PENDAHULUAN .

Meski sudah diundangkan cukup lama. (2) Pendukung. Komite Sekolah berbeda dari ketika badan yang mendahuluinya tersebut. peran komite sekolah tidak sekedar membantu sekolah dalam penggalangan dana. Salah satu faktor penting yang menjadi penyebab kurang berperannya komite sekolah diantaranya adalah sangat terbatasnya sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan yang mengatur komite sekolah. Pengelolaan sekolah ini dijalankan dengan asas partisipasi. Faktor lainnya adalah pelatihan-pelatihan bagi komite sekolah masih sangat kurang. Komite Sekolah mempunyai peran yang jauh lebih luas. sudah banyak komite sekolah yang didirikan. Artinya dalam pengelolan sekolah. BP3 (Bapan Pembantu Penyelenggara Pendidikan) sebagai badan-badan yang membantu sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. DBE berupaya untuk berperan serta dalam meningkatkan kapasitas komite sekolah sehingga mereka akan bisa mengemban amanat perundang-undangan tersebut. Kita mengenal POM (Persatuan Orangtua Murid). khususnya Kepala Sekolah bekerja sama dengan masyarakat sekolah. Dalam arti ’baru bergerak’ apabila sekolah membutuhkan. khususnya dibidang pendanaan. Wadah tersebut adalah KOMITE SEKOLAH. Untuk menjalankan peran yang demikian besar. Dewan Pendidik. namun secara nasional gaung komite sekolah belumnya nyaring. Hal ini disebabkan banyak faktor. artinya tidak dibawah koordinasi Kepala Sekolah. BPOM (Badan Persatuan Orangtua Murid). sekolah mempunyai wewenang untuk mengelola dirinya sendiri. Komite Sekolah dibuat mandiri. 1 . dan (4) Mediator. Seperti diakui oleh Depdiknas (Acuan Operasional dan Indikator Kinerja Komite Sekolah. Dalam MBS. Komite Sekolah mempunyai kemandirian yang lebih tinggi. Melihat kondisi komite sekolah di atas. 2004). Oleh sebab itu diperlukan wadah yang bisa dipakai oleh masyarakat sekolah untuk mengemban amanat tersebut. banyak komite sekolah yang belum mampu mengemban peran dan fungsi yang diamanatkan oleh peraturan perundangan yang ada. yaitu: (1) Penasehat.Pendahuluan Komite Sekolah dibentuk sebagai bagian dari penerapan Managemen Berbasis Sekolah (MBS). (3) Pengontrol. Dasar hukum pembentukan komite sekolah adalah Kepmendiknas Nomor 044/U/2002. Berbeda dengan badan-badan dan organisasi sejenis sebelumnya. dan banyak sekolah sudah membentuk komite sekolah. Sejak Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 diundangkan. Seperti dijelaskan dalam Kepmendiknas Nomor 044/U/2002. melainkan bermitra dengan kepala sekolah dalam memajukan sekolahnya. Komite Sekolah mandiri. transparansi dan akuntabilitas. Ketiga badan tersebut bersifat membantu sekolah.

dan (3) aspek peran komite sekolah dalam menunjang program sekolah Modul ini dirancang dengan menggunakan alur logis sebagai berikut: Peningkatan Keorganisasian • Organisasi Komite Sekolah dan AD/ART • Program Kerja Komite Sekolah • Pengenalan Isu Gender dan Minoritas • Pembentukan dan keterwakilan • Mawas Diri Pengenalan Peran dan Fungsi Peningkatan Hubungan dengan Orangtua dan Masyarakat • Partisipasi.TUJUAN MODUL INI Modul ini disusun bagi fasilitator dan para praktisi pendidikan dalam rangka penguatan komite sekolah. transparansi dan akuntabilitas • Menjaring aspirasi masyarakat • Kemitraan • Pendanaan alternative • Musrenbang Desa Tujuannya agar Tujuannya agar Paham Peran dan Fungsi • Tahu kondisi Komite Sekolah • Mempunyai rencana perbaikan Peningkatan Peran dalam mendukung Program Sekolah • Pembukuan sederhana • Mengidentifikasi sumbersumber belajar 2 . Fasilitator dapat memilih modul yang akan dilatihkan sesuai dengan aspek-aspek kinerja komite sekolah yang perlu mendapatkan penguatan. Mengingat beragamnya kondisi komite sekolah. maka modul ini dirancang untuk dapat digunakan secara luwes. Dalam modul ini penguatan komite sekolah dilakukan pada tiga aspek. yaitu: (1) aspek keorganisasian. (2) aspek hubungan komite sekolah dengan orangtua dan masyarakat.

Pembentukan dan Keterwakilan 3. (4) Penguatan Hubungan Komite Sekolah Dengan Orangtua Murid dan Masyarakat. Menjaring aspirasi masyarakat 3. Pengenalan Isu Gender dan Minoritas 2. Mawas Diri BAGIAN III Penguatan Keorganisasian Komite Sekolah 1. yaitu: (1) Pengenalan Peran dan Fungsi. Pembukuan sederhana 2. Masing-masing pertemuan dirancang 3-6 jam. Kemitraan 4. dan bagian mawas diri yang hanya terdiri dari satu modul. (3) Penguatan Keorganisasian Komite Sekolah. dan 1. Partisipasi. Setiap bagian terdiri dari beberapa modul. Susunannya adalah sebagai berikut: BAGIAN I Pengenalan Peran dan Fungsi Komite Sekolah BAGIAN II Mawas Diri Komite Sekolah 1. Mengidentifikasi alternatif pendanaan sekolah 5. kecuali bagian pengenalan peran dan fungsi. Modul ini dirancang untuk dilatihkan selama satu tahun. dan (5) Peningkatan Peran Komite Sekolah Dalam Menunjang Program Sekolah. Musrenbang Desa BAGIAN V Peningkatan Peran Komite Sekolah Dalam Menunjang Program Sekolah 1. melalui beberapa pertemuan. (2) Mawas Diri. Modul ini dirancang untuk meningkatkan komite sekolah dari aspek keorganisasian.Berdasarkan alur logis di atas. Organisasi Komite Sekolah dan AD/ART 2. Program Kerja Komite Sekolah BAGIAN IV Penguatan Hubungan Komite Sekolah Dengan Orangtua Murid dan Masyarakat. serta dalam meningkatkan peran dalam menunjang program sekolah. Modul Penguatan Komite Sekolah terbagi menjadi 5 bagian. hubungan dengan orangtua murid dan masyarakat. Identifikasi sumber-sumber belajar 3 . transparansi dan akuntabilitas 2.

paham peran dan fungsi komite sekolah dan mempunyai ketrampilan kepemanduan untuk bekerja bersama sekolah mengembangkan komite sekolah. 4 . Modul-modul ini bisa dipakai secara mandiri oleh sekolah. Melalui modul mawas diri. Disarankan untuk memakai modul ini berdasarkan hasil mawas diri. Pelatih yang diharapkan adalah mereka yang telah memahami peraturan perundang-undangan. komite sekolah bisa mengetahui kondisinya. dan dengan demikian bisa menyusun rencana peningkatan kemampuannya. Namun dianjurkan untuk dipakai dengan dampingan dari pelatih. tergantung dari kesiapan dan ketersediaan waktu dari komite sekolah.Masing-masing modul bisa dilatihkan secara terpisah atau bersama-sama.

masukkan dalam jadwal kegiatan-kegiatan penyegaran. Jika pelatihan dilakukan oleh lebih dari satu fasilitator. Tempat/lokasi/ruang pelatihan.PETUNJUK PRAKTIS ORGANISASI PELATIHAN Beberapa minggu sebelum pelatihan Jadwal pelatihan. Jadi upayakanlah selengkap-lengkapnya dalam menuliskan alamat dan tempat pelatihan. siapa yang bertugas mengurus konsumsi. lakukanlah pertemuan antar fasilitator untuk membicarakan skenario proses fasilitasi dan pembagian tugas antar fasilitator. teh dan kopi. bentuk dan bagilah kerja di antara panitia. Pertemuan antar fasilitator. Undangan untuk peserta. sehingga para undangan dapat melihat dan menjadi penunjuk arah ruang pelatihn. tempat pelatihan dan siapa yang mengundang. Konsumsi. Dalam hal ini. pengantar atau latar belakang acara. Tulislah di dalam undangan alamat lengkap dan bila perlu denahnya agar para undangan tidak telat datang ke pelatihan karena kesasar mencari lokasi pelatihan! Atau bisa jadi sudah di tempat pelatihan tapi tidak mengetahui ruang pelaksanaan pelatihan. membantu perlengkapan. 5 . Kepanitiaan.S PERSIAPAN FASILITASI PELATIHAN . tanda-tanda panah petunuk ada pentingnya untuk ditempelkan pada tempat-tempat yang strategis. menolong mengkopi dan sebagainya. sesuaikan dengan anggaran dan lamanya acara. undanglah peserta dengan jarak waktu yang longgar. nama/judul acara pelatihan. waktu pelaksanaan. Bila waktu pelatihan 6-8 jam. penting juga di lokasi pelatihan ada pengumuman di mana ruang pelatihan berlangsung. usahakan mencari tempat pelatihan atau sekolah yang strategis lokasinya bagi sekolah lainnya artinya tidak terlalu susah mencarinya. berarti mesti ada makan siang dan dua kali rehat dengan makanan kecil. Tulislah dengan jelas. tidak mendadak atau mepet. siapkan jadwal pelatihan dengan benar-benar mempertimbangkan waktu untuk setiap sesi dan waktu-waktu yang sulit (menjelang makan siang dan setelah makan siang). Jika perlu.

Namun tetaplah sediakan beberapa kursi untuk mereka yang tidak kuat duduk di lantai karena alasan kesehatan dan bentuk tubuh atau situasi khusus seperti sedang hamil atau orang dengan kemampuan yang berbeda. Bacalah dengan cermat modul yang akan menjadi tanggung jawab Anda sebagai fasilitator. datanglah ke tempat pelatihan untuk melakukan cek ulang persiapan kelengkapan dan penataan ruangan. Selain itu. bisa diperhatikan dalam setiap modul. • Kertas plano dan flip chart atau kuda-kuda penyangga untuk memasang plano • Spidol ukuran besar dan sedang • Lakban kertas 6 . • • Alat dan Bahan Yang tertulis di sini adalah alat dan bahan yang standar dalam setiap pelatihan. Alat dan bahan yang khusus. Ini penting untuk mengantar peserta masuk atau memulai sesi yang baru. jelas dan dapat terbaca tentang NAMA SESI dan TUJUAN SESI. Sebaiknya. persiapkan poster plano yang harus ditulis karena harus dipresentasikan.BERKAITAN DENGAN MODUL Dua hari atau sehari sebelum pelatihan. Atau bisa juga duduk di lantai yang artinya memerlukan tikar. Hindari penataan ruangan seperti model klasik guru-murid. Perhatikanlah bahan-bahan bacaan atau tugas yang mesti dikopi untuk dibagikan kepada para peserta... Sehari sebelum atau sebelum memulai sesi persiapkanlah dengan menulis di papan tulis atau plano dengan huruf yang tebal. Buatlah catatan pribadi. Ruang sebaiknya ditata agar bisa mengakomodasikan 3 – 4 kelompok atau lebih. Seting Ruangan • • Sebaiknya ruangan cukup luas untuk menampung 30 orang. siapkanlah atau kopilah sejumlah peserta dan panitia . atau mungkin Anda harus mengingat-ingat langkah dan prosesnya. Tatalah kursi melingkar atau setengah lingkaran atau berbentuk U. berdasarkan modul.

Selamat Memfasilitasi! 7 . Usahakan agar semuanya turut aktif berpartisipasi. Bila peserta mengantuk. Cermati peserta yang banyak bicara. Metaplan warna warni berukuran 10x20 cm PELAKSANAAN • • • • • • • • • • Berkonsentrasilah pada pelatihan yang sedang Anda fasilitasi. Ketika menutup sesi. Bersikaplah proaktif sebagai fasilitator. atau situasi sudah tidak kondusif seperti misalnya mengobrol sendiri-sendiri. BESAR DAN DAPAT DIBACA. artinya tidak kebanyakan duduk. Jika diperlukan buatlah penyimpulan atau penekanan tentang esensi yang dicakup dalam sesi yang anda bawakan. sebaiknya handphone dimatikan saja dan tidak ber-sms atau berbicara di telepon ketika sedang memfasilitasi.• • • OHP/LCD/papan tulis & Kapur Lakban kertas berukuran 4 cm (yang besar sehingga bisa untuk menuliskan nama dan berfungsi sebagai name tag). Mulailah dengan menjelaskan mengapa sesi ini penting dan hubungan sesi dengan keseluruhan tujuan pelatihan. Tulislah hal-hal penting di plano atau di meta plan ketika peserta sedang diskusi untuk menangkap pokok-pokok penting dari peserta. Tataplah peserta tapi tetaplah sopan karena ada kebudayaan tertentu yang sensitif terhadap tatapan mata apalagi yang berbeda jenis kelamin. berimbang dalam gerakan. menulislah dengan HURUF KAPITAL. berterima kasihlah pada para peserta atas kerjasamanya dan mintalah maaf bila ada yang salah dalam perkataan atau perilaku Anda ketika memfasilitasi. tapi berdiri dan mendekati peserta. Ketika menulis. sedang-sedang dan pendiam. ajaklah untuk melakukan penyegaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful