makalah komunikasi dalam pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Dalam kenyataannya bahwa proses komunikasi itu tidak selama lancar , hal terjadi dikarenakan kurangnya memperhatikan unsur-unsur yang mestinya ada dalam proses komunikasi. Dari uraian tersebut, bahwa dalam komunikasi itu perlu diperhatikan mengenai unsure-unsur yang berkaitan dengan proses komunikasi, baik itu oleh komunikator maupun oleh komunikan, dan juga bahwa komunikator harus memahami dari tujuan komunikasi. Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum.

Kurikulum secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan berorientasi pada kemajuan sistem pendidikan nasional, tampaknya belum dapat direalisasikan secara maksimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan riil di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam pembelajaran ekonomi. Masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif. Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat

maka klasifikasi sistematika penulisannya meliputi bab I Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah. B. Hal sesuai dengan pendapat Maman Ukas mengemukakan tujuan komunikasi sebagai berikut : 1. Jadi. 5. Memimpin. Untuk mengetahui fungsi-fungsi komunikasi d. Proses pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya partisipasi aktif dari seluruh siswa. menilai anggota organisasi. 3. begitu pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi. mengembangkan. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan. maka tujuan penulisan ini diarahkan untuk : a. tujuan dan unsure-unsur komunikasi komunikasi. dan efektivitas proses komunikasi dalam manajemen pendidikan. Untuk mengetahui efektivitas proses komunikasi dalam proses pendidikan D. Selanjutnya Oteng Sutisna mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi tentunya . Sistematika Penulisan Sebagai langkah akhir dalam penulisan makalah ini. dan sistematika penulisan. bab II diibahas tentang pengertian komunikasi. Tujuan dan Unsur-Unsur Komunikasi Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang.diperoleh prestasi belajar yang optimal. mengarahkan. Tujuan Penulisan Makalah Sesuai dengan permasalah yang telah dikemukakan di atas. tujuan penulisan. Untuk mengetahui arti komunikasi b. Pembatasan Masalah Dalam penulisan makalah ini. Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien. kegiatan belajar berpusat pada siswa. BAB II PEMBAHASAN B. Untuk mengetahui tujuan dan unsure-unsur komunikasi c. fungsi-fungsi komunikasi. pembatasan masalah. dan bab III merupakan bab terakhir dalam penulisan makalah ini yang berisikan tentang kesimpulan. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha. guru sebagai motivator dan fasilitator di dalamnya agar suasana kelas lebih hidup. penulis membatasi masalahnya sebagai berikut : a)Pengertian Komunikasi b)Tujuan dan unsure-unsur komunikasi c)Fungsi-fungsi komunikasi d)Efektivitas proses komunikasi dalam proses pembelajaran e)Hambatan dalam Proses Komunikasi C. 4. 2. Memilih.

Umpan balik memungkinkan sumber berita untuk mengetahui apakah berita itu telah diterima dan dinterprestasikan dengan betul atau tidak. 5. di mana kekuasaan orang adalah hak untuk memberi perintah kepada bawahan di mana para bawahan tunduk dan taat dan disiplin dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Fungsi integrasi Dari fungsi komunikasi tersebut. Akhirnya harus ada umpan balik atau respon dipihak penerima berita. perasaan. Fungsi komando akan perintah tentunya berkaitan dengan kekuasaan. yaitu seorang komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan. yang umumnya bias dinyatakan dalam katakata permbuatan yang oleh komunikasi diharapkan akan dicapai. baik itu unsur sumber yang merupakan sebagai komunikator yang memiliki informasi atau berita yang akan disapaikan terhadap penerima informasi dengan melalui atau menggunakan saluran atau media komunikasi. Harus ada penerima berita. Harus ada suatu saluran yang menghubungkan sumber berita dengan penerima berita. Harus ada suatu maksud yang hendak dicapai. Melalui lisan manajer atau pemimpin dengan bawahan dapat berdialog langsung dalam menyampaikan gagasan dan ide. ide atau infromasi untuk diberikan. sehingga tidak merasa bahwa sebenarnya apa yang dilakukan bawahannya itu merupakan beban. Fungsi komando akan perintah 3. Pada fungsi integrasi bahwa organisasi sebagai suatu sistem harus berintegrasi dalam satu total kesatuan yang saling berkaitan dan semua urusan satu sama lain tak dapat dipisahkan. 2. Dan dalam mepengaruhi bahwa komunikator harus luwes untuk melihat situasi dan kondisi di mana bawahan akan diberikan tugas dan tanggung jawab. Fungsi mempengaruhi dan penyaluran 4. C.memerlukan unsur-unsur komunikasi. sehingga bawahan merasa berkewajiban harus menjalankan pekerjaan atau tugas yang harus dilaksanakannya. antar unsur yang satu dengan yang lainnya jelas sekali adanya suatu keterkaitan. 4. jelaslah bahwa dalam kegiatan komunikasi itu di dalamnya terdapat unsure-unsur yang ada dalam komunikasi. ia akan merasakan tugas dan tanggung jawab. maka dalam suatu organisasi komunikasi mempunyai beberapa fungsi. Berdasarkan dari unsure-unsur tersebut. Fungsi-Fungsi Komunikasi Sesuai dengan tujuan dari komunikasi. bahwa fungsi informasi. Dalam fungsi pengaruh berarti memasukan unsure-unsur yang meyakinkan dari pada atasan baik bersifat motivasi maupun bimbingan. dengan melalui komunikasi maka apa yang ingin disampaikan oleh narasumber atau pemimpin kepada bawahannya dapat diberikan dalam bentuk lisan ataupun tertulis. oleh . Suatu berita dalam suatu bentuk diperlukan untuk menyatakan fakta. Dengan perintah terjadi hubungan atasan dan bawhaan sebagai yang diberikan tugas. Suatu perintah akan berisikan aba-aba untuk pelaksanaan kerja yang harus dipahami dan dimengerti serta yang dijalankan oleh bawahan. dan apabila salah satu unsur itu tidak ada kemungkinan proses komunikasi akan mengalami hambatan. Fungsi informasi 2. Hal ini sebagaimana menurut Maman Ukas bahwa fungsi komunikasi adalah : 1. Harus ada suatu sumber. yaitu : 1. 3. atau ide yang dimaksud untuk membangkitkan respon dipihak orang-orang kepada siapa berita itu idtujukan.

Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima. menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. ke atas. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau kelompok lain. ke samping atau mendatar.´ Dalam struktur komunikasi harus adanya suatu jaminan informasi dan pikiran-pikiran akan mengalir bebas ke semua arah yang diperlukan. saran ide. Agar komunikasi berjalan efektif. ke atas. di mana seseorang itu akan saling berhubungan dan saling memberikan pengaruh kepada satu sama lain dalam rangka terciptanya suatu proses komunikasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin. yakni ke bawah. maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota. Selanjutnya biasanya orang ingin mendengar laporan-laporan yang menyenangkan. memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan insani yang baik. Karena komunikasi mempunyai suatu maksud. Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal. Menurut Marsetio Donosepoetro mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada beberapa ketentuan. Menurut Oteng Sutisna bahwa ³Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiranpikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal. 3. Ini disebut penerima yang terntetu. antara lain : 1. Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu. sebagai mana menurut Oteng Sutisna mengemukan bahwa ³Komunikasi formal terjadi. Suatu komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima. 2. baik itu ke bawah.´ . dalam memilih informasi untuk keperluan pelaporan. komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah. itu diminta oleh komuniktor. atau informasi secara pribadi. Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan. penyimpangan bias dengan mudah menyelinap.´ Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan sosial tidak secara formal.karena itu orang-orang yang berada dalam suatu organisasi atau kelompok merupakan suatu kesatuan sistem. Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiranpikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu. Efektivitas Komunikasi dalam Proses Pendidikan Dalam prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses social untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka mempengaruhi orang lian. dann ke samping. Akibatnya ialah sering pemindahan informasi yang diperindah atau dibiaskan. sesuai dengan maksud komunikasi. D. Selanjutnya menurut Maman Ukas bahwa ³Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak resmi dan terjadinya pada saat organisasi saling bertukar pikiran. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. dan untuk menenrima respon sikap. Demikian pula komunikasi secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.

akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi. prasangka. Misalnya karena cuaca. sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat segera mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan. Dalam kegiatan suatu organisasi atau lembaga khusunya dalam hal pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas dengan komunikasi. Gangguan personal (personnel noise).Jika komunikator menaruh perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal. lagi pula komunikasi informal itu membawa kepada putusan-putusan yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi yang sama. tamak. misalnya pertentangan kepentingan. Juga kondisi psikologis. sehingga proses komunikasi dapat berlangsung. iri hati. sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. yaitu bersangkutan dengan kondisi fisik komunikan atau komunikator yang sedang kelelalahan. di manan antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi. terdiri dari : Gangguan mekanik (mechanical/channel noise). dan mencemoohkan komunikasi. karena selalu terdapat hambatan. waktu yang tidak tepat. Berdasarkan hal tersebut. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi. yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasif. walaupun ada hambatan. E. yaitu hambatan yang sengaja di buat orang lain sebagai upaya penentangan. penggunaan media yang keliru. ia akan mengetahui kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap organisasi dan masalah-masalahnya. Oleh sebab itu suatu proses pendidikan akan berhasil apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan. ataupun karena tidak kesamaan atau tidak ³in tune´ dari frame of reference dan field of reference antara komunikator dengan komunikan. Beberapa ahli menyatakan bahwa tidak ada proses komunikasi yang sebenar-benarnya efektif. Hambatan komunikasi pada umumnya mempunyai dua sifat berikut ini : Hambatan yangbersifat objektif. Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi. di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan. bahwa tujuan dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara optimal apabila proses komunikasinya lancar tanpa adanya suatu hambatan. Gangguan semantik (semantic noise). Hambatan yang bersifat subjektif. . atau sedang ngantuk. Lebih banyak kekacauan penggunaan bahasa. Hambatan Dalam Proses Komunikasi Melakukan komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Sedangkan kalau diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi : Gangguan (Noises). rasa lapar. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan.§ yaitu gangguan disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. yaitu bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. apatisme. yaitu hambatan terhadap proses komunikasi yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. kebisingan kalau komunikasi di tempat ramai. pengertian suatu istilah atau konsep terdapat perbedaan antara komunikator dengan komunikan.

pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok. memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi. fungsi komando akan perintah. Kepentingan (Interest) Interest akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya tanggap. 3. antara lain : fungsi informasi. ide. Sesuai dengan tujuannya bahwa terjadinya komunikasi mempunyai beberapa fungsi. BAB III PENUTUP Kesimpulan Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi. unsur-unsur komunikasi meliputi . Di samping tujuan tersebut. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan. perasaan. harus ada suatu maksud atau tujuan. mengarahkan. 4. Proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara . harus ada suatu saluran atau media komunikasi. fungsi mempengaruhi dan penyaluran. Memimpin. yaitu : 1. bosan. Ia adalah proses interaksi antara orangorang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orangorang dan kelompok-kelompok di dalam suatu Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok yang dalam prosesnya ada tujuan komunikasi. dan harus ada penerima berita. perasaan. 5. mengembangkan. harus ada suatu sumber. Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya.misalnya tidak ada minat. pikiran. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha. adanya suatu berita atau informasi. dan sebagainya. dan tingkah laku yang akan merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan. 2. menilai anggota organisasi. penjeleasan. Memilih. dan fungsi integrasi.

7.Nanang Fattah.M.Marsetio Donosepoetro. . yang meliputi komunikasi aktif dan komunikasi pasif.I. sehingga kegiatan komunikasi terjadi aktif tidak pasif. (Jakarta : Karunia. 2.Nyoman Bertha. maka penulis menyampaikan saran-saran yang berkaitan dengan proses komunikasi dalam manajemen pendidikan sebagai berikut: 1. (Surabaya : 1982). Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal. sehingga terjadinya timbal balik dan tercapainya tujuan yang telah diteapkan.Arief Furchan. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Prinsip. 3. memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan insani yang baik. (Bandung : Rosdakarya. Analisis Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. sehingga dapat efektif dan efisien. Dalam proses komunikasi hendaknya terjalin kerjasama yang baik. di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan. Garisgaris komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin. 1983). dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat.Burhanuddin. Psikologi Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA 1. Administrasi Pendidikan. 1996).Maman Suherman. Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu. Filsafat dan Teori Pendidikan. (Bandung : FIP IKIP Bandung. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota. 1994).Maman Ukas. Manajemen Konsep. 1983). Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima. Pengembangan Sarana Belajar. dan Aplikasi. 1981). Saran Berdasarkan pada uraian tersebut.Dadang Sulaeman dan Sunaryo. 5. 6. (Bandung : Ossa Promo. 1999). 4. Landasan Manajemen Pendidikan. sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan. 1986). 8. 9. dan menggunakan saluran atau alat bantu komunikasi sesuai dengan kebutuhan. (Bandung : IKIP Bandung. Ngalim Purwanto. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam. (Jakarta : Mutiara Sumber-Sumber Benih Kecerdasan. Komunikan hendaknya mememahi keberadaannya sebagai penerima pesan atau informasi. Komunikator hendaknya memiliki kemampuan dalam proses penyampaian informasi. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya. Manajemen dalam Pengertian dan Pendidikan Berpikir. (Malang : Bumi Aksara. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. 3. 2004).informal. 2.

www.html 16.10. 13.http://etika-filsafat-komunikasi.http://meiliemma. (Bandung : Alfabeta. Administrasi Pendidikan Konteporer. 12.com 15.com/2007/09/evasi-komunikasi.blogspot. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. 2005).com/2008/06/hambatan-dalam-proses-komunikasi.blogspot.Syaiful Sagala. 1983).http://kampuskomunikasi. 11.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proseskomunikasi/ 14. 1995.wordpress.html . (Jakarta : Raja Grafindo Persada. (Bandung : Angkasa. Kepemimpinan Kepala Sekolah (Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya.Wahjosumidjo.Oteng Sutisna.teknologipendidikan.