Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut.´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. beliau rahimahullah mengatakan. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan. Kedua. Sufyan Ats Tsauri mengatakan. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. Pertama.Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan. ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah. dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan.´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada . pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. dianggap sebagai bulan suci. ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53). sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. ´Pada bulan-bulan haram.

pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat.´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram). Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab. dalilnya pun lemah. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah).Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi.[10] Sejauh yang kami tahu.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan.hari Arofah dan 10 Dzulhijah. ³Seandainya amalan tersebut baik. tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : . sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya.

menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. Al Hasyr: 18). sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw .1. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. tahun lalu masih hidup bersama kita. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. dan apa yang akan kita perbuat esok. namun tahun ini dia telah tiada. Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. berkomunikasi. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat. dan jarang kita syukuri. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian". kemana kita gunakan?Dan sebagainya. dan bertakwalah kepada Alloh. baik teman. atau siapa pun yang kita kenal. keluarga. (QS. guru. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. Sementara.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.Bergurau. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir. yang wafat pada usia 63 tahun. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat.Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. sahabat. mengajar. 2. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya.Betapa banyak orang yang kita kenal. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. Dia telah wafat. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. kita merasa masih jauh dari angka itu.

tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. dimulailah babak baru perjuangan Islam.Dan sekedar mengingatkan. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru.Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain).Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya.masih juga dikejar. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4. Betapapun berat menegakkan agama Alloh. Namun pengejaran tetap dilakukan. Rasulullah SAW. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Pada hari . Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji.Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. melainkan hari Minggu. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13.Begitu tiba di Madinah. 14. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita.Menyampaikan wahyu Alloh.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini. apabila beliau datang ke Madinah. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. Demikian pula penetapan hari raya kita. Begitu selesai melewati mereka.

Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya.³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini.Asyuro ini. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw.R. . Rasulullah saw.R.R. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Bukhari dan Muslim) 3. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali.´ (H.´ (H. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Yaitu ibadah puasa. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra. berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. (H. Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim) 2.R. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan). Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim) 4.Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad.³ (H. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya. tiba di Madinah. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.Dalam riwayat lain. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?.Dalil yang digunakan adalah berikut ini. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. para sahabat. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. Yang lebih parah lagi. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram.

Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani.[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini. µUtsman. mengkhususkan dzikir jama¶i.Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir).Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah. menyalakan lilin.´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb. para sahabat lainnya. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa.yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. µUmar.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. dan kita . Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah. µAli. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala. Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. mengkhususkan shalat tasbih. Abu Bakr. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk. atau membuat pesta makan. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.

kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri. [2] HR. lalu meninggalkannya. Bukhari no. sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Ibnu Rajab Al Hambali. Mawqi¶ At Tafasir. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan. Ibnul Jauziy. [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. 3/173. Ibnu Rajab Al Hambali.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. ST Artikel http://rumaysho. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas. 30 Dzulhijah 1430 H. . hal. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Dar Ibnu Katsir. cetakan kelima.´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?. 1420 H. tafsir surat At Taubah ayat 36. [1] Latho-if Al Ma¶arif. 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA). Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.Tatkala satu hari hilang. menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau).Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. 217. akan hilang pula sebagian darimu.tentu mencintai dan memuliakannya. 3197 dan Muslim no.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. maka semakin dekat pula kematian. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau). ³Wahai manusia.

Tirmidzi no. 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. Ahmad dan Abu Daud.[5] HR. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. tahun 1406 H. Abul Fadhl As Suyuthi. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. 2/148. [12] Hasil penelusuran di http://dorar. tahun 1420 H. .net [13] HR. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. Darul Kutub Al µIlmiyyah. 1269 [14] HR. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. cetakan kedua. Dar Thoyibah. Darul Kutub Al µArobi. 3/206. 7/278-279. cetakan kedua. Al Mubarakfuri. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i. 2551. Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami. 3/368. 2/53. [7] Lihat Faidul Qodir. tafsir surat Al Ahqof: 11. Mawqi¶ Ya¶sub. Ibnu Katsir. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. Muslim no. Al Munawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful