Konsep Pendidikan Karakter

Posted on 15 September 2010 by AKHMAD SUDRAJAT Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia. Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku). Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya). Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponenkomponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Menurut David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help

secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu. yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia. peduli. percaya diri. dan pantang menyerah. and act upon core ethical values. Namun demikian. yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. kerja keras. adil. care deeply about what is right. dan lingkungan sekolah itu sendiri. kreatif. dan berbagai hal terkait lainnya. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal.people understand. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya. hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai. lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Adapun kriteria manusia yang baik. even in the face of pressure from without and temptation from within”. rasa hormat dan perhatian. bagaimana guru bertoleransi. supaya menjadi manusia yang baik. dan punya integritas. visioner. toleransi. kondisi. ketulusan. tanggung jawab. yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri. tekun. Oleh karena itu. jujur. gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. and then do what they believe to be right. it is clear that we want them to be able to judge what is right. Oleh karena itu. seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. dan cinta persatuan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru. warga masyarakat. apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. warga masyarakat yang baik. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang. hormat dan santun. beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya). jujur. baik dan rendah hati. dan warga negara yang baik. kasih sayang. peduli. dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti. disiplin. berani. Menurut para ahli psikolog. yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar. Bahkan di kota-kota besar tertentu. Ramli (2003). cinta damai. dan kerjasama. cara guru berbicara atau menyampaikan materi. Guru membantu membentuk watak peserta didik. dalam rangka membina kepribadian generasi muda. . yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan. keadilan dan kepemimpinan. Menurut T. tanggung jawab. kewarganegaraan. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru. care about. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak. When we think about the kind of character we want for our children.

di antara berbagai teori yang berkembang. dan pendekatan perilaku sosial. perkataan. 2010. tata krama. Sumber diambil dari: Kemendiknas. hukum. sekolah. sesama manusia. ada enam teori yang banyak digunakan. Mahbub Zubaidillah . yang biasa menjadi tumpuan kajian psikologi. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development). Para pakar telah mengemukakan berbagai teori tentang pendidikan moral. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development) . perasaan. lingkungan. pendekatan klarifikasi nilai. Jakarta http://akhmadsudrajat. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran. diri sendiri. konatif. yakni: perilaku. pendekatan pengembangan moral kognitif. Klasifikasi didasarkan pada tiga unsur moralitas. kognisi. Berhubungan dengan pendekatan. yakni: pendekatan kognitif. Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Hersh. yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik. pendekatan afektif. pendekatan analisis nilai. sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di negara-negara barat.ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan modus pendidikannya. dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development) yang secara diagramatik dapat digambarkan sebagai berikut. dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Berbeda dengan klasifikasi tersebut. sikap. (1980). Olah Pikir (intellectual development). seperti: pendekatan perkembangan moral kognitif. dan afeksi. yaitu: pendekatan pengembangan rasional.com/2010/09/15/konsep-pendidikan-karakter/ diakses tanggal 15 Desember 2010 oleh M. Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional.wordpress. dan adat istiadat. dan pendekatan klarifikasi nilai. secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif. Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). budaya. dan pendekatan perilaku. pendekatan pertimbangan. al. dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. afektif. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama . Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi tiga. et.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful