P. 1
KOPI

KOPI

|Views: 502|Likes:
Published by Agung Syahida

More info:

Published by: Agung Syahida on Dec 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

KOPI I.

Sejarah Perkembangan Kopi di Dunia

Kopi sebagai salah satu komoditi non migas, memiliki pasaran yang cukup mantap di pasaran dunia, sebab dari berbagai penjuru dunia banyak orang yang suka minum kopi, karena kopi dapat diolah menjadi minuman yang lezat rasanya. Badan yang lemah dan rasa kantuk dapat hilang, setelah minum kopi panas. Apalagi orang yang sudah menjadi pecandu kopi, bila tidak minum kopi rasanya akan capai dan konsentrasi dalam berpikir terasa berkurang. Tanaman kopi adalah suatu jenis tanaman tropis, yang dapat tumbuh dimana saja, terkecuali pada tempat-tempat yang terlalu tinggi dengan temperatur yang sangat dingin atau daerah-daerah yang tandus yang memang tidak cocok bagi kehidupan tanaman. Daerah-daerah di bumi ini yang tidak cocok untuk ditanami tanaman kopi, yaitu pada garis Lintang Utara Lautan Pasifik, daerah tropis di gurun Sahara, dan garis Lintang Selatan seluruh Lautan Pasifik serta Australia disebelah Utara dimana tanahnya sangat tandus.

Pada mulanya orang minum kopi bukanlah kopi bubuk yang berasal dari biji, melainkan dari cairan daun kopi yang masih segar atau ada pula yang menggunakan kulit buah yang disedu dengan air panas. Sudah barang tentu rasanya tidak seenak kopi bubuk, namun dapat juga menyegarkan badan, sehingga penggemarnyapun belum begitu meluas. Setelah ditemukan cara memasak kopi bubuk yang lebih sempurna, yaitu menggunakan biji kopi yang masak kemudian dikeringkan dan dijadikan bubuk sebagai bahan minuman, akhirnya penggemarnya cepat meluas. Negara pemakai kopi pertama-tama adalah Arabia (pertengahan abad XV) dan kemudian menyebar luas di negara Timur Tengah, seperti Kairo pada tahun 1510 dan Konstantinopel (Turki) lebih kurang pada tahun 1550. Selanjutnya pada tahun 1616 kopi ini mulai masuk Eropa, yakni di Venesia. Sedangkan di Inggris pemakaian kopi baru pada tahun 1650. Sampai sekarang kita ketahui bahwa kopi dan teh merupakan dunia yang sangat penting di dunia Barat. Walaupun asal kopi itu dari negara Afrika, tetapi sedikit sekali penduduk asli yang minum kopi. Di Ethiopia, kopi itu diminum dengan makanan lemak, selain bijinya daunnya pun dapat disedu dengan air panas. Nama-nama jenis tanaman kopi sulit ditentukan, karena spesies ditentukan oleh beberapa pengarang buku dari 25 sampai 100 lebih. Wellman (1961) menyusun daftar sebanyak 64 spesies, tetapi ada yang dianggap hanya sebagai varietas saja.

Maka jenis spesies yang tepat kurang lebih ada 60. Kebanyakan spesies itu terdapat di Afrika Tropis, yaitu sebanyak 33 Spp, 14 Spp di Madagaskar, 3 Spp di Mauritius dan Reunion, 10 Spp di Asia Tenggara. Ditinjau dari segi ekonomis, Spp yang terpenting ialah (Coffea arabica = kopi Arabika) yang menghasilkan 90% dari kopi dunia pada waktu belum ada Robusta (J.E. Purseglove); Coffea canephora 9% dan Coffea liberica kurang dari 1%. Spesies-spesies yang banyak dipakai berdasarkan sejarah perkembangan tanaman kopi di dunia adalah sebagai berikut: 1. Kopi Bungalensis heyne et Wild; terdapat secara liar di Benggala, Birma, Sumatera, dan adapula yang terdapat di India 2. Kopi Congensis, Froehn. Berasal dari Congo, kopi ini mirip dengan kopi Arabika yang disilang dengan Coffea canephora menjadi hibrida Congesta di Jawa. Mungkin satu bentuk dari Coffea canephora. 3. Kopi Eugenioides, S. Moore. Berasal dari Congo, Uganda, dan Tanzania, sedikit mirip dengan Coffea arabica. Kopi ini banyak pula ditanam, tetapi kandungan Coffein rendah. 4. Kopi Exselsa, A. Chev. Berasal dari Afrika Barat, bisa tumbuh sampai tinggi, daun besar, buah juga besar tapi tetapi biji kecil. Tanaman ini baik di Afrika Barat maupun Filipina, sedangkan di Jawa tidak banyak ditanam. Kopi ini banyak digolongkan Coffea liberica, tetapi buah dan biji jauh lebih kecil. 5. Kopi Recemosa, Lour. Berasal dari Mozambik dan kopi ini banyak ditanam di daerah setempat. Tanaman berbentuk perdu bercabang banyak, buah kecil berwarna merah. 6. Kopi Stenophylla G. Don. Berasal dari Afrika Barat dan banyak ditanam di sana, pohon kecil, bila buah masak berwarna biru hitam, biji lebih kecil daripada Arabika dan rasanya kurang enak. 7. Kopi Zangeubarise Lour. Berasal dari Zanzibar, di daerah asal tersebut kopi banyak ditanam. Buah dan biji mirip dengan kopi Arabika.

1.2. Sejarah Perkembangan Tanaman Kopi di Indonesia
Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1696, tetapi pada waktu itu masih dalam taraf percobaan. Di Jawa, tanaman kopi ini mendapat perhatian sepenuhnya baru pada tahun 1699, karena tanaman tersebut dapat berkembang dan berproduksi baik. Bibit kopi Indonesia didatangkan dari Yaman. Pada waktu itu jenis yang didatangkan adalah kopi Arabika. Percobaan penanamn ini pada mulanya berada disekitar Jakarta. Setelah percobaan penanaman di daerah ini ternyata berhasil baik, kemudian biji-biji itu dibagi-bagikan kepada para Bupati di Jawa Barat untuk ditanam di daerah masing-masing; ternyata hasilnya pun baik.

1. Kopi Arabika (Coffea arabica) Daerah asal kopi Arabika adalah pegunungan Ethiopia (Afrika). Sala. Tetapi karena jenis ini sangat tidak tahan terhadap penyakit Hemileia vastatrix. Biji buah lebih besar. Maka tanaman yang semula hanya sebagai tanaman percobaan. Varietas Kopi dan Sifatnya Walaupun jenis tanaman kopi itu banyak sekali jumlahnya. II. Sehingga sampai sekarang ini banyak perusahaan perkebunan milik negara yang berasal dari perusahaanperusahaan asing. • .2. yaitu: kopi Arabika.850 m dpl.O. Di Indonesia. dan Sumatera Timur. Mulai saat itu banyak pengusaha yang memperluas usahanya dalam lapangan perkebunan. yaitu pada tahun 1450 kopi itu menjadi minuman seperti sekarang. dan kopi Liberika. terutama di pulau Jawa.1. halus dan mengkilat. Mula-mula pertanaman kopi perkebunan ini banyak terdapat di Jawa Tengah. tinggi pohon bisa mencapai lebih dari 5 m dengan bentuk pohon yang ramping. Selanjutnya tanaman itu lebih dipaksakan lagi dengan adanya "Culturstelsel". dan lebar 6 cm. yaitu daerah Semarang. Akibatnya tanaman lekas mati.750 m dpl. panjang daun 12 sampai 15 cm. Di negara asalnya kopi tersebut tumbuh baik secara alami di hutan-hutan pada dataran tinggi sekitar 1. Bila jenis ini ditanam pada dataran tinggi yang beriklim kering sekitar 1. karena bila suhu terlalu tinggi pertumbuhan tanaman akan terlalu cepat. Sumatera Barat. Jenis Arabika mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat sebagai berikut: • • • • Daun kecil. kopi Arabika ini dapat berproduksi baik pada ketinggian 1. Kopi Arabika pertama sekali dibawa ke Jawa pada tahun 1696 oleh seorang bangsa Belanda. kopi Canephora. kemudian jenis tersebut banyak digantikan dengan jenis lain yang tahan Hemileia vastatrix. Tetapi baru pada abad XV. begitu pula masa berbunganya menjadi terlalu awal. berbau harum dan rasanya lebih enak. Jenis ini tidak menghendaki suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kedu. dan Jawa Timur terutama di daerah Besuki dan Malang. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada tanah-tanah usaha swasta.500 .000 an dpl. Tetapi sebagai tanaman perdagangan yang meyakinkan dan pertumbuhannya menjadi baik. Dari Ethiopia kopi tersebut tersebar ke negara Arab semenjak tahun 575. maka perluasan tanaman terus ditingkatkan. Perusahaan perkebunan itu bisa memperluas isahanya pada tanah milik negara dengan jangka yang sangat panjang. Setelah diketahui bahwa tanaman kopi itu hasilnya terus meningkat. kecuali yang terdapat di dataran tinggi yang lebih 1.350 .1. Baik perkembangan kopi dunia maupun di Indonesia pada khususnya. produksinya bagus. Sedang di Sumatera terdapat di Lampung.000 . akhirnya menjadi tanaman yang dipaksanakan kepada petani.Hasil-hasil tersebut harus diserahkan kepada V. 2. namun dalam garis besarnya ada tiga jenis besar. Palembang. Selanjutnya tanaman perkebunan itu lebih besar lagi setelah dikeluarkan Undang-undang Agraria tahun 1870. dengan penyerahan secara paksa.000 m dari permukaan laut. baru pada tahun 1699. Bila batang tak dipangkas.C dengan harga yang sangat rendah. kopi Arabika inilah yang paling banyak dan paling dahulu dikembangkan.

banyak tumbuh cabang-cabang sekunder dan tersier. produksinya lebih banyak. Jenis Marago. Buah berbentuk oval persegi.2. asal dari Congo. ciri-ciri pohon lebih pendek. 3. berasal dari varietas Bourbon.250 m dpl. ruas cabang 4-6 cm. Pohon lebih pendek. Jenis-jenis kopi Arabika berdasarkan hasil pemuliaan yang dianggap unggul pada saat ini (sumber: Dirjen Perkenunan Departemen Pertanian) adalah sebagai berikut : Kopi Abesinia 3 : • • • • • • • • • • • • • Tipe pertumbuhan tinggi melebar dengan perdu tegar. tetapi diperlukan angin yang tenang. Daun lebih besar dan daun pucuk berwarna hijau. Agak tahan serangan hama penggerek bubuk buah. ruas batang 4-9 cm. Mutu fisik biji baik. biji besar memanjang dan seragam.dan sangat mudah diserang Hemileia vastatrix.4 %. Penanaman mulai ketinggian 1. tetapi biji kecil dan tidak begitu banyak. mutu seduhan baik. seperti: 1.600 pohon/ha. tetapi harus ada musim kering yang tegas 2 .3 bulan untuk perkembangan bunga. buah dan bijinya besar. Bentuk biji lonjong besar. Tidak menghendaki angin kencang. Cabang primer mendatar. berat 100 butir setara 19. 5. naungan cukup. • Curah hujan yang optimal sekitar 1.5-10 kwintal/ha pada populasi 1.90 m (batang tunggal). Produktivitas 7. Kopi Arabika varietas Bourbon. . Berbunga pertama umur 34 . Pertumbuhan tanaman cepat. • Karena terjadinya mutasi kopi Arabika.500 . terdapat di Sumatera. percabangan teratur. Bentuk pohon lebih kekar. Jenis ini mirip Arabika asli. 4.250 mm tiap tahun. cabang-cabang bagian bawah tidak menurun. 8-15 buah/dompol. teratur. maka banyak timbul jenis kecil yang masih termasuk golongan Arabika. yang sangat menganggu pembentukan bunga. Kopi USDA 762 : • • • Tipe pertumbuhan tinggi agak melebar. Jumlah buah 7-12 dompol/cabang. 2. tetapi lebih subur. tetapi tidak begitu lebat. agak lentur. Nisbah biji buah 15. Jenis Cangensis. melainkan agak naik dan kuat. Jenis ini resisten terhadap Hemileia vastatrix. Jenis Pasumah. Diameter tajuk + 1. Bila suhu terlalu rendah pertumbuhannya lambat. tanah subur. dan jenis yang disilang dengan Canephora menghasilkan hibrida Congesta di Jawa. Rentan terhadap serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix B). Diameter tajuk + 2 m (batang tunggal). menghendaki iklim dan tempat penanaman seperti kopi Arabika asli. dan agak tahan terhadap Hemileia vastarix dari pada jenis Arabika yang murni.36 bulan. Umur ekonomis 25 tahun. Jenis Catura.1 gram.

Umur ekonomis 25 tahun. Bentuk biji membulat seragam. ujung meruncing. berat 100 butir + 17. berat 100 butir + 14.600 pohon/ha.200 m dpl. Saran penanaman : mulai ketinggian 700 m dpl. di ketinggian tempat di atas > 1.. ruas cabang 2. Diameter tajuk + 1. Produktivitas 10-15 kwintal/ha untuk populasi 1. Bentuk daun lonjong melebar. berjenggot.2 %. Diameter tajuk + 2. Umur pertama berbunga 2 tahun setelah ditanam.5 g. pupus hijau muda.000 m dpl).8 g. pangkal daun tumpul. Kopi S 795 : • • • • • • • • • • • • • • Tipe pertumbuhan tinggi melebar. 12-20 buah/dompol. rentan penyakit rebah batang. Agak rentan nematoda parasit. ujung meruncing.000 m dpl. cabang sekunder aktif. ruas pendek.500 kg/ha untuk populasi 3. Diameter tajuk + 138. tinggi tanaman + 191 cm. Cabang primer. berat 100 butir biji + 15. di ketinggian tempat di atas 1. Percabangan agak lentur. . pangkal tumpul.600 pohon/ha di lahan dengan ketinggian > 1. kompak. (penanaman pada dataran tinggi menengah diprioritaskan pada daerah basah dan subur. mutu seduhan baik.36 m (batang tunggal. Agak rentan serangan bubuk buah kopi. Umur ekonomis 25 tahun. seragam.600 pohon/ha. rentan serangan nematoda parasit.• • • • • • • • • • • Warna daun hijau tua kecoklatan. mutu seduhan cukup baik. buah masak serempak berwarna merah cerah. Warna daun tua hijau tua. daun rimbun menutupi batang pokok. Bentuk biji oval membulat tidak seragam.000 m dpl).5-4. Buah muda berwarna hijau kusam. diskus sempit. ujung meruncing. masak serempak. dan agak tahan serangan penyakit karat daun. Umur ekonomis 25 tahun. naungan cukup) Kopi Kartika 2 : • • Tipe pertumbuhan kate. Bentuk biji membulat.7 g. helaian berlekuk tegas. buah tua membulat berwarna merah tua. di ketinggian 1. cabang produktif 30/pohon. Tahan serangan penggerek bubuk buah. Mutu fisik biji baik. Agak tahan serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix B). naungan cukup.. nisbah biji buah 15. Pada saat TM 4. tanah subur dan penaung cukup. rentan serangan nematoda parasit. cabang cacing dan cabang balik tumbuh sangat aktif sehingga tidak teratur. Rhizoctonia sp. ujung meruncing. Jumlah buah 7-11 dompol/cabang. Kopi Kartika 1 : • • • • • • • • • • • • • Tipe pertumbuhan kate. Mutu fisik biji baik. Bentuk daun bulat telur. 12-24 buah/dompol.01 m (batang tunggal). lahan subur maupun marjinal.000 m dpl. pupus daun berwarna coklat.5 cm (batang tunggal. agak tahan becak Cercospora sp. Agak tahan serangan penyakit karat daun. Produktivitas 2. kompak. Buah muda hijau kusam. buah masak bulat besar berwarna merah hati. Jumlah buah 7-11 dompol/cabang. diskus melebar. Warna daun hijau tua. mutu seduhan cukup baik.000-2. tepi bergelombang. pupus daun hijau muda. Bentuk daun lonjong agak sempit. Mutu fisik biji cukup baik. Penanaman mulai ketinggian 700 m dpl. pangkal meruncing Buah muda lonjong. Produktivitas 8-14 kwintal/ha untuk populasi 1. Saran penanaman : mulai ketinggian 1.5 cm.

(penanaman pada dataran tinggi menengah diprioritaskan pada daerah basah dan subur. Penanaman mulai ketinggian 700 m dpl. Warna daun tua hijau tua. di pembibitan rentan serangan Rhizoctonia sp. Produktivitas 2.• • • • • • • • • • • Percabangan agak lentur.000 pohon/ha Penanaman mulai ketinggian 700 m dpl Kopi Kartika : • • • • • • Tipe pertumbuhan habitus semi kutai. Thomas dari Uganda membeda-bedakan jenis sebagai berikut: 1. Rentan serangan nematoda parasit.400 m dpl 2.500 kg/ha kopi biji dengan populasi 1. Umur ekonomis 25 tahun. daun muda (pupus) hijau muda. Piera Ex Froehn) Kopi Canephora juga disebut kopi Robusta (Y.3 g. Tahun 1947. Jenis tanaman kopi ini berasal hutan katulistiwa di Afrika.2. pangkal daun tumpul. seluruh tajuk dan daun merupakan batang pokok hingga ke permukaan tanah. agak tahan penyakit karat daun dan agak tahan serangan Cercospora sp. pohon yang tak dipangkas menjadi pohon yang tinggi. masak kurang serempak. Bentuk daun agak bulat. . Karena terjadinya persaingan terus menerus. Ketinggian tempat yang optimal sekitar 300 . naungan cukup). Umur pertama berbunga 2 tahun setelah ditanam di lapangan. batang utama tegak lurus. Tinggi tanaman saat berbuah 121.500 kg/ha untuk populasi 3. Pencabangan diatas permukaan tanah membentuk kipas berjuntai menyentuh tanah. W.000 m dpl) dan 175 cm (pada ketinggian < 1. berat 100 butir biji + 15.15 tahun Produktivitas rata-rata 2. tajuk sedikit melebar dengan diameter 144 cm (bila dipangkas dengan system batang tunggal).800 kg/ha kopi pasar dengan populasi 3.600 pohon/ha di ketinggian > 1. diameter tajuk 230 cm. Mutu fisik biji baik. Karena jenis ini self steril (tidak menyerbuk sendiri). maka banyak hasil persilangan yang dikultivasi sehingga identifikasi menjadi sulit.700 m. jumlah cabang primer produktif 29/pohon.9 cm dan panjang ruas produktif 6. mutu seduhan baik.2 cm. Produktivitas rata-rata 1. Bentuk biji membulat.2. dari pantai barat sampai uganda.000-2.250 .800 m dengan curah hujan 1. Purseglove). Buah muda bulat telur. Umur ekonomis 10 . Bentuk yang tumbuh tegak ke atas atau bentuk Robusta. Daun tua berwarna hijau tua dan daun muda berwarna coklat kemerahan. terbentang 100 lebar Utara dan Selatan. panjang cabang primer 38.000 m dpl). buah tua membulat berwarna merah tua. Daun tua berwarna hijau tua gelap dan daun muda berwarna hijau muda.3 cm (ditanam pada lahan ketinggian > 1. ukuran seragam. Kopi Robusta (Coffea Canephora. sedang Canephora adalah nama botanis. ruas pendek.600 pohon/ha Penanaman mulai ketinggian 1. agak lentur. Kopi Andungsari I : • • • • • • • Tipe pertumbuhan kutai. dan dapat tumbuh dari permukaan laut sampai ketinggian 1. Percabangan mendatar.000 m dpl.500 mm. Nama Robusta dipergunakan untuk tujuan perdagangan. nisbah biji buah 14. maka jenis mudah menyesuaikan diri. ujung daun membulat. Umur ekonomis 20 tahun.5 %.

3. Jenis Liberika ini memiliki sifat-sifat : • • Tanaman yang tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 10 m atau lebih. dengan permukaannya agak berombak. tetapi umumnya mempunyai perakaran yang dangkal. sebab jenis ini diperkirakan tahan terhadap Hemileia vastatrix. Kopi mempunyai sistem percabangan yang agak berbeda dengan tanaman lain. • • • III.3. Tanaman di kebun. Biologi Tanaman Kopi 3. Bunga dan buah bukan hanya terdapat pada cabang primer saja. sehingga perbandingan buah basah dengan biji kering 10 : 1. 2. cabang dan buahnya. Oleh karena itu tanaman ini mudah mengalami kekeringan pada kemarau panjang bila di daerah perakarannya tidak di beri mulsa. tanaman ini mempunyai beberapa jenis cabang yang sifat dan fungsinya agak berbeda. cabang. Daun lebih kecil. Pohon berukuran besar bila dibanding dengan jenis lain. Jenis Liberika ini sekarang hampir musnah. Secara alami tanaman kopi memiliki akar tunggang sehingga tidak mudah rebah. pemeliharaannya lebih mudah dan biaya dapat dihemat.2.2. Jenis ini tidak menuntut tanah yang subur dan pemeliharaan yang istimewa. dan dari batangnya banyak tumbuh cabang-cabang. sehingga diganti dengan jenis Robusta. Kopi Liberika penyebarannya sangat cepat pada waktu kopi Arabika diserang Hemileia vastatrix. daunnya bulat telur dengan ujung agak meruncing. Tetapi akar tunggang tersebut hanya dimiliki oleh tanaman kopi yang bibitnya berupa bibit semaian atau bibit sambungan (okulasi) yang batang bawahnya . Tanaman dapat tumbuh di dataran rendah dan beriklim panas maupun basah. bentuk tanaman ini akan menjadi perdu dan daunnya tumbuh lebih kecil. tinggal 1% dari seluruh jenis kopi yang ada. Bull Ex. Sifat-sifat khusus dari jenis Robusta. daun tumbuh berhadapan pada batang. melainkan juga terdapat pada batang pokok yang umurnya jauh lebih lanjut dan berbuah sepanjang waktu. dan ranting-rantingnya.1. Cabang primer dapat bertahan lebih lama dan tiap-tiap buku dapat berbunga atau berbuah beberapa kali. dan bila dibiarkan tumbuh dapan mencapai tinggi 12 m. Sistem Percabangan Tanaman Kopi Kopi (Coffea spp) adalah species tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea. Bentuk yang melebar atau bentuk ganda. atau buahnya kurang teratur. tetapi produksinya jauh lebih tinggi. bercabang. Karena tepung sari jenis Liberika ringan maka penyerbukan silang lewat angin dan serangga. maka harganya lebih rendah. Sistem Perakaran Tanaman Kopi Meskipun tanaman kopi merupakan tanaman tahunan. selain tersebut di atas ialah: • • • • Bau dan rasanya tidak seenak kopi Arabika. Kopi Liberika. Jenis-jenis ini tahan Hemileia vastatrix. tetapi bijinya kecil. Karena rasanya tidak seenak kopi Arabika. Pada umumnya buah besar. Tanaman ini tumbuhnya tegak. Bila tidak dipangkas. demikian juga mengenai daun. Besar kecilnya buah tidak merata. akan tetapi ternyata tidak. Hiern Jenis ini berasal dari dataran rendah Monrovia di daerah Liberika.

4. Cabang Sekunder Cabang sekunder adalah cabang yang tumbuh pada cabang primer dan berasal dari tunas sekunder. Tunas reproduksi dapat tumbuh menjadi cabang reproduksi. Bunga yang jumlahnya banyak akan keluar dari ketiak daun yang terletak pada cabang primer. Bunga dan Buah Tanaman Kopi Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah berumur ± 2 tahun. sehingga apabila cabang ini mati.3. Cabang Reproduksi (cabang orthrotrop) Cabang reproduksi adalah cabang yang tumbuhnya tegak dan lurus. Tetapi bunga yang keluar dari kedua tempat tersebut biasanya tidak berkembang menjadi buah.4. Cabang Primer (cabang plagiotrop) Cabang primer adalah cabang yang tumbuh pada batang utama atau cabang reproduksi dan berasal dari cabang primer.4. 3. Cabang Kipas Cabang kipas adalah cabang reproduksi yang tumbuh kuat pada cabang primer karena pohon sudah tua. Pada setiap ketiak daun hanya mempunyai satu tunas primer. Namun demikian tunas reproduksi dan tunas sekunder tersebut biasanya tidak berkembang menjadi cabang. Cabang ini mempunyai sifat seperti batang utama. Pohon yang sudah tua biasanya hanya tinggal mempunyai sedikit cabang primer karena sebagian besar sudah mati dan luruh. jumlahnya terbatas. melainkan tumbuh dan berkembang menjadi bunga. cabang ini mempunyai sifat seperti cabang primer sehingga dapat menghasilkan bunga. Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga.merupakan semaian. Setiap ketiak daun bisa mempunyai 4-5 tunas reproduksi. Setiap ketiak daun pada cabang primer mempunyai tunas reproduksi dan tunas sekunder. Lemah.4. Tanaman kopi yang bibitnya berasal dari bibit stek. Mula-mula bunga ini keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. sehingga bila suatu ketika batang utama mati atau tidak tumbuh sempurna.2. 3. sehingga apabila cabang reproduksi mati bisa diperbaharui sebanyak 4-5 kali.3. dan hanya dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang masih sangat muda. (2). 3. arah pertumbuhannya mendatar. Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol. Cabang ini berasal dari tunas reproduksi yang terdapat di setiap ketiak daun pada batang utama atau cabang primer. 3. cangkokan atau bibit okulasi yang batang bawahnya merupakan bibit stek tidak memiliki akar tunggang sehingga relatif mudah rebah. 3. ditempat itu sudah tidak dapat tumbuh cabang primer lagi. maka fungsinya dapat digantikan oleh cabang ini.1. Jenis Cabang Kopi 3. (3). ketika masih muda cabang ini juga sering disebut wiwilan.4. demikian pula tunas sekunder dapat tumbuh menjadi cabang sekunder. berfungsi sebagai penghasil bunga karena disetiap ketiak daunnya terdapat mata atau tunas yang dapat tumbuh menjadi bunga.4. Cabang yang . Cabang primer mempunyai ciri-ciri (1).

4. meskipun tumbuhnya cukup kuat. Pada awal hujan. tergantung dari jenis dan faktor-faktor lingkungannya. 3. Menurut cara penyerbukannya. 3. atau setiap buku menghasilkan 16-36 kuntum bunga. yaitu kopi self steril dan kopi self fertil. Bunga tersebut tersusun dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari 4-6 kuntum bunga. Cabang Air Cabang air adalah cabang reproduksi yang tumbuhnya pesat.4. waktu yang diperlukan sejak terbentuknya bunga hingga buah menjadi matang ± 6-11 bulan. Setelah terjadi penyerbukan. berkembang tidak normal dan mempunyai arah pertumbuhan menuju ke dalam mahkota tajuk. Bunga Tanaman Kopi Jumlah kuncup bunga pada setiap ketiak daun terbatas. Kemudian kulit buah yang berwarna hijau makin lama makin membesar. Cabang Balik Cabang Balik adalah cabang reproduksi yang tumbuh pada cabang priemer. Kopi self steril adalah jenis kopi yang tidak akan menghasilkan buah bila bunganya mengadakan penyerbukannya sendiri (tepung sari berasal dari jenis kopi yang sama). sehingga setiap ketiak daun yang sudah menghasilkan bunga dengan jumlah tertentu tidak akan pernah menghasilkan bunga lagi.7.5. Bila bunga sudah dewasa. Kopi arabika membutuhkan waktu 6-8 bulan.tinggal sedikit ini biasanya terletak diujung batang dan mempunyai pertumbuhan yang cepat sehingga mata reproduksinya tumbuh cepat menjadi cabang-cabang reproduksi. Cabang Pecut Cabang pecut adalah cabang kipas yang tidak mampu membentuk cabang primer. Pada setiap ketiak daun dapat menghasilkan 8-18 kuntum bunga. Cabang reproduksi ini sifatnya seperti batang utama dan sering disebut sebagai cabang kipas. Mula-mula mahkota bunga tampak mengering dan berguguran. Oleh karena itu tanaman kopi ini harus ditanam bersamaan dengan kopi jenis lainnya sehingga penyerbukan silang bisa berlangsung. Kelopak bunga berwarna hijau. kopi dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Tanaman kopi yang sudah cukup dewasa dan dipelihara dengan baik dapat menghasilkan ribuan bunga dalam satu saat. ruas-ruas daunnya relatif panjang dan lunak atau banyak mengandung air.4. batang pun dapat terus menghasilkan cabang primer sehingga bunga bisa terus dihasilkan oleh tanaman. . bila sudah tua kulit ini akan berubah menguning dan akhirnya menjadi merah tua. 3. kelopak dan mahkotanya akan membuka dan segera mengadakan penyerbukan (peristiwa bertemunya tepungsari dan putik).5. cabang primer akan memanjang dan membentuk daun-daun baru yang siap mengeluarkan bunga pada awal musim kemarau mendatang. sedangkan kopi robusta 8-11 bulan. pangkalnya menutupi bakal buah yang mengandung dua bakal biji. Kopi self fertil adalah kopi yang mampu menghasilkan buah bila mengadakan penyerbukan sendiri sehingga tidak harus ditanam bersamaan dengan kopi jenis lainnya. secara perlahan-lahan bunga akan berkembang menjadi buah. Kopi self steril ini baru menghasilkan buah bila bunganya menyerbuk silang (tepung sari berasal dari kopi jenis lainnya). Benangsarinya terdiri dari 5-7 tangkai yang berukuran pendek. Bunga tanaman kopi biasanya akan mekar pada permulaan musim kemarau sehingga pada akhir musim kemarau telah berkembang menjadi buah yang siap dipetik. Namun demikian cabang primer dapat terus tumbuh memanjang membentuk daun baru. Bunga tanaman kopi berukuran kecil. 3. mahkotanya berwarna putih dan berbau harum semerbak.6.

500 s/d 2. seperti: pemupukan.500 s/d 2.1. Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan. Curah hujan 1. dan pemberantasan hama dan penyakit. Pengaruh angin : Pohon tanaman kopi tidak tahan terhadap goncangan angin kencang. Suhu udara rata-rata 21-24o C. Setelah persyaratan tersebut dapat dipenuhi. Karena angin itu mempertinggi penguapan air pada permukaan tanah perkebunan. suatu hal yang juga penting adalah pemeliharaan. pohon peneduh.500 mm/th. Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi Secara ekonomis pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat tergantung pada atau dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah. 4. Kebutuhan pokok lainnya yang tak dapat diabaikan adalah mencari bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Biji ini terdiri dari atas kulit biji dan lembaga.850 m dpl. lebih-lebih dimusim kemarau. pemangkasan.2. Buah Kopi Buah tanaman kopi terdiri dari daging buah dan biji. Suhu udara rata-rata 17-21o C. 4. IV. Lembaga atau sering disebut endosperm merupakan bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman kopi. Tinggi tempat 1250 s/d 1. Buah kopi umumnya mengandung dua butir biji. Persyaratan iklim Kopi Robusta : • • • • • Garis lintang 20o LS sampai 20o LU.3. Tanah Sehubungan dengan tanah ini yang penting untuk dipelajari terutama sifat fisik tanah dan sifat kimia tanah. tetapi kadang-kadang hanya mengandung 1 (satu) butir atau bahkan tidak berbiji (hampa) sama sekali.500 m dpl. dan lapisan kulit tanduk (endokarp) yang tipis tetapi keras.500 mm/th.6. . Tinggi tempat 300 s/d 1. Selain mempertinggi penguapan. Iklim yang Cocok untuk Tanaman Kopi Persyaratan iklim kopi Arabika : • • • • • Garis lintang 6-9o LU sampai 24o LS. Curah hujan 1. Daging buah terdiri atas 3 (tiga) bagian lapisan kulit luar (eksokarp). sehingga merusakkan tanaman di bawahnya. angin dapat juga mematahkan dan merebahkan pohon pelindung yang tinggi. Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan. lapisan daging (mesokarp).

Di atas telah dikemukakan. Tetapi hasil yang baik sering kali diperoleh pada tanaman yang lebih asam.Sambungan atau stek. banyak mengandung humus. Sifat fisik tanah untuk pertanaman kopi Sifat fisik tanah meliputi: tekstur. seperti : 5. Pada umumnya tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam. karena tanaman yang berlainan kebutuhan zat makanan juga berbeda. sekurang-kurangnya kedalaman air tanah 3 meter dari permukaannya. yang berarti tanah yang drainasenya kurang baik dan tanah liat berat adalah tidak cocok. gembur. peredaran air dan udara pun menjadi jelek. Tanah yang subur berarti banyak mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan produksi. Zat lemas sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi. . struktur. V. subur. Pembibitan dan Persemaian Tanaman Kopi Bibit yang akan ditanam dapat berasal dari : . karena humus banyak mengandung berbagai macam zat yang dibutuhkan untuk petumbuhan dan pembuahan. Sebaliknya pada tanah-tanah yang ditanami kembali (tanaman ulang = replanting) pertumbuhan dan hasilnya kurang memuaskan. air dan udara di dalam tanah. selain memperhatikan keadaan iklim.a. Tanah untuk tanaman kopi berbeda-beda. Bercocok Tanam Tanaman Kopi Dalam rangka bercocok tanam kopi. menurut keadaan dari mana asal tanaman itu. bahwa tanaman menghendaki tanah yang dalam. gembur dan banyak mengandung humus. Sebab kecuali tanah itu sulit ditembus akar. Tanah tidak menghendaki air tanah yang dangkal. karena kurang dapat mengikat air. Tanaman kopi menghendaki reksi yang agak asam dengan PH 5.biji (zaaling). Tanah yang tekstur/strukturnya baik adalah tanah yang berasal dari abu gubung berapi atau yang cukup mengandung pasir. terutama dalam pertumbuhan vegetatif. pembiakan secara vegetatif. Demikian pula tanah pasir berat. jenis dan varietas yang akan ditanam.1. dengan catatan keadaan fisisnya baik. Sifat Kimia Tanah Sifat kimia tanah yang dimaksud di sini ialah meliputi kesuburan tanah dan PH. . misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Calsium metaphospat/Ca(PO2). Akar tanaman kopi membutuhkanoksigen yang tinggi.6. pada umumnya kapasitas kelembaban kurang. atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik. Tanah yang demikian pergiliran udara dan air di dalam tanah berjalan dengan baik. juga harus diperhatikan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan. b.5.5 . Hal ini dapat dibuktikan pada pertumbuhan tanaman di tanah-tanah hutan belantara hasilnya sangat memuaskan. karena dapat membusukkan perakaran. Maka apabila dipandang perlu tanaman ulang ini hendaknya diganti dengan tanaman yang tidak sejenis. Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sifat kimia tanah. atau yang lebih tepat diberikan dalam bentuk pupuk. dan permeable. dapat dinetralisasi dengan kapur tohor. Pada tanah yang bereaksi lebih asam. dengan daun-daun cukup ion Ca++ untuk fisiologi zat makanan dengan jumlah makanan tanaman yang cukup. Selain itu tanah pasir berat juga mengandung N atau zat lemas. sebab satu sama lain saling berkaitan. pembiakan secara genertaif.

Semua buah/biji kopi yang memenuhi syarat kemudian dikerjakan sebagai berikut: • • • • Biji dikelupas kulitnya. dengan perbandingan 1 kg bubuk arang : 150 cc air. dinjak-injak dengan kain. Kalau penyimpanan itu berlangsung agak lama. Dan untuk menghindari terjadinya serangan hama bubuk atau untuk memetikan bubuk yang mungkin ada. Dari kebun sendiri. tidak perlu disemai. maka biji tersebut perlu dicampur dengan bubuk arang yang dibasahi dengan air. tetapi kulit tanduk tidak sampai lepas.100%. Untuk menungggu musim persemaian yang tepat. Pembiakan Bibit Tanaman Kopi dari Biji Cara memperoleh biji kopi : 1. tidak cacat dan yang besarnya normal. Biji-biji yang sudah kering. kemudian dipilih yang baik. Lendir yang melekat dibersihkan. Biji-biji kopi yang baru akan tumbuh 90 . Setelah bersih biji dikering anginkan satu atau dua hari. bubuk buah maupun bubuk batang. melainkan kering angin. 2. Cara menyimpan biji kopi: Biji-biji kopi yang telah dipilih dalam keadaan kering dapat terus disemaikan. Perbandingan antara biji dan bubuk arang yakni 3:1. tahan terhadap nematoda. maka biji-biji kopi tersebut bisa dimasukkan dalam peti dengan jalan: • Pada dasar peti diberi lapisan kain yang diberi minyak terpentin dengan dosis 1 cc / 100 cm2. dengan jalan dicuci atau digosok permukaannya dengan abu dapur. Jika biji ini tidak memenuhi syarat harus disingkirkan. Sebaiknya penyimpanannya jangan sampai lebih dari 3 bulan. harus disortasi. . sedang yang disimpan sekitar 6 bulan daya tumbuhnya 60 . selanjutnya diadakan pemilihan yang kedua kalinya. Penyimpanan dimasukkan kedalam ruangan yang gelap dan sejuk. Balai penelitian perkebunan. dan yang paling baik ialah bila penyimpanan itu dilakukan sekitar dua bulan. sebab jika terlalu lama daya tumbuhnya akan menurun atau akan habis sama sekali. biji dapat disimpan untuk sementara waktu. Jika biji kopi itu hampa dan bentuknya jelek. Pohon induk yang produksinya cukup tinggi. Bila peti itu sudah penuh. tidak langsung terkena sinar matahari. Atau 3 kg biji dicampur 1 kg bubuk arang yang telah dibasahi tadi. atau dengan kata lain yang tahan terhadap hama dan penyakit.1. biji diambil dari pohon yang telah diketahui mutunya. Dan di atas kain pada lapisan biji setebal 5 cm. demikian seterusnya sehingga peti itu penuh. diberi kain lagi yang diberi minyak terpentin pula. • • • Lamanya penyimpanan biji kopi: Penyimpanan biji tidak boleh terlalu lama.1. bersumber dari kebun percobaan yang menghasilkan biji telah teruji keunggulannya.70%. kemudian ditutup rapat-rapat dan dibiarkan selama 3 hari 3 malam agar semua hama mati karenanya.5. Cara memilih dan memelihara biji kopi: Buah yang dipungut adalah yang masak.

Setelah selesai pembenaman. maka jumlah biji yang akan ditaburkan adalah dua setengah kali dari rencana penanaman. Tanah sedapat mungkin dipilih yang agak datar. Biji dibenamkan secara berderet dalam satu baris. a.5 . Dengan demikian kelak musim tanam tiba bibit sudah berumur 10-11 bulan.Februari. Dan pada waktu itu masih banyak biji yang segar. • Persemaian biji kopi : Persyaratan tempat persemaian biji kopi. Sedangkan jarak antara biji dengan biji 2. kemudian diadakan penyiraman dua atau tiga kali .000 . baiklah kalau biji itu ditaburkan pada bulan Agustus. agar dapat menahan terik matahari dan percikan air hujan yang lebat.10 cm. 4. Sehingga apabila ada bibit penyakit atau hama harus diadakan pencegahan dan pemberantasan. Terhindar dari bibit penyakit dan hama. biji-biji kopi tersebut diberi pasir lagi. agar memudahkan pengamatan dan pemeliharaan pada musim kemarau. sehingga tidak merusakkan bibit. Selanjutnya pada bedengan itu dilapisi pasir setebal 5 . Tetapi lebih baik biji kopi tersebut dilepas kulit tanduknya. maka baiklah bila biji itu ditaburkan pada bulan Januari . Maka penaburab biji kopi dipersemaian harus memperhatikan rencana penanaman.1 cm. • • Kalau bibit kopi ditanam sebagai zaailing.000 biji kopi. Tetapi bila bibit itu akan disambung. Semua biji dibenamkan pada lapisan pasir menghadap ke bawah. Setiap 1 m bisa memuat 2. dan bagian perut menghadap ke bawah.4 m. jarak antara baris larikan yang satu dengan lainnya 5 cm. Biji yang ditaburkan bisa dengan kulit biji tanduk atau tanpa kulit tanduk. hal ini sangat tergantung pada besar kecilnya biji dan jenisnya. artinya bagian punggung di atas. Tingkat penyemaian biji kopi ada dua tingkat. Selanjutnya bibit dapat disambung pada umur satu tahun. Hal ini mengingat bahwa daya tumbuh sambungan belum tentu bisa mencapai 100%. tipis-tipis saja. Dekat perumahan dan sumber air.5 cm. Kalau bibit akan ditanam sebagai sambungan. semua biji dikecambahkan lebih dahulu. di atas bedengan yang tertutup pasir tadi diusahakan ditutup dengan lalang atau jerami yang dipotong-potong antara 0.3. dan di atas bedengan diberi atap.Penaburan biji kopi: Bibit kopi dapat ditanam setelah umur 8-9 bulan. Untuk menjaga kelembaban biji-biji tersebut. yaitu: tingkat perkecambahan. sehingga mereka akan lebih cepat tumbuh dan tidak menjadi sarang penyakit. dan banyak mengandung bunga tanah. Banyaknya biji yang akan ditaburkan tentu saja harus disesuaikan dengan luas rencana penanaman. Bila kelak bibit akan ditanam pada bulan November/Desember bibit sambungan tersebut sudah berumur 4 bulan. hal ini bila ditanam sebagai zaailing. Pembenaman dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian teratas kelihatan rata dengan lapisan pasir. subur. dan dederan bibit (pemindahan dari perkecambahan). Ada pohon pelindung. sebagai berikut: 1. 2. Biji yang ditaburkan perlu diperhitungkan 2 kali lipat dari bibit yang akan ditanam.2 m dan panjang 2. tempat-tempat yang akan dipergunakan sebagai persemaian sebaiknya diselidiki terlebih dahulu terhadap kemungkinan adanya infeksi penyakit dan hama. Tempat perkecambahan ini harus dijaga supaya tetap lembab. Tingkat perkecambahan biji kopi Sebelum ditanam di persemaian. terutama dalam melakukan penyiraman. 3. Pada tempat perkecambahan dibentuk bedenganbendengan dengan ukuran lebar 1.

dengan maksud supaya akar dan batang kepelan tidak rusak. melainkan harus disongkel dengan sebilah bambu atau solet. kemudian barulah diberi pupuk organik. Semai dalam tingkat ini sudah berumur 2 . misalnya bilah bambu atau tusuk. Sedangkan di dataran tinggi yang beriklim dingin perkecambahan makan waktu 6 . kemudian terpisah. Bilamana bedengan telah siap. cotyledon-cotyledon dan embrio kecil pada biji kopi membengkak dengan menghisap endosperma. b. tumbuh sepasang keping daun yang disebut "kepel". biji kopi tersebut akan berkecambah. Kemudian barulah bagian akar dan batang ditempelkan pada salah satu sisi lubang dengan tangan kiri. dan tangan kanan melakukan pemadatan tanah dengan hati-hati sekali. tanaman menjadi kerdil. Selanjutnya cotyledon terangkat seolah-olah masih melekat. Selama proses perkecambahan. Setelah berumur 4 . ataupun pupuk hijau dan lain sebagainya. Di dataran rendah yang beriklim panas dengan suhu 820.8 minggu.1. semai dalam bentuk kepelan/serdadu dapat dipindahkan. Potongan daun tadi ditanam di dalam cawan kecil yang berisi campuran bahan-bahan khusus yang telah dibuat dan diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi potongan daun kopi tersebut. jarak harus diperpanjang. Sebelum bibit dipindahkan kepersemaian harus diseleksi bentuk perakarannya terlebih dahulu. Agar tanah itu strukturnya baik. . 5. Kemudian mulai tumbuh lagi. perkecambahan itu makan waktu 3 . Pertumbuhan pada tingkat demikian sering disebut "soldatje" atau serdadu.sehari.2. supaya akar tidak rusak. pupuk kandang. Jarak antara daun kepelan dengan tanah lebih kurang 3 cm. Daun tersebut dipotong kecil-kecil berukuran kurang lebih 5 mm berbentuk segi empat atau kotak. Bibit Tanaman Kopi Asal Kultur Jaringan Bahan yang digunakan adalah potongan daun kopi muda yang masih berwarna hijau-kemerahan atau hijau segar. antara 20 x 40 cm. kemudian dapat dipindahkan ke persemaian atau tempat dederan.3 bulan.selatan. jarak tanamnya bisa dibuat 15 x 30 cm. karena akar yang pertumbuhannya bengkok kurang baik. Penanama harus dilakukan dengan hati-hati sekali. selanjutnya dapat dipindahkan ke persemaiaan. yakni cotyledon membesar sehingga endosperma dan kulit ari sobek kemudian endoscarp lepas. Dederan bibit kopi Kecambah kopi yang dipindahkan dapat berupa serdadu (soldatje) atau kepel (kecambah yang kepingnya sudah membuka). Kecambah kopi yang dipindahkan kepersemaian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Kalau semua ini akan ditanam sebagai zaailing yang lebih muda. Untuk keperluan tersebut tempat-tempat yang akan ditanami harus dibuat lubang terlebih dahulu dengan suatu alat tertentu. Tetapi kalau bibit tersebut akan disambung.8 minggu. Artinya jarak tanam 20 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dalam pertumbuhan soldatje itu untuk sementara berhenti tumbuh lebih kurang 1 bulan. Pemindahan ini tidak boleh dicabut. Akhirnya hypocotyl muncul dari tanah dengan bentuk membungkuk dan berdiri tegak dengan mengangkat cotyledon-cotyledon yang masih tertutup oleh endosperma dan kulir ari serta endosperma. karena bibit akan berada dipersemaian agak lama. kemudian akar kecil (radicula) dan hypocotyl tumbuh.20 m dan panjang 10 m. Tanah persemaian dicangkul sedalam 30 cm atau lebih.4 minggu. setelah pencangkulan itu sudah bersih dari batu-batuan dan sisa-sisa kayu. Selanjutnya pada tanah persemaian dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 1. Pupuk tersebut dapat berupa pupuk kompos. Proses perkecambahan ini sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim. sekurangkurangnya 9 bulan. dan bedengan tersebut dibuat membujur ke arah utara .

dan sebagainya.Pembuatan teras-teras pada lahan yang memiliki kemiringan lebih dari 15%. Sebelum menjadi tanaman. bibit kopi asal kultur jaringan dapat tumbuh dan berkembang normal seperti tanaman kopi dari benih ataupun cangkok. 5. Dalam beberapa percobaan. . Di rumah kaca. Untuk tanaman yang kurang subur dan . Adapun perlakuan yang diberikan di tempat persemaian. Makin berat tanah ukuran lubang makin besar. . Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Kopi 5. dan sebagainya. berbentuk bulat atau lonjong yang disebut sebagai "kalus". potongan daun tersebut akan membentuk gumpalan-gumpalan yang berwarna putih-kekuningan dan krem. suhu. . . rumah kaca. Pembukaan Lahan a. karena tidak menunggu tanaman induk sampai besar/dewasa.Campuran bahan-bahan ini dinamakan “media. Pada tahap ini bibit diberi beberapa perlakuan seiring dengan pertambahan umur.Pembuatan jalan-jalan. proses pembuatannya berlangsung cepat. Berdasarkan hasil penelitian.2. Areal Hutan Sekunder Bekas Ladang Berpindah .25 m X 2 m atau 1.1.Pencetakan kebun secara hektaran. . macam dan kadar zat pengatur tumbuh. .5 m atau m X 2. tunggul beserta perakarannya. bibit yang dihasilkan lebih seragam.5 m X 2 m. . kelembapan.” Untuk membuat potongan daun mampu tumbuh dan berkembang. Jarak tanam kopi jagur (AB 3. Selanjutnya kalus ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon atau bakal bibit yang disebut "embrio". cahaya. tinggi maupun kondisi fisik lainnya. macam bahan untuk tempat pertumbuhan bibit. Bahkan pertumbuhan dan perkembangannya lebih pesat dan waktu berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman dari benih maupun cangkok.5 m. maka bibit kopi siap ditanam secara luas di kebun. kondisi penanaman yang paling sesuai. Perlakuan yang diberikan di laboratorium meliputi jenis media. jarak tanaman kopi arabika kate (Kartika 1 & Kartika 2) 1. Perlakuan ini dilakukan di laboratorium.Pembongkaran tanaman perdu dan pembersihan gulma. USDA 762 dan S 795) adalah 2 m X 2. tentunya perlu beberapa perlakuan khusus agar dapat berhasil membentuk bibit yang sempurna. jembatan beserta saluran drainase. Ukuran lobang tergantung tekstur tanah. Lubang dibuat 6 bulan sebelum tanam. bibit dipindah ke dalam botol yang sesuai dengan ukuran bibit agar tumbuh dan berkembang lebih jauh menjadi tanaman yang lebih besar. . kayu-kayu ditumpuk di satu tempat di pinggir kebun. tanaman kopi asal kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan. yang paling penting adalah tingkat cahaya dan penaungan untuk mengatur kelembapan.Pembersihan lahan.Ajir lubang tanam. Embrio inilah yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit yang ukurannya kecilkecil.Pembongkaran pohon-pohon. yaitu: proses pembuatannya lebih praktis. Ukuran lubang yang lazim adalah 60 X 60 X 60 cm. baik umur.Pembuatan lobang tanam. Selanjutnya. Dibanding tanaman kopi asal benih maupun cangkok. . Apabila perlakuan terakhir ini sudah berhasil. perlakuan yang diberikan meliputi umur dan kondisi bibit. dapat dihasilkan dalam jumlah besar sesuai pesanan dalam waktu relatif singkat (Imron Riyadi). karena hanya dilakukan dalam ruangan yang relatif kecil. dan tempat persemaian di kebun.Dipilih areal hutan sekunder dengan kepemilikan jelas. ada juga dari potongan daun langsung membentuk embrio.Mengajir dan menanam tanaman penaung sementara dan penaung tetap.2.

1-3 bulan sebelum tanam bibit kopi. peluang pasar dan iklim mikro yang ada. mekanisme. 1) Perebahan : .5 m. kultur teknis. b.Kayu diusahakan untuk di tumpuk di pinggir kebun. jarak 1. dan 2 m untuk kopi jagur. Jarak antar tanaman ± 10 m X 10 m tergantung pada besarnya ukuran tajuk (habitus) tanaman. pengendalian alang-alang dapat dilakukan secara perebahan.Pembuatan lubang tanam ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. ditambahkan pupuk hijau dan pupuk kandang. . misalnya kedelai.Pemberian tanda tanaman-tanaman yang dipilih sebagai penaung kopi. . pembuatan lubang.Sisa-sisa semak dapat ditumpuk dalam barisan-barisan di dalam kebun (model lorong = alley system). .Memotong perdu dan semua tanaman yang tidak dipilih. .25 m untuk kopi kate.Selama persiapan lahan.Pada prinsipnya sama dengan persiapan lahan dari hutan sekunder.Membersihkan gulma secara manual atau kimiawi. d. c. . . Areal Kebun Aneka Tanaman . jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan petani. Pengendalian Alang-alang (Imperata cylindrica) Menurut Balit Karet Sembawa (1996). jarak antar ajir 2-2. tajuknya mudah diatur (tahan pangkas) dan lebih baik meneruskan cahaya diffuse. .Tutup lubang tanam. Lebar lorong yang bersih dari tumpukan semak 1 m dan jarak antar lorong 4-5 m.Tanam pohon penaung. . .Tutup lubang tanam. . pada areal yang kosong dapat ditanami beberapa jenis tanaman semusim. kimiawi dan terpadu. isi lubang dan tutup lubang sama seperti diuraikan diatas. cadas dan sisa-sisa akar tidak masuk kedalam lubang tanam.Selama persiapan lahan tersebut di dalam lorong dapat diusahakan beberapa jenis tanaman semusim. 1 – 3 bulan sebelum ditanam kopi dan dujaga agar batu-batu.Ajir lubang tanam kopi di dalam lorong. ubi jalar. .Ajir penaung di dalam lorong. peluang pasar dan iklim mikro yang ada. . Dipilih jenis yang bernilai ekonomis. Jenisnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani. Areal Semak Belukar . jagung. kacang-kacangan. . .Lubang diisi pupuk hijau dari hasil tebasan gulma.Ajir lubang tanam kopi. Lubang dibuat 6 (enam) bulan sebelum tanam.kadar bahan organiknya rendah.

jarak antar alur 70 cm. . P.Gunakan PTL sesuai rekomendasj untuk daerah setempat. kebutuhan benih 2 kg/ha.Benih dicampur pupuk SP-36 sebanyak 24 kg/ha kemudian ditaburkan di dalam alur.Rebahkan alang-alang yang sudah mati dan kering.Setelah alang-alang terkendali. . C. dan Stylosanthes guyanensis. Jenis-jenis PTL yang sesuai meliputi Centrosema pubescens. 2) Cara Mekanis : .. Pueraria javanica. . lahan siap untuk usaha tani kopi dengan tahapan seperti yang telah diuraikan di atas. .Tutup alur dengan tanah setebal 1 cm.Bersamaan dengan itu lahan siap ditanami tanaman penaung dan tanaman kopi dengan tahap-tahap seperti telah diuraikan. Pengendalian Secara Terpadu (Pengolahan Tanah Minimum dan Penggunaan Herbisida) . jarak antar lorong 4 m. e.Metode ini lebih tepat untuk areal yang sudah ada tanaman pokoknya.Daun dan batang alang-alang yang telah direbahkan akan kering dan mati tanpa merangsang pertumbuhan tunas dan rimpang serta dapat berfungsi sebagai mulsa. Mucuna spp. .Alang-alang akan mati setelah tertutup oleh tajuk PTL. .Apabila alang-alang sudah kering. potongan kayu atau drum.Penebasan dapat mengurangi persaingan alang-alang dengan tanaman pokok tetapi hanya bersifat sementara dan harus sering diulangi minimum sebulan sekali.Semprot alang-alang yang sedang tumbuh aktif dengan herbisida sistemik. . buat dua jalur tanam sedalam 5 cm. . triloba.Setelah alang-alang terkendali.Semprot alang-alang dengan herbisida dengan model lorong. mucunoides. . . . .Tanam tanaman semusim dengan cara tugal sebagai pre-cropping. 3) Cara Kultur Teknis : .Perebahan dapat menggunakan papan. lahan siap untuk usaha tani kopi dengan tahap-tahap seperti yang telah diuraikan di atas. lebar lorong 2 m. .Penggunaan tanaman penutup tanah leguminosa (PTL). .Dilakukan dengan pengolahan tanah. .

Penaung Tetap Tanaman Kopi . a.Memiliki perakaran yang dalam.Tidak menjadi inang hama-penyakit kopi. .5 m.Jenis tanaman penaung sementara yang banyak dipakai adalah Moghania macrophylla (Flemingia congesta).500 m dpl). . Penanaman Penaung Tanaman Kopi Ditanami minimal satu tahun sebelum penanaman tanaman kopi. setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 4 m x 5 m.Digunakan untuk meningkatkan produktivitas lahan. .Lamtoro tidak berbiji dapat diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi. dadap (Erythrina sp).Naungan sementara ditanam dalam barisan dengan selang jarak 2-4 m atau mengikuti kontur.000 m dpl ke atas sebaiknya dipakai Tephrosia atau Crotalaria. . 5.Termasuk leguminosa dan berumur panjang dan berumur panjang.2.5 m kemudian setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m. .Ukuran daun relatif kecil tidak mudah rontok dan memberikan cahaya diffus.Memiliki percabangan yang mudah diatur. mengurangi resiko usaha tani. Ditanam dengan jarak 2 m x 2. .Sengon digunakan pada daerah kering dan tinggi (1.Pohon penaung tetap yang banyak dipakai di Indonesia adalah lamtoro (Leucaena spp).2. . .Untuk komplek-komplek nematoda dipakai Crotalaria. Penaung Sementara Tanaman Kopi . sengon (Albizia sp).Moghania cocok untuk tinggi tempat 700 m dpl ke bawah. . .2.000-1.3. Tumpangsari (Intercropping) .Cemara banyak digunakan di Irian Jaya dan Timor-Timur untuk daerah tinggi di atas 1.5. . b. Crotalaria spp. Syarat-syarat Pohon Penaung .Untuk daerah 1. . seperti banyak dijumpai di Timor-Timur.Menghasilkan banyak bahan organik. Gliricidia dan cemara (Casuarina). Tephrosia spp. ditanam dengan jarak 2 m x 2.500 m dpl. serta menjamin kelangsungan pendapatan. .

. Palawija (jagung). Hama Nematoda Parasit Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis merupakan nematoda endoparasit yang berpindah-pindah. .Tanaman semusim yang banyak diusahakan antara lain adalah jenis hortikultura (kubis. .Dilakukan dengan pengusahaan tanaman semusim. dan cabe).Bukan inang hama penyakit utama kopi.Pohon produktif yang banyak dipakai untuk kopi antara lain Macadamia dan jeruk keprok. Pada tiap 3-5 barisan kopi disediakan lorong dengan Iebar 8 m untuk tanaman tumpangsari.Tidak menimbulkan pengaruh allelopati.3.. . . . wortel. Untuk kopi robusta antara lain petai. 5. .Jeruk keprok ditanam dengan jarak 6 m x 8 m atau 8 m x 8 m.Dipilih yang memiliki kanopi tidak terlalu rimbun. daun berukuran kecil atau sempit memanjang agar dapat memberikan cahaya diffus dengan baik.similis sekitar 1 bulan.Jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan petani. Daur hidup P. (khususnya untuk lahan-lahan datar/landai).Diusahakan selama masa persiapan lahan dan selama tanaman kopi belum menghasilkan (tajuk kopi belum saling menutup) atau selama iklim mikro masih memungkinkan. .Limbah tanaman semusim dimanfaatkan untuk pupuk hijau atau mulsa tanaman kopi. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Kopi 5. . peluang pasar. . dan penggunaan tanaman penaung produktif.1.3. tomat.Untuk pengusahaan yang bersifat lebih permanen pada lahan datar dapat dilakukan dengan sistem budidaya lorong (alley cropping). .coffeae sekitar 45 hari dan R. petai dan jengkol ditanam dengan jarak 5 m x 5 m. kentang. jengkol dan kelapa. Macadamia. a) Tumpangsari Tanaman Semusim Dengan Kopi . nilai ekonomi dan iklim mikro yang ada. b) Pohon Penaung Produktif . kemudian secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 10 m x 10 m. kacang-kacangan dan umbi-umbian.Tanaman jagung yang mempunyai pertumbuhan tinggi dapat juga berfungsi sebagai penaung sementara yang efektif.Pohon penaung produktif ditanam dengan jarak ± 10 m x 10 m tergantung ukuran besarnya tajuk tanaman.

Aplikasi diulang tiap tiga bulan. Pengendalian: Pengendalian secara kultur teknis: Memutus daur hidup BBK. berwarna coklat atau hitam.: Curaterr 3G. Hama Penggerek Buah Kopi Serangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK). rotasi tanaman dan pembuatan parit barier. Lama hidup serangga betina rata-rata 156 hari dan serangga jantan maksimum 103 hari. Bagian akar akar serabut membusuk. Telur diletakkan dalam buah kopi yang bijinya mulai mengeras. Rhocap 10G dan Rugby 10G. Pengendalian di pembibitan: Disarankan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigan pra tanam. Serangan pada buah muda menyebabkan gugur buah. .l. umur stadium telur 5 – 9 hari.0% 1 – 2. Pada serangan berat tanaman akhirnya mati. klon Bgn 121. Aplikasi B. meliputi tindakan : Petik bubuk.5 l / tanaman) dan etoprofos (Rhocap 10G .0% dan dengan dosis 250 ml/bibit. oksamil (Vydate 100 AS 1. Racutan / rampasan. prapupa 2 hari dan stadium pupa 4 – 9 hari.09 dan kopi robusta klon BP 961. misalnya Basamid G dan Vapam L. lelesan dan racutan direndam air panas 5 menit. Scolytidae) berwarna hitam kecoklatan. Lelesan.25 g / tanaman).Vydate diaplikasikan dengan cara disiramkan pada bibit dengan konsentrasi 1.5 kg biakan padat per hektar selama tiga kali aplikasi per musim panen. Penggunaan tanaman yang masak serentak : Varietas USDA 230731 dan USDA 230762.Gejala: Tanaman kopi yang terserang kelihatan kerdil. Masa perkembangan dari telur sampai dewasa 25 – 35 hari. Pengendalian hayati: Untuk menekan populasi nematoda menggunakan musuh alami berupa bakteri. Gejala:Serangga BBK masuk ke dalam buah kopi dengan cara membuat lubang di sekitar diskus.bassiana dianjurkan dengan dosis 2. selanjutnya buah juga direndam dalam air panas. karbofuran (Curaterr 3G–35 g / tanaman). Pertumbuhan cabang-cabang primer terhambat sehingga hanya menghasilkan sedikit bunga. Pengendalian kimiawi: Beberapa nematisida sistemik maupun kontak yang disarankan a. Hypothenemus hampei (Coleoptera. Pengaturan naungan untuk menghindari kondisi pertanaman terlalu gelap yang sesuai bagi perkembangan BBK. Semua buah hasil petik bubuk. Pengendalian secara biologi: Menggunakan parasitoid Cephalonomia stephanoderis dan jamur patogen (Beauveria bassiana). panjang yang betina sekitar 2 mm dan yang jantan 1. yaitu memetik seluruh buah yang ada di pohon pada akhir panen. jamur dan nematoda predator. yaitu pemungutan buah kopi yang jatuh di tanah baik terhadap buah terserang maupun buah tidak terserang. bunga premature dan banyak yang kosong. yaitu mengawali panen dengan memetik semua buak masak yang terserang bubuk 15 –30 hari menjelang panen besar. Vydate 100 AS. Untuk nematisida sistemik dan kontak a. Lama stadium larva 10 – 26 hari. Digunakan sebagai batang bawah misalnya kopi ekselsa (Coffeae exelsa).3 mm. daun menguning dan gugur. Cara kultur teknis: pembukaan lubang tanam. serangan pada buah yang cukup tua menyebabkan biji kopi cacat berlubang-lubang dan bermutu rendah. Pengendalian di pertanaman: Penggunaan jenis kopi tahan nematoda parasit.l.

pemupukan berimbang dan pengurangan kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. Cara pengendalian penyakit sementara ini dilakukan dengan dua cara. penyakit ini tidak menjadi masalah.35%. Pengendalian: Secara kultur teknis.coffeicola mempunyai konidium berbentuk gada. mula-mula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. kemudian berubah menjadi memanjang dan bentuknya mirip dengan juring buah jeruk. Br. Di bagian ini terbentuk tepung berwarna jingga cerah (oranye) dan tepung dan ini adalah uredospora jamur H. pada sisi luarnya dibagian yang cembung mempunyai duri-duri. S 288 dan S 795. Dalam proses infeksinya uredospora mula-mula membentuk buluh kecambah. Pada daun yang sakit timbul bercak. beberapa agensia lain yang berpotensi membantu menyebarkan uredosspora adalah angin. berbentuk seperti tepung berwarna abu-abu. Uredospora yang telah masak berwarna jingga. kemudian membentuk apresorium di depan mulut kulit.2. Infeksi jamur terjadi lewat mulut-mulut daun yang terdapat pada sisis bawah daun.2% formulasi. Pembusukan pada bagian yang berbecak dapat sampai ke biji sehingga dapat menurunkan kualitas. Tanaman sakit ditandai oleh adanya bercak-bercak berwarna kuning muda pada sisi bawah daunnya. sedangkan pada kopi arabika penyakit ini menjadi masalah utama. Konidia dibentuk pad permukaan bercak. vastatrix Bercak yang sudah tua berwarna coklat tua sampai hitam. Gejala: Serangan dapat terjadi pada daun maupun pada buah. kemudian berubah menjadi kuning tua. Disamping bantuan air.2%.5. ukurannya ada yang pendek dan ada juga yang panjang. akhirnya tanaman mati. merupakan penyakit utama pada tanaman kopi arabika. H vastatrix menggunakan uredospora yang mula-mula berbentuk bulat. Penyakit Tanaman Kopi Penyakit Karat Daun pada Tanaman Kopi Penyakit karat daun yang disebabkan oleh patogen Hemileia vastatrix B. Dalam pembiakan dan penyebarannya. Dithane M 45 80 WP 0. et. Penyakit Bercak Daun Cercospora Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora coffeicola B. Daun-daun yang terserang parah kemudian gugur dan tanaman menjadi gundul. selanjutnya jamur mengadakan penetrasi kedalam jaringan jamur.et Cke.3. . C. melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP 0. Pada buah yang terserang timbul bercak berwarna coklat. Secara kimiawi. burung dan manusia. Tanaman yang demikian menjadi kehabisan cadangan pati dalam akar-akar dan rantingrantingnya. Cupravit OB 21 0. dan pengendalian dengan Fungisida Dithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air. Penyebaran oredospora dari pohon ke pohon terjadi karena benturan bantuan percikan air menyebabkan uredospora sampai pada sisi bawah daun. Pada kopi robusta. dan kering. Delsene MX 200 0. spesies trips tertentu. dengan memberi naungan yang cukup. yaitu menanam jenis-jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333. biasanya pada sisi yang lebih banyak menerima cahaya matahari.2%.

Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. VI. terdiri atas lapisan himenium. Stadium sarang laba-laba. 3) Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan. Gejala: Cabang atau ranting yang terserang layu mendadak. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda. 4) Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau. Basidium berbentuk gada pada ujungnya terbentuk empat sterigmata yang mendukung basidiospora. batang atau cabang yang sakit dipotong. Stadium nekator berupa bintil-bintil kecil berwarna orange kemerahan merupakan sporodokhia jamur upas. Batang atau cabang sakit yang ukurannya sudah cukup besar. Stadium kortisium berupa lapisan kerak berwarna merah jambu. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi. bagian yang sakit cukup diolesi dengan fungisida Calixin RM atau Copper Sandoz 0. berupa lapisan hifa tipis. .et Br. Stadium nekator terdapat pad cabang yang tidak terlindung. tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. C. 2) Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak. Panen Kopi Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun. Pengendalian: Batang atau cabang sakit yang ukurannya masih kecil (diameter < 1 cm) dipotong 10 cm di bawah pangkal di bagian yang sakit. sisa cabang atau batang yang dipotong dan cabang-cabang di sekitarnya diolesi dengan fungisida Calixin RM atau Copper Sandoz. Apabila serangannya sudah lanjut. Sebaliknya daging buah muda sedikit keras. Potongan-potongan batang dan cabang yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar. Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah.salmonicolor mempunyai basidium yang tersusun parallel pada stadium kortisium. berbentuk seperti jala berwarna putih perak. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. tengah maupun di ujung pohon. Serangan dapat terjadi pada cabang yang di bawah. biasanya dibentuk pad sisi bawah cabang atau sisi cabang yang agak ternaung. bahkan dapat terjadi pada batang. biasanya pada pemanenan akhir. karena itu ada beberapa cara pemetikan : 1) Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak.Penyakit Jamur Upas Penyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor B. berwarna kuning ketika setengah masak dan berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam-hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe). Stadium bongkol berupa gambaran hifa berwarna putih biasanya dibentuk pada lentisel atau pada celah-celah.4% formulasi. apabila serangannya masih awal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->