Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Thailand Pasca-Tsunami 6. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. Tsunami. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. tidak disebutkan secara khusus. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. dan bukan hanya satu ombak yang besar. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. Gempa Bumi. Lempeng Tektonik. Kesimpulan. iii . DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Gempa Bumi. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). dan Saran 1. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. dan Tsunami Samudera Hindia 2. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2.

.

Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. dan Olaf Linden. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. Kementerian v . Tidak semua bahan referensi disertakan.gcrmn. Marco Noordeloos. www. Steve Clarke. the Convention on Biological Diversity. the United Nations Environment Programme (UNEP). David Garnett. IOC . the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). Madeleine Nowak. AIMS. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam. IUCN – The World Conservation Union.terima kasih. dan ICRI Secretariat. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. David Obura. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. United Nations Environment Programme (UNEP). Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. Wendy Ellery. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut.org. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. Joanna Ruxton.UNESCO. Jamie Oliver. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check.The World Conservation Union. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. WWF International. WorldFish Center. Viacheslav Gusiakov. Maitee Duangsawadi. IUCN . dan Tim Simmonds.terima kasih.org dan www. World Bank. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. David Souter. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. dan Kenji Satake. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. the Australian Agency for International Development (AusAID). namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. nasehat.reefbase. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA). dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. Cherchinda Chotiyaputta. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau.

yang sering kali secara sukarela. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. Melalui bantuan mereka.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. vi .

dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. Los Angeles Reef Base. The Hague.International Marine Project Activities Centre Ltd. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. World Resources Institute.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. Silver Springs Maryland USA AusAID . vii .Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. US Department of State. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation. Tokyo. dan Sri Lanka. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Townsville Australia Nature Conservation Bureau. dan GPA Coordination Office. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Washington DC. CRC Reef . Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. Swedia. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. WorldFish Center.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. Silver Springs. Ministry of the Environment.

.

Indonesia. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi.S. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. Maladewa. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. internasional. Di Thailand. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. dan juga media. dan Sri Lanka. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. Thailand.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. contohnya. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. halaman 19). gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. Disamping itu. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. Namun demikian. Dalam beberapa menit saja. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. masyarakat yang menjadi korban jiwa. Dalam buku ini. sayangnya.

bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Segera setelah terjadi tsunami. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. Hal yang cukup penting. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. Geological Survey. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. termasuk dari segi lingkungan. U. dan US$ 2. Disamping itu. Mesir. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami. Lembaga bantuan luar negeri Australia. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. pengembangan kapasitas (capacity building). pembentukan jaringan. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). US$ 12. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. Maladewa. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). telah memandu proses pemulihan.5 juta kepada Thailand. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut.S. U. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). US$ 16 juta kepada Sri Lanka. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. dan U. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir.S. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. Disamping bantuan dana. Pada bulan Februari 2005.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis. Konferensi ini 2 . dan menjalankan pilot projects. dan Thailand. konsultasi. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. Trade and Development Authority. Untuk membantu pemulihan masyarakat. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. Sri Lanka. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional.S. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. AusAID. Forest Service.

pemulihan. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. pada tahun 2006. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. Sebagai tanggapan langsung. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS).Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. Sementara itu. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. atau Persatuan Konservasi Dunia. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana.unep. IUCN. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut. IUCN mendirikan kantong dana 3 . akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. Thailand. Laut Mediterania dan sekitarnya. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia.org/resources/PDFs/In_the_front_line. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang.unepwcmc. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. Sebagai suatu bentuk dukungan. lembaga pertahanan sipil. Laut Atlantik bagian timur laut. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. dan mitigasi dampak bencana. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. Di tahun 2005. dan juga buku ini.gpa. Setelah itu. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia.org/tsunami/).pdf). menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. Upaya tersebut. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia.

bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. dengan bantuan dari donor-donor setia. dengan mendata kerusakan ekologis. di Indonesia. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. ReefBase. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. ReefBase di WorldFish Center. banjir. pemerintahan dan LSM. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. Dari sebuah bencana. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. Jaringan WWF. ReefCheck. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. Reef Check. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Dengan peranan tersebut. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. ICRI meminta kepada GCRMN. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. harapan. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. 4 . merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’.

Regional Seas.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. Australia Veerle Vanderwerd. Global Marine Programme.The World Conservation Union & Chair. GCRMN Management Group Chris Hails. Sekretaris Eksekutif. Direktur Program.Palau. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. Ketua bersama. IUCN. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. WWF International Patricio Bernal. 5 . Teresa Gambaro. Kepala. Kepala.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

penebangan hutan. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. Thailand. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. namun demikian. dan perubahan iklim. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami.RINGKASAN EKSEKUTIF. 7 . Namun demikian. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. seperti penangkapan berlebih. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. DAVID SOUTER. Kepulauan Andaman dan Nikobar. KESIMPULAN. dan Sri Lanka. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. Setelah tsunami terjadi.

Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. terutama saran-saranya. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. Menyusul bencana ini. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh.000 sampai 289. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya.3. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. terdapat kekhawatiran di masyarakat. sektor industri primer dan sekunder. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang.C. Gempa bumi ini. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. 8 . yang berkekuatan antara 9. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. dibanyak tempat. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. Indonesia. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. 1. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama. yang dibantu oleh lembaga PBB. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. seperti di Propinsi Aceh. LSM. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain.000 manusia kehilangan nyawa. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen. ReefBase. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. ilmuwan. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. di lepas pantai Sumatra.15 sampai 9. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. pemerintah. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan.

Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. dan ke arah barat menuju India. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. sementara energi yang hilang hanya sedikit.. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. Oleh sebab itu. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami. sehingga tinggi gelombang meningkat. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. Oleh sebab itu. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah.Ringkasan Eksekutif. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. akan terjadi efek magnifikasi. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. sementara jika gelombang tersebut 9 . sehingga ombak yang muncul lebih besar. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu.

dan penyakit. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. Di kebanyakan negara. Sebuah gempa berkekuatan 8. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. Namun. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. badai tropis. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. akan saling meredam. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. tidak berulang. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. pemasukan air tawar. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. dekat Pulau Nias. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. seperti di Sri Lanka. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. wabah predator. pencemaran sedimen dan nutrien. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. serta peningkatan kadar keasaman air laut. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. dan juga gunung berapi. di sepanjang pesisir Sumatra. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. Di semua negara di Samudera Hindia. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. Disamping itu. praktik perikanan yang merusak. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. Sumatra dan Kepulauan Andaman). menghantam. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. atau diperparah oleh faktor lainnya. Sebaliknya. dan memindahkan karang dan patahan karang.

terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170.Ringkasan Eksekutif. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak.000 hektar.000. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. tak lama setelah tsunami 11 . mematahkan atau memindahkan terumbu.000 sampai 220. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. Angka kematian resmi sebanyak 5. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. Aceh Besar. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. Di sebagian besar wilayah tersebut. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. yang mungkin mencapai 85. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami.000 rumah lenyap.4 juta. bersamaan dengan mangrove yang luas. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. masih kurang. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. Namun terdapat 68 korban jiwa. dan Aceh Jaya. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak.395 korban jiwa dengan 2. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat.932 tercatat hilang.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. namun demikian. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah.

namun tidak merata. Kudawella. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Namun demikian. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Unawatuna. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. pantai. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. lebih dari 35% PDB nasional. jalanan. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. meskipun terdapat 61 korban jiwa. Di wilayah lainnya. vegetasi pantai. dan jembatan. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. Kapparatota/Weligama. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. dan Hikkaduwa. namun data mengenai ini hanya sedikit. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. Polhena. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand.

Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). radio dan televisi. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. sistem pengumuman kepada masyarakat. dan La Digue. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. lepas pantai Sumatra. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. bentuk bathimetri setempat. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. mengalami kerusakan. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. badai tropis. Kesimpulan dan Saran Mahé. 13 . Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. mengalami kerusakan. Praslin. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. Tanzania (3) dan Kenya (1). Cargados Carajas.Ringkasan Eksekutif. Yaman dan Socotra (1). Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler.

Thailand. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. belum terbuktikan. bakau. dan mangrove dari puing-puing. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. hutan pantai. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. Sama halnya dengan mangrove. pemantauan sosial ekonomi. Namun demikian.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. limbah minyak. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. dan hamparan pasir. terumbu karang. mahal. dengan memastikan pembuangan sampah padat. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. termasuk pengelolaan perikanan. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. dan pestisida yang tepat. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat.

Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. dan pengendalian praktik-praktik merusak. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. Oleh karena itu. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. 15 . Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. dan kenaikkan permukaan laut. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. namun demikian. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok.Ringkasan Eksekutif. Pada beberapa negara. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. seperti tsunami Samudera Hindia. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. tsunami. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. pencemaran nutrien. dan penangkapan yang berlebih. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. dimanapun hal ini dimungkinkan. Namun demikian. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. meski pun hal ini ilegal. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai.

Dalam masyarakat seperti ini. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. Meskipun demikian. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. menjual dan mengolah ikan. ikan budidaya. Dalam hal ini. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. Selain tugas-tugas utama mereka. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. 16 . penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. maupun terluka. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami.org). dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. Setelah tsunami menimpa. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. Disamping itu. budaya. menghancurkan kapal dan alat tangkap. serta mengurus hewan ternak. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. p. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. politik. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. WorldFish Center. dan keluarga. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang.choo@cgiar. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. muda. dan tanaman di kebun. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. Oleh karena itu. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. membersihkan dan memperbaiki jaring. Dalam hampir semua kasus. dan ekonomi. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang.

Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. 17 . Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan.Ringkasan Eksekutif. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. dan universitas. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. lembaga penelitian. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. sehingga sumber daya ini terus menurun. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. dukungan pendanaan dan logistik. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman.

dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. terutama terumbu karang dan mangrove. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. 18 . sistem data.

sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. 1.15 – 9. DAVID SOUTER. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. atau estuaria dan meningkat tingginya. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah. teluk.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. Dampak 19 . retakan menjalar ke utara sepanjang 1. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. GEMPA BUMI. pulau. menyengsarakan industri primer dan sekunder.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra.1. LEMPENG TEKTONIK. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan. lebih dari 230. memindahkan massa air laut secara besar-besaran. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang.000 orang mati.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir.

artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak. Thailand 1. 20 . gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis.earthquake.947o BT 30 km (18.307o LU. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. Namun. waktu lokal di episentrum) 3. artinya pelabuhan dan nami. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air. Indonesia 1. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. letusan gunung berapi. bahkan sering kurang dari satu meter.Andaman. Sumatra. longsor. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta. Jawa. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil.usgs. atau dampak hantaman meteor yang besar. Sumatra. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. 95. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. yang merupakan gelombang normal di laut. Biasanya. Secara kontras. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan).15 – 9. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya.gov) Skala Tanggal Waktu 9. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter.

Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. Lempeng Tektonik. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman.Gempa Bumi. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. tak terlihat. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. Sehingga. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. Namun demikian. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Terlepas dari segala kerumitan ini. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. dimana Sumatra terletak. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. dan dari sumber yang tak terasakan. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh.

Sebelum tahun 2004. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. 22 . dan hal yang sama terjadi lagi. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. halaman 38). dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). 1993). …” (H. 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. Gelombang kemudian kembali lagi. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. seperti juga tsunami tahun 2004. Seychelles. Estridge. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. Tsunami ini menelan 36.W. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. Pengutip Bea Cukai di Mahe. dan mencapai ketinggian sekitar 2. Teluk Bengal. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883.

dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi.Gempa Bumi. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. Di kedalaman kurang dari 30 km. 75% menghasilkan tsunami. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). sehingga menyebabkan tsunami. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. Lempeng Tektonik. titik penyatuan sementara terputus. terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. karena adanya kekuatan friksional. Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. Sumatera Sebelum Gempabumi b. Gempa Bumi c. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). 23 . istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. Namun.

Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. utara Thailand. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. ‘Atol mikro’ Porites. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. dan ada juga pengangkatan 24 . Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. Bagaimanapun juga.4 kilometer per detik (8. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. dan Maladewa.640 kilometer per jam). ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU).

300 km pada 3 tingkatan (elips).Gempa Bumi. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1. terutama di bagian yang lebih selatan. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. 25 . Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. yang melemah di utara. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil. Lempeng Tektonik. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter.5 m di Nikobar Besar).5 m (foto di sampul). Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1.

Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). Jain dan Javed Malik. Institut Teknologi India. 26 . dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan.0 – 8. Namun. sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. beberapa pulau tenggelam secara permanen.0.5. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. Kanpur. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas).

yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9. saat gempa besar lain (kekuatan 8. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.7 – 9. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa.5 7.3 7.7 8. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue.5 7. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS.6 9. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra.1 8. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami.9 7 1 35 > 36.15 – 9.2 7.000 jiwa di Pulau Nias. Andaman 7.7 8.3 – 8.000 7.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut.4 >300 27 . Salah satu penyebabnya adalah. tidak seperti gempa Desember 2004. Sehingga. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya.000 > 400 > 900 8.2 8. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue. Lempeng Tektonik.Gempa Bumi.6 7. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep.3 15 30 13 48 200 > 230. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. sebagai contoh.30. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi.

Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. Sehingga. Sebagai contoh. Di Sri Lanka. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. terdekat dengan episentrum gempa. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. Sehingga. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh.500 km dari tsunami. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. gelombang setinggi 1. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. 8. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali.5 – 2 jam setelah gempa. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 .5 m teramati di Afrika Selatan. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. dengan ketinggian melebihi 30 m.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. Lebih jauh lagi. Namun demikian.

Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. Jepang) 29 . gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. 150. Lempeng Tektonik. Tsukuba. lepas barat laut Sumatra. dan 200 setelah gempa. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. 100. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue.Gempa Bumi.

ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. Rusia di Samudera Pasifik. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. kelurahan. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. Nova Scotia. dan sampai ke Antartika. ©2005). Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. yaitu mangrove dan terumbu karang. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Mudah-mudahan saja. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. Kanada di Samudera Atlantik.

KONTAK PENULIS Phil Cummins. Ward S. B04306.500 km Busur Sunda-Andaman. Kerry Sieh. Karena itu. Namun. Journal of Geophysical Research. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. Sarah Gotheil.Goldberg@impac. J Park et al. di sepanjang bagian zona subduksi ini.au. Sebagai contoh. Cummins P. 109: B4. Bernard Salvat. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. adalah kecil. Sieh K. Edwards RL. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. Phil. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan.gov. Jeremy Goldberg.. Australia. Australia. Hilman Natawidjaja D.au. AUSGEO news.. dan Kristian Teleki. R Bilham. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Townsville.. Lempeng Tektonik. Nature. Kenji Satake. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. doi:10. dan mencegah orang terseret ke laut. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. Geoscience Australia.Cummins@ga. S Stein. Viacheslav Gusiakov. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. and EA Okal. 31 . T Lay et al. Jeremy. PENINJAU David Garnett. and M West et al. International Marine Project Activities Centre. et al. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. Myanmar mungkin saja terjadi.1029/2003JB002398. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Issue 77.Gempa Bumi. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka.org. David Tappin. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. Canberra.

www.gov.usgs. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics.uk/tsunami-risks. http://neic. 309: 20452048.earthquake.com.gov.org/wiki/Tsunami. http://geology. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ.nerc-bas. National Environment Research Council. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .en. Wikipedia. Science. http:// pubs.usgs. et al.html. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami.gov/publications/text/dynamic. Titov V. National Earthquake Information Center.wikipedia.usgs. www.ac. www. Edisi Online.

DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik.000 orang. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami.2. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. Namun pada kenyataannya. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. GEMPA BUMI. TSUNAMI. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah. Namun. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Pada kenyataannya.

hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. karang bercabang. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. Thailand. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. Nampaknya. dan Sri Lanka. hamparan rumput laut. dan Tuvalu). karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Pada gilirannya. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. Namun. Kiribati. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. biasanya lebih tinggi dari 10 m. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. Karang-karang besar yang berat.

15: 1926-1930.usgs. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka.043). n = 4. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . 14 = -2.gov/news/reports. Tanpa karang: 22. Sebuah makalah oleh Lui et al. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. Namun.7 hingga 4. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. n = 12. Sementara itu. hancur total. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat.232. termasuk juga perlindungan dari gelombang. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. Tamil Nadu.05).6 ± 3. Referensi: Baird AH. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. Pada gilirannya. dan delapan narasumber lain (2005). t (0. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). Tsunami. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan.23. 308: 1595. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.Gempa Bumi.wr. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Tanpa perbandingan tersebut. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan.06 ± 1. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. dan sembilan narasumber (2005). Current Biology. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. Ditakutkan. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. petani. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. Science. Sebagai perbandingan. p = 0. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir.65. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang. Hal ini sangat penting. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. Antara tahun 1980 hingga 2000.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. Namun. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya.2 juta hektar). Liu PL-F.

tapi tempat tersebut juga tergenangi air.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. dan peternakan. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA. Selama 8. India menanam 80. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade.bbc. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. jalan. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim.” kata bapak tersebut. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record). Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. dan hantaman meteor. namun tidak dapat melihatnya. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. Marimathu. dan pohon-pohon lain. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. Jadi. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu.. Tamil Nadu. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. gempa bumi. gunung-gunung api.co. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat. 310: 643).uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. 36 .. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka. fenomena-fenomena iklim dan cuaca.244 anakan pohon. mereka dapat mendengar deburan gelombang.stm). Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. pohon kelapa. serta menghadapi badai-badai tropis. serta tekanan-tekanan biologis. Saya berhasil lari ke tempat aman. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. pemasukan air tawar. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia.000 tahun sejak abad es yang terakhir. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam.

000 tahun yang lalu. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. walaupun sering juga parah. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. Vanuatu. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. letusan gunung berapi. misalnya Hawaii. dilaporkan dalam Associated Press. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. hancur dan jatuh ke bawah tubir. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam.newsday. Seperti halnya Maladewa. Solomon.Gempa Bumi. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Tsunami. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. Kep. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. 37 . Sebagai contoh.000 hingga 12. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. gempa bumi. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. Namun. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang.000 tahun. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin. Di sana.000 hingga 600. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. hingga ke Phillipina dan Jepang. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2.com). www. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. Reunion. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. Papua Nugini. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley.

seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. Kerusakan biasanya terlokalisir. taifun. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Sekali lagi. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Namun. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Namun. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon.

“Tapi. www. tanpa kehidupan. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. krustasea. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. lima bulan setelah gempa bumi. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. 39 . masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami.org). kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Di kedalaman ini. Namun hal itu tidak terjadi. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. oleh kegiatan manusia. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global.coml. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. Belum pernah ada preseden seperti ini.” Profesor O’Dor melanjutkan. teripang. dan cacing. spons.” ujarnya. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan.Gempa Bumi. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. Tsunami.000 m.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. kedalaman sekitar 4. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. atau diperparah. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Dalam lima tahun berikutnya. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. Dalam dekade terakhir.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. atau disebabkan. karang. Pada umumnya. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. bintang mengular. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. laut sangat dingin. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. serta tidak memadainya kepemimpinan. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. Nicola Doss. Tsunami. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. ancaman perubahan global. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. Selain itu. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. yang memang terjadi secara tidak rutin. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. Helen Fox. kesadaran. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. Sebagai contoh. Sehingga. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. dana. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. dan kemauan politik. Bernard Salvat. dan Kristian Teleki. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan.Gempa Bumi. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. dari sudut pandang terumbu karang. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Namun. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global.

Natural Hazards. Australia. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. pp.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Townsville. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. dalam persiapan. (disusun oleh UNEP GRID). 44 . 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. 7-50.) Status of coral reefs of the World: 2004. Wilkinson C (2004) Executive Summary. Queensland. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. Dalam: Wilkinson C (ed.

3. budidaya air. dan pembangunan yang tidak lestari. Pada akhirnya. SILVIA PINCA.1 milyar. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. Sektor-sektor pertanian.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil.000 rumah hancur atau rusak. ANNELISE HAGAN. IBNU HAZAM. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. lebih dari 500. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. maka 42. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. IVAN SILABAN. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. GERRY ALLEN. BOB FOSTER. saluran-saluran irigasi. CARLO CERRANO. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72. tanggul-tanggul pencegah banjir.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. dan lebih dari 250. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah.000 hingga 58. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . walau sebagian lagi rusak total. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. perikanan. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi.000 orang kehilangan rumah mereka. polusi.000 orang meninggal atau hilang. AYU DESTARI. Lebih dari 120. ZEEHAN JAAFAR. NISHAN PERERA. YAN MANUPUTTY. Pemecah ombak. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. GIORGIO BAVESTRELLO. di bagian utara Sumatra. total kerugian melebihi US$ 4.

gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. dan dermaga mengalami kerusakan parah.000 rumah hancur atau rusak. penyu sisik. Sekitar 750. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh).000 manusia kehilangan rumah tinggal. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. Aceh Besar. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. dan lebih dari 250. 40 km dari episentrum. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. Di bagian barat pulau Sumatra.000 jiwa. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. dan Aceh Jaya. mata pencaharian. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. Pemecah ombak. banjir kanal. teman. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72.1 juta. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. atau mengalami trauma lainnya. lebih dari 500. menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana.

com. wavelines@hotmail. infrastruktur pesisir. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. Kami keluar masuk rumah. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. kontaminasi air tanah. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. Getaran itu kembali lagi secara periodik. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. Tak satupun tertinggal. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. mereka sudah sangat dekat dengan maut. hampir semua rumah hancur.php) 47 . Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. Kami tidak dapat melakukan apapun.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. gempa mereda.jcu. kemudian lari ke rerumputan. dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang.sifr. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. Sejak 1994. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. Dengan 340 situs pemantauan awal. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. pepohonan. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. hampir dua kali lipat kondisi awal. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. laporan menyeluruh di www. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai.au/ahb/dave. Setelah sekitar 4 menit. Para wanita berdoa kepada Allah. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. Kami merunduk begitu gempa semakin parah.edu. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. Dari teras rumah. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). Aceh. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya. Kami melompat ke dalam mobil. Menjelang pertengahan tahun 2005. melalui pepohonan. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. Istri saya kehilangan ibunya.500 pulau di Kepulauan Nusantara. seperti kendaraan. dua orang saudaranya. sedimen. Setelah sekitar 20 menit. Saya sadar. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. menghitung waktu di antara getaran. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam.500 ha) berada dalam kawasan bencana. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. diperkirakan sekitar 500. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. jauh dari pepohonan. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. dari laut.

0 154.0 394.8 17. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.0 23.1 29.4 Umum 300.4 89.6 83.8 510.8 82.9 1.0 990.440.2 325. juga telah menghancurkan terumbu karang.1 50.2 89.0 390. The Nature Conservancy di Komodo. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.4 Kehilangan 65.9 2. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.920.4 9.7 508.1 351.8 38.9 562.0 4.6 154.9 11. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.6 132. Departemen Kehutanan.1 224.6 1.9 409.5 428.9 21.5 166. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.2 140. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia. Kementrian Lingkungan Hidup.9 0.9 67. dari BAPPENAS 2005).1 3.5 18.6 Fasilitas Pribadi 1.8 370.6 652.3 110.1 13.1 14.1 14. Saat ini.8 8.7 1.0 2. yang jelas teramati sebelum tsunami.4 1.9 83.437.4 550.1 1.451.2 66.8 67. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.4 876.9 101.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.674. 48 .1 18.1 14.1 128.2 1.9 3.2 Total 1.4 280.1 28.182.5 17.9 83.9 548.8 221.9 446.4 91. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).1 830. Project Wallacea di Wakatobi.4 240.5 89.6 1.132.4 636.6 9. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.461.398.8 145.0 194. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.4 2.8 535.740.1 Indonesia.7 89.408.1 89.5 89.3 132. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.8 26.9 29. Penangkapan ikan yang merusak.4 68. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.6 257.9 165.5 83.7 119.531.

namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. serta banyak jenis burung. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. 20 km di selatan Tapak Tuan. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah. bebatuan. mengalami lebih banyak kerusakan. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. terkubur. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. karang. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. ikan. hanya mengalami kerusakan kecil. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). dan sisa pohon-pohon mangrove.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. Banyak koloninya yang terbalik. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa.10 m. masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. Di kawasan semacam ini.4 juta. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. atau terlempar ke bagian lain terumbu. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . Namun demikian. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. kepiting. Pola kehancurannya dapat diperkirakan.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. Sebelum tsunami. berubah menjadi pecahan karang. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. mengalami kehancuran yang paling parah. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. Namun. serta penyu sisik dan penyu belimbing.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. buaya muara.

sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. padang lamun. Akibat gempa tersebut. Terumbu karang. laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat.000 ha mangrove telah rusak. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh.3 juta akibat tsunami. Namun demikian. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. dan beberapa pulau kecil). kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. Sekalipun demikian. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. ornatissimus. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. C. duyung. C. Pulau Teunom. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. trifascialis. triangulum. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. Pulau Nasi. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. 50 . Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. dan banyak pohon. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). C. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. termasuk tiga jenis penyu. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. C. Pulau Batee. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah.

Sementara itu. 51 . nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005).au).baird@jcu.edu. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. Dimana kegiatan perikanan terkendali. Namun.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total. andrew. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird. tutupan karang hidupnya pun tinggi.

7 = Porites. kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). 4 = meja bercabang.id/) 52 Persentase terumbu (%) .coremap.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh. Sekalipun demikian. 3 = bercabang. 9 = Scleractinia lain. 2 = menjari.or. 6 = Faviidae. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang). Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir.

000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. Lebih dari 80. dan industri kecil. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. melibatkan sekitar 42. dan traktor untuk 8. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. bendungan. Aceh Jaya. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. Pidie. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. seperti pertanian. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. Nagan Raya and Simeulue. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. lembagalembaga pemerintahan.000 26. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. FAO memasok benih.900 orang. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang.000 – 58. Para korban yang selamat. Budidaya air: Sebelum tsunami. merusak lebih dari 40.000 14. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka.9 juta. Aceh Besar.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005). namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. 53 . perikanan tangkap. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. Sebanyak sekitar 1. Walaupun bantuan tersebut sukses.000 nelayan dan keluarganya.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27. pupuk.000 – 48. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut.823 < 500 17. Aceh Barat.

3% pendapatan daerah. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. Sebagai contoh. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. kualitas air. serta kerusakan pada sumber daya pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. 110 jembatan. Namun. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. serta sistem sanitasi. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. 54 . Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. 430 LSM lokal. berbagai sekolah. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. pasar-pasar.000 orang. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200.

Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. Reef Check. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. serta perekonomian. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. berikut masyarakat yang tergantung padanya. pemantauan yang terus menerus. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. dapat terus hidup 55 . seperti penangkapan ikan yang berlebihan. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. Ada banyak juwana. kualitas air yang rendah. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. dari 5. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. Lebih dari sebelumnya. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut.org. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. rcinfo@reefcheck. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. sebagaimana teramati dalam survei. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. masih ada setelah tsunami berakhir. pengelolaan wilayah pesisir. Namun. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. Secara relatif. 2006). Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. Namun. penangkapan ikan yang berlebih. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. Foster et al. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. Selain menghambat tumbuhnya karang baru.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. kemasyarakatan.

Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Scaridae. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. batu. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. serta konservasi terumbu karang. sistem pengelolaan data. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. 56 . Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang.

fao. Sri Lanka. (www. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun.wetlands. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu.asp).reefbase. (www. (www. Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami.org/ tsunami.pdf).asp). serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah. Lagipula. Hidup masihlah sulit. Para petani berkata bahwa sayur-mayur. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. Wildlife Conservation Society . Namun.id/ tsunami/tsu-index. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. (www. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka. Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Petani tua ini kehilangan 1. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. dan Stuart Campbell. sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya. Joanna Ruxton.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan. Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami.gov/id/). Namun. Kristian Teleki. 57 . kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. Wetlands International-Indonesia Programme (2005).000 tanaman coklat. UNEP (2005).unep. kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. kacang-kacangan. FAO (2005). walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. Associated Press). (www. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). Sebagai ayah dari 8 anak.neaq.” ujar Yacob.org/tsunami/). (www. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai. 66.htm). rusak karena tsunami.usaid. Pada awalnya. Maladewa. Namun. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh.org/ tsunami/tsunami_rpt. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami.or. “Tapi kita tidak boleh patah semangat. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah.Indonesia Program (2005).org/temp/tsunami_report. India. Pada awalnya. Namun kini. USAID (2005).

struktur populasi ikan karang. Acanthuridae. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan.9 karang muda/ m2). yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. Survei tahun 2006. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi.campbell@wcsip. ketersediaan habitat. Universitas Syiah Kuala. dan Chaetodontidae. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. Hubungi: s. 14 bulan setelah tsunami. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. 58 . kedekatan jarak dengan terumbu lain. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al.org). pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. serta hidrodinamika lokal. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. (Sumber: Campbell et al. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. perlindungan terhadap penangkapan. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. 2006 dalam persiapan.

(2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. 15: 1926-1930. Telepon: +62 21 7399 818. Skole DL. Pengembak no. Perera N. Corso.bappenas. Giorgio Bavestrello. GCRMN.sg.id).org. Current Biology. Bob Foster. Pulau Weh. (www. et al.org. Jl. Zeehan Jaafar. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. ayudestari@yahoo. JI.org. Gunawan CA. Anisa Budiayu. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment.com. Nishan Perera. Gerry Allen. et al.edu. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. Campbell SJ. Baird AH.com. Indonesia. Jakarta 12110. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. Bali. Indonesia. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. UNESCO Office Jakarta. the December 26. California.The World Conservation Union. Sanur. Yan Manuputty. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. nanengsetiasih@yahoo. 59 . Indonesia. IUCN . Kebayoran Baru.go. Sumatra.com. bob@reefcheck. Bogor Agricultural University. 32 pp. Consultative Group on Indonesia. Ibnu Hazam. Ayu Destari. Wasistini Baitoningsih.uk. g. nsh@iucnsl. milviapin@yahoo. Reef Check Indonesia. Tun K. 2004 Natural Disaster. (Daftar penulis menurut abjad. College of Marshall Islands. Galuh (II) No. scip1157@nus. USA. 99 pp. Carlo Cerrano. Ivan Silaban. Fax: +62 21 7279 6489. 1.) ACUAN Allen GR. 80228. National University of Singapore. Telepon: +62 361 285 297.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. Indonesia. Ardiwijaya RL. dan Yunaldi Yahya. Università di Genova. Pacific Palisades. Foster R. Università Politecnica delle Marche. Samek JH. e-mail: jakarta@unesco. cerrano@dipteris. Center for Global Change and Earth Observations.it. Jan Henning Steffen. Reef Check Foundation. WorldFish Center.ac.bavestrello@univpm. Fisheries Diving Club. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. 16 pp.5.it.unige. abh28@cam. Aceh Province. Oliver J. Silvia Pinca. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. tropical_reef@bigpond.com. Hagan A. Fax: +62 361 286 383. Anggoro AW. Reef Check Foundation. Annelise Hagan. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

61 . jembatan. Kedah.5 juta) hilang atau rusak. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. Perak. jetty.15 siang tanggal 26 Desember 2004. dan pertokoan rusak. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. dan Selangor. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. 3. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis.721 nelayan terkena dampak secara langsung. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra.4. Propinsi Perlis. desa nelayan di pesisir. tempat tinggal sementara.24 juta. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. Kedah Perak. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik.626 kapal nelayan (setara US$ 7. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi.

persediaan air. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. Oleh karena itu. saluran air. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. dan transportasi. dan bandar udara tidak terpengaruh. jalanan. 62 . sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. yang mencegah evakuasi cepat. 12 di Kedah. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. 3 di Perak dan 1 di Selangor. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. sektor telekomunikasi. Rel kereta api.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. 52 di Penang. Kedah. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir. Ali M (Eds. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN.pdf). 66 .org/pdf/MalaysiaMarch. 2005 North West of Malaysia. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat. David Garnett.www. Issue 1: 1-10.tun@cgiar. Volume 7. Abdul Latif F. Arshad MA.). Universiti Malaya Maritime Research Institute. Khor HT. Lee Yoke Lee. Lim WS (2005). 2004. k. WorldFish Center (2005). NAGA. 10670 Penang. Ramly R.pdf). dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Penang Economic Monthly. Joanna Ruxton. Report on December 26. Veloo P (2005).reefbase. Siow R.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. 28 No. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. WorldFish Center. 28 No. Yusuf YB. Kevin Hiew. Affendi YA. REFERENSI Chee PE.edu. Ali M. Lee YL. Abdullah A. Field Survey on July 09-10.streaminitiative.org dan y. WorldFish Center Newsletter Vol. dan Kristian Teleki. WorldFish Center Newsletter Vol. Coral Cay Conservation. Tajuddin BH. PO Box 500 GPO.metu. Ghazali NH. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia. Abdullah SZ. Malaysia. (www. PENINJAU Choo Poh Sze. Malaysia.edu. Yalciner AC. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. Penang and Langkawi Islands.my. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. Penang. Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas. lembaga pemerintah. (2005).com.pdf. Indian Ocean Tsunami. isi makalah oleh: Alias AH. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf.seri. Impact of the tsunami on Penang’s economy. (http:// yalciner. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). Affendi Yang Amri.ce. University of Malaya. Malaysia. Fisheries Research Institute.yusuf@cgiar. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. Abd Wahab AK (2005). NAGA.my/EconBrief/EconBrief2005-01.asp. Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya.org. Harith H (2005) and Kua BC.org/Tsunami. 1 & 2: 17-22.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. et al. 50603 Kuala Lumpur. Peninsular Malaysia. Mohd Nizam Basiron. Bakar P. Latun AR. affendi@um. www. 1 & 2: 23-25.

Secara umum. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. 67 . dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri.395 dengan 2. SUCHAI WORACHANANANT. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. 8 dermaga rusak parah. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi.500 hektar lahan pertanian terendam air laut. lebih dari 8. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. tambak. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya.000 terluka. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam. dan lebih dari 2. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. 407 desa. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. lebih dari 5. beserta alat tangkap. terumbu karang tidak rusak parah.000 kapal nelayan hilang. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. dan penetasan benur.000 ekor babi dan 7. THAMASAK YEEMIN. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. keramba. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan. Lebih dari 1.5. 13% rusak parah. Namun.600 unggas ternak hilang. MAITREE DUANGSAWASDI. 4.932 lainnya dinyatakan hilang. tidak lama setelah tsunami menimpa.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004.395 korban jiwa. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. terutama mereka yang berasal dari Eropa. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. dan juga faktor-faktor buatan manusia. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami.40 dan 10. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). Laporan resmi mencatat 5. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. Namun.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar.932 orang masih hilang. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. kemiringan. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. topografi.000 terluka. Krabi. Phuket. tepat 1. Phang Nga. karena mereka tidak 68 .30 pagi waktu setempat. batimetri dasar laut di perairan lepas. 2. Tingkat kerusakan bervariasi. dan lebih dari 8. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. dan Satun. Trang. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong.

sebanyak US$ 123. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). Contohnya. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. 69 . Pattani dan Narathiwat). Dari dana ini. Secara besamaan. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004.600 km. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). padang lamun. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Chanthaburi dan Trad). 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. kebutuhan psikologis dan sosial. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir.950.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. 33% dalam kondisi sedang. dan kehidupan masyarakat. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun.000 (4. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. Chumporn. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. 300 pulau. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. Sebelum tsunami. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. dan biota laut yang terancam punah. namun tidak untuk semua lokasi survei. Nakhon Si Thammarat. dan garis pantai yang melebihi 2. Songkhla. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. lamun. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. 13% dalam kondisi baik. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. Departemen Taman Nasional. Surathani. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. ancaman daratan. sejumlah pemerintahan negara. Di Laut Andaman. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. Jumlah korban jiwa pasti. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan.

5 1. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.8 2. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.1 36.5 5.0 23.1% Baik 7. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.7 4.6 5. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin.9 29. pemerintahan wilayah.9 19. namun basis data tersebut tidak dikelola. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang.5 26.4 28.4% Sedang 36.2 16. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.6 28.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.1 15. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori).9 18. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik. Pada 23 lokasi. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab.6 34. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami.4 7.1 21.8 26.7 10.2 23. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan.9 35.7 31.2 23.7 13.9% Sangat Rusak 16.2 13. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit.7% Rusak 37. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali. DMCR.0 10. Secara keseluruhan.2 33. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.0 3. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 .6 49.

Pendataan kerusakan terhadap karang (patah.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. terutama Pulau Khang Khao. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. dan Larn. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. 8% mengalami kerusakan sedang. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. mematahkan. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. dan 3. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. 2. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. penyelimutan.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Kam Nui. Thailand Pasca-Tsunami 1. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. Kam Yai.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. Gerakan gelombang yang mencabut.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. 71 . Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi.

dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Dok Mai. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. kecuali Pulau Miang. yang mengalami kerusakan tinggi. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. dan arah terjangan ombak. Tanjung Krung Noi. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. dan Breakfast Bent. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. Namun demikian. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. Di Snapper Alley Point.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. sejumlah besar pasir. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. Pulau Ka. West of Eden. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Deep Six. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. Pusa Rock. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. 72 . tipe karang yang mendominasi. terpindahkan. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. sebuah lokasi selam yang terkenal. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. karang masif terbalik. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. Khai Nai. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. Namun demikian. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. Sunset Point.

Di dekat Pulau Tachai. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. . Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. Di Kepulauan Phi Phi. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. terdapat karang mati.000 orang meninggal. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. dimana lebih dari 1. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu.. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. setinggi 3 meter. kepulauan Surin. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. Desember 2005). terdorong ke satu arah. terumbu karang juga mengalami kerusakan. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. Di dekat pesisir Teluk Patong. Gerry Allen. Ahli ekologi karang. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman.. pengembangan pesisir dan pemanasan global. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . Ilmuwan karang Australia. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. dimana 10-30% dari karang rusak. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. berputar di dalam pusaran air. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. 50% mengalami kerusakan sedang. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. dan selalu pulih. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. Namun berbeda dari bencana alam. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. namun.” Terumbu telah mengalami badai angin.

lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. Namun demikian. kuda laut. Pulau Pu. Teluk Kata. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. Teluk Maya. Pulau Hae. Teluk Lolana. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. Sejumlah karang lunak telah pulih. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. 74 . dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. laju pertumbuhan karang yang tinggi. Pulau Ngai. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Namun demikian.

Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. baik yang kecil maupun besar. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. 75 . bungalow. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. sementara yang lain terhisap ke dalam air. Semua itu memakan waktu 1 menit. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. namun semuanya tampak baik-baik saja. Narima Diving Thailand. Sotong terlihat sedang bereproduksi. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. saffronkiddy@hotmail. kemungkinan karena pasir yang terangkat. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. namun kami telah berpindah 500 m. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. kabel listrik. dan beberapa hiu paus terlihat. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. dan puing-puing yang sangat banyak. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. laut tenang. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. dan lainnya. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam.com). laut seakan berubah menjadi warna putih. dimana-mana. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. bongkahan gedung. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. Dari kapal. pakaian. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu.

Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami.800 rumah.5% dari padang lamun.1 miliar. dan pariwisata. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53.000 orang karena menghancurkan 407 desa.5% dari lebih dari 7. Kerusakan lamun: Hanya 3.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman. Namun demikian. pengaruh dari budidaya udang. Kerusakan total hanya menimpa 1. membantu dalam stabilisasi pesisir. sebagian besar di Propinsi Phang Nga. dan 24 sekolah.000 kamar rusak atau hancur. perumahan. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. Namun demikian. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. Hanya terdapat 1. dan siltasi dari penambangan timah. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. Propinsi Trang. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. dan 14. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. telah kehilangan sumber pencaharian. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 .900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. sebaiknya dilakukan. Menurut DCMR.7 juta ton metrik senilai US$ 1. seperti rotifera dan plankton lainnya. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. hanya 306 hektar hutan bakau (0. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri. 4. Disamping itu. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. 200 rumah makan dan 4. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. praktik penangkapan ikan yang merusak. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan.

dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. patah. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. Di saat kita mulai membangun kembali. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. keramba. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil.600 ekor unggas ternak hilang. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi.137 buah 4. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. Enam jagawana lainnya terluka parah. alat tangkap.228 buah 3. dan Pulau Phi Phi. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. atau tertutupi sedimen dan puing-puing. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 .537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. tambak. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather.000 ekor babi serta 7. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin. seperempat dilaporkan rusak. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. Di Koh Phi Phi. Khao Lak. WWF Thailand). Sementara itu. dan penetasan benur. Direktur. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman.

termasuk televisi. dan lembaga internasional sepert UNEP.500 kali. Setelah 3 bulan. sementara hanya 4. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. mainan. stereo. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4. dan staf registrasi. peralatan selam. dukungan kapal. seperti rumah bungalow utuh. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. Benda-benda berukuran besar. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. peningkatan kapasitas. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. pantai. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. termasuk para perenang snorkel. bongkahan atap. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. Misalnya. Koordinator Proyek. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. kartu identitas. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. rehabilitasi lingkungan. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. Segera setelah tsunami. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. kabel-kabel listrik. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. peralatan. Upaya pembersihan terumbu karang. dan pemulihan kehidupan masyarakat. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. kulkas.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. sepatu. mesin cuci. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. gedung. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. regu-regu pembersih pantai. andrew@hidef. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . Barang-barang pribadi seperti baju. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal.

sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir. 79 . daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. antara 4-8 Januari 2005. dan sistem peringatan dini. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. antara 10-13 Januari 2005. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. rencana cepat tanggap. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. pengelolaan limbah. pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). baik untuk budidaya maupun pariwisata.

Bjorkman. World Bank. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. cherie. kursi teras. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. 80 . Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. merusak terumbu karang. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai.” kata Mr. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. dari kursi teras sampai wastafel. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi.hart@undp. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. dan habitat-habitat pesisir. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. Barang rongsokan berukuran besar. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. Namun. wastafel. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. terumbu karang. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. UNDP. peralatan.” kata Hakan Bjorkman.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. “Kita sudah melihat kopor. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. kapasitas pemantauan. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang.org).

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

Sebelum terjadi tsunami.500 km2 dan terumbu karang seluas 1. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh.700 km2. tebing batu yang terjal maupun tegak. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12. hamparan bukit bawah laut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. gua kapur. Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa. termasuk terumbu tepi (fringing). informasi 84 .

namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. saya berada di Pantai Ngapali. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. Penutupan karang batu berkisar antara 32. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. yang merupakan Taman Nasional. Namun. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. 2004. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. Di negara bagian Rakhine. laut masih tenang dan matahari keluar.reefcheck. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. di depan Penginapan Laguna. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). milik Reef Check.exploremyanmar. www. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. terdapat ikan hiu. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia.5% sampai 82. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. pari.de). Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. Ngwe Saung. ikan berukuran besar yang melimpah. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. Bagi para nelayan sesepuh. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. Hari ini tampak seperti biasa. sedikit di atas wilayah Thailand. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. oleh 85 .5%. Myanmar. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. Pukul 7:45 di pagi hari. Tidak terdapat.

sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. yang selalu terletak pada dataran tinggi.000. bahkan yang kedua. namun. lembaga-lembaga setempat. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. korban jiwa masih dapat diselamatkan. Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. SARAN. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. membayangkan yang terburuk. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang.000 orang kehilangan tempat tinggal. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. International Federation of the Red Cross). KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. 86 . kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. Menurut laporan-laporan dari PBB.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. dan IFRC. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. dan kerugian finansial mencapai US$ 250. Antara 5. yang mengalami kerusakan. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. “Ini benar-benar luar biasa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya.000. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu. dan bangunan sekolah. yang terletak 320 km dari Myanmar. dengan beberapa karang patah atau terbalik. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman.000-6.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami.

heiss@reefcheck. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. Sekolah Biologi. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. Dari hasil konsensus saat ini. Malaysia. Phuket Marine Biological Center. WorldFish Centre. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah. Perpusatakaan AIMS. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama.de. Niphon Phongsuwan. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. georg. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. dan untuk saling bertukar pengalaman. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan.org. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove.pdf). keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. Joanna Ruxton. PO Box 500 GPO. PENINJAU Barbara Brown. dan pengeboman. 6.streaminitiative. Namun. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. Georg Heiss. Fahrenheitstr. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. Universitas Newcastle upon Tyne. Reef Check Eropa. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik.tun@cgiar. k. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. Universitas Nasional Singapura.org/pdf/050203Myanmar. 10670 Penang. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. 28359 Bremen Germany. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT).Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. program pemantauan ekosistem. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. KONTAK PENULIS Karenne Tun. Chou Loke Ming. Inggris. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing.

KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005.aist. Ayeyarwaddy division (www. dan Sri Lanka.htm). Active Fault Research Center.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. Satake Y.int/rw/rwb. National Institute of Advanced Industrial Science and Technology. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). w 3 .Teramatinya ratusan lumba-lumba. w h o s e a . (www.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. go.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. yang dipimpin oleh Brian Smith. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun. India. et al. Bangladesh. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. paus. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. seorang peniliti dari Departemen Perikanan. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. tulis sebuah harian semi-resmi. seorang ahli zoololgi konservasi. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami. ( w w w. dalam laporannya. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. yang kaya akan biodiversitas laut.html). kata Mya Than Tun.unit. reliefweb. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember. 88 .

MARIMUTHU. pengembangan pesisir. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). JEYABASKARAN. KUMARAGURU. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. SWAYAM PRABHA DAS. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. sedimentasi. K. VENKATARAMAN. SRI LAZARUS. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. 89 . jetty. terdapat jumlah kematian serupa.7. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali.K. N. R. ROBERT SLUKA. ANITA MARY. begitu juga pada hutan-hutan. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. dan pencemaran. penambangan terumbu. Pada daratan utama. JAYAKUMAR. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. ARJAN RAJASURIYA. SARANG KULKANRI. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. A. DAN J. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. JERKER TAMELANDER. lebih dari 7. K. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. dengan kerusakan yang terpusat. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun.

pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. 90 . Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. yang menopang kepulauan tersebut. lempengan Burma. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. Pada akhirnya. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Sehingga.

di bagian utara Andaman. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. Namun. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. dan bangunan infrastruktur lainnya. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. dan Little Andaman tersapu bersih. jetty. Port Blair. sementara yang lain. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. bandara. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. terbatas dan tidak mudah dijangkau. Car Nicobar. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. runtuh akibat goncangan. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix.

Pada saat ini. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. tetapi hidup berjalan terus. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. Kebanyakan dari 356.000 jiwa. dan 1. dengan jumlah korban lebih dari 10. Hampir 6. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. Masyarakat sangatlah menderita. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. Cuddalore. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit.000 penduduk di rantai pulau terpencil. Lagipula.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut.5-5 meter. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. saat gempa bumi pertama datang. Secara umum. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku. Sekretaris Kehormatan. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. Kepulauan Andaman dan Nikobar). masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Lebih lanjut lagi. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. Pada beberapa dermaga. Sejak 26 Desember. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. 145 jenis karang lunak. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. Lebih dari 260 jenis karang batu. WWF-India.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. air datang’. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. Kira-kira satu jam kemudian. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. 92 . terumbu karang pada daratan utama. mengatakan bahwa ‘air datang. akan kembali lagi. suasana hati sangatlah gundah.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. coli dan Salmonella. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. dan pulau-pulau Lakshadweep.

Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. sedimentasi. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. meningkat dari 279. praktik pengelolaan yang buruk. seekor kuda yang sedang terbang. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. yang memimpin penggalian ini. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. binatang singa. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. dalam kondisi baik. 6 diantaranya dianggap tenggelam. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. gajah. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. mempengaruhi 55% dari terumbu. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. Menurut para pakar arkeologi. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. Lebih dari 1. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. 93 . namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan.000 pada 2001. Sebelum tsunami. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. penambangan karang. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. Alok Tripathi. pengembangan pesisir. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. Isu 5720). Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. dan pencemaran. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. seekor singa sedang istirahat. Volume 308. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman.000 pada tahun 1991 menjadi 405.

fluktuasi suhu yang besar. Hydnophora. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. ungkap Vanaja. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. Sebelum terjadi tsunami. Mereka mengatakan tak punya pilihan. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. pemerintah menolak membantu pembangunannya. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. Keputusan Pemerintah No. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. icsf@icsf. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. ungkap Jesuratnam. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. dan selatan kepulauan Andaman. dan sedimentasi yang tinggi. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn. serta sebagai wilayah peneluran penyu. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. 172 yang baru. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Wilayah laut di Teluk Mannar. dan terdapat juga jenis Favia. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang.newindpress.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. seorang pekerja sosial. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah.com dan International Collective in Support of Fishworkers. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. 94 . karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. Kehidupan kami bergantung pada laut”. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. Jika tidak. dengan penutupan karang sebesar 20%. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. berisi panduan untuk pembangunan rumah. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. padang lamun. Kami perlu berada dekat laut. Goniastrea dan Goniopora yang masif.net).

pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. Jarawa. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. seperti batang pohon. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. Pada awalnya. Onge. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka.000 hektar. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Hutan 95 . terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). Namun. sawah. National Geographic News). Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. Sebelum tsunami terjadi. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. Empat suku Andaman: Andaman Besar. Namun.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. Mayoritas suku tersebut terancam punah. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. Kesadaran mereka mengenai laut. yang akan mendorong pertumbuhan karang. dan kekurangan sumber daya. terancam oleh penyakit. bumi. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. populasi yang berlebih. serta Sentinel. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter.

Namun. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. tetapi kematian masih dapat terjadi. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Redskin: Terumbu karang. termasuk Porites lutea yang mendominasi. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. rusak parah. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. dan radiasi sinar UV. masih dapat hidup. Patahan Acropora spp. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. Di sejumlah wilayah. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. peningkatan suhu. sebelum dan sesudah tsunami.

dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. dan Great Nicobar (Nikobar Besar).Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Tarasa. Terumbu Utara. Porites nigrescens. Acropora. Namun demikian. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. hanya beberapa koloni Acropora. Koloni-koloni besar terangkat. Interview. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. namun lebih ringan. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Trinkat. Comorta. Nancowry. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Katchal. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). Jenis Acropora paling besar dampaknya. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. topografi dan komposisi pantai telah berubah. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. dan Porites. termasuk di Car Nicobar. Echnipora. dan Psammacora yang patah atau terguling. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. dan Acropora spp. Porites. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar.

Karang batu. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. telah hilang. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. nyaris hilang. sementara 98 . Pulau Great Nicobar. yang megakibatkan kematian. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. baronang (Siganus). dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. kue (Carangoides malabaricus).7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. North Passage. alga.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. pasir. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. Kurusadai. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. Poomarichan. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. Thalaiyari. Namun demikian. Kariyachalli. Pada bulan Januari 2005. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. Teluk Kachchh. Pulvinichalli. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska.5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. Pada bulan Mei 2005.4 mg/hari setelah tsunami. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. Vali Munai. setelah tsunami terjadi. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). Upputhanni. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. Sejumlah karang mengalami pemutihan. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. Yaanipar. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. Mulli.

dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. penyu sisik. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan.000 m dari laut. dan hutan bakau pesisir. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. Sejauh ini. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. WWF International). namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. Andaman Kecil. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. kapal. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. suaka. penyu lekang. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. makanan. patahan karang serta spong. Sejak tahun 2001. serta peralatan perikanan. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. penyu hijau. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami.

yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. pengelolaan. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. instansi pemerintahan. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. dan kehutanan. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. Oleh karena itu. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. dan data terumbu karang yang lebih baik. namun. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. pertanian. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. dan LSM. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. 100 .

J. 89(8): 13101312. Institute for Environmental Research and Social Education. funded by CORDIO.India. Wilson JJ.lk. marinemari@hotmail. Current Science. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. Reef Watch Marine Conservation. Jayakumar K. JJ. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. marineani@rediffmail. jkpatti@sancharnet. Ministry of Environmental and Forests. India. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT).Mar. Marimuthu N. WWF-India.org.org. National Coral Reef Research Institute. dan J Jerald Wilson. Sarang Kulkanri. 101 . National Biodiversity Authority. Reef Watch Marine Conservation. Arjan Rajasuriya.com. Anita Mary. Wilson. bobsluka@mrds.com. 36 pp.com. lazarus_lasu@yahoo. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. Kumaraguru AK. Madurai Kamaraj University. Government of India.net. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi.com. arjan@nara. AK Kumaraguru. jeybas@hotmail. Millennium Relief and Development Services. jet@ iucnsl. Wilson JJ. nba_india@vsnl.in. akkguru@eth. Current Science.org. kjkkumar@yahoo. JK Patterson Edward. Mumbai.Biol.com. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish. 1775) in Pudhumadam coastal waters.net. R Jeyabaskaran. 47(1): 83-87. Sri Lazarus. Suganthi Devadason Marine Research Institute. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. T Shumugaraj.Ass. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. Z Islam. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. K Venkataraman. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar. Robert D Sluka. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. Platax teira (Forsskal.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. National Aquatic Resources Research & Development Agency. sarang@reefwatchindia.com. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. N Marimuthu.ac. Marimuthu N. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. dan jjeraldwilson@hotmail. 89(10): 1729-1741. K Jayakumar.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. 100. NISHAN PERERA. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak.8.000 sampai 37.5% dari PDB). PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. jika karang diinginkan kembali pulih. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. Matara dan Hambantota). Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat.000 rumah hancur. sepanjang 1. diterima oleh masyarakat. 90.5 meter.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. namun. MALIK FERNANDO. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada. CHAMIN DA KARUNARATHNA. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. dan berkelanjutan. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle.

Diantara korban jiwa tersebut. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1.5% dari PDB). Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. dan Hambantota. terdapat 27.000 orang. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . dan 80% di Mullaitivu. dan bentuk daratan. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. Pada kasus-kasus terburuk. dimana 20% dari populasi terkena. batimetri. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. bergantung pada energi gelombang. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. Matara. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. Tragisnya. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100.000 sampai 37. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. sampai 78% di Amparai. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir.

jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. serta meja di Sri Lanka. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. gundukan. Sri Lanka timur. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. institusional. Pada tahun 1998. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. di dekat Trincomalee. Disamping itu. 105 . Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. khususnya pengeboman. serta biaya. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. dan timur. selatan. yang juga terlindungi dari muson barat daya. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala.

hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. dicetak dalam bahasa Inggris. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. dan Sewalanka Foundation. International Water Management Institute.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. dan wisatawan. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. Namun. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). Unuwatuna. pengelola hotel. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. dan Marine Pollution Prevention Authority. Department of Wildlife Conservation. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. Thomas College sub-Aqua. pekerja medis. bahan konstruksi. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. plastik. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. Daerah Hikkaduwa. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. peralatan rumah tangga. dan mengalami deplesi dari 106 . sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. tekstil. dan operator selam. Sinhala. Di sisi lain. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. Misalnya. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. Sebelum tsunami. Project Aware. terdapat batang ranting pohon. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. peralatan selam dan kapal. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. termasuk dari Klub St.

yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. dan Pulau Merpati. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. Secara umum. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. teripang. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). yang terkenal di antara para wisatawan. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. dan akumulasi dari sampah padat. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. menderita akibat penginjakan terumbu. di dekat Trincimalee. 107 . Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. Di Teluk Belanda. termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. serta moluska jenis Turbinella pyrum.

di semua daratan yang dimasukinya. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. bukanlah suatu kemewahan. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. Klaus Toepfer. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. serta padang lamun. dan Favia. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. hutan mangrove. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. UNEP Nairobi). nick. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. namun sangat penting.nuttal@unep. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. Direktur Eksekutif UNEP. elisabeth. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. terutama marga Goniastrea. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. orang-orang yang kita cintai. puing-puing. 108 . termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting.org.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi.org dan Elisabeth Waechter. Di pantai. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. mengejutkan. Tingkat kerusakan ini beragam.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Pada beberapa wilayah. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. Namun. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. Porites. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. seperti terumbu karang. termasuk Sri Lanka. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem.waechtar@unep. lapisan pertama mangrove rusak parah.

Kudawella. Di Pulau Koral. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. Polhena. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. Nilaveli. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. bagian-bagian kapal. Di Kapparatota – Weligama. sebagian besar tekstil. yang terbentuk setelah tahun 1998. Namun. Namun. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. Terumbu yang terdapat di Rumassala. dari 17% menjadi 30%. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. Kapparotota/Weligama.5% menjadi 12%. 109 . dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. dan Hikkaduwa. yang terlindungi dari gelombang. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. Unawatuna. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Teluk Galle tidak terpengaruh. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. serta peralatan rumah tangga berlimpah. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. Sampah dan puing-puing. batang dan ranting pohon. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. Kalkudah. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. Di wilayah lainnya. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998.

Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. Di Kudawella. dan Unawatuna. ikan sweetlips (Haemulidae). dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. dan ikan maming (Labridae). pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). ikan kakap (Lutjanidae). dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. Ussangoda. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. terutama ikan damsel (Pomacentridae). 110 . Terumbu di Tangalle. energi dari tsunami teredam. dan ikan emperor (Lethrinidae). Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). Di Polhena. Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. kelimpahan ikan. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. penambangan karang. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. Namun. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. beragam bergantung lokasinya. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. yang terletak di sebelah barat Tangalle. ikan gobi (Gobiidae). kurang terpengaruh. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. Weligana. di sepanjang pesisir timur dan barat daya. seperti kerapu (Serranidae). Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata.

telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. fasilitas penyimpanan dingin. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi. mempekerjakan sebanyak 50. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat.000 pada tahun 2004.000. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami.org). 111 . yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan.000 pada tahun 2005. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. 7. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka.000 oleh IUCN. seperti mesin lepas. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. Sebanyak 27.520 kapal tradisional tanpa mesin. Ibu Shiranee Yasaratne.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal.iucnsl. sekitar 90. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. dan diperkirakan bakal mencapai 600. Angka ini direvisi menjadi 425. Saat ini. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. Disamping itu. dan juga kamus. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut. termasuk 594 kapal harian. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas.000 orang secara langsung dan sebanyak 65. dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta.996 kapal bermesin dan sekitar 10. MJF Foundation dan Linea Aqua. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565.000 orang secara tidak langsung.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. sebanyak 2% dari PDB nasional. dan jaring juga telah hancur. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. sekitar 26% dari 18. Disamping itu. alat. Peralatan nelayan.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. 112 . Japanese Bank for International Cooperation. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. termasuk US$ 550. sekolah-sekolah kejuruan. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. Scuba POP. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. Australia memberikan US$ 16 juta. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. peralatan penangkapan. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. dan pelatihan. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. kehidupan masyarakat. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. dan industri. dan 3 pelabuhan perikanan. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. jaring. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang.

Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. limpasan nutrien.asp). Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. enp@iucnsl. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al. 2004. malikfern@eureka. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. (www. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. IUCN Sri Lanka Country Office. Kristian Teleki. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. ADB/JBIC/ World Bank. dan Bambaradeniya et al. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi.. tenaga. Rajasuriya. (www. Rajasuriya et al. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment.com. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. January 10-28. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. dan Dan Wilhelmsson. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif.org. Colombo 7. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. Colombo Sri Lanka. Malik Fernando. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. CORDIO.ac. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan.ac. 113 .lk. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami. Bernard Salvat. Melaksanakan pemantauan secara teratur. Jerker Tamelander.lk dan chaminda@nara. Nishan Perera. dan berkelanjutan.org/Tsunami/srilanka-assessment. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. arjan@nara. AusAID. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. Klub Sub Aqua Sri Lanka. jet@iucnsl. Japan Bank for International Cooperation. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. IUCN Asia Regional Programme. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis.developmentgateway. 2005. Joanna Ruxton. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang.lk. Australian Government.org.au/jahia/Jahia/pid/2626). National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA). PENINJAU Sian Owen. Asian Development Bank.adb.. 2005. diterima secara sosial. LSM.

1.gov/locations/asia_near_east/). 114 .usaid.org/tsuanmi/resources/iucnreports. (www.asp). Tamelander J.htm).iucn. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction. United Nations Environment Programme.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C. CORDIO. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. IUCN. (www.org/tsunami/tsunami_rpt. et al. Sengupta S. IUCN – The World Conservation Union. 20 January 2005.org/ tsunami/resources/iucn-reports. Iucn. (www. Kenya. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Perera A.ac. (www.htm).unep.lk/RAP). NARA. (www. IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.nara.

000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. pekerjaan. WILLIAM ALLISON. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. banjir menyebabkan matinya listrik. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. JERKER TAMELANDER. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). kurang lebih sepertiga dari 300. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. jetty. JEAN LUC SOLANDT. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. armada perikanan. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah.9. dinding dermaga (wharf walls). rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. JOHN GUNN. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. erosi daerah pesisir. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. Namun. ARJAN RAJASURIYA. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. perikanan. dan penarik utama dalam industri pariwisata. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. HUGH SWEATMAN. GEOFF DEWS. dan memindahkan 375. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. sumber pasir dan batu. jembatan penghubung selat (causeways). dan pertanian. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. gangguan pasokan air bersih. ataupun infrastruktur lokal lainnya. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). 115 . tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. ANGUS THOMPSON.000 meter kubik pasir ke cekungan galian.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

pariwisata. bangunan. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. gangguan pasokan air bersih. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar.000 penduduk kehilangan tempat tinggal.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). sementara hampir sepertiga dari 300. ibu kota Maladewa. armada perikanan. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. 117 . pekerjaan. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. harta pribadi. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80. dan 12% berasal dari perikanan karang. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. atau infrastruktur lokal lainnya. erosi daerah pesisir. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera.000 juta. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir).Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. Genangan pertama adalah yang terbesar. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan.

yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004).190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. teripang. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. Selain itu. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang.200 jenis biota telah ditemukan. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. 118 Tutupan karang (%) . Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. hiu (bagian siripnya). tengah. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. dan ikan hias diambil untuk diekspor.

dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. Aku berhenti bernafas. tak tahu apa yang harus dilakukan. memanjat meja. Saat aku kembali ke Amerika. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. Detik berikutnya. Syukurlah. patroli di pulau. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. 119 . mengawasi kemungkinan gelombang susulan. Sungguh mengherankan. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. TV. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. komputer. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. berjaga-jaga dari penjarah. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. cerah dan hangat. kursi. 1 meter di atas permukaan laut. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. Ini adalah pulau terpencil. dan saat aku sadar. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. para staf dan tamu ketakutan. Di tahun 2002. dengan perairan dalam di sekelilingnya. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. “Jauhi pantai. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. Air laut masuk melalui kolong pintu. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. gelombang akan balik lagi. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. jangan bergerak”. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. Suasana resor sepi sehabis Natal.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. Aku berteriak ke arah para tamu. air sudah pergi. theloweroad@gmail. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. Namun. menunggu pertolongan. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. saat gelombang menyapu pulau. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe.com). Lalu hening. Sebagai tambahan. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding.

Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. begitulah yang terpikir. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. Di Pulau Goidhoo. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. Pasang yang sangat tinggi. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. Konsekuensinya bervariasi. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. Sayangnya. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. saat kemudian gelombang datang. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian.net. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur.mv). yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. snorkel. yang merupakan selokan alami. fin. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. Di banyak pulau. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. seberapa banyak air laut dapat masuk. dan air bila diperlukan). Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. beliamall@dhivehinet. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. 120 . dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa.

Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. dan pecahan karang yang berserakan. 121 . terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. atau Thuvaru. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. Keyodhoo. Namun. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. Umumnya.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. beberapa timbunan pasir. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. dan Devana Kandu. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). dan Embudhoo. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. Kolhuvaariyaafushi. namun. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. Di sisi timur atol. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society).

Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami.000 menjadi di atas 615.000. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. Di perjalanan pulang ke Fru. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). sepatu. Hampir setahun kemudian. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Air berputar cepat pada penyelaman pertama. 1. kotak es. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Di resor. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. bagian-bagian kapal. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. makanan habis. pakaian. semua barang-barang kami hancur. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. Saat sarapan. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. kedatangan wisatawan menurun. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. Tak ada listrik. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. Atol Ari. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. kami melihat banyak puing di air.200 tempat tidur hotel hilang. Namun. keadaan lebih kacau lagi. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. Malé Utara. 122 . baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. Sejak tahun 1978 sampai 2004. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. Kembali ke kapal sangatlah susah. dll. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. air minum dibatasi. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. Kami tidur saat itu terjadi. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. Di kedalaman 18 m. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa.

timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. Selain dari kerugian tersebut. rendaman kerikil. dan 300 m jembatan selat. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. terdapat di laut lepas.200 m dinding dermaga. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. Pembangunan kembali sedang berjalan. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup. namun. yang selalu bermigrasi. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan.000 m dinding pelabuhan. dan jumlahnya melimpah. 4. tsunami memindahkan 375. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). dan keramba apung. Sehingga. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. 123 . lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. 120 penanda masuk (penyelaman). serta pengalengan yang modern sedang dibuat. tempat pembekuan. 25 lampu pemandu. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini.000 rumah telah hancur karena tsunami. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. dan besi untuk struktur beton. 15. 65 penanda terumbu. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. merusak 50 armada laut lainnya.

dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. pelestarian budaya. 124 . wadah air dan air layak minum.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. Jadi. penyediaan mata pencaharian alternatif. AusAID. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. terpal. dengan menghabiskan US$ 1. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan. serta peralatan kebersihan. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. KESIMPULAN. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. REKOMENDASI. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas.

dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. perencanaan. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. menganalisa. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. operator wisata. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. konsekwensinya akan sangat serius.undp. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. dan melindungi sumber daya laut Maladewa.org/tsunami). tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. Menteri Perikanan. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004. peralatan. masyarakat. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. 125 . Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. secara ekonomi. Leporan juga menyebutkan bahwa. Pertanian. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. dan organisasi yang diperlukan. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional.”ujar Kari Blindheim. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. Usaha-usaha di bidang lingkungan. dan tanggapan terhadap bencana.

bahan bangunan. dan dari terumbu tempat pakan ikan.nz/oceano/seasand.org. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. Walaupun begitu. dan bahan konstruksi. Pertanian. yang ternyata meningkat sejak tsunami. www. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan.unep. baik secara musiman maupun jangka panjang. Pada tahun 1992. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. pada terumbu di tepi atol. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni.seafriends. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. 126 . perawatan pelabuhan.org/tsunami). Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. Menteri Perikanan. pasir.htm).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau.

dan m.org/marine_world/MCS_Maldives_report.au.Gunn@csiro.mv. Naeem H.gov. (www. Maldives.ausaid.Republic of Maldives. UK. jet@iucnsl. Geoff Dews. IUCN Sri Lanka Country Office. a. Marine Research Centre.lk.org. Colombo. Kristian Teleki.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). jls@mcsuk.gov.org and www.mv.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920). Joanna Ruxton. Malé.undp. dalam laporan GCRMN.org/tsunami/reports/maldives.wakeford@aims. dan Mary Wakeford. John Gunn. Mohamed U. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005). arjan@nara.au.mv. (www. Zahir et al. termasuk kontribusi H. (www.ausaid.mcsuk. Arjan Rajasuriya. UNEP (2005).gov.org.au/publications/ pubout. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State .au.gov. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (www. John.mv. UNDP (2005). Colombo. beliamall@dhivehinet. Australian Government.org/drtf/). Sri Lanka. Hugh Sweatman. World Congress on Aquatic Protected Areas. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Sri Lanka. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. h.pdf). Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. (www.pdf). dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. Rajasuriya dkk. Jean-Luc Solandt. William Allison. Australian Institute of Marine Science. August 2002.au/hottopics/ topic. KONTAK PENULIS Hussein Zahir.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam.undp.sweatman@aims.thompson@aims. dan Chris Wood. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147. Jerker Tamelander. Dews G. Marine Conservation Society. Cairns.au.gov.ac. hzahir@mrc. Angus Thompson.gov.net. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. 127 .unep. Australian Institute of Marine Science (AIMS).

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat.10. polusi. KATE PIKE. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. dinding laut. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. menjadi mati atau rusak. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. UDO ENGELHARDT. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. 129 . Secara umum. JAN ROBINSON. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. DAVID OBURA. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. infrastruktur. kapal penangkap ikan. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. dan kehilangan karyawan. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. Gelombang kedua lebih kecil. JUDE BIJOUX. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. dan peralatan. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. akan membantu proses pemulihan. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. MARTIN RUSSELL. ROLPH PAYET. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. penangkapan ikan yang merusak. tumbuhan pesisir. jalan-jalan. dan jembatanjembatan. diversi mata uang untuk bantuan. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. pelabuhan.

dimana tak terkena dampak tsunami. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. tumbuhan pesisir. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. (kelompok dalam). jembatan.374. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. dan infrastruktur. Praslin. Tsunami dimulai dari jarak 4. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. perumahan. perumahan. membentang seluas 1. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. jalanan.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45.

Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. Lebih jauh lagi. kerapu. kakatua. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. sebagaimana pula kepe-kepe. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. dan Physogyra. Diploastrea. Secara nyata.4% di tahun 2000 menjadi 6. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. infrastruktur perikanan. wrasse. Goniopora. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. dan kerapu di dalam MPA. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs.3% di tahun 2004. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. perumahan. ikan kakatua. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. sarana olah raga. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. Pada tahun 2004. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. dan penyelaman. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. dan trigger. Namun di tahun 1998. lahan siap pakai. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru. Acanthastrea. kakap. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). snorkeling. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. 131 . terutama ikan kepe-kepe. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. Sebagai tambahan. sekolah. seperti Taman Laut Ste Anne. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. sarana publik. pertanian. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat.5% di tahun 2000 menjadi 14.2% di tahun 2004.

Airport. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. dan West Rocks. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. Port Launay. Pocillopora. tidak terkena dampak. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. 132 . seperti Grand Rocher. Pocillopora dan Millepora (karang api). Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. Umumnya. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. Millepora. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. Di perairan yang lebih dalam. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. serta kondisi terumbu karang. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. dan jarang yang sampai 10%. Tampaknya. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. Populasi ikan secara umum lebih sehat. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Namun. contohnya Anse Copre. batimetri lokal dan geologi. Sehingga. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. Di perairan yang lebih dalam. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. seperti yang terdapat di Moyenne. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. Pointe Police. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. yaitu Physogyra dan Pachyseris. Anse Royal. dan Baie Ternay. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. namun. dan Heliopora (karang biru). Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. rusak. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. dimana kurang dari 1% koloni karang. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. Keragaman karang tetap tinggi. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai.

di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. Di banyak situs. Pengaruh batimetri lokal. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Berkarbonat: >50% pada substrat. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. yang disurvei. seperti Isle Coco. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . sangat jelas tergambar di beberapa area. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. dari arah kedatangan tsunami. Berkarbonat: >50% pada substrat. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). St. karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. Pierre. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. Isle Coco adalah terumbu paling timur. 133 . dengan tekanan melingkar.

Namun. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. sehingga merusak 16% karang. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. dan karang mengerak tertutup sedimen. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. Di Anse La Mouche. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. Anse Petit Cours. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. Namun. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. Di Taman Laut Curieuse. 700 km dari Mahé.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. dan Anse la Mouche (Mahé). gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Tak terdapat keanehan di Providence. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. 240 km tenggara Mahé. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. Secara keseluruhan. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. 134 . membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. Anse Royale (Mahé). sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. Di La Reserve. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang.

dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. jumlahnya melebihi 1. Otoritas Perikanan Seychelles.3 juta (US$ 2. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman.000). Selain kerusakan fisik.0 sampai 4. diperkirakan sebesar SR$ 4. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. Lebih jelas lagi. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. Kementrian Keuangan. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. dengan perkiraan biaya SR$ 14. sebagian besar sekarang telah diangkat. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi.000 sampai 855.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. Kerugian pada armada perikanan. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. Kantor Administrasi Kabupaten.) per unit usaha meningkat 68%. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. dimana 15 angkutan tenggelam. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). polusi. Divisi Keamanan Sosial. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. 135 . atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang.5 juta (US$ 760. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga.200 orang. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. termasuk peralatan memancing. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan. termasuk menurunnya arus mata uang asing. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus.7 juta). memperbaiki armada. dan mengganti kerusakan infrastruktur. Pada kenyataannya. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. Kantor Kepresidenan.

Martin Russell. Seychelles Fishing Authority.bijoux@scmrt-mpa. regional.gov. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA. Kenya. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. Department of Environment. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Timothy. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. Global Marine Program. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini. jrobinson@sfa. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. Great Barrier Reef Marine Park Authority. Australia.sc. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. martinr@gbrmpa. Seychelles. Kate Pike.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. Mombasa. ps@env. dobura@cordioea. Jan Robinson.com. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal.) 136 . memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. CORDIO East Africa. David Obura. Udo Engelhardt. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. Seychelles Centre for Marine Research and Technology.org. IUCN. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan. peralatan patroli. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. Ameer.sc.sc. sc. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif.gov. Reefcare International Pty Ltd. j.Abdulla@iucn. CSIRO.pike@scmrt-mpa. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. reefcare@ozemail. Jude Bijoux. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla.au.au. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles.org.au. Timothy Skewes. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. k. (Susunan penulis berdasarkan abjad.Skewes@csiro. Australia. Rolph Payet.

Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. IUCN.au/publications/ pubout. dan Turner et al. CSIRO Marine and Atmospheric Research. Teleki et al. Kenya. Nairobi. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries.org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05. Obura D.sfa. Stobart et al. (2002). (2000). (2005). 137 . (www. (www. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. 54pp.gov. (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. United Nations Environment Programme. Report to AusAID.pdf).iucn.ausaid. CORDIO. UNEP. Souter et al. AusAID. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). Ye Y. (2005).asp). Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles. Payet et al. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004.org/tsunami/tsunami_rpt. ##). (www. Skewes T.unep. Pike (tak dipublikasi. (2002). Teleki dan Spencer (2000). IUCN/CORDIO.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles.sc). (www.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat.500 orang mengungsi. dan 22.000 terkena dampak langsung. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1.11. Di Kenya dan Tanzania. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi. Sumur-sumur pesisir. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. 1 di Yaman (Sokotra). tingginya telah berkurang sekitar 3 m.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. kapal. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan.2 juta penduduk. 4. Dampak terbesar 139 . 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. salinisasi sumur. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. Di Yaman. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. Di Somalia. 2. kekeringan. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. dan 1 di Kenya. 11 di Tanzania. erosi pantai lokal. Saat gelombang mencapai Yaman. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. kerugian infrastruktur perikanan. dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. 18. Walaupun demikian. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. peralatan pancing. sumber air tanah. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara.

erosi pantai lokal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. dan 44 rumah penyimpanan. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. 204 rumah. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. dan Kepulauan Sokotra. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. infrastruktur perikanan. dan kerusakan pada 27 kapal. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. 140 . Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. 60 kapal motor tempel. alat pancing. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf.

141 . dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. iritasi kulit yang tidak biasa. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. 289 orang meninggal. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. kadmium.500 orang mengungsi. sumur-sumur pesisir. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. sumber-sumber air tanah. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. termasuk uranium radioaktif. dan 18. terutama di dekat Hafun.000 orang terkena dampak langsung bencana. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam. 4. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. Tanzania. rumah sakit. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. timah.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. Sekitar 22. dan kimiawi lainnya. termasuk penyakit pernafasan akut. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. terseret jangkarnya. Sebagai tambahan. batuk kering yang berat. kapal ikan.5 m. Di Kenya. Sebagai tambahan.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. perdarahan perut. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. dan peralatan. perdarahan mulut. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu.

Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai. Di tempat lain di Mauritius. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore.soest. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Madagaskar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). baik di darat maupun di laut. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan.edu/uhslc/iotd/). Komoros. Saya de Malha. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. sehingga tak ada kerusakan luas. dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. Mozambik. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia.hawaii. 142 . Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara.

tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. terutama di dalam MPA-MPA. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Tutupan karang. Sebagai contoh. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. Di bagian utara Kenya. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. Namun demikian. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. dan sedimentasi. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). Millepora juga jarang. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. Sebelum 1998. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. dan polusi. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. Sebelum tsunami. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. penangkapan yang merusak. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. 143 . polusi. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. Namun demikian. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. di terumbu yang tak dapat diakses. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. Pada terumbu yang lebih dalam. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. di terumbu yang mudah diakses.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. sedimentasi. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. Sebelum tahun 1998. tutupan karang keras hidup.

Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. 569 mesin. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. Gelombang besar merusak kapal. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi.org). meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. dan dermaga. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. Tanzania: Sebelum tahun 1998. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. pancing. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi.625 jaring. terutama nelayan”. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. penjual. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. dan polusi.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. dan kompetisi dengan alga. gudang penyimpanan. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. Sebelum tahun 1998. Tercatat 653 kapal. Hans Båge. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. wabah penyakit karang tahun 2002. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi.kurous@fao. UNFAO. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. namun. kait. sedimentasi. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. dan peralatan penangkapan ikan. dan 16. 1. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. Pakar FAO. dimana lebih dari 2. george. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%. mesin. penangkapan yang berlebih. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%.2 juta. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. pengolah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. mesin. Petugas Informasi.

sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. nasional. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. terjadi saat surut. sementara di Pulau Mafia. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. di laguna dangkal Mombasa.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. pesisir. Dar es Salaam.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Songo Songo. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. dan Mtwara. Di Kenya. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. Madagaskar. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. Cargados Carajas.000 penduduk. komponen media swasta dan 145 . Mayotte. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. Seychelles. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. dimana lebih dari 1. dan air minum.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. pasokan medis. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. kekeringan. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. makanan. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. pada koloni yang telah diberi tanda. Terumbu. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. Tanga. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. dan kekurangan pangan. penangkapan yang berlebih. peralatan rumah tangga. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. dan tak ada yang rusak di 300 individu. dan lokal.

terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. Obura (2005).com. (2005). United Nations Environment Programme. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. (2004). Kenya.org.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. (www. Miranda Morris. dobura@cordioea. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. serta latihan uji skenario. dan masyarakat. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). 2 (July 2005): 1.org/ newsroom/en/news/2005/107210/). UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. juga Kotb et al. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. Nairobi.org/tsunami/tsunami_rpt. dan Friends of Soqotra.html). Socotra Conservation Fund. Lyndon DeVantier.asp). dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). dan USAID.gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. USAID: Somalia (2005). Kenya. Obura et al. serta makalah oleh Mohammed et al. Ldevantier@aol. (www. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. internet).fao. dan Kristian Teleki. sektor swasta. Bernard Salvat. Box 10135 Mombasa. Joanna Ruxton. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. (www. dan rencana pengelolaan bencana. panduan. dan Ahamada et al. departemendepartemen pemerintah.usaid. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. KONTAK PENULIS David Obura.unep. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. 146 . CORDIO East Africa. FAO. (2004). mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas.O. PENINJAU David Garnett. P. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia. televisi.

Bosire JO. Jayatissa LP. Ammon C. et al. Science. et al. Hughes TP. Australia. Nature.LAMPIRAN 1. Bigot L. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. Selvam V. then a slow slip. Olwig MF. pp. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Second Report. Science. 310: 643. Queensland. Burke L. 308: 1126-1127. Coral Reefs. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. Ardiwijaya RL. Australian Institute of Marine Science. UK. 147 . (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. Chavanich S. et al. AUSGEO news. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Cummins P. 189-211. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. 436: 759.) Status of coral reefs of the World: 2004. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. 24(4): 535. Issue 77. Di Nitto D. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. et al. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Bijoux J. Current Biology. Dahdouh-Guebas F. Science. Cauvin B. Folke C. Robinson D. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. 309: 1036-1039. 15(12): 443-447. 308: 1133-1139. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Siripong A. Baird AH. UNEP/CBD/ SBSTTA. Sojisuporn P. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. Anggoro AW. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. 15: 1926-1930. UNEP/DEWA/GRID-Europe. Bilham R (2005) A flying start. Switzerland.Andaman earthquake. Ji C. Cambridge. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. UNEP-WCMC. Campbell SJ. Thio HK. Ahamada S. Chatenoux B. Carpenter SR. In: Wilkinson C (ed. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. ANJURAN BACAAN Adger WN. Science. Selig L. Townsville. et al. Sørensen MK.

González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. 434: 581-582. McCulley JL.) Status of coral reefs of the World: 2004. 307: 657. Liu PL-F. 436: 1071. 171-188. Australian Institute of Marine Science. Linden O (eds. Phongsuwan N. Mozambique and South Africa. Thomson RE. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. Townsville. Islam Z. Nature. India. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Andaman Sea. 85 pp. Mofjeld HO. Tun K. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. In: Wilkinson C (ed. 309: 2045-2048. 213231. Ishii M. Titov V. Tromp J. Australia. 171: 372. Vidale JE (2005) Extent. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. Science. AGU. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. 86: 301-304. (2004) Status of coral reefs.tourismconcern. Coral Reefs. Science. Hagan A. Jaffe BE. pp. Eos Transactions. USA. 308: 1127-1133. Souter D. et al. Spalding M. Park J. et al. Indonesia. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. Church J. Indian Ocean. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. 308: 1595. Okal E. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Nettles M. 435: 933-936. USA. Song TRA. University of California Press. Maldives and Sri Lanka. Reef Check Foundation. Chagos. Daniels C.) Status of coral reefs of the World: 2004. Shearer PM. Queensland. Nature. Lay T. Lynett P. Kalombo H. Queensland. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. et al. California. Australian Institute of Marine Science. Seychelles. Nature. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. Nature. Australian Institute of Marine Science. In: Wilkinson C. In: Wilkinson C (ed. Queensland. pp.uk/pdfs/Final%20report. Townsville. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. Rabinovich AB. Gunawan CA. Venkataraman K. Foster R. Fernando H. Australia. et al. January 2005.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005.org. Chou LM. Tuan VS. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka.pdf). 434: 573-574. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. 433: 350-353. Perera N. (www. 148 . Zahir H. et al. pp. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. 235-275. Tanzania. Ravilious C. Australia. Ammon CJ. California. 308: 1139-1143. Kanamori H. Pacific Palisades. Science. Rajasuriya A. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. Mendis SG. University of Kalmar. et al. Obura D. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh.(ed. Cabanban A. Townsville. Houston H.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. Science. Stein S.) Status of coral reefs of the World: 2004. Science. Sweden. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array.

557 pp.asp).Lampiran 1. Anjuran Bacaan Tun K. Townsville. Australian Institute of Marine Science. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004.org/tsunami/tsunami_rpt. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. United Nations Environment Programme. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Kenya (www. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. 149 . and Global Coral Reef Monitoring Network. Australia. Oliver J. Wilkinson C (ed.unep.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme.LAMPIRAN 2. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Lampiran 2. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 . Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI.

Ilmu Pengetahuan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI.Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 . dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia . Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan.

go. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.gov. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Website: www. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita. pemerintah. Townsville 4810 Australia. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. buku. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. PMB #3. dan monograf untuk penggunaan skala regional. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri.LEMBAGA SPONSOR. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. Alamat Kontak: AIMS.ausaid. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang.aims. dan pengelolaan lingkungan. Mempertahankan keragaman 155 . merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya.au. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks.gov. www.

linden@cordio. peneliti. olof.gov. ps@env.souter@cordio. Mauritius. Alamat kontak: Marjo Vierros. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. University of Kalmar. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional.org. Ministry of Environment. Tanzania. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science.org atau www. Sri Lanka. penggunaan komponennya yang berlanjut. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. Maladewa. Canada. Kenya. David Souter. Bamburi. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville. Sweden. Seychelles. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain. Sejak dimulai. World Maritime University. 156 . 10135. serta bagi pengelola terumbu karang.vierros@biodiv. Komoros. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. Madagaskar. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. India. Sri Lanka.org. Reunion. Afrika Timur: David Obura. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. IUCN South Asia. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). Asia Selatan: Jerker Tamelander. dobura@africaonline. jet@iucnsl. James Cook Uniersity. Seychelles. david.co.ke. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut.biodiv.org. Mozambik. marjo.O. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. Malmo. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. P. melestarikan. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. Colombo 7. dan Chagos.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. CBD Secretariat Montreal. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis. 53 Horton Place. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. Box. CORDIO Afrika Timur. dan degradasi fisik dari terumbu karang. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini.

Sekretariat ICRI. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. www. kteleki@icran.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. pelatihan. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase.edu. Reef Check.oliver@cgiar. para operator. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. sekolah-sekolah. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah.org). PO Box 772. pengembangan kapasitas. ICRI. WRI. CORDIO. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. nelayan.org. di Townsville. TNC.wilkinson@aims.gcrmn. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center. c. WorldFish Center. dan sosial terkini. Townsville 4810 Australia. homepage: www. CBD. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif.se. UNF. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. olof. Alamat kontak: Russel Reichelt. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority).org. UNEP. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. WorldFish Center. AIMS.reef.au. Reef Check Los Angeles. SPREP. Reef Check. info@crcreef. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara.Lembaga Sponsor. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN.linden@wmu. rcheck@ucla. UNEP-WCMC.crc. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat. MAC. dan informasi ilmiah.icran. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. E-mail: Kristian Teleki. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). World Bank. dan NOAA. atau Gregor Hodgson. CRC Reef Research Centre. ekonomi. IUCN. perguruan tinggi. GCRMN. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO.org 157 . Queensland Seafood industry Association).gov. UNEP.com or www. dan WWF. atau Olof Linden.

untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. mendorong. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. Alamat kontak: IOC/UNESCO.ioc. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. Filipina. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. 75015 Paris. Swedia dan Filipina secara bersamaan. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. UNEP. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik.unesco.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. penelitian dan pengamatan kelautan. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. Swedia. yang merupakan pendahulu GCRMN. Perancis. ICRAN. Jepang. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. organisasi internasional. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). Perancis. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. para LSM dan programprogram regional. dan CBD kini sebagai sponsor. IOCUNESCO.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. dengan IOC. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. 1 Rue Miollis. Jamaika. World Bank. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. Inggris. dan Millenium Development Goals. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. IUCN. bersamaan dengan CORAL. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif.ICRIForum. CORDIO. lembaga pemerintahan. dan Amerika Serikat. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. bersama dengan UNEP. UNDP. UNEP. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. Australia. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. IOC. www. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. dan World Bank. www. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . IUCN. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. ICRI. IUCN.

Japan. Marine@iucn.coremoc. atas nama Pemerintahan Jepang. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional.or. Nature Conservation Bureau.go. memasang standar. Sekretariatnya terletak di Gland. asosiasi profesi. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. CH-1196 Gland. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi.or.di Indonesia. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). Switezerland. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. Disamping itu. komunitas bisnis. Tokyo 100-8975. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. Alamat kontak: Jl.id 159 . Ministry of the Environment.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. mengembangkan. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia. coral@env. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. www. Kementrian Lingkungan Hidup. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. yaitu: informasi.jp/ dan www.jp.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. advokasi kebijakan publik. edukasi dan riset. pemerintah daerah. Chiyoda-ku. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. 3B. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10. Switzerland. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal.go. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin.go. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. perguruan tinggi. yang didirikan di Pulau Ishigaki. www. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.env. Bangka VIII no. maupun media massa. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002.id . Rue Mauverney 28. Ada empat program utama yang dikembangkan. 1-2-2 Kasumigaseki. dan menerapkan alat-alat konservasi. kehati@kehati.Lembaga Sponsor.kehati. membangun kapasitas. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

WWF telah menjadi lembaga penting 163 . serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air.org. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. dengan kantor pusat di Penang.org/icm. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. memperbaiki kesehatan masyarakat. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. www. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. seperti ICRI dan GCRMN. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia.cgiar. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977.oliver@cgiar.worldbank. www. NW. DC. beserta berbagai rekan kerjanya. 10670 Penang. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. Malaysia. Malaysia. The World Bank. dan kualitas udara yang semakin buruk. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. 20433 USA. Mhatziolos@worldbank. Environment Department.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. Sebagai akibatnya. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. 1818 H St.Lembaga Sponsor. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. Jamie Oliver. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. l. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. dengan lebih dari 4. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak.gefcoral. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. Washington. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. air. www.org.

vanbreda@wwfus. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. SOwen@wwf. Washington. anita.org. 1250 Twenty-Fourth Street. www. Alamat kontak: Anita Van Breda. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). Helen.nl.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen.org. or Helen Fox.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut. 164 . DC 20037.worldwildlife. WWF. NW.fox@wwfus.