oleh setiap individu. identitas budaya. merdeka. tunduk pada UU Di Indonesia telah dikeluarkan UU yang membahas hak asasi manusia dan juga pengadilan hak asasi manusia. pemerintah. Hak asasi manusia meliputi: Pasal – Pokok bahasan 28A – Hak hidup 28B – Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. bebas dari penyiksaan. pekerjaan. Yogyakarta. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Program Studi Matematika. 19 March 2010 at 10:41 am Disusun oleh Endang Nur Wachidah. hak anak untuk hidup dan mendapat perlindungan 28C. Universitas Gadjah Mada. kepercayaan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia .Hak pengembangan diri. tempat tinggal . 07/253163/PA/11551. dijaga. pelayanan kesehatan. berikut ini yang termasuk dalam hak asasi manusia menurut UUD 1945 RI yang telah diamandemen Pasal 28 tentang hak asasi manusia secara singkat. dan hak milik 28I – Hak hidup. bebas dari diskriminatif. Supaya kita lebih mengenal tentang apa saja yang terkandung dalam hak asasi manusia. hukum. pendidikan. dijunjung tinggi. Jurusan Matematika. Memulai membicarakan topik Hukuman Mati vs Hak Asasi Manusia akan lebih baik kita menelaah terlebih dahulu tentang pengertian dan definisi Hak Asasi Manusia.

26 Tahun 2000 BAB III Pasal 8 : Kejahatan Genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa. penyiksaan.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 9 : Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dan serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. ras. kelompok agama. Masih pantaskah ada negara yang menjatuhkan hukuman mati dan di sisi lain terjadi berbagai upaya memperjuangkan perlindungan HAM ? . berupa : pembunuhan.26 Tahun 2000 tidak disebutkan mengenai penggolongan pelanggaran HAM ringan. Sehingga dapat disimpulkan pelanggaran HAM ringan adalah komplemen dari pelanggaran HAM berat.memahami tentang pentingnya hak asasi manusia sehingga dapat menjalankan kehidupan dengan segala hak dan kewajibannya tanpa melanggar hak asasi orang lain. perbudakan. kejahatan apartheid. pelacuran secara paksa. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia berat? Menurut UU No. Apa sajakah yang termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia ringan ? Dalam UU No. marilah kita mengamati fenomena hukuman mati yang dijatuhkan pada para penjahat yang melakukan tindak kejahatan tertentu di negara kita. Dalam UU No. Kejahatan Genosida 2. dan masih banyak lagi. Kejahatan terhadap kemanusiaan Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan Genosida ? UU No. Apa yang dimaksud kejahatan apartheid ? Kejahatan Apartheid adalah perbuatan tidak manusiawi dengan sifat yang sama dengan sifat-sifat yang disebutkan dalam pasal 8 yang dilakukan dalam konteks suatu rezim kelembagaan berupa penindasan dan dominasi oleh suatu kelompok rasial atas suatu kelompok atau kelompok-kelompok ras lain dan dilakukan dengan maksud mempertahankan rezim itu. pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi : 1. penghilangan orang secara paksa. Sebut saja hukuman mati yang dijatuhkan pada para teroris pelaku peledakan Bom Bali I. Apakah yang dimaksud dengan Kejahatan terhadap kemanusiaan ? UU No. pemusnahan. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia dijabarkan mengenai jenis dan tingkatan pelanggaran hak asasi manusia. pengusiran secara paksa. perbudakan seksual. Setelah kita mengetahui definisi hak asasi manusia dan telah mengenal jenis pelanggaran HAM. perampasan kemerdekaan. kelompok etnis. pemerkosaan.26 Tahun 2000 BAB III Pasal 7. Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

dan ratusan terpidana mati lain. reaksi itulah yang terjadi pada hari-hari pasca eksekusi terhadap Fabianus Tibo. Latvia. namun tetap menjadi sorotan publik bahkan memicu kerusuhan yang berujung pada tindakan perusakan terhadap sejumlah kantor pemerintah. didasarkan pada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewssdje). Tibo Cs. Angka ini jelas bukan merupakan jumlah yang kecil. UU No 7/Drt/1955. Terjadi banyak pro kontra seputar hukuman mati di Indonesia. Kazakstan. . S. bukanlah terpidana terakhir yang harus menghadapi hukuman mati. Di sisi lain. UU No 22 Tahun 1997. Setidak-tidaknya.H. Beberapa filsafat memandang tujuan penghukuman atau pidana sebagai bentuk pembalasan dan pemberi rasa takut atau efek pencegah (deterrent effect) bagi orang lain agar tidak melakukan kejahatan serupa di kemudian hari. Secara yuridis. Terdapat beberapa pakar hukum yang berpendapat mengenai hukuman mati di Indonesia.. Apakah semua masyarakat Indonesia setuju dengan adanya hukuman mati yang diberlakukan Indonesia? Tidak. Bisa jadi. dan Peru. kini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak menjatuhkan hukuman mati dibanding negara lain di dunia. dikaitkan pula dengan jumlah negara penganut hukuman mati (retentionist countries) yang terus-menerus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. UU No 31 Tahun 1999. El Savador. dan ratusan terpidana mati lain.tergolong sebagai salah satu negara yang paling minim menerapkan hukuman mati sampai tahun 2001. apakah penerapan hukuman mati seperti yang diberlakukan terhadap Tibo Cs. sekalipun sudah memicu perdebatan sejak ratusan tahun lalu. Bagaimana di Indonesia? Tentu kita mengingat hukuman mati yang telah dijatuhkan kepada teroris pelaku pengeboman Bom Bali. Putusan mana didasarkan pada ketentuan hukum positif yang berlaku. bila mengingat Indonesia – menurut catatan Amnesty International. memang masih layak dipertahankan? Sejalankah praktek penghukuman seperti itu dilihat dari perspektif hak asasi manusia dan tujuan penghukuman itu sendiri?. [Penulis adalah Direktur Kantor Hukum Justitia Padang dan Advokat pada LBH Padang] Hukuman mati (the death penalty). Brazil. Amrozi cs. Fiji. dan Marinus Riwu. terpidana mati dalam kasus kerusuhan Poso.M. Diantaranya adalah Bolivia. pelaksanaan hukuman mati terhadap Tibo Cs. Persoalannya. UU No 5 Tahun 1997. tetapi masih ada ratusan terpidana mati lain yang kini sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati. 1. Dari kenyataan ini. yang “diakhiri’ nyawanya oleh regu tembak dua tahun lalu atau tepatnya pada tanggal 22 September 2006.Kenyataannya masih banyak negara yang undang-undangnya menjatuhkan hukuman mati sebagai ganjaran atas suatu perbuatan kejahatan luar biasa seperti kejahatan di bawah hukum militer atau kejahatan yang dilakukan dalam keadaan luar biasa. Israel.. Chile. dan lain sebagainya. ada pula yang memandang hukuman sebagai cara untuk memperbaiki dan memberi efek jera bagi si pelaku sehingga tidak mau lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Ternyata di negara kita juga masih melakukan hukuman mati. Sudi Prayitno. Di bawah ini petikannya. LL. terlihat bahwa penerapan hukuman mati di Indonesia semakin menunjukkan kecederungan yang meningkat dilihat dari peningkatan jumlah peraturan perundangundangan yang mengatur hukuman mati. seperti KUHP. UU No 26 Tahun 2000. Dominggus da Silva.

Sebaliknya.E. meskipun ICCPR sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang berarti kewajiban untuk melaksanakan ketentuan didalam kovenan tersebut telah secara otomatis melekat pada Pemerintah . “Setiap orang berhak atas kehidupan. tanpa dihukum mati pun. mungkin akan membuat kejahatan si pelaku terbalaskan setidaknya bagi keluarga korban dan akan membuat orang lain takut melakukan kejahatan karena akan diancam dengan hukuman serupa.Menurut pandangan pertama. Jaminan ini dipertegas dengan Pasal 5 DUHAM dan Pasal 7 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights-ICCPR) yang berbunyi. Sahetapy: 2006). Sayangnya. misalnya dihukum seumur hidup dengan atau tanpa pencabutan beberapa hak tertentu atau penjara di tempat yang jauh dan terpencil. Hukuman mati. Sekalipun instrumen hukum internasional yang mengatur persoalan hak asasi manusia tersebut tidak dapat memaksa suatu negara untuk mematuhinya kecuali negara yang bersangkutan telah menandatangani rumusan hukum yang tertuang dalam perjanjian internasional yang dibuat untuk itu. kebebasan dan keselamatan sebagai individu”. apakah filosofi deterrent effect itu berjalan efektif? Melihat praktek pelaksanaan pidana mati yang ada di Inggris. namun sebagai bagian dari masyarakat bangsa-bangsa yang berkomitmen memajukan hak asasi manusia. pelanggaran hak asasi manusia. dapat memberi rasa takut bagi seseorang untuk melakukan kejahatan. diperlakukan atau dihukum secara tidak manusiawi atau dihina“ dan dikuatkan dengan Protokol Opsional Kedua atas Perjanjian Internasional mengenai Hakhak Sipil dan Politik tahun 1989 tentang Penghapusan Hukuman Mati. Namun hal itu jelas tidak akan dapat memperbaiki diri si pelaku dan membuat dirinya jera untuk kemudian hidup menjadi orang baik-baik. justeru semakin banyak orang yang tidak takut melakukan korupsi. Indonesia wajib menghormati dan melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya tanpa pandang bulu. Bila penerapan hukuman mati itu dimaksudkan sebagai ketentuan hukum tertulis yang berfungsi untuk menakut-nakuti (sock therapy law). melahirkan keraguan apakah penerapan hukuman mati akan membuat orang takut atau justeru semakin berani untuk melakukan kejahatan. karena kesempatan itu sudah tidak ada lagi disebabkan dirinya sudah dimatikan sebelum sempat memperbaiki diri. penerapan hukuman mati dapat digolongkan sebagai bentuk hukuman yang kejam dan tidak manusiawi. penjatuhan hukuman penjara untuk waktu tertentu di suatu tempat tertentu atau perampasan beberapa barang tertentu. seorang pelaku kejahatan dapat merasakan pembalasan atas tindakannya dengan bentuk hukuman lain. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) yang berbunyi. tujuan hukuman baru akan terwujud apabila pelaku kejahatan diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan semakin berat hukuman akan semakin membuat orang takut melakukan kejahatan. “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. Dari perspektif hak asasi manusia. melakukan kejahatan terorisme. membunuh secara berencana. Begitu juga bagi masyarakat. Masalahnya. dimana pada saat orang ramai berkerumun untuk menyaksikan penggantungan sang pencopet. para pencopet lain justeru menggunakan kesempatan itu untuk menggerayangi saku para penonton (J. dan sebagainya.

maka tidak bisa dijatuhi pidana mati. Agaknya. …. Syarat lain. kalau pemerintah masih ingin memberlakukan hukuman mati. dst. “Kalau ada descending opinion (pendapat berbeda). peraturan perundang-undangan yang seharusnya dibuat untuk melindungi HAM setiap orang justeru menjadi alat legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM itu sendiri. hak negara untuk melakukan eksekusi menjadi kedaluwarsa dan pidana mati harus diubah menjadi pidana seumur hidup. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun” (Pasal 4). Atas nama keadilan. fakta itulah yang saat ini sedang terjadi di negeri ini. Artinya. hak untuk tidak disiksa. Mardjono Reksodiputro. karena termasuk kategori pidana khusus. Pakar Hukum Universitas Indonesia Delapan pakar hukum dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia setuju pemberlakuan hukuman mati tanpa syarat bagi produsen dan pengedar narkotika. Dari sembilan pakar hukum pidana yang dimintai keterangan di Mahkamah Konstitusi. Hal itu terungkap dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi. diubah menjadi hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun. Rabu (20/6). “Bisa digunakan pidana mati percobaan. keputusan hakim ketika menjatuhkan vonis juga harus bulat. Menurut dia. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang memungkinkan diterapkannya pidana mati di satu sisi dan adanya jaminan dalam Konstitusi RI UUD 1945 (Amandemen Kedua) Pasal 28I Ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya” yang diikuti dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan bahwa “Hak untuk hidup.Indonesia. Sulit kiranya menerima. Salah satu pakar hukum yang mendukung hukuman mati tanpa syarat adalah Didik Endro Purnomo.” Anggota Komisi Hukum Nasional itu berpendapat pemerintah saat ini masih ragu-ragu melakukan eksekusi mati. Menurut dia. penjelasan hukuman mati dalam UU tentang narkotika harus dibarengi dengan beberapa syarat. harus ada syarat pidana khusus atau penghapusan total. Agaknya. belum terlihat adanya political will dari pemerintah untuk menghapuskan pidana mati di Indonesia. Menurut dia. problematika penerapan hukuman mati di Indonesia tampaknya sudah mendesak untuk dicarikan jalan keluarnya. Mardjono mengatakan. hanya Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia yang menyatakan pemberlakuan hukuman mati harus disertai syarat. Banyak kasus yang membuktikan terpidana mati mendapatkan status yang tidak jelas ketika menunggu waktu eksekusi. terpidana mati dihukum dulu 10 tahun penjara. apabila terpidana mati tidak dieksekusi selama 10 tahun. Kalau dapat memperbaiki diri. .” ujarnya. 2. ahli hukum pidana dari Universitas Airlangga Surabaya. jelas menunjukkan kesimpangsiuran peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. hakim berhak mencabut nyawa seseorang.

Romli Atmasasmita. Kubu yang sepakat pemberlakuan hukuman mati berpendapat negara perlu menerapkan hukum yang memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. menolak menghadapi ajal dengan cara ditembak dan memilih mati syahid dipancung. dan Universitas Pattimura juga menyatakan setuju dengan pemberlakukan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkotika. nyatanya masih banyak negara memberlakukan hukuman keji tersebut. Tibo dan kawankawan. Pendapat pro-kontra kian meruncing. kerajaan itu membolehkan menghukum seseorang dengan jalan pencabutan nyawa. Universitas Jember.ketentuan hukuman mati tidak melanggar UUD 1945 karena hak hidup tidak berlaku bagi seseorang yang telah melakukan tindak pidana. “Undang-undang narkotika merupakan upaya untuk melindungi masyarakat. Meski tidak bisa dikatakan mayoritas. Di bawah kepemimpinan Raja Hamurabi. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung ini berbagi pendapat soal pemberlakuan hukuman mati dan usaha jalan tengah yang kini sedang ditempuh memecah kontroversi hukuman keji ini. Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Bandung Tiga puluh sembilan abad berlalu setelah hukuman mati pertama kali yang dicatat dalam sejarah terjadi di Kerajaan Babilonia. Universitas Sumatera Utara. Terentang jarak waktu yang panjang tidak juga mengikis aturan hukum yang membolehkan pembunuhan terhadap orang lain atas nama penegakan keadilan. divonis mati di hadapan regu tembak. hukuman mati justru memotivasi pelaku lain untuk melakukan kejahatan serupa demi membela keyakinan.” Sidang uji materi Undang-Undang tentang Narkotika yang mengundang pakar hukum dari Universitas Indonesia. mantan Koordinator Tim Perancangan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Terorisme. Setelah sempat memanas ketika terpidana pelaku kerusuhan Poso. Universitas Parahiyangan. Sedangkan di seberang. Universitas Gadjah Mada. Mereka juga menolak meminta ampun kepada presiden yang dinilai bukan sebagai representasi hukum Allah. termasuk Indonesia. kubu yang menolak hukuman mati berargumen bahwa jenis hukuman ini terbukti tidak efektif membuat efek jera.com Kurniawan Tri Yunanto mewawancarai Romli Atmasasmita. terpidana mati pelaku Bom Bali I. Untuk kejahatan yang berlatar belakang keyakinan.121 gram heroin ke Bali 3. salah satu dari 9 warga Australia (kasus Bali 9) yang dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 5. Mengurai kontroversi pemberlakuan hukuman mati. Perdebatan kembali merebak ketika Amrozi dan kawan-kawan. wacana penghapusan hukuman mati tidak lagi ramai dibicarakan. Pengujian undang-undang tersebut diajukan oleh Scott Anthony Rush. Universitas Airlangga. reporter VHRmedia. …………. . Apalagi kehidupan bernegara akan terancam jika generasi muda dirusak oleh narkotika.

HAM. Lalu kita masuk dalam pergolakan itu dan dipaksa untuk mengambil sikap mendukung mana. tapi untuk pecandu ya diobati. diberi kesempatan 10 tahun untuk menunjukkan bahwa dia patut diabolisi. lalu ancaman pidana mati tidak boleh. Idealnya. Dulu saya masih ingat. mengenai kejahatan yang sangat serius. Kalau secara akademis memang bisa diperdebatkan. tapi termasuk pengecualian. saya menyarankan hukuman pidana mati tetap ada. Apakah itu juga berlaku untuk kejahatan terorisme? Kenapa untuk terpidana mati kasus terorisme seperti Bom Bali I tidak ada yang protes dan diem saja? Australia. Hukuman mati soal terorisme itu kan juga masuk human right. Kita di tengah pergolakan kehidupan internasional yang berstandar ganda. mungkin ada pemikiran yang berkembang apakah kita harus seperti itu. Lalu keterangan JE Sahetapy menyatakan hukuman mati bertentangan dengan Pancasila dan harus dihapus. tapi mereka tidak protes. Secara agamis dipertentangkan. Sekarang kita pilihannya apa? Kita hidupkan orang yang nyata-nyata bikin orang teler? Makanya saya setuju KUHP ambil jalan tengah seperti itu. Tapi dampaknya sekarang. Sekarang mau milih efisiensi. Makanya saya setuju dengan RUU yang kita buat. Tapi masalahnya di UU Narkotika kan dibedakan antara pecandu dan pengedar Pengedar memang mati. tetap saja memberlakukan hukuman mati. tidak ada yang dihukum mati. Sekarang. Di sini? Kita lebih milih mana? Kalau saya sih mending kenceng sekalian seperti Singapura. narcotic crime. Dalam hukum pokoknya tidak diperbolehkan. Kalau secara penegakan hukum. tapi dalam pasal tertentu hukuman mati diperbolehkan untuk hal tertentu. Rakyatnya senang. MK mungkin melihat untuk kasus Indonesia dengan melihat maraknya peredaran narkotika. Itu sudah diakui dan satu paket. Eropa menolak hukuman mati. langsung berteriak. Tapi kalau warga negaranya ada yang dipidana mati. Mungkin ini jalan keluar yang terbaik. kita berdiri di tengah. kalau ada pidana mati untuk terorisme langsung bersorak. Kalau pidana mati dihapus keseluruhan. tapi penduduknya aman. Meski diprotes seperti apa pun. Tapi implementasi pidana mati tidak harus digantung. Siapa pun yang masuk ke situ pasti mati. atau efektif untuk perlindungan republik ini? Kalau saya untuk perlindungan yang lebih besar. Jadi. Lihat saja Singapura. dan perdagangan senjata itu termasuk international crime. Dalam hukuman pidana yang baru nanti. Terrorism. kenapa untuk kasus narkotika mereka protes? Ini harus betul-betul fair. Sekarang beberapa negara justru menerima lagi. secara undang-undang menghendaki dihapus. Sekarang bagaimana . Tapi harus dikembalikan lagi. … Sejak tadi kita bicara mengenai kontroversi hukuman mati. orang mikir-mikir melakukan tindak kejahatan di negeri itu. Jadi di antara pro dan kontra. menurut Anda seperti apa? Ini kan berkaitan dengan pilihan. Pro – kontra ini pasti tidak selesai dalam satu zaman. korbannya banyak. Itu lebih fair.Dalam uji UU Narkotika beberapa hakim konstitusi menyatakan pendapat berbeda. Kalau politis tergantung perpolitikan di negeri ini.

menjembatani antara kepentingan politis ini? Cepat saja RUU KUHP itu diundangkan, atau minimal bikin perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) pengaturan ketentuan hukuman mati atau gimanalah biar bisa mengurangi kontroversi. Apa pertimbangan menerbitkan perpu berkaitan hukuman mati? Pertimbangannya keadaan mendesak. Bahwa sebenarnya kita memerlukan pidana mati, tapi dengan bersyarat. … Setelah putusan MK, Gubernur Lemhannas Muladi menyatakan hukuman mati tidak bisa diberlakukan terhadap koruptor. Tanggapan Anda? Memang di luar negeri tidak ada koruptor yang dipidana mati. Paling tinggi 15 tahun. Seumur hidup itu tidak ada. Hanya kita yang ada. Tidak ada masalah. Toh koruptor itu kan hanya dirinya sendiri. Dengan hukuman 20 tahun saja sudah cukup bagi para koruptor. Derajatnya itu narkotika lebih berat daripada koruptor. China saja sekarang main tembak koruptor kewalahan sendiri, kok masih banyak yang bandel. Akhirnya mereka lebih pada pencegahan dan berguru pada Korea Selatan dan Hong Kong. Kalau korupsi itu harus difokuskan ke akar masalahnya. Ada usulan mengganti hukuman mati dengan hukuman seumur hidup. Tanggapan Anda? Hukuman hidup itu sebenarnya lebih payah. Pertama, benar-benar hidup dalam penjara selamanya. Kedua, negara akan keluar biaya besar untuk mengongkosi. Sanggup tidak negara? Sebenarnya arahnya kita sekarang ini pada penghapusan hukuman mati. Cuma jika hapus total, akan memunculkan reaksi politis, khususnya dari partai-partai Islam. Setelah kita sama-sama mengetahui sebagian tentang hak asasi manusia dan pendapat para pakar hukum mengenai hukuman mati, seyogyanya kita telah mempunyai pendapat tentang kontroversi hukuman mati di Indonesia. Telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang hak asasi manusia yang melindungi hak setiap orang untuk hidup, namun ironisnya pemerintah membentuk Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang kemudian telah disahkan menjadi undang-undang. Dalam salah satu pasalnya berbunyi : Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Menurut saya, Perpu No 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menjatuhkan hukuman mati melanggar UUD 1945 Pasal 28. Tak seharusnya pemerintah menjatuhkan hukuman mati untuk pelaku terorisme karena merebut hak hidup pelaku terorisme. Perampasan hak hidup mengakibatkan perampasan HAM yang lainnya seperti hak meneruskan keturunan, mengembangkan diri, dan sebagainya. Dalam UUD 1945 tentang HAM tidak disebutkan adanya pengecualian tentang perlindungan HAM, artinya perlindungan terhadap HAM adalah hak seluruh penduduk Indonesia. Akan lebih baik jika hukuman tertinggi untuk tindak pidana terorisme adalah hukuman seumur hidup. Diharapkan pelaku dapat bertaubat dari kejahatannya serta dapat melanjutkan hidupnya dalam penjara. Walaupun telah banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya, namun ia sebagai manusia tetap memiliki HAM yang dilindungi UUD 1945. Telah dijelaskan oleh salah satu pakar hukum di Indonesia bahwa jika hukuman mati digantikan dengan hukuman seumur hidup akan menyebabkan semakin beratnya beban keuangan pemerintah. Bagaimanakah solusinya? Jika pemerintah punya niat yang baik untuk benar-benar melindungi HAM para pelaku kejahatan, pasti ada jalan keluar untuk masalah tersebut. Pemerintah dapat memulai melatih ketrampilan pada narapidana agar mereka dapat hidup mandiri walaupun mereka berada dalam penjara. Seperti yang telah dilakukan di beberapa rumah tahanan di Indonesia dengan melatih para tahanan untuk membuat benda-benda yang bernilai ekonomis misalnya membuat perabot rumah tangga dari kayu, membuat hiasan, bahkan tidak mungkin tenaga narapidana bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah perusahaan kecil-kecilan. Hasil kerja keras mereka dapat ditabung untuk membiayai kehidupan mereka. Tentu saja pemberdayaan sumber daya manusia di dalam penjara dapat dilakukan secara maksimal setelah para tahanan bertaubat dan kembali menjadi manusia yang baik akhlak dan perbuatannya. Pemerintah dapat meminta bantuan dari tokoh agama atau pihak lain yang kompeten mengembalikan para tahanan ke jalan yang benar demik

UPAYA PENCEGAHAN AKSI TERORISME MELALUI PENDEKATAN HUKUM
I. Latar Belakang Masalah Aksi Terorisme di Indonesia sepanjang tahun 2000-2009 di Indonesia tercatat telah terjadi 22 pengeboman, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan yang baru-baru ini para teroris melakukan peledakan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan pada jum’at pagi, tanggal 17 Juli 2009 dengan Jumlah korban tewas 9 orang dan luka-luka 55 orang, Aksi terorisme di Indonesia sebenarnya dimulai dengan ledakan bom yang terjadi di kompleks Perguruan Cikini dalam upaya pembunuhan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, pada tahun 1962 dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya sampai pada bulan Agustus 2001 yaitu Peledakan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Ledakan melukai enam orang, semua aksi pemboman di Indonesia sepanjang tahun 1962 sampai dengan Agustus 2001 hanya menjadi isu dalam Negri, namun sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, yang memakan 3.000 korban.. Peristiwa 11 September mengawali babak baru isu terorisme menjadi isu global yang mempengaruhi kebijakan politik seluruh Negara-negara di dunia, sehingga menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi Terorisme sebagai musuh internasional. Pembunuhan massal tersebut telah mempersatukan dunia melawan Terorisme Internasional . Pasca tragedi 11 september 2001 Indonesia sendiri belum menganggap aksi pemboman yang terjadi di dalam negri sebagai aksi terorisme tapi aksi separatis/para pengacau keamanan seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan sebagainya, Pemerintah Indonesia baru menganggap adanya aksi Terorisme di Indonesia, setelah terjadinya Tragedi Bom Bali I, tanggal 12 Oktober 2002 yang merupakan tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia , yaitu menewaskan 184 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Hal ini terbukti pasca tragedy Bom Bali I, Pemerintah megeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada 2 tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Undang-undang ini dikeluarkan mengingat peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab UndangUndang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme. Maka obyek kajian ini di focuskan pada pendekatan-pendekatan Hukum yang di titik beratkan pada pengertian terorisme atau teroris, latar belakang terjadinya aksi terorisme, kajian akademis yang berbasis hukum nasional dan internasional terhadap pasal-pasal yang ada pada UU anti teroris Indonesia yaitu Perpu No. 1 tahun 2002 dan revisi UU No. 15 tahun 2003 dan apakah terdapat kelemahan pendekatan legal formal yang diterapkan melalui UU anti terorisme dalam menindak para pelaku Terorisme II. Landasan Teori Menurut Konvensi PBB Tahun 1937 , Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditunjukan langsung kepada Nrgara dengan maksud menciptakan bentuk terror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Menurut Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang pemberantasan Tindak Pidana

10. 3. Istilah Terorisme Dari segi bahasa. bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme. berasal dari bahasa latin ”terrere” yang berarti gemetaran dan ”detererre” yang berarti takut. 2. politik ataupun agama Menurut A. ketakutan. Kata Terorisme yang artinya dalam keadaan teror (under the terror). Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain. Tindak pidana terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme. pasal 1 ayat (1). berdasarkan ketentuan pasal 8. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7) . 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme). dengan maksud mengintimidasi pemerintah. dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama.C Manulang . 4. yang dapat berupa motif sosial. istilah teroris berasal dari Perancis pada abad 18. Bab I Ketentuan Umum. Mengambil korban dari masyarakat sipil. 7. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal. Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu. jika: 1. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut. kematian. Terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan. 9. Pasal 6. ideologi dan etnis serta kesenjangan ekonomi. Istilah terorisme pada awalnya digunakan untuk menunjuk suatu musuh dari sengketa teritorial atau kultural melawan ideologi atau agama yang melakukan aksi kekerasan terhadap publik. Istilah terorisme dan teroris sekarang ini memiliki arti politis dan sering digunakan untuk mempolarisasi efek yang mana terorisme tadinya hanya untuk istilah kekerasan yang dilakukan oleh . ketidakpastian dan keputusasaan massal. yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah: 1.Terorisme . 2. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak pihak. dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6) . Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme. III. atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme Menurut Muhammad Mustofa . Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku. Analisis dan Pembahasan 1. Menggunakan kekerasan.

15 tahun 2003 ada pencantuman beberapa tindak pidana dimana beberapa pasal bukan hanya dirumuskan terlalu luas. pria. Indikasi ini diperkuat dengan bersemangatnya pemerintah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi masalah terorisme ini . nelayan kecil-kecilan dan pekerja . Aksi terorisme dapat dilakukan oleh individu. hanyalah sebatas bahwa aksi terorisme dilakukan secara acak. tujuan. pelaku dipidana paling lama 15 Tahun. 2. Diakui untuk peledak adalah Kewenangan Intelejen tidak menjelaskan jenis bahan-bahan menambah yang dimaksud. korban bisa saja militer atau sipil . muda bahkan anak-anak. dari sudut pandang yang diserang . Apabila bahan-bahan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbukti digunakan dala tindak pidana terorisme . siapapun dapat diserang. namun mayoritas membedakan antara kekerasan yang dilakukan oleh negara dengan terorisme. setiap orang dengan sengaja dan melawan hukum memperdagangkan bahan-bahan utama yang berpotensial untuk digunakan sebagai bahan peledak b. antara lain target. sekelompok orang atau Negara sebagai alternatif dari pernyataan perang secara terbuka. pejuang kebebasan atau patriot. the use word terorism is one method of delegitimation often use by side that has the military advantage. misalnya antara lain paramiliter. Polarisasi tersebut terbentuk dikarenakan ada relativitas makna terorisme yang mana menurut Wiliam D Purdue (1989) . Kajian Akademis terhadap UU Anti Terorisme Indonesia Terdapat kesan yang kuat bahwa pemerintah lebih mengedepankan pendekatan legal formal dan represif dalam menangani masalah terorisme di tanah air. Pada saat akan disahkan Perpu 1 tahun 2002 menjadi UU No. Ia sekedar strategi . yang berbunyi : a. wanita. laporan intelejen dan sebagainya Dalam Revisi UU No. bagaimanapun lebih diterima dari pada yang dilakukan oleh ” teroris ” yang mana tidak mematuhi hukum perang dan karenanya tidak dapat dibenarkan melakukan kekerasan. Meski kemudian muncul istilah State Terorism. motif balas dendam dan motif-motif berdasarkan aliaran kepercayaan tertentu. Kekerasan yang dilakukan oleh kombatan Negara. Negara yang terlibat dalam peperangan juga sering melakukan kekerasan terhadap penduduk sipil dan tidak diberi label sebagai teroris. motif ekonomi.pihak musuh. Dapat dikatakan secara sederhana bahwa aksi-aksi terorisme dilatarbelakangi oleh motif – motif tertentu seperti motif perang suci. 15 tahun 2003 banyak kecaman yang menyulut pertentangan dan kritik terhadap seputar hak-hak asasi manusia berkenaan dari berbagai hal antara lain Asas Retroakif. instrumen atau alat untuk mencapai tujuan . Dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. tidak mengenal kompromi . Negara yang mendukung kekerasan terhadap penduduk sipil menggunakn istilah positif untuk kombatan mereka. kaya miskin. Dengan kata lain tidak ada terorisme untuk terorisme. Namun patut disadari bahwa terorisme bukan suatu ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama. Kebanyakan dari definisi terorisme yang ada menjelaskan empat macam kriteria. padahal produsen pupuk . waktu penangkapan yang 7 X 24 jam . Sedangkan teroris merupakan individu yang secara personal terlibat dalam aksi terorisme. motivasi dan legitmasi dari aksi terorisme tersebut. tetapi berpotensi melanggar HAM . termasuk usulan untuk mengeluarkan Internal Security Act yang diyakini oleh banyak pihak pasti akan bersifat represif. Hal tersebut terlihat dengan adanya kriminalisasi atau menjadikan perbuatan sebagai tindak pidana pada aktivitas – aktivitas untuk perbuatan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme seperti pada Pasal 9 A . tua. kecuali mungkin karena motif-motif kegilaan..

Namun tidak disebutkan siapa pejabat lain yang ditunjuk itu. Dalam Perpu No. memeriksa dan menyita surat dan kiriman melalui pos serta melakukan penyadapan pembicaraan9. 1 Tahun 2002 sebenarnya terdapat pasal- . Sebelumnya dalam UU No. Laporan intelejen tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagai alat bukti sebagaimana revisi pasal 27 UU Anti Terorisme . . kain dan botol kosong pun dapat menjadi bahan peledak. Pasal 31 RUU juga memasukkan hak-hak penyidik untuk membuka. Jika ketentuan pasal tersebut disahkan akan terjadi ketidak adilan dan kerancuan dalam penerapannya di lapangan. Penyidik cukup memiliki bukti permulaan yang cukup untuk bisa melakukan itu semua. Laporan Intelejen tidak dijadikan sebagai alat bukti ( Primary Evidence ) melainkan sebagai bukti permulaan yang merupakan bukti pendukung ( Supporting Evidence ). Untuk itu ada baiknya diperlukan peraturan distribusi bahan-bahan kimia serta badan pengawas yang bertugas mengawasi peredaran bahan kimia yang berpotensi sebagai bahan peledak di pasaran. Pasal itu bahkan tidak memberikan batasan terhadap tindakan penyadapan apa saja yang boleh dilakukan oleh penyidik.tambang pun membutuhkan bahan-bahan yag jika dicampur dengan bahan-bahan tertentu dapat menjadi peledak. Pada Pasal 34 RUU dicantumkan bahwa pemeriksaan dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa melakukan tatap muka dengan tersangka dengan menggunakan layar monitor . Crime evidence dapat mencakup intellegence evidence . Sedangkan crime evidence merupakan fakta hukum yang konkret sebagai ciri rule of law. Laporan intelejen pada ayat (1a) jika berasal dari instansi lain selain dari Kepolisian RI wajib diautentifikasi oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk . Tetapi intelegence evidence tidak dapat dianggap sebagai crime evidence karena intelegnce evidence tidak memerlukan sebagai fakta hukum untuk merumuskan perbuatan-perbuatan sebagai indkasi atau dasar adanya tindak pidana . Dimana hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya dan diragukan terealisasi dengan baik. dalam perspektif hukum pidana menggunakan laporan intelejen sebagai alat bukti jelas mengabaikan azas praduga tak bersalah ( presumption of innocent ) dan tidak dapat diabaikan kemungkinan dilakukannya inkriminasi terhadap para tersangka terorisme. Selain itu diakui oleh Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Mayor Jenderal Sudradjat bahwa memang pasal ini ditambahkan untuk memberikan perluasan kewenangan intelejen untuk memburu dan menangkap pihak-pihak yang berencana melakukan aksi terorisme. Bahkan bensin. Pada pasal 26 RUU dinyatakan bahwa laporan intelejen dapat dijadikan sebagai bukti permulaan . RUU ini mengijinkan penggunaan teleconferenci sebagai alternatif kehadiran saksi di muka sidang pengadilan. Terorisme memiliki kaitan antara delik politik dan delik kekerasan. Dalam hukum pidana terdapat perbedaan mendasar antara pengertian intelegence evidence dan crime evidence. 15 Tahun 2003. sehingga pandangan mengenai terorisme seringkali bersifat subjektif . Hal ini dikarenakan intelegence evidencemerupakan abstraksi data yang seringkali tidak memerlukan pembuktian. Namun RUU tidak menjelaskan apa prasyarat tehnis untuk membuat suatu kesaksian di pengadilan dengan menggunakan teleconferenci seperti sertifikasi sistem komunikasi dan keamanan ruangan saksi yang diperiksa melaui teleconferenci sehigga keterangan saksi terlepas dari intervensi yang dilakukan oleh penyidik di belakang layar teleconference tersebut. Selain itu menimbulkan kerancuan siapa dapat digolongkan sebagai pembeli yang legal atau illegal berdasarkan dari itikad pembeliannya. Misalnya korban tewas yang dikarenakan bom mobil atau keterlibatan Noordin M Top dan Dr Azhari dalam peledakan Bom Kuningan adalah intelegence evidence.

Mahkamah Konstitusi ( MK ) mempertimbangkan Asas Retroaktif adalah asas hukum yang bersifat universal yang hanya dapat diberlakukan ada jenis kejahatan tertentu yang berupa Kejahatan Genosida ( crimes of genocide ). Sisi Negatif Pendekatan Legal Formal Kebijakan yang terlalu bertumpu kepada pendekatan legal formal dan bersifat represif. Dan ternyata terdapat desakan yang sangat kuat untuk memasukkan kejahatan treaty based crimes related to terorism and drug trafficking sebagai kejahatan kemanusiaan sehingga banyak ahli hukum yang mendukung International Criminal Court ( ICC ) untuk memasukkan kejahatan-kejahatan tersebut dalam yurisdiksinya. maka sewajarnyalah bahwa kejahatan terorisme termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena korbannya massal dan menghancurkan kemanusiaan dan peradaban. Bertitik tolak dari pembahasan mengenai yurisdiksi ICC diatas. International Criminal Court ( ICC ) adalah lembaga prospektif yang seharusnya tidak hanya menerapkan yurisdiksinya terhadap kejahatan-kejahatan yang ditentukan oleh Statuta Roma Tahun 1998 . Di lingkup internasional penertian terorisme masih terdapat perdebatan alot. perlu ditinjau ulang karena bukan saja tidak mampu mengatasi masalah terorisme tetapi justeru dapat meningkatkan tindakan kekerasan semacam itu di masa depan . Pemerintah perlu memikirkan alternatif pendekatan dalam menyelesaikan masalah terorisme di tanah air diluar pendekatan legal formal / represif. 15 Tahun 2003 tidak dapat diberlakukan Asas Retroaktif karena hal tersebut bertentangan dengan pasal 1 ayat (3) dan pasal 28 i ayat (1) UndangUndang Dasar 1945 . kejahatan perang dan kejahatan agresi. 3. Dalam hal ini . kejahatan terhadap kemanusiaan ( crimes of humaninity). Ini artinya. Sanksi pidana pada dasarnya untuk mencegah agar sesorang tidak . kejahatan perang ( war crimes ) dan kejahatan agresi (agression). Namun berkaitan dengan yurisdiksi ICC . asas ini dapat disimpangi bila negara yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa negara tersebut dapat menerima pelaksanaan yurisdiksi oleh pengadilan yang berkaitan dengan kejahatan masa lalu. Kemudian pada Bulan Juli 2004 MK menyatakan bahwa UU No. tetapi bukan sebagai kejahatan kemanusian.pasal yang sangat riskan melanggar HAM yaitu Pasal 46 tentang Asas Retroaktif. asas legalitas tetap dipandang sebagai asas fundamental. Menurut MK. Perdebatan tersebut berputar pada apakah terorisme dapat dimasukkan sebagai kejahatan terhadap kemanusian ( crimes againts humanity ) atau kejahatan luar biasa ( extra ordinary crimes ). Hal ini tentunya menimbulkan kontroversi para praktisi hukum di Indonesia karena keputusan MK tersebut hanya memperhatikan Hak Asasi para pelaku Terorisme saja tidak mempertimbangkan akibat dari terorisme itu sendiri termasuk para korban. masyarakat pada umumnya bahkan akibat terorisme itu akan menyebabkan persepsi negatif bangsa-bangsa dunia terhadap indonesia bahwa indonesia merupakan sarang terorisme dan beranggapan bahwa situasi keamanan indonesia tidak aman. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2002 mengenai pemberantasan tindak pidana terorisme pada peledakan Bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 tidak memiliki kekuatan yang mengikat. terorisme bukanlah kejahatan terhadap genosida . maka kejahatan terorisme untuk Bom Bali tidak dapat diberlakukan asas retroaktif. kejahatan kemanusiaan. UU No. terorisme merupakan kejahatan biasa yang sangat kejam. keluarga korban. Ada beberapa hal efek negatif dapat menyebabkan cara penyelesaian berbasis legal formal/represif itu kurang mampu menyelesaikan masalah terorisme yaitu : pertama Logika dibelakang pendekatan melalui pendekatan melalui mekanisme hukum itu berlawanan dengan logika yang dianut para teroris itu sendiri.

Penerapan UU anti terorisme di dalam No 15 Tahun 2003 sangat berpotensi mengakibatkan pelanggaran Hak Asasi Manusia bagi para tersangka terorisme dan tidak memberikan efektifitas untuk mengurangi orang untuk bertindak sebagai teroris. logika itu berlawanan dengan logika para pelaku teroris yang bertindak melampaui rasa takut untuk melakukannya bahkan mereka rela mati untuk mewujudkan tujuan mereka. Kesimpulan dan Saran 1. mulai yang teringan sampai dengan yang terberat seperti hukuman mati. Naun patut kita sadari bahwa terorisme bukan merupakan ideologi atau nilai-nilai tertentu dalam ajaran agama . Terorisme merupakan strategi . Jika UU tersebut diberlakukan wewenang aparat Negara akan lebih besar sehingga terbuka peluang untuk disalahgunakan . d. Penerapan UU yag represif seperti UU anti terorisme dan internal security act dapat membawa implikasi negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya kehidupan masyarakat demokrasi. Tetapi. IV. instrumen dan atau alat mencapai tujuan. Terorisme timbul dengan dilatar belakangi berbagai sebab dan motif. Hal ini jika dibiarkan akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri. Sebagus apappun produk hukum formal yang ada tidak akan ada artinya tanpa disertai penerapan yang baik. Kesimpulan a. c. Pemberian wewenang yang terlalu luas bagi aparat untuk memberantas terorisme tanpa disertai tanggungjawab dalam pelaksanaannya akan mengakibatkan suatu terorisme baru yang dilakukan terhadap negara terhadap warga negaranya atau State Terorism. Tiap-tiap lawan politik yang berseberangan misalnya dapat dikenakan dengan pasal-pasal ini sehingga memunculkan state terorism yang tentunya akan menimbulkan masalah panjang yang tidak berkesudahan. Ironisnya. 2. Apalagi tiap penerapan cara penanganan semacam itu seringkali bukannya mengobati dan menyembuhkan luka dan rasa frustasi suatu kelompok dalam masyarakat tetapi cenderung berakibat pada kian mendiskreditkan dan memojokkan mereka . Saran Untuk memerangi tindakan terorisme pemerintah perlu memikirkan pendekatan yang . Ada kemungkinan orang yang dicuriagai sebagai teroris dapat diperiksa dan ditangkap tanpa prosedur hukum yang sah dan benar. Indonesia dipandang sebagai negara yang pandai membuat perangkat hukum namun masih lemah penerapannya. Keberhasilan membuat perangkat hukum yang baik belum tentu memberikan dampak positif dalam mewujudkan maksud dan tujuan hukum. Kolompok masyarakat lain akan memberikan stigma negatif pada kelompok masyarakat Terorisme itu Kejahatan kelompok yang menerima stigma tersebut sehingga kepada pemerintah dan kelompok tersebut akan berdampak melakukan perlawanan c. Kedua Cara memerangi terorisme yang bersifat legal formal dan represif seperti ini dapat menimbulkan efek balik yang berlawanan dengan tujuan semula untuk memerangi terorisme.melakukan tindakan tersebut dan atau menghukum mereka yang melakukan tindakan yang dilarang dengan harapan pelaku dan orang lain tidak melakukan hal yang sama kelak dengan cara menerapkan sanksi fisik bagi para pelanggar. bukan hanya dari kelompok masyarakat yang dituding sebagai pelaku terorisme tetapi menimbulkan reaksi negatif dari kelompokkelompok lainnya. Tindakan semacam itu tidak mustahil justeru dapat memicu perlawanan dan radikalisme baru yang lebih hebat . b.

bea cukai. melindungi dan menghormati HAM. Skotlandia. Pemerintah mendominasi ekonomi – Senjata pemusnah massal. Serta mewajibkan setiap prosedur dan tindakan hukum dilakukan secara nondiskriminatif . tewas 170 orang. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Teroris – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Pengadilan Independen. Idi Amin. Praktek Hukum Swasta dilarang – Tidak ada hak-hak pekerja. maka pada dasarnya penanganan tindak pidana terorisme tidak akan memadai jika hanya mengandalakan undang-undang saja. Negara-negara Tirani. Mesir DIKTATOR. Karma Patut disadari bahwa terorisme merupakan rangkaian tindakan yang kompleks. Monarki. Hukuman mati bagi pezina dan orang yang murtad dari Islam. keuangan. mendapat pendidikan atau bekerja tanpa izin tertulis dari laki-laki yang menjadi muhrimnya. Film dilarang di negara ini. bahan kimia dan persenjataan serta perlindungan terhadap masyarakat sipil. ANGGOTA LIGA ARAB Kampung halaman gembong teroris Osama bin Laden dan sebagian besar teroris 9/11. hukum cambuk. money loundring. Menjatuhkan pesawat penumpang Prancis di atas Nigeria. dan Diktator di Timur Tengah Saudi Arabia DIKTATOR. basis rekruitmen dan pelatihan ( milisi atau pelatihan militer illegal ). Tempat berlindung pembunuh masal. Apartheid terhadap non-Muslim.tidak legalis represif terhadap terorisme salah satunya antara lain memikirkan kemungkinan rekonsialisasi dan terbukanya komunikasi intensif antara pemerintahmasyarakat dan unsur-unsur di dalam masyarakat itu sendiri baik melalui pendekatan Agama maupun Budaya. bahan peledak. Wanita dilarang menyetir mobil. keamanan transportasi. Dua kota besarnya (Mekah dan Madinah) adalah terlarang bagi non-Muslim. dan penggal kepala yang dipertontonkan ke publik. keimigrasian. Libya DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB . Wanita dilarang bergaul dengan kaum pria di ruang publik dan harus mengenakan “jubah hitam” jika keluar rumah. Wanita dilarang bepergian. Menjatuhkan pesawat Pan Am di atas Lockerbie. Ada hukum potong tangan. tewas 270 orang. Negara teokrasi tipe abad pertengahan. Tampa di dukung oleh kinerja aparat penegak hukum yang professional dalam menegakan peraturan yg ada dan perlu dilakukanya Revisi UU anti terorisme yang harus di sesuai dengan kerangka hukum yang harus mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan pengawasan perbatasan.

1 juta orang telah tewas. Presiden Iran menyerukan penghancuran Israel.Mesir menginvasi Israel pada 1948. melawan tentara Arab Yaman dan Saudi Arabia.000 tentara Mesir menginvasi Arab Yaman dari 1962 sampai 1967. Menggunakan senjata pemusnah massal selama perang melawan Muslim Irak. adalah penggunaan senjata pemusnah massal pertama di timur-tengah. lagu “I Hate Israel” menjadi hit di Mesir. Penyalahgunaan anak-anak – Hasutan kebencian – Senjata pemusnah massal – Penyiksaan terhadap kaum homoseksual. ORG. ANGGOTA LIGA ARAB Otokrasi Turun-temurun – Tidak Ada Partai Politik – Tidak Ada Kebebasan Berbicara – Penghakiman Sesuka Pemerintah – Tidak Ada Hak Pekerja – Diskriminasi Wanita Oman DIKTATOR. dengan maksud menghancurkan negara itu. 60. Tahun 2001.Idem Qatar DIKTATOR. Menginvasi Muslim Iran yang mengakibatkan perang antara 1980 – 1988. Perang Irak-Iran 1980-1988 menewaskan lebih dari 1 juta orang. daerah dekat Yerusalem. Penggunaan senjata pemusnah massal oleh Mesir saat melawan Yaman. Kampung halaman pemimpin teroris 9/11. dan akhirnya menduduki Betlehem. Iran DIKTATOR. OF THE ISLAMIC CONFERENCE MEMBER Negara Sponsor Terorisme – Ambisi Nuklir – Ideologi Penguasaan Dunia. Muhammad Atta dan teroris 9/11 lainnya. Menggunakan senjata pemusnah massal untuk melawan rakyatnya sendiri. ANGGOTA LIGA ARAB .Idem Irak DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB Negara Sponsor Terorisme – Genosida – Penyiksaan Keagamaan. Penyiksaan terhadap orang-orang Kristen – Hasutan untuk melawan Yahudi. Arab Mesir menduduki wilayah Arab Palestina sejak 1948 sampai 1967. Bahrain DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB . Menduduki dan merampas Kuwait dari 1990-1991. .

ANGGOTA LIGA ARAB Organisasi teroris Hizbullah adalah bagian dari pemerintah. “Pemilu demokratis” 2006. . Menginvasi Israel tahun 1948. Diskriminasi wanita. Lebanon DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB Negara sponsor terorisme – Tirani – Diskriminasi wanita. Negara mensponsori pemujaan terhadap para syuhada dan darah. dengan memasukkan propinsi Hatay (Turki) ke dalam Suriah. Memalsukan peta resmi kenegaraan.000 orang meninggal dalam 15 tahun karena perang sipil. dan PFLP— mengoperasikan “tentara” yang masuk dalam daftar teroris di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Menginvasi Yordan (Black September 1970). 150. dan PFLP 3. Pelabuhan bagi kaum teroris.Negara mensponsori anti-semitisme. Transit obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. Penghukuman keagamaan – Hukum rajam hingga mati dan eksekusi brutal lainnya. --Hamas. Pemuja darah dan kematian. Suriah DIKTATOR. ANGGOTA LIGA ARAB Partai politik Palestina. menunjukkan bagaimana masyarakat Palestina sesungguhnya. Fatah. Otonomi Palestina DIPERINTAH OLEH ORGANISASI TERORIS HAMAS. Hamas mendapatkan suara terbanyak (74) dari 132 kursi dewan legislatif Palestina. Produsen besar obat-obat terlarang untuk pasar negara barat. disusul Fatah 45.

untuk kasus Indonesia. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. antara lain. UU khusus itu tak kunjung muncul. Pasalnya. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Medio 2009. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Benar saja. KPK seperti ada di manamana. . yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. seperti menyadap. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. Urusan mematai-matai warga negara. Tapi sudah tiga tahun. lewat RUU Pengadilan Tipikor. menguntit. MK mengeluarkan putusan yang.Antara HAM. Antara lain. Akhir 2006. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. Korban KPK pun berjatuhan. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. hotel hingga ruang parkir. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. Lembaga tersebut mengintai. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. soalnya memang bisa menjadi lain. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Tapi. Dia berdalil. Anggota KPU. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. Privasi. di Indonesia justru menemui kendala lain. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. Tapi. Mulyana W Kusumah. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK.

Tapi. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. Siasat pengaturan baru jni. Tapi. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. tanpa diatur-atur pun. pang. "Berkomunikasi adalah hak asasi. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. di negara seperti Australia. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. dalam rapat kerja dengan DPR. Tapi. dan Extraordinary Crime 21 Dec 2009 • • Politik Republika Pernah menonton film Enemy of The State? Film yang dibintangi Will Smith itu memperlihatkan bagaimana negara memata-matai warganya. pengaturan penyadapan memang perlu. menyadap merupakan kegiatan terlarang." kata dia. Sesuatu yang tentu saja tak nyaman. Privasi." kata Menkominfo. Anggota Komisi I DPR. mengatakan. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum. Tapi. antara lain. Tapi. untuk kasus Indonesia. "Belum saatnya. Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). lagi-lagi berdalih HAM dan privacy. badai belum berlalu. tidak boleh disadap. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. Tapi. untuk saat ini. Je.Karena kuatnya tekanan publik. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. . Ahmad Muzani. l harun Dasar dasddddAntara HAM. Sebenarnya. Tifatul mencontohkan. akhir November. bachrul. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. soalnya memang bisa menjadi lain. Tifatul Sembiring. Itu. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM.. masih tetap dibidik. dan Korea Selatan. lagi-lagi karena perlawanan publik.

UU khusus itu tak kunjung muncul. kriminalisasi pimpinan KPK urung terjadi dan KPK tak berhasil dibubarkan. yang menjadi korban dramatis pertama penyadapan. setelah KPK secara tak sengaja menyadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji sedang melakukan pembicaraan mencurigakan. Persoalan sadap-menya-dap ini pula yang sempat membuat hubungan Polri-KPK memanas. Tapi. Mulai dari pengusaha sampai jaksa. ketentuan itu bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk berkomunikasi. dan adanya putusan MK-bahwa penyadapan akan diatur UU tersendin-DPR tak berhasil. menyatakan tata cara penyadapan KPK akan diatur dalam UU tersendiri. lewat usulan klausul bahwa hasil penyadapan tanpa izin tak bisa dijadikan alat bukti. lewat RUU Pengadilan Tipikor. menguntit. UU Pengadilan Tipikor berhasil membatasi ruang gerak penyadapan. Tapi. Korban KPK pun berjatuhan. Sepak terjang KPK pun menyuguhkan cerita berkualitas novel detektif. di Indonesia justru menemui kendala lain. Dari jalan protokol hingga gang perumahan mewah. penyadapan itu membuat KPK bergerak bak hantu. antara lain. lewat klausul bahwa hakim-lah yang menentukan sah-ti-daknya hasil sadapan sebagai alat bukti. anggota DPR periode 2004-2009 yang hampir berakhir masa baktinya. Dia berdalil. hotel hingga ruang parkir. Antara lain. Karena kuatnya tekanan publik.Urusan mematai-matai warga negara. . untuk menjaga independensi dalam memberantas korupsi. men-judicial review kewenangan menyadap di Pasal 12 ayat (1) UU KPK. Medio 2009. penyadapan yang leluasa justru diperlukan untuk memberantas penyakit kronis bernama korupsi. Dari pejabat pemerintah hingga anggota DPR-yang lama mengidam mitos the untouchable. berusaha keras menggusur kewenangan menyadap KPK. KPK seperti ada di manamana. Tapi. Lembaga tersebut mengintai. lagi-lagi karena perlawanan publik. MK mengeluarkan putusan yang. Pasalnya. dan mencokok koruptor dari kamarkamar. Menyadari korupsi sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Akhir 2006. Tapi sudah tiga tahun. Benar saja. Anggota KPU. Baik lewat proses hukum maupun lewat proses legislasi. taring itulah yang sejak awal hendak dipatahkan oleh orang-orang yang menjadi korbannya. pemerintah dan DPR membekali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan senjata sepadan penyadapan. seperti menyadap. Mulyana hanya salah satu yang menyoal pasal itu ke MK. yang di negara lain telah diatur secara ketat oleh pemerintah atas dasar hak asasi dan privasi. Mulyana W Kusumah.

pang. Ahmad Muzani. antara lain. bachrul. Siasat pengaturan baru jni. lagi-lagi berdalih HAM dan privacy.Tapi. tanpa diatur-atur pun. l harun . Kali ini lewat RPP Tata Cara Inter-sepsi. kecuali untuk kepentingan penegakan hukum.. Kewenangan penyadapan yang merupakan taring KPK. masih tetap dibidik. dalam UU Telekomunikasi dan UU ITE." kata Menkominfo. Penyadapan yang semula sejak tahap penyelidikan. Hasil penyadapan tidak boleh sembarangan dibuka karena tidak semuanya merupakan informasi publik. akhir November. Tifatul mencontohkan. Je. pengaturan penyadapan memang perlu. mengatakan. "Berkomunikasi adalah hak asasi. Anggota Komisi I DPR. dalam rapat kerja dengan DPR." kata dia. badai belum berlalu. Tapi. pengaturan malah bisa kontraproduktif terhadap pemberantasan korupsi. hendak ditelikung ke tahap penyidikan. tidak boleh disadap. RPP malah justru datang dengan sejumlah klausul yang membuat resah. menyadap merupakan kegiatan terlarang. terlihat dari poin menimbang di RPP tersebut yang me-mampang UU No 39/1999 tentang HAM. untuk saat ini. dan Korea Selatan. di negara seperti Australia. Dia mengidam-kan kewenangan serupa di Indonesia. "Belum saatnya. Sebenarnya. penyadapan itu diatur di bawah departemen seperti Depkominfo. KPK juga hendak disubordinasi oleh lembaga bernama Pusat Intersepsi Nasional (PIN). Tifatul Sembiring. Itu. Tapi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->