SEJARAH GLOBALISASI Globalisasi sebagai sebuah fenomena mulai menampakkan dirinya pada sekitar tahun delapanpuluhan abad ini

. Dan pemunculan itu setidaknya sangat berkiatan erat dengan 3 peristiwa besar yang masing-masing mewakili ranah politik, teknologi dan ekonomi. Ketiga peristiwa itu adalah: 1. Ranah politik: berupa berakhirnya perang dingin antara Timur –yang dalam hal ini diwakili oleh Uni Soviet- dan Barat –yang dalam hal ini diwakili oleh Amerika-. Tentu saja dengan “kekalahan” di pihak Uni Soviet yang belakangan harus rela membiarkan wilayahnya tercabik dan melepaskan diri satu persatu. 2. Ranah teknologi: yang mewujud dalam revolusi informasi, dimana dunia menyaksikan ledakan yang luar biasa dalam bidang telekomunikasi dan arus perpindahan informasi yang tak terkendali dari satu tempat ke tempat yang lain. 3. Ranah ekonomi: berupa lahirnya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 1995 yang kemudian menjadi bibit persemaian awal ide pasar dan perdagangan bebas di antara semua negara.[2] Satu hal unik yang patut dicatat adalah bahwa globalisasi belum pernah terjadi atau ditemukan pada abad-abad sebelumnya, meskipun beberapa negara atau bangsa memiliki kekuasaan penuh (baca: menjajah) bangsa lainnya secara militer dan ekonomi. Meskipun Romawi pernah menguasai hampir semua wilayah Eropa misalnya, namun kekuasaan itu kemudian tidak melahirkan fenomena globalisasi ini. Demikian pula jika kita menariknya jauh ke belakang di saat bangsa Eropa menggalakkan ekspedisi pencarian wilayah baru di kawasan timur bumi, sejarah tidak pernah mencatat adanya fenomena baru yang disebut globalisasi ini, meskipun sebagian negara Eropa itu berhasil menanamkan kekuatan dan kekuasaannya di berbagai wilayah timur dunia. Namun di zaman kiwari ini, di saat kita –setidaknya secara kasat mata- tidak lagi melihat bentuk-bentuk imperialisme klasik atas bangsa lain, gelombang globalisasi dengan dukungan perkembangan telekomunikasi dan transportasi yang berkembang nyaris setiap detik, justru menjelma menjadi fenomena yang tak mungkin lagi

James Petras "Globalisasi merupakan suatu fenomena yang keberadaanya tidak begitu saja ada. Kita nampaknya tidak mempunyai pilihan lain selain turut serta menjadi “pemain” dalam arusnya yang sangat kuat. British East India Company. Royal Africa Company dan Hudson Bay Company. permintaan pasar dunia dan ketiga. Fase ketiga merupakan fase internacional trade. Mocovy Company. Pada fase ketiga ini agen utamanya dalam MNCs /TNCs yang telah menggantikan peran perusahaan dagang dalam mengeksploitasi dan menghisap sumber tenaga verja murah di dunia ketiga Ketika bangsa-bangsa Barat (Eropa) menjelajah dunia Timur dan kemudian menguasainya (menjajahnya hingga ." Paul Hirst dan Grahame Thomson melihat perkembangan globalisasi ini dari sisi sejarah kegiatan perusahaan ke seluruh dunia. yaitu tersebut adalah pertama. Pada abad ke-17 dan 18. Di sini globalisasi pada awalnya tidak dapat dilepaskan dari imperalisme sebagai pilar utama dalam pengakumulasian modal kaum kapitalis Eropa yang dicapai dengan menghisap dunia ketiga. Tinggal kemudian kita yang menentukan: apakah kita sekedar menjadi “pemain” yang pasrah mengikuti ke mana saja ia mengalir. Ia ada setelah melalui proses yang kompleks. berdiri perusahaan-perusahaan besar kolonial seperti Duth East India Company. Dalam tahap ini globalisasi telah melibatkan kompetisi dan kolaborasi. dengan dukungan dari negara. Ada tiga argumen dasar untuk menjelaskan globalisasi.terbendung. Mereka berdua mencatat pada abad ke -14 telah terjadi perdagangan di Eropa Barat dan daerah Levant. Perdagangan internacional atas komoditi dari jeringan global maupun regional telah memberikan karakter kelas dalam globalisasi. logika kapitalisme atau logic of capalitalism. kemajuan teknologi atau revolusi teknologi informasi. kedua. James Petras sendiri membagi sejarah globalisasi menjadi tiga fase. perjuangan antara preusan multinacional di satu negara untuk merebut sebuah pasar dan juga kolaborasi antar mereka sendiri untuk mengeksploitasi pasar tersebut. Fase pertama dimulai pada abad 15. atau justru menjadi “pemain” yang lihai memanfaatkan arusnya untuk mewujudkan citacita keislaman kita. Fase kedua dibangun pada era inter imperial trade.

di abad ke-17 hingga ke-20) maka apa yang terjadi kemudian adalah Bangsa-bangsa Timur mengenal (peradaban) bangsa Barat di samping sudah tentu adalah sebaliknya bangsa Barat mengenal bangsa Timur. dan berpikir untuk menutup diri sepenuhnya dari pengaruh luar lebih merupakan ilusi.&not. Tetapi jauh sebelum itu para pedagang Parsi (Iran sekarang) sudah menjalin kontak perdagangan dan juga informasi dan kebudayaan dengan bangsa di Cina.saraan. dan budaya di antara anak-turun Adam sebenarnya sudah berlangsung sangat lama yang kemudian mengalami perkembangan sangat kompleks dan per&not. Glo&not. Banten. Jalinan hubungan perdagangan.cepatan tinggi yang sekarang dikenal dengan globalisasi. dan beberapa kota pantai yang berada di wilayah negara yang sekarang disebut Indonesia sudah menjadi pusat-pusat perdagangan termasuk misalnya Pasai. dan Jepara. Politik isolasi yang ditempuh bangsa Jepang semasa rezim Shogunat harus berakhir pada tahun 1853 ketika Komodor Matthew C. Cirebon. Hampir bersamaan dengan itu bangsa-bangsa Barat juga "menemukan" dunia baru yang lain ter&not. Ilustrasi singkat ini membuktikan bahwa jalinan serta kontak-kontak ekonomiperdagangan.masuk misalnya benua Amerika. Delhi. kebudayaan. Perry dengan dukungan beberapa armada mendarat di Uraga (sebuah kawasan di Teluk . politik.menimbul&not.balisasi dengan demikian sebenarnya bukan merupakan gejala yang sama sekali baru. dan sesekali juga politik antara masyarakat dan penguasa di berbagai wilayah Nusantara dengan India dan juga Cina sudah berlangsung jauh sebelum bangsa-bangsa Barat berlayar ke Timur.kan keseng&not.

talisme dengan AS . Alat cetak manual (hand press) sangat sederhana baru dirintis pertengahan kedua abad ke-15 oleh Guttenberg di Jerman dan suratkabar di Amerika baru dirintis pada akhir abad ke-17 dengan diterbitkannya Public Occurences (lihat Fedler.Tokyo) dan berhasil memaksakan politik pintu terbuka yang kemudian membawa perubahan-perubahan pada rezim. Sampai sebegitu jauh media massa nampaknya belum mengambil peran-peran secara signifikan sebagaimana waktu sekarang. 1981: 179-220). Gejala globalisasi mengalami peningkatan akselerasi dan eskalasi dahsyat terutama setelah di akhir dekade 1980-an Soviet Russia (USSR) hancur berkeping dan kemudian muncul negara-negara (atau bangsa-bangsa) yang merdeka yang kemudian diikuti oleh negara-negara di Eropa Timur serta robohnya Tembok Berlin yang kemudian menyatukan kembali Jerman (lihat.1985:33-75). 1988:102-214). yang berlangsung paling tidak hingga awal abad ke-20 (lihat misalnya Shozo. 1978:1-39. atau yang lebih dikenal dengan Restorasi Meiji.kabar nasional (dimiliki oleh dan dengan menggunakan bahasa Indonesia) ditandai dengan terbitnya Medan Prijaji di Bandung di tahun 1904 (Pawito. dan rintisan awal surat&not. DeFleur dan Denis. Dawisha.lebih dari setengah abad setelah Belanda mulai menancapkan kekuasaannya di Indonesia dengan diterbitkannya Bataviasch Nouvelle. Di Indonesia sejarah suratkabar (masih dengan hand press sederhana dan milik Belanda) baru dimulai menjelang akhir abad ke-18 . Reformasi harus dilakukan oleh bangsa Jepang terutama sejak 1856. Hal demikian rupanya sekaligus mengakhiri era perang dingin (cold war) antara Blok Barat yang merepresentasikan kekuatan liberalisme-kapi&not. Treadgold. 2002:76-77). 1995:431-440. misalnya.

Hal ini rupa&not. Perestroika confirmed once again that the normal.">Apa yang terjadi di Indonesia memang tidak sama persis dengan yang terjadi di Uni Soviet dan juga Eropa Timur. dan democratziya (demokratisasi) pada akhirnya diterima oleh masyarakat/bangsa Russia. Kesamaan termaksud. religious. adalah .nya juga menandai kemenangan sistem demokrasi liberal yang kemudian oleh Fukuyama dikatakan sebagai "end point of mankind's ideological evolution" dan "final form of human government" (Fukuyama.that is openness. <p style="text-align: justify. walau harus melewati masa transisi yang sulit dan berdarah-darah pada masa pemerintahan penerusnya Boris Yeltzyn. Hal demikian dapat terjadi terutama karena didukung oleh kebebasan pers dan/atau informasi.berada di garis depan yang berhadapan dengan Blok Timur yang merepresentasikan kekuatan totalitarianisme-komunisme dengan Uni Soviet berada di garis depan. freedom of criticism in the fullest sense of the word (Gorbachev. antara lain. democratic development of society rules out universal secrecy as a method of administration. akan tetapi ada kesamaan yang terkesan sangat menonjol. Penting untuk dikemukakan dalam kaitan ini bahwa media massa mengambil peran-peran yang sangat penting dalam proses-proses perubahan menuju demokrasi di kawasan tersebut (dan kawasan lain). Tiga pilar perubahan yang diusulkan oleh Michael Gorbachev glassnot (keterbukaan). freedom of information for all citizens and freedom of expreession by them of their political. and other views and convicstions. perestroika (reformasi). Democratic development presupposes glasnost . 1992:xi). 2000:61). Gorbachev dalam kaitan ini menulis. sebagai berikut. antara lain.

yang merasa semakin letih oleh kondisi-kondisi yang ada yakni tatanan yang semakin mengarah kepada otoritarian dan korup pada menjelang akhir periode Orde Baru.kratisasi (proses perubahan menuju tatanan lebih demokratis) dimulai dari sebagian kalangan elite dan kalangan muda. sebagaimana sebagian elite partai Komunis dan angkatan muda yang menginginkan perubahan. Para elite dan mahasiswa ini mengetahui perubahan-perubahan dan dinamika politik yang terjadi di dunia luar negeri seperti Gerakan People Power di Phillipina 1986 yang memaksa Presiden Marcos turun dari jabatan. dan . hancurnya Soviet Russia dan negara-negara komunis di Eropa Timur di penghujung dekade 1980-an. terutama para akademi. tokoh masyarakat dan mahasiswa. terutama melalui pemberitaan-pemberitaan media massa luar negeri. Sebagian kalangan elite dan para pemuda-mahasiswa di Indonesia yang mengetahui perkembangan-perkembangan dunia luar. sudah lama sebenarnya menyerap informasi mengenai dunia luar melalui media massa terutama siaran televisi dan siaran radio luar negeri serta penerbitan-penerbitan dari luar negeri. Kalau sebagian elite partai komunis dan para pemuda di Soviet Russia merasa semakin letih oleh tatanan totalitarian komunis yang semakin korup dan diskriminatif maka sebagian elite dan pemuda di Indonesia semakin letih oleh tatanan Orde Baru yang juga semakin otoritarian dan juga korup. mulai dan semakin tertarik dengan gagasan-gagasan perubahan (reformasi) terutama setelah pemilihan umum 1997 yang kemudian ternyata tidak memperoleh legitimasi dari rakyat.kenyataan bahwa proses-proses demo&not. Mereka ini.

NAFTA. yang merupakan sumber Kitab Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) kita. IMF. Ada nilainilai nasionalisme dan pluralisme hukum yang masuk sebelum kemerdekaan. sebagai alat dan sarana tujuan tertentu. rule of law. lalu GATT menyusul. Pemerintah saat itu pun melihat manfaat untuk mengkonsepsikan hukum dan pranata hukum. Bank Dunia muncul sebagai akibat Bretton Woods. termasuk peraturan prudensial. keadilan sosial. nondiskriminasi. federalisme. nasionalisme. Nilai yang mengalami globalisasi adalah hak asasi manusia.bantaian terhadap para aktivis yang menuntut perubahan di lapangan Tienanmen Cina 1989. Periode ini ditandai dengan adanya semacam kebutuhan akan suatu tatanan internasional yang lebih berperan dalam perekonomian. dan jaringan sosial. 2002:45-46). Friksi antara kapitalisme dan komunisme juga terjadi dalam masa ini. dimulai dari penyebaran nilai liberal dalam perekonomian sebagaimana tecermin dalam Napoleonic Code. dan WTO. pada saat yang sama sebenarnya sudah terjadi sejak 1945 mulai berkembang nilainilai lain yang menjadi dasar dari pemikiran hukum kontemporer (Globalisasi Ketiga) sebagai hasil sintesis Classical Legal Thought dengan The Social. yaitu ”pembangunan”. Penekanannya pada perombakan struktur/kelas sosial. Globalisasi Kedua berlangsung paling lama: sejak kemerdekaan sampai akhir Orde Baru. Globalisasi ini juga menghasilkan the European Commission. . Basel II. kebijakan dan neoformalisme menjadi lebih penting. dan aksi-aksi protes gerakan pro-demokrasi di Thailand terutama tahun 1992 (lihat. Dalam periode ini. Namun. termasuk cabang yudikatif. Hukum ditegakkan guna mencapai tujuan sosial tertentu. good corporate governance. Nilai individualisme diganti dengan nilai kepentingan bersama. Uhlin. misalnya. Tahun 1900 adalah awal Globalisasi Kedua. Sebagai koloni. Sedangkan masa setelah Orde Baru ditandai dengan masuknya aliran hukum ”Law and Development” sesuai dengan anutan elite hukum di Indonesia. serta konsep baru tentang regulasi pasar (the pragmatically regulated market). Globalisasi Pertama menurut Kennedy terjadi pada 18501914. Periode ini bertahan 68 tahun. periode ini menyaksikan munculnya konsep tentang perdagangan bebas dan gold standard. 1997:176-184. dan ekonomi pasar mulai ditinjau kembali.pem&not. yang juga dinamakan ”The Social”. Indonesia sendiri mengalami Globalisasi Pertama dalam statusnya sebagai koloni Hindia Belanda. pluralisme hukum terbentuk antara hukum Barat yang hidup berdampingan dan sistem hukum adat/lokal yang ada di Indonesia saat itu. konstitusionalisme. Penekanan dalam periode ini meliputi soal kebebasan dan kebendaan individu. otonomi daerah. Dalam sejarah republik kita. lokalisme. Pawito. Pemikiran hukumnya banyak bersumber dari FK von Sa vigny dan berhasil masuk ke Inggris serta Amerika dalam bentuk positivisme hukum (legal positivism). Dari sudut hukum ekonomi internasional. sosialisme/komunisme.

dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. o Saat itu. SEJARAH GLOBALISASI o Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. sejak politik pintu terbuka. benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia. Persia . o Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa . Venesia . Inggris . o Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang . o Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. o Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. India . perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Vietnam . Bila ditelusuri. Indonesia . Alhasil.1. Unilever dari Belanda . berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini. Laut Tengah . o Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika . Malaka . British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Spanyol . o Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. abjad. Portugis . Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat . . o Di samping membentuk jaringan dagang. o Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. sekat-sekat antarnegara pun mulai kabur. negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. o Implikasinya. dan Genoa . kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya . seperti komputer dan internet . pantai Afrika Timur . arsitek. o Pada saat itu. Cina . Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi . o Di Indonesia misalnya. nama-nama. para pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera ) maupun jalan laut untuk berdagang. o Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.

bisa berupa dominasi militer.Pada beberapa kalangan tertentu.Pasca Perang Dunia Kedua (1945). kemajuan sebuah bangsa juga berbanding lurus dengan menguatnya rasionalisasi. Hal itu terjadi lantaran “hukum alam” yang bekerja secara alamiah. yakni supremasi kebebasan dan otonomi individu. budaya. kita rasakan dengan menguatnya tuntutan partisipasi rakyat dalam negara. Dengan demikian modernisasi merupakan kecenderungan yang tak terelakan sebagaimana globalisasi. Kendati merupakan metode baku. Kekuatan globalisasi dalam konteks politik. tapi manifetasi imperialisme muncul dalam beragam bentuk. penjajahan baru. modernisasi adalah proses pembangunan kesempatan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan. globalisasi dan modernisasi dianggap adalah sebuah imperialism baru. imperialisme fisik (militer) berakhir. Imperialisme atau penjajahan ( isti’mariyah ) merupakan metode baku dari ideologi kapitalisme dalam menyebarkan pengaruhnya. Imperialisme adalah pemaksaan dominasi politik. GLOBALISASI ATAU MODERNISASI Tidak dapat dimungkiri bahwa globalisasi mengikutsertakan modernisasi. pada praktiknya hanya merupakan usaha negara-negara Barat untuk terus mengukuhkan dominasinya atas negara-negara bekas jajahan pasca Perang Dunia II itu. ekonomi. sehingga suka atau tidak. Ia hanya berubah wajah. politik. Demokrasi menjadi ucapan sakti yang senantiasa dimantrakan ketika berbicara tentang negara dan masyarakat. Melalui dominasi politik-ekonomi dengan jargon modernisasi. pada dasarnya modernisasi merupakan produk pergulatan masyarakat Barat dengan problem yang mereka hadapi. Kolonialisme atau penguasan wilayah oleh negara-negara Barat atas Dunia Islam pada abad 19 dan Abad 20 jelas merupakan bentuk imperialisme paling telanjang. hampir setengah abad berlalu semenjak . yakni pertumbuhan ekonomi antarnegara yang saling bergantung satu sama lain di dunia yang luas ini yang meliputi peningkatan jumlah dan jenis transaksi lintas batas baik dalam benda dan jasa. Dunia berharap bahwa setelah itu imperialisme tidak akan ada lagi. Ekonomi liberal juga menjadi rumus kunci dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat modern. Tapi dunia harus kecewa karena ternyata imperialisme jalan terus. pergerakan modal internasional yang bebas. dan ekonomi atas suatu negara untuk dieksploitasi. imperialisme terus berlangsung khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang baru merdeka dari penjajahan Barat.globalisasi.Terkait dengan itu. modernisasi merepresentasikan nilai-nilai budaya Barat. Hal ini bisa dilihat dari sistem politik modern yang lebih mencerminkan budaya Barat. dan semakin cepat daan luasnya perkembangan teknologi. yakni imperialisme militer berupa pendudukan yang disertai penghisapan kekayaan alam negeri muslim terjajah. sedikit banyak. militer. Kita harus mengakui bahwa modernisasi dilandasi oleh rasionalisasi.Dunia melihat. budaya maupun bentuk yang lain. pada tahun 1980-an. Begitupula sistem ekonominya. Widjojo Nitisastro juga mendefinisikan bahwa modernisasi mencangkup suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomis dan politis. Sejalan dengan itu. Jadi globalisasi. Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah pembangunan ( development ) ini. sebenarnya mengandung muatan westernisasi. misalnya.

sudah jelas sangat efektif. terbelakang dan terpinggirkan serta sekaligus tetap menjadi obyek eksploitasi negara maju.Berjalan seiring dengan perkembangan waktu dan hakikat manusia yang adalah makhluk social yang selalu saja membutuhkan makhluk lain. Pada tahun itu. Dunia berharap bahwa setelah itu imperialisme tidak akan ada lagi. Afrika. dan 87 % persenjataan dunia.Dunia melihat. bahkan kepercayaan yang sifatnya religi. dan Amerika Dari data yang kami dapat. kami hanya bisa menyimpulkan bahwa modernisasi muncul disaat manusia atau masyarakat dunia sudah dapat berpikir secara ilmiah tentang apa sebenarnya yang menjadi tuntutan dan kebutuhan mereka dalam hidup yang kemudian memaksa mereka untuk membuat beberapa teknologi untuk memudahkan proses kehidupan mereka. 70 % pupuk. Dari segi keefektifan. menguasai 81 % perdagangan dunia. imperialisme fisik (militer) berakhir. hanya dengan sebuah mesin kerja jadi beres. . Ia hanya berubah wajah. hampir setengah abad berlalu semenjak kemerdekaan dan proses modernisasi dilakukan yang diharap bisa menjadi pintu kemajuan bagi negara Dunia Ketiga. dan Amerika Kolonialisme atau penguasan wilayah oleh negara-negara Barat atas Dunia Islam pada abad 19 dan Abad 20 jelas merupakan bentuk imperialisme paling telanjang. yakni imperialisme militer berupa pendudukan yang disertai penghisapan kekayaan alam negeri muslim terjajah. terbukti upaya itu tidak membuahkan hasil. negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26 % dari penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78 % produksi. Afrika. Saat inilah juga dikenal dengan saat rasio berkuasa. imperialisme terus berlangsung khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang baru merdeka dari penjajahan Barat. terbelakang dan terpinggirkan serta sekaligus tetap menjadi obyek eksploitasi negara maju.Sejak revolusi industry kala mesin uap pertama kali ditemukan di Inggris. muncul kemudian kebutuhan-kebutuhan lain dalam hidup manusia yang seakan menjadi pekerjaan rumah bagi pikiran-pikiran ilmiah guna menciptakan teknologi baru yang tentu saja berguna untuk memudahkan. Yang ada adalah kenyataan bahwa Dunia Ketiga tetaplah menjadi negara miskin. Keringat manusia yang tadinya sangat mendominasi dalam dunia kerja mulai tergantikan dengan mesin-mesin yang bekerja menurut fungsinya masingmasing. 70 % pupuk. Yang ada adalah kenyataan bahwa Dunia Ketiga tetaplah menjadi negara miskin. menguasai 81 % perdagangan dunia. pada tahun 1980-an.kemerdekaan dan proses modernisasi dilakukan yang diharap bisa menjadi pintu kemajuan bagi negara Dunia Ketiga. Pada tahun itu. Melalui dominasi politik-ekonomi dengan jargon modernisasi. Tapi dunia harus kecewa karena ternyata imperialisme jalan terus. membuat apa yang sebelumnya mereka yakini adalah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. tanpa harus membayar buruh yang mahal dan banyak. kehidupan masyarakat dunia seakan mengalami perubahan yang pesat. negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26 % dari penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78 % produksi. dan 87 % persenjataan dunia. Sementara 74 % penduduk di Asia. Modernisasi yang lebih dikenal dengan istilah pembangunan ( development ) ini. terbukti upaya itu tidak membuahkan hasil. pada praktiknya hanya merupakan usaha negara-negara Barat untuk terus mengukuhkan dominasinya atas negara-negara bekas jajahan pasca Perang Dunia II itu. Sementara 74 % penduduk di Asia. pikiran mengalahkan segalanya.Pasca Perang Dunia Kedua (1945). Teknologi yang dibuat ini pun bersifat efektif dan efisien.

kita dapat berhubungan secara langsung dengan teman kita yang ada di Amerika. telepon genggam. suatu proses penduniaan segala sesuatu yang tak dapat kita tahan. tentu ketika pertama kali diciptakannya teknologi. Memikirkan teknologi seperti apa yang dapat menjadi jawaban terbaik akan masalah ini. Pembaruan pun terjadi di bidang telekomunikasi. Masalah yang kemudian tanpa disadari adalah awal dari globalisasi. kemudian ditemukan atau diikuti dengan beberapa penemuan lain di bidang informasi dan telekomunikasi. Produk yang sama sekali tak memiliki pengaruh negative untuk proses kehidupan kedepannya. sebuah alat komunikasi lintas wilayah dengan media elektronik yang sangat rumit proses interaksinya. media internet. Media yang betul-betul membuat setiap hal seakan tanpa batas. suatu proses dunia yang seakan tanpa dinding. Sangat rumit tentu jika dibandingkan dengan kehidupan sekarang ini. Media yang seakan menjawab tantangan globalisasi dan modernisasi kekinian. Jarak yang terpisah jauh dengan lingkungan yang belum terjamah secara maksimal dari segi transportasi mungkin adalah hal yang sangat menghalangi terjalinnya proses interaksi atarumat manusia. ketika pertama kali kita masyarakat internasional melek dan sadar akan pentingnya teknologi.Seperti halnya sebuah rencana dan niatan yang baik pada setiap awal langkah. Menyusul kemudian radio. seakan mereka ada didepan kita.Ditemukanlah kemudian telegram.mengefektifkan. seiring dengan berjalannya waktu.Teknologi yang dimaksud ini adalah sebuah produk dari modernisasi. televise.Selalu adanya pembaharuan disegala bidang yang sifatnya ilmiah adalah salah satu cirri dari modernisasi yang telah kami jabarkan di beberapa penjelasan sebelumnya. kebutuhan informasi.Teknologi yang tadinya diciptakan untuk mempermudah kerja . Bahkan yang ada hanyalah sebuah harapan yang sangat besar akan manfaat yang dibawa oleh hasil ciptaan manusia ini. Namun. Modernisasi kemudian menjadi jalan tol yang menopang masuk dan merebaknya globalisasi di dunia. sampai ke media yang paling dekat dengan kita sekarang. tentu tidak ada yang salah akan semua ini. dan mengefisiensikan segala pekerjaan. Globalisasi hanyalah suatu proses social dimana setiap hal seakan menjadi milik bersama yang bersifat internasional yang kemudian mewujudkan sebuah komunitas global atau masyarakat global yang kita kenal belakangan dengan istilah global village. Komunitas global seperti ini tentu tidak akan terwujud jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dalam hal ini teknologi. juga pemanfaatan teknologi yang merupakan karya luhur dan suci dari modernisasi. Kasus yang kemudian muncul adalah kasus pemanfaatan di segala bidang.Munculnya banyak teknologi yang memiliki tujuan utama untuk memudahkan hidup manusia dalam menjalani prosesnya dan merupakan produk utama dari modernisasi kemudian menjadi sarana utama yang kelompok kami sebut seperti jalan tol untuk globalisasi. Setelah ditemukannya telegram yang merupakan alat komunikasi pertama lintas wilayah yang berbasis elektronik. Dimana dengan menekan beberapa tombol saja di keypad handphone . ketamakan ternyata tak pernah lepas dari hati masyarakat internasional.Kebutuhan yang paling penting dan mendesak kemudian adalah kebutuhan akan berhubungan dengan makhluk lain. pikiran-pikiran ilmiah tadi kemudian mulai bekerja lagi. tanpa dinding.Dari tuntutan kehidupan ini. telepon.

Globalisasi adalah sebuah proses yang sarat akan kepentingan berbagai pihak yang bermain di dalamnya.Modernisasi adalah sebuah proses kehidupan social yang muncul ditandai dengan adnya perubahan tata kehidupan manusia yang berjalan seiringan dengan tuntuan hidupnya. guna menciptakan kemerataan dan kedailan yang baik desegala . Sebuah paham budaya yang membawa budaya barat ke daerah timur dengan proses globalisasi dan jika tidak diserap dengan baik tentu akan menjadi senjata yang sangat berbahaya bagi eksistensi kebudayaan local dan kekayaan bangsa.masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat yang membutuhkan pada khususnya berubah menjadi sebuah sarana yang sarat akan kepentingan berbagai pihak. Hal ini kemudian menjadi agenda illegal dari sebuah modernisasi. mengikis kearifan local kita masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat timur dunia pada khususnya. maka tentu akan merusak kebudayaan local kita. PENUTUP Globalisasi adalah sebuah fenomena social dari masyarakat internasional yang bertujuan untuk menghasilkan terwujudnya sebuah dunia yang tanpa batas. Teknologi ini kemudian dijadikan sebagi sebuah media untuk penyebaran hegemoni.Kita seakan diperbudak dengan fenomena global yang mengatakan bahwa kebudayaan barat adalah yang terbaik dan patut dijadikan teladan bagi masyarakat lain dengan kebudayaan yang masih terbelakang diseluruh penjuru dunia ini. Target utamanya adalah untuk membuat sebuah komunitas global yang memiliki homogenitas yang kemudian dapat dengan mudah digerakkan atau dikontrol. Kepentingan yang jika tidak kita saring dengan baik. unsure yang menjadi poin hegemoni kemudian adalah kepentingan-kepentingan orang barat.Globalisasi dan Modernisasi pada awal pembentukannya adalah sebuah niatan yang sangat baik.Ketimpangan akan modernisasi kemudian kita kenal dengan istilah Westernisasi . Teknologi ini adalah hasil nyata dari proses berpikir ilmiah masyarakat yang merupakan cirri utama dari suatu era modernisasi. Modernisasi kerapkali disandingkan dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang. sebuah agenda yang jelas sudah tidak betul lagi jalannya. Westernisasi tentu menyelamatkan batasan modernisasi untuk tetap di jalur yang baik. Jalur yang sebatas kemjuan teknologi yang kemudian menyebabkan perubahan bagi kehidupan manusia internasional ke jalan yang lebih baik karena desakan kehidupan yang lebih efektif dan efisien dan didukung oleh kesadaran untuk pemikiran ilmiahnya. Teknologi ini adalah sebuah produk dari modernisasi yang kemudian muncul akan kebutuhan hidup manusia untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan esensi efisiennya dan memproduksi setiap hal yang terbaik dnegan esensi efektifnya. Yang menjadi persoalan disini.Modernisasi yang membelok maksud dan tujuannya dari tujuan luhur sejak pertama diprakarsai kemudian kita kenal dengan istilah Westernisasi atau kebarat-barat -an. Globalisasi dan hegemoni kembali adalah sebuah hal yang tak bisa dipisahkan menurut Gramsci.

Globalisasi dan Modernisasi adalah suatu hal yang saling mendukung satu sama lain. itu simpulan menurut kami.Modernisasi adalah jalan tol bagi Globalisasi. .Sampai pada suatu titik dimana sekat antara modernisasi dan globalisasi seakan kabur. dapat kami simpulkan bahwa Globalisasi dan Modernisasi bukanlah suatu hal yang dapat diperbandingkan sehingga kemudian bermuara pada kesepakatan sama atau tidak sama. Modernisasi adalah sebuah sarana singkat yang kemudian menjadi seakan jalan tol bagi globalisasi. kedua hal ini pun berkembang menjadi sesuatu yang kemudian sart akan kepentingan berbagai pihak. Selama pembahasan kami diatas.bidang pada masyarakat dunia. Kepentingan berbagai pihak ini yang kemudian diyakini sebagai hal yang merusak esensi luhur dari globalisasi dan modernisasi. Seiring dengan berjalan dan berkembanganya umat manusia di dunia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful