Diesel Engine Generator Yang maksud dengan Diesel Engine Generator Sets adalah sebuah bentuk pembangkit listrik

dimana sebagai penggerak utamanya ( prime mover ) adalah mesin diesel dan di hubungkan (couple) dengan generator listrik dalam satu dudukan ( base frame) yang kokoh dan terinstal dengan baik sehingga dapat dioperasikan dengan baik. Sebagai suatu unit pembangkit listrik yang berpenggerak mesin diesel mempunyai bagian bagian dan system yang saling berkaitan erat. Apa bagian bagian dan system itu dapat diterangkan sebagai berikut 1. Radiator Radiator adalah bagian dari mesin diesel yang berfungsi sebagai pemindah / pelepas kalor mesin. Konstruksi radiator terdiri dari pipa pipa tipis yang disusun sejajar dan satu sama lain dan dilekatkan sirip sirip plat tipis. Konstruksi ini bertujuan untuk memperluas bidang permukaan dari air yang lewat pipa radiator, dibantu dengan hembusan angin dari kipas radiator yang melewati kisi kisi dan sirip sirip radiator proses perpindahan/ pembuangan berlangsung, hal ini dapat dirasakan bahwa udara yang keluar dari radiator terasa hangat atau panas. Sistem pendinginan dalam generator engine dapat dibedakan sebagai berikut : 1.1 Direct Air Coolling System Yaitu system pendinginan udara dihembuskan dari kipas centrifugal yang tersambung secara mekanik dengan mesin. Pendinginan ini tanpa menggunakan air dimana bagian bagian mesin dibentuk sedemikian rupa dengan kisi-kisi yang berselungkup agar luas penampang bagian mesin menjadi lebih luas sehingga pendinginan bisa tercapai secara optimal. Pendinginan model ini jarang digunakan lagi dan hanya untuk kapasitas kapasitas kecil saja. 1.2 Direct Water Cooling Sistem : Yaitu sistem pendinginan menggunakan media air yang disirkulasikan melalui radiator oleh water pump. Kalor panas yang disirkulasikan oleh radiator dibuang dengan menggunakan kipas radiator yang tersambung secara direct maupun dengan V-belt ke engine. Pada keadaan dingin air disirkulasikan langsung ke engine tanpa lewat radiator ini dimaksudkan agar engine dapat cepat mencapai temperature kerja berkisar 75 o Celcius. Jika suhu mesin sudah mencapai nilai tertentu mekanikal thermostat akan membuka dengan demikian sebagian air akan mengalir ke radiator dan menjaga temperature kerja mesin. Dimana temperature kerja mesin rata rata 70 o sampai maksimal 85 o. Lebih dari itu engine akan shutdown pada temperature 90 sampai 98 o celcius. 1.3 Separate Water Cooling System : Yaitu sistem pendinginan secara terpisah. Biasanya engine dalam ruangan (indoor) sedangkan radiator di luar ruangan (outdoor ). Sebagai pengganti penggerak kipas digunakan motor listrik yang disupply dari generator itu sendiri.

Sistem ini biasanya dipakai untuk generator berdaya besar diatas 1 Mega Watt. Sistem ini cocok untuk generator yang diletakkan di lantai bawah/ground bangunan (basement) dan tidak memungkinkan dibuat ruang radiator. 1.4 Cooling Tower Water Cooling System : Yaitu sistem pendinginan menggunakan menara pendingin (cooling tower) dimana air dipompa dan disirkulasikan ke cooling tower. Air kemudian dilewatkan dalam pipa berlubang untuk disemprotkan dalam bentuk butiran air (spray) sehingga titik-titik air tersebut dapat bersinggungan langsung dengan udara yang dihisap keluar / keatas. Sehingga proses pendinginan terjadi. Air yang telah dingin disirkulasikan lewat heat-exchanger yang mana di dalam terdapat pipa pipa air yang tersambung ke dalam mesin (close circuit) sedangan dalam sirkulasi ke cooling tower terjadi sirkulasi open circuit. 2. Water pump Water pump adalah bagian dari mesin diesel yang berfungsi mensirkulasikan air pendingin ( cooling water ) dari engine ke radiator dan kembali ke engine lagi. Water pump ini digerakkan oleh putaran mesin itu sendiri melewati mekanisme pulley yang disambung dengan V-belt. 3. Dinamo starter Dinamo starter ini bagian dari mesin yang berfungsi sebagai penggerak awal dari mesin. Dimana melalui mekanisme roda gigi dan pinion dynamo starter ini menggerakkan Flywheel. Dari awal putaran diporos ini akan menghasilkan kompresi diruang bakar dan putaran injection pump yang akan mengabutkan bahan bakar.Setelah terjadi pembakaran dan menghasilkan gerakan berputar sendiri , dynamo akan lepas dari gigi flywheel. Karena arus start yang tinggi hingga sampai 100 Ampere atau lebih maka diperlukan solenoid, solenoid ini terdapat kontak yang mempunyai rating yang cukup besar hingga mampu men ngalirkan arus sesaat smpai 200 A atau lebih. Seporos dengan solenoid ini terdapat mekanisme penggerak pinion yang akan tersambung dengan flywheel di awal start dan akan terlepas di akhir start. Lilitan magnetic dari solenoid ini masih cukup besar sehingga perlu penambahan relay bantu..karena kontak kunci mempunyai rating ampere yang terbatas. Dinamo starter ini didesain untuk bekerja hanya sesaat pada saat starting. Dengan daya kw yang besar dan ukuran fisik yang relative kecil maka kemampuan menahan panas tidak cukup jika dioperasikan dengan waktu yang agak lama. Paling tidak waktu starting tidak boleh melebihi 10 detik . dan dalam satu perioda tidak lebih dari 7 kali starting dengan interval yang pendek. Untuk itu biasanya dalam panel kontrol diperlengkapi dengan safety relay yang akan membatasi start hingga tidak lebih dari 10 detik.

dan akan terlihat jelas dengan pengukuran Voltmeter digital. Alternator charging ini dilihat dari konstruksinya menyerupai generator 3 phase dimana statornya terlilit kumparan 3 Phase namun tegangannya kecil antara 12 – 15 V atau 24 – 28 V . Hal ini mengingat kapasitas electric starter yang terbatas khususnya untuk genset dengan daya diatas 2000 KVA. Turbocharger Turbocharger adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk membantu menaikkan tekanan udara didalam saluran udara masuk. Dengan kandungan oksigen yang . Cara bekerjanya sebagai berikut : Yaitu menggunakan media tekanan udara sebagai energi mekaniknya. Air starter ini terbagi menjadi 2 macam : 1. Alternator Charging Alternator charging adalah bagian dari mesin yang berfungsi sebagai pengisi battery aki sewaktu mesin jalan. Tekanan yang dibutuhkan sekitar 30 bar.Air motor starter ini terpa sang sama seperti electric motor starter yang akan memutar roda flywheel. Karena turbocharger tidak lain adalah sebuah compressor yang digerakkan oleh turbin gas buang. 4. digunakan juga air starter. Keluaran dari regulator ini akan mengatur exsitasinya. Untuk mengetahui bahwa alternator sudah bekerja atau mengisi bisa dengan mengukur tegangan baterry pada saat setelah jalan. Air motor starter : yaitu menggunakan sebuah mekanika bilah turbin yang mana tekanan udara yang tinggi sekitar 20-30 bar memutar sudu sudu turbin dan menghasilkan tenaga putar mekanik 1500 – 2500 rpm. Dengan naikknya tekanan didalam saluran udara masuk kandungan udara yang berarti kandungan oksigen akan lebih padat. Direct pressure : Yaitu tekanan udara yang tersimpan dalam tangki diinjeksikan langsung menuju ruang bakar melalui sebuah distributor dimana distributor ini urutannya menyesuaikan firing order / urutan pengapian. 2. jika aki belum penuh alternator ini akan mengisi dengan laju arus yang cukup besar dan akan mengurangi laju arus pengisian jika aki sudah akan penuh. Tegangan DC ini dikontrol oleh regulator. Didalam terminal alternator terdapat terminal yang dapat dipakai untuk undikasi sinyal bahwa alternator dalam keadaan mengisi.Selain menggunakan electric starter. Tekanan udara dihasilkan oleh kompressor yang kemudian ditampung dalam tangki tekanan sampai sebatas 25 sampai 30 Bar. Diukur dengan voltmeter voltasenya akan perlahan lahan naik . Keluaran 3 phase ini disearahkan dengan 6 buah dioda sehingga terbentuk terminal positif dan negative. 5. Regulator ini berfungsi untuk mengatur arus charging supaya tidak berlebihan.

Ampere.Tekanan kerja yang tinggi inilah hingga bahan bakar solar dapat dikabutkan diruang bakar. Akibat jika terdapat kotoran .Fuel filter Fuel filter adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk menyaring kotoran kotoran yang ikut terbawa dalam bahan bakar bisa berupa pasir. Didalam injection pump ini terdapat pengaturan pemasukan bahan bakar sehingga kecepatan/ speed dapat diatur .lebih padat maka jumlah bahan bakar yang dapat terbakar akan lebih banyak.Lama kelamaan performa mesin akan cepat turun karena ruang bakar kotor dan saluran masuk serta buang akan terhambat . Air Filter Air filter adalah bagian dari mesin yang berfungsi untuk menyaring atau memfilter udara yang masuk. Command yang dimaksud adalah untuk perintah start engine. low oil pressure switch. roteksi yang dimaksud adalah memberikan pengamanan terhadap mesin antara lain high water temperature switch. command. serbuk serbuk besi atau kotoran lain yang berbahaya bagi mesin. Monitoring. Engine Control Panel Engine Control Panel adalah bagian dari generator sets yang berfungsi sebagai Proteksi. stop engine dan emergency stop. Jika debu debu ini dibiarkan masuk kedalam ruang bakar tanpa difilter terlebih dahulu maka akan mengakibatkan ruang bakar cepat kotor dan hitam karena sebagian dari debu ini akan melekat dan hangus menempel di kepala silinder. Monitoring yang dimaksud adalah pembacaan parameter Volt. Frekuensi . Pada genset yang kapasitas besar proteksi didalamnya lebih banyak dan komplit karena sdh dalam bentuk modul kontrol. Udara yang ada disekitar kita mengandung partikel partikel debu . Plunger plunger ini yang memompa bahan bakar ke ruang silinder sesuai urutan firing order. 8. Injection pump ini diputar oleh mesin melalui mekanisme roda gigi. Pompa injeksi ini mempunyai tekanan kerja yang tinggi hingga mencapai bar. Injection pump Injection pump adalah bagian dari mesin yang berfungsi sebagai pompa injeksi ke ruang bakar melalui nozel. overspeed relay . 7. sehingga tenaga mesin yang menggunakan turbocharger ini akan meningkat dari 20 sampai 35 % dari daya sebelum menggunakan turbocharger 6. jam kerja . Injection pump terdiri dari plunger 2 yang digerakkan melalui mekanisme cam yang berputar.suhu air dan tekanan oli. 9.

Nilai tingkat panas dari heater ini dibatasi oleh water temperature switch yang ada diengine dengan suhu limit 42 derajat celcius. Peralatan ini bentuknya semacam heater pemanas yang dipasang disamping mesin mempunyai 2 buah pipa flexible. Selain untuk itu juga untuk mengkondisikan bahwa oli tidak mengendap dan mengembun dibandingkan jika tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama. Dengan kondisi hangat mesin dikondisikan mendekati temperature kerja sehingga bila dibebani dapat lebih optimal. Jika temperature mesin sudah mencapai suhu tersebut maka arus listrik ke jacket water heater akan terputus. Water Separator Water Separator adalah peralatan tambahan bagi mesin sebagai pemisah antara bahan bakar dan kandungan air.Prelubrication Pump Prelubrication pump atau disebut priming pump adalah perlengkapan tambahan untuk diesel generator yang berfungsi untuk memberikan pelumasan pada mesin dalam keadaan berhenti/ standby.Oil Filter Oil Filter adalah bagian dari mesin untuk menyaring kotoran kotoran yang bersirkulasi. 11.yang tidak tersaring adalah mesin akan turun performanya karena saluran injeksi pump ke nosel injector akan buntu dan akan mengganggu kelancaran pengabutan bahan bakar. karena panas sifat alami dari air akan naik sehingga mengelilingi mesin berulang ulang. Hal ini untuk menghindari dari kerusakan mesin terutama pada dinding silinder agar tidak tergores. 13. Pelumasan yang dimaksud adalah mensirkulasikan minyak pelumas keseluruh bagian mesin dengan mekanisme pompa oli yang digerakkan oleh motor listrik. Dengan kondisi bahwa keadaan mesin sudah terlumasi maka jika suatu saat dibutuhkan untuk hidup bisa segera dibebani dan tidak khawatir kerusakan pada mesin karena oli belum melumasi. Maksud dan tujuan dari pemasangan ini adalah untuk mengkondisikan bahwa genset dalam keadaan selalu hangat dan siap setiap saat jika di start. Kandungan air jika ikut masuk dalam system . 10. karena pemakaian oli akan menjadi hitam dan serbuk 2 yang ikut terbawa akibat perputaran mesin. Daya yang dipakai untuk pemanas ini berasal dari listrik PLN. 12.Jacket Water Heater Adalah perlengkapan tambahan generator yang dipakai untuk mesin kapasitas menengah keatas ( up 250 KVA ). Prinsip kerja peralatan ini adalah memanasi sebagian air yang melewati jacket water heater . Biasanya pompa ini disetting bahwa setiap 6 jam sekali pompa oli akan hidup selama 6 menit.

bagian yang berputar akan mempunyai gaya tekanan keluar ( sentrifugal ) . Mains rotor Mains rotor adalah bagian dinamis dari generator. Untuk menghindari air sampai masuk ke engine maka saluran bahan bakar sebelum ke engine ditambahkan water separator. sehingga menghasilkan tegangan 3 phase yang mempunyai sudut 120 derajat terhadap phase lainnya. Main stator Stator generator adalah bagian statis dari generator yang merubah perubahan garis garis gaya magnet yang melaluinya menjadi sumber tegangan/ mengeluarkan tegangan. Exciter ini terdiri dari exciter stator dan exciter rotor. jarak antara lilitan (pitch factor) dan beda sudut antara phase. Exciter Exciter adalah bagian generator yang berfungsi untuk pembangkitan tegangan sebagai sumber arus mains rotor untuk pembentukan kutub.bahan bakar akan membahayakan terhadap mesin itu sendiri dan bisa rusak. 14. 16. peristiwa ini memungkinkan terbentuk tetes tetes air yang akan mengendap ditangki bahan bakar. Konstruksi Mains rotor ini harus sangat kokoh karena mempunyai bagian yang selalu berputar. untuk itu bisa dilihat bahwa sambungan dan ikatan pada mains rotor terlihat kokoh. Juga mempunyai ketahahanan yang tinggi sampai 150 derajat celcius sehingga tahanan isolasi masih cukup kuat untuk menahan panasnya stator generator maupun arus lilitan itu sendiri. Kemampuan dan kualitas generator ditentukan juga oleh bahan inti besi dan bahan tembaga yang dipakai serta tingkat ketahanan isolasi terhadap panas yang melaluinya. . yaitu sebagai bagian yang berputar yang memberikan perubahan garis garis gaya magnet terhadap permukaan inti stator. Hal ini adalah dimaksudkan untuk mengurangi rugi besi karena rugi arus hystrisis yang berpusar dalam inti besi. Bahan inti dari stator merupakan bahan terpilih yang mempunyai tingkat permeabilitas magnetic yang tinggi. Didalam stator generator terdapat belitan belitan penghantar yang disusun sedemikian rupa sesuai kaidah baik jumlah lilitan. 15. terbentuk dari lapisan lapisan plat yang terlaminasi satu sama lain. Tangki tangki penampungan bahan bakar yang dibiarkan terlalu lama bisa mengakibatkan pengembunan baik pagi maupun malam. Mains rotor ini terdiri dari inti besi yang membentuk sepatu kutub yang didalamya terdapat kumparan magnet yang akan membentuk kutub utara dan selatan. Demikian juga dengan lilitan tembaga atau kawat email mempunyai kualitas yang khusus disamping biasanya mempunyai lapisan isolasi ( email ) yang double/ ganda. Exciter stator dapat sumber arus dari AVR sedangkan Exciter rotor mengeluarkan tegangan untuk arus kutub mains rotor.

mengontrol dan memonitor tegangan yang keluar dari mains stator berdasarkan prinsip umpan balik / feed back dimana output dimonitor untuk mengontrol input supaya terjadi keseimbangan antara tegangan keluar dengan tegangan reference. Cooling Fan Cooling Fan adalah bagian dari generator yang berfungsi mengeluarkan disipasi panas dari dalam generator.17. Dengan bentuk fan sentrifugal yang akan menghisap udara dari dalam generator dan mengeluarkan secara sentrifugal .Cooling fan ini digerakkan oleh poros generator itu sendiri.Bagaimana sirkulasi air pendingin didalam cooling system ini dapat diterangkan sebagai berikut : 1. Dan energi panas ini diserap oleh bahan bahan metal dari mesin sehingga terjadi kenaikan temperature. 19. Cooling fan ini sangat penting artinya untuk menjaga temperature generator tidak melebihi ambient temperature kerja. . Pemanasan ini dimaksudkan untuk mengurangi / menghindarkan kelembaban didalam generator. Ledakan ledakan yang terjadi selain menghasilkan tenaga gerak juga menghasilkan kalor panas. 18. Pada saat engine start up dan running terjadi proses kimiawi didalam ruang silinder. Kelembaban yang berlebihan dapat merusakkan nilai resistansi atau tahanan isolasi dari hantaran / lilitan. Pendinginan mesin disini akan membahas pendinginan dengan menggunakan radiator. Automatic Voltage Regulator ( AVR ) Adalah bagian dari Generator yang berfungsi mengatur . sumber panas yang terbesar berasal dari inti stator dan inti rotor sumber panas lain berasal dari penghantar/ belitan . Cooling system ( sistem pendinginan ) Yang dimaksud dengan cooling system adalah metode pendinginan mesin. Space heater Space heater adalah peralatan tambahan dari generator yang berfungsi untuk memberikan pemanasan di dalam generator. yaitu pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen oleh karena kompresi yang tinggi.sehingga tegangan yang keluar dari generator selalu konstan dengan berbagai level beban.

Water pump yang ada dalam mesin akan mensirkulasikan air ke seluruh bagian mesin. Suhu yang diperlukan untuk thermostat dapat membuka sekitar 79 derajat Sehingga air disirkulasikan lewat radiator dengan tujuan untuk menurunkan temperature air. gerakan dan putaran ini akan menimbulkan gesekan gesekan antara bahan metal sehingga mempunyai kecenderungan aus dan panas.Hal ini dimaksudkan agar mesin dapat cepat mencapai temperature kerja antara 70 – 85 derajat celcius. Lubrication System (sistim pelumasan ) Didalam mesin banyak terdapat bagian yang bergerak dan berputar . Bagaimana sistim sirkulasi dari minyak pelumas dapat di terangkan sebagai berikut. 6. Untuk menghindari keadaan tersebut diperlukan pelumasan disetiap bagian mesin yang bergerakn dan berputar. . Proses ini terjadi berulang ulang sehingga temperature mesin tetap terjaga pada temperature kerja yaitu antara 70 sampai 85 derajat celcius. strainer ini berupa anyaman kawat seperti saringan yang bertujuan untuk menyaring kotoran kotoran . thermostat akan membuka secara otomatis karena efek panas. 3. Pada saat mulai beroperasi air hanya bersirkulasi dari dan ke mesin. Didalam radiator terjadi proses pemindahan / pembuangan kalor panas karena dihembus atau didorong dengan kipas radiator. Ini disebabkan saluran menuju radiator masih tertutup oleh karena terdapat thermostat . 2. 5. 3. Dan disirkulasikan lagi keseluruh bagian mesin. Selanjutnya disalurkan ke filter olie untuk menyaring partikel partikel kecil yang ikut terbawa. 4. 1. Air pendingin ini menyerap panas dari mesin sehingga juga mengalami kenaikan suhu. 7. Yaitu pendingin olie dengan media air radiator. Air yang keluar dari radiator ini sudah mengalami penurunan suhu dengan selisih antara 7 – 12 derajat celcius. Setelah mencapai temperature kerja .2. Setelah itu dipompa dengan mekanisme pompa yang terpasang di internal mesin disalurkan menuju oil cooler. rongga rongga ini berisi air pendingin. Minyak pelumas yang ada dalam bak / karter sebelum dihisap menuju pompa olie melewati dulu strainer. Didalam mesin terdapat rongga rongga yang mengelilingi bagian mesin.

4. masih ada sisa bahan bakar sisa didalam nosle dan dialirkan kembali ke system penyimpanan bahan bakar. III. Langkah langkah awal menjalankan generator 1. begitu seterusnya bersirkulasi. didalam injeksi pump terdapat plunger yang akan menginjeksi bahan bakar dengan tekanan dari putaran cam. Feed pump ini berfungsi jika terjadi kemasukan udara didalam mesin. tekanan yang dihasilkan sangat tinggi sehingga pipa injeksi harus kuat dan kokoh tidak ada kebocoran.4. Fuel System ( system bahan bakar ) Fuel system adalah system sirkulasi bahan bakar didalam mesin. Didalam mesin diesel tidak diperkenankan ada rongga udara dalam pipa bahan bakar.camshaft bearing. Dengan memompa maka terdapat aliran solar kedalam seluruh system. 6. Cek level air radiator 2. Dari fuel filter mengalir ke injeksi pump. Dan semua kembali lagi ke karter . 2. Dari pipa Injeksi ini masuk ke nosel untuk dikabutkan menjadi butiran butiran partikel yang kecil sebagian bahan bakar yang dipompa digunakan untuk pengabutan . Cek kekencangan baut battery 6. Antar lain turbo. fuel injection pump. Cek kekencangan baut terminal kabel kontrol . Cek level Oli pelumas 3. Cek Level air aki dan tegangan battery. Setelah itu dialirkan menuju ke fuel filter . Dari oil filter menuju ke relief valve sebagai katup.Bagaimana gambarannya dapat dilihat dari gambar dibawah ini : 1. Cek Level solar 4. fuel filter ini berfungsi menyaring bahan bakar dari kotoran 2 yang ikut masuk dalam bahan bakar. dan didistribusikan keseluruh bagian mesin. Letak tangki bahan bakar sebaiknya lebih tinggi dibanding dengan mesin itu sendiri agar aliran bahan bakar berdasarkan gaya grafitasi. idle gear dll. 5. 3.piston. Volume oli pelumas lama kalamaan akan berkurang disebabkan oleh sebagian oli yang ikut terbakar didinding silinder sehingga perlu diperhatikan level olie setiap akan menjalankan mesin. 5. Bahan bakar (solar) didalam tangki mengalir melalui feed pump. 5.

Putar potensio speed perlahan lahan sampai tachometer menunjukkan 1500 Rpm. 11. ON –kan switch battery 17. .jika sudah running amati tegangan generator dan atur sampai tegangan kerja yang dikehendaki. Pasang kembali kabel koneksi ke actuator.N) 8. Amati tekanan oli pelumas . dan engine harus dapat shutdown 33. Cek kekencangan neple oli pelumas 9. Cek secara Visual daerah sekitar kipas radiator. 31. Cek secara visual didalam kipas pendingin alternator 10. Cek kran kran bahan bakar suply dan return dalam keadaan terbuka. Cek proteksi Overspeed dengan menaikkan kecepatan engine dengan memutar potensiometer speed sampai 55 HZ atau 1650 Rpm dan engine harus shutdown. 16. Cek kekencangan baut terminal power ( R. 24. Cek dengan memutar barring gear minimal satu putaran generator. Cek emergency stop dengan menekan tombol emergency stop waktu engine running dan engine harus shut down. Berikut proteksi proteksi yang ada di modul AMF.S. Pasang kembali kabel koneksi ke MPU. 23.tekanan kerja antara 4 – 6 bar. Crank sesaat (kurang lebih 2 detik )pastikan tidak ada suara dalam engine atau generator yang tidak lazim. 12. 21. Crank sekali lagi ( kurang lebih 6 detik) dan pastikan aman. 29. 22. ON. Sesaat kemudian matikan engine. 32. Lepas jumper Di AVR untuk non aktifkan AVR 25. dan engine ditest dari remote AMF meliputi Start. 27. Amati semua bagian mesin jangan ada rembesan/kebocoran solar maupun oli pelumas. 14. Matikan switch engine dalam posisi OFF. 34.kan MCB kontrol panel Engine 18. Cranking engine sambil memutar potensio adjust speed diputar naik ( increase) sampai engine berhasil running dalam putaran rendah. Crank sesaat sambil berjaga jaga tombol emergency stop 26. Cek proteksi High Water temperature dan Low oil Pressure dengan menghubungsingkatkan switch HWT dan LOP. 13. Pasang jumper AVR untuk mengaktifkan AVR.Jika dipanel AMF menggunakan remote Adjust Volt maka posisikan potensiometer ditengah (midle) dan kemudian atur voltage melalui trimer di AVR sampai tegangan kerja yang dikehendaki. 28. Lepas kabel koneksi ke Magnetic Pick Up (MPU).T. 20. Crank sesaat lagi (kurang lebih 4 detik) pastikan tidak ada suara dalam engine atau generator yang tidak lazim. Pompa bahan bakar melalui feed pump dan buka sedikit baut di filter solar sampai solar meluber dan kemudian kencangkan. 19. Cranking engine . Putar adjust potensiometer speed pada putaran rendah. 35. 30.Stop dan emergency. Lepas kabel koneksi ke actuator 15.7.

Ukur dengan skala 1 ohm. Ukur tahanan dioda dalam rotor exciter. Jika terdapat dioda yang kedua arahnya tersambung / short maka segera diganti. Satu arah tersambung /terukur tahanan satu arah sebaliknya mempunyai nilai tahanan tinggi. Trouble shooting generator Langkah langkah trouble shooting untuk mencari penyebab generator tidak mengeluarkan tegangan : 1.Tegangan yang terukur pada mains stator biasanya sudah mencapai lebih dari 300 V AC. Untuk simulasi Panel AMF dapat mematikan sumber PLN langsung atau dari MCB kontrol Panel AMF. Amati secara Visual apakah terdapat kerusakan fisik atau bau hangus di kabel kontrol . Perhatikan semua parameter listrik di modul AMF dan naikkan beban secara bertahap sampai mencapai beban maksimal gedung tanpa melebihi beban kapasitas genset. 2. Amati kondisi apakah ada kondisi yang mencurigakan dari genset tersebut. Perlahan lahan naikkan putaran sampai mencapai putaran nominal. 39. Cek sembarang beban 3 phase yang ada digedung pompa. 37. 7. Engine dapat ditest ulang sesuai procedure test beban. 42. 40. Lepas sambungan AVR terhadap exciter. Setelah dirasa cukup aman dan tidak ada kendala. 4. Sewaktu PLN Padam segera setelah itu engine harus cranking dan running sesaat kemudian GCB (generator Circuit Breaker ) segera close untuk mensuply beban.Cek juga apa terdapat goresen di stator dan rotor karena penyebab tidak center. 9. Ukur lilitan main stator dan lilitan exciter terhadap body / ground. Amati dan ukur tegangan yang keluar dari mains stator. lilitan main rotor . .36. kipas atau compressor dan pastikan putaran motor benar. tegangan sensor dan Permanen Magnet Generator (PMG) 3.jika perlu cek arus DC yang melewati Exciter. Sambungkan tegangan 12 V DC dari Aki atau adaptor ke lilitan exciter. 6. lebih baik jika terpasang melewati fuse atau MCB 2 A karena memberikan proteksi jika lilitan dalam keadaan short. 38. Ukur tahanan lilitan Permanen Magnet Generator. Ukur tahanan lilitan exciter. Operasikan diesel engine / Start up sampai putaran idle terlebih dahulu. Cek urutan phase Generator dan sesuaikan dengan urutan phase PLN dengan menggunakan phase sequence meter. 41.Ukur dengan skala 1 Ohm. Aktifkan AMF mode auto hingga supply power PLN dapat close sampai ke beban. Untuk memastikan tidak ada yang bocor / short ke body.lilitan exciter. 8. 5.dan lilitan main stator .

Tegangan 3 phase ini masuk ke AVR sebagai catu daya exciter. 5. Tegangan PMG ini biasanya terukur diatas 100 V antara Phase to Phase. 13. Tegangan ini diperlukan oleh main rotor untuk membentuk kutub tetap . Jika tidak mengeluarkan tegangan berarti ada yang rusak dalam system AVR nya. . Jika mengeluarkan tegangan maka koneksi lagi dengan Exciter sehingga terdapat penguatan sendiri. Amati dan ukur juga tegangan yang keluar dari Permanen magnet generator apakah sudah keluar tegangan. URUTAN KERJA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR 1. yaitu kutub utara dan kutub selatan . Tegangan yang harus keluar minimal 12 VDC. Kutub magnet yang terbentuk di main rotor ini akibat aliran arus DC dari rotating dioda .5 sampai 3.Dalam rotor exciter terbangkit tegangan AC 3 phase. 3. trim tegangan di AVR sampai mencapai tegangan nominal kerja. PMG stator ini mendapatkan perpotongan flux magnetic dari magnet permanent 8 kutub yang terdapat pada rotor PMG 2. Jika poros generator mulai berputar. Tegangan ini disearahkan dengan rotating dioda yang terbentuk dari 6 buah yang terpasang seri paralael sehingga terbentuk tegangan DC positif dan negative. 12. Medan Magnet yang terbentuk dalam stator exciter memberikan perpotongan garis garis gaya magnet ke rotor exciter . Jika tegangan sudah terukur dapat di simpulkan bahwa system exsitasi tidak mengalami masalah. Terbangkit tegangan dimulai di PMG stator. karena perputaran shaft generator maka mains winding dari generator akan terinduksi magnet dari main rotor hingga terbangkitlah tegangan dari lilitan stator. 7. Cek tegangan keluaran AVR diterminal Exciter. Dari AVR ini memberikan tegangan dan arus exsitasi ke stator exciter dengan tegangan berkisar antara 13 Volt sampai 60 V DC dengan arus kerja dari 0. Jika AVR sudah baik/ sudah diganti . Lilitan Stator PMG mengeluarkan tegangan 170 – 220 V ac 3 phase 3 wire dengan frekuensi 100 Hz. 6. 11. Start up Engine sekali lagi sampai mencapai putaran nominal. Pasang kembali AVR dan koneksi kabel kontrolnya kecuali koneksi ke Exciter. 4.10.7 ampere. Setelah itu matikan mesin. 14.

7. . 2. 10. Dengan adanya arus yang mengalir dalam lilitan dengan inti besi. Kenaikan arus pada stator exciter berpengaruh terhadap tegangan yang dihasilkan exciter rotor.8.. Sehingga selalu dalam keadaan stabil output dari tegangan generator . 9. hingga medan magnet yang dihasilkan juga bertambah. Dan berpengaruh pula terhadap arus yang ke mains rotor. Tegangan main stator ini dihubungkan dengan isolation transformer dengan perbandingan 2 : 1 yaitu 480 / 240 V AC. Tegangan ini diperbandingkan dengan tegangan reference dalam AVR . Garis garis gaya magnet ini mempunyai sifat yang berlawanan dengan garis garis gaya magnetik yang ditimbulkan oleh kutub kutub rotor yang berputar. Dengan tegangan yang turun maka perbandingannya lebih kecil dengan tegangan reference sehingga sesegera mungkin AVR memberikan tambahan arus dengan menaikkan tegangan exciter. Dengan bertambahnya beban maupun menurunnya beban AVR ini akan mengatur secara otomatis jumlah arus yang akan disupply ke exciter stator. PROSES KERJA AVR AGAR TEGANGAN KERJA KONSTAN DENGAN BERBAGAI LEVEL BEBAN 1. 3. Tegangan keluaran dari trafo isolasi yang akan dihubungkan dengan AVR sebagai input sensing tegangan. sebaliknya jika perbandingannya lebih besar maka AVR akan menurunkan jumlah arus dengan menurunkan tegangan ke stator exciter sampai tercapai tegangan sama dengan tegangan reference. Dengan perlawanan ini gaya magnetic dari rotor berkurang. 4. 6. maka timbul garis garis gaya magnet didalam permukaan stator. Disaat generator tersambung beban listrik maka akan mengalir arus listrik didalam lilitan stator dan besarnya sesuai dengan beban litrik yang tersambung. 11. 5. jika perbandingan dengan tegangan reference lebih kecil maka AVR secara otomatis menambah jumlah arus dengan menaikkan tegangan ke exciter stator sampai tercapai keadaan sama dengan tegangan reference. Kecenderungan tegangan yang akan turun dideteksi oleh input sensing dari AVR dan diperbandingkan dengan tegangan reference yang sudah diset. sehingga tegangan yang ditimbulkan oleh lilitan stator berkurang.

bila ada penguranganan beban . Untuk kebutuhan sinkron. Hal ini akan mengurangi arus pada lilitan main rotor.Posisikan Potensiometer pada kondisi midle/ tengah. tahanan potensio mengecil. Dengan demikian tegangan yang terbangkit akan tetap besarnya. 12. AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR AVR (automatic Voltage Regulator ) merupakan peralatan vital bagi generator . 10. Dengan tegangan yang naik maka perbandingan tegangan menjadi lebih besar dari tegangan reference. 9.Putar potensio kekanan dan kekiri. 14. . Genset memerlukan tambahan . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AVR akan dapat mengatur secara otomatis kenaikan dan penurunan arus exsitasi sehingga tegangan yang dihasilkan akan tetap dengan berbagai level beban.Hubungkan dengan potensiometer . perlawanan gaya magnet menjadi semakin kecil dan dengan hal ini kecenderungan tegangan akan naik karena garis garis gaya pada rotor utama berlebih. Begitu pula sebaliknya. dan amati penunjukan voltmeter. Penambahan garis garis gaya magnet setara dengan perlawanan garis garis gaya yang ditimbulkan arus lilitan stator. sehingga sesegera mungkin AVR mengurangi arus di lilitan exciter stator dengan menurunkan tegangan exsitasi. . 11. 13. . Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengaturan secara remote/ jarak jauh.Putar trimmer Volts di AVR kekiri ( anticlockwise) kira kira seperempat putaran.dan jika diputar kekiri tahananya besar. Apa dan bagaimana AVR itu dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Dari AVR inilah otomatis pengaturan tegangan diatur.Start up generator.8. putar trimer Volt kekanan atau kekiri sampai tegangan menunjukkan tegangan nominal yang dikehendaki. dan pastikan jika diputar kekanan/ searah jarum jam . Kecenderungan kenaikan tegangan ini dideteksi oleh input sensing dari AVR dan diperbandingkan dengan tegangan reference yang sudah diset. hingga medan gaya magnetnya turun sebesar perlawanan yang turun.Cek / ukur tahanan potensiometer pada skala 10 K .Lepas jumper no : 1-2 . AVR pengaturan Voltagenya dapat disambungkan dengan menggunakan Potensiometer. Caranya : .

CT droop dipasang disebagian lilitan phase. Pembagian daya Kvarnya sama pada daya Kw yang sama. Rugi kalor gas buang sekitar 35 %. o Rugi angin / kipas pendingin yang digunakan untuk sirkulasi udara dingin dari dalam generator keluar generator yang menggunakan tenergi mekanik dari mesin atau disebut dengan istilah windage loss. Melalui proses elektronik didalam AVR inilah antar kedua genset atau lebih Cosphinya akan diatur sama / seimbang RUGI RUGI YANG TERJADI PADA GENERATOR · Energi yang terserap menjadi energi mekanik dari nilai kalor bahan bakar adalah sekitar 38 % dari nilai kalor satuan bahan bakar. o Rugi gesekan : Rugi gesekan ini sangat kecil sekali sehingga tidak terlalu diperhitungkan. o Rugi inti besi : dimana adanya arus eddy current yang melewati inti besi dan hyterisis yaitu pertentangan medan magnet antara kutub stator dan kutub rotor yang berinteraksi.CT droop untuk kebutuhan sharing Kvarnya. o Rugi kebocoran flux. Rugi panas radiasi dari mesin sebesar 2 %. Hal ini dapat dilihat dari penunjukan cosphi yang relative sama. Hal ini dimaksudkan pada saat parallel dengan genset lain. CT droop ini mengeluarkan arus yang akan diperbandingkan dengan besaran tegangan sehingga terbaca sudut cosphi. · Energi mekanik yang didapat sebesar 38 % masih di kurangi energi mekanik dari kipas radiator. · Rugi Rugi Generator meliputi : o Rugi tembaga : dimana rugi rugi ini sebanding dengan arus yang mengalir ke stator dengan rumus perkalian tahanan lilitan di kalikan dengan arus : I R dikenal dengan istilah electrical loss. rugi panas air pendingin (panas yang terserap air radiator ) sebesar 25 %. biasanya terdapat pada bearing generator atau generator yang masih menggunakan sikat sikat exciter. Dimana tidak sepenuhnya flux medan magnet terserap menjadi arus listrik karena mekanisme dari armatur dan rotor tidak memungkinkan mencakup flux seluruhnya. energi mekanik pompa sirkulasi minyak pelumas dan energi mekanik Alternator charging battery sehingga menjadi energi mekanik output engine dalam satua Kwm ( killowatt mekanik ) · Energi mekanik ini satu poros / shaft dengan generator dimana generator listrik ini juga mempunyai effisiensi yang berarti mempunyai rugi rugi. . energi mekanik pompa sirkulasi air radiator. o Rugi exsitasi dimana jika beban terlalu induktif ada pergeseran arus armatur sehingga terjadi pengurangan besar flux rotor yang disebut demagnetisasi sehingga diperlukan arus eksitasi sedikit lebih karena cebderung tegangan menurun karena demagnetisasi tersebut.

2750 Hz. Differensial dan Integral yang ada pada speed kontrol. Karena sudah diset sedemikian rupa pada pulsa impule 2. Sehingga interaksi perlawanan medan magnet berkurang .75 khz. System kerja : § Dalam keadaan running dan beban kosong engine diset dalam putaran 1500 Rpm atau setara dengan 50 Hz . Peralatan ini lazim disebut speed control.KERJA ELECTRIC GOVERNOR AGAR PUTARAN MESIN TETAP STABIL PADA BERBAGAI LEVEL BEBAN Governor system terdiri menjadi 3 bagian : .Governoor Actuator : Yaitu bagian yang menggerakkan mekanisme fuel pump yang mengatur pembukaan katup bahan bakar sehingga putaran mesin dapat naik atau turun. Semakin besar beban yang tiba tiba masuk semakin kuat dan semakin turun putaran generator. Maka terjadi kenaikan impulse pada MPU.Dengan demikian poros diesel generator cenderung menurun putarannya karena beban tersebut. § Jika pada saat beban tinggi kemudian ada pengurangan beban yang tiba tiba atau perlahan. segera speed control memerintahkan .Magnetic Pick Up : Yaitu peralatan yang dapat membangkitkan pulsa tegangan antara 5 – 50 volt ac dengan frekuensi sebesar 1000. Dengan demikian putaran poros generator cenderung naik karena beban lebih ringan. Maka jika terjadi penurunan impulse maka sesaat / segera speed control memerintahkan actuator untuk menambah sudut buka fuel sehingga kecepatan ditambah sampai MPU mengirimkan sinyal pulse sebesar 2. . Maka terjadi pengurangan arus listrik yang ada pada stator generator.Governoor control : Yaitu bagian yang mengontrol secara electronik dan membandingkan antara input berupa pulse dari Magnetic pick-up dengan output berupa tegangan DC yang menggerakkan actuator control. Dengan berbagai level beban maka didapat speed yang konstan. . Melalui referensi pulsa MPU ini dibaca dan di compare oleh speed control . § Melalui tranducer berupa magnetic pick up ini frekuensi impulse yang terbaca menjadi ikut turun. Dengan dasar induksi magnetic yang timbul dikarenakan perputaran flywell dimana terdapat gigi-gigi antara 118 teeth sampa 148 teeth .75 khz akan berputar pada 1500 Rpm. maka arus yang mengalir ke stator membuat perlawanan / interaksi terhadap main rotor sehingga timbul gaya yang sifatnya melawan dan menghambat putaran. § Jika terjadi kenaikan beban pada generator . Waktu dan reaksi yang dibutuhkan untuk kembali pada putaran nominal dapat diatur melalui setelan Proporsional.

Namun perlu diketahui dengan tambahnya daya output maka tekanan kerja semakin tinggi pada ruang bakar. Dengan demikian kipas radiator . Maka komposisi oksigen akan lebih banyak sehingga dapat lebih banyak pula jumlah bahan bakar yang dapat dibakar pada proses pembakaran. Dengan penambahan Turbocharger terjadi peningkatan daya output engine antara 25 – 40 %. Hingga pada suatu kondisi beban penuh Exhaust manifold sampai membara. § Demikian terus berkelanjutan berulang ulang.actuator untuk mengurangi sudut buka fuel sehingga kecepatan berkurang dan mendekati putaran nominal . b) Udara yang keluar dari turbo masih mempunyai suhu yang tinggi berkisar 80 o Celcius. sehingga dapat disimpulkan putaran generator dan frekuensi generator akan tetap dengan berbagai level beban.Jika secara teoritis kandungan oksigen dapat diperbanyak tidak hanya berasal dari kevakuman piston tetapi dari dorongan / kompresi dari luar. Alat yang dapat mendorong udara dengan tekanan/ kompresi itu dinamakan Turbocharger. Dengan demikian maka lifetime operasional engine akan lebih pendek dibanding tanpa menggunakan turbocharger. Dengan demikian kualitas pembakaran lebih sempurna. Sehingga proses pembakaran pada pengabutan solar hanya terpenuhi sebatas oksigen yang masuk tersebut.000 – 12.000 Rpm Hingga pada beban penuh suara turbo terdengar melengking karena semakin cepatnya putaran turbo. Turbocharger ini di gerakkan oleh semacam turbin yang seporos dengan gas buang. Dengan asumsi bahwa kepadatan oksigen akan lebih kecil atau berkurang pada suhu tinggi maka perlu cara untuk menurunkan suhu tersebut.Putaran turbo bisa mencapai 10. Yaitu dengan mendinginkan udara tersebut melewati radiator melalui kisi kisi dan sirip sirip yang punya penampang cukup luas untuk melewatkan udara panas. Semakin besar beban genset semakin banyak gas buang yang dikeluarkan dan semakin besar pula kecepatan putar turbo tersebut. Dan total panas engine yang perlu di sirkulasikan semakin meningkat. Disebabkan rumah turbo satu bagian dengan saluran gas buang di mana gas buang mempunyai suhu berkisar 300 – 500 o Celcius . Udara panas tersebut turun suhunya sekitar 40 derajat. Gas buang panas dengan tekanan ini dimanfaatkan untuk memutar turbocharger tersebut. Dapat dibayangkan berapa derajat suhu udara yang masuk ke ruang pembakaran. Ada beberapa teori dasar yang dapat menjadi acuan bahwa mesin diesel dapat ditingkatkan daya outputnya dengan beberapa cara yaitu : a) Mesin Diesel dengan pemasukan oksigen pada ruang bakar secara biasa (Natural Aspirated) komposisi oksigen yang masuk pada ruang bakar hanya diambil karena kevakuman pada piston waktu bergerak ke bawah ( titik mati bawah) dengan demikian kandungan oksigen terbatas pada udara yang masuk.

Jacket Water Heater : adalah perlengkapan tambahan generator untuk menjaga agar suhu mesin tetap dalam kondisi hangat 42 C dan siap setiap saat untuk dioperasikan dan langsung dibebani dengan total beban pada bangunan. Temperature setelah melewati oil cooler ini mencapai 60 – 80 derajat celcius . Dapat dipasang sebagian bersamaan dengan pendinginan radiator. Agar daya lumas oli tetap terjaga dan viskositas juga terjaga maka dipasang alat yang dinamakan Oil Cooler. Mesin sudah / setiap saat siap. b. Sequence waktu standar untuk menghidupkan motor priming pump tersebut yaitu hidup selama 5 -10 menit dengan interval 6 – 8 jam sekali periode. Maka secara otomatis air akan dengan sendirinya bersirkulasi karena adanya perbedaan suhu tersebut. Peralatan yang mendinginkan udara panas dinamakan After cooler / Air to Air cooler. Karena oli juga melewati bagian bagian yang panas seperti halnya rumah turbo dan rumah piston. Dengan teori bahwa air dengan suhu lebih tinggi akan naik keatas. Lain halnya dengan engine diesel yang dipakai bukan untuk stanby Maka biasanya sebelum mesin dihidupkan prelubrication pump akan beroperasi terlebih dahulu kurang lebih satu sampai 2 menit setelah beberapa saat engine baru distart. Dan biasanya digunakan pada industri 2 yang sumber utamanya menggunakan generator. Peralatan ini terdiri dari mekanik pompa oli digerakkan oleh motor berdaya antara 0. .mendinginkan dua media sekaligus yaitu air panas dan udara panas. Atau didinginkan dengan motor kipas tersendiri. Dengan demikian output dapat sedikit ditingkatkan dengan semakin membaiknya daya pelumasan walau tidak terlalu signifikan.5 – 1. Prelubrication Oil Pump / Oil Priming Pump : Adalah perlengkapan tambahan generator untuk tetap menjaga agar bagian bagian mesin tetap terlumasi dengan baik meskipun tidak terpakai. Hingga jika saatnya dibutuhkan untuk mesin beroperasi. Air mengalir ke radiator kemudian ke seluruh bagian mesin kembali ke tabung heater lagi dan demikian seterusnya. Peralatan tambahan untuk generator a. Sehingga performa pelumasan terap terjaga sempurna. Dengan suhu sedemikian tinggi maka kekentalan (viskositas) dan daya pelumasan sedikit berkurang.5 – 2 kw 380 V 3 Phase. Dengan ditambahkannya sistem ini maka akan ada sedikit tambahan daya output sebesar 5 – 8 %. Peralatan ini berupa Heater elemen yang terpasang di kanan kiri mesin. c) Oli / minyak pelumas pada kondisi mesin bekerja penuh akan mengalami peningkatan temperatur hingga 100 – 120 o Celcius. Dengan rating daya 2 x 1.5 kw 380 V 3 Phase.

Dan untuk knalpot/ silencer ada dua macam cara yaitu dinaikkan tinggi . Tangki penyimpanan bahan bakar bisa saja tercampur oleh air yang menetes karena proses pengembunan dan biasa terjadi pada malam hari maupun pagi hari. Sehingga dalam keadan emergency accumulator siap untuk mengoperasikan engine. f. e. Tegangan floating pada generator antara 27. Terutama untuk daerah yang mempunyai kelembaban tinggi dan pada dataran tinggi. Ada pula Exhaust fan yang berfungsi memasukkan udara segar dan bekerja selama generator beroperasi. Adapun suara kebisingan tersebut berasal dari tiga sumber. Fuel Separator : Adalah perlengkapan tambahan untuk generator yang fungsinya selain sebagai filter bahan bakar juga memisahkan minyak dari kandungan air atau material padat yang mungkin terlarut dalam bahan bakar yang akan masuk ke mesin. suara mesin. Space heater ini sangat diperlukan. Sehingga tingkat insulation nya tetap terjaga baik.c. Disamping ada alternator pengisi accu yang hanya bekerja jika generator beroperasi.8 Volt DC.Exhaust Fan : Adalah alat perlengkapan tambahan untuk mengkondisikan ruangan genset tidak pengap dan panas setelah generator beroperasi.200 watt yang beroperasi terus menerus selama alternator tersebut tidak beroperasi. Besarnya exhaust fan tergantung dari luas ruangan genset dan berapa besar dan jumlah genset. Pada peralatan ini akan terlihat air yang terpisahkan jika minyak solar tercampur kandungan air dan dapat dibuang melalui drain. Peredaman suara dalam ruang genset biasanya dibuat dengan melapisi tembok ruangan dengan rockwooll / serat asbes dan ditutup kain asbes yang tahan panas. Sedangkan untuk luar ruangan berkaitan dengan udara yang masuk dan keluar dibuat mekanisme sedemikian rupa sehingga terjadi banyak belokan sehingga dapat memperlemah suara tanpa mengurangi sirkulasi udara.6 sampai 28. Generator Space Heater : Adalah perlengkapan tambahan generator yang berfungsi untuk menjaga kondisi Alternator supaya tidak dalam kondisi lembab. Sound Attenuator : Adalah perlengkapan tambahan untuk generator yang fungsinya untuk mengurangi tingkat kebisingan suara yang dihasilkan oleh engine. Peralatan ini berupa heater yang terpasang dalam alternator mempunyai rating daya antara 100 . radiator dan silencer / knalpot. Battery charger ini akan tetap mengisi dan akan mati atau berkurang jika accumulator sudah tercapai kondisi penuh. Exhaust fan biasanya beroperasi selama 10 – 15 menit setelah generator berhenti beroperasi. Sehingga kontur permukaan tidak memantulkan suara bahkan dapat menyerap suara. Battery Charger : Adalah peralatan untuk menjaga agar tingkat level tegangan DC pada Battery Accumulator tetap terjaga. e. d.

Biasanya terpasang 3 (tiga) buah RTD (Resistant Temperature Device) yang terpasang pada bagian dalam lapisan winding generator sehingga nilai temperature dapat dibaca seakurat mungkin. Dimana SFC engine diperkirakan 0. f. Tingkat isolasi dari winding generator mempunyai kelas H yang nilai tingkat isolasi sampai 150 o Celcius.Nilai tahanan ohmnya berubah seiring kenaikan suhu.25 liter/ kwh. Yang mana akan terdeteksi dengan pengukuran panas jika terjadi keausan atau tidak centernya poros generator dan poros engine. Sehingga kapasitas minimal tangki harian sebesar. Sebagai contoh jika beban penuh mesin pada 1000 kw maka kapasitas tangki bahan bakar minimal adalah 1000 x SFC engine x 12 jam operasi. . RTD ini disambung ke thermocontrol yang akan membaca tingkat suhu winding generator dan bisa digunakan untuk Shut down genset jika melebihi nilai setting yang ditentukan. Automatic Fuel System : Adalah perlengkapan yang dapat ditambahkan untuk operasional generator sistem pompa bahan bakar otomatis.keatas. Yang dapat dengan sendirinya memompa bahan bakar jika kondisi bahan bakar telah mencapai 20 – 30 % dari level bawah. Winding Temperature Sensor Adalah alat perlengkapan tambahan yang fungsinya untuk pengukuran temperature winding generator. Namun untuk proteksi biasa dipakai nilai 85 o Celcius sebagai batas maksimal temperature winding. g. Atau dihembuskan terlebih dahulu keruang bawah tanah/ terowongan bawah tanah yang bersekat-sekat sehingga suara yang keluar dari silencer tersebut dapat berkurang. 3000 liter / 3 meter kubik.Perlengkapan ini biasanya terpasang pada generator dengan kapasitas besar yang dipakai pada pembangkit atau power Plant. j) Bearing Temperature Sensor : Adalah perlengkapan tambahan yang fungsinya untuk pengukuran temperature bearing pada poros generator. Ukuran standar kebisingan yang diijinkan adalah 65 – 70 db diukur 1 meter dari tembok terluar ruang genset. Di samping ada tangki bulanan ada juga tangki harian yang ukurannya dapat diperhitungkan dari 12 jam kerja genset dalam keadaan beban penuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful