P. 1
Analisis Sepasang Merpati Tua

Analisis Sepasang Merpati Tua

|Views: 1,250|Likes:
Published by hasnun_152
ANALISIS DRAMA SEPASANG MERPATI TUA
ANALISIS DRAMA SEPASANG MERPATI TUA

More info:

Published by: hasnun_152 on Dec 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada

penulis guna menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini dimungkinkan ada berkat bantuan dari dosen mata kuliah kajian drama. Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada semua yang tak bisa saya sebut satu persatu yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini dengan hasil yag dapat memuaskan bagi saya walaupun mungkin bagi orang lain makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Ucapan terakhir untuk pembaca karena telaah ini masih terdapat kekurangan yang perlu disepurnakan, karenanya penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tulisan ini.

Kendari, 11 April 2009

1. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Drama adalah sebuah karya sastra yang dibuat dengan tujuan untuk dipentaskan. Seperti karya-karya sastra yang lain, drama juga terdiri dari berbagai unsur yang membentuknya yang dalam unsur-unsur tersebut terdapat tanda-tanda yang bisa menjadi petunjuk bagaimana sebenarnya cerita dalam drama tersebut. Drama yang dilihat sebagai sebuah karya sastra, memiliki tanda-tanda yang dapat dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotik yang merupakan pendekatan yang melihat tanda-tanda yang ada dalam sebuah karya sastra. Dalam makalah ini akan dianalisis sebuah naskah drama dengan men ggunakan pendekatan semiotik Preminger yang melihat tanda-tanda pemaknaan dengan dua tingkatan, yakni tingkat pertama melihat tanda-tanda yang berada dalam karya tersebut, seperti katakata yang memberikan sebuah petunjuk mengenai karya tersebut atau semacamnya. Kemudian pada pemaknaan tingkat kedua pemaknaan dilihat dengan mengambil tanda-tanda yang berasal dari luar karya sastra tersebut atau dengan kata lain mengambil hubungan yang berada dalam sebuah karya sastra dengan dunia luar yang menjadi kenyataan. Adapun perlunya analisis seperti ini yaitu dengan diketahuinya tanda-tanda yang ada dalam naskah yang pada penelaahan ini akan dianalisis naskah drama yang berjudul ³Sepasang Merpati Tua´, maka bisa diketahui apa yang menjadi pengantar dalam menentukan apa isi dari cerita yang ada dalam naskah tersebut. Selain itu dengan menentukan pemaknaan tingkat kedua pada naskah yang dianalisis, maka kita dapat mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh pengarang dalam menulis naskah tersebut baik tema maupun amanat yang ada dalam naskah yang ingin disampaikan kepada orang lain. Oleh karena itu dengan mengetahui tanda-tanda yang terdapat baik di dalam maupun yanag ada di luar teks, maka kita juga dapat mengetahui hal-hal lain yang berasal dari luar yang berhubungan dengan naskah drama.

1.2. RUMUSAN MASALAH Dalam penelaahan naskah drama ³Sepasang Merpati Tua" ini terdapat dua masalah yang akan dibahas. Adapun masalah yang akan dibahas adalah 1. Menentukan tanda-tanda yang ada dalam naskah drama dengan menggunakan metode semiotik Preminger yaitu dengan teknik pemaknaan tingkat pertama. 2. Menentukan tanda-tanda yang berada di luar teks yang berhubungan dengan penceritaan dalam naskah drama dengan menggunakan metode semiotik Preminger yaitu dengan teknik pemaknaan tingkat kedua.

1.3.TUJUAN Dalam menganalisis sebuah karya sastra, yang menjadi tujuan utama adalah dengan mengetahui maksud maksud dari pengarang yang dilihat melalui isi suatu karya sastra yang dianalisis. Adapun dalam tujuan dalam menganalisis naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´ ini adalah tidak berbeda dari tujuan dalam menganalisis karya sastra yang lain yaitu untuk mengetahui apa arti dan makna yang dimaksud oleh si pengarang dalam membuat naskah tersebut.

1.4. MANFAAT Setelah menganalisis suatu karya sastra tentunya kita akan mengetahui apa makna yang ada dibalik suatu karya tersebut. Dengan menganalisis naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´ dengan menggunakan pendekatan semiotik Preminger, maka kita akan mengetahui apa arti dari tanda-tanda yang terdapat dalam naskah drama tersebut yang dapat memberi petunjuk tentang makna yang terkandung dalam naskah yang tentunya merupakan suatu refleksi dari jiwa pengarang yang merupakan gambaran dari dunia nyata yang dapat memberi pengajaran pada para p embaca dalam memaknai kehidupan yaitu kita bisa belajar cara mempertahankan hubungan antara sesama manusia agar tetap baik seperti yang ditunjukkan dalam naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´ yang mengisahkan tentang dua pasang suami istri yang selalu rukun sampai menginjak masa tua dimana mereka terus mempertahankan hubungan perkawinan mereka dengan penuh kemesraan.

2. LANDASAN TEORI 2.1. PENGERTIAN SEMIOTIK Semotik adalah suatu pendekatan dalam menganalisis suatu karya sastra yang melihat suatu karya sastra dari tanda-tanda yang menunjukkan adanya makna yang terkandung dalam suatu karya sastra tersebut. Menganalisis menggunakan pendekatan semiotik adalah usaha untuk menangkap tanda-tanda dan memberi makna dari suatu karya sastra tersebut karena karya sastra merupakan suatu sistem tanda yang dibuat berdasarkan konvensi sastra. Dalam pendekatan semiotik terdapat dua prinsip, yaitu penanda (signifier) atau yang menandai yang merupakan bentuk tanda serta petanda (signified) atau yang ditandai yang merupakan arti dari tanda. Berdasarkan hubungan penanda dan petanda, ada tiga jenis tanda pokok, yaitu icon, simbol, dan indeks yang ketiga dari tanda tersebut bersifat arbitrer berdasarkan konvensi masyarakat.

2.2. PENGERTIAN SEMIOTIK PREMINGER Menurut Preminger studi semiotik sastra adalah usaha untuk menganalisis sebuah sistem tanda-tanda dan karena itu menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan karya sastra mempunyai arti. Dalam teori semiotik Preminger untuk menentukan makna dalam suatu karya sastra terdapat dua bentuk tingkat pemaknaan tentang tanda yang terdapat dalam suatu karya sastra. Bentuk pemaknaan tingkat pertama melihat tanda-tanda yang terdapat dalam suatu karya itu sendiri yang merupakan sistem tanda yang menggunakan lambang yang disebut dengan bahasa. Dalam pemaknaan tingkat pertama ini dilihat lambang atau bahasa yang mengandung tanda yang dapat melahirkan suatu makna dalam karya sastra tersebut. Kemudian pada pemaknaan tingkat kedua melihat tanda-tanda yang berasal dari luar karya sastra yang bukan semata-mata melihat makna yang berasal dari bahasa, melainkan makna yang berhubungan dengan suasana, kejadian nyata dan unsur-unsur yang datangnya dari luar karya sastra tersebut yang ada hubungannya dengan karya sastra itu sendiri.

3. PEMBAHASAN 3.1. PEMAKNAAN TINGKAT PERTAMA Dalam pemaknaan tingkat pertama ini akan ditentukan kata-kata yang merupakan tanda yang dapat membentuk suatu makna dari naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´. Adapun tanda-tanda yang terdapat dalam naskah tersbut adalah sebagai berikut: Dimulai pada narasi yang diungkapkan dalam naskah: Panggung menggambarkan sebuah ruangan tengah rumah sepasang orang tua. Di atas sebelah kiri ada meja makan kecil dengan dua buah kursi. Di atas meja ada teko, sepasang cangkir, dan stoples berisi penganan. Agak di tengah ruangan itu terdapat sofa, lusuh warna gairahnya. Di belakang terdapat pintu dan jendela. Waktu drama ini dimulai. Nenek duduk sambil menyulam. Sebentar-sebentar ia menengok ke belakang, kalau-kalau suaminya datang. Saat itu hari menjelang malam. Dari narasi di atas terdapat suatu keadaan yang menandakan suatu keharmonisan dalam suatu rumah tangga yang. Tanda-tanda itu dimunculkan dari keadaan di dalam rumah itu yang tampak lusuh dan sudah berusia cukup lama yang masih terjaga sampai waktu sekarang. Kemudian pada dialog antara kakek dan nenek Kakek: (masuk). Bagaimana kalau aku pakai kopiah seperti ini, Bu? Nenek: Astaga! Tuan rumah mau pesiar ke mana menjelang malam begini? Dari dialog ini, terdapat suatu upaya yang dilakukan pasangan ini untuk mempertahankan hubungan perkawinan mereka. Si kakek walaupun sudah lanjut usia, tetapi dia selalu menjaga penampilannya agar selalu kelihatan menarik di mata si nenek. Ini merupakan salah satu kiat-kiat yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri sehingga dapat mempertahankan perkawinan mereka agar tetap harmonis. Kemudian pada dialog dan adegan nenek yang menghampiri kakek yang sedang duduk baca Koran dan kemudian nenek bersandar di pelukan kakek dan berkata Nenek: Sekali waktu memang perlu Dari dialog tersebut semakin jelas bahwa rahasia keawetan kedua pasangan ini adalah dengan selalu bermesraan selayaknya anak muda yang baru saja mengenal cinta.

Dan pada dialog si kakek yang mau menuruti kemauan nenek yang memaksakan pekerjaan kepada si kakek yang sebenarnya si kakek tidak menginginkannya, namun karena kakek sangat mencintai dan mengerti pada si kakek, kemudian si kakek menyetujui keinginan nenek dalam dialog Kakek: Ada apa kau? Kau tidak senang aku jadi professor. Kau kepingin aku jadi

diplomat? Baik. Aku akan jadi diplomat demi keselamatan perkawinan kita. Dari dialog di atas kakek sangat mencintai nenek yang dibuktikan dengan menyetujui saran dari nenek demi mempertahankan perkawinan mereka. Kemudian selain dari sisi keromantisan yang terlihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan oleh sepasang suami istri ini, juga disodorkan dialog-dialog yang menunjukkan kesetiaan akan bangsa yang dimiliki oleh kakek yang sangat memperhatikan orang-orang kecil yang berada di bawahnya. Terlihat dalam dialog si kakek selalu memilih pekerjaan yang mementingkan rakyat kecil. Kakek: Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja« Kakek: Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada di kolong jembatan bukan? Ini tidak adil. Maka aku menyatakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan. \ Dengan kedua dialog yang ada di atas, kakek sangat cinta terhadap negeri dan bangsanya sehingga dia mau menjadi diplomat yang mengurusi rakyat-rakyat kecil yang masih banyak jumlahnya di negeri ini. Setelah kita melihat hasil dari pemaknaan tanda-tanda yang terdapat dalam naskah yaitu pada dialog-dialog yang dibawakan oleh tokoh-tokoh dalam drama yaitu kakek dan nenek, maka kita dapat mengetahui maksud yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca nantinya. Pesan tersebut adalah perkawinan yang dapat dipertahankan karena kemesraan yang terjaga sepanjang menjalani hubungan perkawinan. Selain itu pesan yang terdapat dalam drama ini adalah bahwa orang besar adalah orang yang selalu memperhatikan orang lain yang berada di bawahnya.

3.2. PEMAKNAAN TINGKAT KEDUA Pada pemaknaan tingkat kedua akan dibahas mengenai gejala-gejala yang berasal dari dunia nyata yang ada hubungannya dengan isi dari naskah drama atau dengan kata lain menghubungkan tanda yang ada dalam suatu karya yang berhubungan dengan kejadian nyata yang ada dalam kehidupan. Dalam naskah drama ³Sepasang Merpati Tua´ kejadian-kejadian yang ada dalam naskah yang meliputi adegan-adegan serta dialog-dialog yang diperankan oleh tokoh memiliki hubungan dengan kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata. Adapun beberapa kejadian yang menghubungkan tanda-tanda yang ada dalam drama dengan kejadian nyata dalam kehidupan adalah pada adegan-adegan yang menunjukkan kemesraan antara kedua pasangan yang ada dalam drama yang jika dibawa pada kehidupan nyata, hal seperti itu jarang terjadi. Banyak orang-orang terutama para artis yang hubungan perkawinan mereka kandas di tengah jalan karena ketidakcocokkan yang diakui merusak rumah tangga mereka yang tidak disadari ketika pacaran dulu. Padahal hal seperti itu tidak perlu terjadi jika dalam rumah tangga seperti yang terdapat dalam drama ³Sepasang Merpati Tua´ yang dimana pasangan suami istri dapat mempertahankan rumah tangganya sampai kakek nenek tanpa adanya pertengkaran yang berarti yang dapat merusak hubungan mereka. Hal ini sengaja diangkat oleh pengarang untuk memberi pencerahan kepada keadaan yang terjadi sekarang ini dimana banyak terjadi perceraian di mana-mana sehingga diharapkan dengan menyaksikan pementasan drama ini diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hubungan kemesraan yang terjadi dalam rumah tangga yang dapat membantu pasangan suami istri dalam mempertahankan biduk rumah tangga mereka sampai maut memisahkan. Kemudian dalam naskah ini pula digambarkan seorang tokoh yaitu si kakek yang adalah seorang yang sangat peduli pada rakyat kecil yang ada di negaranya. Hal ini sengaja diangkat oleh pengarang dalam drama ini karena dalam kehidupan nyata terdapat banyak orang-orang besar yang ketika dia sudah berada di atas, dia akhirnya lupa pada orang-orang yang berada di bawahnya.

4. PENUTUP 4.1. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas, terdapat beberapa kesimpulan yang bisa ditarik yaitu: a. Dalam menjaga hubungan perkawinan, maka pasangan suami dan istri harus selalu menjaga kemesraan di antara mereka agar hubungan akan terus terjaga kebahagiaannya seperti yang telah dilakukan oleh kakek dan nenek yang dapat mempertahankan perkawinan sampai usia tua. b. Dalam hidup ini bagaikan roda berputar. Kadang-kadang kita berada di atas, kadang-kadang pula kita bisa berada di bawah. Oleh karena itu jika kita berada di atas maka perhatikanlah orang-orang yang ada di bawahmu. Seperti yang ingin disampaikan oleh kakek yang selalu ingin membantu rakyat kecil dan tidak memenntigkan kepentingan pribadinya.

4.2 SARAN Saran yang bisa diberikan bagi kita semua melalui makalah ini adalah: a. Dengan banyaknya kita melatih diri dalam menganalisis drama, maka kita akan terbiasa dan otomatis akan menguasai teori yang kita gunakan untuk menganalisis tersebut. b. Dengan mengetahui pendekatan semiotik, maka akan memudahkan kita untuk memahami gejala-gejala atau tanda-tanda yang bisa membantu kita dalam memaknai suatu karya. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita belajar dan memahami lebih dalam tentang pendekatan semiotik.

DAFTAR PUSTAKA Anonym, 2009 ³Analisis semiotik´ (online) dalam www. Goggle.com/ berita/ html (diakses 10 aprril 2009).

._________,2009 ³Michael Riffaterre, Semiotics of Poetry´ (online) dalam www. Google. Com/ berita/ html (diakses 10 April 2009)

Tugas kajian drama

ANALISIS NASKAH DRAMA MENGGUNAKAN PANDEKATAN SEMIOTIK PREMINGER

Oleh HASNUN LANASAHA A1D1 07152

Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari 2009

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->