P. 1
Asuhan Antenatal & Intranatal

Asuhan Antenatal & Intranatal

|Views: 1,834|Likes:
Published by michaea

More info:

Published by: michaea on Dec 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS, BAIK DIRUMAH, POSYANDU DAN POLINDES DENGAN FOKUS MAKING PREGNANCY SAFER (ANTENATAL & INTRANATAL

)

SOFFA ABDILLAH, SST

PENDAHULUAN
Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang utama bagi seorang bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan, nasehat serta asuhan bagi wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas. Asuhan kebidanan yang diberikan termasuk pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di komunitas, baik di rumah, posyandu maupun polindes.

mengadakan pendekatan dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan. sehingga masyarakat dapat menyadari masalah kesehatan yang dihadapi serta ikut secara aktif dalam menaggulangi masalah kesehatan baik untuk individu mereka sendiri maupun keluarga dan masyarakat sekitarnya. dalam menjalankan tugas ia merupakan komponen dan bagian dari masyarakat desa dimana ia bertugas. Selain dituntut dapat memberikan asuhan bermutu tinggi dan komprehensif. seorang bidan harus dapat mengenal masyarakat sesuai budaya setempat dengan sebaik-baiknya. .Sebagai seorang bidan yang nantinya yang akan ditempatkan di desa. Asuhan kebidanan yang dapat diberikan bidan di komunitas.

ASUHAN ANTENATAL Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya. pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus. Pelayanan antenatal sesuai standar meliputi anamnesis. pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan). serta intervensi umum dan khusus (sesuai risiko yang ditemukan dalam pemeriksaan). . Dalam penerapannya terdiri atas 7 T. dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).

I e tifikasi ib a il Bi a elak ka k j ga r a a beri teraksi e ga asie secara berkala t k e berika e y l a a e otivasi ib . . s a i a a ggota kel arga agar e oro g ib t k e eriksaka ke a ila ya sejak i i a terat r.Dala elaya a a te atal ter a at 6 sta ar as a 1.

. Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal selama periode kehamilan. masalah psikososial atau masalah potensial yang mungkin saja terjadi pada ibu hamil. Pemeriksaan dan pemantauan antenatal Dalam memberikan asuhan antenatal. bidan juga harus mengkaji status kesehatan untuk mengetahui masalah medis. Sehingga bidan dapat berkolaborasi dengan ibu hamil untuk membuat rencana asuhan yang dapat memenuhi kebutuhan ibu. Salah satu tujuan utama dari kunjungan pertama antenatal adalah untuk mendiagnosis dan menghitung umur kehamilan. . bidan harus mampu memberikan pelayanan dan pemantauan antenatal yang terfokus dan berkualitas. janinnya dan keluarganya.2.

bidan harus dapat membina hubungan atas dasar kepercayaan dengan ibu. serta pendeteksian secara dini dan penatalaksanaan komplikasi yang mungkin akan terjadi .Lanjutan Pada pemeriksaan dan pemantauan antenatal. mempersiapkan ibu dalam persiapan persalinan dan kesiagaan menghadapi komplikasi melahirkan. melakukan skrining dan pendeteksian penyakit yang ada.

Tinggi fundus uteri dalam sentimeter (cm). yang normal harus sama dengan umur kehamilan dalam minggu yang ditentukan berdasarkan HPHT. Pemeriksaan Abdomen Melakukan pemeriksaan mengukur tinggi fundus uteri dengan teknik Mc.3. . Donald bertujuan untuk menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu dibandingkan dengan hasil anamnesis HPHT dan kapan gerakan janin mulai dirasakan.

dan dapat di dengar pada minggu ke 17-20 dengan menggunakan monoral. untuk mendengarkan denyut jantung janin. mendengarkan irama dan menghitung frekwensi bunyi jantung janin serta menentukan area terdengarnya DJJ yang paling keras (punctum maksimum).Periksa dengar menggunakan stetoskop monoral atau dopler. . Denyut jantung janin dapat di dengar pada usia 10-12 minggu dengan menggunakan dopler (ratarata 120-160 denyut/menit).

penanganan serta rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.4. penemuan. Pengelolaan anemia dalam kehamilan ‡ Bidan melakukan tindakan pencegahan. .

e gel la i i i erte si ala ke a ila Bi a e e uka secara i i setia ke aika teka a ara a a ke a ila a e ge ai ta a serta gejala re ekla si lai ya serta e ga bil ti aka ya g te at serta erujuk ya. .5.

Persiapan persalinan Bidan memberikan saran yang tepat pada ibu hamil. apabila terjadi terjadi kegawatdaruratan. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. .6. untuk memastikan bahwa persiapan persalinannya bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncakanan dengan baik.

Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis kebidanan. dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan. dokter umum dan bidan. yaitu dokter spesialis kebidanan. dokter umum dan bidan. masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan. Pada kenyataan dilapangan. ASUHAN INTRANATAL Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten.B. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. .

. Persalinan yang aman Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat. a. b. Asuhan saat persalinan Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai. Dalam pelayanan kebidanan terdapat empat standar pertolongan persalinan. dengan memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan berlangsung.1. kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai.

c. Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap. . Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama. d. dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan. diikuti dengan penjahitan perineum.

2) Me ersia ka r a ga ya g a gat a ersi serta ya a t k ersali a a kela ira ayi.2. ersia a i a ala e as a ersali a a. ke ia e erika as a a e a ta a ya g e a ai e ga e er atika ke t a i sela a roses ersali a . Persiapan Bidan erika 1) Me ilai secara te at a wa ersali a s a i lai. .

bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan dan pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang diperrlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi. seperti memberi dukungan emosional.apabila iu dirujuk. 4) Mempersiapkan persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya.3) Persiapan perlengkapan. siapkan dan sertakan dokumentasi asuhan yang telah diberikan. . 5) Memberikan asuhan sayang ibu. Karena jika terjadi keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dapat memahayakan keselamatan ibu dan bayinya. membantu pengaturan posisi ibu. memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur. serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan teknik pencegahan infeksi. memberikan cairan dan nutrisi.

kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan dan menjaga kehangatan tubuh bayi. perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru lahir dengan memastikan bahwa ruangan bersih. . dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat persalinan. hangat. pencahayaan yang cukup dan bebas dari tiupan angin. Persiapan Rumah dan Lingkungan Ruangan atau lingkungan dimana proses persalinan akan berlangsung harus memiliki pencahayaan penerangan yang cukup. Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh yang berlebihan.b. sebaiknya sediakan minimal 2 selimut. ranjang sebaiknya diletakkan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun kanan. Apabila lokasi tempat tinggal ibu di daerah pegunungan atau yang beriklim dingin.

Persiapan Alat 1) Pada setiap persalinan dan kelahiran bayi. . partus set. bidan harus memastikan semua peralatan sebelum dan sesudah memberikan asuhan. 3) Pastikan bahwa perlengkapan dan bahan-bahan bersih dan siap pakai. peralatan untuk melakukan penjahitan atau laserasi jalan lahir dan peralatan untuk rersusitasi sudah dalam keadaan desinfeksi tingkat tinggi atau steril.c. 2) Periksa semua obat-obatan dan bahan-bahan sebelum menolong persalinan dan melahirkan bayinya.

Persiapan Ibu dan Keluarga Persalinan adalah saat yang menegangkan bahkan dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang ibu selama proses persalinan.d. .

bidan perlu melakukan pelayanan antenatal dan intranatal.KESIMPULAN Dalam melakukan pelayanan kebidanan komunitas. Hal yang perlu diperhatikan adalah pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->