Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak. kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53). Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. Kedua. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya. maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada .Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. Sufyan Ats Tsauri mengatakan. sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan. ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah. pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. beliau rahimahullah mengatakan. dianggap sebagai bulan suci. ´Pada bulan-bulan haram.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari. Pertama. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan.

´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan.Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah. maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini.Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah. pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram. ³Seandainya amalan tersebut baik. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.hari Arofah dan 10 Dzulhijah. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah). maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab. tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah.[10] Sejauh yang kami tahu. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. dalilnya pun lemah. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram). Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : .

dan bertakwalah kepada Alloh. atau siapa pun yang kita kenal. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. tahun lalu masih hidup bersama kita. guru. yang wafat pada usia 63 tahun. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. namun tahun ini dia telah tiada. keluarga. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat. 2. berkomunikasi. menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. Al Hasyr: 18). Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw .Betapa banyak orang yang kita kenal. mengajar. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). kemana kita gunakan?Dan sebagainya. kita merasa masih jauh dari angka itu. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. Dia telah wafat. (QS.Bergurau. Sementara. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. dan jarang kita syukuri. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. sahabat. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian".Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an.1. Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. dan apa yang akan kita perbuat esok. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. baik teman.

meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. Begitu selesai melewati mereka. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru. Pada hari . melainkan hari Minggu.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. apabila beliau datang ke Madinah. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro.Dan sekedar mengingatkan. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini.Begitu tiba di Madinah. Namun pengejaran tetap dilakukan.Menyampaikan wahyu Alloh. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Rasulullah SAW. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. Demikian pula penetapan hari raya kita.Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. dimulailah babak baru perjuangan Islam. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam.Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah.masih juga dikejar. tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya. Betapapun berat menegakkan agama Alloh. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. 14.Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan.

³ (H. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. para sahabat. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala.³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Bukhari dan Muslim) 3. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. tiba di Madinah. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. .Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.Dalam riwayat lain.R. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. Rasulullah saw.R. bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. (H.R. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali. Yaitu ibadah puasa. berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan). Bukhari dan Muslim) 4.´ (H. Bukhari dan Muslim) 2.R. Yang lebih parah lagi.Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun.Dalil yang digunakan adalah berikut ini. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?.[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Rasulullah saw. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali.Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.´ (H. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.Asyuro ini. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw.

Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. mengkhususkan shalat tasbih. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk. µUtsman. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api. Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. mengkhususkan dzikir jama¶i. dan kita . Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. para sahabat lainnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. µUmar. µAli. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya.Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir).yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. menyalakan lilin.[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. atau membuat pesta makan.Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah.´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb. Abu Bakr.

sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. 3197 dan Muslim no.kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Mawqi¶ At Tafasir. Ibnu Rajab Al Hambali. Bukhari no. akan hilang pula sebagian darimu.Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?.tentu mencintai dan memuliakannya. hal. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan. maka semakin dekat pula kematian. [2] HR. [1] Latho-if Al Ma¶arif. 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir.´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). ST Artikel http://rumaysho. 217. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. Ibnu Rajab Al Hambali. lalu meninggalkannya. ³Wahai manusia. Ibnul Jauziy. Dar Ibnu Katsir.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan.Tatkala satu hari hilang. 3/173. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas. 30 Dzulhijah 1430 H. [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). . 1420 H.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA). Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. cetakan kelima. ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. tafsir surat At Taubah ayat 36.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau).

[12] Hasil penelusuran di http://dorar. Al Mubarakfuri. tafsir surat Al Ahqof: 11. 7/278-279. Muslim no. Darul Kutub Al µIlmiyyah. . Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami. 3/206. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. Ahmad dan Abu Daud. 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. tahun 1420 H. Tirmidzi no. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. 2/53. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. Abul Fadhl As Suyuthi. 2/148. Ibnu Katsir. cetakan kedua. Dar Thoyibah. Mawqi¶ Ya¶sub. 3/368. Al Munawi. tahun 1406 H. cetakan kedua. 2551. Darul Kutub Al µArobi. [7] Lihat Faidul Qodir.[5] HR. 1269 [14] HR. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus.net [13] HR. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful