P. 1
Pengaruh Struktur Terhadap Pola Aliran

Pengaruh Struktur Terhadap Pola Aliran

|Views: 333|Likes:
Published by Herdian Kurniawan

More info:

Published by: Herdian Kurniawan on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

1.

Pengaruh Struktur Terhadap Pola Aliran Siklus Hidrologi:
adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sisten Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.

PENJELASANNYA SEPERTI BERIKUT :

1. Bentang Sungai (river)
Air hujan yang jatuh ke bumi, sebagian menguap kembali menjadi air di udara, sebagian masuk ke dalam tanah, sebagian lagi mengalir di permukaan. Aliran air di permukaan ini kemudian akan berkumpul mengalir ke tempat yang lebih rendah dan membentuk sungai yang kemudian mengalir ke laut.

Lihat gambar di samping kanan ini. adalah suatu daerah yang meluas dari titik terendah air laut pada saat surut hingga ke arah daratan sampai mencapai batas efektif dari gelombang. Sungai berubah dari waktu ke waktu. berpendapat bahwa sungai dan lembahnya ibarat organisme hidup. Bentang pesisir pantai (LAUTAN) Pada bentang lahan pesisir (coastal landscape) tercangkup perairan laut yang disebut dengan pantai atau tepi laut. lembahnya semakin dlam dan anak-anak sungainya semakin panjang. siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru muncul di atas permukaan laut. Sungai Amazon dan Congo. lembah bentuk V. mengalami masa muda. seorang consulting hydrolic engineer. Hujan kemudian mengikisnya dan membuat parit. Pertemuan antara air laut . diklasifikasikan sebagai sungai dengan "12th order" atau "13th order". Daerah alirannya semakin melebar dan berkelok Sungai sudah tua sekali. yang terbesar di dunia. Dan seterusnya. Kemudian memperdalam salurannya dan mengiris ke dasarnya membentuk sisi yang curam. dan masa tua. Menurut Davis. Anak sungainya bertambah Sungai tua. dewasa. Sempit dan curam Sungai muda. Sebuah sungai dikatakan "third order" jika sungai itu mempunyai sekurang-kurangnya satu anak sungai "second order". Robert E. Gambar perubahan penampang sungai dibawah ini menunjukkan umur sungai. Semakin tuan sungai. Danau menampung air pada daerah yang cekung. kemudian parit-parit itu bertemu sesamanya dan membentuk sungai. mengklasifikasikan sungai berdsarkan tingkat kerumitan anak-anak sungainya. Horton.Pada tahun 1880 an seorang geologist berkebangssan Amerika. William Davis Morris. 2. Anak-anak sungai kemudian tumbuh dari sungai utamanya seperti cabang tumbuh dari pohon. tapi kemudian hilang sebagai sebagai sungai dangkal. Saluran sungai tanpa anaknya disebut sebagai "first order". Sungai masih bayi. Sungai yang mempunyai satu atau lebih anak sungai "first order" disebut saluran sungai "second order".

akresi. batuan. Penaataan ruang bisa dibantu dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang cermat terutama rencana pengembangan suatu kawasan. pasang surut dan angin. pencemaran. Apabila para pengguna jasa SIG dapat menginterpretasikan potensi sumberdaya alam sesuai batas kelentingannya. Wujud aplikasinya adalah penataan ruang yang sesuai dengan tujuan pembangunan berwawasan lingkungan. erosi. 1996). karena merupakan daerah pertemuan kekuatan yang berasal darat dan laut Perubahan ini dapat terjadi secara lambat hingga cepat tergantung pada imbang daya antara topografi. Pemanfaatan teknologi untuk usaha peningkatan produktivitas dibutuhkan konsep geomorfologi. erosi pantai. adalah. Secara ekologis terdapat fenomena dinamis seperti: abrasi. Namun. banjir. Dengan mengacu pada karakteristik suatu bentuklahan yang fenomenologis. serta permasalahan sosial ekonomi (Kusumaatmadja. Selanjutnya pemikiran yang holistik tersebut dijadikan sebagai pedoman untuk mengelola suatu kawasan pantai dengan berbagai macam faktor keunikannya. yang kedudukannya berubah sesuai denga kedudukan pada saat pasang surut. namun demikian tidak terlepas dari permasalahan lingkungan. Secara periodik dapat pula diketahui urut-urutan kejadian baik yang telah. maka degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia akan berangsur-angsur pulih kembali. Gejala yang umum terjadi di wilayah kepesisiran adalah interaksi faktor alam dan aktivitas manusia secara bersamaan. 1995). 1990) Manfaat ekosistem pantai sangat banyak. asal dan proses yang terjadi di pantai dapat dikaji secara mendalam tentang perubahan kondisi lingkungan (Thornbury. perlu juga ditunjang oleh penguasaan praktik lapangan. Permasalahan lingkungan yang sering terjadi diwilayah perairan pantai. masih terdapat juga fenomena nonalamiah seperti: pembabatan hutan mangrove untuk pertambakan. deposisi dan intrusi air laut. identifikasi. penurunan biodiversitas pada ekosistem mangrove dan rawa. sehingga karakteristik bidang kajiannya akan menjadi terfokus. Penempatan informasi yang akurat berakselerasi terhadap proses klasifikasi. 1996 dalam Dahuri dkk. Ini berarti penguasaan teoretis melalui metode pendekatan geomorfologis akan lebih bersifat sahih untuk evaluasi sebuah data. pembangunan dermaga/jetty untuk pendaratan ikan dan reklamasi pantai. sebagai penyebab adanya ketidakseimbangan siklus biogeokimia (Cook dan Doornkamp. Pendekatan yang perlu dilakukan untuk memonitor proses dinamis pantai menurut Cooke dan Doornkamp (1990) dikelompokkan berdasarkan penggunaan bukti sedimentasi atau erosi . pengolahan dan pengambilan keputusan (Clark. sebagai akibat dari pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pantai. misalnya: sifat. 1958). Lingkungan pantai merupakan daerah yang selalu mengalami perubahan. 1984). pengaruh gelombang dan arus laut. inturusi air laut. sedang maupun yang akan terjadi (Pethick. khususnya ekologi bentanglahan yang tepat dan jelas. Di samping itu. Oleh karena itu didalam pengelolaan daerah pessisir diperlukan suatu kajian keruangan mengingat perubahan ini bervariasi antar suatu tempat dengan tempat lain.dan daratan ini dibatasi oleh garis pantai (shore line). dansifatnya dengan gelombang.

menggunakan perangkap sedimen. Proses yang berlangsung dari dalam bumi. pegunungan lipatan. dengan periodisasi pembentukannya masih relatif baru. Menurut Dahuri.yang berhubungan dengan bangunan penghalang pantai. dijumpai pula adanya materialmaterial yang terendapkan di zone supratidal. Di samping itu. Di lokasi yang sama. Secara garis besar bentuk morfologi permukaan bumi sekarang ini terbentuk oleh beberapa proses alamiah. Hasil bentuk topografi deposisional marin menurut Thornbury (1958) dapat diamati dari perubahan profil pantai hasil pengendapan. 3) refraksi gelombang. proses dan material penyusun (Lobeck. 1996). B. proses perubahan garis pantai yang diamati pada saat sekarang. Tujuan Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat permasalahan yang akan ditimbulkan pada lokasi pariwisata Pantai Baron dan Pantai Krakal dalam hubungannya dengan dinamika pantai di kedua daerah tersebut. maka akan terbentuk arus sibak pantai dan terbentuknya arus susur pantai. TINJAUAN PUSTAKA A. Fenomena ini dapat terukur melalui pendekatan komputasi transfer sedimen yang meliputi: 1. yang membentuk morfologi gunungapi. dkk. Sudut datang gelombang di masing-masing lokasi pengambilan sampel rata-rata sangat kecil. Bentuk kenampakan ini timbul akibat beberapa komponen konstruksional berupa: 1) material yang bergerak. Data pendukung yang diperoleh menunjukkan di lokasi penelitian terdapat deposisional marin. Secara geologi. pemantauan partikel-partikel terlarut. Hal ini dapat dilihat dari tipe pasut di perairan Cilacap yang tergolong bertipe ganda campuran (Dahuri. pengukuran arah dan kecepatan pengangkutan partikel-partikel sedimen. . datanya dapat digunakan untuk meramal proses yang akan terjadi. antara lain : 1. 1939). (1996). klasifikasi dan perbedaannya serta proses yang berhubungan terhadap pembentukan morfologi tersebut. secara geomorfologis perubahan garis pantai dapat dilacak berdasarkan litologi.. jika sudut datang gelombang kecil atau sama dengan nol. 2) daerah yang terpengaruh gelombang. Geomorfologi Wilayah Pesisir Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentang alam yang meliputi sifat dan karakteristik dari bentuk morfologi. Observasi langsung di lapangan menunjukkan adanya pembentukan beach ridge sebagai bukti telah terjadi proses deposisi. 4) relief dasar laut dan julat pasut (Supardjo. pegunungan patahan. 3. 4. 1995). 2. II. dkk. dan undak pantai. Artinya relatif sejajar dengan garis pantai. estimasi energi gelombang. Keadaan ini merupakan indikator transportasi sedimen sepanjang pantai.

arus laut dan salinitas (Sutikno. seperti menyeret sedimen (umumnya pasir dan kerikil) yang ada di dasar laut untuk ditumpuk dalam bentuk gosong pasir. kedalaman laut di depan pantai. Perubahan lingkungan pantai dapat terjadi secara lambat hingga sangat cepat. geomorfologi. Proses disintegrasi/degradasi yang mengubah bentuk permukaan muka bumi karena proses pelapukan dan erosi menuju proses perataan daratan. 1996). terutama di daerah pecahan ombak mempunyai energi besar dan sangat berperan dalam pembentukan morfologi pantai. Berbeda dengan peran ombak yang mengangkut sedimen tegaklurus terhadap arah ombak. biotik. Pergerakan sedimen searah dengan arah pergerakan arus. umumnya menyebar sepanjang garis pantai. Perubahan proses geomorfologi tersebut sebagai akibat dari sejumlah faktor lingkungan seperti faktor geologi. bentuk pantai. pantai dan dasar laut. pasang surut.2. tombolo. Di samping mengangkut sedimen dasar. Berbeda dengan ombak yang bergerak maju ke arah pantai. terutama yang mengalir sepanjang pantai merupakan penyebab utama yang lain dalam membentuk morfologi pantai. maka pantai akan dalam keadaan stabil. batuan dan sifat-sifatnya dengan gelombang. Keseimbangan antara sedimen yang dibawa sungai dengan kecepatan pengangkutan sedimen di muara sungai akan menentukan berkembangnya dataran pantai. 1993). Bentuk morfologi spit. kekerasan batuan. . rekahan pada batuan. arus laut mampu membawa sedimen yang mengapung maupun yang terdapat di dasar laut. dapat pula terjadi karena ombak yang membentur pantai secara miring. tergantung pada imbang daya antara topografi. Ombak yang terjadi di laut dalam pada umumnya tidak berpengaruh terhadap dasar laut dan sedimen yang terdapat di dalamnya. ombak merupakan salah satu penyebab yang berperan besar dalam pembentukan pantai. Daya penghancur ombak terhadap daratan/batuan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keterjalan garis pantai. Selain itu aktivitas manusia yang memanfaatkan pantai untuk berbagai kepentingan juga dapat merubah morfologi pantai menjadi rusak apabila pengelolaannya tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Menurut Dahuri (1996). 4. 3. terdapat atau tidaknya penghalang di muka pantai dan sebagainya. iklim. Sebaliknya apabila jumlah sedimen melebihi kemampuan ombak dan arus laut dalam pengangkutannya. Proses agradasi yang membentuk permukaan bumi baru dengan akumulasi hasil erosi batuan pada daerah rendah. Perubahan pantai terjadi apabila proses geomorfologi yang terjadi pada suatu segmen pantai melebihi proses yang biasa terjadi. Arus laut terbentuk oleh angin yang bertiup dalam selang waktu yang lama. Dalam hal tertentu arus laut dapat pula berfungsi sebagai penyebab terjadinya abrasi pantai. Lingkungan pantai merupakan daerah yang selalu mengalami perubahan. pasang surut dan angin. beach ridge atau akumulasi sedimen di sekitar jetty dan tanggul pantai menunjukkan hasil kerja arus laut. ombak berperan sangat dominan dalam menghancurkan daratan (erosi laut). maka dataran pantai akan bertambah. yaitu berasal dari daratan dan lautan. Proses biologi yang membentuk daratan biogenik seperti terumbu karang dan rawa gambut (Dahuri. karena daerah tersebut menjadi tempat bertemunya dua kekuatan. arus laut. gelombang. Sebaliknya ombak yang terdapat di dekat pantai. Apabila jumlah sedimen yang dibawa ke laut dapat segera diangkut oleh ombak dan arus laut.

Pasir laut atau terumbu karang yang membuat dangkalnya suatu perairan berfungsi sebagai peredam pukulan gelombang. Pasut tidak hanya mempengaruhi lapisan di bagian teratas saja. Menurut Nontji (1987). gerakan naik turunnya muka air akan menimbulkan terjadinya arus pasang surut. dan atmosfir. terutama di teluk-teluk atau selat-selat yang sempit. Antara panjang gelombang dan tinggi gelombang tidak terdapat hubungan yang pasti. b. Di perairan-perairan pantai. Kondisi Oseanografi dan Dinamika Perairan Pesisir Kondisi oseanografi fisika di kawasan pesisir dan laut dapat digambarkan oleh terjadinya fenomena alam seperti terjadinya pasang surut.B. a. Berbeda dengan arus yang disebabkan oleh angin yang hanya terjadi pada air lapisan tipis di permukaan.Pasang Surut Pasang surut (pasut) adalah proses naik turunnya muka laut secara hampir periodik karena gaya tarik benda-benda angkasa. Oleh sebab itu pengambilan pasir laut. gelombang yang terhempas ke pantai akan melepaskan energi. dan upwelling. atau pada saat-saat tertentu disebabkan oleh gempa di dasar laut. Setiap gelombang mempunyai tiga unsur yang penting yakni panjang. 1996). Fenomena tersebut memberikan kekhasan karakteristik pada kawasan pesisir dan lautan sehingga menyebabkan terjadinya kondisi fisik perairan yang berbeda-beda. 1987). selalu saja ada gelombang.Arus Pantai Gelombang yang datang menuju pantai dapat menimbulkan arus pantai yang berpengaruh terhadap proses sedimentasi/abrasi di pantai. 1996). tinggi dan periode. Gelombang yang ditemukan di permukaan laut pada umumnya terbentuk karena adanya proses alih energi dari angin ke permukaan laut. tetapi gelombang yang mempunyai panjang yang jauh akan mempunyai kemungkinan mencapai gelombang yang tinggi pula (Nontji. laut. pengambilan atau perusakan terumbu karang memberikan kesempatan lebih besar bagi gelombang untuk menggempur dan merusak kestabilan garis pantai. percampuran (terutama antara dua massa air yang berbeda). Proses-proses utama yang sering terjadi meliputi sirkulasi massa air.Gelombang Laut Hampir tak pernah terlihat permukaan laut dalam keadaan tenang sempurna. Wilayah pantai memiliki dinamika perairan yang kompleks. Makin tinggi gelombang makin besar tenaganya memukul ke pantai. terutama bulan dan matahari (Dahuri. kondisi suhu dan salinitas serta angin. sedimentasi dan erosi. arus pasut bisa mencapai lapisan yang lebih dalam (Nontji. Pola arus pantai ini ditentukan terutama oleh . Proses tersebut terjadi karena adanya interaksi antara berbagai komponen seperti daratan. c. bisa berupa riak kecil ataupun gelombang yang besar. 1987). Energinya pun sangat besar. melainkan seluruh massa air. arus. Gelombang ini merambat ke segala arah membawa energi tersebut yang kemudian dilepaskannya ke pantai dalam bentuk hempasan gelombang (Dahuri.

Hal ini menjadikan perbedaan tekanan udara di bagian-bagian tersebut. maka akan terbentuk arus meretas pantai (rip current) dengan arah menjauhi pantai di samping terbentuknya arus menyusur pantai. 1996). 2. karena letak bumi terhadap matahari yang berbeda-beda dan berubah-ubah sepanjang tahun. Penyebab Perubahan bentuk Morfologi . kecepatan angin dan intensitas matahari. 1996). d. antara lain curah hujan.Suhu dan Salinitas Suhu dan salinitas merupakan parameter oseanografi yang penting dalam sirkulasi untuk mempelajari asal usul massa air (Dahuri. Jika sudut datang itu cukup besar. Data suhu air dapat dimanfaatkan bukan saja untuk mempelajari gejala-gejala fisika di dalam laut. maka akan terbentuk arus menyusur pantai (longshore current) yang disebabkan oleh perbedaan tekanan hidrostatik.besarnya sudut yang dibentuk antara gelombang yang datang dengan garis pantai. Suhu air merupakan faktor yang banyak mendapat perhatian dalam pengkajian-pengkajian kelautan. Diantara kedua jenis arus pantai ini. mengikuti garis lintang sekeliling dunia dan di masing-masing daerah ini angin secara terus menerus bertiup dengan arah yang tidak berubah-ubah (Nybakken. Akibat adanya perbedaan tekanan udara inilah terjadi gerakan udara yaitu dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. 1987). suhu udara. Sistemsistem arus laut utama dihasilkan oleh beberapa daerah angin utama yang berbeda satu sama lain.Angin Angin merupakan parameter lingkungan penting sebagai gaya penggerak dari aliran skala besar yang terdapat baik di atmosfir maupun lautan (Dahuri. e. tetapi juga dalam kaitannya dengan kehidupan hewan atau tumbuhan. Gerakan ini disebut sebagai angin. 1996). bahkan dapat juga dimanfaatkan untuk pengkajian meteorologi. Arus adalah gerakan air yang mengakibatkan perpindahan horisontal massa air. Suhu air di permukaan dipengaruhi oleh kondisi meteorologi. maka pada beberapa bagian bumi timbul perbedaan temperatur udara. Jika sudut datang relatif kecil atau sama dengan nol (gelombang yang datang sejajar dengan pantai). arus menyusur pantailah yang mempunyai pengaruh lebih besar terhadap transportasi sedimen pantai (Dahuri. penguapan. Oleh sebab itu suhu di permukaan biasanya mengikuti pula pola musiman (Nontji. Menurut Kramadibrata (1985). kelembaban udara. 1988).

y y y y . Kombinasi kedua-dua gelinciran dikenali sebagai gelinciran oblik (oblique slip). Saiz pergerakan ini adalah relatif. berketebalan beberapa milimeter hingga beberapa kilometer. Sesar normal²ada graben dan horst. sesar sungkup (thrust fault) dan sesar mendatar (wrench fault atau strike-slip fault). y y Anatomi Sesar y Pergerakan berlaku sepanjang permukaan bergerak dikenali sebagai satah sesar. Sekiranya satah sesar tidak tegak. Sesar boleh hadir sebagai sempadan yang tajam. Ia mungkin bersifat rapuh atau mulur.1. Sesar mempunyai bentuk dan dimensi yang berbagai. sesar radial. Arah pergerakan sesar boleh ditentukan daripadanya. Sesar sungkup²juga dirujuk sebagai sesar naik (Rajah). atau sebagi zon ricih. Ia mungkin beratus kilometer panjang atau beberapa sentimeter sahaja. iaitu sesar normal atau sesar turun (normal fault). y y Pengelasan y Ada tiga kategori utama sesar mengikut Anderson (1942). Sirihan singkapan mungkin lurus atau berlikuliku. pertumbahan mineral dan tangga-tangga kecil. batuan yang berehat di atasnya dikenali sebagai dinding gantung. sesar membulat dan sesar sepanjang perlapisan (Rajah). Sesar mendatar²pergerakan dekstral atau sinistral. Ada dua jenis gelinciran sesar. ada juga berbentuk listrik (Rajah). satu komponen tegak (dip-slip) dan satu komponen mendatar (strike-slip). sementara yang di bawahnya adalah dinding kaki (Rajah). Pada permukaan satah sesar terdapat gores-garis sesar yang dicirikan oleh permukaan yang licin. Dikenali juga sebagai sesar transform sekiranya berlaku bila dua keping benua berinteraksi (Rajah). Pengelasan dan Mekanisma Sesar Pengenalan y Sesar merupakan retakan yang mempunyai pergerakan ketara selari dengan satah retakan. dan kepentingannya juga relatif. Terdapat juga sesar jenis en echelon.

Kebanyakan sesar mendatar yang ada sekarang menunjukkan sejarah pergerakan yang panjang. y y y y y y y y y . atau bertukar arah dan bertukar menjadi sesar sungkup atau sesar normal. Akibat daripada interaksi antara ketiga-tiga struktur ini. Pada masa sekarang ia selalu berasosiasi dengan aktiviti gempa bumi. Semasa sesar mendatar memindahkan pergerakannya. kehadiran milonit atau kataklas. pergerakan sesar mendatar boleh menghasilkan daya mampatan dan daya ekstensi yang oblik. Pada pertembungan oblik plet tektonik. Ia kerap diaktifkan semula bila terdapat sebarang perubahan pada daya di permukaan bumi. perubahan secara tiba-tiba sesuatu jenis batuan.Sesar Mendatar y Pergerakan mendatar dengan satah yang hampir menegak. Ia juga berlaku pada kawasan di mana terdapat pertembungan tepi benua yang oblik. dikenali masing-masing sebagai "transpression" dan "transtension". kehadiran struktur seretan. perulangan lapisan. Yang tidak aktif boleh dilihat daripada peralihan pada kedudukan lapisan. Biasanya sesar mendatar berakhir dengan cara membahagi menjadi sesar-sesar kecil. Antaranya adalah lembangan "pull-apart" atau graben jenis rhombohedral.Kriteria Penyesaran y y Sesar yang aktif ditunjukkan oleh rayapan akibat gempa bumi dan pecahan dalam tanah. seperti sungai dan permatang. Biasanya ia membentuk struktur bunga (flower structure) di mana cabang-cabang sesar di permukaan menjadi satu di bahagian dalam. Kebanyakan sesar mendatar berlaku sebagai struktur akomodasi pada sempadan plet di mana blok kerak berinteraksi. Gugusan sesar ini hadir sebagai zon kataklas. Pergerakan sesar mendatar samada sinistral atau dekstral dapat ditentukan daripada peralihan fitur topografi. berbagai jenis struktur boleh terhasil. dinding sesar 2. Pada keratan rentas cabang-cabang sesar mendatar berubah bentuk dari permukaan ke bahagian dalam. atau hilang secara beransur-ansur sepanjang jurusnya. dan banjaran "push-up". terdapat struktur lain seperti sesar sungkup (kawasan termampat) dan sesar normal (kawasan ektensi) yang turut terhasil. Kebanyakan sesar mendatar berlaku bukan secara bersendirian tetapi terdiri daripada beberapa siri sesar mendatar yang lebih kecil.

merujuk kepada graviti sebagai daya utama yang menggerakkananya.3. tetapi bercabang. y y y . dan dikenali sebagai retakan ricih. ia merupakan koyakan pada batuan. tetapi menghilang ke atas pada penutup batuan sedimen menghasilkan lipatan monoklin. Sesar normal juga boleh dikaitkan dengan perlipatan. di mana pengendapan dan pergerakan sesar berlaku serentak. Kekar merupakan struktur yang paling biasa dalam batuan. Pada permukaan bumi. Misalnya. ia biasanya merupakan pembukaan dalam batuan. Sekiranya akibat tarikan.Kekar dan Retakan Ricih y Kekar adalah retakan di mana tidak terdapat peralihan yang ketara selari dengan retakan dan sedikit pergerakan tegak kepada satah retakan. Jenis kekar yang terbentuk bergantung samada ia adalah akibat daya tarikan atau daya mampatan.Sesar Normal y Sesar normal dikenali juga sebagai sesar graviti. atau menipis kerak bumi. Satah sesar normal menjadi datar ke dalam bumi. Kedua-dua cabang sesar ini bertemu dengan sesar utama di bahagian dalam bumi. Sesar listrik ini juga dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault). Sesar normal boleh mengalih batuan besmen. sesar di bahagian dalam bumi akan bertukar menjadi lipatan monoklin di permukaan. tetapi pembentukan berkait rapat dengan pergerakan sesar mendatar dan perlipatan y y y y y y y 4. Ia juga dikenali sebagai sesar ekstensi sebab ia memanjangkan perlapisan. Lipatan ini baik untuk menentukan arah pergerakan sesar. sesar normal juga jarang sekali berlaku secara bersendirian. Sekiranya akibat mampatan. sementara sesar yang berlawanan arah dikenali sebagai sesar antitetik. Sesar normal bukan sahaja terbentuk akibat daya graviti. Cabang sesar yang turun searah dengan sesar utama dikenali sebagai sesar sintetik. Kekar terhasil apabila terdapat canggaan dalam batuan yang agak rapuh. samada yang sudah keras atau masih peroi. Lipatan seretan dan lipatan seretan terbalik terbentuk akibat geseran pada satah sesar. Sesar normal yang mempunyai satah yang menjadi datar di bahagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik. Sesar normal yang besar berasosiasi dengan zon pemuaian di mana terdapat ekstensi pada kerak bumi. sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup.

y Oleh yang demikian kekar kerap digunakan untuk menganalisis punca sesuatu canggaan serta keadaan bahan itu semasa tercangga. ia terbentuk pada masa yang hampir sama. Orientasi kekar pada singakapan jalan boleh mempengaruhi pembinaan dan penyelenggaraannya. Kekar yang mempunyai orientasi yang sama dikenali sebagai set kekar. Ia juga menjadi saluran untuk air tanah bergerak. kalsit. y y . Kekar sistematik mungkin terbuka dan tidak diisi oleh sebarang mineral. atau bersistem konjugat. Kajian orientasi kekar sistematik memberi maklumat mengenai orientasi satu atau lebih tegasan utama yang telah bertindak. samada yang berisi atau tidak. bergantung pada suhu pembentukannya. Set Konjugat ini boleh dihasilkan oleh mampatan dan tarikan. Biasanya ia merupakan kekar yang agak mudah. Kedua-dua retakan. zeolit. y y y y y y y y y Analisis Retakan y Kajian mengenai kekar pada suatu kawasan memberitahu kita mengenai urutan. Kekar merupakan permukaan planar yang tidak seragam dan boleh terbentuk secara sistematik atau tidak sistematik. sekiranya tidak ada bukti yang menunjukkan bahawa ia terbentuk pada masa yang berlainan. Kekar yang tidak ada orientasi tertentu dikenali sebagai kekar tidak sistematik. masa dab arah sesuatu canggaan rapuh sesuatu batuan. Kebanyakan bertemu pada sudut kecil dan mewakili retakan ricih. Mineral yang mengisi biasanya terdiri daripada kuarza. hadir secara berpasangan. dan biasanya jarang dijumpai. Sekiranya ada lebih daripada dua set kekar. Kekar boleh menjadi perangkap bagi mineral industri tertentu. Kebanyakan set kekar dianggap sebagai set konjugat. Syaratnya. Kekar dan retakan ricih yang diisi oleh mineral tertentu dikenali sebagai telerang. Biasanya kehadiran set konjugat yang lain akan memotong set konjugat yang awal. klorit. feldspar. Orientasi kekar boleh ditentukan dengan mengukur jurus dan miringan satahnya pada kawasan yang luas. maka terbentuk sistem kekar. terutama dalam batuan igneus dan metamorf. Kekar yang sistematik mempunyai orientasi yang selari dan "spacing" yang seragam.

y Penentuan am bagi orientasi rantau kekar boleh dilakukan dengan mengukur jurus bagi bahagian anak sungai yang lurus melalui peta topografi. y y y Mekanisma Pembentukan Retakan y Ada cadangan bahawa orientasi kekar pada sedimen penutup mungkin dikawal oleh tegasan yang terdapat pada besmen berhablur di bawahnya. gambar fotoudara atau imej satelit. Data biasanya diplot menggunakan jaringan kawasan sama luas. Kekar biasa juga terbentuk berdekatan dengan sesar rapuh. Walau bagaimanapun ada yang berpendapat bahawa kebayakan kekar yang ada di permukaan bumi sekarang adalah hanya akibat dari lapangan tegasan sekarang. data kekar dan retakan memberi tahu kita mengenai orientasi lapangan tegasan dan hubungan mereka dengan struktur utama. y y y . Retakan biasanya terbentuk semasa berlaku perlipatan rapuh. sekiranya bersudut kecil atau menggunakan rajah ros sekiranya bersudut besar. Data di atas boleh dianalisis untuk membantu kita memahami hubungan antara kekar dan pengaruhnya terhadap perkembangan saliran serta bentuk topografi yang lain. bergantung kepada keadaan tegasan (Rajah). Pada kawasan yang masih aktif. Pergerakan sepanjang sesar biasanya menghasilkan suatu siri kekar secara sistematik. di mana jarak antara mereka menjadi lebih kecil dan bilangan meningkat dekat dengan sesar. selari atau oblik dengan paksi lipatan dan satah paksi. Ia mungkin terbentuk secara menegak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->