P. 1
Arab Sebelum Islam

Arab Sebelum Islam

|Views: 339|Likes:
Published by albab

More info:

Published by: albab on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Kata Arab sering juga diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan Kebudayaan Islam. “Kebudayaan Islam” dalam bahasa Arab adalah al-tsaqofah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata “Kebudayaan” dan “Peradaban”. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang. Kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Banyak penulis Barat yang mengidentikkan “Kebudayaan” dan Peradaban” Islam dengan “Kebudayaan” dan “Perdaban” Arab. Untuk masa klasik, pendapat itu mungkin dapat dibenarkan. Sejarah politik maupun peradaban dalam Islam dibagi menjadi tiga periode yaitu periode klasik, periode pertengahan, dan periode modern. Yang di bahas dalam makalah ini adalah sejarah dan perdaban Islam pada periode klasik. Yang dimana dalam periode inilah terjadi apa yang disebut dengan masa keemasan sejarah Islam. Sebagai masa keemasan, maka periode ini sering kali dijadikan tolok ukur dan rujukan keteladanan. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah peradaban Arab sebelum Islam ? 2. Bagaimanakah dakwah dan perjuangan Nabi SAW ? 3. Bagaimanakah mengetahui peradaban dalam pembentukan negara Madinah ? Tujuan Masalah Makalah ini kami buat selain untuk meaksanakan tugas permakalahan juga agar kita dapat memahami tentang peradaban Arab sebelum Islam. semoga makalah ini bermanfaat bagi pemakalah khususnya dan bagi semua pembaca umumnya. Akhir kata semoga makalah ini bias bermanfaat pada akhirnya. Amin. BAB II RIWAYAT HIDUP NABI MUHAMMAD SAW Arab Sebelum Islam Baik karena tradisinya maupun karena letaknya, ka’bah adalah tempat orang - orang berziarah. Didalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama, Hubal. Mekkah kelihatan makmur dan kuat.agama dan masyarakat Arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah Arab dengan luas satu juta mil peersegi. Bila dilihat dari asal keturunannya, penduduk jazirah Arab dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu keturunan Qahthan dan keturunan Ismail dan Ibrahim. Pada mulanya wilayah utara diduduki golongan keturunan Ismail dan Ibrahim dan wilaah selatan di diami oleh keturunan Qahthan. Akan tetapi, lama kelamaan kedua golongan itu membaur karena perpindahan – perpindahan dari utara ke selatan atau sebaliknya. Lain halnya dengan penduduk negri yang telah berbudaya dan mendiami pesisir jazirah Arab, sejarah mereka dapat diketahui lebih jelas. Mereka selalu mengalami perubahan sesuai dengan perubahan situasi dan kondisi yang mengitarinya. Mereka mampu membuat alat – alat dari besi, bahkan mendirikan kerajaan – kerajaa. Sampai kehadiran Nabi Muhammad SAW, kota –kota mereka masih merupakan kota – kota perniagaan, dan memang Jazirah Arab ketika itu merupakan daerah yang terletak pada jalur perdagangan yang menghubungkan antara syam dan samudra hindia sebagaimana masyarakat Badui, penduduk negri ini juga mahir menggubah syair. Biasanya syair – syair itu dibacakan di pasar – pasar, mungkin semacam pagelaran pembacaan syair, seperti di pasar Ukaz. Bahasa mereka kaya dengan ungkapan, tata bahasa dan kiasan. Di sebelah utara Jazirah juga pernah berdiri kerajaan – kerajaan. Tetapi, kerajaan – kerajaan tersebut lebih merupakan kerajaan protektorat. Ini terjadi karena kafilah – kafilah Romawi dan Persia selalu mendapat gangguan dari suku – suku Arab yang memeras dan merampoknya. Melalui jalur perdagangan, bangsa Arab berhubungan dengan bangsa – bangsa Syria, Persia, Habsy, Mesir (Qibthi), dan Romawi yang semuanya telah mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme. Melalui kerajaan – kerajaan protekrorat, banyak berdiri koloni – koloni tawanan perang Romawi dan Persia di Ghassan dan Hirah. Penganut agama Yahudi juga banyak mendirikan koloni di Jazirah Arab, yang terpenting diantaranya adalah yatsrib. Penduduk koloni ini terdiri dari orang – orang yahudi dan orang – orang arab yang menganut agama yahudi. Riwayat Hidup Nabi Muhammad SAW 1. Sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah anggota Bani Hasyim, suatu kabilah yang berkuasa dalam suku Quraisy. Kabilah ini memegang jabatan siqayah. Nabi Muhammad SAW lahir dari keluarga terhormat yang relatif miskin.. ayahnya bernama Abdullah anak Abdul Muthalib, seorang kepala Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya adalah Aminah binti Wahab dari Bani Zuhroh. Tahun kelahiran Nabi dikenal dengan nama tahun gajah (570 M) dinamakan demikian karena pada tahun itu pasukan Abrahah, gubernur kerajaan Habsyi (Ethiopia), dengan menunggang gajah menyerbu Mekkah untuk menghancurkan ka’bah. Nabi Muhammad SAW ikut untuk pertama kali dalam kafilah dagang ke Syiria (Syam) dalam usia 12 tahun. Kafilah itu dipimpin Abu Thalib. Dalam perjalanan ini, di Busyrah, sebelah selatan Syiris, ia bertemu dengan pendeta Kristen bernama Buhairah. Pendeta ini melihat tanda – tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita – cerita Keristen.sebagian sumber menceritakan bahwa pendeta itu menasehatkan Abu Thalib agar jangan terlalu jauh memasuki daerah Syiria, sebab dikuatirkan orang – orang yahudi yang mengetahui tanda – tanda itu akan berbuat jahat terhadapnya. Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Muhammad SAW terjadi pada saat usianya 35 tahun. Waktu itu bangunan ka’ba rusak berat. Perbaikan ka’ba dilakukan secara gotong royong. 2. Masa Kerasulan Menjelang usianya yang ke empat puluh, Dia sudah terlalu biasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke gua Hira, beberapa kilometer di utara Mekkah.

B.

A.

A.

B.

Mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama – pertama, beliau melakukannya secara diam – diam di lingkungan sendiri dan dikalangan rekan – rekannya. Karena itulah, orang yang pertama kali menerima dakwanya adalah keluarga dan sahabat dekatnya. Mula – mula istrinya sendiri, Khodijah, kemudian saudara sepupunya Ali bin Abi Thalib yang baru berumur 10 tahun. Kemudian, Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak – kanak. Setelah beberapa lama dakwah tersebut dilaksanakan secara individual turunlah perintah agar Nabi menjalankan dakwah secara terbuka. Langkah dakwah seterusnya yang diambil Muhammad adalah menyeruh masyarakat umum. Nabi mulai menyeru segenap lapisan masyarakat kepada Islam dengan terang – terangan. Setelah dakwah terang – terangan itu, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah Rasul. Semakin bertambhnya jumlah pengikut Nabi semakin keras tantangan dilancarkan kaum Quraisy. Sampai akhirnya terjadilah pemboikotan terhadap Bani Hasyim, yang dimana Bani Hasyim adalah pelindung bagi Nabi Muhammad SAW. Tapi akhirnya berakhir lah pemboikotan itu, dan Bani Hasyim seolah dapat bernapas kembali dan pulang ke rumah masing – masing. Namun, tidak lama kemudian Abu Thalib, paman Nabi yang merupakan pelindung bagi Beliau, meninggal dunia dalam usia 87 tahun. Tiga hari setelah itu, Khodijah, istri Nabi, meningal dunia pula. Untuk menghibur Nabi yang sedang ditimpah duka, Allah mengisra’ dan memikrajkan Nabi pada tahun ke-10 kenabian. A. Pembentukan Negara Madinah Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekkah, pada periode Madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga kepala negara. Dengan kata lain, dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan, kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara. Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu, ia segera meletakkan dasar –dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama,pembangunan masjid, selain untuk tempat sholat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempertalikan jiwa mereka, di samping sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah - masalah yang dihadapi. Masjid pada masa Nabi bahkan juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Dasar kedua adalah ukhuwah islamiyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi mempersaudarakan antara golongan Muhajirin, orang - orang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah, dan Anshar. Dasar ketiga, hubungan persahabatan dengan pihak - pihak lain yang tidak beragama Islam. Di Madinah, di samping orang orang Arab Islam, juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang - orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka. Dengan terbentuknya negara Madinah, Islam makin bertambah kuat. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang orang Mekkah dan musuh – musuh Islam lainnya menjadi risau. Umat Islam di izinkan berperang dengan dua alasan yaitu untuk mempertahankan diri serta melindungi hak miliknya dan yang kedua untuk menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan serta mempertahankannya dari rang –orang yang menghalanginya. Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, haji wada’, Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbah yang bersejarah. Isi khotbah itu antara lain : larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan batil, karena nyawa dan harta benda adalah suci, larangan riba dan larangan menganiaya, perintah untuk memperlakukan para istri dengan baik dan lemah lembut, dan lain sebagainya. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW segera kembali ke Madinah. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Petugas keagamaan dan para Dai dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan ajaran ajaran Islam, mengatur peradilan, dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu, Nabi SAW menderita sakit demam. Tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari senin, tanggal 12 Rabi’ul Awwal 11 H / 8 Juni 632 M, nabi Muhammad SAW wafat di rumah istrinya Aisyah. Dari perjalanan sejarah Nabi SAW itu, dapat disimpulkan bahwa Beliau disampign sebagai pemimpin agama, juga seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang cakap. Hanya dalam waktu sebelas tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan seluruh jazirah Arab ke dalam kekuasaannya. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Mekkah adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal di antara kota - kota di negri Arab. Mekkah menjadi pusat keagamaan Arab. Karena didalamnya terdapat Ka’bah. Agama dan masyarakat Arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat Arab. 2. Dakwah dan perjuangan Nabi SAW dilakukan secara diam – diam yaitu dilakukan sendiri dan terang – terangan di Arab. 3. Dalam pembentukan Madinah, Nabi Muhammad SAW mejadi pemimpin penduduk. Pada masa Islam merupakan kekuatan politik. A. Saran Diharapkan dengan makalah ini, kita dapat memahami bagaimana peradaban Islam pada periode pertama, dan mengambil hikmah dari sejarah peradaban pada periode ini. Dan semoga muncul dalam jiwa kita sebuah semangat untuk berjuang menegakkan syiar – syiar agama sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan beserta sahabat – sahabatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->