P. 1
substruktur

substruktur

|Views: 354|Likes:
Published by Scoutarchi Widodo

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Scoutarchi Widodo on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2012

pdf

text

original

PONDASI

Pondasi adalah salah satu bagian konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadi differential settlement pada sistem strukturnya.

Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi: ‡ Keadaan tanah pondasi ‡ Batasan akibat konstruksi diatasnya (upper structure) ‡ Keadaan daerah sekitar lokasi ‡ Waktu dan biaya pekerjaan ‡ Kokoh, kaku dan kuat

Tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi : ‡ Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar. ‡ Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung. ‡ Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan

BAHAN PONDASI:
‡ Bata
‡ Kurang ideal, sebab bahan lunak dan berporeus. ‡ Digunakan untuk pembebanan yang ringan bangunan sementara. ‡ Sebaiknya tidak pada lapisan tanah yang berair. atau

‡ Batu kali ‡ Cukup baik, asalkan susunan batu harus tersusun dengan benar dan kompak. Perbandingan spesi 1 PC : 4 PS. ‡ Untuk pondasi bangunan permanent berlantai 1/2/3. ‡ Kekokohan landasan dapat agak lunak hingga sedang, tergantung besarnya beban bangunan.

BAHAN PONDASI:
‡ Beton (tidak bertulang)
‡ Cukup baik, asal dibuat dengan perbandingan semen yang sesuai. ‡ Beton blok : 1PC : 4/5 PS di press dalam cetakan ‡ Beton : 1 PC : 3 PS : 5/7 kerikil ‡ Hanya dapat menahan beban tekan. ‡ Kekokohan landasan dapat lunak hinnga sedang, tergantung besarnya beban bangunan.

‡ Beton bertulang
‡ Sangat ideal digunakan karena bahan yang padat, kompak dan kedap air. ‡ Dapat diperhitungkan untuk menahan beban tarik. ‡ Perlu perhatian dalam pembuatannya dan kualitas betonnya. (perlu lantai kerja untuk peletakan tulangan besi) perbandingannya 1 PC : 3 PS : 5 KR.

JENIS-JENIS PONDASI: 1. Pondasi Dangkal Pondasi dangkal adalah pondasi yang digunakan pada kedalaman 0.8 1 meter. Karena daya dukung tanah telah mencukupi.
2. Pondasi Dalam Pondasi dalam adalah pondasi yang kedalamannya lebih dari 2 meter dan biasa digunakan pada bangunan bangunan bertingkat.

1. Pondasi Dangkal
Jenis : a. Pondasi Rolling Bata Pondasi rollag bata merupakan pondasi yang diaplikasikan untuk menopang beban ringan, misalnya pada teras.

b. Pondasi Batu Kali Pondasi batu kali sering kita temuin pada bangunan bangunan rumah tinggal. Pondasi ini masih digunakan, karena selain kuat, pondasi ini pun masih termasuk murah. Bentuknya yang trapesium dengan ukuran tinggi 60 80 Cm, lebar pondasi bawah 60 80 Cm dan lebar pondasi atas 25 30 cm.

Jenis Pondasi Batu Kali

‡ Menerus

‡ Setempat

c. Pondasi sumuran Pondasi sumuran atau cyclop beton menggunakan beton berdiameter 60 80 Cm dengan kedalaman 1 2 meter. Di dalamnya dicor beton yang kemudian dicampur dengan batu kali dan sedikit pembesian dibagian atasnya.

d. Plat beton lajur Pondasi plat beton lajur sangat kuat, sebab seluruhnya terdiri dari beton bertulang dan harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali. Ukuran lebar pondasi lajur ini sama dengan lebar bawah dari pondasi batu kali, yaitu 70 Cm. Sebab fungsi pondasi plat beton lajur adalah pengganti pondasi batu kali.

Contoh gambar kerja pondasi plat beton lajur

Contoh gambar kerja pondasi plat beton lajur

g. Pondasi Umpak Sering ditemui pada konstruksi tradisional dari batu masif yang ditarah (dibentuk dan diratakan), atau bisa juga dari beton bertulang pre fabrikasi (dibuat melalui pabrik) dan tinggal menaruh diatas permukaan tanah yang diratakan.

Contoh gambar kerja pondasi umpak

2. Pondasi Dalam
Jenis : a. Bore Pile Bore pile adalah pondasi yang kedalamannya lebih dari 2 meter. Digunakan untuk pondasi bangunan bangunan tinggi. Sebelum memasang bore pile, permukaan tanah dibor terlebih dahulu dengan menggunakan mesin bor. Setelah itu tulang besi dimasukan kedalam permukaaan tanah yang telah dibor, kemudian dicor dengan beton. Pondasi ini berdiameter 20 Cm keatas.

Material Bore Pile antara lain:
1. Beton  Semen Portland tipe 1  Agregat kasar dari batu pecah 1-2 cm dan 2-3 cm  Agregat halus/pasir ukuran 0,1-4 mm Baja Tulangan ‡ Tulangan = besi polos BJTD 30 40 ‡ Untuk spiral/sengkang = besi polos BJTD 24 atau tergantung kebutuhan struktur. Air Air yang digunakan adalah air bersih sesuai dengan ketentuan Peraturan Beton Indonesia.

2.

3.

Contoh gambar kerja Pondasi Bore Pile

b. Tiang pancang/paku bumi Tiang pancang pada dasarnya sama dengan bore pile, hanya saja yang membedakan bahan dasarnya. Tiang pancang menggunakan beton jadi yang langsung ditancapkan langsung ketanah dengan menggunakan mesin pemancang. Menurut kualitas bahan material yang digunakan, tiang pancang dibedakan menjadi empat yaitu : 1. Tiang pancang kayu, 2. Tiang pancang beton, 3. Tiang pancang baja 4. Tiang pancang composite (kayu beton dan baja beton).

1. Tiang pancang kayu Persyaratan dari tiang pancang tongkat kayu tersebut adalah : bahan kayu yang dipergunakan harus cukup tua, berkualitas baik dan tidak cacat, contohnya kayu belian. Semula tiang pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan.

Bagian-bagian tiang pancang kayu: ‡ Kepala Tiang Pancang Sebelum pemancangan, tindakan pencegahan kerusakan pada kepala tiang pancang harus diambil. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan pemangkasan kepala tiang pancang sampai penampang melintang menjadi bulat dan tegak lurus terhadap panjangnya dan memasang cincin baja atau besi yang kuat atau dengan metode lainnya yang lebih efektif. Setelah pemancangan, kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya sampai bagian kayu yang keras dan diberi bahan pengawet sebelum pur (pile cap) dipasang.

‡ Sepatu Tiang Pancang Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang cocok untuk melindungi ujung tiang selama pemancangan, kecuali bilamana seluruh pemancangan dilakukan pada tanah yang lunak. Sepatu harus benar-benar konsentris (pusat sepatu sama dengan pusat tiang pancang) dan dipasang dengan kuat pada ujung tiang. Bidang kontak antara sepatu dan kayu harus cukup untuk menghindari tekanan yang berlebihan selama pemancangan.

Pemancangan: Umumnya, berat palu harus sama dengan beratnya tiang untuk memudahkan pemancangan. Kepala tiang pancang harus selalu berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap panjang tiang pancang, agar tiang pancang berada dalam posisi relatif pada tempatnya. Penyambungan: sambungannya diperkuat dengan kayu atau pelat penyambung baja, atau profil baja seperti profil kanal atau profil siku yang dilas menjadi satu membentuk kotak yang dirancang untuk memberikan kekuatan yang diperlukan

2. Tiang pancang Beton Pondasi tiang pancang dibuat ditempat lain (pabrik, dilokasi) dan baru dipancang sesuai dengan umur beton setelah 28 hari. Karena tegangan tarik beton adalah kecil, sedangkan berat sendiri beton adalah besar, maka tiang pancang beton ini haruslah diberi tulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan.

Spesifikasi: ‡ Panjang Pile ‡ Mutu Beton ‡ Bentuk Penampang ‡ Tulangan Spiral ‡ Sambungan Standar ‡ Sistem Pemancangan

: 3m dan 6m : K-450 : Segitiga dan Segiempat : 5mm (toleransi 0.2mm) : Plat sambung baja di las : 1. Drop Hammer 2. Jacked in Pile

Keuntungan: ‡ Barang pabrikasi dengan kualitas ketat dan dapat diandalkan ‡ Pelaksanaan tidak dipengaruhi oleh air tanah ‡ Daya dukung dapat diperkirakan ‡ Cara penumbukan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung vertikal. Kerugian: ‡ Pelaksanaannya menimbulkan getaran dan kegaduhan ‡ Pemancangan sulit, bila dimeter tiang terlalu besa ‡ Penyambungannya sulit dan memerlukan alat penyambung khusus. ‡ Pemotongan sulit dan memerlukan waktu yang lama

Metode Pelaksanaan: ‡ Penentuan lokasi titik dimana tiang akan dipancang. ‡ Pengangkatan tiang. ‡ Pemeriksaan kelurusan tiang. ‡ Pemukulan tiang dengan palu (hummer) atau dengan cara hidrolik

Sistem Pemancangan: 1. Drop Hammer System ‡ Harga mob/demob murah ‡ Mobilisasi dan setting alat pancang cepat 2. Hydraulic jacked piling system ‡ Getaran pada saat pemancangan sangat sedikit, bahkan tidak ada sama sekali ‡ Suara bising akibat pukulan hammer tidak ada, karena menggunakan sytem hidrolik

3. Tiang pancang Baja Struktur Pada umumnya, tiang pancang baja struktur harus berupa profil baja gilas biasa, tetapi tiang pancang pipa dan kotak dapat digunakan. Bilamana tiang pancang pipa atau kotak digunakan, dan akan diisi dengan beton, mutu beton tersebut minimum harus K250. Bilamana korosi tiang pancang harus dilindungi dengan pengecatan menggunakan lapisan pelindung yang telah disetujui dan/atau digunakan logam yang lebih tebal bilamana daya korosi dapat diperkirakan dengan akurat dan beralasan.

Bagian-bagian tiang pancang Baja Struktur: ‡ Kepala Tiang Pancang Sebelum pemancangan, kepala tiang pancang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan topi pemancang (driving cap) harus dipasang untuk mempertahankan sumbu tiang pancang segaris dengan sumbu palu. Setelah pemancangan, pelat topi, batang baja atau pantek harus ditambatkan pada pur, atau tiang pancang dengan panjang yang cukup harus ditanamkan ke dalam pur (pile cap). ‡ Perpanjangan Tiang Pancang ‡ Sepatu Tiang Pancang

‡ Perpanjangan Tiang Pancang Perpanjangan tiang pancang baja harus dilakukan dengan pengelasan. Sambungan harus dirancang dan dilaksanakan dengan cara sedemikian hingga dapat menjaga alinyemen dan posisi yang benar pada ruasruas tiang pancang ‡ Sepatu Tiang Pancang Pada umumnya sepatu tiang pancang tidak diperlukan pada profil H atau profil baja gilas lainnya. Namun bilamana tiang pancang akan dipancang di tanah keras, maka ujungnya dapat diperkuat dengan menggunakan pelat baja tuang atau dengan mengelaskan pelat atau siku baja untuk menambah ketebalan baja.

4. Pondasi tiang pancang beton bertulang diatas tiang pancang kayu Merupakan gabungan tiang pancang kayu yang disambung dengan tiang pancang beton. Terlebih dahulu tiang pancang kayu dipancangkan sampai mencapai tanah keras, dan bagian pancang kayu harus dipastikan jauh dari muka air tanah (benar-benar terendam oleh air tanah).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->