Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan. maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada . ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya. ´Pada bulan-bulan haram. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. dianggap sebagai bulan suci.´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. Pertama. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah.Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Kedua. Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53).´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan. beliau rahimahullah mengatakan.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah. dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari. pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.

Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : .hari Arofah dan 10 Dzulhijah.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi. tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah). tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah.Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram). maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya.Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram.´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil.[10] Sejauh yang kami tahu. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa. dalilnya pun lemah. ³Seandainya amalan tersebut baik. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab.

Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. yang wafat pada usia 63 tahun. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. guru.Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. tahun lalu masih hidup bersama kita. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. dan bertakwalah kepada Alloh. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). kemana kita gunakan?Dan sebagainya. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. mengajar. (QS. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya.Betapa banyak orang yang kita kenal. sahabat. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. dan apa yang akan kita perbuat esok. Dia telah wafat.Bergurau. dan jarang kita syukuri. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. Al Hasyr: 18). sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw.1. keluarga. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. Sementara. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian". menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw . kita merasa masih jauh dari angka itu. berkomunikasi. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an. namun tahun ini dia telah tiada. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. 2. atau siapa pun yang kita kenal. baik teman. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita.

Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar. apabila beliau datang ke Madinah.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. 14. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah.Menyampaikan wahyu Alloh. Begitu selesai melewati mereka. dimulailah babak baru perjuangan Islam. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4. Demikian pula penetapan hari raya kita.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. Rasulullah SAW. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun pengejaran tetap dilakukan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Betapapun berat menegakkan agama Alloh. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau.Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13.Dan sekedar mengingatkan. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru.Begitu tiba di Madinah. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji. Pada hari .Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. melainkan hari Minggu. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh. Begitu pula awal Puasa Ramadhan.masih juga dikejar.

bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh.´ (H. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra.³ (H. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw.[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya.R.R. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim) 3. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Yang lebih parah lagi.Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan). tiba di Madinah. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura.Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. Yaitu ibadah puasa.Dalil yang digunakan adalah berikut ini.Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya. para sahabat. Rasulullah saw.´ (H. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini.R. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra.³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Bukhari dan Muslim) 2. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw.Dalam riwayat lain.Asyuro ini. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. Bukhari dan Muslim) 4. berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. (H.R. . tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.

Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. mengkhususkan dzikir jama¶i. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah. para sahabat lainnya. µAli. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom. dan kita . mengkhususkan shalat tasbih. menyalakan lilin. Abu Bakr. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah.Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). µUtsman. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam.[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan.yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala. µUmar. atau membuat pesta makan.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. [1] Latho-if Al Ma¶arif.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA). tafsir surat At Taubah ayat 36. [2] HR. 30 Dzulhijah 1430 H. hal. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?. Ibnul Jauziy. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Mawqi¶ At Tafasir.tentu mencintai dan memuliakannya. 3/173. . ³Wahai manusia. 1420 H. menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. akan hilang pula sebagian darimu.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan.Tatkala satu hari hilang. maka semakin dekat pula kematian. ST Artikel http://rumaysho. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal.´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. Ibnu Rajab Al Hambali. Bukhari no. Dar Ibnu Katsir. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan. Ibnu Rajab Al Hambali. ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. 217. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas. padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau).Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. 3197 dan Muslim no. lalu meninggalkannya. 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir.kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri. cetakan kelima.

Dar Thoyibah. Darul Kutub Al µIlmiyyah. Abul Fadhl As Suyuthi. Darul Kutub Al µArobi. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. . 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i. tahun 1420 H. 2/148. Mawqi¶ Ya¶sub. Ibnu Katsir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. cetakan kedua. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. Tirmidzi no. 7/278-279. Ahmad dan Abu Daud. [7] Lihat Faidul Qodir. Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami. Muslim no. 2551. 2/53. cetakan kedua. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. tahun 1406 H. tafsir surat Al Ahqof: 11.net [13] HR. Al Mubarakfuri. 3/368. Al Munawi. 3/206. 1269 [14] HR. [12] Hasil penelusuran di http://dorar.[5] HR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful