P. 1
LAPORAN PBL ECCE 1

LAPORAN PBL ECCE 1

|Views: 501|Likes:
Published by Olla Salsabila

More info:

Published by: Olla Salsabila on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

LAPORAN PROBLEM BASED LEARNING BLOK ECCE 1

Tutor Pembimbing: dr. Diah Krisnansari, MSi.Med

Kelompok V Marisa Rosa Bella Indah Adhiarini Sukma Annisa Amalia F Diana Verify Hastutya Nunung Hasanah Wiwin Noviyanti Rizky Tejo Hutomo Anggraini K Faridz Albam Wiseso Ageng Sadeno Putro Widya Devi Cita I G1A008020 G1A008022 G1A008050 G1A008051 G1A008073 G1A008084 G1A008085 G1A008104 G1A008105 G1A008116 G1A008136

DEPATEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2010

BAB I PEMBAHASAN

I. Informasi 1 MC, kepala keluarga, 53 tahun, datang untuk kunjungan pertama kali ke Dokter Keluarga (DK) guna periksa keluhan perut kembung. Perut kembung disertai nyeri lambung, anoreksia dan penurunan berat badan. MC menyampaikan bahwa selama 2 tahun terakhir telah memiliki keluhan perut kembung disertai nyeri perut bagian atas serta nyeri lambung yang dirasakan memberat sejak beberapa bulan terakhir ini. Rasa nyerinya sering membatasi aktivitas MC dan dapat mencapai setinggi 10/10 dari skala nyeri. Nyeri seperti terbakar dan terkadang menjalar ke atas sampai dada bagian bawah. Selain itu terasa penuh di perut bagian atas, merasa cepat kenyang, mual. MC mengaku bahwa sejak beberapa bulan ini, mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, dengan makan atau puasa nyeri justru bertambah. Makanan pedas dan minuman jeruk umumnya memperberat keluhannya. Keluhan tidak mereda dengan buang air besar. MC khawatir dengan penurunan berat badannya sejak beberapa bulan terakhir, sekitar 20 kg. Dia mengatakan bahwa 12-18 bulan yang lalu, berat badannya sekitar 70 kg dan dia mengaitkan kehilangan berat badannya karena ketidakmampuannya untuk makan akibat nyeri tersebut. II. Batasan Masalah

a.
c. Onset

Identitas

: MC, laki-laki, 53 tahun. : Perut kembung : 2 tahun yang lalu : Nyeri seperti terbakar dan terkadang menjalar sampai ke atas ke dada bagian bawah : Makin memberat, membatasi aktivitas, nyeri dengan skala nyeri 10/10 : Makan pedas dan minum jeruk : Anoreksia, nyeri perut bagian atas, nyeri lambung, berat badan turun, mual dan merasa cepat kenyang

b. Keluhan utama d. Kronologis e. Kualitas f. Faktor memperberat g. Gejala penyerta

III. Analisis Masalah

1. Buatlah diagnostik holistik pada kasus tersebut!
2. Jelaskan mengenai central value of family medicine dan family dinamic! 3. Jelaskan patofisiologi penyakit pada kasus ini!

IV. Pembahasan

1. Diagnosis Holistik Dari Informasi 1
Dari Informasi 1, dapat dibuat empat aspek dari lima aspek dalam diagnosis holistik:

Aspek pertama (Personal) a. . Apgar score : Merupakan intrumen yang dipakai untuk menilai fungsi keluarga atau screening terhadap disfungsi keluarga dan kepuasan individu terhadap hubungan dalam keluarganya. Religion. pendidikan. sosial ekonomi. dan masalah sosial dan kesehatan. Aspek kedua (Klinis) a. 3. lingkungan rumah. Family dinamic dan Central Value Family dinamic meliputi : Genogram : Bagan mengenai struktur keluarga yang digunakan untuk menilai status a. Culture. Expectation atau harapan pasien adalah berharap untuk sembuh. M C 5 3 t a h u n. dan Resolve d. dan Medical. Diffenrential Diagnostic: 1) Gastritis 2) Ulkus Peptikum 3) GERD 4) Keganasan. e. Namun dalam info 1 tidak dijelaskan secara eksplisit sehingga diagnosis holistik yang menyangkut aspek faktor resiko eksternal belum dapat ditegakkan secara pasti. informasi demografi. b. SCREEM score meliputi Social. dan lingkungan lokal sekitarnya. Aspek Faktor Risiko Eksternal (Extrinsik) Meliputi perilaku sakit anggota keluarga lain. Jenis kelamin laki-laki. APGAR score meliputi Adaptation. kejadian – kejadian penting dalam keluarga. Diagnosis Kerja : Dyspepsia b. anoreksia dan penurunan berat badan. d. b. Hal – hal yang terdapat dalam genogram adalah struktur keluarga. Growth. Keluhan Penyerta adalah nyeri lambung. SCREEM score : Bertujuan untuk menjelaskan kemampuan keluarga dalam mendapatkan sumber daya dan mengkaji kapasitas dari keluarga dalam menyediakan dan mengakses pelayanan kesehatan untuk setiap anggota keluarganya pada saat kondisi sakit maupun kritis. 4. Affection. Economic. Kecemasan yang ada pada pasien (Anxiety) adalah karena penurunan berat badannya sebesar 20 Kg dalam 12-18 bulan. Concern (perhatian pasien) adalah penurunan berat badan. Aspek Faktor Risiko Internal (Intrinsik) a. Family life cycle : Merupakan diagram siklus keluarga yang menyangkut perubahan perkembangan dan tahapan perkembangan dalam keluarga yang dapat mempengaruhi status kesehatan individu tersebut c. MC (reason for encounter) adalah perut kembung. individu dan keluarga yang menyangkut aspek biopsikososial. 2. 2. hubungan interpersonal. c. Partnership. U s i a T n . b.1. Alasan kedatangan Tn. Education.

1996). Berbasis pada patient centered care dan mengedepankan hubungan dokter – pasien b. ii. diagnosis. e. iii. Seorang dokter keluarga harus mau menerima semua pasien dengan berbagai latar belakang ( Sudjoko. 1996). Menangani pasien tidak hanya di ruang konsultasi saja. Dokter keluarga harus memberikan pelayanan secara berkala dan berkesinambungan. Karena berada di tingkat primer. Setiap pasien yang diobati adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Untuk menanganii makhluk individu. Layanan kesehatan terdiri dari tiga tingkatan. Mencari masalah kesehatan yang memungkinkan menjadi masalah serius untuk ke depannya. Termasuk mengendalikan penyakit kronis dan kecacatan melalui penilaian risiko. pemeriksaan lagi. sekunder (dokter spesialis). seorang dokter praktik umum sekaligus dokter keluarga harus bisa menjadi tempat kontak pertama pasien. Kontinu the continuity of care atau kesinambungan pelayanan. obatnya jadi double-double dan seterusnya. iv. Misal. Personal Pelayanan yang bersifat personal (invidual) bukan keluarga. . Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter. yaitu primer (dokter praktek umum). tetapi juga dapat dilakukan dimana saja. dan tersier (tim dokter). mana yang perlu dan mana yang tidak. Kalau seorang pasien cacat. f. sehingga mengulang pelayanan lagi. dokter harus bisa melakukan rehabilitasi agar pasien bisa beraktivitas kembalii sesuai potensi yang ada ( Sudjoko. sejak pasien ditangani sampai seterusnya. Menangani pasien berdasarkan spektrum usia. Pendekatan kedokteran keluarga ada 4 prinsip pokok : i. Melakukan pendekatan holistic pada pasien dan permasalahan yang dihadapinya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien. Komperhensif Yang dimaksud layanan komperhensif adalah kemampuan promotif. pasien harus disikapi sebagai bagian dari lingkaran teman atau keluarganya sendiri ( Sudjoko. memberi informasi tentang pencegahan (preventif). dokter harus bisa menjaga kerahasiaan. 1996). Lebih menekankan pada preventif daripada kuratif d. Dengan cara melihat pasien dari tiga dimensi yaitu dimensi biopsikososial. c.Central value of family medicine : a. Atau. pengobatan (kuratif) dan rehabilitatif ( pemeliharaan kesehatan ). Demikian pula Dokter Keluarga akan mengontrol. Sementara sebagai makhluk sosial. dalam tanda kutip tindakan spesialistis. Primer Pelayanan yang bersifat primer artinya hanya melayani sebatas dokter pelayanan primer.

diabetes dan keganasan pada keluarga dekat lainnya. Dia tidak memiliki riwayat medis penting yang memerlukan pengobatan. Patofisiologi penyakit Dispepsia Metabolisme H. minum alkohol atau obat-obat terlarang. Patofisiologi dyspepsia (Sylvia. memiliki 4 orang anak yang semuanya ikut tinggal di rumah kontrakan ukuran 5 x 9 m. dan 5 saudara kandung masih tinggal di kota kecil.dimulai dari usia balita hingga lanjut usia. Ini berlaku bagi seluruh anggota keluarga yang ia tangani ( Sudjoko. Riwayat Sosial MC menikah. Pilory Hasilkan gas (CO2) Perut kembung. Tidak diketahui riwayat penyakit saluran cerna. anoreksia Nafsu makan Intake makanan Glikogen dipecah Kehilangan BB Skema 7. MC bekerja sebagai kepala koki di restaurant china. 1996). 2003). Adik perempuan MC ikut tinggal di kontrakan dan tampak tidak rukun dengan istri MC. Istri MC bekerja sebagai penjaga toko buku. MC memiliki riwayat apendektomi tanpa komplikasi saat usia 9 tahun. ibuprofen atau NSAID lainnya ”mungkin sekali setahun”. tidak satu pun dari saudara kandung yang mempunyai masalah medis penting yang dia laporkan. APGAR score = 3. Informasi 2 Riwayat Medis MC yakin bahwa sejak pindah ke kota besar telah memiliki alergi musiman sedang. dan terasa perih (nyeri lambung). terasa penuh dan cepat kenyang produksi pelindung mukosa gaster enzim hialuronidase pengeluaran gastrin HCl. akan tetapi dia telah minum 20-30 tablet antacid per hari untuk melawan keluhan perutnya. MC tidak pernah merokok. MC memiliki 6 saudara kandung. 3. Review of System . MC minum aspirin. Riwayat Keluarga Ayah MC meninggal karena kanker lambung.

Alasan kedatangan Tn. Diagnosis Kerja : Dyspepsia b. Suhu afebril. constipation. dan interpretasinya ! 7. MC (reason for encounter) adalah perut kembung. GERD iv. or dyspnea saat istirahat atau saat exertion. Expectation atau harapan pasien adalah berharap untuk sembuh. sekunder dan tersier. Diagnosis Holistik Aspek pertama (Personal) a. hematochezia. b. palpitations. e. (Kekalih. Aspek kedua (Klinis) a. Diffenrential Diagnostic: i. Pengertian dokter keluarga serta tugas yang dijalankan oleh seorang dokter keluarga ! 3. anoreksia dan penurunan berat badan. Gastritis ii. cara perhitungan. MC mengaku mempunyai nafsu makan buruk dan ini berkaitan dengan nyeri lambung hilang timbul yang kronik. Pencegahan penyakit baik primer. Jelaskan APGAR score. dan mengaku BAB lancar. MC juga menyangkal mengalami perubahan pola BAB. . Keluhan Penyerta adalah nyeri lambung. dan interpretasinya ! 6. diarrhea.MC menyangkal vomiting. Rumusan Masalah 1. Pemeriksaan feses dalam batas normal. cara perhitungan. chest pain. Kecemasan yang ada pada pasien (Anxiety) adalah karena penurunan berat badannya sebesar 20 Kg dalam 12-18 bulan. Ulkus Peptikum iii. Buatlah diagnosis holistik dari info tambahan! 2. 5. emotional distress. Lain-lain dalam batas normal. tekanan darah 118/70 mmHg. hematemesis. nadi 70x/menit reguler dan RR 16x/menit. d. c. Bagaimana kriteria rumah sehat ? 4. 2008) 2. Bagaimana rencana penanganan komprehensif yang sesuai untuk Tuan MC ? 8. Analisis Masalah 1. atau melena. Informasi 3 Pemeriksaan Fisik MC tampak tinggi kurus tapi belum terlihat kakeksia. Jelaskan SCREEM score. Keganasan. Abdomen: epigastrik pain (+). Concern (perhatian pasien) adalah penurunan berat badan. Bentuk – bentuk keluarga.

Jenis kelamin laki-laki. U s i a T n . Dokter Keluarga . 2008). Skor (derajat keparahan penyakit) Aspek Ska Tabel 1. c. Aspek Faktor Risiko Internal (Intrinsik) a. c. Pasien tinggal dalam rumah kontrakan 5 x 9 bersama adik perempuan. Adanya family genetic cancer ( ayah meninggal karena kanker lambung) g. Hubungan antara adik perempuan dengan isterinya kurang harmonis. (Kekalih. Adanya stress. f. d. 4. 2008). b. e. Skala penilaian fungsi Berdasarkan informasi yang didapat dari Tn. posisi Mandiri dalam perawatan diri dan bekerja di dalam dan luar rumah Aktivitas kerja mulai berkurang Pekerjaan ringan dan perawatan diri masih dikerjakan sendiri Tidak melakukan aktivitas kerja. e. di dalam dan luar rumah Pekerjaan ringan dan bisa melakukan perawatan diri Perawatan diri hanya keadaan tertentu. antacid 20 – 30 tablet sehari (Kekalih. Perawatan diri oleh keluarga Sangat bergantung dengan orang berbaring pasif lain (misal tenaga medis) China.3. Tingkat ekonomi kurang karena pasien bekerja sebagai kepala koki di restoran 1 2 3 4 5 Melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit Pekerjaan ringan sehari-hari. Mc adalah 3 (Unhealthy familiy) d. Nutrisi kurang karena nafsu makan yang turun akibat dari nyeri perutnya. pasien masih bisa bekerja seperti sebelum sakit meski frekuensinya terbatas. MC. posisi duduk dan berbaring Perawatan diri oleh orang lain. dapat dinilai skala fungsi sosialnya dua karena walau aktivitas kerja terbatas. Aspek Faktor Risiko Eksternal (Extrinsik) a. isteri dan keempat anaknya. sehingga dapat dikatan kondisi rumah tidak sehat. Extended family (tinggal bersama adik perempuannya yang bukan bagian dari keluarga inti). APGAR keluarga dari Tn. Adanya riwayat alergi musiman sedang pada pasien. b. dan sang isteri sebagai penjaga toko buku serta tempat tinggal mereka bukanlah milik sendiri melainkan rumah kontrakan yang kecil 5. M C 5 3 t a h u n. 2. Perilaku pasien adalah minum ibuprofen / NSAID sekali setahun dan minum h.

Unit khusus ini dikenal dengan nama bagian dokter keluarga (departement of family medicine). ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (IDI. 2.1982). Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga. 7. semua pasien baru yang berkunjung ke rumah sakit. Bertindak sebagai mitra. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS. pengobatan dan rehabilitasi. baru kemudian dirujuk kebagian lain yang ada dirumah sakit.Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanan kepada keluarga sebagai suatu unit. Untuk ini dibentuklah suatu unit khusus yang diserahkan tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga. dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan. Praktek dokter keluarga Bentuk praktek dokter keluarga yang dimaksud secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. 4. 8. pencegahan penyakit. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit. diwajibkan melalui bagian khusus ini. Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh. Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya. dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien juga tidak boleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu. 3. 13. 9. Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar. 6. Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan. ekonomi dan sosial budaya (IDI. . penasihat dan konsultan bagi pasiennya. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke RS. llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu. 12. 1983). Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat. Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran keluarga secara khusus. Menangani penyakit akut dan kronik. Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien. keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor faktor lingkungan. 11. 5. Apabila pasien tersebut ternyata membutuhkan pelayanan spesialistis. 10. Tugas Dokter Keluarga: 1. Pelayanan dokter keluarga sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit (hospital based) pada bentuk pelayanan dokter keluarga diselenggarakan di rumah sakit.

1996). klinik keluarga mandiri (free-standing family clinic). Kedua praktek dokter keluarga yang diselenggarakan secara berkelompok (group practice) (Sudjoko. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan melalui praktek dokter keluarga (family practice) Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah praktek dokter keluarga. Semua pasien yang membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat praktek dokter keluarga. Pada dasarnya bentuk pelayanan dokter keluarga ini sama dengan pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan melalui klinik dokter keluarga. . manajemen personalia serta manajemen sistem informasi yang sama pula. (Clark. rnenerapkan prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga pada pelayanan kedokteran yang diselenggarakanya.1971) : 3. kunjungan dan perawatan pasien dirumah. merupakan bagian dari rumah sakit tetapi didirikan diluar komplek rumah sakit (satelite family clinic). Kedua. praktek dokter keluarga yang diselenggarakan sendiri (solo practice). Untuk kemudian menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga yang dikelola oleh satu sistem manajemen keuangan. Pada klinik dokter keluarga berkelompok ini diterapkan suatu sistem manajernen yang sama. Biasanya merupakan gabungan dari 2 sampai 3 orang dokter keluarga. Pertama. yang paling dianjurkan adalah klinik dokter keluarga yang dikelola secara berkelompok. Di luar negeri klinik dokter keluarga satelit ini mulai banyak didirikan. Dalam arti para dokter yang tergabung dalam klinik dokter keluarga tersebut secara bersama-sama membeli dan memakai alatalat praktek yang sama. Dokter yang menyelenggarakan praktek dokter keluarga tersebut tidak melakukan pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah atau pelayanan rawat inap di rumah sakit. Klinik dokter keluarga ini dapat diselenggarakan secara sendiri (solo practice) atau bersama-sama dalam satu kelompok (group practice). Praktek dokter keluarga tersebut dapat dibedaka pula atas dua macam. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan Pada bentuk ini.2. Pada dasarnya klinik dokter keluarga ini ada dua macam. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan oleh klinik dokter keluarga (family clinic) Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah suatu klinik yang didirikan secara khusus yang disebut dengan nama klinik dokter keluarga (family clinic/center). Pelayanan pada praktek dokter keluarga Pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga banyak macamnya. Disini para dokter yang menyelenggarakan praktek. Salah satu tujuannya adalah untuk menopang pelayanan dan juga penghasilan rumah sakit. 2. Pertama. Secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. Terlepas apakah klinik dokter keluarga tersebut adalah suatu klinik mandiri atau hanya merupakan klinik satelit dari rumah sakit. Jika kebetulan pasien tersebut memerlukan pelayanan rawat inap. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga hanya pelayanan rawat jalan saja. Pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap akan dirawat sendiri atau dirujuk ke rumah sakit kerja sama tersebut. lazimnya klinik dokter keluarga tersebut menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan rumah sakit. pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit. Dari dua bentuk klinik dokter keluarga ini.

Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan.1984) . karena telah tersedia berbagai peralatan kedokteran yang dibutuhkan. Oleh kalangan yang terakhir ini disebutkan bahwa dokter keluarga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas. juga harus mempertimbangkan pula keadaan sosial ekonomi keluarga dan lingkungannya. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Atau jika tindakan penyembuhan yang dilakukan. dan bahkan turut mencarikan tempat perawatan dan jika perlu turut mengantarkannya ke rumah sakit. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. kecuali harus mempertimbangkan keadaan pasien sebagai manusia seutuhnya. Dokter keluarga memberikan bantuan sepenuhnya. Praktek dokter keluarga melayani seluruh anggota keluarga dan semua masalah kesehatan yang ditemukan pada keluarga. Di Amerika Serikat misalnya. yang mencakup pengetahuan dan keterampilan beberapa dokter spesialis. Karena adanyan ciri yang seperti inilah ditemukan pihakpihak yang tidak sependapat bahwa dokter spesialis dapat bertindak sebagai dokter keluarga. terutama di daerah pedesaan. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mencakup pelayanan rawat jalan serta pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah. serta pelayanan rawat inap di rumah sakit. Orientasi pelayanan dokter keluarga bukan sekedar menyembuhkan penyakit. karena dokter keluarga tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. Pelayanan bentuk ini lazimnya diselenggarakan oleh dokter keluarga yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat dan rumah sakit tersebut memberi kesempatan kepada dokter keluarga untuk merawat sendiri pasiennya di rumah sakit. Tetapi pengaturan rujukan untuk pelayanan rawat inap tersebut. tetapi diarahkan pada upaya pencegahan penyakit. Untuk dapat menyelenggarakan pelayanan yang seperti ini dibutuhkan pelbagai pengetahuan danketerampilan yang luas. pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah mulai jarang dilakukan. Tentu saja penerapan dari ketiga bentuk pelayanan dokter keluarga ini tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya. Pasien akhirnya lebih senang mengunjungi tempat praktek dokter. perlulah diingatkan bahwa orientasi pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan tetap tidak boleh berbeda. Kesamaan lain yang ditemukan adalah pada ruang lingkup masalah kesehatan yang ditangani. tetap dilakukan oleh dokter keluarga. serta perawatan rawat inap di rumah sakit. Pelayanan rawat inap dirujuk sertakan sepenuhnya kepada dokter yang bekerja dirumah sakit. dan bahkan dapat tidak sama antara satu daerah lainnya. Pada bentuk ini. maka dokter keluarga tersebut hanya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan saja. 3. maka pelaksanaannya. Praktek dokter keluarga tidak menangani keluhan pasien atau bagian anggota badan yang sakit saja.Pada bentuk ini. Penyebabnya adalah karena mulai timbul kesadaran pada diri pasien tentang adanya perbedaan mutu pelayanan antara kunjungan dan perawatan pasien di rumah dengan di tempat praktek. dan karenanya tidak mungkin jika diselenggarakan oleh satu dokter spesialis saja (Sulastomo. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga telah mencakup pelayanan rawat jalan. Di beberapa negara lainnya. Pelayanan bentuk ini lazimnya dilaksanakan oleh dokter keluarga yang tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. tetapi individu pasien secara keseluruhan. Sekalipun pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga tidak sama.

maka pelayanan dokter keluarga pada umumnya lebih lengkap dan bervariasi dari pada dokter umum. Praktek dokter keluarga hanya sesuai untuk penyakit -penyakit pada stadium awal saja. ‘The family doctor cannot be expected to treat all problems as best possible. apabila memungkinkan. mental dan sosial.Dari uraian tentang orientasi serta ruang lingkup masalah kesepakatan yang ditangani pada praktek dokter keluarga diatas. (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan. jelaslah bahwa pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga memang agak berbeda dengan pelayanan kedokteran yang diselenggarakan oleh dokter umum dan atau dokter spesialis. Pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga pada umumnya : a. Seperti yang dikatakan oleh Malerich (1970). dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu. tetap dan harus dikonsultasikan dan atau dirujuk kedokter spesialis. Menangani penyakit pada stadium awal Sekalipun praktek dokter keluarga dapat menangani pasien yang telah membutuhkan pelayanan rawat inap. sehingga seluruh anggota keluarga dapat bekerja secara produktif. dan bahkan. Sedangkan untuk kasus yang telah lanjut atau yang telah terlalu spesialistik. bertanggung jawab mengatur pelayanan rujukan dan konsultasi. 2001). praktek dokter keluarga dapat menyelesaikan tidak kurang dari 95 % masalah kesehatan yang ditemukan pada pasien yang dating berobat.1984) 3. halaman dan area sekitarnya yang digunakan sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UU RI No. karena memang telah berada diluar wewenang dan tanggung jawab dokter keluarga. b. Kriteria rumah sehat Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan. maka pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga umunya lebih aktif dan bertanggung jawab dari pada dokter umum. but he can be expected to treat all common diseases as best possible’ (Sulastomo. keberadaan . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumah sehat adalah bangunan tempat berlindung dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan kehidupan sehat secara fisik. bukan selalu berarti praktek dokter keluarga sarna dengan dokter spesialis. rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung. Lebih lengkap dan bervariasi Karena praktek dokter keluarga menangani semua masalah kesehatan yang ditemukan pada semua anggota keluarga. 4 Tahun 1992). turut menangani pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap di rumah sakit. lebih aktif dan bertanggung jawab Karena pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mengenal pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah. Menurut WHO. Tidak mengherankan jika dengan pelayanan yang seperti ini. c. Oleh karena itu. praktek dokter keluarga memang sesuai untuk penyakitpenyakit yang masih dalam stadium dini atau yang bersifat umum saja. seperti yang ditemukan di Amerika Serikat misalnya.

Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. cukup sinar matahari pagi. Rumusan yang dikeluarkan oleh American Public Health Association (APHA). di kamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan. 5. 3. teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap c. aman. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. beristirahat. b. kepadatan hunian yang berlebihan. Memenuhi kebutuhan fisiologis. serasi. psikologis. privacy yang cukup. 4. antara lain: (1) (2) (3) (4) Debu total kurang dari 150 mg per meter persegi. penghawaan dan ruang gerak yang cukup.5 serat per kubik. dan bebas dari penularan penyakit.Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. Memenuhi kebutuhan psikologis. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. Timbal (Pb) kurang dari 300 mg per kg bahan. 3. yaitu dengan penyediaan air bersih. Komponen dan penataan ruangan 1.Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 4. Pencahayaan Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat . Bahan-bahanbangunan Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan.Dinding rumah memiliki ventilasi. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah. Antara lain. 829/Menkes/SK/VII/1999 Ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal adalah sebagai berikut: a. bebas vektor penyakit dan tikus. Kriteria Rumah Sehat Menurut Winslow dan APHA Permukiman sehat dirumuskan sebagai suatu tempat untuk tinggal secara permanen. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. Berfungsi sebagai tempat untuk bermukim. 2. konstruksi yang tidak mudah roboh. per 24 jam. Asbestos kurang dari 0. berekreasi (bersantai) dan sebagai tempat berlindung dari pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan fisiologis.perumahan yang sehat. 2. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan. pengelolaan tinja dan air limbah rumah tangga.Lantai kedap air dan mudah dibersihkan. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. syarat rumah sehat harus memenuhi kriteria sebagai berikut 1. tidak mudah terbakar. 2. Antara lain. pencahayaan. 6.Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir. baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan.

Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindunhi masuknya debu. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai. Kelembaban udara. 2. melindungi dari panas dan debu dari luar. 1997 Komponen yang harus dimiliki rumah sehat adalah: 1. Pembuangan Limbah 1. Penyediaan air 1. 5. Lantai kedap air dan tidak lembab. Vektor penyakit Tidak ada lalat. 5. 2. antara 40 – 70 %. Gas formaldehid kurang dari 120 mg per meter kubik. tidak menimbulkan bau. nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah. Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter per orang setiap hari. Gas CO kurang dari 100 ppm per 8 jam. menahan angin dan air hujan. Suhu udara nyaman. 2. 3. Pertukaran udara 5 kali 3 per menit untuk setiap penghuni. e. 6. Kepadatanhunian Luas kamar tidur minimal 8 meter persegi. untuk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu.4 m dari lantai. 6. dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur. 2. Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari. f. 3. h. 3.10 ppm per 24 jam.angin dan air hujan . g. Pondasi yang kuat guna meneruskan beban bangunan ke tanah dasar. Kualitas udara 1. serta menjaga kerahasiaan (privacy) penghuninya. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau. tripleks atau gipsum. 4.menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan minimal 60 lux dan tidak menyilaukan mata. i. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002. Ventilasi Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas lantai. bisa dari bahan papan. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap. bahan kedap air. memberi kestabilan bangunan. dan tidak mencemari permukaan tanah. antara 18 – 30 oC. anyaman bambu. tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. d. Menurut Ditjen Cipta Karya. 4. Gas SO2 kurang dari 0. tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan. Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air. minimum 2. dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah.

3. 5. 4. 3. bisa suami istri dan anak (kandung atau angkat). Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah The childless. paman.2004 : 1. ibu. disebabkan karena mengejar karir atau pendidikan. . 2. saudara sepupu. 2. sedangkan anak sudah memisahkan diri.Orang tua tunggal (single parent family) yaitu keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anaknya akibat perceraian atau ditinggal pasangannya.Keluarga besar ( Exstended family ) Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara. Bentuk – bentuk keluarga : Adapun Tipe – tipe keluarga menurut suprajinto. suatu rumah tangga yang terdiri dari suami stri Keluarga usila. tanpa anak. atau bibi. The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari The dyad family .Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya (the non marital heterosecual cohabiting family) 8.Keluarga bentukan kembali (dyadic family) Adalah keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang telah bercerai atau kehilangan pasangannya 4.Keluarga inti ( Nuclear family ) Adalah suatu keluarga yang terdiri dari ayah. Tipe keluarga tradisional 1. usia lanjut. keponakan. Adapun tipe keluarga menurut pembagian tradisional dan non tradisional yaitu : A.4.Ibu dengan anak tanpa perkawinan yang sah (the unmarried teenage mother) 6.Orang dewasa laki-laki atau perempuan yang tinggal sendiri tanpa pernah menikah (the single adult living alone) 7. kakek. misalnya nenek. Keluarga tanpa anak karena telambat menikah.Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama (gay and lesbian family). dan anak-anak.

anak(kandung atau angkat). 4. ikatan perkawinan karena alasan tertentu. 5. 9. 2. keluarga dengan orang tua tiri. yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah The non marrital heterosexual cohabiting family. Commuter family. beberapa keluarga yang tinggal bersama atau berkumpul pada hari minggu atau libur saja. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian). 10. keluarga yang menerima anak yang tidak ada Homeless family.2007).5. 3. Tipe keluarga non tradisional 1. saling berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur. hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab membesarkan anak. beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh dewasa terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah. 6. 11. kakek. permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental. Commune family. yang hidup serumah. tinggal bersama dalam satu rumah. hidup bersama. keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan Single adult living alone” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya. 7. 7. beberapa orang dewasa yang telah merasa Group network family. keluarga yang terdiri dari keluarga inti “Single parent” yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan ditambah keluarga lain. dan bisa Multigeneration family. 8. 9. Beberapa generasi atau kelompok umur yang Kin-network family. seperti paman. . satu orang dewasa (Masjoer. saling menikah. berganti-ganti pasangan tanpa nikah. Keluarga yang terdiri dari satu orang The Step parent family. keluarga yang Gay and lesbian family. keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang hubungan saudara untuk waktu sementara. nenek dan lain. The unmarried teenage mother. sumur yang sama. berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak. Foster family. The Extended family . tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri. 6.lain. Blended family. seorang yang mempunyai persamaan sex Cohabitating couple. B. 10. norma dan aturan. orang dewasa yang hidup bersama diluar Group marriage family. kedua orang tua bekerja diluar kota. 8. bibi.

Kemitraan (Partnership) T i n g k a t k e p u a s a n a n g g o t a k e l u a r g a t e r h a d a p berkomunikasi. b. Kebersamaan (Resolve) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap keb e rsa maa n d a la m me mba g i wa kt u. Skor 4 . Adaptasi (Adaptation) Tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima bantuan yang diperlukannya dari anggota keluarga lainnya. . ke ka ya an da n rua ng an ta r anggota keluarga (Azwar. Ada sepuluh skor dalam penilaian APGAR Keluarga : Skor 7 . Kelima fungsi keluarga yang dinilai pada APGAR keluarga adalah a.10 berarti keluarga yang dinilai adalah sehat. e. Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari emosional. Pertumbuhan (Growth) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kebebasan yang dibe rika n ke lua rga dalam mema tangkan pe rtu mbuhan dan a t a u ke d e wa sa a n se t ia p a n g g o t a ke lu a rg a . berkembang dalam kekerasan dan kriminal (Mansjoer.11. 5. da la m arti hubungan antar anggota keluarga masih perlu untuk lebih ditingkatkan. dalam arti setiap anggota keluarga saling mendukung satu sama lain. ikatan Gang. Kasih sayang (Affection) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kasih sayang serta interaksi emosional yang berlangsung dalam keluarga. APGAR Score Skor apgar merupakan alat screening untuk menilai disfungsi tiap individu yang capable dalam hubungan keluarga. urun rembuk dalam mengambil suatu keputusan dan atau m e n y e l e s a i k a n s u a t u m a s a l a h y a n g s e d a n g d i h a d a p i dengan anggot a ke lua rga la inn ya c. d. 1997). dalam arti sangat memerlukan banyak perbaikan untuk lebih meningkatkan hubungan antar anggota keluarga.2007).3 berarti keluarga yang dinilai sama sekali tidak sehat. Penilaian dari 5 hal tersebut adalah: 0 = tidak pernah 1 = kadang-kadang 2 = selalu Masing-masing anggota keluarga baik inti maupun extendate yang berada dalam satu rumah terkecuali pembantu tidak dihitung karena bukan hubungan keluarga seperti pada pengertian di atas. Skor 0 .6 be ra rt i ke lua rg a yan g d in ila i ad a lah ku ran g seh a t .

3. Misalnya. padahal harus diimunisasi. 4.Keluarga Tn. atau tinggi. maka tindakan usaha penyembuhan pada pasien dari suatu keluarga biasanya terhambat. Hambatan-hambatan tersebut antara lain: 1. yang berarti keluarga Tn. 6. 5. Religion Misalkan tentang KB IUD menurut islam IUD tidak boleh dipasang. suatu keluarga yang berpendidikan rendah. MC sama sekali tidak sehat. sedang. berarti fungsi patologis religion positif (terhambat). Contoh lain bisa karena ketidakterjangkauan suatu keluarga dengan pelayanan kesehatan yang . 1997). Medical Adakah hambatan-hambatan yang dapat terjadi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. 2. SCREEM Score Merupakan cara penilaian dinamika keluarga untuk mengetahui adanya fungsi patologis atau hambatan-hambatan dalam suatu keluarga. Sosial Mampu bersosialisasi atau tidak dengan masyarakat. Jika ada. Economic Pada tingkat keluarga yang ekonominya rendah. 6. Adakah hal tentang kebudayaan semacam itu dalam suatu keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. dan berperekonoian rendah pula yang mengalami kesusahan dalam mengurus-ngurus jamkesmas untuk mendapat keringanan biaya karena pendidikan yang rendah membuatnya lebih pusing mengurusnya. Education Terutama pada keluarga yang mempunyai tingkat pendidikan rendah biasanya cenderung ada hambatan untuk dilakukannya tindakan kedokteran. Jika ada berarti fungsi patologis culture positif. Oleh karenanya harus dinilai apakah tingkat keluarga tersebut rendah. Jika ada berarti fungsi patologis medicalnya positif. kemudian apakah dalam keluarga tersebut terdapat kepercayaan semacam itu atau tidak berkaitan dengan tindakan kedokteran yang akan dilakukan. Culture Misalnya pada orang desa yang masih mempercayai bahwa anak bayi kurang dari 40 hari tidak boleh dibawa keluar rumah. MC memiliki skor APGAR Keluarga 3. dalam arti sangat membutuhkan banyak perbaikan untuk lebih meningkatkan hubungan antar anggota keluarga (Azwar.

ranitidin. atau pantoprazol (2) Antikolinergik (3) Antagonis Reseptor H2 seperti simetidin. (6) Mengedukasi cara pengelolaan keuangan yang baik. Penilaian skor SCREEM adalah hanya dengan melihat ada tidaknya hambatan pada bidang-bidang tersebut. semangka. MC untuk untuk penegakan diagnosis definitif dengan peneriksaan (7) Menggunakan skala prioritas dalam memecahkan masalah atau dalam . (4) Hindari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol. menghadapi permasalahan bersama. Non medika mentosa (1) Kurangi konsumsi antasid atau diganti dengan obat lain. Personal care a. maupun saling berbagi kasih sayang. kentang. sehingga kita akan mengetahui adanya fungsi patologis pada suatu keluarga. famotidin. (4) Memperbaiki psikologi dengan indikator kenaikan skor APGAR yaitu dengan (2) Meminta istri Tn. MC. kubis. Baik itu karena kondisi geografi yang buruk atau pun tidak adanya transport. menambah intensitas kebersamaan. atau roksatidin. (2) Karena berat badan berkurang mesti dilakukan pengaturan pola makan (3) Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung (coklat. 2005) 7. Tatalaksana Komprehensif A. (5) Melakukan skrining anggota keluarga mengingat faktor resiko kanker kolon dari ayah Tn. (5) Hindari makanan yang terlalu pedas dan minuman dengan kadar caffeine dan alkohol (6) Jauhi stress. melon. tidak menghidangkan masakan-makanan merangsang yang dapat memperparah keadaan Tn. keju. lansoprazol. dan lain-lain). MC. (3) Kontrol penggunaan jumlah obat seperti antacid oleh keluarga terutama istri. (7) Rencanakan endoskopi. b. Medika mentosa (1) Penghambat pompa asam (Proton Pump Inhibitor/ PPI) seperti omeprazol. B. dan lain-lain). (4) Sitoprotektif seperti misoprostol (PGE1) atau enprostil (PGE2). Family Care (1) Penanganan terhadap konflik yang dialami oleh adik dan istri Tn. MC. (Ghan Gl.dibutuhkan.

2005). Pencegahan Sekunder Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik. (2) Edukasi mengenai penyakit pada komunitas (3) Dapat diberikan saran dalam pekerjaannya seperti rekomendasi untuk pindah ke bagian yang tidak semakin mempreberat faktor risiko. 2000). Pencegahan Primer Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami suatu penyakit. Local Comunity Care (1) Edukasi mengenai kualitas rumah sehat. (Ghan Gl. Tingkat dari pencegahan penyakit adalah: A. C. hindari juga minum Kopi karena bias meningkatkan factor resiko dari dyspepsia. 2005) 8. kita akan mengadakan deteksi dan intervensi pada penyebab dan factor resiko dari penyakit. makan secara teratur dengan makanan sehat dan bergizi. Dalam proses pencegahan. Pencegahan Tersier Maksud dari pencegahan tersier adalah salah satu cara untuk menghindari dari kecacatan. jangan telat makan . Pencegahan sekunder ialah mendiagnosis sedini mungkin apa yang diderita oleh pasien. Yang paling sesuai dari pencegahan spesifik pada kasus diatas ialah dengan pengaturan diet. 1999 ) . Pada kasus diatas maka pencegahan primer yang dapat digunakan salah satunya ialah dengan cara meningkatkan perbaikan gizi masayarakat dan memperbaiki dari kondisi rumah maupun lingkungan rumah ke arah yang lebih baik dan juga peran serta dari petugas kesehatan dalam hal ini perlu dengan cara memberikan penyuluhan tentang prilaku hidup bersih dan sehat (Mukono. Arti pencegahan sendiri adalah mengadakan inhibisi terhadap perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi (Mukono. 2000).Disamping pengaturan diet diatas perlu juga pada pasien ini untuk menghindari stress B. Proses pencegahan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit. Disamping pecegahan primer yang sifatnya menyeluruh maka diperlukan juga pencegahan primer yang sifatnya spesifik ( Spesific protections ). dan juga pentingnya menjaga keharmonisan keluarga serta manfaatnya. pada kasus ini di usahakan untuk segera dilakukan endoskopi karena ada indikasinya yaitu usia diatas 45 tahun dan keluhan yang sudah lama ( Bazaldua. makanan jangan yang pedas maupun yang asam. Pencegahan Penyakit Pada dasarnya pencegahan suatu penyakit lebih murah dari pengobatan penyakit tersebut.memenuhi kebutuhan (Sawaludin.

BAB II KESIMPULAN .

Jakarta. DEPKES RI. Bazaldua. Departemen Kesehatan RI. .Evaluations and management of dyspepsia.DAFTAR PUSTAKA Azwar.1999. Jakarta. 1989 . dalam: Yayasan Penerbitan IDI. Azrul. Azwar.Am Fam Physician. Sistem Kesehatan Nasional. Justam. Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan.Schneider FD. Nilda S. Jakarta. Judil dan Bustami. OV. dokter keluarga dalam: Kelompok Studi Dokter Keluarga. Bunga rampai. 1997. Azrul. 1983.

Ghan Gl. Edisi Ketiga. . dan Wonodirekso S. Azwar A. 1996. Jakarta.: EGC. Asuhan Keperawatan Keluarga.1984. Aria.1986. Mansjoer. 2000. DEPKES RI. Jakarta. Suprajitno. 2007. Mukono. Jakarta: Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI. Survai Nasional Kesehatan Rumah Tangga tahun 1985/1986. 2004. Singapore:Singapore International Foundation. 2008. Kekalih. Bunga Rempa Pelayanan Kesehatan. Edisi Kedua.Airlangga University Press. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan.A Primer on Family Medicine Practice. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Widya Medika. Penjaminan Mutu Praktek Dokter Keluarga. Sulastomo. Jakarta. Diagnosis Holistik Pada Pelayanan Kesehatan Primer Pendekatan Multi Aspek.Departemen Kesehatan RI . Jakata: EGC.2005. Kuswadji.Surabaya. Jakarta. Sudjoko. Arif et al.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->