P. 1
Menyambut Tahun Baru 1432 H

Menyambut Tahun Baru 1432 H

|Views: 13|Likes:
Published by Ekky Hanafi

More info:

Published by: Ekky Hanafi on Dec 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2010

pdf

text

original

Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram. maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada . dianggap sebagai bulan suci. ´Pada bulan-bulan haram.Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan.´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53). Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah. pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. beliau rahimahullah mengatakan. Sufyan Ats Tsauri mengatakan. Pertama. melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah. Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda.Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari. sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Kedua. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan.

Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : . Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. ³Seandainya amalan tersebut baik.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. dalilnya pun lemah. pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab.Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah. maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini.hari Arofah dan 10 Dzulhijah. tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya. tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil.´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram. sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah). Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram). Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi.[10] Sejauh yang kami tahu. maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini.Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

tahun lalu masih hidup bersama kita. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara. berkomunikasi. yang wafat pada usia 63 tahun. sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. sahabat. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. namun tahun ini dia telah tiada. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. Al Hasyr: 18). baik teman. kita merasa masih jauh dari angka itu. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. 2. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. Dia telah wafat. dan bertakwalah kepada Alloh. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir.Bergurau. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat.Betapa banyak orang yang kita kenal. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. dan jarang kita syukuri.Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. mengajar. (QS. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. keluarga. guru. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian". lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw.1. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. kemana kita gunakan?Dan sebagainya. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. dan apa yang akan kita perbuat esok. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw . Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. atau siapa pun yang kita kenal. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita.

apabila beliau datang ke Madinah. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan.masih juga dikejar. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji.Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. Rasulullah SAW. Namun pengejaran tetap dilakukan. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh.Dan sekedar mengingatkan. tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat.Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar. Betapapun berat menegakkan agama Alloh. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah. Pada hari . Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain).Begitu tiba di Madinah. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. dimulailah babak baru perjuangan Islam. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. melainkan hari Minggu. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan.Menyampaikan wahyu Alloh. Begitu selesai melewati mereka. 14. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita.Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. Demikian pula penetapan hari raya kita.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya.

Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.R. Yang lebih parah lagi. (H. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw.Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw.[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali.Dalil yang digunakan adalah berikut ini. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura. Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa.³ (H. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra. Bukhari dan Muslim) 2. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya. para sahabat. Bukhari dan Muslim) 3.R.R.Asyuro ini. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad.R. Yaitu ibadah puasa. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. tiba di Madinah. .³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh.Dalam riwayat lain.´ (H. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. Rasulullah saw.´ (H. Bukhari dan Muslim) 4. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram. bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.

µUmar. µUtsman. atau membuat pesta makan. Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits. mengkhususkan shalat tasbih. dan kita . µAli. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. menyalakan lilin.´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam.Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. mengkhususkan dzikir jama¶i. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum.Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. para sahabat lainnya. Abu Bakr. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk.yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.

Tatkala satu hari hilang. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA). [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. Ibnu Rajab Al Hambali.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya.Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. akan hilang pula sebagian darimu. Ibnu Rajab Al Hambali. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri. Mawqi¶ At Tafasir. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). Ibnul Jauziy.tentu mencintai dan memuliakannya. menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir. cetakan kelima. 1420 H. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. 30 Dzulhijah 1430 H. maka semakin dekat pula kematian. ST Artikel http://rumaysho. 3/173. 217. Dar Ibnu Katsir.´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. [1] Latho-if Al Ma¶arif. Bukhari no.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. [2] HR. ³Wahai manusia. hal. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas. . tafsir surat At Taubah ayat 36. lalu meninggalkannya. 3197 dan Muslim no. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau). ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan.

Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami. tafsir surat Al Ahqof: 11. 3/368. Muslim no. Al Munawi. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. 1269 [14] HR. [12] Hasil penelusuran di http://dorar. Ahmad dan Abu Daud. Ibnu Katsir. tahun 1420 H. 2/148. 7/278-279. Darul Kutub Al µArobi. Abul Fadhl As Suyuthi. Mawqi¶ Ya¶sub. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. tahun 1406 H. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i. Al Mubarakfuri. .[5] HR. Tirmidzi no.net [13] HR. 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. [7] Lihat Faidul Qodir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. 2/53. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Darul Kutub Al µIlmiyyah. cetakan kedua. Dar Thoyibah. 3/206. 2551. cetakan kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->