BAB I PENDAHULUAN

A. latar belakang masalah Sikap dan kepribadian merupakan salah satu unsur yang terdapat pada manusia. Keberadaannya kadang terlihat seiring dengan perilaku kesehariannya, namun terkadang sulit juga ditebak. Dua hal ini merupakan masalah psikologi yang kompleks. Ketika sesorang mengatakan bahwa seorang itu mempunyai kepribadian tinggi kesan yang ditangkap masyarakat dari pernyataan itu tidak hanya menyangkut kepribadian itu sendiri, tapi juga berkenaan dengan sikap, sifat, dan keseluruhan tingkah laku. Singkatnya kalimat itu sering mendapat penafsiran sebagai menunjukkan identitas yang sebenarnya dari seseorang didalam pergaulan dan percakapan sehari-hari tidak jarang kita mendengar dan bahkan menggunakan kata pribadi atau kepribadian yang biasanya dikaitkan dengan pola-pola tingkah laku manusia yang berhubungan dengan norma-norma tentang baik dan buruk. Atau denagn kata lain, kata pribadi atau kepribadian itu dipakai untuk menunjukkan adanya ciri-ciri khas yang ada pada seseorang hal ini sangat penting karena dengan kita mengetahui pribadi diri sendiri ataupun seseorang kita akan dapat merubah pribadi yang mungkin jelek ataupun bagi orang lain menjaga perasaan seseorang dalam pergulan.

B. rumusan masalah Apakah pengertian sikap dan kepribdian itu?

BAB II

PEMBAHASAN

Secra operasional kepribadian pada hakuikatnya adalah organisasi/susunan yang dinamis daripada sistem psiko-fisik yng da dalm diri individu sebagimana agar yang bersngkutan mmpu menyesuikan dirinya secara unik atu khas terhdap lingkungannya). ataupun situasi-situasi yang mengeni dirinya. motif-motif. Bagimana reaksi seseorang jika ia tekena sutu rangsang baik dari orang. Sikap adalah keadaan mental dimana prosesnya berwal dari reaksi terhadap sebuah pengalaman yang dipandang memberikan pengaruh dinamika atau terarah pada diri individu. sikap.Sikap adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Tetapi berbeda pendapat menurut psikolog modern yng memandanmg kepribdian sebagi "keseluruhn kualitas tingkah laku dan kepribadian seseorang". Pada hakiktnya kepribadian itu dapat berubah baik dalam hal kualitas mupun tingkh lkunya. hanya saja sikap itu berhubungan penilaian terhadap suatu objek atau kelompok objek. maksudnya adalah untuk menutupi kelemahannya agar dapat diterima oleh masyarakat. atau sikap itu ialah suatu perbuatan atau tingkah laku sebagi reaksi atau respon suatu rangsangan (stimulus) yang disertai dengan pendirian dan persaan orang itu. sikap-sikap selalu berhubungan dengan dua alterntif : senang atau tidak senang. statemen. Ada juga yang menganggap bahwa sikap itu identik dengan sifat. Sedangkan kata orgaisasi merujuk pada pengertian bhwa kepribadian itu terbentuk sebagai sebuah stuktur yang kokoh. Dalam hal ini sebagian psikolog mengemukakan bahwa siakap diawali dengan perasaan (emosi) baru kemudian menunjukkan reaksi (respons) atau kecenderungan untuk bereaksi. dan sebgainya. nilai keykinn. emosi. dan begitu seterusnya. . kondisi. benda-benda. melaksanakan atau menjauhinya. dn istilh "sistem psiko-fisik" merujuk pada pengertian kebiasaankebiasaan. Karena Ia berpendapat bahwa manusia itu didalam kehidupan sehari-hari tidak selalu membawakan dirinya sebagaimana adanya. Secara etimologis istilah kepribadian atau personality memiliki akar kata dari kata latin sonare yang kemudian berkembang menjadi kata pesona yang berarti "topeng" untuk memudahkan pemahaman kita bisa mengambil ilustrasi tentang pemain sandiwara yang memerankan karakterkarakter tertentu yang telah ditentukan (bukan memerankan sifat aslinya). Melainkan selalu menggunakan tutup muka.

jangkung. kretschmer membuat kalsifikasi yang didasarkan pada ciri-ciri fisik dan berorientasi pada penyakit kejiwaan. kelenjar/temperamen. jenis-jenis kepribadian Sekaipun kepribadian itu unik. Menurutnya jenis-jenis kepribadian itu terdiri dari: 1. akn tetapi pada dasrnya ia melibatkan dn diekpresikan oleh organ fisiknya. Jenis piknis: gemuk pendek bertemperament mirip denga penderita manisdepresip. mempunyai temperamen yang mirip denga penderita skizofrenia. hipocrates . mempunyai temperament yang mirip dengan penderita epilepsy. 2. B. yakni oleh saraf. namun masih ada beberapa psikolog yang mencoba membuat klasifikasi mengenai jenis-jenis kepribadian antara lain seperti terlihat dari pandangan beberapa psikolog berikut: 1. Jenis atletis: bertubuh tegak seperti olahragawan. sifat (strait). 4. 3. watak.Kesemuannya menunjukkan bahwa meski kepribadian bersifat psikologis. Jenis dispiasis: yng tidak termasuk ketiga jenis lainnya. dan kondisi tubuh pada umumnya. 2. jenis astheneis: bertubuh kurus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful