Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami.Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. dianggap sebagai bulan suci. inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53). maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada . ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan.´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. Pertama. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Kedua. Sufyan Ats Tsauri mengatakan.´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna. beliau rahimahullah mengatakan. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan. ´Pada bulan-bulan haram.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah.

tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya. pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah). Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. ³Seandainya amalan tersebut baik. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : .Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. dalilnya pun lemah. maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi.Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah.[10] Sejauh yang kami tahu.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram).hari Arofah dan 10 Dzulhijah. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab.´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.

Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir. kemana kita gunakan?Dan sebagainya. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. yang wafat pada usia 63 tahun. (QS. dan bertakwalah kepada Alloh. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. dan apa yang akan kita perbuat esok. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. dan jarang kita syukuri. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. Al Hasyr: 18). keluarga. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. sahabat. guru. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw .Bergurau. kita merasa masih jauh dari angka itu. mengajar. baik teman. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. Dia telah wafat. Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. namun tahun ini dia telah tiada. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. atau siapa pun yang kita kenal. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sementara. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian". kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. 2. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita. tahun lalu masih hidup bersama kita.Betapa banyak orang yang kita kenal.1. berkomunikasi.

Begitu selesai melewati mereka. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. Namun pengejaran tetap dilakukan. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang.Dan sekedar mengingatkan.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. dimulailah babak baru perjuangan Islam. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji. melainkan hari Minggu. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh.Begitu tiba di Madinah. 14.masih juga dikejar. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah.Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Demikian pula penetapan hari raya kita. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. apabila beliau datang ke Madinah.Menyampaikan wahyu Alloh. Pada hari . mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Betapapun berat menegakkan agama Alloh. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at. Rasulullah SAW. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan.Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar.Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya.

Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram.Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala.[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya. tiba di Madinah. Bukhari dan Muslim) 2.Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. Rasulullah saw. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw.Asyuro ini. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro.R. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.Dalil yang digunakan adalah berikut ini.´ (H.Dalam riwayat lain. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.³ (H.´ (H.R. para sahabat. Yaitu ibadah puasa. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam.R. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali.R. bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya. . (H. Yang lebih parah lagi. Bukhari dan Muslim) 3. Bukhari dan Muslim) 4. Rasulullah saw. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw.³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa.

Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. mengkhususkan dzikir jama¶i. mengkhususkan shalat tasbih. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. menyalakan lilin. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya. µAli. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. µUmar. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. para sahabat lainnya. Abu Bakr. atau membuat pesta makan.[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. µUtsman. dan kita .´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb.

tafsir surat At Taubah ayat 36. [1] Latho-if Al Ma¶arif. Dar Ibnu Katsir.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan.Tatkala satu hari hilang. 1420 H. padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau).´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. ³Wahai manusia. Mawqi¶ At Tafasir. ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. maka semakin dekat pula kematian. [2] HR. ST Artikel http://rumaysho.Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. cetakan kelima. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. Ibnul Jauziy. sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. lalu meninggalkannya.kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri.tentu mencintai dan memuliakannya. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas. 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. 217. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. hal. menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. Ibnu Rajab Al Hambali. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?. Bukhari no.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA). 30 Dzulhijah 1430 H.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. akan hilang pula sebagian darimu. 3/173. 3197 dan Muslim no. . Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. Ibnu Rajab Al Hambali. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah).

2/53. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i. Ahmad dan Abu Daud. 3/206.net [13] HR. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. Mawqi¶ Ya¶sub. [12] Hasil penelusuran di http://dorar. Abul Fadhl As Suyuthi. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. Darul Kutub Al µIlmiyyah. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Al Mubarakfuri. cetakan kedua. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. Muslim no. 1269 [14] HR. Darul Kutub Al µArobi. Al Munawi. Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami.[5] HR. Dar Thoyibah. . tahun 1406 H. Ibnu Katsir. 7/278-279. [7] Lihat Faidul Qodir. tafsir surat Al Ahqof: 11. cetakan kedua. 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. tahun 1420 H. 2/148. 3/368. Tirmidzi no. 2551.