Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Gempa Bumi. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. dan Tsunami Samudera Hindia 2. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. Gempa Bumi. Tsunami. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. iii .300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. tidak disebutkan secara khusus. Thailand Pasca-Tsunami 6. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. Kesimpulan. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. dan Saran 1. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. Lempeng Tektonik. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. dan bukan hanya satu ombak yang besar.

.

Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. AIMS.terima kasih. nasehat. www. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam. David Obura. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. David Souter. WWF International.gcrmn. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. IUCN – The World Conservation Union. Marco Noordeloos. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. World Bank. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Jamie Oliver.org dan www. the Australian Agency for International Development (AusAID). bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). dan Kenji Satake. Cherchinda Chotiyaputta. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA). Kementerian v . dan ICRI Secretariat. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. Viacheslav Gusiakov. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. David Garnett. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. Madeleine Nowak. Joanna Ruxton.The World Conservation Union. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. WorldFish Center. Wendy Ellery. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. Tidak semua bahan referensi disertakan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. dan Olaf Linden.terima kasih. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut.org. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. United Nations Environment Programme (UNEP). the Convention on Biological Diversity.UNESCO. Maitee Duangsawadi. IUCN . dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin.reefbase. dan Tim Simmonds. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. Steve Clarke. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. IOC . Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. the United Nations Environment Programme (UNEP).

Melalui bantuan mereka. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. vi .Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. yang sering kali secara sukarela.

CRC Reef .Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. WorldFish Center. Silver Springs Maryland USA AusAID . melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. Los Angeles Reef Base. US Department of State. Tokyo. Swedia.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. Ministry of the Environment.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . Townsville Australia Nature Conservation Bureau. dan GPA Coordination Office.International Marine Project Activities Centre Ltd. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. dan Sri Lanka. World Resources Institute. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. Silver Springs. vii . Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. The Hague. Washington DC.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank.

.

Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. dan Sri Lanka. internasional. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. sayangnya. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. Thailand.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. contohnya. Indonesia. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. masyarakat yang menjadi korban jiwa. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. Dalam beberapa menit saja.S. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. Namun demikian. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. Maladewa. Dalam buku ini. dan juga media. Disamping itu. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Di Thailand. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. halaman 19). seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan.

telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. pengembangan kapasitas (capacity building). Mesir. konsultasi. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis.S. U. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. US$ 16 juta kepada Sri Lanka. Pada bulan Februari 2005. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. telah memandu proses pemulihan. Konferensi ini 2 . pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. Untuk membantu pemulihan masyarakat. Disamping bantuan dana. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. Maladewa. dan US$ 2. Sri Lanka. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. Trade and Development Authority. Lembaga bantuan luar negeri Australia. US$ 12. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. dan menjalankan pilot projects. termasuk dari segi lingkungan.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Forest Service. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Segera setelah terjadi tsunami. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan.5 juta kepada Thailand.S. U. dan Thailand. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. Hal yang cukup penting.S. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. Disamping itu. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). dan U. pembentukan jaringan. AusAID. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. Geological Survey. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami.

akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. dan mitigasi dampak bencana. lembaga pertahanan sipil. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia.unepwcmc.pdf). bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia.org/tsunami/). Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang. Sebagai suatu bentuk dukungan. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. pemulihan. Sementara itu. Upaya tersebut. menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. Laut Mediterania dan sekitarnya. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Setelah itu. pada tahun 2006. Sebagai tanggapan langsung. Thailand. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. IUCN. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. atau Persatuan Konservasi Dunia. IUCN mendirikan kantong dana 3 . Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. dan juga buku ini.org/resources/PDFs/In_the_front_line. Laut Atlantik bagian timur laut. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. Di tahun 2005. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www.unep. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami.gpa.

WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). di Indonesia. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. Reef Check. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. dengan bantuan dari donor-donor setia. 4 . WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. dengan mendata kerusakan ekologis. pemerintahan dan LSM. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. banjir. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. ReefCheck. Dengan peranan tersebut. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. Jaringan WWF. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. harapan. ReefBase. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. Dari sebuah bencana. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. ICRI meminta kepada GCRMN. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. ReefBase di WorldFish Center.

Teresa Gambaro. IUCN. Kepala. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. Regional Seas. Sekretaris Eksekutif. WWF International Patricio Bernal. Global Marine Programme. Ketua bersama. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes.Palau. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Australia Veerle Vanderwerd. 5 . Direktur Program.The World Conservation Union & Chair. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. GCRMN Management Group Chris Hails. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. Kepala.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. dan perubahan iklim. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. 7 . Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. penebangan hutan. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. Thailand. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. DAVID SOUTER. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. dan Sri Lanka. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. seperti penangkapan berlebih. Setelah tsunami terjadi.RINGKASAN EKSEKUTIF. KESIMPULAN. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. Namun demikian. namun demikian. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. Kepulauan Andaman dan Nikobar.

dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. dibanyak tempat. ilmuwan. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Menyusul bencana ini. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami.000 manusia kehilangan nyawa. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. 8 . Indonesia. terdapat kekhawatiran di masyarakat. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. yang dibantu oleh lembaga PBB. di lepas pantai Sumatra. terutama saran-saranya.000 sampai 289. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. ReefBase. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. 1. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. seperti di Propinsi Aceh. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. sektor industri primer dan sekunder. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh.3. LSM. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. yang berkekuatan antara 9. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. Gempa bumi ini. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. pemerintah. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama.15 sampai 9.C.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata.

sementara energi yang hilang hanya sedikit. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. sehingga ombak yang muncul lebih besar. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. sehingga tinggi gelombang meningkat. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. dan ke arah barat menuju India. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami.Ringkasan Eksekutif. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. akan terjadi efek magnifikasi. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. Oleh sebab itu. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. sementara jika gelombang tersebut 9 . Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun.. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. Oleh sebab itu. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m.

merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. menghantam. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. tidak berulang. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. dan penyakit. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. seperti di Sri Lanka. di sepanjang pesisir Sumatra. dan juga gunung berapi. praktik perikanan yang merusak. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. Sebuah gempa berkekuatan 8. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. badai tropis. akan saling meredam. atau diperparah oleh faktor lainnya. Di semua negara di Samudera Hindia. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. wabah predator. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. Sebaliknya. Sumatra dan Kepulauan Andaman). sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. dan memindahkan karang dan patahan karang. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. Namun. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. serta peningkatan kadar keasaman air laut. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. dekat Pulau Nias. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. pemasukan air tawar. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. Disamping itu. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . pencemaran sedimen dan nutrien. Di kebanyakan negara.

Di sebagian besar wilayah tersebut.Ringkasan Eksekutif. mematahkan atau memindahkan terumbu.4 juta. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Aceh Besar. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. masih kurang. bersamaan dengan mangrove yang luas. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40.000 rumah lenyap. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. tak lama setelah tsunami 11 . Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat. Angka kematian resmi sebanyak 5.932 tercatat hilang. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. namun demikian. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. dan Aceh Jaya. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah.000 hektar. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan.000. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. Namun terdapat 68 korban jiwa.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332.000 sampai 220. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. yang mungkin mencapai 85.395 korban jiwa dengan 2. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami.

korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. dengan 26 orang dinyatakan hilang. namun data mengenai ini hanya sedikit. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). namun tidak merata. Kapparatota/Weligama. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. dan jembatan. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Polhena. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. Namun demikian. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. jalanan. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. vegetasi pantai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. Di wilayah lainnya. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Kudawella. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. meskipun terdapat 61 korban jiwa. Unawatuna. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. lebih dari 35% PDB nasional. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. dan Hikkaduwa. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . pantai. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya.

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. badai tropis. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. sistem pengumuman kepada masyarakat. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi.Ringkasan Eksekutif. radio dan televisi. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Kesimpulan dan Saran Mahé. Tanzania (3) dan Kenya (1). satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. mengalami kerusakan. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. lepas pantai Sumatra. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. Praslin. mengalami kerusakan. 13 . juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. Cargados Carajas. bentuk bathimetri setempat. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. dan La Digue. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. Yaman dan Socotra (1). dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit.

termasuk pengelolaan perikanan. dan mangrove dari puing-puing. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. bakau. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. mahal. dan pestisida yang tepat. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. limbah minyak. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. Thailand. terumbu karang. Sama halnya dengan mangrove.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. hutan pantai. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. belum terbuktikan. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. pemantauan sosial ekonomi. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . Namun demikian. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. dengan memastikan pembuangan sampah padat. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. dan hamparan pasir. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang.

Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. namun demikian. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. dan penangkapan yang berlebih. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. meski pun hal ini ilegal. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal.Ringkasan Eksekutif. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. seperti tsunami Samudera Hindia. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. dan pengendalian praktik-praktik merusak. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. Oleh karena itu. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. 15 . dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. Namun demikian. dimanapun hal ini dimungkinkan. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. dan kenaikkan permukaan laut. Pada beberapa negara. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. pencemaran nutrien. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. tsunami. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang.

karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. menjual dan mengolah ikan. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. Disamping itu. budaya. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. 16 . Selain tugas-tugas utama mereka. Oleh karena itu. dan keluarga. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. maupun terluka. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. Dalam masyarakat seperti ini. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. Dalam hampir semua kasus. Meskipun demikian. muda.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. WorldFish Center. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. membersihkan dan memperbaiki jaring. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. dan tanaman di kebun. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. ikan budidaya. Setelah tsunami menimpa. dan ekonomi. p. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. Dalam hal ini.choo@cgiar. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. politik. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. serta mengurus hewan ternak. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin.org). Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. menghancurkan kapal dan alat tangkap.

dukungan pendanaan dan logistik. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. dan universitas. lembaga penelitian. sehingga sumber daya ini terus menurun. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami.Ringkasan Eksekutif. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. 17 .

Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. terutama terumbu karang dan mangrove. 18 . Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. sistem data. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang.

500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. DAVID SOUTER. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. Dampak 19 . Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. teluk. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. atau estuaria dan meningkat tingginya. GEMPA BUMI. memindahkan massa air laut secara besar-besaran. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9.000 orang mati.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. retakan menjalar ke utara sepanjang 1. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai.15 – 9.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar.1. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. 1. menyengsarakan industri primer dan sekunder. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. pulau. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. LEMPENG TEKTONIK. lebih dari 230.

seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. waktu lokal di episentrum) 3. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. bahkan sering kurang dari satu meter. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra .605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta.947o BT 30 km (18. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). yang merupakan gelombang normal di laut. Sumatra. letusan gunung berapi. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat.gov) Skala Tanggal Waktu 9. longsor. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air.15 – 9.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. 95.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. Indonesia 1. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan.Andaman. 20 . Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. Sumatra. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. atau dampak hantaman meteor yang besar. artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak. artinya pelabuhan dan nami. Thailand 1. Secara kontras. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil.307o LU. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. Namun.earthquake.usgs. Jawa. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. Biasanya.

terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. tak terlihat. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. Terlepas dari segala kerumitan ini. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). dimana Sumatra terletak. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. Namun demikian. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). Lempeng Tektonik. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. Sehingga.Gempa Bumi. dan dari sumber yang tak terasakan. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak.

halaman 38). meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. seperti juga tsunami tahun 2004.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. Sebelum tahun 2004. 1993). dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. …” (H. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia.W. 22 . Tsunami ini menelan 36. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam. Gelombang kemudian kembali lagi. dan hal yang sama terjadi lagi. Pengutip Bea Cukai di Mahe. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Estridge.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. dan mencapai ketinggian sekitar 2. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. Seychelles. Teluk Bengal. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi.

lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). Sumatera Sebelum Gempabumi b. terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. Gempa Bumi c. 75% menghasilkan tsunami. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. Namun. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. titik penyatuan sementara terputus. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Lempeng Tektonik. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. Di kedalaman kurang dari 30 km. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. karena adanya kekuatan friksional. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. 23 . baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. sehingga menyebabkan tsunami. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya.Gempa Bumi. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak.

300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. dan Maladewa. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat.640 kilometer per jam). ‘Atol mikro’ Porites. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. utara Thailand. dan ada juga pengangkatan 24 . Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. Bagaimanapun juga. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi.4 kilometer per detik (8. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi.

5 m di Nikobar Besar). dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. Lempeng Tektonik. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m.5 m (foto di sampul). dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. yang melemah di utara. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). terutama di bagian yang lebih selatan. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1.300 km pada 3 tingkatan (elips). terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. 25 . dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1.Gempa Bumi. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat.

beberapa pulau tenggelam secara permanen. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. Institut Teknologi India. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan. Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas).0. 26 .5. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8.0 – 8. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. Namun. Jain dan Javed Malik. Kanpur.

5 7.1 8. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue. Sehingga. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi.4 >300 27 .7 8. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep. tidak seperti gempa Desember 2004. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa.000 jiwa di Pulau Nias.7 – 9. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.3 – 8.6 7.000 > 400 > 900 8.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami.6 9. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS.9 7 1 35 > 36.30.7 8.3 15 30 13 48 200 > 230. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah. Andaman 7. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue.2 8.000 7. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut.15 – 9. Salah satu penyebabnya adalah. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya.5 7. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra. Lempeng Tektonik. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9.3 7.2 7. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya. saat gempa besar lain (kekuatan 8. sebagai contoh.Gempa Bumi.

Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. Sehingga. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh.5 m teramati di Afrika Selatan. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Namun demikian. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. Sebagai contoh. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. dengan ketinggian melebihi 30 m. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar.5 – 2 jam setelah gempa. Lebih jauh lagi. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. Sehingga. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. dan Myanmar serta Bangladesh tidak.500 km dari tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. Di Sri Lanka. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami. terdekat dengan episentrum gempa. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. gelombang setinggi 1. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. 8. Gelombang berikutnya menelan banyak korban.

Lempeng Tektonik. Jepang) 29 . dan 200 setelah gempa. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50. 150. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. lepas barat laut Sumatra. gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. 100. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. Tsukuba.Gempa Bumi.

dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. kelurahan. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. Mudah-mudahan saja. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. Rusia di Samudera Pasifik. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. Nova Scotia. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. ©2005). yaitu mangrove dan terumbu karang. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Kanada di Samudera Atlantik. dan sampai ke Antartika.

Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. Phil. Issue 77. and EA Okal. T Lay et al. Viacheslav Gusiakov. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. 31 . adalah kecil. Bernard Salvat. S Stein. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. et al. and M West et al. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. R Bilham. Sebagai contoh. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. Journal of Geophysical Research. dan mencegah orang terseret ke laut. di sepanjang bagian zona subduksi ini. B04306. Karena itu.au. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Edwards RL. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. Australia.org.au.Cummins@ga. Namun. doi:10. Kerry Sieh. J Park et al. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. David Tappin. 109: B4. AUSGEO news. Jeremy Goldberg.Goldberg@impac. Jeremy. Geoscience Australia. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. Ward S.Gempa Bumi. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Kenji Satake. PENINJAU David Garnett. Sarah Gotheil. Cummins P.1029/2003JB002398.. Myanmar mungkin saja terjadi. Townsville. Australia. Nature. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. Lempeng Tektonik. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember.. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). dan Kristian Teleki. Sieh K. Canberra. KONTAK PENULIS Phil Cummins. International Marine Project Activities Centre.. Hilman Natawidjaja D. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka.500 km Busur Sunda-Andaman.gov.

Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics. http://neic. 309: 20452048.gov.html.com. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami.gov/publications/text/dynamic. http:// pubs.gov. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .wikipedia.en. Titov V.usgs.nerc-bas.earthquake.usgs.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ. http://geology. Science. Wikipedia.usgs. et al.uk/tsunami-risks. www.org/wiki/Tsunami. www. Edisi Online.ac. National Earthquake Information Center. National Environment Research Council. www.

DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. Namun. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. TSUNAMI.2. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. Pada kenyataannya. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia.000 orang. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. Namun pada kenyataannya. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. GEMPA BUMI.

Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. dan Sri Lanka. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. hamparan rumput laut. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. Pada gilirannya. Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. Nampaknya. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Kiribati. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. dan Tuvalu). Namun. Thailand. karang bercabang. Karang-karang besar yang berat. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. biasanya lebih tinggi dari 10 m.

23. 14 = -2. p = 0. Current Biology. Referensi: Baird AH. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. n = 4. dan delapan narasumber lain (2005). desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . Tanpa perbandingan tersebut. Sebagai perbandingan. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami.Gempa Bumi.7 hingga 4. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. Liu PL-F. 15: 1926-1930. Science.usgs. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. Sementara itu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia.wr. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang.65. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan.2 juta hektar). DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. Sebuah makalah oleh Lui et al. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. petani. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. Hal ini sangat penting. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak.6 ± 3. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. Tamil Nadu. Tanpa karang: 22. n = 12. Tsunami. 308: 1595. hancur total. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. t (0. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. termasuk juga perlindungan dari gelombang. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman.043).gov/news/reports.232. Antara tahun 1980 hingga 2000. dan sembilan narasumber (2005). Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.06 ± 1. Pada gilirannya. Namun. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar.05). Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. Ditakutkan. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. Namun.

Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. Tamil Nadu. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. dan hantaman meteor. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. 36 . Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress.. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. dan peternakan. 310: 643). Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat.000 tahun sejak abad es yang terakhir. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. pohon kelapa. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. Jadi. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia. gunung-gunung api.. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA.244 anakan pohon. Marimathu.stm). namun tidak dapat melihatnya. serta tekanan-tekanan biologis. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. serta menghadapi badai-badai tropis. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka.co. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record).bbc. India menanam 80. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. pemasukan air tawar. Selama 8. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. Saya berhasil lari ke tempat aman. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. gempa bumi. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah.” kata bapak tersebut. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. mereka dapat mendengar deburan gelombang. tapi tempat tersebut juga tergenangi air. dan pohon-pohon lain.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. jalan. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004.

Di sana. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. Solomon.000 hingga 600. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin. gempa bumi. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. letusan gunung berapi. Tsunami.Gempa Bumi. hancur dan jatuh ke bawah tubir. www.com). yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. Sebagai contoh. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2.000 tahun yang lalu. Kep. misalnya Hawaii. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley. 37 . Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. Seperti halnya Maladewa. hingga ke Phillipina dan Jepang. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. Namun. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. Vanuatu. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. dilaporkan dalam Associated Press. Reunion. walaupun sering juga parah.000 tahun.000 hingga 12. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. Papua Nugini.newsday. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005.

biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. taifun. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. Sekali lagi. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Namun. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Kerusakan biasanya terlokalisir. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Namun. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan.

yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. atau diperparah. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. Dalam lima tahun berikutnya. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami.coml.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu. bintang mengular. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. spons. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan.000 m. oleh kegiatan manusia. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. www.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. Pada umumnya. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. atau disebabkan. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat. tanpa kehidupan. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. Di kedalaman ini.org). Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. krustasea. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. Belum pernah ada preseden seperti ini. Namun hal itu tidak terjadi.Gempa Bumi. Tsunami. Dalam dekade terakhir. lima bulan setelah gempa bumi. “Tapi. laut sangat dingin. kedalaman sekitar 4. teripang. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global.” Profesor O’Dor melanjutkan. dan cacing. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. karang. 39 . “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali.” ujarnya. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . kesadaran. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. serta tidak memadainya kepemimpinan. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. ancaman perubahan global. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. Selain itu. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. dari sudut pandang terumbu karang. dan kemauan politik. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. Sehingga. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. Nicola Doss. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. yang memang terjadi secara tidak rutin. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Sebagai contoh. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. dan Kristian Teleki. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya.Gempa Bumi. dana. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. Bernard Salvat. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. Tsunami. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. Helen Fox. Namun.

) Status of coral reefs of the World: 2004. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. pp. (disusun oleh UNEP GRID).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Townsville. Natural Hazards. Queensland. 7-50. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. Wilkinson C (2004) Executive Summary. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Australia. dalam persiapan. 44 . Dalam: Wilkinson C (ed. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features.

YAN MANUPUTTY. walau sebagian lagi rusak total. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). polusi. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. SILVIA PINCA. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. Pada akhirnya. IBNU HAZAM. Sektor-sektor pertanian. maka 42. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. perikanan. tanggul-tanggul pencegah banjir. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya.000 orang kehilangan rumah mereka. NISHAN PERERA. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. IVAN SILABAN. saluran-saluran irigasi. di bagian utara Sumatra.1 milyar. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. dan pembangunan yang tidak lestari. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. total kerugian melebihi US$ 4. budidaya air.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. ANNELISE HAGAN.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami.000 rumah hancur atau rusak. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. Lebih dari 120.3. Pemecah ombak. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97.000 orang meninggal atau hilang. dan lebih dari 250. GERRY ALLEN. AYU DESTARI. lebih dari 500. CARLO CERRANO.000 hingga 58. ZEEHAN JAAFAR. GIORGIO BAVESTRELLO. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. BOB FOSTER.

menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. banjir kanal. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. lebih dari 500. teman. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh.000 jiwa. dan dermaga mengalami kerusakan parah. 40 km dari episentrum. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat.000 manusia kehilangan rumah tinggal. Pemecah ombak. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. mata pencaharian. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. penyu sisik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. Aceh Besar. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur.1 juta. dan lebih dari 250.000 rumah hancur atau rusak. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra. Sekitar 750. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. atau mengalami trauma lainnya. Di bagian barat pulau Sumatra. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. dan Aceh Jaya. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 .

Sejak 1994.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. Para wanita berdoa kepada Allah. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. diperkirakan sekitar 500. kontaminasi air tanah. Dari teras rumah. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia.au/ahb/dave. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. hampir semua rumah hancur. wavelines@hotmail. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang.php) 47 . dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa. Kami keluar masuk rumah. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. Kami tidak dapat melakukan apapun. Istri saya kehilangan ibunya. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. infrastruktur pesisir. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. sedimen. Aceh. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. menghitung waktu di antara getaran. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. gempa mereda. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. melalui pepohonan. Dengan 340 situs pemantauan awal. Saya sadar. laporan menyeluruh di www. Menjelang pertengahan tahun 2005. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. Kami melompat ke dalam mobil. Tak satupun tertinggal. Getaran itu kembali lagi secara periodik. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. dua orang saudaranya. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras.500 ha) berada dalam kawasan bencana.500 pulau di Kepulauan Nusantara. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. kemudian lari ke rerumputan. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. mereka sudah sangat dekat dengan maut. seperti kendaraan. jauh dari pepohonan. hampir dua kali lipat kondisi awal. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga.sifr.jcu. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. Setelah sekitar 4 menit. dari laut.com.edu. Setelah sekitar 20 menit. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. pepohonan.

531.7 508.8 38. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia. juga telah menghancurkan terumbu karang. 48 .4 240.9 3.8 8.398.1 29.2 89.4 Kehilangan 65.1 28. Project Wallacea di Wakatobi.8 510.1 18.4 876.5 18.1 3. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.8 17.9 11. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.4 636. The Nature Conservancy di Komodo.440.8 221.5 89.1 128.9 165. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.9 548.7 119.3 132.2 Total 1.9 1.9 67.9 21.9 0.8 26.6 257.1 1.5 17.4 280.1 14.2 1. Departemen Kehutanan.8 145.3 110.920.2 66.9 83. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.8 535.1 14.6 154.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.408.5 83. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).6 83. dari BAPPENAS 2005).7 89. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.2 325. yang jelas teramati sebelum tsunami.0 4.9 562.6 652.5 428.1 14.1 224.451.9 83. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.8 67.1 50.4 1.4 550.4 89.9 2. Kementrian Lingkungan Hidup.9 409.4 91.0 194. Saat ini. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.437.1 89.132.5 166.0 390.1 351.9 446.7 1.1 830.4 68.1 13.0 394.0 23.0 2.4 2.4 9. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.6 132.2 140.6 Fasilitas Pribadi 1. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.8 370.674.740.461. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.9 29.8 82.9 101. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia.6 1. Penangkapan ikan yang merusak.6 1.0 154.0 990.6 9.4 Umum 300.1 Indonesia.182.5 89.

mengalami kehancuran yang paling parah. Namun. dan sisa pohon-pohon mangrove. bebatuan. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. serta penyu sisik dan penyu belimbing. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. terkubur. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat. 20 km di selatan Tapak Tuan. atau terlempar ke bagian lain terumbu. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. karang. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. hanya mengalami kerusakan kecil.4 juta. kepiting. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. serta banyak jenis burung. Namun demikian. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. mengalami lebih banyak kerusakan. ikan. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. Di kawasan semacam ini. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. Sebelum tsunami. Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur.10 m. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. Banyak koloninya yang terbalik. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. buaya muara.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. berubah menjadi pecahan karang. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain.

meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. dan banyak pohon. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. C. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. Akibat gempa tersebut. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. padang lamun. Pulau Teunom. Namun demikian. Sekalipun demikian.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. termasuk tiga jenis penyu. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. ornatissimus. Pulau Batee. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai.000 ha mangrove telah rusak. C. Pulau Nasi. duyung. trifascialis. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. C. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting.3 juta akibat tsunami. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. dan beberapa pulau kecil). Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). triangulum. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. 50 . C. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. Terumbu karang. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik.

Namun.baird@jcu. Dimana kegiatan perikanan terkendali. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh.au). tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. tutupan karang hidupnya pun tinggi.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. 51 . walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird.edu. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). Sementara itu. andrew. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia.

di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang). Sekalipun demikian. 3 = bercabang. 4 = meja bercabang. 2 = menjari. 6 = Faviidae. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora.or. 9 = Scleractinia lain.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh.id/) 52 Persentase terumbu (%) . Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). 7 = Porites.coremap. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja.

adanya kontaminasi dan penggenangan air laut.000 14. melibatkan sekitar 42. pupuk.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi.000 – 58. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37.900 orang. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005).000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27. seperti pertanian. dan traktor untuk 8.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. dan industri kecil.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. perikanan tangkap. Para korban yang selamat. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. Lebih dari 80. 53 .9 juta. Pidie. merusak lebih dari 40.000 nelayan dan keluarganya. Budidaya air: Sebelum tsunami. Aceh Barat. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. Aceh Besar.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air.823 < 500 17. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. Aceh Jaya. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka. Nagan Raya and Simeulue.000 26. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. Sebanyak sekitar 1. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. Walaupun bantuan tersebut sukses. FAO memasok benih. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. bendungan. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan.000 – 48. lembagalembaga pemerintahan.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. Namun. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200.000 orang. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. 54 . Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan.3% pendapatan daerah. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. serta sistem sanitasi. 430 LSM lokal. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. pasar-pasar. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. berbagai sekolah. Sebagai contoh. kualitas air. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. 110 jembatan.

Namun. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. serta perekonomian. Selain menghambat tumbuhnya karang baru.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. kemasyarakatan. Reef Check. Ada banyak juwana. Namun. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. rcinfo@reefcheck.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). seperti penangkapan ikan yang berlebihan. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. 2006). ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. pemantauan yang terus menerus. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan.org. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. dari 5. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. sebagaimana teramati dalam survei. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. berikut masyarakat yang tergantung padanya. Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Foster et al. pengelolaan wilayah pesisir. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. penangkapan ikan yang berlebih. kualitas air yang rendah. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. Secara relatif. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. masih ada setelah tsunami berakhir. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. Lebih dari sebelumnya. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. dapat terus hidup 55 . KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami.

Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. Scaridae. batu. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. serta konservasi terumbu karang. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang. sistem pengelolaan data. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. 56 . Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari.

sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya.org/temp/tsunami_report.usaid. Para petani berkata bahwa sayur-mayur. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. Wildlife Conservation Society . Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. UNEP (2005). namun tidak memiliki dana untuk pembenihan.org/tsunami/). Namun.id/ tsunami/tsu-index. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai. kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. Petani tua ini kehilangan 1.htm). Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah. (www. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi.000 tanaman coklat. Pada awalnya.reefbase.neaq. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami. Namun. rusak karena tsunami. Pada awalnya. Lagipula. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. Wetlands International-Indonesia Programme (2005). para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka. Namun. (www. USAID (2005). Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. Sri Lanka. dan Stuart Campbell. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut. Namun kini. Joanna Ruxton. India. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. Hidup masihlah sulit.or. (www. 57 . Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan.org/ tsunami.pdf). Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali. kacang-kacangan.unep. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat.Indonesia Program (2005). Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami. Associated Press). walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. Kristian Teleki. Sebagai ayah dari 8 anak. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh. “Tapi kita tidak boleh patah semangat.fao. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah.asp). Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah.gov/id/). serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik.wetlands. 66. Maladewa.org/ tsunami/tsunami_rpt. (www. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan.asp). FAO (2005). bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. (www.” ujar Yacob. (www.

9 karang muda/ m2). 14 bulan setelah tsunami. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. Universitas Syiah Kuala. struktur populasi ikan karang. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. Hubungi: s. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. (Sumber: Campbell et al. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami. dan Chaetodontidae. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. ketersediaan habitat. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. kedekatan jarak dengan terumbu lain. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. serta hidrodinamika lokal. 58 . Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. Acanthuridae.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al.org). dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. perlindungan terhadap penangkapan. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. Survei tahun 2006. 2006 dalam persiapan. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun.campbell@wcsip. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan.

e-mail: jakarta@unesco. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004.5. Annelise Hagan.uk. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. Hagan A. IUCN . Pacific Palisades. Ardiwijaya RL. Baird AH.org. nsh@iucnsl. Jl. Università Politecnica delle Marche. GCRMN.com.bappenas. Nishan Perera. 2004 Natural Disaster. Perera N. Campbell SJ. JI. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. 1.com. Fax: +62 21 7279 6489. Reef Check Foundation. ayudestari@yahoo. Indonesia. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Ivan Silaban. Kebayoran Baru. California. Silvia Pinca.The World Conservation Union. 99 pp. cerrano@dipteris. Bob Foster. Consultative Group on Indonesia. abh28@cam. Giorgio Bavestrello. Samek JH.sg. Galuh (II) No. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. UNESCO Office Jakarta.com. Sumatra. Jakarta 12110. the December 26. Università di Genova. National University of Singapore. Skole DL. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. Pengembak no.unige.) ACUAN Allen GR. Sanur. Anisa Budiayu. (www. Gerry Allen. Fax: +62 361 286 383. Anggoro AW. Pulau Weh. Indonesia. Ayu Destari.edu. scip1157@nus. milviapin@yahoo. Oliver J. Fisheries Diving Club. Bali.org. Zeehan Jaafar.it. Foster R.id). WorldFish Center.org. Telepon: +62 21 7399 818. Gunawan CA. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. et al. bob@reefcheck. nanengsetiasih@yahoo. (Daftar penulis menurut abjad. USA. Yan Manuputty. Ibnu Hazam. Jan Henning Steffen.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. 80228. g. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Aceh Province.bavestrello@univpm. Corso. Reef Check Foundation. Indonesia. et al. Center for Global Change and Earth Observations. Carlo Cerrano. Bogor Agricultural University. Telepon: +62 361 285 297. 32 pp. Current Biology.com. 59 . 16 pp.go. Reef Check Indonesia.it. tropical_reef@bigpond. Indonesia. Tun K. Wasistini Baitoningsih.ac. 15: 1926-1930. College of Marshall Islands. dan Yunaldi Yahya.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

jembatan. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. jetty. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa.15 siang tanggal 26 Desember 2004. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya.721 nelayan terkena dampak secara langsung.5 juta) hilang atau rusak. 3. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. dan pertokoan rusak. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7.626 kapal nelayan (setara US$ 7. tempat tinggal sementara. Kedah Perak. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. Perak. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. Kedah. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. 61 . dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. Propinsi Perlis. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi.24 juta. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam.4. dan Selangor. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. desa nelayan di pesisir.

dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. 52 di Penang. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. 62 . jalanan. sektor telekomunikasi. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. persediaan air. 3 di Perak dan 1 di Selangor. Oleh karena itu. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. Kedah. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. dan transportasi. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. Rel kereta api. Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. saluran air. yang mencegah evakuasi cepat. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. dan bandar udara tidak terpengaruh. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. 12 di Kedah.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

Malaysia. Abd Wahab AK (2005). Impact of the tsunami on Penang’s economy. University of Malaya. Yusuf YB. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. Abdullah SZ. Mohd Nizam Basiron.edu. (http:// yalciner.seri.my. Penang and Langkawi Islands. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia. Coral Cay Conservation. Siow R. (www. Universiti Malaya Maritime Research Institute. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. Issue 1: 1-10. Harith H (2005) and Kua BC. Affendi Yang Amri. lembaga pemerintah. k. Malaysia. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. Abdullah A. Joanna Ruxton. Arshad MA.ce. 2004. Khor HT. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. 50603 Kuala Lumpur. Tajuddin BH.org dan y. Bakar P. 66 . Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. NAGA. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. Veloo P (2005). Abdul Latif F. Ali M. Kevin Hiew. Ali M (Eds. www. Field Survey on July 09-10. Fisheries Research Institute. Malaysia.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005.yusuf@cgiar. David Garnett. Indian Ocean Tsunami.). WorldFish Center (2005). Lim WS (2005). Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas.pdf). Ramly R. Ghazali NH. Peninsular Malaysia. WorldFish Center.tun@cgiar. Penang. affendi@um. 10670 Penang. WorldFish Center Newsletter Vol. PO Box 500 GPO.edu. Report on December 26.asp. Volume 7. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. Yalciner AC. Penang Economic Monthly. NAGA.my/EconBrief/EconBrief2005-01.www. 28 No. Affendi YA.metu. dan Kristian Teleki.org/pdf/MalaysiaMarch.reefbase.org. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat. Latun AR. 28 No.pdf. Lee YL. REFERENSI Chee PE. Lee Yoke Lee. 1 & 2: 17-22. PENINJAU Choo Poh Sze. (2005). 2005 North West of Malaysia.pdf). dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN.streaminitiative. isi makalah oleh: Alias AH. et al. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir.com. 1 & 2: 23-25.org/Tsunami. WorldFish Center Newsletter Vol.

Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. keramba. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya.000 terluka. lebih dari 5. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya.600 unggas ternak hilang. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri.395 dengan 2. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. lebih dari 8. 13% rusak parah. tambak.500 hektar lahan pertanian terendam air laut. 67 . 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. terumbu karang tidak rusak parah. MAITREE DUANGSAWASDI. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. 8 dermaga rusak parah.932 lainnya dinyatakan hilang. Namun. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia.5. tidak lama setelah tsunami menimpa. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam.000 kapal nelayan hilang. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan. dan penetasan benur. Lebih dari 1. 4. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. beserta alat tangkap. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya.000 ekor babi dan 7. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. SUCHAI WORACHANANANT. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. THAMASAK YEEMIN. 407 desa. dan lebih dari 2. Secara umum.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur.

dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. dan lebih dari 8.40 dan 10. Krabi. karena mereka tidak 68 . kemiringan. tepat 1. dan Satun.932 orang masih hilang. dan juga faktor-faktor buatan manusia. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. batimetri dasar laut di perairan lepas. topografi. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. Trang. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. Phuket. terutama mereka yang berasal dari Eropa. Laporan resmi mencatat 5. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter).000 terluka.395 korban jiwa. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Phang Nga. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya.30 pagi waktu setempat. 2. Tingkat kerusakan bervariasi. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. Namun. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami.

000 (4. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. dan garis pantai yang melebihi 2. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Chanthaburi dan Trad). dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). Secara besamaan. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. padang lamun.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. Nakhon Si Thammarat. Pattani dan Narathiwat). pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. ancaman daratan. Sebelum tsunami. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang.600 km. 69 . kebutuhan psikologis dan sosial.950. Dari dana ini. 300 pulau. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). Contohnya. Departemen Taman Nasional. sebanyak US$ 123. 33% dalam kondisi sedang. Chumporn. Di Laut Andaman. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. sejumlah pemerintahan negara. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Surathani. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. lamun. Songkhla. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. Jumlah korban jiwa pasti. 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. 13% dalam kondisi baik. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. namun tidak untuk semua lokasi survei. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. dan kehidupan masyarakat. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. dan biota laut yang terancam punah.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang.

0 10.2 13.7 4. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.7 10. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional. Pada 23 lokasi. DMCR.6 49.9 19.5 26.4% Sedang 36.2 23. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan.9 35.7 31.1 21.7 13.8 26.7% Rusak 37.1% Baik 7. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang.2 16.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1.6 28.5 5.9 18.2 23.1 36.2 33.1 15.4 28.4 7. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. pemerintahan wilayah. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 . DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab. namun basis data tersebut tidak dikelola.6 34. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.8 2. Secara keseluruhan.6 5.9% Sangat Rusak 16. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori).0 3.0 23.9 29.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik.5 1.

Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. 71 . namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. Kam Yai. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. terutama Pulau Khang Khao. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. dan 3. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. 2. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. Thailand Pasca-Tsunami 1. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. dan Larn. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. Gerakan gelombang yang mencabut. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. Kam Nui. penyelimutan. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. mematahkan.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. 8% mengalami kerusakan sedang.

Sunset Point. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. terpindahkan. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Namun demikian. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. dan arah terjangan ombak. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. sejumlah besar pasir. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. kecuali Pulau Miang. tipe karang yang mendominasi. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. sebuah lokasi selam yang terkenal. karang masif terbalik. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. yang mengalami kerusakan tinggi. Tanjung Krung Noi. Khai Nai. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. dan Breakfast Bent. Namun demikian. Dok Mai. Pulau Ka. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. West of Eden. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Pusa Rock. Deep Six. Di Snapper Alley Point. 72 . Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah.

pengembangan pesisir dan pemanasan global. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. terdapat karang mati. kepulauan Surin. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. Gerry Allen. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. 50% mengalami kerusakan sedang. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. Di Kepulauan Phi Phi. dimana 10-30% dari karang rusak. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. terdorong ke satu arah. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. Ahli ekologi karang. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. Desember 2005).. Di dekat pesisir Teluk Patong. Di dekat Pulau Tachai.000 orang meninggal. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal.. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. . Ilmuwan karang Australia. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah.” Terumbu telah mengalami badai angin. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. dimana lebih dari 1. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. dan selalu pulih. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. Namun berbeda dari bencana alam.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. berputar di dalam pusaran air. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. namun. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . terumbu karang juga mengalami kerusakan. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. setinggi 3 meter.

Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). kuda laut. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Teluk Lolana. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. Namun demikian. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. Pulau Ngai. Pulau Pu. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). laju pertumbuhan karang yang tinggi. Teluk Kata. namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). Pulau Hae. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. Sejumlah karang lunak telah pulih. Teluk Maya. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. Namun demikian. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. 74 . tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar.

Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. dimana-mana. Sotong terlihat sedang bereproduksi. dan beberapa hiu paus terlihat. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. Dari kapal. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. Narima Diving Thailand. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. pakaian. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. saffronkiddy@hotmail. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. namun kami telah berpindah 500 m. namun semuanya tampak baik-baik saja. laut seakan berubah menjadi warna putih. Semua itu memakan waktu 1 menit. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. kemungkinan karena pasir yang terangkat. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. sementara yang lain terhisap ke dalam air. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. 75 . baik yang kecil maupun besar. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini.com). Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. dan puing-puing yang sangat banyak. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. bungalow. kabel listrik. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. dan lainnya. laut tenang. bongkahan gedung. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi.

dan pariwisata. Disamping itu. praktik penangkapan ikan yang merusak. sebaiknya dilakukan.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan.000 orang karena menghancurkan 407 desa.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi.5% dari padang lamun. Propinsi Trang. telah kehilangan sumber pencaharian.800 rumah. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. dan 24 sekolah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri.000 kamar rusak atau hancur. 4. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. 200 rumah makan dan 4. Hanya terdapat 1. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. pengaruh dari budidaya udang. perumahan. dan 14. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. sebagian besar di Propinsi Phang Nga.7 juta ton metrik senilai US$ 1.5% dari lebih dari 7.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. Namun demikian. Kerusakan total hanya menimpa 1. membantu dalam stabilisasi pesisir. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. hanya 306 hektar hutan bakau (0. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk. dan siltasi dari penambangan timah. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat.1 miliar. seperti rotifera dan plankton lainnya. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. Kerusakan lamun: Hanya 3. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. Namun demikian. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. Menurut DCMR.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan.

namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather. Di saat kita mulai membangun kembali. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . atau tertutupi sedimen dan puing-puing. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. WWF Thailand). Sementara itu. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. keramba. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. Direktur.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. Enam jagawana lainnya terluka parah. dan penetasan benur. dan Pulau Phi Phi. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. tambak. alat tangkap. Di Koh Phi Phi. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit.600 ekor unggas ternak hilang. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan.228 buah 3.137 buah 4.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. seperempat dilaporkan rusak. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi.000 ekor babi serta 7. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. patah. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. Khao Lak. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia.

yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. termasuk para perenang snorkel. dan pemulihan kehidupan masyarakat. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. dan staf registrasi. kulkas. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. peningkatan kapasitas. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. Koordinator Proyek. Misalnya. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. stereo.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. mainan. Upaya pembersihan terumbu karang.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. Barang-barang pribadi seperti baju.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. dan lembaga internasional sepert UNEP.500 kali. dukungan kapal. Benda-benda berukuran besar. rehabilitasi lingkungan. mesin cuci. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. Segera setelah tsunami. gedung. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. termasuk televisi. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. seperti rumah bungalow utuh. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. sementara hanya 4. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. bongkahan atap. andrew@hidef. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. peralatan selam. sepatu. kabel-kabel listrik. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4. regu-regu pembersih pantai. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. pantai. Setelah 3 bulan. peralatan. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. kartu identitas. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan.

sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. 79 .Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. rencana cepat tanggap. dan sistem peringatan dini. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. antara 4-8 Januari 2005. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. pengelolaan limbah. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. baik untuk budidaya maupun pariwisata. antara 10-13 Januari 2005.

hart@undp. “Kita sudah melihat kopor. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. peralatan. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. Barang rongsokan berukuran besar. Namun. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. dan habitat-habitat pesisir.org). kursi teras. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. wastafel. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. Bjorkman. UNDP. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. kapasitas pemantauan. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus.” kata Mr. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. 80 . dari kursi teras sampai wastafel. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. cherie. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. terumbu karang. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu.” kata Hakan Bjorkman. World Bank. merusak terumbu karang.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

gua kapur. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa. tebing batu yang terjal maupun tegak. informasi 84 . Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12.500 km2 dan terumbu karang seluas 1.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. hamparan bukit bawah laut. dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh.700 km2. Sebelum terjadi tsunami. termasuk terumbu tepi (fringing).

Di negara bagian Rakhine.reefcheck. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. 2004. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. sedikit di atas wilayah Thailand. Penutupan karang batu berkisar antara 32. milik Reef Check. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. pari. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003.5%.5% sampai 82. Ngwe Saung.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. www. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. laut masih tenang dan matahari keluar. ikan berukuran besar yang melimpah. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. Myanmar. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. oleh 85 . ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. Namun. di depan Penginapan Laguna. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. Tidak terdapat. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik.exploremyanmar. Bagi para nelayan sesepuh. saya berada di Pantai Ngapali. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak.de). terdapat ikan hiu. yang merupakan Taman Nasional. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. Hari ini tampak seperti biasa. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. Pukul 7:45 di pagi hari. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon.

korban jiwa masih dapat diselamatkan.000-6.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. Antara 5. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. membayangkan yang terburuk. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). bahkan yang kedua. yang terletak 320 km dari Myanmar.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang.000 orang kehilangan tempat tinggal. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. 86 .000. SARAN. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. lembaga-lembaga setempat. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. dan IFRC. namun. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. Menurut laporan-laporan dari PBB. dengan beberapa karang patah atau terbalik. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu.000. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. International Federation of the Red Cross). yang mengalami kerusakan. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. yang selalu terletak pada dataran tinggi. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. “Ini benar-benar luar biasa. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. dan bangunan sekolah. Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. dan kerugian finansial mencapai US$ 250.

Dari hasil konsensus saat ini.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. 28359 Bremen Germany. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. dan pengeboman. program pemantauan ekosistem. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. Joanna Ruxton. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. KONTAK PENULIS Karenne Tun. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan.heiss@reefcheck. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. georg. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. 10670 Penang. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . Georg Heiss.de.streaminitiative. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Universitas Newcastle upon Tyne. Universitas Nasional Singapura. PO Box 500 GPO. Reef Check Eropa. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. Perpusatakaan AIMS. Sekolah Biologi. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www.tun@cgiar. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat.org. dan untuk saling bertukar pengalaman. k. WorldFish Centre. Namun.org/pdf/050203Myanmar. Fahrenheitstr. Inggris. Malaysia. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. Chou Loke Ming.pdf). Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). 6. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. Phuket Marine Biological Center. Niphon Phongsuwan. PENINJAU Barbara Brown. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove.

w h o s e a . National Institute of Advanced Industrial Science and Technology. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. seorang ahli zoololgi konservasi.unit. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). (www. yang kaya akan biodiversitas laut. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember.Teramatinya ratusan lumba-lumba.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). India. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. paus. yang dipimpin oleh Brian Smith. Ayeyarwaddy division (www. tulis sebuah harian semi-resmi. et al.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005. ( w w w. Bangladesh.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. reliefweb.int/rw/rwb. kata Mya Than Tun. seorang peniliti dari Departemen Perikanan. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. go. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. w 3 . dalam laporannya. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun. Active Fault Research Center.htm).html). dan Sri Lanka.aist. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. 88 . Satake Y. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami.

K. ARJAN RAJASURIYA. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. SWAYAM PRABHA DAS. pengembangan pesisir. JAYAKUMAR. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. SARANG KULKANRI. Pada daratan utama. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. sedimentasi. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. JEYABASKARAN. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. KUMARAGURU. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk.K. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. ANITA MARY.7. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. SRI LAZARUS. lebih dari 7. terdapat jumlah kematian serupa. R. A. DAN J. dan pencemaran. VENKATARAMAN. MARIMUTHU. 89 . penambangan terumbu. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. dengan kerusakan yang terpusat.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. JERKER TAMELANDER. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. K. N. ROBERT SLUKA. begitu juga pada hutan-hutan. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. jetty.

lempengan Burma. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. 90 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. Sehingga. Pada akhirnya. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. yang menopang kepulauan tersebut.

bandara. Car Nicobar. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. Port Blair. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. dan Little Andaman tersapu bersih. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. terbatas dan tidak mudah dijangkau. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. di bagian utara Andaman. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. runtuh akibat goncangan. sementara yang lain. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. Namun. jetty. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. dan bangunan infrastruktur lainnya. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 .

terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut.5-5 meter. tetapi hidup berjalan terus. WWF-India. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. Pada beberapa dermaga.000 penduduk di rantai pulau terpencil. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. Kepulauan Andaman dan Nikobar). suasana hati sangatlah gundah. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. mengatakan bahwa ‘air datang. Masyarakat sangatlah menderita. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Kira-kira satu jam kemudian. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. Kebanyakan dari 356. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. dan 1. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. Sekretaris Kehormatan. dan pulau-pulau Lakshadweep.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. terumbu karang pada daratan utama. Cuddalore. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. 145 jenis karang lunak. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. saat gempa bumi pertama datang. 92 . coli dan Salmonella.000 jiwa. akan kembali lagi. Lagipula. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. air datang’. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut. Hampir 6. Sejak 26 Desember. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku. Lebih lanjut lagi. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. Pada saat ini. Lebih dari 260 jenis karang batu. dengan jumlah korban lebih dari 10. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. Secara umum. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma.

praktik pengelolaan yang buruk. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. sedimentasi. seekor singa sedang istirahat. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. Alok Tripathi. Volume 308. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. Menurut para pakar arkeologi. 6 diantaranya dianggap tenggelam. meningkat dari 279. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. yang memimpin penggalian ini. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. pengembangan pesisir. dan pencemaran. seekor kuda yang sedang terbang. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian.000 pada tahun 1991 menjadi 405. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. binatang singa. Lebih dari 1. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. dalam kondisi baik. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. Isu 5720). mempengaruhi 55% dari terumbu. penambangan karang. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi.000 pada 2001. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. gajah. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. Sebelum tsunami. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. 93 .

Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. Hydnophora. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. 94 .net). dan terdapat juga jenis Favia. serta sebagai wilayah peneluran penyu. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. dengan penutupan karang sebesar 20%. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. Goniastrea dan Goniopora yang masif.com dan International Collective in Support of Fishworkers. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. dan sedimentasi yang tinggi. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. Wilayah laut di Teluk Mannar. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. dan selatan kepulauan Andaman. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. 172 yang baru. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat.newindpress. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. berisi panduan untuk pembangunan rumah. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. Keputusan Pemerintah No. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. ungkap Jesuratnam. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. pemerintah menolak membantu pembangunannya. Sebelum terjadi tsunami. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. Kehidupan kami bergantung pada laut”. padang lamun. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. ungkap Vanaja. icsf@icsf. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. Kami perlu berada dekat laut. seorang pekerja sosial. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). Jika tidak. Mereka mengatakan tak punya pilihan. fluktuasi suhu yang besar.

yang akan mendorong pertumbuhan karang. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka. populasi yang berlebih. Mayoritas suku tersebut terancam punah. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. Kesadaran mereka mengenai laut. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. Jarawa. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. dan kekurangan sumber daya. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. terancam oleh penyakit. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. sawah. Namun. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. Onge. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah.000 hektar. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. serta Sentinel. Pada awalnya. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. yang akan merusak terumbu di sekitarnya.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. National Geographic News). termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. bumi. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. seperti batang pohon. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. Hutan 95 . Namun. Sebelum tsunami terjadi. Empat suku Andaman: Andaman Besar.

koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. sebelum dan sesudah tsunami. peningkatan suhu. Namun. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Di sejumlah wilayah. tetapi kematian masih dapat terjadi. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. termasuk Porites lutea yang mendominasi. rusak parah. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. Redskin: Terumbu karang. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. masih dapat hidup. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. Patahan Acropora spp. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. dan radiasi sinar UV.

topografi dan komposisi pantai telah berubah. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. Porites. Trinkat. Comorta. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. Acropora. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. hanya beberapa koloni Acropora. Interview. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). dan Psammacora yang patah atau terguling. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. termasuk di Car Nicobar. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. dan Porites. Tarasa. Jenis Acropora paling besar dampaknya. Porites nigrescens. dan Great Nicobar (Nikobar Besar). Katchal. dan Acropora spp. Echnipora. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. namun lebih ringan. dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. Terumbu Utara. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Koloni-koloni besar terangkat. Nancowry. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. Namun demikian.

dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Pulvinichalli. setelah tsunami terjadi. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. Pulau Great Nicobar. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. North Passage. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. Kurusadai. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. telah hilang. Teluk Kachchh. sementara 98 . Yaanipar. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. kue (Carangoides malabaricus). deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. Thalaiyari. Pada bulan Januari 2005. Karang batu. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. baronang (Siganus). alga. Upputhanni. Pada bulan Mei 2005. Vali Munai. pasir. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus).5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. Mulli.4 mg/hari setelah tsunami. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. Kariyachalli. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. Sejumlah karang mengalami pemutihan. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005).7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. nyaris hilang. Poomarichan. yang megakibatkan kematian. Namun demikian.

Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. serta peralatan perikanan. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. patahan karang serta spong. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat.000 m dari laut. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. suaka. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. penyu hijau. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. kapal. Sejauh ini. makanan. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. WWF International). UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. dan hutan bakau pesisir. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. penyu lekang. Sejak tahun 2001. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. penyu sisik. Andaman Kecil. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami.

Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. dan LSM. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. pengelolaan. namun. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. dan kehutanan. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. instansi pemerintahan. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. dan data terumbu karang yang lebih baik. Oleh karena itu. pertanian. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. 100 . dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices.

89(10): 1729-1741.org. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. Madurai Kamaraj University. Wilson JJ.lk. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. Marimuthu N. J. National Aquatic Resources Research & Development Agency. K Jayakumar. WWF-India. dan J Jerald Wilson. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar. Current Science. dan jjeraldwilson@hotmail. Z Islam. jkpatti@sancharnet. Ministry of Environmental and Forests.ac. JJ.Mar.com. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish. 47(1): 83-87.India. Millennium Relief and Development Services.org. Robert D Sluka. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. AK Kumaraguru. 89(8): 13101312. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. Arjan Rajasuriya. jet@ iucnsl. T Shumugaraj. National Coral Reef Research Institute. National Biodiversity Authority. sarang@reefwatchindia. kjkkumar@yahoo.net. jeybas@hotmail. Suganthi Devadason Marine Research Institute. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. marineani@rediffmail. 1775) in Pudhumadam coastal waters. K Venkataraman. marinemari@hotmail.com. Institute for Environmental Research and Social Education. Platax teira (Forsskal. bobsluka@mrds. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi.com. Wilson. Kumaraguru AK. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. R Jeyabaskaran. Jayakumar K. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT).com.net.Biol. Sri Lazarus. 36 pp. akkguru@eth. Anita Mary. arjan@nara.Ass. Reef Watch Marine Conservation. Reef Watch Marine Conservation.com. funded by CORDIO. Mumbai. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. India. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. Sarang Kulkanri. lazarus_lasu@yahoo. 101 . Current Science. Marimuthu N. Wilson JJ. nba_india@vsnl.in. N Marimuthu. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur.com. JK Patterson Edward.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. Government of India. drifted due to the tsunami of 26 December 2004.org.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

5 meter. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. MALIK FERNANDO. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. Matara dan Hambantota).000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat.000 sampai 37. namun. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . 100. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna.8.5% dari PDB). dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. jika karang diinginkan kembali pulih. CHAMIN DA KARUNARATHNA. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. 90. sepanjang 1. NISHAN PERERA. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. diterima oleh masyarakat. dan berkelanjutan. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak.000 rumah hancur. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA.

Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100. Matara.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. Pada kasus-kasus terburuk. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan.000 sampai 37. dan 80% di Mullaitivu. sampai 78% di Amparai. terdapat 27. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle.5% dari PDB). yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. dan bentuk daratan. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit.000 orang. dimana 20% dari populasi terkena.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. Diantara korban jiwa tersebut. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. dan Hambantota. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. batimetri. bergantung pada energi gelombang.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. Tragisnya.

gundukan. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. khususnya pengeboman. selatan. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. Sri Lanka timur. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. serta meja di Sri Lanka. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. Pada tahun 1998.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. institusional. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. Disamping itu. di dekat Trincomalee. 105 . yang juga terlindungi dari muson barat daya. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. serta biaya. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. dan timur.

pekerja medis. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. dan mengalami deplesi dari 106 . Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. Unuwatuna. dan operator selam. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. Di sisi lain. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. Thomas College sub-Aqua. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. terdapat batang ranting pohon. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. termasuk dari Klub St. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. Sebelum tsunami. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. plastik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. peralatan rumah tangga. Daerah Hikkaduwa. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. pengelola hotel. dan wisatawan. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. International Water Management Institute. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. dicetak dalam bahasa Inggris. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. Project Aware. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. tekstil. Department of Wildlife Conservation. Marine Conservation Society of Sri Lanka. bahan konstruksi. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. peralatan selam dan kapal. dan Marine Pollution Prevention Authority. Namun. Misalnya. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. Sinhala. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. dan Sewalanka Foundation. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998.

Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). 107 . dan akumulasi dari sampah padat. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. yang terkenal di antara para wisatawan. Secara umum. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. di dekat Trincimalee. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. teripang. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. dan Pulau Merpati. Di Teluk Belanda. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. menderita akibat penginjakan terumbu. termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. serta moluska jenis Turbinella pyrum. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata.

menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. Pada beberapa wilayah. termasuk Sri Lanka. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. hutan mangrove. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. seperti terumbu karang. nick. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. elisabeth. lapisan pertama mangrove rusak parah.waechtar@unep. Namun. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. Direktur Eksekutif UNEP. UNEP Nairobi). Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear.nuttal@unep. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. namun sangat penting. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. orang-orang yang kita cintai. 108 .org dan Elisabeth Waechter. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. bukanlah suatu kemewahan. puing-puing. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. mengejutkan. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. serta padang lamun. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. Klaus Toepfer. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. dan Favia. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. Tingkat kerusakan ini beragam. terutama marga Goniastrea.org. Di pantai. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. Porites. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. di semua daratan yang dimasukinya.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia.

Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. Unawatuna. Namun. Kudawella. Di wilayah lainnya. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. dan Hikkaduwa. Sampah dan puing-puing. dari 17% menjadi 30%. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. batang dan ranting pohon. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. 109 . kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Namun. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. yang terbentuk setelah tahun 1998. bagian-bagian kapal. Kalkudah. Di Kapparatota – Weligama. Di Pulau Koral. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. yang terlindungi dari gelombang. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. Polhena. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. sebagian besar tekstil. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa.5% menjadi 12%. Teluk Galle tidak terpengaruh. serta peralatan rumah tangga berlimpah. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. Terumbu yang terdapat di Rumassala. Kapparotota/Weligama. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. Nilaveli. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan.

Ussangoda. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. beragam bergantung lokasinya. kelimpahan ikan. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. di sepanjang pesisir timur dan barat daya. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. yang terletak di sebelah barat Tangalle. 110 . Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. terutama ikan damsel (Pomacentridae). Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. dan ikan maming (Labridae). ikan gobi (Gobiidae). Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. dan ikan emperor (Lethrinidae). Di Kudawella. Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. Namun. Terumbu di Tangalle. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. energi dari tsunami teredam. Weligana. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. ikan sweetlips (Haemulidae). penambangan karang. sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. dan Unawatuna. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. ikan kakap (Lutjanidae). Di Polhena. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. kurang terpengaruh. seperti kerapu (Serranidae).

Peralatan nelayan. seperti mesin lepas. Disamping itu.000 pada tahun 2004. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. Saat ini. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. sebanyak 2% dari PDB nasional. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. Sebanyak 27. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002. sekitar 26% dari 18. alat. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut.996 kapal bermesin dan sekitar 10. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat.000 orang secara tidak langsung. termasuk 594 kapal harian. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi. dan jaring juga telah hancur. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami.000 orang secara langsung dan sebanyak 65. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif.000 pada tahun 2005. 7. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. sekitar 90. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur.org).iucnsl. MJF Foundation dan Linea Aqua.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. 111 . dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta.000. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas. Ibu Shiranee Yasaratne. Disamping itu. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. Angka ini direvisi menjadi 425. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. dan juga kamus.000 oleh IUCN. dan diperkirakan bakal mencapai 600. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal.520 kapal tradisional tanpa mesin. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. fasilitas penyimpanan dingin.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. mempekerjakan sebanyak 50. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka.

namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. Australia memberikan US$ 16 juta. dan pelatihan. Scuba POP. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. 112 . sekolah-sekolah kejuruan. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. jaring. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. kehidupan masyarakat. dan industri. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Japanese Bank for International Cooperation. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. termasuk US$ 550. dan 3 pelabuhan perikanan. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. peralatan penangkapan. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami.

adb. Nishan Perera.com. CORDIO.asp). Kristian Teleki. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. AusAID. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al. arjan@nara. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. dan Dan Wilhelmsson. Asian Development Bank.lk dan chaminda@nara. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka.org. Rajasuriya et al. LSM. tenaga. Melaksanakan pemantauan secara teratur. 2004. Bernard Salvat.au/jahia/Jahia/pid/2626). Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP.developmentgateway. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan.org. 2005. Joanna Ruxton. Colombo 7. dan berkelanjutan. Rajasuriya. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami.ac. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. malikfern@eureka. Malik Fernando.org/Tsunami/srilanka-assessment. 113 . National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA).lk. Australian Government.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. Jerker Tamelander. (www. ADB/JBIC/ World Bank. IUCN Asia Regional Programme. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. 2005. limpasan nutrien. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis.. diterima secara sosial. IUCN Sri Lanka Country Office. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. dan Bambaradeniya et al. Colombo Sri Lanka. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi.ac. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. January 10-28. Japan Bank for International Cooperation. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. (www. Klub Sub Aqua Sri Lanka. enp@iucnsl. jet@iucnsl. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang..lk. PENINJAU Sian Owen.

NARA. 114 . (www.unep.lk/RAP). Iucn. (www.nara. Tamelander J.ac. CORDIO.usaid. United Nations Environment Programme. (www. 1.asp). (www. Sengupta S.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.htm). (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka. IUCN. (www.org/tsuanmi/resources/iucnreports.iucn. 20 January 2005. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. Kenya. et al.org/ tsunami/resources/iucn-reports.gov/locations/asia_near_east/).org/tsunami/tsunami_rpt. IUCN – The World Conservation Union. Perera A. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction.htm). IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.

GEOFF DEWS. 115 . dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). dan pertanian. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air.000 meter kubik pasir ke cekungan galian. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. ARJAN RAJASURIYA. kurang lebih sepertiga dari 300. dan penarik utama dalam industri pariwisata. pekerjaan. dan memindahkan 375. jembatan penghubung selat (causeways). Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. erosi daerah pesisir. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. JOHN GUNN. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi. perikanan. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). HUGH SWEATMAN. banjir menyebabkan matinya listrik. jetty. JEAN LUC SOLANDT. Namun. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. gangguan pasokan air bersih. dinding dermaga (wharf walls). Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. ANGUS THOMPSON. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. armada perikanan. sumber pasir dan batu. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.9. ataupun infrastruktur lokal lainnya.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. JERKER TAMELANDER. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. WILLIAM ALLISON. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. 117 . Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. pekerjaan. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. dan 12% berasal dari perikanan karang. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. harta pribadi. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. Genangan pertama adalah yang terbesar. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. sementara hampir sepertiga dari 300. armada perikanan. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. ibu kota Maladewa. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. bangunan. erosi daerah pesisir. gangguan pasokan air bersih. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. atau infrastruktur lokal lainnya. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall).000 penduduk kehilangan tempat tinggal. pariwisata.000 juta.

Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa.200 jenis biota telah ditemukan. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. Selain itu. teripang. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. tengah.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004). yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. 118 Tutupan karang (%) . dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. dan ikan hias diambil untuk diekspor. hiu (bagian siripnya). tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan.

tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. menunggu pertolongan. Ini adalah pulau terpencil. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. air sudah pergi. tak tahu apa yang harus dilakukan. Air laut masuk melalui kolong pintu. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. Saat aku kembali ke Amerika. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. Aku berteriak ke arah para tamu. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. Sungguh mengherankan. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. Sebagai tambahan. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. “Jauhi pantai. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Namun. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. Detik berikutnya. theloweroad@gmail. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. Suasana resor sepi sehabis Natal. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. cerah dan hangat. komputer. Di tahun 2002. kursi. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. saat gelombang menyapu pulau. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. Syukurlah. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. 119 . Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. TV. berjaga-jaga dari penjarah. 1 meter di atas permukaan laut. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. Aku berhenti bernafas. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. para staf dan tamu ketakutan. Lalu hening. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. dan saat aku sadar. patroli di pulau. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya.com). SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. memanjat meja. gelombang akan balik lagi. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. jangan bergerak”. dengan perairan dalam di sekelilingnya. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami.

walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. 120 . dan air bila diperlukan). fin. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur.net. Di banyak pulau. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Konsekuensinya bervariasi. snorkel. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran.mv). Sayangnya. beliamall@dhivehinet. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. begitulah yang terpikir. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. Di Pulau Goidhoo. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. Pasang yang sangat tinggi. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. yang merupakan selokan alami. seberapa banyak air laut dapat masuk. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. saat kemudian gelombang datang. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa.

di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). 121 . dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Umumnya. dan pecahan karang yang berserakan. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. atau Thuvaru. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. dan Devana Kandu. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. Di sisi timur atol. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. Namun. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. dan Embudhoo. Kolhuvaariyaafushi. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. namun. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Keyodhoo. beberapa timbunan pasir. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu.

seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. pakaian. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Tak ada listrik. Air berputar cepat pada penyelaman pertama.000 menjadi di atas 615. 1. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami.200 tempat tidur hotel hilang. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. Di perjalanan pulang ke Fru. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). Atol Ari. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. kotak es. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. semua barang-barang kami hancur. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. kedatangan wisatawan menurun. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. Namun. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. makanan habis. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. Di kedalaman 18 m. air minum dibatasi. Di resor. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. Saat sarapan. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. Sejak tahun 1978 sampai 2004. keadaan lebih kacau lagi. kami melihat banyak puing di air.000. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. Hampir setahun kemudian. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. Kembali ke kapal sangatlah susah. bagian-bagian kapal. Kami tidur saat itu terjadi. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Malé Utara. sepatu. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. 122 . dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. dll. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam.

termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. rendaman kerikil. 123 . dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. Pembangunan kembali sedang berjalan. dan jumlahnya melimpah.000 rumah telah hancur karena tsunami. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. Selain dari kerugian tersebut. tempat pembekuan. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. tsunami memindahkan 375. yang selalu bermigrasi.200 m dinding dermaga. dan keramba apung. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. 4. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. terdapat di laut lepas. dan besi untuk struktur beton. 25 lampu pemandu. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. 15. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. namun. Sehingga. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. 120 penanda masuk (penyelaman). walaupun banyak pelabuhan yang rusak. 65 penanda terumbu. merusak 50 armada laut lainnya.000 m dinding pelabuhan. dan 300 m jembatan selat. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. Jadi. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. REKOMENDASI. serta peralatan kebersihan. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. terpal. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. AusAID. dengan menghabiskan US$ 1. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). 124 . kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. pelestarian budaya. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. KESIMPULAN. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. wadah air dan air layak minum. penyediaan mata pencaharian alternatif. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan.

Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. operator wisata. dan organisasi yang diperlukan. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. secara ekonomi. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. Leporan juga menyebutkan bahwa. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004. menganalisa.org/tsunami). Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. masyarakat. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. peralatan. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor. Menteri Perikanan. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. Usaha-usaha di bidang lingkungan. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Pertanian. konsekwensinya akan sangat serius. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. dan tanggapan terhadap bencana. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. perencanaan.undp. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. 125 .”ujar Kari Blindheim.

nz/oceano/seasand. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP.unep. pada terumbu di tepi atol. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. dan dari terumbu tempat pakan ikan. Pada tahun 1992. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. www. Walaupun begitu. pasir. Pertanian.htm). Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. bahan bangunan. yang ternyata meningkat sejak tsunami.org/tsunami). perawatan pelabuhan. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. Menteri Perikanan.seafriends. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. 126 . baik secara musiman maupun jangka panjang. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. dan bahan konstruksi. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau.org. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi.

cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). John Gunn.au.mv. termasuk kontribusi H.mv.wakeford@aims. beliamall@dhivehinet. Australian Government.au. IUCN Sri Lanka Country Office. Sri Lanka. Jean-Luc Solandt.pdf). Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State . Joanna Ruxton. dan m. (www. (www. Rajasuriya dkk.ausaid.org/marine_world/MCS_Maldives_report. Mohamed U. Arjan Rajasuriya.gov. Dews G. Marine Research Centre.au. Jerker Tamelander.pdf).au.sweatman@aims. World Congress on Aquatic Protected Areas.org. Zahir et al. a. William Allison.au/hottopics/ topic.au/publications/ pubout.Republic of Maldives. Sri Lanka. Cairns. KONTAK PENULIS Hussein Zahir. Malé.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920).Gunn@csiro.thompson@aims.unep. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. Maldives. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Kristian Teleki. Geoff Dews. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005).ac. h.gov. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Australian Institute of Marine Science (AIMS). Angus Thompson.org. jet@iucnsl.org and www.net. August 2002. 127 . (www. John.lk. (www. Colombo.mv. UK. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. Hugh Sweatman.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam. UNEP (2005).undp.gov. Colombo. hzahir@mrc. Marine Conservation Society. dan Mary Wakeford. (www. dan Chris Wood. UNDP (2005). jls@mcsuk. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.org/tsunami/reports/maldives. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.ausaid.org/drtf/). arjan@nara.undp.mcsuk.gov.gov. dalam laporan GCRMN.mv. Naeem H.gov. Australian Institute of Marine Science.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. jalan-jalan. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air.10. KATE PIKE. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. akan membantu proses pemulihan. dan kehilangan karyawan. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. pelabuhan. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. UDO ENGELHARDT. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. menjadi mati atau rusak. dan jembatanjembatan. 129 . STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. JAN ROBINSON. diversi mata uang untuk bantuan. penangkapan ikan yang merusak. Secara umum. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. DAVID OBURA. polusi. tumbuhan pesisir. ROLPH PAYET. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. dinding laut. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. JUDE BIJOUX. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. MARTIN RUSSELL. dan peralatan. infrastruktur. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. Gelombang kedua lebih kecil. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. kapal penangkap ikan. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs.

yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. (kelompok dalam).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. dimana tak terkena dampak tsunami. jalanan. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. Tsunami dimulai dari jarak 4. dan infrastruktur.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. Praslin. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. tumbuhan pesisir. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. jembatan. membentang seluas 1. perumahan. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit.374. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. perumahan.

Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%.3% di tahun 2004. sekolah. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. pertanian. lahan siap pakai. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%.5% di tahun 2000 menjadi 14. snorkeling. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. 131 . wrasse. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. kakap. Namun di tahun 1998. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. dan penyelaman.4% di tahun 2000 menjadi 6. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat.2% di tahun 2004. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. Sebagai tambahan. dan kerapu di dalam MPA. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. Secara nyata. infrastruktur perikanan. kerapu. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. ikan kakatua. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. sebagaimana pula kepe-kepe. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. dan Physogyra. perumahan. Acanthastrea. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. dan trigger. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. kakatua. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Lebih jauh lagi. Goniopora. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. seperti Taman Laut Ste Anne. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. sarana olah raga. Pada tahun 2004. sarana publik. Diploastrea. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. terutama ikan kepe-kepe. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini.

walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. tidak terkena dampak. seperti Grand Rocher. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. Di perairan yang lebih dalam. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. Umumnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. Anse Royal. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. dan Heliopora (karang biru). seperti yang terdapat di Moyenne. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. yaitu Physogyra dan Pachyseris. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Pocillopora dan Millepora (karang api). 132 . Namun. dimana kurang dari 1% koloni karang. Pointe Police. dan Baie Ternay. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. Keragaman karang tetap tinggi. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai. Port Launay. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. contohnya Anse Copre. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. rusak. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. Populasi ikan secara umum lebih sehat. Sehingga. Millepora. Tampaknya. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. serta kondisi terumbu karang. Di perairan yang lebih dalam. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. namun. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. dan jarang yang sampai 10%. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. Airport. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. dan West Rocks. batimetri lokal dan geologi. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. Pocillopora.

terhadap tsunami dan hasil kerusakan.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Pengaruh batimetri lokal. Berkarbonat: >50% pada substrat. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. yang disurvei. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. Isle Coco adalah terumbu paling timur.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. dengan tekanan melingkar. seperti Isle Coco. dari arah kedatangan tsunami. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. Berkarbonat: >50% pada substrat. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. 133 . karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . St. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. Pierre. sangat jelas tergambar di beberapa area. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. Di banyak situs.

Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. Tak terdapat keanehan di Providence. Anse Royale (Mahé). yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. sehingga merusak 16% karang. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. Secara keseluruhan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. dan Anse la Mouche (Mahé). Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. Di La Reserve. Di Taman Laut Curieuse. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Namun. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. Anse Petit Cours. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. 240 km tenggara Mahé. 134 . dan karang mengerak tertutup sedimen. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. 700 km dari Mahé. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. Di Anse La Mouche. Namun. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini.

memperbaiki armada. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50.0 sampai 4. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. Kementrian Keuangan. Pada kenyataannya. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak.200 orang. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. Kantor Administrasi Kabupaten.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan.3 juta (US$ 2. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. dimana 15 angkutan tenggelam. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. diperkirakan sebesar SR$ 4. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). Otoritas Perikanan Seychelles. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. dengan perkiraan biaya SR$ 14. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. Kantor Kepresidenan. termasuk peralatan memancing. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang.000).) per unit usaha meningkat 68%. termasuk menurunnya arus mata uang asing. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. sebagian besar sekarang telah diangkat.000 sampai 855. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. Lebih jelas lagi. polusi. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak.7 juta). atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang. 135 . dan mengganti kerusakan infrastruktur. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap.5 juta (US$ 760. Divisi Keamanan Sosial. Selain kerusakan fisik. jumlahnya melebihi 1. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. Kerugian pada armada perikanan.

Abdulla@iucn. Timothy Skewes.com. Timothy. (Susunan penulis berdasarkan abjad. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. Ameer. regional. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan.Skewes@csiro. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA.pike@scmrt-mpa.au. reefcare@ozemail.org. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. Australia.sc.gov. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. Udo Engelhardt. Department of Environment. Global Marine Program. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. sc. ps@env. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini. CORDIO East Africa. CSIRO. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles.gov. David Obura. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA. IUCN. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif.sc. Kate Pike.org. Great Barrier Reef Marine Park Authority. Kenya. martinr@gbrmpa. Australia. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. Jude Bijoux. Martin Russell. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. Seychelles Fishing Authority. peralatan patroli. jrobinson@sfa. dobura@cordioea. Reefcare International Pty Ltd.) 136 . Mombasa. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal.au.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). Rolph Payet. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal. Seychelles Centre for Marine Research and Technology.bijoux@scmrt-mpa. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan.sc. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. k. Jan Robinson. j.au. Seychelles.

CSIRO Marine and Atmospheric Research. Pike (tak dipublikasi. (www. Report to AusAID. CORDIO. Teleki dan Spencer (2000). IUCN. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. Kenya.sfa. UNEP. Teleki et al.au/publications/ pubout.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). Nairobi.org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05. (2000). (2005). (2002).ausaid. Souter et al. ##). dan Turner et al. (2002). Obura D.gov.asp). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Skewes T. Ye Y. Payet et al. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (www.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles. Stobart et al. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. United Nations Environment Programme. 54pp. (www.org/tsunami/tsunami_rpt. IUCN/CORDIO.sc). 137 . Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles. (2005). (www.unep. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al.pdf).iucn. (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. AusAID.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. salinisasi sumur. 1 di Yaman (Sokotra). Di Yaman. dan 22. Di Somalia. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. peralatan pancing. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. dan 1 di Kenya. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. erosi pantai lokal. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat.000 terkena dampak langsung. kekeringan.11. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. Sumur-sumur pesisir. Walaupun demikian. kapal.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. Dampak terbesar 139 . Di Kenya dan Tanzania. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. 2. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. sumber air tanah. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi.2 juta penduduk. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. 11 di Tanzania. Saat gelombang mencapai Yaman. kerugian infrastruktur perikanan. 18. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali. 4. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali.500 orang mengungsi.

dan 44 rumah penyimpanan. 60 kapal motor tempel.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. alat pancing. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. 140 . 204 rumah. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. infrastruktur perikanan. erosi pantai lokal. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. dan kerusakan pada 27 kapal. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. dan Kepulauan Sokotra. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra.

dan 18. iritasi kulit yang tidak biasa. 4.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak.000 orang terkena dampak langsung bencana. dan peralatan. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. 141 . tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. perdarahan mulut. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. termasuk penyakit pernafasan akut. Sebagai tambahan. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. kapal ikan. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. terutama di dekat Hafun. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. Sekitar 22. perdarahan perut. timah. sumber-sumber air tanah. termasuk uranium radioaktif. batuk kering yang berat. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. Sebagai tambahan. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. Di Kenya. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. Tanzania. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. sumur-sumur pesisir. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat.500 orang mengungsi. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. rumah sakit. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. dan kimiawi lainnya. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam.5 m. terseret jangkarnya. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. 289 orang meninggal. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. kadmium.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). Mozambik. baik di darat maupun di laut. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai.hawaii. Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara. sehingga tak ada kerusakan luas. Di tempat lain di Mauritius. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. Madagaskar. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur. 142 . Komoros.soest. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia.edu/uhslc/iotd/). Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Saya de Malha.

terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. di terumbu yang tak dapat diakses. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. Namun demikian. di terumbu yang mudah diakses. 143 . walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. terutama di dalam MPA-MPA. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. Tutupan karang.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. dan polusi. Pada terumbu yang lebih dalam. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. tutupan karang keras hidup. Sebagai contoh. polusi. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). penangkapan yang merusak. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. dan sedimentasi. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. sedimentasi. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. Sebelum tahun 1998. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. Sebelum tsunami. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Millepora juga jarang. Sebelum 1998. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. Di bagian utara Kenya.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. Namun demikian. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan.

“Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. pengolah. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. mesin.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. dan dermaga. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. george. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. Pakar FAO. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. kait. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. terutama nelayan”. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. 1. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional.kurous@fao.2 juta. mesin. Hans Båge. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. dan kompetisi dengan alga.625 jaring. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. pancing. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. dan polusi. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. penjual. penangkapan yang berlebih. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . Sebelum tahun 1998. dan 16. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. Tanzania: Sebelum tahun 1998. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. Gelombang besar merusak kapal. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%. dimana lebih dari 2. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. UNFAO. 569 mesin. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi.org). Petugas Informasi. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. wabah penyakit karang tahun 2002. gudang penyimpanan. dan peralatan penangkapan ikan. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. sedimentasi. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. Tercatat 653 kapal. namun.

dan kekurangan pangan. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. dan air minum. Tanga. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. makanan. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. Mayotte. Dar es Salaam. pesisir.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. Songo Songo. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Madagaskar. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). dimana lebih dari 1. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. penangkapan yang berlebih. Cargados Carajas. pasokan medis. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. dan Mtwara. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. dan tak ada yang rusak di 300 individu. terjadi saat surut. Di Kenya. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. komponen media swasta dan 145 . USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. sementara di Pulau Mafia. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. Seychelles. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. nasional. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. di laguna dangkal Mombasa. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. peralatan rumah tangga. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. Terumbu. dan lokal. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. kekeringan.000 penduduk. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. pada koloni yang telah diberi tanda.

dan USAID. UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). FAO. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia. Socotra Conservation Fund. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. juga Kotb et al. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. departemendepartemen pemerintah. dan Kristian Teleki.org. serta makalah oleh Mohammed et al.org/tsunami/tsunami_rpt. Miranda Morris. (www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. dan rencana pengelolaan bencana. Kenya. PENINJAU David Garnett.com. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. Obura (2005). dan masyarakat. Kenya. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. Bernard Salvat. internet). mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. 146 . (2005).fao. Lyndon DeVantier. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. dan Ahamada et al. CORDIO East Africa. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). (2004). (www. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (2004).gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. USAID: Somalia (2005). P. dan Friends of Soqotra. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. Box 10135 Mombasa. Obura et al. (www.usaid. 2 (July 2005): 1.unep.asp). Joanna Ruxton. United Nations Environment Programme. panduan. dobura@cordioea. Nairobi.html). KONTAK PENULIS David Obura. sektor swasta.O. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. Ldevantier@aol.org/ newsroom/en/news/2005/107210/). televisi. serta latihan uji skenario.

Cauvin B. AUSGEO news. 310: 643. Bilham R (2005) A flying start. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra.Andaman earthquake. 189-211. Bosire JO. UNEP/DEWA/GRID-Europe. Burke L. Current Biology. Bijoux J. Hughes TP. Sørensen MK. Sojisuporn P. Selig L. Issue 77. et al. 308: 1126-1127. 308: 1133-1139. Folke C. Switzerland. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Nature. Carpenter SR. Cummins P. 24(4): 535. Australia. Selvam V. Siripong A. et al. UK.) Status of coral reefs of the World: 2004. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. Coral Reefs. Dahdouh-Guebas F. Anggoro AW. 15: 1926-1930. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. 15(12): 443-447. et al. 147 . Thio HK. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. Second Report. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. then a slow slip. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. Chavanich S. Science. Queensland. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. In: Wilkinson C (ed. UNEP-WCMC.LAMPIRAN 1. Science. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Di Nitto D. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Science. Campbell SJ. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Cambridge. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. Bigot L. UNEP/CBD/ SBSTTA. ANJURAN BACAAN Adger WN. 309: 1036-1039. Ji C. Robinson D. Ammon C. et al. Ahamada S. Australian Institute of Marine Science. Baird AH. et al. Science. Ardiwijaya RL. Townsville. pp. Chatenoux B. Olwig MF. 436: 759. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. Jayatissa LP.

McCulley JL.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Science. Townsville. Linden O (eds. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. Islam Z. Queensland. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. Indian Ocean. 171-188. Obura D. Sweden. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. Perera N. Thomson RE.pdf). Ravilious C. (www.(ed. 85 pp. et al. California. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. 309: 2045-2048. Mendis SG. et al. In: Wilkinson C (ed. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. pp. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. Australia. AGU. Queensland. Tromp J. 235-275. Lay T. Hagan A. Church J. In: Wilkinson C. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. 148 . Nature. Science. Tuan VS. Kanamori H. 435: 933-936. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. In: Wilkinson C (ed. Ammon CJ. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Science. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Townsville. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. USA. Australia. Phongsuwan N. Australia.) Status of coral reefs of the World: 2004. Jaffe BE. Nature. January 2005. Houston H. Green EP (2001) World atlas of coral reefs.uk/pdfs/Final%20report. 307: 657. Mofjeld HO. Rabinovich AB. Australian Institute of Marine Science. pp.) Status of coral reefs of the World: 2004. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. 171: 372. California. Reef Check Foundation. Science. Souter D. Spalding M. Okal E. Zahir H. Andaman Sea. Chou LM. Tanzania. 434: 573-574. Townsville. et al. Nature. 433: 350-353.tourismconcern. Cabanban A. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). India. (2004) Status of coral reefs.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. Indonesia. USA. Stein S. Australian Institute of Marine Science. Kalombo H. Foster R. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Ishii M. 308: 1139-1143. 308: 1127-1133. 434: 581-582. 213231. Gunawan CA. Lynett P. Pacific Palisades. Venkataraman K. Titov V. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. pp. et al. Song TRA. Chagos. et al. Nature. Seychelles. 436: 1071. 308: 1595. Mozambique and South Africa. Vidale JE (2005) Extent. Science.org. Eos Transactions. Maldives and Sri Lanka. Park J. Fernando H. Daniels C. Australian Institute of Marine Science. Queensland. Coral Reefs. et al.) Status of coral reefs of the World: 2004. Rajasuriya A. Liu PL-F. Tun K. University of California Press. 86: 301-304. Shearer PM. University of Kalmar. Nettles M.

Anjuran Bacaan Tun K. Oliver J. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. Kenya (www. 149 . Australia. 557 pp.org/tsunami/tsunami_rpt. Townsville. Wilkinson C (ed. United Nations Environment Programme. Australian Institute of Marine Science.unep.asp). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004.Lampiran 1. and Global Coral Reef Monitoring Network.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme.LAMPIRAN 2. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 . Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI.Lampiran 2.

Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI. dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia . Ilmu Pengetahuan. Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan.

dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri.ausaid. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid. pemerintah.go.aims. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. PMB #3.LEMBAGA SPONSOR.gov. Website: www. buku. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Mempertahankan keragaman 155 . www. dan monograf untuk penggunaan skala regional. dan pengelolaan lingkungan. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia.au. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. Alamat Kontak: AIMS. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. Townsville 4810 Australia. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang.gov.

dan Chagos. 156 . Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. India. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Colombo 7. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. Afrika Timur: David Obura.gov.org. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). david. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. Seychelles.linden@cordio. 53 Horton Place.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. marjo.biodiv. Mauritius. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. CORDIO Afrika Timur. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. Reunion. dobura@africaonline. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. Alamat kontak: Marjo Vierros.co.org. Madagaskar. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. Kenya.org atau www. melestarikan. Asia Selatan: Jerker Tamelander. Mozambik.vierros@biodiv. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. IUCN South Asia. penggunaan komponennya yang berlanjut. jet@iucnsl.ke. World Maritime University. Maladewa. P. University of Kalmar. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. ps@env. Sri Lanka. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. olof. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan.O. dan degradasi fisik dari terumbu karang.souter@cordio. serta bagi pengelola terumbu karang. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain.org. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. Ministry of Environment. Canada. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. Sweden. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. David Souter. Sri Lanka. Bamburi. Malmo. Tanzania. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. 10135. Seychelles. Komoros. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet. CBD Secretariat Montreal. Box. James Cook Uniersity. Sejak dimulai. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. peneliti. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis.

Reef Check. www. pelatihan. c. UNF. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. E-mail: Kristian Teleki. di Townsville.se.au.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. Queensland Seafood industry Association). ekonomi. para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority). Alamat kontak: Russel Reichelt.linden@wmu. Reef Check Los Angeles. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation.edu. atau Gregor Hodgson. atau Olof Linden. ICRI.wilkinson@aims. IUCN. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase.gcrmn.com or www. nelayan.icran.org 157 . World Bank. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). pengembangan kapasitas. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. CORDIO. para operator. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara. UNEP. CRC Reef Research Centre. dan informasi ilmiah. dan NOAA. WorldFish Center. UNEP-WCMC. TNC.org. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. UNEP. Townsville 4810 Australia. Reef Check. sekolah-sekolah. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. perguruan tinggi. WorldFish Center. homepage: www. olof. Sekretariat ICRI.crc. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. WRI. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. CBD.org. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators).gov. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. SPREP. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat.Lembaga Sponsor. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. rcheck@ucla.reef. GCRMN.oliver@cgiar. dan WWF. dan sosial terkini. AIMS. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center.org). info@crcreef. kteleki@icran. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. MAC.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. PO Box 772.

unesco.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. bersama dengan UNEP. Alamat kontak: IOC/UNESCO. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. penelitian dan pengamatan kelautan. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. lembaga pemerintahan. ICRAN. UNDP. Jepang. dan Millenium Development Goals. UNEP. www. Inggris. Swedia dan Filipina secara bersamaan. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. 75015 Paris. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. IUCN. Australia. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. IUCN. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. www. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. World Bank. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. Perancis. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. bersamaan dengan CORAL. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. Swedia. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. dan Amerika Serikat. Filipina. dan CBD kini sebagai sponsor. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . Perancis. dan World Bank. Jamaika. IOC. ICRI. para LSM dan programprogram regional. mendorong. CORDIO. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. IUCN. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik.ICRIForum. IOCUNESCO. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. UNEP. organisasi internasional.ioc.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. 1 Rue Miollis. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. dengan IOC. yang merupakan pendahulu GCRMN.

Nature Conservation Bureau. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10.jp. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN. Alamat kontak: Jl. maupun media massa. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002. Marine@iucn. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. Rue Mauverney 28.id 159 . Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. Bangka VIII no. Ministry of the Environment. asosiasi profesi.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan. yang didirikan di Pulau Ishigaki. kehati@kehati. Disamping itu. atas nama Pemerintahan Jepang. Ada empat program utama yang dikembangkan. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. www. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. pemerintah daerah. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional. Switzerland. Sekretariatnya terletak di Gland. 1-2-2 Kasumigaseki. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. komunitas bisnis. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). memasang standar. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. Kementrian Lingkungan Hidup. dan menerapkan alat-alat konservasi.go. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. advokasi kebijakan publik. Chiyoda-ku. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. perguruan tinggi. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. 3B.or.go. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin. edukasi dan riset.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang.coremoc. mengembangkan.id . Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia.kehati. Switezerland. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia.jp/ dan www.di Indonesia.Lembaga Sponsor. yaitu: informasi. membangun kapasitas. coral@env.or. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. CH-1196 Gland. www. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. Japan. Tokyo 100-8975.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi.go. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam.env.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. memperbaiki kesehatan masyarakat. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. Sebagai akibatnya. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan. Washington. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin.oliver@cgiar. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan.cgiar. dan kualitas udara yang semakin buruk.org/icm. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. Environment Department. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. seperti ICRI dan GCRMN. 1818 H St. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. Malaysia. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. www. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. l.org. 20433 USA. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. DC.gefcoral. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. 10670 Penang. Malaysia. The World Bank. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. www.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. Mhatziolos@worldbank. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. beserta berbagai rekan kerjanya.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. dengan kantor pusat di Penang. air. dengan lebih dari 4. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati.org. www. Jamie Oliver.Lembaga Sponsor. NW.worldbank. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak.

mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). Helen.worldwildlife.vanbreda@wwfus. Washington. www. SOwen@wwf. or Helen Fox. NW.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut.org. 164 .org.fox@wwfus.nl. anita. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. 1250 Twenty-Fourth Street. DC 20037. Alamat kontak: Anita Van Breda.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. WWF.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful