P. 1
Penyusunan APBN

Penyusunan APBN

|Views: 363|Likes:
Published by alifhanifa

More info:

Published by: alifhanifa on Dec 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2010

pdf

text

original

Penyusunan APBN Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR.

Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan[1] sebelum tahun anggaran dilaksanakan. [sunting] Pelaksanaan APBN Setelah APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan Peraturan Presiden.

Berdasarkan perkembangan, di tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR.Perubahan APBN dilakukan paling lambat akhir Maret, setelah pembahasan dengan Badan anggaran DPR[2]. Dalam keadaan darurat (misalnya terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. [sunting] Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Selambatnya 6 bulan setelah tahun anggaran berakhir, Presiden menyampaikan RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN kepada DPR berupa Laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. [sunting] Struktur APBN Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saat ini adalah: [sunting] Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan Negara dan Hibah terdiri atas: 1. Penerimaan Dalam Negeri, terdiri atas:

dan pemerintah luar negeri [sunting] Belanja Negara Belanja terdiri atas dua jenis: 1. [sunting] Asumsi APBN Dalam penyusunan APBN. 2. Pembiayaan Bunga Utang. Pembiayaan Luar Negeri. 2. Privatisasi. Belanja Daerah. terdiri atas: 1. adalah belanja yang dibagi-bagi ke Pemerintah Daerah. Belanja Hibah. yaitu: 1. meliputi Pembiayaan Perbankan. 2. Hibah Hibah mempunyai pengertian bantuan yang berasal dari swasta. Belanja Barang. Produk Domestik Bruto (PDB) dalam rupiah 2.1. Pajak Perdagangan Internasional. dan Belanja Lainnya. Penerimaan SDA (Migas dan Non Migas) 2. Pembiayaan Dalam Negeri. Cukai. terdiri atas Jatuh Tempo dan Moratorium. Dana Bagi Hasil 2. Penarikan Pinjaman Luar Negeri. Surat Utang Negara. Pembayaran Cicilan Pokok Utang Luar Negeri. Belanja Pemerintah Pusat dapat dikelompokkan menjadi: Belanja Pegawai. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Belanja Sosial (termasuk Penanggulangan Bencana). baik yang dilaksanakan di pusat maupun di daerah (dekonsentrasi dan tugas pembantuan). serta penyertaan modal negara. Dana Otonomi Khusus. Bagian Laba BUMN 3. terdiri atas Pajak Penghasilan (PPh). dan pajak lainnya. Dana Alokasi Khusus 4. untuk kemudian masuk dalam pendapatan APBD daerah yang bersangkutan. terdiri atas Pinjaman Program dan Pinjaman Proyek 2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). pemerintah menggunakan 7 indikator perekonomian makro. Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dana Alokasi Umum 3. Pajak Dalam Negeri. Belanja Modal. Penerimaan Perpajakan. meliputi: 1. 2. Pertumbuhan ekonomi tahunan (%) . PNBP lainnya 2. Belanja Daerah meliputi: 1. Subsidi BBM dan Subsidi Non-BBM. Belanja Pemerintah Pusat. terdiri atas Bea Masuk dan Tarif Ekspor. terdiri atas 1. [sunting] Pembiayaan Pembiayaan meliputi: 1. baik dalam negeri maupun luar negeri. adalah belanja yang digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan Pemerintah Pusat.

berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Bila suatu pembelanjaan telah direncanakan sebelumnya. prinsip penyusunan APBN ada tiga. telah direncanakan dan dianggarkan akan membangun proyek pembangunan jalan dengan nilai sekian miliar. berarti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas perekonomian. Misalnya. Harga minyak indonesia (USD/barel) 7. Nilai tukar rupiah per USD 5. mencapai stabitas perekonomian. Produksi minyak Indonesia (barel/hari) [sunting] Teori mengenai APBN [sunting] Fungsi APBN APBN merupakan instrumen untuk mengatur pengeluaran dan pendapatan negara dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan. * Fungsi pengawasan. Semua penerimaan yang menjadi hak dan pengeluaran yang menjadi kewajiban negara dalam suatu tahun anggaran harus dimasukkan dalam APBN. dan stabilisasi. Dengan demikian.3. mencapai pertumbuhan ekonomi. distribusi. alokasi. meningkatkan pendapatan nasional. . pemerintah dapat mengambil tindakan untuk mempersiapkan proyek tersebut agar bisa berjalan dengan lancar. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat untuk menilai apakah tindakan pemerintah menggunakan uang negara untuk keperluan tertentu itu dibenarkan atau tidak. Inflasi (%) 4. maka negara dapat membuat rencana-rencana untuk medukung pembelanjaan tersebut. * Fungsi alokasi. Suku bunga SBI 3 bulan (%) 6. mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut. yaitu: * Intensifikasi penerimaan anggaran dalam jumlah dan kecepatan penyetoran. Maka. mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. pembelanjaan atau pendapatan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Surplus penerimaan negara dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara tahun anggaran berikutnya. APBN mempunyai fungsi otorisasi. dan menentukan arah serta prioritas pembangunan secara umum. pengawasan. [sunting] Prinsip penyusunan APBN Berdasarkan aspek pendapatan. memiliki makna bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. * Intensifikasi penagihan dan pemungutan piutang negara. * Fungsi otorisasi. berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan * Fungsi stabilisasi. perencanaan. * Fungsi distribusi. * Fungsi perencanaan.

* Semaksimah mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan atau potensi nasional. * Penajaman prioritas pembangunan * Menitik beratkan pada azas-azas dan undang-undang negara . prinsip penyusunan APBN adalah: * Hemat.* Penuntutan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara dan penuntutan denda. efesien. [sunting] Azas penyusunan APBN APBN disusun dengan berdasarkan azas-azas: * Kemandirian. yaitu meningkatkan sumber penerimaan dalam negeri. sesuai dengan rencana program atau kegiatan. Sementara berdasarkan aspek pengeluaran. * Terarah. * Penghematan atau peningkatan efesiensi dan produktivitas. terkendali. dan sesuai dengan kebutuhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->