HUBUNGAN INTERNASIONAL Standar Kompetensi : Menganalisa hubungan internasional dan organisasi internasional Kompetensi Dasar

:

1. Mendeskripsikan pengertian, pentingnya, dan sarana ± sarana hubungan internasional bagi suatu bangsa 2. Menjelaskan tahap-tahap perjanjian internasional 3. Menganalisa fungsi perwakilan diplomatik 4. Mengkaji peran organisasi internasional (ASEAN, AA, PBB) dalam meningkatkan hubungan internasional 5. Menghargai kerjasama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia. LATAR BELAKANG. 1. Manusia dikodratkan sebagai makhluk sosial 2. Suatu bangsa akan lebih bermanfaat dan maju jika bekerja sama dengan bangsa lain, karena bisa saling mengisi. 3. Adanya gesekan atau konflik antar bangsa. 4. Dibutuhkan pola hubungan yang menguntungkan kepentingan nasional. PENGERTIAN HUBUNGAN INTERNASIONAL 1. Menurut RESTRA (Rencana Strategis Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia) : Hubungan antar bangsa dalam segala aspeknya yang dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional. 2. Menurut Charles A. Mc. Clelland : Studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. 3. Menurut Warsito Sunaryo : Studi tentang interaksi antara jenis kesatuankesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. 4. Menurut Drs. Suwardi Wiraatmaja,M.A :Segala macam hubungan antar bangsa dan kelompok-kelompok bangsa dalam masyarakat internasional. 5. Menurut Tygve Nathiessen : Bagian dari ilmu politik, dan karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik internasional, Organisasi dan administrasi internasional, dan hukum internasional. 6. Secara sederhana : Hubungan antar bangsa, baik antar negara dengan negara, antara negara dengan individu/badan hukum, serta antara warga negara yang satu dengan warga negara yang lain. PENTINGNYA HUBUNGAN INTERNASIONAL

Membantu bangsa lain yang terancam keberadaan dan kemerdekaannya. Artinya hubungan antar bangsa didasarkan pada persamaan sebagai negara berdaulat yang harus sama-sama mengakui persamaan derajat. 2. 5. Yaitu Negara mempunyai kekuasaan hukum atas semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. saling menghormati dan saling memberi keuntungan. artinya hukum dari negara tersebut tetap berlaku bagi warga negaranya. walaupun di negara asing. Mencegah dan menyelesaikan konflik yang dapat mengancam perdamaian dunia akibat perbedaan kepentingan nasional. 1. 3. Asas Teritorial. Artinya warga negara dimanapun ia berada. Asas Kepentingan Umum Artinya negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang berhubungan dengan kepentingan umum. 2. Asas ini berkekuatan exteritorial. yang meliputi : 1. Asas Kebangsaan. TUJUAN KERJASAMA INTERNASIONAL menurut Kartasasmita 1. 1. harkat dan martabat sehingga saling menjaga hubungan baik. 6. 5. 4. 1. Asas persamaan derajat.1. 3. tetap mendapat perlakuan hukum dari negaranya. harkat dan martabat. . Menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Membangun solidaritas dan saling menghormati antar bangsa. Mengembangkan cara penyelesaian masalah secara damai melalui perundingan 4. Memelihara dan menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa lain. Menjelaskan dan menegakkan kedaulatan dan batas-batas wilayah Mengadakan perdamaian dan perundingan pakta nonagresi Mengadakan hubungan dagang atau ekonomi sesuai dengan kepentingan masing-masing. Berpartisipasi memelihara ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan abadi dan keadilan sosial 7. SARANA HUBUNGAN INTERNASIONAL Asas hubungan internasional adalah pedoman yang dijadikan landasan atau asas hubungan internasional baik tertulis maupun tidak tertulis. Mempererat hubungan antar negara Menciptakan kerjasama dalam rangka saling membantu.

Lembaga ini bertanggung jawab atas hubungan atas suatu negara dengan negara lain. Ruang lingkupnya tergantung pada hukum nasional masing-masing negara. Kuasa Usaha. 2). Bentuknya antara lain : a. 4). c. Yaitu menelaah dan meneliti kebijakan negara penerima. . Representasi. Kepala Misi Diplomatik Permanen terdiri atas : 1). harta benda dan kepentingan warga negaranya. Perwakilan diplomatik Permanen Tugas : 1). Hubungan dengan korps diplomatik. Proteksi.1. 5). Artinya hubungan antar bangsa perlu saling terbuka sehingga negara paham akan manfaat dari hubungan tersebut. Menurut hukum internasional. 3). Duta Besar 2). Observasi. 3. Yaitu melakukan perundingan. Hubungan dengan misinya sendiri. Yaitu : 1. Hubungan dengan misi asing. yaitu mewakili pemerintah dan kebijakan negaranya. Asas Keterbukaan. Duta 3). Konsuler. Persahabatan. Departemen Luar Negeri. Sarana hubungan internasional disebut juga sebagai agen transaksi internasional. alat ini mempunyai kewenangan bertindak atas nama negara. b. Negosiasi. yaitu melindungi pribadi. 1.

perjanjian Internasional baik bilateral maupun multilateral dilakukan melalui 3 tahap. 5.Perwakilan pada organisasi internasional Yaitu perwakilan suatu negara pada organisasi internasional. Perundingan (Negotiation) Yaitu pembicaraan pendahuluan untuk mendapatkan kesepakatan dari masingmasing pihak yang berkepentingan. Perwakilan Non Diplomatik. yang dibedakan menjadi perwakilan tetap dan peninjau. 1.. 1. menyatakan perang. memberi paspor. Wakil masing-masing pihak harus memiliki surat kuasa penuh seperti kepala negara atau kepala pemerintahan. metri luar negeri atau duta besar. meresmikan perkawinan dan melakukan yuridiksi disipliner awak kapal negaranya. membuat perdamaian. 1.Misi Khusus Yaitu misi sementara yang mewakili suatu negara yang dikirim ke negara lain atas persetujusn negara pengirim dan negara penerima. 1. dan perjanjian dengan negara lain . Ia juga dibebani tugas eksekusi akta notaris. Jika perjanjiannya bersifat multilateral minimal ditandatangani oleh peserta yang hadir. pusat informasi atau pelayanan pariwisata. 4. TAHAP-TAHAP PERJANJIAN INTERNASIONAL Menurut Konvensi Wina 1969. Contoh : Misi dagang. Yaitu perwakilan negara untuk negara lain yang tidak mempunyai status diplomatik dan tidak mempunyai efek-efek diplomatik.Adalah perwakilan suatu negara di negara lain yang mengurusi kepentingan komersial dari negara pengirim atau negara yang menunjuk. Dalam UUD 45 pasal 11 ayat 1 menyatakan : Presiden dengan persetujuan DPR. Penandatanganan (Signatute) Yaitu penandatanganan perjanjian sebagai bentuk tindakan pengesahan secara formal oleh kepala negara atau menteri luar negeri. Pengesahan (Ratification) Yaitu pengesahan naskah perjanjian oleh badan yang berwenang di suatu negara. Perjanjian baru bersifat mengikat setelah diratifikasi. Istilah-istilah perjanjian : .

13. 2. 15. Ketentuan Umum (general act) yaitu : Traktat yang bersifat resmi dan tidak resmi. ringkasan atau kesimpulan konferensi diplomatik. Konvensi (convention) : yaitu persetujuan formal yang bersifat multilateral tetapi tidak berurusan dengan kebijakan tingkat tinggi. Pakta (pact) yaitu istilah untuk persetujuan yang lebih khusus. 7. 14. Pertukaran Nota : Yaitu metode yang tidak resmi yang melahirkan kewajiban bagi yang bersangkutan. Modus vivendi : Yaitu dokumen untuk mencatat persetujuan internasional yang bersifat sementara. 6. nama utusan yang diundang serta masalah yang disetujui konferensi dan tidak memerlukan ratifikasi. 5. 11. Charter yaitu istilah yang dipakai dalam perjanjian internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administratif. Perwakilan diplomatik merupakan perwakilan resmi suatu negara. Perwakilan Diplomatik. 10. Protokol (protocol) : Yaitu persetujuan tidak resmi yang dibuat oleh bukan kepala negara yang mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran dari klausal tertentu. seperti keputusan LBB tahun 1928 tentang arbitrase penyelesaian konflik secara damai. Deklarasi (declaration) yaitu perjanjian internasional yang berbentuk traktat dan dokumen tidak resmi. 4. FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK 1. 9. Proses Verbal Yaitu catatan. 12. Atau catatan suatu permufakatan. Biasanya dilakukan oleh wakil militer atau negara dan bisa bersifat multilateral. perwakilan diplomatik berfungsi : . sampai berhasil diwujudkan perjumpaan yang permanen. terinci dan sistematis tetapi tidak memerlukan ratifikasi.1. Ketentuan Penutup (final act) yaitu : ringkasan hasil konvensi yang menyebutkan negara peserta. Perikatan (arrangement) : Yaitu yaitu transaksi-transaksi yang bersifat sementara. 3. Traktat (treaty) : yaitu perjanjian formal yang merupakan persetujuan dua negara atau lebih. Menurut Kongres Wina tahun 1961. 8. Covenant yaitu anggaran dasar LBB (liga bangsa-bangsa). seperti pakta warsawa yang membutuhkan ratifikasi. Persetujuan (agreement) : Yaitu perjanjian yang bersifat teknis atau administratif. Piagam (statute) : Yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan internasional.

2. dikepalai Konsul Jendral. Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima. Penandatanganan deklarasi oleh : 1. kebudayaan dan ilmiah. Filipina. Mengeluarkan paspor dan dokumen perjalanan untuk negara pengirim dan visa untuk orang ingin pergi ke negara pengirim. 2. ekonomi. Perwakilan Konsuler. 3. Bertindak sebagai notaris dan panitera sipil yang bersifat administratif. badan-badan hukum dalam batas-batas yang dijinkan hukum internasional. 4. Konsul adalah petugas dinegara lain yang mengurusi kepentingan komersial. Memberikan keterangan tentang kondisi dan keadaan negara penerima. Perangkat perwakilan diplomatik menurut Kongres Wina tahun 1815 dan Kongres Aux La Chapella tahun 1818 (kongres Achen) : 1. 2. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima. Memajukan pembangunan hubungan dagang. Malaysia. Kantor Konsulat. Singapura dan Thailand. Memelihara hubunga persahabatan antara dua negara. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima dalam batas-batas yang diijinkan oleh hukum internasional. PERAN ASEAN DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN INTERNASIONAL ASEAN (Association of southeast Asian Nations) atau persatuan negara-negara asia tenggara berdiri pada tabggal 8 Agustus 1967 di Bangkok Thailand yang diprakarsai oleh Indonesia. Kantor Wakil Konsul. Atase Kebudayaan. atase teknis. Duta Besar Berkuasa Penuh (Ambassador) Duta (Gerzant) Menteri Residen (Minister Resident) Kuasa Usaha (Chage de affaires) Atase-atase : Atase pertahanan. Kantor Konsulat Jendral.1. 4. Konsul tidak memerlukan hubungan resmi antar negara. 4. 3. 3. didalam negara penerima. Perangkat Perwakilan Konsuler : 1. Melindungi. yaitu tempat agen konsul ditugaskan untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan kekonsulan. 5. yang dikepalai Konsul Muda yang mengepalai kantor wakil konsulat yang ada di dalam satu daerah kekonsulan. dikepalai oleh Konsul yang membawahi satu daerah kekonsulan. Kantor Perwakilan Konsuler. Adam Malik dari Indonesia . 1. kepentingan negara-negara pengirim dan warga negaranya. 2. Fungsinya antara lain : 1. 3. individu-individu. 5. 4.

Prinsip dasar ASEAN 1. ASAS KEANGGOTAAN ASEAN Bersifat terbuka. Mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas dari campur tangan luar. integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara. Tidak mempergunakan ancaman militer 6. Dalam sejarahnya. Penyelesaian perbedaan atau pertengkaran dan perwengketaan secara damai 5.2. 2. 3. Tidak ikut campur urusan dalam negeri masing-masing 4. kemajuan sosial. Perkembangan keanggotaan ASEAN : Tanggal 8 Januari 1984 Brunei Darussalam masuk menjadi anggota ASEAN. ASEAN didirikan untuk kepentingan kerjasama bidang ekonomi. Mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kamboja. Faktor internal yaitu adanya perang vietnam (indo china) dan sikap RRC yang ingin mendominasi Asia Tenggara. kesamaan. faktor internal dan faktor eksternal. dan pengembagan kebudayaan di kawasan asia tenggara 2. Narciso R Ramos dari Filipina Tun Abdul Razak dari Malaysia S. Rajaratnam dari Singapura Thanat Khoman dari Thailand. Vietnam Tanggal 23 Juli 1997 Laos dam Myanmar. 5. Artinya memberi kesempatan pada negara-negara lain di asia tenggara seperti Timor Leste dan Papua Nugini menjadi anggota. Saling menghormati kemerdekaan. sosial. subversi dan intervensi dari luar. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum . Tanggal 30 April 1999. Menjalankan kerjasama secara efektif antar anggota Tujuan ASEAN 1. 3. Tanggal 28 Juli 1995. budaya. Faktor Internal berupa tekad bersatu untuk memperjuangkan kepentingan bersama dan sama-sama sebagai bekas negara jajahan barat. 4. kedaulatan.

Sidang para menterilainnya komite khusus.Komite-komite tetap dan komite3. Kronologis sejarah : 1. Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika / KTT Asia-Afrika / Konferensi AsiaAfrika / Konferensi Bandung merupakan konferensi tingkat tinggi negara-negara Asia dan Afrika yang baru saja memperoleh kemerdekaan. Meningkatkan penggunaan pertanian. 6. teknik. 5.Standing Committee setiap ibu kota negara-negara ASEAN 5.Summit Meeting (Pertemuan Kepala Tahunan Para Menteri ) Pemerintahan) 2. ( non ekonomi ) 4.ASEAN Ministerial Meeting (Sidang bersidang diantara dua sidang Menlu tahunan para menteri luar negeri) negara ASEAN untuk menangani perswoalan-persoalan yang memerlukan keputusan menteri) 3. budaya.Sekertariat nasional ASEAN pada 4. 23 agustus 1953 Perdana Menteri Indonesia Ali Sastro Amijoyo pada DPRS mengusulkan perlunya kerjasama antara negara-negara di Asia dan Afrika untuk perdamaian dunia. Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN merupakan konferensi puncak antara pemimpin negara ASEAN yang diselenggarakan setiap tahun. industri. . perdagangan.ASEAN Ministerial Meeting (Sidang 1.Komite-komite Sekertariat ASEAN berada di Jakarta di bawah pimpinan Sekertaris Jendral yang diangkat oleh para menteri luar negeri secara bergiliran dengan masa jabatan 2 tahun. jasa.Standing Commitee (Badan yang 2. 4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian. dan administrasi. dan meningkatkan taraf hidup. sosial. STRUKTUR ASEAN Sebelum KTT Bali 1976 Sesudah KTT Bali 1976 1. Meningkatkan kerjasama yang aktif dalam bidang ekonomi. ilmu pengetahuan . Memelihara kerjasama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi organisasi internasional.3. KONFERENSI ASIA AFRIKA Sejarah singkat.

Hasil KAA. Berupa ³Pernyataan dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia´ yang disebut DASA SILA BANDUNG. menurut pihak-pihak yang bersangkutan. seperti perundingan. ataupul lain-lain secara damai. Uni Sovyet dan negara imperialis lainnya. yang seauai dengan Piagam PBB. 28 ± 29 Desember 1954 diadakan Persidangan Bogor dalam rangka mematangkan gagasan KAA. 3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa. Menyelesaikan perselisihan internasional dengan cara damai. persetujuan. sesuai dengan piagam PBB. arbitrase. 6. India dan Pakistan. besar maupun kecil.2. 1. Pada saat itu Indonesia Mengusulkan perlu ada Konferensi Asia Afrika. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional. 3. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.al 2. 2. GERAKAN NON BLOK GNB/NAM (Non Aligned Movement) adalah organisasi internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi . Indonesia. Burma (Myanmar) dan Pakistan. siapa yang datang dan tujuan KAA. 5. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu kepentingan negara besar. Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain. 18 ± 24 April 1955 di gedung Merdeka Bandung dengan Koordinator Menlu Indonesia Ruslan Abdul Gani. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara. 4. 4. Srilanka. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara individu atau kolektif. atau penyelesaian masalah hukum. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa. 3. 10. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam persoalanpersoalan dalam negeri negara lain. diadakan KAA yang dihadiri utusan dari Burma (Myanmar). 25 April ± 2 Mei 1954 diadakan Persidangan Kolombo di Sri Lanka yang dihadiri pimpinan India. Tujuannya mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika. Dalam pernyataan tersebut dimasukan prinsip-prinsip dalam piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru sebagai berikut : 1.

GNB tampak semakin tidak memiliki relevansi. Gamal Abdul Naseer (Presiden Mesir). bahwa masih ada pihak ke tiga yang berada diluar blok yang saling bertentangan. Prinsip Dasa`Sila Bandung diharapkan dapat diperluas pada forum ini mengingat banyak negara peserta yang masih dalam status terjajah dan taraf hidupnya masih terbelakang. Pandit Jawaharal Nehru (Perdana Menteri India). Kwane Nkrumah (Presiden Ghana) KTT dihadiri 26 negara Asia. Mengingat besar manfaatnya. POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA Dasar Pertimbangan : . Organisasi ini merepresentasikan 55% penduduk dunia dan 2/3 keanggotaan PBB. negara-negara peserta menghendaki agar dilaksanakan KTT berikutnya untuk menindaklanjuti KTT 1. KTT 2 di Mesir tahun 1964 KTT 3 di Lusaka (Tanzania) tahun 1970 KTT 4 di Aljazair tahun 1973 KTT 5 di Kolombo Srilanka 1976 KTT 6 di Havana Kuba 1979 KTT 7 di New Delhi India 1983 KTT 8 di Harare Zimbabwe 1986 KTT 9 di Beograd Yugoslavia 1989 KTT 10 di Jakarta Indonesia 1992 KTT 11 di Kolombia 1995 KTT 12 di Kairo Mesir 1998 KTT 13 di Malaysia 2003 Sejak berakhirnya perang dingin. Afrika.terhadap blok kekuatan besar apapun ( NATO maupun PAKTA WARSAWA). Didirikan pada KTT 1 tgl 1 sampai dengan 6 September 1961 di Beograd Yogoslavia yang diprekarsai oleh Joseph Broz Tito (Presiden Yugoslavia). Amerika Latin dan Eropa dimaksudkan untuk meredakan ketegangan dunia dan menunjukkan kepada dunia . Hasilnya . Sukarno (Presiden Indonesia).

Perlunya politik luar negeri yang Bebas dan Aktif. 2. Bebas Aktif mengabdi pada kepentingan nasional dan amanat penderitaan rakyat. terutama untuk kepentingan stabilitas dan kelancaran pembangunan disegala bidang.1. Landasan ideal adalah Pancasila Landasan Konstitusional adah UUD 45 (pasal 11 dan 13) Landasan Operasional Ketetapan MPR tentang GBHN bidang Hubungan Luar Negeri Keputusan Presiden atau Kebijakan Presiden yang menyangkut hubungan Luar Negeri 6. Perlunya memiliki pendirian agar tidak menjadi obyek dua kekuatan besar dunia 4. 2. Dasar Hukum Politik Luar Negeri 1. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur material dan spiritual dalam wadah Negara kesatuan Repuiblik Indonesia. Tujuan Politik Luar Negeri Bebas Aktif : 1. Bebas Aktif artinya anti imperialisme. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Adanya ancaman dari keinginan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. 3. terutama dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar kerja sama membentuk satu dunia baru yang bersih dari . AKTIF artinya Bangsa Indonisia dalam politik luar negerinya senantiasa aktif memperjuangkan terbinanya perdamaian dunia dan aktif ikut serta menciptakan keadilan sosial dunia. Tahun-tahun awal berdirinya Indonesia. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis dengan wilayah kekuasaan dari sabang sampai merauke. diabdikan untuk kepentingan nasional. 2. 5. Indonesia dihadapkan pada dua kekuatan besar dunia yaitu Amerika Serikat yang Liberal dan Uni Sovyet yang komunis. Arti Politik Luar Negeri Bebas Aktif BEBAS artinya Bangsa Indonesia bebas menentukan sikap dan pandangannya terhadap masalah-masalah internasional dan terlepas dari ikatan kekuatankekuatan raksasa dunia yang secara ideologis bertentangan. Peraturan atau kebijakan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri. kolonialisme dan segala bentuknya manifestasinya dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. 3. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia. 4. 3.

Regional. Melalui UU tersebut ada kejelasan dalam pengaturan kewarganegaraan keturunan Cina yang sudah berumur 18 tahun. 5. Membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dengan berpedoman pada piagam PBB. Perjanjian RI dengan RRC tentang Dwi kewarganegaraan yang disyahkan tanggal 11 Januari 1958 dengan keluarnya UU No. 1. Menjalankan politik damai 2. Malaysia. Berusaha mempermudah jalannya pertukaran pembayaran internasional. eksplorasi kekayaan laut. Meningkatkan perdamaian internasional dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Melalui perjanjian tersebut. 2. 3. Dalam kerangka PBB berusaha menyokong perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih di jajah. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.Malaysia tentang penetapan garis landas kontinen ke dua negara di selat malaka dan laut cina selatan. Menurut Mohammad Hatta. 2 Tahun 1958. ada kejelasan dalam pemanfaatan laut baik sebagai sarana transportasi air maupun untuk kepentingan penangkapan ikan. Bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling menghargai dengan tidak mencampuri soal susunan dan corak pemerintahan negara masingmasing. Filipina. mineral dan tambang sehingga terhindar dari konflik. 2. Ditandatangani 27 Oktober 1969 dan mulai berlaku 7 Novembar 1069.imperialisme dan kolonialisme menuju kepada perdamaian dunia yang sempurna. Prinsip-prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif 1. Bilateral. Singapura. Pembentukan ASEAN oleh Indonesia. Memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan organisasi internasional untuk menjamin perdamaian yang kekal 4. Meningkatkan persaudaraan antar bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila. Perjanjian RI. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia adalah : 1. 3. Melalui kerjasama ini diharapkan terjadi percepatan pertumbuhan . 4. Thailand melalui Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Kerja sama dan perjanjian internasional yang bermanfaat bagi Indonesia. apakah mau menjadi WNI atau Warga Negara Cina dengan suka rela. 1. 6. Meemperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negari untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Melalui AFTA diharapkan dapat meningkatkan investasi dan penghapusan bea ekspor impor. Persetujuan dibentuknya CGI (Consultative Group on Indonesia) sebagai wahana untuk membantu Indonesia dalam pengembangan berbagai proyek melalui dana pinjaman lunak. 4. imperialisme dan Zionisme serta mengurangi ketegangan antara blok barat dengan blok timur. Masuknya Indonesia menjadi anggota PBB. 3. 2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menggairahkan investor. sosial dan budaya dan jika terjadi konflik diselesaikan dengan cara damai. Yugoslavia. Gerakan ini bermanfaat dalam rangka menumbuhkan solidaritas negaranegara kawasan Asia Afrika dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan. dan melawan kolonialisme. mempercepat proses penyelesaian konflik Indonesia Belanda sehingga Belanda mau mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 27 Desember 1949. India dan Ghana. 29 Tahun 1999. .ekonomi. Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas Asean (AFTA/ Asean Free Trade Area) pada tahun 1995. 2.Mesir. Pembentukan Gerakan Non Blok melalui KTT 1 di Beograd Yugoslavia tahun1961yang dipelopori Indonesia. 1. Pengesahan Konvensi Internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial 1965 melalui UU No. Manfaatnya terwujudnya berbagai proyek infra struktur seperti jalan dan jembatan untuk membuka wilayah yang terisolir. Mempercepat proses pengembalian Irian Barat dari Belanda melalui misi UNTEA pada tanggal 1 Mei 1963. Multilateral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful