Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. tidak disebutkan secara khusus. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Lempeng Tektonik. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. iii . sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. dan bukan hanya satu ombak yang besar. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. dan Saran 1. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. Gempa Bumi. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. Tsunami. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. Kesimpulan. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). dan Tsunami Samudera Hindia 2. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. Thailand Pasca-Tsunami 6. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. Gempa Bumi.

.

dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. Steve Clarke. David Souter. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. Joanna Ruxton.gcrmn. AIMS. Wendy Ellery. WorldFish Center.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. dan Olaf Linden. David Garnett. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. Jamie Oliver.The World Conservation Union. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). World Bank. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS.org.org dan www. IUCN .terima kasih. IOC . Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. nasehat. the Convention on Biological Diversity. United Nations Environment Programme (UNEP). Tidak semua bahan referensi disertakan. dan ICRI Secretariat. dan Kenji Satake. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center.terima kasih. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA). Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. WWF International. www. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. David Obura. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. Cherchinda Chotiyaputta. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Marco Noordeloos. the United Nations Environment Programme (UNEP). namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. Madeleine Nowak. dan Tim Simmonds. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. IUCN – The World Conservation Union.UNESCO. Viacheslav Gusiakov. Maitee Duangsawadi. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. Kementerian v . Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. the Australian Agency for International Development (AusAID). terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam.reefbase.

dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. yang sering kali secara sukarela. vi . kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. Melalui bantuan mereka.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang.

CRC Reef . Townsville Australia Nature Conservation Bureau. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. Los Angeles Reef Base. Washington DC. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation. vii .International Marine Project Activities Centre Ltd. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. Swedia. dan GPA Coordination Office. dan Sri Lanka. US Department of State. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. Silver Springs Maryland USA AusAID . Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. WorldFish Center. The Hague. Tokyo.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. World Resources Institute. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. Ministry of the Environment. Silver Springs. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration.

.

serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. Maladewa.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. dan Sri Lanka. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. Namun demikian. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. Di Thailand. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. Indonesia. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. Dalam beberapa menit saja. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. contohnya. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. halaman 19). masyarakat yang menjadi korban jiwa. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. dan juga media.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. internasional. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah.S. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . Thailand. Disamping itu. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. Dalam buku ini. sayangnya. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional.

UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. Lembaga bantuan luar negeri Australia. dan U. konsultasi.5 juta kepada Thailand. Sri Lanka. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. US$ 12. Trade and Development Authority. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami. Pada bulan Februari 2005. dan menjalankan pilot projects. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. dan Thailand. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. US$ 16 juta kepada Sri Lanka. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. Disamping bantuan dana. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). dan US$ 2. Forest Service. pembentukan jaringan.S. Maladewa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman.S. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. pengembangan kapasitas (capacity building). AusAID. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. Mesir. Disamping itu. Konferensi ini 2 . Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. Hal yang cukup penting. Untuk membantu pemulihan masyarakat. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo. U.S. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Segera setelah terjadi tsunami. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. Geological Survey. telah memandu proses pemulihan. termasuk dari segi lingkungan. U. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh.

Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. pada tahun 2006. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia.unepwcmc. menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. Setelah itu. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan.org/resources/PDFs/In_the_front_line. IUCN mendirikan kantong dana 3 . Sebagai suatu bentuk dukungan. Sebagai tanggapan langsung.gpa. Laut Mediterania dan sekitarnya. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. lembaga pertahanan sipil. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. Upaya tersebut. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. Laut Atlantik bagian timur laut. Di tahun 2005. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut.unep.pdf). Thailand. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. IUCN. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. atau Persatuan Konservasi Dunia. Sementara itu. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. dan mitigasi dampak bencana. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat.org/tsunami/). dan juga buku ini. pemulihan.

merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. harapan. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). dengan mendata kerusakan ekologis. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. Dari sebuah bencana. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Dengan peranan tersebut. di Indonesia. Reef Check. ICRI meminta kepada GCRMN. ReefBase. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. ReefBase di WorldFish Center. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. Jaringan WWF. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. dengan bantuan dari donor-donor setia. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. banjir. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. ReefCheck. 4 . pemerintahan dan LSM. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai.

Sekretaris Eksekutif. Kepala. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. Direktur Program. GCRMN Management Group Chris Hails. Ketua bersama. Kepala. WWF International Patricio Bernal. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. Global Marine Programme.The World Conservation Union & Chair. Regional Seas.Palau. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. 5 .Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. IUCN. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Australia Veerle Vanderwerd. Teresa Gambaro.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

dan Sri Lanka. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. dan perubahan iklim. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. Setelah tsunami terjadi. penebangan hutan. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. Thailand. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. DAVID SOUTER. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak.RINGKASAN EKSEKUTIF. Kepulauan Andaman dan Nikobar. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. Namun demikian. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. seperti penangkapan berlebih. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. KESIMPULAN. 7 . namun demikian. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula.

Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. 1. terutama saran-saranya. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D.3.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara.000 sampai 289. sektor industri primer dan sekunder. terdapat kekhawatiran di masyarakat. ilmuwan. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. seperti di Propinsi Aceh. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan.15 sampai 9. yang dibantu oleh lembaga PBB. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan.000 manusia kehilangan nyawa. Gempa bumi ini. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. dibanyak tempat. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. Menyusul bencana ini. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. di lepas pantai Sumatra. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang.C. yang berkekuatan antara 9. ReefBase. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. Indonesia. LSM. pemerintah. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. 8 . sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi.

Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). sehingga tinggi gelombang meningkat. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. sementara jika gelombang tersebut 9 . Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami.. dan ke arah barat menuju India. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. sementara energi yang hilang hanya sedikit.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. akan terjadi efek magnifikasi. Oleh sebab itu. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. Oleh sebab itu. sehingga ombak yang muncul lebih besar. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra.Ringkasan Eksekutif.

sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. serta peningkatan kadar keasaman air laut. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. badai tropis. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. dan memindahkan karang dan patahan karang. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. akan saling meredam. pencemaran sedimen dan nutrien. menghantam. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. Sebaliknya. Di semua negara di Samudera Hindia. seperti di Sri Lanka. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. wabah predator. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. Sebuah gempa berkekuatan 8. di sepanjang pesisir Sumatra. Namun. atau diperparah oleh faktor lainnya. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. praktik perikanan yang merusak. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. dekat Pulau Nias. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. Sumatra dan Kepulauan Andaman). DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. dan juga gunung berapi. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. dan penyakit. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. tidak berulang. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. Disamping itu. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. pemasukan air tawar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. Di kebanyakan negara. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah.

250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. Di sebagian besar wilayah tersebut. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. dan Aceh Jaya. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti.395 korban jiwa dengan 2. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. tak lama setelah tsunami 11 . Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak.000 sampai 220.000. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m.4 juta. yang mungkin mencapai 85. Aceh Besar. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. masih kurang. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia.Ringkasan Eksekutif. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. namun demikian. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. Namun terdapat 68 korban jiwa. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. mematahkan atau memindahkan terumbu. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. bersamaan dengan mangrove yang luas. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur.932 tercatat hilang. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami.000 hektar. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan.000 rumah lenyap. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. Angka kematian resmi sebanyak 5.

Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. Kapparatota/Weligama. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. lebih dari 35% PDB nasional. namun data mengenai ini hanya sedikit. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. Namun demikian. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. vegetasi pantai. Di wilayah lainnya. jalanan. Kudawella. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. pantai. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. dan jembatan. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. Unawatuna. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). Polhena. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. namun tidak merata. dan Hikkaduwa. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). meskipun terdapat 61 korban jiwa.

Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. dan La Digue. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. Tanzania (3) dan Kenya (1). meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia.Ringkasan Eksekutif. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. 13 . Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. sistem pengumuman kepada masyarakat. badai tropis. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. radio dan televisi. bentuk bathimetri setempat. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. Yaman dan Socotra (1). mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). Praslin. Cargados Carajas. lepas pantai Sumatra. Kesimpulan dan Saran Mahé. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. mengalami kerusakan. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa.

terumbu karang. termasuk pengelolaan perikanan. Namun demikian. belum terbuktikan. dan mangrove dari puing-puing. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. limbah minyak. hutan pantai. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. dengan memastikan pembuangan sampah padat. bakau. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. dan hamparan pasir. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. pemantauan sosial ekonomi. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. mahal. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. Sama halnya dengan mangrove. Thailand. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. dan pestisida yang tepat. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang.

terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya.Ringkasan Eksekutif. Pada beberapa negara. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. dan penangkapan yang berlebih. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. dan kenaikkan permukaan laut. seperti tsunami Samudera Hindia. 15 . Oleh karena itu. pencemaran nutrien. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. dimanapun hal ini dimungkinkan. tsunami. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. dan pengendalian praktik-praktik merusak. Namun demikian. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. namun demikian. meski pun hal ini ilegal. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai.

ikan budidaya.choo@cgiar. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. p. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. maupun terluka. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. menjual dan mengolah ikan. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. Setelah tsunami menimpa. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. dan ekonomi. politik. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. 16 . Dalam hampir semua kasus. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. Dalam hal ini. Selain tugas-tugas utama mereka. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. muda. menghancurkan kapal dan alat tangkap. membersihkan dan memperbaiki jaring. dan tanaman di kebun. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. Oleh karena itu. Disamping itu. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. Dalam masyarakat seperti ini. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. dan keluarga. budaya.org). Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. Meskipun demikian. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. WorldFish Center. serta mengurus hewan ternak.

dukungan pendanaan dan logistik. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. lembaga penelitian. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman.Ringkasan Eksekutif. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan. dan universitas. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. 17 . namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. sehingga sumber daya ini terus menurun.

Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. 18 . Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. sistem data. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. terutama terumbu karang dan mangrove. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan.

retakan menjalar ke utara sepanjang 1. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. 1. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. LEMPENG TEKTONIK. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. DAVID SOUTER. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. lebih dari 230. Dampak 19 .500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. GEMPA BUMI.15 – 9. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang.000 orang mati. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton.1.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. teluk. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. pulau. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra. menyengsarakan industri primer dan sekunder. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. atau estuaria dan meningkat tingginya. memindahkan massa air laut secara besar-besaran. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan.

Namun.earthquake. Sumatra. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak.usgs. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan. artinya pelabuhan dan nami.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta. Thailand 1. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. bahkan sering kurang dari satu meter. atau dampak hantaman meteor yang besar.947o BT 30 km (18. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. longsor. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. Indonesia 1.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. letusan gunung berapi.gov) Skala Tanggal Waktu 9. 20 . Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. 95. Biasanya. Jawa. yang merupakan gelombang normal di laut. Saat tsunami mendekati perairan dangkal.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. waktu lokal di episentrum) 3.15 – 9. Secara kontras. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . Sumatra. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal.307o LU.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin.Andaman.

tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Sehingga. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan dari sumber yang tak terasakan. Terlepas dari segala kerumitan ini. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. Lempeng Tektonik. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. Namun demikian. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra.Gempa Bumi. batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. dimana Sumatra terletak. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. tak terlihat.

gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus. dan mencapai ketinggian sekitar 2.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. 1993). Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. halaman 38). Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. dan hal yang sama terjadi lagi. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. Teluk Bengal. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. …” (H. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). Pengutip Bea Cukai di Mahe. seperti juga tsunami tahun 2004. 22 . 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. Estridge. Tsunami ini menelan 36. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. Seychelles. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. Sebelum tahun 2004.W. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. Gelombang kemudian kembali lagi.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia.

Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. titik penyatuan sementara terputus. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. Sumatera Sebelum Gempabumi b. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. 23 . Namun. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini.Gempa Bumi. lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). Di kedalaman kurang dari 30 km. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. Gempa Bumi c. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. Lempeng Tektonik. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. karena adanya kekuatan friksional. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. sehingga menyebabkan tsunami. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). 75% menghasilkan tsunami. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan.

Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. Bagaimanapun juga. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia.640 kilometer per jam). Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. utara Thailand. ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. dan Maladewa. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. ‘Atol mikro’ Porites. dan ada juga pengangkatan 24 . sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati.4 kilometer per detik (8. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi.

dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. 25 . Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. terutama di bagian yang lebih selatan. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal.5 m di Nikobar Besar). Lempeng Tektonik. yang melemah di utara.Gempa Bumi. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur.300 km pada 3 tingkatan (elips). dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul).5 m (foto di sampul). Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1.

yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma. Kanpur.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. Jain dan Javed Malik. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K.5. Institut Teknologi India. Namun.0. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. beberapa pulau tenggelam secara permanen. di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas). dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan.0 – 8. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). 26 .

Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut.30. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami.1 8. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi. Sehingga. tidak seperti gempa Desember 2004. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah.000 > 400 > 900 8.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut.15 – 9. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9.000 7. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa. Andaman 7.5 7. sebagai contoh. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya.5 7. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. Salah satu penyebabnya adalah.Gempa Bumi. Lempeng Tektonik.7 – 9. saat gempa besar lain (kekuatan 8. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue.7 8.3 – 8. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini.7 8. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005.3 7.2 7.2 8.000 jiwa di Pulau Nias.4 >300 27 .6 9.3 15 30 13 48 200 > 230. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya.6 7. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1.9 7 1 35 > 36.

Namun demikian. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. dengan ketinggian melebihi 30 m.500 km dari tsunami.5 m teramati di Afrika Selatan.5 – 2 jam setelah gempa. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. terdekat dengan episentrum gempa. Sehingga. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. gelombang setinggi 1. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. Lebih jauh lagi. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. Sehingga. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. Di Sri Lanka. Sebagai contoh. 8. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia.

100. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. Jepang) 29 . gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand.Gempa Bumi. lepas barat laut Sumatra. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. 150. dan 200 setelah gempa. Tsukuba. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. Lempeng Tektonik. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50.

Mudah-mudahan saja. Rusia di Samudera Pasifik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Kanada di Samudera Atlantik. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. ©2005). dan sampai ke Antartika. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. Nova Scotia. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. kelurahan. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. yaitu mangrove dan terumbu karang. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 .

J Park et al. Australia. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. Lempeng Tektonik. di sepanjang bagian zona subduksi ini. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia.au. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. PENINJAU David Garnett. Geoscience Australia. Namun. Canberra. KONTAK PENULIS Phil Cummins. Issue 77. and M West et al. AUSGEO news. Cummins P. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005.500 km Busur Sunda-Andaman. B04306. dan mencegah orang terseret ke laut. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. 31 . kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. Kenji Satake. Sieh K. Nature. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Bernard Salvat.gov. 109: B4. Townsville. Ward S.Cummins@ga. Hilman Natawidjaja D. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan.Gempa Bumi..Goldberg@impac. Kerry Sieh. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. Viacheslav Gusiakov. T Lay et al. Karena itu. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. Edwards RL. doi:10.. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang.1029/2003JB002398. R Bilham. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka. Jeremy Goldberg. S Stein. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. Journal of Geophysical Research.au. Sarah Gotheil. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember. Phil. David Tappin.org. Australia. et al. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). International Marine Project Activities Centre. Myanmar mungkin saja terjadi. Jeremy. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. adalah kecil.. Sebagai contoh. dan Kristian Teleki. and EA Okal. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.

http:// pubs. http://geology.uk/tsunami-risks. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics.ac.usgs. http://neic.html.en.org/wiki/Tsunami.com.wikipedia. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .gov. www.nerc-bas.earthquake.gov/publications/text/dynamic. www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ. et al. 309: 20452048. Science.gov. Wikipedia. National Earthquake Information Center.usgs. www. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami. Titov V.usgs. National Environment Research Council. Edisi Online. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.

GEMPA BUMI. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik.2. Namun pada kenyataannya. TSUNAMI. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Namun. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. Pada kenyataannya.000 orang. DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah.

dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Karang-karang besar yang berat. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. karang bercabang. Namun. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. dan Sri Lanka. hamparan rumput laut. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. biasanya lebih tinggi dari 10 m. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Thailand. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. Kiribati. Nampaknya. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. Pada gilirannya. dan Tuvalu).

Sementara itu. Referensi: Baird AH. 15: 1926-1930. Tanpa karang: 22. Pada gilirannya. Tamil Nadu. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak. petani. Antara tahun 1980 hingga 2000. Sebuah makalah oleh Lui et al.05).06 ± 1. Sebagai perbandingan. Namun. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. Current Biology.232. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. 308: 1595. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Liu PL-F. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. termasuk juga perlindungan dari gelombang. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. n = 12. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. Science.gov/news/reports. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. Hal ini sangat penting. p = 0. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . 14 = -2. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. dan sembilan narasumber (2005).html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian.wr. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut.23.65. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. dan delapan narasumber lain (2005). India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. Ditakutkan. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami.043).usgs.7 hingga 4. n = 4. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir.6 ± 3. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami.2 juta hektar). Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. Namun.Gempa Bumi. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. Tsunami. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya. hancur total. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Tanpa perbandingan tersebut. t (0.

walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. India menanam 80. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. dan pohon-pohon lain. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. dan hantaman meteor. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. gunung-gunung api. serta tekanan-tekanan biologis. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. gempa bumi. Marimathu. namun tidak dapat melihatnya. 36 .uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. 310: 643). pemasukan air tawar. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis.stm). Selama 8.244 anakan pohon. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. dan peternakan. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. serta menghadapi badai-badai tropis. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. Tamil Nadu. jalan. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat.. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record). Jadi. mereka dapat mendengar deburan gelombang. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. Saya berhasil lari ke tempat aman. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman.bbc. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. tapi tempat tersebut juga tergenangi air. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya.000 tahun sejak abad es yang terakhir. Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah.” kata bapak tersebut. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan.. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia.co. pohon kelapa. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news.

hingga ke Phillipina dan Jepang. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip.Gempa Bumi. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. Namun. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. Vanuatu. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. walaupun sering juga parah. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar.000 tahun. hancur dan jatuh ke bawah tubir. Di sana.000 tahun yang lalu. Reunion. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. Gunung-gunung api yang melepaskan lava.com). Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. misalnya Hawaii. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. letusan gunung berapi. gempa bumi. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin. Solomon. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. www.newsday. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. 37 . Sebagai contoh. dilaporkan dalam Associated Press. Seperti halnya Maladewa. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. Papua Nugini. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. Tsunami.000 hingga 12. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley.000 hingga 600. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. Kep. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai.

terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). taifun. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. Sekali lagi. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. Namun. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Namun. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. Kerusakan biasanya terlokalisir. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai.

“Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. laut sangat dingin. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu. teripang. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut.Gempa Bumi. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. kedalaman sekitar 4. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. Pada umumnya. lima bulan setelah gempa bumi. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. krustasea. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. www. “Tapi. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. karang. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. tanpa kehidupan. Dalam lima tahun berikutnya. bintang mengular. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi.” Profesor O’Dor melanjutkan. oleh kegiatan manusia. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. Tsunami. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. Namun hal itu tidak terjadi. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. Di kedalaman ini. spons.” ujarnya. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. dan cacing. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. atau diperparah. Belum pernah ada preseden seperti ini.000 m. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. 39 . atau disebabkan. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang.coml. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem.org). namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami. Dalam dekade terakhir.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. Helen Fox. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. serta tidak memadainya kepemimpinan. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. dan kemauan politik. dana. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. dan Kristian Teleki. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi.Gempa Bumi. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. yang memang terjadi secara tidak rutin. Sebagai contoh. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. Namun. Bernard Salvat. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. kesadaran. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. ancaman perubahan global. Nicola Doss. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. dari sudut pandang terumbu karang. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . Tsunami. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. Selain itu. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. Sehingga.

Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. Australia. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B.) Status of coral reefs of the World: 2004. Townsville. dalam persiapan. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Dalam: Wilkinson C (ed. Queensland. (disusun oleh UNEP GRID). 7-50. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. pp. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. 44 . Natural Hazards. Wilkinson C (2004) Executive Summary.

000 hingga 58.000 rumah hancur atau rusak. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih.3. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. Pada akhirnya. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. polusi. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. budidaya air. perikanan. GIORGIO BAVESTRELLO. tanggul-tanggul pencegah banjir. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. Pemecah ombak. CARLO CERRANO.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). saluran-saluran irigasi. SILVIA PINCA.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. ZEEHAN JAAFAR. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. di bagian utara Sumatra.1 milyar. dan lebih dari 250. Lebih dari 120. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 .000 orang meninggal atau hilang. total kerugian melebihi US$ 4.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. AYU DESTARI. NISHAN PERERA. dan pembangunan yang tidak lestari. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. BOB FOSTER. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. maka 42. IVAN SILABAN. GERRY ALLEN. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. Sektor-sektor pertanian. lebih dari 500. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72. ANNELISE HAGAN. IBNU HAZAM. walau sebagian lagi rusak total. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. YAN MANUPUTTY.000 orang kehilangan rumah mereka.

dan dermaga mengalami kerusakan parah. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh.000 rumah hancur atau rusak. Pemecah ombak. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. Di bagian barat pulau Sumatra. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. atau mengalami trauma lainnya.1 juta. banjir kanal. lebih dari 500. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana.000 manusia kehilangan rumah tinggal. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. mata pencaharian. teman. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. penyu sisik. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. Sekitar 750. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra. dan Aceh Jaya. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. dan lebih dari 250. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. Aceh Besar.000 jiwa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. 40 km dari episentrum.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami.

pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. Aceh. laporan menyeluruh di www. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. Kami tidak dapat melakukan apapun. menghitung waktu di antara getaran. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang.php) 47 . Dengan 340 situs pemantauan awal. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. gempa mereda.com. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. Dari teras rumah. Kami melompat ke dalam mobil. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. jauh dari pepohonan. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras.500 pulau di Kepulauan Nusantara. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. kemudian lari ke rerumputan. diperkirakan sekitar 500. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. hampir semua rumah hancur. Menjelang pertengahan tahun 2005. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. sedimen. kontaminasi air tanah. melalui pepohonan. Istri saya kehilangan ibunya. Kami keluar masuk rumah. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya.edu.sifr. wavelines@hotmail. hampir dua kali lipat kondisi awal. dua orang saudaranya. Sejak 1994. Saya sadar. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. mereka sudah sangat dekat dengan maut. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. Tak satupun tertinggal.jcu. dari laut.au/ahb/dave. Setelah sekitar 20 menit. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. seperti kendaraan. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. Setelah sekitar 4 menit. pepohonan. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. Sementara perhatian saya terfokus ke depan.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. Getaran itu kembali lagi secara periodik. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. Para wanita berdoa kepada Allah. infrastruktur pesisir.500 ha) berada dalam kawasan bencana.

dari BAPPENAS 2005). Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.2 89.4 636. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).5 166.740.9 21.1 1.9 562.0 154. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.6 1.6 257. juga telah menghancurkan terumbu karang.1 13.132.2 1.3 132.1 14.4 550.1 224.182.2 325.6 1.6 9.1 128. Project Wallacea di Wakatobi. The Nature Conservancy di Komodo. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia.8 17. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia. Departemen Kehutanan.4 91.1 Indonesia.461.437.7 89.1 89. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.0 23.7 119.9 548.4 Umum 300.6 652.5 428.9 29. Saat ini.4 240. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.7 1. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.7 508.2 66.9 1.1 3.9 0. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.9 101.9 3.1 18. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.9 165.5 17.4 1.9 83.0 394.1 50. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.9 67.8 370.920.8 38.8 510.9 409.8 82.5 89. yang jelas teramati sebelum tsunami.4 2.6 Fasilitas Pribadi 1.9 11.0 990.1 830.674.1 29.8 145. Penangkapan ikan yang merusak.2 140.4 68.1 14.8 67.9 446.4 280.408.6 132.5 89.4 89.9 83.8 8.0 2.8 221.1 28.9 2.440.8 535. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.1 351.4 9.531.6 154.0 4.451. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.398.5 18.5 83.0 194. 48 .4 Kehilangan 65.4 876.6 83.3 110.0 390. Kementrian Lingkungan Hidup.1 14.8 26.2 Total 1.

Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. buaya muara. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. Namun demikian.4 juta. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. mengalami lebih banyak kerusakan. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . berubah menjadi pecahan karang. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. ikan. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. kepiting. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. Di kawasan semacam ini. mengalami kehancuran yang paling parah. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat. 20 km di selatan Tapak Tuan. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. serta banyak jenis burung. Sebelum tsunami.10 m. hanya mengalami kerusakan kecil. bebatuan. serta penyu sisik dan penyu belimbing. atau terlempar ke bagian lain terumbu. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. terkubur. karang. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. dan sisa pohon-pohon mangrove. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. Banyak koloninya yang terbalik. Namun. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah.

000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. dan beberapa pulau kecil). Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. termasuk tiga jenis penyu. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. Pulau Nasi. Terumbu karang. C. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir.000 ha mangrove telah rusak. C. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. Sekalipun demikian.3 juta akibat tsunami. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. dan banyak pohon. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. triangulum. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. ornatissimus. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. 50 . dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. Akibat gempa tersebut. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. Namun demikian. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. trifascialis. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. Pulau Batee. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. padang lamun. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. C. C. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). duyung. Pulau Teunom. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah.

Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. Sementara itu. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami. Namun. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu.baird@jcu. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’.au). 51 . Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird.edu. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. andrew. Dimana kegiatan perikanan terkendali. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total. tutupan karang hidupnya pun tinggi. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh.

kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh. Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang). 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja.id/) 52 Persentase terumbu (%) . 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). 7 = Porites. 6 = Faviidae. Sekalipun demikian. 2 = menjari. 9 = Scleractinia lain. 4 = meja bercabang.or.coremap. 3 = bercabang.

Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. Pidie.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. seperti pertanian. melibatkan sekitar 42. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan. Para korban yang selamat.9 juta. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. Walaupun bantuan tersebut sukses.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. pupuk. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi.900 orang. Aceh Jaya.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. Sebanyak sekitar 1. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. merusak lebih dari 40. Budidaya air: Sebelum tsunami.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur.000 14. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es.823 < 500 17. Nagan Raya and Simeulue. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005).000 – 48. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. FAO memasok benih. Aceh Besar.000 – 58. perikanan tangkap. Lebih dari 80.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius.000 nelayan dan keluarganya. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang. lembagalembaga pemerintahan.000 26. bendungan. Aceh Barat. dan industri kecil. dan traktor untuk 8. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27. 53 .

Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. 430 LSM lokal. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. 54 . UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. berbagai sekolah. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. Sebagai contoh. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. Namun. serta sistem sanitasi. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. kualitas air. 110 jembatan.000 orang. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. pasar-pasar. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005).3% pendapatan daerah. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional.

serta perekonomian.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. Ada banyak juwana. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. pemantauan yang terus menerus. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. Secara relatif. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. kualitas air yang rendah. berikut masyarakat yang tergantung padanya. dari 5. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. kemasyarakatan. penangkapan ikan yang berlebih. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. pengelolaan wilayah pesisir. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. dapat terus hidup 55 .org. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. sebagaimana teramati dalam survei. Foster et al. rcinfo@reefcheck. masih ada setelah tsunami berakhir. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. seperti penangkapan ikan yang berlebihan. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. Namun. Reef Check. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. 2006). Namun. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Lebih dari sebelumnya. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang.

Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). 56 . dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. Scaridae.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. sistem pengelolaan data. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. serta konservasi terumbu karang. batu.

Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. (www.org/ tsunami/tsunami_rpt. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah. Wildlife Conservation Society .wetlands.usaid. walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat. Petani tua ini kehilangan 1. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai. Wetlands International-Indonesia Programme (2005). Associated Press). Sri Lanka. Namun. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. UNEP (2005). Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah. Hidup masihlah sulit. rusak karena tsunami. Joanna Ruxton.or.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. (www. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. FAO (2005).gov/id/). Sebagai ayah dari 8 anak. Para petani berkata bahwa sayur-mayur.000 jiwa korban tsunami hingga 2006.asp). Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami.neaq. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. Pada awalnya. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. Lagipula. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan.id/ tsunami/tsu-index. (www. kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). Namun. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut. (www. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang.org/temp/tsunami_report. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu.unep. sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya.Indonesia Program (2005). USAID (2005). India. 66.fao.org/tsunami/).asp). Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. (www.pdf). Namun kini. (www. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya.htm). para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka.000 tanaman coklat. 57 . Pada awalnya.reefbase. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Maladewa. “Tapi kita tidak boleh patah semangat. Namun. Kristian Teleki. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia.” ujar Yacob. kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah.org/ tsunami. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan. dan Stuart Campbell. kacang-kacangan.

struktur populasi ikan karang. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4.campbell@wcsip. 14 bulan setelah tsunami. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. Acanthuridae. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. dan Chaetodontidae. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami.org). Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. Survei tahun 2006. ketersediaan habitat. 2006 dalam persiapan. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. (Sumber: Campbell et al. baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. serta hidrodinamika lokal. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. kedekatan jarak dengan terumbu lain. 58 . Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. Hubungi: s. perlindungan terhadap penangkapan. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. Universitas Syiah Kuala. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang.9 karang muda/ m2). menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia.

the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Indonesia. Corso. Reef Check Foundation.The World Conservation Union. Jakarta 12110.bavestrello@univpm.com. UNESCO Office Jakarta. Hagan A. 59 . WorldFish Center. Fax: +62 361 286 383. 99 pp. ayudestari@yahoo. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Nishan Perera. Samek JH. Campbell SJ. Indonesia. JI. Jan Henning Steffen. USA. et al. IUCN .id). Università Politecnica delle Marche. Kebayoran Baru. 1.org. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. e-mail: jakarta@unesco. dan Yunaldi Yahya. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. Consultative Group on Indonesia. Pengembak no. Yan Manuputty. Telepon: +62 21 7399 818.org.it. Current Biology. Aceh Province. Oliver J.go. Gerry Allen. Skole DL.unige. Reef Check Indonesia. 16 pp. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. Indonesia. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Galuh (II) No.5. Ayu Destari. Perera N. nanengsetiasih@yahoo. California. Wasistini Baitoningsih. Fisheries Diving Club. Carlo Cerrano. Bogor Agricultural University. the December 26. 2004 Natural Disaster. Telepon: +62 361 285 297. Ivan Silaban. Anisa Budiayu. Fax: +62 21 7279 6489. GCRMN. 80228. Università di Genova. g. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. Baird AH. Indonesia.org. cerrano@dipteris.com. Annelise Hagan. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. Anggoro AW. Pulau Weh. tropical_reef@bigpond. scip1157@nus. 32 pp. Ardiwijaya RL. (Daftar penulis menurut abjad. et al.) ACUAN Allen GR.bappenas.com. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. (www. Reef Check Foundation. Center for Global Change and Earth Observations. College of Marshall Islands. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. National University of Singapore. abh28@cam.ac. 15: 1926-1930. Pacific Palisades.it. Silvia Pinca. Giorgio Bavestrello. Bali. Ibnu Hazam. Tun K. Gunawan CA. Foster R.sg. bob@reefcheck.edu. Jl. Sumatra. Bob Foster. Zeehan Jaafar. nsh@iucnsl. Sanur.com.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. milviapin@yahoo.uk.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

desa nelayan di pesisir. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata.4. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang.15 siang tanggal 26 Desember 2004. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. 3. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi. tempat tinggal sementara. dan pertokoan rusak. jetty. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar.24 juta. dan Selangor.626 kapal nelayan (setara US$ 7. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. Kedah.5 juta) hilang atau rusak. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan.721 nelayan terkena dampak secara langsung. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. Perak. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. 61 . dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. Kedah Perak. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. jembatan. Propinsi Perlis. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya.

Oleh karena itu. 62 . Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. dan transportasi. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. sektor telekomunikasi. 12 di Kedah. saluran air. dan bandar udara tidak terpengaruh. jalanan. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. 3 di Perak dan 1 di Selangor. yang mencegah evakuasi cepat. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. persediaan air. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). Kedah. 52 di Penang. Rel kereta api.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

org/Tsunami. dan Kristian Teleki.com. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Penang and Langkawi Islands. Kevin Hiew. Malaysia.seri. Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. Affendi YA. Lim WS (2005). Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. NAGA. (2005). dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). (www. Malaysia.edu. Issue 1: 1-10. isi makalah oleh: Alias AH.metu. Mohd Nizam Basiron.pdf).pdf). Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas.asp. 1 & 2: 23-25. WorldFish Center (2005). Abd Wahab AK (2005). A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. Lee Yoke Lee. WorldFish Center. Coral Cay Conservation.ce. 28 No. Abdul Latif F. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. 2004. et al. 66 . k. PO Box 500 GPO. lembaga pemerintah.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. Penang Economic Monthly.streaminitiative. Ali M (Eds.org dan y. 1 & 2: 17-22. Lee YL. Abdullah SZ. Penang.www.yusuf@cgiar. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia.edu. Peninsular Malaysia. (http:// yalciner. NAGA. Report on December 26. Field Survey on July 09-10. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia.org/pdf/MalaysiaMarch. Bakar P. Khor HT. 50603 Kuala Lumpur. University of Malaya.tun@cgiar. Universiti Malaya Maritime Research Institute. WorldFish Center Newsletter Vol. Veloo P (2005). Affendi Yang Amri.).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. Tajuddin BH. Malaysia. Impact of the tsunami on Penang’s economy.my. Siow R. Fisheries Research Institute. Harith H (2005) and Kua BC. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir. Ramly R. Joanna Ruxton. Arshad MA. Yalciner AC. WorldFish Center Newsletter Vol. Abdullah A. Yusuf YB. www. Ghazali NH. Latun AR. PENINJAU Choo Poh Sze. Ali M. 10670 Penang. David Garnett.pdf. affendi@um. 28 No.org. Volume 7. Indian Ocean Tsunami. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN. REFERENSI Chee PE.reefbase.my/EconBrief/EconBrief2005-01. 2005 North West of Malaysia. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat.

47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. 13% rusak parah.000 terluka.500 hektar lahan pertanian terendam air laut. lebih dari 5. 67 . 407 desa. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. terumbu karang tidak rusak parah. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN.000 ekor babi dan 7. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. dan lebih dari 2. Namun. 8 dermaga rusak parah. tambak. Secara umum. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. 4.600 unggas ternak hilang.5.395 dengan 2. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam.000 kapal nelayan hilang. lebih dari 8.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. Lebih dari 1. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan. keramba. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. MAITREE DUANGSAWASDI.932 lainnya dinyatakan hilang. THAMASAK YEEMIN. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. tidak lama setelah tsunami menimpa. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. SUCHAI WORACHANANANT. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. dan penetasan benur. beserta alat tangkap.

terutama mereka yang berasal dari Eropa. tepat 1. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. Phang Nga. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. 2. kemiringan. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). Phuket.932 orang masih hilang. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi.000 terluka. topografi. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir.40 dan 10. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. Trang. dan lebih dari 8. Krabi.30 pagi waktu setempat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004.395 korban jiwa. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. dan juga faktor-faktor buatan manusia. Laporan resmi mencatat 5. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. dan Satun. Tingkat kerusakan bervariasi. karena mereka tidak 68 . batimetri dasar laut di perairan lepas. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. Namun.

000 (4. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. 13% dalam kondisi baik. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. Secara besamaan. Chanthaburi dan Trad). Songkhla. sejumlah pemerintahan negara. dan garis pantai yang melebihi 2.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan.600 km. 300 pulau.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. ancaman daratan. Sebelum tsunami. sebanyak US$ 123. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. Contohnya. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan.950. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. Departemen Taman Nasional. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). Surathani. Chumporn. lamun. Nakhon Si Thammarat. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. Di Laut Andaman. dan kehidupan masyarakat. dan biota laut yang terancam punah. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. Pattani dan Narathiwat). 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). 33% dalam kondisi sedang. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. kebutuhan psikologis dan sosial. 69 . namun tidak untuk semua lokasi survei. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. Jumlah korban jiwa pasti. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. Dari dana ini. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. padang lamun. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan.

5 26. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori).9 29. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang.2 23.1 36. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.0 23.9 18. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand.6 34.7 4. Secara keseluruhan. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan.5 1. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.7 31.7 13. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990.1 15. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 . KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.1% Baik 7. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab. Pada 23 lokasi. DMCR.9 19. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.8 26. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya.1 21.0 3. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang.6 49.5 5. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.4 28.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002.6 28.4 7.9% Sangat Rusak 16.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik.0 10.8 2. pemerintahan wilayah. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang.6 5. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.4% Sedang 36.2 23.9 35.2 13. namun basis data tersebut tidak dikelola.7% Rusak 37.7 10. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.2 16.2 33. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin.

Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. dan Larn.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. Kam Nui. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. mematahkan. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. terutama Pulau Khang Khao. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. Kam Yai. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. Thailand Pasca-Tsunami 1.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Gerakan gelombang yang mencabut. penyelimutan. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. 71 . Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. dan 3. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. 2. 8% mengalami kerusakan sedang.

Namun demikian. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. Sunset Point. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. kecuali Pulau Miang. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. tipe karang yang mendominasi. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. Dok Mai. Pulau Ka. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. 72 . Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Deep Six. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. karang masif terbalik. dan arah terjangan ombak. West of Eden. Di Snapper Alley Point. terpindahkan. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. dan Breakfast Bent. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. yang mengalami kerusakan tinggi. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. Pusa Rock. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. sebuah lokasi selam yang terkenal. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. Khai Nai. Tanjung Krung Noi. Namun demikian.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. sejumlah besar pasir. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak.

Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic.000 orang meninggal. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. Di Kepulauan Phi Phi. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. berputar di dalam pusaran air. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. Ahli ekologi karang. Gerry Allen. dimana lebih dari 1. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa.” Terumbu telah mengalami badai angin. Ilmuwan karang Australia. Di dekat Pulau Tachai. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. kepulauan Surin. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. dimana 10-30% dari karang rusak. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. pengembangan pesisir dan pemanasan global. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. 50% mengalami kerusakan sedang. terumbu karang juga mengalami kerusakan. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. setinggi 3 meter.. namun. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. . Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. Di dekat pesisir Teluk Patong. terdapat karang mati. dan selalu pulih.. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. terdorong ke satu arah. Namun berbeda dari bencana alam. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Desember 2005). dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir.

Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. Pulau Hae. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. Teluk Kata. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. Namun demikian. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. Namun demikian. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. Pulau Pu. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. laju pertumbuhan karang yang tinggi. dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Pulau Ngai. Teluk Lolana. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Teluk Maya. namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). 74 . dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). Sejumlah karang lunak telah pulih. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. kuda laut.

Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. baik yang kecil maupun besar. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. saffronkiddy@hotmail. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. namun kami telah berpindah 500 m. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. dan puing-puing yang sangat banyak. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. kabel listrik. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. dimana-mana. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. kemungkinan karena pasir yang terangkat. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. 75 . bongkahan gedung. namun semuanya tampak baik-baik saja. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. Narima Diving Thailand. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. laut tenang. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. sementara yang lain terhisap ke dalam air. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. laut seakan berubah menjadi warna putih.com). Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. Dari kapal. Sotong terlihat sedang bereproduksi. dan beberapa hiu paus terlihat. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. Semua itu memakan waktu 1 menit. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. bungalow. dan lainnya. pakaian. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir.

900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. Kerusakan lamun: Hanya 3. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami. dan pariwisata.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. Namun demikian. perumahan. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. Kerusakan total hanya menimpa 1. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir. hanya 306 hektar hutan bakau (0. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri. sebaiknya dilakukan.5% dari lebih dari 7.800 rumah. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . membantu dalam stabilisasi pesisir. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan. Menurut DCMR. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. Hanya terdapat 1. Namun demikian. 200 rumah makan dan 4. Propinsi Trang. dan siltasi dari penambangan timah. 4. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan.7 juta ton metrik senilai US$ 1.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. dan 14. telah kehilangan sumber pencaharian. dan 24 sekolah. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog.000 orang karena menghancurkan 407 desa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. Disamping itu. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. praktik penangkapan ikan yang merusak. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali. seperti rotifera dan plankton lainnya.5% dari padang lamun. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. sebagian besar di Propinsi Phang Nga.1 miliar. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan.000 kamar rusak atau hancur. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. pengaruh dari budidaya udang. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan.

228 buah 3. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat.000 ekor babi serta 7. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. patah. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi. Sementara itu. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. Di saat kita mulai membangun kembali. atau tertutupi sedimen dan puing-puing. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin.137 buah 4. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. Direktur. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . dan penetasan benur. WWF Thailand). Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. dan Pulau Phi Phi. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal.600 ekor unggas ternak hilang. Khao Lak. tambak.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman. keramba. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. seperempat dilaporkan rusak.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Di Koh Phi Phi. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. Enam jagawana lainnya terluka parah. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. alat tangkap. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2.

Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. peralatan. regu-regu pembersih pantai. pantai. Koordinator Proyek. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. Segera setelah tsunami. sementara hanya 4. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. termasuk para perenang snorkel. gedung. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. Setelah 3 bulan. dan pemulihan kehidupan masyarakat. Upaya pembersihan terumbu karang. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. seperti rumah bungalow utuh. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. bongkahan atap. peralatan selam. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. Benda-benda berukuran besar. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. Misalnya. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. Barang-barang pribadi seperti baju. rehabilitasi lingkungan. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. mainan. andrew@hidef. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. kulkas.500 kali. dan lembaga internasional sepert UNEP. sepatu. termasuk televisi. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. stereo.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. peningkatan kapasitas. kabel-kabel listrik. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. mesin cuci. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. dukungan kapal. dan staf registrasi. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. kartu identitas. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan.

KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA).000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. dan sistem peringatan dini. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. baik untuk budidaya maupun pariwisata. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir. pengelolaan limbah. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. antara 10-13 Januari 2005. 79 . antara 4-8 Januari 2005. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. rencana cepat tanggap.

Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. Namun. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. dari kursi teras sampai wastafel. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. peralatan. Barang rongsokan berukuran besar. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. dan habitat-habitat pesisir. “Kita sudah melihat kopor. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir.” kata Mr. UNDP. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. cherie.hart@undp. World Bank. wastafel. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. 80 . dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. merusak terumbu karang. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. terumbu karang.org).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. kursi teras. Bjorkman.” kata Hakan Bjorkman. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. kapasitas pemantauan. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

tebing batu yang terjal maupun tegak. dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh. Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12. Sebelum terjadi tsunami. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. hamparan bukit bawah laut. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu).700 km2.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. gua kapur.500 km2 dan terumbu karang seluas 1. termasuk terumbu tepi (fringing). informasi 84 . Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa.

Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. terdapat ikan hiu. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. Di negara bagian Rakhine. ikan berukuran besar yang melimpah. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. milik Reef Check. Ngwe Saung. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. www. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. yang merupakan Taman Nasional. saya berada di Pantai Ngapali. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. 2004. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. Hari ini tampak seperti biasa. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia.de). Bagi para nelayan sesepuh. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. laut masih tenang dan matahari keluar. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami.5% sampai 82. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. pari. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. oleh 85 . Tidak terdapat. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. Myanmar. Namun. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. di depan Penginapan Laguna. Penutupan karang batu berkisar antara 32. sedikit di atas wilayah Thailand. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey).exploremyanmar.reefcheck. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak.5%. Pukul 7:45 di pagi hari. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata.

Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah.000-6. lembaga-lembaga setempat. 86 . Antara 5. “Ini benar-benar luar biasa. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. dengan beberapa karang patah atau terbalik. korban jiwa masih dapat diselamatkan. yang terletak 320 km dari Myanmar. yang selalu terletak pada dataran tinggi. bahkan yang kedua. yang mengalami kerusakan. dan IFRC. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan. namun. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. International Federation of the Red Cross). Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. Menurut laporan-laporan dari PBB. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. dan kerugian finansial mencapai US$ 250.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. dan bangunan sekolah.000. membayangkan yang terburuk. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. SARAN.000. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami.

banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. WorldFish Centre. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Reef Check Eropa. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. 6. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah.org. Chou Loke Ming. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. program pemantauan ekosistem. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. Dari hasil konsensus saat ini. PO Box 500 GPO. Perpusatakaan AIMS. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove. 10670 Penang.pdf). Joanna Ruxton. k. 28359 Bremen Germany. Universitas Nasional Singapura. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. Georg Heiss. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. PENINJAU Barbara Brown. Malaysia.heiss@reefcheck. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. KONTAK PENULIS Karenne Tun. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak.org/pdf/050203Myanmar.de. Fahrenheitstr. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries.tun@cgiar.streaminitiative. Sekolah Biologi. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. georg. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. Inggris. Namun. Niphon Phongsuwan. Universitas Newcastle upon Tyne. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. dan untuk saling bertukar pengalaman. dan pengeboman. Phuket Marine Biological Center.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 .

aist. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun. yang dipimpin oleh Brian Smith. tulis sebuah harian semi-resmi. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. kata Mya Than Tun. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. ( w w w.unit. seorang peniliti dari Departemen Perikanan. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. dalam laporannya. seorang ahli zoololgi konservasi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. Bangladesh. reliefweb. KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005. w 3 . go. Ayeyarwaddy division (www. yang kaya akan biodiversitas laut. India.htm). WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. w h o s e a . o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. et al. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. dan Sri Lanka. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami.Teramatinya ratusan lumba-lumba. (www. 88 . paus.html).nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). National Institute of Advanced Industrial Science and Technology.int/rw/rwb. Active Fault Research Center. Satake Y.

KUMARAGURU. ARJAN RAJASURIYA. dan pencemaran. N. pengembangan pesisir. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. Pada daratan utama. JEYABASKARAN. 89 . khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. JAYAKUMAR. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. jetty. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. penambangan terumbu. ANITA MARY. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. begitu juga pada hutan-hutan. lebih dari 7. K. SWAYAM PRABHA DAS. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. DAN J. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). sedimentasi. R. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. SRI LAZARUS. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. dengan kerusakan yang terpusat. terdapat jumlah kematian serupa. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. VENKATARAMAN.7. ROBERT SLUKA. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. A. MARIMUTHU. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati.K. SARANG KULKANRI. K. JERKER TAMELANDER.

lempengan Burma. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. 90 . Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. Pada akhirnya. Sehingga.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. yang menopang kepulauan tersebut.

sementara yang lain. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. di bagian utara Andaman. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. Port Blair. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. runtuh akibat goncangan. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. dan Little Andaman tersapu bersih.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. Car Nicobar. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. Namun. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. terbatas dan tidak mudah dijangkau. dan bangunan infrastruktur lainnya. bandara. jetty. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 .000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. Lagipula. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan.000 penduduk di rantai pulau terpencil. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran.000 jiwa. 145 jenis karang lunak. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. Lebih lanjut lagi. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. WWF-India. tetapi hidup berjalan terus. dengan jumlah korban lebih dari 10. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. coli dan Salmonella. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Kira-kira satu jam kemudian. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut. dan 1. Sejak 26 Desember. 92 . Hampir 6. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. mengatakan bahwa ‘air datang. Lebih dari 260 jenis karang batu. Secara umum. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2.5-5 meter.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. Masyarakat sangatlah menderita. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. Pada saat ini. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. Cuddalore. Sekretaris Kehormatan. air datang’. akan kembali lagi. dan pulau-pulau Lakshadweep. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. saat gempa bumi pertama datang. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. terumbu karang pada daratan utama. Kebanyakan dari 356. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. Pada beberapa dermaga. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. Kepulauan Andaman dan Nikobar). Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. suasana hati sangatlah gundah.

Sebelum tsunami. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih.000 pada tahun 1991 menjadi 405. 93 . meningkat dari 279.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. seekor kuda yang sedang terbang. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. pengembangan pesisir. dalam kondisi baik. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. Isu 5720). seekor singa sedang istirahat. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. sedimentasi. mempengaruhi 55% dari terumbu. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. dan pencemaran.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. Volume 308. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. praktik pengelolaan yang buruk. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. Lebih dari 1.000 pada 2001. Alok Tripathi. binatang singa. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. 6 diantaranya dianggap tenggelam. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. yang memimpin penggalian ini. penambangan karang. gajah. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. Menurut para pakar arkeologi.

Hydnophora. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn. Wilayah laut di Teluk Mannar. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. icsf@icsf. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial.newindpress. pemerintah menolak membantu pembangunannya. dengan penutupan karang sebesar 20%. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. Jika tidak. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. Goniastrea dan Goniopora yang masif. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. Sebelum terjadi tsunami. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. ungkap Jesuratnam. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh.net). Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut.com dan International Collective in Support of Fishworkers. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). Mereka mengatakan tak punya pilihan. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. fluktuasi suhu yang besar. Kehidupan kami bergantung pada laut”. berisi panduan untuk pembangunan rumah. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. Kami perlu berada dekat laut. ungkap Vanaja. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. 94 . “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. seorang pekerja sosial. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. 172 yang baru. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. serta sebagai wilayah peneluran penyu. dan selatan kepulauan Andaman. dan terdapat juga jenis Favia. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. padang lamun. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. Keputusan Pemerintah No.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. dan sedimentasi yang tinggi. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti.

Empat suku Andaman: Andaman Besar. dan kekurangan sumber daya. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. Hutan 95 . dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. Jarawa. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. Namun. yang akan mendorong pertumbuhan karang. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). Mayoritas suku tersebut terancam punah. Namun. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. terancam oleh penyakit. seperti batang pohon. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut.000 hektar. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. Pada awalnya. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. Kesadaran mereka mengenai laut. National Geographic News). dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. bumi. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka. Onge. Sebelum tsunami terjadi. sawah. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. serta Sentinel. populasi yang berlebih. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air.

rusak parah. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. termasuk Porites lutea yang mendominasi. tetapi kematian masih dapat terjadi. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. dan radiasi sinar UV. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. sebelum dan sesudah tsunami. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. Di sejumlah wilayah. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. Redskin: Terumbu karang. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. masih dapat hidup. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Patahan Acropora spp. peningkatan suhu. Namun. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang.

dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. Terumbu Utara. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Interview. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. hanya beberapa koloni Acropora. Katchal. Koloni-koloni besar terangkat. dan Porites. Tarasa. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. topografi dan komposisi pantai telah berubah. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. Echnipora. dan Acropora spp. Comorta. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. Porites nigrescens. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. Porites. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. Jenis Acropora paling besar dampaknya. namun lebih ringan. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). dan Great Nicobar (Nikobar Besar). Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. Namun demikian. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. termasuk di Car Nicobar. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. Nancowry. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Acropora. dan Psammacora yang patah atau terguling.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. Trinkat. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam.

5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan.7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. sementara 98 . yang megakibatkan kematian. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang.4 mg/hari setelah tsunami. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. Pulvinichalli. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. Teluk Kachchh. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. setelah tsunami terjadi. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. Pada bulan Mei 2005. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. Poomarichan. Kariyachalli. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Sejumlah karang mengalami pemutihan. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. Pada bulan Januari 2005. telah hilang. alga. pasir. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. Mulli. Thalaiyari. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. Yaanipar. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. Karang batu. Pulau Great Nicobar. Upputhanni. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. baronang (Siganus). nyaris hilang. Kurusadai. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. kue (Carangoides malabaricus). Namun demikian. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. North Passage. Vali Munai. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah.

mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. Sejak tahun 2001. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. patahan karang serta spong. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. kapal. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. penyu sisik. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. suaka. serta peralatan perikanan. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. dan hutan bakau pesisir. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. makanan. Sejauh ini. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . Andaman Kecil. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. penyu hijau. penyu lekang. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. WWF International).000 m dari laut.

pengelolaan. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. 100 . memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. namun. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. dan data terumbu karang yang lebih baik. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. Oleh karena itu. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. pertanian. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. instansi pemerintahan. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. dan kehutanan. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. dan LSM. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama.

Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar.com. J. Marimuthu N. bobsluka@mrds. Reef Watch Marine Conservation.Ass. Current Science. Madurai Kamaraj University. WWF-India. jet@ iucnsl. nba_india@vsnl. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. Marimuthu N.org. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT). JJ. National Coral Reef Research Institute.net. Kumaraguru AK. dan J Jerald Wilson. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. 89(10): 1729-1741. K Venkataraman. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. Reef Watch Marine Conservation. Z Islam. K Jayakumar. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. jeybas@hotmail. R Jeyabaskaran. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. AK Kumaraguru. marineani@rediffmail. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. 89(8): 13101312. kjkkumar@yahoo. marinemari@hotmail. Institute for Environmental Research and Social Education.com.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. sarang@reefwatchindia. Ministry of Environmental and Forests.in. JK Patterson Edward.com. Platax teira (Forsskal. 36 pp.com. Wilson. jkpatti@sancharnet.lk. Mumbai.ac. Current Science.org. Jayakumar K. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. Anita Mary. Wilson JJ.Mar.net. Wilson JJ.com. Suganthi Devadason Marine Research Institute.Biol. akkguru@eth. funded by CORDIO. Millennium Relief and Development Services. N Marimuthu. Sarang Kulkanri. arjan@nara. Arjan Rajasuriya. 47(1): 83-87. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi. 101 . National Biodiversity Authority.org. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Government of India. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. dan jjeraldwilson@hotmail. India. lazarus_lasu@yahoo.India.com. T Shumugaraj. Sri Lazarus. Robert D Sluka. 1775) in Pudhumadam coastal waters.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. Matara dan Hambantota). dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas. namun. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. CHAMIN DA KARUNARATHNA. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. dan berkelanjutan.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak.5% dari PDB). NISHAN PERERA. 100. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. sepanjang 1. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. MALIK FERNANDO.5 meter. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama.000 sampai 37.000 rumah hancur. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. diterima oleh masyarakat. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada. 90. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat.8. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. jika karang diinginkan kembali pulih. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle.

000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. sampai 78% di Amparai.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. dan bentuk daratan. bergantung pada energi gelombang. dimana 20% dari populasi terkena. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100. terdapat 27. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . Pada kasus-kasus terburuk.000 sampai 37. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen.5% dari PDB). Diantara korban jiwa tersebut.000 orang.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. batimetri. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. Matara. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. dan 80% di Mullaitivu. Tragisnya. dan Hambantota.

dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. 105 . yang juga terlindungi dari muson barat daya. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. serta meja di Sri Lanka. Sri Lanka timur. serta biaya. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. dan timur. khususnya pengeboman. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. Disamping itu. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. di dekat Trincomalee. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). selatan. institusional. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. gundukan. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. Pada tahun 1998. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal.

yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. Daerah Hikkaduwa. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. plastik. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. International Water Management Institute. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. tekstil. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. dan Sewalanka Foundation. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. Project Aware. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. dicetak dalam bahasa Inggris. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. peralatan rumah tangga. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. bahan konstruksi. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. pengelola hotel. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. Sinhala. termasuk dari Klub St. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). Department of Wildlife Conservation. Di sisi lain. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. dan operator selam. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. Sebelum tsunami. Thomas College sub-Aqua. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. dan mengalami deplesi dari 106 . Namun. dan Marine Pollution Prevention Authority. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. Unuwatuna. terdapat batang ranting pohon. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Misalnya. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. peralatan selam dan kapal. Marine Conservation Society of Sri Lanka. pekerja medis. dan wisatawan. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority.

teripang. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. menderita akibat penginjakan terumbu. 107 . di dekat Trincimalee. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. serta moluska jenis Turbinella pyrum. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. dan akumulasi dari sampah padat. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. Di Teluk Belanda. yang terkenal di antara para wisatawan. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. Secara umum. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam).Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. dan Pulau Merpati. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur.

Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah.org dan Elisabeth Waechter. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. Pada beberapa wilayah. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. puing-puing. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. terutama marga Goniastrea. termasuk Sri Lanka. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. Direktur Eksekutif UNEP. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan.org. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. elisabeth. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. UNEP Nairobi).000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. bukanlah suatu kemewahan.waechtar@unep. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. lapisan pertama mangrove rusak parah. serta padang lamun. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. Klaus Toepfer. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. orang-orang yang kita cintai. namun sangat penting. nick. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. Di pantai. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. dan Favia. hutan mangrove.nuttal@unep. Porites. Tingkat kerusakan ini beragam. seperti terumbu karang. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. Namun. di semua daratan yang dimasukinya. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. 108 . mengejutkan.

Polhena. serta peralatan rumah tangga berlimpah. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. yang terbentuk setelah tahun 1998. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. Di Kapparatota – Weligama. Di Pulau Koral. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. 109 . Namun. yang terlindungi dari gelombang. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. Unawatuna. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. Di wilayah lainnya. bagian-bagian kapal. Kapparotota/Weligama. sebagian besar tekstil. Nilaveli. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. dari 17% menjadi 30%. batang dan ranting pohon. Terumbu yang terdapat di Rumassala. dan Hikkaduwa. Teluk Galle tidak terpengaruh.5% menjadi 12%. Kudawella. Sampah dan puing-puing. Kalkudah. Namun. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah.

Lebih jauh ke selatan di Tangalle. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. kelimpahan ikan. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. ikan sweetlips (Haemulidae). seperti kerapu (Serranidae).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. beragam bergantung lokasinya. Ussangoda. dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. energi dari tsunami teredam. Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. dan ikan maming (Labridae). Namun. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. Di Kudawella. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. dan ikan emperor (Lethrinidae). pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. yang terletak di sebelah barat Tangalle. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). Terumbu di Tangalle. terutama ikan damsel (Pomacentridae). sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. ikan kakap (Lutjanidae). terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. ikan gobi (Gobiidae). Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. 110 . terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. dan Unawatuna. Weligana. Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. kurang terpengaruh. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. penambangan karang. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. di sepanjang pesisir timur dan barat daya. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. Di Polhena.

dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. sekitar 26% dari 18. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas. dan jaring juga telah hancur. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. alat. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami. Peralatan nelayan. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur.000 orang secara tidak langsung. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat. 111 .000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal.520 kapal tradisional tanpa mesin. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. sekitar 90. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. sebanyak 2% dari PDB nasional. Sebanyak 27. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. MJF Foundation dan Linea Aqua. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. Disamping itu.org). yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan.iucnsl. termasuk 594 kapal harian. Saat ini. Ibu Shiranee Yasaratne. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta.000 pada tahun 2004. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. Disamping itu. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. fasilitas penyimpanan dingin. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. dan juga kamus. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. mempekerjakan sebanyak 50. 7. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing.996 kapal bermesin dan sekitar 10. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565. Angka ini direvisi menjadi 425. dan diperkirakan bakal mencapai 600. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka.000. seperti mesin lepas.000 orang secara langsung dan sebanyak 65.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa.000 oleh IUCN. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban.000 pada tahun 2005.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka.

dan 3 pelabuhan perikanan. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. Scuba POP. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. 112 . Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. Japanese Bank for International Cooperation. kehidupan masyarakat. peralatan penangkapan. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. sekolah-sekolah kejuruan. dan pelatihan. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. jaring. termasuk US$ 550. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. dan industri. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Australia memberikan US$ 16 juta. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga.

Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis. Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. Nishan Perera. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA)... PENINJAU Sian Owen. Kristian Teleki. Japan Bank for International Cooperation. limpasan nutrien. (www. tenaga.lk.asp).ac. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. Klub Sub Aqua Sri Lanka. LSM. Colombo Sri Lanka.developmentgateway. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. January 10-28. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. Joanna Ruxton. 2005. Jerker Tamelander. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. arjan@nara. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. jet@iucnsl. dan berkelanjutan. ADB/JBIC/ World Bank. Rajasuriya. diterima secara sosial.org/Tsunami/srilanka-assessment. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami. 2004. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan. 113 . Bernard Salvat.org. CORDIO. Australian Government. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut.au/jahia/Jahia/pid/2626). IUCN Asia Regional Programme. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005.ac. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi. enp@iucnsl. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. Melaksanakan pemantauan secara teratur. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. dan Bambaradeniya et al. Asian Development Bank.adb.com. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al.lk dan chaminda@nara.lk. Colombo 7. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. 2005. Rajasuriya et al. AusAID. malikfern@eureka. (www. IUCN Sri Lanka Country Office.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. dan Dan Wilhelmsson.org. Malik Fernando.

CORDIO. et al. IUCN – The World Conservation Union.nara. (www.iucn. (www.ac.lk/RAP). IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.htm). 1. (www. 114 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C. United Nations Environment Programme. Iucn.usaid.htm). (www. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No.gov/locations/asia_near_east/). IUCN. Sengupta S. NARA. Kenya.org/tsuanmi/resources/iucnreports.asp). 20 January 2005. (www.org/ tsunami/resources/iucn-reports.unep. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction. Tamelander J.org/tsunami/tsunami_rpt. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Perera A. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka.

000 meter kubik pasir ke cekungan galian. jetty. ARJAN RAJASURIYA. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. dan pertanian.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. Namun. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. kurang lebih sepertiga dari 300. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. dinding dermaga (wharf walls). dan penarik utama dalam industri pariwisata. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. pekerjaan. jembatan penghubung selat (causeways). Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). JEAN LUC SOLANDT. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. GEOFF DEWS. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. JOHN GUNN. 115 . penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. WILLIAM ALLISON. dan memindahkan 375. ataupun infrastruktur lokal lainnya. HUGH SWEATMAN. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir).9.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. erosi daerah pesisir. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. ANGUS THOMPSON. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. banjir menyebabkan matinya listrik. gangguan pasokan air bersih. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. armada perikanan. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. sumber pasir dan batu. perikanan. JERKER TAMELANDER.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. erosi daerah pesisir. gangguan pasokan air bersih. pekerjaan. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. atau infrastruktur lokal lainnya. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. bangunan. ibu kota Maladewa. pariwisata. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. harta pribadi. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. Genangan pertama adalah yang terbesar. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian.000 juta. Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. 117 . Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. armada perikanan. dan 12% berasal dari perikanan karang. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). sementara hampir sepertiga dari 300. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir.

hiu (bagian siripnya). sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. teripang. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004). Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998.200 jenis biota telah ditemukan. Selain itu. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. 118 Tutupan karang (%) . STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. dan ikan hias diambil untuk diekspor. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. tengah.

dengan perairan dalam di sekelilingnya. cerah dan hangat. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. 1 meter di atas permukaan laut. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. gelombang akan balik lagi. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. Lalu hening. Detik berikutnya. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. TV. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). saat gelombang menyapu pulau. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. menunggu pertolongan. berjaga-jaga dari penjarah. Sungguh mengherankan. Saat aku kembali ke Amerika. Suasana resor sepi sehabis Natal. theloweroad@gmail. Aku berteriak ke arah para tamu. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. memanjat meja. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. para staf dan tamu ketakutan. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. Aku berhenti bernafas. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. tak tahu apa yang harus dilakukan. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. Ini adalah pulau terpencil. kursi. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. Air laut masuk melalui kolong pintu. komputer. Namun. Di tahun 2002. patroli di pulau. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. Syukurlah. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. jangan bergerak”. 119 . Sebagai tambahan. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu.com). sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. dan saat aku sadar. “Jauhi pantai. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. air sudah pergi.

dan air bila diperlukan). yang merupakan selokan alami. 120 . beliamall@dhivehinet. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. snorkel. Di banyak pulau. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m.mv). seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur.net. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. Di Pulau Goidhoo. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. Konsekuensinya bervariasi. saat kemudian gelombang datang. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. fin. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. begitulah yang terpikir. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. Sayangnya. seberapa banyak air laut dapat masuk. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Pasang yang sangat tinggi. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo.

beberapa timbunan pasir. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. Di sisi timur atol. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. Umumnya. dan Embudhoo. 121 . termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. namun. atau Thuvaru. Kolhuvaariyaafushi. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. Keyodhoo. dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). dan Devana Kandu. Namun. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). dan pecahan karang yang berserakan. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan.

dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). Di kedalaman 18 m. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. Di resor. Hampir setahun kemudian. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. dll.200 tempat tidur hotel hilang. Sejak tahun 1978 sampai 2004. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Atol Ari. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. makanan habis. Di perjalanan pulang ke Fru. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. 122 . Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. bagian-bagian kapal. 1. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. Air berputar cepat pada penyelaman pertama. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. keadaan lebih kacau lagi. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. Namun. kotak es. Kami tidur saat itu terjadi. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Malé Utara. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. air minum dibatasi.000. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. semua barang-barang kami hancur. Kembali ke kapal sangatlah susah. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya.000 menjadi di atas 615. pakaian. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. Tak ada listrik. Saat sarapan. sepatu. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. kedatangan wisatawan menurun. kami melihat banyak puing di air. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan.

Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). dan besi untuk struktur beton. yang selalu bermigrasi. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. tempat pembekuan. 120 penanda masuk (penyelaman). rendaman kerikil. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. namun. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga.200 m dinding dermaga. Pembangunan kembali sedang berjalan. 25 lampu pemandu. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. tsunami memindahkan 375. dan jumlahnya melimpah. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. 15. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. Selain dari kerugian tersebut. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. 123 . Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. dan 300 m jembatan selat. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. Sehingga. terdapat di laut lepas.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa.000 m dinding pelabuhan. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. dan keramba apung.000 rumah telah hancur karena tsunami. 65 penanda terumbu. merusak 50 armada laut lainnya. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. 4.

Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. penyediaan mata pencaharian alternatif. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. REKOMENDASI. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. dengan menghabiskan US$ 1. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. pelestarian budaya. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan. AusAID. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005).3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. wadah air dan air layak minum. 124 . Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. terpal. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. serta peralatan kebersihan. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. KESIMPULAN. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. Jadi.

000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. menganalisa.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. dan tanggapan terhadap bencana. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. 125 . dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. operator wisata. Usaha-usaha di bidang lingkungan. secara ekonomi. dan organisasi yang diperlukan.”ujar Kari Blindheim.undp. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan. Leporan juga menyebutkan bahwa. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7.org/tsunami). Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). peralatan. konsekwensinya akan sangat serius. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional. Pertanian. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. perencanaan. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. Menteri Perikanan. masyarakat.

126 . dan bahan konstruksi.org.nz/oceano/seasand. www. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. baik secara musiman maupun jangka panjang. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. pasir. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi.htm). Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. dan dari terumbu tempat pakan ikan. perawatan pelabuhan.org/tsunami). dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. Pertanian. Walaupun begitu.unep. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. pada terumbu di tepi atol. Pada tahun 1992. yang ternyata meningkat sejak tsunami. bahan bangunan. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. Menteri Perikanan.seafriends.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi.

Colombo.au. Joanna Ruxton. dan m.org. World Congress on Aquatic Protected Areas. (www.undp. Rajasuriya dkk.Republic of Maldives. August 2002.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam. dalam laporan GCRMN.gov. Naeem H.gov. beliamall@dhivehinet. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Mohamed U. Australian Institute of Marine Science. (www. Australian Government. arjan@nara.gov. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005). Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.org and www.net. Sri Lanka. Jerker Tamelander.au/publications/ pubout. KONTAK PENULIS Hussein Zahir.mv.pdf).gov. Jean-Luc Solandt.ausaid. (www. William Allison. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. UNDP (2005). jls@mcsuk. Malé. John Gunn. Hugh Sweatman. 127 . Arjan Rajasuriya. h.sweatman@aims. Kristian Teleki. Australian Institute of Marine Science (AIMS). Dews G.mcsuk.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384).ausaid.au.thompson@aims.ac.pdf).au/hottopics/ topic.gov. a. UNEP (2005). John.mv. Cairns.org.mv.gov. dan Chris Wood. termasuk kontribusi H. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State . Maldives.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920). IUCN Sri Lanka Country Office.Gunn@csiro.au. Marine Conservation Society. dan Mary Wakeford. Angus Thompson.undp. UK. jet@iucnsl. hzahir@mrc.mv. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami.au.unep. (www. Zahir et al. Colombo. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.wakeford@aims.lk.org/drtf/). Geoff Dews.org/tsunami/reports/maldives. Marine Research Centre. (www.org/marine_world/MCS_Maldives_report. Sri Lanka.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

pelabuhan. Gelombang kedua lebih kecil. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. DAVID OBURA. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. penangkapan ikan yang merusak. ROLPH PAYET. polusi. diversi mata uang untuk bantuan. akan membantu proses pemulihan. UDO ENGELHARDT. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. MARTIN RUSSELL. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. KATE PIKE. JUDE BIJOUX. 129 . dinding laut. kapal penangkap ikan. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. dan kehilangan karyawan. tumbuhan pesisir. menjadi mati atau rusak. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. dan jembatanjembatan. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. jalan-jalan. Secara umum. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. JAN ROBINSON.10. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. dan peralatan. infrastruktur. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998.

dimana tak terkena dampak tsunami.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. perumahan. Tsunami dimulai dari jarak 4. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin.374.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. membentang seluas 1. tumbuhan pesisir.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. Praslin. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar. (kelompok dalam). perumahan.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. jalanan. dan infrastruktur. jembatan. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé.

sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. Pada tahun 2004. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. ikan kakatua. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). kakatua. terutama ikan kepe-kepe.5% di tahun 2000 menjadi 14. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. sebagaimana pula kepe-kepe. Namun di tahun 1998.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. lahan siap pakai. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). dan penyelaman. dan kerapu di dalam MPA. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang.4% di tahun 2000 menjadi 6. perumahan. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. Lebih jauh lagi. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif.2% di tahun 2004.3% di tahun 2004. sarana publik. dan Physogyra. sarana olah raga. seperti Taman Laut Ste Anne. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru. wrasse. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. snorkeling. infrastruktur perikanan. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. Sebagai tambahan. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. kerapu. sekolah. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. pertanian. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. 131 . kakap. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. Acanthastrea. Goniopora. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. Secara nyata. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. Diploastrea. dan trigger.

sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. yang didominasi oleh Acropora bercabang. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. yaitu Physogyra dan Pachyseris. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. Sehingga. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. tidak terkena dampak. 132 . Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. Port Launay. seperti yang terdapat di Moyenne. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai. dan jarang yang sampai 10%. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. Pointe Police. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. Populasi ikan secara umum lebih sehat. contohnya Anse Copre. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. Di perairan yang lebih dalam. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. Keragaman karang tetap tinggi. Umumnya. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. batimetri lokal dan geologi. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. Tampaknya. dan West Rocks. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. Di perairan yang lebih dalam. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. dan Heliopora (karang biru).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. dan Baie Ternay. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. namun. Anse Royal. dimana kurang dari 1% koloni karang. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. Airport. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. seperti Grand Rocher. Pocillopora. Pocillopora dan Millepora (karang api). Millepora. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. Namun. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. serta kondisi terumbu karang. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. rusak. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami.

terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). sangat jelas tergambar di beberapa area. 133 . karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Isle Coco adalah terumbu paling timur. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . Berkarbonat: >50% pada substrat. Berkarbonat: >50% pada substrat. Pengaruh batimetri lokal. seperti Isle Coco. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. St. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. dari arah kedatangan tsunami. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Di banyak situs. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. dengan tekanan melingkar. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. yang disurvei. Pierre.

di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. Anse Royale (Mahé). Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. sehingga merusak 16% karang. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. dan karang mengerak tertutup sedimen. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. Di Anse La Mouche. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. 700 km dari Mahé. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. Di La Reserve. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. 240 km tenggara Mahé. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. Tak terdapat keanehan di Providence. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Namun. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. Anse Petit Cours. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. dan Anse la Mouche (Mahé). walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. Namun. Secara keseluruhan. Di Taman Laut Curieuse. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. 134 . tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros.

Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan.) per unit usaha meningkat 68%. Selain kerusakan fisik.200 orang. Kementrian Keuangan. dengan perkiraan biaya SR$ 14.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. Pada kenyataannya.7 juta). dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang. Kantor Kepresidenan.3 juta (US$ 2. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. termasuk menurunnya arus mata uang asing.000). tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. polusi. memperbaiki armada. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional.0 sampai 4. diperkirakan sebesar SR$ 4.5 juta (US$ 760. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. dan mengganti kerusakan infrastruktur. Otoritas Perikanan Seychelles. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). jumlahnya melebihi 1.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. Kerugian pada armada perikanan. 135 . Divisi Keamanan Sosial. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. sebagian besar sekarang telah diangkat. Lebih jelas lagi. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak. Kantor Administrasi Kabupaten. dimana 15 angkutan tenggelam. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. termasuk peralatan memancing. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp.000 sampai 855.

Seychelles Centre for Marine Research and Technology.sc.Skewes@csiro. Great Barrier Reef Marine Park Authority. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. Kenya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. regional. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. ps@env. j. Ameer. CSIRO. David Obura.sc.pike@scmrt-mpa.au. CORDIO East Africa. Australia. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Seychelles Fishing Authority. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif.sc.bijoux@scmrt-mpa. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. Reefcare International Pty Ltd. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan.com. peralatan patroli.au. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. Udo Engelhardt.gov. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA. Jude Bijoux. IUCN. Martin Russell.) 136 . k. Seychelles. jrobinson@sfa. Timothy Skewes. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). (Susunan penulis berdasarkan abjad.org.Abdulla@iucn. Australia. martinr@gbrmpa. dobura@cordioea. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu.gov. Department of Environment. Jan Robinson. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan.org. Rolph Payet. Timothy. sc. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. Kate Pike. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles. reefcare@ozemail. Global Marine Program.au. Mombasa.

CORDIO.sfa. Stobart et al. dan Turner et al. (2005).ausaid. ##). 137 . (www. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. IUCN/CORDIO. Nairobi. (2002). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Pike (tak dipublikasi. AusAID. (2005).org/tsunami/tsunami_rpt. Payet et al.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles.sc). IUCN. Kenya. Ye Y. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. 54pp.gov. CSIRO Marine and Atmospheric Research.unep. (2002).cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). Obura D. (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. United Nations Environment Programme. Teleki dan Spencer (2000).asp).org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05.pdf). UNEP. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al.iucn. Souter et al. (www. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. Teleki et al. (www. Skewes T. (www.au/publications/ pubout. Report to AusAID. (2000).

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

kerugian infrastruktur perikanan. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. 1 di Yaman (Sokotra). PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. Dampak terbesar 139 . STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali.000 terkena dampak langsung. kekeringan. Walaupun demikian. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. dan 1 di Kenya.11. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. Sumur-sumur pesisir. Di Kenya dan Tanzania. 4. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. erosi pantai lokal.500 orang mengungsi. salinisasi sumur. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. Di Yaman. Di Somalia. kapal. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. dan 22. 2. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. 18. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. sumber air tanah. 11 di Tanzania. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. peralatan pancing. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. Saat gelombang mencapai Yaman.2 juta penduduk. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal.

204 rumah. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. dan kerusakan pada 27 kapal. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. 60 kapal motor tempel. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. erosi pantai lokal. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. infrastruktur perikanan. alat pancing. dan 44 rumah penyimpanan. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. 140 . Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. dan Kepulauan Sokotra.

Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi.000 orang terkena dampak langsung bencana. kadmium. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam.500 orang mengungsi. dan kimiawi lainnya. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. Sekitar 22. dan 18. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. terutama di dekat Hafun.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. perdarahan perut. 141 . sumur-sumur pesisir. Tanzania. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. termasuk uranium radioaktif. kapal ikan. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. termasuk penyakit pernafasan akut. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. rumah sakit. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. iritasi kulit yang tidak biasa. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. Di Kenya. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. Sebagai tambahan. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. sumber-sumber air tanah.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. terseret jangkarnya. dan peralatan. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30.5 m. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. 4. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. batuk kering yang berat. Sebagai tambahan. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. 289 orang meninggal. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. timah. perdarahan mulut. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi.

Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Komoros.soest. sehingga tak ada kerusakan luas. Saya de Malha. baik di darat maupun di laut. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. 142 .edu/uhslc/iotd/). Madagaskar. dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh.hawaii. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. Di tempat lain di Mauritius. Mozambik. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius).

Di bagian utara Kenya. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. dan polusi. Namun demikian. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. Sebelum tsunami. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. sedimentasi. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. dan sedimentasi. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. 143 . tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Sebelum tahun 1998. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. terutama di dalam MPA-MPA. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. di terumbu yang tak dapat diakses. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. Tutupan karang. polusi. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. Millepora juga jarang. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. Sebagai contoh. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. tutupan karang keras hidup. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. penangkapan yang merusak. Namun demikian. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. di terumbu yang mudah diakses. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. Pada terumbu yang lebih dalam. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. Sebelum 1998. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%).

Hans Båge. gudang penyimpanan.kurous@fao.625 jaring. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. Petugas Informasi. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. Gelombang besar merusak kapal.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. sedimentasi. dimana lebih dari 2.2 juta. namun. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. 1. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. penjual. dan kompetisi dengan alga. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. george. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Sebelum tahun 1998. dan dermaga. wabah penyakit karang tahun 2002. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. Tercatat 653 kapal. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. dan peralatan penangkapan ikan. 569 mesin. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. Pakar FAO. UNFAO. penangkapan yang berlebih. mesin. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. kait. pengolah. mesin. terutama nelayan”. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. Tanzania: Sebelum tahun 1998.org). peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. dan 16. dan polusi. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. pancing.

penangkapan yang berlebih. Tanga. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. sementara di Pulau Mafia. Madagaskar. peralatan rumah tangga. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. pesisir. di laguna dangkal Mombasa. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. dan kekurangan pangan. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. pada koloni yang telah diberi tanda. Cargados Carajas. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. dan tak ada yang rusak di 300 individu. kekeringan. Songo Songo. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. Dar es Salaam. Seychelles. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami.000 penduduk. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. komponen media swasta dan 145 . dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. Mayotte. dan Mtwara. dan air minum. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. Di Kenya. Terumbu. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. makanan. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. pasokan medis. dan lokal. dimana lebih dari 1. nasional. terjadi saat surut. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. Peristiwa pemutihan di tahun 2003.

(www. FAO. dan masyarakat. (2005). dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia. serta makalah oleh Mohammed et al.usaid.gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. Box 10135 Mombasa. (www. Kenya. dan USAID. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. Lyndon DeVantier. Miranda Morris. terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. serta latihan uji skenario.html). dan Ahamada et al. Nairobi. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. departemendepartemen pemerintah. dan rencana pengelolaan bencana. (2004). Kenya.org. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. PENINJAU David Garnett. 146 . United Nations Environment Programme. KONTAK PENULIS David Obura. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. Socotra Conservation Fund. dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). dan Kristian Teleki. televisi. juga Kotb et al. Obura (2005). UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. Joanna Ruxton. Obura et al. dobura@cordioea. sektor swasta. panduan. P. USAID: Somalia (2005). mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio.O.org/ newsroom/en/news/2005/107210/). (www. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami.unep. Ldevantier@aol. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP.org/tsunami/tsunami_rpt. CORDIO East Africa. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis.com. Bernard Salvat.asp). dan Friends of Soqotra. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. 2 (July 2005): 1. (2004). internet). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz.fao.

then a slow slip. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. Bigot L. Bosire JO. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. Bijoux J. Olwig MF. Australian Institute of Marine Science. et al. Selig L. Dahdouh-Guebas F. Cummins P. UNEP/CBD/ SBSTTA. Jayatissa LP. UK. Issue 77. Ahamada S. ANJURAN BACAAN Adger WN. Ardiwijaya RL. 310: 643. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. 436: 759. Science. Folke C. Sørensen MK. Ji C. Queensland. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. 308: 1133-1139. Thio HK. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. Burke L. Science. Campbell SJ. 15(12): 443-447. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. 15: 1926-1930. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Bilham R (2005) A flying start. et al. pp. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. In: Wilkinson C (ed. UNEP/DEWA/GRID-Europe. AUSGEO news. 308: 1126-1127. Carpenter SR.LAMPIRAN 1. 189-211. Sojisuporn P. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Second Report. 147 . Hughes TP. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean.Andaman earthquake. Chatenoux B. Australia. Science. 24(4): 535. Chavanich S. Cauvin B. Ammon C.) Status of coral reefs of the World: 2004. Selvam V. Nature. Cambridge. et al. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. UNEP-WCMC. Robinson D. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. et al. et al. Siripong A. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Switzerland. Coral Reefs. Di Nitto D. Anggoro AW. Science. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. 309: 1036-1039. Current Biology. Townsville. Baird AH.

Australian Institute of Marine Science. 148 . Science. Obura D. Science. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. USA. Venkataraman K. 235-275.) Status of coral reefs of the World: 2004. Cabanban A. University of California Press. Song TRA. University of Kalmar. Jaffe BE. Nature. Mendis SG. Ishii M. Vidale JE (2005) Extent. 308: 1595. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami.) Status of coral reefs of the World: 2004. Park J. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Church J.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Ammon CJ. et al.uk/pdfs/Final%20report. 309: 2045-2048.org.tourismconcern. 86: 301-304. Mofjeld HO. 436: 1071. Indonesia. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. Australian Institute of Marine Science. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Houston H. Titov V. Nature. et al. Linden O (eds. Islam Z. Hagan A. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. Indian Ocean. (www. India. Ravilious C. In: Wilkinson C. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. pp. 433: 350-353. Kalombo H. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. Rabinovich AB. Tanzania. McCulley JL. Gunawan CA. Eos Transactions. Spalding M. 434: 581-582.) Status of coral reefs of the World: 2004. Kanamori H. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. Lay T. Queensland. 308: 1139-1143. Shearer PM. 308: 1127-1133. Rajasuriya A. Daniels C. Australia. et al. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Townsville. Pacific Palisades. Nature. 85 pp. Coral Reefs. Stein S. Australia. Queensland. Science. Liu PL-F. January 2005. Andaman Sea. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. et al. Tromp J. Tuan VS. Souter D. Foster R. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Maldives and Sri Lanka. Nettles M. Chagos.(ed. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. 307: 657. Zahir H. et al. Science. pp. Queensland. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. Perera N. AGU. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. USA. Nature. Reef Check Foundation. Tun K. Chou LM.pdf). 213231. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Australia. 435: 933-936. Lynett P. Phongsuwan N. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Mozambique and South Africa. Townsville. pp. Townsville. Okal E. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. Science. In: Wilkinson C (ed. In: Wilkinson C (ed. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. 434: 573-574. et al. Sweden. Fernando H. (2004) Status of coral reefs. California. 171: 372. Australian Institute of Marine Science. California. Seychelles. Thomson RE. 171-188.

asp). Australia. Anjuran Bacaan Tun K. 557 pp. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Wilkinson C (ed. Kenya (www. and Global Coral Reef Monitoring Network. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.Lampiran 1. Australian Institute of Marine Science. United Nations Environment Programme. 149 . Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004. Oliver J. Townsville.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

LAMPIRAN 2. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI.Lampiran 2. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 .

Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI. Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan. Ilmu Pengetahuan. dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia .

institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. Alamat Kontak: AIMS.gov. pemerintah.LEMBAGA SPONSOR. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. dan monograf untuk penggunaan skala regional. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri. PMB #3. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. Townsville 4810 Australia.ausaid.au.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia.go. buku. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. Mempertahankan keragaman 155 . serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid.aims. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. www. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra.gov. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. dan pengelolaan lingkungan. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita. Website: www.

Afrika Timur: David Obura. David Souter.gov. CORDIO Afrika Timur.org. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. Colombo 7.O. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. Ministry of Environment. jet@iucnsl. Sejak dimulai. Reunion. World Maritime University. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. Komoros. Kenya. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. James Cook Uniersity.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. Asia Selatan: Jerker Tamelander. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet.org. India. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. olof. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI. Sweden. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. CBD Secretariat Montreal. Mauritius. dan Chagos.ke. penggunaan komponennya yang berlanjut. melestarikan. david. University of Kalmar. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. Seychelles.linden@cordio.org. Bamburi. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. ps@env. P. Mozambik. Alamat kontak: Marjo Vierros. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. Canada. marjo. dobura@africaonline. Maladewa. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. Madagaskar. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis. dan degradasi fisik dari terumbu karang. 53 Horton Place.souter@cordio.biodiv.co. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville.org atau www. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén.vierros@biodiv. Tanzania. 10135. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. Sri Lanka. Box. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. IUCN South Asia. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. serta bagi pengelola terumbu karang. Malmo. Sri Lanka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. 156 . Seychelles. peneliti.

dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. atau Olof Linden. dan informasi ilmiah. AIMS. UNEP.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia.edu. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. dan WWF. Reef Check. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini.wilkinson@aims. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. WorldFish Center. rcheck@ucla.gov. GCRMN. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. TNC. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j.se. Townsville 4810 Australia.reef. c. di Townsville.com or www.oliver@cgiar. www. Queensland Seafood industry Association). SPREP.linden@wmu. CORDIO. E-mail: Kristian Teleki. Reef Check Los Angeles. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya.org. pengembangan kapasitas. sekolah-sekolah.Lembaga Sponsor. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). Sekretariat ICRI. ekonomi. ICRI. IUCN. WorldFish Center. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara.gcrmn. dan sosial terkini. atau Gregor Hodgson. nelayan. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya.org. WRI. para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority). dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center. World Bank. dan NOAA. perguruan tinggi. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. kteleki@icran. para operator. pelatihan. Alamat kontak: Russel Reichelt. MAC. CRC Reef Research Centre.icran. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. homepage: www.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. olof.crc. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. UNEP-WCMC. PO Box 772. UNF.org). dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). GCRMN bekerjasama dengan ReefBase. CBD. info@crcreef.au. UNEP. Reef Check.org 157 . guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check.

penelitian dan pengamatan kelautan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. Jamaika. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. yang merupakan pendahulu GCRMN. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. lembaga pemerintahan. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. Swedia. dan Amerika Serikat. ICRI. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . World Bank. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. UNEP. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). Inggris. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif.ICRIForum. bersama dengan UNEP. Perancis. Swedia dan Filipina secara bersamaan. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. ICRAN. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. Alamat kontak: IOC/UNESCO. IOCUNESCO. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. 1 Rue Miollis. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. IUCN. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. UNEP. IUCN. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. dengan IOC. UNDP. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. dan Millenium Development Goals. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. dan CBD kini sebagai sponsor. bersamaan dengan CORAL. CORDIO. Jepang.ioc. mendorong. www. IUCN. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut.unesco. organisasi internasional. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. IOC. dan World Bank. Filipina. www. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. para LSM dan programprogram regional. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. Australia. 75015 Paris.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). Perancis.

CH-1196 Gland. Ada empat program utama yang dikembangkan. www. Rue Mauverney 28. atas nama Pemerintahan Jepang. membangun kapasitas. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. Nature Conservation Bureau. Alamat kontak: Jl. 3B. Bangka VIII no. Tokyo 100-8975.go. yaitu: informasi. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. Japan.Lembaga Sponsor.coremoc. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10.kehati. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division.id 159 . kehati@kehati.go. Marine@iucn. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. komunitas bisnis. Switezerland.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang.id . pemerintah daerah. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). 1-2-2 Kasumigaseki. coral@env. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. www. perguruan tinggi. maupun media massa. Kementrian Lingkungan Hidup. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. mengembangkan. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi.jp/ dan www.or.env. Switzerland. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. memasang standar. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN.or. dan menerapkan alat-alat konservasi.jp. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin. asosiasi profesi. Sekretariatnya terletak di Gland. Ministry of the Environment. Chiyoda-ku.di Indonesia. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia.go. yang didirikan di Pulau Ishigaki. Disamping itu. edukasi dan riset. advokasi kebijakan publik.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. seperti ICRI dan GCRMN. 20433 USA. Environment Department. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. dengan lebih dari 4. www. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. The World Bank. www.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. beserta berbagai rekan kerjanya. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. Sebagai akibatnya. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan.oliver@cgiar.gefcoral. dengan kantor pusat di Penang. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air. Malaysia. Washington. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. Mhatziolos@worldbank. www. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. DC. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. Jamie Oliver.org. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. 1818 H St. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. Malaysia. NW.org. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin. 10670 Penang. air. memperbaiki kesehatan masyarakat.cgiar.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini.Lembaga Sponsor. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. l. dan kualitas udara yang semakin buruk. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat.org/icm.worldbank. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati.

164 . menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut.org.nl.vanbreda@wwfus. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. WWF. NW. www.worldwildlife.org. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu).fox@wwfus. 1250 Twenty-Fourth Street.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. Alamat kontak: Anita Van Breda. DC 20037. or Helen Fox. SOwen@wwf. Washington. Helen.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. anita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful