Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. dan Saran 1. Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. iii . Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. dan Tsunami Samudera Hindia 2. Lempeng Tektonik. Thailand Pasca-Tsunami 6. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. Tsunami. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. tidak disebutkan secara khusus. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. dan bukan hanya satu ombak yang besar. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151. Kesimpulan. Gempa Bumi. Gempa Bumi. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini.

.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. Madeleine Nowak. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. Viacheslav Gusiakov.reefbase. David Garnett. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. Cherchinda Chotiyaputta. www. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA).org dan www.The World Conservation Union. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial.gcrmn. Marco Noordeloos. WWF International. dan Tim Simmonds. nasehat. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. Joanna Ruxton. the Australian Agency for International Development (AusAID). WorldFish Center. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. AIMS. Jamie Oliver. dan Kenji Satake. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS).terima kasih. David Souter. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam. Steve Clarke. IUCN – The World Conservation Union. the United Nations Environment Programme (UNEP). dan Olaf Linden. the Convention on Biological Diversity. terutama tim Science Communication yang professional dan ramah. World Bank. Kementerian v .UNESCO. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN. United Nations Environment Programme (UNEP). David Obura. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. Tidak semua bahan referensi disertakan. Wendy Ellery. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147.org. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan.terima kasih. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. Maitee Duangsawadi. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. IOC . dan ICRI Secretariat. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. IUCN .UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia.

kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. vi . Melalui bantuan mereka. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef.Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. yang sering kali secara sukarela.

Swedia. Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. Tokyo. vii . US Department of State. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. Ministry of the Environment. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . WorldFish Center.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. CRC Reef . Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. The Hague. dan GPA Coordination Office. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. Silver Springs Maryland USA AusAID . The Netherlands IUCN – the World Conservation Union.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group.International Marine Project Activities Centre Ltd. dan Sri Lanka.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. World Resources Institute. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. Los Angeles Reef Base. Washington DC. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. Silver Springs. Townsville Australia Nature Conservation Bureau. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation.

.

respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan.S. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. sayangnya. Indonesia. Dalam buku ini. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. Dalam beberapa menit saja. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. contohnya. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. Namun demikian. Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. Thailand. Disamping itu.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. dan juga media. internasional. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. halaman 19). dan Sri Lanka. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. Maladewa. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. Di Thailand. masyarakat yang menjadi korban jiwa. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika.

US$ 12.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. U. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Konferensi ini 2 . Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment).S. Pada bulan Februari 2005. U. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional. UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Trade and Development Authority. Maladewa. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan.5 juta kepada Thailand. dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. Lembaga bantuan luar negeri Australia. dan menjalankan pilot projects.S. pembentukan jaringan. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI. konsultasi. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mesir. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. telah memandu proses pemulihan. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. termasuk dari segi lingkungan. US$ 16 juta kepada Sri Lanka.S. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. pengembangan kapasitas (capacity building). Forest Service. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. Disamping bantuan dana. dan U. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis. AusAID. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. Disamping itu. dan Thailand. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. Untuk membantu pemulihan masyarakat. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. dan US$ 2. Geological Survey. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. Sri Lanka. Hal yang cukup penting. Segera setelah terjadi tsunami. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis.

Di tahun 2005. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. Thailand. Setelah itu. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana. UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut.pdf). pemulihan. lembaga pertahanan sipil. dan mitigasi dampak bencana. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. atau Persatuan Konservasi Dunia. Laut Mediterania dan sekitarnya.org/resources/PDFs/In_the_front_line.gpa. Sebagai suatu bentuk dukungan. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang. Upaya tersebut. Laut Atlantik bagian timur laut. dan juga buku ini. Sebagai tanggapan langsung. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. pada tahun 2006. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia.org/tsunami/).unep.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. Sementara itu. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. IUCN. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia. IUCN mendirikan kantong dana 3 . Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan.unepwcmc. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut.

Dengan peranan tersebut. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. Reef Check. ReefCheck. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). 4 . Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. banjir. dengan bantuan dari donor-donor setia. Dari sebuah bencana. ReefBase di WorldFish Center. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. Jaringan WWF. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. ReefBase. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional. di Indonesia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. harapan. sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. ICRI meminta kepada GCRMN. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. dengan mendata kerusakan ekologis. pemerintahan dan LSM. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia.

WWF International Patricio Bernal.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat.Palau. Direktur Program. Kepala. GCRMN Management Group Chris Hails. Ketua bersama.The World Conservation Union & Chair. Sekretaris Eksekutif. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. Global Marine Programme. Regional Seas. Teresa Gambaro. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Australia Veerle Vanderwerd. IUCN. Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. 5 . Kepala.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. dan perubahan iklim. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. seperti penangkapan berlebih. Namun demikian. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. DAVID SOUTER. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. Kepulauan Andaman dan Nikobar.RINGKASAN EKSEKUTIF. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. Thailand. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. KESIMPULAN. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan. 7 . namun demikian. dan Sri Lanka. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi. Setelah tsunami terjadi. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. penebangan hutan. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya.

yang dibantu oleh lembaga PBB. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229.15 sampai 9. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. Menyusul bencana ini. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. LSM. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu.000 sampai 289. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. ReefBase. yang berkekuatan antara 9. 1. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. seperti di Propinsi Aceh. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. sektor industri primer dan sekunder. pemerintah. bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. ilmuwan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. terdapat kekhawatiran di masyarakat. terutama saran-saranya. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. 8 . dibanyak tempat. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D. Indonesia. di lepas pantai Sumatra. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. Gempa bumi ini. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat.C.000 manusia kehilangan nyawa.3.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama.

sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. Oleh sebab itu. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. sementara jika gelombang tersebut 9 . akan terjadi efek magnifikasi.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau.Ringkasan Eksekutif. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. sementara energi yang hilang hanya sedikit. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. sehingga ombak yang muncul lebih besar. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. sehingga tinggi gelombang meningkat. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. dan ke arah barat menuju India. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. Oleh sebab itu. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara.. sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara. mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia.

dan memindahkan karang dan patahan karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. Di semua negara di Samudera Hindia. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. pencemaran sedimen dan nutrien. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. Sebuah gempa berkekuatan 8. serta peningkatan kadar keasaman air laut. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. di sepanjang pesisir Sumatra. atau diperparah oleh faktor lainnya. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. akan saling meredam. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. badai tropis. dan penyakit. Di kebanyakan negara. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya. menghantam. seperti di Sri Lanka. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Disamping itu. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. Namun. tidak berulang. seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. Sebaliknya. dan juga gunung berapi.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. Sumatra dan Kepulauan Andaman). tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. wabah predator. pemasukan air tawar. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. dekat Pulau Nias. praktik perikanan yang merusak. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang.

250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332.000 sampai 220.000 rumah lenyap. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. Aceh Besar. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. mematahkan atau memindahkan terumbu. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara. bersamaan dengan mangrove yang luas.932 tercatat hilang. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar.4 juta. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah. namun demikian. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati.000 hektar. yang mungkin mencapai 85. tak lama setelah tsunami 11 . Namun terdapat 68 korban jiwa. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat.395 korban jiwa dengan 2. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut.000. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk.Ringkasan Eksekutif. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. Di sebagian besar wilayah tersebut. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. dan Aceh Jaya. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak. masih kurang. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. Angka kematian resmi sebanyak 5. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh.

India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Namun demikian. jalanan. vegetasi pantai. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. meskipun terdapat 61 korban jiwa. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. pantai. Kapparatota/Weligama. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. dan jembatan. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). Di wilayah lainnya. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. Kudawella. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. namun tidak merata. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. lebih dari 35% PDB nasional. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. namun data mengenai ini hanya sedikit. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. Polhena.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. dan Hikkaduwa. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. Unawatuna.

Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. lepas pantai Sumatra. mengalami kerusakan. Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Praslin. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. sistem pengumuman kepada masyarakat. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. Kesimpulan dan Saran Mahé. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. bentuk bathimetri setempat. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas.Ringkasan Eksekutif. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles. mengalami kerusakan. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998. dan La Digue. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. radio dan televisi. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. Tanzania (3) dan Kenya (1). Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. 13 . Cargados Carajas. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. badai tropis. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. Yaman dan Socotra (1).

Thailand. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 . dengan memastikan pembuangan sampah padat. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. dan pestisida yang tepat. termasuk pengelolaan perikanan. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. hutan pantai. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. limbah minyak. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. bakau. Namun demikian. Sama halnya dengan mangrove. pemantauan sosial ekonomi. dan hamparan pasir. belum terbuktikan. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. mahal. terumbu karang. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. dan mangrove dari puing-puing. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi.

Namun demikian. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. dan penangkapan yang berlebih. dimanapun hal ini dimungkinkan. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu.Ringkasan Eksekutif. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. dan kenaikkan permukaan laut. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. dan pengendalian praktik-praktik merusak. seperti tsunami Samudera Hindia. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. meski pun hal ini ilegal. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. Pada beberapa negara. pencemaran nutrien. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. namun demikian. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. tsunami. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. 15 . penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang.

dan ekonomi. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. menghancurkan kapal dan alat tangkap. budaya. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan.choo@cgiar. Dalam hal ini. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. Dalam masyarakat seperti ini. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. serta mengurus hewan ternak. dan keluarga. dan tanaman di kebun. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. Disamping itu. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. Meskipun demikian. Selain tugas-tugas utama mereka. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. menjual dan mengolah ikan. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. maupun terluka. politik. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. Dalam hampir semua kasus. p. WorldFish Center. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia. karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. muda. 16 . ikan budidaya. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki.org). dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. Setelah tsunami menimpa. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. Oleh karena itu. membersihkan dan memperbaiki jaring.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah.

Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. sehingga sumber daya ini terus menurun. dukungan pendanaan dan logistik. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan.Ringkasan Eksekutif. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. 17 . namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. dan universitas. contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. lembaga penelitian.

untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. terutama terumbu karang dan mangrove. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. sistem data. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. 18 . dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional.

PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra. lebih dari 230. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak.1. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. LEMPENG TEKTONIK. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. pulau. atau estuaria dan meningkat tingginya. Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. teluk. 1. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah.15 – 9. menyengsarakan industri primer dan sekunder. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. serta mengacaukan perekonomian pariwisata.000 orang mati. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. Dampak 19 . DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. DAVID SOUTER. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka. retakan menjalar ke utara sepanjang 1. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. GEMPA BUMI.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. memindahkan massa air laut secara besar-besaran.

307o LU. Thailand 1. Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . longsor. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan). Secara kontras. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan. Indonesia 1. Sumatra. atau dampak hantaman meteor yang besar. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih. bahkan sering kurang dari satu meter.gov) Skala Tanggal Waktu 9. 95. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut.947o BT 30 km (18. Namun. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air. Sumatra. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. 20 . letusan gunung berapi. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya.earthquake. artinya pelabuhan dan nami. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. Biasanya. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. waktu lokal di episentrum) 3. Jawa. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya.Andaman.15 – 9. yang merupakan gelombang normal di laut.usgs.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh.

Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). dan dari sumber yang tak terasakan. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. Terlepas dari segala kerumitan ini. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. Sehingga. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk.Gempa Bumi. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. dimana Sumatra terletak. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. Lempeng Tektonik. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. tak terlihat. tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Namun demikian.

sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. seperti juga tsunami tahun 2004. Seychelles. Estridge.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan.W. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. Teluk Bengal. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2. dan hal yang sama terjadi lagi. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus. halaman 38).5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. Tsunami ini menelan 36. 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Pengutip Bea Cukai di Mahe. 1993). 22 . Gelombang kemudian kembali lagi. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami. Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. dan mencapai ketinggian sekitar 2. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). …” (H. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. Sebelum tahun 2004.

titik penyatuan sementara terputus. Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. sehingga menyebabkan tsunami. sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. 75% menghasilkan tsunami. Di kedalaman kurang dari 30 km. sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). Lempeng Tektonik. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan. lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. Namun. karena adanya kekuatan friksional. Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam.Gempa Bumi. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. 23 . 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. Sumatera Sebelum Gempabumi b. yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). Gempa Bumi c. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a.

dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi. Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. utara Thailand. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. dan Maladewa. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. dan ada juga pengangkatan 24 . ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar. Bagaimanapun juga. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit.640 kilometer per jam). GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1.4 kilometer per detik (8. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. ‘Atol mikro’ Porites.

5 m di Nikobar Besar). dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1.Gempa Bumi.5 m (foto di sampul). sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. yang melemah di utara. dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat.300 km pada 3 tingkatan (elips). terutama di bagian yang lebih selatan. 25 . Lempeng Tektonik. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar.

Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air.0. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). Kanpur. tetapi ini merupakan perkiraan kasar. 26 . Jain dan Javed Malik. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. Institut Teknologi India. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat.5. Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. Namun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara.0 – 8. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas). beberapa pulau tenggelam secara permanen. sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar. yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma.

terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh. Sehingga.30. saat gempa besar lain (kekuatan 8. sebagai contoh. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep.5 7.9 7 1 35 > 36.000 > 400 > 900 8.2 7. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa.6 7. Andaman 7. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya. Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra.3 7. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi.4 >300 27 .5 7.000 jiwa di Pulau Nias. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami.3 – 8. Lempeng Tektonik.3 15 30 13 48 200 > 230. tidak seperti gempa Desember 2004. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9.7 8.6 9.Gempa Bumi. Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1.15 – 9.000 7. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini.7 – 9.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue.7 8.1 8. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah.2 8. Salah satu penyebabnya adalah. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue.

lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut. Namun demikian. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup.5 – 2 jam setelah gempa. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. Di Sri Lanka. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. terdekat dengan episentrum gempa. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra. efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. gelombang setinggi 1. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. dengan ketinggian melebihi 30 m. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov.5 m teramati di Afrika Selatan. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. Lebih jauh lagi. Sehingga. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. Sebagai contoh. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. Sehingga.500 km dari tsunami. Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami. 8.

Tsukuba. lepas barat laut Sumatra. dan 200 setelah gempa. 150. gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. sampai ke Kepulauan Andaman di utara. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. 100. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. Jepang) 29 . dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. Lempeng Tektonik. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50.Gempa Bumi.

Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. ©2005). kelurahan. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. yaitu mangrove dan terumbu karang. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. Rusia di Samudera Pasifik. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. dan sampai ke Antartika. Kanada di Samudera Atlantik.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. Mudah-mudahan saja. Nova Scotia. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan.

Ward S. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui.. B04306. Australia.org.au. Jeremy Goldberg. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). T Lay et al.Goldberg@impac. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. Cummins P. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Myanmar mungkin saja terjadi. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. J Park et al. PENINJAU David Garnett. Issue 77. and EA Okal.. et al. Kenji Satake.1029/2003JB002398. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka. adalah kecil. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. di sepanjang bagian zona subduksi ini. Karena itu. dan Kristian Teleki. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. Kerry Sieh. dan mencegah orang terseret ke laut. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember. R Bilham. and M West et al. Namun. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. Phil. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. Townsville. 109: B4. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. Hilman Natawidjaja D..Cummins@ga. International Marine Project Activities Centre. Sarah Gotheil. Lempeng Tektonik. David Tappin. Canberra. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia.500 km Busur Sunda-Andaman. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. doi:10. Geoscience Australia. Australia. Jeremy. Sieh K. 31 . gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan.au. KONTAK PENULIS Phil Cummins. Edwards RL. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. Nature. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Viacheslav Gusiakov. Sebagai contoh. AUSGEO news. S Stein.gov. Bernard Salvat.Gempa Bumi. Journal of Geophysical Research.

wikipedia.gov.html. National Environment Research Council.org/wiki/Tsunami. Wikipedia.nerc-bas.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ.usgs.gov/publications/text/dynamic. http://geology.earthquake. Edisi Online.com. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .usgs. National Earthquake Information Center. www.en. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami. Titov V.ac. www. http:// pubs. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey. Science. 309: 20452048. Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics. et al. http://neic.gov.usgs. www.uk/tsunami-risks.

GEMPA BUMI. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar. Namun pada kenyataannya. Namun. DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia.000 orang. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. Pada kenyataannya. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah.2. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. TSUNAMI. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang.

Nampaknya. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Namun. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. karang bercabang. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . hamparan rumput laut. dan karang-karang meja terbalik atau hancur. biasanya lebih tinggi dari 10 m. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. dan Sri Lanka. Thailand. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. Pada gilirannya. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. Karang-karang besar yang berat. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. dan Tuvalu). hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. Kiribati. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami.

23. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. Tanpa perbandingan tersebut. n = 4.Gempa Bumi. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir. Referensi: Baird AH. petani. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya.043). dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang. Liu PL-F. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya. yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. 15: 1926-1930. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut.2 juta hektar). Science.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. Hal ini sangat penting. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore.usgs.05). tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. n = 12. Sementara itu. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. Namun. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata. Tanpa karang: 22. dan sembilan narasumber (2005). dan delapan narasumber lain (2005). Tsunami.6 ± 3. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. Antara tahun 1980 hingga 2000. Sebuah makalah oleh Lui et al. hancur total. p = 0.wr. kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. t (0.65. Pada gilirannya. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang.06 ± 1. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . Namun. Sebagai perbandingan. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. 14 = -2. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan.gov/news/reports. Tamil Nadu.7 hingga 4.232. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. termasuk juga perlindungan dari gelombang. Ditakutkan. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. 308: 1595. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. Current Biology.

nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu. Saya berhasil lari ke tempat aman. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA.” kata bapak tersebut. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. gempa bumi. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. dan hantaman meteor. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. namun tidak dapat melihatnya. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka. Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. Selama 8. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy.000 tahun sejak abad es yang terakhir. pemasukan air tawar.bbc. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. serta tekanan-tekanan biologis.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. tapi tempat tersebut juga tergenangi air. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record). jalan. mereka dapat mendengar deburan gelombang. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik.stm). Tamil Nadu.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847.co. Jadi. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut. dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan.. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. India menanam 80. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. pohon kelapa. gunung-gunung api. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. dan pohon-pohon lain. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi.244 anakan pohon. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. 310: 643). “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. dan penyakit-penyakit tingkat rendah. dan peternakan. serta menghadapi badai-badai tropis.. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. 36 . Marimathu.

Seperti halnya Maladewa. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. Vanuatu.000 tahun yang lalu. Namun.Gempa Bumi. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. dilaporkan dalam Associated Press. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. www. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. Papua Nugini. Tsunami. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. hingga ke Phillipina dan Jepang. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal.000 hingga 12.000 tahun. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. Sebagai contoh. gempa bumi. misalnya Hawaii.com).newsday. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin. Di sana. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. Kep. letusan gunung berapi. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Solomon. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Reunion. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. 37 . di mana terumbu karang di Pulau Simeulue.000 hingga 600. walaupun sering juga parah. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. hancur dan jatuh ke bawah tubir. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley.

Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. Namun. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. Namun. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. Cuaca yang tidak biasanya 38 . biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. Kerusakan biasanya terlokalisir. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. Sekali lagi. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. taifun.

Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’.” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. “Tapi. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an.” ujarnya. krustasea. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. Dalam lima tahun berikutnya. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. 39 . Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. atau diperparah. laut sangat dingin. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra. wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). spons. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. karang. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global. kedalaman sekitar 4. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu.org). Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C. oleh kegiatan manusia. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. teripang. Di kedalaman ini. atau disebabkan. www. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang.” Profesor O’Dor melanjutkan. dan cacing. Belum pernah ada preseden seperti ini. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat.000 m.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Pada umumnya. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Namun hal itu tidak terjadi. tanpa kehidupan. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. lima bulan setelah gempa bumi. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu.coml. Tsunami.Gempa Bumi. Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Dalam dekade terakhir. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. bintang mengular.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

Gempa Bumi. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. Sebagai contoh. Helen Fox. Tsunami. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. serta tidak memadainya kepemimpinan. yang memang terjadi secara tidak rutin. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. dan kemauan politik. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. Sehingga. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. Selain itu. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. dana. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. dan Kristian Teleki. Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. ancaman perubahan global. Bernard Salvat. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Namun. dari sudut pandang terumbu karang. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. kesadaran. Nicola Doss.

Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. Wilkinson C (2004) Executive Summary. Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Dalam: Wilkinson C (ed. (disusun oleh UNEP GRID).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. Australia. dalam persiapan.) Status of coral reefs of the World: 2004. Queensland. pp. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. Natural Hazards. 7-50. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. 44 . Townsville.

Lebih dari 120. ZEEHAN JAAFAR. Pemecah ombak.000 rumah hancur atau rusak. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah.000 orang meninggal atau hilang. NISHAN PERERA. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan. ANNELISE HAGAN.000 hingga 58. BOB FOSTER. Pada akhirnya. perikanan.1 milyar. walau sebagian lagi rusak total. saluran-saluran irigasi. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. lebih dari 500.000 orang kehilangan rumah mereka. dan lebih dari 250. IVAN SILABAN. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. polusi. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. budidaya air. CARLO CERRANO. tanggul-tanggul pencegah banjir. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. di bagian utara Sumatra.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). maka 42. GERRY ALLEN. IBNU HAZAM.3. Sektor-sektor pertanian. dan pembangunan yang tidak lestari. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72.000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil. GIORGIO BAVESTRELLO. total kerugian melebihi US$ 4. AYU DESTARI. YAN MANUPUTTY. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97. SILVIA PINCA. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh.

atau mengalami trauma lainnya. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. penyu sisik. dan lebih dari 250. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72.000 jiwa. menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana.000 rumah hancur atau rusak. teman. mata pencaharian. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan.000 manusia kehilangan rumah tinggal. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. lebih dari 500. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120. termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. banjir kanal. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. Pemecah ombak.1 juta. Aceh Besar. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya. 40 km dari episentrum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. dan dermaga mengalami kerusakan parah. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. Sekitar 750. Di bagian barat pulau Sumatra.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. dan Aceh Jaya.

seperti kendaraan. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. Kami keluar masuk rumah. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. mereka sudah sangat dekat dengan maut. Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka.php) 47 . pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP).jcu. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. hampir semua rumah hancur. infrastruktur pesisir. Sejak 1994. Tak satupun tertinggal. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. dua orang saudaranya. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. sedimen. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. Setelah sekitar 20 menit. Sementara perhatian saya terfokus ke depan.500 pulau di Kepulauan Nusantara. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. kontaminasi air tanah. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya. dari laut.au/ahb/dave. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang. Setelah sekitar 4 menit. menghitung waktu di antara getaran. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang.sifr. gempa mereda. Kami melompat ke dalam mobil. dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa.edu. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. Kami tidak dapat melakukan apapun. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga.500 ha) berada dalam kawasan bencana. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Aceh. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. wavelines@hotmail. Getaran itu kembali lagi secara periodik. Saya sadar. jauh dari pepohonan. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. pepohonan. Dari teras rumah. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan. melalui pepohonan. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia.com. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. kemudian lari ke rerumputan. laporan menyeluruh di www. Istri saya kehilangan ibunya. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. hampir dua kali lipat kondisi awal. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. diperkirakan sekitar 500. Menjelang pertengahan tahun 2005. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami. Dengan 340 situs pemantauan awal. Para wanita berdoa kepada Allah.

8 510.2 140.1 Indonesia. Project Wallacea di Wakatobi.1 28.4 9.1 351.8 221.0 194. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.674.7 508.5 166.437.1 3.132.9 67. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.4 91.3 110. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.9 21.8 26.9 83.6 Fasilitas Pribadi 1.4 68.4 1.2 Total 1.182.4 Umum 300.8 17. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.7 1.4 240. juga telah menghancurkan terumbu karang.1 128.5 428. Kementrian Lingkungan Hidup. The Nature Conservancy di Komodo.1 13.9 11.6 1. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.2 66. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.8 82.6 652.5 89.8 370.1 50.408.2 89.1 18.4 636.531.4 876.6 1.451. 48 .5 89. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia.9 0. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam). terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia.9 2.4 89.7 89.9 409.740.3 132.9 1.0 394.8 38.5 17. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.8 145.6 132.5 83.4 2. dari BAPPENAS 2005).2 1.2 325.1 14.9 548. Departemen Kehutanan.4 280.4 Kehilangan 65.9 101.1 89.0 990.0 23. Penangkapan ikan yang merusak.920.461.0 2. yang jelas teramati sebelum tsunami.9 3.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.1 14.0 154. Saat ini.8 67.0 390.6 9. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.9 446.8 8.5 18.1 224.6 154.398.1 1.6 257.9 29.1 830.7 119.8 535.440.9 562.9 165. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.6 83.4 550.1 14.0 4.1 29.9 83.

Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Sebelum tsunami. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. 20 km di selatan Tapak Tuan. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. karang. mengalami lebih banyak kerusakan. hanya mengalami kerusakan kecil. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. ikan. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. Namun. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah. Banyak koloninya yang terbalik. mengalami kehancuran yang paling parah. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. serta banyak jenis burung. dan sisa pohon-pohon mangrove. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. serta penyu sisik dan penyu belimbing. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. kepiting.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. Namun demikian. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur.10 m. terkubur. bebatuan. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami.4 juta.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. buaya muara. atau terlempar ke bagian lain terumbu. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. Di kawasan semacam ini. berubah menjadi pecahan karang.

C. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. dan banyak pohon. C. dan beberapa pulau kecil). Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. 50 . Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. termasuk tiga jenis penyu. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25.000 ha mangrove telah rusak. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi).3 juta akibat tsunami.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. Pulau Batee. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. Akibat gempa tersebut. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. ornatissimus. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai. Namun demikian. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. duyung. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. padang lamun. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. Pulau Nasi. Pulau Teunom. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. trifascialis. triangulum. Sekalipun demikian. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. C. Terumbu karang. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. C. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut.

baird@jcu. Sementara itu. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami. walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). Namun. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara. kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas.au). Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. Dimana kegiatan perikanan terkendali. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. tutupan karang hidupnya pun tinggi. andrew.edu. 51 .

7 = Porites. Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir.or. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird).coremap. 2 = menjari.id/) 52 Persentase terumbu (%) . kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www. di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang). 3 = bercabang. Sekalipun demikian. 8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja. 9 = Scleractinia lain. 6 = Faviidae. 4 = meja bercabang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh.

kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami. Aceh Besar. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. Budidaya air: Sebelum tsunami. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. Sebanyak sekitar 1. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Lebih dari 80. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah.000 14. melibatkan sekitar 42. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. lembagalembaga pemerintahan. bendungan. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. Aceh Barat.9 juta. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005).000 – 48. dan traktor untuk 8. sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es. seperti pertanian.000 26. merusak lebih dari 40. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. Walaupun bantuan tersebut sukses. Nagan Raya and Simeulue.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya.900 orang. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. 53 . Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. FAO memasok benih. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang. Aceh Jaya.000 – 58. pupuk. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27.823 < 500 17. dan industri kecil. Pidie. perikanan tangkap.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. Para korban yang selamat.000 nelayan dan keluarganya.

Namun. 430 LSM lokal. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. Sebagai contoh. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. kualitas air. serta sistem sanitasi. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami. USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi.3% pendapatan daerah. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. pasar-pasar. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan.000 orang. 54 . 110 jembatan. serta kerusakan pada sumber daya pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. berbagai sekolah. pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia.

Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut. Secara relatif. rcinfo@reefcheck. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. dapat terus hidup 55 . Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. pengelolaan wilayah pesisir. Namun. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. 2006). Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. seperti penangkapan ikan yang berlebihan. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. dari 5. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. Lebih dari sebelumnya. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. pemantauan yang terus menerus. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. sebagaimana teramati dalam survei. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. serta perekonomian.org. kemasyarakatan. masih ada setelah tsunami berakhir. Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. berikut masyarakat yang tergantung padanya. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. Ada banyak juwana. Foster et al. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. Namun. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. Reef Check. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. penangkapan ikan yang berlebih. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu. ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. kualitas air yang rendah. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation.

Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. serta konservasi terumbu karang. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan. Scaridae. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. 56 . Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. sistem pengelolaan data. Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. batu. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang.

serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. Petani tua ini kehilangan 1.org/ tsunami.000 tanaman coklat. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang.gov/id/).Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun.” ujar Yacob. Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia. Maladewa. Para petani berkata bahwa sayur-mayur.org/temp/tsunami_report. kacang-kacangan. Namun. rusak karena tsunami. Wetlands International-Indonesia Programme (2005). 66. Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali.asp). kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut.or. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. Hidup masihlah sulit. India. (www. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami. USAID (2005). Pada awalnya.org/ tsunami/tsunami_rpt. Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. Wildlife Conservation Society . kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt. (www. Joanna Ruxton. (www. (www. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh.fao. Namun kini. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut.unep. Namun.usaid.asp).id/ tsunami/tsu-index. dan Stuart Campbell. Pada awalnya.htm). Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan.pdf). hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai.org/tsunami/). walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. (www. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. Lagipula. FAO (2005). APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah. Namun. sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. Sri Lanka.Indonesia Program (2005).wetlands. (www. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. Sebagai ayah dari 8 anak. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan.neaq. UNEP (2005). Associated Press).reefbase. Kristian Teleki. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. 57 . “Tapi kita tidak boleh patah semangat.

menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. serta hidrodinamika lokal. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami. perlindungan terhadap penangkapan. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. 58 . Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. (Sumber: Campbell et al. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. Hubungi: s. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. 14 bulan setelah tsunami. dan Chaetodontidae. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. ketersediaan habitat.9 karang muda/ m2). dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. Universitas Syiah Kuala. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8. struktur populasi ikan karang. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al.campbell@wcsip. kedekatan jarak dengan terumbu lain. Survei tahun 2006. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang.org). Acanthuridae.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. 2006 dalam persiapan.

Bob Foster. Università di Genova.bavestrello@univpm.go. Reef Check Foundation. 2004 Natural Disaster. College of Marshall Islands.org. ayudestari@yahoo. Giorgio Bavestrello. et al. USA.5. Ibnu Hazam. et al.bappenas. bob@reefcheck. Gerry Allen. Jakarta 12110. Reef Check Indonesia. milviapin@yahoo. Anggoro AW.unige. Fax: +62 21 7279 6489. g. Reef Check Foundation. Gunawan CA. Campbell SJ.it. Kebayoran Baru. Skole DL.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. tropical_reef@bigpond. 16 pp. Galuh (II) No.com. Jan Henning Steffen. WorldFish Center. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Nishan Perera. UNESCO Office Jakarta. e-mail: jakarta@unesco.id). dan Yunaldi Yahya. Anisa Budiayu. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. Pengembak no. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Telepon: +62 361 285 297. Silvia Pinca. Tun K. Sumatra. IUCN . Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26.org. 1. Yan Manuputty.edu.org.com. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Foster R. 32 pp. 99 pp. scip1157@nus. Fax: +62 361 286 383. Indonesia. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. JI. Wasistini Baitoningsih. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. Bali. Baird AH.com. Current Biology.it. nsh@iucnsl. Carlo Cerrano. (www. the December 26. Università Politecnica delle Marche. 15: 1926-1930.ac. 59 . 80228. Aceh Province.uk. Jl. Annelise Hagan. Pacific Palisades.sg. cerrano@dipteris. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Indonesia. Center for Global Change and Earth Observations. Samek JH. Consultative Group on Indonesia. Ivan Silaban. National University of Singapore. Pulau Weh.) ACUAN Allen GR. Fisheries Diving Club. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia.com. Oliver J. Indonesia. Ayu Destari. (Daftar penulis menurut abjad. Zeehan Jaafar. Perera N. California. Telepon: +62 21 7399 818. Sanur.The World Conservation Union. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. Bogor Agricultural University. Corso. Hagan A. Indonesia. Ardiwijaya RL. GCRMN. abh28@cam. nanengsetiasih@yahoo.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak.5 juta) hilang atau rusak. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. jembatan. Perak. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. 61 .24 juta. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. Propinsi Perlis. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. tempat tinggal sementara. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder. Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam. jetty. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7.721 nelayan terkena dampak secara langsung.15 siang tanggal 26 Desember 2004. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang.626 kapal nelayan (setara US$ 7. dan pertokoan rusak. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. dan Selangor. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra. desa nelayan di pesisir. Kedah.4. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. Kedah Perak. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. 3. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal.

Rel kereta api. 62 . sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. 12 di Kedah. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. persediaan air. 3 di Perak dan 1 di Selangor. jalanan. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. 52 di Penang. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. Oleh karena itu. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. sektor telekomunikasi. dan transportasi. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang. saluran air.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. Kedah. dan bandar udara tidak terpengaruh. yang mencegah evakuasi cepat. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

org/pdf/MalaysiaMarch. University of Malaya. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat.metu. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. 2004. 2005 North West of Malaysia. et al.org/Tsunami. Yusuf YB. Joanna Ruxton. dan Kristian Teleki. 1 & 2: 17-22. k. Lee YL. 1 & 2: 23-25. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. Ali M. 28 No. REFERENSI Chee PE. Abdul Latif F.my. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia. Report on December 26. Volume 7.org. Penang and Langkawi Islands.org dan y. NAGA. Arshad MA. Veloo P (2005). PENINJAU Choo Poh Sze.www.edu.). isi makalah oleh: Alias AH. David Garnett. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Malaysia. 66 .yusuf@cgiar. Penang Economic Monthly. Impact of the tsunami on Penang’s economy. Abdullah A.seri. Affendi YA.my/EconBrief/EconBrief2005-01. lembaga pemerintah. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN. Field Survey on July 09-10. (www.ce. Penang. Indian Ocean Tsunami. Yalciner AC.com. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. www. Universiti Malaya Maritime Research Institute. Khor HT. affendi@um.edu. 10670 Penang. Siow R. Mohd Nizam Basiron. Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas. Affendi Yang Amri.reefbase. Ramly R. PO Box 500 GPO. Ali M (Eds. Coral Cay Conservation. Latun AR. Abdullah SZ. WorldFish Center.pdf). dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen).tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. Malaysia. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia. WorldFish Center Newsletter Vol. Malaysia.streaminitiative. Ghazali NH. Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. Fisheries Research Institute. Harith H (2005) and Kua BC. Bakar P. NAGA. Lim WS (2005). Tajuddin BH. (2005).tun@cgiar. 50603 Kuala Lumpur. Peninsular Malaysia. WorldFish Center Newsletter Vol. Kevin Hiew.pdf. (http:// yalciner. WorldFish Center (2005).pdf). Issue 1: 1-10. Lee Yoke Lee.asp. 28 No. Abd Wahab AK (2005). A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago.

Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. Secara umum. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia.5. THAMASAK YEEMIN. MAITREE DUANGSAWASDI.600 unggas ternak hilang. lebih dari 5. Namun. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. terumbu karang tidak rusak parah. dan lebih dari 2.000 kapal nelayan hilang.932 lainnya dinyatakan hilang. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur.000 ekor babi dan 7. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri. SUCHAI WORACHANANANT. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. beserta alat tangkap. dan penetasan benur. tambak. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya. 67 .000 terluka. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam. lebih dari 8. Lebih dari 1. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang.500 hektar lahan pertanian terendam air laut. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. keramba. 4. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. tidak lama setelah tsunami menimpa. 13% rusak parah. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN.395 dengan 2. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. 8 dermaga rusak parah. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. 407 desa. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan.

2.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. Laporan resmi mencatat 5. kemiringan. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami. dan juga faktor-faktor buatan manusia. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong. Trang. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. Krabi.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Namun. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat. dan lebih dari 8. topografi. tepat 1.395 korban jiwa. terutama mereka yang berasal dari Eropa. Phuket. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. Tingkat kerusakan bervariasi. batimetri dasar laut di perairan lepas.932 orang masih hilang. karena mereka tidak 68 .30 pagi waktu setempat. Phang Nga. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir.000 terluka.40 dan 10. dan Satun. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir.

sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. Sebelum tsunami. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang. kebutuhan psikologis dan sosial. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi).000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. Songkhla.000 (4. Pattani dan Narathiwat). Departemen Taman Nasional. dan biota laut yang terancam punah. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Jumlah korban jiwa pasti. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. Nakhon Si Thammarat.600 km. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami.950. Chanthaburi dan Trad).Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. 13% dalam kondisi baik. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. 300 pulau. dan kehidupan masyarakat. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. Dari dana ini. ancaman daratan. 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang. sejumlah pemerintahan negara. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. 33% dalam kondisi sedang. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. namun tidak untuk semua lokasi survei. prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. Chumporn. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. Contohnya. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). lamun. padang lamun. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Di Laut Andaman. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. Secara besamaan.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. Surathani. sebanyak US$ 123. dan garis pantai yang melebihi 2. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional. 69 . banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air.

2 23. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit.1% Baik 7. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang.1 15.7 4. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.2 13.8 2.4% Sedang 36. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya.0 23. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.2 16.9 29.5 1. namun basis data tersebut tidak dikelola.7 10.6 5. bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 .7 31.2 33. pemerintahan wilayah.0 3.0 10.2 23. Pada 23 lokasi. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori).5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik.6 49.5 26.9% Sangat Rusak 16.8 26. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang. Secara keseluruhan. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.6 28.9 19.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002.9 35.4 7. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.5 5.1 21.9 18. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan.4 28. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali.1 36. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990.7% Rusak 37. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami.7 13. DMCR. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi.6 34. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi.

Thailand Pasca-Tsunami 1. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. Kam Nui. 8% mengalami kerusakan sedang. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. dan 3.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. 71 . Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. mematahkan. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah. Kam Yai. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. penyelimutan. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Gerakan gelombang yang mencabut. 2. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. terutama Pulau Khang Khao. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. dan Larn.

dan secara relatif tidak terkena pengaruh. Pulau Ka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. Namun demikian. sebuah lokasi selam yang terkenal. tipe karang yang mendominasi. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. terpindahkan. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. dan arah terjangan ombak. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Tanjung Krung Noi. Khai Nai. Deep Six. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. 72 . Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah. yang mengalami kerusakan tinggi. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. Sunset Point. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Dok Mai. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. Pusa Rock. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. Di Snapper Alley Point. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. kecuali Pulau Miang. Namun demikian. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. dan Breakfast Bent. West of Eden. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. sejumlah besar pasir. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. karang masif terbalik. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan.

dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. Ahli ekologi karang. berputar di dalam pusaran air. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. dimana 10-30% dari karang rusak. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah.. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun. . Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. Desember 2005).000 orang meninggal. Namun berbeda dari bencana alam. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. terumbu karang juga mengalami kerusakan. Ilmuwan karang Australia. 50% mengalami kerusakan sedang. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya.. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. Di dekat pesisir Teluk Patong. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. kepulauan Surin. terdapat karang mati. dimana lebih dari 1. dan selalu pulih. Di dekat Pulau Tachai. Gerry Allen. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. namun. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. pengembangan pesisir dan pemanasan global. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. Di Kepulauan Phi Phi. terdorong ke satu arah. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum.” Terumbu telah mengalami badai angin. setinggi 3 meter. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic.

laju pertumbuhan karang yang tinggi. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. Teluk Maya. Namun demikian. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. Teluk Lolana. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati). dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. Pulau Hae. Namun demikian. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Pulau Ngai. dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. kuda laut. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. Sejumlah karang lunak telah pulih. Pulau Pu. Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. Teluk Kata. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. 74 . dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan.

yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. dan beberapa hiu paus terlihat. Semua itu memakan waktu 1 menit. sementara yang lain terhisap ke dalam air.com). Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. kabel listrik. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. Sotong terlihat sedang bereproduksi. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. laut tenang. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. saffronkiddy@hotmail. pakaian. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. namun kami telah berpindah 500 m. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. namun semuanya tampak baik-baik saja. dan puing-puing yang sangat banyak. dimana-mana. bongkahan gedung. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. bungalow. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. dan lainnya. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. laut seakan berubah menjadi warna putih. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. Narima Diving Thailand. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. Dari kapal. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. kemungkinan karena pasir yang terangkat. baik yang kecil maupun besar. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. 75 . Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan.

5% dari lebih dari 7. 4. perumahan. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan. Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. sebagian besar di Propinsi Phang Nga. dan pariwisata. dan 24 sekolah. hanya 306 hektar hutan bakau (0. dan 14. Namun demikian. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.800 rumah. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali. 200 rumah makan dan 4. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. Hanya terdapat 1. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya. telah kehilangan sumber pencaharian. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53.000 kamar rusak atau hancur. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami.000 orang karena menghancurkan 407 desa. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. membantu dalam stabilisasi pesisir. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. Kerusakan total hanya menimpa 1.1 miliar. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. pengaruh dari budidaya udang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir. Menurut DCMR. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri. Namun demikian. dan siltasi dari penambangan timah. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi. Propinsi Trang.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. Disamping itu.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut. praktik penangkapan ikan yang merusak. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. Kerusakan lamun: Hanya 3. seperti rotifera dan plankton lainnya.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog. sebaiknya dilakukan. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau.5% dari padang lamun. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi.7 juta ton metrik senilai US$ 1. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58.

WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather.600 ekor unggas ternak hilang. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. keramba. Khao Lak. atau tertutupi sedimen dan puing-puing. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia. dan Pulau Phi Phi.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. Sementara itu.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . WWF Thailand). seperempat dilaporkan rusak. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket. patah. Di Koh Phi Phi. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. dan penetasan benur. alat tangkap. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Di saat kita mulai membangun kembali. Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin. Enam jagawana lainnya terluka parah. Direktur.000 ekor babi serta 7.228 buah 3. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1.137 buah 4. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan. tambak. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”.

dukungan kapal. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. termasuk televisi.500 kali. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. Misalnya. Upaya pembersihan terumbu karang. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. Benda-benda berukuran besar. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. kartu identitas. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. kulkas. stereo. gedung. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. seperti rumah bungalow utuh.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. Segera setelah tsunami. regu-regu pembersih pantai. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. dan staf registrasi. peningkatan kapasitas. sementara hanya 4. namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli. dan pemulihan kehidupan masyarakat. bongkahan atap. Koordinator Proyek.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. termasuk para perenang snorkel. dan lembaga internasional sepert UNEP. mainan. rehabilitasi lingkungan. mesin cuci. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan. andrew@hidef. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. kabel-kabel listrik. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. Barang-barang pribadi seperti baju. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta. sepatu.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. peralatan. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati. Setelah 3 bulan. peralatan selam. pantai. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar.

termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. antara 4-8 Januari 2005. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang. 79 . dan sistem peringatan dini. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak. rencana cepat tanggap. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. antara 10-13 Januari 2005. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. pengelolaan limbah. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. baik untuk budidaya maupun pariwisata. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir.

Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. wastafel. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah.org). dari kursi teras sampai wastafel. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. 80 . dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. Namun. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. UNDP. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. dan habitat-habitat pesisir. Barang rongsokan berukuran besar. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. terumbu karang. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu.” kata Hakan Bjorkman. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. “Kita sudah melihat kopor. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir.” kata Mr. kapasitas pemantauan. merusak terumbu karang. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus.hart@undp. Bjorkman. World Bank. kursi teras. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang. peralatan. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. cherie.

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

tebing batu yang terjal maupun tegak. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh. hamparan bukit bawah laut. Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. informasi 84 .700 km2.500 km2 dan terumbu karang seluas 1. Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12. gua kapur. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. Sebelum terjadi tsunami. termasuk terumbu tepi (fringing).

terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon.5%. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”. saya berada di Pantai Ngapali. laut masih tenang dan matahari keluar. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. Di negara bagian Rakhine. dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. Myanmar. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. www. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. Pukul 7:45 di pagi hari. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. Ngwe Saung. yang merupakan Taman Nasional. Tidak terdapat. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. 2004. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas. Bagi para nelayan sesepuh.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif.reefcheck. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. Namun. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. di depan Penginapan Laguna. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif. Hari ini tampak seperti biasa.de). terdapat ikan hiu. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. Penutupan karang batu berkisar antara 32. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. milik Reef Check. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. sedikit di atas wilayah Thailand. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. pari. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. oleh 85 .exploremyanmar. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami. ikan berukuran besar yang melimpah. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut.5% sampai 82.

Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. namun. korban jiwa masih dapat diselamatkan.000 orang kehilangan tempat tinggal. SARAN. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi. lembaga-lembaga setempat. Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. dan kerugian finansial mencapai US$ 250. dan bangunan sekolah. Antara 5. “Ini benar-benar luar biasa. yang selalu terletak pada dataran tinggi. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. dan IFRC.000-6. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. 86 . bahkan yang kedua.000.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. yang mengalami kerusakan. membayangkan yang terburuk. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami. dengan beberapa karang patah atau terbalik. International Federation of the Red Cross). Menurut laporan-laporan dari PBB. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar.000. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. yang terletak 320 km dari Myanmar.

heiss@reefcheck. 28359 Bremen Germany. 10670 Penang. Inggris. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. Reef Check Eropa. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang.de. georg. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove. Universitas Nasional Singapura. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. Universitas Newcastle upon Tyne. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. Sekolah Biologi.org. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat. program pemantauan ekosistem. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing. 6. PO Box 500 GPO. Joanna Ruxton.pdf). ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . dan untuk saling bertukar pengalaman.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara. Malaysia. k. Namun. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah.tun@cgiar. Dari hasil konsensus saat ini. Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). Phuket Marine Biological Center. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. Fahrenheitstr. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. PENINJAU Barbara Brown. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. WorldFish Centre. KONTAK PENULIS Karenne Tun. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan.org/pdf/050203Myanmar. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. Georg Heiss. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan.streaminitiative. Niphon Phongsuwan. Chou Loke Ming. dan pengeboman. Perpusatakaan AIMS. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik.

w h o s e a . paus. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. 88 .jp/actfault/english/topics/Myanmar/index.nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). seorang peniliti dari Departemen Perikanan. yang dipimpin oleh Brian Smith. National Institute of Advanced Industrial Science and Technology. tulis sebuah harian semi-resmi. dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). Active Fault Research Center.aist. Satake Y. yang kaya akan biodiversitas laut. seorang ahli zoololgi konservasi.unit. w 3 .int/rw/rwb. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami.html). dan Sri Lanka. Ayeyarwaddy division (www. reliefweb. KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005. et al. Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. Bangladesh.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. go.Teramatinya ratusan lumba-lumba.htm). ( w w w. India. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. kata Mya Than Tun. (www. dalam laporannya. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember. Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami.

VENKATARAMAN. KUMARAGURU. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. lebih dari 7. JEYABASKARAN. begitu juga pada hutan-hutan. terdapat jumlah kematian serupa. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. MARIMUTHU. penambangan terumbu. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. Pada daratan utama. ROBERT SLUKA. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. K. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. JAYAKUMAR. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. DAN J. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. dengan kerusakan yang terpusat. K. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. A. SARANG KULKANRI. dan pencemaran. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati.K. JERKER TAMELANDER. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. sedimentasi. ARJAN RAJASURIYA. SWAYAM PRABHA DAS. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. ANITA MARY. N. SRI LAZARUS. 89 .7. R. jetty. pengembangan pesisir.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir.

lempengan Burma. 90 . Pada akhirnya. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. yang menopang kepulauan tersebut. Sehingga. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman.

dan Little Andaman tersapu bersih. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. Port Blair. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. Namun. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Car Nicobar. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. terbatas dan tidak mudah dijangkau.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. runtuh akibat goncangan. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. jetty.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. di bagian utara Andaman. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. bandara. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. dan bangunan infrastruktur lainnya. sementara yang lain. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti.

Pada saat ini. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. Lebih lanjut lagi. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut. terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk. Hampir 6.5-5 meter. kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. dan 1. coli dan Salmonella. tetapi hidup berjalan terus. 92 . yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. Masyarakat sangatlah menderita. Kira-kira satu jam kemudian. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah. Sejak 26 Desember. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. Sekretaris Kehormatan. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. Cuddalore.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. suasana hati sangatlah gundah. air datang’. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. Pada beberapa dermaga. WWF-India. terumbu karang pada daratan utama. dan pulau-pulau Lakshadweep. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. dengan jumlah korban lebih dari 10.000 jiwa. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi. Secara umum. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam. 145 jenis karang lunak. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. mengatakan bahwa ‘air datang. akan kembali lagi. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2. Kepulauan Andaman dan Nikobar). Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. Lagipula. Lebih dari 260 jenis karang batu. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. Kebanyakan dari 356. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. saat gempa bumi pertama datang.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan.000 penduduk di rantai pulau terpencil. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair.

daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. dan pencemaran. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. Alok Tripathi. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami. 93 . India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. mempengaruhi 55% dari terumbu. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. Lebih dari 1. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. meningkat dari 279. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. Volume 308. Sebelum tsunami. binatang singa. Isu 5720). gajah. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. praktik pengelolaan yang buruk. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. dalam kondisi baik. seekor kuda yang sedang terbang. pengembangan pesisir.000 pada tahun 1991 menjadi 405. seekor singa sedang istirahat. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. penambangan karang. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. Menurut para pakar arkeologi. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. 6 diantaranya dianggap tenggelam. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. yang memimpin penggalian ini. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut.000 pada 2001. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. sedimentasi. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai.

Keputusan Pemerintah No. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. padang lamun. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. dan sedimentasi yang tinggi. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut.net). Wilayah laut di Teluk Mannar. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. ungkap Vanaja. pemerintah menolak membantu pembangunannya. 94 . sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). serta sebagai wilayah peneluran penyu. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. seorang pekerja sosial. Mereka mengatakan tak punya pilihan. dengan penutupan karang sebesar 20%. Kami perlu berada dekat laut. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh.newindpress. Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. Kehidupan kami bergantung pada laut”. icsf@icsf. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta.com dan International Collective in Support of Fishworkers. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn. fluktuasi suhu yang besar. 172 yang baru. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. ungkap Jesuratnam. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. berisi panduan untuk pembangunan rumah. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. dan selatan kepulauan Andaman. Hydnophora. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. Sebelum terjadi tsunami. Jika tidak. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. Goniastrea dan Goniopora yang masif. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. dan terdapat juga jenis Favia.

Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Hutan 95 . sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka. terancam oleh penyakit. serta Sentinel. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. Pada awalnya. Namun. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. populasi yang berlebih. Jarawa. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan. Namun. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India. National Geographic News). Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Onge. seperti batang pohon.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. Kesadaran mereka mengenai laut. yang akan mendorong pertumbuhan karang. Empat suku Andaman: Andaman Besar. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. Sebelum tsunami terjadi. sawah. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. dan kekurangan sumber daya.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut.000 hektar. Mayoritas suku tersebut terancam punah. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. bumi.

masih dapat hidup. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. tetapi kematian masih dapat terjadi. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. Redskin: Terumbu karang. sebelum dan sesudah tsunami. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui. rusak parah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. Di sejumlah wilayah. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . Patahan Acropora spp. peningkatan suhu. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. termasuk Porites lutea yang mendominasi. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. dan radiasi sinar UV. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Namun. Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah.

Comorta. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. Jenis Acropora paling besar dampaknya. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. Nancowry. Porites.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami. namun lebih ringan. termasuk di Car Nicobar. topografi dan komposisi pantai telah berubah. hanya beberapa koloni Acropora. dan Porites. Tarasa. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Trinkat. Porites nigrescens. Namun demikian. Echnipora. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Acropora. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Terumbu Utara. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . dan Psammacora yang patah atau terguling. dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. Katchal. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. Koloni-koloni besar terangkat. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). dan Great Nicobar (Nikobar Besar). dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. dan Acropora spp. Interview.

dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005).5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. Karang batu. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. telah hilang. pasir. Upputhanni. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. Pada bulan Mei 2005. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. kue (Carangoides malabaricus). Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh. dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Vali Munai. Mulli. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. sementara 98 . Namun demikian. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. baronang (Siganus).4 mg/hari setelah tsunami. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. Pada bulan Januari 2005. Kariyachalli. North Passage.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Teluk Kachchh. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. Pulau Great Nicobar. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus).7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. Sejumlah karang mengalami pemutihan. setelah tsunami terjadi. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. Pulvinichalli. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. Thalaiyari. alga. Kurusadai. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. nyaris hilang. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. Poomarichan. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. Yaanipar. yang megakibatkan kematian. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar.

korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. penyu lekang. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. WWF International). Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan. Andaman Kecil. Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. suaka. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat. dan hutan bakau pesisir. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. makanan. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. patahan karang serta spong. penyu sisik. serta peralatan perikanan. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. penyu hijau. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. Sejak tahun 2001. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. kapal.000 m dari laut. Sejauh ini. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak.

Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. pengelolaan. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. namun. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. dan LSM. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. 100 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. dan kehutanan. instansi pemerintahan. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan. Oleh karena itu. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. dan data terumbu karang yang lebih baik. pertanian. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’.

Wilson. Mumbai.org. marineani@rediffmail. Current Science. K Venkataraman. lazarus_lasu@yahoo. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute. Institute for Environmental Research and Social Education.lk. Sarang Kulkanri. National Coral Reef Research Institute. India.com. dan jjeraldwilson@hotmail.com.India. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander.net.Mar.ac. WWF-India. jet@ iucnsl.org. Robert D Sluka. dan J Jerald Wilson. Madurai Kamaraj University.net. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay. marinemari@hotmail. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar. Wilson JJ. 1775) in Pudhumadam coastal waters. Suganthi Devadason Marine Research Institute.in. JJ. N Marimuthu. arjan@nara. T Shumugaraj. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. Z Islam. Wilson JJ. J. Sri Lazarus.com. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT).Biol. bobsluka@mrds. National Aquatic Resources Research & Development Agency. R Jeyabaskaran. drifted due to the tsunami of 26 December 2004. JK Patterson Edward. Millennium Relief and Development Services. Current Science. Reef Watch Marine Conservation. K Jayakumar. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi.Ass. kjkkumar@yahoo.com. Reef Watch Marine Conservation. 101 . dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. funded by CORDIO. akkguru@eth. Jayakumar K. 89(10): 1729-1741. nba_india@vsnl. Platax teira (Forsskal. National Biodiversity Authority. 36 pp. Anita Mary. Ministry of Environmental and Forests. Marimuthu N. Kumaraguru AK. Marimuthu N.com. Arjan Rajasuriya. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. 47(1): 83-87. AK Kumaraguru. 89(8): 13101312.org.com. jeybas@hotmail. sarang@reefwatchindia. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. jkpatti@sancharnet. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. Government of India.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

000 rumah hancur. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. NISHAN PERERA. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . Matara dan Hambantota). CHAMIN DA KARUNARATHNA. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. diterima oleh masyarakat. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada. 90.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut. 100. jika karang diinginkan kembali pulih. sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. namun. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas.8. MALIK FERNANDO.000 sampai 37. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. sepanjang 1. dan berkelanjutan. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian.5 meter. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle.5% dari PDB).

000 sampai 37.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian.5% dari PDB). wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. Diantara korban jiwa tersebut. terdapat 27.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. Matara.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. Tragisnya. dan Hambantota. dimana 20% dari populasi terkena. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31.000 orang. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. dan 80% di Mullaitivu. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4. Pada kasus-kasus terburuk. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. bergantung pada energi gelombang. Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. batimetri. Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. dan bentuk daratan. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . sampai 78% di Amparai.

selatan. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. khususnya pengeboman. institusional. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). di dekat Trincomalee. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. serta biaya. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. 105 . serta meja di Sri Lanka. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. Sri Lanka timur.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. Pada tahun 1998. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. Disamping itu. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. yang juga terlindungi dari muson barat daya. gundukan. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. dan timur. namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. bahan konstruksi. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. dan mengalami deplesi dari 106 . termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. Department of Wildlife Conservation. dicetak dalam bahasa Inggris. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. pekerja medis. Project Aware. Sinhala. Di sisi lain. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. tekstil. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. Thomas College sub-Aqua. seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. Namun. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. Daerah Hikkaduwa. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. dan operator selam. dan wisatawan. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Misalnya. plastik. terdapat batang ranting pohon. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). dan Marine Pollution Prevention Authority. termasuk dari Klub St. International Water Management Institute. pengelola hotel. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. Unuwatuna. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. dan Sewalanka Foundation. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. Sebelum tsunami. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. peralatan rumah tangga. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. peralatan selam dan kapal.

Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. teripang. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. di dekat Trincimalee. Di Teluk Belanda. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. yang terkenal di antara para wisatawan. dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). serta moluska jenis Turbinella pyrum. menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. 107 . Secara umum. menderita akibat penginjakan terumbu. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. dan Pulau Merpati. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. dan akumulasi dari sampah padat. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan.

serta padang lamun. seperti terumbu karang. Namun. puing-puing. bukanlah suatu kemewahan. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan.waechtar@unep. Direktur Eksekutif UNEP. patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. elisabeth. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. mengejutkan. 108 . seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. Pada beberapa wilayah. di semua daratan yang dimasukinya. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. Tingkat kerusakan ini beragam.org. terutama marga Goniastrea. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. namun sangat penting. Di pantai. lapisan pertama mangrove rusak parah. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. Klaus Toepfer. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras. dan Favia.org dan Elisabeth Waechter. hutan mangrove. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15.nuttal@unep. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. Porites. orang-orang yang kita cintai. termasuk Sri Lanka. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. nick. UNEP Nairobi). meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia.

koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. dari 17% menjadi 30%. Unawatuna. Sampah dan puing-puing. Kapparotota/Weligama. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. yang terbentuk setelah tahun 1998. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. Di Kapparatota – Weligama. Di Pulau Koral. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. sebagian besar tekstil. 109 . Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. dan Hikkaduwa. ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. Terumbu yang terdapat di Rumassala. Polhena. Teluk Galle tidak terpengaruh. Kalkudah. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. batang dan ranting pohon. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. Namun. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Nilaveli. yang terlindungi dari gelombang. serta peralatan rumah tangga berlimpah.5% menjadi 12%. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. Di wilayah lainnya. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. Kudawella. Namun. bagian-bagian kapal.

dan Unawatuna. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). terutama ikan damsel (Pomacentridae). Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. penambangan karang. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. Weligana. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. Ussangoda. Di Polhena. kelimpahan ikan. Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. 110 . di sepanjang pesisir timur dan barat daya. terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. Di Kudawella. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. Namun. kurang terpengaruh. dan ikan emperor (Lethrinidae). Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. ikan sweetlips (Haemulidae). gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. ikan gobi (Gobiidae). mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. ikan kakap (Lutjanidae). populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. energi dari tsunami teredam. Terumbu di Tangalle. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. seperti kerapu (Serranidae). yang terletak di sebelah barat Tangalle. dan ikan maming (Labridae). terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. beragam bergantung lokasinya. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup.

DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami. alat.000 pada tahun 2005. sekitar 90. dan jaring juga telah hancur. Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. Peralatan nelayan.996 kapal bermesin dan sekitar 10.000 pada tahun 2004. seperti mesin lepas. sekitar 26% dari 18. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. Angka ini direvisi menjadi 425. dan juga kamus. fasilitas penyimpanan dingin.520 kapal tradisional tanpa mesin. 7. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami. buku-buku pelajaran tingkat lanjut. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur. untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. dan diperkirakan bakal mencapai 600. Ibu Shiranee Yasaratne. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi.000 orang secara langsung dan sebanyak 65.org). tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah.iucnsl. Saat ini. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. 111 . sebanyak 2% dari PDB nasional. Disamping itu.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka.000 orang secara tidak langsung. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal.000 oleh IUCN. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. termasuk 594 kapal harian. Sebanyak 27. mempekerjakan sebanyak 50. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat. Disamping itu. MJF Foundation dan Linea Aqua.000.

Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. dan industri. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat. kehidupan masyarakat. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. dan pelatihan. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. Australia memberikan US$ 16 juta. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. dan 3 pelabuhan perikanan. jaring. Scuba POP.000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. Japanese Bank for International Cooperation. 112 . Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. sekolah-sekolah kejuruan. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. termasuk US$ 550. Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. peralatan penangkapan. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami.

org. Asian Development Bank. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. 2005.au/jahia/Jahia/pid/2626).asp). Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan.org.lk. Rajasuriya et al. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. Australian Government. Colombo 7. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi.org/Tsunami/srilanka-assessment. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al.com. dan Bambaradeniya et al. 113 . Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. 2005. Rajasuriya. malikfern@eureka. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada. PENINJAU Sian Owen. diterima secara sosial. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. dan berkelanjutan.lk. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA). Kristian Teleki. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. Joanna Ruxton.. enp@iucnsl. limpasan nutrien. January 10-28.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. Malik Fernando. Japan Bank for International Cooperation. IUCN Sri Lanka Country Office.adb. (www. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya.lk dan chaminda@nara. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami.ac. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP. AusAID. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis. arjan@nara. Colombo Sri Lanka. tenaga. Klub Sub Aqua Sri Lanka.developmentgateway. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005.. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC. 2004.ac. LSM. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi. Melaksanakan pemantauan secara teratur. ADB/JBIC/ World Bank. Nishan Perera. Jerker Tamelander. IUCN Asia Regional Programme. dan Dan Wilhelmsson. Bernard Salvat. jet@iucnsl. (www. CORDIO.

iucn.org/tsuanmi/resources/iucnreports.lk/RAP). Tamelander J.usaid. IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.org/ tsunami/resources/iucn-reports. et al. Iucn. (www.unep. (www.ac. NARA. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. (www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C. United Nations Environment Programme.nara. Kenya. 114 . Sengupta S.htm). CORDIO. IUCN. (www.htm).org/tsunami/tsunami_rpt. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Perera A. 1. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction.gov/locations/asia_near_east/).asp). (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka. (www. IUCN – The World Conservation Union. 20 January 2005.

banjir menyebabkan matinya listrik. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. JEAN LUC SOLANDT. dan memindahkan 375. HUGH SWEATMAN. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. ataupun infrastruktur lokal lainnya. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. erosi daerah pesisir. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). sumber pasir dan batu. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. pekerjaan. dan pertanian.9. ARJAN RAJASURIYA. kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. 115 . perikanan. kurang lebih sepertiga dari 300. JOHN GUNN. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun.000 meter kubik pasir ke cekungan galian. dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. dan penarik utama dalam industri pariwisata. jembatan penghubung selat (causeways). armada perikanan. GEOFF DEWS. WILLIAM ALLISON. ANGUS THOMPSON. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. gangguan pasokan air bersih. jetty. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar).000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol. JERKER TAMELANDER. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. dinding dermaga (wharf walls). Namun.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. harta pribadi. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004. bangunan. berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. 117 . Genangan pertama adalah yang terbesar. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. ibu kota Maladewa. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. atau infrastruktur lokal lainnya. erosi daerah pesisir. pekerjaan. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. dan 12% berasal dari perikanan karang. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. gangguan pasokan air bersih. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. pasir dan laut di sekeliling kepulauan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. armada perikanan.000 juta. sementara hampir sepertiga dari 300. pariwisata. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut.

118 Tutupan karang (%) . sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. Selain itu. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1.200 jenis biota telah ditemukan. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup. tengah. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang.190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. teripang. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. hiu (bagian siripnya). Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. dan ikan hias diambil untuk diekspor. yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang.

Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. dengan perairan dalam di sekelilingnya. gelombang akan balik lagi. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. Aku berteriak ke arah para tamu. saat gelombang menyapu pulau. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. komputer. “Jauhi pantai. Namun. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. Ini adalah pulau terpencil. menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. 1 meter di atas permukaan laut. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. jangan bergerak”. menunggu pertolongan. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. Sungguh mengherankan. kursi.com). namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. dan saat aku sadar. Air laut masuk melalui kolong pintu. Saat aku kembali ke Amerika. patroli di pulau. Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. Detik berikutnya. Di tahun 2002. Aku berhenti bernafas. tak tahu apa yang harus dilakukan. Sebagai tambahan. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. Lalu hening. Suasana resor sepi sehabis Natal. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. 119 .Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. air sudah pergi. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. memanjat meja. cerah dan hangat. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. berjaga-jaga dari penjarah. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. theloweroad@gmail. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. Syukurlah. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. TV. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. para staf dan tamu ketakutan.

dan air bila diperlukan). sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. seberapa banyak air laut dapat masuk. Di banyak pulau. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum. yang merupakan selokan alami. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. Perubahan terhadap geomorfologi pulau. Pasang yang sangat tinggi. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran. Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. Di Pulau Goidhoo. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. saat kemudian gelombang datang. snorkel. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. 120 . Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. Sayangnya. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati.mv). sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. begitulah yang terpikir. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. beliamall@dhivehinet. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. Konsekuensinya bervariasi. fin. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi.net. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa.

kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. dan pecahan karang yang berserakan. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. Umumnya. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. Keyodhoo. dan Devana Kandu. atau Thuvaru. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. Namun. namun. terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir). dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). dan Embudhoo. Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. Kolhuvaariyaafushi. Di sisi timur atol. beberapa timbunan pasir. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. 121 .

KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. semua barang-barang kami hancur. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. 122 . dll. sepatu. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. 1.000. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. keadaan lebih kacau lagi. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami.000 menjadi di atas 615.200 tempat tidur hotel hilang. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. kotak es. Air berputar cepat pada penyelaman pertama. Di resor. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. air minum dibatasi. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. Sejak tahun 1978 sampai 2004. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman).Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. makanan habis. kami melihat banyak puing di air. dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. Hampir setahun kemudian. Atol Ari. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. Saat sarapan. kedatangan wisatawan menurun. bagian-bagian kapal. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). Namun. Kembali ke kapal sangatlah susah. Malé Utara. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. Di perjalanan pulang ke Fru. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. Tak ada listrik. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. pakaian. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. Di kedalaman 18 m. Kami tidur saat itu terjadi. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood.

terdapat di laut lepas. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. dan keramba apung. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang.200 m dinding dermaga. dan jumlahnya melimpah. dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. tsunami memindahkan 375. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. yang selalu bermigrasi. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup. 4. merusak 50 armada laut lainnya. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. dan 300 m jembatan selat. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga.000 m dinding pelabuhan. Pembangunan kembali sedang berjalan. Sehingga. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). 65 penanda terumbu. 15.000 rumah telah hancur karena tsunami. dan besi untuk struktur beton. 25 lampu pemandu. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. namun. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan. Selain dari kerugian tersebut.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. rendaman kerikil. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. 120 penanda masuk (penyelaman). Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. 123 . tempat pembekuan. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau.

kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. 124 . Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. wadah air dan air layak minum. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. KESIMPULAN. Jadi. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi. dengan menghabiskan US$ 1. Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. REKOMENDASI. pelestarian budaya. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. penyediaan mata pencaharian alternatif. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. AusAID. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan. terpal. serta peralatan kebersihan.

konsekwensinya akan sangat serius. secara ekonomi. menganalisa. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. Leporan juga menyebutkan bahwa. operator wisata. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. Menteri Perikanan. Pertanian. dan tanggapan terhadap bencana. peralatan. masyarakat. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. dan organisasi yang diperlukan. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. perencanaan. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. 125 . yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. Usaha-usaha di bidang lingkungan. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya.org/tsunami). dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu.undp.”ujar Kari Blindheim. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa.

www. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. baik secara musiman maupun jangka panjang. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. Pada tahun 1992. yang ternyata meningkat sejak tsunami. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. Pertanian.unep.htm).org/tsunami). Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. 126 . dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. bahan bangunan. pasir. Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. dan bahan konstruksi. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan. dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni.nz/oceano/seasand.seafriends.org. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. pada terumbu di tepi atol. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan. perawatan pelabuhan. Menteri Perikanan. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. Walaupun begitu. dan dari terumbu tempat pakan ikan. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau.

org and www.au. (www. a.mv. National Aquatic Resources Research & Development Agency. h. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State .gov.thompson@aims. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005). UNDP (2005). William Allison. Sri Lanka. Cairns.gov.gov. Marine Conservation Society.Republic of Maldives. Colombo. Naeem H. dalam laporan GCRMN.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam. Arjan Rajasuriya. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. (www. Joanna Ruxton. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.pdf). Maldives.sweatman@aims.mv. August 2002.ac.undp.mv. Sri Lanka. jet@iucnsl. arjan@nara.au. World Congress on Aquatic Protected Areas.gov. termasuk kontribusi H. Colombo.gov. John.net. dan Chris Wood.undp.au/hottopics/ topic. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Australian Institute of Marine Science (AIMS). Mohamed U. Geoff Dews. UK. Kristian Teleki.Gunn@csiro.mv. Jean-Luc Solandt. Dews G. UNEP (2005). Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147.org/tsunami/reports/maldives.au. dan m. Zahir et al. Jerker Tamelander.mcsuk. KONTAK PENULIS Hussein Zahir. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. Australian Institute of Marine Science. (www.gov. dan Mary Wakeford.au/publications/ pubout. Marine Research Centre.org. Australian Government. (www.lk.org.ausaid. hzahir@mrc. (www. Rajasuriya dkk. IUCN Sri Lanka Country Office. Hugh Sweatman.pdf).au. jls@mcsuk.org/drtf/). Angus Thompson. 127 .ausaid. John Gunn. beliamall@dhivehinet.unep.wakeford@aims.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920).org/marine_world/MCS_Maldives_report.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). Malé.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. infrastruktur. penangkapan ikan yang merusak. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat. JUDE BIJOUX. dinding laut. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. DAVID OBURA. ROLPH PAYET. JAN ROBINSON. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. tumbuhan pesisir. KATE PIKE. menjadi mati atau rusak.10. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. MARTIN RUSSELL. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. kapal penangkap ikan. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. dan jembatanjembatan. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. 129 . Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. pelabuhan. dan peralatan. diversi mata uang untuk bantuan. UDO ENGELHARDT. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. polusi. dan kehilangan karyawan. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. Gelombang kedua lebih kecil. jalan-jalan. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. akan membantu proses pemulihan. perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang. Secara umum.

tumbuhan pesisir. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . jalanan.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. jembatan.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. perumahan. Tsunami dimulai dari jarak 4. (kelompok dalam). yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar.374. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. dimana tak terkena dampak tsunami. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya. dan infrastruktur. dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm. perumahan. membentang seluas 1. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. Praslin.

serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. 131 . Diploastrea. sarana publik.2% di tahun 2004. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. Acanthastrea. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. dan penyelaman. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. sebagaimana pula kepe-kepe. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. pertanian. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. ikan kakatua. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. seperti Taman Laut Ste Anne. dan kerapu di dalam MPA. kerapu. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. dan trigger. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru.3% di tahun 2004. terutama ikan kepe-kepe. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun.5% di tahun 2000 menjadi 14.4% di tahun 2000 menjadi 6. infrastruktur perikanan. kakap. perumahan. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). Goniopora. kakatua. sekolah. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. Namun di tahun 1998. Sebagai tambahan. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. sarana olah raga. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño. wrasse. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. snorkeling. lahan siap pakai. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. dan Physogyra. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. Lebih jauh lagi. Pada tahun 2004. Secara nyata.

Umumnya. yaitu Physogyra dan Pachyseris. seperti yang terdapat di Moyenne. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. contohnya Anse Copre. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. Airport. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. dan West Rocks. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. batimetri lokal dan geologi. Keragaman karang tetap tinggi. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. namun. Pocillopora. Populasi ikan secara umum lebih sehat. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. dimana kurang dari 1% koloni karang. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. dan jarang yang sampai 10%. Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. Pointe Police. 132 . Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. tidak terkena dampak. dan Heliopora (karang biru). terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. Namun. Millepora. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. seperti Grand Rocher. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. rusak. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. Tampaknya. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. Anse Royal. Di perairan yang lebih dalam. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. Sehingga. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. Port Launay. dan Baie Ternay. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. Pocillopora dan Millepora (karang api). Di perairan yang lebih dalam. serta kondisi terumbu karang.

25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% . meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. Isle Coco adalah terumbu paling timur. tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Di banyak situs. 133 .16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. sangat jelas tergambar di beberapa area. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). dengan tekanan melingkar. terhadap tsunami dan hasil kerusakan. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Berkarbonat: >50% pada substrat. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. yang disurvei. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. dari arah kedatangan tsunami. Berkarbonat: >50% pada substrat. St. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. Pengaruh batimetri lokal. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. Pierre. seperti Isle Coco.

Namun. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. Di Anse La Mouche. Anse Royale (Mahé). sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. Anse Petit Cours. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. Tak terdapat keanehan di Providence. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. Di Taman Laut Curieuse. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). sehingga merusak 16% karang. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. dan Anse la Mouche (Mahé). timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. Secara keseluruhan. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. 240 km tenggara Mahé. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. dan karang mengerak tertutup sedimen. Di La Reserve. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. Namun. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. 700 km dari Mahé. 134 .

dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan. jumlahnya melebihi 1. memperbaiki armada. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80.000 sampai 855. diperkirakan sebesar SR$ 4.7 juta). Selain kerusakan fisik.) per unit usaha meningkat 68%. Otoritas Perikanan Seychelles. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang.3 juta (US$ 2.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. termasuk peralatan memancing. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus. Kantor Kepresidenan. 135 . dan mengganti kerusakan infrastruktur. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal. dengan perkiraan biaya SR$ 14. Kerugian pada armada perikanan. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak.000 dari USAID untuk program darurat pemulihan.0 sampai 4.200 orang. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu. polusi. dimana 15 angkutan tenggelam. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson. sebagian besar sekarang telah diangkat. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. Kantor Administrasi Kabupaten. Kementrian Keuangan. kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal.000). Pada kenyataannya. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. Divisi Keamanan Sosial. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). termasuk menurunnya arus mata uang asing.5 juta (US$ 760. Lebih jelas lagi. tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami.

gov.au. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. Department of Environment. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA. j. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu.au. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai. Timothy. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan.org. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. Ameer. Kenya. ps@env. Martin Russell. dan mekanisme legal serta operasional yang efektif. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. David Obura. IUCN. peralatan patroli.org.) 136 . Jan Robinson.bijoux@scmrt-mpa.sc. CSIRO. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. Seychelles Fishing Authority.gov.pike@scmrt-mpa. Timothy Skewes. Udo Engelhardt. sc. Great Barrier Reef Marine Park Authority.au.Abdulla@iucn. reefcare@ozemail. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Kate Pike. (Susunan penulis berdasarkan abjad. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA.Skewes@csiro. Mombasa. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. Reefcare International Pty Ltd. martinr@gbrmpa.com. jrobinson@sfa. membantu pemantauanpemantauan pemulihan.sc. regional.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM).sc. Seychelles. Jude Bijoux. Australia. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Global Marine Program. k. dobura@cordioea. Rolph Payet. CORDIO East Africa. Australia. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada.

(2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384). Report to AusAID. (www. (www. (2002). (2000). (2005). Teleki dan Spencer (2000).au/publications/ pubout.org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05.pdf). Souter et al. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al. 54pp. UNEP. ##). United Nations Environment Programme.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles.ausaid. CSIRO Marine and Atmospheric Research. Skewes T. Payet et al.sfa. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. CORDIO. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries. (www.unep. dan Turner et al. (2005). Stobart et al. Pike (tak dipublikasi. AusAID.iucn. 137 . Kenya.org/tsunami/tsunami_rpt.sc).asp). Ye Y. (www.gov. Obura D. Nairobi. (2002). Teleki et al. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. IUCN/CORDIO. IUCN. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. kerugian infrastruktur perikanan. 18. Sumur-sumur pesisir.500 orang mengungsi. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. Walaupun demikian. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. 2. 1 di Yaman (Sokotra). 4.000 terkena dampak langsung.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. 11 di Tanzania. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. dan 1 di Kenya. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. erosi pantai lokal. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali.11. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. dan 22. Di Yaman. Dampak terbesar 139 . dan kekurangan pangan selama berdekadedekade.2 juta penduduk. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali. Saat gelombang mencapai Yaman. sumber air tanah. peralatan pancing.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. Di Kenya dan Tanzania. Di Somalia. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi. kapal. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah. salinisasi sumur. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. kekeringan. tingginya telah berkurang sekitar 3 m.

dan 44 rumah penyimpanan. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. dan Kepulauan Sokotra. erosi pantai lokal. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. 204 rumah. infrastruktur perikanan. 60 kapal motor tempel. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. 140 . Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dan kerusakan pada 27 kapal. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. alat pancing.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra.

timah. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. Sebagai tambahan. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an. dan peralatan. Di Kenya. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. termasuk uranium radioaktif. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam. Sebagai tambahan. 4. kadmium. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. terutama di dekat Hafun.5 m. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. 141 .Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. kapal ikan. Sekitar 22. perdarahan mulut.000 orang terkena dampak langsung bencana. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. yang ditambatkan di laguna yang terlindung.500 orang mengungsi. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. 289 orang meninggal. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. terseret jangkarnya. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. rumah sakit. batuk kering yang berat. termasuk penyakit pernafasan akut. iritasi kulit yang tidak biasa. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. sumur-sumur pesisir. Tanzania. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. dan 18. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. dan kimiawi lainnya. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. sumber-sumber air tanah. perdarahan perut.

dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. sehingga tak ada kerusakan luas.soest. Madagaskar. 142 . Di tempat lain di Mauritius. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan.hawaii. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Saya de Malha. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore. baik di darat maupun di laut. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara.edu/uhslc/iotd/). dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). Mozambik. Komoros. dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur.

Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. dan polusi. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. Pada terumbu yang lebih dalam. Tutupan karang. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. terutama di dalam MPA-MPA. polusi. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. nilainya tinggi (>40%) dan stabil. di terumbu yang mudah diakses. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. penangkapan yang merusak. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. Sebelum tsunami. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. di terumbu yang tak dapat diakses. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. sedimentasi. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum. kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. tutupan karang keras hidup. Sebagai contoh. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. Namun demikian. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. Namun demikian. Di bagian utara Kenya. di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. 143 . Sebelum tahun 1998. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). Millepora juga jarang. Sebelum 1998. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. dan sedimentasi.

terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. pengolah. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. Gelombang besar merusak kapal. Tanzania: Sebelum tahun 1998. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. dan dermaga. dan 16. kait. UNFAO. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. penangkapan yang berlebih.2 juta.kurous@fao. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. dan peralatan penangkapan ikan. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 . peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang. terutama nelayan”. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous. kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. 569 mesin. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. dimana lebih dari 2. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. penjual. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. Pakar FAO. george. 1. mesin. namun. mesin. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%.org). Hans Båge. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. pancing. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. gudang penyimpanan.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Sebelum tahun 1998.625 jaring.980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. dan kompetisi dengan alga. Petugas Informasi. Tercatat 653 kapal. dan polusi. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia. wabah penyakit karang tahun 2002. sedimentasi. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal.

dimana lebih dari 1. kekeringan. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. Madagaskar. makanan. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. nasional. dan lokal. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. dan air minum. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. Songo Songo.000 penduduk. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia. Mayotte. peralatan rumah tangga. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. Cargados Carajas. di laguna dangkal Mombasa. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar). yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. penangkapan yang berlebih. komponen media swasta dan 145 . dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. Seychelles. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%. dan tak ada yang rusak di 300 individu. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. dan kekurangan pangan. sementara di Pulau Mafia. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. pesisir. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat.2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. pada koloni yang telah diberi tanda. terjadi saat surut. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. Dar es Salaam. pasokan medis. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. Tanga. dan Mtwara. Terumbu. Di Kenya.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah.

P. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. juga Kotb et al. UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra.asp). serta latihan uji skenario. 2 (July 2005): 1. mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. departemendepartemen pemerintah. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. Obura (2005). serta makalah oleh Mohammed et al. (2004). FAO. Box 10135 Mombasa. dan USAID. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. dan Friends of Soqotra. Kenya. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). dan Kristian Teleki. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. (www. Ldevantier@aol. dobura@cordioea. PENINJAU David Garnett.html).fao. Bernard Salvat. CORDIO East Africa. panduan. (2004).org/ newsroom/en/news/2005/107210/). (www. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra.O. United Nations Environment Programme.com. KONTAK PENULIS David Obura. Kenya. Lyndon DeVantier. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia.usaid. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. (2005).org.gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. Obura et al. Socotra Conservation Fund. internet). dan Ahamada et al. 146 . Joanna Ruxton. televisi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. USAID: Somalia (2005).org/tsunami/tsunami_rpt. sektor swasta. dan masyarakat. (www.unep. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Nairobi. Miranda Morris. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. dan rencana pengelolaan bencana.

Nature.Andaman earthquake. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. 309: 1036-1039. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. Siripong A. Di Nitto D. Selvam V. 15(12): 443-447. Queensland. Ahamada S. 147 . Ardiwijaya RL. Cambridge. Bigot L. 15: 1926-1930. Australian Institute of Marine Science. Ji C. Switzerland. UK. then a slow slip. Dahdouh-Guebas F. UNEP-WCMC. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. AUSGEO news. Second Report. Science. ANJURAN BACAAN Adger WN. 189-211. et al. Bilham R (2005) A flying start. pp. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26.LAMPIRAN 1. 308: 1133-1139. Townsville. Chatenoux B. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Australia. Baird AH. In: Wilkinson C (ed. et al. Campbell SJ. 436: 759. UNEP/DEWA/GRID-Europe. Jayatissa LP. Sojisuporn P. Robinson D. Sørensen MK. Science. Coral Reefs. Folke C. Current Biology. Science. Cauvin B.) Status of coral reefs of the World: 2004. Thio HK. 310: 643. 308: 1126-1127. et al. et al. Bijoux J. Burke L. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami. Issue 77. Cummins P. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. 24(4): 535. Bosire JO. UNEP/CBD/ SBSTTA. Hughes TP. Olwig MF. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. Selig L. Carpenter SR. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. et al. Science. Ammon C. Chavanich S. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. Anggoro AW. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system.

In: Wilkinson C (ed. Science. Australian Institute of Marine Science. Townsville. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. Phongsuwan N. et al. 435: 933-936. Liu PL-F. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. Queensland. 308: 1595.org. Science.tourismconcern. Nature. Tuan VS.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. University of California Press. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. Church J.) Status of coral reefs of the World: 2004. Seychelles. 85 pp. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. Nettles M. 213231. Zahir H. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. 148 . 309: 2045-2048. Science. Science. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Australia. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Tanzania. In: Wilkinson C. Perera N. University of Kalmar. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. 308: 1139-1143. Titov V. California. January 2005. Queensland. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Okal E. Townsville. Cabanban A. Islam Z. In: Wilkinson C (ed. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft. pp. Stein S. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss.) Status of coral reefs of the World: 2004. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Nature. Lynett P. Maldives and Sri Lanka. Kalombo H. pp. McCulley JL. USA. 171: 372. (www. Queensland. Rajasuriya A. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Australia. 436: 1071. Houston H. Chagos. 434: 581-582. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. Eos Transactions. Ishii M. Hagan A. Tromp J. USA. Reef Check Foundation. Song TRA. Andaman Sea. Nature. Foster R. Pacific Palisades. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. 433: 350-353. 308: 1127-1133. Australian Institute of Marine Science. Chou LM. Nature. Science. Vidale JE (2005) Extent. 235-275. et al. Ammon CJ. Tun K. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake. 434: 573-574. Gunawan CA. et al. Mozambique and South Africa.) Status of coral reefs of the World: 2004. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. Sweden. pp. Fernando H. Kanamori H. Daniels C.pdf). Ravilious C. California. Australia. Shearer PM. et al. Park J.uk/pdfs/Final%20report. Souter D. (2004) Status of coral reefs. Linden O (eds.(ed. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. 86: 301-304. Obura D. Rabinovich AB. Venkataraman K. Australian Institute of Marine Science. Coral Reefs. 307: 657. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Mendis SG. Townsville. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. Indian Ocean. Indonesia. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. Lay T. AGU. Thomson RE. 171-188. et al.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Spalding M. Jaffe BE. et al. India. Mofjeld HO.

and Global Coral Reef Monitoring Network. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Anjuran Bacaan Tun K. Oliver J. 149 .Lampiran 1.unep. United Nations Environment Programme. Australian Institute of Marine Science. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004.) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004.org/tsunami/tsunami_rpt.asp). Australia. Townsville. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Wilkinson C (ed. Kenya (www. 557 pp.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef. DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD .LAMPIRAN 2. Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 .Lampiran 2. Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI.

Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan. dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia .Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI. Ilmu Pengetahuan.

www. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita.aims. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri.gov. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. dan pengelolaan lingkungan. Alamat Kontak: AIMS. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. dan monograf untuk penggunaan skala regional. pemerintah. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.go. buku. PMB #3.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif.au. Townsville 4810 Australia. Website: www. Mempertahankan keragaman 155 .LEMBAGA SPONSOR. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan.ausaid.gov. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang.

dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. peneliti.org. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. dan degradasi fisik dari terumbu karang. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur. Tanzania. Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. Mauritius. penggunaan komponennya yang berlanjut.org atau www. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. University of Kalmar. CORDIO Afrika Timur. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang. India. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. marjo.vierros@biodiv. Seychelles. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja.co. dan Chagos.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. Sweden. 53 Horton Place. Kenya. Mozambik. Box. jet@iucnsl. dobura@africaonline. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. Sri Lanka. IUCN South Asia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. Sri Lanka. serta bagi pengelola terumbu karang. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir. Komoros. Sejak dimulai. ps@env. Afrika Timur: David Obura. 10135.linden@cordio. James Cook Uniersity. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain. Colombo 7. David Souter. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. Reunion. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI. david. Malmo. Maladewa. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis.ke.biodiv. olof. Canada. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Bamburi. Madagaskar. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia. World Maritime University.org. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. 156 .O. CBD Secretariat Montreal. Ministry of Environment. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil. Seychelles. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries).souter@cordio. dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. P.org. Asia Selatan: Jerker Tamelander.gov. Alamat kontak: Marjo Vierros. melestarikan. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya.

Reef Check. SPREP. rcheck@ucla. pelatihan. Reef Check Los Angeles. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science.org). perguruan tinggi. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara. PO Box 772. para operator. kteleki@icran.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. sekolah-sekolah.gcrmn. pengembangan kapasitas. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. IUCN. atau Gregor Hodgson. GCRMN. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). CRC Reef Research Centre. di Townsville. UNEP. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. AIMS. MAC. olof. ICRI. UNEP.gov. TNC. Reef Check. CORDIO. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). CBD. Townsville 4810 Australia. E-mail: Kristian Teleki. Queensland Seafood industry Association).wilkinson@aims. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. nelayan. UNF. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat. atau Olof Linden. WorldFish Center.org 157 .icran.Lembaga Sponsor.org. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center.linden@wmu. ekonomi. Alamat kontak: Russel Reichelt. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. dan WWF.crc. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. dan sosial terkini. dan informasi ilmiah. WRI. atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. homepage: www. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase.au. World Bank. c. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP.reef.edu. info@crcreef. Sekretariat ICRI. UNEP-WCMC.oliver@cgiar. para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority).com or www. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. dan NOAA. WorldFish Center. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. www. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation.se.org.

Perancis. dan Millenium Development Goals. 75015 Paris. dan Amerika Serikat. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. bersamaan dengan CORAL. 1 Rue Miollis. bersama dengan UNEP. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. Australia. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. www. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. Perancis. lembaga pemerintahan. ICRI. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. World Bank. IOC. dan CBD kini sebagai sponsor. UNDP. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). UNEP. IUCN. organisasi internasional.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. UNEP. Alamat kontak: IOC/UNESCO. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro.ioc. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. IUCN. CORDIO. Swedia. ICRAN. Swedia dan Filipina secara bersamaan. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City.unesco. Filipina. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. penelitian dan pengamatan kelautan. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. Inggris. mendorong. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. IUCN. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia. IOCUNESCO. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. Jamaika. dengan IOC. www. Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. para LSM dan programprogram regional.ICRIForum. Jepang. yang merupakan pendahulu GCRMN. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. dan World Bank. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja).

3B. Alamat kontak: Jl. kehati@kehati.go.or. komunitas bisnis. Nature Conservation Bureau. 1-2-2 Kasumigaseki. Ada empat program utama yang dikembangkan.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi.env. yaitu: informasi. Japan. Marine@iucn. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan.jp. www. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). atas nama Pemerintahan Jepang. Kementrian Lingkungan Hidup.or. Tokyo 100-8975. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10.coremoc. yang didirikan di Pulau Ishigaki.Lembaga Sponsor. memasang standar. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia. Disamping itu. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN. membangun kapasitas. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. dan menerapkan alat-alat konservasi. Ministry of the Environment.kehati. maupun media massa. coral@env. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. advokasi kebijakan publik. Bangka VIII no. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis.id 159 . asosiasi profesi. Switezerland. mengembangkan. CH-1196 Gland. pemerintah daerah. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union.go. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.id . dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. Rue Mauverney 28. Switzerland. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis. Chiyoda-ku. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002.jp/ dan www. Sekretariatnya terletak di Gland. www. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional.di Indonesia. edukasi dan riset. perguruan tinggi.go. menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

Malaysia.oliver@cgiar. air. Environment Department. Mhatziolos@worldbank. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. www. l. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin.org/icm. dengan kantor pusat di Penang. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. Sebagai akibatnya. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan.Lembaga Sponsor. Jamie Oliver. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia. beserta berbagai rekan kerjanya.gefcoral. Malaysia. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air.cgiar. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat.worldbank. 20433 USA. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. dan kualitas udara yang semakin buruk. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan.org. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi. Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. dengan lebih dari 4. The World Bank. www. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. 1818 H St. Alamat kontak: PO Box 500 GPO. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. NW. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin. 10670 Penang. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. Washington.org. www. memperbaiki kesehatan masyarakat. DC.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. seperti ICRI dan GCRMN.

1250 Twenty-Fourth Street. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut. Helen.worldwildlife. NW. WWF.org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. SOwen@wwf.fox@wwfus.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu). DC 20037. or Helen Fox.org. www. 164 .vanbreda@wwfus. Alamat kontak: Anita Van Breda. anita. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan. Washington.nl.org.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful