PANCASILA

MATERI UJIAN DINAS TINGKAT I DAN II DISUSUN OLEH : TIM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI

1

BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN JL. Medan Merdeka Timur Nomor 16 Jakarta 10110 Telepon (021) 3520338 (Hunting), Faksimile (021) 3520338 Kotak Pos 4130 - JKP 10041, Website

www.ropeg. dkp.go.id

FUNGSI DAN KEDUDUKAN. C. DAN HUBUNGAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 A. B. Pengertian Pancasila Asal Mula Pancasila Fungsi dan Kedudukan Pancasila Hubungan Pancasila dan UUD 1945 12-17 BAB III PELAKSANAAN PANCASILA A. B. Era BPUPKI & PPKI Era Orde Lama Era Orde Baru Era Reformasi 1-11 BAB II PENGERTIAN. C. D. B. C.Halaman BAB I PENDAHULUAN A. ASAL MULA. Pelaksanaan Pancasila Pancasila dan Permasalah SARA Pancasila dan Permasalahan HAM 18-22 . D.

Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900. Kemenangan Jepang tersebut –semula. Gramedia.. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi). Bahkan setelah kegagalan Tiga A (Nippon Cahaya Asia. Era BPUPKI & PPKI: Pertentangan Ideologi Nasionalis vs Islam Kekalahan tentara Belanda 1942 kepada tentara Jepang di Kalijati merupakan awal berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia. Yogyakarta. Kanisius. menyanyikan lagi Indonesia Raya.disambut gembira oleh rakyat Indonesia yang sejak awal tidak mempunyai harapan merdeka di bahwa penjajahan Belanda. Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia. Tentara Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua bangsa Indonesia 2 . Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. yaitu dengan membolehkan rakyat Indonesia mengibarkan bendera merah putih. Jakarta. 5-7  3  Suwarno. dan untuk mengganti untuk sementara tenaga administratifnya yang ditenggelamkan Sekutu. Semuanya adalah strategi Jepang untuk ‘melunakkan’ hati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang melawan Sekutu.BAB I PENDAHULUAN A. PJ. PJ. 1977. hlm. yang mendapat sambutan hangat dari rakyat. Sukarno. pegawai pangreh praja Indonesia dinaikkan pangkatnya meskipun diturunkan gajinya. Ibid. 99 2 Sartono Kartodirdjo. hlm. maka didirikanlah Pusat Tenaga Rakyat (Putera) yang diketuai oleh empat serangkai. Jepang sebagai sesama bangsa Asia akan memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dalam waktu dekat 1 . Strategi Jepang untuk menjajah Indonesia memang cukup bagus. Hatta. tentara Jepang juga merekrut intelektual Indonesia dengan memberinya wadah Komisi Penyelidik Adat Istiadat dan Tata Negara tanggal 8 November 1942 yang bersamasama 13 orang Jepang mendiskusikan idea-idea mereka tentang nilai-nilai budaya bangsa Indonesia baik untuk kepentingan Jepang maupun untuk kepentingan Indonesia merdeka yang mereka cita-citakan 3 . Heiho yang terkenal dengan PETA yang diprakarsai Gatot Mangkupraja. Harapan mereka. Ki Hadjar Dewantara dan Mas Mansur. 100 . Setelah itu dibentuklah berbagai organisasi massa seperti Seinendan (Barisan Pemuda). Dengan sangat strategis. Dari Emporium sampai Imperium. 1993. hlm. Jilid I. 1  Suwarno.

Irikura. Southeast Asia Studis. dkk. sebagai anggota biasa akan lebih mempunyai banyak kesempatan untuk aktif dalam diskusi-diskusi. sebab berdasarkan pengamatannya kesengsaraan bangsa Indonesia di bawah pemerintah Tentara Pendudukan sudah tidak tertahankan lagi. Dr. Pemberian kemerdekaan dan bayangan kekalahan Jepang tersebut akhirnya ‘memaksa. Saran ini kemudian diterima oleh Pemerintah Jepang dibawah Perdana Menteri Koiso. Koiso mengumumkan ke seluruh dunia di muka sidang ke-85 Parlemen Jepang bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan dalam waktu dekat 4 . Maka tanggal 7 September 1944. Gunseikan. Yamin dan Supomo 6 4  Harry Benda. maka keadaan Jepang tentu tidak dapat diselamatkan lagi. Pengangkatan tersebut disetujui oleh Soekarno. pada tanggal 1 Maret 1945.244-345 5 Muhammad Yamin. Maka kalau Jepang secara eksplisit tidak memberikan janjir kemerdekaan itu kepada pemimpinpeminpin Indonesia tentu mereka akan berbalik melawan Jepang. Japanese Military Administration in Indonesia Selected Documents. KRT. Sidang pleno BPUPKI pertama diadakan dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945. dr. 1959. Bahkan dalam rentang waktu tersebut hadir sejumlah pembicara yang mengajukan sejumlah gagasan mengenai dasar filosofis atas negara Indonesia yang hendak dibentuknya. mereka untuk mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai yang disebut kemudian sebagai Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tanggal 28 Mei sidang dibuka dengan sambutan Saiko Syikikan. 803  6 . hlm. Mereka misalnya Soekarno. Moh. Rajiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada anggota sidang: “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini ?’. Rajiman Wedyodiningrat diangkat ketua (kaityo).‘Kekalahan’ Jepang secara beruntun dalam perang (PD II) melawan sekutu ‘memaksa’ pemimpin administrasi militer di Indonesia yaitu Hayashi menganjurkan kepada Pemerintah Jepang memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. bukan Soekarno. Pertanyaan ini menjadi persoalan yang paling dominan sepanjang 29 Mei. Pengangkatan 29 April 1945. Yale University. alasannya. Jakarta. Djilid Pertama.. yang pada waktu itu dianggap sebagai pemimpin nasional yang utama.1 Juni 1945. Dalam pidato pembukaannya. Prapantja. yang menasehati BPUPKI agar mengadakan penelitian yang cermat terhadap dasar-dasar yang akan digunakan sebagai landasan negara Indonesia merdeka sebagai suatu mata rantai dalam lingkungan kemakmuran bersama di Asia Timur Raya 5 . hlm. Kalau itu terjadi. 1965.

Pidato kemudian diterbitkan dengan nama ‘Lahirnya Pancasila’.dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’. walau secara tidak langsung sebagai dasarnya 8 ...’. 1993. Jakarta.yang secara argumentatif mengemukan pendapatnya tentang dasar negara tersebut. Mohammad Hatta dianggap berperan dalam penghapusan ketujuh kata tersebut. 1956-1959. Kanisius: Yogyakarta. Juga tidak ada keharusan bahwa Presiden harus Islam. mereka yang mencoba menegakkan suatu demokrasi konstitusional yang sekuler. hlm. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Dan juga penelitian PJ.  . Suwarno. Dalam perkembangan selanjutnya. The Aspiration for Constitutional Government in Indonesia: A Socio-Legal Study of the Indonesian Konstituante.. Ia berhasil membujuk komisis penulis UUD untuk menghilangkan acuan kepada Islam dalam draf akhir Pembukaan UUD.. Ibid. Menurut Mohamad Hatta 7 . hlm.. 44-56  7  Mohammad Hatta. 1977. Hatta khawatir bahwa Indonesia timur yang mayoritas Kristen tidak akan bergabung dengan Republik kesatuan bila negara baru ini dirasakan mendukung Islam an sich. ternyata rumusan dalam Piagam Jakarta yang mencantumkan kalimat.. Untuk lebih jelasnya tentang materi pidato. dapat meneduhkan pertentangan yang mulai tajam antara pendapat yang mempertahankan Negara Islam dan mereka yang menghendaki dasar negara sekuler. terbukti dengan ditetapkannya Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 yang merupakan suatu modus atau persetujuan antara pihak Islam dan pihak kebangsaan. emosional dan cenderung konfrontasional antara para anggota adalah usul agar Islam dijadikan sebagai dasar negara. Harus diakui terdapat berbagai kesulitan dalam mempertemukan posisi-posisi ideologis anggota BPUPKI. Idayu Press. yang pada akhirnya secara ekplisit tanggal 1 Juni 1945. 1992. Pengertian Pancasila. pidato Soekarno itu dikatakan sebagai yang bersifat kompromois. 9 8 Adnan Buyung Nasution.. hlm. Perdebatan yang paling serius. UUD yang akhirnya diterbitkan tidak berisi konsesi-konsesi kepada posisi Islam sebagaimana dipaparkan dalam Piagam Jakarta. lihat Muh. dan mereka yang menganjurkan negara yang disebut sebagai negara integralistik. Perdebatan tersebut memang pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. Yang mengedepan di antaranya adalah posisiposisi dari mereka yang menjadikan Islam sebagai dasar negara. Soekarno mengemukakan pidatonya yang memberikan jawaban yang berisikan uraian tentang lima sila. bebas dari corak agama. 59. Yamin.. tidak diterbitkan sebagaimana draf awal. Jakarta: Sinar Harapan. Awal munculnya Pancasila disadari adalah bagian yang tidak terelakkan dari sejumlah pergulatan dan perdebatan founding fathers tatkala berbicara mengenai dasar negara. setelah Proklamasi Kemerdekaan yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.

10  PJ. Bahkan pertikaian itu dilanjutkan pada masa Orde Baru sampai Orde Reformasi ini. kondisi ini ternyata tidak bisa diakhiri secara elegan. 76-77 . Pada tanggal 1 dan 22 Juni. maka dapat diketahui bahwa Pancasila mengalami perkembangan fungsi. dan selanjutnya UUD itu menjadi dasar untuk mendirikan Pemerintahan Republik Indonesia 10 . Pancasila yang dirumuskan oleh Paniyia Sembilan dan kemudian disepakati oleh sidang Pleno BPUPKI merupakan modus kompromi antara kelompok yang memperjuangkan dasar negara nasionalisme dan kelompok yang memperjuangkan dasar negara Islam. Benar bila Carol Gluck 9 mengatakan bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang ‘terlalu banyak meributkan masalah ideologi dibanding negara-negara lain’. 1995. Pergulatan awal inilah yang menjadi problem pertentangan pilihan ideologi yang menjadi sumber ‘ancaman’ bagi republik Indonesia. dari sejak awal negara Indonesia dibentuk sampai sekarang ini. Pancasila yang dirumuskan kembali oleh PPKI berkembang menjadi modus kompromi antara kaum nasionalis. menjadi pilar utama bagi keinginan untuk menghidupkan kembali Piagam Jakarta.cit. Akan tetapi pada tanggal 18 Agustus. op. utamanya partai politik yang berasaskan Islam. Kalangan Islam. yang pada akhirnya menjadikan problem ideologis ini menimpa pula masa pemerintahan Suharto.Pencoretan tujuh kata inilah yang menimbulkan kekecewaan umat Islam terhadap pemerintahan Sukarno dan Mohammad Hatta. ide untuk memunculkan kembali Piagam Jakarta semakin mengedepan dalam konstelasi perpolitikan nasional. Pada dasarnya hal ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan kalangan Islam atas penghapusan 9  Dikutip Dougkas E. Di atas Pancasila yang merupakan modus kompromi itu UUD dirumuskan. Suwarno. Ramage. B. Era Orde Lama : Dinamika Perdebatan Ideologis Dinamika perdebatan ideologi antara kelompok Islam dengan Pancasila adalah wajah dominan perpolitikan nasional dari tahun 1945-1965. Islam and the Ideologu of Tolerancy. hlm. Dalam perkembangan lebih lanjut. hlm. bahkan semakin lama menyimpan sejumlah persoalan yang berakhir dengan ketegangan-ketegangan ideologi. London: Routledge. 334. Bahkan akhirakhir ini utamanya tahun 1999 sejak reformasi digulirkan. Dengan demikian melihat pada perkembangan perumusan Pancasila sejak tanggal 1 Juni sampai 18 Agustus 1945. Politics in Indonesia Democracy. Islam dan KristenKatolik dalam hidup bernegara.

op. bahkan pertengahan 1950-an. Sukarno mengusulkan agar rakyat menolak partaipartai politik karena mereka menentang konsep musyawarah dan mufakat yang 11  Adnan Buyung Nasution. sementara masalah lain belum dapat diselesaikan. karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam. 1981. Serangan pemberontakan bersenjata yang berideologi Islam di Jawa Barat. atau untuk pasal-pasal konstitusional atau legal.cit. The Darul Islam in Indonesia. The Haque: Martinus Nijhof  . Sulawesi Selatan. op. Ini karena Pancasila telah dimanfaatkan sebagai senjata ideologis untuk mendelegitimasi tuntutan Islam bagi pengakuan negara atas Islam. Dalam periode Demokrasi Terpimpin ini. Sukarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 untuk kembali kepada UUD 1945 dan menjadikannya sebagai satu-satunya konstitusi legal Republik Indonesia. Remage. lihat van Dijk. Masyumi. 52-118 12  sebagaimana dikutip oleh Douglas E. hlm. tetap saja menjadi bukti kongkret dari ‘ancaman Islam’ 13 .cit. Kekhawatiran Sukarno memang beralasan. dan Aceh meski akhirnya dapat ditumpas oleh Tentara Nasional Indonesia. sebuah periode paling labil dalam struktur politik yang justru diciptakan oleh Sukarno. Apalagi periode 1959 sampai peristiwa 30 September 1965 merupakan masa paling membingungkan pemerintah. apalagi ketika penguasa (negara) menggunakan Pancasila sebagai alat untuk menekan kalangan Islam tersebut. Perdebatan persoalan ideologi tahun-tahun 1959-an dianggap telah menyita energi. hlm. Bahkan atas desakan AH. yang akan merupakan pengakuan formal atas Islam oleh negara 12 . apalagi ketika rentang tahun 1948 dan tahun 1962 terjadi pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah pusat.Piagam Jakarta dari Pembukaan UUD 1945. Nasution. Pancasila sudah tidak lagi merupakan kompromi atau titik pertemuan bagi semua ideologi sebagaimana yang dimaksud Sukarno 11 . Sukarno juga mencoba membatasi kekuasaan semua partai politik. Hal ini tampak ketika akhir tahun 1950-an.29 13 Mengenai pemberontakan Darul Islam. Bahkan secara terang-terangan Sukarno tahun 1953 mengungkapkan kekhawatirannya tentang implikasi-implikasi negatif terhadap kesatuan nasional jika orang-orang Islam Indonesia masih memaksakan tuntutan mereka untuk sebuah negara Islam. Era ini disebut sebagai Demokrasi terpimpin. dengan munculnya kekuatan PKI yang berusaha menggulingkan pemerintahan. Pada era ini juga Sukarno membubarkan partai Islam terbesar. kepala staf AD. tahun 1959. Rebellion under The Banner of Islam.

cit. Kepentingan-kepentingan politis dan ideologis yang saling berlawanan antara PKI. Soeharto berusaha meyakinkan bahwa rezim baru ini adalah pewaris sah dan konstitusional dari presiden pertama. sampai akhirnya melahirkan Gerakan 30 S/PKI yang berakhir pada runtuhnya kekuasaan Orde Lama. Kekuasaan awal Orde Baru sanggup memberikan doktrin baru kepada masyarakat bahwa setiap bentuk kudeta atas pemerintahan yang sah dengan mencoba mengganti ideologi Pancasila adalah salah dan harus ditumpas sampai ke akar-akarnya. Penamaan Orde Baru dimaklumkan sebagai keinginan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atas munculnya keadaan baru yang lebih baik daripada keadaan lama. C. sebagai momentum betapa PKI tidak berhasil dan tidak pernah didukung oleh TNI dan rakyat untuk menggantikan ideologi negara (Pancasila) dengan ideologi komunis. Reorientasi ekonomi. hlm 41-42 . pemerintah baru ini mengambil Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara dan karena itu merupakan resep yang paling tepat untuk melegitimasi kekuasaannya 15 . sebagaimana dikutip oleh Douglas E. Ramage. nasionalisme dan komunisme. hlm. Pada awal kekuasaannya. Tampaknya ‘propaganda’ itu berhasil. Sukarno bukan saja menganjurkan Pancasila melainkan juga sebuah konsep yang dikenal sebagai NASAKOM. politik dan hubungan internasional ditambah stabilitas nasional adalah langkah awal yang ditegakkan oleh Orde Baru. militer dan Sukarno serta agama (Islam) menimbulkan struktur politik yang sangat labil pada awal tahun 1960-an. Peristiwa penumpasan terhadap G 30 S/PKI dibawah komando Letjen Soeharto memberikan legitimasi politik atas ‘kesaktian’ Pancasila tanggal 1 Oktober 1965. Era Orde Baru (1965-1985): Awal dari Sebuah Legitimasi Kekuasaan Peristiwa percobaan kudeta 30 September 1965 yang melibatkan Partai Komunis Indonesia telah membawa perubahan besar dalam sejarah politik Indonesia. Ramage. terjadi peristiwa kekerasan massal yang luar biasa dasyatnya. agama dan komunisme. Dalam rangka menyeimbangkan secara ideologis kekuatan-kekuatan Islam. sehingga tampak jelas ketika rentang Oktober 1965 sampai awal 1966. op. 34 15  Douglas R. Dari khasanah ideologis Sukarno.cit. op. yang berarti persatuan antara nasionalisme. 14  Herbert Feith. Tampilnya Pangkostrad Lentjen Soeharto dalam penumpasan pemberontakan G 30 S/PKI tersebut adalah sejarah baru bagi terjadinya peralihan kekuasaan dari Sukarno (Orde Lama) ke Suharto (Orde Baru).terkandung dalam Pancasila 14 . yaitu ‘pembantaian’ orang-orang yang dicurigai berafiliasi terhadap komunis.

dsb. Orde Baru menancapkan pengaruhnya dengan menfokuskan pada Pancasila dan meletakkannya sebagai pilar ideologi rezim. Akhirnya tahun 1966 dan 1967. tidak lagi hanya merupakan suatu platform bersama di mana semua ideologi bisa dipertemukan. bukan saja pihak militer. Pancasila kemudian menjadi kekuatan paling efektif untuk meminimalisasi kemungkinan munculnya kekuatan di luar negara. Koalisi Orde Baru. utamanya antara kelompok Islam versus nasionalis. yang terdiri dari militer (sebagai kekuatan dominan). . ternyata tidak semakin membuat stabilitas nasional berjalan dengan baik. dasar-dasar negara suatu pemerintah yang dilegitimasi oleh ideologi Pancasila mulai diletakkan. lembaga ini semakin memperoleh legalisasi untuk mengesahkan pengambilalihan kekuasaan oleh Letjend Soeharto. akan pentingnya men’depolitisasi’ masyarakat. tetapi justru struktur politik labil yang lebih mengedepan. demokrat. menggambarkan betapa pentingnya Pancasila bagi Orde Baru. hlm.dan semangat revolusioner UUD dan Pancasila. berbagai bentuk perdebatan mengenai ideologi negara. tanggal 5 Juli 1966 serta berhasil menjelaskan ‘penyelewenganpenyelewengan’ dalam pelaksanaan Pancasila dan Konstitusi yang telah terjadi selama Orde Lama di bawah Sukarno. Belajar dari tragedi sejarah Orde Lama yang ‘agak’ serba permisif dalam memberikan ‘ruang’ bagi tumbuhnya ideologi lain. berhasil memberi dukungan yang diperlukan untuk menggulingkan Sukarno dalam bulan Maret 1966 16 . Sehingga. 17  MPRS disebut sementara karena anggotanya hanya ditunjuk. Suharto beserta tokoh penting Orde Baru seperti Adam Malik. Tampaknya keinginan awal itu berhasil menguatkan kekuasaan Orde Baru dan memberikan jaminan stabilitas nasional yang mantap daripada Orde Lama. Ketetapan ini dengan tegas mengakui keabsahan. kelompok pemuda-pelajar. Pancasila –kemudian. 278.menjadi suatu pembenaran ideologis untuk kelompok yang berkuasa. tidak melalui pemilu. A History of Indonesia. Dan yang lebih penting lagi adalah MPRS mengatakan bahwa sumber tertinggi 16  Ricklefs.Instabilitas nasional di bawah Demokrasi Terpimpin serta percobaan kudeta tersebut meyakinkan banyak pihak. legalitas. Muslim. Bloomington: Indiana University Press. MPRS 17 telah berhasil membersihkan dirinya dari semua pendukung Sukarno. Menjelang pertengahan 1966. di luar realitas Pancasila tidak sah digunakan sebagai ideologi negara. justru berkakbat fatal bagi berlangsungnya stabilitas kekuasaan tersebut. Tampaknya di awal kekuasaannya. Mulai saat itulah. Itulah sebabnya. XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Orde Baru yang dipimpin oleh Letjen Soeharto didasarkan pada UUD dan Pancasila dan akan melaksanakan tujuan-tujuan Revolusi. 1981. Orde Baru berhasil menyelesaikan masalah legitimasi ideologisnya. Bagi Orde Baru. Pancasila menjadi semakin diresmikan sebagai ideologi negara. intelektual. Ditetapkannya Ketetapan MPRS No.

Pada kekuasaan Orde Baru inilah Pancasila benar-benar menjadi kekuatan ideologis paling efektif dalam usahanya menancapkan ‘kuku’ kekuasaannya. Sukarno benar. Disamping hanya akan diberangus sampai ke akar-akarnya. dan legitimasi yang tertinggi di Indonesia.cit.hukum nasional adalah ‘semangat’ Pancasila yang diakui MPRS merupakan cerminan dari karakter nasional serta Pembukaan UUD yang di dalamnya asas-asas Pancasila ditegaskan. hlm. misalnya ‘ideologi asing’ yang menganjurkan diadakannya partai-partai politik oposisi. sehingga setiap ancaman besar terhadap bangsa (kekuasaan). otoritas. dan buktinya semua bentuk pemberontakan dapat dihancurkan. Pada ulang tahun kedua puluh ‘Lahirnya Pancasila’ tahun 1967. Pancasila –dengan demikian.tidak bisa dilaksanakan bila terdapat unsur-unsur dalam bangsa yang tidak sesuai dengan ‘kepribadian nasional. berdasar pada Pidato Presiden RI pada hari lahirnya Pancasila ke 20 pada tanggal 1 Juni 1967  . Dosa terbesar Sukarno terhadap Pancasila adalah karena ia memberi dorongan kepada PKI. yang pernah dijalankan oleh Orde Lama dengan UUD 1950-nya. itu lebih tinggi daripada Batang Tubuh UUD 1945 18 . karena komunisme tidak sesuai dengan asas pertama. op.cit. Dalam 18  Douglas E. Ramage. serta menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi semua rakyat Indonesia melalui peningkatan kemakmuran nasional. Adam Malik menunjuk pada Ketetapan MPRS No. hlm 46. Pernyataan tegas dan sering diulang-ulang oleh kekuasaan Suharto adalah ‘perjuangan dan keyakinan Orde Baru hanyalah untuk melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen ?’ 19 . ketika dia menolak sistem demokrasi parlementer dan membubarkan Konstituante serta menerapkan Demokrasi Terpimpin. Pancasila dianggap melegitimasi Orde Baru. Orde Baru menjadi kekuatan yang membela secara jelas Pancasila sebagai ideologi. gerakan oposisi justru hanya akan menambah kekacauan dalam masyarakat. membenarkan penurunan Sukarno. yang jelas anti-Pancasila. Realitas ini menjadi suatu bukti betapa dalam perkembangan politik nasional era Orde Baru sangat sulit diperoleh kekuatan di luar negara yang berani kritis atas negara. Menurut Orde Baru. seperti di Barat. Persiden Soeharto dan Adam Malik mengucapkan pidato-pidato yang menegaskan pendasaran legitimasi Orde Baru kepada Pancasila. Kedua tokoh sentral Orde Baru tersebut menolak demokrasi liberal. karena dianggap sebagai ‘penyelewengan’ dari tujuan asli Pancasila. Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa tidak boleh ada penafsiran resmi tentang Pancasila kecuali dari pemerintah yang berkuasa. 44 19 Douglas E Ramage. mendelegitimasi Islam (sebagai kekuatan politik) dan komunisme. kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. merupakan ancaman erhadap Pancasila. XX/MPRS/1966 sebagai bukti bahwa Pancasila memang merupakan suatu sumber hukum legal dan ‘moral’. op.

Bandung: Pustaka Hidayah. tanpa terusik oleh kekuatan-kekuatan lain yang merongrongnya.keadaan tertentu. Ramage 21 mengatakan bahwa meskipun penggabungan partaipartai yang ‘dipaksakan’ pada tahun 1973 merupakan contoh jelas dari ketergantungan pemerintah kepada ideologi nasional untuk menciptakan demokrasi Pancasila dan melegitimasi tindakan-tindakannya. untuk semakin kokoh. dan sebagainya. Puncaknya pada tanggal 22 Maret 1978. 56 22  Lihat naskah Ketetapan MPR selengkapnya: Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila dan GBHN. Douglas E. hlm. Ketetapan ini menjadi sangat penting karena dikaitkan dengan pedoman MPR untuk rencana pembangunan lima tahun. Demikianlah awal dimana kekuasaan Orde Baru telah berhasil meyakinkan masyarakat tentang konsistensinya dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. realitas munculnya oposisi tidak sesuai dengan Pancasila. karena bagaimanapun Pancasila adalah titik tolak dari rezim ini. seperti lembaga keagamaan. pendidikan. tidak saja oleh aparatur negara represif –meminjam istilah Althuser 20 . Jakarta: CSIS (1978) . Jika Rakyat Berkuasa. menteri. Orde Baru menjadi identik dengan Pancasila. sehingga setiap usaha mengkritisinya ‘dicurigai’ sebagai usaha untuk mengubah ideologi negara. hlm.seperti presiden. dan itu harus ditumpas habis. Selama pembahasan-pembahasan di MPR tahun 1978 mengenai rancangan ketetatapan P4. faksi NU dalam PPP melakukan protes dengan walk out dari 20  Sebagaimana dikutip oleh Yasraf Amir Piliang. dalamTim Maula. tetapi baru pada tahun 1978 pemerintah Orde Baru melakukan ofensif ideologi yang dimaksudkan untuk menetapkan lebih lanjut parameter-parameter dan kendali-kendali atas wacana politik di Indonesia. media massa. ABRI dan lembaga kehakiman. Dengan sebuah argumentasi menarik. tetapi juga oleh aparatur negara ideologis. 1999. Adam Malik mengatakan bahwa karena itu Orde Baru memiliki suatu ‘keyakinan yang dalam untuk mengabdi kepada rakyat dan mengabdi kepada kepentingan nasional didasarkan pada falsafah Pancasila’.cit. MPR mengesahkan sebuah ketetapan tentang ‘Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4)’. Bahkan sanggup pula menggunakan Pancasila sebagai alat untuk memberikan legitimasi atas kekuasaan. Dengan P4 ini dimulailah program indoktrinasi Pancasila secara nasional melalui program-program pendidikan ideologi yang dilaksanakan secara ketat 22 . Itulah bukti betapa Orde Baru seolah tidak bisa dilepaskan dari Pancasila.21 21  op.

bahkan mengisyaratkan agar ABRI harus mendukung partai Golkar. Dia mengatakan bahwa sebelum Orde Baru. Semenjak itu. sebagai konsekuensi dukungan atas pemerintahan yang membela Pancasila. Islam jelas digambarkan sebagai ancaman terhadap Pancasila. Soeharto. Setiap organisasi di negara ini harus menerima Pancasila sebagai ideologi. Menurut David Jenkis. Orde Baru yang didukung kino-kinonya (ABRI. dalam ‘Indonesia’.Majelis. maka Soeharto masih menganggap ada kekuatan lain yang ‘berbahaya’. sosialisme. hlm. Golkar dan Birokrasi) menjadi kekuatan ‘luar’ biasa di negara Indonesia. Dengan demikian. perjalanan panjang Orde Baru pada dasarnya didasarkan pada keinginan untuk ‘menguatkan’ dan ‘menancapkan’ ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi sah negara. Dari pidato-pidato Soeharto. 57 . karena itu netralitas ABRI sama saja dengan membahayakan Pancasila 24 . maka partai Islam (PPP) akan mengalahkan Golkar. komunisme. yaitu yang datang dari kekuatan Islam. Ramage. nasionalisme dan agama. 38.cit. op.  24  Douglas E. tanpa dapat disentuh oleh kekuatan manapun. Pancasila telah diancam oleh ideologi-ideologi lain. setiap kekuatan di luar mainstream ‘negara’ saat itu akan dianggap sebagai merongrong ideologi Pancasila. NU masih bertindak seakanakan sebuah partai yang independen. Perilaku seperti ini membuat NU menjadi sasaran tuduhan ‘anti-Pancasila’ oleh rezim. 9. ABRI –dengan demikian. Dengan ‘berlindung’ dibalik ideologi Pancasila. Menurut Sidney Jones 23 .harus berdiri di atas politik. Soeharto dan kroninya di ABRI merasa bahwa jika militer ‘netral’ dalam pemilu. hlm. 23 Sidney Jones. sebagaimana dalam sebuah pidato Presiden Soeharto tahun 1980 ketika dia menyerang walk out-nya NU dengan tuduhan seperti itu. NU menolak mendukung Soeharto untuk masa jabatan ketiga atau memberinya gelar ‘Bapak Pembangunan’ Dengan perkataan lain. pada saat itu NU adalah organisasi massa (Islam) terakhir di negara Indonesia yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politik dan karena ini ‘dicurigai’ oleh rezim karena pada tahun 1971 menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang perilaku politik dan kemudian tahun 1981. No. Sebab. Tanggal 27 Maret dan 16 April 1980. Presiden Suharto mengeluarkan peringatan tersebut melalui pidatonya pada Rapim ABRI di Pekanbaru. Setelah ideologi komunisme mampu ditumpas. seperti Marxisme. Oktober 1984. Presiden Orde Baru mulai secara tegas dan keras terhadap setiap ‘kekuatan’ yang tidak mau menerima Pancasila sebagai ideologi. Leninisme. The Contraction and Expansion of the “umat” dan the Role of the Nahdlatul Ulama in Indonesia. sehingga merupakan keharusan bahwa angkatan bersenjata mendukung kelompok-kelompok yang membela dan mengikuti Pancasila.

terutama partai-partai politik. Meskipun akhirnya kebijakan ini menuai kritik.Apa yang dilakukan Soeharto tersebut memperoleh kecaman dan menimbulkan cetusan perlawanan keras dan hidupnya kembali perdebatan mengenai Pancasila. 16 Juli 1980. Dimana pernyataan tersebut ditandatangai oleh purnawirawan ABRI terkemuka. yang masih dikemukakan di Indonesia. harus mencantumkan Pancasila sebagai asas dalam anggaran dasarnya. Pernyataan ini mengecam Soeharto. seperti Mayjen (Purn) HR. Karena itu dia menetapkan bahwa “semua organisasi sosial politik. Dharsono (Sekjen ASEAN). Pemerintah memandang islam sebagai satu-satunya kekuatan sosial yang belum berhasil ditundukkan. 11. terutama faksi NU dari PPP. dan Gubernur Jakarta yang populer. dan banyak dari mereka ditangkapi. harus menerima Pancasila sebagai asas tunggal”. hlm. Mayjen (Purn) Ali Sadikin. dipecat dan dilarang ke luar negeri. Penerimaan ini juga memberikan legitimasi kepada kendali pemerintah yang semakin ketat terhadap kehidupan organisasional umat Islam. Reaksi tersebut berakibat pada di back-list-nya mereka oleh pemerintah. apapun bentuk dan jenisnya. Ditetapkannya Pancasila sebagai asas tunggal pada perkembangan selanjutnya adalah semakin memperjelas arah kepentingan politik negara dengan menggunakan ideologi Pancasila 26 . 12 Maret 1984. karena mencoba mem-personifikasi-kan Pancasila sehingga tiap desas-desus tentang dia akan dianggap sebagai sikap anti-Pancasila 25 . satu pada peringatan Hari Kemerdekaan 1982 dan lainnya pada bulan Juli 1983. Lebih jelasnya. belum bersedia menerima gagasan pemerintah tentang pemegang kekuasaan tertinggi. 26 Terlihat dalam pidatonya. dalam pidato pertama Soeharto memperingatkan adanya ideologi-ideologi alternatif selain Pancasila. dua mantan perdana menteri. Kelompok lima puluh yang terdiri dari para purnawirawan ABRI yang terkemuka. 25  Naskah asli Pernyataan Keprihatinan dimuat dalam Harian Pelita. Menurut William Liddle 27 menjelaskan mengapa asas tuinggal itu demikian penting bagi Orde Baru. Diterimanya doktrin negara Pancasila oleh umat Islam merupakan simbol dari pengakuan. dimana Soeharto menjelaskan dasar pemikiran pemerintah untuk memaksakan kepatuhan kepada Pancasila. mantan para pemimpin partai dan akademisi (disebut ‘Petisi 50’) menyerang Soeharto dalam suatu pernyataan keprihatinan’ terbuka yang dikirim ke DPR. Asian Wall Street Journal Weekly. “Why Soeharto Tries to Bring Islam to Heel”. ikhtiar ini telah memicu bangkitnya perlawanan atas pemerintah Orde Baru. Pernyataan itu menuduh bahwa Soeharto telah memakai ‘alasan’ ancaman terhadap Pancasila untuk tujuan-tujuan politiknya sendiri. 16 Agustus 1992  27  William Liddle. berita Antara. Petisi 50 menganggap bahwa Pancasila tidak pernah dimaksudkan untuk dipakai sebagai ancaman politik terhadap mereka yang dianggap sebagai lawan-lawan politik. Tapi. utamanya dari kalangan Islam. . Semua organisasi.

Dalam kampanye (pemilu 1982) saya telah menekankan bahayanya memecah dan mempolarisasi diri kita sendiri menuruti garis agama. termasuk Mayjen (Purn) Dharsono. bahkan dengan didirikannya Ikatan Cendekiawan Muslim 28  Sebagaimana dikutip oleh Douglas.. suatu cara untuk memecah belah rakyat 28 . ditangkap dan diadili dengan tuduhan subversi (anti-Pancasila) karena menghasut peristiwa Tanjungpriok dan pengeboman di Jakarta 29 . dalam suatu laporan September 1993 yang dikutip The East Asian Miracle menunjuk Indonesia sebagai suatu ‘ekonomi Asia Timur yang berkinerja tinggi’ dan meramalkan bahwa negara ini akan memasuki bangsa-bangsa yang berincome-menengah menjelang peralihan abad. Bank Dunia. op. Era ini ditandai dengan adanya kemesraan antara pemerintahan Orde Baru dengan kekuatan Islam. Disengaja atau tidak. Anggota-anggota Petisi 50. konsekuensi-konsekuensi penyelewengan tersebut adalah kondisi perekonomian yang kacau dan ketidakstabilan politik. Ini tidak benar dan bisa membahayakan.. Artinya. Kita harus menghindari perdebatan tentang ideologi dan agama. Peristiwa tersebut kemudian diikuti oleh serangkaian pengeboman pada bulan Oktober.. Bahkan telah berhasil membangun image tentang kebobrokan ekonomi Orde Lama dan keberhasilan ekonomi Orde Baru. 19 November 1984 .Bahkan. Peristiwa berdarah di Tanjung Priok pada bulan September 1984 merupakan puncak ketegangan (politik-ideologis) antara kekuatan Islam versus Pancasila. Realitas ini semakin menguatkan citra Orde Baru dihadapan rakyatnya. partai Islam telah mengeksploitasi perasaan-perasaan keagamaan rakyat. Standar kehidupan rakyat telah membaik secara dramatis. bahkan cenderung melakukan penyelewengan atas Pancasila. Janji Orde Baru pada pertengahan tahun 1960-an tentang peningkatan besar dalam GNP dan pendapatan per kapita pada kenyataannya telah dipenuhi. hlm. Kebobrokan ekonomi Orde Lama disebabkan karena ‘terlalu sibuk’ melakukan perdebatan panjang tentang ideologi negara. Hal ini dikarenakan adanya persepsi dalam sebagian komunitas Islam bahwa negara memakai Pancasila sebagai alat ideologis untuk menindas Islam politik. yang menurut pemerintah dilakukan oleh ekstremis Islam anti-Pancasila di pusat kota Jakarta. pada bulan Mei 1982 Wakil Presiden Adam Malik dengan tegas menunjuk Islam politik sebagai sasaran utama pemerintah. bagi Orde Baru. 64 29  Sinar Harapan. Pada era 1990-an.cit. kekuasaan Orde Baru semakin memperoleh hati di masyarakat dengan kebijakan pertumbuhan ekonomi yang cukup mengesankan.

seolah menandai munculnya pertanyaan-pertanyaan mendasar atas kekuatan Pancasila sebagai sebuah ideologi. tanpa kooptasi penuh dari negara. Kemesraan tersebut seolah menandai berakhirnya konfrontasi ideologi antara kekuatan Islam dengan Pancasila. dan memberikan spirit nilainya bagi pembentukan masyarakat sipil di Indonesia. Munculnya reformasi seolah menandai adanya jaman baru bagi perkembangan perpolitikan nasional sebagai anti-tesis dari Orde Baru yang dikatakan sebagai pemerintahan korup dan menindas. dan awal Orde Baru yang berakhir dengan instabilitas politik dan ekonomi secara mendasar. kemudian berkembang secara pesat keinginan untuk ‘mengkhayalkan’ terbentuknya masyarakat sipil yang demokratis dan berkeadilan sosial. bulan Desember 1990. dengan konformitas ideologinya. dengan turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan setelah 32 tahun menjadi presiden. agar kesalahan sejarah tidak terulang lagi. Meskipun Sri Bintang Pamungkas. tokoh PPP (saat itu) dan pengurus ICMI justru mempersoalkan adanya penyelewengan Pancasila utamanya tentang asas keadilan sosial yang tidak terpenuhi dalam pertumbuhan ekonomi tersebut. Era Reformasi : Antara Demokrasi dan Anarkhi Penyelewengan masa Orde Baru pada akhirnya berakibat pada gelombang besar reformasi yang telah berhasil menggulingkkan kekuatan Orde Baru. Tulisan dibawah ini mencoba menggagas ulang sekaligus meneguhkan kekuatan Pancasila sebagai ideologi. Pada era ini. Persoalannya adalah justru lepas kendalinya kekuatan masyarakat sipil dari ‘kooptasi’ negara secara bebas dari awal dari tragedi besar dan konflik-konflik berkepanjangan yang menandai munculnya jaman baru tersebut. D. Mei 1997. . Jatuhnya Orde Baru yang sejak awal mengidentifikasikan sebagai –satu-satunya.Indonesia (ICMI).pendukung Pancasila. Stabilitas politik pada era ini telah menjamin terselenggaranya pembangunan secara bertahap dan membaiknya pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya. Tampaknya era ini seperti mengulang problem perdebatan ideologis yang terjadi pada era Orde Lama.

DAN HUBUNGAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 A. PENGERTIAN PANCASILA Secara Etimologis Pancasila berasal dari Bahasa India yakni Bahasa Sansekerta. artinya batu sendi. Pancasila yang berisikan lima pantangan yang bunyinya menurut ensiklopedia atau kamus Budhisme : 1. H. bahasa kasta brahmana. Menurut Prof. berdasarkan yang lima. artinya peraturan yang penting. Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah mengambil barang yang tidak diberikan. ASAL MULA. FUNGSI DAN KEDUDUKAN. yang dalam bahasa aslinya yaitu Bahasa Pali. 1. atau lima dasar Sedang Pancasyiila berarti lima aturan hal yang penting. Sedang bahasa rakyat jelata adalah prakerta. atu senonoh Dari kata syiila ini dalam Bahasa Indonesia menjadi susila artinya hal yang baik. Pancasila berarti lima aturan (Five moral principles) yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganut biasa/awam Agama Budha. Secara Historis Secara historis istilah Pancasila mula-mula dipergunakan oleh masyarakat India yang memeluk Agama Budha.BAB II PENGERTIAN. Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami Jangan mencabut nyawa setiap yang hidup. baik atau senonoh. 2. Moh. Yamin Pancasila ada dua macam arti yaitu : Panca : artinya lima Syila : dengan satu i. baik. Maksudnya dilarang mencuri . Maksudnya dilarang membunuh. Dengan demikian maka perkataan Pancasyila berarti batu sendi yang lima. 2. alas atau dasar Syiila : dengan dua i.

5. Selanjutnya istilah Pancasila masuk dalam kasanah kesusastraan Jawa kuno pada zaman Majapahit di bawah Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada. Tidak boleh berjiwa dengki 4. yang tidak sah dengan perempuan. Maksudnya dilarang minum minuman keras. Dalam buku Sutasoma ini istilah pancasila disamping mempunyai arti berbatu sendi yang lima (dalam bahasa sansekerta) juga mempunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima. Istilah pancasila terdapat dalam buku keropak Negara Kertagama yang berupa syair pujian ditulis oleh pujangga istana bernama Mpu Prapanca selesai pada tahun 1365. Kameshu micchacara veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah berhubungan kelamin Maksudnya dilarang berzina. 4. Musawada veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah berkata palsu. Sura meraya-majja pamadattha veramani sikkhapadam samadiyami Janganlah meminum minuman yang menghilangkan pikiran. Maksudnya dilarang berdusta.3. . Tidak boleh berbohong 5. pancasila krama. yakni pada sarga 53 bait 2 yang berbunyi sebagai berikut : Yatnanggegwani pancasyila kertasangska rabhi sakakakrama artinya : Raja menjalankan dengan setia kelima pantangan (pancasila) itu begitu pula upacara-upacara adat dan penobatan-penobatan. yaitu : 1. Selain terdapat dalam buku Negara Kertagama yang masih dalam jaman Majapahit istilah pancasila juga terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Tidak boleh mabuk minum minuman keras Demikianlah perkembangan istilah Pancasila dari bahasa sansekerta menjadi Bahasa Jawa kuno yang artinya tetap sama dengan yang terdapat di jaman Majapahit. Tidak boleh melakukan kekerasan 2. Tidak boleh mencuri 3.

Artinya lima dasar yang dimaksud ialah dasar falsafah Negara Republik Indonesia yang isinya sebagaimana tertera dalam alinea IV bagian akhir pembukaan UUD '45. Maleng : artinya mencuri 3. pamali) dan isinya agak lain yaitu yang disebut " Ma Lima" yaitu lima larangan yang dimulai dari kata "ma". Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka. 3. Maen : artinya berjudi Lima larangan moral atau "Ma Lima" ini dalam masyarakat Jawa masih dikenal dan masih juga menjadi pedoman moral. Secara Terminologis Secara terminologis. Sesudah Majapahit runtuh dan Islam tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa-sisa dari pengaruh ajaran moral Budha yaitu pancasila masih terdapat juga dan dikenal masyarakat Jawa sibagai lima larangan (pantangan.Pada jaman Majapahit hidup berdampingan secara damai kepercayaan tradisi Agama Hindu Syiwa dengan Agama Budha Mahayana dan campuranya. yaitu dimulai sejang sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. . Larangan tersebut adalah : 1. wewaler. tetapi namanya bukan Pancasila. Sedang Mpu Prapanca sendiri kemudian menjabat dharmadyaksa ring kasogatan yaitu penghulu (kepala urusan) Agama Budha. keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD '45 yang sebelumnya masih merupakan rencana di mana dalam pembukaanya memuat rumusan lima Dasar Negara Republik Indonesia yang diberi nama Pancasila. Sedang istilah tersebut diberikan dari temannya yang pada waktu itu duduk di samping Bung Karno. Madon : artinya berzina 4. Tantrayana. Madat : artinya menghisap candu 5. Mateni : artinya membunuh 2. Pancasila dipergunakan oleh Bung Karno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar Negara Indonesia yang diusulkanya. tetapi tetap "Ma Lima".

Penggunaan Terakhir Istilah Pancasila Pancasila yang semula berasal dari bahasa sansekerta yang berarti lima aturan hal yang penting. Causa efisien (asal mula karya) ialah asal mula yang meningkatkan Pancasila dari calon dasar negara menjadi Pancasila yang sah sebagai dasar negara. Dan selanjutnya menurut ejaan yang disempurnakan penulisanya menjadi "Pancasila". maka menurut Prof. Asal mula karya dalam hal ini adalah PPKI sebagai pembentuk negara yang kemudian mengesahkan dan menjadikan Pancasila sebagai dasar filsafat Negara setelah melalui pembahasan dalam sidang-sidangnya. dan selanjutnya "Ma Lima" dalam bahasa Jawa kuno berarti lima pantangan yang kesemuanya itu dipergunakan dalam Agama Budha. yang akhirnya Pancasila menjadi Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai istilah untuk nama dasar filsafat negara Republik Indonesia samapai sekarang. B.Selanjutnya istilah Pancasila dalam Bahasa Indonesia dan secara yuridis yang dimaksudkan adalah 5 sila Pancasila yang kita anut saat ini. Menurut ejaan aslinya ditulis huruf latin pertama-tama. ASAL MULA PANCASILA Teori Asal Mula Pancasila Asal mula Pancasila dasar filsafat Negara dibedakan: 1. kebudayaan dan dalam agama-agamanya. terdapat dalam adat kebiasaan. 2. penulisanya pun mengalami proses perkembangan. Notonagoro penulisanya tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini BPUPKI memiliki peran yang sangat menentukan. Untuk . Di samping perkembangan arti istilahnya. 3. 1. Causa materialis (asal mula bahan) ialah berasal dari bangsa Indonesia sendiri. 4. Karena istilah Pancasila dipakai nama dasar filsafat negara yang isinya merupakan satu kesatuan. tetapi harus dirangkai jadi satu yaitu "Pantjasila". Kemudian disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia lama menjadi Pantja-Sila. Causa finalis (asal mula tujuan) adalah tujuan dari perumusan dan pembahasan Pancasila yakni hendak dijadikan sebagai dasar negara. Causa formalis (asal mula bentuk atau bangun) dimaksudkan bagaimana Pancasila itu dibentuk rumusannya sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. ditulis dengan " Panca-Syila".

semboyan aja dumeh. Di Indonesia tidak pernah putus-putusnya orang percaya kepada Tuhan. aja kementhus. Bontu Sinaga. membantu orang sakit. Sejarah Raja Erlangga. Unsur-unsur demokrasi sudah ada dalam masyarakat kita. lumbungdesa. 5. crah agawe bubrah rukun agawe senthosa. perbuatan musyawarah di balai. Nagari di Minangkabau dengan syarat adanya Balai. kesenian. bukti-buktinya misalnya bangunan padepokan. Bangsa Indonesia terkenal ramah tamah. dan sebagainya.sampai kepada kausan finalis tersebut diperlukan kausa atau asal mula sambungan. selamatan. Batu Pegat. Balai Desa di Jawa. Hal ini menunjukkan kepercayaan Ketuhanan Yang Maha Esa. gotong royong membangun negara Majapahit. membantu fakir miskin. 2. walaupun secara formal Pancasila baru menjadi dasar Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Candi Prambanan. lemah lembut dengan sesama manusia. dan kekeluargaan. Malin Kundang. Negara nasional Sriwijaya. Kisah Negeri Sule. aja kemaki. aja sawiyah-wiyah. dan sebagainya. pembukaan ladang baru menunjukkan adanya sifat persatuan. tulisan sejarah tentang pembagian kerajaan. 4. sebagai bukti-buktinya bangunan candi Borobudur. tanggul sungai. Ratu Adil. dan sebagainya. pondokpondok. Cinde Laras. bukti-buktinya adanya bendungan air. buktibuktinya: bangunan peribadatan. pembangunan rumah baru. tulisan. pendidikan agama. Unsur-unsur Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri. tulisan Bharatayudha. Riwayat dangkalan Metsyaha. agama dan kebudayaan pada umumnya misalnya: 1. penyediaan air kendi di muka rumah. Anting Malela. Danau Toba. dan sebagainya. kaya nini lan mintuna. bersatu laksana sapu lidi. sumur bersama. menggambarkan sifat demokratis Indonesia. rukun. tulisan tentang Musyawarah Para Wali. Jaka Tarub. semboyan bersatu teguh bercerai runtuh. dan sebagainya. aja adigang adigung adiguna. dan sebagainya. Disebut sebagai kristalisasi nilai-nilai . 3. bukti-buktinya: bangunan Balai Agung dan Dewan Orang-orang Tua di Bali untuk musyawarah. sadhumuk bathuk sanyari bumi. kepercayaan. Kahuripan menjadi Daha dan Jenggala. dan sebagainya. hubungan luar negeri semisal perdagangan. rumah-rumah ibadah. upacara keagamaan pada peringatan hari besar agama. Bangsa Indonesia juga memiliki ciri-ciri guyub. semua meng-indikasikan adanya Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ramayana. Puteri Dayang Merindu. Dalam hal Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. bahasa. Negara Nasional Majapahit. Pancasila sebenarnya secara budaya merupakan kristalisasi nilai-nilai yang baik-baik yang digali dari bangsa Indonesia. tanah desa. perkawinan. tulisan karangan sejarah/dongeng yang mengandung nilai-nilai agama. Sejarah bangsa Indonesia memberikan bukti yang dapat kita cari dalam berbagai adat istiadat. Loro Jonggrang. bangsa Indonesia dalam menunaikan tugas hidupnya terkenal lebih bersifat sosial dan berlaku adil terhadap sesama. tulisan sejarah kerajaan Kalingga. namun jauh sebelum tanggal tersebut bangsa Indonesia telah memiliki unsur-unsur Pancasila dan bahkan melaksanakan di dalam kehidupan mereka. kitab suci dari berbagai agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kegiatan kemanusiaan. pembangunan rumah-rumah ibadah. sopan santun. Teja Piatu. Sunan Kalijaga. bersatu.

Pancasila. Pandangan hidup berfungsi sebagai . Pandangan hidup adalah suatu wawasan menyeluruh terhadap kehidupan yang terdiri dari kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur. dan meliputi suasana kebatinan atau citacita hukum yang menguasai dasar negara (Suhadi. peraturan pemerintah dan lain sebagainya. FUNGSI DAN KEDUDUKAN PANCASILA 1. Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum di dalam empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di mana keempatnya sama hakikatnya dengan Pancasila. terikat oleh struktur kekuasaan secara formal. Oleh karena itu. Adapun kelima sila dalam Pancasila merupakan serangkaian unsurunsur tidak boleh terputus satu dengan yang lainnya. C. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai arti menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum. 2. Pancasila Sebagai Dasar Negara Dasar negara merupakan alas atau fundamen yang menjadi pijakan dan mampu memberikan kekuatan kepada berdirinya sebuah negara. Pancasila dalam kedudukannya seperti inilah yang merupakan dasar pijakan penyelenggaraan negara dan seluruh kehidupan negara Republik Indonesia.yang baik. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Setiap manusia di dunia pasti mempunyai pandangan hidup. dalam fungsinya sebagai dasar negara. Empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut lebih lanjut terjelma ke dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945. sudah seharusnya semua peraturan perundang-undangan di negara Republik Indonesia bersumber pada Pancasila. Namun demikian terkadang ada pengaruh dari luar yang menyebabkan diskontinuitas antara hasil keputusan tindakan konkret dengan nilai budaya. termasuk di dalamnya seluruh unsur-unsurnya yakni pemerintah. Barulah dari pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 itu diuraikan lagi ke dalam banyak peraturan perundang-undangan lainnya. 1998). Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Negara Indonesia dibangun juga berdasarkan pada suatu landasan atau pijakan yaitu Pancasila. wilayah dan rakyat. Hal ini menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilainilai Pancasila dalam semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. undang-undang. merupakan sumber kaidah hukum yang mengatur negara Republik Indonesia. seperti misalnya ketetapan MPR.

juga sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia. HUBUNGAN PANCASILA DAN UUD 1945 Hubungan Secara Formal antara Pancasila dan Pembukaan UUD 1945: bahwa rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD’45. Oleh karena Pancasila merupakan kesepakatan bersama seluruh masyarakat Indonesia maka Pancasila sudah seharusnya dihormati dan dijunjung tinggi. tetap. berbangsa dan bernegara. Setiap bangsa di mana pun pasti selalu mempunyai pedoman sikap hidup yang dijadikan acuan di dalam hidup bermasyarakat. Hubungan Secara Material antara Pancasila dan PembukaanUUD 1945: Proses Perumusan Pancasila: sidang BPUPKI membahas dasar filsafat Pancasila. Demikian juga dengan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai inti dari nilai-nilai budaya Indonesia maka Pancasila dapat disebut sebagai cita-cita moral bangsa Indonesia. Pandangan hidup bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya maupun manfaatnya oleh suatu bangsa sehingga darinya mampu menumbuhkan tekad untuk mewujudkannya di dalam sikap hidup sehari-hari. tidak dapat diubah dan terlekat pada kelangsungan hidup Negara RI. bahwa Pembukaan UUD’45 berkedudukan dan berfungsi selain sebagai Mukadimah UUD’45 juga sebagai suatu yang bereksistensi sendiri karena Pembukaan UUD’45 yang intinya Pancasila tidak tergantung pada batang tubuh UUD’45. sidang berikutnya tersusun Piagam Jakarta sebagai wujud bentuk pertama Pembukaan UUD’45. bahwa Pancasila sebagai inti Pembukaan UUD’45 dengan demikian mempunyai kedudukan yang kuat. Bagi bangsa Indonesia. lingkungan dan mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya. Pancasila sebagaimana termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah hasil kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang pada waktu itu diwakili oleh PPKI. . Oleh karena itu. baru kemudian membahas Pembukaan UUD’45. sikap hdup yang diyakini kebenarannya tersebut bernama Pancasila.pedoman untuk mengatur hubungan manusia dengan sesama. pegangan atau kekuatan rohaniah kepada bangsa Indonesia di dalam hidup bermasyarakat. Pancasila di samping merupakan cita-cita moral bagi bangsa Indonesia. Citacita moral inilah yang kemudian memberikan pedoman. Nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila tersebut berasal dari budaya masyarakat bangsa Indonesia sendiri. bahkan sebagai sumbernya. D. Pandangan hidup yang diyakini suatu masyarakat maka akan berkembang secara dinamis dan menghasilkan sebuah pandangan hidup bangsa.

koheren. maka lebih mengutamakan aspek pragmatis. Jalur pemikiran kenegaraan yaitu penjabaran Pancasila sebagai ideologi bangsa. maupun filosofis. dan korespondensi. Sejarah perkembangan pemikiran Pancasila menunjukkan adanya kompleksitas permasalahan dan heteregonitas pandangan. Pemikiran politik kenegaraan tujuan utamanya adalah untuk pengambilan keputusan atau kebijakan. sementara dari segi ekstrinsik Pancasila harus mampu menjadi penyalur dan penyaring kepentingan horisontal maupun vertikal. ideologis. Permasalahan tersebut mengundang perdebatan yang sarat dengan kepentingan. yaitu jalur pemikiran politik kenegaraan. Kompleksitas permasalahan tersebut meliputi (1) masalah sumber. sehingga kadang-kadang kurang memperhatikan aspek koherensi. Tujuan penjabaran Pancasila dalam konteks ini adalah untuk mengambil keputusan konkret dan praktis. Prinsip-prinsip itu dapat dibedakan menjadi dua. PELAKSANAAN PANCASILA Berbagai bentuk penyimpangan terhadap pemikiran dan pelaksana-an Pancasila terjadi karena dilanggarnya prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan. yaitu jalur pemikiran politik kenegaraan dan jalur pemikiran akademis. Dasar Negara dan sumber hukum dijabarkan dalam berbagai ketentuan hukum dan kebijakan politik. Dengan demikian pemikiran akademis berfungsi sebagai sumber bahan dan kritik bagi pemikiran politik kenegaraan. dan (5) problem evolusi dan kompleksitas di dalam pemikiran mengenai pemikiran Pancasila. Akibatnya kadang berbagai kebijakan justru kontra produktif dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. theologis.BAB III PELAKSANAAN PANCASILA A. Para penyelenggara negara ini berkewajiban menjabarkan nilai-nilai Pancasila ke dalam perangkat perundang-undangan serta berbagai kebijakan dan tindakan. Setiap . Metodologi yang digunakan adalah memandang hukum sebagai metodologi. dan koresponden. yaitu prinsip ditinjau dari segi intrinsik (ke dalam) dan prinsip ditinjau dari segi ekstrinsik (ke luar). Sementara Profesor Notonagoro (1974) menjelaskan adanya dua jalur pelaksanaan Pancasila. konsistensi. Ada beberapa pendapat yang mencoba menjawab jalur-jalur apa yang dapat digunakan untuk memikirkan dan melaksanakan Pancasila. jalur itu adalah jalur akademis. (3) masalah pelaksanaan. yaitu dengan pendekatan ilmiah. sebagaimana yang telah diatur oleh UUD. (4) masalah apakah Pancasila itu Subject to change. melainkan memerlukan jalur lain yang membantu memberikan kritik dan saran bagi pemikiran Pancasila. Sebaliknya kasus-kasus yang tidak dapat dipecahkan oleh para pengambil kebijakan merupakan masukan yang berharga bagi pengembangan pemikiran akademis. Pancasila dari segi intrinsik harus konsisten. Pemecahan berbagai kompleksitas permasalahan di atas dapat ditempuh dengan dua jalur. Permasalahan mengenai Pancasila tidak semuanya dapat dipecahkan melalui jalur politik kenegaraan semata. yaitu jalur objektif dan subjektif. (2) masalah tafsir. dan jalur pemikiran akademis. Pranarka (1985) menjelaskan adanya dua jalur formal pemikiran Pancasila.

baik pendidikan formal. antara mayoritas dengan minoritas. dan semua bidang kenegaraan dan terutama realisasinya dalam bentuk peraturan perundang-undangan negara Indonesia. Artinya segala sesuatu yang mengatasnamakan Pancasila tetapi tidak memperhatikan prinsip ini. dan golongan. kesadaran. setiap penduduk. setiap penguasa dan setiap orang Indonesia. artinya pelaksanaan dalam pribadi setiap warga negara. PANCASILA DAN PERMASALAHAN SARA Konflik itu dapat berupa konflik vertikal maupun horisontal. watak dan hati nurani yang dijiwai oleh Pancasila. maupun yudikatif. atarras. antarsuku. Sebaik apa pun produk perundang-undangan. namun di lain pihak juga merupakan sumber potensial bagi munculnya berbagai konflik yang mengarah pada disintegrasi bangsa. artinya ketidaktaatan pada Pancasila dalam artian ini dapat dikenai sanksi yang tegas secara hukum. setiap individu. sebaliknya sebaik apa pun sikap mental penyelenggara negara namun tidak didukung oleh sistem dan struktur yang kondusif maka tidak akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. antara penguasa dengan rakyat. Sementara itu konflik horisontal ditunjukkan misalnya konflik antarumat beragama. heterogenitas atau pluralitas kenyataan dan pandangan. B. sedangkan pelaksanaan Pancasila secara subjektif membawa implikasi wajib moral. Hasil yang akan diperoleh berupa pengetahuan. baik di bidang legislatif. Pada prinsipnya Pancasila dibangun di atas kesadaran adanya kompleksitas. Pelaksanaan subjektif ini menurut Notonagoro dibentuk secara berangsur-angsur melalui proses pendidikan. mentalitas. Artinya sanksi yang muncul lebih sebagai sanksi dari hati nurani atau masyarakat. non formal. dan sebagainya. Konflik vertikal misalnya antara si kuat dengan si lemah. ketaatan. maupun informal di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan Pancasila dapat diklasifikasikan dalam dua jalur utama. eksekutif. Pluralitas ini di satu pihak dapat merupakan potensi yang sangat besar dalam pembangunan bangsa. maka akan gagal. yaitu pelaksanaan objektif dan subjektif. antargolongan dan sebagainya. baik ditinjau dari suku. Jurang pemisah ini merupakan potensi bagi munculnya konflik. karena sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan Pancasila. kemampuan dan kebiasaan. agama.pemikiran akademis belum tentu dapat diterapkan dalam kebijakan politik kenegaraan. ras. Jalur pemikiran ini sangat terkait dengan jalur pelaksanaan. Data-data empiris menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang tersusun atas berbagai unsur yang sangat pluralistik. sebaliknya setiap kebijakan politik kenegaraan belum tentu memiliki validitas atau tingkat kesahihan yang tinggi jika diuji secara akademis. Menurut Notonagoro pelaksanaan Pancasila secara subjektif ini memegang peranan sangat penting. yang keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pelaksanaan Pancasila secara objektif sebagai Dasar Negara membawa implikasi wajib hukum. . Pelaksanaan objektif adalah pelaksanaan dalam bentuk realisasi nilai-nilai Pancasila pada setiap aspek penyelenggaraan negara. jika tidak dilaksanakan oleh para penyelenggara negara maka tidak akan ada artinya. Pelaksanaan subjektif.

Pasal-Pasal UUD 1945 tentang Warga Negara. Ketiga topik yang memprihatinkan itu antara lain: HAM. kalau perlu dicabut. Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok-pokok Pikiran dalam Pembukaan terutama pokok pikiran pertama. (1) seperti yang terdapat dalam penjelasan UUD 1945 tentang Pemerintahan Daerah yang mengakui kekhasan daerah. Paham universalisme menganggap HAM itu ukurannya bersifat . (2) Isu HAM selalu diangkat oleh media massa setiap bulan Desember sebagai peringatan diterimanya Piagam Hak Asasi Manusia oleh Sidang Umum PBB tanggal 10 Desember 1948. Kedua. sumber bahan Pancasila adalah di dalam tri prakara. Masalah HAM merupakan masalah yang kompleks. Implikasi dari paham ini adalah berbagai produk hukum dan perundangan yang tidak sejalan dengan pandangan ini perlu ditinjau kembali. HAM merupakan masalah yang sedang hangat dibicarakan. (3) Masalah HAM secara khusus kadang dikaitkan dengan hubungan bilateral antara negara donor dan penerima bantuan. Pancasila merupakan paham yang mengakui adanya pluralitas kenyataan. bahasa dan lain-lain. HAM sarat dengan masalah tarik ulur antara paham universalisme dan partikularisme. Isu HAM sering dijadikan alasan untuk penekanan secara ekonomis dan politis. Kedua. setidak-tidaknya ada tiga masalah utama yang harus dicermati dalam membahas masalah HAM. kebudayaan. baik pluralitas pemerintahan daerah. adat istiadat dan kebiasaan dalam kehidupan bernegara yang diterima oleh masyarakat. Dengan demikian eksistensi hak asasi manusia dipandang sebagai aksioma yang bersifat given. Keempat. (2) Penjelasan Pasal 32 UUD 1945 tentang puncakpuncak kebudayaan daerah dan penerimaan atas budaya asing yang sesuai dengan budaya Indonesia. Kesatuan tidak boleh menghilangkan pluralitas yang ada. antara lain: Pertama. Pengakuan terhadap keunikan dan kekhasan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia juga diakui. (3) penjelasan Pasal 36 tentang peng-hormatan terhadap bahasabahasa daerah. kerukunan. karena jika tidak akan membawa risiko sosial politik yang tinggi. adat istiadat. Dalam konteks ini pemikiran tentang toleransi. yang tanpa hak itu mustahil manusia hidup sebagaimana layaknya manusia. dalam arti kebenarannya seyogianya dapat dirasakan secara langsung dan tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut (Anhar Gonggong. demokratisasi dan pelestarian lingkungan hidup. para founding fathers negara Indonesia sangat menjunjung tinggi pluralitas yang ada di dalam bangsa Indonesia. dkk. Beberapa prinsip yang dapat digali dari Pancasila sebagai alternatif pemikiran dalam rangka menyelesaikan masalah SARA ini antara lain: Pertama. namun mencoba merangkumnya dalam satu wadah ke-indonesiaan.. PANCASILA DAN PERMASALAHAN HAM Hak asasi manusia menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. adalah hak yang melekat pada kemanusiaan. terutama tentang hak-hak menjadi warga negara. 1995: 60). sebaliknya pluralitas tidak boleh menghancurkan persatuan Indonesia. Kiranya dapat disimpulkan bahwa secara normatif. yaitu dari nilai-nilai keagamaan. Kedua. Ketiga. Sila ke-3 Pancasila secara eksplisit disebutkan “Persatuan Indonesia“. dan sebagainya idealnya digali dari nilai-nilai agama. karena (1) topik HAM merupakan salah satu di antara tiga masalah utama yang menjadi keprihatinan dunia. dan kebiasaan kehidupan bernegera yang diterima oleh masyarakat C. persatuan.Berbagai ketentuan normatif tersebut antara lain: Pertama.

yang melihat HAM dalam kaitannya dengan hak-hak kewarganegaraan. Hak atas kesejahteraan sosial (Pasal 27 ayat 2. Sementara paham partikularisme memandang bahwa setiap bangsa memiliki persepsi yang khas tentang HAM sesuai dengan latar belakang historis kulturalnya. karena terkait dengan bangsa atau negara tertentu. Pada bagian pandangan dan sikap bangsa Indonesia terhadap hak asasi manusia. sehingga tidak secara eksplisit menyebut Hak asasi manusia. Masalah HAM juga diatur dalam Ketetapan MPR No. Tap-Tap MPR dan Undang-undang. yaitu (1) tataran filosofis. antara lain: Hak atas kewarganegaraan (pasal 26 ayat 1. 5. 2). Catatan penting berkaitan dengan masalah HAM dalam UUD 1945. Tap MPR ini memuat Pandangan dan Sikap Bangsa Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia serta Piagam Hak Asasi Manusia. sehingga setiap bangsa dibenarkan memiliki ukuran dan kriteria tersendiri. landasan. sejarah. uraian lebih rinci dijabarkan dalam Batang Tubuh UUD 1945. berkumpul dan mengeluarkan pendapat (Pasal 28). namun mendelegasikan pengaturannya dalam bentuk Undangundang yang diserahkan kepada DPR dan Presiden. Ketiga. Pada bagian Piagam Hak Asasi Manusia terdiri dari pembukaan dan batang tubuh yang terdiri dari 10 bab 44 pasal Pada pasal-pasal Piagam HAM ini diatur secara eksplisit antara lain: 1. antara lain: pertama. 7.universal diterapkan di semua penjuru dunia. pendekatan dan substansi. 3. yang melihat HAM sebagai prinsip moral umum dan berlaku universal karena menyangkut ciri kemanusiaan yang paling asasi. (3) tataran kebijakan praktis sifatnya sangat partikular karena memperhatikan situasi dan kondisi yang sifatnya insidental. Ada tiga tataran diskusi tentang HAM. terdiri dari pendahuluan. 4. Hak atas pendidikan (Pasal 31 ayat 1. UUD 1945 dibuat sebelum dikeluarkannya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948. Pasal 33 ayat 3. Hak atas kebebasan berserikat. (2) tataran ideologis. namun yang disebut-sebut adalah hak-hak warga negara. Pandangan bangsa Indonesia tentang Hak asasi manusia dapat ditinjau dapat dilacak dalam Pembukaan UUD 1945. 8. Pasal 34). Hak asasi manusia dalam Pembukaan UUD 1945 masih bersifat sangat umum. 6. 9. Hak atas kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat 1). Batang Tubuh UUD 1945. Hak untuk hidup Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan Hak mengembangkan diri Hak keadilan Hak kemerdekaan Hak atas kebebasan informasi Hak keamanan Hak kesejahteraan Kewajiban menghormati hak orang lain dan kewajiban membela negara . 2). sifatnya partikular. 2. Kedua. Mengingat UUD 1945 tidak mengatur ketentuan HAM sebanyak pengaturan konstitusi RIS dan UUDS 1950. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Hak kebebasan beragama (Pasal 29 ayat 2). serta pemahaman hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia.

Kolusi.10. menjunjung tinggi kebersamaan. Roda kegiatan ekonomi bangsa digerakkan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi. yang memiliki unsur jiwa-raga. dan landasan operasionalnya GBHN sering disebut Sistem Ekonomi Pancasila. konsumen. 3. dan menitikberatkan pada kemakmuran masyarakat bukan kemakmuran individu. sosial. Demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. baik antargolongan. Pertumbuhan ekonomi yang telah terjadi pada masa Orba ternyata tidak berkelanjutan karena terjadinya berbagai ketimpangan ekonomi yang besar. ketidak. dan Nepotisme oleh para penyelenggara negara Sistem ekonomi Indonesia yang mendasarkan diri pada filsafat Pancasila serta konstitusi UUD 1945. dan akhirnya krisis kepercayaan pada segenap sektor tidak hanya ekonomi. dan lainlain.merataan ekonomi. Sistem demikian tidak mengenal eksploitasi manusia atas manusia. kekeluargaan. 2. Hak perlindungan dan pemajuan. antara daerah. Krisis ini semula berawal dari perubahan kurs dolar yang begitu tinggi. tidak semata-mata mengejar materi. hanya melalui partisipasi daerah secara aktif aturan main keadilan ekonomi dapat berjalan selanjutnya menghasilkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Seluruh pelaku ekonomi yaitu produsen. pasal 33 yang mengandung ajaran bahwa : 1. Korupsi. 5. Perekono-mian nasional yang amat luas terus-menerus diupayakan adanya keseimbangan antara perencanaan nasional dengan peningkatan desentralisasi serta otonomi daerah. . yang juga dipicu dengan maraknya praktek monopoli. Seluruh warga masyarakat bertekad untuk mewujudkan kemerataan sosial yaitu tidak membiarkan adanya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial. dan antara sektor akhirnya melahirkan krisis ekonomi. 4. sebagai makhluk individu-sosial. mencerminkan hakikat kemusiaan. dan kemitraan. mengutamakan hajat hidup rakyat banyak. dan pemerintah selalu bersemangat nasionalistik. Koperasi dan bekerja secara kooperatif selalu menjiwai pelaku ekonomi warga masyarakat. dan moral. yaitu dalam setiap putusan-putusan ekonominya menomorsatukan tujuan terwujud-nya perekonomian nasional yang kuat dan tangguh. kemudian menjalar ke krisis ekonomi. Kegagalan ekonomi ini disebabkan antara lain oleh tidak diterapkannya prinsip-prinsip ekonomi dalam kelembagaan. Prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam Sistem Ekonomi Pancasila antara lain: mengenal etik dan moral agama. sebagai makhluk Tuhan-pribadi mandiri. Catatan penting tentang ketetapan MPR tentang HAM ini adalah Tap ini merupakan upaya penjabaran lebih lanjut tentang HAM yang bersumber pada UUD 1945 dengan mempertimbangkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sistem ekonomi Pancasila dibangun di atas landasan konstitusional UUD 1945.