P. 1
Perkembangan Sistem Periodik

Perkembangan Sistem Periodik

|Views: 535|Likes:
Published by Marsel Sitinjak

More info:

Published by: Marsel Sitinjak on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

Perkembangan Sistem Periodik

Amatilah fenomena alam yang sering terjadi di dalam kehidupan seharihari Anda, dari mulai proses bernapas, besi berkarat, hingga roti membusuk. Semua proses tersebut merupakan bentuk fenomena kimia yang berlangsung di dalam kehidupan sehari-hari. Jika Anda mempelajari Kimia, berarti Anda mempelajari tiga dunia, yaitu dunia nyata (makroskopik), dunia atom (mikroskopik), dan dunia lambang. Dunia nyata adalah sesuatu yang dapat Anda amati menggunakan pancaindera. Setiap benda tersusun atas jutaan partikel yang sangat kecil yang disebut atom. Itulah yang disebut dunia atom. Dunia atom sangat kecil sehingga Anda tidak dapat menggunakan pancaindera untuk mengamatinya. Namun, justru melalui dunia atom inilah Anda dapat menjelaskan misteri di balik fenomena kehidupan. Bagaimana dengan dunia lambang? Oleh karena atom tidak dapat diamati menggunakan pancaindera, para ahli kimia menjelaskannya dengan menggunakan lambang berupa angka, model, dan huruf, seperti struktur molekul pada aspirin. Pada bab ini, Anda akan mempelajari struktur atom dalam sistem periodik sebagai dasar untuk membuka rahasia-rahasia di balik fakta kehidupan yang Anda temukan. Selamat menjelajahi dunia Kimia. Sudahkah Anda mendapatkan informasi mengenai perkembangan sistem periodik dari kegiatan tersebut? Bandingkanlah informasi yang Anda peroleh dengan penjelasan berikut. Unsur-unsur kimia dikelompokkan berdasarkan sifat suatu zat. Sifat suatu zat bermanfaat untuk menjelaskan, mengidentifikasi, memisahkan, dan mengelompokkan. Menjelaskan suatu zat berdasarkan sifatnya, mirip dengan cara Anda ketika menjelaskan seseorang. Ada dua jenis sifat zat, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika menjelaskan bentuk fisik zat tersebut, misalnya warna, kerapuhan, kelenturan, konduktivitas listrik, massa jenis, sifat magnet, kekerasan, nomor atom, kalor penguapan, titik leleh, dan titik didih. Adapun sifat kimia menjelaskan bagaimana suatu zat bereaksi, dengan zat apa dapat bereaksi, dan zat yang dihasilkan dari suatu reaksi. Sifat kimia suatu zat juga meliputi bagaimana suatu zat dapat bereaksi dengan zat lainnya. Misalnya, kecepatan reaksi jika bereaksi dengan zat lain, jumlah panas yang dihasilkan dari suatu reaksi dengan zat lain, dan suhu ketika terjadi reaksi. 1. Pengelompokan Unsur Kimia Berdasarkan Kemiripan Sifat Zat Antoine Lavoisier hidup pada abad ke-17. Selain mempelajari ilmu Kimia, ³bapak kimia modern´ ini juga mempelajari ilmu lain seperti Botani, Astronomi, dan Matematika. Lavoisier telah menghasilkan banyak teori kimia di antaranya teori mengenai pengelompokan unsur-unsur kimia. Menurut Lavoisier, unsur kimia adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Unsur kimia yang sudah ditemukan pada saat itu berjumlah 33 unsur. Pengelompokan unsur-unsur kimia oleh Lavoisier dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul Traité Élémentaire de Chimie pada 1789. Buku tersebut merupakan buku teks kimia modern yang pertama. Lavoisier mengelompokkan ke-33 unsur kimia tersebut ke dalam 4 kelompok berdasarkan sifat kimianya, yaitu kelompok gas, kelompok nonlogam, kelompok logam, dan kelompok tanah. Tabel berikut menunjukkan pengelompokan unsur kimia menurut Lavoisier.

Dobereiner menamakan pengelompokan unsurnya dengan nama Triade. atom tidak bisa dihancurkan. natrium. 3.2. Pada 1828. Dalton membuat daftar massa suatu atom. unsur yang berbeda memiliki atom yang berbeda jenisnya dan berbeda massanya. dan kalium. Pada 1829. unsur-unsur kimia mulai dikelompokkan berdasarkan massa atomnya. Jons Jakob Berzelius mengembangkan teori atom yang dikemukakan Dalton. yaitu: litium. ujilah teori Triade Dobereiner tersebut menggunakan tabel massa atom berikut. kalsium. Kelompok unsur-unsur tersebut. stronsium. tetapi susunannya dapat berubah karena suatu reaksi kimia. John Dalton mengumumkan teori atom. dan tellurium. Pengelompokan Unsur Kimia Berdasarkan Massa Atom a. selenium. Benarkah pernyataan yang dikemukakan Dobereiner? Untuk membuktikannya. klorin. belerang. dan 4. semua atom dalam suatu unsur memiliki massa dan sifat yang sama. dan iodin. ia mengelompokkan unsur-unsur kimia ke dalam suatu kelompok yang terdiri atas 3 unsur yang sifatnya sama. Triade Dobereiner Pada 1803. Menurut Dalton: 1. Dengan diketahuinya massa suatu atom. unsur yang kedua memiliki massa atom yang jumlahnya setengah dari penjumlahan massa atom unsur pertama dan unsur ketiga. Berdasarkan teori atom tersebut. bromin. dan barium. 2. . Ilmuwan yang kali pertama mengelompokkan unsur kimia berdasarkan massa atom adalah Johann Dobereiner. semua zat terdiri atas atom yang tidak bisa dibagi lagi. Ketika diselidiki lebih lanjut.

Pengelompokan unsur yang dilakukan Newlands pada 1864 tersebut dikenal dengan nama Hukum Oktaf. Tabel Periodik Mendeleev Pada 1869. Hukum Oktaf Newlands Kimiawan Inggris. Dmitri Mendeleev memperkenalkan suatu bentuk tabel periodik berdasarkan massa atom.b. menyusun 62 unsur yang saat itu diketahui berdasarkan kenaikan massa atom pada 1864. Jika hitungan diawali dari Li. kelompok unsur-unsur yang mirip terulang setiap 8 unsur. . dan Ca. Berikut ini adalah tabel periodik Mendeleev. unsur kedelapan adalah unsur Na dan unsur keenambelas adalah K.3 menunjukkan susunan unsur-unsur kimia yang dikelompokkan Newlands. Gambar 1. Sampai lima tahun kemudian. Begitu juga dengan unsur Be. ilmuwan Rusia. Mg. dan K memiliki sifat yang mirip. John Newlands. c. Ternyata. teorinya ini dianggap hal yang konyol oleh banyak orang. Na. Dmitri Ivanovic Mendeleev mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai pengelompokan unsur-unsur kimia. Unsur Li. Unsur-unsur kimia diurutkan dari kiri ke kanan. Unsur-unsur kimia dikelompokkan Mendeleev ke dalam 12 kelompok menurut kenaikan massa atom. Akan tetapi.

Unsur-unsur kimia dalam tabel periodik Mendeleev dikelompokkan ke dalam 8 kolom dan 12 baris. Pada tabel tersebut. Mendeleev memperbaiki tabel periodiknya. Pada bulan November 1875. eka-boron (nomor atom 68). dan eka-silikon (nomor atom 72). Unsur-unsur satu kolom dan satu baris memiliki sifat kimia yang mirip. Mendeleev memberi nama unsur-unsur tersebut dengan istilah eka-aluminium (nomor atom 44). ilmuwan Prancis Lecoq de Boisbaudran menemukan unsur yang sifatnya sama dengan eka-aluminium. Dugaan Mendeleev terbukti. Perhatikan tabel berikut untuk mengetahui persamaan antara prediksi Mendeleev dan penemuan de Boisbaudran .Pada 1871. Mendeleev menyediakan kotak kosong untuk unsur-unsur yang menurut dugaannya akan ditemukan pada masa mendatang. Ia memutar 90° posisi tabelnya sehingga menjadi seperti tabel berikut. ia menamakan unsur tersebut galium.

sedangkan sifat unsur germanium yang ditemukan ilmuwan Jerman. Lars Nilson pada 1879 mirip dengan ekaboron. Menurut Meyer. Lothar Meyer mengusulkan sistem periodik berdasarkan massa atom. berada di puncak. dan Rb. Kemudian.Sama halnya dengan eka-aluminium. Misalnya. dua unsur lain yang diprediksi Mendeleev (eka-boron dan eka-silikon) ternyata diketahui memiliki sifat yang sama dengan skandium dan germanium. K. Sifat unsur skandium yang ditemukan ilmuwan Swedia. volume atom suatu unsur yang diplotkan dengan massa atom tersebut akan membentuk grafik yang berperiodik secara teratur. unsur logam alkali. Perhatikan grafik antara volume atom dan massa atom berikut. yaitu Na. Meyer mengembangkan penemuannya ke dalam bentuk tabel seperti berikut. Tabel Periodik Meyer Hampir mirip dengan sistem periodik yang dikemukakan Mendeleev. . Berdasarkan grafik tersebut terlihat bahwa unsur-unsur yang sifatnya mirip membentuk suatu keteraturan. d. Clemens Winkler pada 1886 mirip dengan eka-silikon.

Henry Moseley meneliti hubungan antara sifat suatu atom dan jumlah protonnya (nomor atom) menggunakan spektroskopi sinar-X. Ernest Rutherford berhasil menemukan salah satu partikel dasar penyusun atom. Dua tahun kemudian. Tabel Periodik Moseley Pada 1911. Dalam tabel periodik Mendeleev. Masalah itu akhirnya terpecahkan dengan cara membuat baris baru sehingga tabel periodik modern berubah menjadi seperti gambar berikut. Unsur-unsur kimia dalam tabel periodik Meyer disusun berdasarkan kenaikan massa atom secara vertikal. Glenn Seaborg berhasil menemukan unsur transuranium. b. berdasarkan tabel periodik Moseley. Ia memplotkan frekuensi sinar-X dan kenaikan nomor atom. Kemudian. Moseley menyusun unsur-unsur tersebut dalam bentuk tabel periodik sebagai berikut. penempatan unsur Te dan I sesuai dengan kenaikan nomor atomnya. Pada 1940. Tabel Periodik Modern Hingga pertengahan abad ke-20. Tabel periodik Moseley berhasil memperbaiki kelemahan tabel periodik Mendeleev. . yaitu proton. 3. Namun. Pengelompokan Unsur Kimia Berdasarkan Nomor Atom a. penempatan telurium (massa atom 128) dan iodin (nomor atom 127) tidak sesuai dengan kenaikan massa atomnya. Penemuan tersebut menimbulkan masalah mengenai penempatan unsur-unsur transuranium dalam tabel periodik. Unsur-unsur yang sifatnya mirip ditempatkan dalam baris yang sama. yaitu unsur dengan nomor atom 94±102. tabel periodik Moseley diakui sebagai tabel periodik modern.Amati kembali tabel periodik Meyer.

Tugas kimia .

perkembangan sistem periodik unsur Disusun oleh : RIDWAN .Sumedang .7 SMAN jatinangor kab. F Kelas X.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->