CARA MENGHITUNG RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) PEMBANGUNAN RUMAH By : Denawi Usman Yang dimaksud dengan RAP (Rencana

Anggaran Pelasanaan ), adalah kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan. RAB dihitung berdasarkan Analisa BOW sedangkan RAP dihitung dengan kombinasi antara analisa BOW dan kebutuhan sesungguhnya. Contoh Perhitungan RAP.

1. Fondasi Batu kali

Pertama-tama hitung total panjang Fondasi, misal didapat panjang fondasi 75 meter, kemudian hitung luas penampang yaitu dg cara (0,7 + 0,3)/2 x 0,7 = 0,35 m2, sehingga didapat Volume pasangan fondasi = 0,35 m2 x 75 m = 26,25 m3. Maka material yang dibutuhkan adalah : Campuran 1 semen : 3 Pasir a. Batu kali = 26,25 m3 x 1,2 = 31,5 m3 b. Semen = 26,25 m3 x 202 kg = 5.302,5 kg (pc 40kg = 132,6 zak atau pc 50 kg = 106 zak). Campuran 1 semen : 4 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas b. Semen = 26,25 m3 x 163 kg = 4.278,75 kg (pc 40 kg = 107 zak pc 50 kg = 86 zak). Campuran 1 semen : 5 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 136 kg = 3.570 kg (pc 40 kg = 89,25 zak, pc 50 kg = 71,4 zak). Campuran 1 semen : 6 Pasir. a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 117 kg = 3.071,25 kg (pc 40 kg = 77 zak, pc 50 kg = 61,4 zak). Campuran 1 semen : 8 Pasir a. Batu kali = sama seperti diatas. b. Semen = 26,25 m3 x 91 kg = 2.388,75 kg (pc 40 kg = 60 zak, pc 50 kg = 48 zak )

4 OH b. bila merencanakan untuk membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian.6 OH d. Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Sloof 15/20 . jumlah tenaga tersebut adalah jumlah tenaga maksimum. Pekerja = 26.25 m3 x 0.5 = 39. bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau cara kerja tenaga tersebut. untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan fondasi ditentukan waktu 10 hari kerja.06= 1. apabila hal itu yang terjadi sebaiknya tenaga pelaksananya diganti. a. sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua.Tkg = 26.25 m3 x 1.6 = 16 OH c.Kebutuhan Tenaga. Mandor = 26. Tukang 16+2+1.25 m3 x 0. Dan analisa diatas dapat digunakan sebagai pedoman biaya untuk patokan harga borongan. Tukang = 26. Kep. maka pekerja yang dibutuhakan 39.4/10 = 3.25 m3 x 0.6/10 = 2 orang.075=2 OH Dari analisa kebutuhan tenaga seperti diatas. untuk menyelesaikan pekerjaan Pemasangan Fondasi tersebut. Contoh : Dari perhitungan analisa diatas.9 = 4 orang. kita dapat menentukan berapa waktu yang dibutuhkan dan jumlah tenaga. 2. kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan.bisa tenaga belum ahli dibindangnya atau cara kerjanya terlalu pelan.6=19. melihat kondisi lapangan.

semen = 2. 2.037. misal didapat 85 meter. a.017 kg = 2. Beton campuran dg mutu K 150 Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0.6) = 1.15 m x 85 m = 2. material besi.55 m3 x 1. kemudian cari volume yaitu 0.9)= 1. Untuk menghitung kebutuhan material sloof ada 3 item pekerjaan yaitu : Material beton.K 125.K 225. pertama-tama hitung total panjang sloof.55 m3.2 m x 0.K100. krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150. Kebutuhan Material : 1.K 300. Disini penulis menggunakan mutu beton K 150.Gambar sloof diatas.55 m3 x 299 kg = 762. material begesting.K175. Krikil = 2.K 150.45 kg ( pc 40 kg = 19.06 zak). Pasir = 2.45 kg (Bj =1.3 m3 3.4 m3 .593.35 kg (Bj = 1.55 m3 x 799 kg = 2. sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.

15 = 566.74 kg = 151. Total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 85 meter = 209.7 kg.67 m = 379. Tukang = 2. Pembesian (perhitungan dg besi polos) KebutuhanMaterial : 1.61 kg = 4 kg.55 m3 x 0. 1.7 =567 bh. Tulangan pokok 4 d 10.03 = 0. Kep.4 kg = 209.7 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 3. Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 567 bh x 0.21 OH 2. Pekerja = 2. Panjang 1 bh besi begel = {(2×15)+(2×20)}-{(2×2)+(2×2)}+5cm = 67 cm. Kebutuhan Tenaga : . Pajang total sloof 85 meter Besi beton yang diperlukan 4 bh x 85 meter = 340 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28.08 OH 4.65 = 4.Kebutuhan Tenaga : 1. 20 cm tinggi sloof kiri kanan .55 m3 x 0.33batang atau 28.Tukang = 2.7 = 152 kg.9=380 meter/12 = 32 batang x 4.7 OH 3.7 kg + 152 kg = 361. 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan. Angka 15 cm adalah lebar sloof atas bawah.083 = 0. Mandor = 2.275= 0.33 batang x 7.212 OH b.55 m3 x 1. Tulangan begel/pembagi d 8 ± 15 Panjang Total sloof 85 meter Jumlah begel yg diperlukan 85/0.55 m3 x 0. 5 cm pembengkokan ujung.

PC (semen 40 kg/zak) = 19 zak . Pekerja = 361.884OH Total kebutuhan untuk membuat sloof sepanjang 85 meter : Material : 1. . Kep.8 lbr. karna pengerjaan sloof biasanya tidak dikerjakan serentak.7 kg x 0.1. 2.Tukang = 361. Papan 2/20x3m = 34 x 1.5 OH. Kebutuhan Material : Luas begesting = (85 m x 0. Begesting. Mandor = 361.7 kg x 0.8 lbr 2. Mandor = 34 m2 x 0.026 OH = 0. Pekerja = 34 m2 x 0.026 OH = 0. Paku 2´-5´ = 34 x 0.25 OH 3.0007 = 0. sehingga papan yg sudah dipakai dapat digunakan kembali.3 kg = 10.68 OH 2.0004 = 0.84 OH 3. Kep.Tukang = 34 m2 x 0.884OH 4.00007 = 0.26 OH = 8. tidak harus dipenuhi semua cukup 50% dari kebutuhan total.007 = 2.2 kg Untuk material papan dari kebutuhan 57.7 kg x 0. Kebutuhan Tenaga : 1.2 m)x 2 = 34 m2 Kebutuhan Material : 1.7 kg x 0.7 lbr = 57. Tukang = 34 m2 x 0.025OH 4. Tukang = 361.52 OH = 17.145 OH c.

94 OH 3.68 lbr 8. Papan 2/30x3m = 0. Pasir = 2. Besi Beton d 8mm = 0.2 OH Maka untuk setiap 1 m sloof dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah : 1. Paku = 0.02 m3 3.037. Besi beton d 10 mm = 0. Besi beton d 10 mm = 28.224 zak . PC (semen 40 kg/zak) = 0. Split (koral/krikil) = 2.79 OH 3. Bindrat = 4.0141 OH .593. Tukang = 9.33 btg/ 29 batang 5. 2.39 OH 2.12 kg Upah : 1.02 m3 4.8 lbr 8.0116 OH 4. Kep.377 batang 6.45 kg (1. Pasir = 0.3 kg 7.Tukang = 0. Pekerja = 0.3 m3) 3. Bindrat = 0. Tukang = 0. Papan 2/30x3m = 57.989 OH 4. Split (koral/krikil) = 0. Paku = 10.Tukang = 0. Mandor = 1. Pekerja = 24.051 kg 7. Kep.2 kg Upah : 1. Mandor = 0.2. Besi Beton d 8mm = 32 batang 6.333 batang 5.29 OH 2.4 m3) 4.25 kg (1.

usahakan bertahap.02 m3 menjadi 0. karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja.035 m3. hitung pajang total sloof. sedangkan untuk split mencapai 25% maka kebutuhan split 0. Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus.025 m3.kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter sloof.02 m3 = 0. Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck.hampir sama dengan cara menghitung kebutuhan material beton lainnya.Bila pembaca akan membuat sloof dengan ukuran seperti gambar diatas. .dan akan banyak yg tercecer. 3. Cara Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Kolom 15/15 Cara mencari kebutuhan material kolom. sehingga untuk pasir dari kebutuhan 0.

maka 30 x 3. Mandor = 2.9)= 1.275 = 0.885. Pasir = 2. Disini penulis menggunakan mutu beton K 150.K 125.196 OH b.36 m3 x 299 kg = 705.5 meter dan jumlah kolom 30 buah.5 = 105 meter ( panjang total kolom). Beton campuran dg mutu K 150 Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0.15 x 105 = 2.36 m3 x 1.K 225.K 150.017 kg = 2.3 m3 Kebutuhan Tenaga : 1. Kebutuhan Material : 1.K175.15 x 0.Tukang = 2.8944OH 2. Kep.36 m3 x 799 kg = 1.64 za k). krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150.2 m3 3.7 OH 3. a. Pajang total kolom 105 meter .03 = 0.K100.071 OH 4. Tulangan pokok 4 d 10.400.36 m3 x 1.12 kg (Bj = 1.64 kg ( pc 40 kg = 17. 2.K 300.64 kg (Bj = 1.36 m3. Volume kolom = 0. semen = 2. Krikil = 2. contoh tinggi kolom 3.6) = 1. Pekerja = 2. sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.Tentukan tinggi kolom (perhitungan tinggi kolom diukur mulai dari permukaan sloof sampai dengan bawah ringbalk) kemudian hitung jumlah kolom.36 m3 x 0. Tukang = 2.36 m3 x 0. Pembesian (perhitungan dg besi polos) KebutuhanMaterial : 1.36 m3 x 0.083 = 0.65 = 3.

1. Angka 15 cm adalah lebar/panjang.0004 = 0. Kebutuhan Material : Luas begesting = (105 m x 0. Kebutuhan Tenaga : 1. Panjang 1 bh besi begel = {(4×15)}-{(2×2)+(2×2)}+5cm = 57 cm.326 OH 2.21 OH c.00007 = 0. 5 cm pembengkokan ujung.25 batang x 4.Besi beton yang diperlukan 4 bh x 105 meter = 420 m /12 m = 35 btg atau 35 batang x 7.007 = 3. 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan.0326OH 3.5 m2 . Begesting.63 OH. Pekerja = 518 kg x 0.74 kg = 157.15 m)x 2 = 31. 1. Total kebutuhan besi beton untuk membuat kolom sepanjang 105 meter = 259 kg + 158 kg = 518 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 5.Tukang = 518kg x 0.4 kg = 259 kg.18 kg = 5 kg. Tukang = 518 kg x 0.6 = 158 kg. Tulangan begel/pembagi d 8 ± 15 Panjang Total 105 meter Jumlah begel yg diperlukan 105/0.15 = 700 bh.57 m = 399= 400 meter/12 = 33. Mandor = 518kg x 0. Kep.0007 = 0. Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 700 bh x 0.

Kebutuhan Tenaga : 1.3 kg = 9.026 OH = 0. lihat kondisi lapangan apakah begesting bekas sloof masih dapat digunakan kembali. Split (koral/krikil) = 1.5 m2 x 0. Kebutuhan Material : 1. Pekerja = 31.5 x 0.819OH Total kebutuhan untuk membuat kolom sepanjang 105 meter : Material : 1.Perhitungan luas begesting hanya dua sisi.55 lbr 8.026 OH = 0. 2.45 kg . Paku 2´-5´ = 31.5 m2 x 0. tetapi bila kolom utama untuk bangunan 2 lantai begesting dihitung empat sisi.45 kg Untuk material papan kebutuhan 63 lbr.5 x 1. karena dua sisi yang lain begesting tidak dihitung sebabkan adanya pasangan bata. Besi beton d 10 mm = 35 batang 5. Mandor = 31.30 m3 4.20 m3 3. Pasir = 1. Besi Beton d 8mm = 33. Bindrat = 5 kg 7. PC (semen 40 kg/zak) = 17. Papan 2/30x3m = 31.819OH 4. Kep.25 batang 6.38 OH 2.Tukang = 31. Paku = 9.55 lbr 2. tidak harus dipenuhi semua.26 OH = 8.5 m2 x 0. tetapi dalam perhitungan Anggaran tetap dimaksukan. Papan 2/30x3m = 53.5 m2 x 0.64 zak . Tukang = 31.19 OH 3.52 OH = 16.7 lbr = 53.

02 m3 3. Tukang = 9. Split (koral/krikil) = 0. 2. Tukang = 0.Tukang = 0.02 m3 4. PC (semen 40 kg/zak) = 0. Mandor = 0.Upah : 1.09 OH 3.216 OH 3. dan yg tercecer.050 kg 7.23 OH Maka untuk setiap 1 m kolom dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah : 1.09 kg Upah : 1.Tukang = 0. Besi Beton d 8mm = 0. Mandor = 1. .23 OH 2. Kep.009 OH 4. Pasir = 0. Besi beton d 10 mm = 0.91 OH 2.333 batang 5. Kep. kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter kolom. Pekerja = 0.20 zak . Paku = 0. Papan 2/30x3m = 0. Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck .0117 OH Bila pembaca akan membuat kolom dengan ukuran seperti gambar diatas. hitung pajang total kolom.51 lbr 8.317 batang 6.923 OH 4. Pekerja = 23. Bindrat = 0.

Sedangkan campuran untuk dinding diatas trasram. karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja. kemudian luas kotor dinding dikurangi dengan luas bidang yang tidak ada pasangan bata. 1 semen : 8 pasir. kemudian cari luas pintu. Misal luas kusen total 10 m2. misal didapat luas pasangan trasram 20 m2 : Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 3 Pasir : 1. misal panjang dinding 30 meter tinggi 3 meter. atau luas-luas bidang lain yg tidak ada pasangan batanya. usahakan bertahap. campuran yang digunakan 1 semen : 3 Pasir ( untuk lebih jelas lihat postingan terdahulu). Jenis Pasangan bata ada 2. Bata merah 5 x 11 x 22 : 20 m2 x 70 bh = 1400 bh . maka luas dinding kotor 30 x 3 = 90 m2. Contoh :Luas dinding kotor. campuran 1 semen : 6 pasir. Hitung keliling dinding. maka didapat luas bersih pasangan bata. kalikan dengan tinggi didapat luas kotor. Luas bidang yang tidak dipasangi bata. campuran yang biasa digunakan adalah.dan akan banyak yg tercecer. pasangan trasram yaitu pasangan bata 30 cm diatas sloof. maka luas bidang yang dipasangi bata = 90 ± 10 = 80 m2. luas bidang-bidang yang tidak ada pasangan bata dijumlah.Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus. Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Trasram : Hitung luas pasangan Trasram dengan cara total keliling dinding dikalikan dengan 30 cm (tinggi pasangan Trasram dapat diambil lebih). Kurangi luas yang tidak ada pasangan trasram. luas jendela. Cara Menghitung Kebutuhan Materail dan Upah Dinding Pasangan ½ bata. 4. 1 semen : 3 kapur : 10 pasir.

Tukang Batu : 20 m2 x 0. Pekerja : 80 m2 x 0. Semen : 80 m2 x 14.8 m3 Upah : 1.2 OH 4. Mandor : 20 m2 x 0.74 zak (40kg) 3.015 OH = 0. tiap tiap item dibagi 20 m2 Kebutuhan Material dan Upah Pasangan Bata diatas Pasangan Trasram : Seperti contoh diatas dianggap luas pasangan ½ bata bersih 80 m2 . Kepala tukang : 80 m2 x 0.01 OH = 0. Pasir : 20 m2 x 0.37 kg = 287. 1.6 OH 2.4 kg=7.01 OH = 0.30 OH = 0.2 m3 Upah : 1. Pekerja : 20 m2 x 0.2 zak (40kg) 3. Kepala tukang : 20 m2 x 0.2 OH 3. Tukang Batu : 80 m2 x 0.6 kg=28. Pasir : 80 m2 x 0. Bata merah 5 x 11 x 22 : 80 m2 x 70 bh = 5600 bh 2. Semen : 20 m2 x 14.10 OH = 8 OH 3.3 OH Untuk mendapatkan kebutuhan material pasangan trasram 1 m2 .2.149.04 m3 = 3.10 OH = 0.30 OH = 24 OH 2.37 kg = 1.8 OH . Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir.04 m3 = 0.

015 OH = 1.10 OH = 8 OH 3. mulai dari campuran 1 semen : 3 Pasir .8 OH 4. Mandor : 80 m2 x 0. Cara mencari berapa jumlah material dan upah sama seperti diatas. misalkan luas dinding bata 80 m2 maka luas plesteran adalah 80 m2 x 2 = 160 m2. Sedangkan campuran plesteran ada beberapa macam . Pekerja : 80 m2 x 0.2 OH Kebutuhan Material Campuran 1 semen : 6 Pasir. 5. Mandor : 80 m2 x 0. 1 semen : 5 pasir. Cara menghitung Kebutuhan Material & Upah Pekerjaan Plesteran Perhitungan luas bidang plesteran adalah dua kali dari luas pasangan dinding bata.4. Pasir : 80 m2 x 0. Kebutuhan material dan upah pekerjaan plesteran trasram (1 semen : 3 pasir) .08 m3 = 6. Bata merah 5 x 11 x 22 : 80 m2 x 70 bh = 5600 bh 2.01 OH = 0.8 kg=14.185 kg = 574. Untuk hasil yang baik plesteran pada trasram gunakan campuran 1 semen : 3 pasir. 1 semen : 2 kapur : 8 pasir. Kepala tukang : 80 m2 x 0.015 OH = 1. sedangkan yang diatasnya dapat mengunakan campuran yang lainnya.37 zak (40kg) 3. 1. Semen : 80 m2 x 7.30 OH = 24 OH 2.4 m3 Upah : 1.2 OH Untuk campuran perbandingan yang lain dapat dilihat pada analisa pekerjaan. Tukang Batu : 80 m2 x 0.

satuan pekerjaan m2 3. pondasi batu kali . contohnya : 1.satuan pekerjaan m3 .Perhitungan luas sama dengan seperti mencari luas pada pasangan bata. untuk mereka sudah terbiasa dengan gambar struktur dan angka koefisien pada analisa satuan pekerjaan hal tersebut bukan pekerjaan sulit. Pekerjaan beton struktur .76 zak ( 40 kg) 2. Analisa Harga Satuan Pekerjaan berfungsi sebagai pedoman awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan yang didalamya terdapat angka yang menunjukan jumlah material. Pekerjaan genteng .satuan pekerjaan m2 2.satuan pekerjaan m2 9. misal didapat pasangan bata luas 20 m2 maka plesteran trasram 20 m2 x 2 = 40 m2.satuan pekerjaan m3 4. Pasir = 40 m2 x 0. tenaga dan biaya persatuan pekerjaan.satuan pekerjaan m2 10. Pekerjaan plafon . Pekerjaan pas. Pekerjaan reng usuk . Pekerjaan pas.satuan pekerjaan m2 7. Pekerjaan lantai keramik .satuan pekerjaan m2 5.92 m3 Sabtu. Pekerjaan plesteran . Pekerjaan rangka atap .satuan pekerjaan m3 6. Pekerjaan cat catan . tapi bagi mereka yang awam memperkirakan jumlah material merupakan pekerjaan yang cukup sulit dan memusingkan. Semen = 40 m2 x 7. Kebutuhan Material : 1.satuan pekerjaan m2 8. 18 September 2010 Analisa harga satuan dan rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi Perkiraan jumlah material dan kebutuhan tenaga dalam proses pekerjaan bangunan memegang peranan cukup penting untuk kontrol kualitas dan kuantitas pekerjaan.776 kg = 310. batu bata .023 m3 = 0.4 kg = 7.

3500 1.11.5200 0.0400 1.0500 0.00 2.4000 200. dll Daftar diatas adalah contoh satuan pekerjaan yang biasa dipakai dalam pekerjaan gedung ( bisa diperoleh pada analisa SNI ) Contoh analisa 1 m3 beton bertulang campuran 1Pc : 2Ps : 3Kr ( besi 200 kg + bekisting ) Bahan 0.2450 Oh Oh Oh Oh Oh Pekerja Tukang batu Tukang kayu Tukang besi Kepala tukang m3 Kayu begesting kg Paku biasa 2" .0750 0.5" Ltr Minyak begesting kg kg Besi beton polos Kawat beton zak Semen portland m3 Pasir beton m3 Koral beton 2/3 .7800 Tenaga 3. Pekerjaan kusen .2000 1.5000 0.9000 0.2500 8.satuan pekerjaan m3 12.

000.66 kg/ljr Jumlah total besi 2.x 10 m3 = Rp. 2.harga pasir untuk 10 m3 beton Rp.harga besi untuk 10 m3 beton Rp.000.000.000.5200 m3 = jumlah pasir yang dibutuhkan dalam 1 m3 beton contoh perhitungan untuk 10 m3 beton.harga besi per m3 beton 200 kg x Rp.= Rp.000.5200 m3 x Rp. 10.= Rp. harga pasir per-m3 Rp.0074x12x12 = 10. 0. 78.x 10 m3 = Rp. harga besi per-kg Rp.harga pasir per m3 beton 0..0.000.1650 Oh Mandor Keterangan : Angka koefisien besi beton 200 kg = jumlah besi yang dibutuhkan dalam 1 m3 beton.66 = 187.000.000.0074 x d x d kg/lonjor contoh berat besi diameter 12 mm per-lonjor ( 12 m ).bahan yang butuhkan 200 kg x 10 m3 = 2.5200 m3 x 10 m3 = 5. 150.000/10.bahan yang butuhkan 0. 150.000. contoh perhitungan untuk 10 m3 beton.2 m3 .000..000 kg besi berapa kebutuhan besi dalam lonjor ? cara praktis perhitungan kg besi perlonjor = 0. 78. 780. 2.000. 20. 10...66 lonjor ( kebutuhan besi harus dicek dengan memperhitungkan pemotongan dan pembengkokan tulangan sesuai kebutuhan ) Angka koefisien pasir 0.000.000.

hasilnya akan mendekati ketepatan karena diambil langsung dari pengalaman kita dilapangan. Pengamatan dan penelitian langsung dilapangan. caranya dengan meneliti kebutuhan bahan. Melihat standar Harga satuan per wilayah Harga satuan ini dikeluarkan per wilayah oleh pemerintah / perusahaan.9000 Oh ( orang per hari ) = kebutuhan tenaga kasar dalam 1 m3 beton ( terkait dengan upah dan waktu kerja ) untuk menentukan koefisien analisa satuan Pekerjaan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. SNI 2007. jika kita menggunakan harga satuan ini maka kita tidak memerlukan koefisien analisa harga . Melihat Standar Nasional Indonesia ( SNI ) Standar Nasional ( SNI ) ini di keluarkan resmi oleh Badan Standarisasi Nasional secara berkala sehigga SNI tahun terbaru merupakan revisi edisi SNI sebelumya. sudah jarang digunakan karena adanya pembengkakan biaya pada koefisien tenaga. waktu dan tenaga pada suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan. SNI 2002 . Cara ini dilakukan oleh orang yang ahli dan berpengalaman. SNI ini diberi nama sesuai tahun terbitnya misal : SNI 1998.Angka koefisien tenaga. untuk memudahkan mengetahui edisi yang terbaru. diantaranya adalah : Melihat buku Analisa BOW Koefisien analisa harga satuan BOW ini berasal dari penelitian zaman belanda dahulu. koefisien analisa harga satuan perusahaan ini biasanya merupakan rahasia perusahaan. contoh pekerja 3. dst Melihat standar perusahaan pada perusahaan konstruksi/konsultan biasanya menentukan koefisien analisa harga satuan tersendiri sebagai pedoman kerja.

satuan karena untuk menghitung rencana anggaran biaya kita hanya perlu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful