MAKALAH

BAHASA INDONESIA PEMAKAIAN TANDA BACA

Disusun Oleh :

Nama : Kelas : Semester : NPM :

FAKULTAS PENDIDIKAN PANCOR KOPONG BARAT INSTITUT PEMANDIAN AIR TERJUN MASBAGIK LOMBOK TIMUR 2009/2010

KATA PENGANTAR Kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt. Yang maha Pengasih lagi maha penyayang berkat rahamt, hidayah, serta inayah Allah swt penulis dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia yang berjudul pengajaran menulis fiksi di sekolah dasar Makalah bahasa Indonesia ini disusun dengna harapan dapat menjadi pelengkap bagi siswa mahasiswa dan calon guru sekolah dasar dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan metode yang terus dikembangkan oleh pemerintah saat ini. Penulis mengucapakan terima kasih kepada rektor IKIP Mataram, ketua jurusan dan dosen bahsa Indonesia Drs. H. Nasaruddin M Ali yang telah penulis dalam menyusun makalah Bahasa Indoensia ini Penulis menyadari bahw penyusunan makalah ini masih perlu penyempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga keberadan makalah ini bermanfaat. Praya, … Juli 2010

http://skripsi-ciwon.weebly.com

ii

.............................................................................................2 1.....................................................................................................................................1 1.........2..............................................2 Model-model pembelajaran menulis cerpen ..............25 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................................Baha n Pembelajaran Menulis Fiksi ...........................................................................3 Model-model pembelajaran menulis drama...........25 3...................4 1.......1.....................................................4.......2......................................................................................................................................3..............1 1.................................17 1.................................1 BAB II PEMBAHASAN A..............................................Cont oh fiksi anak-anak ........................1 Kesimpulan .........Tuju an ....................................................7 B........................2 Saran .................................................................................................................1 Model-model pembelajaran menulis puisi ..........11 1.............................................................ii DAFTAR ISI ..25 3................................................1 1......................................................................................................10 1........26 iii ............................................................................................................................2 1.............Rum usan Masalah .....................................................1 1..................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................3.............................................................................................................................................................................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ....................................................21 BAB III PENUTUP .............Manf aat .....................................Prins ip-prinsip pembelajaran menulis fiksi ..........Latar Belakang ...............1..................... Bahasa Pembelajaran Menulis fiksi . Model-model pembelajaran menulis fiksi ......................

cerpen dan drama.2 Rumusan Masalah A.3 Tujuan Setelah mempelajari makalah ini. di harapkan dapat : 1. yaitu menulis dengan maksud untuk mengungkapkan perasaan atau emosi. Pembelajaran menulis fiksi perlu mendapatkan perhatian dari para guru SD karena mempunyai peran penting dalam mebantu siswa mengembangkan daya khayal dan kecerdasaran emosionalnya. Membuat model-model pembelajaran menuolis puisi.BAB I PENDAHULUAN 1. Perkembangan kecerdasaran intelektual harus di barengi dengan perkembangan kecerdasan emosionalnya agar kelak mereka tidak hanya menjadi manusia yang cerdas otaknya saja melainkan juga menjadi manusia yang arip bijaksana. misalnya menulis puisi. 1. Apa sajakah model-model pembelajaran menulis puisi. Sebutkan contoh fiksi anak-anak? D. Memilih bahan pembelajaran menulis fiksi yang meliputi puisi. 1 . cerpen dan drama 1. cerpen dan drama 2. Bagaimankah prinsip-prinsip pembelajaran menulis fiksi C. cerpen dan drama? 1. Apa sajakah bahan pembelajaran menulis fiksi? B.1 Latar Belakang Menulis fiksi pada hakekatnya menulis kreatif.4 Manfaat Setelah mempelajarai makalah ini pembaca akan mengetahui apa itu menulis fiksi dan apa saja macam-macam tulisan fiksi itu.

1. kalimat-kalimatnya lugas dan pendek-pendek. Menginventarisasikan tujuan umum yang sesuai untuk pembelajran menulis fiksi dari program pengajaran setiap kelas. cerpen.BAB II A. dan drama.1 Bahan Pembelajaran Menulis Fiksi Banyak ragam puisi. cerpen. 2 . yang dapat dijadikan sebagai wadah pengungkapan perasaan atau emosi siswa SD yang bisa disebut puisi. menulis kreatif yang akan dibahas dalam kegiatan belajar ini terbatas pada menulis puisi. isinya tidak berbelit-belit dan mudah ditangkap. Tetapi puisi. misalnya menulis pusi. 1. cerpen. cerpen dan drama yang kita kenal. dan drama anak-anak. Dengan dilaksanakannya pembelajaran menulis fiksi di kelas 3 – 6 SD diharapkan siswa mampu mengungkapkan daya emosionla yang sesuai dengan lingkungan budaya tempat mereka hidup. yaitu bentuknya sederhana. Memilih pembelajaran yang sesuai dengan tujuan umum itu dari setiap caturwulan . karena bentukbentuk tulisan itu memiliki ciri-ciri khusus. Drama yang ditulis anak-anak berupa dialog sederhana sesuai dengan apa yang merka lakukan dalam kesehariannya. dan drama untuk kelas 3 – 6 SD. Pembahasanannya pun akan dibatasi pada bagiaman cara mengembnagkan bahan dan prinsip-prinsip yang melandasi pembelajarannya. Bahan pembelajraan menulis fiksi untuk kelas 3 – 6 SD diperoleh dengan cara mengkaji GBPP itu sebagai berikut. sastra yang sederhana. Sesuai dengan tujuan dan pembelajaran yang tercantum dalam GBPP Bahasa Indonesia SD dari kurikulum Pendidikan Dasar tahun 1994. Dinamakan puisi cerpen dan drama anak-anak. BAHAN PEMBELAJARAN MENULIS FIKSI Menulis fiksi pada hakikantya menulis kreatif. yaitu menulis dengan maksud untuk mengungkapkan perasaan atau emosi. 2.

Mengurutkan gambar seri bacaan yang diacak dan membuat ceritanya Siswa mampu 2. Melengkapi bagian awal.3. Menuliskan pengalaman menulis karangan dalam bentuk puisi secara runtut kemudian membacakannya 3. Membuat pantun dengan isi yang menyangkut kehidupan anak 6. Menggunakan gambar seri berdsarkan untuk menuliskan cerita pengalaman atau informasi dari 1. Mementaskan naskah berbagai bentuk drama Cerpen/drama Cerpen/drama Cerpen/drama Puisi Cerpen/drama Puisi/cerpen/drama Pantun Cerpen/drama Cerpen Drama 3 . Menulis cerita 4. Melengkapi cerita dengan urutan yang logis dan bermakna Bahan Pembelajaran menulis 4 Pantun Drama Cerpen/drama 4 5 6 Siswa mampu membuat 1. Melengkapi cerita karangan / cerita 2. Menulis untuk majalah dinding 5. menyusun tengah atau akhir cerita karangan dalam 2. Model pengembangan bahan pembelajaran menulis fiksi berikut ini kiranya dapat anda gunkana sebagai acuan pada waktu anda mengembangkan bahan pembelajaran menulis fiksi untuk kelas tertentu. Kls 1 3 Tujuan 2 Siswa mampu menulis cerita berdasarkan pengalaman sehari-hari Pembelajaran 3 1. Menyusun cerita bersamasama Siswa mampu 1. Menjawab atau membuat teka-teki 2. Bermain peran 3. Menentukan bahan pembelajaran yang akan dikembangkan dari pembelajaran tersebut di atas Hasil pengkajian yang diperoleh dituangkan ke dalam bentuktabel sehingga mempermudah anda ketika membuat rencana pengajaran yang akan anda laksanakan.

baik secara ekspresif maupun secara reseptif. Bercakap 4. Membaca 5. dan sebagainya. pembelajaran menulis fiksi dapat diawali dengan mendegarkan cerita yang dibacakan guru. Menulis  menulis  bercakap-cakap  menulis  berdiskusi  melaporkan  berdiskusi  menulis  membaca  memerankan  membahas Masih banyak lagi variasi yang dapat ada buat sendiri Dengan memperhatikan alur di atas. Mendengarkan 2. bercakap-cakap. Hal itu dimungkinkan sebab pembelajaran aspek penggunaan dan pemahaman bahsa secara terpadu dapat dimulai dari mana saja. Tujuan Pembelajaran menulis fiksi harus memiliki tujuan yang jelas.Masih banyak lgi pembelajaran dan bahan pembelajaran menulis fiksi yang dpat Anda kembangkan sendiri. Dengan demikian maka alur pembelajarannya mempunyai banyak variasil. dan sebagainya.2 Prinsip-prinsip Pembelajaran Menulis Fiksi Prinsip-prinsip pembelajaran menulis fiksi harus diketahui guru agar dalam mengelola pembelajranya dapat berlangsung dengan baik sehingga siswa dapat belajar dengan penuh makna. membicarakan atau menganalisis isi atau bahasanya. membaca cerita. Kejelasan tujuan memungkinkan terciptanya suasana belajar yang menyengankan sehingga siswa dapat belajar secara otpimal dan terarah 4 . Dapat pula pembelajaran menulis fiksi diteruskan dengan mendengarkan pembacaan hasil karangan siswa. Mendengarkan 3. misalnya : 1. 1. Kebermaknaan belajar menulis fiksi bagi siswa merupakan modal dasar untuk menumbuhkembangkan sikap positifnya terhadap bahasa Indonesia sebagai bahsa nasional. Sikap seperti itu akan menubuhkan rasa bangga pada diri siswa terhadap bahsa persatuan dan kesatuan kita Prinsip-prinsip pembelajaran menulis fiksi antara lain sebagai berikut 1.

Pemilihan Bahasa Bahsa pembelajaran menulis fiksi yang dipilih dan dikembangkan harus sesuai dengan karakteristik siswa. guru terlebih dahulu menginformasikan kepada siswa tujuan yang ingin dicapai dari pembelajran itu dan bagiamana cara mencapainya 2. Pak Yoto memberitahukan bahwa pada jama pelajaran Bahasa Indonesia hari itussiswa akan diminta melengkapi atau mengembangkan sebuah cerpen yang tertulis di papan tulis. Dari cotoh di atas tampak bahwa seblum pembelajaran dimulai. cerita-cerita fantasi (science fiction) dan cerita-cerita petualangan. Sebelum kegiatan dimulai. Salah satu tujuan khusus pembelajran yang telah dirumuskannya seperti berikut : Setelah membaca cerpen. Tidak dapat dimungkiri bahwa anak berusia 6-9 tahu n(kelas 1-3 SD) sangat menykai cerita-cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari. siswa kelas 4 SD dapat mengembngkan cerpen itu sesuai dengan rambu-rambu yang ditentukan oleh guru. merupakan kriteria yang harus digunakan sebagai pertimbangan guru pada waktu memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran menulis fiksi. siswa diminta melanjutkan cerpen itu secara tertulis berdasarkan rambu-rambu yang telah ditulis Pak Guru di bagian bawah cerpen itu. yang berkaitan dengan perkembangan jiwa dan kemampuan bahasanya seperti lingkungan hidupnya. Setelah membaca.Contoh : Pak Yoto. terutama yang lucu-lucu dan dongeng binatang anak beusia 9-12 tahun (kelas 4-6 SD) lebih menyukai cerita-cerita yang menggambarkan pahit manisnya hidup kekeluargaan yang dilukiskan secara lebih realistis. 5 . Dengan bahan yang sesuai siswa akan merasa senang belajar shingga mereka dapat memperoleh hasil belajar yang optimal. guru kelas 4 SD Tanjung 3 akan melaksanakan pembelajaran menulis cerpen di kelasnya. Adanya kesesuaian antara bahan pembelajaran menulis fiksi dengan karakteristik siswa.

Akibatnya ia 6 .Selain memenuhi syarat kesesuaian dengan perkembangan jiwa. 3. apa yang mungkin terjadi jika setiap kesalah yang terdapat dalam karangan siswa dicoret-coret tanpa komentar. dengan demikian. Dengan tema yang tepat alur pembelajarannya akan berlangsung dengan lancar. Apapun dang langsung diberi nilai dengna angka. Iklim belajar seperti inilah yang mampu membuat kelas menjadi hidup. Kemampuan siswa SD dalam menggunakan bahsa sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaannya masih terbatas. Penilaian Penilaian dalam pembelajaran menulis fiksi bertujuan untuk memotivasi. Tentu siswa tidak pernah tahu akan kekurangan atau kesalah dan kelebihannya. guru harus dapat memilih tema yang tepat sebagai alat pengaitnya. pemilihan dan pengembangan bahan pembelajaran menulis fiksi juga harus disesuaikan dengan kemampuan berbahsa anak. akan selalu terjadi antar siswa dalam kelas.bukan untuk menghakimi siswa. Siswa akan merasa bangga sebab di samping mendapat pujian. Penggunaan kata-kata yang telah mereka kenal dari lingkup hidupnya sehari-hari dan susunan kalimat yang mereka buat pendek-pendek. Sedangkan pengarang yang mendapat komentar terpacu semangatnya untuk memperbaiki diri sebab ia malu bial pada kesempatan berikutnya masih membuat kesalahan-kesalahan dalam karangannya. Anda dapat membayangkan. diberi komentar atau pujian dipasang di papan pajangan kelas. Agar pembelajaran menulis fiksi dapat dilaksanakan secara terpadu dengan pembelajaran keterampilan berbahsa dan aspek-aspek kebahsaan lainnya. Karangan yang sudah diperiksa. Persaingan dalam belajar yang sportif dan positif. Penilaian terhadap karangna siswa sebaiknya berupa komentar untuk kekurangna dan pujian untuk kelebihan yang terdapat dalam karangan itu yang ditulis guru pada kertas pekerjaan siswa. Perpindahan dari sekuen kegiatan yang satu ke sekuen kegiatan berikutnya tidak akan tersendat-sendat. teman-teman lainnya ikut membaca karangannya.

Kenyang perut Senanglah hati. Melihat ibu sudah datang Rawamangun jalan berliku. cerpen. 7 . dan drama yang sekiranya sesuai untuk siswa SD. Puisi a. Cermatilah contoh-contoh berikut ini! 1. temanku Siang tidur. Penuh onak makanan badak Gelak tersenym rupa kakekku.3 Contoh Fiksi Anak-anak Agar pembelajaran menulis fiski menantang kreativitas siswa. guru perlu memiliki gambar yang jelas tentang apa dan bagiaman wujud pusi. Melihat nenek duduk berbedak Buah semangka buah duku Buah belimbing manis rasanya Binatang apa. Bagi siswa seperti ini. Dibawa itik pulang petang Tidak berkata besar hati. malam berkelana? Gedang gendut Tali kecapi. mengarang atau menulis merupakan pelajaran yang sangat membosankan 1. wahai. Pantun Elok rupanya kumbang janti.menganggap belajr menulis fiksi itu hanyalah sekeder tugas yang dibebankan oleh guru pada dirinya.

tahun 1986) 2. “Ah. Aku takut minta kepada Ayah. Banjarnegara (Si Kuncung. Aku sangat gembira. Gambarnya boleh bebas. Aku tak ingin merepotkannya. “Kau mengingikannya bukan?” Oh. Aku menggambar sepatu bola. Di bawahnya kutulis “Aku ingin sepatu bola” Setelah dinilaigambar itu. Tapi aku belum punya sepatu bola. kiranya ayah membaca gambarku kemarin malam. Ayah tersenym. punya siapa ini? Tanyaku dalam hati. di kamrku tampak sepasang sepatu bola. Terima kasih ayah”. Cerpen SEPATU BOLA Aku senang seklai main bola.b. Pada suatu hari pak guru menyuruh murid-murid menggambar. 8 . Tiba-tiba ayah muncul di pintu sambilberkata. Nyrtutiji /wubdy Jybtiri SD Jkinoij. Nomor 20. Besoknya. ketika aku pulang sekolah. aku pulang. Puisi bebas GIRILANGAN Kulangkahakan kaki ini Menyusuri jalan yang sepi Menuju girilangan yang indah Kau tampak asri dengan pohon-pohon Bukit yang indah Penuh dengna tubuhan yang subur Membaut aku tambah cinta akan alam Dan menyukuri keagungan tuhan Oleh : R.

Sepulang dari rumah sakit. siswa kelas 3 SD. Untung ada sebuah mobil lewat. pulang dari sekolah. saya tetap membantu ibu membereskan pekerjaannya. 13-14) 3. Saya ceritakan apa yang telah terjadi. sudah pulang duluan SINTA IBU SINTA IBU : “ Assalamu’alaikum!” : “Wa’alaikum Salam” : “Andi sudah pulang. Ketika hampir sampai di warung Bu Rakhmat. sedangkan anak yang tertabrak tergeletak di jalan. adiknya. Meskipun badan agak lelah. saya hendak kewarung Bu Rakhamad. siswa kelas 1 SD. (Bahasa Indonesia 4 a Hlm. Semula ibu marah karena dagangan yang saya jajakan tidak habis terjual. saya meliaht seorang pengendara sepeda motor menabrak seorang anak. Drama CUCI TANGAN DULU Sinta. Pemilik mobil itu berbaik hati. ibu menyuruh saya mengantarkan barang dagangannya ke warung-warung. padahal sore hari saya baru pulang. Tetapi akhirnya kemarahan ibu reda setelah saya menceritakan apa yang terjadi. Saya menjadi bingung. Saya pun diajaknya serta. Pengendara sepeda motor itu tidak berhenti.PERISTIWA pada hari minggu saya bagun lebih pagi dari biasanya. Andi. Saya diantar mengambil barang dagangan dan segera pulang. Anak itu segera dilarikan kerumah sakit. Anak itu ternayta pingsan. Tanpa berpkir lagi saya segera meletakan dagangan dan berlari ke arah anak yang tergeletak itu. Bu?” : “Sudah” 9 . Saya segera menghentikannya. setelah mengantarkan dagangan ke warung Bu Saleh. hari sudah sore.

Georgia. temannya. Budi!” : (Menimpali) “Nanti kalau terlalu bersih. ayo ganti baju. deh. Besok mau dipakai lagi. ayo” (lari kebelakang) : “Ayo!” (lari mengikuti Andi) MENYAPU HALAMAN Suatu soer yang cerah. Serpti djoko Damono pun berpendpat bahwa menulis (mengarang) adalah bermain-main. : (Menimpali) “kalau tinggal suruh dia. Kak”. belum ganti pakaian sudah mau makan. seprti Padgett. 10 . besok tidak ada yang disampu lagi” BUDIMAN : “Wah. rajin benar teman kita yang satu ini. Para ahli. Tapi. mencari adiknya di ruang makan). dan Fairtax. baru makan!” ANDI SINTA ANDI SINTA : “Laper. Budiman sedang asyik menyampu halaman depan rumahnya. Mereka tampkanya bersepakat bahwa menulis fiksi selayaknya menjadi bagian yang menyengangkan bagi anak- BUDIMAN : “Kita jangan selalu menggantungkan diri kepada pembantu. Siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang menjaga kebersihan? Bersih itu kan pangkal sehat” ANTON YUSUF : “Itu benar sekali. pembelajaran menulis fiksi di kelas 3-6 SD masih mengikuti pola permainan. Nati kotor. Huck. kan” : “Ya. Tapi sama-sama. bud” Kurang baik” ANTON dan YUSUF : (menganggut-manggut) B. Anton dan yusuf. Tapi kan ada pembantu”. datang ANTON YUSUF : “Wah. “Hai. Norton. Ganti baju dan cuci tangan dulu.SINTA : (Berjalan meninggalkan ibunya. : “Sama. Mengemukakan plla permainan dalam modle pembelajaran yang dicotohkannya. jangan menyindir. Model-model Pembelajaran Menulis Fiksi Sesuai dengan karakteristik siswa . Berhenti sebentar.

Alat yang paling efektif untuk menghipnotis atau menguasi orang lain adalah kata. Kemudian ia meminta tiap siswa menulis sajak dalam waktu lima belas menit. Ia akan menjelaskan sesuatu. susun dalam kalimat-kaliamt yang kena. seperti yang dicatumkan dalam GBPP Bahasa Indonesia SD. yaitu beberapa orang siswa bercerita tentang pengalamannya menonton pertujukan hipnotis. Ia mengatakan. cerpen dan drama. Selanjutnya ia mengatkana bahwa kta yang tepat tidak berarti yang sudah didapat dan kalimat yang kena tidak sama dengan yang berbelitbelit. Melalui contoh yang sederhana. ia mencoba menjelaskan bahwa seitap orang dapat menjadi juru hipnotis. kalian pun akan berhasil menguasi ornag lain”. “apakabila kalian dapat memilih kata yang tepat dan menyusun kalimat yang kena. Menjadi Juru Hipnotis Padgett mulai memikat peran siswanya dnegna cara bercerita tentang juru hipnotis sambil memerangakan beberapa jurusan hipnotis. kalian pun akan dapat menghasilkan pusi yang memikat pembaca. 1. “asal kalian berusha menyusun kata-kata yang tepat dan kaliamt yang kena. Setelah melalui proeses yang hangat.anak. Pembelajaran menulis fiksi. Ada diharapkan dapat menentukan sendiri model yang sekiranya sesuai diterakan di kelas. paparan tentang model-model pembelajran yang akan dilakukan berikuti ni pun akan dikaitkan dengan pembelajran ketiga jenis menulsi itu. a.1 Model-model Pembelajaran Menulis Puisi Model-model pembelajran menulis puisi yang disajikan ini merupkan cara-cara pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mengajak para siswa mulai menulis puisi. 11 . Dengan sederhana dikatakannya bahwa menghipnotis orang itu boelh dikatakan sama dengan menulis puisi. jadikan sajak!” katanya. Pungut beberapa kata yang bertebaran di sekeliling kita. mencakup penulisan puisi. akhirnya Padgett meninta supaya para siswa tenang.

dkk. Oleh karena itu. Sapardi Djoko Damono. Menulis Bersama Menulis bersama dilaksanakan sebagai berikut. Kertas diserahkan kembali kepada siswa pertama. seperti para ahli yang pendapatnya dikutip di atas. berpendapatbahwa bagian anak-anak. Ia menulis baris ketiga. Mengarang juga termasuk permainan yang murah dan praktis. Bagitu seterusnya sampai sejumlah baris yang diinginkan selesai ditulis f. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. b. “ Sekolah yang miskin pun akan mampu menyelenggarakannya”. mengarang adalah bermain-main dan menulis puisi adalah kegiatan karang-mengarang yangsangat sederhana dan praktis. 1992). Jumlah kata dalam setiap baris ditentukan terelbih dulu. seperti sedang bermain-main. Setiap kelompok terdiri dari dua orang. Bacakan puisi di depan klas oleh salah seorang siswa dari kelompoknya. a. Kertas kerja siswa pertama diberikan kepada temannya. e. Ia menujukkan perhatinnya kepada setiap sajak yang dibaca. Dari ilustrasi di atas tampak bahwa pembelajaran menulis puisi berlangsung dengan santai. Model pembelajaran seperti ini disebut juga “model pesta kata”. Siswa pertama menulsikan judul dan baris pertama puisi. Temannya membaca judul dan baris pertama puisi tadi. (Sumardi.Dengan cara itu ternyata padgett berhasil mengajak para siswa menulis puisi. b. kata sapardi Djoko Damono. yang berhubungan dengan baris pertama itu.. c. Mengarang dapat berlangsugn hanya dengna secaarik kertas dan pena. d. Penerapan model ini perlu ditunjang 12 . kemudian menulis baris kedua dengan jumlah kata yang sama. Setelah itu puisi-puisi cptaan siswa dibacakannya. Bagitulah menulis bersama itu berlangsung. lalau menyerahkannya kembali kepada temannya itu.

Jika sudah selesai. Menulis Keinginan atau Harapan Model penulisan puisi ini sangat mudah dilaksanakn sebab setiap siswa pasti memiliki keinginan atau harapan dalam hidupnya. Pembicaraan dilakukan dengna hati-hati agar gairah menulis siswa tidak padam d. Anak-anak bagiaman kalau tipi ini (memperlihatkan sebuha topi) tiba-tiba menjadi besar dan dapat trbag? Nah. siswa diminta untuk membcakannya di depan kelas. bicarakan puisi mereka. misalnya tentang diri sendiri. Ikutilah penjelasna guru berikut ini. kamu semua mempunyai nama. Benda itu tidak hanya dapt membesar. tulisakan yang kamu bayangkan itu dalam bentuk puisi. Semua itu ditulis dengan menghadirkan nama siswa. bukan hanya topi saja. Perlu diingat. Berikan pujian untuk karya mereka. e. bukan? Dari namamu itu dapat ditulis sebuah puisi. Hal ini terjadi karena sumber tulsian sudah sangat mereka kenal. di dalam menuliskan hal aneh yang dibayangkan siswa adalah segala sesuatu yang aneh. tetapi juga dapat berubah menjadi apa saja sesuai dengan keinginanmu. c. “anak-anak. lingkungan atau keinginan mereka. sebelum siswa mulai menulis. Kamu boelh saja membayangkan benda lain. dalam hal ini imajinasi siswa diperlukan. perlu dinformasikan lebih dulu aturan-aturan yang harus diikuti. Jika sudah selesai. 13 . bedanya. Guru mengarahklan agar keinginan atau harapan siswa itu diungkapkan ke dalam puisi.dengan suasana santai dan menyenangkan. Guru perlu membantu mengembangkan imajinasi sswa misalnya sebagai berikut. Menyusun nama sendiri Merangsang menulis puisi dengancara ini akan mudah dan menyenangkan bagi siswa. Caranya susun kebawah huruf-hurf namamu. Menulis Hal Aneh Kegiatan pembelajaran modle ini mirip dengan model menuliskan keiginan atau harapan. Jangan lupa memberi pujian untuk karya mereka.

tentu saja huruf yang diperlukan tidak harus samapi Z. Contoh : Aku Ining Jam Aku ingin jam Belikan aku sebuah jam Cantik melinkar di tangaku Dengan itu aku mengenal waktu g. “sekarang coba kamu baut pusisi seperti yang sudah Bapak contohkan Bagitulah pembelajran menulis puisi nama itu berlangsung f. kata pak guru. anak-anak. Abjad disusun ke bawah mulai dari A samap Z. bekerja. Perhatikan contohnya. kegiatan (berkembah. Menyusun Puisi Abjad Puisi abjad serupa dengan puisi nama. jawab seroang siswa Ya benar. tiap huruf merupakan awal baris atau larik puisi. Siapa nama anak yang terdapat dalam pusi itu? Ani.Setiap huruf jaikan kata. Guru menampilkan contoh berikut Aku Ingin Berjasa Aku anak desa Namaku singkat sederhana Ingin aku kelak dapat berjasa kepada negara Seperti itulah puisi nama. bermain. dan 14 . Tentukan judul yang sesuai. kata guru. Mengamati Gambar Model ini menggunaka nmedia gambar. hal itu bergantung kepada panjang pendeknya puisi yang disusun. Isi gambar dapat berupa apa saja : pemandangan. kemudian ikuti dengna kata lain.

Yang kalian ingat itu mungkin sesuatu yang kalian alami di masa lalu. pada model membayangkan peristiwa ini tiak igunakan gambar sebagai perangsang. Guru memperliahtkan gambar keapda siswa. takut terlambat Siswa 2 : ibu berkeringat karena hari amat panas Siswa 3 : ibu tejtuh. tanyakan kepada mereka tentang bagian gambar yang lebih menujukkan ciri kahsnya. pada waktu ibu mengajar di … (sebut nama tempat). Sesudah itu ajaklah mereka menulis puisi. Cara pembelajarannya sebagai berikut. binatang. Kegiatannya dapat berlangsung sebagai berikut. Guru : “setelah meliaht dan memperhatikan gambar tadi. mungkin baru akan kalian lakukan atau mungkin hanya kalian banyangkan.jarak dari rumah ke sekolah kira-kira enam kilometer. Model ini bentuk-bentuk menuntut keahlian guru dalam meberikan gambaran objek untuk merangsang imajinasi siswa.sebagainya). Sekarang tutup matamu! Lihat apa yang terjadi pada waktu itu” (sekitar lima menit siswa dibiarkan menutup matanya. Membayangkan peristiwa Hampir sama dengan model mengamati gambar. Jika telalu jauh melencengnya. Pakaiannya kotor kena lupur karena habis hujan Guru : Bagus! Sekarang tulisahah segala yang kamu lihat itu ke dalam bentuk puisi! 15 . Jawaban siswa akan beragam. Ajukan pertanyaan pertanyaan tentang gambar itu. Nah. tumbuh-tumbuhan. Setelah itu guru meminta kepada para siswa untuk membuka kembali matanya) “apa yang kamu liaht? Siswa 1 : Ibu ngebut. mungkin kalian ingat akan sesuatu. dan lain-lain. Jangan disalahkan. Guru : “ anak-anak. tuliskan itu kedalam bentuk puisi” h. pada suatu hari Ibu bersepeda pergi kesekolah.

Memperkenalkan pengalaman baru Memperkenalkan pengalaman baru dapat dialkukan. Memperkenalkan puisi anak lain Mengajak siswa mulai menulis puisi dapat dilakukan dengan cara mereka pusi yang ditulis anak lain. Di kebun binatang siswa diajak mengamati binatang tertentu dengan segala perilakunya. Belalai panjang untuk apa? Ternyata belalai sebagai tangan j. misalnya.i. Kemudian. Kamu pandai Mencuci rumput dengan belalai Gajah. Atau puisi itu ditulis di papan tulis. Siswa diminta untuk membaca pusi itu tanpa bersuara (membaca dalam hati). mungkin tercipta puisi berikut Gajah (1) Gajah badanmu besar Kulitmu kasar Kupingmu lebar Gajah jalanmu pelan Beratkah kamu Bawa belalai yang panjang itu? Gajah (2) Gajah. Kamu pandai Menangkap kacang dengan belalai Gajah. dengan mengajak siswa kekebun binatang. Setelah itu mereka diajak menuliskan hasil temuannya itu kedalam bentuk puisi. seorang atau dua orang siswa diminta untuk membaca puisi itu dengan suara nyaring 16 .

Sesekali guru mengomentari puisi itu. guru memperliahtkan empat gambar yang melukiskan 17 . Kmu pun pernah melihat cahay matahari bukan? Guru : bagus. model pembelajaran menulis cerpen pun hanya merupakan alternatif-alternatif yang dapt diterapkan untuk membawa para siswa mulai menulis cerpen. Menceritakan gambar Model ini hampir sama dengan model mengamati gambar pada pembelajaran menulis puisi. Misalnya. Temanmu menulis puisi itu setelah ia melihat cahay matahari di dapur rumahnya yang berkarpet. melainkan beberapa yang menujukkan urutan kronologis atu gambart seri.Puisi yang dibaca siswa adalah sebagai beritkut Cahaya Matahari Kuning bersinar cemerlang Perlahan menerpa lantai Melewati sepenuh jendela Terlukis bayang-bayang Berbentuk aneh Dikarpet dapur Kira-kira dialog atnara guru dan siswa yang terjadi adalah sebagai berikut Guru : Anak-anak puisi yang telah kaubaca itu ditulis oleh seorang anak seusiamu. Ia melihat bayangbayang itu berbentukj aneh. boleh tidak. 1. apa judlnya? Siswa : Cahya matahari Guru : betul. Sekarang tuliskanlah kedalam bentuk puisi Judulnya boleh sama dengan puisi yang telah kaubaca tadi. siswa diminta membaca puisinya secar bergantian. tetapi disini gambar tidak hanya satu.2 Model-model pembelajaran menulis cerpen Seperti halnya dengan modle pembelajaran menulis puisi.” Setelah selesai menulis. Modelmodel yang dimaksudkan adalah sebagai berikut 1.

Setiap hari murti bangun pukul lima pagi. perlu kamu beri pelku. Dalam gambar itu ada pak tanimk bukan? Siswa : Ya. ia berpamitan dulu kepada ayah bundanya. murti makan pagi. mereka diminta untuk menuliskannya ke dalam bentuk cerita yang pendek.perjalanan syuran dari kebun dampai ke meja makan. Membuka jendela dan menyapu lantai rumah serta halaman adalah pekerjaan yang bisa dilakukannya setiap pagi. Murti amat 18 . Jika diterapkan di kelas tiga cukup dengan cara sebagai berikut. Pak Guru : Pak tani boleh kau beri nama siap saja. Berikut ini dialogn yang kira-kira dapat terjadi antara guru dengan siswa Guru : anak-anak dari keempat gambar ini akan kita susun cerita supaya ceritanya hidup. Ia tahu bentul apa yang harus dikerjakannya sesudah bagun pagi. Kamu juga beoleh memberi nama kapung tempat pak tani itu hidup Menceritakan gambar dengan cara itu dilakukan di kelas empat ke atas. Ia kelas empat SD Tanjung 3 Ia sudah terampil membantu ibunya bekerja di dapur. Kemudian mereka diminta untuk membaut dua kaliamt yang tepat untuk seitap gambar 2. Siswa dimitna memperhatikan gambar itu dengan cermat. Menjelang berangkat sekolah. Selesai mandi dan berdandan. misalnya ceita berikut ini Murti Anak Rajin Murit baru berumur sebelas tahun. Kmeudian. Siwa diminta mengamati gambar tersebut dengan teliti. Melanjutkan cerita lain Model ini didahului dengan kegiatan membaca atau mendegarkan cerita yang diplih guru.

Mungkin kamu kesal karena temanmu telambat menjemput. Lanjutan cerita “murti anak rajin” itu. “anak-anak. misalnya dengan ramburambu seperti berikut. darmawisata.hormat kepada kedua orang tuanya itu. Dalam ceritamu itu termuat juga baiman kamu bertingkah laku selam perjalanamu itu. Ayah bundanya sangat sayang kepada murti. Menceritakan mimpi Model menulis cerpen dengan cara menceritakan mimpi ini diasusmiskkan akan mudah dikerjakan siswa sebab semua anak pasti pernah mimpi. bermain dan sebagainya. Jika kamu pulnag dari sekolah. mungkin kamu membaca buku selam dalam perjalanan. mungkin kamu bercakap-cakap dengan temanmu. Siswa diminta melajutkan cerita di atas. kamu berjalan kaki 19 . Pembelajarannya adalah sebagai berikut. Panduan yang diberikan guru adalah sebagai berikut. mungkin kamu kesal karena temanumu terlambat menjemput. ceritakan keadaannya di sekolah : Kepatuhannya terhadap tata tertib sekolah Sikapnya yang suka menolong teman yang sedang mengalami Murah senym dan pandai bergaul Guru dan teman sekelasnya amat sayang keapdanya kesulitan 3. Biarkan siswa menyusun cerita sesuai dengan keingiannya 4. Sebagai anak yang rajin. coba kamu ceritakan tentang perjalananmu dari rumah sampai kesekolah atau sebaliknya dari sekolah sampai kerumah. Guru perlu memberikan gambaran bahwa cerita mimpi itu dapat ditambah atau dikurangi suapay jelas alur ceritanya. Menceriakan Pengalaman Pengalaman yang dicaritakan dapat beupa pengalaman sehari-hari atau pegalaman yang mereka laami pada waktu liburan sekolah.

mungkin kamu berhenti dalam perjalanan untuk bermain-main sebenatar. Yang harus ada dalam cita seperti Guru : bagus. Namun tanpa bimbingan guru. mengapa kamu ingin jadi perawati? 20 . misalnya sebagai berikut : Guru : cita-cita. dan (5) apa yang akan kamu lakukan jika cita-citamu tercapai” Guru : bagus! Tuliskan cita-citamu itu. Untuk menghndari hal demikian. Dapat mengenakan baju-baju bagus dan dapat banyak uang Guru : dari mana kamu tahu perawati itu seperti yang akmu katakan? Tuti : dari televisi dan majalah.mungkin kamu berhenti bercakap-cakap dengan temanmu. (3) sejak kapan kamu bercita-cita seprti itu (4) bagaiman kamu akan mencapai cita-citamu itu. siswa tidak dapat melanjutkan ceritanya lagi. guru perlu memberikan bimbingan. dan sebagainya. penulisan cerpen yang bersumber cita-cita ini tidak akan lancar. Setiap anak tentu mempunyai jawaban jika orang dewasa menanayakan tentang cita-citanya. kelucuan yang kamu alami 5. Mungkin siswa hanya akan menuliskan beberapa barisan kalimat saja. tuti. Dengan dua baris kalimat itu. misalnya : Cinta-Citakau Jika sudah besar. kesenagnan. karena itu. pak : sebab perawati itu terkenal. Dalam ceritamu dapat kamu lukiskan tentang kesedihan. pak itu. sekarang aku giat belajar. kamu berjalan kaki. bukan? Coba. Jika kamu pulang dari sekolah. Menceritakan cita-cita Cita-cita merupakan hal yang diakrabi siswa. aku ingi jadi Polwan. kamu punya cita-cita. apa citacitamu? Tuti Tuti : Jadi peragawati.

mereka diminta melengkapi dialog tersebut dengan petunjuk lak. Dikelas 1 dan 2 siswa pernah melakukan pantonom dengan cara mniru perilakunya. Ia dapat berperan sebagai seorang pedagang dan sekaligus sebagai pembeli dalam permainan jual-jualan yang dilakukian seidiri di belakang rumah. Jadi. Ia pandai bermonolog. Mengisi dialog patonim Model ini diawali dengan kegiatan siswa menonton pantonim yang dilakukan oleh seorang siswa dari kelas itu sendiri. Hal itu menujukkan bahwa anak-anak sebetulnya memiliki naluri berdrama. Ia sendiri jadi pengarang. 1. anak TK yang sedang bermain.1. Berikut ini akan dipaparkan beberapa model pembelajaran menulis drama yang dapat anda terapkan di kelas Anda. lebih-lebih di SD. busana. Padahal dalam kesehariannya anak-anak sering bermain darama. latar dan sebagainya. Untuk itu kegiatan pembelajarannya dilakkan dalam 21 .model Pembelajaran Menulis Drama Menulis drama jarang diajarkan di sekolah. siswa diminta menuliskan percakapan yang sekiranya tepat untuk gerakan pantomim itu. sekaligus juga jadi pemainnya. sehingga menjadi naskah sederhana yang lengkap. Perhatikan. Perilaku nyata yang mereka pantomimkan adalah prilaku yang sering mereka lihat. Mencatat dialog sosiodrama Sosiodrama juga sudah dilakukan di kelas rendah. Tidak ada yang mengajari se ara formal. Sekiranya masih ada waktu. sutradara. kriteria sesuai dengan lingkungan harus senantiasa dieprhatikan guru. anak-anak umumnya mampu “mengarang” cerita untuk diperankannya sendiri. Pada saat itu siswa hanya memerankan saja tanpa mencatat dialognya. Dengan demikian. menulis drama bagi anak-anak bukan merupakan hal yang sudah asalkan orang dewasa mau mengajaknya dengan cara yang baik dan menyenangkan.3 Model. Dalam pembelajaran dengan model ini siswa diminta mencatat atau merekam dialog yang diucapkan temannya. setelah menonton pantomim. Selanjutnya. yang telah mereka akrabi. 2.

Mencatat dialog tentang suatu benda Kegiatan yang dilakukan hampir sama dengan kegiatan pembelajaran dalam kedua model terdahulu. siapa yang bersosiodrama dan siapa yang mencatat atau merekam dialog yang diucapkan temanna. Benda itu dapat berupa ranting. mencuri ya?” Siswa 2 : “Tidak. yaitu merangsang timbulnya daya fantasi siswa. Mungkin dialog yang terjadi apa adanya sesuai dengan tanggapan mereka. ibu punya bunga yang ibu petik dari halaman rumah. bat atau apa saja yang dapat diperoleh dengan mudah. Kamu boleh berkhayal tentang apa saja tentang bunga 22 . Kamu semua dapat membayangkan bunga itu dipetik dimana. Biarkan mereka ertanya jawab tentang benda itu. anda perlu menempuh cara kedua. bunga itu tumbuh liar” Siswa 1 : “Untuk apa bunga itu?” Siswa 2 : “Kutaruh dalam vas untuk penghias kamarku” Sampai disitu saja sudah bagus. Bila ingin dialog itu berkembang. Dalam model ini dialog dirangsang dengan menggunakan suatu benda yang diambil dari lingkungan sekitar. Setiap siswa mendapat peran sesuai dengan pembagian yang telah mereka tetapkan. 3. pertama mintalah dua orang siswa atau lebih tampil ke depan kelas setelah terlebih dulu Anda perlihatkan kepada mereka suatu benda.kelompok. bunga. misalnya: Siswa 1 : “Bawa apa itu?” Siswa 2 : “Bunga” Siswa 1 : “Dari mana kaudapat?” Siswa 2 : “Kupetik di pinggir jalan” Siswa 1 : “Kamu. Siswa berbagi tugas. oleh siapa dan untuk apa. seperti yang dilakukan dalam menulis drama melalui menonton pantomim. Caranya. Kegiatan selanjutnya melengkapi dialog tersebut dengan unsur-unsur lain. Hasil pekerjaan mereka kemudian dibacarakan bersama. misalnya anda mengatakan demikian: “Anak-anak. daun. Kegiatan ini dapat dilakukan di rumah. bukan? Siswa sudah dapat berdialog.

Selanjutnya. Misalnya kamu boleh berkhayal tentang bunga obat yang dapat mengobati putri raja atau pangeran dari suatu kerajaan. dan menghasilkan tulisan berupa naskah drama. Putri raja atau pangeran itu boleh kaubari nama siapa saja. Cara pertama dengan memerankan terlebih dulu dan kedua langung menulis dialog untuk setiap topeng. Model-model itu sebenarnya hanya sebagai perangsang awal untuk mengajak siswa mulai menulis fiksi. dialog yang dihasilkan dpat berupa dialog nyata atau dialog fantasi. Menulis dialog topeng Pembelajaran menulis dialog topeng. Selanjutnya. fantasi siswa akan terangsang sehingga mereka tergerak menyusun dialog yang lebih imajinatif lagi. Selain itu. pembacaan naskah dilakukan oleh beberap orang siswa sesuai dengan peran yang ada. Menulis dialog boneka Pembelajaran menulis drama melalui boneka ini hampir sama kegiatannya dengan kegiatan dari model mencatat dialog tentang suatu benda.ini. Coba kaubuat cerita tentang hal itu dalam bentuk dialog!” Dengan cara seperti itu. Dialog yang dihasilkan dapat berupa dialog beberapa orang siswa tentang boneka atau dialog bagi setiap boneka yang akan dimainkan. kegiatan dapat berjalan melalui dua cara. Kemudian menyimpulkan karakter atau watak topeng-topeng itu. 4. Siswa diminta mengamati topeng-topeng yang ada. bacakan dialog yang mereka susun di depan kelas. Yang penitng siswa dapat bermain. Beberapa model pembelajaran menulis fiksi yang dapat digunakan untuk kelas 3-6 SD telah Anda pelajari. Boneka yang dijadikan sebagai perangsang lahirnya dialog dapat berjumlah beberapa buah. pemilihan pembaca dilakukan oleh si penulis dialog. Jika 23 . Setelah selesai. Di sini benda itu diganti dengan boneka. 5. sama kegiatannya dengan model pembelajaran menulis dialog dengan menggunakan benda atau boneka. bersenangsenang. Kedua cara itu dapat ditempuh bersama-sama sesuai dengan kondisi kelas dan pertimbangan lainnya.

anda dapat mengajaknya tanpa bantuan benda. boneka atau topeng dalam pembelajaran menulis fiksi selanjutnya. 24 .mereka sudah mampu.

BAB III PENUTUP a. Selalu bersemangat dan tanamkan pada diri anda bahwa : “saya pasti bisa jika saya pkir saya bisa” 25 . Kesimpulan Pembelajaran menulis fiksi mencakup penulis puisi. Saran Sebagai penerus bangsa rajin-rajin lah belajar dan tuntutlah ilmu setinggi mungkin. penilaian yang diberikan guru harus dapat membuat suasana belajar yang kompetitif dalam kelas. b. Cerpen dan drama. Agar dalam diri siswa tubuh sikap positif tehadap pembelajaran menulis fiksi. Penggunaan model-model pembelajaran menulis fiksi diperlukan untuk mengajak siswa muali menulis fiksi.

1993.DAFTAR PUSTAKA Calkins. Lucy McCormick. The art of teaching Writing. Portsmounth : Heinemann Dikdasmen. 26 . Jakarta : Depdikbud. Kurikulum Pendidikan Dsar : Garis-Garis Besar rogram pengajaran (GBPP) Bahasa Indonesia sekolah dasar. 1989.