LAPORAN PROBLEM BASED LEARNING BLOK ECCE 1

Tutor Pembimbing: dr. Diah Krisnansari, MSi.Med

Kelompok V Marisa Rosa Bella Indah Adhiarini Sukma Annisa Amalia F Diana Verify Hastutya Nunung Hasanah Wiwin Noviyanti Rizky Tejo Hutomo Anggraini K Faridz Albam Wiseso Ageng Sadeno Putro Widya Devi Cita I G1A008020 G1A008022 G1A008050 G1A008051 G1A008073 G1A008084 G1A008085 G1A008104 G1A008105 G1A008116 G1A008136

DEPATEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2010

BAB I PEMBAHASAN

I. Informasi 1 MC, kepala keluarga, 53 tahun, datang untuk kunjungan pertama kali ke Dokter Keluarga (DK) guna periksa keluhan perut kembung. Perut kembung disertai nyeri lambung, anoreksia dan penurunan berat badan. MC menyampaikan bahwa selama 2 tahun terakhir telah memiliki keluhan perut kembung disertai nyeri perut bagian atas serta nyeri lambung yang dirasakan memberat sejak beberapa bulan terakhir ini. Rasa nyerinya sering membatasi aktivitas MC dan dapat mencapai setinggi 10/10 dari skala nyeri. Nyeri seperti terbakar dan terkadang menjalar ke atas sampai dada bagian bawah. Selain itu terasa penuh di perut bagian atas, merasa cepat kenyang, mual. MC mengaku bahwa sejak beberapa bulan ini, mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, dengan makan atau puasa nyeri justru bertambah. Makanan pedas dan minuman jeruk umumnya memperberat keluhannya. Keluhan tidak mereda dengan buang air besar. MC khawatir dengan penurunan berat badannya sejak beberapa bulan terakhir, sekitar 20 kg. Dia mengatakan bahwa 12-18 bulan yang lalu, berat badannya sekitar 70 kg dan dia mengaitkan kehilangan berat badannya karena ketidakmampuannya untuk makan akibat nyeri tersebut. II. Batasan Masalah

a.
c. Onset

Identitas

: MC, laki-laki, 53 tahun. : Perut kembung : 2 tahun yang lalu : Nyeri seperti terbakar dan terkadang menjalar sampai ke atas ke dada bagian bawah : Makin memberat, membatasi aktivitas, nyeri dengan skala nyeri 10/10 : Makan pedas dan minum jeruk : Anoreksia, nyeri perut bagian atas, nyeri lambung, berat badan turun, mual dan merasa cepat kenyang

b. Keluhan utama d. Kronologis e. Kualitas f. Faktor memperberat g. Gejala penyerta

III. Analisis Masalah

1. Buatlah diagnostik holistik pada kasus tersebut!
2. Jelaskan mengenai central value of family medicine dan family dinamic! 3. Jelaskan patofisiologi penyakit pada kasus ini!

IV. Pembahasan

1. Diagnosis Holistik Dari Informasi 1
Dari Informasi 1, dapat dibuat empat aspek dari lima aspek dalam diagnosis holistik:

2. Aspek Faktor Risiko Internal (Intrinsik) a. sosial ekonomi. kejadian – kejadian penting dalam keluarga. Kecemasan yang ada pada pasien (Anxiety) adalah karena penurunan berat badannya sebesar 20 Kg dalam 12-18 bulan. b. SCREEM score meliputi Social. anoreksia dan penurunan berat badan. MC (reason for encounter) adalah perut kembung. hubungan interpersonal. Apgar score : Merupakan intrumen yang dipakai untuk menilai fungsi keluarga atau screening terhadap disfungsi keluarga dan kepuasan individu terhadap hubungan dalam keluarganya. Family life cycle : Merupakan diagram siklus keluarga yang menyangkut perubahan perkembangan dan tahapan perkembangan dalam keluarga yang dapat mempengaruhi status kesehatan individu tersebut c. c. Hal – hal yang terdapat dalam genogram adalah struktur keluarga. b. 2. Aspek Faktor Risiko Eksternal (Extrinsik) Meliputi perilaku sakit anggota keluarga lain. b. M C 5 3 t a h u n. Concern (perhatian pasien) adalah penurunan berat badan. Education. Affection. SCREEM score : Bertujuan untuk menjelaskan kemampuan keluarga dalam mendapatkan sumber daya dan mengkaji kapasitas dari keluarga dalam menyediakan dan mengakses pelayanan kesehatan untuk setiap anggota keluarganya pada saat kondisi sakit maupun kritis. dan lingkungan lokal sekitarnya. Religion. d. U s i a T n . Namun dalam info 1 tidak dijelaskan secara eksplisit sehingga diagnosis holistik yang menyangkut aspek faktor resiko eksternal belum dapat ditegakkan secara pasti. Aspek pertama (Personal) a. Culture. 4.1. Expectation atau harapan pasien adalah berharap untuk sembuh. Diffenrential Diagnostic: 1) Gastritis 2) Ulkus Peptikum 3) GERD 4) Keganasan. Economic. Jenis kelamin laki-laki. . dan Medical. Growth. 3. Aspek kedua (Klinis) a. dan masalah sosial dan kesehatan. pendidikan. lingkungan rumah. individu dan keluarga yang menyangkut aspek biopsikososial. Family dinamic dan Central Value Family dinamic meliputi : Genogram : Bagan mengenai struktur keluarga yang digunakan untuk menilai status a. APGAR score meliputi Adaptation. informasi demografi. Partnership. dan Resolve d. Alasan kedatangan Tn. Diagnosis Kerja : Dyspepsia b. e. Keluhan Penyerta adalah nyeri lambung.

sejak pasien ditangani sampai seterusnya. yaitu primer (dokter praktek umum). Untuk menanganii makhluk individu. sehingga mengulang pelayanan lagi. Seorang dokter keluarga harus mau menerima semua pasien dengan berbagai latar belakang ( Sudjoko. diagnosis. Layanan kesehatan terdiri dari tiga tingkatan. dalam tanda kutip tindakan spesialistis. Jangan sampai seseorang itu dilayani oleh banyak dokter. dokter harus bisa melakukan rehabilitasi agar pasien bisa beraktivitas kembalii sesuai potensi yang ada ( Sudjoko. dan tersier (tim dokter). Kalau seorang pasien cacat. 1996). Lebih menekankan pada preventif daripada kuratif d.Central value of family medicine : a. Setiap pasien yang diobati adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dokter keluarga harus memberikan pelayanan secara berkala dan berkesinambungan. Melakukan pendekatan holistic pada pasien dan permasalahan yang dihadapinya yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien. iv. e. ii. seorang dokter praktik umum sekaligus dokter keluarga harus bisa menjadi tempat kontak pertama pasien. pasien harus disikapi sebagai bagian dari lingkaran teman atau keluarganya sendiri ( Sudjoko. mana yang perlu dan mana yang tidak. pengobatan (kuratif) dan rehabilitatif ( pemeliharaan kesehatan ). Primer Pelayanan yang bersifat primer artinya hanya melayani sebatas dokter pelayanan primer. Menangani pasien tidak hanya di ruang konsultasi saja. 1996). Berbasis pada patient centered care dan mengedepankan hubungan dokter – pasien b. Karena berada di tingkat primer. f. pemeriksaan lagi. Komperhensif Yang dimaksud layanan komperhensif adalah kemampuan promotif. iii. obatnya jadi double-double dan seterusnya. Atau. Dengan cara melihat pasien dari tiga dimensi yaitu dimensi biopsikososial. Personal Pelayanan yang bersifat personal (invidual) bukan keluarga. Sementara sebagai makhluk sosial. c. Kontinu the continuity of care atau kesinambungan pelayanan. Mencari masalah kesehatan yang memungkinkan menjadi masalah serius untuk ke depannya. Menangani pasien berdasarkan spektrum usia. dokter harus bisa menjaga kerahasiaan. tetapi juga dapat dilakukan dimana saja. 1996). Demikian pula Dokter Keluarga akan mengontrol. . sekunder (dokter spesialis). Termasuk mengendalikan penyakit kronis dan kecacatan melalui penilaian risiko. Misal. memberi informasi tentang pencegahan (preventif). Pendekatan kedokteran keluarga ada 4 prinsip pokok : i.

Ini berlaku bagi seluruh anggota keluarga yang ia tangani ( Sudjoko. Riwayat Keluarga Ayah MC meninggal karena kanker lambung. Adik perempuan MC ikut tinggal di kontrakan dan tampak tidak rukun dengan istri MC. Tidak diketahui riwayat penyakit saluran cerna. Pilory Hasilkan gas (CO2) Perut kembung. 2003). ibuprofen atau NSAID lainnya ”mungkin sekali setahun”. Patofisiologi penyakit Dispepsia Metabolisme H.dimulai dari usia balita hingga lanjut usia. APGAR score = 3. Dia tidak memiliki riwayat medis penting yang memerlukan pengobatan. tidak satu pun dari saudara kandung yang mempunyai masalah medis penting yang dia laporkan. Riwayat Sosial MC menikah. terasa penuh dan cepat kenyang produksi pelindung mukosa gaster enzim hialuronidase pengeluaran gastrin HCl. 3. Review of System . Informasi 2 Riwayat Medis MC yakin bahwa sejak pindah ke kota besar telah memiliki alergi musiman sedang. anoreksia Nafsu makan Intake makanan Glikogen dipecah Kehilangan BB Skema 7. MC tidak pernah merokok. diabetes dan keganasan pada keluarga dekat lainnya. 1996). MC memiliki riwayat apendektomi tanpa komplikasi saat usia 9 tahun. MC memiliki 6 saudara kandung. akan tetapi dia telah minum 20-30 tablet antacid per hari untuk melawan keluhan perutnya. dan terasa perih (nyeri lambung). memiliki 4 orang anak yang semuanya ikut tinggal di rumah kontrakan ukuran 5 x 9 m. dan 5 saudara kandung masih tinggal di kota kecil. MC bekerja sebagai kepala koki di restaurant china. minum alkohol atau obat-obat terlarang. MC minum aspirin. Istri MC bekerja sebagai penjaga toko buku. Patofisiologi dyspepsia (Sylvia.

Ulkus Peptikum iii. b. Concern (perhatian pasien) adalah penurunan berat badan. Kecemasan yang ada pada pasien (Anxiety) adalah karena penurunan berat badannya sebesar 20 Kg dalam 12-18 bulan. Expectation atau harapan pasien adalah berharap untuk sembuh. constipation. Suhu afebril. Jelaskan APGAR score. nadi 70x/menit reguler dan RR 16x/menit. MC (reason for encounter) adalah perut kembung. chest pain. hematemesis. Bentuk – bentuk keluarga. diarrhea. 2008) 2. MC mengaku mempunyai nafsu makan buruk dan ini berkaitan dengan nyeri lambung hilang timbul yang kronik. emotional distress. or dyspnea saat istirahat atau saat exertion. hematochezia. cara perhitungan. Buatlah diagnosis holistik dari info tambahan! 2. Diagnosis Holistik Aspek pertama (Personal) a. e. Pemeriksaan feses dalam batas normal. . cara perhitungan. tekanan darah 118/70 mmHg. Keganasan. Abdomen: epigastrik pain (+). Rumusan Masalah 1. dan interpretasinya ! 6. palpitations. Keluhan Penyerta adalah nyeri lambung. Lain-lain dalam batas normal. atau melena. Bagaimana rencana penanganan komprehensif yang sesuai untuk Tuan MC ? 8. Alasan kedatangan Tn. sekunder dan tersier. dan mengaku BAB lancar. anoreksia dan penurunan berat badan. d. Gastritis ii. dan interpretasinya ! 7. GERD iv. Jelaskan SCREEM score. Pengertian dokter keluarga serta tugas yang dijalankan oleh seorang dokter keluarga ! 3. Analisis Masalah 1. Diagnosis Kerja : Dyspepsia b. 5. Informasi 3 Pemeriksaan Fisik MC tampak tinggi kurus tapi belum terlihat kakeksia. Aspek kedua (Klinis) a. Diffenrential Diagnostic: i. MC juga menyangkal mengalami perubahan pola BAB. Pencegahan penyakit baik primer. Bagaimana kriteria rumah sehat ? 4. c. (Kekalih.MC menyangkal vomiting.

Jenis kelamin laki-laki. posisi duduk dan berbaring Perawatan diri oleh orang lain. Adanya stress. 2008). APGAR keluarga dari Tn. Adanya family genetic cancer ( ayah meninggal karena kanker lambung) g.3. c. 2008). 4. Skor (derajat keparahan penyakit) Aspek Ska Tabel 1. Adanya riwayat alergi musiman sedang pada pasien. e. Perilaku pasien adalah minum ibuprofen / NSAID sekali setahun dan minum h. b. b. f. d. posisi Mandiri dalam perawatan diri dan bekerja di dalam dan luar rumah Aktivitas kerja mulai berkurang Pekerjaan ringan dan perawatan diri masih dikerjakan sendiri Tidak melakukan aktivitas kerja. Dokter Keluarga . e. MC. Extended family (tinggal bersama adik perempuannya yang bukan bagian dari keluarga inti). dan sang isteri sebagai penjaga toko buku serta tempat tinggal mereka bukanlah milik sendiri melainkan rumah kontrakan yang kecil 5. Mc adalah 3 (Unhealthy familiy) d. Skala penilaian fungsi Berdasarkan informasi yang didapat dari Tn. 2. Hubungan antara adik perempuan dengan isterinya kurang harmonis. pasien masih bisa bekerja seperti sebelum sakit meski frekuensinya terbatas. isteri dan keempat anaknya. dapat dinilai skala fungsi sosialnya dua karena walau aktivitas kerja terbatas. antacid 20 – 30 tablet sehari (Kekalih. Aspek Faktor Risiko Eksternal (Extrinsik) a. Nutrisi kurang karena nafsu makan yang turun akibat dari nyeri perutnya. (Kekalih. di dalam dan luar rumah Pekerjaan ringan dan bisa melakukan perawatan diri Perawatan diri hanya keadaan tertentu. Aspek Faktor Risiko Internal (Intrinsik) a. sehingga dapat dikatan kondisi rumah tidak sehat. Tingkat ekonomi kurang karena pasien bekerja sebagai kepala koki di restoran 1 2 3 4 5 Melakukan pekerjaan seperti sebelum sakit Pekerjaan ringan sehari-hari. U s i a T n . Pasien tinggal dalam rumah kontrakan 5 x 9 bersama adik perempuan. c. Perawatan diri oleh keluarga Sangat bergantung dengan orang berbaring pasif lain (misal tenaga medis) China. M C 5 3 t a h u n.

1983). baru kemudian dirujuk kebagian lain yang ada dirumah sakit. Tugas Dokter Keluarga: 1. 13. Bertindak sebagai mitra. pengobatan dan rehabilitasi. Melakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran secara umum dan ilmu kedokteran keluarga secara khusus. 4. Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat.Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanan kepada keluarga sebagai suatu unit. Tetap bertanggung-jawab atas pasien yang dirujukan ke Dokter Spesialis atau dirawat di RS. 6. Memberikan pelayanan kedokteran secara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit. Untuk ini dibentuklah suatu unit khusus yang diserahkan tanggung jawab menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga. pencegahan penyakit. 12. 9. Apabila pasien tersebut ternyata membutuhkan pelayanan spesialistis. Menangani penyakit akut dan kronik. Pelayanan dokter keluarga sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit (hospital based) pada bentuk pelayanan dokter keluarga diselenggarakan di rumah sakit. dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien juga tidak boleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu. keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor faktor lingkungan. 8. Menyelenggarakan rekam Medis yang memenuhi standar. semua pasien baru yang berkunjung ke rumah sakit. ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (IDI. 10. Membina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan. 5. Praktek dokter keluarga Bentuk praktek dokter keluarga yang dimaksud secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. . Menyelenggarakan pelayanan primer secara paripurna menyuruh. penasihat dan konsultan bagi pasiennya. Unit khusus ini dikenal dengan nama bagian dokter keluarga (departement of family medicine). ekonomi dan sosial budaya (IDI. Melakukan tindakan tahap awal kasus berat agar siap dikirim ke RS. Memberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya. Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga. Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien. 7. dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan. Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan. 11. 3.1982). llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu. 2. diwajibkan melalui bagian khusus ini.

Biasanya merupakan gabungan dari 2 sampai 3 orang dokter keluarga. Jika kebetulan pasien tersebut memerlukan pelayanan rawat inap. . 2. Dalam arti para dokter yang tergabung dalam klinik dokter keluarga tersebut secara bersama-sama membeli dan memakai alatalat praktek yang sama. lazimnya klinik dokter keluarga tersebut menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan rumah sakit. Pada dasarnya bentuk pelayanan dokter keluarga ini sama dengan pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan melalui klinik dokter keluarga. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan oleh klinik dokter keluarga (family clinic) Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah suatu klinik yang didirikan secara khusus yang disebut dengan nama klinik dokter keluarga (family clinic/center).1996). Terlepas apakah klinik dokter keluarga tersebut adalah suatu klinik mandiri atau hanya merupakan klinik satelit dari rumah sakit. Pada klinik dokter keluarga berkelompok ini diterapkan suatu sistem manajernen yang sama. (Clark. klinik keluarga mandiri (free-standing family clinic). Untuk kemudian menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga yang dikelola oleh satu sistem manajemen keuangan. Praktek dokter keluarga tersebut dapat dibedaka pula atas dua macam. Klinik dokter keluarga ini dapat diselenggarakan secara sendiri (solo practice) atau bersama-sama dalam satu kelompok (group practice). Pertama. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan Pada bentuk ini. Semua pasien yang membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat praktek dokter keluarga. Pelayanan pada praktek dokter keluarga Pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga banyak macamnya. kunjungan dan perawatan pasien dirumah.1971) : 3. praktek dokter keluarga yang diselenggarakan sendiri (solo practice). Kedua praktek dokter keluarga yang diselenggarakan secara berkelompok (group practice) (Sudjoko.2. Salah satu tujuannya adalah untuk menopang pelayanan dan juga penghasilan rumah sakit. pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit. Kedua. yang paling dianjurkan adalah klinik dokter keluarga yang dikelola secara berkelompok. merupakan bagian dari rumah sakit tetapi didirikan diluar komplek rumah sakit (satelite family clinic). Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan melalui praktek dokter keluarga (family practice) Pada bentuk ini sarana yang menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah praktek dokter keluarga. Secara umum dapat dibedakan atas tiga macam : 1. Dari dua bentuk klinik dokter keluarga ini. Pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap akan dirawat sendiri atau dirujuk ke rumah sakit kerja sama tersebut. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. Disini para dokter yang menyelenggarakan praktek. Pertama. manajemen personalia serta manajemen sistem informasi yang sama pula. Di luar negeri klinik dokter keluarga satelit ini mulai banyak didirikan. rnenerapkan prinsip-prinsip pelayanan dokter keluarga pada pelayanan kedokteran yang diselenggarakanya. Dokter yang menyelenggarakan praktek dokter keluarga tersebut tidak melakukan pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah atau pelayanan rawat inap di rumah sakit. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga hanya pelayanan rawat jalan saja. Pada dasarnya klinik dokter keluarga ini ada dua macam.

dan bahkan dapat tidak sama antara satu daerah lainnya. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mencakup pelayanan rawat jalan serta pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Untuk dapat menyelenggarakan pelayanan yang seperti ini dibutuhkan pelbagai pengetahuan danketerampilan yang luas. tetapi individu pasien secara keseluruhan. Pelayanan rawat inap dirujuk sertakan sepenuhnya kepada dokter yang bekerja dirumah sakit. 3. karena dokter keluarga tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. Pada bentuk ini. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. serta perawatan rawat inap di rumah sakit. terutama di daerah pedesaan. Dokter keluarga memberikan bantuan sepenuhnya. dan bahkan turut mencarikan tempat perawatan dan jika perlu turut mengantarkannya ke rumah sakit. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. Orientasi pelayanan dokter keluarga bukan sekedar menyembuhkan penyakit. dan karenanya tidak mungkin jika diselenggarakan oleh satu dokter spesialis saja (Sulastomo. maka pelaksanaannya. serta pelayanan rawat inap di rumah sakit. Karena adanyan ciri yang seperti inilah ditemukan pihakpihak yang tidak sependapat bahwa dokter spesialis dapat bertindak sebagai dokter keluarga. Tetapi pengaturan rujukan untuk pelayanan rawat inap tersebut. pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga telah mencakup pelayanan rawat jalan.1984) . Sekalipun pelayanan yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga tidak sama. Kesamaan lain yang ditemukan adalah pada ruang lingkup masalah kesehatan yang ditangani. Oleh kalangan yang terakhir ini disebutkan bahwa dokter keluarga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas. Pelayanan bentuk ini lazimnya dilaksanakan oleh dokter keluarga yang tidak mempunyai akses dengan rumah sakit. yang mencakup pengetahuan dan keterampilan beberapa dokter spesialis. perlulah diingatkan bahwa orientasi pelayanan dokter keluarga yang diselenggarakan tetap tidak boleh berbeda.Pada bentuk ini. juga harus mempertimbangkan pula keadaan sosial ekonomi keluarga dan lingkungannya. Pasien akhirnya lebih senang mengunjungi tempat praktek dokter. Di Amerika Serikat misalnya. Di beberapa negara lainnya. Penyebabnya adalah karena mulai timbul kesadaran pada diri pasien tentang adanya perbedaan mutu pelayanan antara kunjungan dan perawatan pasien di rumah dengan di tempat praktek. kunjungan dan perawatan pasien di rumah. pelayanan kunjungan dan perawatan pasien di rumah mulai jarang dilakukan. Atau jika tindakan penyembuhan yang dilakukan. tetapi diarahkan pada upaya pencegahan penyakit. Pelayanan bentuk ini lazimnya diselenggarakan oleh dokter keluarga yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan rumah sakit terdekat dan rumah sakit tersebut memberi kesempatan kepada dokter keluarga untuk merawat sendiri pasiennya di rumah sakit. Praktek dokter keluarga melayani seluruh anggota keluarga dan semua masalah kesehatan yang ditemukan pada keluarga. Praktek dokter keluarga tidak menangani keluhan pasien atau bagian anggota badan yang sakit saja. kecuali harus mempertimbangkan keadaan pasien sebagai manusia seutuhnya. karena telah tersedia berbagai peralatan kedokteran yang dibutuhkan. maka dokter keluarga tersebut hanya menyelenggarakan pelayanan rawat jalan saja. Tentu saja penerapan dari ketiga bentuk pelayanan dokter keluarga ini tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya. tetap dilakukan oleh dokter keluarga.

karena memang telah berada diluar wewenang dan tanggung jawab dokter keluarga. mental dan sosial. Praktek dokter keluarga hanya sesuai untuk penyakit -penyakit pada stadium awal saja. maka pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga umunya lebih aktif dan bertanggung jawab dari pada dokter umum. seperti yang ditemukan di Amerika Serikat misalnya. ‘The family doctor cannot be expected to treat all problems as best possible. tetap dan harus dikonsultasikan dan atau dirujuk kedokter spesialis. lebih aktif dan bertanggung jawab Karena pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mengenal pelayanan kunjungan dan atau perawatan pasien di rumah. Sedangkan untuk kasus yang telah lanjut atau yang telah terlalu spesialistik. c. dan bahkan. praktek dokter keluarga memang sesuai untuk penyakitpenyakit yang masih dalam stadium dini atau yang bersifat umum saja. sehingga seluruh anggota keluarga dapat bekerja secara produktif. Tidak mengherankan jika dengan pelayanan yang seperti ini. praktek dokter keluarga dapat menyelesaikan tidak kurang dari 95 % masalah kesehatan yang ditemukan pada pasien yang dating berobat. Kriteria rumah sehat Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan. b. keberadaan . but he can be expected to treat all common diseases as best possible’ (Sulastomo. Menurut WHO. turut menangani pasien yang memerlukan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Seperti yang dikatakan oleh Malerich (1970). maka pelayanan dokter keluarga pada umumnya lebih lengkap dan bervariasi dari pada dokter umum. bukan selalu berarti praktek dokter keluarga sarna dengan dokter spesialis. Oleh karena itu.1984) 3. Menangani penyakit pada stadium awal Sekalipun praktek dokter keluarga dapat menangani pasien yang telah membutuhkan pelayanan rawat inap. bertanggung jawab mengatur pelayanan rujukan dan konsultasi. Pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga pada umumnya : a. (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan. halaman dan area sekitarnya yang digunakan sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UU RI No. rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung. apabila memungkinkan. jelaslah bahwa pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga memang agak berbeda dengan pelayanan kedokteran yang diselenggarakan oleh dokter umum dan atau dokter spesialis. Lebih lengkap dan bervariasi Karena praktek dokter keluarga menangani semua masalah kesehatan yang ditemukan pada semua anggota keluarga. 2001). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumah sehat adalah bangunan tempat berlindung dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan kehidupan sehat secara fisik. 4 Tahun 1992).Dari uraian tentang orientasi serta ruang lingkup masalah kesepakatan yang ditangani pada praktek dokter keluarga diatas. dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik demi kesehatan keluarga dan individu.

Memenuhi kebutuhan psikologis. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. per 24 jam. antara lain: (1) (2) (3) (4) Debu total kurang dari 150 mg per meter persegi.5 serat per kubik. 2. pencahayaan.perumahan yang sehat. pengelolaan tinja dan air limbah rumah tangga. 3. Timbal (Pb) kurang dari 300 mg per kg bahan. yaitu dengan penyediaan air bersih. di kamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan. 4. Berfungsi sebagai tempat untuk bermukim. cukup sinar matahari pagi. 2. Kriteria Rumah Sehat Menurut Winslow dan APHA Permukiman sehat dirumuskan sebagai suatu tempat untuk tinggal secara permanen. privacy yang cukup. psikologis.Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap c. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. Memenuhi kebutuhan fisiologis. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.Dinding rumah memiliki ventilasi.Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. Antara lain. 3. bebas vektor penyakit dan tikus. serasi. Pencahayaan Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat .Lantai kedap air dan mudah dibersihkan. b. 6. 2. Bahan-bahanbangunan Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat yang dapat membahayakan kesehatan. Asbestos kurang dari 0. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah. Rumusan yang dikeluarkan oleh American Public Health Association (APHA). Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. konstruksi yang tidak mudah roboh. Antara lain. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran.Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan. syarat rumah sehat harus memenuhi kriteria sebagai berikut 1. aman. baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan.Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan. Komponen dan penataan ruangan 1.Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya. dan bebas dari penularan penyakit. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah. berekreasi (bersantai) dan sebagai tempat berlindung dari pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan fisiologis. kepadatan hunian yang berlebihan. teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik. 829/Menkes/SK/VII/1999 Ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal adalah sebagai berikut: a. beristirahat. tidak mudah terbakar. 5. 4.

bisa dari bahan papan. f. g. anyaman bambu. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002. memberi kestabilan bangunan. Gas SO2 kurang dari 0.4 m dari lantai.menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan minimal 60 lux dan tidak menyilaukan mata. dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah. bahan kedap air. untuk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu. Kualitas udara 1. d. Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter per orang setiap hari. 3. 4. e. 4. Pertukaran udara 5 kali 3 per menit untuk setiap penghuni. 6. i. nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah. 3. Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau. dan tidak mencemari permukaan tanah. Lantai kedap air dan tidak lembab. 2. 2. serta menjaga kerahasiaan (privacy) penghuninya.10 ppm per 24 jam. antara 18 – 30 oC. Penyediaan air 1. 2. tidak menimbulkan bau. tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap. 6. Ventilasi Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas lantai. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai. Suhu udara nyaman. Kelembaban udara. antara 40 – 70 %.angin dan air hujan . menahan angin dan air hujan. Pondasi yang kuat guna meneruskan beban bangunan ke tanah dasar. tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. Vektor penyakit Tidak ada lalat. Gas CO kurang dari 100 ppm per 8 jam. 5. Kepadatanhunian Luas kamar tidur minimal 8 meter persegi. Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari. h. dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur. melindungi dari panas dan debu dari luar. Pembuangan Limbah 1. Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindunhi masuknya debu. 3. Menurut Ditjen Cipta Karya. Gas formaldehid kurang dari 120 mg per meter kubik. 5. 1997 Komponen yang harus dimiliki rumah sehat adalah: 1. 2. minimum 2. Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air. tripleks atau gipsum.

2. suatu rumah tangga yang terdiri dari suami stri Keluarga usila. atau bibi. kakek.Orang dewasa laki-laki atau perempuan yang tinggal sendiri tanpa pernah menikah (the single adult living alone) 7.Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama (gay and lesbian family). Bentuk – bentuk keluarga : Adapun Tipe – tipe keluarga menurut suprajinto.Keluarga inti ( Nuclear family ) Adalah suatu keluarga yang terdiri dari ayah. keponakan. ibu.4. dan anak-anak. tanpa anak. The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari The dyad family .Keluarga besar ( Exstended family ) Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara. 2. Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah The childless. misalnya nenek.Ibu dengan anak tanpa perkawinan yang sah (the unmarried teenage mother) 6.Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya (the non marital heterosecual cohabiting family) 8. 4. paman. . disebabkan karena mengejar karir atau pendidikan. 3. sedangkan anak sudah memisahkan diri. 3.Orang tua tunggal (single parent family) yaitu keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anaknya akibat perceraian atau ditinggal pasangannya. 5. Keluarga tanpa anak karena telambat menikah. Adapun tipe keluarga menurut pembagian tradisional dan non tradisional yaitu : A. bisa suami istri dan anak (kandung atau angkat). usia lanjut.Keluarga bentukan kembali (dyadic family) Adalah keluarga baru yang terbentuk dari pasangan yang telah bercerai atau kehilangan pasangannya 4. saudara sepupu.2004 : 1. Tipe keluarga tradisional 1.

9. ikatan perkawinan karena alasan tertentu. 10.2007). saling berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur. satu orang dewasa (Masjoer. keluarga yang Gay and lesbian family. keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang hubungan saudara untuk waktu sementara. keluarga yang terdiri dari keluarga inti “Single parent” yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan ditambah keluarga lain. 4. hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab membesarkan anak. Tipe keluarga non tradisional 1. hidup bersama. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian). dan bisa Multigeneration family. 5. tinggal bersama dalam satu rumah. 11. berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak. tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri. seorang yang mempunyai persamaan sex Cohabitating couple. kedua orang tua bekerja diluar kota. berganti-ganti pasangan tanpa nikah. bibi.lain. 7. sumur yang sama.5. The Extended family . The unmarried teenage mother. norma dan aturan. yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah The non marrital heterosexual cohabiting family. 8. orang dewasa yang hidup bersama diluar Group marriage family. B. 6. Beberapa generasi atau kelompok umur yang Kin-network family. kakek. beberapa orang dewasa yang telah merasa Group network family. keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan Single adult living alone” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya. keluarga yang menerima anak yang tidak ada Homeless family. . permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental. saling menikah. Keluarga yang terdiri dari satu orang The Step parent family. Commuter family. Blended family. keluarga dengan orang tua tiri. 8. 9. yang hidup serumah. 7. seperti paman. 2. 3. 6. 10. beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh dewasa terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah. anak(kandung atau angkat). Foster family. nenek dan lain. beberapa keluarga yang tinggal bersama atau berkumpul pada hari minggu atau libur saja. Commune family.

3 berarti keluarga yang dinilai sama sekali tidak sehat. Kelima fungsi keluarga yang dinilai pada APGAR keluarga adalah a. Skor 0 . b. Ada sepuluh skor dalam penilaian APGAR Keluarga : Skor 7 . d. APGAR Score Skor apgar merupakan alat screening untuk menilai disfungsi tiap individu yang capable dalam hubungan keluarga. 5. 1997). Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari emosional.2007). Kemitraan (Partnership) T i n g k a t k e p u a s a n a n g g o t a k e l u a r g a t e r h a d a p berkomunikasi. Skor 4 . urun rembuk dalam mengambil suatu keputusan dan atau m e n y e l e s a i k a n s u a t u m a s a l a h y a n g s e d a n g d i h a d a p i dengan anggot a ke lua rga la inn ya c. .6 be ra rt i ke lua rg a yan g d in ila i ad a lah ku ran g seh a t . Penilaian dari 5 hal tersebut adalah: 0 = tidak pernah 1 = kadang-kadang 2 = selalu Masing-masing anggota keluarga baik inti maupun extendate yang berada dalam satu rumah terkecuali pembantu tidak dihitung karena bukan hubungan keluarga seperti pada pengertian di atas. Pertumbuhan (Growth) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kebebasan yang dibe rika n ke lua rga dalam mema tangkan pe rtu mbuhan dan a t a u ke d e wa sa a n se t ia p a n g g o t a ke lu a rg a . da la m arti hubungan antar anggota keluarga masih perlu untuk lebih ditingkatkan. e. Kasih sayang (Affection) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kasih sayang serta interaksi emosional yang berlangsung dalam keluarga. ikatan Gang. Adaptasi (Adaptation) Tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima bantuan yang diperlukannya dari anggota keluarga lainnya. Kebersamaan (Resolve) Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap keb e rsa maa n d a la m me mba g i wa kt u. dalam arti setiap anggota keluarga saling mendukung satu sama lain. dalam arti sangat memerlukan banyak perbaikan untuk lebih meningkatkan hubungan antar anggota keluarga.10 berarti keluarga yang dinilai adalah sehat.11. berkembang dalam kekerasan dan kriminal (Mansjoer. ke ka ya an da n rua ng an ta r anggota keluarga (Azwar.

dalam arti sangat membutuhkan banyak perbaikan untuk lebih meningkatkan hubungan antar anggota keluarga (Azwar. 3. atau tinggi. Hambatan-hambatan tersebut antara lain: 1. SCREEM Score Merupakan cara penilaian dinamika keluarga untuk mengetahui adanya fungsi patologis atau hambatan-hambatan dalam suatu keluarga. yang berarti keluarga Tn. sedang.Keluarga Tn. Medical Adakah hambatan-hambatan yang dapat terjadi dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. maka tindakan usaha penyembuhan pada pasien dari suatu keluarga biasanya terhambat. Oleh karenanya harus dinilai apakah tingkat keluarga tersebut rendah. dan berperekonoian rendah pula yang mengalami kesusahan dalam mengurus-ngurus jamkesmas untuk mendapat keringanan biaya karena pendidikan yang rendah membuatnya lebih pusing mengurusnya. Misalnya. suatu keluarga yang berpendidikan rendah. Jika ada berarti fungsi patologis medicalnya positif. 6. padahal harus diimunisasi. 5. Jika ada. Culture Misalnya pada orang desa yang masih mempercayai bahwa anak bayi kurang dari 40 hari tidak boleh dibawa keluar rumah. Contoh lain bisa karena ketidakterjangkauan suatu keluarga dengan pelayanan kesehatan yang . berarti fungsi patologis religion positif (terhambat). Jika ada berarti fungsi patologis culture positif. MC memiliki skor APGAR Keluarga 3. MC sama sekali tidak sehat. Religion Misalkan tentang KB IUD menurut islam IUD tidak boleh dipasang. Sosial Mampu bersosialisasi atau tidak dengan masyarakat. 2. kemudian apakah dalam keluarga tersebut terdapat kepercayaan semacam itu atau tidak berkaitan dengan tindakan kedokteran yang akan dilakukan. 1997). Economic Pada tingkat keluarga yang ekonominya rendah. 6. Education Terutama pada keluarga yang mempunyai tingkat pendidikan rendah biasanya cenderung ada hambatan untuk dilakukannya tindakan kedokteran. 4. Adakah hal tentang kebudayaan semacam itu dalam suatu keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

menambah intensitas kebersamaan. (4) Hindari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol. (6) Mengedukasi cara pengelolaan keuangan yang baik. (4) Sitoprotektif seperti misoprostol (PGE1) atau enprostil (PGE2). semangka. tidak menghidangkan masakan-makanan merangsang yang dapat memperparah keadaan Tn. kentang. melon. MC. b. Tatalaksana Komprehensif A. (Ghan Gl. lansoprazol. dan lain-lain). Family Care (1) Penanganan terhadap konflik yang dialami oleh adik dan istri Tn. (5) Melakukan skrining anggota keluarga mengingat faktor resiko kanker kolon dari ayah Tn. Personal care a. atau roksatidin. kubis. ranitidin. famotidin. Non medika mentosa (1) Kurangi konsumsi antasid atau diganti dengan obat lain. (2) Karena berat badan berkurang mesti dilakukan pengaturan pola makan (3) Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat pengosongan isi lambung (coklat. sehingga kita akan mengetahui adanya fungsi patologis pada suatu keluarga. MC untuk untuk penegakan diagnosis definitif dengan peneriksaan (7) Menggunakan skala prioritas dalam memecahkan masalah atau dalam . MC. (3) Kontrol penggunaan jumlah obat seperti antacid oleh keluarga terutama istri. maupun saling berbagi kasih sayang. Medika mentosa (1) Penghambat pompa asam (Proton Pump Inhibitor/ PPI) seperti omeprazol. (7) Rencanakan endoskopi. 2005) 7. dan lain-lain). atau pantoprazol (2) Antikolinergik (3) Antagonis Reseptor H2 seperti simetidin. Penilaian skor SCREEM adalah hanya dengan melihat ada tidaknya hambatan pada bidang-bidang tersebut. keju. B.dibutuhkan. Baik itu karena kondisi geografi yang buruk atau pun tidak adanya transport. (4) Memperbaiki psikologi dengan indikator kenaikan skor APGAR yaitu dengan (2) Meminta istri Tn. MC. (5) Hindari makanan yang terlalu pedas dan minuman dengan kadar caffeine dan alkohol (6) Jauhi stress. menghadapi permasalahan bersama.

makan secara teratur dengan makanan sehat dan bergizi. Pada kasus diatas maka pencegahan primer yang dapat digunakan salah satunya ialah dengan cara meningkatkan perbaikan gizi masayarakat dan memperbaiki dari kondisi rumah maupun lingkungan rumah ke arah yang lebih baik dan juga peran serta dari petugas kesehatan dalam hal ini perlu dengan cara memberikan penyuluhan tentang prilaku hidup bersih dan sehat (Mukono. 1999 ) . makanan jangan yang pedas maupun yang asam. Pencegahan sekunder ialah mendiagnosis sedini mungkin apa yang diderita oleh pasien. jangan telat makan . (2) Edukasi mengenai penyakit pada komunitas (3) Dapat diberikan saran dalam pekerjaannya seperti rekomendasi untuk pindah ke bagian yang tidak semakin mempreberat faktor risiko. pada kasus ini di usahakan untuk segera dilakukan endoskopi karena ada indikasinya yaitu usia diatas 45 tahun dan keluhan yang sudah lama ( Bazaldua. Pencegahan Penyakit Pada dasarnya pencegahan suatu penyakit lebih murah dari pengobatan penyakit tersebut. C. hindari juga minum Kopi karena bias meningkatkan factor resiko dari dyspepsia. Pencegahan Tersier Maksud dari pencegahan tersier adalah salah satu cara untuk menghindari dari kecacatan. kita akan mengadakan deteksi dan intervensi pada penyebab dan factor resiko dari penyakit. Tingkat dari pencegahan penyakit adalah: A.memenuhi kebutuhan (Sawaludin. 2005) 8. Arti pencegahan sendiri adalah mengadakan inhibisi terhadap perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi (Mukono. Disamping pecegahan primer yang sifatnya menyeluruh maka diperlukan juga pencegahan primer yang sifatnya spesifik ( Spesific protections ). Proses pencegahan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit. dan juga pentingnya menjaga keharmonisan keluarga serta manfaatnya. Pencegahan Sekunder Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase preklinik dan klinik. Pencegahan Primer Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami suatu penyakit. 2005). Local Comunity Care (1) Edukasi mengenai kualitas rumah sehat. (Ghan Gl. 2000). Dalam proses pencegahan.Disamping pengaturan diet diatas perlu juga pada pasien ini untuk menghindari stress B. Yang paling sesuai dari pencegahan spesifik pada kasus diatas ialah dengan pengaturan diet. 2000).

BAB II KESIMPULAN .

Am Fam Physician. Azrul. dalam: Yayasan Penerbitan IDI. 1997.DAFTAR PUSTAKA Azwar. dokter keluarga dalam: Kelompok Studi Dokter Keluarga. Azwar. 1983. Bunga rampai. Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Azrul. 1989 . DEPKES RI. OV.Schneider FD. Departemen Kesehatan RI. Judil dan Bustami. Justam. . Sistem Kesehatan Nasional.Evaluations and management of dyspepsia. Bazaldua. Nilda S.1999.

Mukono. Ghan Gl. Mansjoer. Jakarta: Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI. 2004. 2000. dan Wonodirekso S. Kuswadji. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Edisi Ketiga. Edisi Kedua. Jakarta. Azwar A. Widya Medika. DEPKES RI.2005. Penjaminan Mutu Praktek Dokter Keluarga. 1996. Bunga Rempa Pelayanan Kesehatan. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Sulastomo. Singapore:Singapore International Foundation.Surabaya.: EGC. Suprajitno. Arif et al. Aria.Airlangga University Press. Sudjoko. Diagnosis Holistik Pada Pelayanan Kesehatan Primer Pendekatan Multi Aspek.Departemen Kesehatan RI . . Kekalih. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. 2007. Survai Nasional Kesehatan Rumah Tangga tahun 1985/1986. Jakata: EGC.1986. Asuhan Keperawatan Keluarga.1984. 2008.A Primer on Family Medicine Practice.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful