Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Gempa Bumi. dan Tsunami Samudera Hindia 2. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini. Tsunami. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. dan Saran 1.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). iii . Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. dan bukan hanya satu ombak yang besar. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Thailand Pasca-Tsunami 6. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. tidak disebutkan secara khusus. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. Gempa Bumi. Kesimpulan. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. Lempeng Tektonik.

.

World Bank. dan Tim Simmonds.gcrmn. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan.org dan www. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. Steve Clarke. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. the United Nations Environment Programme (UNEP). terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Kementerian v . Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. Joanna Ruxton. Wendy Ellery. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). www. Cherchinda Chotiyaputta. Madeleine Nowak. AIMS. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat.UNESCO.terima kasih. Jamie Oliver.terima kasih. Maitee Duangsawadi. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. IUCN . nasehat. IOC . dan Kenji Satake. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. the Australian Agency for International Development (AusAID). Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA).The World Conservation Union. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. David Obura. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam.org. Viacheslav Gusiakov. the Convention on Biological Diversity. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. Tidak semua bahan referensi disertakan.reefbase. United Nations Environment Programme (UNEP). Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. IUCN – The World Conservation Union. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. WWF International. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. David Souter. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. dan Olaf Linden. Marco Noordeloos. David Garnett. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. WorldFish Center. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. dan ICRI Secretariat.

Melalui bantuan mereka.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. vi . yang sering kali secara sukarela. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef.

Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. vii .CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Townsville Australia Nature Conservation Bureau. Los Angeles Reef Base. dan GPA Coordination Office. The Hague. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. Silver Springs. Tokyo. Ministry of the Environment. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. dan Sri Lanka.International Marine Project Activities Centre Ltd. Washington DC.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. US Department of State. Swedia. World Resources Institute. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. Silver Springs Maryland USA AusAID . WorldFish Center. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation. CRC Reef .

.

Thailand. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan.S. internasional. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. masyarakat yang menjadi korban jiwa. dan Sri Lanka. contohnya. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. dan juga media. Indonesia. sayangnya. halaman 19). Namun demikian.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. Di Thailand. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. Dalam beberapa menit saja. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. Disamping itu. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. Maladewa. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. Dalam buku ini.

Mesir. Untuk membantu pemulihan masyarakat. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. dan U. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. U.5 juta kepada Thailand. Segera setelah terjadi tsunami. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. dan US$ 2. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. Konferensi ini 2 . USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. konsultasi. Geological Survey. telah memandu proses pemulihan.S. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. dan menjalankan pilot projects. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. pengembangan kapasitas (capacity building). Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. pembentukan jaringan. Forest Service. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis.S. US$ 12. Disamping itu. Pada bulan Februari 2005. U. dan Thailand. Hal yang cukup penting. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. Lembaga bantuan luar negeri Australia. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah.S. US$ 16 juta kepada Sri Lanka. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. AusAID. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. termasuk dari segi lingkungan. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. Maladewa. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. Disamping bantuan dana. Trade and Development Authority. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Sri Lanka. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali.

pdf).org/tsunami/). UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang.org/resources/PDFs/In_the_front_line. IUCN mendirikan kantong dana 3 . Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia.gpa. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. Laut Atlantik bagian timur laut. Thailand. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. Sebagai suatu bentuk dukungan. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. dan juga buku ini. IUCN. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. Sebagai tanggapan langsung. Setelah itu. lembaga pertahanan sipil. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. dan mitigasi dampak bencana. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya.unepwcmc. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. pada tahun 2006. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. Laut Mediterania dan sekitarnya. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. Sementara itu. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. Upaya tersebut. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. pemulihan. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. atau Persatuan Konservasi Dunia. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www.unep. Di tahun 2005.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang.

Dari sebuah bencana. ICRI meminta kepada GCRMN. 4 . dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. di Indonesia. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. ReefCheck. ReefBase di WorldFish Center. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. Jaringan WWF. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. ReefBase. banjir. harapan. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. dengan mendata kerusakan ekologis. pemerintahan dan LSM. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. Reef Check. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. Dengan peranan tersebut. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. dengan bantuan dari donor-donor setia. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy).

GCRMN Management Group Chris Hails.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda.The World Conservation Union & Chair. Sekretaris Eksekutif. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Kepala. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. IUCN. Direktur Program. Teresa Gambaro. Regional Seas. Kepala. Global Marine Programme. 5 .Palau. WWF International Patricio Bernal. Australia Veerle Vanderwerd. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. Ketua bersama. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. dan perubahan iklim. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. seperti penangkapan berlebih.RINGKASAN EKSEKUTIF. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. Kepulauan Andaman dan Nikobar. Thailand. Setelah tsunami terjadi. KESIMPULAN. dan Sri Lanka. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. penebangan hutan. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. Namun demikian. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. namun demikian. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. DAVID SOUTER. 7 .

Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. Menyusul bencana ini. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang.C. ReefBase.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. dibanyak tempat. yang dibantu oleh lembaga PBB. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini.000 sampai 289. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. LSM. 8 . ilmuwan. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata.3. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. Indonesia.15 sampai 9. terutama saran-saranya. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. 1. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut.000 manusia kehilangan nyawa. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. di lepas pantai Sumatra. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. terdapat kekhawatiran di masyarakat. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. pemerintah. sektor industri primer dan sekunder. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. seperti di Propinsi Aceh. Gempa bumi ini. yang berkekuatan antara 9.

Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. Oleh sebab itu. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. sehingga ombak yang muncul lebih besar. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. akan terjadi efek magnifikasi. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. Oleh sebab itu. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. sementara energi yang hilang hanya sedikit. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara).5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. dan ke arah barat menuju India. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. Saat tsunami mendekati perairan dangkal.Ringkasan Eksekutif. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara.. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. sementara jika gelombang tersebut 9 . sehingga tinggi gelombang meningkat. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit.

Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. dekat Pulau Nias. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. dan juga gunung berapi. tidak berulang. akan saling meredam. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. Sebaliknya. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. seperti di Sri Lanka. Sebuah gempa berkekuatan 8. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. praktik perikanan yang merusak. Sumatra dan Kepulauan Andaman). badai tropis. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. Di kebanyakan negara. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. di sepanjang pesisir Sumatra. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. dan memindahkan karang dan patahan karang. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. Disamping itu. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. wabah predator.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. Namun. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. serta peningkatan kadar keasaman air laut. pemasukan air tawar. atau diperparah oleh faktor lainnya. pencemaran sedimen dan nutrien. dan penyakit. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. menghantam. Di semua negara di Samudera Hindia. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut.

000 hektar. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. masih kurang.000. bersamaan dengan mangrove yang luas. dan Aceh Jaya. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. Namun terdapat 68 korban jiwa. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. yang mungkin mencapai 85. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan.395 korban jiwa dengan 2.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. tak lama setelah tsunami 11 . tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. Aceh Besar. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah.4 juta. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. mematahkan atau memindahkan terumbu. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak.932 tercatat hilang.000 rumah lenyap. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Angka kematian resmi sebanyak 5. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. Di sebagian besar wilayah tersebut. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. namun demikian. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur.Ringkasan Eksekutif.000 sampai 220.

sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. lebih dari 35% PDB nasional. Namun demikian. meskipun terdapat 61 korban jiwa. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Kapparatota/Weligama.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. dan Hikkaduwa. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . jalanan. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. Unawatuna. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. vegetasi pantai. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. pantai. dan jembatan. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. Kudawella. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. Di wilayah lainnya. Polhena. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. namun tidak merata. namun data mengenai ini hanya sedikit.

Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. Tanzania (3) dan Kenya (1). Yaman dan Socotra (1). namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. 13 . mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. dan La Digue. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). radio dan televisi. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. lepas pantai Sumatra. Praslin. badai tropis. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. bentuk bathimetri setempat. sistem pengumuman kepada masyarakat. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. Cargados Carajas.Ringkasan Eksekutif. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. Kesimpulan dan Saran Mahé.

dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. pemantauan sosial ekonomi. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. terumbu karang. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. dengan memastikan pembuangan sampah padat. Sama halnya dengan mangrove. Thailand. mahal. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. dan pestisida yang tepat. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. dan mangrove dari puing-puing. hutan pantai. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. bakau. dan hamparan pasir. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. Namun demikian. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. belum terbuktikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. limbah minyak. termasuk pengelolaan perikanan.

khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. Oleh karena itu. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam.Ringkasan Eksekutif. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. Pada beberapa negara. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. dan pengendalian praktik-praktik merusak. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. 15 . Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. pencemaran nutrien. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. dimanapun hal ini dimungkinkan. dan penangkapan yang berlebih. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. seperti tsunami Samudera Hindia. meski pun hal ini ilegal. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. namun demikian. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. dan kenaikkan permukaan laut. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. Namun demikian. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. tsunami. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir.

dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. Dalam masyarakat seperti ini. Meskipun demikian. menghancurkan kapal dan alat tangkap. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. dan keluarga. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. serta mengurus hewan ternak. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. Disamping itu. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. ikan budidaya. menjual dan mengolah ikan. Selain tugas-tugas utama mereka. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. Setelah tsunami menimpa. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. p. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. WorldFish Center. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. muda. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. maupun terluka. Dalam hal ini. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. membersihkan dan memperbaiki jaring.org). dan ekonomi. 16 . Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. Oleh karena itu. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. budaya. politik. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. Dalam hampir semua kasus.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. dan tanaman di kebun. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah.choo@cgiar. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin.

Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. dan universitas. 17 . karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan.Ringkasan Eksekutif. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. sehingga sumber daya ini terus menurun. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. lembaga penelitian. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. dukungan pendanaan dan logistik. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional.

Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. 18 . dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. terutama terumbu karang dan mangrove. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. sistem data.

DAVID SOUTER.15 – 9. lebih dari 230. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. memindahkan massa air laut secara besar-besaran.000 orang mati. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. pulau. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. Dampak 19 . Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. atau estuaria dan meningkat tingginya.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang.1. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. teluk. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. GEMPA BUMI. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan. LEMPENG TEKTONIK. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. retakan menjalar ke utara sepanjang 1.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. 1.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. menyengsarakan industri primer dan sekunder. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai.

Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. yang merupakan gelombang normal di laut.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara. atau dampak hantaman meteor yang besar.gov) Skala Tanggal Waktu 9. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. 20 . artinya pelabuhan dan nami. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. Indonesia 1. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). waktu lokal di episentrum) 3.usgs. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan.Andaman. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. Sumatra.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. longsor. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak. Thailand 1. bahkan sering kurang dari satu meter. 95. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. letusan gunung berapi. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. Sumatra.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. Jawa. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air.earthquake.15 – 9. Biasanya.307o LU.947o BT 30 km (18. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. Namun. Secara kontras.

dimana Sumatra terletak. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. Sehingga. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal.Gempa Bumi. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. Terlepas dari segala kerumitan ini. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Namun demikian. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. tak terlihat. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. Lempeng Tektonik. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. dan dari sumber yang tak terasakan. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi.

2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. seperti juga tsunami tahun 2004. 1993). …” (H. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. Estridge. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. Seychelles. Pengutip Bea Cukai di Mahe. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). 22 . Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. Sebelum tahun 2004. Gelombang kemudian kembali lagi. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan.W. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. Teluk Bengal. halaman 38).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. dan mencapai ketinggian sekitar 2.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. dan hal yang sama terjadi lagi. Tsunami ini menelan 36. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus.

lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. 75% menghasilkan tsunami. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). Di kedalaman kurang dari 30 km.Gempa Bumi. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. Sumatera Sebelum Gempabumi b. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. Namun. titik penyatuan sementara terputus. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). 23 . Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. sehingga menyebabkan tsunami. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. karena adanya kekuatan friksional. Lempeng Tektonik. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). Gempa Bumi c. terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas.

Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. dan ada juga pengangkatan 24 . karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. Bagaimanapun juga. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi.4 kilometer per detik (8. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. dan Maladewa. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi.640 kilometer per jam). ‘Atol mikro’ Porites.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. utara Thailand. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia.

dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil.5 m di Nikobar Besar). menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. 25 . terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. yang melemah di utara. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman.Gempa Bumi.300 km pada 3 tingkatan (elips). Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m.5 m (foto di sampul). Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. terutama di bagian yang lebih selatan. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). Lempeng Tektonik. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama.

Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan. Jain dan Javed Malik. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. Namun. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). beberapa pulau tenggelam secara permanen. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. Kanpur. di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas).5. 26 . Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9.0.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat.0 – 8. Institut Teknologi India.

air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. Sehingga. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.5 7.15 – 9. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS.5 7.2 8.2 7.Gempa Bumi.1 8. Salah satu penyebabnya adalah. tidak seperti gempa Desember 2004. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah.000 > 400 > 900 8.7 8.000 7. saat gempa besar lain (kekuatan 8. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya.6 9.4 >300 27 . Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1. Andaman 7.7 8.6 7. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue.9 7 1 35 > 36.3 15 30 13 48 200 > 230. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep.000 jiwa di Pulau Nias. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa. Lempeng Tektonik. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. sebagai contoh. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya.3 7. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005.7 – 9.3 – 8.30. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra.

Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. gelombang setinggi 1. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. dengan ketinggian melebihi 30 m. Lebih jauh lagi. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Namun demikian. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. 8. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. Di Sri Lanka. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. Sebagai contoh. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami.5 m teramati di Afrika Selatan. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. Sehingga.500 km dari tsunami. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi.5 – 2 jam setelah gempa. terdekat dengan episentrum gempa. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Sehingga. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar.

Tsukuba. dan 200 setelah gempa. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue.Gempa Bumi. 150. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. lepas barat laut Sumatra. 100. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. Lempeng Tektonik. Jepang) 29 . Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju.

dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. Mudah-mudahan saja. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. Rusia di Samudera Pasifik. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. Kanada di Samudera Atlantik. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. kelurahan. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. ©2005). Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Nova Scotia. dan sampai ke Antartika. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. yaitu mangrove dan terumbu karang. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama.

Issue 77. AUSGEO news. and M West et al. Sarah Gotheil.. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. R Bilham. Cummins P. Kenji Satake. doi:10. Canberra. J Park et al. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. Ward S. adalah kecil. Jeremy Goldberg. B04306. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. 109: B4.au. David Tappin. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka. Sieh K. Sebagai contoh. Townsville.Cummins@ga. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005..Goldberg@impac. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls.gov. Karena itu. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. dan Kristian Teleki. Edwards RL. Myanmar mungkin saja terjadi. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia.Gempa Bumi.org. Bernard Salvat. Geoscience Australia.au.500 km Busur Sunda-Andaman. Namun. T Lay et al. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. S Stein. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. 31 . Jeremy. di sepanjang bagian zona subduksi ini. Phil. PENINJAU David Garnett. et al. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. KONTAK PENULIS Phil Cummins.1029/2003JB002398. Nature. Kerry Sieh. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. and EA Okal.. Lempeng Tektonik. Australia. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. International Marine Project Activities Centre. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. Australia. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Journal of Geophysical Research. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember. Viacheslav Gusiakov. Hilman Natawidjaja D. dan mencegah orang terseret ke laut.

www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ.gov.usgs. 309: 20452048. Titov V. www. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami. Wikipedia.en. National Earthquake Information Center. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.uk/tsunami-risks. Edisi Online. http://geology. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics.earthquake.com. www.ac. National Environment Research Council.org/wiki/Tsunami.nerc-bas. Science. http://neic. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 . et al.html. http:// pubs.wikipedia.usgs.gov.usgs.gov/publications/text/dynamic.

lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Namun pada kenyataannya.2. TSUNAMI. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. Namun. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Pada kenyataannya. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik.000 orang. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. GEMPA BUMI. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah.

Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Namun. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. karang bercabang. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Karang-karang besar yang berat. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). Thailand. dan Sri Lanka. Nampaknya. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. Pada gilirannya. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Kiribati. Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. hamparan rumput laut. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. biasanya lebih tinggi dari 10 m. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. dan Tuvalu). Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

(2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. Namun. Tamil Nadu. Antara tahun 1980 hingga 2000. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami.05). Ditakutkan. Namun. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. 308: 1595. n = 12.23. hancur total. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. Science. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. n = 4. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami.usgs.06 ± 1.Gempa Bumi. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. Sementara itu. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). Tanpa karang: 22.6 ± 3. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar.7 hingga 4. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut. p = 0. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. petani. Referensi: Baird AH. Tanpa perbandingan tersebut. Pada gilirannya. 14 = -2. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . t (0. dan sembilan narasumber (2005). tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. Tsunami. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.wr. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak. Sebuah makalah oleh Lui et al.65. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. Sebagai perbandingan. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. termasuk juga perlindungan dari gelombang. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang.gov/news/reports. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir. 15: 1926-1930. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. Current Biology. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. Hal ini sangat penting. dan delapan narasumber lain (2005).232. Liu PL-F.2 juta hektar).043).

jalan.co. 310: 643). kenaikan dan penurunan permukaan air laut. Saya berhasil lari ke tempat aman. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record). Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah. India menanam 80. Marimathu. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim.stm).000 tahun sejak abad es yang terakhir. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. 36 . dan peternakan. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. Jadi. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami.” kata bapak tersebut. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman.. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. serta menghadapi badai-badai tropis. pemasukan air tawar. gempa bumi.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan.bbc. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini.. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. dan pohon-pohon lain. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan. Selama 8. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. Tamil Nadu. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. gunung-gunung api. mereka dapat mendengar deburan gelombang. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. dan hantaman meteor. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. serta tekanan-tekanan biologis. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. namun tidak dapat melihatnya. pohon kelapa.244 anakan pohon. tapi tempat tersebut juga tergenangi air.

hingga ke Phillipina dan Jepang. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. Solomon. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. walaupun sering juga parah. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley.000 tahun yang lalu. Namun. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. 37 . Gunung-gunung api yang melepaskan lava. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang.000 tahun. hancur dan jatuh ke bawah tubir. Tsunami.com). Di sana. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. gempa bumi. Vanuatu. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. Papua Nugini. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. dilaporkan dalam Associated Press.000 hingga 600. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. Kep. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. Seperti halnya Maladewa. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel.000 hingga 12.newsday. Reunion. misalnya Hawaii. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia.Gempa Bumi. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. letusan gunung berapi. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. www. Sebagai contoh. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin.

di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. taifun. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. Namun. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Sekali lagi. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Kerusakan biasanya terlokalisir. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Namun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis.

coml. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. tanpa kehidupan. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. atau disebabkan. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Namun hal itu tidak terjadi. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. karang. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. Dalam dekade terakhir. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat.org). “Tapi.000 m. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. oleh kegiatan manusia. bintang mengular. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. teripang. atau diperparah.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. Di kedalaman ini. Tsunami. lima bulan setelah gempa bumi. spons. kedalaman sekitar 4. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu.” ujarnya. Dalam lima tahun berikutnya. Pada umumnya. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. dan cacing. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. krustasea. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. 39 . wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang. Belum pernah ada preseden seperti ini.” Profesor O’Dor melanjutkan. laut sangat dingin. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan.Gempa Bumi. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. www. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. Sehingga. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. Tsunami. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. kesadaran. Bernard Salvat. Namun. ancaman perubahan global. Sebagai contoh. Nicola Doss. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. dana. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. serta tidak memadainya kepemimpinan. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. Selain itu.Gempa Bumi. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Helen Fox. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. dari sudut pandang terumbu karang. dan Kristian Teleki. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. dan kemauan politik. yang memang terjadi secara tidak rutin.

) Status of coral reefs of the World: 2004. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. (disusun oleh UNEP GRID). Australia. pp. Natural Hazards. 7-50. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Townsville. dalam persiapan. Queensland. Wilkinson C (2004) Executive Summary. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. 44 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Dalam: Wilkinson C (ed. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features.

walau sebagian lagi rusak total. perikanan. BOB FOSTER. Pemecah ombak.000 orang kehilangan rumah mereka. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. Sektor-sektor pertanian. dan lebih dari 250. IVAN SILABAN. NISHAN PERERA. CARLO CERRANO. GERRY ALLEN.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. total kerugian melebihi US$ 4. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. Lebih dari 120. dan pembangunan yang tidak lestari. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. budidaya air.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72. tanggul-tanggul pencegah banjir. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. maka 42.3. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . saluran-saluran irigasi. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97. Pada akhirnya. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia.1 milyar. ZEEHAN JAAFAR. polusi.000 rumah hancur atau rusak. lebih dari 500. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. IBNU HAZAM. di bagian utara Sumatra. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar.000 orang meninggal atau hilang. YAN MANUPUTTY.000 hingga 58. GIORGIO BAVESTRELLO. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. ANNELISE HAGAN. SILVIA PINCA.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). AYU DESTARI. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. lebih dari 500. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. dan dermaga mengalami kerusakan parah. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. teman. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. atau mengalami trauma lainnya. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. penyu sisik. dan Aceh Jaya.1 juta.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh. Pemecah ombak. banjir kanal. dan lebih dari 250. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi.000 jiwa.000 rumah hancur atau rusak. Di bagian barat pulau Sumatra. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. 40 km dari episentrum. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya.000 manusia kehilangan rumah tinggal. Aceh Besar. Sekitar 750. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. mata pencaharian. menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra.

ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. seperti kendaraan. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. laporan menyeluruh di www. melalui pepohonan.sifr.edu.au/ahb/dave. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. Tak satupun tertinggal. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras.com. Kami melompat ke dalam mobil. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. pepohonan.500 pulau di Kepulauan Nusantara. diperkirakan sekitar 500. Aceh. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. Sejak 1994. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. Saya sadar. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. jauh dari pepohonan. Setelah sekitar 20 menit. hampir semua rumah hancur.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. dua orang saudaranya. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia.500 ha) berada dalam kawasan bencana. Istri saya kehilangan ibunya. Para wanita berdoa kepada Allah. kontaminasi air tanah. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. wavelines@hotmail.php) 47 .jcu. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. hampir dua kali lipat kondisi awal. sedimen. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. Setelah sekitar 4 menit.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. Kami keluar masuk rumah. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. Kami tidak dapat melakukan apapun. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. Dengan 340 situs pemantauan awal. gempa mereda. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Getaran itu kembali lagi secara periodik. kemudian lari ke rerumputan. Dari teras rumah.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. menghitung waktu di antara getaran. dari laut. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. mereka sudah sangat dekat dengan maut. Menjelang pertengahan tahun 2005. infrastruktur pesisir. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala.

0 4.0 990.9 165.0 394.5 89.9 83.7 119.1 Indonesia. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.5 17.1 128.9 409. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.408.6 257.531.8 38. Kementrian Lingkungan Hidup.4 68.2 325.4 Kehilangan 65.8 67.9 29.2 89.4 550. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.6 Fasilitas Pribadi 1.2 Total 1.6 1.4 2. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.5 18.7 508. Departemen Kehutanan.674. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.9 83. yang jelas teramati sebelum tsunami.8 370.461.0 154.9 2. Saat ini. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).4 91.182.9 446.1 18.5 166.4 636.5 89.6 154.398.0 23. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.8 82.9 3.6 9.1 3.2 1.6 132.8 17. juga telah menghancurkan terumbu karang.2 140.8 8. Project Wallacea di Wakatobi. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.740.9 562.4 280.3 132.1 14.5 428. dari BAPPENAS 2005).8 145.1 29.4 9.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.437. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.8 535.920.2 66. 48 .1 50.4 1.9 548.8 510.8 26.1 224.451.6 652. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.9 0.4 876. The Nature Conservancy di Komodo.7 89. Penangkapan ikan yang merusak.1 14.1 89. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia.0 194.4 Umum 300.1 14.1 13.9 67.4 89.9 11.4 240.132.1 1.9 1.5 83.1 351.7 1.9 21. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.6 83.1 28.6 1.8 221.9 101.440.1 830.0 2.0 390.3 110.

Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. karang. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. terkubur. dan sisa pohon-pohon mangrove. bebatuan. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. serta banyak jenis burung.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. buaya muara. Namun demikian.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. hanya mengalami kerusakan kecil. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. ikan. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah.10 m. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Di kawasan semacam ini. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. atau terlempar ke bagian lain terumbu.4 juta. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. berubah menjadi pecahan karang. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. mengalami lebih banyak kerusakan. Banyak koloninya yang terbalik. Sebelum tsunami. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. kepiting. serta penyu sisik dan penyu belimbing. 20 km di selatan Tapak Tuan. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . Namun. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. mengalami kehancuran yang paling parah. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat.

Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). duyung. dan banyak pohon.000 ha mangrove telah rusak. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. C. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. C. triangulum. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. Sekalipun demikian. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. Pulau Batee. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. Namun demikian. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. termasuk tiga jenis penyu.3 juta akibat tsunami. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. Terumbu karang. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. padang lamun. ornatissimus. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. trifascialis. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. C. Pulau Teunom. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. 50 . Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. Akibat gempa tersebut. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). Pulau Nasi. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. dan beberapa pulau kecil). walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. C. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah.

tutupan karang hidupnya pun tinggi. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami.baird@jcu.au). Dimana kegiatan perikanan terkendali.edu. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. Sementara itu. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. Namun. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. 51 . andrew.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia.

di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang).id/) 52 Persentase terumbu (%) .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh. 7 = Porites. 2 = menjari. kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www.coremap. 4 = meja bercabang.or. Sekalipun demikian. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. 6 = Faviidae. 9 = Scleractinia lain. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja. Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). 3 = bercabang.

9 juta. lembagalembaga pemerintahan. dan industri kecil. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. Aceh Besar. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005). Sebanyak sekitar 1. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan. bendungan.000 – 48. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut. Para korban yang selamat.000 26.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. Lebih dari 80. Walaupun bantuan tersebut sukses.900 orang. Nagan Raya and Simeulue. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. Aceh Jaya. perikanan tangkap.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es.000 14.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. Pidie.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. Aceh Barat. Budidaya air: Sebelum tsunami.000 nelayan dan keluarganya. FAO memasok benih.000 – 58. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. melibatkan sekitar 42. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. dan traktor untuk 8. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. 53 .000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. seperti pertanian. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. merusak lebih dari 40. pupuk.823 < 500 17. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka.

Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. 430 LSM lokal.3% pendapatan daerah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6.000 orang. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. kualitas air. 110 jembatan. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). serta sistem sanitasi. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. berbagai sekolah. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. pasar-pasar. 54 . sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Namun. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebagai contoh.

daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. 2006). Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. masih ada setelah tsunami berakhir. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. Foster et al. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. berikut masyarakat yang tergantung padanya. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami.org. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. dari 5. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. dapat terus hidup 55 . seperti penangkapan ikan yang berlebihan. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. pemantauan yang terus menerus. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. penangkapan ikan yang berlebih. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. Reef Check. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. Namun. Lebih dari sebelumnya. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. Secara relatif. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. kemasyarakatan. Namun. serta perekonomian. kualitas air yang rendah. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. Ada banyak juwana. pengelolaan wilayah pesisir. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. sebagaimana teramati dalam survei. rcinfo@reefcheck. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya.

Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. batu. sistem pengelolaan data. serta konservasi terumbu karang. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang. 56 . Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. Scaridae. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan.

Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun. kacang-kacangan.org/tsunami/). Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan. India. kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut.asp). Lagipula. 57 .wetlands. Namun kini. rusak karena tsunami. Sebagai ayah dari 8 anak.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. Kristian Teleki.htm). sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. Petani tua ini kehilangan 1. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. (www. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu.org/ tsunami/tsunami_rpt. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. (www. Hidup masihlah sulit. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. (www. (www. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai.pdf). dan Stuart Campbell.” ujar Yacob. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. Maladewa. Namun. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah.000 tanaman coklat.org/temp/tsunami_report. “Tapi kita tidak boleh patah semangat.usaid. Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah.asp). (www. Sri Lanka.gov/id/). Wetlands International-Indonesia Programme (2005). Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami. walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat. kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt.fao.neaq. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Wildlife Conservation Society . APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah. (www. Associated Press). Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. Namun.unep.id/ tsunami/tsu-index. serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. Pada awalnya. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. FAO (2005).Indonesia Program (2005).or. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka. UNEP (2005). Namun.reefbase. Pada awalnya. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). Joanna Ruxton. 66. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami. Para petani berkata bahwa sayur-mayur. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. USAID (2005). Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya.org/ tsunami.

Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. 14 bulan setelah tsunami. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. Acanthuridae. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. struktur populasi ikan karang. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al. kedekatan jarak dengan terumbu lain. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. serta hidrodinamika lokal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami.campbell@wcsip. (Sumber: Campbell et al. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami.9 karang muda/ m2). Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. dan Chaetodontidae. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. 2006 dalam persiapan. Survei tahun 2006. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas.org). ketersediaan habitat. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. 58 . Hubungi: s. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. Universitas Syiah Kuala. perlindungan terhadap penangkapan.

WorldFish Center. Yan Manuputty.5. (www. Center for Global Change and Earth Observations. Anisa Budiayu.com. Pulau Weh. Bali. 80228. 1. Indonesia.go. (Daftar penulis menurut abjad. College of Marshall Islands. Zeehan Jaafar. Consultative Group on Indonesia. Bob Foster. Università di Genova.ac. Skole DL. Sanur. Annelise Hagan. Kebayoran Baru. the December 26. Corso. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. Fax: +62 21 7279 6489. Ibnu Hazam. Current Biology. Università Politecnica delle Marche. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. g. nanengsetiasih@yahoo. California. Reef Check Indonesia. Perera N. Galuh (II) No. Baird AH. et al. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Jakarta 12110.com. Bogor Agricultural University. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. cerrano@dipteris. Fisheries Diving Club. Jl. abh28@cam. Carlo Cerrano.org.org. dan Yunaldi Yahya. Oliver J. Samek JH.) ACUAN Allen GR. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Reef Check Foundation.id). Gerry Allen.sg. Reef Check Foundation. nsh@iucnsl. IUCN . Ivan Silaban. Indonesia. Giorgio Bavestrello. Tun K.it. UNESCO Office Jakarta.uk. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Wasistini Baitoningsih. 59 . GCRMN. 2004 Natural Disaster. Jan Henning Steffen. Indonesia.unige. tropical_reef@bigpond. et al. Foster R. Campbell SJ.com. Pacific Palisades. Ayu Destari. Indonesia. 99 pp. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Anggoro AW. Telepon: +62 361 285 297. ayudestari@yahoo. scip1157@nus. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. milviapin@yahoo. Nishan Perera.org.it. National University of Singapore. Sumatra. USA. Hagan A.com. bob@reefcheck. Telepon: +62 21 7399 818. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. Silvia Pinca. Fax: +62 361 286 383. JI. 15: 1926-1930. Aceh Province.The World Conservation Union. e-mail: jakarta@unesco. 16 pp.bappenas. Ardiwijaya RL. Pengembak no.bavestrello@univpm.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. Gunawan CA.edu. 32 pp.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya.15 siang tanggal 26 Desember 2004. 61 . dan pertokoan rusak. Perak. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam.721 nelayan terkena dampak secara langsung. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. 3. jembatan. jetty. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. Propinsi Perlis. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi.626 kapal nelayan (setara US$ 7. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. Kedah. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. dan Selangor. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi.24 juta.4.5 juta) hilang atau rusak. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. Kedah Perak. tempat tinggal sementara. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. desa nelayan di pesisir.

sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. Oleh karena itu. 12 di Kedah. yang mencegah evakuasi cepat. dan bandar udara tidak terpengaruh. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. persediaan air. Kedah. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. Rel kereta api. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. sektor telekomunikasi. saluran air. dan transportasi. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. 3 di Perak dan 1 di Selangor. 62 . seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. jalanan. 52 di Penang.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. Lee Yoke Lee. WorldFish Center Newsletter Vol. Abdullah SZ. Arshad MA. 28 No. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. Veloo P (2005). Yalciner AC. et al. (http:// yalciner. Malaysia. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. Ali M. Abd Wahab AK (2005).asp. 2005 North West of Malaysia. 28 No. Penang. Universiti Malaya Maritime Research Institute. Ramly R.tun@cgiar. Kevin Hiew. Affendi YA. Report on December 26. (www.ce. Lim WS (2005).www.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. Penang and Langkawi Islands. Ghazali NH. Malaysia. Tajuddin BH. Harith H (2005) and Kua BC. NAGA. Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas. WorldFish Center Newsletter Vol. affendi@um. 50603 Kuala Lumpur. Peninsular Malaysia. 66 . Volume 7.org/Tsunami. Issue 1: 1-10. REFERENSI Chee PE.my. Penang Economic Monthly.pdf.edu. PO Box 500 GPO. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. 1 & 2: 23-25. Ali M (Eds. dan Kristian Teleki. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini.pdf).reefbase. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). PENINJAU Choo Poh Sze. NAGA. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat.pdf).yusuf@cgiar.org. 2004. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir. Bakar P. 10670 Penang.streaminitiative. Malaysia. Lee YL. Joanna Ruxton. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. isi makalah oleh: Alias AH. Affendi Yang Amri. Field Survey on July 09-10. k. Abdul Latif F. Siow R.). Khor HT.com. 1 & 2: 17-22.seri. Mohd Nizam Basiron.metu. (2005). Indian Ocean Tsunami. Yusuf YB. Coral Cay Conservation. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. Abdullah A. Latun AR.org/pdf/MalaysiaMarch. Fisheries Research Institute. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN. David Garnett. WorldFish Center (2005). lembaga pemerintah.org dan y.edu. University of Malaya. WorldFish Center. www. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang.my/EconBrief/EconBrief2005-01. Impact of the tsunami on Penang’s economy.

Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan.600 unggas ternak hilang. dan penetasan benur.5. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. Lebih dari 1. MAITREE DUANGSAWASDI. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. dan lebih dari 2.000 ekor babi dan 7. Secara umum. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. tidak lama setelah tsunami menimpa. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna.000 kapal nelayan hilang. 4. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. 8 dermaga rusak parah. terumbu karang tidak rusak parah. keramba. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. 67 . DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. Namun. beserta alat tangkap. 407 desa. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. SUCHAI WORACHANANANT. tambak. lebih dari 5. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. lebih dari 8. 13% rusak parah.000 terluka. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri.395 dengan 2. THAMASAK YEEMIN.932 lainnya dinyatakan hilang. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan.500 hektar lahan pertanian terendam air laut.

Namun. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). Phang Nga. dan juga faktor-faktor buatan manusia. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong.932 orang masih hilang.395 korban jiwa. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9.40 dan 10.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Krabi. terutama mereka yang berasal dari Eropa. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. karena mereka tidak 68 . batimetri dasar laut di perairan lepas. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. dan lebih dari 8. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. kemiringan. dan Satun. tepat 1. Phuket. Trang.30 pagi waktu setempat. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang.000 terluka. Laporan resmi mencatat 5. Tingkat kerusakan bervariasi. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami. 2. topografi.

950. Nakhon Si Thammarat.600 km. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. ancaman daratan. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Chumporn. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta.000 (4. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. 69 . Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. dan kehidupan masyarakat. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. 13% dalam kondisi baik. lamun. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Jumlah korban jiwa pasti. 33% dalam kondisi sedang. Sebelum tsunami. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. Pattani dan Narathiwat). 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). 300 pulau. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. Dari dana ini.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. namun tidak untuk semua lokasi survei. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. sejumlah pemerintahan negara. Di Laut Andaman. sebanyak US$ 123. Chanthaburi dan Trad). Departemen Taman Nasional. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. kebutuhan psikologis dan sosial. dan garis pantai yang melebihi 2. Contohnya. dan biota laut yang terancam punah. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. Surathani.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Secara besamaan.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang. Songkhla. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. padang lamun.

Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan.1 21.5 5.8 2.6 34. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi.1% Baik 7.2 23.6 28.0 10. DMCR. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.9% Sangat Rusak 16. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang.5 1.6 5.4% Sedang 36. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1.9 29. Secara keseluruhan. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin. Pada 23 lokasi. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990.6 49.9 35. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.4 7.1 36.2 33.7 13. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.7% Rusak 37.7 10. namun basis data tersebut tidak dikelola. pemerintahan wilayah.8 26. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.7 4.1 15.5 26.2 23.7 31.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.2 16.0 23.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.0 3.2 13. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002.4 28.9 19. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 .9 18. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori). DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya.

Thailand Pasca-Tsunami 1. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. terutama Pulau Khang Khao. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. Kam Yai. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. 8% mengalami kerusakan sedang. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. 71 . dan 3. 2. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. Kam Nui. penyelimutan. Gerakan gelombang yang mencabut. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. dan Larn. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. mematahkan.

Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. 72 . lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. dan Breakfast Bent. Di Snapper Alley Point. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. karang masif terbalik. Pulau Ka. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. West of Eden. tipe karang yang mendominasi. Pusa Rock. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. Tanjung Krung Noi. kecuali Pulau Miang. Dok Mai. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. dan arah terjangan ombak. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. Khai Nai. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. Namun demikian. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. Sunset Point. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. sebuah lokasi selam yang terkenal. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. yang mengalami kerusakan tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. Deep Six. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. terpindahkan. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. sejumlah besar pasir. Namun demikian.

termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. Ahli ekologi karang. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . Di Kepulauan Phi Phi. dimana 10-30% dari karang rusak. terumbu karang juga mengalami kerusakan. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island.. berputar di dalam pusaran air. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. dan selalu pulih. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. Gerry Allen. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. terdorong ke satu arah. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. Di dekat Pulau Tachai. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu.. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. terdapat karang mati. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. 50% mengalami kerusakan sedang.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. namun. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. kepulauan Surin. Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. Namun berbeda dari bencana alam. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. Di dekat pesisir Teluk Patong. . Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. dimana lebih dari 1. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. pengembangan pesisir dan pemanasan global. setinggi 3 meter.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Ilmuwan karang Australia. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu.000 orang meninggal. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas.” Terumbu telah mengalami badai angin. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. Desember 2005). Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati.

Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. Namun demikian. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. Teluk Lolana. Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. kuda laut. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. 74 . dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. Teluk Maya. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. Pulau Hae. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. Pulau Ngai. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. Pulau Pu. Sejumlah karang lunak telah pulih. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). laju pertumbuhan karang yang tinggi. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. Namun demikian. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. Teluk Kata.

meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. namun kami telah berpindah 500 m. baik yang kecil maupun besar. laut seakan berubah menjadi warna putih. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. kabel listrik. Semua itu memakan waktu 1 menit. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. Dari kapal. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. kemungkinan karena pasir yang terangkat. pakaian. dimana-mana. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. 75 . Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. laut tenang. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. dan puing-puing yang sangat banyak. dan beberapa hiu paus terlihat. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. bongkahan gedung.com). Sotong terlihat sedang bereproduksi. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. bungalow. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. saffronkiddy@hotmail. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. namun semuanya tampak baik-baik saja. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. Narima Diving Thailand. sementara yang lain terhisap ke dalam air. dan lainnya.

800 rumah. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. membantu dalam stabilisasi pesisir.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian.7 juta ton metrik senilai US$ 1. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. dan 24 sekolah. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk.5% dari padang lamun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. Kerusakan total hanya menimpa 1. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. perumahan. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan. 200 rumah makan dan 4. praktik penangkapan ikan yang merusak. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir.000 kamar rusak atau hancur. telah kehilangan sumber pencaharian. dan siltasi dari penambangan timah. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. sebaiknya dilakukan. Kerusakan lamun: Hanya 3. Namun demikian. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog.5% dari lebih dari 7.1 miliar. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. sebagian besar di Propinsi Phang Nga. 4. dan pariwisata.000 orang karena menghancurkan 407 desa.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. Menurut DCMR. seperti rotifera dan plankton lainnya. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Propinsi Trang. hanya 306 hektar hutan bakau (0. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan. Namun demikian. dan 14. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. pengaruh dari budidaya udang. Hanya terdapat 1. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . Disamping itu.

Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. WWF Thailand).000 ekor babi serta 7.600 ekor unggas ternak hilang. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . Di Koh Phi Phi. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. dan Pulau Phi Phi. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2.137 buah 4. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Di saat kita mulai membangun kembali. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1.228 buah 3. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather. keramba. seperempat dilaporkan rusak. dan penetasan benur. tambak. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. Sementara itu.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. Direktur. atau tertutupi sedimen dan puing-puing. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. patah. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. Khao Lak. alat tangkap. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. Enam jagawana lainnya terluka parah. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. sementara hanya 4. sepatu. stereo. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. mainan. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. kabel-kabel listrik.500 kali. rehabilitasi lingkungan. bongkahan atap. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. dan lembaga internasional sepert UNEP.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. termasuk televisi. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. dukungan kapal. regu-regu pembersih pantai. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. Upaya pembersihan terumbu karang. peralatan selam. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. seperti rumah bungalow utuh. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. pantai. termasuk para perenang snorkel. andrew@hidef. kulkas. Segera setelah tsunami. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. peralatan. kartu identitas. gedung. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. dan pemulihan kehidupan masyarakat. Misalnya. dan staf registrasi. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. Benda-benda berukuran besar. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. Setelah 3 bulan. peningkatan kapasitas. Barang-barang pribadi seperti baju. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. Koordinator Proyek. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. mesin cuci.

Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. 79 . antara 10-13 Januari 2005. antara 4-8 Januari 2005. dan sistem peringatan dini. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. pengelolaan limbah. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. rencana cepat tanggap. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. baik untuk budidaya maupun pariwisata. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment).000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan.

Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. 80 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. wastafel. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. merusak terumbu karang.org). dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. dari kursi teras sampai wastafel.” kata Mr. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart.” kata Hakan Bjorkman. dan habitat-habitat pesisir. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. kapasitas pemantauan. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. Perlu ada peningkatan keahlian teknis.hart@undp. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. Barang rongsokan berukuran besar. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. terumbu karang. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. cherie. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. Namun. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. kursi teras. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. Bjorkman. peralatan. World Bank. UNDP. “Kita sudah melihat kopor.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh.500 km2 dan terumbu karang seluas 1. informasi 84 . gua kapur. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. tebing batu yang terjal maupun tegak. Sebelum terjadi tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). termasuk terumbu tepi (fringing).700 km2. hamparan bukit bawah laut. Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12.

pari. www. Ngwe Saung. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). oleh 85 . karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas.5%. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001.exploremyanmar.de). Tidak terdapat. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. ikan berukuran besar yang melimpah. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. di depan Penginapan Laguna. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. Hari ini tampak seperti biasa. sedikit di atas wilayah Thailand. yang merupakan Taman Nasional. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. Pukul 7:45 di pagi hari.reefcheck. Namun. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. terdapat ikan hiu. Di negara bagian Rakhine. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. 2004. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. Bagi para nelayan sesepuh. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon. laut masih tenang dan matahari keluar. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. milik Reef Check.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. saya berada di Pantai Ngapali.5% sampai 82. Penutupan karang batu berkisar antara 32. Myanmar.

namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. membayangkan yang terburuk. korban jiwa masih dapat diselamatkan. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu. “Ini benar-benar luar biasa. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan.000-6.000 orang kehilangan tempat tinggal.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. Antara 5. 86 . Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. yang mengalami kerusakan. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. dan kerugian finansial mencapai US$ 250. dan IFRC. namun. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam.000. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. lembaga-lembaga setempat. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. Menurut laporan-laporan dari PBB. dengan beberapa karang patah atau terbalik. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). yang terletak 320 km dari Myanmar.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. dan bangunan sekolah. yang selalu terletak pada dataran tinggi.000. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. SARAN. bahkan yang kedua. International Federation of the Red Cross). namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami.

banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar.pdf). program pemantauan ekosistem. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. PENINJAU Barbara Brown. Universitas Nasional Singapura. WorldFish Centre. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries.de. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. Malaysia. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. dan pengeboman. Niphon Phongsuwan. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. Dari hasil konsensus saat ini. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). Chou Loke Ming. dan untuk saling bertukar pengalaman. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat.heiss@reefcheck. PO Box 500 GPO. georg. Phuket Marine Biological Center. 6. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. 10670 Penang. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. k. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. Fahrenheitstr.streaminitiative. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove. Inggris. Reef Check Eropa.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. Sekolah Biologi.tun@cgiar. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. Perpusatakaan AIMS. KONTAK PENULIS Karenne Tun.org. Namun. Universitas Newcastle upon Tyne.org/pdf/050203Myanmar. Joanna Ruxton. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. 28359 Bremen Germany. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah. Georg Heiss. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat.

KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. seorang ahli zoololgi konservasi.html). Active Fault Research Center. reliefweb. yang kaya akan biodiversitas laut. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post).unit.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. w h o s e a . Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami. paus. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik.aist. tulis sebuah harian semi-resmi. dalam laporannya. kata Mya Than Tun. ( w w w. w 3 . seorang peniliti dari Departemen Perikanan. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun.int/rw/rwb. yang dipimpin oleh Brian Smith. dan Sri Lanka. go. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar.htm).Teramatinya ratusan lumba-lumba. India. Bangladesh. Satake Y. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. et al.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). (www. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. Ayeyarwaddy division (www. 88 . WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. National Institute of Advanced Industrial Science and Technology. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657.

lebih dari 7. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. SRI LAZARUS. K. Pada daratan utama. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. K. pengembangan pesisir. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. MARIMUTHU. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. SARANG KULKANRI. ARJAN RAJASURIYA. JEYABASKARAN.7. JERKER TAMELANDER. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. dengan kerusakan yang terpusat. A.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. R. N. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. ANITA MARY. jetty. KUMARAGURU. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. JAYAKUMAR. SWAYAM PRABHA DAS.K. begitu juga pada hutan-hutan. VENKATARAMAN. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. penambangan terumbu. dan pencemaran. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. terdapat jumlah kematian serupa. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. DAN J. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. 89 . jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. sedimentasi. ROBERT SLUKA. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi.

Pada akhirnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. yang menopang kepulauan tersebut. lempengan Burma. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. 90 . Sehingga.

dan bangunan infrastruktur lainnya. bandara. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. di bagian utara Andaman. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. sementara yang lain. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. jetty. terbatas dan tidak mudah dijangkau. dan Little Andaman tersapu bersih.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. Port Blair. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. Car Nicobar. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. runtuh akibat goncangan. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. Namun.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut.

dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Lebih lanjut lagi.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai.000 jiwa. Sekretaris Kehormatan. Pada beberapa dermaga. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. air datang’. Hampir 6. Sejak 26 Desember. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. Masyarakat sangatlah menderita.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. saat gempa bumi pertama datang. Lebih dari 260 jenis karang batu. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. Cuddalore. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. Kepulauan Andaman dan Nikobar). yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. 145 jenis karang lunak. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. dengan jumlah korban lebih dari 10. tetapi hidup berjalan terus. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. WWF-India. suasana hati sangatlah gundah. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. Secara umum.5-5 meter. dan 1. terumbu karang pada daratan utama. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. dan pulau-pulau Lakshadweep. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. coli dan Salmonella. Pada saat ini. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Kebanyakan dari 356. Lagipula. mengatakan bahwa ‘air datang. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru.000 penduduk di rantai pulau terpencil. 92 . Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. Kira-kira satu jam kemudian. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. akan kembali lagi.

penambangan karang. dan pencemaran. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. Isu 5720). Sebelum tsunami. 93 . Lebih dari 1. Volume 308. Menurut para pakar arkeologi. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar.000 pada 2001. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Alok Tripathi. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. seekor singa sedang istirahat. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. yang memimpin penggalian ini. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. mempengaruhi 55% dari terumbu. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. pengembangan pesisir. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. meningkat dari 279. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. seekor kuda yang sedang terbang. dalam kondisi baik. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. 6 diantaranya dianggap tenggelam. gajah. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. sedimentasi. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. praktik pengelolaan yang buruk. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. binatang singa.000 pada tahun 1991 menjadi 405. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni.

94 . India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. fluktuasi suhu yang besar. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. berisi panduan untuk pembangunan rumah. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. Goniastrea dan Goniopora yang masif. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat.com dan International Collective in Support of Fishworkers. dan sedimentasi yang tinggi. ungkap Jesuratnam. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. seorang pekerja sosial. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). pemerintah menolak membantu pembangunannya. Kami perlu berada dekat laut. Jika tidak. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. Hydnophora. 172 yang baru. Wilayah laut di Teluk Mannar. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. icsf@icsf. Mereka mengatakan tak punya pilihan. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. dengan penutupan karang sebesar 20%. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. serta sebagai wilayah peneluran penyu. ungkap Vanaja. dan terdapat juga jenis Favia.net). Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini.newindpress. Keputusan Pemerintah No. padang lamun. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. Kehidupan kami bergantung pada laut”. dan selatan kepulauan Andaman. Sebelum terjadi tsunami.

seperti batang pohon. Hutan 95 . National Geographic News). Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. sawah. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka. Namun. Empat suku Andaman: Andaman Besar. Mayoritas suku tersebut terancam punah. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. yang akan mendorong pertumbuhan karang. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. Namun. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. Sebelum tsunami terjadi. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. Pada awalnya. populasi yang berlebih. Kesadaran mereka mengenai laut. bumi. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. dan kekurangan sumber daya. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. serta Sentinel. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air.000 hektar. Jarawa.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. Onge. terancam oleh penyakit. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang.

Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. masih dapat hidup. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. rusak parah. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. Di sejumlah wilayah. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Namun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. dan radiasi sinar UV. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. termasuk Porites lutea yang mendominasi. Patahan Acropora spp. peningkatan suhu. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. sebelum dan sesudah tsunami. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. tetapi kematian masih dapat terjadi. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. Redskin: Terumbu karang. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui.

Koloni-koloni besar terangkat. Porites. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. Trinkat. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. Terumbu Utara. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. dan Great Nicobar (Nikobar Besar). Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. Comorta. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. Nancowry. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. Tarasa. dan Acropora spp. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. Echnipora. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Katchal. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . termasuk di Car Nicobar. topografi dan komposisi pantai telah berubah. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. Jenis Acropora paling besar dampaknya. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. hanya beberapa koloni Acropora. Interview. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. Namun demikian.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Porites nigrescens. dan Porites. dan Psammacora yang patah atau terguling. namun lebih ringan. Acropora.

sementara 98 . terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. pasir. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). Upputhanni.4 mg/hari setelah tsunami. Kurusadai. Sejumlah karang mengalami pemutihan. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. Vali Munai. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. Yaanipar. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. telah hilang. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Pulvinichalli. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. Kariyachalli. kue (Carangoides malabaricus). Poomarichan. Teluk Kachchh. Namun demikian. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. North Passage.5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. nyaris hilang. alga. setelah tsunami terjadi. yang megakibatkan kematian. Pada bulan Mei 2005. Mulli. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. baronang (Siganus). sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. Thalaiyari. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur.7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. Pulau Great Nicobar. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. Pada bulan Januari 2005. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. Karang batu. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp.

Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. Sejauh ini. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. patahan karang serta spong. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat.000 m dari laut. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. Andaman Kecil. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. dan hutan bakau pesisir. serta peralatan perikanan. kapal. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. penyu hijau. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. Sejak tahun 2001. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. penyu sisik. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. penyu lekang. WWF International). mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. makanan. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. suaka.

Oleh karena itu. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. 100 . dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. namun. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. instansi pemerintahan. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. pengelolaan. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. dan LSM. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. dan data terumbu karang yang lebih baik. dan kehutanan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. pertanian. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar.

Ministry of Environmental and Forests.lk.India. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. funded by CORDIO. Madurai Kamaraj University. dan jjeraldwilson@hotmail. Current Science. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. National Coral Reef Research Institute. Reef Watch Marine Conservation. 1775) in Pudhumadam coastal waters. Reef Watch Marine Conservation. Mumbai. Institute for Environmental Research and Social Education. N Marimuthu. Kumaraguru AK.net.Ass. sarang@reefwatchindia.in. 89(10): 1729-1741. J.com. Robert D Sluka. lazarus_lasu@yahoo. Government of India. Marimuthu N. 101 . jeybas@hotmail. jet@ iucnsl. Anita Mary. nba_india@vsnl. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi.com. dan J Jerald Wilson. R Jeyabaskaran. Marimuthu N. WWF-India. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report.com. Arjan Rajasuriya. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. K Venkataraman. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Millennium Relief and Development Services. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN.com. akkguru@eth. JK Patterson Edward. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. bobsluka@mrds. kjkkumar@yahoo. marinemari@hotmail. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. Platax teira (Forsskal. Z Islam. Suganthi Devadason Marine Research Institute. Sarang Kulkanri.Biol. Wilson JJ. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT). JJ. National Biodiversity Authority. Sri Lazarus.com.ac. 47(1): 83-87.net. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. arjan@nara. marineani@rediffmail. India. jkpatti@sancharnet. K Jayakumar. AK Kumaraguru.com. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. Current Science. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar.org.org. Jayakumar K. 89(8): 13101312.org. Wilson JJ. Wilson. T Shumugaraj. 36 pp.Mar.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

namun.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas. MALIK FERNANDO. NISHAN PERERA. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah.000 rumah hancur. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi.5 meter. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. jika karang diinginkan kembali pulih. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. dan berkelanjutan. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle. 100. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. Matara dan Hambantota).8. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi.000 sampai 37. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4.5% dari PDB). CHAMIN DA KARUNARATHNA. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . sepanjang 1. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. 90. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak. diterima oleh masyarakat. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada.

000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. Pada kasus-kasus terburuk. terdapat 27.000 sampai 37. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. batimetri.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. bergantung pada energi gelombang. Tragisnya. dan Hambantota. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. dan bentuk daratan. dan 80% di Mullaitivu. dimana 20% dari populasi terkena. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. Diantara korban jiwa tersebut. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31.5% dari PDB). Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. sampai 78% di Amparai. Matara.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100.000 orang. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi.

dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. yang juga terlindungi dari muson barat daya. Pada tahun 1998. di dekat Trincomalee. Sri Lanka timur. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. Disamping itu. institusional. khususnya pengeboman. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. gundukan. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. selatan. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. serta biaya. 105 . telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. serta meja di Sri Lanka. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. dan timur. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya).

hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. plastik. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. Sebelum tsunami. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. dicetak dalam bahasa Inggris. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. tekstil. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. Sinhala. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. Daerah Hikkaduwa. dan operator selam. dan Marine Pollution Prevention Authority. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. International Water Management Institute. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. Di sisi lain. peralatan rumah tangga. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. bahan konstruksi. Namun. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. peralatan selam dan kapal. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Project Aware. Misalnya. dan Sewalanka Foundation. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. terdapat batang ranting pohon. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. Unuwatuna. Department of Wildlife Conservation. termasuk dari Klub St. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. dan mengalami deplesi dari 106 . dan wisatawan. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. pekerja medis. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. pengelola hotel. Thomas College sub-Aqua.

sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. menderita akibat penginjakan terumbu. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. dan Pulau Merpati. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. di dekat Trincimalee. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. yang terkenal di antara para wisatawan. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. serta moluska jenis Turbinella pyrum. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. dan akumulasi dari sampah padat. Di Teluk Belanda. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. 107 . termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. Secara umum. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. teripang.

Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. dan Favia. Klaus Toepfer.nuttal@unep. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting.org. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. lapisan pertama mangrove rusak parah. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. serta padang lamun. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. namun sangat penting. terutama marga Goniastrea. hutan mangrove.org dan Elisabeth Waechter.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Porites. Pada beberapa wilayah. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. termasuk Sri Lanka. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. UNEP Nairobi). gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. mengejutkan. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. puing-puing. Namun. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. di semua daratan yang dimasukinya. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. 108 . Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. elisabeth. Direktur Eksekutif UNEP. Di pantai. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. orang-orang yang kita cintai. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. Tingkat kerusakan ini beragam. bukanlah suatu kemewahan. nick.waechtar@unep. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. seperti terumbu karang.

Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. serta peralatan rumah tangga berlimpah. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. yang terbentuk setelah tahun 1998. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. dan Hikkaduwa. Namun.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Polhena. Nilaveli. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. Terumbu yang terdapat di Rumassala. Unawatuna. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. sebagian besar tekstil. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. Kapparotota/Weligama. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. batang dan ranting pohon. dari 17% menjadi 30%. Di Kapparatota – Weligama. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. Kudawella. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. 109 .5% menjadi 12%. Namun. Kalkudah. Di wilayah lainnya. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. Sampah dan puing-puing. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. yang terlindungi dari gelombang. bagian-bagian kapal. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. Teluk Galle tidak terpengaruh. Di Pulau Koral. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang.

110 . Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. ikan gobi (Gobiidae). sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. Weligana. Terumbu di Tangalle. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. Di Polhena. kelimpahan ikan. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. dan ikan maming (Labridae). terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. Namun. ikan kakap (Lutjanidae). dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. seperti kerapu (Serranidae). terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. dan ikan emperor (Lethrinidae). terutama ikan damsel (Pomacentridae). Di Kudawella. ikan sweetlips (Haemulidae). yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. beragam bergantung lokasinya. Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. di sepanjang pesisir timur dan barat daya. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). yang terletak di sebelah barat Tangalle. Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. penambangan karang. kurang terpengaruh. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. Ussangoda. dan Unawatuna. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). energi dari tsunami teredam. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang.

yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat.000 pada tahun 2004. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. dan diperkirakan bakal mencapai 600. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur.000. 7.000 orang secara tidak langsung.org). alat. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka. Ibu Shiranee Yasaratne. mempekerjakan sebanyak 50. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi.000 orang secara langsung dan sebanyak 65. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565.996 kapal bermesin dan sekitar 10. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas.000 oleh IUCN. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. 111 . Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002.520 kapal tradisional tanpa mesin.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. sebanyak 2% dari PDB nasional. Sebanyak 27.iucnsl. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur. dan juga kamus. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. Saat ini. Disamping itu. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. dan jaring juga telah hancur. dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. MJF Foundation dan Linea Aqua. sekitar 90. seperti mesin lepas. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta.000 pada tahun 2005. Angka ini direvisi menjadi 425. sekitar 26% dari 18.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka. termasuk 594 kapal harian. fasilitas penyimpanan dingin. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. Peralatan nelayan. Disamping itu. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami.

peralatan penangkapan. jaring. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. kehidupan masyarakat. termasuk US$ 550. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. Japanese Bank for International Cooperation. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. sekolah-sekolah kejuruan. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. Australia memberikan US$ 16 juta. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. dan 3 pelabuhan perikanan. Scuba POP. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. dan pelatihan. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. dan industri. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. 112 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami.

limpasan nutrien. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan. (www. Joanna Ruxton. Bernard Salvat. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143.org/Tsunami/srilanka-assessment.org.lk. IUCN Sri Lanka Country Office. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. arjan@nara. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. LSM. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al. Asian Development Bank. Nishan Perera. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. Malik Fernando. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. diterima secara sosial. 2005.org. dan berkelanjutan.ac.au/jahia/Jahia/pid/2626). PENINJAU Sian Owen. IUCN Asia Regional Programme. 2005.asp). Colombo 7. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. enp@iucnsl. January 10-28. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment.lk dan chaminda@nara. jet@iucnsl. Klub Sub Aqua Sri Lanka. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi. CORDIO. AusAID. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis. dan Bambaradeniya et al. tenaga. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. malikfern@eureka. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. dan Dan Wilhelmsson. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. Jerker Tamelander. Melaksanakan pemantauan secara teratur.developmentgateway. 2004. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA). dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. (www. Rajasuriya. Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. ADB/JBIC/ World Bank.. Rajasuriya et al. 113 .com.ac. Japan Bank for International Cooperation. Kristian Teleki..lk.adb. Colombo Sri Lanka. Australian Government.

Sengupta S. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka.org/tsunami/tsunami_rpt. IUCN. Kenya.htm). GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. NARA.iucn. et al.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C.org/tsuanmi/resources/iucnreports. Perera A. (www. United Nations Environment Programme.unep.usaid. 20 January 2005. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction.lk/RAP).htm). (www.ac.gov/locations/asia_near_east/). IUCN – The World Conservation Union. (www. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. (www. 114 . (www. Tamelander J. IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.org/ tsunami/resources/iucn-reports.asp). Iucn.nara. 1. CORDIO.

Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). 115 . armada perikanan. jetty. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. gangguan pasokan air bersih. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. sumber pasir dan batu. perikanan. JOHN GUNN. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. JEAN LUC SOLANDT. erosi daerah pesisir. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. dan memindahkan 375. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. ataupun infrastruktur lokal lainnya. pekerjaan. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. ANGUS THOMPSON. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi.9. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. Namun. banjir menyebabkan matinya listrik. JERKER TAMELANDER. WILLIAM ALLISON. HUGH SWEATMAN. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. dan pertanian.000 meter kubik pasir ke cekungan galian. dinding dermaga (wharf walls). GEOFF DEWS. dan penarik utama dalam industri pariwisata. ARJAN RAJASURIYA. kurang lebih sepertiga dari 300. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. jembatan penghubung selat (causeways). sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. Genangan pertama adalah yang terbesar. sementara hampir sepertiga dari 300. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. bangunan. dan 12% berasal dari perikanan karang. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. pariwisata. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif.000 juta. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. gangguan pasokan air bersih. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. harta pribadi. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). ibu kota Maladewa. pekerjaan. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. atau infrastruktur lokal lainnya. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. 117 . erosi daerah pesisir. armada perikanan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir.

Selain itu.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004). Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. teripang. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. 118 Tutupan karang (%) . membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. dan ikan hias diambil untuk diekspor. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. tengah. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. hiu (bagian siripnya).200 jenis biota telah ditemukan. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup.

gelombang akan balik lagi. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. Aku berhenti bernafas. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. dengan perairan dalam di sekelilingnya. Lalu hening. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. “Jauhi pantai. Saat aku kembali ke Amerika. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. Namun. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. Sebagai tambahan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. Detik berikutnya. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. Di tahun 2002. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. memanjat meja. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. Aku berteriak ke arah para tamu. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. TV. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. menunggu pertolongan. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. Sungguh mengherankan. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. komputer. Air laut masuk melalui kolong pintu. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. para staf dan tamu ketakutan. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. Syukurlah. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. saat gelombang menyapu pulau. air sudah pergi. dan saat aku sadar. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. patroli di pulau.com). Suasana resor sepi sehabis Natal. 119 . Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. theloweroad@gmail. tak tahu apa yang harus dilakukan. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. kursi. jangan bergerak”. 1 meter di atas permukaan laut. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. Ini adalah pulau terpencil. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. berjaga-jaga dari penjarah. cerah dan hangat. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor.

seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Pasang yang sangat tinggi. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. fin. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. Di banyak pulau. saat kemudian gelombang datang. yang merupakan selokan alami.net. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. Di Pulau Goidhoo. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. dan air bila diperlukan). tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. snorkel. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. 120 . Konsekuensinya bervariasi. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. seberapa banyak air laut dapat masuk. beliamall@dhivehinet. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur.mv). Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Sayangnya. begitulah yang terpikir.

di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. Umumnya. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). Namun. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. dan Devana Kandu. 121 . Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). dan Embudhoo. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. Keyodhoo. dan pecahan karang yang berserakan. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. namun. atau Thuvaru. Kolhuvaariyaafushi. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). Di sisi timur atol. beberapa timbunan pasir. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan.

Namun. semua barang-barang kami hancur. Di perjalanan pulang ke Fru. makanan habis. Di kedalaman 18 m. bagian-bagian kapal. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. sepatu.000 menjadi di atas 615. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Kembali ke kapal sangatlah susah. Air berputar cepat pada penyelaman pertama. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. pakaian. Atol Ari. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. kedatangan wisatawan menurun. Di resor. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. keadaan lebih kacau lagi. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. Malé Utara. kotak es. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik.000. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. Hampir setahun kemudian. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. kami melihat banyak puing di air. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. Sejak tahun 1978 sampai 2004. 1. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). dll. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. Saat sarapan. air minum dibatasi. Kami tidur saat itu terjadi. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. Tak ada listrik. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami.200 tempat tidur hotel hilang. 122 . dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora.

kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. namun. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. dan jumlahnya melimpah. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. yang selalu bermigrasi. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. terdapat di laut lepas.000 m dinding pelabuhan. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal.000 rumah telah hancur karena tsunami. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. 65 penanda terumbu. dan besi untuk struktur beton. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares).Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. tempat pembekuan. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. merusak 50 armada laut lainnya. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi.200 m dinding dermaga. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. 120 penanda masuk (penyelaman). Selain dari kerugian tersebut. rendaman kerikil. 15. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. Pembangunan kembali sedang berjalan. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. 4. tsunami memindahkan 375. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. Sehingga. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. 123 . dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. dan keramba apung. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup. 25 lampu pemandu. dan 300 m jembatan selat.

Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. dengan menghabiskan US$ 1.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. REKOMENDASI. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. pelestarian budaya. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. wadah air dan air layak minum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. terpal. serta peralatan kebersihan. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. AusAID. 124 . tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. penyediaan mata pencaharian alternatif. Jadi. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. KESIMPULAN.

000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). Menteri Perikanan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Usaha-usaha di bidang lingkungan. Leporan juga menyebutkan bahwa. konsekwensinya akan sangat serius.”ujar Kari Blindheim. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. operator wisata. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. 125 . dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. perencanaan. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. peralatan. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. dan organisasi yang diperlukan. masyarakat. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa.undp. secara ekonomi. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan.org/tsunami). Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. Pertanian. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. menganalisa. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. dan tanggapan terhadap bencana.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. perawatan pelabuhan. www. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. baik secara musiman maupun jangka panjang. bahan bangunan. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau. Pada tahun 1992. pada terumbu di tepi atol.nz/oceano/seasand. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. 126 . dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan.unep. dan dari terumbu tempat pakan ikan. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. Pertanian. yang ternyata meningkat sejak tsunami.seafriends. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. dan bahan konstruksi. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. Walaupun begitu.org.htm).org/tsunami). dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. Menteri Perikanan. pasir.

Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005). Jean-Luc Solandt.au. 127 . ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Angus Thompson. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Australian Institute of Marine Science. Malé. Cairns. dan Mary Wakeford. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147.net. Sri Lanka.gov.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam.mv.au. John Gunn. dan m. jet@iucnsl. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. hzahir@mrc.gov.mv. (www. Maldives.pdf). August 2002.gov.org and www. a. Mohamed U. Colombo.au. John. Dews G. (www. Arjan Rajasuriya. beliamall@dhivehinet. (www. Marine Research Centre.org. Naeem H.pdf). Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.org. dalam laporan GCRMN.au/publications/ pubout.org/tsunami/reports/maldives. UK.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920). Rajasuriya dkk.mv. (www.unep.gov. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.gov.au/hottopics/ topic. William Allison. Hugh Sweatman. h. UNDP (2005). jls@mcsuk. UNEP (2005). Zahir et al.ac.mv.Republic of Maldives. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State . Australian Institute of Marine Science (AIMS).ausaid.org/marine_world/MCS_Maldives_report. Sri Lanka.mcsuk. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. Australian Government. Joanna Ruxton. IUCN Sri Lanka Country Office.lk. World Congress on Aquatic Protected Areas.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384).undp. Colombo.Gunn@csiro.ausaid. arjan@nara. Geoff Dews.undp. Jerker Tamelander.thompson@aims. Marine Conservation Society. Kristian Teleki.au. KONTAK PENULIS Hussein Zahir.wakeford@aims. (www. dan Chris Wood. termasuk kontribusi H.org/drtf/).sweatman@aims.gov.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. polusi. Gelombang kedua lebih kecil. kapal penangkap ikan. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. dan peralatan. tumbuhan pesisir. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. KATE PIKE. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. JAN ROBINSON. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. jalan-jalan. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. MARTIN RUSSELL. diversi mata uang untuk bantuan. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. Secara umum. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi.10. JUDE BIJOUX. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. dan kehilangan karyawan. ROLPH PAYET. menjadi mati atau rusak. akan membantu proses pemulihan. UDO ENGELHARDT. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. pelabuhan. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. DAVID OBURA. infrastruktur. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. dan jembatanjembatan. 129 . DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. dinding laut. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. penangkapan ikan yang merusak.

000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. perumahan. Praslin. Tsunami dimulai dari jarak 4. perumahan. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. tumbuhan pesisir. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. dan infrastruktur.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia.374.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. membentang seluas 1. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . (kelompok dalam). Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. dimana tak terkena dampak tsunami. jalanan. jembatan.

Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. dan kerapu di dalam MPA. Pada tahun 2004. Diploastrea. perumahan. Secara nyata. wrasse. seperti Taman Laut Ste Anne. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). Namun di tahun 1998. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. Goniopora. sarana olah raga. terutama ikan kepe-kepe. infrastruktur perikanan. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru. dan trigger. ikan kakatua. Lebih jauh lagi. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño.4% di tahun 2000 menjadi 6. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. kakap. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. Acanthastrea. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang.2% di tahun 2004. dan Physogyra. sebagaimana pula kepe-kepe. pertanian. sarana publik. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan.5% di tahun 2000 menjadi 14. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs.3% di tahun 2004. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. snorkeling. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. sekolah. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. dan penyelaman. 131 . dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. kerapu. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. Sebagai tambahan. lahan siap pakai. kakatua. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya.

Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. dan Heliopora (karang biru). seperti yang terdapat di Moyenne. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. tidak terkena dampak. namun. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. dimana kurang dari 1% koloni karang. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai. dan West Rocks. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. Airport. seperti Grand Rocher. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. serta kondisi terumbu karang. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. dan jarang yang sampai 10%. dan Baie Ternay. yaitu Physogyra dan Pachyseris. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. contohnya Anse Copre. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. Di perairan yang lebih dalam. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. rusak. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. Di perairan yang lebih dalam. Populasi ikan secara umum lebih sehat. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. Port Launay. Keragaman karang tetap tinggi. Pocillopora. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. Namun. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. Tampaknya. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Millepora. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. Umumnya. Pointe Police. Sehingga. batimetri lokal dan geologi. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. 132 . Pocillopora dan Millepora (karang api). Anse Royal.

karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. Isle Coco adalah terumbu paling timur. yang disurvei. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. Pengaruh batimetri lokal. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . dengan tekanan melingkar. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. sangat jelas tergambar di beberapa area. 133 . Di banyak situs. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. dari arah kedatangan tsunami. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Berkarbonat: >50% pada substrat. seperti Isle Coco.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. Pierre. St. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. Berkarbonat: >50% pada substrat. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G).

banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. 700 km dari Mahé. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. sehingga merusak 16% karang. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. Namun. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. Anse Petit Cours. Di Anse La Mouche. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. Secara keseluruhan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. Di La Reserve. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Namun. Tak terdapat keanehan di Providence. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. Di Taman Laut Curieuse. dan Anse la Mouche (Mahé). contohnya Anse Petit Cours (Praslin). membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. 134 . Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. Anse Royale (Mahé). tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. 240 km tenggara Mahé. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. dan karang mengerak tertutup sedimen. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai.

USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. termasuk menurunnya arus mata uang asing. Kerugian pada armada perikanan.000 sampai 855. polusi.0 sampai 4. Lebih jelas lagi.200 orang. Pada kenyataannya. dimana 15 angkutan tenggelam. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. jumlahnya melebihi 1.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. sebagian besar sekarang telah diangkat. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. 135 . Kantor Administrasi Kabupaten. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan.000). seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). dengan perkiraan biaya SR$ 14.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang.5 juta (US$ 760. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak. Kementrian Keuangan. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. Divisi Keamanan Sosial. termasuk peralatan memancing. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria.7 juta).) per unit usaha meningkat 68%. dan mengganti kerusakan infrastruktur. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. Kantor Kepresidenan.3 juta (US$ 2. Selain kerusakan fisik.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. memperbaiki armada. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. diperkirakan sebesar SR$ 4. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. Otoritas Perikanan Seychelles.

regional. Seychelles Fishing Authority. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. reefcare@ozemail.Abdulla@iucn. Great Barrier Reef Marine Park Authority. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini.au. Kenya. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada.sc. Mombasa. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu.au.gov. jrobinson@sfa. CORDIO East Africa. Kate Pike. Jan Robinson.org.) 136 . Department of Environment. Seychelles Centre for Marine Research and Technology.com. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan. (Susunan penulis berdasarkan abjad. Martin Russell.bijoux@scmrt-mpa. dobura@cordioea.pike@scmrt-mpa. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal.sc. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. ps@env.org. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif. Ameer. sc. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. Australia. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. David Obura. IUCN. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. Timothy. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. CSIRO. Seychelles. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA.sc. k.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. Australia. Reefcare International Pty Ltd. peralatan patroli. Jude Bijoux. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. j. Udo Engelhardt.Skewes@csiro. Rolph Payet. Global Marine Program. martinr@gbrmpa. Timothy Skewes. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA.au.gov.

org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05.pdf).asp). Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles. (2005). 137 . Teleki et al. IUCN. Stobart et al. UNEP.ausaid. Nairobi. ##). Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. Pike (tak dipublikasi. (2002). (2005). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Skewes T. Payet et al.iucn. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al.org/tsunami/tsunami_rpt. 54pp. CSIRO Marine and Atmospheric Research. (www. (www. Souter et al.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles. IUCN/CORDIO.au/publications/ pubout. Ye Y. Kenya. (www. United Nations Environment Programme. AusAID.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. Obura D. Teleki dan Spencer (2000).gov. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (www. dan Turner et al. (2002). Report to AusAID.sfa.unep.sc). (2000). CORDIO.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

sekitar 6 jam setelah gempa bumi. dan 22. Di Yaman. Di Kenya dan Tanzania. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. Dampak terbesar 139 . PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. kapal. dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. peralatan pancing.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. 2. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. 18. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu.500 orang mengungsi. Walaupun demikian. kerugian infrastruktur perikanan. 1 di Yaman (Sokotra). yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. Sumur-sumur pesisir. 11 di Tanzania. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat.11. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. Saat gelombang mencapai Yaman. dan 1 di Kenya. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. kekeringan. erosi pantai lokal. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. sumber air tanah. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali. 4. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. salinisasi sumur.2 juta penduduk.000 terkena dampak langsung. Di Somalia.

dan Kepulauan Sokotra. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. 60 kapal motor tempel. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. 140 . dan kerusakan pada 27 kapal. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. erosi pantai lokal. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. alat pancing. dan 44 rumah penyimpanan. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. 204 rumah. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. infrastruktur perikanan.

tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. batuk kering yang berat. Sebagai tambahan. kadmium. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. Sekitar 22. termasuk uranium radioaktif.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. timah. Tanzania. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. perdarahan perut. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. rumah sakit. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. dan 18. sumber-sumber air tanah. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. Di Kenya.000 orang terkena dampak langsung bencana. 4. sumur-sumur pesisir. terseret jangkarnya. dan peralatan.5 m. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. iritasi kulit yang tidak biasa. 141 . perdarahan mulut. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik.500 orang mengungsi. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. terutama di dekat Hafun. kapal ikan. Sebagai tambahan. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. termasuk penyakit pernafasan akut. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. dan kimiawi lainnya. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. 289 orang meninggal.

Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang.soest. baik di darat maupun di laut. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai.edu/uhslc/iotd/). sehingga tak ada kerusakan luas. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Madagaskar. Di tempat lain di Mauritius. Komoros. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. 142 . Saya de Malha.hawaii. dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. Mozambik.

di terumbu yang mudah diakses.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. Millepora juga jarang. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. sedimentasi. Sebelum 1998. 143 . penangkapan yang merusak. Namun demikian. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. Sebagai contoh. dan sedimentasi. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Tutupan karang. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. di terumbu yang tak dapat diakses. polusi. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). tutupan karang keras hidup. dan polusi. Sebelum tsunami. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. Di bagian utara Kenya. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. Namun demikian. terutama di dalam MPA-MPA. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. Sebelum tahun 1998. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. Pada terumbu yang lebih dalam. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses.

kurous@fao.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. dan 16. mesin.2 juta. dan dermaga. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. Gelombang besar merusak kapal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. 569 mesin. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. penjual. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. Tercatat 653 kapal. gudang penyimpanan. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. dimana lebih dari 2. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. wabah penyakit karang tahun 2002. dan kompetisi dengan alga. penangkapan yang berlebih. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. george. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni.625 jaring. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. namun. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. 1.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. Sebelum tahun 1998.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. pengolah. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. dan peralatan penangkapan ikan. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. Hans Båge.org). Petugas Informasi. pancing. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. sedimentasi. dan polusi. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. mesin. terutama nelayan”. UNFAO. Pakar FAO. Tanzania: Sebelum tahun 1998. kait.

000 penduduk. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. Cargados Carajas. Madagaskar. dan air minum. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. pada koloni yang telah diberi tanda. dimana lebih dari 1. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. nasional. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. sementara di Pulau Mafia. komponen media swasta dan 145 .Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. Seychelles. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. di laguna dangkal Mombasa. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. dan lokal. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. dan kekurangan pangan. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. Mayotte. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. terjadi saat surut. Terumbu. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. peralatan rumah tangga. Dar es Salaam. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. pesisir. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. Tanga. dan Mtwara. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. kekeringan. Songo Songo. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. makanan. dan tak ada yang rusak di 300 individu. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. penangkapan yang berlebih. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). Di Kenya.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. pasokan medis.

Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). Kenya.com. sektor swasta. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia.usaid. panduan.asp). termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. departemendepartemen pemerintah. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. dan Friends of Soqotra. mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. (www.org/tsunami/tsunami_rpt. PENINJAU David Garnett. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. dan Kristian Teleki.gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so.O. Bernard Salvat. Miranda Morris. Socotra Conservation Fund. KONTAK PENULIS David Obura. (2004). Kenya. dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. dan Ahamada et al.html). (www.org. FAO. Obura et al.fao. 2 (July 2005): 1. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147.unep. dobura@cordioea. Nairobi. CORDIO East Africa. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. internet). 146 . serta latihan uji skenario. televisi. UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. USAID: Somalia (2005). Box 10135 Mombasa. serta makalah oleh Mohammed et al. (www. (2005).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. United Nations Environment Programme. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. Obura (2005).org/ newsroom/en/news/2005/107210/). Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. dan masyarakat. Lyndon DeVantier. dan rencana pengelolaan bencana. (2004). dan USAID. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. P. Ldevantier@aol. Joanna Ruxton. juga Kotb et al.

308: 1133-1139. Ardiwijaya RL. UNEP/DEWA/GRID-Europe. Hughes TP. 310: 643. Selvam V.LAMPIRAN 1. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. Current Biology. then a slow slip. Cummins P. Chavanich S. Bilham R (2005) A flying start. 309: 1036-1039. UNEP-WCMC. Australian Institute of Marine Science. 147 . Chatenoux B. ANJURAN BACAAN Adger WN. 308: 1126-1127. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. Folke C. et al. Olwig MF. Di Nitto D. Burke L. Science. Carpenter SR. Bosire JO. Nature. et al. Jayatissa LP. Ammon C. et al. Anggoro AW. Issue 77. Science. Coral Reefs. AUSGEO news. Townsville. Siripong A. Bijoux J. 15: 1926-1930. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. Cambridge. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. Bigot L. 436: 759. 24(4): 535. UK. Dahdouh-Guebas F. Baird AH. Sørensen MK. et al. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. et al. 15(12): 443-447. UNEP/CBD/ SBSTTA. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system.) Status of coral reefs of the World: 2004. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Cauvin B. Science. Australia. Ahamada S. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Selig L.Andaman earthquake. 189-211. pp. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Switzerland. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. Sojisuporn P. In: Wilkinson C (ed. Second Report. Campbell SJ. Thio HK. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Science. Robinson D. Queensland. Ji C.

Tun K. pp. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. Stein S. Foster R. Nature. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. Titov V. Okal E. Queensland. Eos Transactions.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Ammon CJ. Mendis SG. AGU. Kanamori H. Church J. Souter D.) Status of coral reefs of the World: 2004. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. et al. Nature. University of California Press. Australian Institute of Marine Science. 235-275. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan.) Status of coral reefs of the World: 2004. 433: 350-353. Australia. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Mozambique and South Africa. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. Townsville. Nettles M. et al. et al. Australia. In: Wilkinson C (ed. January 2005. et al. Indian Ocean. India. Townsville. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Rabinovich AB. Zahir H. et al. Pacific Palisades. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. Rajasuriya A. California. Lynett P. 434: 581-582. USA. Australia. Obura D. Queensland. University of Kalmar.uk/pdfs/Final%20report. Australian Institute of Marine Science. Lay T. McCulley JL. Andaman Sea. Gunawan CA. USA. Ravilious C. et al. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Townsville. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. Mofjeld HO. 85 pp. pp. 213231. 436: 1071. 171: 372. Coral Reefs. (2004) Status of coral reefs. Fernando H. Shearer PM. 435: 933-936. Spalding M. 308: 1127-1133. Islam Z. 307: 657. Nature. Linden O (eds. Science. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. Song TRA.) Status of coral reefs of the World: 2004. Thomson RE. Vidale JE (2005) Extent. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Chou LM. Tuan VS. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. Houston H. Queensland. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. Indonesia. Perera N.tourismconcern. Liu PL-F. Australian Institute of Marine Science. 171-188. Daniels C. Tanzania. 148 . Park J. pp. Seychelles. 308: 1139-1143. Chagos. Cabanban A.pdf). Science. Sweden. Ishii M. California. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Nature. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. 308: 1595. 86: 301-304. Tromp J. Science. Reef Check Foundation. In: Wilkinson C (ed.(ed. In: Wilkinson C. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. Hagan A. Jaffe BE. Kalombo H. Science. 309: 2045-2048. (www. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. 434: 573-574. Science.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. Phongsuwan N. Venkataraman K. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. Maldives and Sri Lanka.org.

557 pp. Wilkinson C (ed. Kenya (www.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004. 149 . and Global Coral Reef Monitoring Network.unep. Townsville. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Anjuran Bacaan Tun K. Australia.asp). Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. Oliver J. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. United Nations Environment Programme.Lampiran 1. Australian Institute of Marine Science.org/tsunami/tsunami_rpt.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

LAMPIRAN 2. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Lampiran 2. Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 .

Ilmu Pengetahuan.Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI. Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan. dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia .

Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin.au.aims. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. buku. Alamat Kontak: AIMS. dan pengelolaan lingkungan. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya.go.gov. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. pemerintah. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. www. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita.ausaid. Mempertahankan keragaman 155 . Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks. Townsville 4810 Australia.LEMBAGA SPONSOR. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. dan monograf untuk penggunaan skala regional.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove.gov. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. Website: www. PMB #3.

jet@iucnsl. 10135. Seychelles. Mozambik.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. Sri Lanka. Ministry of Environment. Sweden. melestarikan.org.ke. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis.biodiv. University of Kalmar. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. CORDIO Afrika Timur.O. Afrika Timur: David Obura. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. World Maritime University. CBD Secretariat Montreal. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. penggunaan komponennya yang berlanjut. Malmo. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. marjo. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. Colombo 7. Alamat kontak: Marjo Vierros. david.linden@cordio. Kenya.org. dan degradasi fisik dari terumbu karang.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola.co. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet.gov. Tanzania. olof. India. IUCN South Asia. Asia Selatan: Jerker Tamelander.vierros@biodiv. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. David Souter. Madagaskar. dobura@africaonline. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. Maladewa. Sejak dimulai. Canada. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI. Seychelles. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. Box. Mauritius.org. 156 . Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan.org atau www. serta bagi pengelola terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. dan Chagos. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. 53 Horton Place. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. Bamburi. Reunion. James Cook Uniersity. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. Komoros. peneliti.souter@cordio. Sri Lanka. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. ps@env. P.

para operator. SPREP. UNEP. Reef Check.org). UNF. sekolah-sekolah. GCRMN.org. Reef Check.crc.se. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. atau Gregor Hodgson. UNEP-WCMC. pengembangan kapasitas. AIMS. ekonomi. UNEP.wilkinson@aims. CBD. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat.oliver@cgiar. c. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini.gcrmn. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center. Sekretariat ICRI. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. Alamat kontak: Russel Reichelt. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). atau Olof Linden. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland.linden@wmu. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). info@crcreef. pelatihan.com or www. Queensland Seafood industry Association).icran.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. IUCN. perguruan tinggi. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. PO Box 772. dan sosial terkini. nelayan.org 157 . TNC. olof.au. E-mail: Kristian Teleki.reef. dan informasi ilmiah. MAC. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase. para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority). kteleki@icran. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. WorldFish Center. Townsville 4810 Australia. CRC Reef Research Centre.org. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat.gov. dan NOAA. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara. www. World Bank. rcheck@ucla. Reef Check Los Angeles. di Townsville.Lembaga Sponsor. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. homepage: www. ICRI. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science.edu. WorldFish Center. CORDIO. WRI. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. dan WWF.

dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia.ioc. IOC. penelitian dan pengamatan kelautan. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. www. Perancis. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). dan World Bank. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. Perancis. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. dan CBD kini sebagai sponsor. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. UNDP. Filipina. Swedia dan Filipina secara bersamaan. Inggris. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. UNEP. IUCN. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). dan Millenium Development Goals. ICRI. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. lembaga pemerintahan. Australia. para LSM dan programprogram regional. Jepang. Jamaika. CORDIO. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. 75015 Paris. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. IUCN. dan Amerika Serikat. mendorong. World Bank.ICRIForum. www. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. bersama dengan UNEP. UNEP. IOCUNESCO. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. Swedia. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. 1 Rue Miollis. IUCN. dengan IOC. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah.unesco. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. yang merupakan pendahulu GCRMN. bersamaan dengan CORAL. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. Alamat kontak: IOC/UNESCO. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. organisasi internasional. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . ICRAN.

Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. Rue Mauverney 28. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.Lembaga Sponsor. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. Bangka VIII no. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. dan menerapkan alat-alat konservasi. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis.go. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional. yang didirikan di Pulau Ishigaki. Switezerland.go.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Japan. maupun media massa. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. Ministry of the Environment.jp. yaitu: informasi. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. memasang standar. Alamat kontak: Jl. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait.jp/ dan www.env. 3B. Tokyo 100-8975. komunitas bisnis. 1-2-2 Kasumigaseki. www.coremoc. coral@env. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang.id . yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. pemerintah daerah. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. mengembangkan. membangun kapasitas. edukasi dan riset. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia. Marine@iucn. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10. perguruan tinggi. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. Chiyoda-ku. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia.go. atas nama Pemerintahan Jepang. www. Disamping itu. advokasi kebijakan publik. Nature Conservation Bureau. CH-1196 Gland. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. Kementrian Lingkungan Hidup.or. Ada empat program utama yang dikembangkan.or. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya.di Indonesia.kehati. Switzerland. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). asosiasi profesi. Sekretariatnya terletak di Gland. kehati@kehati. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi.id 159 .

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak.oliver@cgiar. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air. www.Lembaga Sponsor. dan kualitas udara yang semakin buruk. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat.org. seperti ICRI dan GCRMN. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. Malaysia.org. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. dengan lebih dari 4. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. The World Bank.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan. dengan kantor pusat di Penang. 1818 H St. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. Mhatziolos@worldbank. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan.gefcoral. www. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. Environment Department. Malaysia. memperbaiki kesehatan masyarakat. Washington.org/icm. 20433 USA.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. NW. DC. www. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. Jamie Oliver.cgiar. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. Sebagai akibatnya. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi.worldbank. 10670 Penang. beserta berbagai rekan kerjanya. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. air. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. l. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut.

Helen. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut.worldwildlife. WWF.org. www. 164 .org. or Helen Fox.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan.nl. Alamat kontak: Anita Van Breda. anita.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik.vanbreda@wwfus. NW. 1250 Twenty-Fourth Street.fox@wwfus. DC 20037. SOwen@wwf. Washington.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful