P. 1
TAHAPAN TERAPEUTIK

TAHAPAN TERAPEUTIK

|Views: 247|Likes:
Published by Fitriana Andarwati

More info:

Published by: Fitriana Andarwati on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

TAHAPAN-TAHAPAN TERAPEUTIK

Komunikasi terapeutik tidak sama dengan komunikasi sosial. Komunikasi sosial tidak memiliki tujuan tertentu dan biasanya pelaksanaan komunikasi ini terjadi begitu saja. Sedangkan komunikasi terapeutik mempunyai tujuan dan berfungsi sebagai terapi bagi klien. Karena itu pelaksanaan komunikasi terapeutik harus direncanakan dan terstruktur dengan baik. Struktur dalam proses komunikasi terapeutrik terdiri dari 4 tahap yaitu tahap persiapan atau Prainteraksi, tahap perkenalan atau orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi ( Stuart, G.W., 1998). Gelard D. (1998) membagi tahap kerja menjadi 4 tahap yaitu

mengklarifikasi dan mengidentifikasi masalah, menggalih alternatif pemecahan masalah, memfasilitasi perubahan perilaku serta memfasilitasi klien untuk bertindak. 1. TAHAP PERSIAPAN ATAU PRAINTERAKSI Tahap persiapan atau prainteraksi sangat penting dilakukan sebelum berinteraksi dengan klien. Pada tahap persiapan ini perawat menggalih perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dan kelemahannya. Pada tahap ini perawat juga mencari informasi tentang klien. Kemudian perawat merancang strategi untuk pertemuan pertama dengan klien. Kecemasan yang dialami seseorang dapat sangat mempengaruhi interaksinya dengan orang lain (Elis, Gathes dan Kenworthy, 2000). Hal ini disebabkan oleh adanya kesalahan dalam menginterpretasiakan apa yang diucapkan oleh lawan bicara. Pada saat perawat merasa cemas, dia tidak akan mampu mendengarkan apa yang dikatakan klien dengan baik (Brammer 1993) sehingga perawat tidak akan mampu menggunakan active listening (mendengarkan secara aktif). Disamping itu kecemasan perawat dapat meningkatkan kecemasan klien. Karena itu, sebelum berinteraksi dengan klien, perawat perlu menggali perasaannya. Tahap persiapan atau pra-inetraksi adalah masa persiapan sebelum berhubungan dan

berkomunikasi dengan klien. Tahap ini harus dilakukan oleh seorang oerawat untuk memahami dirinya, mengatasi kecemasannya, dan

misalnya mempunyai kelemahan cenderung emosional dan mudah terpengaruh oleh keadaan sehingga cenderung simpati. Perasaan apa yang muncul sehubungan dengan interaksi yang akan dilakukan. Mengumpulka data tentang klien.W 1998 ). b.meyakinkan dirinya bahwa dia betul-betul siap untuk berinteraksi dengan klien. Disamping melakukan eksplorasi perasaan. perawat bisa memahami klien. Untuk klien yang sangat menarik diri tentunya tidakmungkin bila berharap bahwa trust akan terbina hanya dengan satu atau dua kali pertemuan. ragu akan kemampuan untuk memulai pembicaraan dan menanggapi respon klien serta tidak terbangunnya rasa saling percaya. Harapan ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi klien. Misalnya seorang perawat mungkin mempunyai kekuatan mampu memulai pembicaraan dan sensitif terhadap perasaan orang lain. dan kecemasan. G. perawat perlu mengkaji perasaannya sendiri ( Stuart. Mengeksplorasi perasaan . Sebelum berinteraksi dengan klien. harapan. Menaganalisis kekuatan dan kelemahan diri. bukan empati. Kondisi ini bisa diminimalkan oleh perawat dengan mengontrol emosinya secara sadar setiap kali berinteraksi dengn klien. Kegitan ini sangat penting dilakukan agar perawat mampu mengatasi kelemahannya dan menggunakan kekuatannya secara maksimal pada saat berinteraksi dengan klien. c. Karena dengan mengetahui informasi tentang klien. Tugas perawat pada tahap ini antara lain : a. Kegiatan ini juga tidak kalah penting dengan kedua kegiatan diatas.akah ada perasaan cemas? Apa yang dicemaskan? Berdasarkan pengalaman beberapa orang perawat diklinik menunjukkan bahwa perasaan yang muncul biasanya adalah perasaan cemac tidak diterima oleh klien. perawat juga perlu mendefinisikan apa harapannya terhadap interaksi yang akan dilakukan. Akan tetapi. Paling tidak perawat bisa . keadaan ini mungkin bisa dimanfaatkan perawat untuk memudahkannya dalam membuka pembicaraan dengan klien dan membina hubungan saling percaya.

Dengan memperkenalkan dirinya berarti perawat telah bersiap terbuka pada klien dan ini diharapkan akan mendorong klien untuk membuka dirinya. tahap persiapan ini sangat membantu dalam berkomunikasi dengan klien. dimana. 1995 ). d. Membina rasa saling percaya. Merencanakan pertemuan pertama denga klien. Sebagai contoh. peran utuama perawat pada tahap ini adalah memberikan situasi lingkungan yang peka dan menunjukkan penerimaan. penulis mempunyai kelemahan sangat mudah menangis ketika melihat orang menangis. Perawat perlu merencanakan pertemuan pertama dengan klien. Berdasarkan pengalaman penulis. 1998 ) . . Hubungan yang dubina tidak bersifat statis. serta membantu klien dalam mengekspresikan perasaan dan pikiran ( Antai ± Otong. Tujuan tahapan ini adalah untuk memfalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat dengan keadaan klien saat ini.. Tahap perkenalan atau orientasi Perkanalan merupakan kegiatan yang dilakukan perawat saat pertama kali bertemu atau kontak denga klien pada saat perkanalan. 2.W. 1998 ). Hubungan saling percaya merupakan kunci dari keberhasilan suatu hubunga terapeutik ( Stuart G. Dengan melakukan analisis diri sebelum berinteraksi dengan klien. dan strategi apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pertama tersebut. baik pada pertemuan pertama. menunjukkan penerimaan . dan komunikasi terbuka.serta mengevaluasi hasil tindakan yang lalu ( Stuart G.W. karena tanpa adanya rasa saling percaya tidak mungkin terjadi keterbukaan antara kedua belah pihak. penulis dapat mengontrol perasaan sendiri sehingga tidak ikut menangis ketika melihat seorang klien menangis.mengetahui identitas klien yang bisa digunakan pada saat memulai interaksi.. Dengan melakukan persiapa yang baik kita akan betulbetul siap ketika berinteraksi dengan klien. Hal yang direncanakan mencakup kapan. Tugas perawat pada tahap ini antara lain : a. 1993 ). kedua dan selanjutnya. perawat harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu kepada klien ( Brammer. Tahap perkenalan ini dilaksanakan pada awal setiap pertemuan.

Seandainya kontrak sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya. Perawat perlu merumuskan tujuan interaksi bersama klien karena tanpa keterlibatan klien mungkin tujuan sulit dicapai.1996 ) karena itu . Kontrak ini sangat penting untuk menjamin kelangsungan sebuah interaksi (brammer. iklas. ³bagaimana perasaan ibu hari ini?´.W.bisa berubah bergabtung pada situasi dan kondisi (Rahmat.´bagaimana keadaan bapak hari ini jika dibandingkan dengan kemarin?´ atau ³bagaimana tidurnya semalam?´ dengan memberikan pertanyaan terbuka. Kontrak harus disetujui bersama dengan klien antara lain: tempat. Tujuan ini dirumuskan setelah masalah klien diidentifikasi.1998). b. untuk mempertahankan atau memelihara hubungan saling percaya perawat harus bersifat terbuka. dan menghargai klien. waktu pertemuan. diharapkan perwat dapat mendorong klien untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya sehingga mengidentifikasi masalah klien. Kontrak yang telah dibuat bisa dijadikan alat untuk mengingatkan klien akan kesepakatan yang telah dibuat terkait dengan interaksi yang sedang berlangsung. Pada tahap ini perawat mendorong klien untuk mengekspresikan perasaannya. menerima klien apa adanya. Merumuskan tujuan dengan klien. c. d. Kegagalan pada tahap orientasi akan menimbulkan kegagalan pada keseluruhan interaksi (Stuart. Seandainya tujuan interaksi sudah disepakati pada pertemuan sebelumnya.1993). menepati janji. dan topik pembicaraan. J. G. . Teknik komunikasi yang sering digunakan pada tahap ini adalah pertanyaan terbuka seperti.. Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien. tugas perawat pada tahap ini adalah mengingatkan klien akan kontrak yang telah dibuat.. Tahap orientasi adalah dasar dalam hubungan terapeutik perawat-klien dan menentukan tahap selanjutnya (antaiotong. Klien yang mengalami gangguan jiwa terkadang memutuskan interaksi dengan meninggalkan perwat begitu saja. Merumuskan kontrak bersama klien. jujur. tugas perwata pada tahap ini adalah mengingatkan klien. 1995).

Perawat juga dituntut untuk mempunyai kepekaan dan tingkat analisis yang tinggi terhadap adanya perubahan dalam respon verbal maupun non verbal klien. akan dapat . Tahap kerja berhubungan dengan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. G. Pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan konseling atau terapeutik sangat menentukan keberhasilan perawat pada tahap ini. verbal maupun respon non verbal klien sehingga ia dapat menentukan rencana.1997). perawat membantu klien untuk mendefinisikan masalah yang dihadapi..B. Pada tahap ini perawat perlu melakukan active listening karena tugas perawat pada tahap kerja ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien.. memfokuskan dan menyimpulkan (Geldard.D. & Judith. Pada tahap kerja ini dituntut kemampuan perawat dalam mendorong klien mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Teknik komunikasi terapeutik yang sering digunakan pada tahap ini antara lain: eksplorasi. perawat dituntut untuk peka terhadap ucapan. Melalui active listening.1999). Teknik menyimpulkan ini merupakan usaha untuk memadukan dan nenegaskan hal-hal penting dalam percakapan. refleksi. berbagai persepsi. Tujuan teknik menyimpulkan adalah membantu klien menggali hal-hal dan tema emosional yang penting (Fontaine & Fletcner.1998). Pada tahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.W. dan membantu perawat-klien memiliki pikiran dan ide yang sama (Murray.P. Oleh karena itu.3.1996) Pada tahap kerja ini perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien.. Tetapi jika perawat tidak menyimpulkan permasalahan yang dihadapi klien. Tahap Kerja Tahap kerja ini merupakan inti dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik (Stuart. Karena itu. membuat tujuan dan dilakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan masalah klien. diharapkan klien merasa bahea perawat memahami pesan-pesan yang telah disampaikan. bagaimana cara mengatasi masalahnya dan mengevaluasi cara atau alternatif pemecahan masalah yang telah dipilih.

Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat-klien. Perawat perlu mengetahui bagaimana perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat. sekarang bisa ibu atau bapak ulangi lagi mengenai apa yang telah dibicarakan tadi?´ b. c. Evaluasi subjektif dilakukan dengan menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir (Stuart G. Sedangkan terminasi akhir terjadi jika perawat telah mnyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan. Sehingga penyelesain masalah tidak terarah dan tidak relevan dengan hasil yang diharapkan dan masalah klien menjadi tidak terselasaikan. Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi yang telah dilakukan. perawat akan bertemu kembali dengan klien pada waktu yang telah ditentukan. Setelah terminasi sementara. a. . Perawat mungkin bisa mengatakan. Tahap Terminasi Tahap Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat-klien. 4.W. Melakukan evaluasi subjektif. Dalam mengevaluasi. Apakah klien merasa bahwa interaksi itu dapat menurunkan kecemasannya? Apakah klien merasa bahwa interaksi itu ada gunanya? Atau Apakah interaksi itu justru menimbulkan masalah baru bagi klien. Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan. Tindak lanjut ini juga disebut sebagai pekerjaan rumah untuk klien.. perawat tidak boleh terkesan menguji kemampuan klien akan tetapi sebaiknya terkesan sekedar mengulang atau menyimpulkan.1998) pertemuan perawat klien terdiri dari beberapa kali pertemuan. ³baiklah. Evaluasi ini juga disebut evaluasi objektif. Tugas perawat pada tahap ini antara lain.mengakibatkan adanya ketidaksamaan persepsi terhadap masalah antara perawat dan klien. Brammar & Mc donald (1996) mengatakan bahwa meminta klien untuk menyimpulkan tentang apa yang telah didiskusikan merupakan sesuatu yang sangat berguna dalam tahap terminasi.

Kontrak yang dibuat termasik tempat. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.Tindak lanjut yang diberikan harus relevan dengan interaksi yang baru saja dilakukan atau dengan interaksi yang akan dilakukan berikutnya. Hal ini karena klien merasa terminasi atau perpisahan terjadi tiba-tiba. karena adanya perasaan penolakan. Misalnya pada akhir interaksi klien sudah memahami tentang beberapa alternatif mengatasi marah. maka regresi dan kecemasan dapat terjadi lagi pada klien. menyatakan bahwa proses terminasi perawatklien merupakan aspek penting dalam asuhan keperawatan. (1998). Kegagalan pada tahap terminasi ini kemungkinan bisa terjadi apabila terminasi dilakukan tiba-tiba atau dilakukan sepihak tanpa penjelasan. Maka untuk tindak lanjut perawat mungkin bisa meminta klien untuk mencoba salah satu dari alternatif tersebut. Stuart G. Kontrak ini penting dibuat agar terdapat kesepakatan antara perawat dan klien untuk pertemuan berikutnya. Timbulnya respon tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan . bahkan menambahkankecemasan mereka karena perawat yang diharapkan mampu memberikan dukungan. waktu. dan mengingkari manfaat dari interaksi yang telah dilakukan. Tindak lanjut dievaluasi pada tahap orientasi pada pertemuan berikutnya. ternyata tidak sesuai dengan harapannya. d. Kurang dilaksanakannya kegiatan terminasi dengan baik dapat menyebabkan rangkaian kegiatan proses komunikasi terapeutik pada klien menjadi tidak efektif.W. kehilangan. dan tujuan interaksi. Hal tersebut dapat mengakibatkan klien tetap mengalami kecemasan. sehingga jika hal tersebut tidak dilakukan dengan baik oleh perawat. sedangkan perawat tidak mengetahui sejauh mana tujuan telah tercapai. Keadaan tersebut dapat menimbulkan perilaku negatif pada klien. Konsekuensi klien mungkin akan mengalami depresi dan regresi. Terminasi harus disampaikan sejak awal pertemuan dengan klien.

. empati.perawat untuk terbuka. dan responsif terhadap kebutuhan klien pada pelaksanaan tahap sebelumnya.

Fitriana andarwati (22020110120058) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO . Rahayu rahmawati (22020110120054) 5. Ari tri subekti (22020110120056) 6.TAHAP-TAHAP KOM KASI TERAPEUTIK Disusun Oleh : 1. Riska Putri K (22020110120052) 4. Iwan sulisti wi 3. Pri il Laras S (22020110120048) wo (22020110120050 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->