P. 1
spek teknis

spek teknis

|Views: 2,954|Likes:
Published by irmakikissi

More info:

Published by: irmakikissi on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. PETUNJUK UMUM
  • B. ACUAN PENGENDALIAN SELURUH PEKERJAAN
  • E. URAIAN / PENJELASAN PEKERJAAN
  • I. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
  • II. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK
  • III. MEMBUAT SEROBONG KERJA
  • IV. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG AKAN DISAMBUNG
  • V.PENYEDIAAN AIR KERJA
  • VI.PENGGALIAN PONDASI & URUGAN
  • VII.PEMADATAN
  • VIII.PEMBUANGAN, MENDATANGKAN MATERIAL, DAN DRAINASE
  • IX.PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON
  • X.BEKISTING (ACUAN BETON)
  • XI.PEKERJAAN BESI BETON
  • XII. PEKERJAAN PANCANG (BORE PILE)
  • XIII.PEKERJAAN RAILING
  • XIV.PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING
  • XV.PEKERJAAN DINDING
  • XVI.PEKERJAAN LANTAI
  • XVII.PEKERJAAN KAYU KOSEN, PINTU & JENDELA
  • XVIII.PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
  • XIX.PEKERJAAN ATAP
  • XX.PEKERJAAN PLAFOND
  • XXI.PEKERJAAN PENGECATAN
  • XXIII.PEKERJAAN SANITAIR

BAB VI

SPESIFIKASI TEKNIS A. PETUNJUK UMUM (1) Sifat pekerjaan Dalam pelaksanaan proyek pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan secara keseluruhan, hal-hal yang memerlukan perhatian adalah Konstruksi bangunan, agar para pengguna gedung ini merasa aman dan nyaman. Tercakup dalam pengertian pekerjaan struktur disini, adalah meliputi pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan dan penyediaan tenaga kerja, material, alat-alat pelaksanaan, pekerjaan sementara dan segala sesuatu yang secara permanen atau temporer diperlukan dalam pembangunan, penyelesaian dan pemeliharaan,ditentukan dalam Kontrak.

(2)Syarat Umum Pelaksana Pekerjaan “Alat-alat Pelaksanaan”, berarti semua peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembangunan, penyelesaian ataupun pemeliharaan pekerjaan atau Pekerjaan Sementara, akan tetapi tidak termasuk material ataupun barang lainnya yang dipergunakan untuk membentuk pekerjaan atau sebagian dari pekerjaan tetap. Dalam Pelaksaan Pekerjaan Proyek Pembangunan GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan ini, Kontraktor wajib memiliki Peralatan dan Pekerja minimum sebagai berikut : a. Peralatan minimal yang digunakan : 1 (Satu) Alat Pengaduk bahan Beton yaitu Molen Alat-alat penunjang pekerjaan bidang beton maupun kayu ( Meteran, Bor, Ketam, Palu, Tang, Obeng, Siku, Linggis, Sendok Semen, Cangkul, Sekop, dll. ) b. Personil minimal yang digunakan : 2 (Dua) Orang berpendiikan STM (3) Pihak-pihak yang terkait dalam Pelaksaan Proyek adalah sebagai berikut : a. “Owner”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan sebagai Pemilik Proyek. ( Pemerintah Kota Balikpapan ) “Konsultan”, berarti Perusahaan / Badan atau perorangan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan perencanaan pada proyek ini, khususnya dalam hal ini adalah Perencanaan Konstruksi. “Engineer”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk melakukan Pengawasan atau menjadi Management Konstruksi untuk pekerjaan pembangunan proyek ini. 64

b.

c.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

d.

“Kontraktor”, berarti Perusahaan / Badan yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek untuk mengerjakan pembangunan proyek ini.

B. ACUAN PENGENDALIAN SELURUH PEKERJAAN (1) Seluruh pelaksanaan pembangunan proyek ini harus mengacu pada standard dan peraturan-peraturan sebagai berikut : Peraturan-peraturan standar setempat yang biasa dipakai. Peraturan Semen Portland Indonesia, 1972, NI-8. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah setempat. Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborongan Pekerjaan Umum (AV) No. 9, tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 1457. e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Perencana/M.K. f) Standar Normalisasi Jerman (DIN). g) American Society for Testing and Material (ASTM). Dan peraturan-peraturan lain yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia yang belum tercantum di atas, serta mendapat persetujuan Perencana dan Pengawas. (2) Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan menurut dokumen kontrak, instruksi-instruksi tertulis dari Perencana. (3) Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor pada setiap saat, kelalaian Perencana dalam pengontrolan / pengawasan terhadap kesalahan yang dilakukan Kontraktor. Kntraktor tetap bertanggung jawab untuk memperbaiki sampai dengan disetujui Perencana dengan seluruh biaya ditanggung Kontraktor. (4) Pekerjaan yang tidak memenuhi syarat-syarat peleksanaan (spesifikasi) atau gambar-gambar dan instruksi tertulis dari Perencana atau Pengawas harus diperbaiki dengan semua biaya yang diperlukan untuk ini menjadi tanggung jawab Kontraktor. (5) Semua bahan yang akan dipakai atau digunakan untuk proyek ini harus mendapat persetujuan dari Perencana. (6) Ukuran yang tertera dan terulis pada gambar dan spesifikasi ini adalah ukuran jadi, bukan ukuran bahan baku. (7) Apabila terdapat perbedaan antara gambar dengan spesifikasi ini maka, Kontraktor wajib melaporkannya dengan tertulis kepada Perencana untuk dibuatkan putusannya. Kontraktor tidak diperkenankan mengambil keputusan sendiri. a) b) c) d)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

65

C. SETTING OUT (1) Lokasi proyek ini telah disurvey/diukur oleh pihak Pemilik Proyek dengan hasil sebagaimana tertera dalam gambar Rencana yang diberikan kepada Kontraktor pada saat pemberian surat Perintah Kerja. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diwajibkan melakukan pengukuran ulang untuk mencocokkan areal proyek dengan apa yang tertera pada gambar rencana. Survey ulang tadi harus mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Posisi patok-patok dilapangan, jarak horisontal dan perbedaan tinggi antara tiap patok. b. Bangunan konstruksi-konstruksi lain, dan benda-benda yang berada dalam daerah proyek, bentuk denah tanah (land configuration), dan hal lain yang perlu. Kontraktor wajib memberi report tertulis tentang hasil survey ulang yang dilakukannya. Bila terjadi perbedaan-perbedaan, maka semua perbedaan tadi wajib dilaporkan kepada Engineer untuk menentukan langkah selanjutnya, sedang peng-koreksian gambar pengukuran harus dilakukan oleh kontraktor dengan diperiksa dan disetujui Engineer. Sebagai patokan dasar dari ketinggian lantai bangunan, maka peil Arsitektur lantai dasar ditentukan ketinggiannya adalah ± 0.00 cm dari tanah dasar. Posisi, ketinggian, dan letak bangunan harus sesuai dengan gambar rencana, dengan tidak ada bagian yang menyimpang dari posisi dan poros-poros bangunan. Kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran tersebut dan selalu harus berkonsultasi dengan Engineer untuk mendapatkan persetujuannya.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

66

D.

L I NGK UP P EK E RJ AAN

Bangunan-bangunan pada Proyek GEDUNG PERPUSTAKAAN Balikpapan meliputi : 1.GEDUNG MASA UTAMA 2.GEDUNG MASA PENERIMA 1 3.GEDUNG MASA PENERIMA 2 4.RUANG. POMPA, GENSET, GROUND TANK & TANKI AIR

Lingkup Pekerjaan secara keseluruhan : I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. XVI. XVII XIX. XX. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI PENGUKURAN & PEMASANGAN BOWPLANK MEMBUAT SEROBONG KERJA PEMBONGKARAN BANG. YG AKAN DISAMBUNG PENYEDIAAN AIR KERJA PENGGALIAN PONDASI / URUGAN PEMADATAN PEMBUANGAN , MENDATANGKAN MATERIAL & DRAINASE PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON PEKERJAAN BEKISTING PEKERJAAN BESI BETON PEKERJAAN TIANG PANCANG PEKERJAAN RAILING PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING PEKERJAAN DINDING PEKERJAAN KOSEN & PINTU PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG 67

XVIII. PEKERJAAN LANTAI

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

MEKANIKAL & ELEKTRIKAL XXV. XXII.DAN PENGUNCI XXI.. PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN PLAFOND XXIII.P E M E R I N T A H K O T A 68 . PEKERJAAN SANITARY D I N A S P E K E R J A A N UM U M . PEKERJAAN PENGECATAN XXIV..

MEMBUAT SEROBONG KERJA Untuk lebih memudahkan dalam proses pelaksanaan proyek ini hal yang perlu dipikirkan adalah penempatan material maupun kantor sementara untuk Pelaksana. agar tidak terjadi kesalahan bongkaran ruang yang akan direnovasi. Hak ini perlu agar bongkar muat material untuk pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan mudah dan sebisa mungkin tempat kerja sementara maupun tempat penyimpanan material tidak mengganggu aktifitas kerja kantor yang dibangun.. jaringan telepon dll. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK Setelah lokasi selesai di survey hal yang perlu dilakukan adalah mengadakan pengukuran lapangan dan pemasangan bowplank yang di sesuaikan dengan gambar rencana dari pihak Perencana. Sedangkan bila dijumpai instalasi-instalasi yang masih berfungsi seperti pipa air minum.P E M E R I N T A H K O T A 69 . (2) Bila dalam pekerjaan pembongkaran dijumpai pipa-pipa saluran yang sudah tidak dipergunakan lagi. U RAI AN / PE NJE L ASAN P E K E RJAAN I. II. pipa gas.PENYEDIAAN AIR KERJA Meliputi penyediaan Air untuk kebutuhan pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Balikpapan.. PEMBONGKARAN BANGUNAN YANG AKAN DISAMBUNG (1) Sebelum pekerjaan bongkaran dilaksanakan pelaksana harus benar-benar memperhatikan gambar rencana renovasi yang telah ada. maka pipa-pipa tadi sedapat mungkin dibongkar. dan Kontraktor wajib memberi laporan kepada pihak Perencana untuk dicarikan Penyelesaiannya. Kontraktor Tidak berhak merubah sendiri rencana tanpa persetujuan Perencana. dan yang paling penting mempercepat kerja IV. III. yang kesemua langkah ini harus sepengetahuan dan seijin Engineer. maka kontraktor wajib secepatnya melaporkan hal tersebut kepada Engineer dan pihak berwenang lainnya untuk mendapat petunjuk-petunjuk lebih lanjut dalam menanganinya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . dan bila tidak mungkin harus harus disumbat. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Sebelum pekerjaan Pembangunan Operation Room dilaksanakan. Bila terjadi kerusakan maka biaya reparasi ditanggung oleh pihak kontraktor. Bila ada ketidak sesuaian antara gambar dan lokasi. jaringan listrik.E . (3)Pelaksanaan pekerjaan pembongkaran tersebut haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang berada di ruang yang akan di reovasi tidak rusak. V. persiapanpersiapan yang perlu dilakukan adalah Penyediaan sarana tranportasi guna penunjang pelaksanaan pekerjaan proyek.

campuran tanah dengan koral atau batu yang agak besar (boulders). atau ditentukan lain oleh Engineer. bekas-bekas bangunan. Kontraktor harus memeriksa dengan teliti mengenai posisi bangunan untuk mengamankan patok-patok sumbu bangunan sebelum memulai pekerjaan pondasi khususnya penentuan patok-patok untuk galian pondasi. (2) Penggalian harus dilakukan dengan teliti sesuai gambar dan syarat-syarat yang sudah ditentukan. dan semua biaya untuk penurapan. dengan alat berat atau alat pemecah khusus lainnya.. (c) Penggalian pada Rock Penggalian pada rock adalah penggalian pada material yang tidak dapat digali tanpa melakukan peledakan (blasting) untuk memecah dan menghaluskan batuan tadi (rock foundation atau rock fragment). harus dilakukan dengan bantuan turap-turap kayu atau besi untuk menjaga kemungkinan longsornya dinding galian.VI. untuk dapat dilakukan penggalian dengan effisien.P E M E R I N T A H K O T A 70 . baik mengenai kedalaman atau pun dimensinya harus sesuai dengan gambar rencana yang disetujui Engineer. (4) Semua ukuran-ukuran dan dasar galian harus diselesaikan dengan teliti hingga mencapai ukuran-ukuran. upah. semua jenis penggalian adalah termasuk type (a).PENGGALIAN PONDASI & URUGAN PENGGALIAN PONDASI Sebelum Pekerjaan galian dilakukan. ketinggian-ketinggian. lanau. Khusus untuk proyek ini. seluruh areal yang akan dipakai untuk tempat kerja harus dibersihkan dari pohon. dan benda-benda yang tidak diperlukan sebelum memulai pekerjaan. (1) Semua penggalian pondasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Penggalian biasa Penggalian biasa adalah penggalian pada jenis-jenis tanah seperti tanah liat. pompa dll. (b) Penggalian pada Weathered Rock (batuan pelapukan) Penggalian pada weathered rock adalah penggalian pada semua material yang memerlukan penghancuran terlebih dahulu. pasir. dan kemiringankemiringan yang direncanakan.. tetapi bukan tipe rock atau weathered rock. semak. Harga satuan untuk penggalian jenis ini harus sudah termasuk semua material. (3) Penggalian pada kedalaman dibawah muka air tanah. tanggul kayu. Lubang galian harus digali dengan kemiringan yang seperlunya untuk keperluan stabilitas lereng galian. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .

bila dianggap perlu harus diperiksa oleh Engineer. maka terhadap dasar galian pondasi ataupun dinding galian pondasi harus dilakukan langkah perbaikan dengan lapisan gravel seperti tersebut di atas atau memperbesar dimensinya. bekisting. Kecuali ditentukan lain oleh Engineer. Material untuk urugan kembali bekas galian pondasi harus bermutu baik untuk bahan urugan. dan urugan kembali. dengan pemadatan minimumnya mencapai nilai 90 % standart proctor.. urugan kembali dari galian pondasi baru dapat dimulai paling cepat 48 jam setelah pembongkaran bekisting beton pondasi selesai dilakukan. Kontraktor harus memperhatikan secara benar peil rencana urugan sesuai dengan gambar rencana. dengan beban biaya Kontraktor sendiri. yang harus menyetujui seluruh bahan pengisi lebih dahulu sebelum digunakan. yang didapat dari bekas galian itu sendiri ataupun mendatangkan dari tempat lain yang kesemuanya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Engineer. dapat mempengaruhi jumlah nilai pekerjaan untuk pekerjaan-pekerjaan galian. beton. (8) Bila Kontraktor melakukan penggalian pondasi melebihi kedalaman rencana atau ukuran lebar yang melebihi ukuran rencana.. (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Urugan harus dilakukan dengan lapis demi lapis yang dipadatkan dengan baik.(5) Permukaan dasar galian pondasi harus bersih dan bebas dari materialmaterial yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam mendukung beban yang direncanakan. (7) Bila kondisi tanah pada kedalaman rencana ternyata tidak baik dari segi daya dukung tanah. Pemadatan harus dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis yang disetujui Engineer. Kondisi dari dasar galian ini. URUGAN (1) Seluruh pengurugan dan pemadatan harus dibawah pengawasan Engineer. Engineer juga akan mempersiapkan macam-macam test yang diperlukan sesuai standart ASTM dibawah pengawasan seorang ahli atau laboratorium Mekanika Tanah yang ditunjuk. dan tebal lapisan maximum 30 cm.P E M E R I N T A H K O T A 71 . tetap didasarkan pada harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam Bill of Quantities. Engineer dapat memerintahkan penggalian diteruskan atau memperbaiki kondisi tanah tadi dengan batu pecah atau lapisan koral tebal 15 cm yang dipadatkan dengan baik. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pengurugan tanpa seijin dari Engineer. (6) Semua perubahan volume dalam pekerjaan penggalian pondasi yang diakibatkan modifikasi rencana pondasi.

harus diratakan dengan mengaturnya secara baik sekitar pondasi. Cone penetrometer Pengambilan sampel pada setiap jarak 10 (sepuluh) meter dengan jumlah minimal 2 (dua) buah. DAN DRAINASE (1) Material yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai bahan urugan. Kontraktor diwajibkan membuat saluran darurat selama pelaksanaan pekerjaan untuk mengalirkan air dari lokasi proyek dengan tidak mengganggu lingkungannya setempat. harus segera dibuang ke luar sesuai pengarahan Engineer. Kelebihan material bekas galian setelah pengurugan kembali. sesuai gambar rencana ataupun sebagaimana diinstruksikan oleh Engineer.. MENDATANGKAN MATERIAL. (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .VII. Speedy moisture test b.PEMADATAN (1) Untuk mendapatkan hasil pemadatan sebesar 90 % Standart Proctor maka perlu disediakan alat-alat percobaan : a.P E M E R I N T A H K O T A 72 .. Sedangkan kelebihan material yang didatangkan untuk urugan kembali harus dikeluarkan dari daerah tersebut atas biaya Kontraktor sendiri.PEMBUANGAN. VIII.

dan segala sesuatunya harus mengikuti ketentuan SK-SNI T-15-1991-03... terkecuali bila dinyatakan atau diinstruksikan lain oleh Engineer. Bila terdapat hal-hal yang tidak tercakup dalam Peraturan tadi. Kontraktor harus menyediakan tempat/gudang penyimpanan semen pada tempat-tempat yang baik sehingga semen-semen tersebut senantiasa terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang merusak. yang menunjukkan bahwa produk tadi telah memenuhi sesuatu test standard yang lazim digunakan untuk material itu. Kontraktor harus menunjukkan sertifikat dari produsen untuk setiap pengiriman semen. semen yang digunakan adalah semen Type I sesuai ASTM C 150. Adapun ketentuan-ketentuan tadi adalah sebagai berikut : ASTM C 150 Portland Cement ASTM C 33 Concrete Agregates ASTM C 494 Chemical Admixtures for Concrete ASTM A 615 Deformad and Plain Reinforcing Bars for Concrete Reinforcement ASTM A 185 Welded Steel Wire Fabric for Concrete Reinforcement Pasal 2 SEMEN (1) Kecuali ditentukan lain oleh Engineer. Pengeluaran semen harus diatur secara kronologis sesuai dengan (2) (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Semen yang digunakan harus merupakan produk dari satu pabrik yang telah mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. Semen dalam kantung-kantung semen tidak boleh ditumpuk lebih tinggi dari dua meter.IX. Engineer berhak untuk memeriksa semen yang disimpan dalam gudang pada setiap waktu sebelum dipergunakan dan dapat menyatakan untuk menerima atau tidak semen-semen tersebut. Tiap-tiap penerimaan semen harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dibedakan dengan penerimaan-penerimaan sebelumnya. terutama sekali lantai tempat penyimpanan tadi harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah.P E M E R I N T A H K O T A 73 . maka ketentuanketentuan berikut ini dapat dipakai dengan terlebih dahulu memberitahukan dan memintakan ijin dari Engineer.PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON Pasal 1 STANDARDS Semua ketentuan baik mengenai material maupun metode pemasangan dan juga pelaksanaan pekerjaan beton harus mengikuti semua ketentuan dalam SK-SNI T15-1991-03.

Kantung-kantung semen yang kosong harus segera dikeluarkan dari lapangan. yang mengawasi gudang-gudang semen dan mengadakan catatan-catatan yang cocok dari penerimaan dan pemakaian semen seluruhnya. bahan pencuci agregat. sumber air yang berlumpur. Kontraktor tidak diperkenankan menggunakan air dari rawa.. yaitu jumlah semen yang digunakan selama hari itu ditiap bagian kerja. Sedikitnya harus ada jarak vertikal 0. dan juga dari waktu pengerasannya. Pasal 4 AGREGAT HALUS (PASIR) (2) (3) (1) Di dalam spesifikasi ini dipakai bermacam-macam jenis untuk pekerjaan bangunan yang ditetapkan sebagai berikut : a. alkali. bahan organis. silt (lanau). Pasir paduan:Paduan pasir buatan dan pasir alam dengan perbandingan campuran sehingga dicapai gradasi (susunan butiran) yang dikehendaki.5 % atau 15 gr/lt. c. Pasir alam:Pasir yang disediakan oleh kontraktor dari sungai atau pasir alam yang didapat dari persetujuan Engineer. Pemborong diwajibkan mencari sumber lain yang lebih baik dan dapat diterima dan disetujui Engineer.. sedangkan kadar chloor maximum 1. dan hasilnya menunjukkan indikasi ketidakpastian dalam mutu beton walaupun telah digunakan semen yang sama telah disetujui. Kadar Silt (lanau) yang terkandung dalam air tidak boleh lebih dari 2 % dalam perbandingan beratnya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . harus air tawar yang bersih dari bahan-bahan yang berbahaya bagi penggunaannya seperti minyak. Pasir buatan:Pasir yang dihasilkan dari mesin pemecah batu. Dallam keadaan ditolak ini.5 meter dari permukaan atas air kesisi tempat pengambilan tadi. dan untuk curing beton. Kadar sulfat maximum yang diperkenankan adalah 0. garam. (6) Kontraktor harus mengambil pengelola gudang yang cakap.P E M E R I N T A H K O T A 74 . adukan pemasangan dan grouting. Tempat pengambilan harus dapat menjaga kemungkinan terbawanya material-material yang tidak diinginkan tadi. Pasal 3 AIR UNTUK ADUKAN (1) Air yang digunakan untuk bahan adukan beton.5 % atau 5 gr/lt. sulfat.penerimaan. Tindasan dari catatan-catatan harus disediakan untuk Engineer bila dikehendaki. Apabila diadakan perbandingan test beton antara beton yang diaduk dengan aquadest dibandingkan dengan beton yang diaduk menggunakan air dari suatu sumber. Test tadi dapat dibandingkan dari mutu kekuatan. maka air dari sumber tadi tidak dapat dipakai bila hasil perbandingan test tadi menunjukkan harga-harga yang berbeda lebih kecil dari 10 persen. b.

Dalam membuat adukan baik untuk beton. dan tidak terselaput material lain. dan kontraktor harus bertanggung jawab untuk kualitas satu demi satu dari bahan sejenis yang dipakai dalam pekerjaan. pasir hasil pemecahan batu dapat pula digunakan untuk mencampur agar didapat gradasi pasir yang baik. Koral yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil. Pasir yang ditolak oleh Engineer. pasir tidak dapat digunakan sebelum mendapat persetujuan Engineer mengenai mutu dan jumlahnya. Jika pasir alam didapat dari sumber-sumber yang tidak dimiliki atau tidak dikuasai Kontraktor.5 atau bila diselidiki dengan saringan standart harus sesuai dengan SK-SNI T-151991-03 dan material yang halus yaitu yang lebih kecil dari 5 mm harus disingkirkan. (3) (4) Pasir untuk beton. Dalam penggunaannya koral harus dicuci terlebih dahulu dan diayak agar didapat gradasi sesuai yang dikehendaki. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Kontraktor harus mengadakan persetujuan yang perlu dengan pemiliknya dan harus membayar semua sewa atau lain-lain biaya yang bersangkutan dengan hal tersebut.P E M E R I N T A H K O T A 75 .. Berat subtansi yang merusak tidak boleh lebih dari 5 %. Sebagaimana juga pada pasir. batu pecah. (5) (6) (7) Pasal 5 AGREGAT KASAR (KORAL) (1) Agregat kasar untuk beton dapat berupa koral dari alam.(2) Semua pasir alam yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembangunan harus disediakan oleh Kontraktor dan dapat diperoleh dari sungai atau tempat lain sumber alam yang disetujui. atau campuran dari keduanya. koral keras. Pasir beton harus mempunyai modulus kehalusan butir sesuai dengan persyaratan pada SK-SNI T-15-1991-03. dan harus terdiri dari butiran yang keras. padat. Pasir harus bersih dan bebas dari gumpalan-gumpalan tanah liat. plesteran ataupun grouting. tidak porous. tidak terselaput oleh material lain. Persetujuan untuk sumber-sumber pasir alam tidak dimaksudkan sebagai persetujuan keseluruhan untuk semua bahan yang diambil dari alam tersebut. harus segera disingkirkan dari lapangan kerja. Pasir yang dipakai harus mempunyai kadar air yang merata dan stabil. Koral yang sudah tersedia tidak dapat langsung digunakan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer baik mengenai mutu ataupun jumlahnya. bahan-bahan organik dan kotoran-kotoran lainnya yang merusak.. alkali. adukan dan grouting harus merupakan pasir alam. padat. mempunyai modulus kehalusan butir antara 6 sampai 7.

dan admixtures ini harus merupakan bagian yang integral dari adukan beton yang dibuat. terlindung. mempunyai ventilasi baik. (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . sedangkan untuk diameter yang lebih kecil digunakan mutu U-24 (tegangan leleh karakteristik = 2400 kg/cm2). Semua baja tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : . lapisan lemak/minyak. Sedangkan panjang setiap benda uji adalah 100 cm.. bebas pengaruh cuaca.(3) Kontraktor diwajibkan memperhatikan pengaturan komposisi material untuk adukan.Untuk mutu U-39 harus digunakan profil baja tulangan deformed (deformed-bar). Pasal 7 BAJA TULANGAN Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 dengan mutu U-39 (tegangan leleh karakteristik = 3900 kg/cm2) untuk diameter lebih besar dari 12 mm.Bebas dari kotoran-kotoran. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Segera setelah tiba dilapangan. agar dapat dicapai mutu beton yang direncanakan. Semen harus dikirim ke lapangan dalam jumlah yang harus mendapat ijin dari Engineer terlebih dahulu.P E M E R I N T A H K O T A 76 . baik workability-nya. dan tidak bercacat seperti retak dll. memberikan kepadatan maximum. semen harus disimpan dalam tempat penyimpanan yang kering. Batang percobaan diambil dengan disaksikan Engineer sejumlah minimum 3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis baik mutu maupun pengiriman massal atau bilamana terjadi keraguan terhadap mutu baja yang dikirim ke proyek. Pasal 8 TRANSPORTASI DAN PENIMBUNAN MATERIAL (1) (2) (3) (1) Pengangkutan semen harus diusahakan sedemikian rupa sehingga terlindung dari lembab dan sinar matahari.. Kontraktor harus mengadakan pengujian mutu beton baja yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk dari Engineer. Semua kelengkapan dari tempat penyimpanan harus mendapat persetujuan Engineer dan memungkinkan dilakukannya pemeriksaan dengan mudah. Lantai tempat penimbunan sedikitnya harus berada 50 cm diatas tanah. baik dengan menimbang ataupun volume. . karat. dan memberikan kondisi watercement ratio yang minimum. Pasal 6 BAHAN PENCAMPUR (ADMIXTURES) (1) Penggunaan bahan admixture harus dengan harus dengan ijin tertulis dari Engineer. dengan memperhatikan kemajuan pekerjaan beton.

metode pengecoran. Kekuatan dari beton yang disyaratkan harus dibuktikan dengan mengambil kubus test untuk ditest di laboratorium. dan menggunakan peralatan. Baja tulangan harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dihindarinya baja tulangan mengenai tanah. Semen yang sudah rusak atau terkena lembab harus dengan segera disingkirkan dari lapangan. Test yang diadakan harus dilakukan dengan diawasi Engineer. harus disingkirkan dan diganti dengan material yang lebih baik atas biaya kontraktor. Semen dalam kantung-kantung harus ditumpuk dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 13 kantung untuk periode sampai dengan 30 hari. Agregat yang berbeda harus disimpan secara mempertimbangkan kemungkinan terkena kotoran.. metode yang sesuai dengan kondisi yang akan dipakai nantinya dalam pelaksanaan pekerjaan. Batang baja dengan mutu dan ukuran yang berbeda harus disimpan secara terpisah dan diberi label tentang mutunya dari test pabrik. Pasal 9 PERBANDINGAN ADUKAN (6) (1) Kontraktor harus bertanggung jawab atas mutu adukan beton yang di buatnya.. metode pengadukan yang dipakai. bahan. Bila baja tulangan telah mengalami kemunduran dalam mutu akibat dari karat ataupun hal-hal lain akibat transportasi atau penyimpanan. harus turut diberitahukan kepada Engineer. Semen harus secepatnya digunakan segera setelah tiba dilapangan dan pengambilannya dari tempat penyimpanannya harus berurutan hingga dapat dihindari tersimpannya semen secara lama. Tidak satupun komposisi adukan beton yang dapat digunakan (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .(3) Semen dengan type dan asal yang berbeda harus disimpan pada tempat yang berbeda pula. maka baja tadi tidak dapat digunakan. yang kesemuanya harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-151991-03. komposisi adukan. Adukan percobaan harus dimodifikasi dan diulangi sampai pihak Engineer puas dengan kenyataan bahwa material dan prosedur yang digunakan akan menghasilkan beton dangan kekuatan dan kondisi sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Setelah itu kontraktor harus mengadakan trial test (percobaan pendahuluan). kontraktor mengajukan usulan komposisi adukan yang akan digunakannya pada Engineer. dengan membuat suatu percobaan adukan yang hasilnya dapat diketahui sebelum pelaksanaan pekerjaan pengecoran. terpisah dengan (4) (5) Agregat yang telah tercemar ataupun berubah gradasinya akibat transportasi. Asal usul dan gradasi dari agregat.P E M E R I N T A H K O T A 77 . Sedikitnya 8 minggu sebelum dimulainya pekerjaan pengecoran beton. atau tinggi tumpukan maximumnya 7 untuk periode-periode yang lebih panjang. dan harus merencanakan perbandingan adukan agar didapatkan hasil sesuai yang diminta dalam spesifikasi.

Benda uji yang dipergunakan harus berupa kubus 15 x 15 x 15 cm3. Kontraktor harus menyiapkan segalanya agar semua proses pengawasan dan pengambilan sample dapat diawasi Engineer dengan mudah dan dapat diawasi dengan baik dan mudah didekati selama periode proyek. kedap air. Kontraktor harus mendapat ijin lebih dahulu dari Engineer. sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Evaluasi dari kualitas beton akan dilakukan oleh Engineer untuk dapat dinyatakan suatu pekerjaan beton mutunya dapat memenuhi Spesifikasi. Pengambilan sample harus sesuai dan mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03..dalam pekerjaan sebelum mendapat persetujuan dari Engineer. harus diterapkan agar tercapai hal-hal sebagai berikut : i) Kekuatan beton rencana yaitu beton K-225. selain mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-199103. dimana cetakan untuk benda uji ini harus terbuat dari besi sehingga bisa didapat benda uji yang sempurna.P E M E R I N T A H K O T A 78 . Segala test kubus yang harus dilakukan dilapangan harus tetap dijalankan. iii) Pengaruh kembang susut yang kecil. (4) Komposisi adukan dapat diubah dalam periode pelaksanaan pekerjaan oleh Engineer dengan berdasar pada hasil test pada agregat dan test beton yang sudah selesai dikerjakan. Dalam hal ini Kontraktor tetap bertanggung jawab penuh bahwa adukan yang disupply benar-benar memenuhi syarat-syarat dalam spesifikasi ini serta menjamin homogenitas dan kualitas yang kontinu pada setiap pengiriman. dan Engineer akan menolak supply beton ready mix bilamana diragukan kualitasnya. dan juga untuk menolak pekerjaan beton yang sudah dilakukan. Pada penggunaan adukan beton “ready mix”. dan tahan terhadap pengaruh cuaca dan lingkungan. Penggunaan material dan komposisi adukan yang konsisten. Tentang jumlah dan waktu pelaksanaan pengambilan kubus test. Untuk selanjutnya komposisi adukan beton yang digunakan harus berdasar pada hasil adukan percobaan yang telah disetujui. juga harus dilakukan bilamana ditentukan oleh Engineer demi (5) (6) (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Semua resiko dan biaya sebagai akibat dari hal tersebut di atas. Kesemua test ini harus mengikuti ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03. Pengujian beton yang dilakukan adalah meliputi test kekuatan (crushing test) dan slump test. Pasal 10 TESTING (1) Testing mutu beton harus dilakukan Kontraktor dengan diawasi Engineer. ii) Beton yang padat. dan termasuk menentukan perlu atau tidaknya merubah komposisi adukan beton.. dengan terlebih dahulu mengajukan calon nama dan alamat supplier untuk beton ready mix tadi.

(5) (6) (7) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . d. c. pemeriksaan. Toleransi dalam kekentalan adukan harus dalam batas-batas sebagai berikut : 10 mm untuk nilai Slump yang ditentukan kurang dari 80 mm 5 mm untuk nilai Slump yang ditentukan 80 mm atau lebih Nilai Slump yang disebutkan dalam 10. Perlu diperhatikan bahwa semua prosedur dan ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03 harus tetap diikuti. Semua biaya pengambilan sample. (4) Slump test harus dilakukan pada setiap akan memulai pekerjaan pengecoran.. dan diukur dapat berdasarkan berat atau volume. Non-destructive testing. Bila ternyata hasil test kubus beton menunjukkan tidak tercapainya mutu yang disyaratkan. Memperlama proses penjagaan dalam masa pengerasan beton. kecuali air yang dapat dimasukkan sebagian lebih dahulu. dan ternyata mutu beton memang tetap tidak dapat memenuhi Spesifikasi. sehingga dapat dihasilkan mutu adukan yang homogen. dan pekerjaan pembuatan kembali konstruksi beton yang dibongkar tadi. Test-test lain yang dianggap relevan dengan masalahnya. maka Engineer berhak untuk memerintahkan hal-hal sebagai berikut : a. memelihara dan menggunakan alat pengaduk mekanis (beton mollen) yang harus selalu berada dalam kondisi baik. Jumlah tiap bagian dari komposisi adukan beton harus diukur dengan teliti sebelum dimasukkan ke dalam alat pengaduk. Semua hasil pemeriksaan kubus (crushing test) harus sesegera mungkin disampaikan kepada Engineer. pembongkaran. Apabila setelah dilakukan langkah-langkah sebagaimana disebutkan diatas. Adukan beton yang dihasilkan dari proses pengadukan tadi harus mempunyai komposisi dan kekentalan yang merata untuk keseluruhannya. Engineer berhak untuk memerintahkan memperpanjang proses pengadukan bila ternyata hasil adukan yang ada gagal menunjukkan beton yang homogen seluruhnya. b.2 m3 dengan waktu tidak kurang dari 1 ½ menit setelah semua bahan adukan beton dimasukkan dengan segera. e. sepenuhnya menjadi beban kontraktor. dan dilakukan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Pasal 11 PENGADUKAN (1) Kontraktor harus menyediakan.. Mengganti komposisi adukan untuk pekerjaan yang tersisa. dan kekentalannya tidak merata.P E M E R I N T A H K O T A 79 . maka Engineer berhak memerintahkan pembongkaran beton yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tadi sesegera mungkin.(4) harus dicapai dalam pelaksanaan sesungguhnya di pelaksanaan pengecoran. Pengadukan beton harus dilakukan dengan alat pengaduk yang mempunyai kapasitas minimum 0.pertimbangan kondisi pelaksanaan. Core drilling. pekerjaan perbaikan.

sirip pengaduk dll. Maximum kecepatan pengadukan.(3) Air untuk pencampur adukan beton dapat diberikan sebelum dan sewaktu pengadukan dengan kemungkinan penambahan sedikit air pada waktu proses pengeluaraan dari adukan yang dapat dilakukan berangsur-angsur. Alat pengaduk (beton molen) harus benar-benar kosong dan bersih sebelum diisi bahan-bahan untuk mengaduk beton. Pada proses pengadukan ini. Mesin pengaduk yang menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Pada saat memulai adukan yang pertama pada suatu pengecoran dengan beton mollen yang sudah bersih. serta tidak diperkenankan melakukan pengadukan dengan cara ini untuk suatu jumlah yang lebih dari ½ m3 diaduk sekaligus.P E M E R I N T A H K O T A 80 . Juga lama pengadukan dengan kondisi pertama ini harus dilakukan dengan sedikitnya satu menit lebih lama dari waktu pengadukan normal. atau pada mixing plants. c.. dan harus segera dicuci bersih setelah selesai mengaduk pada suatu pengecoran. Alat pengaduk tidak boleh digunakan untuk mengaduk adukan dengan volume yang melebihi kapasitasnya. pengadukan yang pertama harus mengandung koral dengan jumlah perbandingan separuh dari jumlah perbandingan normalnya untuk menjaga adanya material halus dan semen yang tertinggal melekat pada bagian dalam beton mollen. Pasal 12 TRANSPORTASI Adukan beton dari tempat pengaduk harus secepatnya diangkut ketempat pengecoran dengan cara yang sepraktis mungkin yang metodenya harus (4) (5) (6) (1) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tidak dapat dibenarkan. untuk kemudian air pencampurnya disemprotkan dengan selang air. Pengadukan dengan manual (hand mixing) ini harus dilakukan pada suatu platform yang mempunyai tepi-tepi penghalang. Minimum dan maximum kecepatan pengadukan dengan disertai datadata tentang ruang pengaduk. b. Kontraktor harus menyediakan sarana agar proses pengadukan dapat diawasi dengan baik dari tempat yang tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan pengadukan. harus segera diperbaiki atau diganti dengan yang baik lainnya. Alat pengaduk yang digunakan harus menunjukkan dengan jelas data-data dari pabriknya yang menunjukkan : a. Dalam pengadukan kembali ini kekentalannya dapat dinaikkan dengan 10 persen. Penambahan air yang berlebihan yang dimaksudkan untuk menjaga kekentalan yang disyaratkan. dan setelah itu dilakukan pengadukan kembali dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan sampai didapat suatu adukan yang benar-benar merata.. Pengadukan adukan dengan cara manual tidak diperkenankan. terkecuali untuk suatu jumlah yang kecil sekali dan hal inipun diperkenankan setelah mendapat persetujuan dari Engineer. bahan-bahan yang akan diaduk harus diaduk dulu secara kering dengan sedikitnya 3 (tiga) kali pengadukan. kecuali diinstruksikan Engineer. Pada alat pengaduk yang ditempatkan secara sentral. Gross volume dari ruang pengaduk.

(4) Pasal 13 PENGECORAN (1) Sebelum adukan beton dituangkan pada acuannya. dan pelaksana ini harus hadir. Pada tiap pengecoran. maka pekerjaan yang dapat dilakukan hanyalah pekerjaan dalam atau terhadap bekisting sampai selesainya pengecoran beton pada daerah yang telah disetujui. kondisi permukaan dalam dari bekisting atau tempat beton dicorkan harus benar-benar bersih dari segala macam kotoran. dan juga keadaan pembesian selesai diperiksa dan disetujui oleh Engineer. dan bertanggung jawab atas pekerjaan pengecoran. Setelah diperiksa dan disetujui Engineer. Adukan beton harus sampai ditempat dituangkan dengan kondisi benarbenar merata (homogen). kondisi permukaan beton yang berbatasan dengandaerah yang akan dicor. (2) Alat-alat yang digunakan untuk mengangkut adukan beton harus terbuat dari metal. Adukan yang diangkut harus segera dituangkan pada formwork (bekisting) yang sedekat mungkin dengan tujuan akhirnya untuk menjaga pengangkutan lebih lanjut. mengawasi.P E M E R I N T A H K O T A 81 . Methode yang dipakai harus menjaga jangan sampai terjadi pemisahan bahan-bahan campuran beton (segregation). Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum kondisi bekisting. Juga air tergenang pada acuan beton atau pada tempat beton akan dicorkan harus segera dihilangkan. tempat beton dicor. harus tidak melewati batas-batas toleransi yang ditentukan pada pasal 10. harus dicegah dengan mengadakan drainage yang baik atau dengan metode lain yang disetujui Engineer. Semua bekas-bekas beton yang tercecer pada baja tulangan dan bagian dalam bekisting harus dengan segera dibersihkan.. dan harus dapat menjaga tidak timbulnya hal-hal negatif yang diakibatkan naiknya temperatur ataupun berubahnya kadar air pada adukan.mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. yang jumlahnya harus mencukupi untuk menangani pekerjaan pengecoran yang dilakukan. Sedang semua pekerjaan pengecoran harus dilakukan oleh tenaga-tenaga pekerja yang terlatih. untuk mencegah jangan sampai beton yang baru dicor menjadi terkikis pada saat atau setelah proses pengecoran. Aliran air yang dapat mengalir ketempat beton dicor. Kontraktor diwajibkan menempatkan seorang tenaga pelaksananya yang berpengalaman baik dalam pekerjaan beton. (3) (2) (3) (4) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . kehilangan unsur-unsur betonnya. terkecuali dengan seijin Engineer. serta pula penuangan adukan tidak boleh dengan menjatuh bebaskan adukan dengan tinggi jetuh lebih dari satu meter. permukaannya halus dan kedap air. Slump test yang dilakukan untuk sample yang diambil pada saat adukan dituangkan ke bekisting..

gelembung udara. atau dalam keadaan hujan. Juga air yang mungkin mengganggu beton yang sudah dicorkan harus ditanggulangi sampai suatu batas waktu yang disetujui Engineer terhitung mulai pengecorannya. pekerjaan harus ditangguhkan sampai suatu keadaan dimana beton sudah dinyatakan mulai mengeras yang ditentukan oleh pihak Engineer. Beton yang baru selesai dicor. dan memadatkan adukan beton dengan suatu kecepatan yang sama dan menerus. Perlindungan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal ini harus mendapat persetujuan Engineer. Tidak sekalipun diperkenankan melakukan pengecoran beton dalam kondisi cuaca yang tidak baik untuk proses pengerasan beton tanpa suatu upaya perlindungan terhadap adukan beton. Dan segala langkah perlindungan harus segera dilakukan terhadap beton yang baru dicor. Kontraktor harus mengatur kecepatan kerja dalam menyalurkan adukan beton agar didapat suatu rangkaian kecepatan baik mengangkut. dan adukan tadi harus benarbenar memenuhi ruang yang dicor dan menyelimuti seluruh benda yang seharusnya tertanam dalam beton. hal ini bisa dalam terjadi baik dalam keadaan cuaca yang panas sekali.(5) Tidak diperkenankan melakukan pengecoran untuk suatu bagian dari pekerjaan beton yang bersifat permanen tanpa dihadiri Engineer atau wakil dari Engineer (inspector).P E M E R I N T A H K O T A 82 . Dalam hal terjadi kerusakan alat pada saat pengecoran. harus segera dibuang. Seluruh pekerjaan pengecoran beton harus diselesaikan segera sebelum adukan betonnya mulai mengeras. meratakan. Mengencerkan adukan beton yang sudah diangkut sama sekali tidak diperkenankan. Kontraktor harus segera memadatkan adukan yang sudah dicorkan sampai suatu batas tertentu dengan kemiringan yang merata dan stabil saat beton masih dalam keadaan plastis.. Bila terjadi penyetopan pekerjaan pengecoran yang lebih lama dari satu jam. Pasal 14 PEMADATAN DAN ADUKAN BETON (6) (7) (8) (9) (10) (1) Adukan beton harus dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang maximum sehingga didapat beton yang terhindar dari rongga-rongga yang timbul antara celah-celah koral. Selama proses pengecoran. Adukan beton yang sudah terlanjur agak mengeras tapi belum dicorkan. atau dalam hal pelaksanaan suatu pengecoran tidak dapat dilaksanakan dengan menerus. sebelum nantinya dituangkan adukan yang masih baru. adukan beton D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bidang pengakhiran ini harus dalam keadaan bersih dan harus dijaga agar berada dalam keadaan lembab sebagaimana juga pada kondisi untuk construction joint. harus dilindungi terhadap rusak atau terganggu akibat sinar matahari ataupun hujan. dimulai saat-saat beton belum mengeras..

maka batas tadi harus diperlakukan seperti construction joints.. Langkah-langkah perbaikan beton harus dilakukan oleh tenaga yang benarbenar ahli. Hal-hal yang perlu diperbaiki antara lain yang menyangkut halhal yang kurang baik pada permukaan beton terutama untuk kebutuhan finishing. begitu juga langkah pengecoran dan material yang akan digunakan. maka pelaksanaan pekerjaan perbaikan ini harus diselesaikan dalam waktu 24 jam semenjak pembukaan bekisting. Batas-batas daerah yang harus dibongkar tadi akan ditentukan oleh pihak Engineer. Bila terjadi penghentian dalam pengecoran pada suatu lokasi dimana pada pengecoran nantinya. Kekentalan adukan beton dan lama proses pemadatan harus diatur sedemikian rupa agar dicapai beton yang bebas dari rongga. Pengecoran beton harus dilakukan secara menerus tanpa berhenti. beton baru tidak akan dapat tercampur dengan beton lama. (2) (3) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 83 . Air yang digunakan untuk keperluan ini harus sama mutunya dengan air untuk bahan adukan beton. Bila dianggap oleh Engineer perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan atau pembongkaran. Pasal 15 PERBAIKAN BETON (1) Segera setelah bekisting dibuka. Penentuan letak joint tadi harus memperhatikan pola gaya-gaya yang bekerja ataupun untuk menghindari terjadinya retak. Kecuali dinyatakan lain. (2) Beton yang sedang mengeras harus selalu dibasahi mulai dari selesai pengecoran dengan sedikitnya selama 2 (dua) hari. Pembasahan harus dilakukan dengan menutup permukaan beton dengan kain atau material lain yang basah agar tetap lembab. harus mendapat persetujuan Engineer terlebih dahulu. dimana permukaan construction joints harus dikasarkan. dibersihkan dengan air hingga bersih. maka langkah tadi harus sepenuhnya dikerjakan atas beban biaya Kontraktor. dapat mengakibatkan perintah dibongkarnya beton tadi untuk kemudian dilakukan pembersihan dan pengecoran ulang. Tonjolan di permukaan beton harus dihilangkan. Kondisi beton yang ternyata rusak akibat adanya rongga yang membahayakan dan permukaan cekung yang berlebihan. Pasal 16 JOINTS (1) Lokasi dan type dari construction joints harus sesuai dengan pada gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer.harus dipadatkan dengan menggunakan vibrator yang mencukupi keperluan pekerjaan pengecoran yang dilakukan. kondisi beton harus diperiksa Engineer. pemisahan unsur-unsur pembentuk beton. Penambahan construction joint yang dikehendaki Kontraktor demi pertimbangan pelaksanaan..

harus benar-benar mempunyai permukaan yang halus.BEKISTING (ACUAN BETON) Pasal 1 UMUM (1) Kontraktor harus menyerahkan kepada Engineer semua perhitungan dan gambar rencana bekistingnya untuk mendapat persetujuan bilamana diminta Engineer. sambungan antara tepi-tepi bekisting harus dibuat dengan diprofil hingga didapat permukaan dalam bekisting yang benar-benar rata sesuai yang direncanakan. dan bekisting yang telah digunakan berulang kali dan kondisinya sudah tidak dapat diterima (2) (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . segala sesuatunya yang diakibatkan oleh bekisting tadi tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. Dalam hal bekisting ini. walaupun Engineer telah menyetujui untuk digunakannya suatu rencana bekisting dari kontraktor.. kayu. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan horisontal dan vertikal. Semua material yang selesai digunakan sebagai bekisting harus dibersihkan dengan teliti sebelum digunakan kembali. Hubungan-hubungan antara bagian bekisting harus menggunakan alat-alat yang memadai agar didapat bentuk dan kekakuan yang baik. Bekisting yang digunakan untuk beton exposed. dan sesuai dimensi yang direncanakan. Untuk pengikatan dalam beton harus menggunakan batang besi dan murnya. Konstruksi bekisting harus cukup kaku. kualitas dan kekuatan.X.P E M E R I N T A H K O T A 84 . Semua bekisting harus direncanakan agar dalam proses pembukaan tanpa memukul atau merusak beton.Jika digunakan bekisting multipleks. besi. atau material lain yang disetujui oleh Engineer. Semua type material tadi bila digunakan tetap harus memenuhi kebutuhan untuk bentuk. Pasal 2 MATERIAL (1) Material untuk bekisting dapat dibuat dari tripleks 9 mm. sehingga didapat hasil beton yang halus.. Pasal 3 PELAKSANAAN (1) Bekisting harus benar-benar menjamin agar air yang terkandung dalam adukan beton tidak hilang atau berkurang. ukuran. rata. dengan pengaku-pengaku (bracing) dan pengikat (ties) untuk mencegah terjadinya pergeseran ataupun perubahan bentuk yang diakibatkan gaya-gaya yang mungkin bekarja pada bekisting tadi. Pengikatan bagian bekisting harus dilakukan yang baik.

Tiang-tiang penyangga plat bila plat tidak mendapat beban 14 hari . harus segera disingkirkan untuk tidak dapat dipergunakan lagi atau bilamana mungkin diperbaiki agar kembali sempurna kondisinya. Untuk memungkinkan tidak terganggunya kemajuan pekerjaan dan dapat dengan segera dilakukan langkah perbaikan. maka perbaikan tadi harus sesegera mungkin. Pasal 5 PEMBONGKARAN BEKISTING (1) Secara umum. Pembukaan bekisting tidak diperkenankan dilakukan sebelum beton mencapai umur sesuai daftar dibawah ini setelah pengecorannya dan sebelum beton mengeras untuk menahan gaya-gaya yang akan ditahannya. Daftar ketentuan diperkenankannya dibuka suatu bekisting bila dihitung sejak selesai pengecoran .Sisi-sisi balok. Bekisting untuk bagian atas dari bidang beton yang miring.Plat beton (penyangga tidak dibuka) 3 hari . Bekisting kayu bilamana tidak dipoles minyak seperti tersebut diatas. (3) Semua pekerjaan sudut-sudut beton. maka langkah perbaikannya harus sesegera mungkin dilakukan..Tiang-tiang penyangga balok yang tidak dibebani 21hari . maka pembukaan bekisting dan penyangganya harus dengan persetujuan Engineer. Pelumasan tadi harus dilakukan dengan hati-hati agar cairan tadi tidak mengenai bidang dasar pondasi dan juga pembesian..P E M E R I N T A H K O T A 85 . harus dibasahi hingga benar-benar basah sebelum pengecoran beton. bilamana tidak dinyatakan lain dalam gambar harus ditakik 25 mm. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Tiang-tiang penyangga cantilever28 hari (2) (2) Untuk kondisi-kondisi dimana plat dan balok yang masih ada sistim lantai diatasnya. dimana dalam hal ini segala kemungkinan beban yang akan bekerja serta umur beton yang terbebani harus ditinjau dengan teliti. dan dilanjutkan dengan langkah-langkah penjagaan pada proses pengerasan beton (curing).Engineer. kecuali dinyatakan lain oleh Engineer. bila perlu bekisting harus secepatnya dibongkar segera setelah beton mempunyai kekerasan dan kekuatan seperlunya. dinding & kolom yang tidak dibebani 2 hari . Pembongkaran bekisting harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya kerusakan pada beton. Bilamana timbul kerusakan pada beton pada saat pembongkaran bekisting. harus segera dibongkar setelah beton mempunyai kekakuan untuk mencegah berubahnya bentuk permukaan beton. semua bekisting harus disingkirkan dari permukaan beton. Bilamana diperlukan perbaikan pada bidang atas beton yang miring. Pasal 4 PEMBASAHAN & MEMINYAKI BIDANG BEKISTING (1) Bagian dalam dari bekisting besi dan kayu boleh dipoles dengan nonstaining mineral oil dengan sepengetahuan Engineer.

Semua proses pembengkokan harus dilakukan dengan cara lambat. Besi tulangan yang terpasang harus sesuai ukuran. Pasal 5 PEMASANGAN (1) Besi beton harus dipasang dengan teliti agar sesuai dengan gambar rencana. bebas dari karat. panjang. Pasal 3 PEMBENGKOKAN (1) Besi beton harus dibentuk dengan teliti hingga tercapai bentuk dan dimensi sesuai gambar rencana atau bending schedules yang disiapkan oleh Kontraktor dan disetujui Engineer. posisi. Kesemua ujung-ujung pembesian harus mempunyai kait sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Pasal 2 PEMBERSIHAN (1) Sebelum besi dipasang.. dan akan diperiksa setelah kondisi terpasang. pengukuran pada pemasangan besi tulangan harus dilakukan terhadap as dari besi tulangan. Pasal 4 PELURUSAN (1) Besi tulangan tidak boleh dibengkokan dengan cara yang dapat menyebabkan kerusakan pada besi beton. besi beton harus dalam keadaan bersih.XI. tekanan yang konstan. bentuk. Besi tulangan dengan kondisi yang tidak lurus atau dibengkok dengan tidak sesuai gambar tidak diperkenankan dipakai. dan banyaknya. dan harus diikat dengan kuat dengan menggunakan kawat pengikat dan D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 86 . Pembengkokan dengan cara dipanasi hanya dapat dibenarkan apabila telah mendapat ijin dari Engineer. Dan kebersihan ini harus tetap dijaga sampai proses pengecoran beton. atau material lain yang seharusnya tidak melekat pada besi beton tadi dan dapat mengurangi atau menghilangkan lekatan antara beton dan besi beton.PEKERJAAN BESI BETON Pasal 1 UMUM (1) Pemasangan besi tulangan beton harus mengikuti ketentuan-ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03.. Terkecuali sebagaimana yang dinyatakan pada gambar atau diinstruksikan Engineer. kotoran lemak. Besi beton harus dipasang sebagaimana pada gambar rencana atau seperti yang diinstruksikan Engineer.

Pemasangan besi beton harus mengingat syarat jarak bersih antar tulangan. blok tadi harus dibuat dari beton yang mutunya sama dengan beton rencana dan bentuknya harus menjamin didapatnya permukaan beton yang baik.P E M E R I N T A H K O T A 87 . (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Kekakuan pada pemasangan besi beton harus menjamin agar tidak berubah bentuk dan tempat bila pekerja berjalan atau memanjat pembesian tadi. Bilamana dikehendaki suatu panjang yang tanpa sambungan. Pasal 7 SAMBUNGAN LEWATAN (SPLICING) (1) Sambungan lewatan harus dibuat sesuai gambar rencana instruksi Engineer. Dalam segala hal tebal selimut beton tidak boleh diambil kurang dari 20 mm. atau antara benda-benda metal tertanam sebagaimana yang ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03.. Sambungan ini tidak diperkenankan diletakkan pada lokasi tegangan yang maximum. Ujung-ujung dari kawat pengikat harus ditekuk kearah dalam beton dan tidak diperkenankan mengarah keluar. dan hal-hal tadi harus cepat diperbaiki sebelum pengecoran mencapai daerah tersebut.. panjang dari batang tadi harus dibuat sepanjang yang bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan panjang sambungan lewatan sebagaimana ditentukan dalam SK-SNI T-15-1991-03 terkecuali ditentukan lain. Kontraktor harus menyediakan tenaga-tenaga pekerja yang khusus mengawasi dan memperbaiki pembesian dari kemungkinan tergeser atau berubah bentuk karena hal-hal yang mungkin timbul. Bilamana dirasa perlu untuk melakukan sambungan lewatan pada posisi lain dari posisi pada gambar rencana. Pengikat dan tumpuan dari besi tadi tidak boleh menyentuh bidang bekisting dalam hal beton yang dicor adalah beton exposed. atau antar tulangan dan angkur. Bila besi tulangan didudukan pada blok beton kecil. posisi tersebut harus ditentukan oleh Engineer.didudukkan pada support dari beton atau besi ataupun dengan hanger agar posisinya tidak berubah selama proses pemasangan dan pengecoran. Selama proses pengecoran beton. dan penyambungan pada besi beton yang letaknya bersebelahan agar dilaksanakan dengan bergeser posisinya (staggered). atau minimal mengikuti ketentuan dalam SK-SNI T-15-1991-03. Pasal 6 SELIMUT BETON (1) Besi beton harus dipasang dengan minimum selimut beton (concrete cover) sebagaimana gambar rencana atau sebagaimana ditentukan Engineer.

Dimanapun beton digunakan harus dicor kedalam suatu lubang yang kering dan bersih. Pengaliran harus diarahkan sedemikian rupa hingga beton tidak menimpa baja tulangan atau sisi-sisi lubang. bilamana diameter dasar lubang kurang dari setengah diameter yang ditentukan. Pasal 3 Pengecoran Beton Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi beton. Air bekas pengeboran tidak diperbolehkan masuk kedalam lubang.P E M E R I N T A H K O T A 88 . semua lubang tersebut harus ditutup sedemikian rupa hingga keutuhan lubang dapat terjamin. Sampai kedalaman 3 m dari permukaan beton yang dicor harus digetarkan dengan alat penggetar. Sebelum pengecoran. Sebelum pengecoran. Pengecoran beton dan pemasangan baja tulangan tidak diijinkan sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan. tekanan harus dipertahankan D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Selubung (casing) harus digetarkan pada saat pencabutan untuk menghindari menempelnya beton pada dinding casing.. kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Pengambilan contoh bahan ini harus selalu dilakukan pada tiang bor pertama dari tiap kelompok Pasal 2 Pengeboran Tiang Bor Beton Lubang-lubang harus dibor sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan berdasarkan pengujian hasil pengeboran. semua air yang terdapat dalam lubang bor harus dipompa keluar. semua bahan lepas yang terdapat lubang bor harus dibersihkan.. Pengujian penetrometer untuk bahan dilapangan harus dilakukan selama penggalian dan pada dasar tiang bor sesuai dengan yang diminta oleh Direksi Pekerjaan. Beton harus dicor secepat mungkin setelah pengeboran dimana kondisi tanah kemungkinan besar akan memburuk akibat terekspos. PEKERJAAN PANCANG (BORE PILE) TIANG BOR BETON COR LANGSUNG DITEMPAT (BORE PILE) Pasal 1 Umum Contoh bahan yang digali harus disimpan untuk semua tiang bor. Semua lubang harus diperiksa. Sebelum pengecoran beton. pekerjaan tersebut akan ditolak. Bilamana elevasi akhir pemotongan berada dibawah elevasi muka air tanah. Beton harus dicor melalui sebuah corong dengan panjang pipa. Dasar selubung (casing) harus dipertahankan tidak lebih dari 150 cm dan tidak kurang dari 30 cm di bawah permukaan beton selama penarikan dan operasi penempatan.XII.

Sebuah sumbat harus ditempatkan didepat beton yang dimasukkan pertama kali dalam pipa untuk mencegah pencampuran beton dan air. sama dengan atau lebih besar dari tekanan air tanah. Bilamana beton mengalir keluar dari dasar pipa. Pipa tremie harus kedap air. Semua beton yang lepas. Cara tremie harus mencakup sebuah pipe yang diisi dari sebuah corong diatasnya.. Pasal 6 Tiang Bor Beton yang Cacat Tiang bor harus dibentuk dengan cara dan urutan sedemikian rupa hingga dapat dipastikan bahwa tidak terdapat kerusakan yang terjadi pada tiang bor yang dibentuk sebelumnya. Pipa harus diperpanjang sedikit dibawah permukaan beton baru dalam tiang bor sampai diatas elevasi air/Lumpur. kelebihan dan lemah harus dikupas dari bagian puncak tiang bor dan baja tulangan yang tertinggal harus mempunyai panjang yang cukup sehingga memungkinkan pengikatan yang sempurna kedalam pur atau struktur diatasnya.pada beton yang belum mengeras. Pasal 4 Pengecoran Beton di Bawah Air Bilamana pengecoran beton didalam air atau pengeboran lumpur. dan pengukuran dari test pembebanan dan penurunan yang terjadi. Test pembebanan yang dilaksanakan adalah untuk single pile 89 • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . rekaman. dan harus berdiameter paling sedikit 15 cm. maka corong harus diisi lagi dengan beton sehingga pipa selalu penuh dengan beton baru. semua bahan lunak dan bahan lepas pada dasar lubang harus dihilangkan dan cara tremie yang telah disetujui harus digunakan. L AT E RAL L OA D T E ST Pas a l 1 P er s y ar ata n Umu m • Kontraktor harus mensuplai semua material. Pasal 5 Penanganan Kepala Tiang Bor Beton Tiang bor umumnya harus dicor sampai kira-kira satu meter diatas elevasi yang akan dipotong. 2. sampai beton tersebut selesai mengeras. buruh dan peralatan lain yang dianggap penting untuk pelaksanaan.. Tiang bor yang cacat dan diluar toleransi harus diperbaiki atas biaya Kontraktor.P E M E R I N T A H K O T A .

Tanda dengan jelas semua dial gauges.P E M E R I N T A H K O T A 90 . Gauge harus memiliki ketelitian sekurangnya 0. skala.Pas a l 2 Sta ndar d L o ad T est Beban percobaan lateral total harus sebesar 200% dari beban desain lateral dan dilakukan sesuai standar ASTM D 3966-81 dengan cyclic loading. dan titik referensi dengan angka atau tulisan agar memudahkan dan mendapatkan pencatatan yang akurat. Pas a l 4 P er al a tan unt uk P eng u kur an Se tt l e ment Acuan (referensi) pengukuran settlement yang berupa balok (beams) dan kawat (wires) harus secara terpisah ditahan oleh penopang yang benarbenar tertanam di dalam tanah pada jarak yang tidak boleh lebih kecil dari 3 m diluar sistem yang akan dibebani dengan beban lateral. Skala yang harus digunakan untuk pembacaan pergerakan hingga 0. cermin dan skala harus disediakan sesuai dengan ASTM D 3968-90. Permukaan bantalan yang licin harus tegak lurus terhadap arah gerakan stem gaugeuntuk semua stem gauge. Se la nj ut n ya Kon tr a kt or ha rus menga j u kan t e rl ebi h da hu l u re nca na pl atf orm da n k on s tr uk s i u nut k l oa d t e s t i n i u nt uk me ndap a t per se tuj ua n Di re ks i / Penga wa s Lap an ga n.25 mm.25 mm. Satu alat pencatat yang lain dan terpisah menggunakan kabel. Dial gauge stems harus bisa bergerak sekurangnya 75 mm dan sejumlah blok gauge yang memadai harus disediakan untuk untuk bisa bergerak hingga jarak terjauh yang diharapkan. Pas a l 3 P er al a tan un tuk P em be ba na n Pe m be ba na n dil a ku ka n de ngan s u atu j ack ya ng m em p unyai k ap as it a s ti da k b oleh le bi h kec il da ri 1 25% d ar i be ba n mak s im u m yan g d it e ra pk an . atau titik referensi dengan kokoh sehingga tidak bergerak relatif terhadap penahan selama test. sedangkan batang target (target rod) hingga 0. Susun semua gauge.. Satu dial gauge tambahan harus diletakkan tegak lurus terhadap dua dial gauge untuk mengukur pergerakan horizontal dalam arah tegak lurus beban. Susun cermin dan skala pada bagian tengah atas pile yang ditest atau pada suatu bracket yang disusun sepanjang garis dari beban yang diberikan pada sisi pile yang ditest • • • • • D I N A S P E K E R J A A N UM U M ..3 mm. skala. Dua dial gauge harus diletakkan untuk memonitor pergerakan horizontal searah beban. Acuan pengukuran ini harus mempunyai kekakuan lateral dan aksial yang cukup guna mendapatkan titik acuan yang stabil untuk pengukuran defleksi pile.

. Pas a l 5 P ro s edu r P e mbe ba na n Pembebanan lateral ini dilakukan dalam 4 cycles sesuai dengan standar ASTM D 3966-90. • Ke s e l uru ha n a la t -ala t t es t ha ru s di li ndun gi te rh a da p pe ru ba ha n s u hu. Siklus beban (% x WL) 0 25 50 (siklus 1) 25 0 50 75 100 (siklus 2) 50 0 50 100 125 150 (siklus 3) 75 0 50 100 150 170 180 190 200 (siklus 4) 150 100 50 0 Lama Pembebanan 10 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 20 20 10 10 10 10 10 20 20 20 60 10 10 10 10 Pembacaan Perpindahan Lateral (menit) 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-5-10-15-20 0-10-20-30—40-50-60 0-5-10 0-5-10 0-5-10 0-5-10 D I N A S P E K E R J A A N UM U M .dengan skala sepanjang garis beban yang diberikan. tegaklurus terhadap garis pemberian beban dan melewati permukaan skala. kawat akan kembali ke posisi semula. Regangkan kawat atau material lain yang ekivalen.. ruang yang cukup bebas harus disediakan antara pile dan kawat untuk mengantisipasi pergerakan lateral pile. Letakkan kawat tidak lebih dari 25 mm dari muka skala dan penyokong. Jika skala dan kawat diletakkan pada pile di sisi yang berlawanan terhadap titik pemberian beban.P E M E R I N T A H K O T A 91 . pasang alat yang cocok untuk menjaga tegangan kawat sepanjang test sedemikian hingga jika kawat ditarik.

kontraktor harus melakukan pemasangan tiang lagi guna memastikan keamanan struktur yang dilakukan dengan menggunakan rejected piles. Semua jenis pekerjaan ini dilakukan dengan tanggungan kontraktor. Dalam kasus ini. • D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pas a l 8 K e gag al an Pe kerj aan • Apabila terjadi kegagalan pada tiang pada saat tes dilakukan. Setiap 10 menit untuk 2 jam pertama ii.P E M E R I N T A H K O T A 92 .Pada saat beban puncak (200%) pembacaan dilakukan sebagai berikut: i.. maka 2 (dua) buah tes lebih lanjut harus dilakukan oleh Kontraktor dengan tiang yang lain pada lokasi yang sama yang dipilih oleh Engineer.Sebelum dan sesudah setiap penambahan beban .. dengan tanggungan Kontraktor. penambahan tiang pada lokasi yang berdekatan sebagaimana ditentukan oleh Engineer harus dilakukan dan dites kembali jika dianggap penting oleh Engineer.Setiap 5 menit .Sesudah itu dilakukan setiap 1 jam Pas a l 7 K r it eri a F ai l ure Tes dianggap telah mencapai failure apabila perpindahan maksimum lateral melebihi 12 mm pada beban maksimum sebesar dua kali beban desain.Sebelum dan sesudah setiap penurunan beban . Apabila pekerjaan tes tiang gagal untuk mencapai beban kerja (full W. Setiap ½ jam kemudian hingga selama 10 jam iii.L). da n s isa -s is a ba han -ba han la i nn ya ke l ua r l ok as i ke t e mpa t yan g d i tu n j uk oleh M a na ge r Kons t r uks i d en ga n t a np a t a mba ha n bia ya.Pas a l 6 Pr os e dur P embac a an Pembacaan harus dilakukan sesuai prosedur berikut: . Pas a l 9 P embe rs i ha n Ko nt ra kt o r ha rus m e mi nda hka n dan m e ngel ua r ka n s em ua r er un tu ha n.

harus dijamin bahwa tiang tidak mengalami kerusakan akibat tegangan pada saat pemancangan atau pengujian dilakukan. Ohio. Data yang telah dikumpulkan harus dianalisis menggunakan program komputer CAPWAP atau dengan metode yang serupa. Semua instrumentasi yang dipasang pada tiang bor untuk pengukuran tegangan dan pergerakan tiang. mencakup informasi seperti: a) b) c) d) e) Perkiraan kapasitas daya dukung statik Maksimum energi yang diberikan ke tiang bor Maksimum gaya yang diberikan pada kepala tiang bor Maksimum percepatan palu dan kecepatan kepala tiang bor Integritas tiang bor 93 D I N A S P E K E R J A A N UM U M . T E S T I ANG DI NAM I K Tes tiang dinamik harus dilakukan menggunakan sebuah Pile Driving Analyzer (PDA) serupa dengan yang dibuat oleh Pile Dynamics Incorporated baik peralatan transduser maupun rekamannya dan dengan diawasi seorang Engineer. USA. Kontraktor harus menganalisis semua hasil pengukuran dan memberikannya pada Engineer dalam tempo 24 jam setalah pengujian selesai dilakukan. Waktu antara selesainya instalasi dan pemancangan atau pengujian tiang normalnya harus lebih dari 12 jam. Integritas dan perkiraan kapasitas daya dukung tiang bor harus dievaluasi dengan prosedur yang telah dikembangkan di Case Western Reserve University.3.P E M E R I N T A H K O T A . Kontraktor harus memberikan usulan sistem pemancangan beserta kriterianya kepada seorang Engineer untuk mendapatkan persetujuan.. Usulan sistem dan criteria pemancangan harus dilakukan menggunakan stress wave procedure atau metode serupa. Palu dan semua peralatan yang digunakan harus mampu memberikan gaya yang cukup untuk melaksanakan tes uji beban ini tanpa mengakibatkan kerusakan pada tiang bor.. Untuk tiang bor yang dibuat di tempat. dan semua peralatan untuk penerimaan dan pemrosesan data harus sesuai dengan tujuan pekerjan ini. Tes beban dinamik ini harus dilakukan pada waktu yang tepat dan telah disetujui setelah instalasi tiang telah dilakukan. dan harus menyediakan sistem pengukuran dan perekaman yang diperlukan seperti tape recorder dan oscilloscope. Peralatan yang dibutuhkan untuk dipasang pada tiang bor harus dipasang secara benar dan mendapat persetujuan seorang Engineer. Kontraktor harus memasang dua set transduser regangan dan accelerometer di dekat ujung setiap tiang bor yang akan di uji.

Detail spesifik meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) Tanggal instalasi tiang bor Tanggal pengujian Identifikasi dan lokasi tiang bor Panjang tiang bor di bawah permukaan tanah Panjang total tiang bor. Engineer dapat memilih hasil rekaman pengukuran lapangan yang akan dianalisis menggunakan program analisis penjalaran gelombang tegangan CAPWAP atau yang serupa. Panjang tiang bor dari posisi instrumentasi ke ujung bawah tiang Tipe palu.P E M E R I N T A H K O T A 94 . Hasil analisis harus mencakup tahanan static tiang bor baik friksi maupun ujung.Kontraktor harus bekerjasama untuk menjamin bahwa jadual untuk pelaksanaan uji tiang bor ini dapat diikuti/dilaksanakan dengan menyediakan semua akses dan bantuan yang diperlukan sehingga memungkinkan perusahaan pelaksana pengujian melaksanakan pekerjaan ini. termasuk proyeksinya di atas permukaan tanah setiap saat. Untuk tiang yang telah diuji. tinggi jatuh dan detail informasi relevan lainnya Jumlah pukulan Beban uji yang dicapai Pergerakan kepala tiang bor saat beban verifikasi desain ekuivalen Pergerakan kepala tiang saat beban verifikasi desain ekuivalen + 50% beban kerja Pergerakan kepala tiang saat beban uji maksimum permanent residual movement dari kepala tiang setelah setiap pukulan temporary compression Kontraktor harus menyediakan semua detail informasi yang ada mengenai kondisi tanah. XIII. perilaku beban-penurunan dan integritas tiang. Perusahaan yang melaksanakan pengujian harus memberikan sebuah laporan lengkap kepada Engineer dalam jangka waktu 10 hari setelah pengujian selesai. pergerakan kepala tiang bor saat beban desain ekivalen dan beban pengujian yang diberikan maksimum. beban uji yang dicapai. dimensi tiang. tangal pengujian. dan metode konstruksi kepada perusahaan spesialis yang melakukan pengujian ini berkaiatan dengan interpretasi dari pengujian yang dilakukan.. Lingkup Pekerjaan D I N A S P E K E R J A A N UM U M .PEKERJAAN RAILING (1) Pekerjaan Railing Tangga 1.. jumlah pukulan untuk analisis CAPWAP. Laporan harus mencakup semua informasi mengenai ttiang bor dan palu.

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. Tebal Tiang plat besi 12 mm finish duco dan disetujui oleh Direksi Pengawas. Sebelum pekerjaan di bengkel dimulai Kontraktor harus membuat gambar kerja yang menunjukkan detail-detail lengkap dari semua komponen. seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan. d. Persyaratan Bahan a. Stenless Steel harus mempunyai kekuatan tarik minimum 41 kgf/mm2 (402 N/mm2) dan batas ulur minimum 24 kgf/mm2 (235 N/mm2). Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. c. b. bahan-bahan.P E M E R I N T A H K O T A 95 . Tangga Terbuat dari bahan Stainless Steel (SS) H 950 mm & (SS) H 840 mm dengan tebal 1. b.2 mm ex Hessel atau produk setara & Finishing dipoles. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. dan disetujui oleh Direksi Pengawas. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. 2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .. Syarat-syarat Pelaksanaan a. panjang serta ukuran las. 3.

maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya.baikbekas lapisan pertama.S) golongan III dari PAM setempat dan SIBP klas A dari Pemerintah Daerah. lemak dan kotoran. XIV. dimana akan terjadi banyak lapisan las. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. ukuran serta peralatan lain yang diperlukan/ digunakan dalam pekerjaan ini. berlaku : 96 (2) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi. Pada pekerjaan. maka sebelum mengadakan las ulangan.jumlah. h..PEKERJAAN INSTALASI PLUMBING Pasal 1 PENJELASAN & SPESIFIKASI UMUM (1) Pekerjaan instalasi plumbing ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Pipa yang telah mempunyai surat pengakuan (P. rusak atau retak harus dibuang sama sekali. g. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut. e. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi plumbing ini. k. karat. Pengelasan konstruksi. Lapisan las yang berpori-pori. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan.. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu.A. f. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar.P E M E R I N T A H K O T A . j. l. Pada pekerjaan las. disamping Rencana Kerja dan syarat-syarat ini. i.

Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. urinal dan lain-lain. Semua biaya yang diakibatkannya dan biaya resiko pecah/rusaknya sanitary fixtures.V. Biaya penyimpanan/gudang untuk sanitary fixtures. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. Biaya penyambungan PAM.(3) A.. Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur Plumbing maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Contrustion Management. dalam rangkap 5 (lima) dilampiri surat tanda keur dari PAM yang menyatakan bahwa pemasangan instalasi telah memenuhi syarat-syarat yang diwajibkan. Pasal 2 RUANG LINGKUP PEKERJAAN (1) Pekerjaan Air Bersih pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem penyediaan air bersih berupa pompa-pompa. panel pompa beserta perlengkapan. Pemasangan pipa distribusi kesetiap peralatan sanitary seperti halnya closed. - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Setelah pekerjaan selesai. peralatan-peralatan dan mesin-mesin yang telah terpasang. Biaya keur dan biaya tanggungan instalasi. wastafel. peralatan dan material tersebut dibuat. sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan.P E M E R I N T A H K O T A 97 . sebelum diserahkan harus ditest mengenai kemampuan bekerjanya. Peraturan/ persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan yang meliputi pemipaan reservoir. (4) (5) (6) Semua instalasi. 1941 Peraturan/ persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Dalam perhitungan biaya penawaran. harus sudah termasuk : Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang.. Kontraktor/ Instalastur diharuskan menyerahkan gambar instalasi yang telah direvisi dan disahkan oleh PAM setempat.

. improver material dan 98 - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pemasangan pemipaan pada peralatan sanitary seperti halnya closed. floor drain dan lain-lain. siamese connection. peralatan valve-valve kontrol. panel control.. fire hydrant box. DIN atau yang setaraf.. smoke detector serta head detector dan perlengkapannya.S. sesuai dengan mutu dan standard yang berlaku (SII) atau standard International seperti B. Mengadakan testing dan commissioning semua sistem pekerjaan yang terpasang Pasal 3 PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS UMUM - - - (1) Waktu Pelaksanaan Lamanya waktu pelaksanaan pengadaan. Kontraktor harus menjamin seluruh unit peralatan yang didatangkan adalah baru bebas dari defective material. dalam keadaan baru (tidak dalam keadaan rusak atau afkir). J. Pengadaan dan pemasangan unit-unit perlengkapan sistem pemadaman kebakaran berupa fire hydrant pillar.S. - (3) Pekerjaan Fire Fighting Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit peralatan utama yang diperlukan dalam sistem fire fighting berupa satu set pompa fire hydrant. A. Pengadaan dan pemasangan sistem pemipaan beserta perlengkapan meliputi pemipaan reservoir.. urinal. wastafel.M.. pemipaan pada instalasi pompa dan pemipaan distribusi pada setiap titik pengeluaran. dan panel-panel control pompa beserta perlengkapan.P E M E R I N T A H K O T A .T.sprinkler. (2) Material Semua material/ bahan yang digunakan/ dipasang harus dari jenis material berkualitas terbaik. Instalatur dalam hal ini Kontraktor bertanggung jawab penuh atas mutu dan kwalitas material yang akan dipakai.I. pemasangan dan pemeliharaan disesuaikan dengan tahap-tahap pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.(2) Pekerjaan Air Kotor Pengadaan dan pemasangan beserta perlengkapan yang diperlukan dalam sistem pembuangan air kotor.S. setelah mendapat persetujuan Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana. smoke detector dan head detector. panel system.

instalasi yang terpasang.menjamin terhadap kualitas atau mutu barang sesuai dengan tujuan spesifikasi. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan. Seluruh biaya yang timbul akibat penggantian material/ peralatan menjadi tanggung jawab Kontraktor. fitting-fitting. penghapusan atau penambahan pada instalasi tersebut. detail pemasangan. agar instalasi ini lengkap dan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan pelaksanaan yang wajar. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (5) Gambar-gambar Kerja Gambar-gambar kerja untuk seluruh pekerjaan harus selalu berada di site/ lapangan. dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi perencanaan saja. (4) Gambar-gambar Perencanaan Di dalam gambar-gambar perencanaan ini tidak dimaksudkan menunjukkan semua pipa-pipa. Sebelum dilakukan pemasangan-pemasangan. Kontraktor harus memberikan tanda-tanda dengan pensil/ tinta merah pada set gambar atas segala perubahannya. Kontraktor harus tetap melaksanakannya tanpa ada biaya tambahan. katup-katup dan fixture secara terperinci. Semua bagian-bagian tersebut di atas walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara spesifik harus disesuaikan dan dipasang oleh Kontraktor.. (6) Gambar Pelaksanaan Kontraktor harus membuat gambar instalasi secara mendetail (Shop Drawing) untuk disetujui oleh Direksi.P E M E R I N T A H K O T A 99 . detail peralatan dari seluruh instalasi di atas/ digambar dikertas kalkir. apabila diperlukan. Apabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau peralatan yang diperlukan agar instalasi ini dapat bekerja dengan baik.. Setiap material atau peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi harus diganti dengan yang sesuai dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) minggu setelah ditandatangani berita acara penerimaan barang. juga harus menyerahkan Gambar Pelaksanaan (As Built Drawing) yang meliputi denah. - - (3) Gambar-gambar dan Spesifikasi Gambar-gambar dan spesifikasi perencanaan-perencanaan ini merupakan suatu kesatuan dan tidak dipisah-pisahkan. Pelaksanaan pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang umum berlaku dan mengikuti Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1979. Termasuk perubahan-perubahan atau usulan-usulan dan lain sebagainya. instalasi dipasang/ digunakan untuk diminta persetujuannya kepada Pemilik Proyek dan Konsultan Perencana.

P E M E R I N T A H K O T A 100 .. (8) Tenaga Pelaksanaan Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh orang/ tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (Skilled Labour). sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dapat diperkecil/ dihilangkan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Interior dan sebagainya. harus sudah tidak ada di lapangan (site). kepada Direksi Lapangan atau brosur-brosur dari alatalat tersebut dan menunggu persetujuan dari Direksi Lapangan sebelum alatalat tersebut dipasang. (10) Koordinasi Dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Bila bahan-bahan tersebut diragukan kualitasnya akan dikirimkan ke kantor penyelidikan bahan-bahan atas biaya Pemborong/ Kontraktor. Bila ternyata terdapat bahan-bahan yang telah dinyatakan tidak baik/ tidak bisa dipakai oleh Direksi Lapangan. Pasal 4 PENGECATAN DAN LABEL (1) semua pipa-pipa yang tidak tertanam didalam tembok/ tanah harus diberi tanda-tanda dengan mengecat pipa-pipa tersebut dengan warna 2 (dua) lapis bahan anti karat dan tanda arah aliran warna akan ditentukan kemudian (kecuali pipa PVC). Pemborong diwajibkan mengadakan koordinasi dengan Pemborong lain yang mengerjakan pekerjaan Struktur. Kontraktor wajib mempunyai PAS INSTALATUR yang dikeluarkan oleh PDAM setempat sesuai dengan Domisili dengan Pemborong/ Kontraktor tersebut. Elektrikal. agar dapat memberikan hasil kerja yang terbaik dan rapi. Bahan-bahan/ peralatan-peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh Kontraktor tersebut tanpa tambahan biaya. khusus Pemborong harus memberikan surat pernyataan yang membuktikan bahwa tukang-tukangnya yang melaksanakan pekerjaan tersebut memang mempunyai pengalaman dan kecakapan. Untuk pelaksanaan.(7) Contoh-contoh Barang Pemborong wajib mengirimkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan. (9) Pengamanan Kontraktor bertanggung jawab atas pencegahan bahan/ peralatan-peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan. maka Pemborong harus mengangkut bahan-bahan tersebut ke luar lapangan dalam jangka waktu 3 (tiga) hari.

Merk pipa: Bakrie. Konstruksi & Persyaratan Pemipaan. lapisan goni dan lapisan aspal/ plinkote minyak.. semua bagian pipa harus dibersihkan dari kotoran.medium class A. HE atau setaraf. Semua pipa-pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langitlangit.5" digunakan flanged class 10 K. Pipa-pipa air yang tidak tertanam didalam bagian bangunan harus dicat dengan lapisan cat dasar yang tahan karat dan kemudian difinish dengan cat finish. 3". Merk Fittings : TG. lemak dan karat dengan menggunakan alat yang sesuai dengan untuk itu. 1.5" digunakan screwed class 10 K. 10 feet.. dan ukuran > 2. Semua alat-alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang.(2) Semua pipa-pipa yang akan ditanam didalam tanah harus dilapisi berturutturut lapisan aspal.5" -Mak 9 feet. (3) (4) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . 12 feet. Toyo atau setaraf. Pipa yang digunakan untuk keperluan ini adalah pipa GIP.Mak. Ketentuan penggantung Pipa.Mak. 2". (2) Pada setiap penyambungan pipa-pipa ke fixtures ataupun equipments valve harus digunakan union fitting. PPI atau setaraf. Konstruksi penggantung harus memungkinkan adanya expansi termis dari pipa dan mengurangi transmisi vibrasi sampai batas 1". Sebelum dilakukan pengecatan/ pelapisan dengan bahan anti karat. Pada setiap pipa penyatu yang disambungkan pada tiap-tiap fixtures atau equipment harus dipasang valves sesuai dengan gambar. Merk : Kitazawa. 7 feet. Semua valves ukuran dia. Fittings dari Class 10 K dengan tiap-tiap sambungan menggunakan sambungan ulir dan fitting tape atau sambungan flange serta welding untuk hidrant dan sprinkler. < 2. Pasal 5 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR BERSIH (3) (4) (1) Pemasangan instalasi air bersih harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja.P E M E R I N T A H K O T A 101 . 1 1/4"-Mak. kecuali apabila fictures atau equipment yang bersangkutan telah dilengkapi oleh alat-alat penyambung tersebut.

- - - - (6) Pemotongan pipa harus dilaksanakan dengan menggunakan gergaji atau pipa cutter. Pembobokan plesteran/ salut dinding dan pembongkaran langit yang sudah terpasang harus dihindarkan. Permukaan pipa bekas potongan harus diratakan sehingga mencapai ukuran penampang aslinya.P E M E R I N T A H K O T A 102 . accessories. clean out. harus ditutup dengan cap atau plug.. Pemasangan pipa-pipa harus dilakukan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya harus sesuai dengan gambar rencana dan penyambungan kedap air dengan sealing tape Pemasangan pipa-pipa harus dilaksanakan sebelum salut dinding/ plesteran dan langit-langit dilaksanakan. - - D I N A S P E K E R J A A N UM U M .Mak. semua pipa-pipa valves. equipment dan lain-lain peralatan harus sedemikian rupa sehingga : Terlindung (bila perlu dengan tanda-tanda petunjuk). 17 feet. 14 feet. Sebelum pemasangan dan penyambungan. Tidak mengganggu. Equipment dan fixtures harus dilindungi dari gangguan pekerjaan dan kerusakan-kerusakan.(5) 4". Pemasangan sparing harus pipa-pipa yang mungkin akan menembus struktur bangunan harus dilaksanakan bersama-sama pada waktu pelaksanaan struktur yang bersangkutan. selanjutnya pipa tersebut harus dibersihkan dari kotoran-kotoran bekas gergaji atau perataan.. Penempatan dari valves.Mak. Pemasangan pipa-pipa atau equipment harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak ada suatu sambungan yang saling bersilangan antara pipa-pipa air bersih dengan pipa-pipa pembuangan lainnya. 6". Mudah dicapai. trape dan fitting harus diperiksa dan dibersihkan dari segala kotoran yang akan menyumbat. (7) (8) Perlindungan/ proteksi waktu pelaksanaan : Semua pipa-pipa yang terbuka karena belum tersambung dengan equipment atau fixtures.

Sambungan ulir dipergunakan untuk pipa dengan diameter kurang dari 4 inch dimana setiap jarak 2 length (standard pipe length) harus diberi sambungan flange. c.. Harus disediakan automatic release valve pada tempat-tempat tertinggi untuk mengeluarkan udara secara otomatis dan pada tempat terendah harus dipasangkan katup blow off berikut pemipaannya menuju ke saluran air hujan terdekat.. begitu pula dengan percabangan harus menggunakan TEE atau Cross tee sesuai dengan kebutuhan. sambungan flange dan sambungan las. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri. Pemasangan pipa datar harus benar-benar lurus dan pemasangan pipa tegak harus benar-benar vertikal. persyaratan flange yang dipakai dan pelubangnya seperti yang tercantum pada pasal selanjutnya. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow.P E M E R I N T A H K O T A 103 . Perubahan design oleh Pemborong atas permintaan Owner. Sambungan pipa yang digunakan adalah sambungan ulir. shop drawing yang dibuat harus dengan persetujuan pemilik proyek. Sebelum dipasang. b. Pipa-pipa didalam shaft pipa harus diikat denga “U” klem terhadap kanal yang ditempatkan pada jarak maksimum jauh 1.2 meter dengan konstruksi klem seperti pada gambar. peralatan ukur dan lainnya yang memiliki tahanan aliran yang berlebihan tidak diperkenankan dipasang kecuali bila disyaratkan pada buku ini. terutama bagian dalamnya harus dijaga agar tetap bersih dan harus diperiksa setiap saat terhadap kerusakan dan kotoran. peralatan bantu. bend). Sambungan flange dipergunakan untuk pipa dengan diameter lebih besar dari 3 inchs. Fitting. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .- Semua pekerjaan gantungan pipa-pipa diplat lantai harus seizin pengawas dan kontraktor sipil. - - - - - - - - (9) Sambungan Pipa a. selama pemasangan dan sesudah dipasang pipapipa dan accessoriesnya.

(ASTM).) rising stem (air cond) Kelas : 150 psi Standard: (B.. bend dan lainnya. Jenis : Cast-Iron Fitting Kelas : 150 psi Merk : Top Brand atau setaraf.. f.S. Double-nipple. (10) Pemasangan Peralatan Ukur/ Sensor Pemasangan peralatan ukur dan peralatan sensor harus mengikuti persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat peralatan tersebut sehingga hasil pengukuran dapat dipertanggung jawabkan.). Pada sambungan flanged harus dilengkapi dengan “Ring Type Gasket” untuk lebih menjamin kekuatan sambungan tersebut. kemudian dibalut dengan menggunakan pintalan serabut kain atau pipa khusus. Fitting a. hand-wheel operated Stem : Non-rising (air bersih) rising stem (air cond. Flange bolt Jenis : Commercial Bolt (11) b. Flange Jenis : Forged Steel Flange Kelas : 150 psi c. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . socket. elbow. Segmen pipa yang disambung dengan las harus dihubungkan dengan segmen lainnya menggunakan flange. g. Pasal 6 PERSYARATAN PERALATAN BANTU (1) Katup Penutup Jenis : Bronze valve.d. h. Pada sambungan ulir. Sambungan las diperlukan untuk membantu pemasangan pada tempat-tempat yang sulit dicapai sehingga segmen pipa tersebut harus dirakit terlebih dahulu sebelum dipasang pada tempatnya. Sambungan las harus dipergunakan untuk membuat “intake port” dan “outlet-port” pada pipa header. terlebih dahulu harus dilapisi dengan “readlead cement”. (JIS). (ANSI).P E M E R I N T A H K O T A 104 . e. Sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih besar sudut maksimum yang ditentukan oleh pabrik pipa yang bersangkutan (maksimum deflection allowed).

Kelas : 150 psi Katup Pelepas Udara Jenis : Cast-iron valve Kelas : 150 psi (3) (4) (5) (6) Strainer Jenis : Screen : Kelas : Merk : “Y” pattern bronze Stainless steel 150 psi Kitazawa. atau setaraf.. Kelas : 150 psi Katup Reservoir/ Foot Valve Jenis : Ball foot ball bronze valve. (7) Flexible Connection Jenis : Spool type flexible rubber Bentuk: Spherical Kelas : 150 psi Merk : Proco. lever operated.(2) Katup Searah Jenis : Swing “Y” pattern bronze Arah aliran: Horizontal atau vertikal bergantung posisi pipa Kelas : 150 psi Katup searah harus type anti water hummer. lever operated. Katup Pengatur/ Pembalans.Yamamoto atau setaraf Flow Meter Jenis : Direct-reading impact-tube Range : 10 . Toyo atau setaraf. Pressure gauge Jenis : Bourdon.1 0 atm Merk : Nagano. Jenis : Full foot ball bronze valve.40 centrigrade (8) (9) (10) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 105 ..100 gpm Tekanan kerja: 5 atm Ketelitian: + 5% Thermometer Jenis : Mercury expansion Mounting: Pipa Range : 10 . Tozen. dial-gage Fluida kerja: Air Dial size: 10 cm Range : 1 .

dengan memasukkan larutan chlorine ke dalam sistim pemipaan air bersih dengan sistim injeksi dan menjalankan pompa dan setelah 16 jam harus dibilas dengan air bersih sehingga dosis chlorine yang sisa tidak lebih dari 0. Pengujian dilakukan pada pipa utama sebelum pipa tersebut ditanam dalam tanah atau didalam bagian bangunan. Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang.Kelengkapan: . d.KITZ. f. kontraktor harus mencari sebabnya dan segera memperbaiki kesalahan/ kerusakan/ ketidak sempurnaan tersebut dan pengujian harus diulang.Thermometer well : . Pasal 7 PENGETESAN/ PENGUJIAN SISTIM PEMIPAAN AIR BERSIH Semua peralatan yang sudah terpasang harus ditest dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a.2 ppm b. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Sistim pemipaan harus ditest dengan tekanan hydrostatis sebesar 2 x tekanan kerja atau sekurang-kurangnya 120 psi atau 6 atm absolut selama 6 (enam) jam terus menerus. SAN-EI atau setaraf. g. Bila terjadi penurunan tekanan selama waktu waktu pengujian. c. Pekerjaan desinfeksi.Bronze glass guard (11) Kran Taman & Kran Botol Jenis : Per chroom Ukuran: 0 1/2" Merk : TOTO. Pengujian dinyatakan berhasil apabila selama pengujian tidak terjadi penurunan tekanan. TAHO.P E M E R I N T A H K O T A 106 . e. Khusus untuk kran taman/ Hose Bibb harus dilengkapi dengan coupling penyambungan ke slang. Testing pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa-pipa tersalut dengan plesteran/ salut dinding dan sebelum langit-langit di daerah yang bersangkutan terpasang...

Kelas atau type dari fitting harus equivalent dengan type dari pipa tembaganya. kontraktor harus membuat shop srawing dengan persetujuan pemilik proyek. Pemotongan pipa. dengan jenis material yang sama. Apabila terdapat segmen pemipaan yang ternyata menghalangi jalur instalasi lain maka perbaikan-perbaikan atau pembongkaran dilaksanakan atas biaya pemborong sendiri. tee. kemiringan pipa dari 1 : 200 s/d 1 : 300. membengkokkan pipa tidak diperkenankan. perlindungan/ proteksi pada waktu pelaksanaan sesuai dengan ketentuan pabrik dan ketentuan pada instalasi pipa air bersih. socket dan lainnya.P E M E R I N T A H K O T A 107 . Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow. bend)...Pasal 8. Untuk pipa-pipa horizontal dipasang miring ke atas mengikuti arah aliran. Semua pipa harus digantung pada struktur bangunan dan tidak diperkenankan meletakkan pipa-pipa tersebut pada rangka langit-langit. Pasal 10 PEMASANGAN INSTALASI PIPA AIR KOTOR & AIR BEKAS (1) Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pemipaan/saluran air kotor dan air bersih buangan dari sanitary fixtures sampai ke tempat pengolahan air kotor/ air buangan. isolasi dan cukup kuat sehingga tidak menyebabkan turunnya pipa-pipa yang terpasang. bend. reduct. Pasal 9 FITTING (1) Double nepple. Konstruksi dan jarak penggantung sesuai dengan ketentuan pada instalasi pipa air bersih. K ONS TR UK SI & PE R SY A R A T A N PEMIPAAN (1) Semua alat penggantungan harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak merusakkan pipa-pipa. begitu pula dengan percabangan harus menggunakan Tee atau Cross Tee sesuai dengan kebutuhan. elbow. Pemasangan semua sanitary fixtures dengan perlengkapannya. Bila ada perubahan design atas permintaan owner. (2) (3) (4) (5) (6) (7) - D I N A S P E K E R J A A N UM U M . K E T E NT UA N PE NGGA NT UNG P I P A .

Tidak dibenarkan menembak/ ramset pada plat lantai untuk keperluan penggantung pipa-pipa. Pemasangan pipa harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Arah aliran instalasi pipa air kotor (sewage) & air bekas ditujukan ke pipa sewage treatment melalui basin pompa sewage.. 1/6. Pemasangan instalasi pipa air kotor dan air bekas harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan lokasi yang telah ditentukan didalam gambar kerja. sambungan dengan las tidak dibenarkan untuk dipakai. Semua pipa-pipa horizontal dengan kemiringan minimal 1. long sweep 1/4.- Pembuatan bak kontrol (inspection chamber) untuk waste dan soil. merk : WAVIN atau setaraf (SII Standard). 1/8 dan 1/16.) tidak rapuh.W. Pembelokkan arah aliran harus menggunakan “Y” fitting kombinasi dari “Y” dan 1/8 “bend”. Fitting yang digunakan harus sesuai dengan standard PVC connection. (2)Persyaratan Pemipaan Air Kotor a. Untuk vent dan semua fittingnya menggunakan pipa PVC dengan bentuk sambungan monolit (solit).P E M E R I N T A H K O T A 108 . kecuali apabila dinyatakan lain sesuai dengan kebutuhannya.5 cm per meter) ke arah aliran. d. - - c. kecuali dengan cara mengebor pada tempattempat tertentu atas petunjuk pengawas dan kontraktor sipil. merknya harus sesuai dengan merk pipa yang dipakai. Fitting.. Pipa yang digunakan harus dari jenis poly vinyl chloride (P. Untuk pipa-pipa vertikal dipakai cabang “Tee” dengan short weep 1/4 bend. khusus pipa menyeberangi jalan atau parkir harus dilindungi pipa Galvanized Steel Pipe (GSP).C) klas/ kualitas terbaik (clase A. b.5 % (1. untuk arah aliran horisontal ke vertikal dan untuk belokan pembuangan dari closed. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Fitting yang digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut Semua perubahan ukuran pipa harus menggunakan reducing fitting. Penggantungan pipa-pipa harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan atau standard dari jenis pipa PVC system.V.

Trape harus dipasang dengan ketentuan sebagai berikut : Setiap pemasangan fixtures harus dilengkapi dengan pemasangan trap pada pipa yang akan menuju fixture. - e. kecuali apabila fixtures tersebut telah dilengkapi dengan trap tersendiri. Penyambungan pipa atau fitting harus mengikuti petunjuk dan instruksi dari pabrik produsen via yang bersangkutan. f. Floor drain harus dipasangkan dengan dilengkapi trap. g. Pipa vent yang berasal dari kelompok fixtures. grate dan brass strainer yang dapat dibuka-buka untuk pembersihan.. Trap harus dipasang ditempat yang sudah dicapai dan harus menggunakan clean out plug. diteruskan ke atap sebagai vent yang dengan pipa-pipa vent vertikal lainnya.- Pipa-pipa dan fitting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kebocoran. dinding atau balok) harus dibuat sleeve. Sleeve yang dipakai adalah galvanized steel pipe. sebelum beton-beton yang bersangkutan dicor. - h. Rongga antara pipa instalasi dan sleeve harus ditutup rapat dengan bahan yang elastis. pemotongan dan pembersihan disesuaikan dengan cara sebelumnya. Merk : Toto atau setaraf.Sleeves dikerjakan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Untuk semua pipa-pipa yang menembus beton (sloop plat lantai. Vent harus dipasang dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pipa horizontal harus dipasang miring ke arah aliran drain yang menuju pembuangan tanpa ada trap atau konstruksi yang berbentuk trap.. jika dihubungkan dengan pipa vent utama harus pada ketinggian tidak kurang dari 30 cm diatas atap dan harus dilengkapi dengan flashing fittings. rembesan atau retakan-retakan pada sambungannya. Cara proteksi.P E M E R I N T A H K O T A 109 . Jika tidak memakai isolasi maka sleeve harus dipasang minimal satu ukuran lebih besar dari pada aslinya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Pipa vertikal utama dari instalasi air kotor dan air bekas dengan ukuran yang sama.

(1) Sambungan pipa PVC harus menggunakan sambungan dengan “solvent cement”. Pemborong harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggung jawab Pemborong. Pemasangan/ perletakan pipa-pipa ini disesuaikan dengan gambar pelaksanaan dan dimensi dari masing-masing pipa tertera jelas dalam gambar. t. Fittings terbuat dari bahan yang sama dengan jenis bahan pipa dan merupakan cetakan pabrik. r.P E M E R I N T A H K O T A 110 . Pasal 11 PERSYARATAN SAMBUNGAN PIPA AIR KOTOR k. q. Perlindungan/ proteksi sesuai dengan cara sebelumnya. j. Semua pipa dan fitting yang dipakai dalam pekerjaan ini harus dari satu merk dan mengikuti standard yang sama..5 m dan diujung pipa tersebut dipasang Tee. Semua clean out adalah yang dimaksud sampai menembus lantai (floor clean out) atau type clean out lantai. o. Pada bagian bawah dari pipa tegak ke pipa datar harus diberi penumpu/ support dan pipa datar lainnya diberi penggantung. n. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . s. Untuk pipa mendatar harus ditumpu/ digantung kuat pada jarak maksimum 2 m. Toto atau setaraf. Pipa vent tegak yang keluar dari permukaan tanah harus mempunyai ketinggian 2. Semua pipa tegak harus dijangkar kuat pada tiap jarak 2. p. Pengujian dari seluruh sistim pemipaan air kotor/ bekas ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk CM/ Perencana. Untuk fitting/ belokan yang menerima beban vertikal akibat adanya pipa tegak diatas harus diberi penumpu beton/ thrust blok. l. m. Merk : San-Ei.5 m maksimum..i. Pada jalur pemipaan setelah keluar dari bangunan harus dipasang inspection chamber dengan konstruksi sesuai dengan persyaratan/ standard.

Pemasangan roof drain dari pipa yang bersangkutan. Merk : Ruchika. kemiringan pipa harus sesuai dengan gambar dan keadaan setempat.P E M E R I N T A H K O T A 111 . Seluruh sistem pemipaan diisi dengan air sampai ke lubang pipa vent yang tertinggi. Fitting yang digunakan harus dari jenis “Injection moulded fitting”.. Sambungan antara pipa dan arah yang berbeda harus menggunakan “Long Radius Elbow” dan/ atau combination WYE. fitting dari jenis welded fitting tidak diperkenankan untuk dipakai. Pasal 12 PENGUJIAN SISTEM PEMIPAAN AIR KOTOR & VENT (3) (4) (1) Semua lubang keluar/ pembuangan harus ditutup rapat dengan menggunakan plastik yang khusus untuk itu. (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Seluruh bak kontrol untuk air hujan tidak termasuk dalam skope ini (masuk pekerjaan sipil/ arsitektur). Bila penurunan permukaan air melebihi batas yang telah ditentukan maka Kontraktor harus segera memperbaiki dan pengujian harus diulang kembali. Pralon atau setaraf. Roof drain ttype cast iron drain. pengujian dinyatakan berhasil. Pasal 13 PEMASANGAN INSTALASI AIR HUJAN (2) (3) (4) (1) Pemasangan dan pemipaan ini meliputi : Pemasangan semua instalasi air hujan dari atap sampai ke bak kontrol di lantai dasar.. Pengetesan kebocoran dilakukan sesuai dengan diatas. Wavin. Bila selama 60 menit penurunan permukaan air tidak lebih dari 10 cm.(2) Sambungan harus mampu menahan tekanan air kotor sebesar tinggi kolom air dari pipa terendam sampai ke titik ujung atap pipa vent stack. Untuk pipa-pipa horizontal. (2) Pipa yang digunakan harus PVC pipe dari clase AW dengan solvent cement.

Buku petunjuk sistim kerja instalasi dan petunjuk pemeliharaan harus disusun sedemikian. Pasal 15 PETUNJUK KERJA DAN PETUNJUK PEMELIHARAAN INSTALASI (1) Setelah selesai pemasangan seluruh instalasi dan setelah selesai pelaksanaan pengujian. sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya. pipa vent peluap. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan. Reservoir harus diuji terhadap kemungkinan kebocoran. sampai orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan tersebut benar-benar mahir dan sanggup menggantikannya. Cara menjalankan/mematikan setiap peralatan kerusakan-kerusakan kecil yang mungkin timbul. pipa keluar dari jenis GIP.. Buku tersebut harus memuat : Uraian secara umum dari sistem dan peralatan instalasi Plumbing secara keseluruhan. (2) Kontraktor diharuskan melatih orang-orang yang ditunjuk Pemilik Bangunan sehingga mahir dalam mengoperasikan seluruh peralatan dan sistim instalasi yang dilaksanakan. Kontraktor harus menyerahkan 4 (empat) set buku petunjuk kerja sistim instalasi san petunjuk pemeliharaan kepada CM. tangga pengontrol. serta mengatasi (3) (4) (5) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .2 m 3 . dengan perlengkapan pipa pengisi lengkap dengan float kontrol. manhole. Brosur-brosur yang dikeluarkan pabrik pembuat peralatan tidak dapat dianggap sebagai petunjuk kerja dan petunjuk pemeliharaan.P E M E R I N T A H K O T A 112 . Sistim kerja dari setiap bagian instalasi. terbuat dari beton bertulang kedap air.Pasal 14 GROUND RESERVOIR Reservoir bawah dengan kapasitas 18. Semua peralatan harus dapat berfungsi dengan baik.. tetapi dapat dilampirkan hanya sebagai pelengkap. sehingga mudah dipelajari dan bersampul kertas tebal dengan muka depan tertulis dengan jelas jenis instalasi yang bersangkutan dan tertulis dalam Bahasa Indonesia. Kontraktor harus menempatkan tenaga terdidik dan ahli dalam mengoperasikan serta memelihara seluruh sistim perlengkapan instalasi yang dilaksanakan. float valve dari stainless steel. elektroda water level kontrol.

Kontraktor harus menyerahkan prosedur running test kepada Direksi/ CM berikut start up manual yang dikeluarkan dari pabrik pembuat mesin tersebut. Petunjuk pemeliharaan dari sistim instalasi dan semua peralatan. nama dan alamat perusahaan yang menjadi agen di Indonesia. Harus dilakukan oleh tenaga ahli dari penjual mesin/peralatan tersebut yang mana telah mendapat pendidikan khusus untuk itu dari pabrik pembuat mesin tersebut. tenaga dan biaya untuk mengadakan pengujian menjadi tanggungan Kontraktor. semua pemeliharaan berkala. Literatur dari pabrik tentang peralatan yang terpasang. untuk waktu jangka panjang. tipe.. Sebelum melakukan test.. tahun pembuatan.- Tebal peralatan yang memuat macam dan jumlah mesin/ peralatan lokasi. pabrik asal. - - Pasal 16 PENGUJIAN INSTALASI. yang memuat tugas pemeriksaan secara umum. bila diperlukan. Kontraktor harus menanggung biaya untuk pemeriksaan dan pemberian izin dari instansi yang berwenang. data dan literatur dari peralatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan peralatan yang terpasang. CM/ Team Pengawas dan badan lain yang berwenang.P E M E R I N T A H K O T A 113 . Semua perlengkapan. Jangan memasukkan brosur. Harus disaksikan oleh Pemberi Tugas. sehingga dapat dijamin bahwa pekerjaan tersebut dapat bekerja dengan baik. tabel pelunasan dan daftar suku cadang. Tata cara pengujian dan pelaksanaan pengujian harus dilakukan dibawah pengawasan CM. RUNNING TEST DAN COMMISSIONING (1) Semua pekerjaan yang dilaksanakan harus diuji. (2) (3) (4) (5) (6) (7) D I N A S P E K E R J A A N UM U M .

Pasir aduk harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2. Seluruh dinding dari pasangan batu menggunakan adukan 1pc : 4 pasir pasang. Syarat-syarat Pelaksanaan a. 2. adukan yang digunakan 1 pc : 2 pasir pasang. Syarat-syarat batu bata harus memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI-10. Untuk dinding semen raam/rapat air. Batu bata yang dipasang adalah dari mutu terbaik. c. base serta memenuhi PUBI-1982 pasal 9. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. kecuali pasangan batu bata semen raam. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . b. Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Pengawas. Persyaratan bahan a.. Batu bata yang digunakan ukuran 10 x 10 x 20 cm dengan mutu terbaik. bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. produk lokal dan disetujui Direksi Pengawas. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas minimal 3 (tiga) contoh dari hasil produk yang berlainan untuk mendapatkan persetujuannya. harus bersih. minyak. 3. Bahan-bahan yang digunakan. yakni pada dinding dari atas permukaan sloof/balok sampai 50 cm diatas permukaan lantai setempat. tidak mengandung lumpur. mutu I dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. sama warna serta disetujui Direksi Pengawas.PEKERJAAN DINDING (1) Pekerjaan Dinding Batu Bata 1. e. Semen portland yang digunakan harus dari satu merk produk. asam. Lingkup Pekerjaan a. siku dan sama ukuran.XV. c. d.. b. Air untuk adukan pasangan.P E M E R I N T A H K O T A 114 .

(2)

Pekerjaan Plesteran Dinding 1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh plesteran dinding batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.

b.

2.

Persyaratan Bahan a. Semen portland yang digunakan harus dari satu produk, mutu I dan yang disetujui Direksi Pengawas serta memenuhi syaratsyarat yang ditentukan dalam NI-8. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 dan PUBI-1982. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10. Campuran (agregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala macam kotoran, harus bersih dan melalui ayakan 1,6 - 2,0 mm.

b. c. d.

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Seluruh plesteran dinding batu bata dengan aduk campuran 1 Pc : 4 pasir, kecuali pada dinding batu bata semen raam/rapat air. Pada dinding batu bata semen raam/rapat air diplester dengan aduk campuran 1 PC : 2 pasir Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Direksi Pengawas. Semen Portland yang dikirim ke site harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat.

b.

c.

d.

e.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

115

f.

Bahan harus disimpan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk di mulainya pekerjaan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi Pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Tebal plesteran 1,5 cm dengan hasil ketebalan dinding finish 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran, pada bagian pekerjaan yang diijinkan Direksi Pengawas. Pertemuan plesteran dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya), dibuat naat (tali air) lebar minimal 7 mm dalam 5 mm, kecuali bila ditentukan lain. Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen, acian dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. Kontraktor wajib memperbaiki/mengulang/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan (dan masa garansi), atas biaya Kontraktor selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik/Pemakai.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

m.

n.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

116

XVI.PEKERJAAN LANTAI A.Pekerjaan Pasangan Keramik Lantai Bangunan 1. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Pekerjaan lantai keramik ini dilakukan pada finishing lantai bangunan yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar.

b.

2.

Persyaratan bahan a. Bahan yang digunakan adalah jenis keramik KIA atau merek setara lainnya. Warna akan ditentukan kemudian, untuk masing-masing warna harus seragam, warna yang tidak seragam akan ditolak. Tebal bahan minimal 7 mm, finishing berglazuur, kekuatan lentur 250 kg/cm2 dan tingkat I (satu). Bahanpengisi siar berwarna/ibagrout/Titlegrout. dari grout semen

b.

c.

d.

e.

Bahan perekat dari adukan spesi 1 PC : 2 pasir ditambah bahan perekat/ Ibafix. Ukuran dan lokasi pemasangan finishing lantai. Ukuran 30 x 30 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan lantai sesuai yang disebutkan/ditunjukkan dalam detail gambar. Ukuran 20 x 20 cm digunakan sebagai finishing keseluruhan keramik lantai WC dan Ukuran 20 x 30 cm digunakan sebagai dinding keramik WC sesuai yang disebutkan/ditujukkan dalam detail .

f.

-

g.

Pengendalian pekerjaan keramik ini harus sesuai dengan peraturan-peraturan ASTM, NI-19, PUBI 1982 pasal 31 dan SII 0023-81. Semen Portland harus memenuhi NI-8, pasir harus memenuhi PUBI 1982 pasal 11 dan air harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 9.

h.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

117

3.

Syarat-syarat Pelaksanaan a. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya (minimum 3 contoh bahan dari 3 jenis produk yang berlainan) kepada Direksi Pengawas. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing dari pola keramik yang disetujui Direksi Pengawas. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat dan tidak bernoda. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 4 pasir dan ditambah bahan perekat seperti yang disyaratkan. Bidang pemasangan harus merupakan bidang yang benar-benar rata. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar), harus sama lebar maksimum 3 mm dan kedalaman maksimum 2 mm, atau sesuai detail gambar serta petunjuk Direksi Pengawas, yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan tegak lurus sesamanya. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi sesuai ketentuan persyaratan warna bahan pengisi sesuai dengan warna keramik yang dipasangnya. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih. Diperhatikan adanya pola tali air yang dijumpai pada permukaan pasangan dinding atau hal-hal lain seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keramik harus dilakukan dengan alat gurinda, sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang teratur, siku dan memperoleh bentuk tepian yang sempurna.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

j.

k.

l.

D I N A S P E K E R J A A N UM U M - - - P E M E R I N T A H K O T A

118

P E M E R I N T A H K O T A 119 . Pekerjaan lapisan paving block ini dipasang sebagai lapisan finishing pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. 2. - d.8 warna. As 1500-1974..m. 01/ST/BM/1972. Type dan lokasi pemasangan : Type interblock 16.. Bahan paving block dari produk yang bermutu baik dan disetujui Direksi Pengawas. dengan subbase dari bahan lapisan pasir urug padat tebal 5 cm. Type Interblock 16. dipasang sebagai lapisan finishing untuk tempat parkir dan jalan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. b. dengan subbase dari bahan lapisan sirtu padat tebal 35 cm dan lapisan pasir urug atas lapisan sirtu tebal 5 cm.Pekerjaan Lapisan Paving Block Area Parkir 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Bahan harus memenuhi ketentuan dari Asutralian Standard For Metric Concrete Building Block. Persyaratan Bahan a. 13/D3/C235 dan peraturan Bina Marga No. dengan berat jenis 2200 kg/m3. dipasang sebagai lapisan finishing untuk Trotoir serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. bahan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PUBI 1982 pasal 13. bahan-bahan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Lingkup Pekerjaan a. b. c.5 inchi). B. ASTM No. Sirtu yang digunakan dari dalam sungai dengan ukuran gradasi klas B (100% lolos ayakan 1.6 warna. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari pengaruh pekerjaan lain selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat pada permukaan lantai.

Jarak pemasangan block yang satu terhadap yang lain dibuat maksimum 8 mm. tidak bergelombang pada permukaan lapisan paving block serta tidak terjadi genangan air. tanpa cacat/ retak/ rengat pada permukaannya. Hasil pemasangan harus rata dengan kelandaian/ kemiringan sesuai yang disyaratkan/ ditentukan dalam detail gambar. c. retak atau yang ada cacat-cacat lain. teratur. f. selanjutnya nat atau se-sela tersebut diisi dengan pasir beton yang diayak dengan mata ayakan maksimum 2 mm. Hails pemasangan harus cermat. hingga tercapai hasil struktur lapisan homogen dan kepadatan yang maksimal. e. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi kerah tengah dengan pengulangan minimal 6 kali. h.3. g. Pasangan lapisan paving block menurut jenisnya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . disesuaikan dengan detail-detail gambar untuk itu. seluruh permukaannya diratakan dengan menggunakan mesin penggilas kapasitas 1 ton atau sesuai yang disyaratkan dalam pekerjaan ini. Syarat-syarat Pelaksanaan a.P E M E R I N T A H K O T A 120 . b. Lapisan paving block dipasang diatas lapisan pasir urug yang telah dipadatkan serta telah disiram dengan air yang bersih. Setelah paving block terpasang dengan teratur. Seluruh permukaan tanah dasar (sub grade) dan lapisan subbase dari hamparan sirtu. harus dipadatkan dengan Smooth Wheel Rollers kapasitas 8 ton. dalam arti jenis ukuran dan jenis warnanya. Tidak diperkenankan memasang bahan paving block yang patah.. d.. Bahan dari mutu terbaik. Penggilasan dilakukan dari bagian tepi yang maksimal.

cara pemasangan. termasuk mempelajari bentuk. untuk seluruh bahan kayu kosen yang digunakan. sehingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.PEKERJAAN KAYU KOSEN. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961).P E M E R I N T A H K O T A 121 . - - - 3. PINTU & JENDELA (1) Pekerjaan Kosen Kayu 1. layout/penempatan. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klosklos. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . lurus. Sebelum melaksanakan pekerjaan. kering dengan permukaan rata. pola. Lingkup Pekerjaan a. c. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. Kayu yang dipakai harus cukup tua. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Persyaratan Bahan Bahan kosen dari kayu Bangkirai yang telah dikeringkan. mata kayu fan cacat lainnya. peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan.. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). Sebelum pemasangan. b. penimbunan kayu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik.XVII. PUBI 82 pasal 37 dan memenuhi persyaratan SII 0458-81. baut. kelas kuat I-II dan kelas awet III dan kayu Ulin untuk kosen KM/WC Ukuran finish kosen sesuai detail gambar. mutu kelas A. bebas dari cacat seperti retakretak. Kelembaban yang disyaratkan maksimum 17%. angkur-angkur dan penguat lain yang diperlukan b.

kecuali bila ditentukan lain. Semua kayu tampak harus diserut halus. Kosen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan ukuran. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. g. vernis. Pembuatan dan penyetelan/pemasangan kosen-kosen harus lurus dan siku. k. Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin diluar tempat pekerjaan/pemasangan. f. sehingga mekanisme pembukaan pintu/jendela bekerja dengan sempurna. j. d. Lingkup Pekerjaan a. Setelah terpasang perlu diberi pelindung terhadap benturan dan pengotoran dari akibat pelaksanaan pekerjaan lain. bahan-bahan. (3) Pekerjaan Daun Jendela Kaca 1.. Pemasangan tiang kosen yang langsung diatas lantai (kosen pintu) dibuat neud tinggi 10 cm. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semua kosen yang melekat pada dinding beton/bata diberi penguat angkur diameter 10 mm. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi. Pekerjaan daun pintu kaca meliputi pembuatan daun jendela kaca/frame dari kayu bangkiray untuk seluruh detail yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar.P E M E R I N T A H K O T A 122 . b. lurus dan sikusiku satu sama lain sisi-sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan. Bahan dari beton adukan 1 PC : 2 pasir beton : 3 koral. h.hingga terjamin kekuatannya untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. rata. Pada setiap sisi kosen pintu yang tegak dipasang 3 angkur dan untuk sisi kosen jendela 2 angkur. bentuk profil. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . type kosen dan arah pembukaan pintu/jendela. e. Kosen tidak diperkenankan dipoles dengan cat. i. meni atau finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Direksi Pengawas..

tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik.. pola. Sebelum pelaksanaan dimulai. Syarat-syarat Pelaksanaan a. b. bahan-bahan. tidak bergelombang. (4) Pekerjaan Daun Pintu Double Teakwood Bagian Dalam Lapis aluminium Seng 1. Untuk daun jendela kaca setelah dipasang harus rata. harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan rangka yang tampak. d.P E M E R I N T A H K O T A 123 . Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. penimbunan bahan-bahan jendela ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-lubang). hingga dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 3. b. termasuk mempelajari bentuk. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka jendela dan penguat lain agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/ menjaga kerapihan. Sebelum melaksanakan pekerjaan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Digunakan kaca rayband tebal 5 mm. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. layout/penempatan.2. e. Jika diperlukan. Pekerjaan pembuatan daun pintu double teakwood bagian dalam lapis aluminium seng dipasangkan pada pintu-pintu dan seluruh detail seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar. Persyaratan Bahan Bahan Panel Untuk panel digunakan bahan kaca yang memenuhi persyaratan dalam PUBI 82 pasal 63 dan SII 0819-78. Lingkup Pekerjaan a. tidak terkenan cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. c. cara pemasangan.

Bahan block board dari jenis yang bermutu baik. f. mutu I.. Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-lubang). lurus kering dengan permukaan rata. e. layout/penempatan. lebar 5 cm. Setiap sambungan rangka daun pintu dan setiap penempelan permukaan bahan pelapis untuk panel daun pintu. Bahan rangka dari kayu Bengkirai yang telah dikeringkan. b. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. mata kayu dan cacat lainnya. Pengisi pintu dari bahan block board tebal 18 mm lapis double Teakwood 4 mm. Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI-5 (PKKI tahun 1961). 3. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi persyaratan dalam PUBI tahun 1982 pasal 38 dan memenuhi SII 0404-81. merk Aica Aibon atau merk lain yang setara.P E M E R I N T A H K O T A 124 . pemasangan sesuai detail gambar. Pada bagian-bagian daun pintu seperti yang telah ditentukan dalam detail gambar. buatan dalam negeri merk Asahi. Persyaratan Bahan a. Kayu yang dipakai harus cukup tua. termasuk mempelajari bentuk. dipasang list dari kayu Ramin yang telah dikeringkan. penimbunan bahan-bahan pintu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik. pola. cara pemasangan. Sebelum pelaksanaan dimulai.2. bebas dari cacat seperti retak-retak.. disyaratkan maksimum 12%. Pelapisan dilakukan pada kedua belah sisi/muka block board. d. Sebelum melaksanakan pekerjaan. c. mekanisme dan detail-detail sesuai gambar. Syarat-syarat Pelaksanaan a.PUBI 82 pasal37 dan memenuhi persyaratan dlm SII 0458-81. kelas kuat II dan kelas awet I-II. b. Kelembaban bahan kayu yang digunakan. tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban. teak Teakwood dari merk Asahi atau yang setara dan Teakwood merk Singa Laut. digunakan lem kayu yang bermutu baik.

c. Jika diperlukan. Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . tanpa meninggalkan bekas/cacat pada permukaan kayu yang tampak. e.. Penyambungan rangka daun pintu dibuat sistim lubang dan pen dengan paku/pasak kayu atau bambu serta digunakan lem kayu yang bermutu baik produk dalam negeri dari merk seperti yang telah disyaratkan dan disetujui Direksi Pengawas. d. h. f. lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya ukuran rangka kayu merupakan ukuran jadi. Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu agar tetap terjamin kekuatannya dengan memperhatikan kerapihan.. tidak melintir dan semua peralatan dapat berfungsi dengan baik dan sempurna. bentuk dan susunan pelapisannya. harus menggunakan sekrup galvanized atas persetujuan Direksi Pengawas. Tebal lapisan aluminium seng daun pintu. Daun pintu setelah dipasang harus rata. sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan. Pekerjaan daun pintu dilakukan dibengkel penyambungan rangka dan penempelan dari seluruh bahan panel. dilakukan dengan sistim pres di pabrik). tidak bergelombang. g. rata.P E M E R I N T A H K O T A 125 .

pada daun jendela minimum dipasang 2 buah setiap daunnya.P E M E R I N T A H K O T A 126 .. antara lain : Flush Bolt type/serie FB 007 dari Satin Stainless Steel Door Guard type/serie DG 005 dari Polish Chromium Door Stop type/serie 431 dari alumunium Door viewer type/serie DV 004 dari Brass Rack Bolt type/serie WB 006 dari Brass 2. dari produk yang bermutu baik. c. Meliputi pengadaan. dipasang peralatanperalatan dari merk Schlage. Falcon atau Curbin type/serie 414.. atau merk lain yang setara dan yang disetujui Direksi Pengawas. b. Yang termasuk pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . (2) Persyaratan Bahan 1. Pada daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar. menggunakan engsel merk Schlage. Perlengkapan Daun Pintu a. pengawasan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar. Material dari bahan stainless steel dengan paku sekrup kembang bahan sama dengan bahan engsel. Engsel (butt ghinges) dengan pemasangan 3 buah untuk pintu enkel dan 2 x 3 buah untuk pintu double. 3. Curbin type/serie LCN 1000 (steel grey) Peralatan dari seluruh daun pintu yang telah disyaratkan/ditentukan dalam gambar. 2. dipasang Door Closer merk Schlage.PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI (1) Lingkup Pekerjaan 1. Falcon. perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Falcon. pemasangan. Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar. finish satin stainless steel atau satin chromium. bahanbahan. Semua hardware dalam pekerjaan ini. seragam dalam pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Direksi Pengawas. Curbin atau merk lain.XVIII.

Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 32 cm (as) dari permukaan lantai keatas. Lock set.d. Setelah kunci terpasang. Semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini. Seluruh biaya test laboratorium menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. g. daun pintu double teak Teakwood dan daun pintu glasal. Untuk seluruh pintu yang dapat membentur dinding bila dibuka. (3) Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pengajuan/penyerahan harus disertai brosur/spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan. digunakan kunci pintu merk Schlage type/serie A dan B dengan material finish satin stainless steel atau satin chromium. dipasang dengan baik pada lantai dengan menggunakan sekrup dan nylon plug. Knob handle untuk kunci-kunci pintu type/serie A dan D adalah Orbit. 4. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 20 cm (as) dari sisi atas pintu kebawah. Handle dan Back Plate Pada seluruh daun pintu panel kayu. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut. harus terpasang kuat pada rangka daun pintu. noda-noda bekas cat atau bahan finish lainnya yang menempel pada kunci harus dibersihkan dan dihilangkan sama sekali. Direksi Pengawas dapat meminta untuk mengadakan test-test laboratorium yang dilakukan terhadap contohcontoh bahan yang diajukan sebagai dasar persetujuan. Kunci tanam. Penarik ‘lock’ dan ‘latch’ harus diajukan oleh Kontraktor kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Apabila dianggap perlu. sebelum dipasang terlebih dahulu diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. e. f. 3.. diberi door stop dari merk dan type seperti yang telah disyaratkan.. 2.P E M E R I N T A H K O T A 127 .

seluruh pekerjaan harus dilakukan dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat dipasang dengan tepat dilapangan.5. 2..40. dan yang disetujui Direksi Pengawas.P E M E R I N T A H K O T A 128 . Syarat-syarat Pelaksanaan a. bahan-bahan. 3.20.3. Bentuk/ ukuran sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.PEKERJAAN RANGKA ATAP (1) Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan 1.7 mutu BJ 37 Plat stefner + assesories.2 Baja ∟ 40.100. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.5.XIX.5. Lingkup Pekerjaan a. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.8 mutu BJ 37 Kuda-kuda + jurai Baja 150.50. Terbuat dari bahan baja Ringan mutu terbaik. Seluruh pekerjaan dibengkel harus merupakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Meliputi pekerjaan railing dilakukan untuk seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.75.. produk dalam negeri.PEKERJAAN ATAP A. Kolom Baja 200. b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Persyaratan Bahan a. Pengelasan konstruksi harus dilakukan sesuai gambar konstruksi dan harus mengikuti prosedur/ persyaratanpersyaratan dalam AWS dan AISC Spesification.4 dudukan gording mutu BJ 37 Trekstang besi Ø 16 + jarum keras Sograd besi Ø 12 lengkap mur-baut - c. mutu ST 42 Gording canal kait C 125.

dimana akan terjadi banyak lapisan las. karat. f. dimulai Kontraktor harus menunjukkan detail-detail panjang serta ukuran las. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan Kontraktor harus mengganti segera tanpa tambahan biaya. jenis pengelasan yang diperkenankan padanya Bagian konstruksi yang setara akan dilas harus dibersihkan dari bekas cat. jumlah.P E M E R I N T A H K O T A 129 . g. k.baikbekas lapisan pertama. maupun bidang-bidang benda kerja dibersihkan dari kerak (slak) dan kotoran lainnya. Untuk bagian konstruksi baja harus dilakukan dengan las listrik serta pengelasannya sudah melalui test & harus memiliki ijasah yang menetapkan kualifikasi. Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran yang tercantum pada gambar. Pemeriksaan pekerjaan dibengkel dapat dilakukan bila dikehendaki sewaktu-waktu oleh Direksi Pengawas dan tidak ada pekerjaan yang dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Direksi Pengawas. Pada pekerjaan las. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .b. j. Lapisan las yang berpori-pori. maka sebelum mengadakan las ulangan. Pada pekerjaan. baik secara keseluruhan maupun merupakan pengelasan-pengelasan bagian-bagiannya hanya boleh dilakukan setelah diperiksa bahwa hubungan-hubungan yang akan di las sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk konstruksi itu.. d. h. e. l.. Sebelum pekerjaan di bengkel membuat gambar kerja yang lengkap dari semua komponen. lemak dan kotoran. yang diperlukan/ digunakan c. rusak atau retak harus dibuang sama sekali. Kedudukan konstruksi baja yang segera akan di las harus menjamin situasi yang paling aman bagi pengelas dan kualitas hasil pengelasan yang dilakukan. Pengelasan konstruksi. maka lapisan yang terdahulu harus dibersihkan dari kerak (slak) dan percikan-percikan logam sebelum memulai dengan lapisan las yang baru. Pekerjaan pengelasan harus dibawah pengawasan personel yang memiliki persiapan teknis pekerjaan tersebut. i. ukuran serta peralatan lain dalam pekerjaan ini.

PEKERJAAN PENUTUP ATAP GENTENG BETON 1. contoh-contoh semua bahan atap. Spesifikasi bahan : Ukuran seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. a. bubungan dan lain sebagainya yang akan digunakan harus diajukan terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan konsultan perencana dan konsultan pengawas. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.PEKERJAAN ATAP DAK 1.P E M E R I N T A H K O T A 130 .. dan sesuai persetujuan konsultan pengawas. Bahan : Genteng Metal Bahan tidak mudah pecah. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. yang berkaitan dengan pekerjaan pemasangan atap. 2. sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. II. bahan-bahan. tahan terhadap perubahan cuaca.tidak mudah berlumut atau berjamur. 2. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. Persyaratan Bahan Sebelum didatangkan penutup atap di datangkan ke lokasi pekerjaan. b.Persyaratan Bahan Semua persyaratan pelaksanaan dan mutu beton untuk atap dak sepeti tercantum balam bab pekerjaan beton. seperti pekerjaan baja.PEKERJAAN PENUTUP ATAP I.Lingkup Pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan semua bahan penutup atap seperti yang tertera pada Bill of Quantity dan gambar rencana. dan dapat mereduksi udara panas dan suara hujan. bahan-bahan. sehingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Mengadakan koordinasi dengan disiplin lain. Lingkup Pekerjaan a. c. pekerjaan kayu dan pekerjaan lainnya. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja..B.

c. Pola pemasangan rangka pembagi maksimal dibuat 60 x 60 cm serta kelos ukuran 3 x 4 cm yang dipasang pada setiap sambungan rangka pembagi. Pekerjaan langit-langit gypsum ini dilakukan pada ruang serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjukk Direksi Pengawas. Pola pemasangan :Sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar. bahan-bahan. Rangka plafond metal furing. 3. dan disetujui oleh Direksi Pengawas. Pekerjaan langit-langit gypsum 1. Lingkup Pekerjaan a. b. Persyaratan Pelaksanaan a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bahan : gypsum tebal 9 mm. harus baru. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.. produk bermutu baik. Warna sesuai persetujuan perencana dan konsultan pengawas.d. Bahan-bahan yang dipakai. XX.P E M E R I N T A H K O T A 131 . peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas. b. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas.PEKERJAAN PLAFOND (1). c. tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini.. 2. Persyaratan Bahan a. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas. b.

jarak pemasangan satu sama lain (naad) dibuat 0. pada pertemuan harus saling berpotongan tegak lurus satu sama lian. PL. AC dan lain-lain). e. tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Pada bagian tepi langit-langit dipasang list bentuk profil ukuran sesuai yang ditujukkan dalam detail gambar. c. h. Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas. harus baru. Pola pemasangan langit-langit gypsum tebal 9 mm untuk lantai 2 sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. b. f. Persyaratan Pelaksanaan a. Material lain yang tidak terdapat pada daftar diatas. Bidang pemasangan langit-langit tripleks harus rata/waterpas. Hasil pemasangan harus betul-betul bersih. Pada pekerjaan langit-langit ini perlu diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini. Harus diperhatikan terhadap disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan perlengkapan instalasi yang diperlukan. Bahan-bahan yang dipakai. Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan Direksi Pengawas. dari bahan kayu kamper yang difinish cat sesuai yang disyaratkan.. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 132 .5 cm atau sesuai dengan detail gambar.4. g. kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujuan dari Direksi Pengawas.. Naad harus lurus dan sama lebar. pekerjaan lain yang terletak diatas langit-langit harus sudah terpasang dengan sempurna. Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit. Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum gambar rencana langit-langit harus diteliti terlebih dahulu pada gambar-gambar instalasi yang lain (EL. d.

. Pengeringan minimum setelah 2 jam lapis berikutnya dapat dilakukan.. c. 39001970. bahan-bahan.PEKERJAAN PENGECATAN (1) Pekerjaan Pengecatan Dinding 1. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Kapasitas/daya sebar maksimal 12 m2/liter untuk pengecatan 1 lapis. Pengencer air bersih maksimum 20%. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 133 e. Meliputi pengecatan dinding/beton bagian luar dan dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar. NI-4. b. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 pasal 54. Bahan cat buatan dalam negeri produk Danapaint. 2. BS no. ICI atau merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. Warna akan ditentukan kemudian.XXI. b. f. Persyaratan Bahan a. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Jenis Weathershield digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian luar (exterior). Pengecatan untuk dinding/beton bagian dalam/luar minimal dilakukan 2 lapis. g. Lingkup Pekerjaan a. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Cat dasar Digunakan jenis alkali Pimer (untuk dinding/beton bagian dalam) Digunakan jenis Sealer (untuk dinding/beton bagian luar) Lapisan cat dasar dilakukan minimal 1 lapis sampai rata dan sama tebalnya. h. d. AS K-41 dan sesuai ketentuan teknis dari pabrik yang bersangkutan. Jenis cat finishing/akhir Jenis Vinyl Acrylic emulsion digunakan sebagai cat finishing dinding/beton bagian dalam (interior).P E M E R I N T A H K O T A .

Pengecatan disyaratkan dengan menggunakan roller.3. dipakai kuas yang baik. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan dan persyaratan teknis operatip dari pabrik dan contoh percobaan warna cat kepada Direksi Pengawas. minyak dan debu. (2) Pekerjaan Pengecatan Kayu 1. c. d. Meliputi pengecatan permukaan kosen kayu. permukaan bidang pengecatan harus rata. kering dan bersih dari segala kotoran. hingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.. Plesteran harus betulbetul kering. e. daun pintu dan daerah service serta permukaan kayu yang tampak sesuai yang ditentukan/ ditunjukkan dalam detail gambar. Sebelum pengecatan dilakukan. f. bahan-bahan. Sebelum pengecatan dimulai. Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda dan pengaruh pekerjaanpekerjaan sekelilingnya selama 2 jam. Bidang pengecatan siap dicat setelah seluruh permukaan telah diratakan/dihaluskan dengan amplas. b. untuk disetujui Direksi Pengawas. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Lingkup Pekerjaan a. b. Untuk permukaan dimana pemakaian roller tidak memungkinkan. h. tidak ada retak-retak dan telah disetujui Direksi Pengawas. g.P E M E R I N T A H K O T A 134 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Syarat-syarat Pelaksanaan a.. Cat dasar dilakukan setelah seluruh permukaan pengecatan memenuhi persyaratan dan telah selesainya pekerjaanpekerjaan yang ada didalamnya. Kontraktor diwajibkan membuat contoh-contoh warna. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohnya untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pengawas.

untuk mendapat persetujuan Direksi Pengawas. Kontraktor harus membuat contoh jadi dari pekerjaan pengecatan dalam beberapa macam warna. e. Persyaratan Bahan a. b.. d. Warna cat akhir akan ditentukan kemudian. Penukaran/penggantian bahan harus dari mutu sesuai contoh yang disetujui serta harus dengan persetujuan pihak Direksi Pengawas. Seluruh permukaan sebelum dilapis cat awal dan cat akhir. Syarat-syarat Pelaksanaan a. Contoh-contoh yang diserahkan harus disertai brosur dari pabrik yang bersangkutan. terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya kepada Direksi Pengawas. minimal 2 (dua) jenis hasil produk yang berlainan. Bidang permukaan pengecatan harus diratakan/dihaluskan dengan bahan/ alat mesin amplas elektrik yang bermutu baik. d.. untuk diserahkan kepada Direksi Pengawas. b.P E M E R I N T A H K O T A 135 .2. harus dilicinkan dengan mesin amplas listrik sampai halus dan licin. c. 3. Bahan sebelum digunakan. c. Digunakan bahan finishing melamine semi gloss buatan dalam negeri dari mutu terbaik produk I C I atau dari produk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. penukaran dan penggantian bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya tanpa adanya tambahan biaya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-4 serta sesuai ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. sampai merupakan bidang permukaan pengecatan yang halus dan licin. e. Sebagai cat awal digunakan cat jenis Pinotex clear yang dilapiskan sehingga tebal dan merata pada seluruh permukaan pengecatan dengan kuas atau dengan cara lain yang disetujui Direksi Pengawas. segala persiapan pengecatan telah memenuhi persyaratan dengan baik dan telah disetujui Direksi Pengawas.

benar-benar bebas dari minyak. rata dan sama warnanya.1. 1941 -Puil 1987 -AVE/VDE. h. serbuk gergaji. Peraturan/persyaratan lainnya yang berlaku sah di Indonesia (2) (3) D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Gambar spesifikasi dan risalah aanwijzing merupakan suatu kesatuan yang saling mengikat dan melengkapi.V. Lapis pengulangan dilaksanakan setelah 2 hari dari pengecatan awal.f. Ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat. Pengecatan harus dilakukan sejauh mungkin dari pengaruh pekerjaan lain serta jauh dari tumbuh-tumbuhan. Aduk dengan sempurna sebelum pemakaian bahan dilakukan. Pengecatan dilakukan minimal 2 (dua) lapis atau hingga dicapai hasil pengecatan yang tebal. j. berlaku : A.MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pasal 1 INSTALASI LISTRIK 1. disamping Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini. Bidang permukaan pengecatan dibersihkan dari debu. Kontraktor harus menjalin hubungan yang baik dengan kontraktor lain dalam pekerjaan ini. Peraturan/persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja Pemerintah Daerah setempat.P E M E R I N T A H K O T A 136 . g. Pada dasarnya untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik ini. sehingga secara bersama-sama menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang ditentukan. Harus dihindarkan adanya celah-celah/pori-pori serat kayu pada permukaan pengecatan. (1) Persyaratan Umum Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh Instalatur Listrik yang telah mempunyai Surat Pengakuan (PAS) golongan C dari PLN setempat dan SIPP kelas A dari pemerintah setempat. peralatan dan material tersebut dibuat. XXI.. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik dimana mesin. i. dan sebagainya serta kering betul..

(4) Semua gambar-gambar kerja atau shop drawing yang dibuat oleh Kontraktor/ Instalatur listrik maka sebelum dilaksanakan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan Pengawas/ Direksi Lapangan.Biaya perizinan dan pengetesan untuk bahan-bahan dan peralatanperalatan yang dipasang. (11) Commisioning & Testing a.. Semua instalasi peralatan dan mesin yang telah dipasang sebelum diserahkan harus dites mengenai kemampuan bekerjanya . Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud dalam spesifikasi teknis ini dan harus dalam keadaan baru. harus sudah termasuk : . mengetahui apakah seluruh instalasi yang dilaksanakan dapat berfungsi dengan baik dan telah memenuhi persyaratan yang berlaku. ..Biaya keur dan biaya tanggungan instalsi Biaya administrasi pengurusan penyambungan.P E M E R I N T A H K O T A 137 . D I N A S P E K E R J A A N UM U M . catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) As Built Drawing dan harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing. b. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang dipasang kepada direksi. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan pemborong. Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga ahli. bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam kegiatan testing tersebut merupakan tanggung jawab pemborong. Penanggung jawab pelaksana pekerjaan harus selalu berada di tempat pekerjaan dan dapat mengambil keputusan demi kelancaran pekerjaan. Pemborong pekerjaan instalasi harus dilakukan testing dan pengukuran yang dianggap perlu untuk memeriksa. Kontraktor wajib menempatkan pengawas untuk mengawasi pekerjaannya sendiri. (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pengawas Kontraktor wajib bertanggung jawab atas semua pekerjaannya. sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. Kontraktor harus membuat catatan-catatan yang cermat dari penyesuaianpenyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Dalam perhitungan biaya penawaran. Semua tenaga.

flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung dan armature lampu. Umum Pekerjaan sistem elektrikal meliputi semua bahan. 3.. 1. Pengadaan dan pemasangan trafo distribusi Pengadaan. pengujian. pemasangan. Instalasi dan pemasangan kabel a. dll. junction box. Pengadaan. lampu. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan rendah dengan berbagai ukuran dan type.2. peralatan. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa atau khusus Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis saklar.P E M E R I N T A H K O T A 138 . Pekerjaan pentanahan (earthing) dari panel. Persyaratan Teknik Khusus Sistem Elektrikal. dan penyambungan panel tegangan menengah Pengadaan.Umum Semua kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan PUIL/LMK. a. armature. pemasangan unit-unit panel tegangan rendah Pengadaan. nomor dan jenis pintalan. pemasangan. bends/elbows.Pengadaan dan pemasangan tiang lampu. pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan menengah lengkap dengan cable fitting lainnya. Semua kabel/kawat harus baru. socket. Pengadaan dan pemasangan pipa conduit. Pekerjaan Sistem Penerangan Luar (Outdoor Lighting) . perbaikan selama masa pemeliharaan dan trainning bagi calon operator.1. pemasangan dan penyambungan kabel instalasi penerangan dan stop kontak.2. stop kontak. pemasangan dan penyambungan pipa instalasi pelindung kabel serta berbagai accecoris lainnya seperti box untuk saklar.jelas ditandai ukurannya. flexible conduit. Sistem Penerangan dan Stop Kontak Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armatur dan lampunya. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . switches Pengadaan. Pekerjaan Sistem Penerangan dan Stop Kontak 1. - 2. armatur lampu.. kotak kontak dan pompa. jenis kabelnya. kabel instalasi dan pipa pelindung kabel dan accecorisnya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan sistem distribusi daya listrik Pengadaan.1. b. tenaga kerja.

Semua sambungan kabel baik dalam junction box. Pemasangan kabel dalam Tanah .Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 80 cm. .Kabel-kabel disambung sesuai warna atau nama masing-masing dan dites tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan.. b.Instalasi penerangan tanpa ceiling gantung.Instalasi saluran penghantar di luar bangunan digunakan saluran beton. asbes. panel atau tempat lain harus mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi porselen. d. .Kabel yang langsung ditanam dalam tanah harus dilindungi bata merah. bakelite atau PVC. tape sintetis. . f. diberi pasir .Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi untuk pipa PVC yang khusus untuk listrik.Konduktor yang dipakai dari type : .Instalasi penerangan dengan ceiling gantung. kecuali untuk penerangan taman digunakan pipa galvanized. gelas. e. Saluran Penghantar dalam Bangunan . harus dilindungi GIP conduit.P E M E R I N T A H K O T A 139 . . composition dan lain-lain harus dari type yang disetujui. c.Setiap kabel dalam bangunan digunakan pipa conduit minimum 5/8” diameternya. . kecuali pada outlet yang bisa dicapai. . . . connection dan lain-lain seperti karet. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . resin splice case..Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA denganconduit PVC.Penyambungan tembaga dilapisi timah putih dan kuat.Bila kabel dipasang tegak lurus di permukaan yang terbuka. .Sambungan kabel circuit cabang harus di buat secara mekanis dan harus teguh secara electric. Splice/ Pencabangan Tidak diperkenankan adanya splice baik dalam feeder maupun cabang.Bahan isolasi Semua bahan isolasi untuk splice.Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan socket/ lock nut. PVC. ditanam minimal 80 cm. semua kabel pada rak kabel harus diklem.Untuk kabel distribusi adalah NYY Semua kabel harus berada dalam conduit UPVC High Impact yang disesuaikan ukurannya. Penyambungan kabel .Semua penyambungan kabel dilakukan dalam kotak-kotak penyambung yang khusus untuk itu. . saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable tray dan diletakan di atas ceiling. saluran penghantar (conduit) ditanam dalam beton.

P E M E R I N T A H K O T A 140 . dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 150 % dari arus beban terpasang yang ukurannya disesuaiakan dengan ukuran PUIL. di buat tahan karat atau diberi lapisan anti karat.Semua kabinet dari pintu untuk panel board listrik. c. Konstruksi Panel dan Instalasinya.. dilindungi pipa galvanized atau pipa beton. seperti batu. Finishing Semua kabinet dicat dengan warna yang ditentukan direksi. a. Papan nama Setiap pemutus daya harus dilengkapi dengan papan nama dan dapat dilihat dengan mudah.Galian untuk tempat kabel harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel. Kabinet. d.. abu. Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci-kunci. b. Bus-bar/ Rel Bus bar minimal harus dari bahan tembaga yang lapisan luarnya dilapis dengan lapisan perak. . Panel-panel Sub Distribusi Utama Panel-panel sub distribusi harus seperti ditunjuk pada gambar.Kabel yang menyebrang jalur selokan. kecuali ditunjuk lain. kotoran bahan kimia. dll. Pasangan panel Pasangan panel sedemikain rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah dijangkau tegantung macam atau type panel. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . e. harus menggunakan peralatan khusus unrtuk penyambungan kabel dalam tanah. Semua kabinet harus di buat dari plat baja dengan tebal minimum 2 mm.Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm dan dilapisi pipa Galvanized. 3. . . g.. Terminal dan Mur Baut Semua terminal cabang harus diberi lapisan tembaga dan disekrup dengan menggunakan mur baut ring dari bahan tembaga atau mur baut yang divernikel dengan ring tembaga. f.Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara langsung.

Kabel-kabel pengontrol Dipasang di pabrik/ bengkel secara lengkap dan dibundel dan dilindungi terhadap kerusakan mekanis. Peralatan Pengaman Pemutus Daya Peralatan pengaman adalah pemutus daya dengan moulded case.T 2. l. circuit breaker. panel kayu. Pilot Lamp Semua tutup muka panel harus dilengkapi dengan : 1.P E M E R I N T A H K O T A 141 . i. untuk menyatakan sistem telah on / off.h. 3. Alat-alat ukur Setiap panel dilengkapi dengan alat ukur seperti pada gambar. Untuk phase R: warna merah 2.5 mm2 dari type 600 volt PVC. k. Sikring cadangan disediakan sebanyak sikring yang ada disimpan dalam almari khusus dan diberi pengenal. o. dll.S. Warna-warna untuk pilot lamp : 1. maka ruangantersebut dilengkapi dengan bus. n. Untuk phase T: warna biru D I N A S P E K E R J A A N UM U M . oil immersed indoor type. victor group Dyn 5 dalam ruangan berventiasi. Panel adalah assembling lokal. Sikring Sikring adalah dari type kapasitas interupsi tinggi. Merk Pabrik Semua peralatan pengaman harus diusahakan buatan satu pabrik.. m. Ukuran minimal adalah 1. Penyediaan dari pilot lampu yang disebutkan di atas merupakan keharusan. Untuk phase S: warna kuning 3. klem-klem pemasangan. j. Pilot lampu untuk push button on/off. pendukung dsb. Pilot lampu untuk menyatakan adanya tegangan R. Cadangan/ Penyambungan di kemudian hari Bila dalam gambar ada cadangan. untuk peralatan yang dipasang dikemudian hari dapat berupa equipment bus bar. Transformator Arus Traformator fully hermetic.. Pilot lampu untuk remote control pada panel. Sikring harus dipasang pada pendukung yang sama pada peralatan yang dapat dicabut. switch. biarpun pada gambar tidak tertera.

5. 2. hingga diperoleh hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.Untuk menyatakan sistem telah off dengan warna hijau. Pekerjaan sanitair ini dipasang pada ruang toilet/ kamar mandi/ WC serta seluruh detail sesuai yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam gambar.. e. Semua material harus memenuhi ukuran. type C 721 PV 1. Urinoir digunakan merk TOTO & KIA type U-57M atau KIA. ukuran 4" x 2" warna verchroom lengkap pemasangan spoonnya. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. f. atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. ataupun dengan Time Switch menyatakan sistem on dengan warna merah. standard dan mudah didapatkan di pasaran. kecuali bila ditentukan lain.warna ditentukan kemudian. Floor drain dari ex Japan merk San-Ei type H51 (Floor strainer) atau dapat digunakan merk lain yang setara. Wastafel yang digunakan produk TOTO dan KIA type L 237V3. Pemasangan Closet Closet duduk pada Toilet digunakan produk TOTO. Lingkup Pekerjaan a. warna standard atau dapat digunakan dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. g. XXIII.. Pemasangan kran dinding lengkap pemasangan “stop kran dan siphon” bahan dari merk yang sama. Untuk menyatakan sistem telah dijalankan dengan push button atau dengan saklar. D I N A S P E K E R J A A N UM U M .P E M E R I N T A H K O T A 142 . Persyaratan bahan a. warna standard atau dari merk lain yang setara dan disetujui Direksi Pengawas. c. Kran dinding dari merk TOTO dan KIA type T 23 BS13V52 atau dari type lain yang disesuaikan dengan kegunaan seperti yang disyaratkan dalam gambar detail. b. bahan-bahan.4.PEKERJAAN SANITAIR (1) Pekerjaan Sanitair 1.

gambar dengan spesifikasi dan sebagainya. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan. Syarat-syarat Pelaksanaan a.P E M E R I N T A H K O T A 143 . Selama wajib memperbaiki/ mengulangi/ mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi. 4.h. selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemberi Tugas. e. b. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar dengan gambar. Pelaksanaan pemasangan harus menghasilkan pekerjaan yang sempurna. cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar. Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang dan kondisi dilapangan. atas biaya Kontraktor. D I N A S P E K E R J A A N UM U M . Jika dipandang perlu diadakan penukaran/ penggantian bahan pengganti harus disetujui Direksi Pengawas berdasarkan contoh yang diajukan Kontraktor. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada Direksi Pengawas beserta persyaratan pabrik untuk mendapatkan persetujuan. c. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/ perbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan. maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepada Direksi Pengawas. f. penempatan. Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disyaratkan dalam uraian dan syarat-syarat dalam buku ini. pola. sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik. d. g.. termasuk mempelajari bentuk. Sebelum pemasangan dimulai.. rapi dan lancar dipergunakannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->