Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini. Gempa Bumi. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. tidak disebutkan secara khusus. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. Lempeng Tektonik. dan Saran 1. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. dan Tsunami Samudera Hindia 2. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. iii . DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. dan bukan hanya satu ombak yang besar. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Thailand Pasca-Tsunami 6. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). Kesimpulan. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. Gempa Bumi. Tsunami.

.

Madeleine Nowak. IUCN – The World Conservation Union.org dan www. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. the Convention on Biological Diversity. United Nations Environment Programme (UNEP). David Obura. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. WorldFish Center. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia. dan Tim Simmonds. www. nasehat.terima kasih. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia.reefbase. IUCN . dan Kenji Satake. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat.terima kasih. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA). yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. the Australian Agency for International Development (AusAID). Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. Marco Noordeloos. Wendy Ellery. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut. Joanna Ruxton.gcrmn. Steve Clarke. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. dan Olaf Linden. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. David Garnett. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. Cherchinda Chotiyaputta.UNESCO. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam.org. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). WWF International. Jamie Oliver. Maitee Duangsawadi. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. Kementerian v . World Bank. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. AIMS. Viacheslav Gusiakov. dan ICRI Secretariat. Tidak semua bahan referensi disertakan. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan.The World Conservation Union. David Souter. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. the United Nations Environment Programme (UNEP). membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. IOC . Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins.

Melalui bantuan mereka. yang sering kali secara sukarela.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. vi . kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang.

The Hague. Townsville Australia Nature Conservation Bureau.International Marine Project Activities Centre Ltd. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. dan GPA Coordination Office. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. World Resources Institute.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. WorldFish Center. Silver Springs. Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. Silver Springs Maryland USA AusAID . dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. Ministry of the Environment. Washington DC. Tokyo. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. US Department of State. dan Sri Lanka.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. Los Angeles Reef Base. vii . Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Swedia. CRC Reef .

.

serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. contohnya. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. Indonesia. Dalam beberapa menit saja. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. Thailand. internasional. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. Namun demikian. sayangnya. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . Dalam buku ini. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1.S.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. masyarakat yang menjadi korban jiwa. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. dan juga media. Di Thailand. Disamping itu. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. halaman 19). Maladewa. dan Sri Lanka. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru.

UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. AusAID. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). Lembaga bantuan luar negeri Australia. dan U. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. US$ 12. Disamping bantuan dana. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. pengembangan kapasitas (capacity building). Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya.S. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. US$ 16 juta kepada Sri Lanka. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. Disamping itu. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Segera setelah terjadi tsunami. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Mesir. Hal yang cukup penting. termasuk dari segi lingkungan. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. telah memandu proses pemulihan. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. dan menjalankan pilot projects. dan US$ 2.S. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. U.5 juta kepada Thailand. Sri Lanka. dan Thailand. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami.S. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. Maladewa. Pada bulan Februari 2005. Geological Survey.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. Trade and Development Authority. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. Konferensi ini 2 . Forest Service. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Untuk membantu pemulihan masyarakat. pembentukan jaringan. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. konsultasi. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. U. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo.

pada tahun 2006. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung.unep. Setelah itu. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. Sebagai tanggapan langsung. Laut Mediterania dan sekitarnya. Sementara itu. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami.pdf). IUCN mendirikan kantong dana 3 .unepwcmc. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. atau Persatuan Konservasi Dunia. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya.org/tsunami/).org/resources/PDFs/In_the_front_line. Di tahun 2005. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. dan juga buku ini. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia. dan mitigasi dampak bencana. Thailand. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. Upaya tersebut. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. Laut Atlantik bagian timur laut. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. Sebagai suatu bentuk dukungan.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). pemulihan. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007.gpa. IUCN. lembaga pertahanan sipil.

dengan bantuan dari donor-donor setia. di Indonesia. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. dengan mendata kerusakan ekologis. Jaringan WWF. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. banjir. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. Dari sebuah bencana. Dengan peranan tersebut. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. harapan. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. Reef Check. pemerintahan dan LSM. ReefCheck. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. ReefBase di WorldFish Center. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). ReefBase. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. ICRI meminta kepada GCRMN. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. 4 . Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul.

Teresa Gambaro. Direktur Program.The World Conservation Union & Chair. Kepala. Global Marine Programme. 5 . Regional Seas.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. Kepala.Palau. Ketua bersama. GCRMN Management Group Chris Hails. WWF International Patricio Bernal. IUCN. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. Australia Veerle Vanderwerd. Sekretaris Eksekutif.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. Namun demikian. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. DAVID SOUTER. Setelah tsunami terjadi. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. Thailand. dan perubahan iklim. seperti penangkapan berlebih. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. dan Sri Lanka. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004.RINGKASAN EKSEKUTIF. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. KESIMPULAN. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. penebangan hutan. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. Kepulauan Andaman dan Nikobar. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. namun demikian. 7 . agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing.

di lepas pantai Sumatra. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang.3. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder.C. 1.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan.000 sampai 289. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. yang dibantu oleh lembaga PBB. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. pemerintah. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. terdapat kekhawatiran di masyarakat. Gempa bumi ini. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. 8 . Menyusul bencana ini. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. sektor industri primer dan sekunder. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. dibanyak tempat. terutama saran-saranya. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami.000 manusia kehilangan nyawa. ReefBase. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. seperti di Propinsi Aceh. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. Indonesia. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. ilmuwan. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. LSM.15 sampai 9. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. yang berkekuatan antara 9.

Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. Oleh sebab itu. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. sementara jika gelombang tersebut 9 . kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami. Oleh sebab itu. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. dan ke arah barat menuju India. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. sehingga ombak yang muncul lebih besar. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’.Ringkasan Eksekutif. akan terjadi efek magnifikasi. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7..5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. sementara energi yang hilang hanya sedikit. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. sehingga tinggi gelombang meningkat. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa.

akan saling meredam. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. pencemaran sedimen dan nutrien. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. pemasukan air tawar. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. Sebaliknya. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. dan memindahkan karang dan patahan karang. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. tidak berulang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. dan juga gunung berapi. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. Sebuah gempa berkekuatan 8. praktik perikanan yang merusak. dekat Pulau Nias. Di kebanyakan negara. seperti di Sri Lanka. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. badai tropis. atau diperparah oleh faktor lainnya.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. wabah predator. Sumatra dan Kepulauan Andaman). seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. dan penyakit. Di semua negara di Samudera Hindia. menghantam. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. serta peningkatan kadar keasaman air laut. Namun. di sepanjang pesisir Sumatra. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. Disamping itu. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang.

Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. tak lama setelah tsunami 11 . Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah. masih kurang.000 sampai 220. Namun terdapat 68 korban jiwa. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. bersamaan dengan mangrove yang luas.932 tercatat hilang.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali.000. Angka kematian resmi sebanyak 5. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. Di sebagian besar wilayah tersebut. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur.000 rumah lenyap. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. dan Aceh Jaya. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam.Ringkasan Eksekutif. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak.000 hektar. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. namun demikian.4 juta. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. mematahkan atau memindahkan terumbu. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh.395 korban jiwa dengan 2. Aceh Besar. yang mungkin mencapai 85. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami.

Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . Polhena. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. meskipun terdapat 61 korban jiwa. namun tidak merata. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. dan Hikkaduwa. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. jalanan. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. dan jembatan. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Kudawella. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). lebih dari 35% PDB nasional. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). Terjadi erosi pantai yang cukup parah. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. Di wilayah lainnya. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. vegetasi pantai. Namun demikian. Kapparatota/Weligama. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. pantai. namun data mengenai ini hanya sedikit.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Unawatuna. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Tanzania (3) dan Kenya (1). badai tropis. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. sistem pengumuman kepada masyarakat. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. bentuk bathimetri setempat. Yaman dan Socotra (1). dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. mengalami kerusakan. 13 . Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. lepas pantai Sumatra.Ringkasan Eksekutif. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. Kesimpulan dan Saran Mahé. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. radio dan televisi. dan La Digue. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. mengalami kerusakan. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. Cargados Carajas. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. Praslin. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan.

pemantauan sosial ekonomi. limbah minyak. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. terumbu karang. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. termasuk pengelolaan perikanan. dan pestisida yang tepat. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. belum terbuktikan. Sama halnya dengan mangrove. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. dan hamparan pasir. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. dan mangrove dari puing-puing. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . hutan pantai. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. Namun demikian.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. dengan memastikan pembuangan sampah padat. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. mahal. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. Thailand. bakau. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang.

dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. seperti tsunami Samudera Hindia. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. dan pengendalian praktik-praktik merusak. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. Oleh karena itu. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. dimanapun hal ini dimungkinkan. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. namun demikian. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat.Ringkasan Eksekutif. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. Pada beberapa negara. dan penangkapan yang berlebih. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. tsunami. 15 . pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. Namun demikian. dan kenaikkan permukaan laut. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. meski pun hal ini ilegal. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. pencemaran nutrien. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi.

Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. Disamping itu. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi.choo@cgiar. menjual dan mengolah ikan. politik. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. serta mengurus hewan ternak. Oleh karena itu. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. Dalam hampir semua kasus. muda. membersihkan dan memperbaiki jaring. dan tanaman di kebun. Selain tugas-tugas utama mereka. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. 16 . mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. p. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. Dalam masyarakat seperti ini. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. Meskipun demikian. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. ikan budidaya. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. dan ekonomi. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. Dalam hal ini. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. WorldFish Center.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. dan keluarga. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. maupun terluka. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. menghancurkan kapal dan alat tangkap. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. Setelah tsunami menimpa. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah.org). budaya.

Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. dan universitas. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang.Ringkasan Eksekutif. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. dukungan pendanaan dan logistik. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan. sehingga sumber daya ini terus menurun. 17 . Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. lembaga penelitian. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak.

Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. terutama terumbu karang dan mangrove. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. sistem data. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. 18 . Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis.

Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. serta mengacaukan perekonomian pariwisata. memindahkan massa air laut secara besar-besaran.000 orang mati. menyengsarakan industri primer dan sekunder. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. atau estuaria dan meningkat tingginya. DAVID SOUTER. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. pulau.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. GEMPA BUMI. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. lebih dari 230.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. teluk. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan.1. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. LEMPENG TEKTONIK. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. 1. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON.15 – 9. Dampak 19 . retakan menjalar ke utara sepanjang 1.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah.

75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara. 20 . atau dampak hantaman meteor yang besar. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Indonesia 1.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. bahkan sering kurang dari satu meter. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. letusan gunung berapi. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi.gov) Skala Tanggal Waktu 9.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia.15 – 9. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. Sumatra. Secara kontras. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya. Sumatra. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil. artinya pelabuhan dan nami. Thailand 1.Andaman. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. Biasanya. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. waktu lokal di episentrum) 3.earthquake. longsor. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta. Jawa. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal.947o BT 30 km (18. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. yang merupakan gelombang normal di laut.307o LU.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. Namun. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. 95. artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan.usgs. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra .

yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Namun demikian. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. dimana Sumatra terletak. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. tak terlihat. batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004.Gempa Bumi. dan dari sumber yang tak terasakan. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. Terlepas dari segala kerumitan ini. Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. Sehingga. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. Lempeng Tektonik. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi.

Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. Gelombang kemudian kembali lagi. …” (H. 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. Seychelles. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina.W. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. Tsunami ini menelan 36. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. Teluk Bengal. dan mencapai ketinggian sekitar 2. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. 22 . Sebelum tahun 2004. Estridge. 1993). satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. seperti juga tsunami tahun 2004. halaman 38). Pengutip Bea Cukai di Mahe. dan hal yang sama terjadi lagi. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi.

batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip.Gempa Bumi. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). Gempa Bumi c. lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). karena adanya kekuatan friksional. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. Di kedalaman kurang dari 30 km. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). 75% menghasilkan tsunami. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. titik penyatuan sementara terputus. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. Namun. sehingga menyebabkan tsunami. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. Lempeng Tektonik. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. Sumatera Sebelum Gempabumi b. 23 . terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam.

pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. dan Maladewa. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. ‘Atol mikro’ Porites.4 kilometer per detik (8. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. utara Thailand. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. Bagaimanapun juga. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar.640 kilometer per jam). dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. dan ada juga pengangkatan 24 . Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi.

Lempeng Tektonik. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. 25 .Gempa Bumi. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter.5 m (foto di sampul).5 m di Nikobar Besar). dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. terutama di bagian yang lebih selatan. yang melemah di utara. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1.300 km pada 3 tingkatan (elips). dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil.

yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. beberapa pulau tenggelam secara permanen. 26 . di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas). Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan).5. Institut Teknologi India. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. Kanpur.0 – 8. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. Jain dan Javed Malik. sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. Namun.0. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan. tetapi ini merupakan perkiraan kasar.

7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. saat gempa besar lain (kekuatan 8. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005. tidak seperti gempa Desember 2004.6 9. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9.000 jiwa di Pulau Nias. Sehingga. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep.3 15 30 13 48 200 > 230.7 8. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya.5 7. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa.5 7. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut.2 7.9 7 1 35 > 36. Lempeng Tektonik. Andaman 7.4 >300 27 . Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1.2 8.15 – 9. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS.3 7. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. sebagai contoh.000 7. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami.7 – 9.000 > 400 > 900 8.3 – 8.6 7. Salah satu penyebabnya adalah.7 8.1 8.30. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra.Gempa Bumi. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.

Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. gelombang setinggi 1. tanda-tanda alam ini tidak dipahami.500 km dari tsunami. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. Sehingga. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Namun demikian. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. Di Sri Lanka. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh.5 – 2 jam setelah gempa. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. dengan ketinggian melebihi 30 m. terdekat dengan episentrum gempa. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. 8. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). Lebih jauh lagi. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. Sehingga. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali.5 m teramati di Afrika Selatan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. Sebagai contoh. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami.

Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50. Jepang) 29 . menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. Tsukuba. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. 100. lepas barat laut Sumatra. Lempeng Tektonik. dan 200 setelah gempa. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. 150.Gempa Bumi.

Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. Nova Scotia. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. dan sampai ke Antartika. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. Mudah-mudahan saja. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. yaitu mangrove dan terumbu karang. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. Kanada di Samudera Atlantik. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Rusia di Samudera Pasifik. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. ©2005). Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. kelurahan.

Cummins P. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. Sebagai contoh. Geoscience Australia. David Tappin. Jeremy Goldberg. 109: B4.. J Park et al. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. Viacheslav Gusiakov. R Bilham. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. and M West et al. and EA Okal. Sarah Gotheil. AUSGEO news. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia.500 km Busur Sunda-Andaman. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan.1029/2003JB002398. Australia.Cummins@ga. et al. adalah kecil.au. Australia. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. dan mencegah orang terseret ke laut. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. Nature. Issue 77. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. Canberra. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. PENINJAU David Garnett. Karena itu. Namun. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. Phil. 31 .. doi:10. Kenji Satake.Goldberg@impac. B04306. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. di sepanjang bagian zona subduksi ini. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. Sieh K.Gempa Bumi. Jeremy. dan Kristian Teleki. T Lay et al.gov. Lempeng Tektonik. Edwards RL. Bernard Salvat. Journal of Geophysical Research. KONTAK PENULIS Phil Cummins. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. Ward S.org. International Marine Project Activities Centre. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. Kerry Sieh.. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.au. S Stein. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka. Townsville. Hilman Natawidjaja D. Myanmar mungkin saja terjadi.

wikipedia.ac. www. National Environment Research Council.usgs.uk/tsunami-risks.com.nerc-bas. Edisi Online.en.org/wiki/Tsunami. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 . Titov V. National Earthquake Information Center. 309: 20452048.usgs. Science. http:// pubs. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami. Wikipedia. www. http://neic.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ. et al. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics.earthquake. www.usgs. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.gov.html. http://geology.gov.gov/publications/text/dynamic.

tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Pada kenyataannya. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Namun. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. TSUNAMI. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. GEMPA BUMI. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. Namun pada kenyataannya. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah.000 orang.2.

Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Namun. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. Karang-karang besar yang berat. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. dan Sri Lanka. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Thailand. biasanya lebih tinggi dari 10 m. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. karang bercabang. dan Tuvalu). terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. Kiribati.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. hamparan rumput laut. Pada gilirannya. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. Nampaknya. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis.

tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan.232. Tamil Nadu. Antara tahun 1980 hingga 2000. Namun. Current Biology. Pada gilirannya. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Tanpa perbandingan tersebut. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir.65. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut.06 ± 1. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. Namun.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5.wr. Tanpa karang: 22.2 juta hektar). Tsunami.Gempa Bumi. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. Sebuah makalah oleh Lui et al. 15: 1926-1930. t (0.usgs. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. p = 0. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. n = 4. Sebagai perbandingan. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. dan sembilan narasumber (2005).23. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. dan delapan narasumber lain (2005). petani. Sementara itu. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak.gov/news/reports. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. hancur total. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). termasuk juga perlindungan dari gelombang. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . Referensi: Baird AH. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.7 hingga 4. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. Hal ini sangat penting. Liu PL-F. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. Ditakutkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. 308: 1595.6 ± 3. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir. 14 = -2.05). Science. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir.043). n = 12. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat.

Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah. jalan. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. Marimathu. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. pemasukan air tawar. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. mereka dapat mendengar deburan gelombang.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka. namun tidak dapat melihatnya. 36 . Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami.stm). fenomena-fenomena iklim dan cuaca. pohon kelapa. India menanam 80. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. Selama 8. 310: 643).. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. serta menghadapi badai-badai tropis. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik.000 tahun sejak abad es yang terakhir. gunung-gunung api. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi. gempa bumi. Tamil Nadu. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. dan pohon-pohon lain. dan hantaman meteor. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. dan peternakan. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record).244 anakan pohon. tapi tempat tersebut juga tergenangi air. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia.. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. Jadi. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. serta tekanan-tekanan biologis. Saya berhasil lari ke tempat aman. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan.” kata bapak tersebut. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka.bbc.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. dan penyakit-penyakit tingkat rendah.co.

yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi.Gempa Bumi. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. Papua Nugini. Vanuatu. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. Tsunami. hancur dan jatuh ke bawah tubir. Kep. letusan gunung berapi. www. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. misalnya Hawaii. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. Seperti halnya Maladewa. walaupun sering juga parah. gempa bumi. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. Namun. 37 . Solomon. Reunion.000 tahun. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. hingga ke Phillipina dan Jepang. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin.000 tahun yang lalu. Di sana. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove.000 hingga 600.000 hingga 12. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue.com). dilaporkan dalam Associated Press. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh.newsday. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. Sebagai contoh. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia.

Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. Kerusakan biasanya terlokalisir. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. taifun. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. Namun. Namun. Sekali lagi. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai.

www. dan cacing. kedalaman sekitar 4. Dalam lima tahun berikutnya. Di kedalaman ini.” Profesor O’Dor melanjutkan. Belum pernah ada preseden seperti ini.coml. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas.Gempa Bumi. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global.” ujarnya. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. lima bulan setelah gempa bumi. oleh kegiatan manusia. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. tanpa kehidupan. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. 39 . atau diperparah. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). “Tapi. laut sangat dingin. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. spons.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Dalam dekade terakhir. atau disebabkan.org). di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Pada umumnya. krustasea. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali.000 m. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami. teripang. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu. Namun hal itu tidak terjadi. karang. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. bintang mengular. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. Tsunami. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

dana. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. dan Kristian Teleki. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. dan kemauan politik. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. Nicola Doss. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . serta tidak memadainya kepemimpinan. Tsunami. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. Bernard Salvat. Sebagai contoh.Gempa Bumi. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. Sehingga. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. dari sudut pandang terumbu karang. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. Helen Fox. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Namun. kesadaran. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. Selain itu. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. yang memang terjadi secara tidak rutin. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. ancaman perubahan global.

Townsville. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. Wilkinson C (2004) Executive Summary. 7-50. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. (disusun oleh UNEP GRID). dalam persiapan. Australia. pp.) Status of coral reefs of the World: 2004. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. 44 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Dalam: Wilkinson C (ed. Natural Hazards. Queensland.

namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. NISHAN PERERA. BOB FOSTER. IBNU HAZAM. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. GERRY ALLEN. dan pembangunan yang tidak lestari.3. ANNELISE HAGAN. perikanan. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. Pemecah ombak. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97. ZEEHAN JAAFAR. tanggul-tanggul pencegah banjir. polusi.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. walau sebagian lagi rusak total. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami.000 orang kehilangan rumah mereka. YAN MANUPUTTY. saluran-saluran irigasi.000 rumah hancur atau rusak. Lebih dari 120. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. IVAN SILABAN.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut.1 milyar. di bagian utara Sumatra. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . dan lebih dari 250. Sektor-sektor pertanian.000 orang meninggal atau hilang. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72.000 hingga 58. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. lebih dari 500. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. budidaya air. SILVIA PINCA. AYU DESTARI. CARLO CERRANO. total kerugian melebihi US$ 4. maka 42. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. Pada akhirnya. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. GIORGIO BAVESTRELLO.

Pemecah ombak. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. teman. atau mengalami trauma lainnya. 40 km dari episentrum.000 manusia kehilangan rumah tinggal. menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. dan dermaga mengalami kerusakan parah. Di bagian barat pulau Sumatra. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. Sekitar 750. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%.1 juta. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. banjir kanal. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. dan Aceh Jaya. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh.000 jiwa.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. mata pencaharian. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). lebih dari 500. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . penyu sisik. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. Aceh Besar. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. dan lebih dari 250. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar.000 rumah hancur atau rusak.

Kami keluar masuk rumah. Tak satupun tertinggal.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. Dari teras rumah.500 pulau di Kepulauan Nusantara. kemudian lari ke rerumputan.edu. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston.au/ahb/dave. hampir semua rumah hancur. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m.jcu. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. mereka sudah sangat dekat dengan maut. seperti kendaraan. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami.500 ha) berada dalam kawasan bencana. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami.sifr. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. wavelines@hotmail. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. infrastruktur pesisir. Dengan 340 situs pemantauan awal. menghitung waktu di antara getaran. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. diperkirakan sekitar 500. Setelah sekitar 4 menit. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. hampir dua kali lipat kondisi awal. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. Istri saya kehilangan ibunya. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi.php) 47 . Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. Kami melompat ke dalam mobil.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. Sejak 1994. Setelah sekitar 20 menit. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. dua orang saudaranya. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang. laporan menyeluruh di www. gempa mereda. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. pepohonan. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya. Para wanita berdoa kepada Allah. Saya sadar. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang.com. melalui pepohonan. kontaminasi air tanah. Getaran itu kembali lagi secara periodik. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. Menjelang pertengahan tahun 2005. dari laut. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. Aceh. sedimen. jauh dari pepohonan. Kami tidak dapat melakukan apapun. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya.

Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).6 652.1 50. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.1 14.1 29.8 38.4 89.4 2. Saat ini.182.4 636.4 Umum 300. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.8 8.8 510.9 446. dari BAPPENAS 2005).8 221.920.1 3.9 0.4 91.1 14.5 18. The Nature Conservancy di Komodo.6 83.1 28.6 257.1 89.461.5 89. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.9 83.440.0 154.8 82.5 89.9 29.2 Total 1. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.6 9.1 18.8 67.7 1.9 67.740. juga telah menghancurkan terumbu karang.437.1 224.9 21.6 1.7 89.0 390.4 550. Project Wallacea di Wakatobi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.9 11.408.2 1.3 132.132.0 23.1 351.531.9 3. yang jelas teramati sebelum tsunami.8 145.8 370.9 562. Kementrian Lingkungan Hidup.0 4.8 535.6 1.9 409.9 548. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.5 17.9 83. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia.4 Kehilangan 65.7 119.6 132. 48 .2 325. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.4 240.6 Fasilitas Pribadi 1.0 2. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.8 17.7 508.4 9.0 394.1 14.1 128. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.1 Indonesia.2 140.9 165.1 1.5 428.1 830. Departemen Kehutanan. Penangkapan ikan yang merusak.5 166.451.5 83.9 101.4 280.9 2.8 26.9 1.4 68.4 1.398.2 89. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.674.1 13.4 876. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.3 110.2 66.0 990.6 154.0 194.

masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah. ikan. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. serta penyu sisik dan penyu belimbing. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. Sebelum tsunami. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. terkubur. Namun demikian.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. karang. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . Banyak koloninya yang terbalik. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. Namun. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). dan sisa pohon-pohon mangrove. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. atau terlempar ke bagian lain terumbu. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. berubah menjadi pecahan karang. mengalami lebih banyak kerusakan. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. hanya mengalami kerusakan kecil. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat.10 m. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. serta banyak jenis burung. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. kepiting. 20 km di selatan Tapak Tuan.4 juta. bebatuan. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. mengalami kehancuran yang paling parah. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. buaya muara. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. Di kawasan semacam ini.

dan beberapa pulau kecil). Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. Sekalipun demikian. Pulau Batee.3 juta akibat tsunami. Pulau Nasi. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. duyung. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai. termasuk tiga jenis penyu. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. Namun demikian. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. Terumbu karang. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. dan banyak pohon. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). triangulum. laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. C. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir.000 ha mangrove telah rusak.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. C. Pulau Teunom.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. Akibat gempa tersebut. padang lamun. ornatissimus. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). trifascialis. C. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. 50 . walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. C. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh.

au). Dimana kegiatan perikanan terkendali.edu. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. 51 . yang membawa pasokan sedimen dan zat hara. andrew.baird@jcu. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas. Namun. Sementara itu. tutupan karang hidupnya pun tinggi.

3 = bercabang. Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. 9 = Scleractinia lain. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. 7 = Porites.id/) 52 Persentase terumbu (%) .or. 2 = menjari. kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www.coremap. 6 = Faviidae. 4 = meja bercabang. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja. Sekalipun demikian. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh.

000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan. Walaupun bantuan tersebut sukses. merusak lebih dari 40. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. melibatkan sekitar 42.000 – 58.000 14. bendungan. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. Aceh Besar. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. Budidaya air: Sebelum tsunami. perikanan tangkap. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian.900 orang.000 nelayan dan keluarganya.000 – 48. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005). adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. seperti pertanian. Pidie. dan traktor untuk 8.9 juta. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. Para korban yang selamat. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka.823 < 500 17. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut. pupuk. Nagan Raya and Simeulue. Sebanyak sekitar 1. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. dan industri kecil. lembagalembaga pemerintahan. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. Lebih dari 80. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. 53 . FAO memasok benih. Aceh Barat. Aceh Jaya.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius.000 26. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang.

Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. serta sistem sanitasi. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. 54 . Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan.3% pendapatan daerah. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. pasar-pasar. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan.000 orang. 430 LSM lokal. 110 jembatan. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. berbagai sekolah. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Sebagai contoh. Namun. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. kualitas air. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan.

Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. kualitas air yang rendah. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. kemasyarakatan. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian.org. Lebih dari sebelumnya. ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. 2006). Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. Namun. Secara relatif. sebagaimana teramati dalam survei. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. Namun. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. pemantauan yang terus menerus. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. Reef Check. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. penangkapan ikan yang berlebih. Foster et al. berikut masyarakat yang tergantung padanya. pengelolaan wilayah pesisir. seperti penangkapan ikan yang berlebihan. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. masih ada setelah tsunami berakhir. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. rcinfo@reefcheck. Ada banyak juwana. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. serta perekonomian. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. dapat terus hidup 55 . Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. dari 5. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami.

Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. serta konservasi terumbu karang. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. sistem pengelolaan data. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Scaridae. Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. 56 . dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. batu.

Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. kacang-kacangan. 57 . Lagipula. Maladewa. (www. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu. Namun.org/ tsunami/tsunami_rpt. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. Namun kini. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. (www. Namun. (www. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun.or. Namun. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali. India.org/tsunami/). kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan.Indonesia Program (2005).id/ tsunami/tsu-index. sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami.org/temp/tsunami_report.usaid. Wetlands International-Indonesia Programme (2005).asp). Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat.htm).neaq. USAID (2005). Kristian Teleki. “Tapi kita tidak boleh patah semangat. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah. rusak karena tsunami. Associated Press). Hidup masihlah sulit.unep. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut.pdf). dan Stuart Campbell. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami.fao. (www. Pada awalnya.” ujar Yacob. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis.gov/id/). Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. Para petani berkata bahwa sayur-mayur.asp). kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. 66. serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. Wildlife Conservation Society . Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh. (www.reefbase. Petani tua ini kehilangan 1. UNEP (2005). Joanna Ruxton.org/ tsunami. Sri Lanka. APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah. (www. Pada awalnya. Sebagai ayah dari 8 anak. FAO (2005).000 tanaman coklat. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan.wetlands.

Survei tahun 2006. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. 58 . peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. perlindungan terhadap penangkapan. 2006 dalam persiapan. Universitas Syiah Kuala. dan Chaetodontidae. (Sumber: Campbell et al. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi.campbell@wcsip. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami. ketersediaan habitat. Acanthuridae. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. 14 bulan setelah tsunami.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. kedekatan jarak dengan terumbu lain. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. serta hidrodinamika lokal. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang.9 karang muda/ m2). baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan.org). Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. Hubungi: s. struktur populasi ikan karang.

National University of Singapore. Indonesia. California. Jakarta 12110. Baird AH. Samek JH. Corso. g. Bogor Agricultural University. Galuh (II) No. Università Politecnica delle Marche.bavestrello@univpm. Jl. 15: 1926-1930. Bob Foster. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. JI. Telepon: +62 361 285 297. Giorgio Bavestrello. Sanur. Zeehan Jaafar. Jan Henning Steffen. Perera N. Sumatra. Pacific Palisades. Current Biology.The World Conservation Union. abh28@cam. Aceh Province.com. ayudestari@yahoo. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. USA. Campbell SJ.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. Tun K. Pulau Weh. nanengsetiasih@yahoo. 80228. 59 . Center for Global Change and Earth Observations. Indonesia. Università di Genova.go. et al. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. Reef Check Foundation. Annelise Hagan.sg.org. Kebayoran Baru. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Fax: +62 21 7279 6489. 99 pp. the December 26. scip1157@nus. Telepon: +62 21 7399 818. Oliver J.it. (www. Hagan A. Indonesia. milviapin@yahoo. 2004 Natural Disaster. Reef Check Foundation.it.ac. Carlo Cerrano. bob@reefcheck.com. GCRMN.org. Skole DL. Yan Manuputty. Pengembak no. IUCN . tropical_reef@bigpond. Gerry Allen. 1. Nishan Perera. Anisa Budiayu. 32 pp. Indonesia. Ivan Silaban. dan Yunaldi Yahya.unige. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. UNESCO Office Jakarta. Gunawan CA. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. WorldFish Center. cerrano@dipteris. (Daftar penulis menurut abjad. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. Foster R. e-mail: jakarta@unesco.org. Silvia Pinca. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Ardiwijaya RL.com.edu. et al.uk. Consultative Group on Indonesia.id).5. Fax: +62 361 286 383. Bali. Wasistini Baitoningsih. Fisheries Diving Club. College of Marshall Islands. Reef Check Indonesia. nsh@iucnsl.com. Ayu Destari. Ibnu Hazam. Anggoro AW.bappenas. 16 pp. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami.) ACUAN Allen GR.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. Propinsi Perlis. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam.4.626 kapal nelayan (setara US$ 7. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. 61 . Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. tempat tinggal sementara. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. desa nelayan di pesisir. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. dan pertokoan rusak. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata.5 juta) hilang atau rusak. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. 3. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. Kedah. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. dan Selangor. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. jembatan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. Perak. jetty. Kedah Perak. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal.24 juta.15 siang tanggal 26 Desember 2004.721 nelayan terkena dampak secara langsung.

Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. persediaan air. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. Oleh karena itu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. yang mencegah evakuasi cepat. saluran air. 12 di Kedah. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. dan transportasi. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. dan bandar udara tidak terpengaruh. sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. Kedah. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. 52 di Penang. Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. jalanan. 3 di Perak dan 1 di Selangor. 62 . terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda. Rel kereta api. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. sektor telekomunikasi.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

Yusuf YB. WorldFish Center.metu. Lim WS (2005). Ramly R.my. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN. (2005). Penang. Arshad MA. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. Universiti Malaya Maritime Research Institute. 28 No. Yalciner AC. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. Bakar P. Lee Yoke Lee. isi makalah oleh: Alias AH. Peninsular Malaysia. Coral Cay Conservation. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Abd Wahab AK (2005). PO Box 500 GPO.pdf). Latun AR. 50603 Kuala Lumpur. k. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. Tajuddin BH. WorldFish Center (2005). 10670 Penang.pdf. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat. Lee YL.yusuf@cgiar. Penang and Langkawi Islands. Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. 28 No. Indian Ocean Tsunami. David Garnett. 2004. NAGA. Khor HT. Affendi Yang Amri. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). University of Malaya. NAGA. Siow R. Harith H (2005) and Kua BC. Kevin Hiew. 2005 North West of Malaysia.streaminitiative. Penang Economic Monthly. WorldFish Center Newsletter Vol. PENINJAU Choo Poh Sze.edu. REFERENSI Chee PE. Affendi YA.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. 66 . affendi@um.org. Abdul Latif F. Abdullah SZ. (http:// yalciner. dan Kristian Teleki.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. Field Survey on July 09-10. Report on December 26. et al.org/Tsunami. Veloo P (2005). dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia.my/EconBrief/EconBrief2005-01. Ali M. Volume 7. Issue 1: 1-10. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir.reefbase.pdf). (www.tun@cgiar. Ghazali NH. 1 & 2: 23-25. Abdullah A.ce.edu. Fisheries Research Institute.seri. lembaga pemerintah. Malaysia. Ali M (Eds. WorldFish Center Newsletter Vol. Joanna Ruxton. 1 & 2: 17-22. Mohd Nizam Basiron.www. Impact of the tsunami on Penang’s economy.org dan y. Malaysia.). Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas.org/pdf/MalaysiaMarch.com. www. Malaysia.asp.

lebih dari 8.000 terluka. beserta alat tangkap. Secara umum. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. Lebih dari 1. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. tidak lama setelah tsunami menimpa. 407 desa. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. tambak. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. 13% rusak parah. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. THAMASAK YEEMIN. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. lebih dari 5. Namun. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. dan penetasan benur.395 dengan 2. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. dan lebih dari 2. 8 dermaga rusak parah. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. terumbu karang tidak rusak parah. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam. keramba.932 lainnya dinyatakan hilang.000 ekor babi dan 7.500 hektar lahan pertanian terendam air laut.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. MAITREE DUANGSAWASDI. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah.000 kapal nelayan hilang.600 unggas ternak hilang. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. SUCHAI WORACHANANANT. 67 . 4. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna.5. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan.

seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. terutama mereka yang berasal dari Eropa. 2.000 terluka. Krabi. Phuket.30 pagi waktu setempat. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. dan lebih dari 8.395 korban jiwa. tepat 1.40 dan 10. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. topografi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong. Phang Nga. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir. Laporan resmi mencatat 5. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. Tingkat kerusakan bervariasi. Namun. karena mereka tidak 68 . Trang.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. kemiringan. dan Satun. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter).932 orang masih hilang. batimetri dasar laut di perairan lepas. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. dan juga faktor-faktor buatan manusia.

Chanthaburi dan Trad). padang lamun. 33% dalam kondisi sedang. dan garis pantai yang melebihi 2. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. Nakhon Si Thammarat. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. Dari dana ini. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). 13% dalam kondisi baik. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. lamun.600 km. Songkhla. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Sebelum tsunami.000 (4. Contohnya. dan kehidupan masyarakat. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. dan biota laut yang terancam punah. Di Laut Andaman. namun tidak untuk semua lokasi survei.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. Chumporn. Secara besamaan. Jumlah korban jiwa pasti. kebutuhan psikologis dan sosial. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). sebanyak US$ 123. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. Departemen Taman Nasional.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. Surathani. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. Pattani dan Narathiwat). Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. ancaman daratan. sejumlah pemerintahan negara. 69 . Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong.950. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. 300 pulau.

4 28. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990.2 23. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan.6 28. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin.1% Baik 7. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 . Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.5 5.9 29.7 4.1 36.9 18.2 23.2 13. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.2 16. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya.7 10. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi.9 35.7 13.8 2. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik.4% Sedang 36.4 7. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.1 15. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.7 31.7% Rusak 37.0 23.5 1.9% Sangat Rusak 16. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002.9 19. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori). Pada 23 lokasi.6 34. DMCR.6 5.2 33. namun basis data tersebut tidak dikelola. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang. pemerintahan wilayah.8 26.1 21. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.0 3. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan.6 49. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.0 10. Secara keseluruhan. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.5 26.

Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. dan memindahkan karang hidup dan karang mati.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. dan 3. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. 2. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. 8% mengalami kerusakan sedang. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. Thailand Pasca-Tsunami 1. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. Kam Yai. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami. Gerakan gelombang yang mencabut. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. penyelimutan. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. dan Larn. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. terutama Pulau Khang Khao.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. Kam Nui. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. 71 . Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. mematahkan. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang.

Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Khai Nai. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Pusa Rock. Deep Six. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. dan arah terjangan ombak. sejumlah besar pasir. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. Sunset Point. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. sebuah lokasi selam yang terkenal. Dok Mai. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. yang mengalami kerusakan tinggi. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. West of Eden. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. kecuali Pulau Miang. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. Namun demikian. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. dan Breakfast Bent. Tanjung Krung Noi. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. terpindahkan. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. 72 . Di Snapper Alley Point. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. Namun demikian. karang masif terbalik. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. Pulau Ka. tipe karang yang mendominasi. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat.

. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”.” Terumbu telah mengalami badai angin. dimana 10-30% dari karang rusak. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun.. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic. setinggi 3 meter. Gerry Allen. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. terdorong ke satu arah. . Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. 50% mengalami kerusakan sedang. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. Desember 2005). ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. Di dekat pesisir Teluk Patong. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. kepulauan Surin. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. Di dekat Pulau Tachai. pengembangan pesisir dan pemanasan global. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. namun. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. terumbu karang juga mengalami kerusakan. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 .tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. Namun berbeda dari bencana alam. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. terdapat karang mati. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. Di Kepulauan Phi Phi. berputar di dalam pusaran air. dimana lebih dari 1. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. Ahli ekologi karang.000 orang meninggal. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Ilmuwan karang Australia. dan selalu pulih. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun.

Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. Pulau Pu. Teluk Maya. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). Sejumlah karang lunak telah pulih. Teluk Kata. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Pulau Hae. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. Namun demikian. 74 . laju pertumbuhan karang yang tinggi. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Teluk Lolana. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. kuda laut. Namun demikian. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. Pulau Ngai. Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu.

meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. namun kami telah berpindah 500 m. Sotong terlihat sedang bereproduksi. laut tenang. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. dan puing-puing yang sangat banyak. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. namun semuanya tampak baik-baik saja. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. baik yang kecil maupun besar. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. bungalow. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. sementara yang lain terhisap ke dalam air. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. bongkahan gedung. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. laut seakan berubah menjadi warna putih. pakaian. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. dan lainnya. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. dimana-mana. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. saffronkiddy@hotmail. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman.com). Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. Dari kapal. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. kemungkinan karena pasir yang terangkat. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Narima Diving Thailand. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. 75 .Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. Semua itu memakan waktu 1 menit. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. kabel listrik. dan beberapa hiu paus terlihat. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat.

namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi. Hanya terdapat 1. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. perumahan. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. dan 24 sekolah. sebagian besar di Propinsi Phang Nga.7 juta ton metrik senilai US$ 1.1 miliar.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. Kerusakan lamun: Hanya 3.000 kamar rusak atau hancur. dan pariwisata.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. 4. seperti rotifera dan plankton lainnya. membantu dalam stabilisasi pesisir. Namun demikian. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan.000 orang karena menghancurkan 407 desa. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. praktik penangkapan ikan yang merusak. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. Menurut DCMR. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali. telah kehilangan sumber pencaharian. hanya 306 hektar hutan bakau (0.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan.5% dari lebih dari 7. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog. dan siltasi dari penambangan timah. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. sebaiknya dilakukan. Kerusakan total hanya menimpa 1. Namun demikian. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . dan 14.800 rumah. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir.5% dari padang lamun. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri. Propinsi Trang.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. Disamping itu.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. 200 rumah makan dan 4. pengaruh dari budidaya udang. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga.

atau tertutupi sedimen dan puing-puing. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket.600 ekor unggas ternak hilang. Di saat kita mulai membangun kembali. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather. Direktur. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. patah. Enam jagawana lainnya terluka parah. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. dan Pulau Phi Phi.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. alat tangkap. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. Sementara itu. seperempat dilaporkan rusak. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan.000 ekor babi serta 7.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. keramba. WWF Thailand). Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. Di Koh Phi Phi. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami.137 buah 4. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. Khao Lak. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. dan penetasan benur. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. tambak. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami.228 buah 3. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin.

Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. dukungan kapal. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. dan lembaga internasional sepert UNEP. kabel-kabel listrik. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. stereo. kartu identitas. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. dan pemulihan kehidupan masyarakat. peningkatan kapasitas. peralatan. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. sementara hanya 4. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. gedung. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. mesin cuci. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus.500 kali. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. peralatan selam. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. rehabilitasi lingkungan. mainan. kulkas. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. Koordinator Proyek. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. Misalnya. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 .5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. Segera setelah tsunami. seperti rumah bungalow utuh. Barang-barang pribadi seperti baju. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. Upaya pembersihan terumbu karang. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. andrew@hidef. regu-regu pembersih pantai. Benda-benda berukuran besar. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. Setelah 3 bulan. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. sepatu. bongkahan atap. pantai. termasuk para perenang snorkel. dan staf registrasi. termasuk televisi.

Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). dan sistem peringatan dini. rencana cepat tanggap. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). antara 4-8 Januari 2005. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. baik untuk budidaya maupun pariwisata. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. pengelolaan limbah. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. antara 10-13 Januari 2005. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. 79 . pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal.

mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. Namun. kapasitas pemantauan. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. terumbu karang.hart@undp. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. dari kursi teras sampai wastafel. UNDP. World Bank. 80 . Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004.org). Bjorkman. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. peralatan. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. kursi teras. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat.” kata Hakan Bjorkman. dan habitat-habitat pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. wastafel. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. cherie. merusak terumbu karang.” kata Mr. “Kita sudah melihat kopor. Barang rongsokan berukuran besar. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

informasi 84 . dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa.700 km2. Sebelum terjadi tsunami. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). tebing batu yang terjal maupun tegak.500 km2 dan terumbu karang seluas 1. hamparan bukit bawah laut. Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12. termasuk terumbu tepi (fringing).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. gua kapur.

Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. Myanmar. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. Hari ini tampak seperti biasa. di depan Penginapan Laguna. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon. milik Reef Check. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). terdapat ikan hiu. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. saya berada di Pantai Ngapali. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. Namun.5% sampai 82. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. yang merupakan Taman Nasional. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. laut masih tenang dan matahari keluar. Ngwe Saung. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan.5%. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. pari. www. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. Pukul 7:45 di pagi hari. ikan berukuran besar yang melimpah. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami.reefcheck. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. Penutupan karang batu berkisar antara 32. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. 2004. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan.exploremyanmar. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. Di negara bagian Rakhine. oleh 85 . Tidak terdapat. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas.de). Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. Bagi para nelayan sesepuh. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. sedikit di atas wilayah Thailand. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik.

Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN.000. dan kerugian finansial mencapai US$ 250. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu. dan IFRC. Antara 5. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami.000-6. dengan beberapa karang patah atau terbalik. membayangkan yang terburuk. Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. bahkan yang kedua. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera.000. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. lembaga-lembaga setempat. Menurut laporan-laporan dari PBB. SARAN. namun. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. “Ini benar-benar luar biasa. 86 . yang selalu terletak pada dataran tinggi.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. International Federation of the Red Cross). UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC).000 orang kehilangan tempat tinggal. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. yang mengalami kerusakan. dan bangunan sekolah. korban jiwa masih dapat diselamatkan. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. yang terletak 320 km dari Myanmar.

dan untuk saling bertukar pengalaman. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. WorldFish Centre.heiss@reefcheck. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. 28359 Bremen Germany. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . Universitas Nasional Singapura. georg. Niphon Phongsuwan. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. Georg Heiss. dan pengeboman. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. PO Box 500 GPO. Malaysia. program pemantauan ekosistem. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. Reef Check Eropa. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. Dari hasil konsensus saat ini.org. Perpusatakaan AIMS. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar.org/pdf/050203Myanmar. Phuket Marine Biological Center. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. KONTAK PENULIS Karenne Tun. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT).de.pdf). 6. k. 10670 Penang. Chou Loke Ming. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. Universitas Newcastle upon Tyne. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove.streaminitiative.tun@cgiar. Sekolah Biologi. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang. Joanna Ruxton. Inggris. PENINJAU Barbara Brown. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. Fahrenheitstr. Namun.

National Institute of Advanced Industrial Science and Technology.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. yang dipimpin oleh Brian Smith. yang kaya akan biodiversitas laut.unit. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. w 3 . (www. dalam laporannya. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. w h o s e a .html). dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember.Teramatinya ratusan lumba-lumba.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). Ayeyarwaddy division (www. et al. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. ( w w w. KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. dan Sri Lanka. 88 . Satake Y. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. India.int/rw/rwb. Active Fault Research Center.htm). Bangladesh. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. reliefweb.aist. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). seorang peniliti dari Departemen Perikanan. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. kata Mya Than Tun. seorang ahli zoololgi konservasi. paus. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami. tulis sebuah harian semi-resmi. go.

sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. Pada daratan utama. ARJAN RAJASURIYA.K. SARANG KULKANRI. sedimentasi. begitu juga pada hutan-hutan. pengembangan pesisir. DAN J. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. dan pencemaran. penambangan terumbu.7. SWAYAM PRABHA DAS. JERKER TAMELANDER. K. terdapat jumlah kematian serupa. lebih dari 7. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. N. K. KUMARAGURU. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. ROBERT SLUKA. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. JAYAKUMAR. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. A.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). dengan kerusakan yang terpusat. jetty. 89 . JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. JEYABASKARAN. SRI LAZARUS. ANITA MARY. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. MARIMUTHU. R. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. VENKATARAMAN.

Pada akhirnya. lempengan Burma.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. yang menopang kepulauan tersebut. 90 . Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. Sehingga. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini.

Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. dan bangunan infrastruktur lainnya. terbatas dan tidak mudah dijangkau. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. bandara. Port Blair. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . dan Little Andaman tersapu bersih. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. Namun.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. runtuh akibat goncangan. sementara yang lain. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. di bagian utara Andaman. Car Nicobar. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. jetty.

8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. dengan jumlah korban lebih dari 10. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5.000 penduduk di rantai pulau terpencil. WWF-India. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. Pada beberapa dermaga. tetapi hidup berjalan terus. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. Pada saat ini. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. suasana hati sangatlah gundah. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Secara umum. dan pulau-pulau Lakshadweep. Masyarakat sangatlah menderita. dan 1. Kebanyakan dari 356. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. 92 . Hampir 6. akan kembali lagi. coli dan Salmonella. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. saat gempa bumi pertama datang. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. 145 jenis karang lunak.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. Cuddalore. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. Kira-kira satu jam kemudian.5-5 meter. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. Sekretaris Kehormatan. Lebih dari 260 jenis karang batu. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. Sejak 26 Desember. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. mengatakan bahwa ‘air datang. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. Lagipula. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. Lebih lanjut lagi. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. air datang’. terumbu karang pada daratan utama. Kepulauan Andaman dan Nikobar). terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru.000 jiwa.

Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. meningkat dari 279. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. sedimentasi. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. pengembangan pesisir. 93 . Sebelum tsunami. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. Menurut para pakar arkeologi. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. praktik pengelolaan yang buruk. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir.000 pada tahun 1991 menjadi 405. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. Lebih dari 1. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. yang memimpin penggalian ini. Alok Tripathi. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. mempengaruhi 55% dari terumbu. dan pencemaran. 6 diantaranya dianggap tenggelam.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. binatang singa. seekor singa sedang istirahat. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. dalam kondisi baik.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. gajah. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama.000 pada 2001. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. seekor kuda yang sedang terbang. penambangan karang. Volume 308. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. Isu 5720). yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan.

sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). padang lamun. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya.net). Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi.com dan International Collective in Support of Fishworkers. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. Sebelum terjadi tsunami. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. Jika tidak. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. dan sedimentasi yang tinggi. ungkap Vanaja. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. dengan penutupan karang sebesar 20%. Keputusan Pemerintah No. Mereka mengatakan tak punya pilihan. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. 94 . icsf@icsf. 172 yang baru. dan terdapat juga jenis Favia. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. Goniastrea dan Goniopora yang masif. Wilayah laut di Teluk Mannar. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. Kami perlu berada dekat laut. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. dan selatan kepulauan Andaman. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. pemerintah menolak membantu pembangunannya. fluktuasi suhu yang besar. Kehidupan kami bergantung pada laut”. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut.newindpress. berisi panduan untuk pembangunan rumah. serta sebagai wilayah peneluran penyu. seorang pekerja sosial. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. ungkap Jesuratnam. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. Hydnophora.

Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. bumi. sawah. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. seperti batang pohon. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. Namun. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Jarawa. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. dan kekurangan sumber daya. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Empat suku Andaman: Andaman Besar. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka.000 hektar. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. Sebelum tsunami terjadi. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. yang akan mendorong pertumbuhan karang. populasi yang berlebih. Onge.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. Namun. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. Hutan 95 . terancam oleh penyakit. Mayoritas suku tersebut terancam punah. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. Pada awalnya. serta Sentinel. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. Kesadaran mereka mengenai laut. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. National Geographic News). dengan sedikit interaksi dengan dunia luar.

terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. termasuk Porites lutea yang mendominasi. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. sebelum dan sesudah tsunami. Patahan Acropora spp. peningkatan suhu. Di sejumlah wilayah. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. Namun. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. dan radiasi sinar UV. tetapi kematian masih dapat terjadi. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. rusak parah. masih dapat hidup. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. Redskin: Terumbu karang. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara.

Katchal. Koloni-koloni besar terangkat. Acropora. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. Trinkat. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. Porites nigrescens. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. hanya beberapa koloni Acropora. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. Terumbu Utara. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. Nancowry. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. topografi dan komposisi pantai telah berubah. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Comorta. Porites. Tarasa. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . dan Great Nicobar (Nikobar Besar). Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). Jenis Acropora paling besar dampaknya. Namun demikian. termasuk di Car Nicobar. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Echnipora. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. dan Acropora spp. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. dan Porites. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. dan Psammacora yang patah atau terguling. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. namun lebih ringan. Interview.

terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. setelah tsunami terjadi. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. Vali Munai. kue (Carangoides malabaricus). Sejumlah karang mengalami pemutihan. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. North Passage. Kariyachalli. Namun demikian. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar.5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. alga.4 mg/hari setelah tsunami. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003.7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. Pada bulan Januari 2005. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. Kurusadai. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. Thalaiyari. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. Pulau Great Nicobar. yang megakibatkan kematian. Upputhanni. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Teluk Kachchh. Yaanipar. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. Pulvinichalli. sementara 98 . India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. telah hilang. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. Mulli. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). nyaris hilang. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. Pada bulan Mei 2005.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. baronang (Siganus). Poomarichan. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). Karang batu. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. pasir. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam.

penyu hijau.000 m dari laut. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. patahan karang serta spong. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat. penyu sisik. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. Sejak tahun 2001. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. dan hutan bakau pesisir. Andaman Kecil. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. Sejauh ini. makanan. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. serta peralatan perikanan. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. suaka. WWF International). Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. penyu lekang. kapal. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 .

pertanian. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. dan kehutanan. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. pengelolaan. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. Oleh karena itu. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. namun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. 100 . Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. instansi pemerintahan. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. dan data terumbu karang yang lebih baik. dan LSM.

Arjan Rajasuriya. 101 . Marimuthu N. Wilson JJ.net. bobsluka@mrds. Government of India. dan jjeraldwilson@hotmail. Current Science. JK Patterson Edward. Madurai Kamaraj University. dan J Jerald Wilson. jeybas@hotmail. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT). Sri Lazarus. Sarang Kulkanri.com. K Venkataraman.com. AK Kumaraguru. nba_india@vsnl. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. arjan@nara. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish. funded by CORDIO.Biol.org. Jayakumar K. Reef Watch Marine Conservation.net. WWF-India. akkguru@eth.lk.org. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. 47(1): 83-87.Ass. Wilson JJ. Marimuthu N. jkpatti@sancharnet. Reef Watch Marine Conservation. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. Wilson. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar. 36 pp. N Marimuthu.India.ac. Platax teira (Forsskal. jet@ iucnsl. K Jayakumar. marineani@rediffmail. Z Islam. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. National Aquatic Resources Research & Development Agency. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. Anita Mary. kjkkumar@yahoo. 89(8): 13101312. 89(10): 1729-1741. Kumaraguru AK. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. Suganthi Devadason Marine Research Institute. Ministry of Environmental and Forests. marinemari@hotmail.com.com. JJ. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. R Jeyabaskaran. T Shumugaraj. Institute for Environmental Research and Social Education. Mumbai. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi. Robert D Sluka.com.in. Current Science. Millennium Relief and Development Services.Mar. National Coral Reef Research Institute.org.com. National Biodiversity Authority. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. 1775) in Pudhumadam coastal waters.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. sarang@reefwatchindia. lazarus_lasu@yahoo. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. J. India.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

diterima oleh masyarakat.000 rumah hancur. dan berkelanjutan. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi.8. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah.000 sampai 37.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. MALIK FERNANDO. Matara dan Hambantota). dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. jika karang diinginkan kembali pulih. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada.5 meter.5% dari PDB). namun.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat. CHAMIN DA KARUNARATHNA. sepanjang 1. 90. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas. NISHAN PERERA. 100. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31.

air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. dan Hambantota.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. Tragisnya. sampai 78% di Amparai.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. bergantung pada energi gelombang.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. dan bentuk daratan. Diantara korban jiwa tersebut.000 sampai 37.5% dari PDB). yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. batimetri. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 .000 orang. Pada kasus-kasus terburuk. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. dimana 20% dari populasi terkena. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. Matara. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31. dan 80% di Mullaitivu. terdapat 27.

termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. Sri Lanka timur. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. selatan. gundukan. yang juga terlindungi dari muson barat daya. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. 105 . seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. Pada tahun 1998. di dekat Trincomalee. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. serta biaya. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. dan timur. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. Disamping itu. serta meja di Sri Lanka. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. khususnya pengeboman. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. institusional. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal.

Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. Misalnya. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. dan operator selam. Di sisi lain. Namun. Project Aware. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. dan Sewalanka Foundation. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. plastik. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Daerah Hikkaduwa. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. Thomas College sub-Aqua. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. dan wisatawan. terdapat batang ranting pohon. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. peralatan selam dan kapal. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. Unuwatuna. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. termasuk dari Klub St. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. peralatan rumah tangga. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. pengelola hotel. Department of Wildlife Conservation. Sinhala. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. dan Marine Pollution Prevention Authority. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. dan mengalami deplesi dari 106 . dicetak dalam bahasa Inggris. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. Sebelum tsunami. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. tekstil. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. bahan konstruksi. pekerja medis. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. International Water Management Institute.

termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. menderita akibat penginjakan terumbu. dan Pulau Merpati. Secara umum. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. 107 . Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. di dekat Trincimalee. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. dan akumulasi dari sampah padat. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. teripang. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. serta moluska jenis Turbinella pyrum. Di Teluk Belanda. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. yang terkenal di antara para wisatawan. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata.

108 .org dan Elisabeth Waechter. seperti terumbu karang. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. Direktur Eksekutif UNEP. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. orang-orang yang kita cintai. terutama marga Goniastrea. dan Favia. puing-puing. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak.org. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. serta padang lamun. di semua daratan yang dimasukinya. elisabeth. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan.nuttal@unep. Di pantai. hutan mangrove. namun sangat penting. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. nick. Tingkat kerusakan ini beragam. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. termasuk Sri Lanka. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. Namun. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Pada beberapa wilayah. Klaus Toepfer. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. UNEP Nairobi). Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. Porites. bukanlah suatu kemewahan. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. lapisan pertama mangrove rusak parah. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan.waechtar@unep. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. mengejutkan. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah.

Di wilayah lainnya. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. Unawatuna. bagian-bagian kapal.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. serta peralatan rumah tangga berlimpah.5% menjadi 12%. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. Di Kapparatota – Weligama. yang terbentuk setelah tahun 1998. Kalkudah. Nilaveli. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. 109 . Namun. batang dan ranting pohon. sebagian besar tekstil. Polhena. Terumbu yang terdapat di Rumassala. Kudawella. Di Pulau Koral. dari 17% menjadi 30%. dan Hikkaduwa. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. Teluk Galle tidak terpengaruh. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. yang terlindungi dari gelombang. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. Namun. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. Sampah dan puing-puing. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. Kapparotota/Weligama. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai.

penambangan karang. ikan sweetlips (Haemulidae). terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. kelimpahan ikan. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. ikan gobi (Gobiidae). yang terletak di sebelah barat Tangalle. terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. dan ikan emperor (Lethrinidae). populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. Namun. pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. ikan kakap (Lutjanidae). Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. 110 . Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. dan ikan maming (Labridae). sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. beragam bergantung lokasinya. mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. Ussangoda.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. dan Unawatuna. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. energi dari tsunami teredam. seperti kerapu (Serranidae). Terumbu di Tangalle. sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. kurang terpengaruh. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. Di Kudawella. terutama ikan damsel (Pomacentridae). di sepanjang pesisir timur dan barat daya. Di Polhena. Weligana. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae).

Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah. dan juga kamus. 111 . belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban.520 kapal tradisional tanpa mesin. Disamping itu.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. Saat ini.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. Sebanyak 27. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka.000 orang secara langsung dan sebanyak 65. sekitar 90. Disamping itu. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. alat. mempekerjakan sebanyak 50. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. Peralatan nelayan. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006.iucnsl. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami.org). Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. sebanyak 2% dari PDB nasional. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. Ibu Shiranee Yasaratne. dan diperkirakan bakal mencapai 600. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas.000 orang secara tidak langsung. termasuk 594 kapal harian.000 pada tahun 2005. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal. dan jaring juga telah hancur.996 kapal bermesin dan sekitar 10. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. seperti mesin lepas. Angka ini direvisi menjadi 425.000 oleh IUCN. 7. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi.000 pada tahun 2004. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. MJF Foundation dan Linea Aqua. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002. dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. fasilitas penyimpanan dingin. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami.000. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565. sekitar 26% dari 18. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka.

agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. sekolah-sekolah kejuruan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Japanese Bank for International Cooperation. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. Scuba POP. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. jaring. dan 3 pelabuhan perikanan. Australia memberikan US$ 16 juta. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. 112 .000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. termasuk US$ 550. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. dan industri. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. dan pelatihan. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. peralatan penangkapan. kehidupan masyarakat. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang.

2005.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. enp@iucnsl. Melaksanakan pemantauan secara teratur. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. Nishan Perera. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. IUCN Asia Regional Programme.lk. dan Bambaradeniya et al.asp). Rajasuriya et al. Bernard Salvat.developmentgateway. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. Jerker Tamelander. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. Australian Government. diterima secara sosial.lk dan chaminda@nara. Colombo Sri Lanka. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA).org/Tsunami/srilanka-assessment. Joanna Ruxton. dan berkelanjutan. Kristian Teleki. 2005. ADB/JBIC/ World Bank. 2004. jet@iucnsl. Rajasuriya.. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. Klub Sub Aqua Sri Lanka. dan Dan Wilhelmsson. limpasan nutrien. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan.adb. Asian Development Bank. arjan@nara.au/jahia/Jahia/pid/2626). Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami. (www. (www. Malik Fernando.. AusAID. Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. tenaga. IUCN Sri Lanka Country Office. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. Colombo 7.org. malikfern@eureka. LSM. CORDIO.com.ac. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. January 10-28. PENINJAU Sian Owen. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka.org. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. 113 .ac.lk. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. Japan Bank for International Cooperation.

IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action. 114 .org/ tsunami/resources/iucn-reports. Sengupta S. et al.asp). 20 January 2005. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction. (www. IUCN.htm). IUCN – The World Conservation Union. Iucn.org/tsuanmi/resources/iucnreports. United Nations Environment Programme. (www. (www. (www. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka. Perera A.ac. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. Kenya.gov/locations/asia_near_east/).lk/RAP). 1.htm).unep. CORDIO. Tamelander J. (www.org/tsunami/tsunami_rpt.usaid.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C.nara.iucn. NARA. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.

374 pabrik kecil pengolahan ikan. ataupun infrastruktur lokal lainnya. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi. dinding dermaga (wharf walls). GEOFF DEWS. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). ARJAN RAJASURIYA. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. 115 . WILLIAM ALLISON. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. dan pertanian. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. HUGH SWEATMAN. dan memindahkan 375. sumber pasir dan batu.9. perikanan. Namun. Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. gangguan pasokan air bersih. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. ANGUS THOMPSON. banjir menyebabkan matinya listrik. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. jembatan penghubung selat (causeways). armada perikanan. JEAN LUC SOLANDT.000 meter kubik pasir ke cekungan galian. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. jetty. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. JOHN GUNN. pekerjaan. JERKER TAMELANDER.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. dan penarik utama dalam industri pariwisata. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. erosi daerah pesisir. kurang lebih sepertiga dari 300. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar).

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

000 juta. erosi daerah pesisir. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. ibu kota Maladewa. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. harta pribadi. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. sementara hampir sepertiga dari 300. armada perikanan. pekerjaan. Genangan pertama adalah yang terbesar. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. gangguan pasokan air bersih. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. bangunan. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. atau infrastruktur lokal lainnya. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. pariwisata. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. 117 . Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami.000 penduduk kehilangan tempat tinggal.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. dan 12% berasal dari perikanan karang.

membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. Selain itu. dan ikan hias diambil untuk diekspor. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1.200 jenis biota telah ditemukan. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. teripang. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. hiu (bagian siripnya). menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. 118 Tutupan karang (%) . sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004). sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. tengah. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama.

tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. Di tahun 2002. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. theloweroad@gmail. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. gelombang akan balik lagi. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. kursi. Detik berikutnya. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. saat gelombang menyapu pulau. dengan perairan dalam di sekelilingnya. para staf dan tamu ketakutan. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. 119 . Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. Aku berhenti bernafas. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. “Jauhi pantai. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. dan saat aku sadar. Suasana resor sepi sehabis Natal. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. Sungguh mengherankan. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. Saat aku kembali ke Amerika. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. tak tahu apa yang harus dilakukan. Sebagai tambahan. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. 1 meter di atas permukaan laut. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. Syukurlah. Namun. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. jangan bergerak”. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. cerah dan hangat. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. patroli di pulau. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. air sudah pergi. Aku berteriak ke arah para tamu. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. Air laut masuk melalui kolong pintu. menunggu pertolongan. TV. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. komputer. berjaga-jaga dari penjarah. Lalu hening.com). fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Ini adalah pulau terpencil. memanjat meja. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh.

yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya.mv). Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. yang merupakan selokan alami. Di banyak pulau. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. beliamall@dhivehinet. Di Pulau Goidhoo.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. 120 . saat kemudian gelombang datang. snorkel. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. Pasang yang sangat tinggi. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. Konsekuensinya bervariasi. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. seberapa banyak air laut dapat masuk. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. dan air bila diperlukan). Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja.net. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. fin. begitulah yang terpikir. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. Sayangnya. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar.

termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Kolhuvaariyaafushi. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. dan Devana Kandu. beberapa timbunan pasir. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). Umumnya. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. 121 . Namun. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir).Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. namun. Keyodhoo. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. dan Embudhoo. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. dan pecahan karang yang berserakan. dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. Di sisi timur atol. atau Thuvaru. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat.

Air berputar cepat pada penyelaman pertama. dll. makanan habis. air minum dibatasi. 122 . jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). kedatangan wisatawan menurun. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi.200 tempat tidur hotel hilang. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. Atol Ari. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. bagian-bagian kapal. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot.000 menjadi di atas 615. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. 1. kotak es. kami melihat banyak puing di air. semua barang-barang kami hancur. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. Di resor. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta.000. Kembali ke kapal sangatlah susah. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. Malé Utara. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. Hampir setahun kemudian. sepatu. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. Di kedalaman 18 m. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. pakaian. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. Namun. keadaan lebih kacau lagi. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Saat sarapan. Sejak tahun 1978 sampai 2004. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. Di perjalanan pulang ke Fru. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. Tak ada listrik. Kami tidur saat itu terjadi.

Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. tempat pembekuan. 65 penanda terumbu. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup.000 rumah telah hancur karena tsunami. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. 25 lampu pemandu. terdapat di laut lepas. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. Sehingga. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. 123 . tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. dan jumlahnya melimpah. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. dan 300 m jembatan selat.000 m dinding pelabuhan. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. dan besi untuk struktur beton.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. yang selalu bermigrasi. Selain dari kerugian tersebut. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. rendaman kerikil. namun. 120 penanda masuk (penyelaman). melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. dan keramba apung. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. merusak 50 armada laut lainnya. Pembangunan kembali sedang berjalan. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun.200 m dinding dermaga.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. 15. 4. tsunami memindahkan 375.

serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. wadah air dan air layak minum. penyediaan mata pencaharian alternatif. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. dengan menghabiskan US$ 1. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. REKOMENDASI. AusAID. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. 124 . serta peralatan kebersihan. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. terpal. KESIMPULAN. Jadi. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. pelestarian budaya.

”ujar Kari Blindheim. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. perencanaan. operator wisata. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. menganalisa. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan. masyarakat. konsekwensinya akan sangat serius. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7.org/tsunami).undp. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. Pertanian. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. dan organisasi yang diperlukan. 125 . Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. secara ekonomi. Usaha-usaha di bidang lingkungan. Menteri Perikanan. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. dan tanggapan terhadap bencana. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. peralatan.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. Leporan juga menyebutkan bahwa. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor.

baik secara musiman maupun jangka panjang. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. perawatan pelabuhan. dan bahan konstruksi. Pada tahun 1992. pada terumbu di tepi atol. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. Pertanian. yang ternyata meningkat sejak tsunami. 126 .nz/oceano/seasand. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. Menteri Perikanan. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan.seafriends.org.org/tsunami).htm).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. www. Walaupun begitu. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. pasir. bahan bangunan. dan dari terumbu tempat pakan ikan. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau.unep. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau.

gov. Arjan Rajasuriya. hzahir@mrc.thompson@aims. dalam laporan GCRMN. National Aquatic Resources Research & Development Agency. h.undp. (www. dan m.gov.mv. termasuk kontribusi H. Colombo. jls@mcsuk. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.pdf).au/publications/ pubout.au. Maldives.mcsuk. UNDP (2005). Australian Institute of Marine Science (AIMS).au/hottopics/ topic. Dews G. dan Mary Wakeford.org. UK.gov.lk. KONTAK PENULIS Hussein Zahir. (www. Sri Lanka. Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147. Kristian Teleki. Hugh Sweatman. Colombo.ausaid. (www.au.pdf).gov. William Allison.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920). Joanna Ruxton. 127 .org/tsunami/reports/maldives.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). UNEP (2005). Zahir et al.undp.org/marine_world/MCS_Maldives_report. Jean-Luc Solandt. (www.gov.org/drtf/). Malé. John. jet@iucnsl.sweatman@aims.ac. a.mv. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State . World Congress on Aquatic Protected Areas. John Gunn.gov. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. Mohamed U.mv. arjan@nara.org and www.wakeford@aims. Australian Institute of Marine Science. IUCN Sri Lanka Country Office. Angus Thompson. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. Rajasuriya dkk.unep. dan Chris Wood. Geoff Dews. Jerker Tamelander.Republic of Maldives.ausaid. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A.net. Naeem H. (www. Marine Conservation Society. Australian Government.au. beliamall@dhivehinet.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam.au.org. August 2002. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005).Gunn@csiro. Marine Research Centre. Cairns.mv. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Sri Lanka.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. kapal penangkap ikan. dan jembatanjembatan. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. ROLPH PAYET. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. tumbuhan pesisir. Gelombang kedua lebih kecil. penangkapan ikan yang merusak. pelabuhan. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. dinding laut. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. dan kehilangan karyawan. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. 129 . KATE PIKE. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. jalan-jalan. JAN ROBINSON. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. infrastruktur. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. menjadi mati atau rusak. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. MARTIN RUSSELL. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. UDO ENGELHARDT.10. Secara umum. dan peralatan. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. akan membantu proses pemulihan. diversi mata uang untuk bantuan. JUDE BIJOUX. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. DAVID OBURA. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. polusi.

jembatan. perumahan. Praslin. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. perumahan. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. membentang seluas 1. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. dimana tak terkena dampak tsunami. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 .000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. (kelompok dalam).374. tumbuhan pesisir. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. jalanan. dan infrastruktur. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. Tsunami dimulai dari jarak 4.

snorkeling. 131 . Pada tahun 2004. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. seperti Taman Laut Ste Anne. sarana olah raga. Namun di tahun 1998. Acanthastrea. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. ikan kakatua. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. terutama ikan kepe-kepe. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. sekolah.2% di tahun 2004. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. Lebih jauh lagi. sebagaimana pula kepe-kepe. kerapu. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. lahan siap pakai. dan trigger.3% di tahun 2004. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. wrasse. kakatua. Diploastrea. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. Sebagai tambahan. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. pertanian.5% di tahun 2000 menjadi 14. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. dan kerapu di dalam MPA. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. dan Physogyra. kakap. dan penyelaman. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. Goniopora. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. perumahan. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. Secara nyata.4% di tahun 2000 menjadi 6. sarana publik. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. infrastruktur perikanan. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998.

seperti yang terdapat di Moyenne. Di perairan yang lebih dalam. Sehingga. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. Pocillopora. dan Baie Ternay. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. contohnya Anse Copre. rusak. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. Anse Royal. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. dimana kurang dari 1% koloni karang. Airport. Populasi ikan secara umum lebih sehat. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. dan jarang yang sampai 10%. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. 132 . Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. Port Launay.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. Di perairan yang lebih dalam. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. yaitu Physogyra dan Pachyseris. batimetri lokal dan geologi. yang didominasi oleh Acropora bercabang. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. dan West Rocks. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. Namun. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. Pointe Police. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Pocillopora dan Millepora (karang api). namun. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. Millepora. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. tidak terkena dampak. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. serta kondisi terumbu karang. Tampaknya. seperti Grand Rocher. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. Keragaman karang tetap tinggi. Umumnya. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. dan Heliopora (karang biru). terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami.

meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Berkarbonat: >50% pada substrat. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. seperti Isle Coco. Di banyak situs. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. Berkarbonat: >50% pada substrat. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. 133 . yang disurvei. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. dari arah kedatangan tsunami. Pierre. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Pengaruh batimetri lokal. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. St.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. sangat jelas tergambar di beberapa area. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. dengan tekanan melingkar. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. Isle Coco adalah terumbu paling timur.

240 km tenggara Mahé. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. 134 . Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. Tak terdapat keanehan di Providence. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Namun. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. dan Anse la Mouche (Mahé). Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. Namun. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. dan karang mengerak tertutup sedimen. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. Di Anse La Mouche. Di Taman Laut Curieuse. Di La Reserve. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. sehingga merusak 16% karang. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. Anse Royale (Mahé). Secara keseluruhan. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Anse Petit Cours. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. 700 km dari Mahé.

7 juta). Divisi Keamanan Sosial. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). Pada kenyataannya. memperbaiki armada. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. diperkirakan sebesar SR$ 4.000). REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria.5 juta (US$ 760.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. dimana 15 angkutan tenggelam. Kantor Administrasi Kabupaten. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. termasuk peralatan memancing. 135 . dengan perkiraan biaya SR$ 14.000 sampai 855. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. sebagian besar sekarang telah diangkat.0 sampai 4. Otoritas Perikanan Seychelles.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. termasuk menurunnya arus mata uang asing. jumlahnya melebihi 1. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam.) per unit usaha meningkat 68%. Selain kerusakan fisik.3 juta (US$ 2. Kementrian Keuangan. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson.200 orang. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus. dan mengganti kerusakan infrastruktur. atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang. Kantor Kepresidenan. polusi. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. Lebih jelas lagi. Kerugian pada armada perikanan.

sc.au. (Susunan penulis berdasarkan abjad. Jan Robinson. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla.bijoux@scmrt-mpa. Reefcare International Pty Ltd.gov. Ameer. Martin Russell. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. CORDIO East Africa.pike@scmrt-mpa.au. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. ps@env. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles.sc. regional. Kate Pike. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. CSIRO. Seychelles Fishing Authority. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan.Skewes@csiro.org. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal.sc.Abdulla@iucn. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. David Obura. martinr@gbrmpa. reefcare@ozemail. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. Timothy Skewes. jrobinson@sfa. k. Kenya. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu.org. Seychelles. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan. j.gov.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM). Australia. Rolph Payet. IUCN.com. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. peralatan patroli. Mombasa. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA. Global Marine Program. dobura@cordioea. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini.au. Jude Bijoux. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA.) 136 . PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. Australia. Great Barrier Reef Marine Park Authority. Timothy.sc. Udo Engelhardt. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. membantu pemantauanpemantauan pemulihan. Department of Environment.

gov.pdf). ##).iucn. Kenya. dan Turner et al. Obura D.sc).sfa. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004.unep. Souter et al. Teleki et al.org/tsunami/tsunami_rpt. (www. Pike (tak dipublikasi.org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05. Skewes T.au/publications/ pubout. (www. (2002). Report to AusAID. IUCN. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al. United Nations Environment Programme.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384).ausaid. AusAID. (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. Teleki dan Spencer (2000). (2005). Nairobi.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (2000). IUCN/CORDIO. Stobart et al. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. (2005). (www. Ye Y. (www. CORDIO. Payet et al. (2002). UNEP. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. 137 . CSIRO Marine and Atmospheric Research. 54pp. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles.asp).

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. Sumur-sumur pesisir. kerugian infrastruktur perikanan. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. 1 di Yaman (Sokotra). Di Kenya dan Tanzania. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. Saat gelombang mencapai Yaman. 2. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. 11 di Tanzania. dan 1 di Kenya. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. kekeringan. Di Somalia. peralatan pancing. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. Dampak terbesar 139 . tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. salinisasi sumur. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. Di Yaman. erosi pantai lokal.000 terkena dampak langsung.11. dan 22. Walaupun demikian. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. sumber air tanah. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. kapal. 4.2 juta penduduk. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali.500 orang mengungsi. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. 18. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun.

erosi pantai lokal. 204 rumah. alat pancing. 140 . Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. dan 44 rumah penyimpanan. 60 kapal motor tempel. dan kerusakan pada 27 kapal. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. infrastruktur perikanan. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. dan Kepulauan Sokotra.

kadmium. Sekitar 22. Tanzania. perdarahan perut. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. termasuk penyakit pernafasan akut. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. 4. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. iritasi kulit yang tidak biasa. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. Sebagai tambahan. terseret jangkarnya. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya.000 orang terkena dampak langsung bencana.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. perdarahan mulut. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang.5 m. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. Di Kenya.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. sumber-sumber air tanah. dan peralatan. timah. batuk kering yang berat. kapal ikan. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. termasuk uranium radioaktif. Sebagai tambahan. terutama di dekat Hafun. 141 . rumah sakit. 289 orang meninggal.500 orang mengungsi. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. dan kimiawi lainnya. dan 18. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. sumur-sumur pesisir. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun.

Komoros. Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). 142 . dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore.edu/uhslc/iotd/).soest.hawaii. Di tempat lain di Mauritius. Madagaskar. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. sehingga tak ada kerusakan luas. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. Mozambik. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur. baik di darat maupun di laut. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. Saya de Malha.

tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. dan polusi. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. Pada terumbu yang lebih dalam. penangkapan yang merusak. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. Namun demikian. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Sebelum 1998. di terumbu yang tak dapat diakses. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. Millepora juga jarang.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. sedimentasi. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. Sebelum tsunami. di terumbu yang mudah diakses. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. terutama di dalam MPA-MPA. 143 . Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. tutupan karang keras hidup. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. dan sedimentasi. Namun demikian. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. polusi. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). Sebagai contoh. Di bagian utara Kenya. Tutupan karang. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. Sebelum tahun 1998. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003.

dan polusi. gudang penyimpanan. george. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. 1. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. penangkapan yang berlebih. 569 mesin. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih.625 jaring. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. mesin. Pakar FAO. sedimentasi. penjual. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. Tanzania: Sebelum tahun 1998. UNFAO. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. dan peralatan penangkapan ikan. mesin. pengolah.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. dan 16. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. Gelombang besar merusak kapal. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%.org).kurous@fao. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. namun. Petugas Informasi. dan kompetisi dengan alga. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. dimana lebih dari 2. terutama nelayan”. Sebelum tahun 1998. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. wabah penyakit karang tahun 2002. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. kait.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. Hans Båge. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. dan dermaga. pancing. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998.2 juta. Tercatat 653 kapal.

Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. dan lokal. dan Mtwara. makanan. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Madagaskar. dimana lebih dari 1. nasional. Tanga. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. Terumbu. Di Kenya. Dar es Salaam. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. dan air minum. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Songo Songo. peralatan rumah tangga. dan tak ada yang rusak di 300 individu. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. sementara di Pulau Mafia. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. komponen media swasta dan 145 . sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. Seychelles. pesisir. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. pada koloni yang telah diberi tanda. di laguna dangkal Mombasa.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. kekeringan. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. Cargados Carajas.000 penduduk. Mayotte. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. pasokan medis. terjadi saat surut. dan kekurangan pangan. penangkapan yang berlebih. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi.

usaid.html).unep. serta latihan uji skenario. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz.fao. internet). dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). Box 10135 Mombasa. Ldevantier@aol. dan USAID. (2004). (www. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia. (2005). KONTAK PENULIS David Obura. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. PENINJAU David Garnett. televisi.org/tsunami/tsunami_rpt.O. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. United Nations Environment Programme. Bernard Salvat. USAID: Somalia (2005). mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. Joanna Ruxton.asp). dan rencana pengelolaan bencana. Kenya. dan masyarakat. serta makalah oleh Mohammed et al. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. (www. Nairobi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. Lyndon DeVantier. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra. juga Kotb et al.org. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. CORDIO East Africa. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. P. (www. departemendepartemen pemerintah. sektor swasta. panduan. Miranda Morris. 146 . FAO. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. dobura@cordioea. Obura et al. dan Friends of Soqotra. 2 (July 2005): 1. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. dan Kristian Teleki. Obura (2005). dan Ahamada et al. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. (2004). Kenya. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). Socotra Conservation Fund.com.org/ newsroom/en/news/2005/107210/).

Sørensen MK. UNEP/CBD/ SBSTTA. Selvam V. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. Thio HK. Cummins P. Olwig MF. Ahamada S. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Science. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. et al. 15: 1926-1930. Ji C.) Status of coral reefs of the World: 2004.Andaman earthquake. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. UNEP-WCMC. Switzerland. pp. 436: 759. et al. 308: 1126-1127. Ardiwijaya RL. Nature. 310: 643. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. 15(12): 443-447. Science. Chatenoux B. Hughes TP. Bijoux J. Bigot L. Bilham R (2005) A flying start. Ammon C. Australia. 147 . (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. UK. then a slow slip. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. Bosire JO. Issue 77. Cauvin B. Australian Institute of Marine Science. Coral Reefs. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. In: Wilkinson C (ed. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. et al. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Dahdouh-Guebas F. Chavanich S. Di Nitto D. Townsville. 309: 1036-1039. Campbell SJ. Cambridge. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. 189-211. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. et al. Queensland. 308: 1133-1139. Science. Burke L. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. Robinson D. Baird AH. Science. Jayatissa LP. UNEP/DEWA/GRID-Europe. Anggoro AW. ANJURAN BACAAN Adger WN. Carpenter SR. Siripong A. AUSGEO news. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand.LAMPIRAN 1. Folke C. Second Report. et al. Selig L. 24(4): 535. Sojisuporn P. Current Biology.

Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Reef Check Foundation. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. Rajasuriya A. Science. Titov V. 85 pp. Nature. Phongsuwan N. Townsville. et al. Townsville. coral reef monitoring and management in Southeast Asia.(ed. California. Rabinovich AB. Nettles M. California. Thomson RE. pp. et al. Coral Reefs. Houston H. 308: 1127-1133. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Australian Institute of Marine Science. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. 434: 581-582. Australia. Maldives and Sri Lanka. et al. Kalombo H. 171-188. Science. University of California Press. Hagan A. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. Cabanban A. 435: 933-936. Zahir H. Daniels C. Chagos. Chou LM. Spalding M. Obura D. India. 309: 2045-2048. 171: 372. Tanzania. pp. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. In: Wilkinson C (ed.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. Okal E. 86: 301-304. Australia. (2004) Status of coral reefs. et al. Souter D. Ishii M. Kanamori H. Sweden. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. Tun K. Andaman Sea. pp.uk/pdfs/Final%20report. 434: 573-574. Lynett P. In: Wilkinson C (ed. 436: 1071. Stein S. Fernando H. Indonesia. Mozambique and South Africa. Queensland. Park J. 433: 350-353. Science. Linden O (eds.org. Mendis SG. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan.tourismconcern. (www. Shearer PM. In: Wilkinson C. et al. Australia. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. Nature. McCulley JL. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. Queensland. University of Kalmar. AGU. Nature. Eos Transactions. Nature. Church J. 308: 1139-1143.) Status of coral reefs of the World: 2004. Indian Ocean. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami).pdf). Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. et al. Ammon CJ. Lay T. Pacific Palisades.) Status of coral reefs of the World: 2004. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. 148 . Tromp J. Venkataraman K. Townsville. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. Song TRA. Australian Institute of Marine Science. Queensland. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. Perera N. Islam Z. Ravilious C. 213231. USA. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. 235-275. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. 308: 1595. Foster R. Mofjeld HO.) Status of coral reefs of the World: 2004. Liu PL-F. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Seychelles. Vidale JE (2005) Extent. Gunawan CA. Science. Tuan VS. USA. Science. Australian Institute of Marine Science. Jaffe BE. January 2005. 307: 657.

Wilkinson C (ed. 149 .org/tsunami/tsunami_rpt.unep. Australian Institute of Marine Science.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. Kenya (www. Anjuran Bacaan Tun K. Australia. and Global Coral Reef Monitoring Network.Lampiran 1.asp). Oliver J. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004. United Nations Environment Programme. Townsville. 557 pp.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD .LAMPIRAN 2. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Lampiran 2. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 . Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI.

Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 . Ilmu Pengetahuan. dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia . Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI.

dan pengelolaan lingkungan. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. www. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita. buku. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.LEMBAGA SPONSOR. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. Website: www. Mempertahankan keragaman 155 . AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan.aims. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid. Townsville 4810 Australia. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra.gov. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya.gov. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan.au. Alamat Kontak: AIMS. PMB #3. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun.go. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen.ausaid. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. dan monograf untuk penggunaan skala regional.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. pemerintah.

yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. Maladewa. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. Komoros. Tanzania. dan degradasi fisik dari terumbu karang. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. serta bagi pengelola terumbu karang.biodiv. Mauritius. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. dobura@africaonline. melestarikan. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. World Maritime University. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Alamat kontak: Marjo Vierros. University of Kalmar. CORDIO Afrika Timur.linden@cordio. 10135.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. Seychelles. olof.org atau www. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. Colombo 7.gov. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis.co. Bamburi. marjo. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. Malmo. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain.vierros@biodiv. Madagaskar.org. 53 Horton Place. peneliti. Reunion. David Souter. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). david. Afrika Timur: David Obura. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. Ministry of Environment.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. jet@iucnsl.org. P. Sejak dimulai. IUCN South Asia. India. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. penggunaan komponennya yang berlanjut. Canada. Seychelles.O. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. dan Chagos. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. 156 . Sri Lanka.ke. Sweden. Mozambik. Asia Selatan: Jerker Tamelander. ps@env. Kenya. Sri Lanka.org. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI. Box. James Cook Uniersity.souter@cordio. CBD Secretariat Montreal. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia.

para operator. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science. info@crcreef. www. CBD. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. Queensland Seafood industry Association).org). GCRMN bekerjasama dengan ReefBase.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. UNEP. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL.wilkinson@aims. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. homepage: www. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. nelayan.org. UNEP. Reef Check Los Angeles. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. Alamat kontak: Russel Reichelt. c. UNF. Townsville 4810 Australia. WorldFish Center.se. pengembangan kapasitas. MAC. ICRI. World Bank. PO Box 772. olof. Sekretariat ICRI. dan WWF. WorldFish Center. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. perguruan tinggi. UNEP-WCMC. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia.Lembaga Sponsor. E-mail: Kristian Teleki. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. CORDIO. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat. Reef Check. pelatihan. CRC Reef Research Centre.org 157 .reef. TNC. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority).oliver@cgiar.org. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center. di Townsville. Reef Check. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. GCRMN. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara.icran. atau Olof Linden.com or www.au. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. WRI. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. rcheck@ucla. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. dan sosial terkini.gov. atau Gregor Hodgson. sekolah-sekolah. dan NOAA. dan informasi ilmiah.gcrmn.crc.edu. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). AIMS. IUCN. kteleki@icran. SPREP. ekonomi.linden@wmu.

dengan IOC. mendorong. Jepang. organisasi internasional. www. Alamat kontak: IOC/UNESCO. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. IUCN. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan).org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. Inggris. World Bank. dan World Bank. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. Swedia dan Filipina secara bersamaan. bersamaan dengan CORAL. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. www. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. Filipina. 1 Rue Miollis. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. Swedia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. dan CBD kini sebagai sponsor. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. IUCN. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. UNDP. UNEP. 75015 Paris. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. Jamaika. Perancis. para LSM dan programprogram regional. IOCUNESCO. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. CORDIO. ICRI. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia.unesco. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. IUCN. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja).ioc. bersama dengan UNEP. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. penelitian dan pengamatan kelautan. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. dan Amerika Serikat. IOC.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. Australia. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. lembaga pemerintahan. dan Millenium Development Goals. ICRAN. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. UNEP. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. Perancis. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . yang merupakan pendahulu GCRMN.ICRIForum. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang.

jp/ dan www. 1-2-2 Kasumigaseki. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. dan menerapkan alat-alat konservasi. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. Alamat kontak: Jl. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. Rue Mauverney 28.kehati. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10.go.Lembaga Sponsor.env. Tokyo 100-8975. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. coral@env. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. Japan. yang didirikan di Pulau Ishigaki.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin. memasang standar. perguruan tinggi. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union.coremoc. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. Bangka VIII no. Kementrian Lingkungan Hidup. kehati@kehati.di Indonesia. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. komunitas bisnis.or. edukasi dan riset. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN. membangun kapasitas.go.go. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division.jp. Ministry of the Environment. www. advokasi kebijakan publik. CH-1196 Gland. Nature Conservation Bureau.or. www. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis. pemerintah daerah. atas nama Pemerintahan Jepang. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. Marine@iucn. Switezerland. Switzerland.id 159 . dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. Chiyoda-ku. yaitu: informasi. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. mengembangkan. Ada empat program utama yang dikembangkan.id . maupun media massa. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. Disamping itu.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi. asosiasi profesi. 3B. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia. Sekretariatnya terletak di Gland.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

oliver@cgiar. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. DC. air. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung.Lembaga Sponsor. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. dan kualitas udara yang semakin buruk.org. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. www. Mhatziolos@worldbank. seperti ICRI dan GCRMN. Sebagai akibatnya. www. 10670 Penang. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan. dengan lebih dari 4.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. dengan kantor pusat di Penang. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. NW. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. beserta berbagai rekan kerjanya. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. Washington. Jamie Oliver. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. Malaysia. Alamat kontak: PO Box 500 GPO.cgiar. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air. 1818 H St. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. 20433 USA. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. l. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. Environment Department.worldbank. Malaysia. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat. www. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan.org/icm. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. memperbaiki kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin.org. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. The World Bank.gefcoral. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak.

1250 Twenty-Fourth Street. www. or Helen Fox. Helen. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). anita. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. DC 20037. 164 .vanbreda@wwfus.org. WWF. SOwen@wwf. NW. Washington.nl.org.worldwildlife.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik.fox@wwfus. Alamat kontak: Anita Van Breda.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful