SEJARAH GLOBALISASI Globalisasi sebagai sebuah fenomena mulai menampakkan dirinya pada sekitar tahun delapanpuluhan abad ini

. Dan pemunculan itu setidaknya sangat berkiatan erat dengan 3 peristiwa besar yang masing-masing mewakili ranah politik, teknologi dan ekonomi. Ketiga peristiwa itu adalah: 1. Ranah politik: berupa berakhirnya perang dingin antara Timur –yang dalam hal ini diwakili oleh Uni Soviet- dan Barat –yang dalam hal ini diwakili oleh Amerika-. Tentu saja dengan “kekalahan” di pihak Uni Soviet yang belakangan harus rela membiarkan wilayahnya tercabik dan melepaskan diri satu persatu. 2. Ranah teknologi: yang mewujud dalam revolusi informasi, dimana dunia menyaksikan ledakan yang luar biasa dalam bidang telekomunikasi dan arus perpindahan informasi yang tak terkendali dari satu tempat ke tempat yang lain. 3. Ranah ekonomi: berupa lahirnya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 1995 yang kemudian menjadi bibit persemaian awal ide pasar dan perdagangan bebas di antara semua negara.[2] Satu hal unik yang patut dicatat adalah bahwa globalisasi belum pernah terjadi atau ditemukan pada abad-abad sebelumnya, meskipun beberapa negara atau bangsa memiliki kekuasaan penuh (baca: menjajah) bangsa lainnya secara militer dan ekonomi. Meskipun Romawi pernah menguasai hampir semua wilayah Eropa misalnya, namun kekuasaan itu kemudian tidak melahirkan fenomena globalisasi ini. Demikian pula jika kita menariknya jauh ke belakang di saat bangsa Eropa menggalakkan ekspedisi pencarian wilayah baru di kawasan timur bumi, sejarah tidak pernah mencatat adanya fenomena baru yang disebut globalisasi ini, meskipun sebagian negara Eropa itu berhasil menanamkan kekuatan dan kekuasaannya di berbagai wilayah timur dunia. Namun di zaman kiwari ini, di saat kita –setidaknya secara kasat mata- tidak lagi melihat bentuk-bentuk imperialisme klasik atas bangsa lain, gelombang globalisasi dengan dukungan perkembangan telekomunikasi dan transportasi yang berkembang nyaris setiap detik, justru menjelma menjadi fenomena yang tak mungkin lagi

Mocovy Company. Pada fase ketiga ini agen utamanya dalam MNCs /TNCs yang telah menggantikan peran perusahaan dagang dalam mengeksploitasi dan menghisap sumber tenaga verja murah di dunia ketiga Ketika bangsa-bangsa Barat (Eropa) menjelajah dunia Timur dan kemudian menguasainya (menjajahnya hingga . Di sini globalisasi pada awalnya tidak dapat dilepaskan dari imperalisme sebagai pilar utama dalam pengakumulasian modal kaum kapitalis Eropa yang dicapai dengan menghisap dunia ketiga. James Petras sendiri membagi sejarah globalisasi menjadi tiga fase. Ia ada setelah melalui proses yang kompleks. atau justru menjadi “pemain” yang lihai memanfaatkan arusnya untuk mewujudkan citacita keislaman kita. Royal Africa Company dan Hudson Bay Company. permintaan pasar dunia dan ketiga. logika kapitalisme atau logic of capalitalism. berdiri perusahaan-perusahaan besar kolonial seperti Duth East India Company. Kita nampaknya tidak mempunyai pilihan lain selain turut serta menjadi “pemain” dalam arusnya yang sangat kuat. Mereka berdua mencatat pada abad ke -14 telah terjadi perdagangan di Eropa Barat dan daerah Levant. British East India Company. kemajuan teknologi atau revolusi teknologi informasi. Fase kedua dibangun pada era inter imperial trade.terbendung. Dalam tahap ini globalisasi telah melibatkan kompetisi dan kolaborasi. dengan dukungan dari negara. Tinggal kemudian kita yang menentukan: apakah kita sekedar menjadi “pemain” yang pasrah mengikuti ke mana saja ia mengalir. James Petras "Globalisasi merupakan suatu fenomena yang keberadaanya tidak begitu saja ada. perjuangan antara preusan multinacional di satu negara untuk merebut sebuah pasar dan juga kolaborasi antar mereka sendiri untuk mengeksploitasi pasar tersebut. Fase pertama dimulai pada abad 15. yaitu tersebut adalah pertama." Paul Hirst dan Grahame Thomson melihat perkembangan globalisasi ini dari sisi sejarah kegiatan perusahaan ke seluruh dunia. Perdagangan internacional atas komoditi dari jeringan global maupun regional telah memberikan karakter kelas dalam globalisasi. kedua. Fase ketiga merupakan fase internacional trade. Ada tiga argumen dasar untuk menjelaskan globalisasi. Pada abad ke-17 dan 18.

Ilustrasi singkat ini membuktikan bahwa jalinan serta kontak-kontak ekonomiperdagangan. dan sesekali juga politik antara masyarakat dan penguasa di berbagai wilayah Nusantara dengan India dan juga Cina sudah berlangsung jauh sebelum bangsa-bangsa Barat berlayar ke Timur. Hampir bersamaan dengan itu bangsa-bangsa Barat juga "menemukan" dunia baru yang lain ter&not. Perry dengan dukungan beberapa armada mendarat di Uraga (sebuah kawasan di Teluk . politik.saraan. dan beberapa kota pantai yang berada di wilayah negara yang sekarang disebut Indonesia sudah menjadi pusat-pusat perdagangan termasuk misalnya Pasai.balisasi dengan demikian sebenarnya bukan merupakan gejala yang sama sekali baru. Jalinan hubungan perdagangan. dan berpikir untuk menutup diri sepenuhnya dari pengaruh luar lebih merupakan ilusi. dan budaya di antara anak-turun Adam sebenarnya sudah berlangsung sangat lama yang kemudian mengalami perkembangan sangat kompleks dan per&not. Delhi. kebudayaan. Cirebon.cepatan tinggi yang sekarang dikenal dengan globalisasi. Politik isolasi yang ditempuh bangsa Jepang semasa rezim Shogunat harus berakhir pada tahun 1853 ketika Komodor Matthew C. dan Jepara. Glo&not. Tetapi jauh sebelum itu para pedagang Parsi (Iran sekarang) sudah menjalin kontak perdagangan dan juga informasi dan kebudayaan dengan bangsa di Cina.kan keseng&not. Banten.&not. di abad ke-17 hingga ke-20) maka apa yang terjadi kemudian adalah Bangsa-bangsa Timur mengenal (peradaban) bangsa Barat di samping sudah tentu adalah sebaliknya bangsa Barat mengenal bangsa Timur.menimbul&not.masuk misalnya benua Amerika.

Dawisha. Di Indonesia sejarah suratkabar (masih dengan hand press sederhana dan milik Belanda) baru dimulai menjelang akhir abad ke-18 .talisme dengan AS . atau yang lebih dikenal dengan Restorasi Meiji. 1981: 179-220). yang berlangsung paling tidak hingga awal abad ke-20 (lihat misalnya Shozo. 1995:431-440. 1988:102-214). dan rintisan awal surat&not. Alat cetak manual (hand press) sangat sederhana baru dirintis pertengahan kedua abad ke-15 oleh Guttenberg di Jerman dan suratkabar di Amerika baru dirintis pada akhir abad ke-17 dengan diterbitkannya Public Occurences (lihat Fedler. 2002:76-77). 1978:1-39.kabar nasional (dimiliki oleh dan dengan menggunakan bahasa Indonesia) ditandai dengan terbitnya Medan Prijaji di Bandung di tahun 1904 (Pawito.lebih dari setengah abad setelah Belanda mulai menancapkan kekuasaannya di Indonesia dengan diterbitkannya Bataviasch Nouvelle.1985:33-75). Hal demikian rupanya sekaligus mengakhiri era perang dingin (cold war) antara Blok Barat yang merepresentasikan kekuatan liberalisme-kapi&not. Treadgold. Sampai sebegitu jauh media massa nampaknya belum mengambil peran-peran secara signifikan sebagaimana waktu sekarang. DeFleur dan Denis.Tokyo) dan berhasil memaksakan politik pintu terbuka yang kemudian membawa perubahan-perubahan pada rezim. misalnya. Reformasi harus dilakukan oleh bangsa Jepang terutama sejak 1856. Gejala globalisasi mengalami peningkatan akselerasi dan eskalasi dahsyat terutama setelah di akhir dekade 1980-an Soviet Russia (USSR) hancur berkeping dan kemudian muncul negara-negara (atau bangsa-bangsa) yang merdeka yang kemudian diikuti oleh negara-negara di Eropa Timur serta robohnya Tembok Berlin yang kemudian menyatukan kembali Jerman (lihat.

adalah . <p style="text-align: justify.">Apa yang terjadi di Indonesia memang tidak sama persis dengan yang terjadi di Uni Soviet dan juga Eropa Timur. and other views and convicstions. Penting untuk dikemukakan dalam kaitan ini bahwa media massa mengambil peran-peran yang sangat penting dalam proses-proses perubahan menuju demokrasi di kawasan tersebut (dan kawasan lain). sebagai berikut. democratic development of society rules out universal secrecy as a method of administration.berada di garis depan yang berhadapan dengan Blok Timur yang merepresentasikan kekuatan totalitarianisme-komunisme dengan Uni Soviet berada di garis depan. 1992:xi). religious. akan tetapi ada kesamaan yang terkesan sangat menonjol. Gorbachev dalam kaitan ini menulis.that is openness. Tiga pilar perubahan yang diusulkan oleh Michael Gorbachev glassnot (keterbukaan). Hal demikian dapat terjadi terutama karena didukung oleh kebebasan pers dan/atau informasi. perestroika (reformasi). antara lain. 2000:61). freedom of information for all citizens and freedom of expreession by them of their political.nya juga menandai kemenangan sistem demokrasi liberal yang kemudian oleh Fukuyama dikatakan sebagai "end point of mankind's ideological evolution" dan "final form of human government" (Fukuyama. antara lain. Hal ini rupa&not. Democratic development presupposes glasnost . Kesamaan termaksud. freedom of criticism in the fullest sense of the word (Gorbachev. dan democratziya (demokratisasi) pada akhirnya diterima oleh masyarakat/bangsa Russia. Perestroika confirmed once again that the normal. walau harus melewati masa transisi yang sulit dan berdarah-darah pada masa pemerintahan penerusnya Boris Yeltzyn.

terutama melalui pemberitaan-pemberitaan media massa luar negeri. sebagaimana sebagian elite partai Komunis dan angkatan muda yang menginginkan perubahan. Kalau sebagian elite partai komunis dan para pemuda di Soviet Russia merasa semakin letih oleh tatanan totalitarian komunis yang semakin korup dan diskriminatif maka sebagian elite dan pemuda di Indonesia semakin letih oleh tatanan Orde Baru yang juga semakin otoritarian dan juga korup. mulai dan semakin tertarik dengan gagasan-gagasan perubahan (reformasi) terutama setelah pemilihan umum 1997 yang kemudian ternyata tidak memperoleh legitimasi dari rakyat. terutama para akademi. Para elite dan mahasiswa ini mengetahui perubahan-perubahan dan dinamika politik yang terjadi di dunia luar negeri seperti Gerakan People Power di Phillipina 1986 yang memaksa Presiden Marcos turun dari jabatan. hancurnya Soviet Russia dan negara-negara komunis di Eropa Timur di penghujung dekade 1980-an. tokoh masyarakat dan mahasiswa.kenyataan bahwa proses-proses demo&not. Sebagian kalangan elite dan para pemuda-mahasiswa di Indonesia yang mengetahui perkembangan-perkembangan dunia luar. Mereka ini. yang merasa semakin letih oleh kondisi-kondisi yang ada yakni tatanan yang semakin mengarah kepada otoritarian dan korup pada menjelang akhir periode Orde Baru. sudah lama sebenarnya menyerap informasi mengenai dunia luar melalui media massa terutama siaran televisi dan siaran radio luar negeri serta penerbitan-penerbitan dari luar negeri.kratisasi (proses perubahan menuju tatanan lebih demokratis) dimulai dari sebagian kalangan elite dan kalangan muda. dan .

periode ini menyaksikan munculnya konsep tentang perdagangan bebas dan gold standard. pluralisme hukum terbentuk antara hukum Barat yang hidup berdampingan dan sistem hukum adat/lokal yang ada di Indonesia saat itu. Globalisasi Pertama menurut Kennedy terjadi pada 18501914. Dalam periode ini. Pawito. 2002:45-46). Globalisasi Kedua berlangsung paling lama: sejak kemerdekaan sampai akhir Orde Baru. termasuk peraturan prudensial. Friksi antara kapitalisme dan komunisme juga terjadi dalam masa ini. termasuk cabang yudikatif.pem&not. Ada nilainilai nasionalisme dan pluralisme hukum yang masuk sebelum kemerdekaan. sebagai alat dan sarana tujuan tertentu. Hukum ditegakkan guna mencapai tujuan sosial tertentu. Nilai yang mengalami globalisasi adalah hak asasi manusia. dan aksi-aksi protes gerakan pro-demokrasi di Thailand terutama tahun 1992 (lihat. Nilai individualisme diganti dengan nilai kepentingan bersama. Sedangkan masa setelah Orde Baru ditandai dengan masuknya aliran hukum ”Law and Development” sesuai dengan anutan elite hukum di Indonesia. dan jaringan sosial. Uhlin. Pemikiran hukumnya banyak bersumber dari FK von Sa vigny dan berhasil masuk ke Inggris serta Amerika dalam bentuk positivisme hukum (legal positivism). lalu GATT menyusul. nasionalisme. sosialisme/komunisme. Namun. nondiskriminasi. Globalisasi ini juga menghasilkan the European Commission. yang juga dinamakan ”The Social”. good corporate governance. yaitu ”pembangunan”. rule of law. Indonesia sendiri mengalami Globalisasi Pertama dalam statusnya sebagai koloni Hindia Belanda. Sebagai koloni. dan ekonomi pasar mulai ditinjau kembali. pada saat yang sama sebenarnya sudah terjadi sejak 1945 mulai berkembang nilainilai lain yang menjadi dasar dari pemikiran hukum kontemporer (Globalisasi Ketiga) sebagai hasil sintesis Classical Legal Thought dengan The Social. federalisme.bantaian terhadap para aktivis yang menuntut perubahan di lapangan Tienanmen Cina 1989. keadilan sosial. 1997:176-184. lokalisme. kebijakan dan neoformalisme menjadi lebih penting. Basel II. Periode ini ditandai dengan adanya semacam kebutuhan akan suatu tatanan internasional yang lebih berperan dalam perekonomian. konstitusionalisme. Bank Dunia muncul sebagai akibat Bretton Woods. Dari sudut hukum ekonomi internasional. . Tahun 1900 adalah awal Globalisasi Kedua. Dalam sejarah republik kita. NAFTA. yang merupakan sumber Kitab Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) kita. serta konsep baru tentang regulasi pasar (the pragmatically regulated market). Pemerintah saat itu pun melihat manfaat untuk mengkonsepsikan hukum dan pranata hukum. dan WTO. Penekanannya pada perombakan struktur/kelas sosial. IMF. dimulai dari penyebaran nilai liberal dalam perekonomian sebagaimana tecermin dalam Napoleonic Code. misalnya. otonomi daerah. Periode ini bertahan 68 tahun. Penekanan dalam periode ini meliputi soal kebebasan dan kebendaan individu.

berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia. o Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. o Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. o Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. nama-nama. Venesia . abjad. British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. o Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa . Unilever dari Belanda . Vietnam . o Saat itu. o Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang . Cina . o Pada saat itu. Laut Tengah . Portugis . . nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia. Persia . SEJARAH GLOBALISASI o Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. arsitek. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat . Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini. pantai Afrika Timur . Alhasil. sejak politik pintu terbuka. benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M.1. dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Bila ditelusuri. o Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Indonesia . sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur. Spanyol . o Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. para pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera ) maupun jalan laut untuk berdagang. o Implikasinya. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi . Inggris . negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. o Di samping membentuk jaringan dagang. seperti komputer dan internet . Malaka . o Di Indonesia misalnya. kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya . India . o Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika . dan Genoa . berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini.

bisa berupa dominasi militer. dan semakin cepat daan luasnya perkembangan teknologi.Dunia melihat. Jadi globalisasi. dan ekonomi atas suatu negara untuk dieksploitasi. pada praktiknya hanya merupakan usaha negara-negara Barat untuk terus mengukuhkan dominasinya atas negara-negara bekas jajahan pasca Perang Dunia II itu. modernisasi adalah proses pembangunan kesempatan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan. Ia hanya berubah wajah. modernisasi merepresentasikan nilai-nilai budaya Barat.Pada beberapa kalangan tertentu. Melalui dominasi politik-ekonomi dengan jargon modernisasi. GLOBALISASI ATAU MODERNISASI Tidak dapat dimungkiri bahwa globalisasi mengikutsertakan modernisasi. militer. penjajahan baru. Sejalan dengan itu. Kendati merupakan metode baku. pada tahun 1980-an. sedikit banyak. Tapi dunia harus kecewa karena ternyata imperialisme jalan terus.Terkait dengan itu.globalisasi. sebenarnya mengandung muatan westernisasi. Dengan demikian modernisasi merupakan kecenderungan yang tak terelakan sebagaimana globalisasi. kita rasakan dengan menguatnya tuntutan partisipasi rakyat dalam negara. yakni imperialisme militer berupa pendudukan yang disertai penghisapan kekayaan alam negeri muslim terjajah. Kekuatan globalisasi dalam konteks politik. Demokrasi menjadi ucapan sakti yang senantiasa dimantrakan ketika berbicara tentang negara dan masyarakat. Widjojo Nitisastro juga mendefinisikan bahwa modernisasi mencangkup suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis. politik. globalisasi dan modernisasi dianggap adalah sebuah imperialism baru. yakni supremasi kebebasan dan otonomi individu. imperialisme terus berlangsung khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang baru merdeka dari penjajahan Barat. Kolonialisme atau penguasan wilayah oleh negara-negara Barat atas Dunia Islam pada abad 19 dan Abad 20 jelas merupakan bentuk imperialisme paling telanjang. pada dasarnya modernisasi merupakan produk pergulatan masyarakat Barat dengan problem yang mereka hadapi. budaya. misalnya. ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari sistem politik modern yang lebih mencerminkan budaya Barat. Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah pembangunan ( development ) ini.Pasca Perang Dunia Kedua (1945). budaya maupun bentuk yang lain. Dunia berharap bahwa setelah itu imperialisme tidak akan ada lagi. hampir setengah abad berlalu semenjak . imperialisme fisik (militer) berakhir. yakni pertumbuhan ekonomi antarnegara yang saling bergantung satu sama lain di dunia yang luas ini yang meliputi peningkatan jumlah dan jenis transaksi lintas batas baik dalam benda dan jasa. Ekonomi liberal juga menjadi rumus kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat modern. sehingga suka atau tidak. Hal itu terjadi lantaran “hukum alam” yang bekerja secara alamiah. kemajuan sebuah bangsa juga berbanding lurus dengan menguatnya rasionalisasi. tapi manifetasi imperialisme muncul dalam beragam bentuk. Kita harus mengakui bahwa modernisasi dilandasi oleh rasionalisasi. pergerakan modal internasional yang bebas. Begitupula sistem ekonominya. Imperialisme atau penjajahan ( isti’mariyah ) merupakan metode baku dari ideologi kapitalisme dalam menyebarkan pengaruhnya. Imperialisme adalah pemaksaan dominasi politik.

Sementara 74 % penduduk di Asia. dan 87 % persenjataan dunia. tanpa harus membayar buruh yang mahal dan banyak. Dari segi keefektifan. negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26 % dari penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78 % produksi. Afrika. negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26 % dari penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78 % produksi. Melalui dominasi politik-ekonomi dengan jargon modernisasi. terbukti upaya itu tidak membuahkan hasil.kemerdekaan dan proses modernisasi dilakukan yang diharap bisa menjadi pintu kemajuan bagi negara Dunia Ketiga. Yang ada adalah kenyataan bahwa Dunia Ketiga tetaplah menjadi negara miskin. menguasai 81 % perdagangan dunia. bahkan kepercayaan yang sifatnya religi. Keringat manusia yang tadinya sangat mendominasi dalam dunia kerja mulai tergantikan dengan mesin-mesin yang bekerja menurut fungsinya masingmasing. 70 % pupuk. pada tahun 1980-an. hampir setengah abad berlalu semenjak kemerdekaan dan proses modernisasi dilakukan yang diharap bisa menjadi pintu kemajuan bagi negara Dunia Ketiga. Yang ada adalah kenyataan bahwa Dunia Ketiga tetaplah menjadi negara miskin. pada praktiknya hanya merupakan usaha negara-negara Barat untuk terus mengukuhkan dominasinya atas negara-negara bekas jajahan pasca Perang Dunia II itu. Saat inilah juga dikenal dengan saat rasio berkuasa. membuat apa yang sebelumnya mereka yakini adalah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tapi dunia harus kecewa karena ternyata imperialisme jalan terus. Afrika. terbukti upaya itu tidak membuahkan hasil. 70 % pupuk. dan Amerika Kolonialisme atau penguasan wilayah oleh negara-negara Barat atas Dunia Islam pada abad 19 dan Abad 20 jelas merupakan bentuk imperialisme paling telanjang. Pada tahun itu. sudah jelas sangat efektif. Pada tahun itu. Teknologi yang dibuat ini pun bersifat efektif dan efisien. kehidupan masyarakat dunia seakan mengalami perubahan yang pesat. terbelakang dan terpinggirkan serta sekaligus tetap menjadi obyek eksploitasi negara maju.Pasca Perang Dunia Kedua (1945).Berjalan seiring dengan perkembangan waktu dan hakikat manusia yang adalah makhluk social yang selalu saja membutuhkan makhluk lain. . menguasai 81 % perdagangan dunia. imperialisme fisik (militer) berakhir. dan Amerika Dari data yang kami dapat. pikiran mengalahkan segalanya.Dunia melihat. dan 87 % persenjataan dunia. Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah pembangunan ( development ) ini. Dunia berharap bahwa setelah itu imperialisme tidak akan ada lagi.Sejak revolusi industry kala mesin uap pertama kali ditemukan di Inggris. Sementara 74 % penduduk di Asia. muncul kemudian kebutuhan-kebutuhan lain dalam hidup manusia yang seakan menjadi pekerjaan rumah bagi pikiran-pikiran ilmiah guna menciptakan teknologi baru yang tentu saja berguna untuk memudahkan. Ia hanya berubah wajah. kami hanya bisa menyimpulkan bahwa modernisasi muncul disaat manusia atau masyarakat dunia sudah dapat berpikir secara ilmiah tentang apa sebenarnya yang menjadi tuntutan dan kebutuhan mereka dalam hidup yang kemudian memaksa mereka untuk membuat beberapa teknologi untuk memudahkan proses kehidupan mereka. hanya dengan sebuah mesin kerja jadi beres. yakni imperialisme militer berupa pendudukan yang disertai penghisapan kekayaan alam negeri muslim terjajah. terbelakang dan terpinggirkan serta sekaligus tetap menjadi obyek eksploitasi negara maju. imperialisme terus berlangsung khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang baru merdeka dari penjajahan Barat.

Modernisasi kemudian menjadi jalan tol yang menopang masuk dan merebaknya globalisasi di dunia. Media yang betul-betul membuat setiap hal seakan tanpa batas. Memikirkan teknologi seperti apa yang dapat menjadi jawaban terbaik akan masalah ini. sebuah alat komunikasi lintas wilayah dengan media elektronik yang sangat rumit proses interaksinya.Teknologi yang dimaksud ini adalah sebuah produk dari modernisasi. seakan mereka ada didepan kita. kemudian ditemukan atau diikuti dengan beberapa penemuan lain di bidang informasi dan telekomunikasi. Sangat rumit tentu jika dibandingkan dengan kehidupan sekarang ini. media internet. kita dapat berhubungan secara langsung dengan teman kita yang ada di Amerika.Munculnya banyak teknologi yang memiliki tujuan utama untuk memudahkan hidup manusia dalam menjalani prosesnya dan merupakan produk utama dari modernisasi kemudian menjadi sarana utama yang kelompok kami sebut seperti jalan tol untuk globalisasi.mengefektifkan. Setelah ditemukannya telegram yang merupakan alat komunikasi pertama lintas wilayah yang berbasis elektronik. Komunitas global seperti ini tentu tidak akan terwujud jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dalam hal ini teknologi. Masalah yang kemudian tanpa disadari adalah awal dari globalisasi.Selalu adanya pembaharuan disegala bidang yang sifatnya ilmiah adalah salah satu cirri dari modernisasi yang telah kami jabarkan di beberapa penjelasan sebelumnya. juga pemanfaatan teknologi yang merupakan karya luhur dan suci dari modernisasi. ketamakan ternyata tak pernah lepas dari hati masyarakat internasional.Teknologi yang tadinya diciptakan untuk mempermudah kerja . tentu tidak ada yang salah akan semua ini. Namun. Bahkan yang ada hanyalah sebuah harapan yang sangat besar akan manfaat yang dibawa oleh hasil ciptaan manusia ini. tanpa dinding.Seperti halnya sebuah rencana dan niatan yang baik pada setiap awal langkah. telepon genggam. Media yang seakan menjawab tantangan globalisasi dan modernisasi kekinian. Jarak yang terpisah jauh dengan lingkungan yang belum terjamah secara maksimal dari segi transportasi mungkin adalah hal yang sangat menghalangi terjalinnya proses interaksi atarumat manusia. sampai ke media yang paling dekat dengan kita sekarang. Kasus yang kemudian muncul adalah kasus pemanfaatan di segala bidang. Menyusul kemudian radio. Dimana dengan menekan beberapa tombol saja di keypad handphone . dan mengefisiensikan segala pekerjaan. tentu ketika pertama kali diciptakannya teknologi.Kebutuhan yang paling penting dan mendesak kemudian adalah kebutuhan akan berhubungan dengan makhluk lain.Dari tuntutan kehidupan ini. seiring dengan berjalannya waktu. pikiran-pikiran ilmiah tadi kemudian mulai bekerja lagi. ketika pertama kali kita masyarakat internasional melek dan sadar akan pentingnya teknologi. kebutuhan informasi. Globalisasi hanyalah suatu proses social dimana setiap hal seakan menjadi milik bersama yang bersifat internasional yang kemudian mewujudkan sebuah komunitas global atau masyarakat global yang kita kenal belakangan dengan istilah global village. Pembaruan pun terjadi di bidang telekomunikasi. Produk yang sama sekali tak memiliki pengaruh negative untuk proses kehidupan kedepannya. televise.Ditemukanlah kemudian telegram. suatu proses dunia yang seakan tanpa dinding. telepon. suatu proses penduniaan segala sesuatu yang tak dapat kita tahan.

PENUTUP Globalisasi adalah sebuah fenomena social dari masyarakat internasional yang bertujuan untuk menghasilkan terwujudnya sebuah dunia yang tanpa batas. mengikis kearifan local kita masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat timur dunia pada khususnya.Kita seakan diperbudak dengan fenomena global yang mengatakan bahwa kebudayaan barat adalah yang terbaik dan patut dijadikan teladan bagi masyarakat lain dengan kebudayaan yang masih terbelakang diseluruh penjuru dunia ini. maka tentu akan merusak kebudayaan local kita. unsure yang menjadi poin hegemoni kemudian adalah kepentingan-kepentingan orang barat. Hal ini kemudian menjadi agenda illegal dari sebuah modernisasi. Globalisasi dan hegemoni kembali adalah sebuah hal yang tak bisa dipisahkan menurut Gramsci.masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat yang membutuhkan pada khususnya berubah menjadi sebuah sarana yang sarat akan kepentingan berbagai pihak. Globalisasi adalah sebuah proses yang sarat akan kepentingan berbagai pihak yang bermain di dalamnya. sebuah agenda yang jelas sudah tidak betul lagi jalannya. Target utamanya adalah untuk membuat sebuah komunitas global yang memiliki homogenitas yang kemudian dapat dengan mudah digerakkan atau dikontrol. Teknologi ini kemudian dijadikan sebagi sebuah media untuk penyebaran hegemoni. guna menciptakan kemerataan dan kedailan yang baik desegala .Ketimpangan akan modernisasi kemudian kita kenal dengan istilah Westernisasi . Teknologi ini adalah hasil nyata dari proses berpikir ilmiah masyarakat yang merupakan cirri utama dari suatu era modernisasi. Yang menjadi persoalan disini.Modernisasi adalah sebuah proses kehidupan social yang muncul ditandai dengan adnya perubahan tata kehidupan manusia yang berjalan seiringan dengan tuntuan hidupnya.Modernisasi yang membelok maksud dan tujuannya dari tujuan luhur sejak pertama diprakarsai kemudian kita kenal dengan istilah Westernisasi atau kebarat-barat -an. Jalur yang sebatas kemjuan teknologi yang kemudian menyebabkan perubahan bagi kehidupan manusia internasional ke jalan yang lebih baik karena desakan kehidupan yang lebih efektif dan efisien dan didukung oleh kesadaran untuk pemikiran ilmiahnya.Globalisasi dan Modernisasi pada awal pembentukannya adalah sebuah niatan yang sangat baik. Sebuah paham budaya yang membawa budaya barat ke daerah timur dengan proses globalisasi dan jika tidak diserap dengan baik tentu akan menjadi senjata yang sangat berbahaya bagi eksistensi kebudayaan local dan kekayaan bangsa. Kepentingan yang jika tidak kita saring dengan baik. Westernisasi tentu menyelamatkan batasan modernisasi untuk tetap di jalur yang baik. Teknologi ini adalah sebuah produk dari modernisasi yang kemudian muncul akan kebutuhan hidup manusia untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan esensi efisiennya dan memproduksi setiap hal yang terbaik dnegan esensi efektifnya. Modernisasi kerapkali disandingkan dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang.

Sampai pada suatu titik dimana sekat antara modernisasi dan globalisasi seakan kabur. . itu simpulan menurut kami. dapat kami simpulkan bahwa Globalisasi dan Modernisasi bukanlah suatu hal yang dapat diperbandingkan sehingga kemudian bermuara pada kesepakatan sama atau tidak sama. Selama pembahasan kami diatas.Globalisasi dan Modernisasi adalah suatu hal yang saling mendukung satu sama lain. Seiring dengan berjalan dan berkembanganya umat manusia di dunia. Modernisasi adalah sebuah sarana singkat yang kemudian menjadi seakan jalan tol bagi globalisasi. kedua hal ini pun berkembang menjadi sesuatu yang kemudian sart akan kepentingan berbagai pihak. Kepentingan berbagai pihak ini yang kemudian diyakini sebagai hal yang merusak esensi luhur dari globalisasi dan modernisasi.bidang pada masyarakat dunia.Modernisasi adalah jalan tol bagi Globalisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful