P. 1
makalah Uji Makanan

makalah Uji Makanan

|Views: 2,176|Likes:
Published by dokuku

More info:

Published by: dokuku on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

UJI MAKANAN

A. Karbohidrat 1. Pengertian Karbohidrat merupakan salahsatu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cadangan energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti biji, ubi dan kulit. Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawaan kimia yang secara kimiawi berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus: Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6 dan sakarosa C11H22O11. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhi rumus umum tersebut seperti ramnosa dengan rumus molekul C6H12O5 dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat. Disamping itu, ternyata dikenal pula banyak senyawa yang memenuhi rumus umum diatas tetapi tidak masuk dalam kelompok karbohidrat, seperti asam cuka C2H4O2 dan asam laktat C3H6O3. Berdasarkan sifat hidrolisisnya karbohidatdapat dibagi menjad empat golongan, yaitu: a. Monosakarida Monosakarida dikenal sebagai bentuk paling sederhana dari karbohidrat dan karena monosakarida umumnya memiliki rasa manis, maka senyawa ini disebut juga sebagai “gula sederhana”. Contohnya: glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Monosakarida merupakan karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis dan tidak kehilangan sifat gulanya. Golongan monosakarida ini biasanya dikelompokkan dalam triosa, tetrafosfat, pentosaheksosa, dan heptosa. Disakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan dua monosakarida yang sama atau berbeda. Contohnya adalah sukrosa yang jika dihidrolisis akan menghasilkan glukosa dan fruktosa.

reaksi hidrolisis Disakarida bila dihidrolisis akan membentuk 2 molekul monosakarida: C12H22O1 + H2O Sukrosa Laktosa Maltosa C6H12O6 + C6H12O6 glukosa + fruktosa glukosa + galaktosa glukosa + glukosa Polisakarida bila dihidrolisis sempurna akan menghasilkan glukosa. Pati dan amilodekstrin membentuk warna biru dan . maltosa. Hidrolisis pati dapat diselisiki dengan indikator iodium. tetapi tidak terdapat batas yang jelas antara oligosakarida dan polisakarida. dan sellulosa. Glukosida Senyawa ini merupakan turunan karbohidrat. Oligosakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida. c. Contohnya: metilglukosida. dekstrin. 2. d. dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida dan seterusnya. Sebenarnya oligosakarida merupakan polisakarida sederhana. Polisakarida Senyawa polisakarida merupakan gabungan dari banyak molekul monosakarida dengan ikatan glukosakarida. disebut disakarida. Polisakarida merupakan polimer monosakarida yang memiliki bobot molekul yang tinggi. senyawa yang termasuk dalam golongan ini adalah pati. Bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh monosakarida. Contohnya: sakarosa. Oligosakarida Senyawa ini terdiri atas dua buah atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun. Reaksi-reaksi terhadap karbohidrat: a. dan laktosa.b. tersusun atas molekul-molekul gula dan molekul-molekul non gula yang tergabung satu sama lain dengan ikatan glukosida.

kemudian ditambahkan asam sulfida pekat secara hati-hati . maltosa dan laktosa disebut gula mereduksi. Gula ini dapat mereduksi larutan fehling atau bennedict. Reaksi ini positif untuk semua karbohidrat.2 mL larutan karbohidrat. galaktosa. Daya oksidasinya tidak secepat pereaksi fehling atau bennedict. maltosa. Monosakarida dapat mereduksi lebih cepat dengan membentuk Cu2O. d. pereaksi barfoed dapat dipakai untuk membedakan disakarida dan monosakarida. seperti glukosa. Selain reagen fehling dan bennedict. Reaksi ini positif untuk semua karbohidrat. karena gugus aldehid dari glukosa dan keton dari fruktosa sudah tidak ada. Berdasarkan hal ini. Pereaksi ini terdiri dari larutan tembaga asetat yang ditambahkan dengan beberapa tetes asam asetat. Reaksi Reduksi (C 12H 22O11) maltosa (C 6H 10O5)z akhrodekstrin Gula yang berisi gugus aldehid atau keton. tetapi sangat lambat. Sukrosa bukan merupakan gula mereduksi. Disakarida yang mereduksi fehling juga mereduksi barfoed. fruktosa. glukosa tidak berwarna dengan indikator iodium. maka akan terjadi warna biri tajam. dapat juga digunakan pereaksi barfoed.eritrodekstrin membentuk warna merah. Reaksi Antron Reaksi antron merupakan uji umum untuk karbohidrat. Reaksi Molisch Reaksi molisch adalah uji umum untuk karbohdrat. Reaksi ini merupakan dasar penyelidikan gula dalam urine. Sedangkan akhrodekstrin. misalnya dalam tabung yang berisi larutan karbohirat ditambahkan larutan – naphtol (yang baru dibuat). Apabila ke dalam 2 mL reagen (2% di dalam asam sulfat pekat) ditambahkan 0. (C 6H 10O5)n pati (C 6H 10O5)x amilodekstrin (C 6H 10O5)y eritrodekstrin (C 6H 12O6)n Glukosa b. c.

4. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak. f. tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Reaksi Iodin Reaksi dengan iodin dapat dipakai untuk membedakan antara amilum. dekstrin dan glikogen. Reaksi Fenilhidrazin Karbohidrat (kecuali maltosa) yang mempunyai gugus sebagai berikut akan membentuk osazon dengan fenilhidrazin. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Antara kedua cairan akan terdapat warna violet. konsentrasi asam sulfat . Uji Molish Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Reaksi seliwaniff terjadi disebabkan adanya perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetilfurfural yang selanjutnya terjadi kondensasi antara hidroksi metil furfural dengan resolsinol menghasilkan larutan yang berwarna merah. manosa tidak membentuk osazon di dalam larutan air. 5 dan 6. misalnya fruktosa.sehingga asam sulfat berada di bawah. Glukosa dan fruktosa memberikan osazon yang sama karena monosakarida tersebut mempunyai letak susunan gugus H dan OH yang sama pada atom karbon 3. Selain dengan seliwanoff. e. Pada reaksi ini akan terjadi furfural maupun turunannya yang dengan -naphtol membentuk warna violet. untuk menguji karbohidrat bergugus keto dapat dilakukan dengan reaksi foulger. tetapi membentuk fenilhidrazon yang tidak larut. Reaksi Seliwanoff Reaksi ini hanya positif untuk karbohidrat ketoheksosa. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan α-naftol dan asam sulfat pekat. Uji Karbohidrat a. 3. Diperkirakan. g.

Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin. b. . Uji atau tes ini digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan tersebut. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodin kemudian dipanaskan. warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan menghilang. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Uji Iod Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/tepung pada suatu bahan makanan. Langkah kerja: Tambahkan 2 tetes larutan KI kedalam 2 ml larutan amilum atau tepung Hasil uji Iod: Larutan tepung berubah warna dari warna asal putih keruh menjadi berwarna biru kehitaman.pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan α-naftol untuk membentuk produk berwarna. Warna dasar larutan KI orange. Perubahan warna larutan tepung menjadi biru kehitaman menunjukkan larutan yang diuji mengandung amilum. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. amilosa akan membentuk micelles yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler. Ketika amilum dilarutkan dalam air.

kuning dan akhirnya menjadi merah bata. Warna biru khas yang ditimbulkan sebagai hasil dari reaksi positif. Uji Benedict Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indikator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata.Micelles ini dapat mengikat I2 yang terkandung dalam reagen iodium dan memberikan warna biru khas pada larutan yang diuji. juga berlaku secara kuantitatif. Micelles akan terbentuk kembali pada saat didinginkan dan warna biru khaspun kembali muncul. Perubahan warna larutan menjadi merah bata menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung . c. juga akan hilang jika larutan yang telah positif dalam pengujian iod ditambah dengan NaOH. Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Pada saat pemanasan. karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan. Selain menguji adanya gula pereduksi. Monosakarida yang bersifat redutor. Langkah Kerja: Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam 2 ml larutan gula. Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua. setelah pemanasan terjadi perubahan warna secara bertahap mulai dari hijau. Ion Na+ yang bersifat alkalis akan mengikat iodium sehingga warna biru khas akan memudar dan hilang. Akibatnya warna biru khas yang ditimbulkan menjadi menghilang. molekul-molekul akan saling menjauh sehingga micellespun tidak lagi terbentuk sehingga tidak bisa lagi mengikat I2. dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Panaskan campuran zat tersebut dalam air mendidih selama 5 menit Hasil pengamatan: Campuran larutan gula dengan benedict berwarna biru.

f. . maltose. menambahkan Na2CO3 kemudian mengidentifikasi menggunakan reagen benedict. fruktosa. arabinosa. Kadar warna merah pada hasil eksperimen menunjukkan kualitas kandungan glukosa dalam larutan. kemudian memasukkan glukosa. e. arabinosa. Uji Hidrolisis Uji ini dilakukan dengan mencampurkan 10 ml larutan amilum 1% dan 3 ml larutan HCl 3M dalam gelas beker. Jika karbohidrat yang mengandung gugus keton direaksikan dengan seliwanoff akan menunjukkan warna merah sebagai reaksi positifnya. kemudian memanaskan dengan pemanas air. Uji Seliwanoff Beberapa karbohidrat memiliki gugus keton. galaktosa. Hal ini dilakukan hingga warna I2 tidak menunjukkan perubahan. g. d.glukosa. adanya gugus keton tersebut dapat dibuktikan melalui uji seliwanoff. Menambahkan ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut 10 asam asetat dan sedikit fenilhidrazin padat serta natrium asetat (dua kali lebih banyak dari fenilhidrazin). laktosa dan amillum. sukrosa dan laktosa kedalam masing-masing tabung reaksi tersebut sebanyak 3 ml reagen barfoed. Mengambil larutan beberapa tetes dan dites dengan I2 setiap selang waktu 3 menit. Proses pembentukan hidroksi metil furfural berasal dari konversi dari fruktosa oleh asam klorik panas yang kemudian menghasilkan asam livulenik dan hidroksi metil furfural. Uji Fenilhidrazin Menyediakan 6 tabung reaksi kemudian memasukkan ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut 5 ml larutan glukosa. Adanya warna merah merupakan hasil kondensasi dari resorsinol yang sebelumnya didahului dengan pembentukan hidroksi metil furfural. Setelah hidrolisis sempurna terjadi. fruktosa. Uji Barfoed Menyediakan 6 buah tabung reaksi. Mengocok dan memasukkan di atas penangas air yang telah mendidih kurang lebih selama 3 menit. kemudian didinginkan secara perlahan pada udara terbuka.

tabung reaksi yang berisi filtrate tersebut ke dalam air mendidih selama 30 menit.Memanaskan untuk melarutkan bahan-bahan tersebut. kemudian memasukan kedalam masing-masing tabung reaksi berturut-turut: 0. Selain muncul gelembung-gelembung CO2. Filtrate dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang bersih. kemudian membiarkan beberapa saat. Pada percobaan ini. (Lakukan secara hati-hati). Mendinginkan dan menyaring endapan yang terjadi. muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Percobaan Peragian Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. h. . Menambahkan dengan hati-hati 2 ml reagen antron ke dalam masing-masing tabung reaksi. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan. Apabila dihasilkan beberapa produk seperti susu. dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. i. sukrosa dan amilum. laktosa. diencerkan dengan larutan asam asetat glasial atau asam sulfat 50%.2 ml larutan glukosa. kemudian menyaring. Uji Antron Menyediakan 7 buah tabung reaksi. setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi. Mengocok masing-masing tabung reaksi tersebut.

Contohnya. prolamin. metaprotein. Protein tersusun dari atom-atom C. Protein 1. menentukan sifat biologis suatu protein(Girinda. yaitu zat yang terjadi bila protein dipanaskan. Protein sederhana. histon dan protamin. Dalam sel mereka berfungsi sebagai enzim. Pengertian Kata protein sebenarnya berasal dari kata yunani yang berarti pertama yang paling penting.H. Sifat-sifat protein beraneka ragam. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain. Semua molekul . Termasuk dalam golongan ini adalah nukleoprotein. Secara fungsional protein juga menunjukkan banyak perbedaan. proteosa. yaitu protein yang bila dihidrolisis disamping menghasilkan asam amino. c. pepton dan peptida.B. albuminoid. Tapi sebenarnya protein merupakan polimer alam yang tersusun dari berbagai asam amino melalui ikatan peptide. globulin. pelumas dan molekul pengemban. kromoprotein dan lipoprotein. yaitu: a. Protein terdiri dari bermacam-macam golongan makromolekul heterogen. 1990). Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). dan ada jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga. basa. secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari polipeptida dengan berat molekkul yang tinggi. Protein diklasifikasikan berdasarkan pada susunan kimia dan kelarutannya.O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C. bahan bangunan. fosfoprotein. Termasuk dalam golongan ini adalah albumin. ditambah asam.O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. yaitu protein yang bila dihidrolisis hanya menghasilkan asam amino. asal dari kata protos. beberapa reagen dengan pemanasan serta beberapa perlakuan lainnya. protein koagulasi. atau enzim. juga menghasilkan zat non protein atau gugus protestik. dituangkan dalam berbagai sifatnya saat bereaksi dengan air. Molekul protein mengandung gula terpor belerang. b.H. Derivat protein. Protein majemuk. glutelin. Walaupun demikian semuanya merupakan turunan dari polipeptida dengan berat molekul yang tinggi.

Ikatan peptida adalah struktur primer protein yang berasal dari gabungan asam amino L-alfa oleh ikatan alfa-peptida. Protein dan polipeptida sintetik bereaksi dengan pereaksi biuret. enzim. Protein mempunyai sedikit gugus karboksil dan gugus amina yang dapat dititrasi. Dua protein. Protease adalah enzim yang menghidrolisis protein. alat pengangkut dan penyimpan d. Reaksi ini spesifik untuk 2 ikatan peptida atau lebih. Karena masing-masing asam amino mempunyai rantai samping yang khusus yang memberikan sifat kimia masing-masing individu. pertahanan tubuh (imune atau anti-bodi) f. Enzim ini juga menghidrolisis ikatan peptida protein.2mm telah menyajikan identifikasi ikatan peptida pada protein mioglobin dan hemoglobin. penunjang mekanisme tubuh e. Spektrum inframerah protein menunjukkan adanya banyak ikatan peptide c. f. menghaslkan polipeptida sebagai produknya. e. merupakan katalis biokimia b. b. d. membentuk warna merah lembayung. 1996). media perambatan impuls saraf g. . Protein memiliki fungsi sebagai berikut: a. insulin dan ribonuklease telah disintesis hanya dengan menggabungkan asam-asam amino dengan ikatan peptida. Penyediaan difraksi sinar X pada tingkat kekuatan pisah 0. yang berikatan kovalen dalam urutan yang khas. kelompok 20 unit pembangunan ini dapat dianggap sebagai abjad struktur protein(Lehninger. Struktur protein distabilkan oleh 2 macam ikatan yang kuat(peptida dan sulfida) dan dua macam ikatan yang lemah(hidrogen dan hidrofobik).dengan jenis protein tertentu mempunyai komposisi dan deret asam amino dan panjang rantai polipeptida yang sama. dari 20 asam amino mempunyai rantai samping yang khusus. pengukur pergerakan c. Bukti utama untuk ikatan peptida sebagai ikatan struktur primer dituliskan sebagai berikut: a. pengendali pertumbuhan Kunci ribuan protein yang berbeda strukturnya adalah gugus pada molekul unit pembangunan protein yang relatif sederhana dibangun dari rangkaian dasar yang sama.

radiasi zat pengoksidasi atau pereduksi. basa. sinar ultraviolet. protein bermuatan positif dan pada pH tinggi protein bermuatan negatif. Denaturasi dapat . Setiap protein memiliki pH dimana pada saat semua molekul isoelektrik yang berarti larutan bersifat netral. Pada pH rendah. reagensia alkaloid dan salting out. Denaturasi protein adalah hilangnya sifat-sifat struktur lebih tinggi oleh terkacaunya ikatan hidrogen dan gaya-gaya sekunder lain yang memutuskan molekul protein. Baik protein maupun asam amino bersifat amfoter. Hal ini disebabkan karena gugus asam amino bersifat basa dan gugus karboksilat bersifat asam. Protein yang terdenaturasi kurang larut tetapi lebih mudah dihidrolisis. Namun demikian. Sifat kimia protein bermacam-macam dan sensitif terhadap beberapa pereaksi serta keadaan lingkungan.OO || || NH2. Protein dapat membentuk larutan koloid dan tidak dapat melewati membran selaput binatang. penambahan etanol.C -NH-C-NH2 Sifat fisika dan kimia protein: Protein adalah koloid hidrofil yang mempunyai daya serap air besar. maka tidak akan terjadi denaturasi dan proteinnya dapat dilarutkan kembali. dan perubahan jenis pelarut. Walaupun disini ikatan peptida tidak putus tetapi sifat biologis dan aktivitas protein berubah. bila pengandapan dilakukan secara hati-hati. panas dan agitasi. dan juga perubahan pH. Salah satu penyebab denaturasi protein adalah perubahan temperatur. dan merupakan buffer yang baik. Denaturasi dan presipitasi protein (pengandapan dan penggumpalan) Denaturasi adalah pemecahan struktur heliks dari protein pada bagian yang paling melintang. garam logam berat. alkohol. Protein dapat diendapkan dengan cara pamanasan. Akibatnya. pH ini disebut titik isoelektrik dari protein. protein akan mengandap atau menggumpal. Akibat dari suatu denaturasi adalah hilangnya banyak sifat-sifat biologis suatu protein. Sehingga asam amino berada dalam keadaan zwitter ion. artinya dapat bereaksi dengan asam dan basa. Faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan denaturasi adalah detergent. asam dan basa organik. Hal ini terjadi bila protein diberi asam.

. Hasil pengamatan: Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi ungu.bersifat reversibel. adalah test yang umum untuk protein dan diberikan oleh peptida yang berisi dua atau lebih rantai peptida. Jika protein dikembangkan kelingkungan alamnya. Warna dasar lauran biuret adalah biru. Uji Biuret Biuret merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan protein pada suatu bahan makanan. hal ini untuk memperoleh kembali struktur lebih tingginya yang alamiah dalam suatu proses yang disebut denaturasi. Langkah kerja: Tambahkan 2 ml larutan biuret (larutan KOH 5 % + larutan CUSO4 5 %) kedalam larutan putih telur. Denaturasi umumnya sangat lambat atau tidak terjadi sama sekali(Fessenden. ketika beberapa tetes larutan CuSO4 yang sangat encer ditambahkan pada alkali kuat dari peptida atau protein dihasilkan warna ungu. Langkah kerja: Tambahkan 2 ml larutan millon kedalan 2 ml larutan putih telur. Pada uji biuret. 1989). Perubahan warna ungu pada larutan putih telur menunjukkan larutan tersebut mengandung protein. Uji Millon Warna dasar larutan millon adalah ungu. 2. b. Panaskan larutan dalam air mendidih. jika suatu protein hanya dikenai kondisi denaturasi yang lembut seperti perubahan pH. Biuret dibentuk dengan pemanasan urea dan mempunyai struktur mirip dengan struktur peptida dari protein. Uji Protein a.

Hasil Pengamatan: Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi merah. Perubahan warna larutan menjadi merah menunjukkan larutan putih telur mengandung protein 3. 5. tes ninhidrin bila protein berisi asam amino ditambahkan pereaksi ninhidrin. tes xantoprotein tes ini positif terhadap asam amino yang memiliki inti benzen. Tes inin positif terhadap triptophan dalam protein. maka akan timbul cincin violet pada batas kedua cairan. Tes ini positif bila paling sedikit terdapat satu gugus amino dan asam yana bebas dalam molekul protein. akan timbul warna biru. 4. . Larutan HNO pekat akan membentuk warna kuning dengan protein. tes hopkins cole bila protein dicampur dengan glioksalat dan dimasukkan dalam asam sulfat pekat. Warna ini berubah menjaid orange bila ditambahkan basa.

Uji Lemak a. b. bila lemak dipanaskan pada suhu tinggi. Lemak 1. Pada kertas akan membentuk titik transparan. Sifat fisika lemak: sebagian besar tersusun dari gliserida asam lemak jenuh berupa zat padat pada suhu kamar. Lemak lebih ringan daripada air dan tidak larut pada air tetapi larut dalam pelarut organic seperti alcohol. iodium dapat mengadisi ikatan tak jenuh dalam lemak. Uji Kertas Saring / Kertas Buram Langkah kerja: Teteskan 3 tetes minyak di atas kertas saring . Kebanyakan lemak binatang berupa zat padat. kloroform. Hidrolisis. Gliserol yang terbebas diubah menjadi akroelin. lemak bila terhidrolisis akan menghasilkan gliserol dan asam lemak. Adisi Iodium. yaitu jumlah garam iodium yang dapat bereaksi dengan 10 gr minyak atau lemak. Pengertian Secara kimia lemak adalah trimester dari gliserol sehingga disebut juga trigliserida. Derajat ketidakjenuhan lemak ditentukan dengan bilangan iod. yaitu suatu aldehid tidak jenuh dengan bau tajam. tes akroelin dilakukan dengan memanaskan lemak dengan dehydrator seperti KHSO4. Pembentukan Akroelin. Sebagian yang lain tersusun dari gliserida asam lemak tak jenuh berupa zat cair pada suhu kamar terutama berupa minyak tumbuhan. d. minyak tumbuhan yang cair dapat berubah menjadi lemak padat dengan jalan hidrogenasi. Dalam laboratorium. dan benzene. 2.C. c. maka akan terurai. eter. Hidrogenasi. Hidrogenasi dilakukan pada suhu 2000 C dengan katalisator nikel. Sifat kimia lemak ( reaksi-reaksi lemak): a. Lemak bila teraba dengan jari terasa licin.

Uji Sudan III Langkah Kerja: Tambahkan 2 ml larutan sudan III kedalam larutan minyak. .Hasil pengamatan: Kertas saring menjadi transparan. Larutnya minyak dalam air yang ditunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi putih menunjukkan kandungan minyak dalam larutan. Timbulnya transparan pada kertas menunjukkan adanya kandungan lemak dalam minyak b. Tes Emulsi Langkah kerja: Tambahkan 2 ml larutan etannol kedalam larutan minyak. Lapisan berwarna merah pada permukaan larutan menunjukkan kandungan lemak dalam larutan. Hasil pengamatan: Kumpulan minyak yang berada di permukaan larut menjadi emulsi. c. Hasil pengamatan: Terbentuk lapisan berwarna merah pada permukaan larutan. warna larutan menjadi putih keruh.

75 gram . Benedict a. c.Ø Setelah beberapa jam. 2. Larutkan 17.Ø Pada pemakaian : Campur 5 ml Fehling A dan 5 ml Fehling B. 4 ) dan 154 gram NaOH dalam 1 liter air.Ø Fehling B : Larutkan 352 gram K-NaTartrat ( .5 dalam 1 liter air.28 gram . Fehling Fehling A : Larutkan 69. Benedict sudah dapat digunakan sebagai reagensia untuk gula yang mempunyai sifat mereduksi.3 gram 0. Biuret Larutkan 0.D. d. b. Cara Membuat Larutan Uji Makanan 1.5 dalam 1 liter larutan NaOH 2 M.5 M dalam 150 ml air. Reagensia untuk Gula Yang Mempunyai Sifat Mereduksi. tuangkan larutan yang bening. Molish Ø Larutkan 5 gram Alfanaftol dalam 100 ml Alkohol atau Kloroform Tes Untuk wol dan Karbohidrat . Reagensia Untuk Albumin dan Fenol 5. Larutkan 173 gram Natrium Sitrat dan 100 gram dalam 800 ml air suling. 3. Tuangkan dengan perlahan larutan ke dalam larutan pertama sambil diaduk. Reagensia Untuk urea Dan Protein. Encerkan dengan air sampai 1 liter. 4. Millon Ø Larutkan 1 bagian Hg dalam 1 bagian HNO3 berasap dan dinginkan.Ø Encerkan dengan air sampai 2X volumenya.

c. Saring dan cuci endapan sampai bersih sekali. 4 ) dan 154 gram NaOH dalam 1 . Teteskan ke dalam campuran ini larutan Amonia pekat. b. Schweitzer a. Tollens a. c. Reagensia Untuk Uji Amilum 7. c. Fehling B : Larutkan 352 gram K-Na. karena Iod sendiri sukar larut dalam air. Larutkan endapan ini dalam sedikit mungkin larutan Amonia 4 M. Larutan yang terjadi dibuat 1 liter dengan menambahkan air. Pelarut Selulosa 8. Fehling a. liter air. Campurkan 50 ml larutan AgNO3 10 % dengan 50 ml larutan NaOH 10 % b. Fehling A : Larutkan 69. d. b. b.6. Pada pemakaian : Campur 5 ml Fehling A dan 5 ml Fehling Reagensia untuk Gula Yang Mempunyai Sifat Mereduksi.5 dalam 1 liter air.5 dalam 100 ml air.Tartrat ( .3.7 gram dan 20 gram KI dalam 100 ml air. Didihkan larutan ini dan tambahkan larutan NaOH. sehingga endapannya tepat larut Reagensia Untuk Aldehid dan Gula Pereduksi. Lugol ( Yod ) a. sehingga tidak terjadi endapan lagi.5 gram Resorsinol ( Benzena 1.28 gram . 6. Selliwanoff Ø Larutkan 0. Larutkan 12. Larutkan 5 gram .diol ) dengan 1 liter Asam klorida 3 M 7. Biasanya Lugol dibuat dalam larutan Kalium Iodida (KI) .

.

Kimia Organik.pdf http://prestasiherfen.com/2009/03/26/pelarutan-dan-pengenceran/ http://d.com/2009/03/26/karbohidrat/ http://dedy21. Yogyakarta .com/2009/03/29/protein/ http://dedy21.com/2009/02/uji-makanan_23. Yogyakarta: Gajah Mada Press. UNY Press .com/docs/1ct1222h3ufeqlblwhxx. 2005.DAFTAR PUSTAKA Hardjono Sastrohamidjojo. 2008.html tim kimia dasar. http://dedy21. Petunjuk praktikum kimia umum.blogspot.scribd.com/2009/03/30/vitamin/ http://dedy21.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->