P. 1
Status Terumbu Karang DIdaerah Tsunami

Status Terumbu Karang DIdaerah Tsunami

|Views: 265|Likes:
Published by cahyoparker

More info:

Published by: cahyoparker on Dec 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2011

pdf

text

original

Sections

  • RINGKASAN EKSEKUTIF, KESIMPULAN,
  • 3. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004
  • 6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI
  • 8. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI
  • 9. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN DAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI
  • 10. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004
  • LAMPIRAN 1. ANJURAN BACAAN
  • LAMPIRAN 2. DAFTAR AKRONIM
  • LEMBAGA SPONSOR, PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG

Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Gempa Bumi. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. Gempa Bumi. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. dan Saran 1. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). Thailand Pasca-Tsunami 6. Tsunami.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. tidak disebutkan secara khusus. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Kesimpulan. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. dan bukan hanya satu ombak yang besar. dan Tsunami Samudera Hindia 2. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. iii . Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. Lempeng Tektonik.

.

United Nations Environment Programme (UNEP). dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut. dan Tim Simmonds. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. the United Nations Environment Programme (UNEP).gcrmn. Viacheslav Gusiakov. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. www. David Souter. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. dan ICRI Secretariat. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. the Australian Agency for International Development (AusAID).org dan www. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. IOC . WorldFish Center. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS).UNESCO. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan.reefbase. IUCN . Madeleine Nowak. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. Steve Clarke. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. Tidak semua bahan referensi disertakan. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. Jamie Oliver. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. the Convention on Biological Diversity. World Bank. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. Joanna Ruxton. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. IUCN – The World Conservation Union. WWF International. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. dan Kenji Satake. Marco Noordeloos. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. dan Olaf Linden.org.terima kasih. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. AIMS. nasehat.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN.The World Conservation Union. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA). Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. Kementerian v . Wendy Ellery. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. David Obura. Cherchinda Chotiyaputta. David Garnett. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam.terima kasih. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. Maitee Duangsawadi.

yang sering kali secara sukarela. Melalui bantuan mereka.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. vi . kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang.

Tokyo. dan GPA Coordination Office. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. Washington DC. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. Los Angeles Reef Base.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Silver Springs. CRC Reef . Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union.International Marine Project Activities Centre Ltd. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . World Resources Institute. Townsville Australia Nature Conservation Bureau. dan Sri Lanka. vii . Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Ministry of the Environment. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. Swedia. WorldFish Center. The Hague.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. US Department of State. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. Silver Springs Maryland USA AusAID . Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre.

.

tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . contohnya. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir.S. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. Di Thailand. Thailand. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. Maladewa. masyarakat yang menjadi korban jiwa. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Dalam beberapa menit saja. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. Disamping itu. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. dan Sri Lanka. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. halaman 19). Dalam buku ini.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. internasional. Indonesia. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. dan juga media. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. Namun demikian. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. sayangnya. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap.

Konferensi ini 2 .S. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. pengembangan kapasitas (capacity building). termasuk dari segi lingkungan. US$ 12. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). Disamping bantuan dana. dan Thailand. U. dan US$ 2. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). Untuk membantu pemulihan masyarakat. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Mesir. Geological Survey. AusAID. Forest Service. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo.5 juta kepada Thailand. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. Sri Lanka. Disamping itu. pembentukan jaringan. Lembaga bantuan luar negeri Australia. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. US$ 16 juta kepada Sri Lanka. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali.S. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). dan U. Trade and Development Authority. Segera setelah terjadi tsunami. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami.S. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. U. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. telah memandu proses pemulihan. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. konsultasi. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Pada bulan Februari 2005. Maladewa. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. Hal yang cukup penting. dan menjalankan pilot projects.

IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC.unepwcmc.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. atau Persatuan Konservasi Dunia. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Thailand. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan.org/tsunami/). Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. lembaga pertahanan sipil. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. Setelah itu. IUCN mendirikan kantong dana 3 . menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang.gpa. dan mitigasi dampak bencana. Sementara itu. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. Sebagai tanggapan langsung. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang.unep. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut.pdf). pemulihan. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. Laut Atlantik bagian timur laut. Di tahun 2005. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. Sebagai suatu bentuk dukungan. IUCN. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. dan juga buku ini. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. Laut Mediterania dan sekitarnya. Upaya tersebut.org/resources/PDFs/In_the_front_line. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. pada tahun 2006.

dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. ICRI meminta kepada GCRMN. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. ReefBase. 4 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. banjir. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. di Indonesia. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. Reef Check. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. harapan. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. Jaringan WWF. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). ReefCheck. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. dengan mendata kerusakan ekologis. Dari sebuah bencana. pemerintahan dan LSM. Dengan peranan tersebut. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. ReefBase di WorldFish Center. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. dengan bantuan dari donor-donor setia. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume.

IUCN.The World Conservation Union & Chair. Australia Veerle Vanderwerd. Global Marine Programme. Teresa Gambaro. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. GCRMN Management Group Chris Hails.Palau. Direktur Program. Ketua bersama. Regional Seas. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. Kepala. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Sekretaris Eksekutif. 5 . WWF International Patricio Bernal. Kepala.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. namun demikian. Thailand. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. dan perubahan iklim. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. dan Sri Lanka.RINGKASAN EKSEKUTIF. DAVID SOUTER. Namun demikian. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. Setelah tsunami terjadi. Kepulauan Andaman dan Nikobar. seperti penangkapan berlebih. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. 7 . masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. penebangan hutan. KESIMPULAN. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. DAN SARAN CLIVE WILKINSON.

perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. seperti di Propinsi Aceh. terutama saran-saranya. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. Gempa bumi ini.000 manusia kehilangan nyawa. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. ilmuwan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan. Menyusul bencana ini. yang dibantu oleh lembaga PBB. dibanyak tempat. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. Indonesia. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton.15 sampai 9.000 sampai 289. 1. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. 8 . di lepas pantai Sumatra. terdapat kekhawatiran di masyarakat. ReefBase.3. pemerintah.C. LSM. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. sektor industri primer dan sekunder. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. yang berkekuatan antara 9. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami.

. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. Oleh sebab itu. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. akan terjadi efek magnifikasi. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. sehingga ombak yang muncul lebih besar. sementara jika gelombang tersebut 9 .Ringkasan Eksekutif. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. sehingga tinggi gelombang meningkat. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. dan ke arah barat menuju India. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. sementara energi yang hilang hanya sedikit. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. Oleh sebab itu. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004.

Di semua negara di Samudera Hindia. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. atau diperparah oleh faktor lainnya. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. Sebuah gempa berkekuatan 8. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. praktik perikanan yang merusak. Sebaliknya. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. seperti di Sri Lanka. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. dekat Pulau Nias. menghantam. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. Di kebanyakan negara. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. Disamping itu. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. pencemaran sedimen dan nutrien. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. serta peningkatan kadar keasaman air laut. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. akan saling meredam. dan juga gunung berapi. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. wabah predator. pemasukan air tawar. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. Sumatra dan Kepulauan Andaman). Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. tidak berulang. Namun. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. badai tropis. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. di sepanjang pesisir Sumatra. dan memindahkan karang dan patahan karang. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. dan penyakit.

Di sebagian besar wilayah tersebut.Ringkasan Eksekutif. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak.000 rumah lenyap. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. masih kurang. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. Namun terdapat 68 korban jiwa. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m.4 juta. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia.000. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. bersamaan dengan mangrove yang luas. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi.395 korban jiwa dengan 2.000 sampai 220. mematahkan atau memindahkan terumbu. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah.932 tercatat hilang. Angka kematian resmi sebanyak 5. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. Aceh Besar. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. yang mungkin mencapai 85. dan Aceh Jaya. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. namun demikian.000 hektar. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. tak lama setelah tsunami 11 . sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat.

Unawatuna. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. namun tidak merata. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. meskipun terdapat 61 korban jiwa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). pantai. Kudawella. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. Polhena.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. dan Hikkaduwa. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. Di wilayah lainnya. namun data mengenai ini hanya sedikit. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. jalanan. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. dengan 26 orang dinyatakan hilang. lebih dari 35% PDB nasional. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. vegetasi pantai. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun. Kapparatota/Weligama. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. Namun demikian. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. dan jembatan. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh.

Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. Praslin. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. Cargados Carajas. sistem pengumuman kepada masyarakat. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. lepas pantai Sumatra. mengalami kerusakan. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. bentuk bathimetri setempat. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. 13 . Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. Yaman dan Socotra (1). radio dan televisi. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. Tanzania (3) dan Kenya (1). badai tropis. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. Kesimpulan dan Saran Mahé. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi.Ringkasan Eksekutif. dan La Digue. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia.

dengan memastikan pembuangan sampah padat. pemantauan sosial ekonomi. bakau. dan hamparan pasir. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. belum terbuktikan. Sama halnya dengan mangrove. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. Namun demikian. mahal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. dan mangrove dari puing-puing. dan pestisida yang tepat. limbah minyak. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. terumbu karang. hutan pantai. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Thailand. termasuk pengelolaan perikanan.

lembaga pemerintahan dan LSM terkait. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. dan pengendalian praktik-praktik merusak. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. Oleh karena itu. namun demikian. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. dan kenaikkan permukaan laut. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang.Ringkasan Eksekutif. Namun demikian. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. tsunami. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. seperti tsunami Samudera Hindia. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. pencemaran nutrien. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. Pada beberapa negara. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. meski pun hal ini ilegal. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. 15 . dan penangkapan yang berlebih. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. dimanapun hal ini dimungkinkan. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang.

dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. maupun terluka. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. Disamping itu. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. ikan budidaya. membersihkan dan memperbaiki jaring. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. WorldFish Center. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. menjual dan mengolah ikan. dan tanaman di kebun. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan.org). karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. p. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. Dalam hampir semua kasus. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. 16 . rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. Oleh karena itu. Dalam masyarakat seperti ini. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. politik. Dalam hal ini. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. menghancurkan kapal dan alat tangkap. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. dan ekonomi. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. serta mengurus hewan ternak. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. budaya. Meskipun demikian. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. dan keluarga. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. Setelah tsunami menimpa. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah.choo@cgiar. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. Selain tugas-tugas utama mereka. muda. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit.

terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. lembaga penelitian. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. dan universitas. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. dukungan pendanaan dan logistik. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. sehingga sumber daya ini terus menurun. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. 17 . namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu.Ringkasan Eksekutif. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah.

Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. 18 . Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. sistem data. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. terutama terumbu karang dan mangrove. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang.

Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah.15 – 9. GEMPA BUMI. Dampak 19 . DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. teluk. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. pulau.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. lebih dari 230.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. menyengsarakan industri primer dan sekunder. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. DAVID SOUTER.1. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. retakan menjalar ke utara sepanjang 1. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. memindahkan massa air laut secara besar-besaran. 1.000 orang mati. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. atau estuaria dan meningkat tingginya. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. LEMPENG TEKTONIK.

95. atau dampak hantaman meteor yang besar. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. 20 . artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air.gov) Skala Tanggal Waktu 9.307o LU. artinya pelabuhan dan nami. waktu lokal di episentrum) 3.usgs. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya. yang merupakan gelombang normal di laut. longsor.Andaman. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. Jawa.947o BT 30 km (18.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. Biasanya. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. Indonesia 1. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan. Namun. letusan gunung berapi. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. Saat tsunami mendekati perairan dangkal.15 – 9.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. Thailand 1. Sumatra. Secara kontras. bahkan sering kurang dari satu meter.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok.earthquake. Sumatra. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil.

dimana Sumatra terletak. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. Sehingga. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. Terlepas dari segala kerumitan ini. Namun demikian. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam.Gempa Bumi. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. dan dari sumber yang tak terasakan. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. Lempeng Tektonik. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. tak terlihat. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Mereka bergabung dengan benua super Eurasia.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. Sebelum tahun 2004.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. halaman 38). dan mencapai ketinggian sekitar 2. Gelombang kemudian kembali lagi. 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia.W. Pengutip Bea Cukai di Mahe. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus. dan hal yang sama terjadi lagi. 22 . satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Tsunami ini menelan 36. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. Seychelles. Estridge. 1993). seperti juga tsunami tahun 2004. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. Teluk Bengal. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. …” (H.

terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. Di kedalaman kurang dari 30 km. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. 75% menghasilkan tsunami. Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. Sumatera Sebelum Gempabumi b. Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. 23 . Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Namun. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. sehingga menyebabkan tsunami. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. Lempeng Tektonik. karena adanya kekuatan friksional. yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. titik penyatuan sementara terputus. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). Gempa Bumi c. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar.Gempa Bumi. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas.

dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra.4 kilometer per detik (8. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. ‘Atol mikro’ Porites. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. Bagaimanapun juga. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar.640 kilometer per jam). studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. utara Thailand. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. dan Maladewa. dan ada juga pengangkatan 24 .

yang melemah di utara. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat.5 m (foto di sampul). Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. terutama di bagian yang lebih selatan.Gempa Bumi. Lempeng Tektonik. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. 25 . terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul).5 m di Nikobar Besar). terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil.300 km pada 3 tingkatan (elips). dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini.

0. Namun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. beberapa pulau tenggelam secara permanen. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. Kanpur. Jain dan Javed Malik. Institut Teknologi India. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan).0 – 8. yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas). sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. 26 . Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9.5. Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah).

1 8. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut. Lempeng Tektonik. sebagai contoh.2 7. saat gempa besar lain (kekuatan 8.7 8.6 9.15 – 9. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9.4 >300 27 . Andaman 7.5 7.000 7. Sehingga. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005.7 – 9. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami. tidak seperti gempa Desember 2004.30. Salah satu penyebabnya adalah.7 8.2 8. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1.6 7. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue.9 7 1 35 > 36. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS.000 > 400 > 900 8. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah.Gempa Bumi. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya.3 15 30 13 48 200 > 230. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep.3 7.000 jiwa di Pulau Nias.3 – 8.5 7.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. terdekat dengan episentrum gempa. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. gelombang setinggi 1. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu.5 – 2 jam setelah gempa. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. Sehingga. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. Di Sri Lanka. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. Sehingga. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. 8. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. Namun demikian. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut.5 m teramati di Afrika Selatan. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. Lebih jauh lagi. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar.500 km dari tsunami. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. Sebagai contoh. dengan ketinggian melebihi 30 m. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa.

Gempa Bumi. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. 100. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. lepas barat laut Sumatra. gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. Jepang) 29 . Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. Lempeng Tektonik. Tsukuba. 150. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. dan 200 setelah gempa. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50.

kelurahan. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. Rusia di Samudera Pasifik. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. Mudah-mudahan saja. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. Kanada di Samudera Atlantik. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. Nova Scotia. yaitu mangrove dan terumbu karang. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. dan sampai ke Antartika. ©2005). Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar.

Sarah Gotheil. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. Bernard Salvat.500 km Busur Sunda-Andaman. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. R Bilham. Kenji Satake. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember.au. di sepanjang bagian zona subduksi ini. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. Australia.org. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka. J Park et al. Canberra. David Tappin. Namun. T Lay et al.gov. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal.. Hilman Natawidjaja D. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang.1029/2003JB002398. PENINJAU David Garnett. 109: B4.Goldberg@impac. Nature. adalah kecil. Cummins P. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. Edwards RL. Sebagai contoh. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. Journal of Geophysical Research.Gempa Bumi. Jeremy Goldberg. Lempeng Tektonik. Australia. dan Kristian Teleki. doi:10.au. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. Geoscience Australia. et al. Townsville. KONTAK PENULIS Phil Cummins. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. Ward S. AUSGEO news. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. Karena itu. and M West et al. International Marine Project Activities Centre. S Stein. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. dan mencegah orang terseret ke laut. Kerry Sieh. Jeremy. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. Viacheslav Gusiakov. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. and EA Okal. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al.. Sieh K.Cummins@ga. B04306. 31 . Issue 77. Myanmar mungkin saja terjadi.. Phil. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan.

www.usgs. Titov V. www.usgs.wikipedia.uk/tsunami-risks.html. National Earthquake Information Center. 309: 20452048. http:// pubs. www. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.nerc-bas. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami. Science.com. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .en. http://neic.ac. National Environment Research Council. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics. http://geology. Wikipedia.gov. Edisi Online.usgs.gov/publications/text/dynamic.earthquake.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ.gov. et al.org/wiki/Tsunami.

Namun pada kenyataannya.000 orang. GEMPA BUMI. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik. DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Namun.2. Pada kenyataannya. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. TSUNAMI. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250.

Thailand. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Kiribati. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. biasanya lebih tinggi dari 10 m. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. dan Tuvalu). Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. Namun. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. dan Sri Lanka. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). hamparan rumput laut. Karang-karang besar yang berat. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. karang bercabang. Nampaknya. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. Pada gilirannya. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia.

Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. Hal ini sangat penting.65. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami.23. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar.06 ± 1. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. 308: 1595. Tamil Nadu. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. Antara tahun 1980 hingga 2000. dan sembilan narasumber (2005). Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28.Gempa Bumi. n = 12. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. Sebuah makalah oleh Lui et al. t (0. hancur total. 14 = -2. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut. Namun. Science. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. Sebagai perbandingan. dan delapan narasumber lain (2005). selain juga menyebabkan hilangnya 35 .05).7 hingga 4. termasuk juga perlindungan dari gelombang. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. Current Biology.usgs. Liu PL-F. 15: 1926-1930. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.gov/news/reports. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. Ditakutkan. Tsunami. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. Referensi: Baird AH.2 juta hektar).232. petani. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. Sementara itu. p = 0. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. Tanpa karang: 22. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak. n = 4.wr. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird).6 ± 3. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang.043). Pada gilirannya. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Namun. Tanpa perbandingan tersebut. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir.

dan pohon-pohon lain. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu.bbc. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. namun tidak dapat melihatnya. serta menghadapi badai-badai tropis. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah.244 anakan pohon. Saya berhasil lari ke tempat aman. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. tapi tempat tersebut juga tergenangi air. serta tekanan-tekanan biologis. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record). Jadi. dan peternakan. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami.000 tahun sejak abad es yang terakhir. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. mereka dapat mendengar deburan gelombang. gunung-gunung api. 310: 643). Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya.co. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka.stm). jalan. 36 . nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science.” kata bapak tersebut. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. Selama 8. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam.. gempa bumi.. India menanam 80. Tamil Nadu. pemasukan air tawar. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. pohon kelapa. dan hantaman meteor. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. Marimathu.

Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. misalnya Hawaii. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. Vanuatu. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. letusan gunung berapi. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel.000 hingga 12. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban.000 hingga 600. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. Papua Nugini. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. Sebagai contoh. dilaporkan dalam Associated Press. 37 . teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. www. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley.newsday. hancur dan jatuh ke bawah tubir.000 tahun. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. Tsunami. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi.com). Solomon. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang.000 tahun yang lalu. walaupun sering juga parah. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. Kep. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. hingga ke Phillipina dan Jepang. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali.Gempa Bumi. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. gempa bumi. Reunion. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. Di sana. Seperti halnya Maladewa. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. Namun. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air.

Namun. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. Namun. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. Kerusakan biasanya terlokalisir. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. taifun. Sekali lagi. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan.

teripang. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami.000 m. www. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). spons. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. dan cacing. Tsunami. Belum pernah ada preseden seperti ini. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. karang. 39 . atau disebabkan. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat.org). dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. lima bulan setelah gempa bumi. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. Dalam dekade terakhir. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. bintang mengular. kedalaman sekitar 4. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. Di kedalaman ini. “Tapi. oleh kegiatan manusia. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang.” Profesor O’Dor melanjutkan. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Namun hal itu tidak terjadi. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). tanpa kehidupan. atau diperparah.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. Dalam lima tahun berikutnya.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. laut sangat dingin. Pada umumnya. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu.” ujarnya.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. krustasea.Gempa Bumi.coml. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. yang memang terjadi secara tidak rutin. dan Kristian Teleki. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . Bernard Salvat. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Sehingga. Tsunami. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. Nicola Doss. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. dana. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. serta tidak memadainya kepemimpinan. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. ancaman perubahan global. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. dari sudut pandang terumbu karang. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. Sebagai contoh. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. kesadaran. Selain itu. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat.Gempa Bumi. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. dan kemauan politik. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Helen Fox. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. Namun.

Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. pp. dalam persiapan. 7-50. Queensland. 44 . Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. Natural Hazards. Wilkinson C (2004) Executive Summary. Australia. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Townsville.) Status of coral reefs of the World: 2004. (disusun oleh UNEP GRID). Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. Dalam: Wilkinson C (ed.

DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. dan lebih dari 250. Lebih dari 120.3. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. GIORGIO BAVESTRELLO. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. budidaya air. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. walau sebagian lagi rusak total.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). YAN MANUPUTTY. tanggul-tanggul pencegah banjir. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. dan pembangunan yang tidak lestari. IVAN SILABAN. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72.000 orang kehilangan rumah mereka.000 rumah hancur atau rusak. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. perikanan. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. lebih dari 500. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. saluran-saluran irigasi. maka 42. di bagian utara Sumatra. Sektor-sektor pertanian. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. Pada akhirnya. AYU DESTARI. ZEEHAN JAAFAR. GERRY ALLEN. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. ANNELISE HAGAN. Pemecah ombak. total kerugian melebihi US$ 4. NISHAN PERERA.1 milyar. CARLO CERRANO. SILVIA PINCA. IBNU HAZAM.000 hingga 58. polusi.000 orang meninggal atau hilang. BOB FOSTER.

gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan.000 rumah hancur atau rusak. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia.000 jiwa. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. lebih dari 500. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. Di bagian barat pulau Sumatra. Aceh Besar. 40 km dari episentrum. dan Aceh Jaya. banjir kanal. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. atau mengalami trauma lainnya. teman.000 manusia kehilangan rumah tinggal. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. Pemecah ombak. dan lebih dari 250. mata pencaharian. Sekitar 750. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar.1 juta. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. dan dermaga mengalami kerusakan parah. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%. penyu sisik. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur.

dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. menghitung waktu di antara getaran. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. seperti kendaraan. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang. Kami tidak dapat melakukan apapun. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. laporan menyeluruh di www. pepohonan. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. sedimen. Tak satupun tertinggal. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. diperkirakan sekitar 500. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. Dengan 340 situs pemantauan awal. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya.com. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. kemudian lari ke rerumputan.php) 47 . Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. Kami keluar masuk rumah. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. Sejak 1994. Aceh.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa.au/ahb/dave. dua orang saudaranya.sifr. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. jauh dari pepohonan. Kami melompat ke dalam mobil. dari laut. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. mereka sudah sangat dekat dengan maut. hampir semua rumah hancur.jcu. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. hampir dua kali lipat kondisi awal. gempa mereda. Getaran itu kembali lagi secara periodik.edu. Kami merunduk begitu gempa semakin parah.500 pulau di Kepulauan Nusantara. Saya sadar. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. wavelines@hotmail. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang. Setelah sekitar 20 menit. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Dari teras rumah. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. kontaminasi air tanah. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. Menjelang pertengahan tahun 2005. melalui pepohonan. Istri saya kehilangan ibunya. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. Setelah sekitar 4 menit.500 ha) berada dalam kawasan bencana. infrastruktur pesisir. Para wanita berdoa kepada Allah.

6 1.0 990. The Nature Conservancy di Komodo.5 17.4 1. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.0 4. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia.132.9 83.4 550.5 89.1 351.8 370.4 9.1 18.740.674. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.8 145.7 89.1 14.8 510. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia. Penangkapan ikan yang merusak.4 Kehilangan 65.8 38.4 636.1 29.9 83.1 50. 48 .4 240.182.440.5 428.2 140.0 154.9 101.2 89.3 110.920.7 508.9 562.0 390.531.4 280.2 1.4 68.9 11.7 119.6 1. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.6 652.6 83.9 1.9 67. Departemen Kehutanan.2 66. dari BAPPENAS 2005).451.0 394.1 Indonesia.8 535. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara. Saat ini. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.6 154.9 2.1 128. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).7 1.408.5 83. yang jelas teramati sebelum tsunami.9 21. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.8 8.398.4 91.8 82.1 3.461.9 165.6 257. juga telah menghancurkan terumbu karang.4 Umum 300.0 2. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.5 89.0 194.8 17.4 2.9 409.1 14.437.1 89.1 28.6 9.9 29.2 Total 1.9 0.9 3.0 23. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.1 830.5 166.1 13. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.1 1.3 132.1 14. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.4 876.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia. Project Wallacea di Wakatobi.2 325.1 224.4 89.6 Fasilitas Pribadi 1. Kementrian Lingkungan Hidup.8 67.6 132.9 446.8 26.5 18.8 221.9 548.

yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. serta penyu sisik dan penyu belimbing. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami.10 m. kepiting. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. atau terlempar ke bagian lain terumbu. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. berubah menjadi pecahan karang. serta banyak jenis burung. mengalami kehancuran yang paling parah. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. Banyak koloninya yang terbalik. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. ikan. buaya muara. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami.4 juta. Namun. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. terkubur. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. mengalami lebih banyak kerusakan. Namun demikian. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. hanya mengalami kerusakan kecil. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 .Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . karang. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. Di kawasan semacam ini. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. 20 km di selatan Tapak Tuan. masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. Sebelum tsunami. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. bebatuan. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. dan sisa pohon-pohon mangrove. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil.

Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat.3 juta akibat tsunami. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. dan beberapa pulau kecil). dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. 50 . Pulau Teunom. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. Terumbu karang. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004.000 ha mangrove telah rusak. termasuk tiga jenis penyu. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. Pulau Nasi. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. Sekalipun demikian. laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. triangulum. Akibat gempa tersebut. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. Pulau Batee. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. duyung. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. trifascialis. C. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. C. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. C. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. Namun demikian. dan banyak pohon. padang lamun. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. ornatissimus. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. C.

walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami.au). Namun. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara.baird@jcu. Sementara itu. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. Dimana kegiatan perikanan terkendali. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird.edu. 51 . tutupan karang hidupnya pun tinggi. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. andrew.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia.

di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang). 7 = Porites. Sekalipun demikian. kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www. 4 = meja bercabang. 3 = bercabang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh. 2 = menjari.or.coremap. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. 9 = Scleractinia lain. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja.id/) 52 Persentase terumbu (%) . 6 = Faviidae. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora.

sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. bendungan. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. FAO memasok benih. merusak lebih dari 40. Sebanyak sekitar 1. Pidie. Aceh Barat.9 juta. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air. lembagalembaga pemerintahan. Aceh Besar. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang.000 nelayan dan keluarganya. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. seperti pertanian.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27.823 < 500 17. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. dan industri kecil. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005). Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi.000 – 58.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. pupuk. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. Nagan Raya and Simeulue. Budidaya air: Sebelum tsunami. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang.000 – 48.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. melibatkan sekitar 42. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur.900 orang. Para korban yang selamat. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. perikanan tangkap. dan traktor untuk 8.000 26. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. Aceh Jaya. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. 53 . Lebih dari 80.000 14.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. Walaupun bantuan tersebut sukses.

Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. 110 jembatan. Namun. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. pasar-pasar. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. serta sistem sanitasi.3% pendapatan daerah. 430 LSM lokal. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia.000 orang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. berbagai sekolah. Sebagai contoh. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. kualitas air. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. 54 .

ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. penangkapan ikan yang berlebih. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. dari 5. Namun. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. Namun. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. Reef Check. pengelolaan wilayah pesisir. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. berikut masyarakat yang tergantung padanya. serta perekonomian. kemasyarakatan. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. masih ada setelah tsunami berakhir. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. kualitas air yang rendah. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. pemantauan yang terus menerus. Secara relatif. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. rcinfo@reefcheck. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. seperti penangkapan ikan yang berlebihan. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. dapat terus hidup 55 . dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. 2006). Lebih dari sebelumnya. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. Foster et al.org.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. sebagaimana teramati dalam survei. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. Ada banyak juwana. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. serta konservasi terumbu karang. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang. 56 . Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. batu. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. sistem pengelolaan data. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. Scaridae. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang.

org/ tsunami. Hidup masihlah sulit.reefbase. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan. Sebagai ayah dari 8 anak. India. Namun kini. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. Sri Lanka. rusak karena tsunami. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun. serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh. Wildlife Conservation Society . sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah.000 tanaman coklat. FAO (2005). Namun. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. Namun. “Tapi kita tidak boleh patah semangat. (www. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. 57 . Joanna Ruxton. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. Pada awalnya.htm).Indonesia Program (2005). Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai.asp). dan Stuart Campbell.or. walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat.org/temp/tsunami_report. (www.pdf). dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu. (www. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah.” ujar Yacob. UNEP (2005).fao. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. 66.wetlands. Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali. Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami.id/ tsunami/tsu-index. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka.org/tsunami/). Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami. Petani tua ini kehilangan 1. Wetlands International-Indonesia Programme (2005). kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. (www. Lagipula.gov/id/).000 jiwa korban tsunami hingga 2006. USAID (2005). kacang-kacangan. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan. (www.neaq. (www. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah.unep. Associated Press).usaid. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005).asp). Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut. Namun. kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan.org/ tsunami/tsunami_rpt. Kristian Teleki. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Pada awalnya. Maladewa. Para petani berkata bahwa sayur-mayur.

58 . peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. dan Chaetodontidae.9 karang muda/ m2). menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia.campbell@wcsip. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. 14 bulan setelah tsunami. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. struktur populasi ikan karang. perlindungan terhadap penangkapan. Hubungi: s. 2006 dalam persiapan. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. Acanthuridae. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. Universitas Syiah Kuala. kedekatan jarak dengan terumbu lain. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. ketersediaan habitat. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. serta hidrodinamika lokal. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. (Sumber: Campbell et al.org). Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. Survei tahun 2006.

scip1157@nus. 1.com. e-mail: jakarta@unesco.id). Sumatra. Ayu Destari. Indonesia. Center for Global Change and Earth Observations.org. abh28@cam. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. Kebayoran Baru. Indonesia.uk. Anisa Budiayu. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. Aceh Province. JI. Carlo Cerrano. Sanur. g. Ardiwijaya RL. Reef Check Indonesia. Pengembak no. (www. tropical_reef@bigpond. Corso. cerrano@dipteris. Consultative Group on Indonesia. Gerry Allen. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Yan Manuputty. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. Bogor Agricultural University. Tun K. ayudestari@yahoo. Indonesia. IUCN . 2004 Natural Disaster. Reef Check Foundation.edu. Jan Henning Steffen.unige.) ACUAN Allen GR. Anggoro AW. USA. nanengsetiasih@yahoo. milviapin@yahoo.5. nsh@iucnsl.it. Campbell SJ. dan Yunaldi Yahya. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation.com. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia.The World Conservation Union.bappenas. Università di Genova. et al. Fisheries Diving Club. Reef Check Foundation.com. Annelise Hagan. the December 26. 99 pp. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. GCRMN.bavestrello@univpm. Gunawan CA. College of Marshall Islands. Fax: +62 361 286 383. Jl. Università Politecnica delle Marche. Ivan Silaban. Ibnu Hazam. Skole DL. Bali. 16 pp. WorldFish Center. Telepon: +62 21 7399 818.go. Current Biology. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Baird AH. Wasistini Baitoningsih. Galuh (II) No. Bob Foster. et al. UNESCO Office Jakarta. Nishan Perera. 80228. Jakarta 12110.org. California. Giorgio Bavestrello. Pacific Palisades. bob@reefcheck. Telepon: +62 361 285 297. Fax: +62 21 7279 6489. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Silvia Pinca. Oliver J. Zeehan Jaafar. Samek JH.it.ac. 59 . 32 pp.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan.sg.org. Hagan A. Perera N. 15: 1926-1930. Pulau Weh. National University of Singapore. Foster R.com. (Daftar penulis menurut abjad. Indonesia.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. 3. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. Propinsi Perlis. Kedah Perak. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. dan Selangor. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. Kedah. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. desa nelayan di pesisir. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. jembatan. Perak.721 nelayan terkena dampak secara langsung. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. dan pertokoan rusak. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar.24 juta. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi.15 siang tanggal 26 Desember 2004. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan.4. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam. jetty.626 kapal nelayan (setara US$ 7. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. 61 . namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya.5 juta) hilang atau rusak. tempat tinggal sementara. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang.

Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. 52 di Penang. persediaan air. Kedah. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. 3 di Perak dan 1 di Selangor. 62 . sektor telekomunikasi. 12 di Kedah. jalanan. yang mencegah evakuasi cepat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. Rel kereta api. dan transportasi. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. dan bandar udara tidak terpengaruh. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. Oleh karena itu. sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. saluran air.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. Arshad MA. Coral Cay Conservation. Penang Economic Monthly. Khor HT. Indian Ocean Tsunami. Yalciner AC. Joanna Ruxton. Penang and Langkawi Islands. WorldFish Center Newsletter Vol.reefbase. Abdullah SZ.org. 50603 Kuala Lumpur.pdf). Lee Yoke Lee.tun@cgiar. Mohd Nizam Basiron. (http:// yalciner. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. (www. Abd Wahab AK (2005). 2004. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN. Kevin Hiew. Lee YL. Lim WS (2005). Ghazali NH. 28 No. Abdul Latif F.pdf.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. David Garnett.seri. Bakar P. Tajuddin BH. et al. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas. Malaysia.streaminitiative. Veloo P (2005).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. Ali M.my. REFERENSI Chee PE. Affendi YA. WorldFish Center.my/EconBrief/EconBrief2005-01. PENINJAU Choo Poh Sze.metu. Field Survey on July 09-10. Latun AR.org/Tsunami. PO Box 500 GPO.edu. lembaga pemerintah. Report on December 26. Malaysia. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. Ali M (Eds. University of Malaya. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia. 1 & 2: 17-22. Affendi Yang Amri.asp. Volume 7. 10670 Penang. Peninsular Malaysia.com. Fisheries Research Institute.). WorldFish Center (2005). WorldFish Center Newsletter Vol. Harith H (2005) and Kua BC. Yusuf YB.org/pdf/MalaysiaMarch. Impact of the tsunami on Penang’s economy.edu.www. www. NAGA. NAGA. Penang.yusuf@cgiar. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat. isi makalah oleh: Alias AH. Issue 1: 1-10.pdf). Universiti Malaya Maritime Research Institute. Ramly R. affendi@um. 28 No. (2005). UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini.ce. k. 1 & 2: 23-25.org dan y. Malaysia. Abdullah A. 66 . 2005 North West of Malaysia. dan Kristian Teleki. Siow R.

000 ekor babi dan 7. terumbu karang tidak rusak parah. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. 407 desa. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. MAITREE DUANGSAWASDI. lebih dari 5. Secara umum. Lebih dari 1. tambak. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. beserta alat tangkap. THAMASAK YEEMIN. 13% rusak parah.5. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam. 4. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan.000 terluka. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. Namun. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. 8 dermaga rusak parah. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. dan lebih dari 2. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. keramba. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. lebih dari 8.395 dengan 2.500 hektar lahan pertanian terendam air laut.000 kapal nelayan hilang. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. dan penetasan benur. tidak lama setelah tsunami menimpa.600 unggas ternak hilang. 67 . SUCHAI WORACHANANANT.932 lainnya dinyatakan hilang. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang.

40 dan 10. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). Phang Nga. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. Laporan resmi mencatat 5. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami. Namun. karena mereka tidak 68 . dan juga faktor-faktor buatan manusia. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir.395 korban jiwa. Phuket.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong. Tingkat kerusakan bervariasi. topografi. Trang. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. kemiringan. Krabi. terutama mereka yang berasal dari Eropa. dan lebih dari 8.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi.932 orang masih hilang. 2. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang.30 pagi waktu setempat.000 terluka. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. batimetri dasar laut di perairan lepas. tepat 1. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. dan Satun.

Nakhon Si Thammarat. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Secara besamaan. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). Sebelum tsunami. dan biota laut yang terancam punah. Jumlah korban jiwa pasti. 13% dalam kondisi baik. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. 300 pulau. namun tidak untuk semua lokasi survei.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. 69 . Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. lamun.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. Di Laut Andaman. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi).600 km. ancaman daratan. Contohnya. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. 33% dalam kondisi sedang. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang.000 (4. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). padang lamun. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. Songkhla. kebutuhan psikologis dan sosial.950. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. Pattani dan Narathiwat).000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Chumporn. Surathani. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. Dari dana ini. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. dan kehidupan masyarakat. dan garis pantai yang melebihi 2. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. sejumlah pemerintahan negara. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. sebanyak US$ 123. Chanthaburi dan Trad). Departemen Taman Nasional. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami.

9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002.9 29. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori). namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.0 10.6 28.2 16.7 31. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.2 33.5 1.7 4. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab.6 5. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin.5 26.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik.9 18. Secara keseluruhan. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali.8 26.2 23.9 19. namun basis data tersebut tidak dikelola. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.6 34. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 . Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.2 13. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi.9% Sangat Rusak 16. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand.8 2.4 7.4 28.0 3.1 21.2 23.6 49. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang.7 13. pemerintahan wilayah.7% Rusak 37.4% Sedang 36.1% Baik 7. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan. Pada 23 lokasi.1 15. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.1 36.7 10. DMCR.0 23. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.9 35. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.5 5.

Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. 71 . dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. 2. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. dan Larn. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. Kam Yai. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. mematahkan. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. 8% mengalami kerusakan sedang. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. terutama Pulau Khang Khao. dan 3. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. Thailand Pasca-Tsunami 1. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. Gerakan gelombang yang mencabut. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. penyelimutan. Kam Nui.

khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. terpindahkan. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. Pulau Ka. sebuah lokasi selam yang terkenal. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Sunset Point. Khai Nai. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. karang masif terbalik. Deep Six. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. sejumlah besar pasir. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. dan arah terjangan ombak. 72 . dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Tanjung Krung Noi. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. dan Breakfast Bent. yang mengalami kerusakan tinggi. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. West of Eden. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. kecuali Pulau Miang. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. Pusa Rock. Namun demikian. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. Dok Mai. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. Di Snapper Alley Point. Namun demikian. tipe karang yang mendominasi. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah.

Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. terumbu karang juga mengalami kerusakan. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . namun. Ahli ekologi karang. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”.” Terumbu telah mengalami badai angin. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. setinggi 3 meter. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. dimana 10-30% dari karang rusak. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. Di Kepulauan Phi Phi. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. Di dekat Pulau Tachai. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. dan selalu pulih. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. Di dekat pesisir Teluk Patong. Namun berbeda dari bencana alam.000 orang meninggal. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. . ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka.. Gerry Allen. 50% mengalami kerusakan sedang. berputar di dalam pusaran air. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. dimana lebih dari 1. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic. Desember 2005). Ilmuwan karang Australia. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. terdorong ke satu arah. kepulauan Surin. terdapat karang mati.. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. pengembangan pesisir dan pemanasan global. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung.

Pulau Hae. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Pulau Pu. Pulau Ngai. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. Namun demikian. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. Sejumlah karang lunak telah pulih. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. Teluk Lolana. Teluk Maya. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). Namun demikian. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. 74 . Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. laju pertumbuhan karang yang tinggi. kuda laut. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. Teluk Kata.

Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Sotong terlihat sedang bereproduksi. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. kemungkinan karena pasir yang terangkat. namun semuanya tampak baik-baik saja. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. baik yang kecil maupun besar. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. kabel listrik. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. dimana-mana. dan beberapa hiu paus terlihat. bongkahan gedung. dan puing-puing yang sangat banyak. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. Narima Diving Thailand. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. saffronkiddy@hotmail. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. namun kami telah berpindah 500 m. pakaian. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. Dari kapal. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. dan lainnya. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. Semua itu memakan waktu 1 menit. bungalow. laut tenang. 75 . ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang.com). Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. sementara yang lain terhisap ke dalam air. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. laut seakan berubah menjadi warna putih. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk.

dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. perumahan. dan 24 sekolah.000 orang karena menghancurkan 407 desa. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali.000 kamar rusak atau hancur. dan 14.5% dari lebih dari 7. praktik penangkapan ikan yang merusak. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. sebaiknya dilakukan. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri. pengaruh dari budidaya udang. Namun demikian. telah kehilangan sumber pencaharian.800 rumah. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. Propinsi Trang. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. hanya 306 hektar hutan bakau (0. 4.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. Hanya terdapat 1. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. seperti rotifera dan plankton lainnya. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. membantu dalam stabilisasi pesisir. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . sebagian besar di Propinsi Phang Nga. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian. 200 rumah makan dan 4. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk.7 juta ton metrik senilai US$ 1. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. Menurut DCMR.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. Namun demikian. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir. dan siltasi dari penambangan timah. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. Kerusakan total hanya menimpa 1. dan pariwisata.1 miliar. Disamping itu.5% dari padang lamun. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan. Kerusakan lamun: Hanya 3. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman.

Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. Khao Lak. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi. Enam jagawana lainnya terluka parah.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. keramba. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin. Direktur. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather. dan penetasan benur. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. Sementara itu. patah. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang.600 ekor unggas ternak hilang. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. seperempat dilaporkan rusak. tambak. Di saat kita mulai membangun kembali.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat.137 buah 4.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. atau tertutupi sedimen dan puing-puing.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. WWF Thailand). yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. alat tangkap. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1.000 ekor babi serta 7.228 buah 3. Di Koh Phi Phi. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. dan Pulau Phi Phi. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman.

Benda-benda berukuran besar. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. dan staf registrasi. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. peralatan selam. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. kulkas. Setelah 3 bulan. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. termasuk para perenang snorkel. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . termasuk televisi. Koordinator Proyek. mainan. mesin cuci. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar.500 kali. andrew@hidef. kartu identitas. peralatan. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. rehabilitasi lingkungan.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. sementara hanya 4. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. regu-regu pembersih pantai. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. Barang-barang pribadi seperti baju. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. sepatu. dan lembaga internasional sepert UNEP. peningkatan kapasitas. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. Misalnya. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. Upaya pembersihan terumbu karang. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. kabel-kabel listrik. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. bongkahan atap.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. gedung. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. dukungan kapal. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. pantai. dan pemulihan kehidupan masyarakat.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. seperti rumah bungalow utuh. Segera setelah tsunami. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. stereo.

daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. antara 10-13 Januari 2005. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). pengelolaan limbah. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. rencana cepat tanggap. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. antara 4-8 Januari 2005. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. 79 . masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. dan sistem peringatan dini. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. baik untuk budidaya maupun pariwisata.

mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah.hart@undp. World Bank. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya.org). kapasitas pemantauan. 80 . DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. peralatan. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. Bjorkman. “Kita sudah melihat kopor. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. Barang rongsokan berukuran besar.” kata Mr. Namun. dari kursi teras sampai wastafel. merusak terumbu karang. terumbu karang. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. dan habitat-habitat pesisir. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004.” kata Hakan Bjorkman. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. UNDP. kursi teras. cherie. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. wastafel.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

700 km2. Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12. Sebelum terjadi tsunami. tebing batu yang terjal maupun tegak. dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu).500 km2 dan terumbu karang seluas 1. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. informasi 84 . termasuk terumbu tepi (fringing). gua kapur. Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. hamparan bukit bawah laut.

Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. di depan Penginapan Laguna. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar.5%. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. Namun. saya berada di Pantai Ngapali.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. www. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. milik Reef Check. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. Di negara bagian Rakhine. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. Myanmar. Ngwe Saung. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi.5% sampai 82. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www.exploremyanmar. pari. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. oleh 85 . mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. Penutupan karang batu berkisar antara 32.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami.de). dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. terdapat ikan hiu. Pukul 7:45 di pagi hari. Tidak terdapat. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. 2004. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon.reefcheck. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. Bagi para nelayan sesepuh. yang merupakan Taman Nasional. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. Hari ini tampak seperti biasa. laut masih tenang dan matahari keluar. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. ikan berukuran besar yang melimpah. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. sedikit di atas wilayah Thailand. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo.

DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. “Ini benar-benar luar biasa. dan bangunan sekolah. yang mengalami kerusakan. Menurut laporan-laporan dari PBB. dengan beberapa karang patah atau terbalik. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. dan IFRC. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. bahkan yang kedua. korban jiwa masih dapat diselamatkan. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. membayangkan yang terburuk. SARAN. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. 86 . lembaga-lembaga setempat. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. Antara 5. International Federation of the Red Cross). Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami. yang terletak 320 km dari Myanmar. namun. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). yang selalu terletak pada dataran tinggi. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand.000 orang kehilangan tempat tinggal. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami.000-6.000. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang.000. dan kerugian finansial mencapai US$ 250.

dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. Universitas Newcastle upon Tyne. Reef Check Eropa. Dari hasil konsensus saat ini. Chou Loke Ming. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar.org. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. 10670 Penang.tun@cgiar.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. program pemantauan ekosistem. k. PENINJAU Barbara Brown. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. georg. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. dan pengeboman.streaminitiative. Joanna Ruxton. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. Inggris. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat.de.pdf). termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. 6. KONTAK PENULIS Karenne Tun. Georg Heiss. Phuket Marine Biological Center.org/pdf/050203Myanmar. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove.heiss@reefcheck. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. Universitas Nasional Singapura. Perpusatakaan AIMS. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. Malaysia. Niphon Phongsuwan. PO Box 500 GPO. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). Fahrenheitstr. 28359 Bremen Germany. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. Namun. dan untuk saling bertukar pengalaman. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. WorldFish Centre. Sekolah Biologi.

Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. dalam laporannya. Active Fault Research Center. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami. w h o s e a . paus.htm). reliefweb. et al. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. Ayeyarwaddy division (www. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). Satake Y. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik.unit. India. tulis sebuah harian semi-resmi. seorang ahli zoololgi konservasi. (www.aist. w 3 . ( w w w. go. dan Sri Lanka.Teramatinya ratusan lumba-lumba. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument).jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. seorang peniliti dari Departemen Perikanan. kata Mya Than Tun. Bangladesh. yang dipimpin oleh Brian Smith. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. yang kaya akan biodiversitas laut. National Institute of Advanced Industrial Science and Technology.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. 88 .int/rw/rwb.html).

KUMARAGURU. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. Pada daratan utama. lebih dari 7. 89 . SRI LAZARUS. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. SARANG KULKANRI. dan pencemaran. JERKER TAMELANDER.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). R. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. ROBERT SLUKA. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. K. penambangan terumbu. N. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. dengan kerusakan yang terpusat. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. ANITA MARY. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai.7. JEYABASKARAN. VENKATARAMAN. JAYAKUMAR. MARIMUTHU. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. SWAYAM PRABHA DAS. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. K. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. A. begitu juga pada hutan-hutan.K. jetty. ARJAN RAJASURIYA. DAN J. sedimentasi. terdapat jumlah kematian serupa. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. pengembangan pesisir.

yang menopang kepulauan tersebut. Pada akhirnya. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. 90 . pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. lempengan Burma. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Sehingga. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini.

Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. dan bangunan infrastruktur lainnya. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. Port Blair.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. bandara. di bagian utara Andaman.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. runtuh akibat goncangan. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. Namun. sementara yang lain. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. terbatas dan tidak mudah dijangkau. Car Nicobar. dan Little Andaman tersapu bersih. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. jetty. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati.

EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. Sejak 26 Desember. tetapi hidup berjalan terus. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. Sekretaris Kehormatan. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. Secara umum.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. air datang’. dan 1. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah.000 penduduk di rantai pulau terpencil. 145 jenis karang lunak. Pada beberapa dermaga. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. Cuddalore. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. WWF-India. Kira-kira satu jam kemudian. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut.5-5 meter. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. Lebih dari 260 jenis karang batu. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. mengatakan bahwa ‘air datang. coli dan Salmonella. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. Masyarakat sangatlah menderita.000 jiwa. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. Kebanyakan dari 356. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. dan pulau-pulau Lakshadweep. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. terumbu karang pada daratan utama. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. 92 . Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. Lebih lanjut lagi. dengan jumlah korban lebih dari 10.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. saat gempa bumi pertama datang. Pada saat ini. Kepulauan Andaman dan Nikobar). suasana hati sangatlah gundah. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. Lagipula. akan kembali lagi. Hampir 6. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran.

Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. Volume 308. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. dalam kondisi baik. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. meningkat dari 279. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Alok Tripathi. sedimentasi. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. Isu 5720). terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. seekor singa sedang istirahat. seekor kuda yang sedang terbang. 6 diantaranya dianggap tenggelam. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. mempengaruhi 55% dari terumbu. Sebelum tsunami. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. 93 . dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. yang memimpin penggalian ini. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. gajah.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas.000 pada tahun 1991 menjadi 405. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. pengembangan pesisir. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. Menurut para pakar arkeologi. praktik pengelolaan yang buruk. binatang singa. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. Lebih dari 1. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. dan pencemaran.000 pada 2001. penambangan karang. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya.

Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. ungkap Vanaja. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn.newindpress. dengan penutupan karang sebesar 20%. Hydnophora. ungkap Jesuratnam. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. 172 yang baru. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. dan sedimentasi yang tinggi. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. dan selatan kepulauan Andaman. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. Jika tidak. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. fluktuasi suhu yang besar.com dan International Collective in Support of Fishworkers. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. icsf@icsf. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. serta sebagai wilayah peneluran penyu. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. Sebelum terjadi tsunami. Mereka mengatakan tak punya pilihan. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora.net). padang lamun. Goniastrea dan Goniopora yang masif. Kehidupan kami bergantung pada laut”. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. dan terdapat juga jenis Favia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. Keputusan Pemerintah No. pemerintah menolak membantu pembangunannya. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). berisi panduan untuk pembangunan rumah. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. seorang pekerja sosial. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. Wilayah laut di Teluk Mannar. 94 . yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. Kami perlu berada dekat laut. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah.

dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. Pada awalnya. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. Namun. Empat suku Andaman: Andaman Besar. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m).000 hektar. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. Sebelum tsunami terjadi. populasi yang berlebih. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. sawah. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. yang akan mendorong pertumbuhan karang. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. terancam oleh penyakit. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. Mayoritas suku tersebut terancam punah. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. Namun. Hutan 95 . dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. seperti batang pohon. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Kesadaran mereka mengenai laut. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. National Geographic News). sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. dan kekurangan sumber daya. Jarawa. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. serta Sentinel. bumi. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. Onge.

Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. peningkatan suhu. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. Namun. tetapi kematian masih dapat terjadi. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. Patahan Acropora spp. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. Redskin: Terumbu karang. rusak parah. masih dapat hidup. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. dan radiasi sinar UV. Di sejumlah wilayah. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. sebelum dan sesudah tsunami. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. termasuk Porites lutea yang mendominasi. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter.

Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. dan Porites. hanya beberapa koloni Acropora. namun lebih ringan. topografi dan komposisi pantai telah berubah. Tarasa. dan Psammacora yang patah atau terguling. Porites nigrescens. Porites. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. dan Great Nicobar (Nikobar Besar).Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. Namun demikian. Acropora. Nancowry. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. Trinkat. Katchal. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . termasuk di Car Nicobar. Interview. Koloni-koloni besar terangkat. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. Echnipora. Terumbu Utara. dan Acropora spp. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. Jenis Acropora paling besar dampaknya. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Comorta.

dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. setelah tsunami terjadi. Upputhanni. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. baronang (Siganus). nyaris hilang. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan.5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). dan nilai ini tidak memengaruhi karang. sementara 98 . Karang batu. Kariyachalli. Pulau Great Nicobar. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. Pada bulan Mei 2005. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Mulli. Sejumlah karang mengalami pemutihan. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah.4 mg/hari setelah tsunami. Poomarichan. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. yang megakibatkan kematian. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. Namun demikian. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. Vali Munai. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. North Passage. Pulvinichalli. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. Pada bulan Januari 2005. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. kue (Carangoides malabaricus).7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. pasir. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. telah hilang. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. Thalaiyari.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Kurusadai. Yaanipar. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. alga. Teluk Kachchh.

Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. Sejauh ini. serta peralatan perikanan. Andaman Kecil. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. dan hutan bakau pesisir. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . penyu sisik. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. penyu lekang. makanan. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. suaka. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. penyu hijau. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. Sejak tahun 2001. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. patahan karang serta spong. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami.000 m dari laut. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. WWF International). Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. kapal.

yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. namun. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. instansi pemerintahan. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. dan LSM. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. dan data terumbu karang yang lebih baik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. Oleh karena itu. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. pengelolaan. 100 . Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. pertanian. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. dan kehutanan.

Wilson JJ. K Jayakumar. Robert D Sluka. arjan@nara. Arjan Rajasuriya. R Jeyabaskaran.in. T Shumugaraj. dan J Jerald Wilson. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. Wilson. Z Islam. Sri Lazarus.com. Millennium Relief and Development Services. 1775) in Pudhumadam coastal waters. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar.Biol. Reef Watch Marine Conservation. dan jjeraldwilson@hotmail. National Coral Reef Research Institute. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report.net.org. Platax teira (Forsskal. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT). Sarang Kulkanri. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. Suganthi Devadason Marine Research Institute. Ministry of Environmental and Forests. kjkkumar@yahoo. bobsluka@mrds. lazarus_lasu@yahoo. Jayakumar K. Government of India. 47(1): 83-87. marineani@rediffmail. Institute for Environmental Research and Social Education. Mumbai. Kumaraguru AK. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander.Mar. jet@ iucnsl. jkpatti@sancharnet. nba_india@vsnl. akkguru@eth. marinemari@hotmail.lk.com. Current Science. Anita Mary.Ass. Wilson JJ. J.ac.org. 101 . 89(8): 13101312. Current Science. funded by CORDIO. Madurai Kamaraj University. National Aquatic Resources Research & Development Agency. jeybas@hotmail. AK Kumaraguru.India.net. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. N Marimuthu.com. WWF-India. Marimuthu N. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. K Venkataraman. sarang@reefwatchindia. 36 pp.org. National Biodiversity Authority.com. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. Reef Watch Marine Conservation. JJ.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. India.com. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. Marimuthu N. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi. 89(10): 1729-1741. JK Patterson Edward. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish.com.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

000 rumah hancur. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak. CHAMIN DA KARUNARATHNA.8. Matara dan Hambantota). dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. namun. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. diterima oleh masyarakat. NISHAN PERERA. dan berkelanjutan.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. MALIK FERNANDO.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak.5 meter. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle.000 sampai 37.5% dari PDB). jika karang diinginkan kembali pulih. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada. 90. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas. sepanjang 1. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. 100. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi.

wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. Matara. batimetri. Pada kasus-kasus terburuk. sampai 78% di Amparai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100.000 orang.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut.5% dari PDB). Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. terdapat 27. dan bentuk daratan. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. dimana 20% dari populasi terkena. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. Tragisnya. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. dan Hambantota. Diantara korban jiwa tersebut. dan 80% di Mullaitivu. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing.000 sampai 37. bergantung pada energi gelombang.

seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). 105 . Sri Lanka timur. serta biaya. serta meja di Sri Lanka. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. institusional. gundukan. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. yang juga terlindungi dari muson barat daya. khususnya pengeboman.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. di dekat Trincomalee. dan timur. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. Disamping itu. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. selatan. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. Pada tahun 1998. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen.

bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. Project Aware. pekerja medis. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. dan wisatawan. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. tekstil. terdapat batang ranting pohon. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. Thomas College sub-Aqua. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. dan operator selam. International Water Management Institute. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. peralatan selam dan kapal. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. Misalnya. pengelola hotel. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. Sebelum tsunami. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Namun. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. plastik. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. termasuk dari Klub St. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. dan Marine Pollution Prevention Authority. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. Daerah Hikkaduwa. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. dan mengalami deplesi dari 106 . termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. dicetak dalam bahasa Inggris. Di sisi lain. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. bahan konstruksi. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. Department of Wildlife Conservation. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. dan Sewalanka Foundation. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. Unuwatuna. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. Sinhala. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. peralatan rumah tangga.

sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. menderita akibat penginjakan terumbu. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata. dan Pulau Merpati. Secara umum. yang terkenal di antara para wisatawan. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. teripang. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. Di Teluk Belanda. 107 . termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. di dekat Trincimalee. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. dan akumulasi dari sampah padat. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. serta moluska jenis Turbinella pyrum. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. pengumpulan cinderamata yang tak diatur.

yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan.org dan Elisabeth Waechter. 108 . Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. UNEP Nairobi). Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. elisabeth. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. Di pantai. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. mengejutkan. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa.waechtar@unep. Tingkat kerusakan ini beragam. di semua daratan yang dimasukinya. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. Klaus Toepfer. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. Porites. puing-puing. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. serta padang lamun. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. namun sangat penting. terutama marga Goniastrea. Pada beberapa wilayah. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. dan Favia. Namun. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. termasuk Sri Lanka. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. lapisan pertama mangrove rusak parah. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. seperti terumbu karang. hutan mangrove. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak.nuttal@unep. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri.org. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. bukanlah suatu kemewahan. nick. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. Direktur Eksekutif UNEP. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. orang-orang yang kita cintai.

Sampah dan puing-puing.5% menjadi 12%. Nilaveli. Terumbu yang terdapat di Rumassala. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. Di wilayah lainnya. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. batang dan ranting pohon. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. Kalkudah. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Di Kapparatota – Weligama. Kapparotota/Weligama. yang terlindungi dari gelombang.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Namun. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. Unawatuna. Di Pulau Koral. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. dan Hikkaduwa. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. yang terbentuk setelah tahun 1998. serta peralatan rumah tangga berlimpah. Kudawella. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. 109 . Teluk Galle tidak terpengaruh. Polhena. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. bagian-bagian kapal. sebagian besar tekstil. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. Namun. dari 17% menjadi 30%. dan sebuah upaya pembersihan terumbu.

terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. dan ikan emperor (Lethrinidae). Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. Di Kudawella. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. Weligana. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. beragam bergantung lokasinya. Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. yang terletak di sebelah barat Tangalle. kurang terpengaruh. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. Namun. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. seperti kerapu (Serranidae). terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. Di Polhena. 110 . Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. Terumbu di Tangalle. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. energi dari tsunami teredam. penambangan karang. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. ikan kakap (Lutjanidae). terutama ikan damsel (Pomacentridae). dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. ikan gobi (Gobiidae). dan ikan maming (Labridae). pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). di sepanjang pesisir timur dan barat daya. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. kelimpahan ikan. ikan sweetlips (Haemulidae). Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. Ussangoda. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. dan Unawatuna.

000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka. Ibu Shiranee Yasaratne.000 oleh IUCN.520 kapal tradisional tanpa mesin. sebanyak 2% dari PDB nasional. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. Saat ini. 7. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur. dan diperkirakan bakal mencapai 600. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami.000 pada tahun 2005.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur. fasilitas penyimpanan dingin. termasuk 594 kapal harian. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. sekitar 90. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif.000 orang secara langsung dan sebanyak 65. alat. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. dan juga kamus. MJF Foundation dan Linea Aqua.000.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. dan jaring juga telah hancur. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. mempekerjakan sebanyak 50.org). dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. seperti mesin lepas. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu.iucnsl. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. Disamping itu. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. Disamping itu. Sebanyak 27. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi. sekitar 26% dari 18.996 kapal bermesin dan sekitar 10. Angka ini direvisi menjadi 425.000 orang secara tidak langsung. Peralatan nelayan. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka.000 pada tahun 2004. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. 111 . berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www.

dan pelatihan. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. dan 3 pelabuhan perikanan. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. dan industri. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. jaring. Scuba POP.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. Australia memberikan US$ 16 juta. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. peralatan penangkapan. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. 112 . yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. kehidupan masyarakat. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. sekolah-sekolah kejuruan. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. Japanese Bank for International Cooperation. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. termasuk US$ 550. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan.

Jerker Tamelander. enp@iucnsl. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. Bernard Salvat. LSM.. 2005. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al.org/Tsunami/srilanka-assessment. dan Bambaradeniya et al. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. dan Dan Wilhelmsson. Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. AusAID. January 10-28.lk dan chaminda@nara. Colombo 7. Rajasuriya et al. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143.lk. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. tenaga. ADB/JBIC/ World Bank. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi. Malik Fernando.lk. dan berkelanjutan. Joanna Ruxton. Klub Sub Aqua Sri Lanka. Australian Government. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. Rajasuriya. IUCN Sri Lanka Country Office. Kristian Teleki. Nishan Perera. arjan@nara. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. Colombo Sri Lanka. (www. jet@iucnsl. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis.ac. PENINJAU Sian Owen. CORDIO. Melaksanakan pemantauan secara teratur. Japan Bank for International Cooperation.adb.developmentgateway. 2005. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005.ac.au/jahia/Jahia/pid/2626). pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami.org. Asian Development Bank. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA).Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. (www. limpasan nutrien. 113 . dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan.asp).org. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. IUCN Asia Regional Programme. diterima secara sosial. malikfern@eureka. 2004.com. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya..

ac.org/ tsunami/resources/iucn-reports. Sengupta S. 1. (www.usaid. (www. NARA. IUCN.org/tsunami/tsunami_rpt.asp). Iucn. CORDIO. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction. 20 January 2005. Kenya. IUCN – The World Conservation Union.lk/RAP).htm). UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka.htm). IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action. (www.iucn.unep. United Nations Environment Programme. Perera A.gov/locations/asia_near_east/). 114 . (www. (www. Tamelander J. et al.nara.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No.org/tsuanmi/resources/iucnreports.

Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. sumber pasir dan batu. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. dinding dermaga (wharf walls). tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. WILLIAM ALLISON. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). ARJAN RAJASURIYA. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. kurang lebih sepertiga dari 300. ANGUS THOMPSON. dan memindahkan 375. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. dan penarik utama dalam industri pariwisata. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). JEAN LUC SOLANDT.000 meter kubik pasir ke cekungan galian. Namun. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. dan pertanian. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. armada perikanan. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. gangguan pasokan air bersih.9. JERKER TAMELANDER. perikanan. banjir menyebabkan matinya listrik. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. ataupun infrastruktur lokal lainnya. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. jembatan penghubung selat (causeways). pekerjaan. HUGH SWEATMAN.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. GEOFF DEWS. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). jetty. JOHN GUNN. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. erosi daerah pesisir. 115 . 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. harta pribadi. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. sementara hampir sepertiga dari 300.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini.000 juta. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. atau infrastruktur lokal lainnya.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. bangunan. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. erosi daerah pesisir. dan 12% berasal dari perikanan karang. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. Genangan pertama adalah yang terbesar. 117 . dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. gangguan pasokan air bersih.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. armada perikanan. ibu kota Maladewa. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. pekerjaan. pariwisata.

Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. hiu (bagian siripnya). STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004). Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998.200 jenis biota telah ditemukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. teripang. dan ikan hias diambil untuk diekspor. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. Selain itu. 118 Tutupan karang (%) . Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. tengah.

fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. kursi. TV. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. para staf dan tamu ketakutan. berjaga-jaga dari penjarah. Syukurlah. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. dengan perairan dalam di sekelilingnya. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. saat gelombang menyapu pulau. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. Suasana resor sepi sehabis Natal. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. Aku berhenti bernafas. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. theloweroad@gmail. Ini adalah pulau terpencil. Lalu hening. Di tahun 2002. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. 1 meter di atas permukaan laut.com). Sebagai tambahan. dan saat aku sadar. komputer. jangan bergerak”. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. cerah dan hangat. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. menunggu pertolongan. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. Aku berteriak ke arah para tamu. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. “Jauhi pantai. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. 119 . gelombang akan balik lagi. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. air sudah pergi. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. Detik berikutnya. tak tahu apa yang harus dilakukan. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. Sungguh mengherankan. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. Namun. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. memanjat meja. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Saat aku kembali ke Amerika. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. patroli di pulau. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. Air laut masuk melalui kolong pintu.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu.

fin. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Konsekuensinya bervariasi. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. snorkel. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. Sayangnya. Pasang yang sangat tinggi. 120 . jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison.mv). Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Di Pulau Goidhoo. dan air bila diperlukan). Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Di banyak pulau. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. beliamall@dhivehinet.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. yang merupakan selokan alami. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. seberapa banyak air laut dapat masuk. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan.net. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. begitulah yang terpikir. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. saat kemudian gelombang datang.

Kolhuvaariyaafushi. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. beberapa timbunan pasir. Umumnya. atau Thuvaru. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. Di sisi timur atol. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. Keyodhoo. dan Devana Kandu. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. 121 . dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). namun. dan pecahan karang yang berserakan. Namun. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. dan Embudhoo. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur).

hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami.000. 122 . kedatangan wisatawan menurun. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. kami melihat banyak puing di air. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. 1. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. Saat sarapan.200 tempat tidur hotel hilang. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. air minum dibatasi. makanan habis. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. semua barang-barang kami hancur. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. dll.000 menjadi di atas 615. Sejak tahun 1978 sampai 2004. Kami tidur saat itu terjadi. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. Tak ada listrik. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. Namun. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. pakaian. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Hampir setahun kemudian. Air berputar cepat pada penyelaman pertama. keadaan lebih kacau lagi. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. Atol Ari. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. bagian-bagian kapal. kotak es. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. Di perjalanan pulang ke Fru. sepatu. Kembali ke kapal sangatlah susah. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. Di kedalaman 18 m. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. Malé Utara. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. Di resor.

rendaman kerikil. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. Selain dari kerugian tersebut. Sehingga. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup. dan jumlahnya melimpah. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. Pembangunan kembali sedang berjalan. namun. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. dan keramba apung. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. 120 penanda masuk (penyelaman). tsunami memindahkan 375. merusak 50 armada laut lainnya. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. dan 300 m jembatan selat. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. tempat pembekuan. dan besi untuk struktur beton. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. 123 . disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. walaupun banyak pelabuhan yang rusak.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal.000 rumah telah hancur karena tsunami. 15. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. terdapat di laut lepas. 25 lampu pemandu. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang.200 m dinding dermaga. 4. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. 65 penanda terumbu. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares).Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah.000 m dinding pelabuhan. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. yang selalu bermigrasi. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain.

Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. dengan menghabiskan US$ 1. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. penyediaan mata pencaharian alternatif. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. Jadi. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. 124 . USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. pelestarian budaya. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. terpal. AusAID. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. wadah air dan air layak minum. serta peralatan kebersihan. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. KESIMPULAN. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. REKOMENDASI.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan.

Menteri Perikanan. Usaha-usaha di bidang lingkungan. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah.”ujar Kari Blindheim. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. peralatan.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. secara ekonomi. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional. dan tanggapan terhadap bencana. menganalisa. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. dan organisasi yang diperlukan. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. Pertanian. perencanaan. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. Leporan juga menyebutkan bahwa. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. operator wisata. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur.org/tsunami). “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. 125 . Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang.undp. masyarakat. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. konsekwensinya akan sangat serius.

Walaupun begitu. dan bahan konstruksi. perawatan pelabuhan. dan dari terumbu tempat pakan ikan.org.htm). termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. pasir. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial.seafriends.nz/oceano/seasand. www. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. Pada tahun 1992. Pertanian. bahan bangunan. Menteri Perikanan. 126 . dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. yang ternyata meningkat sejak tsunami.org/tsunami). pada terumbu di tepi atol. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau.unep. baik secara musiman maupun jangka panjang.

Zahir et al. KONTAK PENULIS Hussein Zahir. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. dan Chris Wood.au.ausaid. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State . Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005).au/hottopics/ topic. 127 .thompson@aims. Jerker Tamelander.lk. Dews G.sweatman@aims.mv.gov.org. dan Mary Wakeford.Gunn@csiro. dan m.org/marine_world/MCS_Maldives_report.undp.org/tsunami/reports/maldives.gov. dalam laporan GCRMN.mv. Mohamed U. Marine Research Centre. Colombo. Colombo.gov. Australian Institute of Marine Science (AIMS). UNEP (2005). John.undp.mv. John Gunn. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. August 2002. (www. UNDP (2005). a. Marine Conservation Society. (www.gov. Malé.pdf). ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. jet@iucnsl. (www.pdf).au.au. Rajasuriya dkk.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). UK. Geoff Dews.Republic of Maldives. World Congress on Aquatic Protected Areas. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147.wakeford@aims. Jean-Luc Solandt. hzahir@mrc. Cairns. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami.gov. jls@mcsuk.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam.ac.org and www. (www.org/drtf/). Kristian Teleki.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920). Maldives. Angus Thompson. Australian Government. termasuk kontribusi H.unep. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Joanna Ruxton. h. arjan@nara.au/publications/ pubout. Hugh Sweatman.net. beliamall@dhivehinet. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A.ausaid.au. Sri Lanka. (www. William Allison. Sri Lanka.org.mv.gov. Arjan Rajasuriya.mcsuk. Australian Institute of Marine Science. IUCN Sri Lanka Country Office. Naeem H.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. DAVID OBURA. 129 . perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. MARTIN RUSSELL. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. polusi. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. pelabuhan. UDO ENGELHARDT. KATE PIKE. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. JAN ROBINSON. dan peralatan. penangkapan ikan yang merusak. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. diversi mata uang untuk bantuan. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. akan membantu proses pemulihan. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. infrastruktur. ROLPH PAYET. dinding laut. tumbuhan pesisir. jalan-jalan. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air.10. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. menjadi mati atau rusak. dan jembatanjembatan. JUDE BIJOUX. Secara umum. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. Gelombang kedua lebih kecil. dan kehilangan karyawan. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. kapal penangkap ikan. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai.

Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. membentang seluas 1.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. perumahan. tumbuhan pesisir.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. (kelompok dalam).000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. dan infrastruktur. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. Tsunami dimulai dari jarak 4. jalanan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar.374. Praslin. dimana tak terkena dampak tsunami. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. jembatan. perumahan.

Acanthastrea. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. seperti Taman Laut Ste Anne. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. lahan siap pakai. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. ikan kakatua. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. Namun di tahun 1998. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA).5% di tahun 2000 menjadi 14. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. snorkeling. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. Sebagai tambahan. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. 131 . Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. sekolah. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. terutama ikan kepe-kepe. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru. sarana publik. infrastruktur perikanan. Secara nyata. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. pertanian. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. perumahan. wrasse. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. sarana olah raga. Lebih jauh lagi. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat.3% di tahun 2004. Goniopora.2% di tahun 2004. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. kerapu. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. kakatua. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. Pada tahun 2004. dan penyelaman. dan Physogyra. sebagaimana pula kepe-kepe. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Diploastrea. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. dan trigger. dan kerapu di dalam MPA. kakap.4% di tahun 2000 menjadi 6. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun.

rusak. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. batimetri lokal dan geologi. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. 132 . terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. seperti Grand Rocher. dan Heliopora (karang biru). perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. yaitu Physogyra dan Pachyseris. Airport. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Pointe Police. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. Di perairan yang lebih dalam. serta kondisi terumbu karang. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. Pocillopora dan Millepora (karang api). contohnya Anse Copre. Namun. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. namun. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. Millepora. seperti yang terdapat di Moyenne. dan Baie Ternay. Tampaknya. Port Launay. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. dan West Rocks. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. Keragaman karang tetap tinggi. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. dan jarang yang sampai 10%. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. Pocillopora. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. Sehingga. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. Di perairan yang lebih dalam. Anse Royal. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. dimana kurang dari 1% koloni karang. tidak terkena dampak. Umumnya. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. Populasi ikan secara umum lebih sehat. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998.

karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. dengan tekanan melingkar. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. yang disurvei. 133 . Di banyak situs. Berkarbonat: >50% pada substrat. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. seperti Isle Coco. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Pierre. dari arah kedatangan tsunami. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. Pengaruh batimetri lokal. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . Berkarbonat: >50% pada substrat.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. Isle Coco adalah terumbu paling timur. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. sangat jelas tergambar di beberapa area. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. St. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei.

kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. Namun. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. Secara keseluruhan. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. dan karang mengerak tertutup sedimen. Di Anse La Mouche. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. Tak terdapat keanehan di Providence. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. Di La Reserve. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. Di Taman Laut Curieuse. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. sehingga merusak 16% karang. Anse Royale (Mahé). contohnya Anse Petit Cours (Praslin). 134 . dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. Anse Petit Cours. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. 240 km tenggara Mahé. dan Anse la Mouche (Mahé). Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. Namun. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. 700 km dari Mahé. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé.

atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang. dan mengganti kerusakan infrastruktur.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. jumlahnya melebihi 1. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. Lebih jelas lagi. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. Selain kerusakan fisik. Divisi Keamanan Sosial.7 juta).000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. sebagian besar sekarang telah diangkat. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak. Pada kenyataannya.0 sampai 4. Otoritas Perikanan Seychelles.000). dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. Kantor Administrasi Kabupaten. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. 135 . polusi.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. termasuk peralatan memancing.) per unit usaha meningkat 68%. dengan perkiraan biaya SR$ 14. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. Kantor Kepresidenan. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. dimana 15 angkutan tenggelam. termasuk menurunnya arus mata uang asing. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). Kerugian pada armada perikanan. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp.3 juta (US$ 2. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak.200 orang.5 juta (US$ 760. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus.000 sampai 855. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. Kementrian Keuangan. diperkirakan sebesar SR$ 4. memperbaiki armada.

au. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. martinr@gbrmpa. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. jrobinson@sfa. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. Great Barrier Reef Marine Park Authority. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. Udo Engelhardt. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. k. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal.gov. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. peralatan patroli.Skewes@csiro.org. reefcare@ozemail. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA.) 136 . sc. IUCN. ps@env.sc.au. dobura@cordioea. CORDIO East Africa. Reefcare International Pty Ltd. (Susunan penulis berdasarkan abjad.bijoux@scmrt-mpa. Department of Environment. Mombasa.org. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. regional. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif. CSIRO. Ameer. Kate Pike.au. Kenya. Timothy Skewes. Global Marine Program. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA. Martin Russell.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan.gov. Australia. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. j. Seychelles Fishing Authority.com. Jan Robinson.sc. Australia. David Obura. Rolph Payet. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. Jude Bijoux. Timothy.Abdulla@iucn.sc. Seychelles.pike@scmrt-mpa.

(www.org/tsunami/tsunami_rpt. IUCN/CORDIO. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. CORDIO. dan Turner et al. Obura D.au/publications/ pubout. Skewes T. United Nations Environment Programme. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al. (2002). (2000).org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05. (www. (2002). Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. CSIRO Marine and Atmospheric Research.unep. (2005). 137 .pdf).Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles.iucn.sfa.gov. (www.sc). Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. Kenya. Teleki dan Spencer (2000).ausaid. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles. UNEP. Nairobi. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (www. (2005). Report to AusAID. ##). 54pp. Teleki et al. (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. Pike (tak dipublikasi. Ye Y.asp).cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). Stobart et al. AusAID. Souter et al. IUCN. Payet et al.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. 11 di Tanzania. 2. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. dan 22.500 orang mengungsi. Saat gelombang mencapai Yaman. Dampak terbesar 139 . dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. Sumur-sumur pesisir. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. salinisasi sumur. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. Walaupun demikian. 4. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. kapal. kekeringan. dan 1 di Kenya. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. Di Yaman. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. Di Somalia. sumber air tanah. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia.000 terkena dampak langsung. peralatan pancing. 18.11. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. erosi pantai lokal. kerugian infrastruktur perikanan. 1 di Yaman (Sokotra). Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara.2 juta penduduk. Di Kenya dan Tanzania.

yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. infrastruktur perikanan. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. erosi pantai lokal. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. 140 . kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. dan 44 rumah penyimpanan. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. dan kerusakan pada 27 kapal. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. dan Kepulauan Sokotra. 204 rumah. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. alat pancing. 60 kapal motor tempel.

yang ditambatkan di laguna yang terlindung. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam.500 orang mengungsi. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat.000 orang terkena dampak langsung bencana. batuk kering yang berat. terseret jangkarnya. Tanzania. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. Di Kenya. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. termasuk uranium radioaktif. perdarahan mulut. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. dan 18. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. termasuk penyakit pernafasan akut. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. 4. 141 . Sebagai tambahan. dan kimiawi lainnya. terutama di dekat Hafun.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. sumber-sumber air tanah. Sebagai tambahan. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya.5 m. rumah sakit. sumur-sumur pesisir. 289 orang meninggal. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. iritasi kulit yang tidak biasa. Sekitar 22. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. perdarahan perut. kadmium. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. dan peralatan. kapal ikan. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. timah.

Mozambik. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. baik di darat maupun di laut.edu/uhslc/iotd/). Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). 142 . Komoros.soest. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. Saya de Malha. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang.hawaii. sehingga tak ada kerusakan luas. Di tempat lain di Mauritius. Madagaskar. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore. Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara. dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles.

berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. Sebelum tahun 1998. Sebelum tsunami. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. Di bagian utara Kenya. 143 . Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. di terumbu yang mudah diakses. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Tutupan karang. dan sedimentasi.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). di terumbu yang tak dapat diakses. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. sedimentasi. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. Namun demikian. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. terutama di dalam MPA-MPA. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. penangkapan yang merusak. Sebelum 1998. polusi. Namun demikian. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. Millepora juga jarang. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang).Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. dan polusi. Sebagai contoh. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. tutupan karang keras hidup. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. Pada terumbu yang lebih dalam. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. penangkapan yang berlebih. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Tercatat 653 kapal. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. Sebelum tahun 1998. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. george. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. dan peralatan penangkapan ikan.kurous@fao. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. dimana lebih dari 2.2 juta. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. sedimentasi.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. Hans Båge. gudang penyimpanan. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. pengolah. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. mesin. Petugas Informasi. kait. Pakar FAO. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. dan polusi. mesin. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan.625 jaring. terutama nelayan”. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. namun. Tanzania: Sebelum tahun 1998.org). Gelombang besar merusak kapal. UNFAO. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. dan kompetisi dengan alga.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. dan 16. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. 569 mesin. penjual. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . dan dermaga. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. wabah penyakit karang tahun 2002. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. 1. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. pancing.

Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. di laguna dangkal Mombasa. Dar es Salaam. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. pada koloni yang telah diberi tanda. dan lokal. peralatan rumah tangga. Tanga.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. dan kekurangan pangan. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. komponen media swasta dan 145 . Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien.000 penduduk. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. dan air minum. kekeringan. Seychelles. makanan. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. Madagaskar. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. Mayotte. sementara di Pulau Mafia. penangkapan yang berlebih. nasional. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. dimana lebih dari 1. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. Songo Songo. pesisir. Terumbu. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. dan tak ada yang rusak di 300 individu. dan Mtwara. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. Di Kenya. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. terjadi saat surut. pasokan medis. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. Cargados Carajas. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%.

CORDIO East Africa. Kenya. Bernard Salvat.unep. UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. (www. P. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. dan Friends of Soqotra. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. USAID: Somalia (2005). Obura et al. 2 (July 2005): 1. dan masyarakat. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. (2005). panduan. (2004). televisi. serta makalah oleh Mohammed et al. mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. Miranda Morris. Box 10135 Mombasa. (www. dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). dan USAID. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). (www. KONTAK PENULIS David Obura. Socotra Conservation Fund. Lyndon DeVantier. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.fao.usaid. internet). dan Kristian Teleki. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. (2004). departemendepartemen pemerintah. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia.asp). terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. Kenya. Ldevantier@aol. juga Kotb et al.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. Obura (2005).gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. United Nations Environment Programme.html).org/ newsroom/en/news/2005/107210/). Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. FAO. serta latihan uji skenario. dobura@cordioea. PENINJAU David Garnett. sektor swasta. 146 . Joanna Ruxton. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. dan Ahamada et al. Nairobi.org.com. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. dan rencana pengelolaan bencana.org/tsunami/tsunami_rpt.O.

Olwig MF.LAMPIRAN 1. Robinson D. Ji C. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. et al. Hughes TP. Bigot L. Folke C. Science. 15: 1926-1930. Carpenter SR. Burke L. Ardiwijaya RL. Dahdouh-Guebas F. et al. Science. Bijoux J. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Science. In: Wilkinson C (ed. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. AUSGEO news. Cummins P. Sørensen MK. Townsville. Science. Campbell SJ. Current Biology. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. 24(4): 535. Coral Reefs. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. 147 . Bilham R (2005) A flying start. 189-211. UK. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. et al. Australian Institute of Marine Science. et al.Andaman earthquake. Bosire JO. Selig L. 310: 643. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Chavanich S. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Sojisuporn P. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. Queensland. Issue 77. Di Nitto D. Second Report.) Status of coral reefs of the World: 2004. Thio HK. then a slow slip. Jayatissa LP. Cambridge. 436: 759. UNEP-WCMC. Chatenoux B. Baird AH. Ahamada S. Selvam V. ANJURAN BACAAN Adger WN. pp. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. Siripong A. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. 308: 1126-1127. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Nature. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. UNEP/CBD/ SBSTTA. Ammon C. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. Anggoro AW. Cauvin B. 309: 1036-1039. et al. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. 308: 1133-1139. UNEP/DEWA/GRID-Europe. 15(12): 443-447. Australia. Switzerland.

Australia. Nature. Mofjeld HO. Kanamori H. Cabanban A. Queensland. 86: 301-304. 171: 372. Townsville. Shearer PM. Andaman Sea. January 2005. In: Wilkinson C (ed. 434: 573-574. India. Obura D. Venkataraman K. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. et al. Sweden. pp. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. Coral Reefs. 434: 581-582. Ammon CJ. Islam Z. Australia. et al. Tun K. University of Kalmar. Reef Check Foundation. Lynett P. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. Daniels C. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. 148 . 171-188. Vidale JE (2005) Extent.) Status of coral reefs of the World: 2004. Okal E. California. Science. Zahir H. Nettles M. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. Nature. 308: 1595. 308: 1139-1143. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. et al.(ed. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. McCulley JL. 433: 350-353. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake.pdf). et al. USA. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Tanzania. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. Indian Ocean. et al. Liu PL-F. Queensland. Townsville. Australian Institute of Marine Science. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. California. Science. Chagos. Chou LM. Jaffe BE. 436: 1071. Stein S.tourismconcern. 307: 657.uk/pdfs/Final%20report. Phongsuwan N. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. University of California Press. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Souter D. Maldives and Sri Lanka. Australian Institute of Marine Science. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Foster R. Linden O (eds. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Fernando H. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss.) Status of coral reefs of the World: 2004. Science. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. (www. (2004) Status of coral reefs. Spalding M. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. Pacific Palisades. Australian Institute of Marine Science. Gunawan CA. 308: 1127-1133. Park J. Tuan VS. Church J.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. 309: 2045-2048. Rabinovich AB. Song TRA. Seychelles. Hagan A.) Status of coral reefs of the World: 2004. pp. Indonesia. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. 213231.org. Houston H. Eos Transactions. Ishii M. Thomson RE. USA. Science. 435: 933-936. 235-275. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. Lay T. Science. Nature. Kalombo H. In: Wilkinson C (ed. Rajasuriya A. 85 pp. Australia. Tromp J. Queensland. Townsville. AGU. Titov V. Mendis SG. In: Wilkinson C. Perera N. Nature. Ravilious C. et al. Mozambique and South Africa. pp.

Oliver J. 557 pp.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004. Australia. Anjuran Bacaan Tun K. 149 .asp). Townsville. Wilkinson C (ed. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Australian Institute of Marine Science.unep.Lampiran 1. Kenya (www. and Global Coral Reef Monitoring Network.org/tsunami/tsunami_rpt. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. United Nations Environment Programme.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

LAMPIRAN 2. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Lampiran 2. Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 .

dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia . Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI.Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 . Ilmu Pengetahuan.

dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri.gov.ausaid. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis. Townsville 4810 Australia. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks.go. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya. Website: www.gov. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut.au. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. Alamat Kontak: AIMS. dan monograf untuk penggunaan skala regional. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. dan pengelolaan lingkungan. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. pemerintah. PMB #3. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid.aims. Mempertahankan keragaman 155 . buku.LEMBAGA SPONSOR. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. www. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun.

53 Horton Place. olof. CORDIO Afrika Timur.co. India. marjo.biodiv. peneliti. Box. Madagaskar.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. Kenya. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. dan degradasi fisik dari terumbu karang. Sri Lanka. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. David Souter.org.org atau www. Sejak dimulai. Alamat kontak: Marjo Vierros. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. david.ke. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. Colombo 7. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional.org. dan Chagos. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. 10135. James Cook Uniersity. Malmo. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. Afrika Timur: David Obura. Sri Lanka. Seychelles. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. ps@env. Sweden. jet@iucnsl.gov. Maladewa. University of Kalmar. CBD Secretariat Montreal. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain.O. IUCN South Asia. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. 156 . Ministry of Environment. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. P. Reunion. Mozambik.org. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis.souter@cordio. Seychelles. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville.linden@cordio. Canada. Bamburi. World Maritime University. Tanzania. penggunaan komponennya yang berlanjut. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. dobura@africaonline. Komoros. melestarikan. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). serta bagi pengelola terumbu karang. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. Asia Selatan: Jerker Tamelander. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang.vierros@biodiv. Mauritius.

atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. IUCN. CORDIO.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. rcheck@ucla. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. atau Gregor Hodgson. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. Reef Check. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat.org). info@crcreef. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL.crc. Townsville 4810 Australia.Lembaga Sponsor. UNF. SPREP.linden@wmu. dan sosial terkini. AIMS.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. MAC. TNC. para operator. UNEP. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. homepage: www. c.oliver@cgiar. perguruan tinggi. WRI. Sekretariat ICRI. www. kteleki@icran. WorldFish Center. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO.com or www. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. ekonomi.gov. dan WWF. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat.org.gcrmn. dan NOAA. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. Alamat kontak: Russel Reichelt. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland.wilkinson@aims. PO Box 772. World Bank. sekolah-sekolah.org. pelatihan. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara. WorldFish Center.se. dan informasi ilmiah. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. di Townsville. CRC Reef Research Centre. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). GCRMN. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase. atau Olof Linden. nelayan. Queensland Seafood industry Association). Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science.icran. olof. CBD. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). ICRI. UNEP.edu.au. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. Reef Check Los Angeles. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center.org 157 . para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority). UNEP-WCMC. pengembangan kapasitas. E-mail: Kristian Teleki. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. Reef Check.reef.

bersama dengan UNEP. Swedia. CORDIO. mendorong. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. 75015 Paris. lembaga pemerintahan. ICRI. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. World Bank. para LSM dan programprogram regional. www. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. IOCUNESCO. IUCN. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. Jepang. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. dengan IOC. Inggris.ICRIForum. ICRAN. IUCN. IUCN. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. Jamaika. UNEP. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. UNDP. Filipina. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. IOC. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. dan Amerika Serikat. Australia.ioc. dan World Bank. Perancis. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. dan CBD kini sebagai sponsor.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. UNEP. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. organisasi internasional. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). bersamaan dengan CORAL. Perancis. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. yang merupakan pendahulu GCRMN. www. dan Millenium Development Goals. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. 1 Rue Miollis.unesco. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . penelitian dan pengamatan kelautan. Swedia dan Filipina secara bersamaan. Alamat kontak: IOC/UNESCO. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut.

Disamping itu. Sekretariatnya terletak di Gland.kehati. edukasi dan riset. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002. maupun media massa. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi. kehati@kehati. Japan. memasang standar.jp. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian.id .or. advokasi kebijakan publik.coremoc. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. yang didirikan di Pulau Ishigaki. 1-2-2 Kasumigaseki. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. asosiasi profesi. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. Ministry of the Environment.go. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan.go. komunitas bisnis. Switzerland.env. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin. www. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. mengembangkan.go. Bangka VIII no.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan. Marine@iucn. Chiyoda-ku. www.or. CH-1196 Gland. 3B. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. yaitu: informasi. Ada empat program utama yang dikembangkan. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia. Tokyo 100-8975. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. atas nama Pemerintahan Jepang. membangun kapasitas. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia.di Indonesia. coral@env. pemerintah daerah. Kementrian Lingkungan Hidup.Lembaga Sponsor. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. Alamat kontak: Jl. perguruan tinggi. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola.id 159 . Rue Mauverney 28. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. dan menerapkan alat-alat konservasi.jp/ dan www. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. Switezerland. Nature Conservation Bureau.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. l. dengan kantor pusat di Penang. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. 10670 Penang. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya.org/icm. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. memperbaiki kesehatan masyarakat. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. Environment Department. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. The World Bank. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . 1818 H St. seperti ICRI dan GCRMN.oliver@cgiar. Malaysia.worldbank. dengan lebih dari 4. Sebagai akibatnya. Washington.Lembaga Sponsor. beserta berbagai rekan kerjanya. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat.gefcoral. dan kualitas udara yang semakin buruk. www.cgiar. 20433 USA. Jamie Oliver. air. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. NW.org. Malaysia. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara.org. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. www. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. Mhatziolos@worldbank. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. DC.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. www.

worldwildlife.vanbreda@wwfus. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). WWF. Alamat kontak: Anita Van Breda. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. or Helen Fox. www. DC 20037.org. Washington. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut.nl.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen.fox@wwfus. anita.org. SOwen@wwf. NW.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. 164 . Helen. 1250 Twenty-Fourth Street.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->