Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Pendidikan di Indonesia mengenal tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar (SD/MI/Paket A dan SLTP/MTs/Paket B), pendidikan menengah (SMU, SMK), dan pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula pendidikan anak usia dini, pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasar.

Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini atau disingkat PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Bentuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Menurut Pasal 28 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bentuk satuan pendidikan anak usia dini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

a. Jalur Pendidikan Formal
Terdiri atas Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (RA) yang dapat diikuti anak usia lima tahun keatas. Termasuk di sini adalah Bustanul Athfal (BA).

b. Jalur Pendidikan Non Formal
Terdiri atas Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis. Kelompok Bermain dapat diikuti anak usia dua tahun keatas, sedangkan Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis diikuti anak sejak lahir, atau usia tiga bulan.

c. Jalur Pendidikan Informal
Terdiri atas pendidikan yang diselenggarakan di keluarga dan di lingkungan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah melindungi hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, meskipun mereka tidak masuk ke lembaga pendidikan anak usia dini, baik formal maupun nonformal.

lama belajarnya dua tahun sesudah S1. doktor. dengan gelar sarjana. atau bentuk lain yang sederajat. Dengan ini dimksudkan bahwa seseorang hanya dianggap sah memiliki kewengan mengajar jika memiliki sertifikat akta mengajar. S2 (program strata dua). S3 (program strata tiga atau program doctor). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Madrasah Aliyah (MA). Strata yang dimaksud terdiri dari S0 (non strata). Program ini diadakan untuk melayani kebutuhan akan tenaga mengajar di satu sisi dan pada sisi lain untuk melindungi profesi guru. maka perguruan tinggi dapat menyelenggarakan satu strata atau lebih. atau diploma tiga. pendidikan tinggi dapat menyelenggarakan program akta mengajar yaitu Akta III. A3 setara dengan D3 A4 setara dengan D4 A5 setara dengan sarjana plus sejumlah pengalaman Jalur pendidikan Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.Pendidikan dasar Pendidikan ini merupakan pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak. juga diseut non gelar. yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Output pendidikan diharapkan dapat mengisi kebutuhan yang beraneka ragam dalam masyarakat. mulai dari pendidikan dasar. dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Pendidikan formal Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. 1. para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP dengan lama pendidikan 3 tahun. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA). dengan gelar magister. dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Pendidikan menengah Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Akta IV. terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Dari segi peserta didik kenyataan menunjukkan bahwa minat dan bakat mereka beraneka ragam. dan Akta V. Berdasarkan faktor-faktor tersebut. Program diploma atau non gelar memberi tekanan pada aspek praktis profesional sedangkan program gelar memberi tekanan pada aspek akademik ataupun aspek akademik professional. lama belajarnya 2 tahun (D2) atau 3 tahun (D3). Di samping program diploma dan sarjana. sampai pendidikan tinggi. pendidikan menengah. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas. . lama belajarnya tiga tahun sesudah S2. dengan gelar doctor. S1 (program strata satu). Pada masa ini para siswa mempelajari bidang-bidang studi antara lain: – Ilmu Pengetahuan Alam – Matematika – Ilmu Pengetahuan Sosial – Bahasa Indonesia – Bahasa Inggris – Pendidikan Seni – Pendidikan Olahraga Di akhir masa pendidikan di SD. Pendidikan tinggi Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana. magister. lama belajarnya 4 tahun.

Pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Selain itu. C. Bentuknya: sekolah dasar (SD). dan sekolah menengah atas (SMA). SKB.program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF). Jenis pendidikan Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Pendidikan profesi Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. dan sebagainya Lembaga PNF yaitu PKBM. . dan lain sebagainya. BPPNFI. Magang. Pendidikan Kesetaraan A.2. Pendidikan akademik Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu. bimbingan belajar dan sebagainya. serta pendidikan dasar.yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu. adalah TPA. yang terdapat di semua gereja. Program . 3. sekolah menengah pertama (SMP). Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK). ada juga berbagai kursus. Pendidikan informal Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. diantaranya kursus musik. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan umum Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. B. atau Taman Pendidikan Al Quran. Pendidikan nonformal Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini. Pendidikan vokasi Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar. Tingkatan pendidikan di Indonesia Usia 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kelas Lembaga pendidikan KB A Taman Kanak-kanak B 1 2 3 Sekolah dasar 4 5 6 7 8 Sekolah menengah pertama 9 10 11 Sekolah menengah atas/Sekolah kejuruan 12 Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas . Pendidikan khusus Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB). dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan /atau menjadi ahli ilmu agama. menengah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful