STUDI KASUS BIMBINGAN DAN KONSELING

Disusun Oleh : Obed Agung Nugroho S,Pd.

~Draft~
Dalam era kemajuan informasi dan teknologi, siswa semakin tertekan dan terintimidasi oleh perkembangan dunia akan tetapi belum tentu dimbangi dengan perkembangan karakter dan mental yang mantap. Seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor mempunyai tugas yaitu membantu siswa untuk mengatasi permasalahan dan hambatan dan dalam perkembangan siswa.

Setiap siswa sebenarnya mempunyai masalah dan sangat variatif. Permasalahan yang dihadapi siswa dapat bersifat pribadi, sosial, belajar, atau karier. Oleh karena keterbatasan kematangan siswa dalam mengenali dan memahami hambatan dan permasalahan yang dihadapi siswa, maka konselor ± pihak yang berkompeten ± perlu memberikan intervensi. Apabila siswa tidak mendapatkan intervensi, siswa mendapatkan permasalahan yang cukup berat untuk dipecahkan. Konselor sekolah senantiasa diharapkan untuk mengetahui keadaan dan kondisi siswanya secara mendalam.

Untuk mengetahui kondisi dan keadaan siswa banyak metode dan pendekatan yang dapat digunakan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu studi kasus (Case Study). Dalam perkembangannya, oleh karena kompleksitas permasalahan yang dihadapi siswa dan semakin majunya pengembangan teknik-teknik pendukung ± seperti hanya teknik pengumpulan data, teknik identifikasi masalah, analisis, interpretasi, dantreatment ± metode studi kasus terus diperbarui.

Studi kasus akan mempermudah konselor sekolah untuk membantu memahami kondisi siswa seobyektif mungkin dan sangat mendalam. Membedah permasalahan dan hambatan yang dialami siswa sampai ke akar permasalahan, dan akhirnya konselor dapat menentukan skala prioritas penanganan dan pemecahan masalah bagi siswa tersebut. Pengertian Studi Kasus

Kamus Psikologi (Kartono dan Gulo, 2000) menyebutkan 2 (dua) pengertian tentang Studi kasus (Case Study) pertama Studi kasus merupakan suatu penelitian (penyelidikan) intensif, mencakup semua informasi relevan terhadap seorang atau beberapa orang biasanya berkenaan dengan satu gejala psikologis tunggal.Kedua studi kasus merupakan informasi- informasi historis atau biografis tentang seorang individu,

serta menolongnya dalam usaha penyesuaian diri (adjustment) (Kartini dan Gulo. dengan tujuan agar orang dapat memahami kesulitan-kesulitannya yang sekarang . 1983). Winkel. merakit dan mengkoordinasikan data yang bermanfaat yang dikumpulkan melalui berbagai alat. Berikut ini definisi studi kasus dari beberapa pakar dalam Psikologi dan Bimbingan Konseling. Studi kasus adalah suatu metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seorang murid secara mendalam dengan tujuan membantu murid untuk mencapai penyesuaian yang lebih baik (WS. 2000). lingkungan dan kondisi individu/kelompok dan upaya memotivasi terungkapnya masalah kepada guru pembimbing (konselor) sebagai orang yang mengkaji kasus.Djumhur. Studi kasus menggunakan hasil dari bermacammacam teknik dan alat untuk mengenal siswa sebaik mungkin. Studi kasus adalah suatu teknik mempelajari seorang individu secara mendalam untuk membantu memperoleh penyesuaian diri yang lebih baik. (I. yaitu . sejarah kasus. Bahan dan alat mengenai gejala atau ciri-ciri/karakteristik berbagai jenis masalah atau tingkah laku menyimpang. latar belakang masalah (diagnosis) dan latar depan (prognosis).seringkali mencakup pengalamannya dalam terapi. Data yang telah didapatkan oleh konselor kemudian dinvertaris dan diolah sedemikian rupa hingga mudah untuk diinterpretasi masalah dan hambatan individu dalam penyesuaiannya. Data itu meliputi studi yang hati-hati dan interpretasi data yang berhubungan dan bertalian dengan perkembangan dan problema serta rekomendasi yang tepat. Case history merupakan data yang terimpun yang merekonstruksikan masa lampau seorang individu. 1985). Analisa itu mencakup aspek-aspek kasus seperti jenis. Jadi berdasarkan pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa studi kasus adalah suatu studi atau analisa komprehensif dengan menggunakan berbagai teknik. Terdapat istilah yang berkaitan dengan case study yaitu case history atau disebut riwayat kasus. Integrative artinya menggunakan berbagai teknik pendekatan dan bersifat komprehensif yaitu data yang dikumpulkan meliputi seluruh aspek pribadi individu secara lengkap (Dewa Ketut Sukardi. 1995). Studi kasus adalah metode pengumpulan data yang bersifat integrative dan komprehensif. Tujuan Studi Kasus . baik individu maupun kelompok. Studi kasus merupakan teknik yang paling tepat digunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling karena sifatnya yang komprehensif dan menyeluruh. keluasan dan kedalaman permasalahannya.

Dan hendaknya hanya konselor yang menangani dan pihak-pihak yang dianggap perlu mengetahui keadaan konseli sebenarnya. Ciri-ciri Studi kasus Metode Studi kasus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. maka sangat berbahaya apabila informasi tersebut tersebar dan timbul salah persepsi kepada individu dari berbagai pihak. sehingga siswa dapat menghadapi permasalahan dan hambatan hidupnya. studi kasus tidak dapat dipisahkan dari bimbingan dan konseling. asal murid itu dalam keadaan sehat rohani/ tidak mengalami gangguan mental. studi kasus memerlukan data yang komprehensif dari setiap aspek kehidupan siswa. jadi seorang murid membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan lebih baik. Yang biasanya dipilih menjadi sasaran bagi suatu studi kasus adalah murid yang menjadi suatu problem (problem case). Sasaran Studi kasus Sasaran studi kasus adalah individu yang menunjukan gejala atau masalah yang serius. Disisi lain. sehingga memerlukan bantuan yang serius pula. Dengan penyesuian pada diri sendiri serta lingkungannya. dan tercipta keselarasan dan kebahagiaan bagi siswa tersebut. Dilakukan secara terus menerus (kontinyu): studi kasus juga merupakan proses memahami perkembangan siswa. maka perlu dilakukan pemahaman secara terus menerus sehingga terbentuk gambaran individu yang obyektif dalam berbagai segi kehidupan individu yang berpengaruh pada masalah yang dihadapinya. maka salah satu kode etik dalam konseling yaitu asas kerahasiaan. konselor dapat membantu siswa untuk mencapai penyesuaian yang lebih baik.Studi Kasus diadakan untuk memahami siswa sebagai individu dalam keunikannya dan dalam keseluruhannya. Asas kerahasiaan sangat penting untuk menjaga kepercayaan konseli (baca : siswa). 3. sangat mungkin informasi yang diperoleh belum pasti apa adanya. Bersifat rahasia . Kemudian dari pemahaman dari siswa yang mendalam. Mengumpulkan data yang lengkap. 2. Data yang lengkap sangat menentukan identifikasi dan analisis masalah. . Apabila data tidak lengkap dan terjadi kesalahan dalam identifikasi dan analsis masalah maka besar kemungkinan terjadi salah penanganan (treatment) dan bahkan dapat terjadi malpraktik.

Alat / Metode Pengumpulan data dalam studi kasus Terdapat banyak metode yang dapat dipakai dalam mengumpulkan data untuk kepentingan identifikasi masalah siswa. testing g. Untuk memilih pihak sumber informasi perlu mengingat hubungan orang tersebut apakah dekat/mempengaruhi dalam permasalahan siswa. home visit f. wawancara informatif d. mempunyai informasi yang dapat dipertanggung jawabkan yang bukan berdasarkan gossip. Pengumpulan data tentang siswa yang bermasalah didapatkan dari berbagai pihak yang berhubungan dengan siswa tersebut.4. a. rating scale h. buku rapor e. dan alat pengumpulan data dan pengumpulan data tidak mungkin diadakan secara serentak. studi dokumentasi k. lingkungan hidup (social ekonomi) 4. Data yang diperoleh dari berbagai pihak : Data yang dikumpulkan dalam studi kasus haruslah relevan dengan permasalahan yang dihadapi siswa. rumor atau kabar burung. Pengumpulan data dilakukan secara ilmiah: studi kasus harus bisa dipertanggung jawabkan secara rasional dan obyektif. Data yang dikumpulkan dalam Studi Kasus Data yang dikumpulkan dalam studi kasus adalah sebagai berikut. testing dalam berbagai bidang . tidak mungkin dan bijaksana untuk mulai menggunakan alat-alat itu sekaligus. riwayat pertumbuhan dan perkembangan 5. 1. Yaitu . kartu pribadi b. otobiografi i. identitas diri 2. mempunyai informasi yang relevan dengan permasalahan individu. Daftar Cek Masalah (DCM) Karena di kebanyakan sekolah pelayanan Bimbingan dan Konseling baru mulai dikembangkan. Maka ditentukan prioritas teknik yang dapat dipakai secara efektif dan efisien. angket c. Maka pengumpulan data juga harus dilakukan secara ilmiah dengan mengacu kaedah-kaedah yang rasional dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaran dan validitasnya. latar belakang keluarga 3. sosiometri j. 5. riwayat kesehatan 6.

a. Langkah-langkah dalam Studi kasus 1. sintesa dan interpetasi data 5. Latar belakang jasmani dan kesehatan anak. latar belakang keluarga (family background) antara lain. tanda-tanda atau gejala yang nampak 3. penggunaan dan pengolahan data 4. kesehatan anak pada umumnya ciri-ciri jasmani keadaan alat indera pada umumnya keadaan physical defect (jika ada) c. Data mengenai pendidikan hasil kemampuan belajar (record) di sekolah . dan sikap anak kepada orang tua. data-data disekitar klien. lingkungan rumah hubungan antar keluarga disiplin dalam rumah status perkenomian keluarga bagaimana pola asuh orang tua. data identitas (data pengenal) 2. evaluasi dan follow up Bagian-bagian Studi Kasus Studi kasus sebagai metode untuk mengadakan persiapan konseling dapat kita lihat adannya bermacam-macam bagian. membuat perencanaan pelaksanaan pertolongan 6. pengumpulan data 3. yaitu . pola kesusilaan dan keyakinan hidup 9. b. pergaulan dengan teman-teman. riwayat pendidikan sekolah 8.7. perencanaan 2. 1. riwayat pelanggaran hidup 10. antara lain .

kemajuan dan kemunduran di sekolah kemampuan mengikuti pelajaran. Social Behavior dan minatnya: . dsb d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful