P. 1
kimia

kimia

|Views: 670|Likes:
Published by Yulia Aristiyani

More info:

Published by: Yulia Aristiyani on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. Rumus Umum
  • 2. Tata Nama
  • 3. Sifat – Sifat Alkanon
  • 4. Kegunaan Alkanon
  • 5. REAKSI-REAKSI KETON

Gambaran Materi

Gugus fungsi merupakan bagian yang aktif dari suatu senyawa karbon. Apabila senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi bereaksi dengan suatu zat, maka gugus fungsi itu akan mengalami perubahan, sedangkan bagian yang lain umumnya tetap. Berdasarkan gugus fungsi yang dimilikinya, senyawa-senyawa karbon dikelompokkan kedalam kelompok alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, ester. Gugus -OH -O-CHO -CO -COOH -COONama Gugus Terdapat pada Senyawa Hidroksi Oksi Aldehid Karbonil Karboksil Alkilalkanoat Alcohol Alkoksi alkana Alkanal Alkanon Asam alkanoat Ester Contoh C 2 H 5 OH C 2 H 5 -O- C 2 H 5 CH 3 -CHO CH 3 -CO- CH 3 C 2 H 5 -COOH C 2 H 5 -COOC 2 H 5

ALKOHOL

Alkohol merupakan kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi hidroksil (-OH) dengan rumus umum R-OH atau CnH2n+1OH. Senyawa ini mempunyai nama IUPAC alkanol karena dianggap sebagai urutan alkana dengan mensubstitusi satu atom H dengan gugus –OH.

ETER

Eter atau nama resminya berdasarkan aturan IUPAC alkoksi alkana, yang dianggap sebagai turunan alkana, mempunyai rumus umum R-O-R’ atau CnH2n+2O. Bila R=R’ disebut eter sederhana, sedangkan bila R bukan R’ disebut eter majemuk.

ALDEHID

Aldehid termasuk senyawa karbonil (-C=O). Aldehid merupakan singkatan dari alkohol dehidrogenatus. Senyawa ini dianggap turunan dari alkana sehingga disebut alkanal dan mempunyai rumus umum CnH2nO.Aldehid dapat diperoleh dengan jalan oksidasi alkohol primer

KETON

Keton atau alkanon termasuk senyawa karbonil (-C=O). Senyawa ini dianggap turunan dari alkana sehingga disebut alkanal dan mempunyai rumus umum CnH2nO. Seperti halnya eter, R yang sama dengan R’ disebut katon sederhana, sedangkan R yang tidak sama dengan R’ disebut keton majemuk.

ASAM KARBOKSILAT

Asam karboksilat atau Alkanoat memiliki rumus umum CnH2nO2 atau RCOOH. Gugus karboksilat (-COOH) merupakan gabungan dari gugus karbonil dan hidroksil. Senyawa ini dianggap turunan alkana dan diberi nama asam alkanoat atau dengan nama yang lebih lama, asam alkana karboksilat.

ESTER

Golongan Ester memiliki rumus umum CnH2nO2 atau R-COO-R’. Nama IUPAC dari ester adalah alkyl alkanoat. Kebanyakan senyawa ester berbau harum, karena itu banyak digunakan sebagai pengharum (esens). Ester dibuat dari asam dan alkohol melalui reaksi esterifikasi yang berupa reaksi setimbang.

Aldehida dan Keton
Kata Kunci: aldehid, aldehida siklik, alkohol dehidrogenatum, ciri-ciri aldehid, keton, pembuatan aldehid, pembuatan keton, struktur aldehid, struktur keton, tatanama aldehid, tatanama keton Ditulis oleh Ratna dkk pada 02-01-2010 Sekarang kita sampai pada stuktur dan reaksi yang menyangkut gugus fungsi penting dalam kimia organik, yaitu gugus karbonil, C = O. Gugus ini dimiliki oleh golongan senyawa aldehida, keton, asam karboksilat, ester dan turunan lainnya. Senyawa ini penting dalam banyak proses biologi dan merupakan mata niaga penting pula. Aldehida mempunyai paling sedikit satu atom hidrogen melekat pada gugus karbonil. Gugus lainnya dapat berupa gugus hydrogen, alkil atau aril.

Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. Aldehid berasal dari “alkohol dehidrogenatum“. (cara sintesisnya). Struktur Aldehid : R – CHO

Ciri-ciri aldehid : Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif.

Contoh : Formaldehid = metanal = H-CHO Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak berwarna, baunya tajam, larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin. Penggunaan : sebagai desinfektans, mengeraskan protein (mengawetkan contohcontoh biologik), membuat damar buatan. Pembuatan aldehid : Oksidasi dari alkohol primer Oksidasi dari metilbenzen Reduksi dari asam klorida

Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. Sifat-sifat sama dengan aldehid. Struktur: (R)2-C=O Contoh : propanon = dimetil keton = aseton = (CH3)2-C=O Sifat : cairan tak berwarna, mudah menguap, pelarut yang baik. Penggunaan : sebagai pelarut.

Contoh lain : asetofenon = metil fenil keton Sifat : berhablur, tak berwarna

Penggunaan : sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata.

Contoh-contohnya adalah sebagai berikut : Karena aldehida telah lama dikenal. digunakan awalan-karbaldehida. penomoran rantai dimulai dari karbon aldehida sebagai mana contoh berikut : Untuk aldehida siklik. Karena nama ini sering digunakan. Dalam sistem IUPAC. Aldehida aromatik sering mempunyai nama umum. anda perlu juga mempelajarinya juga. keton diberi akhiran-on (dari suku kata terakhir keton). Untuk aldehida yang mempunyai subtituen.Pembuatan keton Oksidasi dari alkohol sekunder Asilasi Friedel-Craft Reaksi asam klorida dengan organologam Tatanama aldehida dan keton Dalam sistem IUPAC. aldehida diberi akhiran –al (berasal dari suku pertama aldehida). Penomoran dilakukan sehingga gugus karbonil mendapat nomor kecil. nama-nama umum masih sering digunakan. Biasanya keton diberi nama dengan menambahkan kata keton setelah nama-nama gugus alkil atau aril . Namanama tersebut dicantumkan dibawah nama IUPAC-nya.

Pada kebanyakan senyawa. akhiran. Contohnya adalah sebagai berikut : Tata nama organik Tatanama organik atau lengkapnya tatanama IUPAC untuk kimia organik adalah suatu cara sistematik untuk memberi nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). maka nama umum atau nama trivial yang biasanya diturunkan dari sumber senyawa tersebutlah yang digunakan. Sama halnya dengan aldehida nama umum sering digunakan. Nama dari rantai induk dimodifikasi dengan akhiran gugus fungsi yang memiliki prioritas tertinggi. . sedangkan gugus fungsi sisanya diindikasikan dengan awalan yang dinomori dan disusun secara alfabetis. penamaan dapat dimulai dengan menentukan rantai hidrokarbon Ingold Prelog jika ambiguitas masih saja ada pada struktur rantai hidrokarbon induk.yang melekat pada gugus karbonil. penamaan yang tidak mengikuti kaidah penamaan yang baik dan benar bisa menghasilkan nama yang masih bisa dimengerti strukturnya — tentu saja penamaan yang baik dan benar direkomendasikan untuk menghindari ambiguitas. Jika tidak. Prinsip dasar Tatanama IUPAC menggunakan sejumlah awalan. setiap senyawa organik harus memiliki nama yang dari sana dapat digambarkan suatu formula struktural dengan jelas. Dalam kebanyakan kasus. Idealnya. rekomendasi penamaan resmi IUPAC tidak selalu diikuti dalam prakteknya kecuali jika diperlukan untuk memberikan definisi ringkas terhadap suatu senyawa atau jika nama IUPAC lebih sederhana (bandingkan etanol dengan etil alkohol). Untuk komunikasi umum dan menghindari deskripsi yang panjang. dan sisipan untuk mendeskripsikan jenis dan posisi gugus fungsi pada suatu senyawa.

t. namun melekat pada karbon nomor 2.k. Hal yang sama juga berlaku pada alkana berkarbon 157 CH3(CH2)155CH3.t. dan akhirannya digabung. Setelah awalan. Alkana Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alkana Alkana yang berantai tunggal memiliki akhiran "-ana" dan diberikan awalan tergantung pada jumlah atom dalam rantai tersebut mengikuti aturan imbuhan pengganda IUPAC: Juml ah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 20 30 karb on Awal Me Et Pro Bu Pen Hek Hep Ok No De Unde Dode Tride Tetrad Pentad Eiko Triak an t. Gugus amina tidak berada pada satu karbon yang sama dengan gugus OH (karbon nomor 1). 4.t. Alkohol memiliki nomor atom dan prioritas yang lebih tinggi dari amina. Terdapat dua karbon pada rantai induk.k. nama dasar. maka akhiran majemuk yang terbentuk adalah "anol".n.ekeks. yang sering digunakan untuk menamakan senyawa yang sederhana maupun senyawa yang sangat kompleks sehingga nama IUPAC menjadi sangat panjang untuk digunakan.s.p.k. . kita mendapat "2aminoetanol". Nama senyawa diatas dikonstruksi dengan cara sebagai berikut: 1. oleh karena itu ia diidentifikasikan dengan awalan "2-amino". dan akhiran dari alkohol adalah "ol". Namun nama 2-hidroksietanaamina juga secara jelas merujuk pada senyawa yang sama. yakni alkohol (OH) dan amina (NH2).Sebagai contoh nama senyawa ]] induk dan mengidentifikasi gugus fungsi pada molekul tersebut. maka diberi nama dasar "et" 2.k. 5. Penomoran alkana induk dilakukan dengan menggunakan [[kaidah prioritas Cahn NH2CH2CH2OH jika mengikuti aturan kaidah prioritas Cahn Ingold Prelog adalah 2-aminoetanol. Karbon-karbon pada senyawa tersebut berikatan tunggal. Terdapat dua gugus fungsi pada senyawa tersebut.ont Sebagai contoh alkana paling sederhana CH4 adalah metana dan alkana berkarbon sembilan CH3(CH2)7CH3 adalah nonana. dikenal sebagai tatanama umum. dinamakan heptapentahektana.t. Terdapat pula sistem penamaan lama untuk senyawa organik.. maka diberi akhiran "an" 3.

tergantung pada jumlah cabang tersebut. contohnya C(CH3)4 dinamakan 2. (CH2)155 mengindikasikan sebuah molekul yang terdiri dari 155 rantai CH2.. dipilih penomoran dengan angka yang paling kecil. jadi 2-metilpropana ditulis sebagai metilpropana (struktur 1-metilpropana adalah identik dengan butana). Gugus alkil ini diberi sisipan "-il-". sebagai contoh C4H8 dinamakan siklobutana dan C6H12 dinamakan sikloheksana Alkana bercabang dinamakan dengan menggunakan nama alkana berantai tunggal yang dilekatkan gugus alkil.2-dimetilpropana. dsb. Gugus alkil ini diberi awalan angka yang mengindikasikan di mana ia melekat pada karbon tertentu. bukan 2. maka mereka disusun menurut susunan abjad dan dipisahkan dengan koma maupun tanda hubung: 3-etil-4-metilheksana. bukan not 3-metilbutana. Jika terdapat beberapa . Awalan angka dapat dihapus jika ia tidak menimbulkan ambiguitas. Jika terdapat cabang-cabang rantai dengan alkil yang sama. Senyawa ini diberi nama 2-metilpropana. Sebagai contoh (CH3)2CHCH3 bisa dianggap sebagai rantai propana yang dilekatkan dua gugus metil di karbon nomor 2.4-dimetil-3-etilpentana). Alkana siklik diberi nama dengan menggunakan awalan "siklo-". oleh karena itu 2.4-dimetilpentana. yakni karbon mana yang dinomori sebagai "1".Tanda kurung digunakan untuk mengindikasikan pengulangan dari molekul yang dikurung. Oleh karena tidak ada struktur lain yang bernama metilbutana kecuali 3-metilbutana. tri-. posisi mereka dipisahkan dengan koma dan diberi awalan di-. Jika terdapat ambiguitas dalam posisi substituen. Awalan di-. awalan angka 3 ini dapat dihapus. (CH3)2CHCH2CH3 (isopentana) dinamakan 2-metilbutana. Jika terdapat gugus alkil yang berbeda. dsb tidak dihiraukan ketika kita mengurutkan gugus alkil (contohnya 3etil-2. Sebagai contoh.3-dietilpentana adalah nama yang salah. tri-. Dalam hal ini rantai induk diambil dari rantai yang paling panjang. tetra-.

Sub-cabang dari rantai samping diberikan imbuhan sesuai dengan sistem penomoran sekunder pada cabang samping. maka rantai yang memililki cabang terbanyaklah yang digunakan. [sunting] Alkena dan Alkuna Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alkena dan Alkuna Alkena dinamakan dari rantai induk alkana dengan akhiran "-ena" dan awalan angka yang mengindikasikan posisi ikatan rangkap karbon pada rantai: CH2=CHCH2CH3 dinamakan 1-butena.kemungkinan rantai paling panjang. cabang tersebut terdiri dari gugus etil dengan gugus metil yang melekat pada cabang etil. Etena (etilena) dan propena (propilena) tidak memerlukan imbuhan angka karena tidak ada kemungkinan terjadinya ambiguasi pada struktur senyawa. penomoran dimulai dari titik cabang rantai utama dan seluruh rantai samping dikurung dan dianggap sebagai substituen tunggal. Contohnya 4(1-metiletil)oktana adalah rantai oktana dengan cabang rantai di karbon nomor 4. . Sama seperti kaidah sebelumnya. nomor yang diambil adalah nomor yang paling kecil.

3-butadiena. Isomer geometrik lainnya yang lebih rumit dapat diindikasikan dengan menggunakan kaidah prioritas Cahn Ingold Prelog. (Metanol dan etanol tidak memerlukan imbuhan angka karena tidak ada ambiguasi dalam strukturnya). dll. maka awalan "hidroksi" digunakan untuk mengind SENYAWA HIDROKARBON . -triol. trans-2-butena. [sunting] Alkohol Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alkohol Alkohol (R-OH) dinamakan dengan menghilangkan huruf paling akhir "a" dari alkana dan dipasangkan dengan akhiran "-ol" dengan imbuhan angka yang mengindikasikan posisi ikatan gugus alkohol: CH3CH2CH2OH dinamakan 1-propanol. sesuai dengan berapa banyaknya ikatan rangkap tersebut: CH2=CHCH=CH2 dinamakan 1. dll.2-etanadiol. misalnya etuna dan propuna. namun dengan akhiran "-una" yang mengindikasikan ikatan rangkap tiga. -atriena. digunakan jika gugus alkohol dalam suatu senyawa lebih dari satu: Etilena glikol CH2OHCH2OH dinamakan 1. Jika terdapat gugus fungsi lain yang memiliki prioritas lebih tinggi. Alkuna dinamakan dengan cara yang sama dengan alkena. -tetraol.atau trans-: cis-2butena.Ikatan rangkap yang lebih dari satu diberikan imbuhan majemuk -adiena. Isomer cis dan trans diindikasikan dengan awalan cis. Akhiran -diol.

Alkuna (CnH2n-2) ALKANA  Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana) Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung) Sukar bereaksi C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair > C18 : pada t dan p normal adalah padat Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah        . Alkana (CnH2n+2) 2. Alkena (CnH2n) 3.Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H Terdiri dari : 1.

ban) .semir.   Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C Sumber utama gas alam dan petrolium Struktur ALKANA : CnH2n+2 CH3 (heksana) CH3-CH2-CH2-CH2-CH2- sikloheksana PEMBUATAN ALKANA :  Hidrogenasi senyawa Alkena  Reduksi Alkil Halida  Reduksi metal dan asam PENGGUNAAN ALKANA :  Metana : zat bakar.cat. dan carbon black (tinta. sintesis.

Heksana.25 Minyak gas berat Sisa destilasi : 1.4 Fraksi gas 5 -10 Bensin 11 .12 Minyak tanah 13 . Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases) Pentana. aspal dan kokas dari m. minyak pelumas. bumi ALKENA . Bahan yang tidak mudah menguap. Propana. Heptana : sebagai pelarut pada sintesis  Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah TD (oC) < 30 30 . Minyak mudah menguap.180 180 230 230 305 305 405 Jumlah C Nama Penggunaan Bahab bakar gas Bahan bakar mobil Bahan bakar memasak Bahan bakar diesel Bahan bakar pemanas 1 . lilin dan vaselin 2. Butana.17 Minyak gas ringan 18 .

   Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua Alkena = olefin (pembentuk minyak) Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil2-butena Sifat sama dengan Alkana. tapi lebih reaktif  STRUKTUR ALKENA : CnH2n (1-butena) CH3-CH2-CH=CH2 ETENA = ETILENA = CH2=CH2  Sifat-sifat : gas tak berwarna. dapat dibakar. etanol)   . eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %) Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking” Pembuatan : pengawahidratan etanaol   PENGGUNAAN ETENA :  Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2) Untuk memasakkan buah-buahan Sintesis zat lain (gas alam. bau yang khas. minyak bumi.

PEMBUATAN ALKENA :  Dehidrohalogenasi alkil halida  Dehidrasi alkohol  Dehalogenasi dihalida  Reduksi alkuna ALKUNA  Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga Sifat-sifatnya menyerupai alkena. tetapi lebih reaktif  Struktur ALKUNA : (etuna/asetilen) CnH2n-2 CH=CH ETUNA = ASETILEN => CH=CH  Pembuatan : CaC2 + H2O ------ C2H2 + Ca(OH)2 .

dipakai untuk mengelas besi dan baja  Untuk penerangan  Untuk sintesis senyawa lain PEMBUATAN ALKUNA  Dehidrohalogenasi alkil halida  Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer SENYAWA AROMATIK   Senyawa alifatis : turunan metana Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril) Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawasenyawa organik yang mempunyai bau (aroma) yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-  . Sifat-sifat :  Suatu senyawaan endoterm. tak berwarna.3000oC). baunya khas  Penggunaan etuna :  Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+. maka mudah meledak  Suatu gas.

dsb ALKIL HALIDA  Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br. anhidrida asam maleat. tak larut dalam air. insektisida. Cl. larut dalam kebanyakan pelarut organik. asam sinamat dll) BENZEN =C6H6    Senyawa aromatis yang paling sederhana Berasal dari batu bara dan minyak bumi Sifat fisika : cairan. tak berwarna.tumbuhan (damar benzoin. nilon. fenol. td. detergen. anilin. isopropil benzen. cumarin. I) . 80oC. mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar C tinggi) Pengunaan Benzen :  Dahulu sebagai bahan bakar motor  Pelarut untuk banyak zat  Sintesis : stirena.

Struktur Alkil Halida : R-X (X=Br. iodo dan polikloro lebih berat dari pada air. I) CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)3C-Br Primer sekunder (CH3)2CH-Br tersier . tapi larut dalam pelarut organik tertentu. sekunder. Cl. ♦ Tidak larut dalam air. ♦ Senyawa-senyawa bromo. Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer. tersier Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik  Sifat fisika Alkil Halida : ♦ Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.

TD rendah 77oC. Freon (Freon 12 = CCl2F2. sebagai propellant (penyebar) kosmetik. diisi sampai penuh).CH2=CH2-Cl CH2-Cl Benzil khlorida khlorida Vinil PEMBUATAN ALKIL HALIDA :  Dari alkohol  Halogenasi  Adisi hidrogen halida dari alkena  Adisi halogen dari alkena dan alkuna PENGGUNAAN ALKIL HALIDA :  Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak. Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak. dsb. uapnya berat. alat pemadam kebakaran (Pyrene.   . insektisida. Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es. disimpan dalam botol coklat. alat “air conditioner”. obat bius (dibubuhi etanol.

H-----------------O .6oC) • Umumnya membentuk ikatan hidrogen O . etena = -88.ALKOHOL   Alkohol : tersusun dari unsur C.H R R • Berat jenis alkohol > BJ alkena • Alkohol rantai pendek (metanol. H. sekunder dan tersier Sifat fisika alkohol : • TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC. dan O Struktur alkohol : R-OH primer.OH R-CH2-OH OH (R)2CH-OH (R)3C- . etanol) larut dalam air (=polar) Struktur Alkohol : R .

koloroform. dan sintesis eter. antifreeze radiator mobil. sebagai pengawet. sintesis formaldehid.Primer tersier sekunder PEMBUATAN ALKOHOL :  Oksi mercurasi – demercurasi  Hidroborasi – oksidasi  Sintesis Grignard  Hidrolisis alkil halida PENGGUNAAN ALKOHOL :  Metanol : pelarut.metilamina.metilklorida. dll  FENOL  Fenol : mengandung gugus benzen dan hidroksi . larutan 70 % sebagai antiseptik.metilsalisila t. dll Etanol : minuman beralkohol.

• Mudah terbakar . eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air dan larut dalam pelarut organik.  Mempunyai sifat asam Mudah dioksidasi struktur OH   Mempunyai sifat antiseptik Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis ETER  Eter : isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril) Eter : mengandung unsur C. H. dan O  Sifat fisika eter : • Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan penambahan unsur C. • Eter rantai C pendek medah larut dalam air.

dibanding air lebih basa. pelarut dari minyak. n-heptana 98oC. n-pentil eter 100oC. ä AMINA  Senyawa organik bersifat basa lemah. heksil alkohol 157oC). .• Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < TD alkohol (metil. Struktur eter : R – O – R (dietil eter) CH3-CH2-O-CH2-CH3 CH3-CH2-O- C6H5 (fenil etil eter) PEMBUATAN ETER :  Sintesis Williamson  Alkoksi mercurasi – demercurasi PENGGUNAAN ETER : ä Dietil eter : sbg obat bius umum. Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan. dsb.

sekunder. Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air. • Mudah larut dalam air • Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat. berbau amoniak. Sifat fisika Amina : • Suku-suku rendah berbentuk gas. (R)3N =primer. tersier CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 (CH3)3N Primer sekunder (CH3)2NH tersier Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril : • Amina aromatis . • Tak berwarna. (R)2NH. berbau ikan. • Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM. Struktur amina : R-NH2.

dll. ä ALDEHID  Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen. Trimetil amina : suatu penarik serangga.• Amina alifatis • Amina siklis • Amina campuran PEMBUATAN AMINA :  Reduksi senyawa nitro  Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina PENGGUNAAN AMINA : ä ä Sebagai katalisator Dimetil amina : pelarut. pencepat vulkanisasi. absorben gas alam. membuat sabun. .

hanya berbeda dalam derajatnya.     FORMALDEHID = METANAL = H-CHO ♦ Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar. larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin. Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya). baunya tajam. mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh biologik). ♦ Penggunaan : sebagai desinfektans. TD aldehid > senyawa non polar Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO : cairan. sangat reaktif. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C). baunya tajam. Struktur Aldehid : R – CHO . Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa. tak berwarna. membuat damar buatan. Merupakan senyawa polar.

Sifat-sifat sama dengan aldehid. dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.PEMBUATAN ALDEHID :  Oksidasi dari alkohol primer  Oksidasi dari metilbenzen  Reduksi dari asam klorida KETON  Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil.  PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2C=O .

mudah menguap. pelarut yang baik. sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata Struktur : (R)2-C=O PEMBUATAN KETON  Oksidasi dari alkohol sekunder  Asilasi Friedel-Craft .♦ Sifat : cairan tak berwarna. tak berwarna ♦ Penggunaan : sebagai hipnotik. ♦ Penggunaan : sebagai pelarut ASETOFENON = METIL FENIL KETON ♦ Sifat : berhablur.

 Reaksi asam klorida dengan organologam ASAM KARBOKSILAT  Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril (Ar-COOH) Kelarutan sama dengan alkohol Asam dengan jumlah C 1 – 4 Asam dengan jumlah C = 5 dalam air Asam dengan jumlah C > 6 dalam air : larut dalam air : sukar larut : tidak larut      Larut dalam pelarut organik seperti eter. alkohol. dan benzen TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama.  Struktur Asam Karboksilat : R – COOH dan Ar – COOH .

CH3-CH2-CH2-CH2-COOH COOH Valelat CH3-COOH (asam asetat) Asam benzoat ASAM FORMAT = HCOOH ♦ Sifat fisika : cairan. TL 17oC. ester. larut dalam H2O dengan sempurna ♦ Penggunaan : sintesis anhidrat asam asetat. tak berwarna. serat buatan. plastik. zat warna. garam. dan fungisida. ASAM ASETAT = CH3-COOH ♦ Sifat : cair. bahan farmasi. selulosa dan sebagai penambah makanan. zat wangi. merusak kulit. TD 118oC. berbau tajam. penyamakkan kulit. ♦ Penggunaan : untuk koagulasi lateks. larut dalam H2O dengan sempurna. industri tekstil. PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT  Oksidasi alkohol primer  Oksidasi alkil benzen  Carbonasi Reagen Grignard .

 Struktur Amida : R – CONH2 PEMBUATAN AMIDA :  Reaksi asam karboksilat dengan amoniak  Garam amoniumamida dipanaskan  Reaksi anhidrid asam dengan amponiak PENGGUNAAN AMIDA : ä ä ä Formamida berbentuk cair. tak berwarna. bereaksi kira-kira netral. . suku-suku yang rendah larut dalam air. Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair. sebagai pelarut. Untuk sintesis nilon. ds. dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH2 atau amoniak. dimana 1 H diganti dengan asil. Hidrolisin nitril AMIDA  Amida adalah turunan asam karboksilat. Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair.

ESTER  Ester adalah turunan asam karboksilat.  Struktut ester : R – COOR PEMBUATAN ESTER :  Reaksi alkohol dan asam karboksilat  Reaksi asam klorida atau anhidrida PENGGUNAAN ESTER : ä Sebagai pelarut. Sebagai zat wangi dan sari wangi. dimana gugus H pada –OH diganti dengan gugus R. ä Aldehid dan keton adalah dua senyawa yang mengandung gugus karbonil dengan atom oksigen berikatan rangkap (C=O) dengan karbon. tak berwarna. butil asetat (pelarut dalam industri cat). sedikit larut dalm H2O. Reaksi dari segi mekanisme sangat mirip sehingga OOO . Sifat fisika : berbentuk cair atau padat. kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam.

Jadi perbedaan kereaktifan antara aldehid dan keton melalui oksidator dapat digunakan untuk membedakan kedua senyawa tersebut (Fessenden. Latar Belakang . keton siklik menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom karbon yang sama banyak. 2008 @ 9:12 am } · { Uncategorized } { Tags: Laporan Kimia } I. 1988). UJI TOLLEN UNTUK ALDEHID DAN KETON { Desember 26. begitu pula aldehid lebih mudah dioksidasi dari keton c. dikarenakan pada keton sering mengalami pemutusan ikatan yang menghasilkan 2 ikatan asamkarboksilat dengan jumlah atom karbon dari keton mula-mula (akibat putusnya ikatan karbon). Aldehid kalau teroksidasi akan menghasilkan asam karboksilat dengan jumlah atom yang sama tetapi untuk keton tidak. Ada beberapa perbedaan antara aldehid dan keton pada sifat dan struktur yang mempengaruhinya: a. 1992). sedangkan keton mengalami kesukaran dalam beroksidasi b. Hal ini disebabkan karena atom karbonil dari aldehid kurang dilindungi dibandingkan dengan keton. metil keton (CH3COC2H5) dipakai dalam jumlah besar sebagai pelarut (Pire.R – C R – C – R atau R – C – R’ H aldehida keton Aldehida dan keton adalah senyawa yang sangat penting beberapa diantaranya seperti aseton (CH3COCH3). D. PENDAHULUAN A. Aldehid sangat mudah untuk beroksidasi. Aldehid biasanya lebih reaktif dari keton. terhadap suau reagen yang sama.

Aldehid dan keton mempunyai bau yang khas. tetapi pada umumnya aldehid lebih reaktif dibanding keton. Selain dengan menggunakan Uji Tollen untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict.1992). Oleh karena banyak manfaatnya maka kita harus mampu membedakan mana senyawa keton dan senyawa aldehid agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemanfaatannya. maka ditambahkan beberapa tetes larutan amonia. Tujuan Membedakan senyawa aldehid dan keton dengan menggunakan “Uji Tollen“ II. Larutannya jernih dan tidak berwarna. Hal . Endapan perak ini akan menempel pada tabung reaksi yang akn menjadi cermin perak. Aldehid itu sendiri merupakan salah satu senyawa karbon yang mengandung gugus karbonil (-CO-). Kimiawan memanfaatkan kemudahan oksidasi aldehid dengan mengembangkan beberapa uji untuk mendeteksi gugus fungsi ini (Willbraham. Uji positf ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi. TINJAUAN PUSTAKA Aldehid dan keton bereaksi dengan berbagai senyawa. dimana satu tangan mengikat gugus alkil dan tangan yang lain mengikat atom hidrogen. Amonia membentuk kompleks larut air dengan ion perak (Willbraham.Struktur umum keton yaitu R-CO-R’.Seperti gula ribosa dan hormon progesteron merupakan contoh dari aldehid dan keton. Larutan formaldehida 40% digunakan sebagai antiseptik atau yang dikenal dengan sebutan formalin. Pereaksi tollens. Sedangkan pada keton yang pailing banyak dikenal yaitu aseton yang digunakan sebagai pelarut dan pembersih kaca. Untuk mencegah pengendapan ion perak sebagi oksida pada suhu tinggi. Aldehid dan keton menyumbangkan manfaat yang cukup besar dalam kehidupan.Reaksi dengan pereaksi Tollens mampu mengubah ikatan C-H pada aldehid menjadi ikatan C-O. Oksidasi aldehid menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama ( Hart. hanya saja pada keton kedua tangan atom karbon mengikat gugus alkil. Uji Tollen merupakan salah satu uji yang digunakan untuk membedakan mana yang termasuk senyawa aldehid dan mana yang termasuk senyawa keton. Aldehid lebih mudah dioksidasi dibanding keton. Salah stu contohnya yaitu metanal yang merupakan contoh dari senyawa aldehid. yang pada umumnya aldehid berbau merangsang sedangkan keton berbau harum. Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat. ion Ag+ dalam reagensia Tollens direduksi menjadi logam Ag. Pereaksi Tollens sering disebut sebagai perak amoniakal. 1990). Sedangkan keton hampir sama dengan aldehid.Aldehid dan keton merupakan dua dari sekian banyak contoh kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Oleh karena itu Pereaksi Tollens sering juga disebut pereaksi cermin perak (Sudarmo. adalah larutan basa dari perak nitrat. Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton selanjutnya keton tidak dapat dioksidasi lagi dengan menggunakan pereaksi Tollens. pengoksidasi ringan yang digunakan dalam uji ini. Struktur umum aldehid yaitu R-CHO. 2006). B. Gugus aktif pada pereaksi tollens adalh Ag2O yang bila tereduksi akan menghasilakan endapan perak. merupakan campuran dari AgNO3 dan amonia berlebihan. Aldehid dan keton banyak terdapat dalam sistem makhluk hidup. 1992). Metanal ini lebih dikenal dengan nama formaldehida. Hampir setiap reagensia yang mengoksidasi alkohol juga dapat mengoksidasi suatu aldehid.

Ø Mengamati hasil atau perubahan yang terjadi. sikloheksanon dioksidasi secar besarbesaran menjadi asam dipat. Kekecualian adalah dalam oksidasi keton siklik. Keton hanya dapat dioksidasi dengan keadaan reaksi yang lebih keras dibandingkan dengan aldehid. V. ALAT DAN BAHAN A. METODE KERJA Ø Menambahkan 20 tetes larutan 10% NaOH ke dalam 20 tetes larutan 10% AgNO3. memberikan hasil-hasil oksidasidengan jumlah atom karbon yang lebih sedikit daripada bahan keton asalnya. Bahan · Larutan 10% NaOH · Larutan 10% Ag NO3 · NH4OH · Aquades · Etanol 95% · Asetaldehid · Glukosa · Aseton · Fruktosa · Air mendidih IV. III. Ø Melarutkan satu tetes sampel cair atau satu spatula sampel dalam sedikit air atau etanol 95%. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Alat · Pipet tetes · Tabung reaksi · Alat pemanas air B. Hasil Pengamatan Larutan Warna Endapan A 10% AgNO3 + 10% NaOH Keruh Ada B Larutan A + NH4OH Bening Tidak ada C Asetaldehid (sampel) + air Bening Tidak ada . Maka inilah yang disebut dengan pereaksi tollens. Ikatan antara karbon karbonil dan salah satu karbonnya putus.ini disebabkan karena keton tidak mempunyai atom hidrogen yang menempel pada atom karbon karbonil. Ø Kemudian menambahkan NH4OH tetes demi tetes sampai endapannya hilang. bahan kimia pentinh dalam pembuatan Nylon. Ø Memanaskan tabung reaksi dalam air yang mendidih. karena jumlah atom karbonnya tetap sama. Misalnya. Sampel yang digunakan abtara lain : · Asetaldehid · Aseton · Glukosa · Fruktosa Ø Menambahkan sampel tetes demi tetes ke dalam pereaksi Tollens sambil mengocokngocoknya kemudian mengamati endapan Ag yang terbentuk.

warnanya tetap bening dan tidak ada endapan sama sekali pada dasar tabung reaksinya. Apabila statu sampel direaksikan dengan pereaksi tollens kemudian dipanaskan dan muncul endapan cermin perak pada dinding tabung reaksi maka dapat dikatakan bahwa sampel itu merupakan salah satu dari senyawa aldehid. Lalu larutan ini dipanaskan. Kemudian glukosa ditambahkan dengan pereaksi tollens. Telah diketahui bahwa glukosa merupakan salah satu karbohidrat monosakarida yang merupakan sumber energi bagi makhluk hidup. Pada percobaan terhadap asetaldehid mula-mula ditambah dengan air. maka terjadi perubahan. glucosa. ada cermin perak pada dinding tabung reaksi Ada gelap F Aseton (sampel) + air Bening Tidak ada G Larutan B + Larutan F Bening Tidak ada H Larutan G dipanaskan Keruh coklat kehitaman Tidak terbentuk cermin perak melainkan warna kehitaman I Glukosa (sampel) + air Bening Tidak ada J Larutan B + Larutan I Agak keruh Ada K Larutan J dipanaskan Keruh abu-abu Ada endapan dan cermin perak L Fructosa (sampel) + air Bening Tidak ada M Larutan B + Larutan L Keruh coklat kehitaman Ada N Larutan M dipanaskan Keruh coklat Ada endapan warna perak B. Warna larutan berubah menjadi gelap. Dari pengamatan ini dapat dinyatakan bahwa aseton bukan merupakan salah satu senyawa aldehid. aseton. Kemudian ditambahkan dengan pereaksi tollens. Sifat inilah yang dimanfaatkan untuk dapat membedakan Aldehid dengan Keton. Aldehid hádala larutan yang mudah sekali dioksidasi dengan menggunaknan Uji Tollens. dan terjadi perubahan yaitu warna larutan agak keruh abu-abu dan timbal cermin perak pada dinding tabung. Kemudian larutan ini dipanaskan dan warna berubah menjadi keruh abu-abu. tidak terjadi perubahan. terjadi perubahan yaitu pada warna menjadi agak keruh dan ada endapannya. Warna larutan menjadi keruh dan munculnya endapan. dan fructosa. Sampel berikutnya yaitu glucosa. Sampel-sampel tersebut antara lain asetaldehid. Selanjutnya menggunakan sampel kedua yaitu aseton. Kemudian ditambahkan pereaksi tollens. Dengan munculnya cermin perak pada dinding tabung reaksi pada percobaan kali ini maka dapat dinyatakan bahwa asetaldehid merupakan salah satu contoh dari senyawa aldehid. Aseton ditambahkan dengan air. Glukosa pada praktikum kali ini ditambahkan dengan air. Pada praktikum kali ini menggunakan empat jenis sampel yang diuji apakah dia termasuk ke dalam senyawa aldehid atau senyawa keton. Warna tetap bening dan tidak terbentuk endapan.D Larutan B + Larutan C Keruh Ada E Larutan D dipanaskan Agak keruh (abu-abu). Pembahasan Hal yang membedakan Aldehid dengan keton yaitu kemampuan kedua senyawa ini apabila dioksidasi. Kemudian larutan ini dipanaskan. warna bening dan tidak terbentuk endapan. warna larutan menjadi keruh coklat kehitaman dan tidak terbentuk cermin perak melainkan terbentuk endapan warna kehitaman. dan terbentuknya endapan cermin . warna bening dan tidak terbentuk endapan. tetapi aseton merupakan senyawa keton. sedangkan Keton tidak.

PENUTUP A. diapit dua buah alkil. glukosa. Contoh : Tabel TATA NAMA ALKANON/KETON Rumus Struktur CH3–CO–CH3 Nama IUPAC 2. Sampel tang terakhir yaitu fruktosa. Tata Nama Penamaan senyawa-senyawa alkanon atau keton juga ada dua cara yaitu : 1) Menurut IUPAC mengikuti nama alkanannya dengan mengganti akhiran “ ana “ dalam alkana menjadi “ anom “ dalam alkanon. glukosa dan fruktosa oksidasi terjadi denagn mudah karena ketiganya lebih reaktif. Sama dengan glukosa. Propanon Nama Trivial Dimetil Keton Dietil Keton Metil Propil Keton CH3–CH2–CO –CH2–CH3 3. Aseton tidak dapat membentuk cerminperak karena aseton tidak mempunyai atom hidrogen yang terikat pada gugus karbon. Kemudian larutan ini dipanaskan maka warna menjadi keruh coklat dan terbentuklah endapan cermin perak pada dinding tabung reaksi. 2) Dengan cara Trivial yaitu dengan menyebutkan nama kedua gugus alkilnya.perak pada dinidng tabung reaksi. Suatu sampel dap Keton / Alkanon 1. Apabila fruktosa ditambahkan dengan air warna yang terjadi tetap bening dan tidak ada endapan. Gugus fungsi karbonil terletak di tengah. Rumus Umum Alkanon merupakan golongan senyawa karbon dengan gugus fungsi karbonil (–C=O). yang bukan senyawa aldehid melainkan keton adalah Aseton. Kemudian ditambahkan dengan pereaksi tollens maka warna berubah menjadi keruh coklat kehitaman dan terdapat endapan. kemudian diikuti akhiran “ Keton “. Pada asetaldehid. Kesimpulan Dengan menggunakan uji tollens ternyata mudah untuk membedakan mana senyawa aldehid dan keton. fruktosa juga merupakan salah satu jenis karbohidrat monosakarida. Pentanon . Ketiga larutan yaitu asetaldehid. Pentanon CH3–CO –CH2–CH2–CH3 2. dan fruktosa termasuk ke dalam senyawa aldehid. Dari keempat sampel yang digunakan. Kedua tangan gugus karbonnya sudah mengikat dua gugus alkil sehingga aseton tidak mengalami oksidasi ketika ditambah pereaksi tollens dan dipanaskan. Terdapatnya cermin perak ini membuktikan bahwa glukosa merupakan salah satu dari senyawa aldehid. Sehingga alkanon mempunyai rumus umum sebagai berikut : R-CO-R1 2. fruktosa juga merupakan salah satu senyawa aldehid. Jadi sama seperti glukosa. VI.

4) Alkanon dapat direduksi oleh gas H2 menghasilkan alkohol sekundernya. Aseton banyak digunakan sebagai : 1) Pelarut senyawa karbon misalnya : sebagai pembersih cat kuku 2) Bahan baku pembuatan zat organik lain seperti klaroform yang digunakan sebagai obat bius. b) Penomoran rantai utama dimulai dari ujung yang memberikan nomor serendahrendahnya bagi atom C gugus fungsi. Sifat – Sifat Alkanon Beberapa sifat yang dimiliki senyawa-senyawa Alkanon antara lain : 1) Alkanon dengan jumlah C 1 s/d 5 berupa cairan tak berwarna 2) Pada umumnya larut dalam air 3) Alkanon seperti aldehide mempunyai titik didih yang relatif lebih tinggi dari pada senyawa non polar.6 di atas. beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan sebagai campuran parfum dan kosmetika lainnya. aldehida dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi-pereaksi tersebut.CH3–CH2–CO –CH3 2. sebagai berikut : a) Tentukan rantai utama dengan cara pilih deretan C yang terpanjang dan mengandung gugus fungsi kemudian beri nama seperti tabel 5. Reaksi yang dapat terjadi pada keton adalah: Reduksi Keton merupakan reduktor yang lebih lemah daripada aldehida. 5. 3) Selain aseton. 4. Oleh karena itu. 3. Aturan selanjutnya sama dengan yang berlaku pada senyawa hidrokarbon. Kegunaan Alkanon Senyawa alkanon yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah aseton (propanon). REAKSI-REAKSI KETON Keton adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COR' . Zat-zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollens dan pereksi Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. . Butanon Etil Metil Keton Untuk senyawa-senyawa keton dengan rumus struktur bercabang akan lebih mudah jika penamaannya menggunakan aturan IUPAC.

MOLEKUL SEDERHANA YANG MENGANDUNG KARBON CO2 + H 2 H2CO3 H2CO3 H+ + HCO3.(pK1) HCO3 - O H+ + CO32.Reduksi keton oleh hidrogen akan menghasilkan alkohol sekunder: SENYAWA KARBON 1.(pK2) CaCO3 + H2CO3 .

danau. minyak. dan sungai . dan gas Bikarbonat dalam air tanah Mineral karbonat Asam karbonat dalam air hujan Bikarbonat karbonat di lautan.Ca(HCO3)2 Karbon dioksida di atmosfer Respirasi Fotosintesis Senyawa organik pada binatang Senyawa organik pada tumbuhan Mati dan meluruh Hidrokarbon karbon dalam batu bara.

Rumus umum : RTata nama : deret homolog alkana dimana akhiran–ana diganti–il. titik didih rendah. dst Sifat Fisik : Non polar.2. Contoh: CH3. Reaksi Halogenasi melalui mekanisme radikal bebas 8. tidak larut dalam air Sifat Kimia : 7. Reaksi Pembakaran Alkil A lkana yang kehilangan satu atom hidrogen.metil CH3CH2. .etil dst. ALKANA DAN GUGUS ALKIL Alkana Rumus Umum : C n H 2n+2 Tata Nama : Deret homolog alkana Contoh: CH4 metana CH3CH3 etana.

MOLEKUL SEDERHANA YANG MENGANDUNG KARBON CO2 + H 2 H2CO3 H2CO3 H+ + HCO3.SENYAWA KARBON 1.(pK1) HCO3 - O .

minyak.H+ + CO32.(pK2) CaCO3 + H2CO3 Ca(HCO3)2 Karbon dioksida di atmosfer Respirasi Fotosintesis Senyawa organik pada binatang Senyawa organik pada tumbuhan Mati dan meluruh Hidrokarbon karbon dalam batu bara. dan gas Bikarbonat dalam air tanah Mineral karbonat Asam karbonat dalam air hujan Bikarbonat karbonat di lautan. danau. dan sungai .

2. dst Sifat Fisik . ALKANA DAN GUGUS ALKIL Alkana Rumus Umum : C n H 2n+2 Tata Nama : Deret homolog alkana Contoh: CH4 metana CH3CH3 etana.

Rumus umum : RTata nama : deret homolog alkana dimana akhiran–ana diganti–il. .: Non polar. titik didih rendah.metil CH3CH2. Reaksi Pembakaran Alkil A lkana yang kehilangan satu atom hidrogen. Contoh: CH3.etil dst. Reaksi Halogenasi melalui mekanisme radikal bebas 8. tidak larut dalam air Sifat Kimia : 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->