P. 1
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang PTUN Beserta Perubahan I (2004) Dan Perubahan II (2009)

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang PTUN Beserta Perubahan I (2004) Dan Perubahan II (2009)

|Views: 10,700|Likes:
Published by rockymarbun08
Undang-undang ini telah dimodifikasi baik dengan perubahan I I (2004) maupun dengan Perubahan II (2009), sehingga dapat mudah dipahami
Undang-undang ini telah dimodifikasi baik dengan perubahan I I (2004) maupun dengan Perubahan II (2009), sehingga dapat mudah dipahami

More info:

Published by: rockymarbun08 on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2014

pdf

text

original

Sebelum memangku jabatannya, Sekretaris, Wakil Sekretaris diambil sumpah atau janjinya
menurut agama atau kepercayaannya oleh Ketua Pengadilan yang bersangkutan; bunyi
sumpah atau janji itu adalah sebagai berikut:
Saya bersumpah/berjanji:
"bahwa saya, untuk diangkat menjadi Sekretaris/Wakil Sekretaris, akan setia dan taat
sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara, dan pemerintah".
"bahwa saya akan menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian,
kesadaran, dan tanggung jawab."
"bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan
martabat Sekretaris/Wakil Sekretaris, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan
negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau golongan".
"bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah
harus saya rahasiakan".
"bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan
negara".

Penjelasan : Pada waktu pengambilan sumpah/janji diucapkan kata¬kata tertentu sesuai
dengan agama masing-masing, misainya untuk penganut agama Islam "Demi
Allah" sebelum lafal sumpah, dan untuk agama Kristen/Katolik kata-kata
"Kiranya Tuhan akan menolong saya" sesudah lafal sumpah.

Perubahan I dgn UU No. 9/2004:

Pasal 45

(1)Sebelum memangku jabatannya, Sekretaris dan Wakil Sekretaris diambil
sumpah atau janji menurut agamanya oleh Ketua Pengadilan yang
bersangkutan.
(2)Sumpah atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi sebagai
berikut:
“Saya bersumpah/berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya, untuk
diangkat menjadi Sekretaris/Wakil Sekretaris akan setia dan taat kepada
Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
negara dan pemerintah.”
“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan menaati peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang
dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan
tanggung jawab.”

Rocky Marbun, S.H., M.H.
085714215265

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi
kehormatan negara, pemerintah, dan martabat Sekretaris/Wakil Sekretaris,
serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada
kepentingan sendiri, seseorang atau golongan.”
“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang
menurut sifatnya atau perintah harus saya rahasiakan.”
“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib,
cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->