Menyambut Tahun Baru 1432 H

Besok kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1432 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram?Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya.Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun.Silakan simak pembahasan berikut. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram.Lihatlah firman Allah Ta¶ala berikut.

´Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci).Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.´ (QS. At Taubah: 36) Ibnu Rajab mengatakan, ´Allah Ta¶ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya.Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan.Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal.Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.´[1] Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda,

´Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi.Satu tahun itu ada dua belas bulan.Di antaranya ada empat bulan haram (suci).Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo¶dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya¶ban.´[2] Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo¶dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.

Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah. ´Pada bulan-bulan haram. ´Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram. sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram.´[4] Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah) Suri tauladan dan panutan kita. ´Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah). beliau rahimahullah mengatakan. Sufyan Ats Tsauri mengatakan. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.Di Balik Bulan Haram Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya¶la rahimahullah mengatakan. sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah. ´Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. sebagaimana pula kita menyebut ¶Baitullah¶ (rumah Allah) atau ¶Alullah¶ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. disandarkan pada lafazh jalalah ¶Allah¶ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Pertama. ´Dinamakan bulan haram karena dua makna. Adapun melakukan puasa tathowwu¶ (puasa sunnah) pada sebagian bulan. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya. dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.´[3] Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan.´ Ibnu ¶Abbas mengatakan.Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. Kedua. aku sangat senang berpuasa di dalamnya. pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada . kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53). Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar. Rasulullah shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda. dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah.Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.[6] Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari.´[5] Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. dianggap sebagai bulan suci.

pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. padahal semua bulan adalah milik Allah?´ Beliau rahimahullah menjawab.´[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.[8] Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ¶Iroqiy di atas. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.´[7] Al Hafizh Abul Fadhl Al ¶Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi. maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. ´Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan.[10] Sejauh yang kami tahu. Dan Nabi shallallahu ¶alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta¶ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram). Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid¶ah. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : . Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil. Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Amalan Syar¶iyah di Bulan Muharam Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.hari Arofah dan 10 Dzulhijah. tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat.Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah. tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. ³Seandainya amalan tersebut baik. maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini.Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah. ´Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah). dalilnya pun lemah.Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab.

sahabat. Alloh berfirman : (( )) Hai orang-orang yang beriman. Bersyukur atas Karunia Ni¶mat Alloh SWT Umur adalah nikmat yang diberikan Alloh pada kita. guru. (QS. mengajar. dan bertakwalah kepada Alloh. keluarga. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. dan apa yang akan kita perbuat esok. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Alloh. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. tahun lalu masih hidup bersama kita. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita. kemana kita gunakan?Dan sebagainya. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. atau siapa pun yang kita kenal. baik teman. dan jarang kita syukuri. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim.Betapa banyak orang yang kita kenal. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Alloh dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. film dan sebagainya dari televisi?Langkah-langkah kaki kita. Sementara kita saat ini masih diberi Alloh kesempatan untuk bertaubat.Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. yang wafat pada usia 63 tahun. berkomunikasi. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al Hasyr: 18). Menghayati Makna Hijrah Rasulullah saw . sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. sebelum dihitung oleh Alloh" 3. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian".Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. Pertanyaanpertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir. namun tahun ini dia telah tiada.1. kita merasa masih jauh dari angka itu. Sementara. menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari. 2. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. menghadap Alloh Suhanahu wa ta¶ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan?Malam-malam yang kita lewati.Bergurau. Dia telah wafat. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur¶an.

dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai¶atul Aqabah.Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. dimana terjadi bai¶at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13. tetapi Alloh menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum¶at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). Namun pengejaran tetap dilakukan.Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan.Begitu tiba di Madinah. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini.Alloh menolong hamba yang menolong agamaNya.Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum¶at. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah. Menjadikan Kalender Hijriyah sebagai Kalender Ibadah Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. dimulailah babak baru perjuangan Islam.masih juga dikejar. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan.Menyampaikan wahyu Alloh. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4. Betapapun berat menegakkan agama Alloh.Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini. baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani.Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. apabila beliau datang ke Madinah. Demikian pula penetapan hari raya kita. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. Begitu selesai melewati mereka.Dan sekedar mengingatkan. Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru.Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Pada hari . Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Rasulullah SAW. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Alloh. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. melainkan hari Minggu. 14.

Bukhari dan Muslim) 4. para sahabat. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. . Rasulullah saw. karena pada hari ini Alloh menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. fadhilah atau keutamaan do¶a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali. bersabda : ³ Aku berharap pada Alloh dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad.Bahkan amalan do¶a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. tiba di Madinah. Mereka menjawab :³ini adalah hari istimewa. Bukhari dan Muslim) 2. tabi¶in dan ulama-ulama besar lainnya. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw.Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. (H.Dalam riwayat lain. pada tanggal ke sembilan dan ke sepuluh. mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani".[11] Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah.R. Rasulullah saw.R. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada harià Asyura. Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian³ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.R. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra.R. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.Asyuro ini. Amalan Munkar/Sesat dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah Amalan Pertama: Do¶a awal dan akhir tahun Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali.´ (H. Yang lebih parah lagi.³ (H. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam. bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. Bukhari dan Muslim) 3. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Alloh Ta¶ala.³ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini.´ (H. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan). berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.Dalil yang digunakan adalah berikut ini. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Yaitu ibadah puasa.

[12] Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. dan kita . mengkhususkan shalat tasbih.Dan Allah ta'ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun. mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah.´ Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas: Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu¶at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya ± Wahb bin Wahb. µUmar. menyalakan lilin. mengkhususkan dzikir jama¶i. cucu Rasulullah SAW di sebuah tempat yang bernama Karbala.³Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom. maka dia termasuk bagian dari mereka´[13] Amalan keempat Memperingati Terbunuhnya Cucu Nabi Husain bin Ali radliallahu µanhuma Pada tanggal 10 Muharram 61H. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu¶at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam. apalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah ?. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api.Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu µalaihi wa sallam bersabda.Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ³Peristiwa Karbala´. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu¶ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini. maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu µalaihi wa sallam.yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits. para tabi¶in dan para ulama sesudahnya. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu¶awiyah. µAli. ´Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum. atau membuat pesta makan. Abu Bakr. menyelenggarakan dan menyaksikan pertunjukan wayang semalam suntuk.Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah. yaitu terbunuhnya Husein bin Ali radliallahu µanhuma. µUtsman. para sahabat lainnya.

tafsir surat At Taubah ayat 36.´[14] Hasan Al Bashri mengatakan. 1679 [3] Lihat Zaadul Masiir. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalam kesedihan dan melakukan kegiatan. 30 Dzulhijah 1430 H.kegiatan sebagai bentuk duka dengan memukul-mukul diri. Ibnu Rajab Al Hambali. ³Wahai manusia. Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas.com Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA).Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu. Mawqi¶ At Tafasir. [4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma¶arif. [1] Latho-if Al Ma¶arif. 1420 H.Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari.Tatkala satu hari hilang. padahal kenyataanya tidak demikian (mereka justru diperangi di masa kekhalifahan Ali radliallahu µanhu karena mereka menuhankan beliau). menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah? yang tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). maka semakin dekat pula kematian. Penutup Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Ibnu Rajab Al Hambali. Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda. lalu meninggalkannya. 3/173. Ibnul Jauziy. 3197 dan Muslim no. Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. ³Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya.´[15] Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal. cetakan kelima. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai keluarga Rasulullah ?. 217. Bukhari no. Dar Ibnu Katsir.tentu mencintai dan memuliakannya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat. ST Artikel http://rumaysho. akan hilang pula sebagian darimu. [2] HR. hal. .

Muslim no. 2551. Ibnu Katsir. 2812 [6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi. cetakan kedua. Abul Fadhl As Suyuthi. [8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa¶i. 3/206. tafsir surat Al Ahqof: 11. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa¶ul Gholil no. Ahmad dan Abu Daud. 2/148. . 3/368. Al Mubarakfuri. Tirmidzi no. tahun 1406 H. tahun 1420 H. [12] Hasil penelusuran di http://dorar. Darul Kutub Al µArobi. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho¶if Sunan At Tirmidzi [15] Hilyatul Awliya¶. 7/278-279. Mawqi¶ Ya¶sub.[5] HR. [10] Idem [11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III. Syaikhul Islam dalam Iqtidho¶ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. [9] Tafsir Al Qur¶an Al µAzhim. Al Maktab Al Mathbu¶at Al Islami. [7] Lihat Faidul Qodir. 2/53. cetakan kedua. Al Munawi. 1269 [14] HR.net [13] HR. Dar Thoyibah. Darul Kutub Al µIlmiyyah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful