MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KODE ETIK PENDIDIK

DISUSUN OLEH Noviana Erika Sari Firdaus Sumarno Danang Pradana Aditiyo Nugroho Nurrahman Hakim 10501247003 10501247002 10501247004 10501245002 10501244026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010

Guru indonesia bertanggung jawab mengatarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho. dan pendidikan menengah. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa. mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru indonesia ketika menjalankan tugas-tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Peranan guru semakin penting dalam era global. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional. ing madya mangun karso.ABSTRAK Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik. baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. . berilmu. Guru indonesia adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat. Hanya dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional hal itu dapat diwujudkan eksitensi bangsa dan negara yang bermakna. Melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. tut wuri handayani”. Untuk itu. agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju. setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. mengajar. berakhlak mulia. terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. membimbing. cakap. sehat. berbangsa dan bernegara. pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman. kompetetif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. pendidikan dasar. mengarahkan. kreatif.

bahkan tidak disadari oleh guru. karena anak didik pada tingkat tersebut masih dalam masa pertumbuhan. para guru akan bangga dengan profesinya. Ditinjau dari aspek kuantitatif. dan mempunyai waktu luang untuk belajar. PENDAHULUAN Menurut UUD 1945 pasal 1 berbunyi “tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran”. bahkan dapat dikatakan bahwa kepribadian dan kode etik guru akan lebih besar pengaruhnya dari pada kepandaian dan ilmunya. gaya dan macam-macam penampilan kepribadian dan kode etik guru. visi Menteri Pendidikan Nasional. Setiap guru akan mempunyai pengaruh terhadap anak didik. Melalui sikap.1. menaikkan anggaran pendidikan selalu disebut sebagai conditio sine qua non (syarat mutlak). Untuk mewujudkan visi ini dibutuhkan dana memadai(aspek kuantitatif) dan tenaga pendidik yang profesional (aspek kualitatif). sehat jasmani dan rohani. sertifikat pendidik. terutama bagi anak didik yang masih dalam usia kanak-kanak dan masa meningkat remaja. Tanpa guru yang profesional meskipun kebijakan pembaharuan secanggih apapun akan berakhir sia-sia. yaitu tingkat pendidikan dasar dan menengah. sehingga masing-masing anak akan mendapat pendidikan dan pembinaan dari beberapa orang guru yang mempunyai kepribadian dan mentalnya masing-masing. Bambang Sudibyo memandang bahwa pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. . Berkaitan dengan itu. Namun. pembangunan dalam pendidikan seharusnya tidak dipahami dari aspek kuantitatif saja. Dengan kesejahteraan yang terjamin. Dalam masa kemajuan sekarang ini. setiap sekolah memerlukan beberapa orang guru. Pada prinsipnya. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam konteks ini guru adalah jantungnya. Berdasarkan pasal ini jelas bahwa semua warga negara tanpa terkecuali berhak mendapatkan pendidikan. Mendiknas lebih lanjut mewacanakan guru akan makin dimanusiawikan dengan menaikkan gaji untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. mampu membeli buku. akan tetapi aspek kualitatif juga perlu diperhatikan. Pengaruh tersebut ada yang terjadi melalui pendidikan dan pengajaran yang dilakukan dengan sengaja dan ada pula yang terjadi secara tidak sengaja.1. kompetensi. Tujuan utamanya agar generasi muda penerus bangsa dapat memajukan negara Indonesia ini.

Bertenes. Adapun yang dibicarakan dalam makalah ini. kewajiban dan sebagainya. baik secara sengaja maupun tidak. Oleh karena itu. jika semua guru yang mengajar di sekolah tersebut mempunyai kepribadian dan kode etik yang sejalan dengan tujuan sekolah itu. 1. banyak unsur-unsur yang terlibat agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. setiap guru hendaknya mempunyai kepribadian dan kode etik yang akan dicontoh dan diteladani oleh anak didik. PEMBAHASAN Dalam proses pendidikan. kompetensi sosial.1 Pengertian Etika dan Profesional Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. Dalam hal itu. yaitu etika profesi. Guru sebagai suatu profesi kependidikan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pendidikan.2. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 – 322 SM ). sikap. disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ). Tujuan sekolah akan dapat dicapai. guru sebagai jantung pendidikan dituntut semakin profesional seiring perkembangan ilmu dan teknologi. yang menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya dalam satu lingkup profesi serta bagaimana mereka harus menjalankannya profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat yang . Etika yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sesuai kode etik profesi keguruan. Menurut K. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Jadi.2. Dari pengertian di atas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan. Etika profesional guru dituntut dalam hal ini. Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik.Kualifikasi akademik tersebut diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Etika membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian. Salah satunya adalah guru sebagai tenaga pendidik. 1. kompetensi kepribadian.

. Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guruguru Indonesia. sekolah dan rekan seprofesi.membimbing. Profesional adalah merupakan yang ahli dibidangnya. Untuk menjadi seseorang yang profesional. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah. seseorang yang melakukan pekerjaan dituntut untuk memiliki beberapa sikap sebagai berikut : 1. mengajar. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik. etika dan kemanusiaan. dan mengevaluasi peserta didik. yang telah memperoleh pendidikan atau pelatihan khusus untuk pekerjaannya tersebut. sosial. organisasi profesi. dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama.menggunakan jasa profesi tersebut. menilai. mulia. mengarahkan. serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaannya. yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. orangtua/wali siswa. Kode Etik Guru Indonesia bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat. 2. melatih. dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. pendidikan. anggota maasyarakat dan warga negara. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin. Profesional merupakan suatu profesi yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi. Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah nilainilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk.

turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia kepada Undang-Undang dasar 1945. Guru sebagai suatu profesi kependidikan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pendidikan. Menjadi bagian masyarakat profesional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. dan negara. Salah satunya adalah guru sebagai tenaga pendidik. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional.3. serta kemanusiaan pada umumnya. 4. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. bangsa. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. guru sebagai jantung pendidikan dituntut semakin profesional seiring perkembangan ilmu dan teknologi.2 Kode Etik Guru Profesional Kode etik adalah sistem norma. 1.2. 5. Dalam proses pendidikan. Etika yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sesuai kode etik profesi keguruan. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. oleh sebab itu. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasardasar sebagai berikut: . Dalam hal itu. Kode Etik Guru Indonesia Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap tuhan yang maha esa. banyak unsur-unsur yang terlibat agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Etika profesional guru dituntut dalam hal ini. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik.

6. makalah ini hanya membahas delapan kode etik saja. 5. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. 8. Dari sembilan kode etik tersebut diatas. semangat kekeluargaan. 2. dan kesetiakawanan sosial. Sebagai contoh pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu mengubah kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi dan kemudian diubah lagi menjadi KTSP dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Etika Guru Profesional Terhadap Peraturan Perundang-Undangan Pada butir kesembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa “Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”. 3. Guru memelihara hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Berikut secara rinci akan diuraikan satu-persatu. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 9. 1. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. secara eksplisit bahwa hendaknya guru menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajarannya. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. Seorang guru yang profesional taat akan peraturan yang . Dalam kurikulum tersebut. 7. Dengan jelas bahwa dalam kode etik tersebut diatur bahwa guru di Indonesia harus taat akan peraturan perundang-undangan yang di buat oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasonal. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.1. guru mutlak harus mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan dan melaksanakannya sebagaimana aturan yang berlaku. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Oleh karena itu. Guru memelihara hubungan seprofesinya. 4. Guru merupakan aparatur negara dan abdi negara dalam bidang pendidikan.

Sekarang. Pepatah ini harus diperhatikan oleh guru sebagai tenaga pendidik. guru hendaknya memberi contoh yang baik bagi anak didiknya. kemahiran mengintervensi perkembangan peserta didik dan kemahiran mengakses perkembangan peserta didik (Kartadinata. ing madyo mangun karso. Kedua. 2004:4). 2. Etika Guru Profesional Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Pertama. Menurut Nurzaman (2005:3). Ketiga. tetapi hendaknya menjadi ‘teman’ bagi peserta didik tanpa menghilangkan kewibawaan sebagai seorang guru. dalam memberikan contoh kepada peserta didik guru harus dapat mencontohkan bagaimana bersifat objektif. Semua tingkah laku guru hendaknya jadi teladan. Disamping itu. terbuka akan kritikan. Dengan hal itu guru dapat mempengaruhi dan mampu mengendalikan peserta didik. Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat mempengaruhi sikap siswa. Layanan profesional guru akan tampil dalam kemahiran memahami keberagaman potensi dan perkembangan peserta didik. etika guru terhadap peserta didik tercermin. guru bukanlah sebagai orang yang harus ditakuti. Guru adalah contoh nyata bagi anak didiknya. . Dalam hal ini. serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. Sebaliknya. hendaknya guru menghargai potensi yang ada dalam keberagaman siswa. seorang guru yang bersikap premanisme akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa. keberagaman siswa yang dihadapinya adalah sebuah wahana layanan profesional yang diembannya. dan tut wuri handayani. Kalimat-kalimat tersebut mempunyai makna yang sesuai dalam konteks ini. keteladanan seorang guru merupakan perwujudan realisasi kegiatan belajr mengajar.berlaku dengan cara menerapkan kebijakan pendidikan yang baru tersebut dan akan menerima tantangan baru tersebut. guru harus dapat mempengaruhi dan mengendalikan anak didiknya. Dalam membimbing anak didiknya Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga kalimat padat yang terkenal yaitu ing ngarso sung tulodo. Ada pepatah Sunda yang akrab ditelinga kita yaitu “Guru digugu dan Ditiru” (diikuti dan diteladani). yang nantinya diharapkan akan dapat memacu produktivitas guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Bagi seorang guru. Dari ketiga kalimat tersebut. dan menghargai pendapat orang lain. prilaku dan pribadi guru akan menjadi instrumen ampuh untuk mengubah prilaku peserta didik.

guru selalu dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. tetapi harus bermoral tinggi juga. Oleh sebab itu. dan mutu layanannya. belajar terus menerus adalah hal yang mutlak. 3.Semua kemahiran tersebut perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan sistematis. melainkan harus belajar terus menerus (Kartadinata. Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Hal ini karena yang dihadapi adalah peserta didik yang sedang berkembang dengan segala dinamikanya yang memerlukan pemahaman dan kearifan dalam bertindak dan menanganinya. merasa diri sudah sempurna dengan ilmu yang dimilikinya. tetapi juga harus memperhatikan perkembangan pribadi peserta didik. Sementara itu. Secara formal artinya guru mengikuti pendidikan lanjutan dan . 2004:1). Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi “Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”. menurut Soejipto dan kosasi ada ua cara yaitu cara formal dan cara informal. Etika Guru Profesional terhadap pekerjaan Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia. Sebagai seorang yang profesional . guru harus dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Bagi seorang guru. guru tidak boleh dilanda wabah completism. baik jasmani maupun rohani. dan semua harus terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku mendidik. tidak bisa secara alamiah. utuh. rohani. guru harus melayani masyarakat dalam bidang pendidikan dengan profesional juga. Untuk meningkatkan mutu profesinya. Secara profesional. Peserta didik tidak hanya dituntut berlimu pengetahuan tinggi. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Peserta didik tidak dapat dipandang sebagai objek semata yang harus patuh pada kehendak dan kemauan guru. baik jasmani. keterampilan. secara akademik. sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikat pendidikan.

Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. Dalam pendekatan ini. radio. 3. Dalam UU No. Jika ini terpenuhi. Tanpa fasilitas yang memadai guru dituntut untuk tetap profesional dalam membimbing anak didik. Disisi lain.mengikuti penataran. keprofesionalan guru sangat diuji disini. dan sebagainya. 1. lokakarya. pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menjadi pemikiran para guru untuk lebih kreatif. 5. guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam rangka terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional. baik di lingkungan sekolah. sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubungan harmonis di lingkungan tempat kerja. Kreatifitas guru harus dikembangkan dalam situasi seperti ini. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. jika kita dihadapkan dengan tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang memadai bahkan buku pelajaran saja sangat minim. Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru? Ternyata. Sementara itu. 20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan dan fasilitas sekolah yang memadai secara merata dan bermutu diseluruh jenjang pendidikan. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat 4. diartikan strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya drngan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan ini. . 4. Secara informal dapat dilakukan melalui televisi. Etika Guru terhadap orang tua murid dan masyarakat. seminar. 2. Etika Guru Profesional Terhadap Tempat kerja Sudah diketahui bersama bahwa suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Ketidakoptimalan kinerja guru antara lain disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak menjamin pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembnagkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik. koran. efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan. atau kegiatan ilmiah lainnya.

menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya 6. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi 2. 7. 8. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya 4.5. dan integritas dalam tindkan-tindakan profesional lainnya. 6. Etika guru terhadap Organisasi Profesinya. pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan proesionalnya 8. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan 3. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggungjawab atas konsekuensiinya. Guru memberikan pandangan profesional. 1. inisiatif individual. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan 3. . Etika guru terhadap Profesi. Guru tidak boleh menerima janji. 5. Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupam masyarakat. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran. hukum. moral. 6. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Guru menjadi anggota aorganisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. 2. 1. 7. 7. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.

Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya. Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen. Guru berusaha menciptakan. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Etika Guru terhadap Pemerintah. 1. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensis organisasi profesinya. 5. 7. UU Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 4. 3. . dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. 5. 2. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. dan ketentuan Perundang-Undang lainnya. Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945. Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara. memeliharadan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan UUD1945. 8. inisiatif individual.4. Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. 6. Guru membantu Program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya. 8.

dan lainnya. Seorang guru baru dapat disebut profesional jika telah menaati Kode Etik Keguruan yang telah ditetapkan. Semuanya diserahkan total ke guru Bimbingan Konseling ( BK). Dalam masalah pengembangan diri. mengkatrol nilai. kekurangan. Mereka hanya mengenal orangtuanya hanya beberapa orang saja melalui Komite. Kebijakan-kebijakan dari pemerintah dipandangnya menambah beban. Dan masih banyak lagi masalah-masalah guru di Indonesia. metode yang diterapkan hanyalah berkisar ceramah. sehingga dilakukan hanyalah sebagai formalitas belaka. Pelatihan yang diikuti hanyalah untuk mendapatkan piagam sertifikasi. Organisasi ada tapi programnya yang berjalan hanya rutinitas saja. Kejujuran profesional dilanggar terbukti beredarnya kunci-kunci jawaban Ujian Nasional. Guru banyak yang belum menciptakan suasana belajar yang baik. latihan.3 Penutup Etika profesional seorang guru sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Demikian pula hubungan dengan orangtua belum terjalin baik. bakat. seperti potensi. Hal inilah yang menyebabkan turunnya citra guru di masyarakat. Guru jarang yang mau mencari informasi mengenai siswanya. Terhadap organisasi juga demikian. Para guru banyak yang hanya transfer ilmu pengetahuan. apalagi menerapkannya. apalagi membimbing siswanya menjadi manusia yang utuh. Mudah-mudah para guru dan calon guru sadar akan pentingnya memahami dan melaksanakan kode etik dengan penuh keikhlasan. kemauan dan kemampuan. Pada saat ini masih banyak guru yang belum memahami kode etik. . banyak guru yang tidak suka membaca dan belajar sehingga ilmunya hanya sebatas buku paket siswa saja. tugas saja. belum menjalankan nilai-nilai keagamaannya. minat. Kita bisa mengecek apa yang terjadi di dunia pendidikan dikaitkan dengan kode etik. Tidak pernah memikirkan bagaimana materi pelajarannya bisa diserap maksimum oleh siswanya dan pembelajaran kurang menyenangkan. memberi nilai tinggi untuk siswa-siswa yang dekat walaupun kenyataan nilainya rendah dan ketidak obyektifan lainnya. kelebihan. Hal inilah yang menyebabkan Pendidikan di negeri ini buruk.1.

wordpress.com/2007/10/19/kode-etik-guru-indonesia/ 2.html 3.files. http://meetabied.pdf 4. http://verykaka.wordpress.com/2009/02/5-profesionalisme-pendidik-rahman- afandi.com/2010/06/05/kepribadian-guru/ .wordpress.DAFTAR PUSTAKA 1. http://insaniaku.tugaskuliah. http://www.info/2009/06/etika-profesional-dalam-pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful