P. 1
Pendekatan Discovery

Pendekatan Discovery

|Views: 350|Likes:
Published by Silvia Rahmawati

More info:

Published by: Silvia Rahmawati on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

Pendekatan Discovery, Inquiry dan STS dalam Pembelajaran Fisika

Februari 1, 2008 ² Suryo Teori belajar yang telah kita bahas meliputi teori Ausubel, Bruner, Gagne, dan teori Piaget. Ke-4 teori tersebut masing-masing memiliki kekhususan, teori Ausubel, misalnya menekankan pada belajar bermakna. Pada belajar bermakna siswa dapat mengasimilasi pada belajar bermakna secara penerimaan, materi pelajaran disajikan dalam bentuk final, sedangkan pada belajar bermakna secara penemuan, siswa diharapkan dapat menemukan sendiri informasi konsep atau dari materi pelajaran yang disampaikan. Belajar bermakna dapat terjadi jika siswa mampu mengkaitkan materi pelajaran baru dengan struktur kognitif yang sudah ada. Struktur kognitif tersebut dapat berupa fakta-fakta, konsep-konsep maupun generalisasi yang telah diperoleh atau bahkan dipahami sebelumnya oleh siswa. Bruner memandang manusia sebagai pemproses, pemikir, dan pencipta informasi. Menurut Bruner, inti belajar adalah cara-cara bagaimana manusia memilih, mempertahankan, mentransformasikan informasi secara aktif. Masih menurut Bruner, di dalam orang yang belajar, hal-hal yang memiliki kesamaan atau kemiripan dihubungkan menjadi struktur yang memberikan arti pada hal-hal yang dipelajari. Sebagaimana Piaget dalam pendidikan, Bruner juga menyarankan pendekatan child centered approach yang dihubungakan dengan belajar penemuan (discovery learning). Robert Gagne membagi tipe belajar ke dalam 8 jenis yang paling rendah tingkatannya, yaitu belajar isyarat (signal learning) sampai ke yang paling tinggi yaitu pemecahan masalah (probem solving). Secara lengkap tipe-tipe belajar adalah probem solving, rule learning, concept learning, discrimination learning, verbal learning, chaining, stimulus-response learning dan signal learning. Dalam menjelaskan proses belajar, Piaget menggunakan 3 istilah yang sering digunakan pada Biologi (hal ini sesuai dengan latar belakang akademiknya), yaitu asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi. Akomodasi merupakan anak untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Dalam hal ini lingkungan menuntut anak untuk melakukan sesuatu. Anak harus mengubah dirinya untuk melakukan hal itu, sebagai contoh, jika seorang anak menemukan sebuah benda yang menghalangi jalan bagi mainannya (mobil-mobilan misalnya), anak tersebut menemukan penyelesaian yang membuat dirinya dapat memudahkan benda yang menghalangi itu dan mainannya dapat berjalan lagi.

dapat juga ia melakukannya dengan aktifitas fisik. Memang antarasimilasi dan bermain terdapat hubungan yang sangat erat.Asimilasi di lain pihak. IPA sebagai cara berpikir merupakan aktivitas yang berlangsung di dalam pikiran orang yang berkecimpung di dalamnya karena adanya rasa ingin tahu dan hasrat untuk memahami fenomena alam. dan model. IPA sebagai cara penyelidikan merupakan cara bagaimana informasi ilmiah diperoleh. Akhirnya suatu keseimbangan (equilibrium) akan diperoleh (untuk tahapan tertentu) melalui proses penyeimbangan atau ekuilibrasi (equilibration). Pembelajaran Fisika Fisika adalah bagian dari sains (IPA). yang sangat disukai oleh anak-anak. teori. dan penyelidikan. dan divalidasikan. hukum. siswa melakukan olah pikir dan juga olah tangan. misalnya seorang anak membuat rumah rumahan. prinsip. misalnya seorang anak berumur 4 tahun menganggap sebatang sedotan minuman sebagai tongkat ajaib atau lempengan plastik dianggapnya sebagi pedang yang ampuh. Ia mungkin melakukan modifikasi melalui aktifitas mental. pada hakikatnya adalah kumpulan pengetahuan. Fisika dipandang sebagai suatu proses dan sekaligus produk sehingga dalam pembelajarannya harus mempertimbangkan strategi atau metode pembelajaran yang efektif dan efesien yaitu salah satunya melalui kegiatan praktik. Ekuilibrasi merupakan kemampuan anak untuk menyusun dan mengatur. diuji. Anak memiliki ide apa yang ia inginkan dan memodifikasi lingkungan untuk mencapai hal tersebut. Hal ini sering dihubungkan dengan µbermain¶ (play). adalah kemampuan anak mengubah untuk memenuhi apa yang ia imajinasikan. Kita semua tahu bahwa anak suka bermain dan asimilasi menjelaskan mekanisme psikologis mengenai hal itu. . sedangkan akomodasi melibatkan proses penyesuaian pikiran terhadap pengalaman yang baru. Dalam bermain anak-anak mentransformasikan objek-objek untuk memenuhi imajinasi yang ada pada dirinya. Secara mudah dapat dikatakan bahwa asimilasi melibatkan proses transformasi pengalaman di dalam pikiran. cara berpikir. Hal ini dikarenakan melalui kegiatan praktik. Namun. Pada sembarang tahapan (stage) perkembangan. akomodasi atau asimilasi salah satu untuk sementara mendominasi dan baru kemudian digantikan oleh yang lain. IPA sebagai kumpulan pengetahuan dapat berupa fakta. sebuah arca atau sebuah candi dari pasir. konsep.

yaitu eksperimen standar. Adapun jenis-jenis kegiatan praktik dikelompokkan menjadi 4. dan keterampilan terpadu . dan proyek. dimulai dari observasi sampai dengan meramal. dan keterampilan proses. pengembangan konsep. Pendekatan merupakan teori atau asumsi. eksperimen penemuan. Secara teoretis dan dengan prosedur-prosedur yang tepat kerja laboratoriumlah pendekatan yang tepat digunakan dalam pembelajaran fisika. memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan sejumlah keterampilan. induktif. metode dan pendekatan merupakan tiga hal yang berbeda meskipun penggunaannya sering bersama-sama dijumpai dalam pembelajaran. demonstrasi. tetapi juga harus melalui hands-on. tetapi karena pusat pelajaran fisika adalah eksperimen dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pelajaran fisika itu sendiri maka melalui eksperimen siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dengan gejala fisika yang dipelajari. Keterampilan proses sains dibedakan dalam dua bagian besar. sikap ilmiah. penemuan ilmiah. yaitu keterampilan dasar proses sains. Fisika sebagai ilmu yang memiliki karakteristik tersendiri dalam mempelajarinya tidak cukup hanya melalui minds-on. berupa prosedur-prosedur berdasarkan teori tersebut di dalam berbagai bentuk kegiatan kelas.Kegiatan praktik adalah percobaan yang ditampilkan guru dan atau siswa dalam bentuk demonstrasi maupun percobaan oleh siswa yang berlangsung di laboratorium atau tempat lain. seperti layaknya ilmuwan ketika menjelajahi alam ini. Kegiatan praktik dalam pembelajaran fisika mempunyai peran motivasi dalam belajar. sikap terhadap fisika. dan keterampilan-keterampilan teknis bagi siswa. Meskipun telah disebutkan bahwa ³tidak ada satu pun pendekatan yang paling cocok untuk satu pelajaran´. fisika misalnya. Metode adalah pengembangan yang lebih konkret dari teori tersebut. dan meningkatkan kualitas belajar siswa. tanya jawab. Macam-Macam Pendekatan dalam pembelajaran Fisika Strategi atau teknik. Pendekatan Keterampilan Proses Cara berpikir dalam sains. Macam-macam kerja laboratorium dapat dibedakan dalam deduktif atau verifikasi. keterampilan teknis. Umumnya pendekatanpendekatan tersebut dapat meningkatkan hal-hal sebagai berikut. adalah keterampilan-keterampilan proses.

Keterampilan dasar proses sains adalah hal-hal yang dikerjakan ketika siswa mengerjakan sains. akan tetapi justru menjadi tantangan bagi guru untuk mempersiapkan eksperimen sebaik-baiknya agar pembelajaran fisika betul-betul efektif. sebab eksperimen di laboratorium merupakan bagian integral dari konsep. . pemahaman konsep sangat ditekankan. Miskonsepsi terjadi karena siswa masih menggunakan gagasan pribadinya dan pembelajaran belum dapat mengubah pemahaman siswa menjadi gagasan baru yang benar. dari identifikasi variabel sampai dengan yang paling kompleks. siswa dipandu untuk melakukan eksperimen melalui penggunaan seluruh keterampilan-keterampilan proses yang siswa miliki.proses sains. Namun demikian. Belajar merupakan proses aktif dan kompleks dalam upaya memperoleh pengetahuan baru. Proses yang terjadi merupakan proses kognitif sebagai interaksi antara kegiatan persepsi. Dalam keterampilan terpadu proses sains. Strategi Belajar-mengajar Menurut Pandangan Konstruktivisme Pandangan konstruktivisme sangat menekankan pentingnya gagasan yang sudah ada pada diri siswa untuk dikembangkan dalam proses belajar-mengajar. Peta konsep dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui hasil belajar dan adanya miskonsepsi. prinsip dan hukum fisika akan dipelajari. Hubungan antarkonsep dapat digambarkan sebagai peta konsep. Eksperimen dapat dikatakan sebagi dewa dalam pembelajaran fisika. organisasi. tetapi harus diingat bahwa dalam pelaksanaannya memerlukan biaya dan tenaga yang besar sehingga sebagai guru fisika yang sukses harus betul-betul ahli dalam mendesain kegiatan eksperimen untuk siswanya. Dengan demikian. Melalui eksperimen suatu pembelajaran fisika dikatakan utuh. yaitu eksperimen. Proses pengorganisasian dan elaborasi memungkinkan terbentuk hubungan antarkonsep. siswa mempunyai pengetahuan optimal tentang konsep yang benar. misalnya mengobservasi pengaruh suhu terhadap faktor redaman ayunan teredam. Perubahan ini dapat berlangsung dengan mulus asalkan pada siswa ada perasaan tidak puas terhadap pemahaman yang salah. dan elaborasi. imajinasi. hendaknya hal tersebut tidak menjadi momok bagi guru dalam mempersiapkan penggunaannya di kelas.

mengumpulkan dan menganalisis data sampai mengambil keputusan sendiri. siswa akan terlibat dalam kegiatan inquiry dengan melalui 5 fase ialah: Fase 1 : Siswa menghadapi masalah yang dianggap oleh siswa memberikan tantangan untuk diteliti. Pendekatan inquiry adalah pendekatan mengajar di mana siswa merumuskan masalah. Pendekatan inquiry harus memenuhi empat kriteria ialah kejelasan. seperti mengamati. mengukur. Pada kegiatan discovery guru hanya memberikan masalah dan siswa disuruh memecahkan masalah melalui percobaan. Hal ini untuk memungkinkan terjadi keselarasan antara pola pikir yang dituntut oleh guru dengan pola pikir siswa.konsep yang benar dapat masuk akal dan mempunyai daya memprediksi serta daya eksplanasi. menduga. Pengorganisasian materi sajian juga penting karena dalam proses belajar-mengajar terjadi hubungan segitiga antara pembelajar. dan mengambil kesimpulan. men-jelaskan. sifat khusus dari objek teliti dan pengujian terhadap situasi masalah yang dihadapi. mengumpulkan dan menganalisis data. Keterampilan mental yang dituntut lebih tinggi dari discovery antara lain: merancang dan melakukan percobaan. Pendekatan Discovery dan Inquiry Pendekatan discovery merupakan pendekatan mengajar yang memerlukan proses mental. Pada pendekatan inquiry. Setelah guru mengundang siswa untuk mengajukan masalah yang erat hubungannya dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. kesesuaian ketepatan dan kerumitannya. Strategi pembelajaran dapat dikembangkan dan siklus pembelajaran dan siklus belajar. berhipotesis . menggolongkan. Fase 3 : siswa mengumpulkan data untuk memisahkan variabel yang relevan. pengajar dan bahan ajar. mendesain eksperimen. siswa mengajukan masalah sendiri sesuai dengan pengarahan guru. Disarankan pengorganisasian materi subjek berorientasi pada kerangka pemecahan masalah. dan mengambil kesimpulan. Fase 2 : Siswa melakukan pengumpulan data untuk menguji kondisi.

atau prinsip yang lebih formal. 2. Analisis diperlukan untuk membantu siswa terarah pada mencari sebab akibat. Penggunaan proses intelektual dalam kegiatan pendidikan fisika. antara lain: 1. mensintesakan pengetahuan fisika dengan isu di masyarakat dan mengambil keputusan yang ilmiah. Mengandung metodologi khusus yang lebih sederhana dibandingkan dengan bidang studi lainnya sehingga dapat dijadikan dasar metodologi pembelajaran. 3. teknologi dan masyarakat. Untuk maksud itu. 6. dan konsep fisika. dan dapat diterima masyarakat umum. siswa harus dilatih menghadapi masalah yang menyangkut kehidupan di masyarakat agar kemampuan intelektual dan keteram -pilannya dapat berkembang. pernyataan. Fase 4 : merumuskan penemuan inquiry hingga diperoleh penjelasan.dan bereksperimen untuk menguji hipotesis sehingga diperoleh hubungan sebab akibat. Pendekatan pendidikan fisika harus ditekankan pada pembentukan keseim-bangan antara: 1. Minat dan sikap individu terhadap masalah sains dan teknologi. . Karakteristik khusus fisika yang mencakup masalah pembentukan sikap dan sistem penyampaian informasi yang relevan dengan upaya pengembangan masyarakat. Fakta. dan lingkungan mengakibatkan berkembangnya pemikiran tentang proses belajar baik menyangkut tujuan dan teknik mengajar. prinsip. teknologi. Fisika dan Lingkungan Pada uraian di atas telah dikemukakan proses interaksi antara perkembangan sains dan teknologi serta implikasinya terhadap kehidupan. mengembangkan intelektual dan meningkatkan kesiapan untuk hidup bermasyarakat. Interaksi antara sain. Fase 5 : melakukan analisis terhadap proses inquiry. logis. Sistem nilai-nilai yang terkandung dalam sains/fisika. Memanipulasi keterampilan dalam kegiatan pendidikan fisika. Melalui pendidikan fisika. 5. strategi yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Interaksi antara fisika. Pendidikan sains/fisika dalam era globalisasi ini mengemban dua tujuan ialah. 4. proses belajar-mengajar fisika harus dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Kemudian dapat terus melakukan percobaan lagi untuk mengukuhkan argumentasi atau melanjutkan penelaahan. yaitu: Fase 1. 3. Sifat terbuka terhadap ide baru sehingga dapat menunjang perkembangan masyarakat ilmiah sehingga dapat maju dengan pesat termasuk dalam perkembangan intelektualnya. Dengan demikian. Menggunakan pola pikir ilmiah sehingga dari konsep lama dapat dikembangkan konsep baru. membuat alat-alat teknologi dan cara . Pendidikan teknologi dapat mengandung arti pendidikan keterampilan untuk mengoperasikan produk teknologi. pendidikan fisika tidak hanya cukup dengan kegiatan inquiry. Masalah dapat diajukan oleh siswa atau diberikan oleh guru atau hasil diskusi bersama. Siswa sudah siap dengan peralatan yang diperlukan. Menurut model Holman pembelajaran dimulai dari penjelasan keilmu-wannya (sains) kemudian aplikasi dan membahas peristiwa di alam sekitar. Berupa kegiatan tindak lanjut untuk menerapkan hasil penemuan atau pengembangan lebih lanjut. tetapi harus diintegrasikan dengan kemampuan untuk berbuat sesuatu secara ilmiah dan mentautkan sains dengan kehidupan di masyarakat. Mengundang siswa untuk mempelajar suatu masalah sains dan teknologi yang erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat. Fase 2. melakukan percobaan. dicoba memperoleh jawaban. Menurut model tersebut terdapat 4 fase yang harus dilalui dalam pem-belajaran. mengumpulkan dan mengorganisasi data. Kecenderungan Pendidikan Fisika Berwawasan Lingkungan Holman mengajukan suatu model pembelajaran fisika berwawasan ling-kungan. Melalui diskusi. Memberikan perhatian penuh terhadap permasalahan yang ada sampai pada menemukan solusinya. Fase 4.2. Berdasarkan pemikiran tersebut berkembanglah upaya untuk mengintegrasikan pendidikan sains dengan pendidikan teknologi. 4. Fase 3. Aplikasi sains/fisika dalam kehidupan mengandung arti penerapan komponen teknologi. Siswa memberikan penjelasan dan solusi mengenai masalah yang dihadapi sesuai dengan hasil observasi dan membentuk pandangan baru terhadap konsep yang dipelajari.

keduanya juga mempunyai kaitan yang erat dengan respon masyarakat. kita mengenal pengertian STS dan pengertian pendekatan STS. Dilakukan bila informasi dari lingkungan dianggap kurang atau untuk lebih menguatkan kesimpulan yang telah diperoleh dari lapangan. melalui pendidikan sains/fisika siswa terlatih untuk menemukan dan memahami apa yang terjadi di alam sekitarnya. Karya Wisata. yakni pendekatan mengajar yang disebut pendekatan lingkungan. Siswa diajak ke suatu tempat di luar sekolah untuk secara langsung terjun dalam kegiatan di masyarakat. memberi gambaran kepada kita bahwa hendaknya suatu pembelajaran fisika itu didekati melalui sains. Dengan demikian. selain menekankan pada pemahaman terhadap konsep sains. Kemudian pendekatan STS. Dengan demikian. Hal ini berarti ada jaringan hubungan antara sains.pemeliharaan peralatan teknik. begitu pula sebaliknya. juga perlu . teknologi dan masyarakat. Untuk memperoleh informasi atau data baru dapat dilakukan kegiatan karya wisata. antara lain: 1. Praktik Lapangan. Pengertian STS memberi gambaran kepada kita bahwa sains/IPA dan teknologi mempunyai kaitan yang erat. Artinya dalam suatu pembelajaran sains. 4. kasus atau isue yang ada di masyarakat dapat dibahas di kelas. Teknik penyajian sebagai pendukung dalam kegiatan belajar-mengajar dengan menggunakan pendekatan lingkungan. teknologi dan sistem-sistem sosial yang saling pengaruh mempengaruhi. Pendekatan STS Di dalam kegiatan belajar ini. Selain itu. Eksperimen. Akan tetapi pendidikan teknologi dapat juga mengandung arti memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan melatih memecahkan masalah yang rumit secara ilmiah dan juga dengan memperhatikan norma-norma yang ada di masyarakat. Demonstrasi. Studi Kasus. Cara mengajar di mana siswa melakukan percobaan. 5. 2. pada pen-dekatan lingkungan mengandalkan sarana alam sekitarnya sebagai laboratorium. 3. Dengan pengertian bahwa adanya suatu perubahan teknologi akan dapat menyebabkan perubahan sosial. Dalam teknik penyajian ini.

teknologi dan penggunaannya dalam masyarakat di dalam kelas sains. . Dengan kata lain siswa diberi pengarahan dan kesempatan yang cukup. Munculnya berbagai pendekatan dalam pembelajaran sains.melibatkan pemahaman siswa terhadap hasil produk teknologi yang terkait. teknologi dan penggunaan sains dan teknologi itu dalam masyarakat. Selain itu dengan menggunakan pendekatan STS ini. Oleh karena itu. khususnya isu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena pendekatan ini selalu mengaitkan antara sains. guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. khususnya pendekatan STS. serta manfaatnya bagi masyarakat. Penggunaan Pendekatan STS dalam Pembelajaran Fisika Guru mempunyai peranan penting dalam membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. merumuskan pendapat-pendapat mereka dan menarik suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada. di antaranya adalah: deskripsi materi fisika yang akan disajikan. guru yang menyajikan materi fisika dengan menggunakan pendekatan STS perlu memperhatikan beberapa hal. dan kemungkinan penggunaannya di lingkungan masyarakat atau dalam kehidupan sehari-hari. Dengan penggunaan pendekatan itu di dalam pembelajaran fisika maka dalam proses pembelajarannya. Hal ini diperlukan agar siswa dapat membuat suatu keputusan yang bertanggung jawab mengenai isu-isu sosial. Salah satu cara yang populer untuk memperkenalkan siswa dengan isu-isu sosial itu adalah dengan meminta kepada siswa untuk membawa artikel-artikel tentang sains. Berdasarkan deskripsi uraian di atas maka salah satu pendekatan yang dipandang tepat untuk digunakan dalam suatu pembelajaran fisika adalah pendekatan STS atau STM. didasarkan pada suatu kesulitan yang banyak dihadapi oleh pembuat kurikulum. penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat dan kemung-kinan adanya sikap serta permasalahan yang timbul akibat dari penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat. kita mempunyai konsekuensi bahwa selain kita menanamkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip fisika. bermanfaat dan menyenangkan. kita perlu juga menanamkan pemahaman siswa terhadap teknologi yang berkaitan dengan konsep itu. diasumsikan akan dapat memberi peluang kepada siswa untuk belajar lebih bermakna. diskripsi teknologi yang berkaitan dengan materi fisika. agar mereka dapat meneliti isu-isu itu dengan cara mengumpulkan fakta-fakta.

Pembelajaran.Mungkin seperti itu« Balas 2. penyajian soal dan sebagainya. Kurikulum. Inquiry dan STS dalam SANGAT M NAR K DAR ARTIKEL BAPAK DARI SISI TEORI M NGKIN BISA DETAIL DENGAN ADANYA CONTOH ATAU SIMULASI FISIKA DIMANA ANAK BISA MENIKMATI PROSES FISIKA SECRA SEDERHANA. tapi saya bisa memberikan salah satu gambaran begini: Ajak saja siswa melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung.tanggapan ke ³Pendekatan Di 7T Pembelajaran Fi ika´ 1.Deskri si ri teri it t eli ti t ra lai : uraian konsep. sugeng Says: Februari 18. Kurikulum. Pembelajaran. dan berdiskusilah. peng -gunaan matematika. 2008 pukul 4:47 pm ery. pendidikan. alfa Says: Februari 28. . 7 Komentar . TERIMA KASIH Tulisan ini disadur dari sebuah buku (tertulis di bawah sendiri). dkk y y y Share this: Digg Ditulis dalam Fisika.komentar » Like Be the first to like this post. Tag: Fisika. Prasetya. Kemudian deskripsi teknologi dapat meliputi: kegunaan teknologi. tapi saya melihat bahwa hal yang bapak paparkan sangt membantu saya untuk melihat pembelajran fisika dalam kelas   . Sumber buku Kapita Selekta Pembelajaran Fisika Karya Zuhdan K. bagan gam dari produk teknologi itu.kemudian ajak siswa untuk membuat kamera sederhana dari prinsip kerja lensa tersebut. 2008 pukul 8: 2 am saya melihat apa yang bapak paparkan merupakan hal yang general dimana banyak hal masih luas dan kurang mengenai pada poko permasalahan yang akan pusatkan. prinsip kerjanya dan bar keterkaitan antara teknologi itu sendiri dengan materi yang disajikan dalam pembelajaran fisika. penggunaan rumus..

. farid Says: April 21. Pendekatan & Metode yg digunakan tidak pernah berubah dan dikolaborasikan secara pedagogis bahkan tak jarang mereka mengalami ³kegagapan teknologi´. itulah tantangan bagi guru Fisika. apa yang bisa kita gunakan di sekitar kita dapat membantu kita menjelaskan gejala-gejala Fisika. sedangkan aspek proses dan aspek sosial yg dimiliki ³Sains´ sering kali dikesampingkan«.metode dan assesment yg match dalam pembelajaran sains dan kemudian harus dilakukan sosialisasi hasil riset dan dilakukan proses pembinaan kepada para guru«. Tapi apa jeleknya kalo dicoba dan dicoba terus. Untuk itu perlu dilakukan riset yg sistematis dan berkelanjutan tentang penerapan pendekatan. sedangkan harus diakui bahwa para guru kita memiliki tingkat kompetensi profesional yang beragam.sedangkan segala proses pendidikan harus bersifat HUMANIS««!!!!!!!!!! memang betul ketika guru ingin mengajarkan sains dengan pendekatan ini seringkali terbentur dengan birokrasi dan kepentingan -kepentingan yang lain. Selama ini (sebagian besar.Rasanya kurang tepat jika kita menerapkan STS dalam pembelajaran sains jika assesment yang digunakan hanya menekankan pada µpencil & paper test saja««.dan klo ini dijalankan maka kita harus berkeyakinan bahwa hakikat pembelajaran sains tidak akan mencapai aspek proses dan aspek sosial«.dan memang sarana bukanlah segala2nya untuk suksesnya pembelajaran sains«. Jikalau ada para guru yg mencoba menerapkan pendekatan yg inovatif dalam pembelajaran dengan maksud agar pembelajaran sains lebih bermakna dan menyenangkan bagi pembelajar maka upaya ini seringkali terbentur dengan kualitas input.. So. tetapi kita harus menunjukkan gejala fisisnya dulu baru mencoba untuk menemukan konsep tentang gerak dan seterusnya. daripada tidak sama sekali. Thx . alat praktikum bukanlah kendala... Selain itu sejauh ini para guru kita dibelenggu persepsi mereka yang menyimpulkan bahwa pembelajaran telah sukses jika hakikat pembelajaran sains pada aspek produk telah tercapai.untuk membelajarkan fisika bukanlah dengan gerak adalah«. Balas 3. dan sistem/birokrasi yang ada«. waktu..mungkin inilah yg menjadi salah satu penyebab ketakbermaknaan pembe lajaran sains bagi ³pembelajar´.?) para guru kita terbiasa dengan pendekatan konvensional dlm melakukan tugas mereka dan merasa enggan ber bah jika u dihadapkan dengan kenyataan riil dlm lingkungan belajar. 2008 pukul 5:11 pm Melihat tujuan penerapan pendekatan STS (Sains Teknologi Masyarakat) dapat dilihat bahwa betapa peliknya menejemen pembelajaran yang harus dirancang dan dilaksanakan guru.

Guru yang menyajikan materi fisika dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Society (STS) perlu memperhatikan beberapa hal. Kemudian deskripsi teknologi dapat meliputi: 1. uraian konsep 2. prinsip kerjanya 4. agar dapat meneliti isu-isu itu dengan cara mengumpulkan fakta-fakta. merumuskan pendapat-pendapat mereka dan menarik suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Karena pendekatan ini selalu mengaitkan antara sains. teknologi dan penggunaan sains dan teknologi itu dalam masyarakat. penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat 4. keterkaitan antara teknologi itu sendiri dengan materi yang disajikan dalam pembelajaran IPA. siswa dapat membuat suatu keputusan yang bertanggung jawab mengenai isu-isu sosial. kita perlu juga menanamkan pemahaman siswa terhadap teknologi yang berkaitan dengan konsep itu. guru mempunyai peran penting untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian. penyajian soal dan sebagainya. khususnya isu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Deskripsi dari materi itu dapat meliputi antara lain: 1. Mereka diberi pengarahan dan kesempatan yang cukup. penggunaan rumus 4. di antaranya adalah: 1. diskripsi teknologi yang berkaitan dengan materi IPA 3. kegunaan teknologi 2. dan kemungkinan penggunaannya di lingkungan masyarakat atau dalam kehidupan sehari-hari. . kita mempunyai konsekuensi bahwa selain kita menanamkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip fisika. Dengan penggunaan pendekatan itu di dalam pembelajaran fisika maka dalam proses pembelajarannya.Pendekatan Sains Teknologi Society (STS) Pendekatan Sains Teknologi Society (STS) Muhammad Faiq Dzaki Tak dapat disanggah. Salah satu pendekatan yang dipandang tepat untuk digunakan dalam suatu pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Society (STS) atau Sains Teknologi Masyarakat (STM). deskripsi materi IPA yang akan disajikan 2. bagan gambar dari produk teknologi itu 3. kemungkinan adanya sikap serta permasalahan yang timbul akibat dari penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat. teknologi dan penggunaannya dalam masyarakat di dalam kelas sains. penggunaan matematika 3. Salah satu cara yang populer untuk memperkenalkan siswa dengan isu-isu sosial itu adalah dengan meminta kepada siswa untuk membawa artikelartikel tentang sains.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->