Dedikasi Buku ini dipersembahkan bagi mereka yang terkena dampak gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Bagi mereka, hidup telah berubah untuk selamanya, dan mereka pantas mendapatkan segala bentuk bantuan dan kasih sayang yang dapat diberikan oleh masyarakat dunia agar dapat pulih kembali. Buku ini juga dipersembahkan untuk The International Coral Reef Initiative dan semua rekan kerjanya, salah satunya pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja melalui US Coral Reef Task Force. Kami juga ingin berterima kasih untuk dukungan terhadap GCRMN yang diberikan oleh US Department of State dan US National Oceanographic and Atmospheric Administration. Catatan: Kesimpulan-kesimpulan dan saran yang diberikan dalam buku ini tidak didukung secara khusus, ataupun mencerminkan, pandangan dari berbagai organisasi yang telah mendukung produksi dari buku ini, baik dukungan pendanaan maupun isi. Penelitian yang dilaporkan dalam buku ini berdasarkan analisa awal dari serangakaian data yang kompleks dan kebenarannya tidak bisa diartikan mutlak untuk beberapa kasus. Institusi atau individu yang tertarik untuk menggunakan data-data dari hasil penelitian AIMS dan segala konsekuensinya dapat menghubungi Kepala Institusi dengan alamat (Townsville) yang diberikan dibawah ini. Sampul Depan: Terumbu karang yang terangkat oleh tsunami; Pulau Simeulue, Sumatra; Craig Shuman, Reef Check Foundation, Los Angeles USA. Sampul Belakang: Tinggi ombak maksimum dari tsunami 26 Desember 2004, berkisar antara 10-2 m yang ditunjukkan oleh warna merah gelap, 1 m ditunjukkan oleh warna hijau/kuning, sampai tak berombak (warna biru): Alessio Piatensi, Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanalogia, Rome, Italy. Peta disediakan oleh Reefbase dan World Fish Center. Kami ingin mengucapkan terima kasih ,khususnya kepada Teoh Shwu Jiau. Gambar yang terdapat pada halaman 30 dalam Bab 1 merupakan cetakan ulang, yang telah diizinkan, dari artikel dalam New Scientist pada 3 September 2005 berjudul ‘Tsunami waves shot along mid-ocean ridges’. Diambil dari www.newscientist.com, Ó New Scientist. Gambar yang terdapat pada halaman 23 dalam Bab 1 merupakan hak cipta Ó dari Commonwealth of Australia, Geoscience Australia. Hak Cipta Dilindungi. Dicetak ulang seizin CEO, Geoscience Australia, Canberra, ACT. Selain bentuk pemanfaatan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968, sebagian atau seluruh buku ini tidak dapat dicetak ulang dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Geoscience Australia. Permohonan dan pertanyaan mengenai hak dan reproduksi dapat dikirimkan kepada Manager Copyright, Geoscience Australia, GPO Box 378, Canberra ACT 2601, atau melalui email kepada copyright@ga.gov.au. Dua buah gambar yang terdapat pada halaman 51 dan 52 dalam Bab 3 dicetak ulang seizin dari Current Biology, Volume 15, Baird A, Campbell SJ, Anggoro AW, Ardiwijaya RL, et al., Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami, halaman 1926-1930, Hak Cipta 2005, dengan izin dari Elsevier Ltd.

© Australian Institute of Marine Science, 2006
Alamat Kantor: Townsville, Queensland PMB No. 3, Townsville MC Qld 4810 Telepon (07) 4753 4444 Fax (07) 4772 5852 Darwin, Northern Territory PO Box 40197 Casuarina NT 0811 Telepon (08) 8920 9240 Fax (08) 8920 9222 Perth, Western Australia PO Box 83, Fremantle WA 6959 Telepon (08) 9433 4440 Fax (08) 9433 4443 www.aims.gov.au ISSN 1447-6185

Edisi Bahasa Indonesia: Penerjemahan, produksi, dan distribusi di Indonesia didukung oleh GCRMN, Yayasan KEHATI, UNESCO Office Jakarta, Yayasan TERANGI, dan Grey WorldWide Indonesia. Diterjemahkan oleh Ayu Ratri Khairuna Ahza, Wasistini Baitoningsih (UNESCO Office Jakarta, dan Putu Liza Kusuma Mustika (Praktisi Kelautan). Penyuntingan dalam Bahasa Indonesia oleh Safran Yusri (Yayasan TERANGI). Pengkaji untuk Status Terumbu Karang Pasca Tsunami di Indonesia : Stuart Campbell (WCS-IP).

ii

Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami 10. Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami 7. ANJURAN BACAAN LAMPIRAN 2. dan Tsunami Samudera Hindia 2. yang mengakibatkan pergerakan sepanjang 1. Tsunami. Status Terumbu Karang di Seychelles Setelah Tsunami pada Desember 2004 11.DAFTAR ISI UCAPAN TERIMA KASIH Co-Sponsor dan Pendukung GCRMN: Pendahuluan Ringkasan Eksekutif. Penggunaan kata ‘tsunami’ secara jamak menjelaskan konsep bahwa kerusakan yang timbul disebabkan oleh sejumlah ombak yang datang dari berbagai arah. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir 3. Dalam buku ini kata ‘tsunami’ digunakan secara tunggal maupun jamak. Gempa Bumi. Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 4. yang kemudian terpantul oleh massa daratan dan paparan benua sehingga menciptakan pola gelombang kompleks yang bertahan sampai beberapa jam. Gempa Bumi. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang v vii 1 7 19 33 45 61 67 83 89 103 115 129 139 147 151 155 Catatan: Hanya sumber data utama dalam setiap bab disebutkan dalam buku ini.300 kilometer pada garis patahan di sebelah utara Kepulauan Andaman. Dampak Tsunami Tahun 2004 Pada Daratan Utama India Serta Kepulauan Andaman dan Nikobar 8. Tsunami secara tunggal (dalam artian harfiah sebagai rangkaian gelombang) diartikan sebagai tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi hebat pada 26 Desember 2004. dan bukan hanya satu ombak yang besar. tidak disebutkan secara khusus. Informasi utama yang mendasari buku ini dapat diperoleh di lembaga-lembaga yang turut membantu penyusunan buku ini atau dari Bacaan Anjuran (Lampiran I). Thailand Pasca-Tsunami 6. iii . sejumlah laporan yang tidak dicetak serta situs internet yang turut membentuk buku ini. Keadaan Terumbu Karang Pasca-Tsunami di Malaysia 5. DAFTAR AKRONIM Lembaga Sponsor. Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami LAMPIRAN 1. Data dan informasi yang didapatkan dari situs internet untuk buku ini diperoleh dalam kurun waktu Oktober 2005 sampai Februari 2006. Kesimpulan. Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Kejadian berantai ini telah menyebabkan munculnya serangkaian ‘ombak’. dan Saran 1. Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka Setelah Tsunami 9. Lempeng Tektonik. terutama babbab terbaru dalam CORDIO (2005) dan GCRMN (2004) pada halaman 151.

.

terima kasih. Kementerian v . World Bank.org dan www. the National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the Australian Institute of Marine Science (AIMS). Kami mohon maaf jika beberapa referensi dan situs internet yang penting tidak disertakan. WWF International. David Garnett. Joanna Ruxton. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Phil Cummins. United Nations Environment Programme (UNEP). Beberapa bagian laporan ini sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Cherdsak Virapat. AIMS. membawa jaringan dan sukarelawan dari Reef Check. the United Nations Environment Programme (UNEP). Wendy Ellery. Steve Clarke. dan Yves Henocque dalam memproduksi edisi tersebut.UCAPAN TERIMA KASIH Banyak pihak yang membantu dalam pengumpulan informasi untuk buku ini. dan Jerker Tamerlander mengkoordinir program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang telah menghasilkan dan mengorganisir sebagian besar informasi mengenai dampak tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia. Beliau membantu dalam naskah dan memberikan saran untuk format dan struktur laporan. Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka sekalian. Marco Noordeloos. dan Kenji Satake. Tanpa dukungan dari mereka tidak akan pernah ada koordinasi secara global ataupun laporan. pusat data terumbu karang internasional di The WorldFish Center. Kontribusi-kontribusi dari mereka telah mempermudah penyatuan materi ke dalam format “Laporan Status” (Status Report) GCRMN oleh editor. WorldFish Center. Cherchinda Chotiyaputta. Para co-sponsor dari program GCRMN telah menyediakan bantuan substansial.UNESCO. Viacheslav Gusiakov. dan ICRI Secretariat. dan Robin South untuk kontribusi editorial yang sangat teliti yang telah mereka berikan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada David Garnett. Maitee Duangsawadi. terutama ke-60 penulis dan kontributor untuk ulasan per negara dan para ahli geologi yang menyederhanakan berbagai istilah ilmu geomorfologi dan pergerakan lempeng tektonis yang kompleks bagi pembaca awam. David Obura. Laporan ini secara resmi dicatat oleh Karenne Tun dan Marco Nordeloos ke dalam Reefbase. Pembaca dianjurkan untuk mendapatkan versi asli bahanbahan tersebut dan menghubungi para kontributor untuk keterangan selanjutnya.terima kasih. IOC . Jamie Oliver. the Australian Agency for International Development (AusAID). terutama tim Science Communication yang professional dan ramah.gcrmn. the Convention on Biological Diversity. dan Olaf Linden. nasehat. www. UNEP di Cambridge dan Nairobi menjadi administrator pendanaan. Dukungan utama untuk GCRMN didapatkan dari Department of State Amerika Serikat. Rekan kerja GCRMN yang telah membantu dalam laporan ini: Gregor Hodgson. dan Karenne Tun menyediakan basis ReefBase yang memastikan bahwa data GCRMN dapat diakses oleh seluruh dunia.org. yang dibantu oleh Thamasak Yeemin. namun bahan referensi utama tercantum dalam setiap bab dan pada Bacaan Anjuran di halaman 147. dan dukungan: The Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. David Souter. IUCN – The World Conservation Union. Pihak–pihak tersebut bertemu secara spontan. IUCN .The World Conservation Union. yang diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Palau. Kami pantas mengucapkan banyak terima kasih kepada staf di AIMS. dan Tim Simmonds. Dana untuk mencetak laporan ini berasal dari: Pemerintah Amerika Serikat (Department of State dan NOAA).reefbase. bersamaan dengan pertemuan ICRI agar dapat memberikan arahan kepada GCRMN. Tidak semua bahan referensi disertakan. Madeleine Nowak. Carl Gustaf Lundin mengepalai Kelompok Manajemen GCRMN dan Bernard Salvat mengepalai Dewan Penasehat Sains dan Teknis GCRMN.

Lingkungan Hidup dan Biro Pelestarian Lingkungan Jepang. kami dapat menyediakan buku ini secara gratis kepada masyarakat dunia yang bekerja untuk melestarikan terumbu karang. Melalui bantuan mereka. yang sering kali secara sukarela. dan CRC Reef Research Center for the Great Barrier Reef. vi .

US Department of State.Australian Agency for International Development UNEP – Regional Seas. The Hague. dan Sri Lanka.CO-SPONSOR DAN PENDUKUNG GCRMN: Kelompok Manajemen GCRMN IOC-UNESCO –Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO UNEP – United Nations Environment Programme IUCN – The World Conservation Union (Ketua) The World Bank. Gland Switzerland WWF – Europe IOC-UNESCO . vii . Ministry of the Environment.Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO. Silver Springs Maryland USA AusAID . Washington DC NOAA – Socioeconomic Assessment group. Tokyo. Rekan Kerja Operasional GCRMN Reef Check Foundation.Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Pendukung Finansial buku ‘Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005. Environment Department Convention on Biological Diversity AIMS – Australian Institute of Marine Science WorldFish Center. WorldFish Center. Swedia. Washington DC. Penang CRC Reef Research Centre Ltd IMPAC. dan ReefBase Sekretariat ICRI – Pemerintah Jepang dan Palau GCRMN Scientific and Technical Advisory Committee. Townsville Australia Nature Conservation Bureau.International Marine Project Activities Centre Ltd. Los Angeles Reef Base. Japan IOI – International Ocean Institute Pihak Pengasuh GCRMN AIMS – Australian Institute of Marine Science ReefBase di WorldFish Centre. dan GPA Coordination Office. USA bekerja sama dengan Sekretariat ICRI – Pemerintah Palau dan Jepang NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration. Pendukung Utama Finansial GCRMN The Government of the USA. The Netherlands IUCN – the World Conservation Union. Silver Springs. melalui the US Department of State dan NOAA – National Oceanographic and Atmospheric Administration AIMS – Australian Institute of Marine Science UNEP – United Nations Environment Programme via rekanan pendanaan USA. CRC Reef . Penang CORDIO – Coral Reef Degradation in the Indian Ocean. World Resources Institute.

.

S. dan Sri Lanka. yang berlari ke daratan tinggi sebelum gelombang-gelombang datang. USAID Regional Development Mission/Asia mendukung sebuah program bernama Sustainable Coastal Livelihoods (Mata Pencaharian yang Berkelanjutan di daerah Pesisir) yang membantu masyarakat dalam memulai kembali serta menciptakan keragaman sumber penghidupan. Kejadian tsunami mengejutkan berbagai institusi nasional. Maladewa. Dalam beberapa menit saja. Program ini mendemonstrasikan peranan penting lingkungan dan alam dalam pencegahan 1 . Kejadian tersebut berlangsung tanpa peringatan pada hari dengan cuaca cerah. gempa berlangsung pada hari minggu pagi saat sebagian besar masyarakat dunia sedang memperingati hari raya Natal. respon dari berbagai pihak mulai menguat dan tidak sedikit orang yang kembali dari masa libur mereka untuk membantu dalam usaha-usaha pemulihan. Dalam buku ini. Thailand. serangkaian gelombang kuat datang menyapu mereka dan menghempas daratan. internasional. Agency for International Development (USAID) bersamaan dengan angkatan bersenjata Amerika. sayangnya. Sebuah program pemulihan dan rehabilitasi senilai US$ 630 juta telah dirancang dan diimplementasikan di India. yang menjadi pusat perhatian kami adalah dampak yang menimpa sumber daya alam pesisir. sehingga banyak masyarakat setempat dan wisatawan yang berada di pantai berjalan diatas rataan terumbu pada saat air laut menyurut agar dapat mengamati alam yang biasanya tersembunyi. halaman 19). dan juga untuk menyimpulkan beberapa respon yang terjadi. terutama ekosistem terumbu karang dan yang terkait. Indonesia.PENDAHULUAN Rangkaian gelombang tsunami yang berlangsung pada 26 Desember 2004 terjadi secara mengejutkan dan merupakan hal baru bagi kebanyakan masyarakat yang terkena musibah tersebut di wilayah Samudera Hindia. serta tanggapan yang dikeluarkan dunia internasional. seiring dengan usahanya meningkatkan kapasitas lembaga pemerintahan dalam merencanakan dan mengkoordinir upaya rekonstruksi. Paragraf-paragraf berikut ini mengangkat beberapa respon terhadap tsunami yang diberikan oleh lembaga-lembaga dan pemerintahan yang mendukung penulisan laporan ini. Hal tersebut juga mengakibatkan berita-berita awal mengenai tsunami kurang menggambarkan dampak dan seluruh kerusakan yang terjadi. Rangkaian tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 250. kami tidak dapat memungkiri bahwa dampak yang jauh lebih membekas terjadi pada kehidupan masyarakat wilayah setempat dan dunia. tidak memiliki pengetahuan megenai dampak gempa bumi dan tsunami.000 orang meninggal dunia atau hilang serta rusaknya infrastruktur dan sumberdaya pesisir. Namun demikian. karena terdapat sejarah panjang tentang tsunami dan gempa bumi yang pernah terjadi di Samudera Hindia (seperti yang terangkum dalam Bab 1. dan juga media. Amerika merespon secara cepat terhadap musibah tersebut melalui upaya pemulihan skala besar dan program bantuan kemanusiaan (senilai US$ 237 juta) yang dipimpin oleh U. Di Thailand. Disamping itu. Sesungguhnya tsunami bukan merupakan hal baru. karena tidak pernah terjadi tsunami di negara-negara ini dalam catatan sejarah kurun waktu terakhir. contohnya. Buku ini telah disusun agar dapat menghimpun dan mensintesa hasil-hasil evaluasi kerusakan terumbu karang yang dilakukan terhadap wilayah yang terkena tsunami untuk para pembuat kebijakan. Sejarah ini tertanam secara mendalam pada cerita rakyat dan budaya masyarakat adat. Namun sejalan dengan penyampaian berita mengenai tsunami yang semakin lengkap. dan tertundanya kebanyakan respon baik nasional maupun internasional. masyarakat yang menjadi korban jiwa. Selang beberapa minggu setelah musibah terjadi.

Disamping bantuan dana. Disamping kegiatan pengamatan kondisi. Segera setelah terjadi tsunami. U. AusAID. Forest Service. telah mencetuskan diskusi mengenai pemeriksaan pasca-tsunami dan juga tindakan pencegahan dan pemulihan bencana mengenai terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya dalam forum ICRI. USAID memimpin kontribusi ini dan berkolaborasi dengan National Atmospheric Administration (NOAA). UNEP mengorganisir sebuah konferensi di Cairo. Dengan sistem pemeriksaan cepat (rapid assessment). dan menambahkan satu bab mengenai evaluasi cepat pasca-tsunami. kehadiran tenaga ahli dari Australia terbukti bermanfaat dalam upaya rehabilitasi. Konferensi ini 2 . Trade and Development Authority. UNEP menjalin kerjasama erat dengan pemerintah negara-negara yang terkena tsunami agar dimensi lingkungan dari bencana dapat tercakupi melalui bantuan teknis. dengan mengirimkan regu bantuan beserta logistik yang amat dibutuhkan pada daerah bencana agar dapat mendukung upaya penanggulangan darurat dan bantuan kemanusiaan yang dikerahkan lembaga domestik maupun internasional.S. Pada bulan Februari 2005. Pembelajaran (lessons learned) yang didapatkan akan dibagi dalam lokakarya regional kepada sesama negara yang terkena dampak tsunami. Perekonomian pesisir dan perikanan mulai dibangun kembali. UNDP mengirimkan tenaga ahli ke Indonesia. dan wisatawan tertarik untuk menjelajahi keindahan alam wilayah tropis. termasuk dari segi lingkungan. pengembangan kapasitas (capacity building). US$ 16 juta kepada Sri Lanka. Sri Lanka.S. mulai Juli 2005 sampai Juni 2007. US$ 12. Pemerintah Australia menanggapi dengan cepat terhadap kebutuhan akan bantuan. Pemerintah Jepang mengirimkan regu investigasi ke negara-negara yang terkena tsunami pada bulan Januari dan Februari 2005 agar dapat mengidentifikasi segala keperluan yang mendesak untuk rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan. Tsunami Samudera Hindia merupakan tragedi luar biasa yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia pada wilayah berpenghuni dimana kehidupannya sangat bergantung pada hasil laut. Geological Survey. dan Thailand. dan U. termasuk US$ 20 juta untuk Aceh. Disamping itu.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ancaman bencana pesisir di masa depan dan memaksimalkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan penghasilan di sepanjang Laut Andaman.S.5 juta kepada Kepulauan Maladewa dan Seychelles. Maladewa. pengetahuan yang dimiliki oleh lembaga seperti Pengelola Taman Nasional Great Barrier Reef membantu dalam mengevaluasi kesehatan dan pemulihan kembali ekosistem laut yang vital bagi kehidupan pesisir. Amerika Serikat mendonasikan US$ 17 juta sebagai suatu bentuk dukungan strategis untuk pengembangan sistem peringatan dini multi-bencana bersama IOC-UNESCO dan komunitas donor internasional. Lembaga bantuan luar negeri Australia. Australia mengkontribusikan lebih dari US$ 750 juta sebagai dana pembangunan tambahan untuk Indonesia. Hal yang cukup penting. bekerjasama dengan WorldFish Center dan para koordinator masing-masing negara GCRMN di wilayah tersebut. aspek-aspek lingkungan penting yang membutuhkan perhatian segera teridentifikasi serta diikuti dengan pengamatan kondisi lanjutan yang lebih detil. dan US$ 2. upaya untuk menjalin kerjasama yang erat dengan pihak terkait dalam satu wilayah terus dilakukan Australia agar dapat memperkuat sistem peringatan dini tsunami Pasifik dan mengembangkan sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana serupa di masa mendatang. bertugas mengkoordinir upaya tersebut bersama dengan lembaga pemerintah. Untuk membantu pemulihan masyarakat. Dengan bekal sebagai pengelola lokasi World Heritage terbesar di dunia. pembentukan jaringan. yang melibatkan para ahli dari negara yang terkena tsunami dan badan-badan pendukung internasional.5 juta kepada Thailand. Kementrian Lingkungan Hidup menerbitkan buku ‘GCRMN Status of Coral Reefs in East Asia Seas Region: 2004’ yang memasukkan status per negara secara lengkap di dalamnya. U. telah memandu proses pemulihan. maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). konsultasi. dan menjalankan pilot projects. dan tak lama kemudian ke Seychelles dan Yaman. Mesir. Jepang dan Palau sebagai tuan rumah gabungan Sekretariat ICRI.

IOC kini memimpin dalam upaya pengembangan sistemsistem peringatan tsunami international bagi ke-28 negara yang tergabung dalam Intergovernmental Coordination Group untuk Samudera Hindia (ICG/IOTWS). UNEP menjunjung tinggi upaya dalam memperkuat pengetahuan teknis dan terus bekerjasama dengan rekan-rekan dari berbagai institusi agar dapat mengidentifikasi dan mengembangkan praktik-praktik yang baik dalam pengelolaan zona pesisir untuk mitigasi dampak bencana. Thailand. Sebagai suatu bentuk dukungan.org/resources/PDFs/In_the_front_line. dan juga dengan khalayak ramai dengan misi agar dapat memitigasi bahaya yang dapat terjadi akibat tsunami dengan memperbaiki kesiapan masyarakat. pada tahun 2006. IUCN. dan mitigasi dampak bencana. Setelah itu. Buku ini diluncurkan dalam pertemuan IOC/WESTPAC di Phuket. lembaga pertahanan sipil. Lembaga Dunia Pemantau Bumi dan Mitigasi Ancaman Gempa Bumi (The World Agency of Planetary Monitoring and Earthquake Risk Reduction) langsung meluncurkan penelitian untuk memprakirakan tinggi gelombang tsunami di seluruh dunia. yang menjadi salah satu tugas utama dari IOC. akan membantu dalam mengukuhkan pemahaman yang kuat dari aspek lingkungan sebuah bencana.unepwcmc. memberikan informasi dan data pengamatan aktual tentang kerusakan lingkungan daratan dan ekosistem pesisir serta lautan. dan juga buku ini. Sebagai tanggapan langsung.org/tsunami/). Lembaga Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO memiliki 134 negara anggota dan ikut terlibat dalam hal tsunami dan terumbu karang dunia.unep. juga untuk laut di Karibia dan sekitarnya. Upaya tersebut. Hawaii dari NOAA menyediakan data untuk cakupan Samudera Hindia sampai akhir tahun 2007. pada Februari 2006 untuk mengumpulkan perhatian terhadap pentingnya sistem peringatan dini tsunami tingkat dunia. bersama dengan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) yang didanai Swedia. IUCN mendirikan kantong dana 3 . menanggapi bencana tsunami dengan kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. IOC telah membuat penilaian kapasitas per negara untuk membangun sistem peringatan dini dan persyaratan yang belum dipenuhi bagi wilayah Samudera Hindia. Berpijak dari pengalamannya dalam mengembangkan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah Samudera Pasifik. Anggota IUCN dan rekan kerja institusional dalam wilayah tersebut.pdf). Penelitian yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences) tersebut dilakukan untuk mendata tingkat kerusakan di wilayah Samudera Hindia dan mendukung pengembangan sistem peringatan dini yang tepat guna. yang dibutuhkan untuk mengeluarkan keputusan dalam pengelolaan lingkungan. begitu juga informasi mengenai dampak tsunami terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat lokal di wilayah Samudera Hindia. Pusat informasi tsunami international (International Tsunami Information Center/ITIC) milik IOC memelihara dan mengembangkan hubungan kerja dengan lembaga penelitian dan ilmu pengetahuan. atau Persatuan Konservasi Dunia. IUCN berkolaborasi dengan organisasi-organisasi internasional dalam pendistribusian bantuan. World Conservation Monitoring Center (WCMC) UNEP bekerjasama dengan International Coral Reef Action Network (ICRAN) dan World Conservatin Union (IUCN) menerbitkan ‘In the front line: Shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs’: sebuah laporan yang mengkaji peranan ekosistem mangrove dan terumbu dalam menyangga dampak dari bencana alam (http://www. disamping perhitungan waktu tempuh yang telah dihitung pada saat tsunami berlangsung. serta sedang membuat rancangan rencana implementasi berdasarkan temuan tesebut. Di tahun 2005. Model-model yang didapatkan digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami di masa yang akan datang.gpa. Sementara itu. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu. dan mendirikan program-program pembersihan terumbu dan pantai pasca-tsunami. Laut Atlantik bagian timur laut. pemulihan.Pendahuluan membuahkan 12 prinsip panduan untuk rehabilitasi dan pengelolaan zona pesisir yang mendukung pengembangan pesisir berkelanjutan (www. Laut Mediterania dan sekitarnya.

dan memperkenalkan teknik budidaya udang yang terkini dan ramah lingkungan di Indonesia. dan masa depan yang lebih baik dengan bekerjasama dengan individu-individu di seluruh wilayah Samudera Hindia. datanglah kesempatan untuk membangun kembali kehidupan manusia. Kini IUCN terus menjalani peranan kunci dalam pemulihan dan restorasi jangka panjang. dan jika telah terdapat perencanaan dan pengelolaan zona pesisir yang lebih baik. dan telah mengembangkan kerjasama internasional dengan sektor bantuan bencana. Rangkaian tsunami yang telah terjadi memang tidak dapat dihindari. Dari sebuah bencana. 4 . sejumlah orang yang terlibat dalam GCRMN. Tak lama setelah berita mengenai tsunami muncul. dengan bantuan dari donor-donor setia. Reef Check. ReefBase di WorldFish Center. Berdasarakan panduan ini dan bantuan teknis pada tingkatan nasional.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pemulihan. gempa bumi) sehingga mengurangi kerusakan dan penderitaan masyarakat. berperan sebagai pembina khusus lingkungan bagi Palang Merah Amerika dan World Vision. namun kita dapat menyadari bahwa jumlah korban jiwa dan sebagian dari kerusakan bangunan bisa dihindari jika terdapat suatu sistem peringatan dini yang berfungsi seperti yang terdapat di wilayah Pasifik. Pelajaran-pelajaran tersebut dapat diterapkan untuk bencana alam lainnya (seperti badai. Kita pantas memberikan tepuk tangan untuk kerja keras dan dedikasi dari berbagai pihak diatas dalam mengumpulkan rekaman data yang berharga dari tsunami-tsunami 26 Desember 2004. dan CORDIO mulai mendata terumbu dan menginisiasi program-program pembersihan puing-puing sampah. merehabilitasi perlindungan pesisir alami seperti terumbu karang dan mangrove. harapan. Dengan peranan tersebut. ReefBase. pemerintahan dan LSM. dan mengutamakan tindakan dan mengimplementasikan program-program rehabilitasi untuk sumber daya alam dan ekosistem yang terkana dampak di wilayah tersebut. dengan mendata kerusakan ekologis. WWF telah menjawab kebutuhan pasca-tsunami dan mendukung berdirinya sistem pengelolaan sumber daya alam yang begitu penting terhadap kesehatan ekologis dan kesejahteraan manusia jangka panjang yang saling terkait. Setelah terjadi tsunami di Samudera Hindia. ICRI meminta kepada GCRMN. WWF merespon terhadap tsunami dengan memfasilitasi perkembangan program ‘Green Reconstruction Giudelines’. Cara terbaik untuk membuat suatu perubahan adalah dengan memastikan bahwa pelajaran-pelajaran yang ada telah diserap dan diterapkan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar perkembangan di masa mendatang mengurangi kerentanan terhadap bencana alam. dan secara cepat mengirimkan regu-regu untuk melakukan pengamatan kondisi bawah air ke negara-negara yang terkena tsunami. Jaringan WWF. banjir. Buku ini menyoroti dampak yang ditimbulkan gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang di Samudera Hindia dan ekosistem lainnya seperti hutan mangrove dan hamparan lamun. Upaya pengembangan suatu rencana respon strategis menunjukkan komitmen IUCN dalam mendukung proses-proses pasca-tsunami. bekerja untuk mendata kerusakan lingkungan. ReefCheck. Buku ini diproduksi setelah terdapat permintaan dari International Coral Reef Initiative dan lembaga rekanan agar dapat mengumpulkan datadata kondisi terumbu karang yang terpencar ini menjadi satu volume. atau ‘Panduan Rekonstruksi Hijau’. dan CORDIO untuk menggabungkan sumber daya mereka agar menghasilkan buku ini sehingga dapat diluncurkan di Phuket pada Februari 2006. WWF menyediakan pengarahan dalam bidang lingkungan terhadap kantor Utusan Khusus PBB (UN Special Envoy). di Indonesia. yang berpotensi untuk menyebar ke negara-negara lainnya yang terkena dampak tsunami.

Coral Reefs & Small Island Developing States Programmes. UN Environment Programme Carl Gustaf Lundin. Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO Munehiro Abe & Youlsau Bells Jepang. Teresa Gambaro. Australia Veerle Vanderwerd. Sekretaris Parlemen untuk Menteri Luar Negeri. GCRMN Management Group Chris Hails. Sekretaris Eksekutif. International Coral Reef Initiative Joint Secretariat. WWF International Patricio Bernal.Palau. Kepala.The World Conservation Union & Chair. IUCN. 5 . Direktur Program. Regional Seas. Ketua bersama.Pendahuluan Kami mempersembahkan buku ini untuk Anda. Global Marine Programme. Kepala.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 6 .

Kerusakan pada terumbu karang di Samudera Hindia tidak merata. Ancaman utama terhadap terumbu karang Samudera Hindia sampai saat ini masih berasal dari kegiatan manusia. DAN SARAN CLIVE WILKINSON. penebangan hutan. DAVID SOUTER. sementara kerusakan paling ringan terjadi di negara-negara yang terletak lebih jauh dari sumber tsunami karena energi dari gelombang telah redam. KESIMPULAN. Kerusakan terumbu karang yang paling tinggi terjadi di Indonesia. Kepulauan Andaman dan Nikobar. Terumbu karang telah berhasil menyerap energi dari tsunami. 7 . Thailand. Gelombang-gelombang tsunami tersebut datang dengan kekuatan yang dahsyat melewati terumbu karang dan menghantam daratan. yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan yang amat banyak. DAN JEREMY GOLDBERG ABSTRAK Penemuan-penemuan utama dari ke-60 penulis dan kontributor untuk buku “Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Tsunami: 2005” sebagai berikut: Pada 26 Desember 2004. mangrove dan vegetasi pantai menyediakan perlindungan terbesar bagi infrastruktur daratan dan kemungkinan mengurangi korban jiwa di wilayahwilayah ini. sebuah gempa bumi besar di lepas Sumatra dan serangkaian gempa berikutnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar mengakibatkan gelombang-gelombang tsunami yang terjadi secara simultan dan menyebar ke berbagai penjuru Samudera Hindia. sebagian besar terumbu karang pada wilayah ini luput dari kerusakan parah dan akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5-10 tahun jika pengelolaan yang tepat guna diimplementasikan agar mengurangi kerusakan antropologis. Hal-hal tersebut jauh lebih merusak terumbu karang daripada tsunami. masyarakat setempat melakukan pembersihan pantai secara terorganisir dan kegiatan pembersihan lainnya. dan perubahan iklim. Namun demikian. Sejumlah kecil terumbu karang mengalami kerusakan parah dan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun agar dapat pulih kembali. dan Sri Lanka. dan penyelimutan dari puing-puing yang tersapu dari daratan. agar dapat memperkecil kerusakan pada terumbu karang dari puing-puing. namun demikian. dan mungkin yang tumbuh tidak seperti bentuk semula. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada terumbu karang merupakan akibat dari terlemparnya sedimen dan patahan karang oleh ombak. sehingga daratandibelakangnya kemungkinan terlindungi.RINGKASAN EKSEKUTIF. seperti penangkapan berlebih. Setelah tsunami terjadi. bergantung pada lokasinya dan kondisi lingkungan setempat seperti bathimetri pesisir dan kerusakan pada daratan dan.

dan oleh mitra-mitra ICRI dan GCRMN untuk mendata kerusakan dan juga membersihkan puingpuing dari terumbu.200 km pada garis lempeng yang menuju arah utara melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar sehingga mengakibatkan rangkaian gempa sekunder. SUMBER LAPORAN Laporan dampak tsunami 26 Desember 2004 terhadap terumbu karang Samudera Hindia ini mengumpulkan dan meringkas berbagai laporan dan pendataan kerusakan terumbu karang menjadi satu volume dan juga menjadikan temuan-temuannya. yang berkekuatan antara 9. dan program CORDIO (Coral Reef Degradation in the Indian Ocean) agar memperbaharui laporan tersebut dengan menitikberatkan pada negara-negara yang terkena tsunami. bagaimana perbandingan dampak tsunami terhadap faktor tekanan alami dan antropologis lainnya. dan perkiraan kerusakan infrastruktur wilayah melebihi beberapa trilliun dolar. yang dibantu oleh lembaga PBB. ReefBase. perbaikan dan rehabilitasi kerusakan akibat tsunami secara seksama. LSM. dibanyak tempat. dan LSM lokal serta internasional akan dampak tsunami terhadap terumbu karang. dan 100 kali lebih kuat dari gempa bumi di San Francisco pada 1906.15 sampai 9. pemerintah.500 kali lebih kuat dari bom nuklir yang pernah dledakkan. Ombak-ombak tsunami yang mengikutinya merupakan yang paling parah dalam sejarah: antara 229. di lepas pantai Sumatra. terdapat kekhawatiran di masyarakat. Gempa-gempa ini mengakibatkan penurunan dan kenaikkan dasaran laut yang amat besar dan memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut. dan menyebabkan gangguan perekonomian pada negara-negara di wilayah Samudera Hindia dan gangguan yang parah namun bersifat jangka pendek untuk industri pariwisata. seperti di Propinsi Aceh. 1. Tsunami terjadi 16 hari setelah laporan berjudul Status of Coral Reefs of the World: 2004 (Keadaan Terumbu Karang Dunia: 2004) diterbitkan di Washington D.000 manusia kehilangan nyawa. Ringkasan Eksekutif memberikan kajian singkat mengenai: rangkaian peristiwa yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. 8 . bersumber sekitar 30 km dibawah kerak bumi. ilmuwan. hingga kerusakan hutan menyeluruh di tempat lain. Gempa bumi primer yang terjadi merupakan gempa terbesar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Menyusul bencana ini. dan pengembangan kebijakan kelautan yang lebih kokoh. penetapan lebih banyak kawasan perlindungan.000 sampai 289.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan hutan mangrove berkisar dari kerusakan ringan. sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut. tersedia bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat setempat. Padang lamun secara umum tidak terpengaruh.C. Indonesia. Terjadi reaksi yang cukup cepat di kebanyakan negara. dan Saran utama yang diajukan adalah: pendirian sistem peringatan dini. terutama saran-saranya. Dampak bencana ini tidak ada tandingannya dalam era modern ini. namun terdapat beberapa wilayah yang terangkat atau terselimuti oleh sedimen. Pendataan-pendataan tersebut tergabung dalam laporan ini.3. Hal ini menjadi sangat penting karena peranan yang dimiliki oleh terumbu karang dalam menyediakan sumber makanan dan pendapatan bagi jutaan orang. Keseluruhan energi yang dilepaskan setara dengan sebuah bom berkekuatan 100-gigaton. sektor industri primer dan sekunder. Gempa bumi ini. dan menyusun saran-saran untuk memitigasi bencana yang serupa di masa mendatang. Para pihak yang bekerjasama dalam International Coral Reef Inintiative meminta kepada Global Coral Reef Monitoring Network yang bekerjasama dengan Reef Check. peningkatan kapasitas dalam pengelolaan pesisir terpadu. Gempa ini melepaskan sebuah reaksi berantai dengan patahan sepanjang 1. memperbaiki pengelolaan perikanan dan pemantauan terumbu karang.

mengakibatkan lempeng tersebut tertekan dan mengalami perubahan bentuk. Tekanan yang terbebaskan saat terjadi gempa bumi primer. Jumlah energi yang luar biasa terakumulasi sepanjang puluhan sampai ratusan tahun. sehingga tinggi gelombang meningkat. Oleh sebab itu. dan saran-saran untuk pembuatan kebijakan dan kegiatan rekonstruksi untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dari ekosistem alamiah. Gempa-gempa ini melepaskan tekanan yang terdapat pada sub-lempeng Burma dan mengangkat bagian utara Kepulauan Andaman sebanyak 1-3 m. sementara jika gelombang tersebut 9 . sehingga mengakibatkan titik-titik bertekanan dimana lempeng ini bergesekan turun dibawah lempeng Eurasia. kecepatan gelombang menurun tetapi enerinya hanya berkurang sedikit. meski radar satelit dapat mendeteksi perubahan-perubahan kecil dalam ketinggian laut yang menandakan tsunami. sulit untuk mendeteksi tsunami dari kapal laut atau udara. Energi ini dilepaskan dalam bentuk gempa bumi ketika ikatan friksi terlepas. Tsunami ini kemudian menyebar mengelilingi Sumatra.Ringkasan Eksekutif. Sebuah tsunami diartikan sebagai ‘fenomena alam yang terdiri atas serangkaian gelombang yang dipicu ketika massa air dipindahkan dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat besar’. ke arah timur menuju Thailand dan Malaysia. sehingga ombak yang muncul lebih besar. dan gelombang dapat menerobos jauh ke daratan serta menimbulkan kerusakan infrastruktur dan vegetasi pesisir yang parah. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. Tsunami termasuk salah satu bencana alam yang sangat mengerikan karena dapat berasal dari kejadian yang letaknya sangat jauh dan terjadi tanpa peringatan. memberikan sedikit penjelasan kenapa gelombang besar menimpa wilayah tertentu. melainkan karena serangkaian tsunami yang terbentuk ketika bagian-bagian besar sub-lempeng Sumatra dan Burma (dari Lempeng Eurasia) terangkat atau menurun. dan ke arah barat menuju India. Pola pembentukan tsunami yang muncul di lokasi-lokasi berbeda yang terjadi sepanjang periode 8 menit. Kesimpulan dan Saran dampak dari tsunami Samudera Hindia pada terumbu karang dan ekosistem lainnya (di bab per negara). Jika 2 gelombang tsunami datang ke tempat yang sama pada saat yang bersamaan. sementara bagian selatan pulau tersebut menurun dengan jumlah yang serupa. dimana Lempeng Hindia dan Australia terdorong ke atas dan kemudian meluncur ke bawah Lempeng Eurasia. RANGKAIAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA Tidak terdapat satu pun belahan dunia yang tidak tersentuh akibat rangkaian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. sementara lokasi yang masih berdekatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Lempeng tektonik Hindia dan Australia yang sangat besar bergerak ke utara tepatnya dengan kecepatan 6 cm per tahunnya dan menabrak kontinen super Eurasia. Tsunami memiliki panjang gelombang yang tergolong panjang dan bergerak sangat cepat menempuh jarak yang jauh. Gempa bumi pada 26 Desember membebaskan tekanan sangat besar yang telah terakumulasi di lepas Sumatera bagian utara. gempa bumi yang lebih besar dapat merubah bentuk dasar laut secara vertikal dan menimbulkan gelombang tsunami.5 melalui Kepulauan Andaman dan Nikobar selama 8 menit berikutnya. Asal-usul tsunami ini dapat dilacak sejauh pemisahan benua super Gondwanaland beberapa juta tahun yang lalu. Oleh sebab itu. sehingga mengakibatkan serangkaian gempa bumi yang mencapai kekuatan 7. kerusakan yang diakibatkan pada 26 Desember tidak disebabkan oleh satu rangkaian gempa bumi-tsunami. Sri Lanka dan kemudian ke arah Samudera Hindia. mentransfer energi sepanjang garis patahan ke arah timur laut antara lempeng Hindia dan Eurasia. sementara energi yang hilang hanya sedikit. sementara bagian selatan Kepulauan Nikobar menurun dengan jumlah yang setara.. akan terjadi efek magnifikasi. Episentrum permukaan terletak di dekat Pulau Simeulue yang kini terlihat jelas akibat daratan yang terangkat setinggi 2-3 meter pada bagian utara pulau.

seperti di Sri Lanka. menghantam. Namun. gempa ini tidak menimbulkan tsunami. Meskipun gempa ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup tinggi dan kerusakan pada daratan. wabah predator. seperti peningkatan kekuatan dan frekuensi badai. sehingga mengurangi ukuran dan energi gelombang. praktik perikanan yang merusak. sementara lokasi yang terletak di selatan dan utaranya menerima gelombang setinggi 1-3 m dengan kerusakan yang timbul lebih sedikit. Kerusakan terjadi ketika gempa bumi mematahkan terumbu dan memecahkan karang yang rapuh atau menyebabkan terumbu karang terangkat dari laut (Pulau Simeulue. merusak terumbu karang melalui 3 mekanisme: gerakan ombak yang mencabut. Terdapat beberapa klaim yang mengatakan bahwa terjadi kerusakan lebih tinggi pada daratan yang berada di belakang terumbu yang telah mengalami penambangan. Tsunami telah meneruskan kerusakan tahun 1998 dengan membunuh karang baru yang telah menetap dan melempar-lempar sejumlah besar patahan karang yang terbentuk setelah karang mati karena pemutihan. dan kerusakan dan penyelimutan secara mekanis oleh puing-puing dari daratan. daripada di wilayah-wilayah dengan terumbu karang yang utuh. Sebaliknya. Kesimpulan terpenting dari sebagian besar negara yang terkena tsunami adalah bahwa kesadaran akan pentingnya nilai barang dan jasa lingkungan. dan pembangunan yang tidak berkelanjutan di lokasi atau dekat lokasi terumbu karang. Gelombang-gelombang tsunami yang mengikuti gempa. pencemaran sedimen dan nutrien. serta peningkatan kadar keasaman air laut. di sepanjang pesisir Sumatra. Sumatra dan Kepulauan Andaman). Terumbu karang telah berevolusi bersamaan dengan faktor-faktor ini. sementara lokasi terumbu karang yang berdekatan hanya sedikit atau tidak rusak sama sekali. mangrove dan tumbuhan pantai lainnya cukup efektif dalam mengurangi dampak merusak ombak di daratan dan juga menahan puing-puing berukuran besar. Di kebanyakan negara. badai tropis. tsunami melintas langsung diatas terumbu karang. Di semua negara di Samudera Hindia. dan juga gunung berapi. kebanyakan terumbu karang ini mengalami kerusakan parah ketika terjadi fenomena perubahan iklim global El Niño tahun 1998. Faktor perubahan iklim dunia potensial lainnya. tsunami telah menyebabkan lebih sedikit kerusakan terhadap terumbu karang dibandingkan pengaruh kumulatif langsung tekanan antropogenik seperti penangkapan berlebih. dekat Pulau Nias. Sebuah gempa berkekuatan 8. dan penyakit.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tidak searah. Tsunami dan gempa bumi merupakan faktor tekanan alami yang merusak terumbu karang dan telah mempengaruhi terumbu karang selama jutaan tahun. Dampak yang ditimbulkan cukup terpusat dimana beberapa lokasi rusak parah. penyelimutan karang karena meningkatnya pergerakan sedimen. serta kemampuan pengelolaan untuk mengkonservasi 10 . seperti yang terdapat pada sampul laporan ini. perlindungan yang diberikan menjadi kecil di lokasi yang menerima gelombang relatif tinggi. Disamping itu. Biasanya terumbu akan pulih kembali jika faktor tekanan tersebut tidak terlalu parah. menjadi ancaman yang lebih besar terhadap terumbu daripada gangguan alami. tidak berulang. dan memindahkan karang dan patahan karang. DAMPAK TSUNAMI DAN FAKTOR TEKANAN LAINNYA PADA TERUMBU KARANG Gempa bumi pada 26 Desember mengakibatkan kerusakan yang parah namun terpusat pada beberapa terumbu karang. atau diperparah oleh faktor lainnya. sehingga kemungkinan telah sedikit melindungi daratan di belakangnya.7 kembali menimpa pada 28 Maret 2005 tepatnya 200 km ke arah tenggara dari gempa sebelumnya. dimana sekitar 90% dari terumbu karang dunia mati karena pemutihan. dimana pada beberapa lokasi seperti Khao Lak terhantam serangkaian ombak setinggi 10 m. akan saling meredam. pemasukan air tawar. Pola ini terlihat sepanjang pesisir Thailand.

Terumbu yang terletak berdekatan dengan pusat gempa di Pulau Simeulue terangkat keluar dari air dan mati. dan bisa dikatakan seluruh wilayah budidaya hancur. dengan sedikit sedimen yang teraduk dan kerusakan fisik terhadap karang. sehingga mengalami kerusakan yang amat berat akibat rangkaian gelombang tsunami. Tsunami telah menggarisbawahi kurangnya sumber informasi keadaan terumbu karang Malaysia. Erosi terjadi di beberapa lokasi tepi terumbu dan lereng terumbu bagian atas. seperti perusakan hutan dan praktik perikanan yang buruk. Diperkirakan 600 hektar padang lamun ikut rusak. tekanan antropologis yang terus terjadi sebelum tsunami.4 juta. terumbu yang terletak di perairan dalam tidak mengalami kerusakan. KEADAAN TERUMBU KARANG BERDASARKAN NEGARA Indonesia (Bab 3): Gempa bumi primer di lepas pantai Sumatra menimbulkan tsunami dahsyat dengan serangkaian ombak yang tingginya mencapai 30 m. yang sebagian besar disebabkan oleh puing-puing dan sedimen yang tersapu dari daratan.000 sampai 220. Kerusakan terumbu disebabkan oleh ombak yang mencabuti. seperti praktik penangkapan merusak seperti pengeboman ikan. Kerusakan tsunami menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh kegiatan manusia.932 tercatat hilang. Hanya sedikit kerusakan struktural terhadap terumbu karang dan sebagian wilayah tidak menerima dampak.000. sementara terumbu berdekatan yang terletak di laut dalam tidak terpengaruhi. Aceh Besar. masih kurang. Kerusakan pada terumbu karang sangat beragam. sementara 61% tidak mengalami kerusakan atau hanya sedikit rusak. Diperkirakan sebagian besar dari terumbu karang akan pulih kembali secara alami atau relatif cepat karena masih terdapat areal-areal besar karang sehat. Sebagian besar puing-puing yang berasal dari daratan telah diangkat. Diduga kebanyakan dari terumbu dan padang lamun akan pulih dalam kurun waktu 10 tahun dengan catatan kegiatan manusia ditekan dan mangrove ditanam kembali. Thailand (Bab 5): Pesisir Laut Andaman terletak berhadapan dengan lokasi gempa sekunder di Kepulauan Andaman dan Nikobar. namun demikian. mematahkan atau memindahkan terumbu.395 korban jiwa dengan 2. Kesimpulan dan Saran terumbu karang dan mangrove dari perusakan antropogenis yang berlanjut.250 hektar terumbu karang dan kerugian bersih mencapai US$ 332. Sekitar 65-70% dari kapal nelayan hilang. dan karena penyelimutan serta abrasi oleh sedimen dan puing-puing yang tersapu dari daratan. Tepat 13% dari terumbu karang mengalami kerusakan berat.Ringkasan Eksekutif. tak lama setelah tsunami 11 . sudah menimbulkan kerusakan lebih parah dari tsunami. Angka kematian resmi sebanyak 5. Pemerintah Indonesia telah mendata bahwa terdapat kerusakan terhadap 30% dari 97. menghantam pesisir yang terdekat dan mengakibatkan kerusakan luar biasa pada kehidupan dan infrastruktur masyarakat Aceh. Kerusakan yang paling parah menimpa Propinsi Aceh terjadi di Meulaboh sampai Banda Aceh. dan Aceh Jaya. Namun terdapat 68 korban jiwa. Malaysia (Bab 4): Malaysia berhasil luput dari sebagian besar kerusakan akibat tsunami karena terlindungi oleh Sumatra dan hanya menerima ombak-ombak sekunder. Pada terumbu lainnya terjadi kerusakan fisik yang cukup parah. dampak manusia telah melebihi kerusakan yang ditimbulkan akibat tsunami.000 rumah lenyap. Hampir separuh dari nelayan Aceh meninggal dan sekitar 40. Semua negara menyarankan upaya konservasi dan perlindungan yang lebih tinggi terhadap terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya untuk menjamin penyediaan barang dan jasa yang berkelanjutan dan juga meningkatkan ketahanan dan daya pulih sumber daya tersebut terhadap gangguan alami. Jika tsunami menimbulkan beberapa dampak yang parah. bersamaan dengan mangrove yang luas.000 hektar. yang mungkin mencapai 85. Di sebagian besar wilayah tersebut. dan terjadi kerusakan material di bidang perikanan dan di desa-desa yang memberikan dampak terhadap 232 nelayan. Perkiraan jumlah kematian berkisar antara 170. hanya terdapat sedikit informasi dasar mengenai keadaan terumbu karang di Sumatra bagian utara.

sementara terumbu di pesisir barat laut secara umum tidak tersentuh. dan kerugian ekonomi yang mencapai US$ 480 juta. jalanan. Kudawella. Akibat terbesar dari tsunami adalah peningkatan penambangan karang untuk keperluan rekonstruksi dan penurunan dalam pendapatan pariwisata. yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan industri pariwisata. sementara terumbu yang lainnya terperosok ke bawah sedalam beberapa meter (di Andaman dan Nikobar Selatan). lebih dari 35% PDB nasional. Gempa bumi sekunder yang terjadi di sepanjang kepulauan ini mengakibatkan terangkatnya terumbu-terumbu secara utuh ke atas air laut (di Andaman bagian utara). pantai. dengan asumsi ancamana antropogenik dapat ditekan dengan pengelolaan berkelanjutan dan penegakan hukum. Sri Lanka (Bab 8): Tsunami yang mempengaruhi Sri Lanka berasal baik dari Pulau Sumatra maupun Andaman dan Nikobar. Erosi tinggi terjadi pada daratan dan sejumlah terumbu mengalami kerusakan oleh sedimen dan puingpuing. pada sejumlah pantai yang diperparah oleh tingginya penambangan karang ilegal. terutama Kepulauan Andaman dan Nikobar. meskipun terdapat 61 korban jiwa. Diperkirakan sebagian besar terumbu karang yang mengalami kerusakan akan dapat pulih dalam kurun waktu 5 tahun.000) dan kerusakan struktural yang cukup parah. Namun demikian. Seychelles (Bab 10): Tsunami telah kehilangan sebagian besar energinya ketika mencapai Seychelles. dan jembatan. Kapparatota/Weligama. korban jiwa sebanyak 3 orang dan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 30 juta dalam bentuk kerusakan rumah. Banyak pantai yang mengalami erosi tinggi sehingga dapat mempengaruhi aktivitas peneluran penyu. Terjadi erosi pantai yang cukup parah. kerusakannya tidak merata dan seringkali menyebabkan perpindahan patahan karang yang berasal dari karang mati akibat pemutihan tahun 1998. Tidak ada laporan mengenai kerusakan terumbu karang di kepulauan Myeik (Mergui). Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi di terumbu Tangalle. Karang yang menghadap laut terbuka menderita kerusakan yang lebih parah dibandingkan terumbu yang terletak di laguna. namun data mengenai ini hanya sedikit. dengan 26 orang dinyatakan hilang. Kerusakan terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam. Polhena. Dampak langsung terhadap terumbu karang terlihat sedikit. dengan sebagian besar laporan berasal dari operator selam yang berada di lokasi saat tsunami terjadi. Terumbu karang di daratan utama India secara umum tidak terpengaruh dan tanpa degradasi tinggi. kerusakan bersifat terpusat dan tidak terlalu berpengaruh terhadap karang di sekitarnya. Ombak-ombak ini pertama mengenai pesisir timur laut dekat Trincomalee dan kemudian menggulung pulau tersebut sehingga mencapai pesisir barat daya. Industri pariwisata cukup terpengaruh oleh tsunami dan terjadi kerusakan yang besar terhadap infrastruktur perikanan. Hanya terdapat sedikit kerusakan terhadap mangrove dan kurang dari 5% padang lamun mengalami kerusakan. Kepulauan Maladewa (Bab 9): Tsunami datang dalam bentuk aliran-aliran air kuat yang melintas di atas rataan terumbu yang rendah di Maladewa. Hujan deras yang turun menyusul terjadinya tsunami memperparah kerusakan dan mengakibatkan banjir yang meluas pada daratan rendah 12 . vegetasi pantai. Hal ini mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak (31. Sebuah ekspedisi oleh Reef Check memastikan bahwa kerusakan terhadap terumbu karang hanya sedikit. India (Bab 7): Terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap wilayah pesisir India bagian tenggara. Myanmar/Burma (Bab 6): Tsunami menimbulkan sedikit kerusakan terhadap Myanmar. Unawatuna. koloni-koloni bercabang yang masih hidup (sampai 50 cm) terbalik. Di wilayah lainnya. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen yang tersuspensi kembali. namun informasi dasar mengenai keadaan ekosistem dan keanekaragaman hayati sebelum bencana sangatlah kurang. Terumbu di daerah pesisir timur laut rusak parah. Korban jiwa dilaporkan mencapai 82 orang. dan Hikkaduwa. namun tidak merata.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 berkat upaya dari pemerintahan Thailand.

Afrika Timur dan Yaman (Bab 11): Terdapat dampak yang beragam pada negara di wilayah ini dengan korban jiwa dilaporkan di Somalia (298). Terumbu di sekitar Mahé sedikit terlindungi dengan adanya beberapa pulau terluar di bagian utara. satu karang besar terbalik di Suaka Laut Nasional Kiunga dan tidak satupun dari 300 koloni. Kerusakan tsunami pada sebagian besar terumbu karang Seychelles dapat diabaikan. Terdapat banyak cerita tentang masyarakat yang merasakan gempa bumi kemudian berjalan ke rataan terumbu saat air surut. Yaman dan Socotra (1). Hanya sedikit kerusakan yang terjadi pada terumbu karbonat padat atau pulau-pulau bergranit. Kesimpulan dan Saran Mahé. Disamping itu masyarakat di negara-negara tersebut belum mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya tsunami yang dapat menyusul gempa bumi. Saran 2: pihak pemerintah diberikan dorongan untuk mengembangkan pendataan kerentanan dan pemetaan pesisir agar memastikan bahwa pengembangan hanya terjadi di wilayah yang tepat. Terumbu dan wilayah pesisir Afrika Timur dan pulau-pulaunya luput dari kerusakan karena jarak yang jauh dari sumbernya. Saran 3: bahwa pemerintah dan lembaga internasional mengembangkan program dasar pemantauan dan penelitian pesisir agar dapat mengangkat pemahaman tentang kecenderungan perpindahan sedimen musiman dan jangka panjang serta erosi. Cargados Carajas. Tingkat kerusakan bergantung pada derajat keterbukaan terhadap laut lepas. perlindungan yang diberikan oleh Seychelles.Ringkasan Eksekutif. dan daratan Saya de Malha di perairan Samudera Hindia. dan La Digue. dan hanya terjadi kerusakan ringan di Socotra. mengalami kerusakan. badai tropis. namun tidak terdapat mekanisme untuk menyebarluaskan peringatan tersebut ke masyarakat. yang seharusnya menjadi pertanda jelas akan datangnya tsunami. dan karena ombak tsunami datang pada saat air laut surut. HARAPAN UNTUK MASA DEPAN YANG BERKELANJUTAN: KESIMPULAN DAN SARAN Para penulis dan penyumbang data untuk laporan ini telah menyusun permohonan dan saran kepada pemerintahan lokal dan lembaga internasional agar tercipta pengelolaan sumber daya pesisir berdasarkan pembelajaran yang diperoleh setelah tsunami. bentuk bathimetri setempat. 13 . Sistem Peringatan Dini: Banyak nyawa yang seharusnya bisa selamat pada 26 Desember 2004 jika telah ada sistem peringatan dini pada negara-negara Samudera Hindia seperti yang beroperasi di Samudera Pasifik. namun terdapat beberapa lokasi dengan kerusakan yang berarti. meski terdapat sejarah panjang gempa bumi yang terjadi di zona subduksi. dengan wilayah eksklusif yang ditetapkan untuk melindungi masyarakat dan perekonomiannya dari tsunami. yang ditandai secara terpisah di laguna dangkal Mombasa. mengalami kerusakan. Kerusakan terumbu karang di Tanzania dan Kenya hanya sedikit. juga peran yang dipegang oleh ekosistem dalam menyediakan perlindungan pesisir. radio dan televisi. Tanzania (3) dan Kenya (1). lepas pantai Sumatra. sistem pengumuman kepada masyarakat. dan komposisi geologis serta kondisi terumbu karang. Kerusakan terumbu karang di perairan Somalia diasumsikan tidak jauh berbeda dengan wilayah yang berdekatan. dan kerusakan akibat naikknya permukaan laut di masa yang akan datang. Saran 1: pihak pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diberi dukungan dalam pengembangan sistem peringatan dini yang interaktif bagi semua negara di Samudera Hindia yang menerapkan teknologi terbaru dan menyebarkan peringatan melalui jaringan telepon seluler. Pada saat itu masih cukup waktu untuk mengeluarkan peringatan. Terumbu karang yang terletak tepat di jalur tsunami. Praslin. atau yang tumbuh di atas patahan karang mati yang terbentuk akibat pemutihan tahun 1998.

Namun demikian. Internasional Coral Reef Initiative telah menyarankan agar berhati-hati sebelum tindakan ini dijalankan karena skalanya yang kecil. Prosedur-prosedur ini seharusnya diintegrasikan ke dalam pembuangan limbah yang efektif (lihat Saran 4): Saran 9: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional mengurangi tekanan antropologis terhadap terumbu karang. limbah minyak. serta Kepulauan Andaman dan Nikobar yang menyimpan pengetahuan dasar tentang ancaman bahaya tsunami berhasil menyelamatkan diri dari ombak yang mematikan. Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pesisir yang Berkelanjutan: Tingkat kerusakan akibat tsunami di negara-negara Samudera Hindia telah melahirkan kebutuhan tindakan rekonstruksi dan penetapan ulang 14 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 4: bahwa pemerintahan melindungi terumbu karang. Saran 8: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional meneruskan upaya pembersihan pantai. dengan memastikan pembuangan sampah padat. dan mangrove dari puing-puing. Sama halnya dengan mangrove. terumbu karang. Sebagian besar terumbu akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun dengan catatan tekanan perusak lainnya dihentikan. dengan titik berat pada ancaman terhadap sumber daya pesisir dan perlunya pengelolaan yang proaktif. dan hamparan pasir. hutan pantai. termasuk pengelolaan perikanan. kemungkinan terdapat beberapa wilayah yang memerlukan penanaman ulang karena telah ditebang atau rusak berat akibat tsunami. Saran 5: bahwa pemerintah mengembangkan program penyadaran masyarakat dan pendidikan pesisir untuk mempersiapkan dan melibatkan masyarakat dalam kesigapan dan tindak darurat bencana pesisir. Thailand. Diketahui juga contoh masyarakat terpencil yang telah mempelajari tentang bahaya yang mengancam sehingga memperingati yang lainnya. untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memfasilitasi pemulihan ekosistem yang lebih cepat. dan pestisida yang tepat. kerusakan terhadap sumber daya terumbu karang pada kebanyakan negara masih minim dengan kerusakan parah pada beberapa lokasi saja. dan pengembangan sumber pendapatan alternatif. mahal. dan kemungkinan bersifat merusak dalam jangka waktu panjang. Peningkatan Kapasitas dan Kesadaran: Masyarakat pesisir di Indonesia. kerusakan yang timbul hanya sedikit dan bakau akan kembali menghasilkan anakan dan pulih dengan sendirinya. Penanaman kembali pohon mangrove mungkin diperlukan pada beberapa wilayah yang rusak. Tawaran terhadap beberapa negara telah diajukan untuk memperbaiki terumbu karang dengan teknologi ‘listrik’ atau penempatan balok beton. bakau. Permasalahan yang paling genting adalah pengangkatan puing-puing dan kebanyakan negara telah menjalankan operasi pembersihan darurat. sehingga membantu terbentuknya kondisi yang tepat untuk pemulihan terumbu karang serta berhati-hati dalam memperkenalkan teknologi baru untuk pemulihan terumbu karang yang belum terbukti keberhasilannya dan mahal yang diciptakan untuk memperbaiki terumbu karang. Mereka mengartikan pertanda bahaya dari gempa bumi dan menyusutnya air laut dan bergerak ke daratan tinggi. Rehabilitasi Terumbu Karang dan Mangrove: Syukurlah. belum terbuktikan. pemantauan sosial ekonomi. Saran 6: bahwa pengetahuan tradisional di dukung kembali dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum sekolah. namun sejumlah besar masyarakat tidak menyadari bahaya yang ada dan akibatnya meninggal. Saran 7: bahwa pemerintahan dan lembaga internasional mengembangkan program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem.

dan penggantian alat tangkap seharusnya setara dengan alat tangkap yang telah hilang. Pengelolaan tepat guna juga akan membantu negara-negara ini memastikan terumbu karang mereka dapat terus menyediakan sumber daya dan tangkapan yang berlanjut bagi masyarakat dan perekonomiannya. dan pengendalian praktik-praktik merusak. Saran 12: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama yang lebih erat dengan pihak pemangku. Pasir dan bebatuan telah dikumpulkan dari terumbu karang untuk bahan bangunan. dan penangkapan ikan berlebih karena penggunaan kapal yang lebih besar dan cepat serta alat tangkap yang lebih efisien sehingga stok ikan anjlok. pencemaran nutrien. termasuk beberapa yang sebelumnya dilindungi. tsunami. penegakan peraturan untuk pengelolaan terpadu. kayu yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari hutan terdekat. telah terjadi beberapa contoh yang tidak tepat. Saran 11: bahwa rekonstruksi bangunan seharusnya dilakukan di belakang hutan pantai dan hamparan pasir. bentuk-bentuk pelebaran wewenang kepada pengelola wilayah. Pengelolaan yang tepat guna dapat mengurangi tekanan dari kegiatan antropologis. namun demikian. Oleh karena itu. dan pasir serta batuan seharusnya tidak dikeruk atau ditambang dari rataan terumbu karang. untuk menciptakan wilayah penyangga yang melindungi dari hempasan badai. terumbu yang telah ditambang sehingga potensinya dalam melindungi daerah pesisir dari badai berkurang. seperti tsunami Samudera Hindia. Kesimpulan dan Saran kehidupan masyarakat. khususnaya pengeboman ikan dan penambangan karang. pengelolaan pesisir dan tangkapan terpadu akan memberikan kondisi yang terbaik untuk pemulihan terumbu karang yang juga akan memberikan terumbu karang kesempatan untuk berkembang dengan daya tahan dan daya pulih melawan tekanan di masa yang akan datang. tapi tekanan alam diluar kendali manusia. 15 . meski pun hal ini ilegal. Saran 14: bahwa pemerintah menerapkan pengelolaan pesisir dan tangkapan yang terpadu agar dapat memperkecil kerusakan yang timbul akibat kegiatan dari daratan yang menyebabkan sedimentasi. Telah terdapat upaya yang luar biasa dari lembaga donor untuk menyediakan penggantian alat tangkap dan kapal. seperti: tanah longsor dari lahan yang sebelumnya hutan dan membanjirnya sedimen ke terumbu.Ringkasan Eksekutif. Pada beberapa negara. Namun demikian. terutama pada tahap rekonstruksi tinggi. namun terdapat ancaman bahwa rehabilitasi yang tidak bijak akan menimbulkan hasil yang tidak berkelanjutan di masa yang akan datang. dan terutama dengan masyarakat lokal melalui komunikasi yang lebih kuat. pertukaran pembelajaran yang telah diperoleh. Saran 10: bahwa bahan rekonstruksi seharusnya diambil dari sumber daya berkelanjutan dan bukan dari wilayah terlindungi atau hutan pada lereng curam. dengan pengalihan tenaga penangkap ini ke sumber penghidupan alternatif. seperti mengendalikan ekstraksi sumber daya. Pengelolaan Pesisir dan Tangkapan Terpadu: Terumbu karang akan pulih jika kegiatan antropologis yang terus berlangsung tidak berlebihan. dan kenaikkan permukaan laut. Saran 13: bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam pembuatan keputusan tentang rehabilitasi pesisir dan kelautan. lembaga pemerintahan dan LSM terkait. dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk mengurangi dampak bencana yang serupa di masa yang akan datang. Saran 15: bahwa pemerintah meningkatkan upaya dalam penegakkan serta pemantauan peraturan dan hukum yang bertujuan untuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berkelanjutan. struktur komunitas dari terumbu karang yang mengalami kerusakan parah mungkin akan berbeda dari bentuk semula. dan bahwa bangunan yang direkonstruksi memiliki standar tahan terhadap badai. dan penangkapan yang berlebih. dimanapun hal ini dimungkinkan.

karena bencana ini yang ikut mempengaruhi kehidupan ekonomi. Selain tugas-tugas utama mereka. kebanyakan negara melaporkan ekspliotasi sumber daya laut yang melebihi daya dukung dan penerapan praktik-praktik perikanan yang buruk (pengeboman dan racun ikan. ikan budidaya. dan pada saat yang bersamaan memperkenalkan praktik perikanan yang baik dan insentif ekonomi untuk mengendalikan praktik buruk sehingga masyarakat mendapatkan manfaat perikanan yang berlanjut. serta mengurus hewan ternak. peranan tradisional dari wanita adalah untuk membesarkan dan mengasihi mereka yang tua. Dalam hal ini. budaya. maupun terluka. dan dengan memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan manfaat dari kegiatan dan sumber pendapatan yang berarti serta mendukung perekonomian.choo@cgiar. pekerjaan wanita yang tanpa bayaran ini sangat membantu mencegah keluarga-keluarga mereka jatuh miskin. Oleh karena itu. Di saat pekerjaan wanita ini hilang. dan tanaman di kebun. Dampak merusak dari tsunami telah mengurangi daya dukung perikanan tangkap. bencana telah mempengaruhi mereka dengan cara yang berbeda. menjual dan mengolah ikan. p. dan jaring serta bubu) sehingga stok ikan hampir anjlok di sejumlah wilayah. baik pria maupun wanita memerlukan bantuan dana dalam membangun kembali pekerjaan. dan ekonomi. penggunaan pukat dan jaring tekan di dekat dasar terumbu karang. mereka ikut menurunkan hasil tangkapan. menghancurkan kapal dan alat tangkap. rencana tanggapan yang dicanangkan pemerintah untuk daerah yang terkena dampak menitikberatkan pada membangun ulang perikanan. Kebanyakan kapal dan alat tangkap pengganti yang disediakan oleh donor menggunakan teknologi berbeda dan lebih efisien dari yang digunakan sebelumnya. dan mempengaruhi kehidupan ribuan orang. Disamping itu. penegakkan hukum yang mengatur pencemaran. tsunami pada 26 Desember 2004 sebagian besar memberikan dampak pada masyarakat miskin di pesisir dan patriarki. WorldFish Center. para istri dan anak perempuan juga harus membantu keluarga dalam mendukung pekerjaan para suami dan ayah. membersihkan dan memperbaiki jaring. Untuk mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang. dengan sedikit bantuan yang menjangkau perempuan dalam membangun kembali kehidupan mereka. dan keluarga. muda. karena kerentanan perempuan terletak pada status sosial. Meskipun demikian. Dikarenakan peranan wanita dan pria yang berbeda dalam ekonomi perikanan dan dalam rumah tangga. dan mengurangi kerentanan mereka pada masa krisis (dari Choo Poh Sze. politik. yang juga berarti sebagian masyarakat yang bekerja dalam pembuatan dan perbaikan kapal atau mesin telah kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki keterampilan dan peralatan yang cukup untuk menjalankan profesi yang lama. Dalam hampir semua kasus.org). 16 . perempuan juga menderita luar biasa dengan adanya dampak pada kehidupan pribadi maupun kehidupan umum.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 16: bahwa pengembangan pariwisata dikelola untuk menjamin pemanfaatan jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemerintahan dan masyarakat melalui penetapan batas daya dukung. kegiatan penyeimbang diperlukan guna menetapkan kembali sumber penghidupan bagi para nelayan. Pemberian bantuan kepada wanita akan dapat meningkatkan daya pulihnya dan mengurangi kerentanan mereka terhadap bencana di masa yang akan datang. Membantu wanita menumbuhkan rasa percaya diri akan membantu mereka untuk mengendalikan kehidupannya. Dalam masyarakat seperti ini. Setelah tsunami menimpa. sebagian besar perempuan yang berhasil selamat dari bencana mendapatkan beban pekerjaan yang lebih tinggi karena jumlah orang yang terluka dan sakit. pemberian bantuan hanya pada nelayan (pria) dapat menjadikan rumah tangga menjadi lebih miskin. dimana perempuan biasanya lebih lemah secara ekonomi dan memiliki kedudukan yang lebih rendah menurut budayanya. Perikanan dan Rehabilitasi yang Berkelanjutan: Sebelum tsunami. BANTUAN BAGI KORBAN TSUNAMI YANG SETARA SECARA GENDER? Pada negara-negara berkembang di Samudera Hindia.

contohnya dengan memperkenalkan skemaskema sertifikasi. karena kurangnya data perbandingan untuk wilayah yang terkena dampak atau data-data tersebut tersebar antar lembaga pemerintah. Saran 23: pemerintah dihimbau untuk memastikan adanya dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Saran 21: bahwa pemerintah mengembangkan peraturan lintas sektoral khusus MPA yang ditetapkan oleh departemen yang terlatih dengan sumber daya manusia yang berkualitas. dan membantu dalam pengembangan sumber penghidupan alternatif untuk mengurangi tekanan pada terumbu. Saran 22: bahwa pemerintah mengikutsertakan pulau dan wilayah pesisir yang berdekatan ke dalam MPA sebagai wilayah penyangga dengan peraturan yang ditegakkan untuk mengurangi kerusakan dari kegiatan ilegal dan merusak serta pencemaran yang berasal dari daratan. Peningkatan Jumlah Daerah Perlindungan Laut dalam Jaringan: Daerah Perlindungan Laut (MPA) dianggap sebagai ‘asuransi ekologis’ melawan gangguan yang parah dan buruk. Pendataan seperti ini sebaiknya mengikutsertakan identifikasi sumber penghidupan yang dapat diterima secara sosial dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Oleh karena itu kebanyakan informasi yang terdapat dalam laporan ini berdasarkan pendataan cepat tentang kerusakan atau laporan pribadi dari para operator selam wisata dan penyelam profesional. dan memperkuat patroli penegakan hukum untuk mengurangi kegiatan yang merusak. lembaga penelitian. dan mengembangkan atau memperkuat peraturan sehingga memastikan kelestarian. 17 . sehingga sumber daya ini terus menurun. Banyak negara Samudera Hindia telah menetapkan MPA untuk mengkonservasi terumbu karang. dan diberikan wewenang tertentu dalam kepemilikan dan pengendalian sumber daya. Pemantauan dan Basis Data Terumbu Karang: Negara-negara Samudera Hindia memiliki kemampuan yang terbatas dalam menjalankan pendataan ilmiah yang tepat mengenai kerusakan yang timbul akibat tsunami. Saran 18: bahwa lembaga donor diberikan peringatan akan potensi berbahaya dari perkenalan teknologi yang tidak tepat dan kemampuan penangkapan tinggi ke dalam sektor perikanan yang sudah terancam. dalam membantu perikanan yang berkelanjutan. terutama perencanaan dan pemantauan MPA. Kesimpulan dan Saran Saran 17: bahwa pemerintah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai praktik perikanan yang berkelanjutan dan menyediakan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang dilarang atau merusak. Saran 19: bahwa pemerintah mendata informasi stok serta kecenderungan ikan karang dan pelagis yang cukup penting. Mekanisme pelestarian sumber daya pesisir yang paling efektif dan sudah terbukti adalah melalui pengembangan jaringan MPA yang mengikutsertakan wilayah khusus ‘dilarang mengambil’ dan menghubungkan wilayah-wilayah ini agar persediaan larva dikonservasi untuk wilayah hilir. dukungan pendanaan dan logistik.Ringkasan Eksekutif. Saran 24: bahwa pemerintah dan lembaga-lembaga internasional diminta untuk memperbaiki fasilitas dalam MPA yang sudah ada dengan mengganti penambat kapal dan alat pemantauan. Lembaga-lembaga ini disarankan untuk mencari pendapat dari pengelola perikanan atau lingkungan yang berpengalaman. Saran 20: bahwa pemerintah terus mengembangkan dan memperbaiki rancangan dan perundangundangan bagi MPA untuk memastikan perlindungan terumbu karang yang lebih baik dalam jaringan MPA yang berkembang. dan universitas. namun demikian hanya sedikit yang memiliki rencana pengelolaan efektif dan penegakkan hukum.

18 . dan melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya pesisirnya. sistem data.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Saran 25: bahwa pemerintah mengembangkan dan mempertahankan pemantauan ekologis dan sosio-ekonomis terumbu karang. sehingga dapat merangkul sepenuhnya kesempatan yang telah didatangkan bencana tsunami 26 Desember 2004. Bahkan tsunami sedikit mendemonstrasikan upaya penegakan peraturan dan pemantauan yang masih lemah dan terpecah antara berbagai departemen dan lembaga pengelola. dan untuk mendata potensi pemulihan jangka panjang. Saran 26: bahwa pemerintah mengembangkan ikatan kerjasama antar masyarakat dengan pemerintah yang lebih kuat untuk memperbaiki pemantauan terumbu karang. Saran 28: bahwa pemerintah mengembangkan hukum yang lebih kuat melalui lembaga pengelola tunggal dan meningkatkan pemantauan. Pengembangan Penata kelolaan dan Kebijakan Kelautan: Tsunami telah memperingati pemerintahan di wilayah Samudera Hindia tentang betapa penting dan berharganya sumber daya pesisir mereka. Banyak pihak yang telah meminta agar kesempatan yang telah didatangkan oleh tsunami dipergunakan untuk memperkuat kebijakan dan hukum nasional. untuk memusatkan perhatian global pada pengelolaan dan pelestarian terumbu karang dan sumber daya lainnya yang sangat diperlukan. Sebagian besar negara tidak memiliki kebijakan laut nasional yang sudah berkembang baik untuk mengelola sumber daya pesisir mereka secara berkelanjutan. Saran 29: bahwa pemerintah negara-negara Samudera Hindia dan lembaga-lembaga internasional mengembangkan jaringan regional untuk bertukar informasi dan berbagi keahlian untuk memperbaiki kerjasama dan koordinasi regional bagi pelestarian terumbu karang di masa yang akan datang. Para penulis laporan ini menghimbau agar saran-saran ini dipertimbangkan secara matang dan diimplementasikan. terutama terumbu karang dan mangrove. terutama untuk memantau dan mendata keefektifan pengelolaan sumber daya alam. dan bekerjasama dengan universitas dan LSM agar dapat memastikan bahwa semua data yang didapat dikumpulkan ke dalam satu basis data terpusat sehingga dapat membantu dalam konservasi dan pengelolaan terumbu karang. Saran 27: bahwa pemerintah mengembangkan kebijakan laut nasional agar semua sektor pemerintahan dan masyarkat memiliki tujuan yang sejalan dalam melestarikan sumber daya pesisir dan lautan untuk generasi yang akan datang. dan pertukaran informasi untuk dapat memastikan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang dan memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis.

Gelombang melambat saat memasuki paparan benua. Sepuluh menit setelah patahan di lepas barat laut Sumatra terbuka.000 orang mati. atau estuaria dan meningkat tingginya.1. dan Analisa resiko bencana alam harus dilakukan dan sistem peringatan dini diimplementasikan untuk menyiapkan masyarakat pesisir terhadap ancaman lingkungan di masa depan. Tsunami menimbulkan banyak gelombang karena gempa menyebabkan perpindahan sebagian besar dasaran laut secara mendadak. menyengsarakan industri primer dan sekunder.500 kali lebih besar dari bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan dan 100 kali lebih besar dari energi gempa bumi San Fransisco tahun 1906. DAN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA CLIVE WILKINSON. lebih dari 230. Indonesia merupakan peristiwa seismik terbesar di bumi selama lebih dari 40 tahun terakhir. pulau. GEMPA BUMI. Tsunami melintasi laut dalam sehingga susah untuk dideteksi. sehingga menyebabkan kerusakan parah saat mencapai garis pantai. memindahkan massa air laut secara besar-besaran. teluk. Gempa di dasar laut ini memindahkan lebih dari 30 kilometer kubik air laut dan membuat tsunami yang paling menyengsarakan dalam sejarah. Tsunami telah menyebabkan kerugian besar ekonomi di negara-negara Samudera Hindia.300 km dan meluas sampai ke Kepulauan Andaman dan Nikobar. Energi yang dilepaskan setara dengan bom berkekuatan 11 giga ton. retakan menjalar ke utara sepanjang 1. dan lebih dari 1 juta orang telah terpindahkan di negara-negara yang terkena dampak tsunami di Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Afrika Timur. Gempa berasal dari 30 km di bawah dasar laut lepas pantai Sumatra dan memicu retakan pada segmen garis patahan antara Lempeng Hindia dan Eurasia sepanjang 1. dapat mencapai kecepatan 600 km/ jam dan tiba di pesisir ribuan kilometer dari sumber gempa sebagai energi yang besar dan gelombang tinggi. DAN JEREMY GOLDBERG RINGKASAN Tsunami Samudera Hindia berawal dari gempa bumi skala 9. PENDAHULUAN Gempa bumi 26 Desember 2004 di lepas barat laut Sumatra. 1. LEMPENG TEKTONIK. Tsunami Samudera Hindia bukan satu-satunya tipe di kawasan ini dan lebih banyak lagi akan timbul di masa yang akan datang. DAVID SOUTER.15 – 9.300 km garis celah menuju Kepulauan Andaman dan Nikobar. Dampak 19 . serta mengacaukan perekonomian pariwisata.3 di Sumatra yang melepaskan tekanan yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun di sepanjang patahan di antara dua buah lempeng tektonik.

20 . Detil teknis awal Gempa Bumi Dahsyat Sumatra . Skala yang ada termasuk keseluruhan kegiatan 10 menit berikutnya. tsunami diamati di seluruh samudera di dunia dan seluruh dunia terus ‘terkait’ dengan keterkejutan gempa bumi tersebut sampai berbulan-bulan.earthquake.300 km di utara Kepulauan Andaman (sumber www. Biasanya. Sehingga dapat melewati kapal tanpa diketahui. Saat skala horisontal gangguan jauh lebih besar dibandingkan kedalaman air. tsunami melibatkan pergerakan air sampai ke dasar laut (kedalaman 3 – 4 kilometer di laut dalam) dengan periode 10 – 60 menit dan panjang gelombang 100 km atau lebih.605 km (990 mil) Barat Laut Jakarta. Sumatra. Sumatra. atau dampak hantaman meteor yang besar.gov) Skala Tanggal Waktu 9. Bab ini memberikan ringkasan singkat tentang asal gempa bumi dan tsunami yang mengikutinya. bahkan sering kurang dari satu meter. berarti mereka melibatkan pergerakan massa air yang jauh lebih besar. tsunami besar akan melintasi laut dalam sebagai gelombang kecil. Thailand 1. Indonesia 310 km (195 mil) Barat Medan. Indonesia 255 km (155 mil) Barat Daya Banda Aceh. Saat tsunami mendekati perairan dangkal. gangguan menyebar luas dalam bentuk tsunami karena laut mencoba untuk kembali pada keseimbangan gravitasinya. letusan gunung berapi. Secara kontras. kadang mencapai ketinggian sepuluh meter. Fisika tsunami adalah sama seperti gelombang perairan dangkal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 peristiwa ini mendunia. artinya gelombang – yang sekarang digunakan di seluruh dunia untuk menyebut gelombang laut besar yang terjadi akibat perpindahan permukaan laut secara mendadak.260 km (780 mil) Barat Daya Bangkok. 95. Jawa.Andaman. Indonesia 1. yang merupakan gelombang normal di laut. Perpindahan air bisa disebabkan oleh gempa bawah laut. artinya pelabuhan dan nami. karena itu para nelayan Jepang menamainya tsunami untuk menggambarkan gelombang yang dapat menghancurkan rumah mereka di darat. waktu lokal di episentrum) 3.3 26 Desember 2004 00:58:53 (UTC) Waktu Koordinat Universal (7:58:53 pagi. longsor. seluruh kolom air dari permukaan sampai ke dasar laut bergerak koheren dalam arah horisontal. dimana gempa menuju arah barat laut sampai 1. tetapi kecepatannya 600 km/ jam atau lebih. Saat sejumlah besar lautan terpindahkan secara vertikal. Namun.75 mil) Lepas pantai barat Sumatra Utara. Gelombang yang disebabkan oleh angin hanya mengakibatkan pergerakan air di dekat permukaan laut dengan periode 10 – 20 detik dan panjang gelombang 100 – 200 m pada umumnya. Indonesia Lokasi Kedalaman Kawasan Jarak terhadap pusat populasi utama APAKAH TSUNAMI ITU? Tsunami berasal dari kata dalam Bahasa Jepang – tsu.15 – 9. gelombang melambat dan ukurannya meningkat secara dramatis. tanpa dapat diketahui kedatangannya saat di laut.947o BT 30 km (18.307o LU. mereka sangat berbeda dengan gelombang yang disebabkan oleh angin. karena memiliki periode yang panjang (waktu antara dua gelombang yang berurutan) dan panjang gelombang yang besar (jarak antara dua gelombang yang berurutan).usgs.

batas diantara keduanya amat samar dan cenderung menyatu. dimana Sumatra terletak. terus ke selatan Indonesia sampai ke Kepulauan Andaman di barat laut. terbentuk akibat pergerakan lempeng Hindia dan Australia ke arah utara. Lapisan terluar ini terdiri dari sejumlah lempengan kaku yang terbentuk di sepanjang jalur pertengahan samudera yang kemudian hancur di zona subduksi. tetapi juga tepi barat daya blok Sunda terpisah dari lempeng Hindia dan Australia oleh lempeng mikro yang sering disebut sebagai Lempeng Mikro Burma atau Potongan Andaman. TSUNAMI DAN ZONA SUBDUKSI GEMPA Gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Desember terjadi di sepanjang fitur khas di lempeng tektonik utama pada permukaan bumi yang disebut sebagai zona subduksi. Zona ini terbentuk akibat permukaan bumi yang terus bergerak. Zona subduksi umumnya dicirikan oleh intensitas kegiatan geologi. Busur ini terbentang dari Timor di sisi timurnya. dan dari sumber yang tak terasakan.Gempa Bumi. yang terus bergerak sejak patahnya ‘benua-super’ Gondwana sekitar 50 sampai 150 juta tahun yang lalu. dimana lempeng-lempeng tersebut bertumbukan dan saling tumpuk-menumpuk. berkisar mulai kedalaman 4 km pada palung yang dangkal sampai kedalaman 10 km pada Palung Mariana di 21 . tsunami juga menyebabkan kerusakan berarti di Laut Mediterania dan Samudera Hindia serta Atlantik. Proses subduksi menarik lempeng yang tersubduksi dan lempeng yang menindihnya ke arah bawah di sepanjang sumbu zona subduksi sehingga menciptakan palung yang dalam. Zona subduksi yang timbul saat gempa 26 Desember 2004. tsunami besar hampir selalu menyebabkan kerusakan karena dapat mengangkat energi ke jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi secara efisien. Lempeng Tektonik. terpisah dari lempeng Eurasia di bagian utara. seperti lenyapnya peradaban Minoan yang kemungkinan berhubungan dengan meletusnya Gunung Santorini dan menyebabkan tsunami sekitar tahun 1500 SM. Beberapa tsunami di masa lampau telah menyebabkan kerugian jiwa dan properti. Walaupun Samudera Pasifik memiliki frekuensi tsunami tertinggi diantara seluruh samudera di bumi. Palung ini merupakan bagian terdalam dari lautan. pada kenyataannya sangatlah jarang terjadi satu kali dalam satu generasi. sehingga dapat terjadi tanpa ada pertanda jelas. Walaupun tsunami cukup besar untuk mempengaruhi keseluruhan cekungan laut. sehingga tidak jelas lempeng mana yang meluncur ke dalam bagian utara Sumatra. Proses tumbukan dan hancurnya bagian lempeng-lempeng ini disebut subduksi. Terlepas dari segala kerumitan ini. Karena lempengan-lempengan ini bergerak dengan kecepatan 6 sampai 7 sentimeter per tahun (serupa dengan pertumbuhan kuku jari). Namun demikian. Walaupun pengukuran pergerakan permukaan tanah menunjukkan bahwa lempeng Hindia dan Australia merupakan satu kesatuan yang terpisah. tak terlihat. dimana lapisan terluar batuan yang disebut litosfer terbentuk dan terhancurkan. Sehingga. dan Tsunami Samudera Hindia Kekuatan merusak timbul saat energi yang terkandung dalam gelombang berkedalaman ribuan meter. tepian litosfer samudera bergeser menuju ke bagian dalam bumi di bawah Lempeng Eurasia di sepanjang Busur Sunda (Sunda Arc). tsunami terkait erat dengan cerita rakyat dan diperkirakan menjadi penyebab utama kehancuran beberapa peradaban. Tsunami adalah salah satu bencana alam yang menakutkan di dunia karena dapat berasal dari jauh. diketahui bahwa lempeng Hindia meluncur ke bawah Kepulauan Andaman dan Nikobar. gempa bumi tersebut berasal dari gabungan tekanan 2 buah lempeng (seringkali disalahpahami sebagai ‘Lempeng IndoAustralia’) yang mensubduksi di bawah Sumatra. Tidak hanya blok Sunda (sub-lempengan). Struktur tektonik dari lempeng yang menindihnya juga rumit. terkonsentrasi di perairan dangkal paparan benua dan terutama di estuaria dangkal. yang kemudian membentuk batasan lempeng baru tempat proses ini terjadi yang disebut zona subduksi.

Teluk Bengal. Gelombang tertarik kembali setelah seperempat jam. dan hal yang sama terjadi lagi. Tsunami ini menelan 36.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Eropa tengah Arabia Afrika India Amerika Selatan Antartika Australia Saat ‘benua super’ Gondwana terpecah belah sekitar 150 juta tahun yang lalu. Seychelles.W. Pengutip Bea Cukai di Mahe. dan di Samudera Hindia antara Jawa dan Australia (lihat Tabel halaman 27). dan mencapai ketinggian sekitar 2. sehingga membentuk kondisi gempa bumi 26 Desember timur Phillipina. …” (H. Krakatau adalah contoh sebuah gunung berapi diantara lebih dari 100 gunung berapi aktif di sepanjang nusantara Indonesia (lihat peta di Bab 2.5 kaki di atas pasang tertinggi pada umumnya. dan seringkali mengarah pada pembentukan rantai gunung api aktif di lempeng yang menindih secara parallel terhadap sumbu zona subduksi. halaman 38). Elemen yang rapuh terseret ke bagian dalam bumi yang panas di zona subduksi dan melelehkan material sub-kerak di atas lempeng yang tersubduksi. disebabkan oleh gempa bumi di zona subduksi. Tsunami besar lainnya di Laut Arabia. satu-satunya tsunami di Samudera Hindia yang terdokumentasi adalah saat letusan Krakatau tahun 1883. 1993). seperti juga tsunami tahun 2004. gelombang pasang tiba-tiba datang menyerbu dengan kecepatan 4 mil per jam. Sebelum tahun 2004. Gelombang kemudian kembali lagi. termasuk Seychelles: “Pukul 4:00 sore tanggal 27 Agustus. 2 lempeng tektonik besar Hindia dan Australia terpisah dan bergeser ke arah utara dengan kecepatan yang amat sangat lambat namun konsisten dan kuat. Gunung-gunung berapi ini merupakan sumber utama tsunami.000 korban di Indonesia dan menyebabkan kerusakan yang cukup nyata di sepanjang Samudera Hindia. Mereka bergabung dengan benua super Eurasia. meninggalkan kapal-kapal yang terdampar ke daratan. Estridge. 22 .

sesar ini menghasilkan gempa bumi terbesar. dimana kontak antar lempeng memperlihatkan friksi stick-slip. karena adanya kekuatan friksional. Di kedalaman kurang dari 30 km. Sebagian besar zona mega sungkup terdapat di palung laut yang dalam. saat ikatan friksi (garis bergelombang) terputus saat gempa bumi (b). Gempa bumi besar yang timbul saat terpisahnya batasan antar lempeng zona subduksi disebut sebagai ‘gempa bumi mega sungkup’ (megathrust earthquakes). yang berarti bahwa friksi menarik lempeng di atasnya menuju ke bawah sehingga menyebabkan tekanan besar terakumulasi di sekitar titik kontak. terutama lempeng bagian atas yang membengkok ke arah dua buah panah merah. Karena mega sungkup yang terus-menerus dapat meluas sampai ribuan kilometer di sepanjang sumbu zona subduksi. Zona subduksi sesar sungkup ini jauh lebih besar dari sesar sungkup pada umumnya dan disebut sebagai ‘mega sungkup’ (megathrust). lempeng menyatu dengan lempeng atasnya selama beberapa waktu yang menyebabkan kedua lempeng terdeformasi. dan Tsunami Samudera Hindia Samudera Hindia a. Lempeng Tektonik. titik penyatuan sementara terputus. baik antar lempengan atau pada perbatasan diantaranya. istilah geologi untuk kontak antara dua buah massa batuan yang saling mendorong. Gempa bumi timbul saat tekanan melebihi kekuatan friksional. 23 . baik di sepanjang batas pertemuan dua lempeng atau pada lempeng yang tersubduksi. Gempa bumi antar-lempeng adalah hasil dari pergerakan di kedalaman dangkal ini. Gempa bumi timbul jika terdapat pergerakan yang hampir instan. Zona subduksi adalah sumber dari 90% gempa bumi yang ada di seluruh dunia. batuannya rapuh sehingga bila ada tekanan ke atas. dan lempeng sebelah atas meletup ke atas. Mega sungkup dan (pada beberapa kasus perkecualian) gempa bumi dasar laut lainnya. Namun. Air yang dipindahkan ini kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami (c). sehingga menyebabkan tsunami.Gempa Bumi. 10 menit setelah gempa bumi Ketiga diagram ini mengilustrasikan runutan peristiwa gempa bumi akibat subduksi. Interaksi dangkal di sepanjang lempeng zona kontak ini dinamakan sesar sungkup (thrust fault). lempeng di sebelah kanan terpental kembali ke posisi aslinya (panah merah kini berlawanan arah). sehingga memindahkan sejumlah besar volume air. terdapat kemungkinan adanya retakan instan yang menghasilkan gempa bumi. 11 diantaranya merupakan gempa bumi mega sungkup. 75% menghasilkan tsunami. sehingga pantulan vertikal dari lempeng yang menindih pada titik retakan sesar memindahkan sejumlah besar volume air. yaitu yang membengkok dan menyusup ke dalam bumi. Dari 12 gempa bumi terbesar sejak tahun 1900. Gempa Bumi c. Sumatera Sebelum Gempabumi b. Pada (a) lempeng tektonik di sebelah kiri mencoba untuk subduksi di bawah lempeng sebelah kanan.

pergerakan maksimum sesar sebesar 10 meter di Kepulauan Andaman. Keseluruhan proses pemisahan berlangsung selama sekitar 10 menit. dekat dengan lokasi gempa dahsyat tahun 1883. Charles Darwin memperhatikan bahwa karang merekam pergerakan vertikal. dan juga pergerakan lambat vertikal yang timbul akibat akumulasi kehancuran di lapisan kerak sebelum terjadinya gempa bumi. Koloni karang tunggal juga dapat digunakan untuk mengukur pergerakan vertikal. dan menstimulasi getaran harmonis di seluruh bumi yang masih dapat dideteksi oleh peralatan seismometrik berbulan-bulan setelah gempa. Bagaimanapun juga. sehingga mereka segera menyebarkan pamflet kepada masyarakat pesisir Sumatra untuk mewaspadai ancaman yang ada. Info ini sangat penting khususnya di Samudera Hindia. koloni besar yang tumbuh di perairan dangkal. ‘Atol mikro’ Porites. sedangkan teras/paparan laut terbentuk dari pesisir yang terangkat. dan Maladewa. sehingga dimungkinkan untuk memperkirakan pengangkatan dan penyusupan yang terjadi dengan tibatiba yang berhubungan dengan gempa bumi. dari fakta bahwa terumbu penghalang terbentuk pada pesisir yang menyusup. Ilmuwan menggunakan teknik ini untuk memperkirakan penyusupan yang terjadi sebelum gempa bumi Sumatra. dan dapat dirasakan sampai berkilo-kilometer jauhnya di Sri Lanka. ini merupakan kelompok gempa paling aktif yang pernah teramati. Sejumlah gempa susulan masih terus terjadi di sepanjang dangkalan tepi lempeng yang terpisah karena gempa. Gempa pertama adalah gempa terbesar sejak gempa Alaska tahun 1964. studi karang telah menyediakan data berharga tentang pergerakan vertikal yang timbul sebelum dan sesudah gempa. Gempa juga menyebabkan gelombang seismik yang mengitari bumi berulang kali.4 kilometer per detik (8. Gempa dimulai di lepas barat laut Sumatra di dekat Pulau Simeulue pukul 7:59 pagi. kira-kira 8 menit setelah pemisahan awal. gempa besar lain yang diperkirakan akan terjadi. Sejak gempa Sumatra tahun 2004 dan 2005. Terdapat lebih dari 6 meter pergeseran horizontal di sebagian Kepulauan Andaman dan Nikobar.300 km segmen mega sungkup Busur Sunda yang membentang dari Sumatra (kira-kira 3oLU) sampai Kepulauan Andaman (kira-kira 14oLU). Studi tersebut juga memperkirakan bahwa nilai kehancuran yang tinggi. terakumulasi sampai ke tenggara dimana terjadi gempa Simeulue tahun 2004 dan Nias tahun 2005. GEMPA DAHSYAT SUMATRA-ANDAMAN PADA 26 DESEMBER 2004 Gempa dahsyat ini memisahkan 1. karang sangat berharga dalam mencatat jumlah dasaran yang terangkat dan yang menyusup sehubungan dengan zona subduksi gempa bumi. seringkali menyediakan info berharga tentang ukuran dan frekuensi gempa bumi besar zona subduksi. Saat pemisahan menjalar ke arah utara menuju Kepulauan Andaman.640 kilometer per jam). Gempa menyebabkan guncangan hebat di Sumatra dan Kepulauan Nikobar. dimana waktu pemunculan kembali gempa bumi zona subduksi cukup panjang bila dibandingkan dengan rekaman sejarah. Teknik ini telah disempurnakan selama 20 tahun terakhir. utara Thailand. Pergerakan sesar sampai pada titik maksimumnya di 15-20 meter dekat pucuk utara Sumatra saat pemisahan menjalar ke arah utara di sepanjang tepi lempeng pada kecepatan 2. saat pemisahan awal timbul jauh di dalam kerak bumi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KARANG SEBAGAI PENCATAT GEMPA BUMI ZONA SUBDUKSI Kerusakan pada terumbu karang akibat tsunami tahun 2004 dan fungsi terumbu sebagai pelindung pesisir didiskusikan di beberapa bab berikut. Waktu terbentuknya paparan laut sebagai hasil dari pengangkatan saat gempa bumi. Gempa menyebabkan pergerakan permanen yang meluas di permukaan bumi. dan ada juga pengangkatan 24 . dan mereka sangat waspada terhadap hasil pengukuran akumulasi kehancuran (sebagaimana pula ukuran gempa bumi di masa lampau yang terekam pada struktur pertumbuhan karang). ternyata kecepatannya berkurang dan pergerakan sesar pun berkurang. dapat digunakan untuk mengukur pengangkatan dan penyusupan sampai ke skala sentimeter.

terutama di bagian yang lebih selatan. Ujung tenggara Kepulauan Nikobar turun sekitar 2 m. Terdapat fakta visual yang luar biasa tentang perubahan ini: beberapa pantai terangkat.300 km pada 3 tingkatan (elips). dan penyusupan: sisi barat terangkat sekitar 1 m (pengangkatan maksimum sebesar 1. Tsunami dipicu oleh pergerakan dasar laut di sepanjang zona pemisahan. dan hutan mangrove serta bangunan terangkat dan hancur. dan kemudian pemisahan tepi lempeng menyebar ke arah barat laut ke utara Kepulauan Andaman.5 m di Nikobar Besar). 25 . dan Tsunami Samudera Hindia Sub-lempeng Burma Kepulauan Andaman Kepulauan Nicobar Sub-lempeng Sunda Palung Sunda Lempeng India Lempeng Australia Peta daerah yang terkena dampak memperlihatkan dua buah lempeng tektonik utama (Hindia dan Australia) mendorong Lempeng Sunda dan Lempeng Mikro Burma yang lebih kecil. sementara sisi timur menyusup sejauh nilai yang sama. dimana pemisahan sesar meluas sampai kedalaman yang dangkal. Terdapat beberapa contoh pergeseran lahan yang disebabkan oleh gempa: Sisi barat laut Pulau Simeulue terangkat 1.5 m (foto di sampul).Gempa Bumi. Gempa pertema segera diikuti dengan kelompok gempa sepanjang 1. yang melemah di utara. Gempa 26 Desember dimulai 30 km di bawah episentrum . terumbu karang mencuat keluar dari air (lihat foto di sampul). Pergerakan kecil bumi sebesar beberapa sentimeter. menggenangi Mercu Suar Campbell secara permanen di Pulau Nikobar Besar. terdeteksi dari jarak ribuan kilometer dengan menggunakan observasi GPS. sehingga secara permanen menenggelamkan beberapa bagian kepulauan ini. Lempeng Tektonik.

0 – 8. gempa besar seperti peristiwa Sumatra-Andaman menimbulkan pola gelombang yang rumit dimana analisa rutin mungkin tak dapat dilakukan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pulau Car Nikobar bergeser lebih dari 6 m secara horizontal dari arah barat ke tenggara. Kanpur.0. Pulau Langkawi di Malaysia terus meluncur ke arah barat daya sampai 80 hari setelah pergeseran cepat pertama. 26 . Beberapa bagian dari Kepulauan Andaman terangkat keluar dari air. Timbul perdebatan mengenai kekuatan aktual gempa (biasanya dicerminkan oleh kekuatan gelombang seismik yang ditimbulkan). tetapi ini merupakan perkiraan kasar. Namun. dan Singapura bergeser 2 cm ke arah barat. beberapa pulau tenggelam secara permanen. Pengukuran awal kekuatan gempa pada jam pertama setelah gempa adalah sebesar 8.5. Foto-foto merupakan kontribusi dari Profesor Sudhir K. Analisa yang lebih mendalam dikemudian hari menunjukkan skala 9. Jain dan Javed Malik. di sini tampak rataan terumbu karang yang terpajan secara permanen (foto atas). Institut Teknologi India. menggenangi bangunan dan lahan (foto bawah). yang menjadi besar kekuatan Kedua foto dari Kepulauan Andaman dan Nikobar menggambarkan kemiringan Lempeng Mikro Burma. dan menjauhkannya 6 cm dari peluncuran awal. sedangkan di barat daya Kepulauan Nikobar.

Gempa ini menghancurkan 300 bangunan dan menewaskan 1.000 7.2 8.7) terjadi sekitar 200 km tenggara garis sesar tersebut. Andaman 7. Lempeng Tektonik. Tahun Tanggal Lokasi Sumber Kekuatan Ketinggian Maksimum (m) Korban Jiwa 1762 1797 1818 1819 1833 1843 1861 1881 1883 1907 1921 1941 1945 1977 1994 2004 2 April 10 – 11 Februari 18 Maret 16 Juni 24 November 5 – 6 Januari 16 Februari 31 Desember 27 Agustus 4 Januari 11 September 26 Juni 27 November 19 Agustus 2 Juni 26 Desember Pesisir Arakan (Myanmar) Sumatra Barat Sumatra Selatan Dekat Cutch Sumatra Barat Sumatra Utara Sumatra Utara Kepulauan Nikobar Selat Sunda (Krakatau) Sumatra Barat Jawa Kepulauan Andaman Makran Jawa Jawa Sumatra Barat – Kep. Salah satu penyebabnya adalah.7 – 9.15 – 9.7 8. Sehingga. sebagai contoh. Sementara tsunami lokal setinggi 3 m timbul akibat gempa ini di sekitar Pulau Simeulue.5 7. Bahkan analisa yang lebih maju yang dilakukan berbulanbulan setelah gempa menghasilkan skala 9. air yang dipindahkan lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan untuk kekuatan gempa mega sungkup sebesar ini. Perubahan kondisi tekanan lokal ini diramalkan akan menyebabkan gempa mega sungkup besar lain di sepanjang zona subduksi Sumatra.Gempa Bumi.6 9. Pergerakan sesar yang berhubungan dengan Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman telah merubah bidang tekanan di kawasan yang mengelilingi daerah yang terpisah.4 >300 27 . Ramalan ini terbukti benar pada tanggal 28 Maret 2005. Ini menghasilkan pergerakan vertikal yang lebih sedikit pada dasar laut.3 15 30 13 48 200 > 230. terdapat dampak yang bisa diabaikan di garis pantai yang lebih jauh.1 8. dan Tsunami Samudera Hindia yang dipilih oleh Badan Survey Geologi AS. dan sebagian besar pergerakan vertikal ini terjadi di Pulau Nias dan Simeulue.30.3 7.3 – 8. kebanyakan gelinciran sesar awal pada gempa Maret 2005 terkonsentrasi di dekat 30 km di dalam permukaan bumi.000 jiwa di Pulau Nias. memindahkan tekanan ke sesaran didekatnya. tidak seperti gempa Desember 2004.000 > 400 > 900 8. saat gempa besar lain (kekuatan 8. Terjadi kepanikan bahwa gempa ini akan kembali menimbulkan tsunami. Terdapat sejarah panjang gempa besar dan tsunami di Samudera Hindia yang menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan jiwa.2 7. 20 orang tewas di Sri Lanka saat mengungsi dari daerah pesisir yang rendah.7 8. yang mungkin mencerminkan kekuatan gempa yang sebenarnya.5 7.6 7.9 7 1 35 > 36.

Ini menyebabkan gelombang yang menyebar ke seluruh penjuru Samudera Hindia dan dikenal sebagai Tsunami Samudera Hindia atau Boxing Day Tsunami.5 – 2 jam setelah gempa. Gelombang berikutnya menelan banyak korban. terdekat dengan episentrum gempa. Institut Komputasi Matematika dan Matematika Geofisik. Sehingga. tetap saja tingginya mencapai 1 – 2 meter saat memasuki perairan dangkal yang jauhnya ribuan kilometer dari gempa. ini merupakan ciri umum gempa yang menghasilkan tsunami. sebagian besar energi tsunami dihasilkan dari arah timur-barat setelah Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Energi yang dihasilkan tegak lurus dari garis sesar. Gelombang setinggi 5 – 10 m menerjang Thailand dan Sri Lanka sekitar 1. gelombang bertambah tinggi saat menjelajahi lembah sempit. dan masyarakat hanya mendapatkan sedikit pertanda atau bahkan tidak sama sekali. Sebagai contoh. tanda-tanda alam ini tidak dipahami. dan Myanmar serta Bangladesh tidak. Di Sri Lanka. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) 28 . efek pertama gelombang adalah berupa penggenangan. gelombang yang memasuki teluk seringkali bertambah tingginya sebagaimana sisi teluk mengurangi pergerakan air sehingga memperbesar tinggi gelombang. Tsunami datang dalam waktu 30 – 40 menit. Karena adanya geometri dalam pergerakan dasar laut.500 km dari tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 26 DESEMBER 2004 Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman menyebabkan dasar laut terangkat dan menyusup. yang timbul di sepanjang garis sesar utara-selatan. Walaupun tinggi tsunami yang menyebar ke seluruh Samudera Hindia tidak lebih dari 1 m (seperti yang terukur oleh radar satelit yang mengukur ketinggian laut di daerah tempat tsunami terjadi). Penggenangan Sesar Penyebaran Pembangkitan Diagram ini menggambarkan bagaimana tsunami terbentuk melalui gempa di sesar subduksi. menghasilkan pergeseran sekitar 30 kilometer kubik air laut secara langsung di atas sesaran. Sehingga. 8. orang yang pertama kali melihat gelombang di Thailand mendapatkan pertanda yang jelas dengan adanya peristiwa surut mendadak di laut. gelombang setinggi 1. di beberapa kasus banyak orang yang selamat saat menyadari pertanda ini dan mereka menyelamatkan diri. dengan ketinggian melebihi 30 m. Seluruh desa diratakan dan hanya ada sedikit waktu untuk melarikan diri. dengan ketinggian gelombang 48 m tercatat di Indonesia.5 m teramati di Afrika Selatan. sementara gelombang awal yang menuju ke barat menghasilkan penggenangan. gelombang awal tsunami yang menuju ke timur menghasilkan peristiwa surut di laut. Ini menjelaskan mengapa Thailand dan Sri Lanka terkena hantaman gelombang besar. bertambah tinggi saat mendekati pesisir dan tiba sebagai gelombang besar (sumber: Viacheslaw Guslakov. dan banyak orang menuju ke rataan terumbu. Lebih jauh lagi. dimana terjadi pengangkatan pada tepi barat lempengan yang telah terangkat dan kemudian menyusup di timur jauh. lebih besar bila dibandingkan dengan yang mendatar. Namun demikian. Efek bencana tsunami hampir segera dirasakan di sepanjang pesisir barat laut Sumatra.

gelombang melemah sebagai akibat terhalang oleh paparan benua. 100. Saat tsunami mendekati pesisir Thailand. dan Tsunami Samudera Hindia Gempa Sumatera 600 km_sesar 50 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 100 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 150 menit Gempa Sumatera 600 km_sesar 200 menit Tsunami Samudera Hindia terbentuk saat gempa memisahkan sebagian dari sesar/patahan tepi lempeng yang membentang dari Pulau Simeulue. 150. Survey Geologi Jepang dan Institut Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Maju. Jepang) 29 . dan 200 setelah gempa. Gambar-gambar ini memperlihatkan simulasi numerik proses tsunami pada menit ke 50. lepas barat laut Sumatra.Gempa Bumi. Lempeng Tektonik. sementara tsunami bergerak lebih cepat ke arah barat melalui Samudera Hindia dan menerjang Sri Lanka serta menyebabakan kerugian berupa korban jiwa di sepanjang barat daya pulau (Sumber: Kenji Satake. menunjukkan interaksi kompleks gelombang awal tsunami. Tsukuba. sampai ke Kepulauan Andaman di utara.

Lempenglempeng tektonik akan terus bergerak dan menekan lempeng lain. Peta ini menunjukkan bahwa gelombang mengikuti jalur mid-samudera dibawah Samudera Hindia yang memecah di dinding es Antartika serta di sekitar Afrika Selatan dan di sepanjang Jalur Mid-Atlantik yang memecah di Rio de Janeiro (dicetak ulang seizin New Scientist. Tsunami tersebut merupakan yang pertama dicatat dan diselidiki dengan pengukur pasang berkualitas tinggi di seluruh dunia. dan sekarang disebut serta diakui sebagai ‘tsunami global’ pertama. Alat tersebut menghimpun data yang akan digunakan untuk mempelajari gempa dan struktur bagian dalam bumi bertahun-tahun ke depan. dan berpotensi untuk menghasilkan kerugian besar terhadap jiwa dan kerusakan properti. Terdapat beberapa bukti di beberapa bab berikut yang 30 . Lama setelah tsunami menerjang Samudera Hindia. para ilmuwan yang memantau tinggi permukaan laut dapat melihat gelombang menyebar menuju Samudera Atlantik dan Pasifik. ©2005). kelurahan. serta satelit yang terus-menerus melewati tinggi gelombang di samudera terbuka. Peristiwa bencana Desember 2004 bukanlah peristiwa terisolasi di Samudera Hindia saja. Sebagaimana populasi manusia terus bertambah dan terus mengembangkan daerah pesisir dengan cara menebangi hutan di pesisir dan mereklamasi lahan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 sangatlah luar biasa dimana gelombangnya menjelajahi seluruh dunia. Ini adalah tsunami pertama yang dipantau secara terusmenerus ke seluruh samudera. Mudah-mudahan saja. Nova Scotia. Kerusakan yang disebabkan oleh tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan akan perlindungan pelindung alami pesisir. Rusia di Samudera Pasifik. Kanada di Samudera Atlantik. Tingkat kerusakan dari Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan tsunami Samudera Hindia memanglah besar. dan beberapa gempa serta tsunami akan terjadi di masa depan pada skala yang sama atau bahkan lebih. Instrumen-instrumen tersebut mencatat lintasan tsunami sampai jauh ke utara di Kamchatka. dilihat dari skala gempa dan jumlah korban jiwa yang direnggutnya. dan kota tidak dibangun di daerah yang paling rentan serta jauh dari tepi perairan. MEMANDANG KE MASA DEPAN Gempa Sumatra-Andaman 26 Desember adalah gempa berukuran besar pertama yang tercatat sejak kehadiran instrumen seismik modern. ancaman terhadap tsunami semakin meningkat. yaitu mangrove dan terumbu karang. dan sampai ke Antartika. gempa dan segala hal yang terkait dengan tsunami akan menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga internasional untuk menyediakan sistem peringatan dini yang lebih efektif dan mengadakan penilaian resiko bencana alam untuk memastikan desa-desa.

dan mencegah orang terseret ke laut. adalah kecil. Sieh K. R Bilham.Goldberg@impac. gempa besar lain yang serupa tahun 1762 di sepanjang pesisir Arakan. 434: 573-582 (2005) artikel oleh K Sieh. International Marine Project Activities Centre. peristiwa gempagempa ini mungkin meningkatkan kecenderungan munculnya gempa besar lain baik di sebelah utara atau timur dari segmen ini. and EA Okal. Persatuan Bangsa-Bangsa mulai merencanakan untuk membangun sistem peringatan global untuk mengurangi ancaman bencana alam yang mematikan sebagaimana sejarah telah menunjukkan bahwa peristiwa serupa tidak dapat dihindari. Issue 77. Sebagai contoh. tsunami membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Thailand dan Sri Lanka.500 km Busur Sunda-Andaman. Tidak terdapat sistem peringatan dini di Samudera Hindia sebelum tsunami Desember..1029/2003JB002398. Gempa Dahsyat Sumatra-Andaman dan Gempa Nias 28 Maret 2005 melepaskan akumulasi tekanan energi di sepanjang 1. 31 . J Park et al. Viacheslav Gusiakov. David Tappin. Phil.. Nature. Usaha internasional yang lebih besar diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman kita tentang ancaman bahaya tsunami serta untuk mengembangkan kapabilitas peringatan tsunami di Samudera Hindia sehubungan dengan penanganan yang lebih baik terhadap perkiraan gempa di masa depan. Jeremy Goldberg. kecenderungan gempa besar lain yang timbul di masa depan. (2004) Paleogeodetic records of seismic and aseismic subduction from central Sumatran microatolls. Sarah Gotheil. KONTAK PENULIS Phil Cummins. Myanmar mungkin saja terjadi. Geoscience Australia. 109: B4. Kerry Sieh. menyebabkan gempa besar tahun 1833 dan sejak itu mengakumulasikan energi tekanan yang cukup signifikan. Journal of Geophysical Research. 308: 1126-1146 (2005) artikel oleh CJ Ammon et al. ACUAN Dua ringkasan utama telah diterbitkan dalam jurnal Science dan Nature: Science. Keberadaan sistem yang efektif dapat menyelamatkan ribuan nyawa dengan menyediakan peringatan akan adanya tsunami sehingga tersedia waktu untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. PENINJAU David Garnett. Terdapat juga bukti yang serupa bahwa terumbu karang lepas pantai dapat mengurangi tekanan tsunami dan perlahan mengurangi kerusakan akibat gelombang. Hilman Natawidjaja D. Kenji Satake. Canberra. Cummins P. doi:10. and M West et al. Lempeng Tektonik. Namun. Australia. dan Tsunami Samudera Hindia menunjukkan bahwa mangrove meredam energi tsunami dan menyediakan naungan langsung terhadap populasi manusia dari puing yang terbawa oleh gelombang seperti pecahan kapal. Zona subduksi sampai ke tenggara (dekat Sumatra tengah). Jeremy. dan Kristian Teleki. dan lebih dari 4 jam untuk sampai ke Australia. Karena itu. T Lay et al.Cummins@ga. S Stein.Gempa Bumi. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia.. AUSGEO news. Bernard Salvat.gov. Walaupun struktur tektonik dan sejarah gempa dari perpanjangan Palung Andaman di daerah utara tidak cukup diketahui.au. B04306. Pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Resiko Bencana di awal 2005. et al. Australia. di sepanjang bagian zona subduksi ini. Ward S. Townsville.org. Edwards RL.au.

Tilling RI (2005) This dynamic earth: the story of plate tectonics. National Environment Research Council. National Earthquake Information Center. et al.usgs. Science.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kious WJ.usgs.com. http://geology.html. (2005) The global reach of the 26 December 2004 Sumatra tsunami.usgs.gov.wikipedia. Wikipedia. Gempa meluluhlantakan barisan karang Heliopora sepanjang 7 km ini di Sumatra (Annelise Hagan) 32 .org/wiki/Tsunami. 309: 20452048.nerc-bas. Edisi Online.gov/publications/text/dynamic. www. www. http:// pubs. http://neic.gov.ac. Titov V.earthquake.uk/tsunami-risks. www. SITUS-SITUS TERKAIT DI INTERNET United States Geological Survey.en.

Namun tambahan tekanan dari tsunami memang menghambat proses pemulihan karang dari tekanan-tekanan antropogenik yang telah disebutkan. Korban meninggal atau hilang mencapai sekitar 250. Bab ini mengetengahkan dua pertanyaan spesifik: Apakah fungsi perlindungan (jika ada) dari terumbu karang dan hutan mangrove dapat menghilangkan sebagian besar energi tsunami? Bagaimana perbandingan akibat gempa bumi dan tsunami terhadap terumbu karang dan hutan mangrove dibandingkan dengan akibat dari tekanan antropogenik maupun bencana alam lainnya? 33 . DAN TEKANANTEKANAN LAIN TERHADAP TERUMBU KARANG DAN SUMBER DAYA PESISIR CLIVE WILKINSON Serangkaian peristiwa tsunami yang melanda negara-negara di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 yang lalu merupakan salah satu bencana alam terbesar dalam sejarah manusia. Pada kenyataannya. TSUNAMI. Tsunami pada bulan Desember 2004 memang mengakibatkan kerusakan parah pada sebagian kecil kawasan terumbu karang. GEMPA BUMI. Media massa memperkirakan bahwa tsunami tersebut telah menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia. dan kerugian material yang diderita mencapai milyaran dolar.000 orang. Namun pada kenyataannya. Adanya kantong-kantong karang produktif di sekitar kawasan merupakan pertanda tingginya potensi pemulihan terumbu karang di daerah tersebut. kebanyakan kawasan terumbu karang di kawasan bencana tetap dalam kondisi baik. lebih dari satu juta manusia diperkirakan kehilangan rumah. Namun. Pemutihan dan kematian karang di tahun 1998 telah mengakibatkan hilangnya 16% terumbu karang dunia. Kebanyakan terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari dampak tsunami dalam 5 hingga 10 tahun dengan syarat diterapkannya pengelolaan yang efektif untuk mengendalikan tekanan antropogenik serta tidak terjadi banyak bencana alam di masa depan. Gelombang tsunami tersebut menyebabkan kerusakan karang yang jauh lebih ringan dibandingkan akibat perubahan iklim El Niño/La Niña 1998. kerusakan karang dan mangrove akibat tsunami ternyata tidak terlalu parah.2. tekanan lingkungan akibat kegiatan manusia secara langsung dan tidak langsung telah menyebabkan lebih banyak kerusakan karang dibandingkan tsunami.

Fungsi ini akan menjadi lebih penting di masa depan. hutan mangrove juga menyerap banyak gelombang tsunami hingga ke sungai-sungai. kerusakan yang lebih besar terjadi pada kawasan dengan terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat penambangan karang (misal: Sri Lanka dan kemungkinan Maladewa) dibandingkan pada kawasan yang terumbu karangnya tidak ditambang. Hal ini sangat jelas terlihat pada pulau-pulau tropis dengan pantai berpasir. Analisis awal dari ilmuwan-ilmuwan UNEP GRID menunjukkan minimnya perlindungan daratan yang langsung berada di balik terumbu-terumbu karang di Indonesia. terutama mengurangi dampak gelombang dan gelombang badai tropis. Pada gilirannya. Bukti ini kebanyakan masih berupa indikasi dan mungkin tidak akan pernah dapat diverifikasi lebih lanjut. hamparan rumput laut. Thailand. Beberapa kawasan mangrove di Sumatra (Indonesia) hampir hancur total akibat menyerap terlalu banyak energi tsunami. Bukti-bukti yang dikumpulkan pasca tsunami Desember 2004 menunjukkan bahwa gelombang besar. Hal ini seperti halnya hutan waru dan cemara laut yang 34 . Namun. karang-karang ini juga menyerap sebagian dari energi gelombang tsunami. dan hutan mangrove di belakang terumbu karang. dan Tuvalu). Banyak karang di kawasan-kawasan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa daerah terumbu karang ternyata mengalami kerusakan. APAKAH MANGROVE DAN HUTAN PANTAI MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terdapat bukti kuat bahwa hutan mangrove memainkan peran perlindungan dalam mengurangi energi tsunami. Hal ini menyebabkan beban terumbu karang dalam melindungi daratan juga menjadi jauh lebih berat. Orang-orang juga dapat memanjat pohon sehingga tidak hanyut ke laut. dan Sri Lanka. Energi tsunami di daerah ini terfokuskan akibat topografi pulau sehingga menyebabkan gelombang dan arus yang kuat. karang bercabang. Fungsi perlindungan dari terumbu karang ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup di kawasan atol karang (seperti Maladewa. Kapal-kapal ikan dan puing-puing lain tersangkut pepohonan sehingga tidak menabrak rumah-rumah di belakang hutan. Kiribati. Nampaknya. Fungsi perlindungan ini menjadi penting terutama di masa depan karena adanya perkiraan bahwa perubahan iklim akan mengakibatkan naiknya permukaan laut serta meningkatnya frekuensi dan tingkat kedahsyatan badai tropis. Gelombang yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 tersebut jauh lebih tinggi dari kebanyakan badai tropis yang pernah terjadi. Karang-karang besar yang berat. terutama di celah-celah antar pulau dan antar terumbu karang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 APAKAH KEBERADAAN TERUMBU KARANG PENTING UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN TSUNAMI? Terumbu karang memainkan peranan penting dalam perlindungan garis pantai dari abrasi gelombang. biasanya lebih tinggi dari 10 m. Beberapa desa di sepanjang pantai India dan Sri Lanka selamat dari kehancuran total akibat tsunami karena dilindungi oleh mangrove dan hutan-hutan pantai. terumbu karang sangat penting dalam perlindungan garis pantai dari gelombang badai. Kawasan-kawasan tersebut terdiri dari pulau-pulau karang yang tingginya jarang yang lebih dari 2 m di atas permukaan laut saat pasang. lewat begitu saja di daerah terumbu karang tanpa mengalami penurunan kecepatan. Bukti-bukti yang dikumpulkan oleh UNEP GRID menyebutkan bahwa walaupun mangrove cenderung tumbuh di perairan yang lebih terlindung seperti daerah muara. karena tsunami merupakan kejadian yang cukup langka (dari Arjan Rajasuriya). dan karang-karang meja terbalik atau hancur.

p = 0. dibandingkan dengan dua desa yang tidak terlindungi yang hancur rata.06 ± 1. walaupun 5 hingga 10 pepohonan di baris-baris pertama tercabut akarnya.05). Tsunami hanya akan berhenti saat mencapai kontur daratan yang tingginya sama dengan tinggi gelombang tsunami tersebut.7 hingga 4. petani.html) melaporkan bahwa gelombang di pesisir yang memiliki karang lebih tinggi secara signifikan. Penelitian lapangan saya memberikan indikasi bahwa batas penggenangan air laut pada setiap lokasi biasanya ditentukan oleh kombinasi tinggi gelombang dan topografi pesisir. selain juga menyebabkan hilangnya 35 . yaitu beban yang tidak adil terhadap para nelayan. Namun. tidaklah mungkin untuk menyelidiki keabsahan pernyataan tersebut. Tanpa perbandingan tersebut. Tanpa karang: 22. (2005) di jurnal Science melaporkan tentang tergelincirnya sebuah kereta penumpang di Sri Lanka akibat penambangan karang di kawasan sekitar. Bukti-bukti ini nampak jelas di kebanyakan negara yang dilanda tsunami. India mengalami kerusakan yang jauh lebih ringan dari desa-desa yang langsung terlanda tsunami. pengukuran oleh Unit Penelitian Geologi Amerika Serikat (the United States Geological Survey) sepanjang pesisir Aceh (http://walrus. n = 12.usgs. Ditakutkan. DAPATKAH TERUMBU KARANG MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP TSUNAMI? Terdapat indikasi bahwa terumbu karang yang utuh dan sehat mengurangi dampak tsunami terhadap masyarakat di daerah pesisir. dan delapan narasumber lain (2005). Sementara itu. Beberapa laporan juga menyatakan bahwa perubahan lingkungan laut dan pesisir yang dilakukan oleh manusia telah menyebabkan meningkatnya kerusakan di darat. karena hal ini akan menimbulkan perasaan aman yang tidak benar. Kawasan mangrove yang luas di utara tetap utuh dan tiga desa di belakang mangrove tersebut relatif tidak rusak.6 ± 3.Gempa Bumi.wr.043).23. hutan-hutan pesisir juga mengalami kerusakan parah karena menyerap energi gelombang tsunami. dan bisnis-bisnis di kawasan yang dilanda tsunami. 308: 1595. Liu PL-F. Science. Lima desa ke arah selatan yang berada di belakang perkebunan cemara laut mengalami kehancuran sebagian. Terumbu karang yang sehat mampu memberikan barang dan jasa yang berharga terhadap masyarakat pesisir. n = 4. dan sembilan narasumber (2005). dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir tumbuh di gumuk atau bukit pasir pesisir yang juga menyerap banyak energi gelombang.2 juta hektar). 14 = -2. Adalah suatu hal yang berbahaya untuk membesarbesarkan peran perlindungan yang diberikan oleh terumbu karang secara berlebihan. Sebagai perbandingan.232. Ada sebuah konsekuensi lain yang tidak terduga saat menghubungkan kerusakan tsunami dengan kegiatan manusia. 15: 1926-1930. Antara tahun 1980 hingga 2000. desa-desa pesisir di utara dan selatan hutan. Namun. Referensi: Baird AH. t (0. Perkebunan cemara laut tersebut relatif aman. Sebuah makalah oleh Lui et al. Sebuah penelitian oleh para peneliti dari Denmark dan India menyimpulkan bahwa hutan-hutan pesisir memberikan fungsi perlindungan. Hal ini sangat penting. dibandingkan gelombang di kawasan tanpa terumbu karang (Karang: rata-rata tinggi gelombang dalam meter ± standard error = 28. Tamil Nadu. tsunami yang berikutnya dapat menyebabkan menurunnya kredibilitas keilmuan. Tsunami. Pada gilirannya. Pengamatanpengamatan Tim Survei Internasional di Sri Lanka. hancur total. Terumbu karang Aceh setelah tsunami Asia. terlalu berlebihan dan tidak realistik untuk berharap agar ekosistem-ekosistem tersebut memberikan perlindungan dari bencana tsunami besar (dari Andrew Baird). kegiatan manusia telah mengurangi luasan mangrove hingga 26% (dari 5. karena memerlukan analisis yang menyeluruh dan bukannya informasi indikatif yang diulang-ulang. termasuk juga perlindungan dari gelombang.65.gov/news/reports. Hasil tersebut menunjukkan bahwa desa-desa dan daratan di belakang sabuk pepohonan di Distrik Cuddalore. Current Biology. Tsunami yang terjadi telah menggambarkan betapa kerusakan hutan telah meningkatkan resiko erosi garis pantai. sehingga melindungi infrastruktur pesisir di sekitarnya. tidak ada perbandingan kuantitatif antara tinggi gelombang atau jarak genangan dengan keberadaan terumbu karang di kawasan tersebut.

310: 643). Saat air laut melanda kawasan tersebut dan gelombang besar membanjiri rumah. dan pohon-pohon lain. Usaha menanam pohon ini memberikan hasil pada tanggal 26 Desember 2004. Desa-desa pesisir lainnya harus juga membuat benteng pohon untuk keselamatan mereka. Selama 8. Tolong beritahu yang lain untuk juga menanam pohon!” Gumuk (bukit pasir) dan mangrove di sepanjang pesisir dekat Kanyakumari dan Pondicherry juga melindungi beberapa desa lain dari amukan tsunami. Terumbu karang biasanya cepat pulih dari stress. serta tekanan-tekanan biologis. walaupun kadang memakan waktu beberapa dekade. membuat perlunya ditambahkan kategori lainnya yaitu tekanan alami yang diperparah oleh kegiatan manusia. Ancaman-ancaman alamiah tersebut dapat digolongkan menjadi: kejadiankejadian geologis. Ancaman-Ancaman Alami Terumbu karang telah berevolusi selama jutaan tahun di bawah ‘tekanan-tekanan alami sejati’ yang telah membentuk evolusi terumbu karang. tapi benteng pepohonan kami baru tumbuh sejak 15 tahun yang lalu. Saya berhasil lari ke tempat aman. Desa Naluvedapathy dengan sekitar 600 rumah mengalami kehancuran minimum dan sedikit korban jiwa karena ribuan pohon telah meredam dampak tsunami. Pemulihan kepada kondisi awal biasanya cepat.” kata bapak tersebut.uk/ go/pr/fr/-/1/hi/world/south_asia/4269847. pemasukan air tawar.co. terumbu karang telah bergulat di bawah kondisi-kondisi yang relatif aman. “Kami terselamatkan oleh pohon-pohon ini. ketika penduduk desa berjalan ke Teluk Bengal. Seorang petani tua bernama Nagappan berkata bahwa desa mereka memang selalu memiliki pepohonan. Tamil Nadu. serta menghadapi badai-badai tropis. ketika banyak desa dan kota di Tamil Nadu yang hancur saat gelombang raksasa menyapu pantai-pantai yang terbuka. Namun hutan Naluvedapathy memberikan cukup perlindungan bagi seluruh desa Naluvedapathy. 36 . dan penyakit-penyakit tingkat rendah. pada tahun 2002 masyarakat desa Naluvedapathy di distrik Vedaranyam. Mereka menciptakan jalur selebar satu kilometer berupa hutan mini yang berisi cemara laut.stm). dengan syarat bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi secara rutin maupun diperparah oleh stress antropogenik tambahan. namun tidak dapat melihatnya. gempa bumi. Saya telah tinggal di desa ini selama hidup saya. Hal ini termasuk kejadian-kejadian utama seperti abad es yang membawa perubahan iklim. Pohon-pohon di sini ditanam oleh kakek-nenek saya dan orang-orang lainnya sejak beberapa waktu lalu. mereka dapat mendengar deburan gelombang. Marimathu.000 tahun sejak abad es yang terakhir. Jadi semboyannya adalah: “Guinness is good for you!” (dari BBC NEWS: http://news. dan hantaman meteor. “Saya sedang berada di atas bukit dan melihat gelombang raksasa yang menghantam pantai. SEBUAH DESA DI INDIA SELAMAT DARI TSUNAMI Dalam usaha mereka untuk memecahkan rekor dunia (Guinness Book of Record).bbc.. ANCAMAN DAN TEKANAN TERHADAP TERUMBU KARANG Ancaman dan tekanan terhadap terumbu karang telah lama dikelompokkan menjadi dua kategori umum: alami dan antropogenik. Kejadian akhir-akhir ini seperti pemutihan karang dan tsunami yang baru terjadi.. kenaikan dan penurunan permukaan air laut. dan peternakan. gunung-gunung api. tapi tempat tersebut juga tergenangi air.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 fungsi mangrove sebagai kawasan pemijahan perikanan dan kehutanan (dari Danielsen F dan 11 narasumber lain (2005) Science. pohon kelapa. fenomena-fenomena iklim dan cuaca. Namun jumlah pohon mereka meningkat tajam saat tiga tahun lalu seorang pejabat setempat menawarkan ide untuk memecahkan rekor dunia. jalan. Jadi. India menanam 80. KARENA USAHA UNTUK MEMECAHKAN REKOR DUNIA.244 anakan pohon. nenek berusia 70 tahun gemetar saat dia mengingat peristiwa itu.

Sekarang telah terjadi penurunan jumlah turis di negara tersebut akibat kerusakan-kerusakan di berbagai hotel. Kerusakan karena letusan gunung api umumnya terjadi akibat banyaknya abu yang tersembur. dilaporkan dalam Associated Press. Vanuatu. Gunung-gunung api yang melepaskan lava. Seperti halnya Maladewa.000 tahun yang lalu. Orang-orang Maladewa yang tidak terlibat dalam dunia wisata biasanya miskin.newsday. di mana teras-teras karang telah terangkat sejak 300. namun kehilangan besar dalam ‘jalan hidup’ manusia tetap terjadi (dari Barbara Keating dan Charles Helsley. Diperlukan beberapa tahun sebelum ekonomi kawasan tersebut pulih kembali. Hal yang sama terjadi setelah Topan Iniki menghantam Kauai. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir Kejadian-kejadian geologis: selama jutaan tahun. di mana terumbu karang di Pulau Simeulue. Indonesia terangkat keluar dari laut selama gempa bumi. teras-teras karang baru juga terbentuk setiap 2. Semenanjung Huon di Papua Nugini merupakan contoh yang mirip. Gempa bumi cukup sering terjadi di sepanjang lingkar Kaledonia Baru. yang juga merupakan tempat awal terjadinya bencana Desember 2004. misalnya Hawaii. menghentikan mesin ekonomi untuk pulau tersebut. hingga ke Phillipina dan Jepang. Para peneliti tersebut pergi ke Maladewa sekitar 6 minggu setelah tsunami sebagai bagian dari penelitian untuk membuat hotel dan bangunan lain di Hawaii lebih aman. karena larva karang sudah tersedia dari terumbu karang yang berada di dekatnya. Sampul laporan ini memberikan contoh jelas atas kerusakan parah yang terlokalisir akibat gempa bumi. Karang-karang besar maupun karang-karang rapuh seperti jenis-jenis dari marga Acropora yang bercabang. tapi masih tetap mengurangi energi gelombang. letusan gunung berapi. Letusan-letusan Gunung Montserrat di Karibia pada tahun 1995 dan Rabaul di Papua Nugini pada tahun 1994 telah melepaskan sejumlah besar abu yang menutupi terumbu karang di sekitarnya. 37 . letusan Pinatubo pada tahun 1991 telah mengakibatkan tertutupnya karang-karang di arah tengah barat Pulau Luzon di Phillipina. Reunion. walaupun tidak banyak korban jiwa setelah Topan Iniki. Sebagaimana yang terlihat selama gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005. Pemulihan karang dalam keadaan tersebut biasanya cepat. Namun. Terumbu karang yang terletak sangat dekat dengan sumber gempa mengalami patahan. hancur dan jatuh ke bawah tubir. Kep. Pepohonan tersebut dengan efektif memerangkap bebatuan dan meredam laju air. Hal ini menggambarkan betapa bencana seperti tsunami dapat menyebabkan masalah yang sama di seluruh samudera di dunia. Solomon.com). STUDI DI HAWAII MENEMUKAN BAHWA PEPOHONAN TELAH MEREDAM DAMPAK TSUNAMI Sebuah laporan dari para peneliti Universitas Hawaii menyimpulkan bahwa pepohonan dan semak-semak di antara jajaran bangunan dan laut telah membantu mengurangi dampak gelombang tsunami di Maladewa. Tsunami. dan hanya ada sedikit akibat yang dapat dilihat pada terumbu karang di perairan yang lebih dalam. walaupun sering juga parah. dan Indonesia menyebabkan kerusakan terumbu karang di kawasan-kawasan sekitarnya. Lingkar ini juga bersambung ke selatan Indonesia serta Kepulauan Andaman dan Nikobar.000 hingga 600. Papua Nugini. sering terumbu karang yang berdekatan dengan karang yang rusak maupun terangkat malah tidak terpengaruh. www. dan tsunami telah menyebabkan terumbu karang mengalami kerusakan episodik yang bersifat lokal. Pohon-pohon pandan (hala) dan perdu seperti kembang sepatu (hibiscus) tidak memiliki efek redam sebesar pohon mangrove. Di sana. Dinding-dinding beton dan kaca-kaca pengaman di hotel-hotel juga telah mengurangi korban.000 tahun. lava tersebut juga menyediakan substrat baru untuk karang yang dengan cepat membentuk koloni di bebatuan yang baru tersebut.Gempa Bumi.000 hingga 12. gempa bumi. Sebagai contoh.

di mana setiap gelombang menambahkan dampak yang telah dibuat oleh gelombang sebelumnya. sehingga secara sebagian mengurangi dampak tsunami terhadap daratan. Cuaca yang tidak biasanya 38 . Hantaman meteor telah menyebabkan kerusakan hebat terhadap terumbu karang pada beberapa kejadian kepunahan utama. Sekali lagi. telah mengembangkan komunitas karang yang rendah dan tahan gelombang. Kawasan sekitar tersebut akhirnya berfungsi sebagai penyedia larva terumbu karang untuk memulihkan terumbu karang yang rusak. Kebanyakan terumbu karang mengalami kerusakan minimal dengan kerusakan maksimum 10% di kebanyakan kawasan. di mana kawasan sekitarnya hanya rusak sebagian atau malah tidak tersentuh badai. Kerusakan akibat tsunami sering menyerupai kerusakan akibat badai tropis. taifun. tinggi gelombang tsunami jauh lebih tinggi dari gelombang karena badai tropis. Nikobar di utara (dari Viacheslav Gusiakov). tak ada kejadian serupa itu yang menghancurkan ekosistem bahari akhirakhir ini. biasanya terjadi di luar 7o Lintang Utara maupun 7o Lintang Selatan. Namun. Kejadian-kejadian tersebut biasanya terlokalisir dan memberikan dampak utama pada terumbu karang di paparan yang dangkal. terumbu karang tersebut biasanya cepat pulih dari tekanan tersebut. seperti di Guam dan atol-atol Pasifik. Terumbu karang yang mengalami banyak badai tropis. Iklim dan cuaca: Badai tropis (siklon. Hal ini merupakan indikasi bahwa terumbu karang memang menyerap sebagian energi tsunami. Kebanyakan terumbu karang di luar lintang tersebut telah mengalami badai tropis dan biasanya pulih dari kerusakan yang dialami. Sebuah badai tropis dapat mengirimkan gelombang yang menghancurkan terumbu karang selama beberapa hari. sementara gelombang badai biasanya pecah di terumbu karang. sebagaimana telah diamati dari tsunami Samudera Hindia. Karang juga dapat mati karena pemasukan air tawar selama badai tropis. hurikan) adalah hal yang umum terjadi di lautan tropis. Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004 terjadi kira-kira di pertengahan garis patahan dari Timor di daerah timur hingga Kep. Kerusakan biasanya terlokalisir.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Peta ini memperlihatkan zona-zona kegiatan seismik utama untuk gempa bumi dan gunung api yang dapat menyebabkan tsunami. Kebanyakan gelombang yang terjadi tanggal 26 Desember melanda karang dan menghempas di pantai-pantai. Namun.

wabah predator seperti bintang laut duri (Acanthaster planci) dan gastropoda pemakan karang Drupella telah menimbulkan kerusakan besar terhadap terumbu karang.” ujarnya. “Belum pernah ada yang pergi ke tempat seperti ini dalam waktu sedini ini. “Tapi. kecuali pada satu tempat di lepas pantai Sumatra.000 m. masih terjadi diskusi hangat tentang apakah kejadian-kejadian tersebut adalah alami. “Orang pasti mengira tempat seperti ini akan cepat dikolonisasi lagi. Pada umumnya.coml. lima bulan setelah gempa bumi. www. di mana tak satu pun mahluk hidup terlihat. Namun terdapat semakin banyak bukti akan meningkatnya penyakit-penyakit karang dalam beberapa dekade terakhir yang juga sangat berkaitan dengan kegiatan manusia yang mengganggu ekosistem. kawasan yang terbentuk akibat runtuhnya jurang bawah laut ini tetap kosong. Mereka sangat terkejut ketika menemukan sebuah ‘zona mati’. laut sangat dingin. Profesor O’Dor berpikir bahwa jurang yang runtuh telah mengubur sumber makanan ikan-ikan pemakan serasah di dasar laut (bottom feeders). para ahli biologi menemukan sedikit atau bahkan tidak adanya dampak tsunami terhadap fauna laut dalam. bintang mengular. krustasea. 39 . ILMUWAN MENEMUKAN ‘ZONA MATI’ DI EPISENTRUM TSUNAMI Pada ekspedisi ilmiah ke episentrum tsunami yang terjadi pada Desember 2004 yang lalu. Kebanyakan jenis baru telah ditemukan di sudut-sudut terdalam dan terpencil dari lautan. Namun hal itu tidak terjadi. Tsunami. atau disebabkan. namun tidak menemukan satu pun tanda-tanda kehidupan. Walaupun kedua binatang tersebut mengalami evolusi di terumbu karang. angka tersebut telah berlipat hampir tujuh kalinya dengan lebih dari 1. dan cacing. Saat ini ada gunungan bukti bahwa timbulnya wabah predator yang parah tersebut berkorelasi dengan gangguan manusia terhadap ekosistem atau perubahan iklim global. tanpa kehidupan. para ilmuwan yang terlibat dalam survei bahari global tersebut melakukan penyelaman selama 11 jam di episentrum tsunami tersebut. Penyakit-penyakit yang dialami oleh karang dan biota terumbu karang yang lain juga merupakan tekanan alami yang kemungkinan telah berevolusi bersama dengan organisme-organisme tersebut selama jutaan tahun. mereka akan menemukan suatu bentuk kehidupan. oleh kegiatan manusia.” Kelompok tersebut sempat berharap untuk menemukan beberapa jenis ikan dan cephalopoda. Biasanya jika seseorang pergi ke dasar laut di mana pun dan mengambil sampel atau melihat ke sekitar. kecepatan tumbuh kehidupan adalah proporsional dengan suhu.” Profesor O’Dor melanjutkan. atau diperparah.700 ahli dari 73 negara bekerja untuk menghasilkan sensus pertama pada tahun 2010. Tekanan-tekanan biologis: Karang dan organisme lain yang hidup di terumbu dapat terpapar oleh tekanan-tekanan biologis seperti predator dan penyakit. spons. Kebanyakan bukti tersebut diperoleh dari peristiwa-peristiwa di Karibia dan sekitarnya selama tahun 1980-an dan 1990-an. Di kedalaman ini. “Sepertinya diperlukan waktu beberapa lama sebelum tempat ini menjadi normal kembali. Proyek 10 tahun tersebut dimulai pada tahun 2000 dengan sekitar 250 kolaborator. Belum pernah ada preseden seperti ini. yang pada gilirannya mempengaruhi predator-predator besar. Tidak ada yang tumbuh dengan sangat cepat pada suhu 4° C.org).” Penemuan dan pelaporan temuan di episentrum tsunami ini menandai separuh capaian dari sebuah proyek ambisius untuk membuat katalog seluruh kehidupan di laut pada tahun 2010. dan sering menghancurkan kawasan karang yang luas. Dalam lima tahun berikutnya. Para ilmuwan percaya bahwa semua hidupan laut yang sudah dikenali saat ini mungkin hanya merupakan 10% dari seluruh hidupan laut yang ada (dari Sensus Hidupan Laut – the Census of Marine Life. kedalaman sekitar 4. Lima bulan setelah kejadian tsunami 2004. karang. dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir hangat dan tenang dapat juga mengakibatkan pemutihan karang yang merusak terumbu karang (lihat di bawah). Ron O’Dor dari Dalhousie University di Canada yang bekerja untuk proyek Sensus Hidupan Laut berkata. Lampu terang kapal selam ilmiah mereka menyoroti kegelapan. Tidak ada apapun kecuali keheningan yang menakutkan. teripang. Dalam dekade terakhir.Gempa Bumi.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Tekanan-tekanan Antropogenik
Walaupun terumbu karang telah mengalami tekanan-tekanan alami selama proses evolusi dan perkembangannya, tekanan antropogenik adalah fenomena baru yang sekarang paling banyak menyebabkan kerusakan terumbu karang. Buku ‘Kondisi Terumbu Karang Dunia: 2004’ (‘Status of Coral Reefs of the World: 2004’) telah melaporkan 10 tekanan antropogenik spesifik yang terbagi dalam tiga kategori: tekanan manusia secara langsung; ancaman perubahan global; serta kesadaran pemerintah dan kemauan politik yang rendah. Tekanan-tekanan ini banyak menyebabkan krisis global terumbu karang. Perkiraan saat ini adalah 20% dari terumbu karang sedunia telah hancur sedemikian rupa, sehingga mekanisme pemulihan alami tidak lagi efektif. Kebanyakan kehancuran tersebut proporsional dengan tingkat aktivitas manusia di dekat kawasan tersebut, terutama jika beberapa tekanan terjadi bersamaan pada satu kawasan terumbu karang. Namun kehancuran yang diderita ternyata cukup bervariasi sehingga tidaklah mungkin untuk membuat peringkat faktor penyebab kerusakan berdasarkan tingkat keparahan yang dihasilkan. Karang-karang di dekat daratan besar dengan populasi tinggi, lebih rawan terkena polusi zat hara dan sedimentasi. Di lain pihak, kegiatan perikanan yang merusak dapat menjadi ancaman utama karang-karang terpencil. Perubahan iklim global semakin menjadi ancaman dengan kerusakan yang terjadi akibat meningkatnya suhu dan keasaman lautan. Seluruh ancaman ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan pemahaman yang rendah akan masalah-masalah yang dihadapi oleh terumbu karang, serta tidak cukupnya tindakan pemulihan yang diakibatkan oleh rendahnya kemauan politik oleh para pembuat kebijakan nasional dan internasional.

Tekanan manusia secara langsung
Polusi sedimen: sedimen secara langsung memberi tekanan pada karang dengan mengurangi sediaan energi cahaya. Hal ini menghambat pertumbuhan karang, menutupi luasan karang, dan juga menambah penyakit karang. Polusi sedimentasi biasanya terjadi karena tata guna lahan yang buruk, penebangan hutan di daerah resapan air, pembangunan kawasan pesisir, dan penggalian untuk saluran dan pelabuhan. Polusi hara dan kimia: kebanyakan terumbu karang berevolusi di lingkungan yang rendah kadar haranya. Hal ini menyebabkan polusi hara dan kimia (yaitu zat hara organik dan non-organik, senyawa organik kompleks, dan logam berat) adalah penyebab utama rusaknya terumbu karang. Polutan-polutan ini tiba di kawasan terumbu karang dalam bentuk sedimen, limbah yang tidak mengalami perlakuan, sampah-sampah pertanian dan peternakan, serta limbah industri. Hal-hal tersebut memberikan tekanan kepada karang dengan cara memupuk pertumbuhan plankton yang pada gilirannya mengurangi cahaya yang masuk; merangsang pertumbuhan pesaing-pesaing karang; dan mempercepat perkembangan penyakit karang. Penangkapan ikan yang merusak dan berlebihan: kegiatan ini memberikan tekanan paling banyak pada terumbu karang sebagai akibat meningkatnya populasi manusia, pertumbuhan ekonomi regional dan permintaan global untuk makanan laut. Di masa lalu, kapal-kapal nelayan kecil hanya dapat menjangkau beberapa terumbu karang. Namun sekarang, kapal-kapal ikan besar bermotor yang terbuat dari aluminium dan fiberglass menyebabkan penangkapan berlebih di kawasan terumbu karang yang terpencil. Pada awalnya, target tangkapan para nelayan tersebut adalah ikan-ikan yang sangat dekat kehidupannya dengan karang, seperti kerapu, kakap, dan ikan kakatua (wrasse) besar. Ketika hasil tangkapan mulai menurun, para nelayan mulai menggunakan perangkap-perangkap yang lebih efektif, rawai dengan jaring yang kecil, serta tombak untuk menangkap ikan. Saat teknik-teknik tersebut gagal memberikan hasil tangkapan yang memadai, nelayan dapat saja memilih menggunakan bom untuk menambah hasil tangkapan. Penangkapan ikan yang merunut rantai makanan dari paling atas yaitu tingkat predator, ke omnivora, ke herbivora, dan akhirnya ke jenis-jenis pemakan plankton inilah yang 40

Gempa Bumi, Tsunami, dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir

akhirnya dapat mengganggu ekologi alami terumbu karang. Sebagai contoh, hilangnya ikan-ikan pemakan alga telah menyebabkan pertumbuhan makroalga yang berlebih. Hilangnya ikan-ikan predator dan omnivora juga menyebabkan meningkatnya predator terumbu karang itu sendiri. Sebuah contoh lain untuk penangkapan ikan yang berlebihan adalah adanya bukti bahwa ikan-ikan hiu makin sulit dijumpai di banyak terumbu karang, akibat pemanenan hiu untuk pasar sirip hiu di Asia. Pemboman ikan dan peletakan jangkar kapal juga dapat menyebabkan kerusakan fisik secara langsung terhadap hamparan karang, yang akhirnya mengurangi habitat ikan. Sulit sekarang untuk melihat ikan lebih panjang dari 10 cm di banyak terumbu karang di Afrika Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Karibia. Penggunaan sianida untuk memabukkan ikan-ikan di balik karang merupakan sebuah teknik perikanan yang merusak karang yang akhir-akhir ini marak berkembang. Sianida digunakan untuk memasok kebutuhan perdagangan ikan hias dan ikan pangan hidup untuk restoran-restoran di Asia. Perikanan sianida ini umumnya bersifat berpindah-pindah dari satu terumbu ke terumbu lain. Pasaran ini tercipta karena kebutuhan yang sangat tinggi akan ikan-ikan bermutu tinggi di pasaran di Hong Kong dan kawasan-kawasan sekitar di dataran Cina. Pembangunan wilayah pesisir: Dengan meningkatnya populasi manusia dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan pesisir pun meningkat. Modifikasi garis pantai yang tidak sesuai, dapat merusak ekosistemekosistem alami dengan cara mengubah pola arus dan meningkatkan jumlah sedimen yang tersuspensi. Pembangunan pelabuhan, hotel, jetty, dan bandara di atas hamparan terumbu karang, serta pembuatan dinding-dinding penahan abrasi garis pantai juga dapat mengakibatkan kerusakan karang. Penambangan karang dan pasir yang berlebihan juga merupakan kegiatan yang sangat merusak. Walaupun tidak sah, akhir-akhir ini kegiatan tersebut telah meningkat karena merupakan bagian dari upaya yang terburu-buru untuk kembali membangun kawasan pasca tsunami.

Ancaman Perubahan Global
Walaupun tekanan langsung akibat kegiatan manusia telah merusak terumbu karang sejak beberapa dekade, dan tetaplah menjadi ancaman yang paling signifikan saat ini, kini perubahan iklim global menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan terumbu karang dalam waktu dekat. Diperkirakan perubahan iklim akan menyebabkan kenaikan suhu air laut dan permukaan air laut, meningkatnya frekuensi dan intensitas badai tropis, dan bertambahnya konsentrasi CO2 terlarut. Walaupun kenaikan permukaan air laut bukanlah masalah bagi terumbu karang, hal ini akan mengancam populasi manusia yang menempati pulau-pulau karang yang berkontur rendah. Sebaliknya, meningkatnya suhu air laut menyebabkan lebih banyak terjadinya badai-badai tropis dan kadar keasaman laut, yang kini merupakan ancaman-ancaman utama bagi terumbu karang. Pemutihan karang dan badai-badai yang parah di Karibia dan sekitarnya di tahun 2005 terjadi karena meningkatnya suhu permukaan air laut. Pemutihan karang: Hal ini umumnya terjadi karena suhu laut yang lebih tinggi dari kisaran normal. Meningkatnya kejadian pemutihan karang akhir-akhir ini berhubungan langsung dengan perubahan iklim global. Peristiwa El Niño - La Niña di tahun 1997-98 telah menyebabkan banyak kematian karang di seluruh Samudera Hindia, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat. Diperkirakan 16% terumbu karang dunia secara praktis hancur pada tahun 1998 (walau beberapa telah pulih setelah itu). Pada tahun-tahun belakangan ini, El Nino makin sering terjadi, dengan interval yang makin berkurang dari 12 tahun ke kurang dari 7 tahun sekali, walaupun catatan sejarah memang masih terlalu sedikit untuk mengkonfirmasi kecenderungan ini. Walaupun tidak sampai menyamai kejadian tahun 1998, beberapa kejadian pemutihan karang yang signifikan juga terjadi pada tahun 2000, 2002, 2003, dan 2005 di berbagai belahan dunia. Namun pada tahun 2002, Great Barrier Reef di Australia juga mengalami kejadian pemutihan karang dengan skala yang menyamai tahun 1998.

41

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

Badai tropis: Kenaikan frekuensi dan intensitas badai tropis juga diperkirakan merupakan dampak dari perubahan iklim global. Badai-badai semacam itu akan mengancam terumbu karang dan mengurangi proses pemulihan karang yang rusak karena akibat lain. Dengan meningkatnya permukaan laut, ombak badai yang timbul saat badai tropis akan membahayakan pulau-pulau karang berkontur rendah, terutama negara-negara atol (Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, dan Kiribati). Meningkatnya konsentrasi CO2: Meningkatnya jumlah CO2 di atmosfir yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akan memperbesar konsentrasi CO2 terlarut dalam air laut. Pada gilirannya, hal ini akan menyebabkan lebih tingginya kadar keasaman air laut, yang mengurangi laju pengapuran karang dan biota laut lainnya, seperti alga pengapur, moluska, dan foraminifera. Penyakit, wabah, dan jenis invasif: Hal-hal tersebut nampaknya meningkat. Ada korelasi yang kuat antara timbulnya penyakit utama karang, merebaknya wabah serta timbulnya jenis invasif dengan gangguan yang diberikan manusia kepada lingkungan alami. Penyakit-penyakit karang telah sering diamati untuk menindaklanjuti kejadian polusi atau pemutihan karang. Implikasi pengamatan tersebut adalah bahwa karang yang mengalami stress juga menjadi kurang mampu menolak infeksi. Saat ini, 29 penyakit karang sudah ditemukan di lebih dari 150 jenis karang di Karibia dan Indo-Pasifik. Akibatnya, Karibia dan sekitarnya mengalami kerusakan karang yang lebih tinggi dibandingkan dengan karang-karang di IndoPasifik. Pada saat yang sama, terjadi ledakan wabah predator karang, seperti bintang laut berduri/bulu seribu (Acanthaster planci). Semakin banyak laporan tentang timbulnya wabah semacam itu di dekat pemukiman manusia, terutama jika ada bukti penangkapan ikan yang berlebihan dan/atau peningkatan pasokan zat hara dari daratan. Kedua situasi tersebut mendukung kelangsungan hidup bintang laut berduri pada fase planktonik dan juwana. Laporan juga masuk mengenai kerusakan karang akibat predasi dari moluska gastropoda Drupella. Selain itu, kematian masal bulu babi pemakan alga, Diadema antillarum, di Karibia pada awal 1980-an telah menyebabkan perubahan besar pada terumbu karang di kawasan tersebut dengan adanya ledakan pertumbuhan alga. Kini jenis invasif dikenal sebagai ancaman potensial utama terhadap keseimbangan ekologis terumbu karang. Penyakit yang membunuh Diadema antillarum kemungkinan masuk ke Karibia dari Kanal Panama. Jenis invasif yang telah merusak karang-karang di Hawaii dan Karibia juga dicurigai masuk melalui air balas (ballast) kapal-kapal kargo, atau dari pelepasan spesimen akuarium yang tidak dilaporkan dengan baik.

Kepemimpinan, kesadaran, dan kemauan politik
Jumlah penduduk dan kemiskinan: Tekanan-tekanan antropogenik meningkat karena bertambahnya jumlah penduduk dan interaksi mereka dengan terumbu karang. Tekanan tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan meningkatnya kebutuhan manusia untuk pindah ke kawasan pesisir yang jauh dari lahan pertanian yang tidak produktif. Hal ini memperbesar eksploitasi sumber daya terumbu karang melebihi batas-batas lestari. Tekanan semacam ini akan tetap berlangsung di kawasan terumbu karang, kecuali dilakukan tindakan pencegahan. Kemampuan dan sumber daya yang tidak memadai: Kebanyakan negara yang memiliki terumbu karang tidaklah memiliki sumber daya logistik dan pendanaan yang memungkinkan untuk pengelolaan terumbu karang yang efektif. Kebanyakan negara tersebut adalah negara berkembang berbentuk pulau kecil (SIDS – Small Island Developing States) atau negara berkembang tropis pesisir yang dimintai bantuan oleh masyarakat dunia untuk melindungi sumber daya terumbu karang mereka yang kaya akan pangan dan keanekaragaman hayati. Hal ini hanya mungkin terjadi jika masyarakat dunia memberikan bantuan 42

Hal ini dapat membuat mereka beranggapan bahwa isu-isu lingkungan dapat dipecahkan di lain waktu. Selain itu. yaitu: tekanan dari kegiatan manusia secara langsung. Diramalkan bahwa terumbu karang di Samudera Hindia akan pulih dari kerusakan akibat tsunami yang lalu dalam waktu 5 hingga 10 tahun. ancaman perubahan global. maka terumbu karang akan memiliki kelentingan dan ketahanan yang lebih tinggi terhadap bencana-bencana alam. dari masyarakat kecil hingga pejabat-pejabat pemerintah. Pemerintah sering menghadapi masalah penyediaan pangan dan papan dengan dana yang terbatas untuk penduduk yang makin bertambah. Walaupun ada beberapa contoh tentang kerusakan parah di beberapa tempat. seraya memastikan bahwa kegiatan pembangunan fisik dilakukan di balik jajaran gundukan utama pasir pantai. banyak pemerintah negara berkembang yang telah mendeklarasikan Daerah Perlindungan Laut (Marine Protected Area – MPA) untuk melindungi terumbu karang mereka. Seperti halnya pengelolaan yang efektif juga akan memberikan perlindungan bagi garis pantai kawasan tropis dari serangan ombak badai yang diperkirakan akan sering terjadi bersamaan dengan perubahan iklim global. Bernard Salvat. yang di dalamnya masing-masing juga memuat lebih banyak lagi informasi pustaka: 43 . dan Tekanan-tekanan Lain terhadap Terumbu Karang dan Sumber Daya Pesisir pelatihan. ACUAN Bab ini memperoleh bahan dari pustaka-pustaka berikut ini. yang memang terjadi secara tidak rutin. dana. kerusakan di darat akibat tsunami dapat dikurangi melalui pengelolaan yang efektif yang akan melindungi terumbu karang dari penambangan karang dan kegiatan merusak lainnya. sehingga mereka mampu menerapkan kegiatan konservasi secara terus menerus. Sebagai contoh. Pengelolaan sumber daya alam harus terus dititikberatkan pada tekanan-tekanan utama yang menghasilkan kerusakan utama pada terumbu karang. dari sudut pandang terumbu karang. Kemauan politik yang rendah dan kapasitas kepemimpinan: Hal ini sering terjadi akibat kurangnya informasi yang berkaitan dengan pentingnya terumbu karang dan masalah-masalah yang dihadapi ekosistem ini dalam setiap lapisan masyarakat. namun tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menegakkan peraturanperaturan konservasi. PENINJAU Glenn Dolcemascolo. serta tidak memadainya kepemimpinan. dengan syarat bahwa tekanan-tekanan antropogenik juga dikurangi. Masyarakat dunia dapat membantu dengan cara membuat kegiatan yang bertujuan untuk mengelola kerusakan terumbu karang pada tingkat akar rumput. Selain itu perlindungan mangrove dan hutan-hutan pesisir harus dilakukan. kebanyakan terumbu karang dan mangrove mengalami kerusakan sedang. dan kemauan politik. Namun. kesadaran. tsunami harus dipandang sebagai salah satu tekanan alami yang tidak dapat dihindari. Helen Fox. Sekiranya pengelolaan yang efektif terjadi. dan Kristian Teleki.Gempa Bumi. Sehingga. dan sumber daya kepada negara-negara tersebut. Tsunami. bantuan juga dapat diberikan untuk menerapkan kepemerintahan yang efektif yang akan memberantas korupsi. yang dapat dibandingkan dengan kerusakan akibat badai tropis yang ganas. Nicola Doss. KESIMPULAN: TSUNAMI DAN TERUMBU KARANG Tidak ada bukti bahwa kerusakan parah di daratan akibat tsunami juga terjadi pada terumbu karang dan ekosistem pesisir lain di Samudera Hindia.

Makalah dipresentasikan pada sesi ‘Reefs of the World’ pada World Maritime Technology Conference. Wilkinson C (2006) Finding the balance in coral reef conservation: lessons from the global report and the Indian Ocean tsunami. Dalam: Wilkinson C (ed.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Chatenoux B. Peduzzi P (2006) Impacts from the 2004 Indian Ocean Tsunami: analysing the potential protecting role of environmental features. dalam persiapan. Global Coral Reef Monitoring Network and Australian Institute of Marine Science. Australia. 44 . pp. 07 Maret 2006 dan dipublikasikan dalam prosiding. Townsville.) Status of coral reefs of the World: 2004. Natural Hazards. Wilkinson C (2004) Executive Summary. (disusun oleh UNEP GRID). Queensland. 7-50.

000 nelayan dan keluarganya merasakan dampak tsunami. dan pariwisata mengalami kehancuran yang parah. dan dermaga-dermaga mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerusakan di Aceh mencapai US$ 72. DAN YUNALDI YAHYA RINGKASAN Tsunami tahun 2004 adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Indonesia. namun terdapat perbedaan mencolok antara kerusakan di satu tempat dengan tempat lainnya. sebagian besar mengalami kerusakan sedang akibat tsunami. maka 42. IBNU HAZAM. GIORGIO BAVESTRELLO. ANNELISE HAGAN. STATUS TERUMBU KARANG DI INDONESIA PASCA TSUNAMI DESEMBER 2004 CIPTO AJI GUNAWAN. lebih dari 500. serta menelan korban jiwa dan kerusakan fasilitas lebih banyak dari kejadian-kejadian lain yang tercatat 45 . Pada akhirnya. YAN MANUPUTTY. dan lebih dari 250.000 orang kehilangan rumah mereka. tanggul-tanggul pencegah banjir. budidaya air. Terumbu karang di beberapa lokasi mengalami kerusakan struktur karena gempa bumi. Lebih dari 120. di bagian utara Sumatra. Karena perikanan merupakan kegiatan yang paling penting di kawasan yang terlanda tsunami. AYU DESTARI.000 rumah hancur atau rusak. serta tekanan wilayah pesisir seperti penangkapan ikan yang berlebih. PENGANTAR Tsunami tahun 2004 telah menimbulkan kerusakan parah di Propinsi Aceh. Pemecah ombak. Sektor-sektor pertanian. sehingga mengancam ketersediaan pangan dan mata pencaharian masyarakat.3. IVAN SILABAN. SILVIA PINCA. total kerugian melebihi US$ 4.000 orang meninggal atau hilang. NISHAN PERERA. CARLO CERRANO. serta Ancaman terparah yang terus menimpa terumbu karang adalah puing-puing yang terbawa ke lautan.250 hektar terumbu karang di tempat tersebut. saluran-saluran irigasi. walau sebagian lagi rusak total. dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$ 52 milyar. Kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 30% dari total 97. sementara terumbu lain di dekatnya hanya mengalami kerusakan kecil.000 hingga 58. BOB FOSTER. dan pembangunan yang tidak lestari. perikanan. GERRY ALLEN.1 milyar. ZEEHAN JAAFAR. kebanyakan terumbu karang akan pulih kembali jika tidak mengalami stress lanjutan. polusi.5 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh).

menimbulkan kerusakan luar biasa terhadap garis pantai dan penduduk di sana. atau mengalami trauma lainnya. Sekitar 750.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam sejarah Indonesia. Aceh Besar.45 milyar (sekitar 97% dari pemasukan daerah Aceh). lebih dari 500. Kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan yang dilanda tsunami diperkirakan berkurang hingga 14%. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai US$ 4. Tsunami tersebut membungkus tepian pulau. gelombang tsunami membanjiri kawasan tersebut hingga setidaknya 2 km ke arah daratan. teman. Kerusakan terparah di daratan terjadi di kawasan Propinsi Aceh yang terdekat. dan dermaga mengalami kerusakan parah. penyu sisik. menimbulkan dampak yang parah dan meluas mulai dari Meulaboh hingga Banda Aceh. dan Aceh Jaya. Dua cagar alam laut yaitu Cagar Alam 46 . termasuk kehilangan produktivitas sebesar US$ 1 milyar. Citra satelit kawasan tersebut menunjukkan perubahan drastis pada garis pantai dan dasar laut sekitarnya.1 juta. walaupun banyak juga yang menderita secara tidak langsung akibat hilangnya sanak keluarga. Gelombang tsunami pertama menghantam Pulau Simeulue. 40 km dari episentrum. dan penyu belimbing yang memerlukan pantai-pantai tersebut untuk bertelur. mata pencaharian.000 rumah hancur atau rusak.000 jiwa terkena dampak langsung tsunami. Hilangnya banyak pantai di pesisir barat dapat mengurangi potensi reproduksi penyu hijau. dengan intrusi air laut melanda sungai dan muara hingga 6 km jauhnya. gelombangnya membanjiri desa-desa pesisir utara Sumatra hingga 500 m ke arah daratan. hanya beberapa menit setelah gempa terjadi. dan lebih dari 250. Gelombang setinggi 30 m menghantam pesisir barat dan timur Sumatra.000 jiwa. Kerusakan yang diderita Indonesia sangatlah parah: korban jiwa atau orang hilang lebih dari 120.000 manusia kehilangan rumah tinggal. Di bagian barat pulau Sumatra. Pemecah ombak. Diperkirakan kerusakan sistem pengendalian banjir dan pemecah ombak di daerah Aceh saja mencapai US$ 72. banjir kanal.

Gelombang air hanya berjarak sekitar beberapa meter dari mereka. Setelah sekitar 4 menit. Getaran gempa itu kemudian menjadi makin keras. serta 30 sanak keluarga (dari David Lines. Menjelang pertengahan tahun 2005. Saya sadar. serta infrastruktur pesisir yang tidak stabil. melalui pepohonan. Lebih dari 590 jenis karang keras telah dicatat sebelum tsunami. Dengan 340 situs pemantauan awal. Tak satupun tertinggal. Kami melompat ke dalam mobil. sebelum gempa yang lebih besar mengambrukkan rumah saya. Pada pukul 8 pagi kami merasakan getaran awal gempa.php) 47 . dan zikir mereka bertambah keras seiring dengan bertambahnya kekuatan getaran yang terasa. lalu melihat gelombang berwarna hijau setinggi 12 meter dengan bibir busa berwarna kuning menghampiri terumbu dekat mulut sungai. kami dapat melihat ombak memecah di terumbu karang lepas pantai. Nurma istri saya menengok ke belakang dan melihat Bebe. sekalipun studi yang rinci tentang dampak tsunami terhadap Daerah Perlindungan Laut (MPA) di Indonesia belum dilakukan. kami mendengar tiga ledakan besar yang teredam. Saya langsung berpikir untuk mengambil apapun yang kami perlukan dari rumah dalam waktu jeda antar getaran. dengan cahaya di lepas pantai dan ombak setinggi kepala. hampir dua kali lipat kondisi awal. Bersama dengan lembaga-lembaga internasional seperti Reef Check SEBUAH KESAKSIAN “Kami tinggal di belokan sungai di desa Lhoknga. Sejak 1994. gelombang seperti itu pasti dengan mudah menyapu rumah kami. Terumbu karang dan hutan mangrove juga hancur oleh tsunami.edu. dan bermacam-macam benda lain yang tersapu ke dalam lautan.com. diperkirakan sekitar 500. Kami keluar masuk rumah. Kami merunduk begitu gempa semakin parah. banyak di antaranya dikelilingi oleh terumbu karang. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Dari 17. Hari Minggu tanggal 26 Desember 2004 adalah hari yang cerah. termasuk diantaranya pasokan limbah padat yang mengandung logam berat dalam konsentrasi tinggi. Tanah tempat kami berpijak naik dan turun seperti piston. pemantauan terumbu karang telah dilakukan di bawah koordinasi Coral Reef Rehabilitation and Management Programme (COREMAP). Setelah sekitar 20 menit. wavelines@hotmail. Ancaman paling serius terhadap terumbu karang berasal dari sampah alami dan sampah buatan manusia. gempa mereda.900 ha) dan Taman Wisata Laut Kapulauan Banyak (227. mereka sudah sangat dekat dengan maut. hampir semua rumah hancur. menghitung waktu di antara getaran. pepohonan. jauh dari pepohonan. seperti kendaraan. dan menghambat pertumbuhan larva karang baru. Aceh.500 ha) berada dalam kawasan bencana. kemudian lari ke rerumputan. kontaminasi air tanah. Banyak terumbu karang di Indonesia memiliki lebih dari 140 jenis karang keras. Para wanita mulai berteriak saat lautan mulai mendorong sungai ke pedalaman. diikuti suara menggelegar seperti halnya pesawat jet bernada tinggi. Kami berlari ke sungai untuk mengintip di antara pepohonan. Istri saya kehilangan ibunya. Sekitar 5-7 juta m3 sampah terakumulasi di kawasan bencana. Getaran itu kembali lagi secara periodik.au/ahb/dave.sifr. laporan menyeluruh di www.000 m3 lumpur dan sampah masih menyelimuti kota Banda Aceh. Kami tidak dapat melakukan apapun.500 pulau di Kepulauan Nusantara. Kawasan pesisir mengalami kerusakan langsung dan tidak langsung. Para wanita berdoa kepada Allah. dengan jalur-jalur busa warna kuning dan putih yang dengan cepat membanjiri pinggir sungai kami setinggi 3 m. infrastruktur pesisir. Dari teras rumah. Hampir 80% penduduk Kampung Monikuen dan Weuraya meninggal. dua orang saudaranya. Sementara perhatian saya terfokus ke depan. sedimen. dari laut.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Laut Pulau Weh (3. kecuali beberapa pohon cemara laut yang terhempas sejauh 10 m. ahli tumbuhan berumur 65 tahun yang berusaha menanjaki jalan dengan anak-anak dan cucunya. kini mereka telah memiliki 648 situs pemantauan permanen di seluruh Indonesia.jcu. Banyaknya sisa sampah dan sedimen akan terus menggerus dan menutupi karang.

Project Wallacea di Wakatobi.2 325. yang jelas teramati sebelum tsunami.531.5 18.8 38.132.0 154.2 66.4 Kehilangan 65.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan kerusakan dan kehilangan yang diderita perekonomian Indonesia.9 83. Dampak total Kerusakan Sektor sosial Perumahan Pendidikan Kesehatan Budaya/agama Infrastruktur Transportasi Komunikasi Energi Air/sanitasi Kendali banjir Sektor produktif Pertanian Perikanan Jasa Lintas sektor Lingkungan hidup Kepemerintahan Perbankan/keuangan Total dampak 1.6 154. Kegiatan manusia adalah penyebab utama penurunan kondisi terumbu karang di Indonesia. Penduduk dan pembangunan di kawasan pesisir telah meningkatkan polusi dan penebangan hutan.1 28.740.9 3.0 23.1 128.4 876.1 14.7 508. Kementrian Lingkungan Hidup.9 83.4 550.5 428.8 535.4 2.9 2.2 140.5 89.1 29.0 2.8 26.0 990.1 3.451.4 Umum 300.1 Indonesia.4 280.7 89.408. terutama pemboman dan peracunan dengan sianida yang marak di seluruh Indonesia.8 67.4 636.8 145.6 9.6 83.440.1 14.1 18. serta WWF di Bali dan Karimunjawa.9 548.461.8 8.920.6 257.5 89. COREMAP telah menstimulir pelatihan lokal dan koordinasi di seluruh Kepulauan Nusantara.9 1.3 110.6 1.6 Fasilitas Pribadi 1.2 89.1 89.6 1. Beberapa lembaga yang terlibat dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan terumbu karang di Indonesia adalah: Menteri Lingkungan Hidup yang memperhatikan isu-isu lingkungan.4 91.9 165.9 67.9 21.4 89.3 132.7 119.9 11.182.1 50.9 0.1 830.9 101. The Nature Conservancy di Komodo.9 29.0 4.1 1.0 390. Penangkapan ikan segar untuk pangan dan akuarium telah menimbulkan dampak yang buruk.2 Total 1.4 1.8 17.4 68. Indonesia menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang terdesentralisasi untuk menimbulkan rasa tanggung jawab akan sumber daya alam pada pemerintahan daerah.0 194. Direktorat Jendral PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam).1 13.1 224.6 652. Penangkapan ikan yang merusak. Departemen Kehutanan.4 9. yang berakibat pada masuknya sedimentasi dan polusi ke terumbu karang.8 82. juga telah menghancurkan terumbu karang. Saat ini. dari BAPPENAS 2005).1 14.674.8 510.437.5 17.5 166. 48 .1 351.9 562.8 221. dan Departemen Kelautan dan Perikanan.6 132. yang menggambarkan parahnya gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 (dalam US$ juta.9 446.5 83.9 409.7 1.8 370.2 1.4 240.398.0 394.

Paparan terumbu dangkal di teluk atau saluran-saluran yang sempit. 20 km di selatan Tapak Tuan. Blok Kluet: Lahan basah seluas 200 ha di Blok Kluet. Hutan mangrovenya mendukung kehidupan udang.250 ha terumbu karang menderita kerusakan senilai US$ 332. Kuala Jambu Air: Muara di pesisir utara Sumatra seluas 10. Namun. atau terlempar ke bagian lain terumbu. bebatuan. terkubur. Hutanhutannya dieksploitasi untuk batubara.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Berdasarkan hasil penelitian awal yang dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) diperkirakan bahwa 30% dari 97. Tsunami juga menyebabkan pasir di laguna tersedot total ke perairan yang lebih dalam. Hampir 75% dari terumbu di dekat desa Iboih rusak parah.10 m. Karang-karang yang tumbuh pada dasar yang kuat kebanyakan tidak terpengaruh tsunami. yang kemungkinan besar disebabkan oleh limpasan dari darat akibat berkurangnya vegetasi di daerah pesisir. buaya muara. ikan. Karang-karang yang tumbuh pada pecahan karang atau dasaran pasir yang tidak padat. Survei lanjutan pada 15 titik di sekitar Pulau Weh di tahun 2005 menunjukkan kerusakan yang berkisar dari patahan yang hampir tidak kentara hingga kerusakan yang parah. Terumbu karang pada Laguna Gapang (juga dikenal sebagai Teluk Lhok Weng) secara praktis hancur. Di kawasan semacam ini. kepiting. berubah menjadi pecahan karang. dan ditinggali oleh binatang-binatang yang terancam punah seperti harimau Sumatra. ekosistem lahan basah di pesisir pulau ini berada dalam kondisi yang relatif 49 . serta penyu sisik dan penyu belimbing. walaupun informasimengenai kondisi terumbu karang di Sumatra bagian utara sebelum tsunami masih terbatas. mengalami lebih banyak kerusakan. Pulau Simeulue: Sekalipun pulau ini mengalami kerusakan parah. karang diharapkan dapat pulih kembali dalam waktu beberapa tahun. Jika dibandingkan dengan survey tahun 2003. namun terumbu-terumbu di sekitarnya hanya mengalami kerusakan ringan. Meningkatnya sedimentasi di beberapa wilayah telah memicu pemutihan karang. Lebih dari 90% kerusakan timbul pada kedalaman antara 3 . kemungkinan karena berkurangnya pasokan cahaya matahari. Sekitar 14 ha (60%) hutan mangrove yang mengelilingi teluk juga hancur. mengalami kehancuran yang paling parah. Rata-rata tutupan karang pada tiga situs dangkal (< 2 meter) adalah sekitar 43% pada bulan Maret 2003 dan 47% pada bulan Maret 2005. Hasil dari survei singkat menunjukkan bahwa kerusakan bervariasi antar lokasi. sementara sebagian kecil terumbu hancur total (lihat foto sampul buku). masyarakat lokalnya tetap memelihara kearifan tradisional dengan mengungsi secepatnya ke dataran yang lebih tinggi begitu gempa bumi terjadi. serta banyak jenis burung. Sebelum tsunami. Sebagian besar terumbu mengalami kerusakan sedang. tidak ada perubahan signifikan terhadap karang keras di tempat tersebut 100 hari setelah tsunami. hanya mengalami kerusakan kecil. sedangkan terumbu yang tidak langsung terpapar oleh lautan bebas biasanya tidak terlalu terpengaruh tsunami. beberapa penyelam berpendapat bahwa kerusakan yang ada telah terjadi sejak sebelum tsunami. Banyak koloninya yang terbalik.4 juta. dan sisa pohon-pohon mangrove. Lahan basah ini meliputi rawa-rawa air tawar dan hutan gambut. Sekalipun beberapa terumbu yang langsung terimbas oleh gempa bumi menunjukkan kerusakan mekanis yang substansial.000 ha ini mengalami kerusakan relatif kecil. walaupun ada sedikit cabangcabang yang patah. Kerusakan yang berkaitan dengan tsunami di tempat-tempat lain. Namun demikian. bersifat tidak merata dan berkaitan langsung dengan topografi bawah laut serta bentuk dan struktur terumbu. Pola kehancurannya dapat diperkirakan. Pulau Weh: Terumbu karang yang mengelilingi Pulau Weh di lepas pantai Banda Aceh berada kurang dari 300 km dari episentrum gempa.dari marga Acropora masih mampu bereproduksi. karang. sedangkan situs-situs dengan garis pantai curam yang menjorok ke laut dalam biasanya selamat.

Kebanyakan kawasan mangrove di sekitar Aceh sudah terdegradasi sebelum tsunami 2004. dan gelombang baliknya membawa lumpur ke laut sehingga menutupi karang dan membuat air menjadi keruh. Kini banyak ikan pemakan alga (Acanthuridae. Dampak terhadap komunitas ikan: Rasio ikan pemakan karang dan ikan pemakan alga di Pulau Simeulue berubah akibat sedimentasi yang parah dan kerusakan mekanis terhadap karang (misal di Teluk Langi). hingga menutupi atau melibas kawasan-kawasan padang lamun yang penting. yang setara dengan kerugian bersih ekonomi sebesar US$ 2. Bagian terumbu karang yang terendam air masih bertahan hidup. Jarangnya ikan pemakan karang (Chaetodon trifasciatus. C. sehingga menambah sistem perlindungan pesisir. Banyak koloni karang yang terkubur sebagian oleh sedimen sehingga ada bagian yang mati.3 juta akibat tsunami. Terumbu karang. Sekalipun demikian. dan banyak pohon. Pulau Batee. Akibat gempa tersebut. Karang bercabang Acropora adalah karang yang paling terimbas. namun menjadi putih karena terpapar sinar matahari. padang lamun. Kepulauan Pulo Aceh: Kegiatan pemboman ikan yang dilakukan sebelum tsunami telah menyebabkan kerusakan parah pada terumbu karang di daerah ini (Pulau Breueh. laporan-laporan dari penduduk lokal dan organisasi-organisasi kemanusiaan memperkirakan bahwa kerusakan terlokalisir hanya di beberapa tempat. Situasi ini mirip dengan situasi di pulau Salaut Kecil di utara. ornatissimus. walaupun banyak karangnya yang menunjukkan kerusakan mekanis dan gejala-gejala penyakit. kebanyakan karena meningkatnya pembangunan pesisir. walaupun pesisir timur dan selatan pulau Simeulue tidak mengalami kerusakan parah. dan hutan mangrove di pulau ini didiami oleh banyak jenis yang terancam punah. trifascialis. sementara bentukan karang keras dan karang mengerak seperti Porites dan Goniastrea tampak utuh. Pulau Nasi. di mana satu petak batuan dasar laut terangkat dan terpapar matahari. Kerusakan mangrove: hanya 10% dari 345. Saat ini hanya ada sedikit data dampak tsunami terhadap mangrove Indonesia. triangulum. seperti pepohonan kelapa tercerabut dari akarnya dan pantai-pantai peneluran penyu menjadi hancur total. sehingga membunuh karang-karang di sana (lihat sampul depan). Pulau Teunom.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 baik. sepetak besar karang terangkat setinggi 1-2 m di atas permukaan laut.000 ha hutan mangrove di Aceh (terutama di Pulau Simeulue) yang masih berada dalam kondisi baik. Namun demikian. Namun banyaknya ikan juwana (70% dari ikan pemakan alga dan 80% dari ikan pemakan karang adalah juwana) di tempat-tempat yang mengalami sedimentasi tersebut merupakan pertanda baik untuk masa mendatang. 50 . Scaridae and Siganidae) memakan alga hijau yang tumbuh pada pecahan karang dan karang mati. dengan celah-celah di petak tersebut yang terjadi akibat gempa. Beberapa koloni besar Porites patah dan terguling ke pantai. Hanya ada sedikit data tentang status padang lamun Indonesia baik sebelum maupun sesudah tsunami. C. C. Bagian pesisir Barat Laut Pulau Simeuleu mengalami kerusakan parah. yang kemudian menyebabkan pemerintah mencanangkan Kecamatan Aceh Besar sebagai kawasan konservasi.000 ha mangrove telah rusak. termasuk tiga jenis penyu. telah dilakukan pengamatan oleh BAPPENAS yang memperkirakan kerusakan padang lamun seluas 600 ha. di mana gelombang tsunami masuk sejauh 1 km ke darat. meyeri) kemungkinan merupakan dampak langsung dari hilangnya karang. Tsunami telah menyebabkan kerusakan serius di Kepulauan Pulo Aceh. Seluruh biota pada terumbu yang terangkat ini masih tetap utuh. C. duyung. Hal ini tampak jelas pada terumbu-terumbu di depan sawah. Kebanyakan kerusakan padang lamun di Indonesia terjadi akibat arus balik yang membawa sejumlah besar sampah dan sedimen ke laut. Kerusakan padang lamun: Beberapa penyelam dan ilmuwan dari berbagai organisasi konservasi menyatakan bahwa mereka tidak pernah menemukan padang lamun di Kepulauan Pulo Aceh maupun di sekitar Pulau Weh. Perkiraan tahun 2000 menunjukkan bahwa lebih dari 25. dan beberapa pulau kecil).

Dibandingkan dengan ‘cagar alam laut’. Bergesernya sistem terumbu dari yang diliputi oleh karang menjadi yang diliputi oleh alga dapat diperparah oleh tsunami. Dimana kegiatan perikanan terkendali. tutupan karang yang rendah dengan tutupan alga yang tinggi di terumbu terjadi jika ada kegiatan perikanan yang merusak (seperti bom ikan) di tempat itu. Sedemikian kuat dan tingginya gelombang tsunami menyapu terumbu karang sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap karang sebelum tsunami tidaklah mempengaruhi kerusakan parah yang diderita oleh daratan (dari Andrew Baird. 51 . kerusakan terumbu karang di pesisir barat laut Aceh di Indonesia ternyata cukup terbatas.baird@jcu.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 APAKAH DAMPAK MANUSIA LEBIH BURUK DARI TSUNAMI? Sekalipun tsunami Sumatra-Andaman adalah salah satu bencana alam terburuk dalam catatan sejarah manusia. Kondisi terumbu karang sebelum tsunami di kawasan ini bervariasi di berbagai tempat dan berkorelasi dengan kegiatan manusia. Tutupan karang tertinggi terdapat di titik-titik yang dikelola berdasarkan tradisional masyarakat Aceh. tutupan karang hidupnya pun tinggi. nampaknya kegiatan manusia yang tidak lestari membawa dampak lebih parah terhadap terumbu karang di Aceh dibandingkan dengan gangguan alami yang jarang terjadi seperti tsunami. Sementara itu.5 hingga 2 m pada 15 titik di Pulau Weh dan Pulau Aceh di awal 2005). sistem ‘akses terbuka’ telah secara signifikan menurunkan tutupan karang akibat perikanan yang merusak. yang membawa pasokan sedimen dan zat hara.au). walaupun ada sebagian kecil kawasan yang hancur total.edu. Tutupan karang (%) Akses terbuka Cagar alam Sistem tradisional laut masyarakat Aceh Pengaruh kegiatan manusia terhadap tutupan karang keras digambarkan dengan jelas pada tempattempat di atas (diukur melalui 8 kali pengulangan dengan transek garis sepanjang 10 m dari 0. Namun. andrew.

8 = corymbose) serta 5 kelompok taksonomi dari karang keras lainnya (5 = Montipora. 10 = Pocilloporidae) yang diperoleh dari 8 kali ulangan untuk transek garis sepanjang 10 m yang dicatat pada kedalaman kurang dari 2 meter (dari Andrew Baird). kebanyakan terumbu tetap mengalami degradasi parah (dari www. 7 = Porites.coremap.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Taksa Tsunami tidak menyebabkan perubahan secara signifikan pada komunitas karang keras di perairan dangkal di Aceh. 9 = Scleractinia lain. 4 = meja bercabang. Status karang di Indonesia bagian barat Sangat bagus Bagus Cukup Buruk Data status terumbu karang Indonesia bagian barat dari Proyek COREMAP menggambarkan adanya sedikit perbaikan pada tutupan karang selama dekade terakhir. Diagram batang di atas menjelaskan tutupan karang rata-rata dari 5 kategori morfologis Acropora (1 = meja. 3 = bercabang.id/) 52 Persentase terumbu (%) . Sekalipun demikian. 2 = menjari. di mana kategori ‘Baik sekali’ dan ‘Baik’ mengalami peningkatan (yaitu untuk tutupan karang tinggi dan sedang).or. 6 = Faviidae.

melibatkan sekitar 42. kebanyakan nelayan belum kembali ke pekerjaan semula.9 juta. Pertanian: Selama beberapa bulan setelah tsunami.000 nelayan dan keluarganya. serta LSM internasional telah bekerja untuk menangani dan merehabilitasi sistem sosial dan ekologis yang rusak akibat tsunami.000 sumur perlu diperbaiki atau diganti. FAO memasok benih. Perikanan adalah kegiatan ekonomi utama di kawasan bencana. Pidie. Perikanan Tangkap: Total kerusakan sektor perikanan tangkap diperkirakan sekitar US$ 52 juta akibat hancurnya sekitar 65-70% armada perikanan skala kecil Aceh. sejumlah besar lahan pertanian dataran rendah tetap terendam air laut.000 KERUGIAN SOSIO-EKONOMI Seluruh desa dan kehidupan masyarakat sepanjang pesisir barat Sumatra hancur. Aceh juga memiliki industri besar pembuatan perahu untuk nelayan. Kerusakan akibat tsunami pada sektor ini diperkirakan mencapai US$ 51 juta. namun kini dampak sosio-ekonomi pasca tsunami sudah diteliti dengan baik. Kebanyakan kerusakan infrastruktur perikanan berupa hilang dan rusaknya kapalkapal ikan serta fasilitas dan perlengkapan pelabuhan. Daerah Aceh Besar Banda Aceh Pidie Aceh Utara/Bireun Aceh Barat Kerusakan mangrove (%) 100 100 75 30 50 Luasan mangrove yang rusak (ha) 26.000 – 58. Aceh Barat.000 ha tambak ikan di Aceh mengalami kerusakan serius. Budidaya air: Sebelum tsunami.823 < 500 17.000 14. adanya kontaminasi dan penggenangan air laut. dan produksi kemungkinan baru lagi terjadi dua tahun kemudian. Para korban yang selamat. Lebih dari 80. dan traktor untuk 8. Tidaklah jelas dampak kerusakan tersebut terhadap budidaya udang di Indonesia.000 26.000 ton udang dan ikan tiap tahunnya. bendungan. Aceh Besar. Aceh memberikan sumbangan substansial untuk larva udang liar (Penaeus monodon) untuk tambak udang. Sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh tsunami adalah budidaya air.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 Berikut ini adalah perkiraan kerusakan mangrove Indonesia akibat tsunami yang menggambarkan bahwa hutan mangrove tersebut menyerap sebagian besar energi gelombang. lembagalembaga pemerintahan. Budidaya air dan pertanian mengalami kerusakan parah karena rusaknya sistem irigasi. pupuk. Walaupun bantuan tersebut sukses. Dalam rangka memulihkan keamanan pangan dan mata pencaharian untuk para petani korban tsunami dan kelompok-kelompok rentan lainnya. dengan tambahan kerusakan US$ 8 juta untuk tambak ikan dan fasilitas pemerintah. merusak lebih dari 40. seperti pertanian.900 orang. sehingga kemungkinan melindungi infrastruktur dan masyarakat pesisir (dari WIIP 2005). Kerusakan paling besar terjadi di Banda Aceh.000 keramba ikan di Sumatra Utara hancur dan 27.000 hektar padi dan tanaman pertanian irigasi lainnya. budidaya ikan di Propinsi Aceh menghasilkan 20. Nagan Raya and Simeulue. Kerusakan infrastruktur irigasi di Propinsi Aceh mencapai US$ 37. Penelitian terdahulu terhadap kawasan-kawasan terpencil sulit dilakukan. 53 . sementara USAID memberikan hibah untuk membangun pabrik-pabrik es. Akumulasi sedimen menyebabkan kedalaman tambak-tambak yang tersisa menjadi berkurang. Aceh Jaya.000 – 48. Diperlukan sekitar 6-12 bulan untuk memperbaiki tambak. termasuk sistem sosial dan ekonomi mereka. Perancis telah mendanai program perbaikan pukat udang. perikanan tangkap. dan industri kecil. Sebanyak sekitar 1. Hal ini terjadi karena mereka masih kekurangan perahu atau mereka masih tinggal di kantong-kantong pengungsian yang terlalu jauh dari lautan.

3% pendapatan daerah. 54 . pemerintah Australia telah menjanjikan US$ 800 juta untuk membantu rehabilitasi Indonesia. sektor bisnis di kawasan bencana telah hancur sehingga sangat diperlukan bantuan untuk merehabilitasi industri wisata di Propinsi ini. Sebelum tsunami (1999) Sesudah tsunami (1999) Tutupan Karang (%) Titik Teupinpineung Pulau Rubiah Laguna Gapang Pantai Ibioh Pulau Seulako Terdapat perbedaan besar tutupan karang sebelum dan sesudah tsunami di berbagai titik di Pulau Weh. kualitas air. Pinjaman bisnis dan program kerja-untukpangan juga akan merangsang perekonomian lokal sehingga dapat membantu sekitar 200. berbagai sekolah. serta sistem sanitasi. Proyek-proyek besar tersebut meliputi pembangunan lebih dari 240 km jalan. Lebih dari 100 LSM dan lembaga donor internasional.000 orang. sebuah pusat pelatihan guru di Universitas Banda Aceh. Terumbu karang di teluk atau selat antar pulau mengalami kerusakan paling parah (dari Allen and Erdmann 2005). USAID kini berfokus pada upaya pengembalian masyarakat ke desa-desa asal mereka dengan cara membangun dan menyediakan bantuan teknis untuk kepemerintahan dan rekonsiliasi. 110 jembatan. serta kerusakan pada sumber daya pesisir. UPAYA-UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Kehancuran total di Propinsi Aceh telah mengundang tanggapan dari dunia internasional.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Wisata: Industri wisata di Aceh tidaklah besar. 430 LSM lokal. Kementrian Lingkungan Hidup sedang menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan polusi. Namun. Kegiatan non-pemerintah: WWF sedang mengembangkan Panduan Rekonstruksi Hijau untuk Aceh dan juga bekerja sama dengan LSM-LSM lain untuk mengirim gelondongan kayu hasil hutan yang dipelihara secara lestari ke kawasan-kawasan yang memerlukan kayu untuk bangunan. pasar-pasar. serta berbagai lembaga pemerintah dan antarpemerintahan telah mulai melakukan rehabilitasi dan pemulihan. Departemen Kehutanan sedang melakukan rehabilitasi hutan pesisir serta melindungi hutan-hutan yang tersisa dari kegiatan manusia yang merusak serta penebangan hutan untuk bahan-bahan bangunan. Sektor perhotelan dan restoran hanya menyumbang 6. Sebagai contoh. Kegiatan pemerintah: BAPPENAS telah membentuk sebuah unit Aceh untuk mengkoordinasi sejumlah besar bantuan skala nasional dan internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Catatan: Perlu diketahui bahwa kerusakan terumbu karang antara kurun waktu di atas tidak hanya disebabkan oleh tsunami.

pengelolaan wilayah pesisir. Selain menghambat tumbuhnya karang baru. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Satu tahun setelah tsunami. sebagaimana teramati dalam survei. Ada banyak juwana. Sumber daya keuangan yang ada harus dititikberatkan untuk menangani akar masalah yang menyebabkan degradasi terumbu karang Indonesia yang terus terjadi. terumbu karang menderita kerusakan fisik yang minimum dibandingkan dengan kehancuran yang diderita daratan. sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesehatan dan daya lenting terumbu karang di Indonesia. berikut masyarakat yang tergantung padanya. hanya 18 karang muda yang berhasil dideteksi. serta penggunaan metode-metode perikanan yang merusak akan lebih mengancam ekosistem terumbu karang Aceh dibandingkan dampak langsung dari gempa bumi dan tsunami. Kerusakan akibat tsunami meliputi karang yang terbalik serta daerah-daerah karang yang hancur dengan banyak cabang dan batang pohon besar yang menabrak terumbu karena terhempas gelombang tsunami. dari 5. seperti penangkapan ikan yang berlebihan. daripada dipakai untuk membuat proyek-proyek jangka pendek. sedimentasi dapat secara langsung merusak dan membunuh karang dewasa. Fokus keuangan harus disalurkan untuk rehabilitasi terumbu karang jangka panjang dan skala besar untuk menjamin bahwa sumber daya tersebut.org. 2006). Terumbu karang dapat pulih dengan relatif cepat jika ada pengurangan tekanan terhadap kegiatan perikanan. namun ikan besar dewasa hanya sedikit sekali terlihat. penangkapan ikan yang berlebih. Dengan menggunakan protokol standar global Reef Check. Kini terdapat kesempatan untuk berinvestasi dalam strategi jangka panjang untuk merehabilitasi sumber daya bahari Aceh melalui pendidikan. Sebanyak 10 suku ikan konsumsi terdeteksi di Aceh dalam kelimpahan yang rendah dan ukuran rata-rata yang kecil.280 kuadrat yang disurvei untuk karang muda. serta perekonomian. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. Secara relatif. serta avertebrata bergerak maupun menetap termasuk karang. dan IUCN – The World Conservation Union melakukan survey di pesisir barat daya Aceh sepanjang lebih dari 660 kilometer. Kerusakan karang yang tak kentara namun juga berbahaya dapat terjadi jika turbiditas dan sedimentasi terus berlangsung. Namun. Sebuah survei khusus dilakukan untuk mendeteksi adanya karang yang baru tumbuh sebagai tanda-tanda kepulihan ekosistem. pemantauan yang terus menerus. Indonesia masih berada dalam proses transisi dari upaya-upaya penyelamatan jangka pendek menuju pemulihan jangka panjang mata pencaharian. masih ada setelah tsunami berakhir. ancaman-ancaman terhadap lingkungan pesisir masih sama seperti sebelum tsunami. Tekanan antropogenik dalam jumlah besar yang sebelumnya telah merusak terumbu karang dan sumber daya terkait di Indonesia. rcinfo@reefcheck. yang menandakan bahwa stok ikan-ikan tersebut telah dipanen secara berlebihan. serta penetapan dan pemeliharaan daerah perlindungan laut (dari Craig Shuman dan Greg Hodgson. serta pembangunan yang tidak pada tempatnya. Foster et al. Reef Check. kemasyarakatan. sehingga perlu ditangani untuk mempercepat proses pemulihan. dengan 15 di antaranya terdapat di kelompok Pulau Banyak. kualitas air yang rendah. Lebih dari sebelumnya. tim mencatat ukuran dan kelimpahan ikan konsumsi. Rendahnya densitas karang baru ini menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan sangat lambat. Survei tersebut menghasilkan perkiraan bahwa sedimentasi (yang diperparah oleh tsunami). Kawasan-kawasan ini dapat berperan sebagai sumber larva yang penting untuk rekolonisasi terumbu yang rusak. tim mencatat adanya kawasan terumbu karang yang masih utuh dan hidup di dekatnya. dapat terus hidup 55 . Namun. Sebuah tim multibangsa yang terdiri dari 7 ilmuwan dan 3 kru pendukung mensurvei kawasan yang dilanda gempa bumi dan tsunami. Di mana-mana terlihat bukti kegiatan perikanan yang merusak. gempa bumi dan tsunami telah membuat masyarakat Aceh jauh lebih bergantung pada sumber daya bahari untuk keberlangsungan hidupnya. Dukungan internasional yang diperoleh telah memberikan kesempatan untuk mengurangi tekanan pesisir yang terus berlangsung. Bahkan di kawasan dengan kerusakan tsunami yang parah sekalipun.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 ORGANISASI-ORGANISASI KONSERVASI BEKERJA SAMA UNTUK MENELITI TERUMBU KARANG Selama dua minggu.

Siganidae) dan ikan pemakan karang (Chaetodontidae) per 500 m2 (rata-rata ± SE) pada dua titik di utara Pulau Simeulue dan di Salaut Kecil menunjukkan bahwa kebanyakan situs memiliki lebih banyak ikan juwana (batang putih) dibandingkan ikan dewasa (batang hitam) (dari Giorgio Bavestrello). Harus lebih banyak upaya untuk perbaikan peraturan perlindungan terumbu karang serta perbaikan desain daerah perlindungan laut (MPA – Marine Protected Areas) untuk lebih menjamin perlindungan terumbu karang. dan Semakin kuatnya kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah akan meningkatkan pula upaya pemantauan terumbu karang. Masyarakat nelayan harus dipandu dalam melaksanakan kegiatan perikanan yang lestari. dan pasir harus diambil dari sumber-sumber yang lestari. Juwana Dewasa Ikan per 500m 2 Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Herbivora Chaetodontidae Pulau Lakon Teluk Langi Salaut Kecil Jumlah ikan herbivora (Acanthuridae. terutama jika hal tersebut dilakukan di dalam jaringan kerja MPA. sehingga kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan yang bebas dari pembangunan. dan tidak dari hutan lindung maupun kawasan terumbu setempat. 56 . Rekomendasi-rekomendasi berikut ini diberikan untuk menangani ancaman-ancaman di bawah ini dan menstimulir pemulihan pasca bencana tsunami: Bahan-bahan bangunan seperti kayu. Scaridae.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melintasi waktu. serta konservasi terumbu karang. Diperlukan pemetaan kawasan pesisir yang rawan untuk membantu para pengelola menentukan kawasan-kawasan mana yang paling berbahaya. Kegiatan pemantauan dan pencegahan perikanan yang merusak harus ditingkatkan untuk membantu proses pemulihan terumbu karang. Hal ini dilakukan melalui upaya berbagi informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi sumber daya alam. batu. Mereka juga harus diberikan insentif ekonomi untuk mengurangi kegiatan yang merusak maupun ilegal. Untuk membantu suksesnya proses pemulihan sumber daya pesisir. sistem pengelolaan data. masyarakat harus dilibatkan dalam pembuatan keputusan rehabilitasi serta penetapan peraturan dan kebijakan.

Survei PBB memberikan indikasi bahwa 81% dari lahan pertanian di Indonesia.org/tsunami/). USAID (2005). APAKAH TSUNAMI MEMBANTU TANAMAN PANGAN DI INDONESIA? Dari pucuk pohon kelapa tempatnya melarikan diri dari air bah. (www. (www.asp). Hasil panen yang melimpah saat ini bisa disebabkan oleh adanya lapisan humus dan kompos baru yang ‘dihadiahkan’ oleh tsunami. (www.wetlands. dan Thailand yang hancur karena tsunami memang sudah dapat ditanami kembali. Hidup masihlah sulit. Proses pemulihan di wilayah-wilayah terparah mungkin memerlukan waktu 3-5 tahun.Indonesia Program (2005). kebanyakan lahan subur masih terkontaminasi air laut atau pasir laut. rusak karena tsunami. Lagipula. Kristian Teleki.000 tanaman coklat.org/temp/tsunami_report. hingga hanya berjarak 50 m dari pantai.pdf). serta buah-buahan juga tumbuh dengan baik. FAO (2005). Joanna Ruxton. Namun. “Tapi kita tidak boleh patah semangat.gov/id/).htm).org/ tsunami. Hal ini memberikan harapan bahwa sektor pertanian akan pulih lebih cepat dari dugaan. (www. walaupun masih banyak terlihat bangunan rusak dan tenda-tenda pengungsi yang menampung ribuan korban yang selamat.” ujar Yacob. sementara hanya sedikit orang yang tertinggal untuk membersihkan lahan dan menanam kembali.asp). sembilan bulan kemudian sawahnya memberikan hasil panen terbaik yang pernah dinikmatinya. Namun kini. Padi adalah tanaman pangan pokok di Aceh.fao.unep.neaq. kacang-kacangan. Muhammad Yacob melihat betapa tsunami mengubah sawahnya menjadi rawa-rawa air asin dengan banyak sampah. (www. Pada awalnya. Gempa bumi telah menyebabkan lahannya menjorok ke laut. namun tidak memiliki dana untuk pembenihan.usaid. Maladewa. Sur Salami tidak pernah mendapatkan tanaman jagung setinggi yang dia panen sekarang. panen yang melimpah ini bisa menjadi salah kaprah. 66. Jarinya menunjuk pada mesin perontok padi yang sudah karatan. Namun hujan lebat dan air pasang tinggi dapat saja membanjiri setengah dari lahannya. Associated Press). Wildlife Conservation Society . UNEP (2005). Namun.id/ tsunami/tsu-index. Yacob tidak menerima satu pun bantuan tsunami dari pemerintah. UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi untuk laporan ini diperoleh dari berbagai halaman internet seperti: The New England Aquarium (2005). dan Stuart Campbell. “Ternyata air asin tersebut malah menjadi pupuk yang sangat hebat. bahkan bagi para petani yang mendapatkan hasil panen berlimpah. Para petani berkata bahwa sayur-mayur. Tsunami dan lumpur telah merusak atau menyumbat begitu banyak sistem drainasi. Sebagai ayah dari 8 anak. dan hasil panen kami berlipat ganda dibanding tahun lalu. Namun bukan hanya tanaman padi yang tumbuh subur di lahan Aceh yang sempat dilanda tsunami. Wetlands International-Indonesia Programme (2005).org/ tsunami/tsunami_rpt. Pada awalnya. (www. hamparan padi menghijau di depan mata telah memberikan janji masa depan yang lebih optimis. para petani khawatir bahwa air asin telah meracuni lahan mereka.Status Terumbu Karang di Indonesia Pasca Tsunami Desember 2004 PENINJAU Karenne Tun. 57 . Program Pangan Dunia PBB berharap dapat memberikan pangan bagi 750. Panen padi berlimpah ini telah membantu proses pemulihan irama kehidupan pedesaan seperti sebelum tsunami.or. kepada siapa saya dapat mengeluh?” (dari Chris Brummitt.000 jiwa korban tsunami hingga 2006. Petani tua ini kehilangan 1. Curah hujan yang tinggi di kebanyakan negara Samudera Hindia telah mencuci air asin lebih cepat dari perkiraan semula. Namun. bapak ini memperkirakan bahwa dia akan kehilangan setengah dari lahannya. Sri Lanka.reefbase. India.

baik dengan menggunakan sistem tradisional maupun cagar alam laut. dan Chaetodontidae. Data dikumpulkan oleh Fisheries Diving Club – Institut Pertanian Bogor. Kualitas terumbu di daerah perlindungan laut. pemantauan terumbu karang di Pulau Weh dan gugusan kepulauan Pulau Aceh di Utara Sumatra telah mengevaluasi dampak tsunami serta proses pemulihannya yang masih berjalan. 14 bulan setelah tsunami. 2006 dalam persiapan. Tingginya kelimpahan ikan karang disebabkan oleh berkurangnya tekanan perikanan. menunjukkan tingginya tingkat pemulihan terumbu karang di pulaupulau tersebut. jumlah rata-rata karang muda yang ditemukan (8.campbell@wcsip. (Sumber: Campbell et al. keluarga ikan karang yang sangat bergantung pada habitat terumbu karang. ketersediaan habitat. Sebagai bagian dari proses kerjasama antara WCS dengan pihak-pihak universitas. Peningkatan besar populasi ikan karang di kawasan lindung sangat bergantung pada banyak faktor yang saling terkait termasuk ukuran terumbu. variabilitas laju kemunculan karang muda per tahun.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SUAKA PERLINDUNGAN DI DAERAH PERLINDUNGAN LAUT 250000 Aug-04 Apr-05 Feb-06 150000 100000 50000 0 Lhong Angen1 Gapang Benteng Pulau Weh (Panglima Laut) Kanal Rubiah Taman Laut Rubiah Kelimpahan ikan karang 200000 Pulau Weh Akses Bebas Pulau Weh (Kawasan Wisata) Daerah Perlindungan Laut Rata-rata (+SE) kelimpahan ikan karang di 5 situs di Pulau Weh sebelum (Agustus 2004) dan sesudah (April 2005 dan Februari 2006) tsunami. dimana perikanan yang merusak telah dibatasi. yang memperlihatkan bahwa praktik pengelolaan akan mempengaruhi populasi ikan karang. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya peran kawasan lindung dalam menyediakan suaka bagi ikan-ikan serta mempertajam daya tahan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi berbagai gangguan. serta mengindikasikan bahwa kerusakan karang telah terjadi sebelum tsunami.org). dan Wildlife Conservation Society – Program Kelautan Indonesia). 2005) serta praktik perikanan dan pengelolaan sebelumnya mempengaruhi kesehatan kawasan terumbu karang. 58 . perlindungan terhadap penangkapan. Terlepas dari kerusakan parah terumbu karang akibat perikanan yang merusak dan tingginya sedimentasi setelah tsunami. Universitas Syiah Kuala. Peningkatan kelimpahan ikan sepanjang periode ini sebagian besar terdiri atas juwana (5-10 cm) Pomacentridae. menunjukkan bahwa keseluruhan nilai rata-rata kelimpahan ikan karang jauh lebih besar dibandingkan pada bulan April 2005. serta hidrodinamika lokal. Perubahan dalam kelimpahan ikan karang antara bulan Agustus 2004 dan April 2005 di 5 situs di Pulau Weh tak dapat hanya dihubungkan dengan dampak tsunami.0 karang muda/ m2) pada terumbu yang rusak di Pulo Aceh besarnya hampir dua kali lipat dari di Pulau Weh (4. menyediakan beberapa pelajaran tentang pengelolaan sumber daya yang berhasil di Indonesia. struktur populasi ikan karang. peningkatan terjadi di dua kelompok tempat yaitu di wilayah Panglima Laot dan Kawasan Wisata. Penemuan ini sejalan dengan laporan yang menyatakan bahwa terumbu karang di utara Aceh tidak hancur parah oleh tsunami (Baird et al. Hubungi: s. kedekatan jarak dengan terumbu lain.9 karang muda/ m2). Survei tahun 2006. Ketidakhadiran keluarga Chaetodontidae di lokasi akses bebas kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tutupan karang di daerah tersebut. Acanthuridae.

the December 26. Pacific Palisades. nanengsetiasih@yahoo.id).it.go. Nishan Perera. Jan Henning Steffen. Sumatra.) ACUAN Allen GR. Laporan untuk Conservation International-Indonesia. scip1157@nus. Zeehan Jaafar. Erdmann MV (2005) Post-Tsunami Coral Reef Assessment Survey. cerrano@dipteris.com. Ayu Destari. the Government of Japan and the Japan Wildlife Research Center. Bob Foster. IUCN . 1. Campbell SJ. Reef Check Indonesia. 32 pp. milviapin@yahoo. Annelise Hagan. et al. g. National University of Singapore. Sanur.uk. ayudestari@yahoo.ac. Chomentowski W (2004) Assessment of impact of the December 26.com. (2006) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Jl. Perera N.sg. 80228. (2005) Acehnese Reefs in the Wake of the Asian Tsunami. JI. Silvia Pinca. Telepon: +62 21 7399 818. Indonesia. nsh@iucnsl. Aceh Province. Università di Genova. Reef Check Foundation.org. USA. Wasistini Baitoningsih. Foster R. UNESCO Office Jakarta. dan Yunaldi Yahya. 2004 Natural Disaster. Current Biology. College of Marshall Islands. GCRMN.bavestrello@univpm. Samek JH. Pulau Weh. Carlo Cerrano. Fax: +62 361 286 383. (Daftar penulis menurut abjad. tropical_reef@bigpond.unige.org. abh28@cam. e-mail: jakarta@unesco.com. 99 pp.edu. bob@reefcheck. Tun K.The World Conservation Union. 59 .com. Kimura T (2005) Summary of Preliminary Rapid Assessments of Coral Reefs in Affected Southeast Asian Countries following the Asian Tsunami Event on December 26 2004. 2004 tsunami in Aceh Province Indonesia. (www. Hagan A. et al.bappenas. WorldFish Center. Consultative Group on Indonesia. Indonesia. Ibnu Hazam. Galuh (II) No. Jakarta 12110. Corso. Anggoro AW. Pengembak no. Khaled bin Sultan Living Oceans Foundation. 16 pp. Ivan Silaban. Fax: +62 21 7279 6489. BAPPENAS and the International Donor Agency (2005) Indonesia: Preliminary Damage and Loss Assessment. Ardiwijaya RL. Oliver J. Baird AH. Gunawan CA. Indonesia. Yan Manuputty.it. Telepon: +62 361 285 297.org. Anisa Budiayu. Center for Global Change and Earth Observations. Skole DL. Università Politecnica delle Marche. Indonesia.5. Reef Check Foundation. 15: 1926-1930. Kebayoran Baru. Giorgio Bavestrello. Bogor Agricultural University. Fisheries Diving Club. Bali.KONTAK PENULIS Cipto Aji Gunawan. Gerry Allen. California.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 60 .

Amplitudo di dekat pantai mencapai kisaran kurang dari 1 m sampai nilai maksimum 3 m di daerah pesisir Perlis. Propinsi Perlis. Kerusakan pada industri budidaya mempengaruhi 232 petani tambak dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari US$ 7. Erosi terjadi pada beberapa lereng terumbu bagian atas dan tepi. dan Pendataan yang dilakukan menggarisbawahi keadaan terumbu yang buruk sebelum tsunami menimpa. tempat tinggal sementara. dan hanya menerima gelombang-gelombang sekunder.626 kapal nelayan (setara US$ 7. dan Selangor yang terletak di pesisir barat daratan Tanjung Malaysia dan pulau-pulau terluar Penang dan Langkawi mengalami kerusakan. yang terjadi 30 km di bawah permukaan pesisir Sumatra dan sepanjang lempeng yang terletak sepanjang Kepulauan Andaman dan Nikobar. Kedah Perak. Sebuah sistem peringatan ‘bendera merah’ pada beberapa pantai berhasil mencegah jumlah kematian yang tinggi. dengan sedikit sedimen tersuspensi kembali serta karang patah pada perairan dangkal. Kerusakan pada terumbu karang hanya sedikit dan sebagian wilayah tidak terkena dampak. 3. pendataan keadaan terumbu karang Malaysia sebelum tsunami terjadi juga kurang terekam dengan baik. namun terdapat 68 korban jiwa yang sebagian besar berupa wisatawan dan anak-anak. pertama kali mencapai daerah-daerah pada Peninsula Malaysia bagian barat laut dan pulau-pulau bagian terluar sekitar 3 jam berikutnya pada pukul 12.15 siang tanggal 26 Desember 2004. Perak. Kedah. 61 . dan pertokoan rusak. jembatan. dan hasil tangkap perikanan perairan pesisir menurun lebih dari setengahnya. YUSRI YUSUF DAN AFFENDI YANG AMRI RINGKASAN Malaysia tidak menderita kerusakan yang terlalu besar akibat tsunami karena terlindungi oleh Pulau Sumatra.24 juta. Hanya terjadi sedikti kerusakan pada sektor pariwisata. Gelombang-gelombang ini merupakan gelombang-gelombang sekunder (bayangan) dengan kecepatan sekitar 160 km/jam.5 juta) hilang atau rusak.721 nelayan terkena dampak secara langsung. dan pada pulau-pulau terluar dari wilayah Langkawi dan Penang. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI DI MALAYSIA KARENNE TUN. Sebagian besar kerusakan terjadi pada sektor perikanan: 7. PENDAHULUAN Gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi. namun demikian kedatangan wisatawan menurun akibat kekhawatiran datangnya tsunami berikutnya. dan Selangor. dengan muatan sedimen yang tinggi merusak terumbu karang. desa nelayan di pesisir.4. dibandingkan dengan gelombang-gelombang primer (800 km/jam) yang menimpa wilayah lainnya. jetty.

Di antara korban jiwa tersebut termasuk banyak wisatawan dan anak-anak yang bertamasya di pantai umum ketika ombak datang. jalanan. Ombak-ombak sekunder tidak memasuki daratan lebih dari 200 meter pada sebagian besar wilayah. dan bandar udara tidak terpengaruh. seperti batas beton yang terdapat di Pasir Panjang dan sebuah jalan tol di belakang Pantai Miami. 12 di Kedah. dan transportasi. terjadi kerusakan struktural yang parah di Kuala Muda.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Sebanyak 68 korban jiwa dilaporkan di Malaysia. saluran air. Meski sebagian besar korban jiwa terdapat di Penang. 62 . dengan jarak tembusan paling jauh berkisar antara 500 m sampai 3 km di sepanjang sejumlah sungai. dan tidak terdapat laporan adanya wabah penyakit. 3 di Perak dan 1 di Selangor. yang mencegah evakuasi cepat. Angka kematian ini bisa saja lebih tinggi. persediaan air. Mereka yang menjadi korban tidak bisa menyelamatkan diri karena adanya penghalang. Oleh karena itu. Kedah. 52 di Penang. Rel kereta api. terutama di Pantai Pasir Panjang (27 korban) dan Pantai Miami (23 korban). sektor telekomunikasi. sedikit kerusakan pada infrastruktur dan tidak terjadi kerusakan sama sekali pada jaringan listrik. jika bukan karena sistem peringatan bendera merah yang diterapkan oleh penjaga pantai pada beberapa pantai resor di Penang.

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

BAGAIMANA BAKAU MENYELAMATKAN NELAYAN PENANG
Selama lebih dari satu dekade, para nelayan perairan lepas pantai Penang berjuang untuk melesatarikan rawa bakau dekat desa mereka. Pada 26 Desember, mereka menerima balasan yang sangat setimpal untuk upaya keras mereka; rawa-rawa tersebut menjadi penyangga melawan tsunami, menyelamatkan nyawa sejumlah nelayan dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada rumah-rumah mereka. Penasihat Asosiasi Kesejahteraan Nelayan Lepas Pesisir Penang, P. Balan, berterima kasih bahwa upaya penanaman anakan bakau di wilayah Pulau Betong, Balik Pulau, Batu Kawan, dan Kuala Sungai Pingang terbukti bermanfaat. “Ketika ombak pasang yang pertama datang di pertengahan hari pada 26 Desember, para nelayan sedang kembali dari laut. Lalu ketika mereka menyadari kekuatan ombak tersebut, mereka berpegangan pada pohon bakau dan berhasil selamat dari tsunami. Bahkan harta mereka di daratan berhasil selamat karena hutan bakau telah menjadi penyangga,” katanya. Rousli Ibrahim dari Sungai Chenaam mengatakan bahwa 3 orang kawannya berlindung dalam hutan bakau dan selamat dari ombak kencang. “Terima kasih kepada Tuhan, pohon-pohon ini menyelamatkan mereka,” ungkap nelayan berumur 57 tahun tersebut. “Hutan bakau telah hadir di sekitar desa saya sejak awal tahun 1970 dan banyak dari kami yang menangkap kepiting disana. Meski banyak pohon yang tumbang, kami telah berhasil menanam kembali lebih banyak anakan dan sebagian besar dari masyarakat kami berterima kasih sekarang.” Ketua Asosiasi Saidin Hussein mempercayai bahwa jika terdapat lebih banyak pohon bakau di Pulau Betong, korban jiwa dan kerusakan yang parah terhadap kapal nelayan di wilayah tersebut dapat diperkecil. “Sewaktu saya menunjukkan kurangnya pohon bakau dalam wilayah ini, saya dicap sebagai orang tua bodoh,” kata Bapak berumur 73 tahun ini, yang hingga kini pergi melaut setiap hari (dari The New Straits Times, 7 Januari 2005).

Sebagian besar kerusakan menimpa sektor perikanan; lebih dari 25% nelayan terdaftar menjadi korban, dengan hilangnya 3.500 buah kapal senilai RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta). Banyak jetty dan jembatan milik swasta maupun pemerintah mengalami hancur atau rusak berat, begitu juga sejumlah kapal layar yang terdapat di dermaga milik pribadi di Pulau Rebak dan Teluk Burau, Lengkawi.

KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI
Terumbu karang Malaysia menutupi wilayah seluas 4.000 km2 yang sebagian besar (85%) ada di Sabah dan Serawak. Kebanyakan terumbu karang di Tanjung Malaysia berada di sepanjang pesisir timur dan pulau-pulau lepas pantai pesisir barat. Terumbu ini terletak di tepian pulau-pulau lepas pantai bagian utara dari Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak di negara bagian Kedah; dan Pulau Pangkor, Pulau Jarak, dan Pulau Sembilan di negara bagian Perak. Terumbu-terumbu kecil, yang mengalami pengembangan buruk dan terdegradasi berat terdapat di negara bagian di selatan Negeri Sembilan, tepatnya di Port Dickson dan Tanjung Tuan. Hanya terdapat beberapa laporan yang diterbitkan mengenai keadaan terumbu karang di sepanjang pesisir barat Tanjung Malaysia, dan tidak terdapat program pemantauan terumbu karang jangka panjang, namun sejumlah LSM membantu pihak berwajib Taman Laut dalam survei terumbu karang di Pulau Langkawi dan Pulau Payar. Sebelum tsunami terjadi, penutupan karang hidup pada bagian Pulau Langkawi dengan tingkat pengembangan pariwisata tinggi mencapai 20-50%, sementara bagian utara dan timur laut yang belum berkembang memiliki penutupan karang yang baik (antara 50,5% sampai 58,3%). Namun, penutupan karang hidup di Taman Laut Pulau Payar mengalami penurunan, walaupun dilindungi. Pada tahun 1982, penutupan karang hidup sebesar 43,25%, namun pada tahun 2002 telah menurun menjadi 33%. Penurunan tutupan karang hidup ikut disebabkan oleh peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional yang tidak diregulasi. 63

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI
Para ilmuwan mengkhawatirkan terumbu karang Pulau Langkawi, Pulau Payar, dan Pulau Perak mengalami kerusakan sewaku tsunami, dan pengamatan cepat (rapid assessment) dilakukan pada Januari 2005 di Pulau Payar oleh Coral Cay Conservation (CCC) dan Institut Penelitian Perikanan, sedangkan di Pulau Langkawi dan Pulau Perak oleh beberapa lembaga, termasuk WWF – Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysian Society of Marine Sciences and the WorldFish Center. Kepulauan Langkawi: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan yang ditemukan dalam pengamatan cepat (rapid assessment) serta survei oleh Reef Check. Beberapa koloni karang terjungkirkan atau mengalami patah, namun kerusakan ini bisa ditimbulkan oleh jangkar kapal. Jumlah karang yang belum lama mati, patah, atau terjungkirkan hanya sedikit. Karang yang tertutupi lapisan pasir halus ditemukan di semua lokasi, namun ini dapat disebabkan oleh sebab yang baru terjadi dan bukan karena tsunami. Keragamanan dan kelimpahan ikan serta avertebrata terumbu karang rendah; yang kemungkinan besar disebabakan oleh kondisi lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Taman Laut Pulau Payar: Ketika tsunami terjadi, CCC sedang melakukan penelitian dengan Departemen Taman Laut. Pihak mereka melaporkan tidak ada kerusakan atau hanya kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu karang di Pulau Payar; hal ini disetujui oleh lembaga lainnya yang melalukan penelitian disana. Pulau Perak: Terumbu di sini berupa tembok karang yang membentang sampai kedalaman lebih dari 30 m. Kerusakan yang ditemukan dalam survei oleh Reef Check hanya minimal dan tidak mempengaruhi struktur terumbu; tidak terdapat kerusakan pada tembok karang ataupun dasar terumbu. Air laut pada lokasi ini cukup jernih dan pasir tidak melapisi terumbu karang. Terumbu ini memiliki keanekaragaman dan kelimpahan ikan dan invertebrata karang yang sangat tinggi. Pulau Jarak dan Pulau Sembilan: Meski belum ada pengamatan khusus di wilayah ini, penyelam lepas melaporkan tidak adanya kerusakan fisik pada terumbu karang ini yang disebabkan tsunami. Kerusakan Mangrove: Pengamatan hutan mangrove setelah tsunami di daerah Penang dan Kedah (kedua negara bagian dengan kerusakan tertinggi) menunjukkan kerusakan yang kecil terhadap mangrove oleh tsunami. Institut Penelitian Perikanan melaporkan adanya kerusakan fisik minim terhadap hutan mangrove di Kuala Teriang, Pulau Langkawi, dan di muara Sungai Merbok. Kerusakan Lamun: Lamun yang terdapat pada pesisir timur Penang yang terlindungi, dan pada pesisir utara Langkawi tidak mengalami kerusakan.

DAMPAK SOSIAL-EKONOMI
Dampak Perikanan: Laporan resmi memprakirakan bahwa 7.721 nelayan terkena dampak tsunami secara langsung dan 3.626 kapal dengan nilai total RM$ 28 juta (US$ 7,5 juta) hilang atau rusak. Desadesa pesisir, rumah-rumah liar, jetty, jembatan, dan toko-toko juga mengalami kerusakan; dan pendaratan ikan setelah tsunami dilaporkan menurun lebih dari setengahnya. Dampak Budidaya: Industri budidaya Malaysia menderita kerugian yang parah akibat tsunami dan 232 peternak ikan kehilangan pendapatan setara RM$ 27,1 juta (US$ 7,24 juta). Biopsi pada ikan mati yang berasal dari jaring apung di satu lokasi di Sungai Udang, Penang, menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh luka fisik dan infeksi oleh parasit. Insang dan sebagian organ dalam ikan telah mengalami pendarahan, kemungkinan karena adanya infeksi bakteri atau virus sekunder.

64

Keadaan Terumbu Karrang Pasca Tsunami di Malaysia

SEBUAH KESAKSIAN
Saya tidak merasakan gempa susulannya, namun saya berdiri untuk melihat ke arah laut dan terkejut ketika melihat adanya pusaran air di depan apartemen saya. Di sebelah kanan, saya bisa melihat gelombang tsunami menuju sudut timur laut Penang. Saat ombak-ombak itu mencapai wilayah dangkal, saya dapat melihat ombak bertambah tinggi dan menghempas pantai. Semuanya tampak seperti mesin cuci raksasa di luar apartemen saya. Kami beruntung karena berada jauh dari pantai di wilayah bukit. Tidak ada peringatan sama sekali” (Dari Reuben Walters, Penang, Malaysia).

Dampak Pariwisata: Badan Promosi Pariwisata Malaysia melaporkan bahwa pulau-pulau wisata di Langkawi dan Penang bisa luput dari dampak sepenuhnya tsunami karena terlindung oleh Sumatra. Tidak ada korban jiwa warga asing, dan hanya sedikit kerusakan terhadap infrastruktur, kapal, darmaga, dan hotel pantai (seperti masuknya air laut dan lumpur ke kolam renang). Puing-puing dibersihkan tidak lama setelah tsunami dan usaha pariwisata kembali berjalan dalam beberapa hari. Namun, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tsunami akan terjadi kembali.

UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN
Pemerintahan Malaysia segera mengalirkan bantuan dana bagi semua korban bencana yang berhak menerimanya. Terdapat pula bantuan finansial tambahan seperti pinjaman lunak kepada para nelayan dari Lembaga Pengembangan Perikanan Malaysia dan pinjaman bank, yaitu dari Bank Pertanian Malaysia (detil-detil bantuan dana dapat dilihat secara langsung di www.streaminitiative.org/pdf/ MalaysiaMarch.pdf).

KESIMPULAN DAN SARAN
Pengamatan pasca tsunami menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami pada terumbu karang yang teramati, tidak berarti. Namun pengamatan ini telah mengetengahkan betapa buruknya kondisi terumbu karang sebelum tsunami terjadi, dengan tingkat sedimentasi yang tinggi merusak komunitas terumbu. Malaysia termasuk beruntung karena hanya ombak-ombak sekunder dengan amplitudo 3 m yang mencapai pesisir di sebagian besar wilayah yang terkena. Dampak yang paling parah menimpa masyarakat perikanan dan sektor budidaya, dan banyak masyarakat yang masih dalam proses membangun kembali, setahun setelah bencana menimpa. Dampak terhadap infratruktur pariwisata kecil sekali, dan jumlah wisatawan kini mulai pulih. Bencana tsunami telah menggarisbawahi adanya kekurangan informasi dan data dasar untuk pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil pengamatan terumbu karang pasca tsunami tidak dapat dibandingkan dengan data kondisi terumbu karang sebelum tsunami akibat langkanya data pembanding tersebut, atau data tersebut tidak dapat diakses karena tersebar antara berbagai lembaga sebagai data yang tidak diterbitkan, laporan, atau data mentah. Malaysia memiliki potensi tenaga ahli dan infrastruktur yang cukup baik untuk menjalankan penelitian dan pemantauan terumbu karang yang lebih mendalam, namun dana dan sumber daya yang dialokasikan untuk upaya tersebut saat ini belum mencukupi; sehingga saran yang ingin kami kemukakan: Bahwa sebuah sistem manajemen dan basis data terumbu karang nasional didirikan guna menggabungkan, memperkuat, dan menjadi pusat data dan informasi terumbu karang (dan juga data ekosistem laut lainnya) yang pernah atau sedang dijalankan di Malaysia. Hal ini akan mempermudah akses cepat terhadap informasi di waktu darurat seperti ketika tsunami, dan membantu 65

NAGA. affendi@um. Siow R. et al. David Garnett. Bahwa sebuah program pemantauan terumbu karang nasional yang terintegrasi didirikan oleh lembaga pusat yang bekerjasama dengan universitas setempat. Issue 1: 1-10. Mohd Nizam Basiron. Interim report of impact of tsunami on fisheries and coastal areas.asp. 28 No. Affendi Yang Amri. Ali M. Abdullah SZ. Report on December 26. Lee YL. Abdul Latif F. University of Malaya. Lim WS (2005). UCAPAN TERIMA KASIH Data dan informasi diambil dari sumber-sumber berikut ini. Harith H (2005) and Kua BC. Abd Wahab AK (2005). Penang Economic Monthly.edu. Khor HT.streaminitiative. dana dan logistik yang tepat untuk melestarikan terumbu karang Malaysia. Ali M (Eds. Universiti Malaya Maritime Research Institute.ce.pdf). Informasi akan tersedia bagi masyarakat melalui internet atau kesepakatan penggunaan informasi lainnya. Penang. Result of preliminary studies on the impact of the tsunami on fisheries and coastal areas of Penang and Kedah in Malaysia. lembaga pemerintah.yusuf@cgiar. Penang and Langkawi Islands. dan Kristian Teleki.). Latun AR. 1 & 2: 23-25. dan Bahwa perbatasan taman laut diperluas sehingga mengikutserakan pulau-pulau di sekitar taman nasional yang ikut terkena dampak dari daratan (seperti sedimen). WorldFish Center.com. Peninsular Malaysia. Malaysia. dan LSM dalam mengamati dan memantau terumbu karang di Malaysia. Fisheries Research Institute.org/pdf/MalaysiaMarch.pdf. 2005 North West of Malaysia. WorldFish Center Newsletter Vol. isi makalah oleh: Alias AH. NAGA. 1 & 2: 17-22. k. Coral Cay Conservation.tr/malaysia-survey/yalciner-etal-malaysia-surveysep-22-2005. 66 .org. (www. Yusuf YB. Affendi YA. PO Box 500 GPO. Malaysia. PENINJAU Choo Poh Sze. 10670 Penang. Bakar P.www.my. WorldFish Center Newsletter Vol. ALAMAT KONTAK PENULIS Karenne Tun dan Yusri Yusuf. Bahwa dikembangkan legislasi Wilayah Perlindungan Laut antar sektor khusus yang penerapannya dipantau oleh sebuah departemen yang memiliki dedikasi dan sumber daya manusia.org dan y.reefbase. untuk memperbaiki pengelolaan pulau-pulau dan wilayah pesisir.pdf). WorldFish Center (2005). Volume 7.metu.seri. Abdullah A. REFERENSI Chee PE. Arshad MA.edu. (http:// yalciner. 50603 Kuala Lumpur. 28 No. Field Survey on July 09-10. dan para penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: CONSRN.my/EconBrief/EconBrief2005-01. Lee Yoke Lee. 2004. Tajuddin BH. A post-tsunami assessment of coastal living resources of Langkawi Archipelago. (2005).tun@cgiar.org/Tsunami. Yalciner AC. Veloo P (2005). Kevin Hiew. Impact of the tsunami on Penang’s economy. Joanna Ruxton. www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 pengelolaan terumbu karang. Ramly R. Malaysia. Ghazali NH. Indian Ocean Tsunami.

600 unggas ternak hilang.932 lainnya dinyatakan hilang. sehingga dapat menjadikan pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan. 13% rusak parah. 47% menderita kerusakan rendah sampai sedang. beserta alat tangkap. lebih dari 5. dan penetasan benur.000 terluka. tidak lama setelah tsunami menimpa. terumbu karang tidak rusak parah.800 bangunan rumah dan sekolah rusak atau hancur. 407 desa.500 hektar lahan pertanian terendam air laut. karena terdapat wilayah besar dengan terumbu karang sehat di wilayah yang di dekatnya. pemulihan bergantung kepada kerusakan dari manusia yang dapat membatasinya.000 ekor babi dan 7. dengan perbedaan yang cukup tinggi antar lokasi dan dalam masing-masing lokasi itu sendiri.000 kapal nelayan hilang. dan Tsunami telah meyediakan sebuah kesempatan untuk menerapkan pengelolaan pesisir terpadu yang tepat guna. dan lebih dari 2. Lebih dari 1. 4. Hutan mangrove dan padang lamun tidak rusak parah. keramba. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 321 juta untuk sektor pariwisata dan US$ 43 juta untuk sektor perikanan. Secara umum.5. Sebagian besar terumbu karang akan pulih secara alami dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. DAN JAMES COMLEY RINGKASAN Jumlah korban jiwa mencapai 5. MAITREE DUANGSAWASDI. Namun. Warga Thailand membersihkan sebagian besar dari puing-puing akibat tsunami dari daratan. CHERDCHINDA CHOTIYAPUTTA. Terjadi kerugian maha besar terhadap industri perikanan dan budidaya. dan untuk memperkuat kekebalan terumbu karang dan habitat pesisir terhadap ancaman alam. THAILAND PASCA-TSUNAMI NIPHON PHONGSUWAN. 150 kapal pariwisata besar dan 776 kapal pariwisata kecil rusak atau hilang. dan 40% tidak menunjukkan dampak yang berarti akibat tsunami. lebih dari 8. tambak. mengendalikan kerusakan dari perbuatan manusia. Kerusakan yang ada bergantung pada lokasi. THAMASAK YEEMIN. 8 dermaga rusak parah. KEADAAN TERUMBU KARANG DAN EKOSISTEM PESISIR LAINNYA DI LAUT ANDAMAN. 67 . SUCHAI WORACHANANANT.395 dengan 2.

395 korban jiwa. dan Satun. topografi. Gelombang-gelombang pertama berlalu hampir tanpa sepengetahuan penduduk di beberapa wilayah (meski beberapa wilayah mendapatkan gelombang setinggi 4 sampai 10 meter). Phuket. Krabi. Phang Nga. Serangkaian gelombang menimpa pesisir timur antara pukul 9. namun perkiraan angka-angka tersebut berkisar cukup besar. Tingkat kerusakan bervariasi. 2.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Pesisir Thailand di Laut Andaman terletak 460 km ke arah timur dari sumber gelombang tsunami yang menerjang pada 26 Desember 2004. Korban jiwa wisatawan banyak sekali. tepat 1. dengan 543 orang dari Swedia dipastikan meninggal atau hilang. Namun. Trang.000 terluka. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang tidak mengetahui bahaya tsunami yang dapat mengikuti sebuah gempa bumi. terutama mereka yang berasal dari Eropa. dan lebih dari 8. kemiringan. dan juga faktor-faktor buatan manusia. ketinggian dan ada atau tidaknya rintangan alami.30 pagi waktu setempat. seperti pemanfaatan daratan dan pengembangan pesisir. karena mereka tidak 68 . batimetri dasar laut di perairan lepas. namun Phuket dan Krabi juga mengalami kerusakan yang berat.40 dan 10. bergantung pada beberapa hal seperti bentuk pesisir. Laporan resmi mencatat 5. Phang Nga merupakan propinsi yang paling parah kerusakannya.5 jam setelah terjadi gempa bumi di perairan Kepulauan Andaman dan Nikobar. rangkaian gelombang yang kedua tingginya berkisar antara 2 sampai 16 meter dan menimbulkan kerusakan yang parah pada sumber daya pesisir yang terdapat di sepanjang 6 propinsi di Laut Andaman: Ranong.932 orang masih hilang.

prioritas pemulihan bergeser ke bidang lingkungan. Chanthaburi dan Trad). 300 pulau. Nakhon Si Thammarat. 13% dalam kondisi baik. dan biota laut yang terancam punah. perawatan untuk kelompok-kelompok yang rentan dan pemulihan sumber penghidupan. Terumbu pada pesisir Laut Andaman memiliki tingkat keanekaragaman karang tertinggi di Samudera Hindia dan secara umum tidak terpengaruh oleh fenomena pemutihan karang yang terjadi tahun 1998. Secara besamaan. dan garis pantai yang melebihi 2. Sebelum tsunami. 69 . segera menjalankan pendataan cepat pada terumbu karang.000 (4. pantai barat dari Teluk Thailand (Prachuab Kirikhan. dan kehidupan masyarakat. Pattani dan Narathiwat). kapal-kapal dan infrastruktur budidaya air. Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (DMCR) dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (MONRE). Konservasi Satwa dan Tumbuhan mendata dampak terhadap infrastruktur dan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan lindung. Pemerintahan Thailand juga membentuk sub-komisi untuk menangani rehabilitasi lingkungan dan sumber penghidupan dan sejumlah gugus tugas yang khusus menangani habitat terumbu karang. Di Laut Andaman. namun tidak untuk semua lokasi survei. Departemen Taman Nasional. dan sepanjang pesisir pada 6 propinsi di Laut Andaman. Thailand Pasca-Tsunami memiliki pengetahuan tradisional.950. Dari dana ini.000 orang Burma kemungkinan tewas dalam tsunami di Thailand. 4% terumbu karang yang didata ditemukan berada dalam kondisi yang sangat baik. Pemerintahan Kerajaan Thailand langsung menyiapkan dana bencana sebesar US$ 2. Telah diperkirakan bahwa sedikitnya 3. Jumlah korban jiwa pasti. Chumporn. lembaga dan LSM internasional datang untuk membantu dalam pendataan dan menawarkan bantuan kemanusiaan. Setelah upaya-upaya kemanusiaan bergulir. banyak masyarakat Moken yang berhasil lolos dari tsunami karena pengetahuan tradisional tentang tsunami telah diceritakan secara turun temurun. Sebelumnya terdapat lebih dari 250 jenis karang keras. dan hutan mangrove dibawah koordinasi Pusat Biologi Kelautan Phuket (PMBC). 33% dalam kondisi sedang. bekerjasama dengan 9 perguruan tinggi di Thailand dan sektor swasta. ancaman daratan. sebanyak US$ 123. kebutuhan psikologis dan sosial. padang lamun. Dalam kurun waktu 2 minggu sejak tsunami. sebuah utusan polisi Perancis membawa alat-alat berat untuk mengangkat benda-benda besar seperti kapal nelayan dari perairan di sekitar Ko Phi Phi. Surathani.600 km. lamun. pendataan terumbu secara rutin dilakukan oleh Departmen Perikanan pada lebih dari 250 situs di Teluk Thailand dan 169 situs pada Laut Andaman menggunakan survei manta tow antara tahun 1995 sampai 1998. Contohnya. Sebagian data pemantauan tersedia untuk tahun 2003-2004. Para ilmuwan yang ikut serta termasuk mereka yang mengetahui status ekosistem-ekosistem tersebut secara rinci sebelum terjadi tsunami. Songkhla.000 Baht) ditetapkan untuk terumbu karang. namun 50% ditemukan dalam kondisi buruk. namun hanya terumbu karang di sepanjang Laut Andaman yang terkena dampak tsunami. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Thailand memiliki kurang lebih 153 km2 terumbu karang.5 juta (100 juta Baht) untuk pendataan sumber daya sebagai bagian dari program pemulihan dan rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan. pantai timur dari Teluk Thailand (Rayong. sejumlah pemerintahan negara. mungkin tidak akan pernah diketahui mengingat banyak dari masyarakat etnis Moken (sea gypsies) dan asal Burma tidak tercatat. Terumbu karang Thailand ditemukan pada 4 lokasi yang khusus: bagian dalam dari Teluk Thailand (Chonburi). Pendataan ini berdasarkan proporsi penutupan karang hidup terhadap karang mati.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. 220 orang telah mensurvei lebih dari 300 lokasi dalam 174 kawasan terumbu karang.

4 28. yang menyebabkan terumbu karang Thailand terdegradasi. DMCR yang baru terbentuk telah mengambil alih peran sebagai koordinator pelestarian dan pemantauan terumbu karang di Thailand. Propinsi Ranong Phang Nga Phuket Krabi Trang Satun Rata-rata Sangat Baik 1. Data pemantauan terumbu karang telah dikompilasi ke dalam satu basis data di Universitas Chulalongkorn pada pertengahan 1990.7 4.4 7. dampak yang ditimbulkan tergantung pada lokasi. Secara keseluruhan.2 23. Hal-hal di atas telah menyebabkan kegagalan pengendalian terhadap praktik perikanan merusak yang terus menyebar dan praktik buruk lainnya di wilayah terumbu karang. KEADAAN TERUMBU KARANG SETELAH TSUNAMI Survei pada 174 lokasi yang segera dilakukan setelah tsunami menunjukkan bahwa 13% dari lokasilokasi tersebut berada dalam keadaan rusak parah.5%) dari terumbu karang yang disurvei berada dalam keadaan baik sampai sangat baik. namun tidak memiliki sumber daya yang mecukupi untuk menyatukan data eksternal yang dimiliki oleh para perguruan tinggi dan lembaga lainnya.7 31. pemerintahan wilayah. dengan perbedaan tingkat kerusakan yang cukup tinggi di antara lokasi-lokasi dan di dalam setiap lokasi. 47% mengalami dampak rendah sampai sedang. Departemen Perikanan dan pihak Taman Nasional Laut kesemuanya memiliki mandatnya masing-masing di bawah peraturan yang berbeda untuk melindungi terumbu karang.6 49.2 16. namun basis data tersebut tidak dikelola. Penegakan hukum lemah karena wilayah pengelolaan yang tumpang tindih dan kesalahpahaman dalam tanggung jawab.9 19.9 18.6 34.4% Sedang 36.5 5.7% Rusak 37. Terumbu karang perairan dalam dan yang terdapat di sekitar Phuket mengalami sedikit kerusakan.7 10.6 5.7 13.2 13. Fokus utama dari taman nasional adalah mendukung ekonomi pariwisata dan bukan kepada konservasi dan penegakan peraturan.1% Baik 7.5 1.2 23.9 29. Pada 23 lokasi. sebagian besar disebabkan oleh bentuk pesisir yang memusatkan kekuatan gelombang ke wilayah-wilayah sempit. dan 40% tidak menunjukkan tanda dampak tsunami. dan sektor swasta dalam pengelolaan terumbu karang sedikit sekali.9% Sangat Rusak 16.1 36.0 3.9 35. namun koordinasi kegiatan antar lembaga nasional.8 2.1 15.1 21. Terumbu karang perairan dangkal dan terumbu yang tumbuh dalam selat antara pulau mendapatkan pengaruh paling besar dan mengalami kerusakan yang lebih besar.5 26.0 10. Lokasi-lokasi tersebut kemungkinan akan tertutup bagi wisatawan di waktu yang akan datang untuk memfasilitasi pemulihan. Sebagian besar dampak yang ditimbulkan bervariasi.6 28.9% Sejak rekonstruksi pemerintahan Thailand pada tahun 2002. termasuk 4 lokasi di dalam Taman Nasional Mo Ko Surin. meskipun terumbu merupakan dasar dari industri selam pariwisata (nilai yang ditampilkan menunjukkan persentase karang dalam tiap kategori). bergantung pada masing-masing lokasi dan mayoritas dari kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang Thailand dapat diklasifikasikan menjadi 3: 70 .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Perkiraan ‘kesehatan’ terumbu karang Laut Andaman pada tahun 2002-2003 sebelum tsunami menggambarkan bahwa hanya sedikit (17.0 23.2 33.8 26. DMCR. lebih dari 50% terumbu karang rusak parah.

dengan mayoritas terumbu terdapat pada perairan dangkal yang keruh di sisi timur pulau-pulau lepas pantai. penyelimutan.7%) Dampak Minimal (1-10%) 2 12 (5 dari 12) (7 dari 12) 5 8 (4 dari 8) 4 5 36 (20. terutama Pulau Khang Khao. Amerika Serikat menemukan bahwa 14% dari terumbu karang mengalami kerusakan atau hancur. Kedua rangkaian data ini memiliki kesamaan dengan data yang ada pada DMCR. Mayoritas dari terumbu karang tidak mengalami kerusakan. Propinsi Ranong: Ranong memiliki jumlah terumbu karang paling sedikit pada wilayah di sepanjang Laut Andaman. sekitar 50% mengalami kerusakan sedang. Pendataan lainnya pada 56 lokasi oleh regu yang dibentuk oleh New England Aquarium. dikembangkan dari 320 pendataan spot check pada 174 lokasi tereumbu karang di sepanjang pesisir Laut Andaman. Separuh dari keseluruhan terumbu karang di Ranong menunjukkan tingkat kerusakan tinggi. 71 . yang sebagian besar diakibatkan oleh hempasan ombak atau penyelimutan oleh pasir. Perkiraan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang Thailand yang dikumpulkan oleh DMCR. Lokasi lainnya juga menunjukkan kerusakan. Terumbu karang pada perairan dangkal mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada terumbu karang yang terdapat pada perarian dalam. Deposisi puing-puing dari daratan dan kerusakan mekanis yang ditimbulkan. dan Larn. Kerusakan terumbu karang yang paling parah terjadi pada pulau-pulau di Taman Nasional Laem Son. dan memindahkan karang hidup dan karang mati. Kam Yai. Kam Nui.2%) Ranong Phang Nga Kepulauan Surin Kepulauan Similan Phuket Krabi Kepulauan Phi Phi Trang Satun Jumlah Pendataan cepat yang dilakukan secara pribadi pada 70 lokasi selam yang sangat dikenal oleh Klub Operator Selam Thailand. dan pada 36% hanya terdapat sedikit atau tidak ada kerusakan. Penyelimutan karang karena sedimentasi yang meningkat. Pendataan kerusakan terhadap karang (patah. Angka-angka di dalam kurung menunjukkan lokasi khusus dalam setiap propinsi. dan 3.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. Gerakan gelombang yang mencabut. Phuket di kepulauan Surin dan Similan menemukan bahwa 73% dari lokasilokasi selam tersebut hanya mengalami kerusakan ringan. namun pada beberapa propinsi (terutama Phang Nga) terdapat kerusakan parah yang diakibatkan ombak yang terpusat di antara pulau-pulau. 2.2%) Dampak Tinggi (>50) 7 13 (4 dari 13) (7 dari 13) 0 2 (1 dari 2) 0 1 23 (13.7%) Dampak Rendah (11-30%) 2 16 (7 dari 16) (8 dari 16) 3 4 (2 dari 4) 2 3 30 (17. Penyelam-penyelam tersebut menemukan bahwa kegiatan manusia. terutama penangkapan yang berlebih serta pemanasan global menimbulkan kerusakan yang lebih banyak daripada tsunami. Propinsi Tidak ada Dampak (0%) 0 21 (0 dari 21) (11 dari 21) 12 12 (5 dari 12) 2 22 69 (39. dan 19% mengalami kerusakan yang berat akibat tsunami. Tidak terdapat terumbu tepi pada daratan utama. 8% mengalami kerusakan sedang. mematahkan. pencabutan) rampung dalam waktu 2 minggu setelah tsunami. Thailand Pasca-Tsunami 1.2%) Dampak Sedang (31-50%) 1 10 (5 dari 10) (5 dari 10) 1 4 (3 dari 4) 0 0 16 (9.

Namun demikian. kesemuanya hampir tidak terpengaruh oleh tsunami. dengan anggapan bahwa faktor stres lainnya dikelola dengan tepat. ditemukan kerusakan yang cukup berarti sampai kedalaman 30 m. Karang pada lereng yang curam juga mengalami kerusakan akibat tergelincirnya substrat dan puing-puing. Lokasi-lokasi penyelaman terkenal di Pulau Khai Nok. Deep Six. sementara terumbu gundukan dekat dengan substrat pasir paling rentan terhadap penyelimutan. Pendataan di Taman Nasional Mu Koh Surin oleh Coral Cay Conservation (CCC) menyimpulkan bahwa terumbu karang di sana dalam keadaan bagus. Kerusakan karang yang paling parah terjadi pada kanal timur-barat di antara pulau. Kepulauan Surin: Terumbu karang mengalami tingkat kerusakan yang berbeda-beda bergantung pada topografi dasar laut setempat. Kerusakan terkait tsunami yang terbesar terjadi pada wilayah yang tidak memiliki cukup banyak penutupan karang keras hidup sebelum diterjang tsunami. karang masif terbalik. lebih dari 270 jenis ikan karang dan 70 jenis karang keras berhasil teridentifikasi dan penutupan karang sangat tinggi (~75%) pada pesisir timur laut Pulau North Surin. Terumbu pada kanal antara Pulau North Surin dan Pulau South Surin dan juga antar Pulau South Surin dan Pulau Torinla mengalami kerusakan yang paling parah. tsunami telah menghancurkan sekitar 8% dari penutupan karang hidup. yang mengalami kerusakan tinggi. dan secara relatif tidak terkena pengaruh. Kerusakan yang paling parah terjadi di Ao Chong Kad (pantai selatan Pulau Surin) dan beberapa lokasi yang berdekatan pada jalur air antar pulau. Ini termasuk terumbu perairan dangkal pasang-surut dan terumbu yang terdapat pada perairan lebih dalam pada pulau-pulau lepas pantai. dan terdapat ledakan jenis diatom yang tidak diketahui pada permukaan batuan yang baru tersingkap. sementara terumbu tepi yang mengelilingi kepulauan tersebut hanya sedikit terkena dampak. dengan 80% terumbu yang mengalami kerusakan berat. Pusa Rock. Namun demikian. Terumbu yang terdapat pada perairan dangkal di daratan utama mengalami imbas besar akibat tsunami. Karang-karang meja berukuran besar terjungkirkan atau patah.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Propinsi Phang Nga: Terumbu karang tepi (fringing reef) paling besar dan berkembang paling baik di Thailand terdapat pada propinsi Phang Nga. khususnya antara kedalaman 10 sampai 20 meter. Terumbu yang terdapat pada sisi timur Pulau Tachai menunjukkan dampak yang rendah sampai sedang dan tidak terdapat kerusakan di Batu Richelieu. Di Snapper Alley Point. terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap China Wall dan Snapper Alley di Similan 9. Bagian barat laut dari Pulau Payu dan Tanjung Beacon di bagian selatan menunjukkan kerusakan sedang akibat tsunami. dan Tanjung Krang Yai rusak parah dengan banyak batu karang terguling dan penyelimutan serta penguburan karang. dan Batu Mu Sang tidak menunjukkan dampak tsunami. Sunset Point. dimana 40% dari karang rusak akibat tsunami. West of Eden. Dimana wilayah terumbu utama menerima dampak rendah sampai sedang: individu-individu dari koloni patah. Namun keadaan secara umum adalah kerusakan karang ringan. kecuali Pulau Miang. seringkali ketebalannya mencapai 2 meter. sebuah lokasi selam yang terkenal. Lokasi-lokasi penyelaman yang sangat ternama. tipe karang yang mendominasi. 72 . Telah ada tanda-tanda pemulihan karang dan taman ini diharapkan dapat pulih dalam beberapa tahun. Kepulauan Similan: Terumbu karang yang terdapat di sepanjang pulau-pulau selatan menerima dampak kecil. Pulau Ka. Dok Mai. Permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah menghadirkan kembali pengelolaan taman untuk mengendalikan penangkapan ilegal dan memfasilitasi pemulihan karang pasca tsunami. Kerusakan ini terjadi di samping degradasi yang terjadi sejak 1970-an akibat penambangan timah lepas pantai dan peningkatan sedimen yang terbawa. dan arah terjangan ombak. terpindahkan. dan banyak koloni tertutup oleh pasir. Terjadi kerusakan yang sedang di Ao Pak Kaad dan pada terumbu perairan dangkal di Pulau Torinla. sejumlah besar pasir. Tanjung Krung Noi. Khai Nai. dan Breakfast Bent.

dimana lebih dari 1. Ahli ekologi karang. tsunami dan gempa bumi selama jutaan tahun. seorang ahli ikan dari Western Australian Museum. Pada sebuah jalur antara dua pulau Surin. Di dekat Pulau Tachai. Di dekat pesisir Teluk Patong. Keadaan terburuk ditemukan di Teluk Lanah dimana 80 sampai 90% dari karang terjungkirkan dan mati karena terkubur sedimen. Charlie Veron mengatakan “Bagi terumbu. Gerry Allen. Penutupan karang pada awal tahun 2005 lebih tinggi dari yang pernah terukur sebelumnya. ombak telah memahat dinding-dinding pasir bawah air yang luar biasa indah. Emre Turak menemukan gundukan karang gorgonia dan Acropora yang telah patah. Desember 2005).. Thailand Pasca-Tsunami KEMATIAN IKAN YANG ANEH DI SNAPPER ALLEY Pada pukul 9:26 pagi tanggal 26 Desember 2004. pengaruh antropogenik tidak pernah berlalu.000 orang meninggal. namun hamparan patahan karang di perairan yang lebih dalam seperti kemah pengungsi bagi ikan. Tidak terdapat kerusakan yang berart pada dataran terumbu di sekitar ujung tenggara Phuket. karena beberapa tempat telah ditekan oleh ombak sementara yang lain tidak tersentuh. Terumbu karang yang rusak ini seharusnya pulih dengan cepat. Para penyelam muncul kembali ke permukaan dan dikelilingi oleh ratusan ikan kerapu warna putih-merah yang mengapung. dengan pengecualian pada lengkung selatan Teluk Patong. dan selalu pulih.” Terumbu telah mengalami badai angin. setinggi 3 meter. Ketinggian ombak tsunami maksimum sebesar 3 meter dan mengangkat sejumlah besar batuan Acropora (yang mati akibat anomali permukaan air laut surut pada tahun 1997-98) sehingga 73 . Pemandangan yang mereka temukan sangat memilukan. berputar di dalam pusaran air. ratusan karang Acropora meja terserak patah seperti piring makan berukuran raksasa. dengan gelembung renang yang muncul membengkak dari mulut mereka. Di Kepulauan Phi Phi. termasuk koloni Porites yang berumur 500-700 tahun. kepulauan Surin. terumbu karang juga mengalami kerusakan. Gerry Allen mengatakan terumbu yang rusak bagaikan “kota mati”. Kebanyakan karang patah dapat beregenerasi dalam waktu 3 sampai 10 tahun.. sang ilmuwan mendapati buktibukti jelas penangkapan yang berlebih. dimana 10-30% dari karang rusak. dengan konsentrasi ikan yang sangat tinggi”. dan hanya 14% mengalami kerusakan parah. namun pemulihan akan bergantung kepada seberapa besar pengaruh antropogenik terhadap terumbu. terdorong ke satu arah. 4 orang wisatawan yang sedang menyelam dan seorang guru selam bernama Anaknan Kirklit tiba-tiba menyadari bahwa air mulai berputar dan mereka terhisap ke kedalaman 20 m dan terdorong kembali ke atas. terpenggal dan terselimuti oleh sedimen. 50% mengalami kerusakan sedang. Namun angka-angka terakhir menunjukkan sedikit harapan: 36% lokasi pengamatan mengalami kerusakan ringan atau tidak sama sekali. Namun berbeda dari bencana alam. Namun sebagian besar kerusakan yang ada hanya pada petakan-petakan wilayah tertentu. Gelembung udara mereka terhembus ke arah samping dan kapal Philkade sepanjang 30 meter terombang-ambing bagaikan kapal mainan dalam bak mandi. dimana terumbu karang telah dipantau secara reguler selama 27 tahun terakhir. sementara kapal khusus penyelaman Philkade mengapung di atas perairan Snapper Alley di kepulauan Similan. banyak dari karang-karang ini terkubur dalam pasir dan telah mati. dan akan terus berlanjut saat kerusakan akibat gelombang tersebut telah pulih (sebagian telah dicetak di majalah National Geographic. Ikan karang secara umum tidak terpengaruh.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. mereka sekarat karena dipaksa naik ke permukaan terlalu cepat. kecuali pada wilayah yang terkubur oleh pasir. namun juga ditemukan tanda-tanda pengaruh manusia yang tidak diragukan. . pengembangan pesisir dan pemanasan global. Tsunami hanya menambah kerusakan yang sebelumnya disebabkan oleh limbah perkotaan dan perusakan karang oleh jangkar kapal.tsunami ini hanya merupakan hari buruk biasa. Kerusakan terbatas pada komunitas karang perairan dangkal di sepanjang rataan terumbu dan pada dasarnya disebabkan oleh terseretnya puing-puing diatas terumbu. namun. Kesemuanya ini terjadi sebelum tsunami. dan tergulingkan seperti patung-patung di Easter Island. Kapal tersebut kembali ke Snapper Alley pada April 2005 bersama 7 orang ahli biologi kelautan yang didukung oleh National Geographic Society dan diketuai oleh Greg Stone dari New England Aquarium untuk mengamati kerusakan yang ada. Ilmuwan karang Australia. terdapat karang mati. melaporkan bahwa karang Porites berukuran besar telah terangkat secara paksa. Propinsi Phuket: Tsunami menyebabkan sedikit kerusakan pada kebanyakan terumbu karang di sekitar Phuket. kecuali kematian pada lokasi tertentu di Snapper Alley.

Karang lunak dan gorgonia merupakan yang paling rentan terhadap sedimen dari luar dengan beberapa karang tersebut terfragmentasi. Pulau Hae. dengan wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi memerlukan 5-10 tahun. namun kerusakan ini merupakan pengecualian di propinsi tersebut. Beberapa karang tergulingkan pada terumbu perairan dangkal di sekitar Pulau Muk dan Takeang. dan 20% mengalami kerusakan sedang (34-66% karang rusak/mati). dan dampak secara keseluruhan pada terumbu karang di propinsi ini termasuk kecil dan seharusnya tidak menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penyelaman dan wisata. Terumbu karang yang terdapat pada kanal antara Pulau Rok Nai dan Rok Nok mengalami kerusakan yang tinggi. dan keadaan terumbu yang baik dalam wilayah yang berdekatan. seperti terumbu di sekitar Pulau Bulon dan Pulau Tarutao yang tidak menunjukkan sedikit pun kerusakan. dan formasi batu Hin Muang-Hin Daeng berada dalam kondisi yang cukup baik dan masih dibuka untuk penyelaman. kuda laut. laju pertumbuhan karang yang tinggi. dan Pulau Phi Phi Leh bagian utara. Dampak merusak lainnya dari tsunami termasuk berkurangnya jumlah penyu. Pulau Ngai. dimana beberapa makhluk tersebut bergantung pada terumbu untuk habitatnya (dari Universitas Plymouth). pada sisi timur Phi Phi Leh (terletak 6 km ke arah selatan Phi Phi Don) dan Pulau Koh Bida. Teluk Kata. Teluk Maya. Namun demikian. Propinsi Trang: Hanya sedikit atau tidak ada kerusakan pada kebanyakan (75%) terumbu karang di Propinsi Trang. dan Pulau Racha Noi hanya sedikit terpengaruh. lokasi penyelaman terkenal yang terletak dekat Pulau Bida. dengan catatan tidak ada faktor penekan lainnya (seperti pemutihan karang dan kematian akibat peningkatan suhu air laut yang terjadi secara anomali). tepatnya 30% dari jumlah karang di jalur air antara Dam Hok dan Dam Khwan dan di Tanjung Hang Nak mengalami kerusakan berupa karang yang terguling oleh ombak atau hancur karena tertimpa oleh benda-benda berukuran besar. Sejumlah karang lunak telah pulih. Pemulihan terumbu karang yang berada dan mengelilingi Phuket telah diperkirakan akan berjalan relatif cepat.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 patahan karang kini menutupi karang hidup pada bagian-bagian tertentu di rataan terumbu. Teluk Lolana. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada beberapa karang di Kata dan sisi selatan serta barat Pulau Adang di kepulauan Adang-Rawi. Hilangnya karang sebagian besar disebabkan oleh limpahan sedimen dari daratan. dan ikan berukuran kecil (seperti Blenniidae) dalam jumlah yang cukup tinggi. namun pemuilihan karang keras akan memakan waktu beberapa tahun. Propinsi Satun: Sebanyak 87% dari terumbu yang disurvei tidak terkena dampak tsunami. Ditemukan kerusakan yang tinggi pada Pulau Mai Phai. Kepulauan Phi Phi: Terdapat sedikit kerusakan terhadap 20% terumbu karang (0-33% koloni karang yang rusak atau mati). Perkiraan optimis ini berdasarkan: tingkat pemulihan yang cepat sewaktu terjadi kerusakan akibat badai. Propinsi Krabi: Kebanyakan terumbu karang di sepanjang Pulau Hong dan Pulau Dam Hok-Dam Kwan yang terletak dekat pantai mengalami hanya sedikit kerusakan akibat tsunami. dan sejumlah besar puing yang berasal dari rumah penduduk dan resor wisata yang terbawa ke Phi Phi Ley dari wilayah Phi Phi Don yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Pulau Pu. Namun demikian. Karang yang terletak di perairan lebih dalam sepanjang Pulau Waeo. Telah dijalankan operasi pembersihan secara besar-besaran di Phi Phi oleh ratusan sukarelawan. 74 . Puing-puing masih ditemukan menyelimuti beberapa bagian karang 6 bulan setelah tsunami. dan terjadi kerusakan yang tinggi pada 60% terumbu (67%-100% karang yang rusak/mati).

Beberapa penyelam tersapu sampai beberapa ratus meter ke selatan. Pendapat umum mengemukakan bahwa kegiatan penyelaman lebih memuaskan dari biasanya. Kebanyakan penyelam menyaksikan pusaran. Terumbu di Teluk Toran Sai mengalami kerusakan yang cukup parah dan tersangkuti oleh mebel. 75 . Dari kapal. Saya mengembangkan pelampung para penyelam dan kami melewati bebatuan dangkal di perbatasan teluk. pakaian. namun semuanya tampak baik-baik saja. jarak pandang tergolong bagus (30 m) dan kondisi penyelaman terlihat sempurna. Lalu kami melihat sejumlah besar puing-puing yang mengapung ke arah laut sejauh 500-600 m dari Lanta. Arus tersebut perlahan reda dan para penyelam beserta kapal terbawa ke laut lepas dengan aman. Waktu kedua penyelaman secara keseluruhan sekitar 1 jam. Thailand Pasca-Tsunami KESAKSIAN DARI PROPINSI KRABI 26 Desember 2004: Sebelum ombak-ombak tsunami datang. bongkahan gedung. Teluk Ton Sai dipenuhi rongsokan kapal. pusaran-pusaran air dan keadaan rusuh. meski masih terjadi beberapa kejadian dan jarak pandang masih lemah (dari Saffron Kiddy. dan pusaran air yang sangat besar terus berlangsung. 30 Desember 2004: Kami melakukan penyelaman kembali. Malam sebelumnya bulan dalam keadaan purnama. sementara yang lain memiliki diamter 100 m dan menangkap para penyelam dan kapal. Dua buah hotel yang dibangun dari beton masih berdiri namun dikelilingi oleh tumpukan puing-puing setinggi 1-2 m. dan lainnya. atau tali jangkar mencabuti karang-karang besar dari dasarnya. meski arus yang ada tidak seperti biasa dan terus berganti arah. Jumlah ikan juga lebih sedikit dari biasanya. Penyelam lainnya melaporkan bahwa sedikit sekali kerusakan karang di Bidah Nok dan Nai. yang semuanya berenang dengan cepat ke arah laut lepas. meski telah melepas pemberat dan mengembangkan pelampung mereka. Pantai pada sisi barat tertutupi oleh puing-puing dan pulau tersebut dalam keadaan hancur berantakan. dan menganggap bahwa semua kejadian aneh tersebut berkaitan dengan bulan purnama malam sebelumnya. walau terdapat lapisan pasir di atas sebagian besar terumbu. Semua itu memakan waktu 1 menit. laut seakan berubah menjadi warna putih. yang pertama dekat Ko Phi Phi untuk mencari mayat-mayat yang mungkin tersangkut. baik yang kecil maupun besar. ikan-ikan tampaknya membersihkan pasir dari atas karang. laut begitu bingung dengan ombak yang terbentuk dari segala arah. kemungkinan karena pasir yang terangkat. saffronkiddy@hotmail.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. kabel listrik. Kemudian kami menyelam di sisi pulau yang terlindungi dalam kondisi yang lebih tenang. Narima Diving Thailand. 15 Januari 2005: Saya kembali ke lokasi-lokasi penyelaman yang sebelumnya di Ko Haa dan hanya melihat sedikit kerusakan. Arus terkuat yang pernah saya alami mendorong kami 500 m ke arah barat dan laut lepas. dan kami sudah memprakirakan arus laut akan kuat. namun kami telah berpindah 500 m. sementara yang lain terhisap ke dalam air. dan beberapa hiu paus terlihat. Saya dan kelima penyelam yang belum berpengalaman turun memasuki kedalaman 2 m di mulut Teluk Bidah Nok. maka kami memutuskan untuk kembali ke daratan meski kami tidak menyadari apa yang terjadi. dimana-mana. bungalow. Tidak satu pun penyelam yang menyadari bahwa tsunami telah terjadi. ikan kodok yang langka dan kerondong yang aneh hadir. meski beberapa karang patah dan patahan karang tersebar di wilayah itu. dan puing-puing yang sangat banyak. Terdapat rongsokan lebih dari 150 buah kapal di daerah ini.com). laut tenang. Sotong terlihat sedang bereproduksi. Para penyelam melaporkan melihat jumlah ikan hiu dan tuna lebih banyak dari biasanya. Laporan adanya ombak-ombak besar menghempas di daratan mulai bergulir dari radio kapal. Beberapa pusaran tersebut tampak seperti angin puyuh yang tipis dan tinggi di dalam air. Kuda laut dan ikan pipefish berada dalam habitat alami mereka dan kehidupan laut tampaknya lebih melimpah. Beberapa penyelam melihat pasir terangkat dari dasar laut dalam pusaran. Sebuah pusaran yang sangat besar di luar Teluk Bidah Nok begitu kuat sehingga kapal-kapal tercabut dari penambat apung.

dan siltasi dari penambangan timah. Jumlah tangkapan ikan total pada tahun 2000 diperkirakan 3. praktik penangkapan ikan yang merusak. Tsunami telah memberikan dampak bagi 58. Namun demikian. sebagian besar di Propinsi Phang Nga. Propinsi Trang. Kerusakan total hanya menimpa 1. Lebih dari 300 hotel/resor rusak dengan 40% dari 53. Mangrove ini menstabilkan tepian perairan. dan pariwisata.5% dari lebih dari 7.2% dari wilayah nasional) mengalami kerusakan akibat tsunami. Menurut DCMR. 4. yang memiliki padang lamun terbesar yang berfungsi sebagai daerah pencarian makan dugong.000 hektar pohon lainnya yang kehilangan daunnya akibat peningkatan kadar garam dapat pulih kembali dalam waktu beberapa bulan.5% dari padang lamun. berperan sebagai daerah asuhan bagi ikan karang. lamun ini diperkirakan pulih dalam waktu satu tahun. Disamping itu. Namun demikian.1 miliar. Hutan pesisir dan rawa gambut yang bersumber air tawar mengalami kerusakan akibat peningkatan salinitas dan kekuatan ombak. Kerusakan lamun: Hanya 3. Sekitar 10% wilayah tersebut terkena dampak dari siltasi dan erosi permukaan dasar laut.347 hektar mangrove yang terdapat di sepanjang pesisir Laut Andaman. namun tsunami telah mengakibatkan kerugian besar-besaran terhadap industri perikanan dan budidaya 76 . Kerusakan nyata dan yang diperkirakan terjadi terhadap prasarana pendukung. sebaiknya dilakukan. hanya 306 hektar hutan bakau (0. dengan kerusakan yang ada sebagian besar disebabkan oleh sedimentasi. telah kehilangan sumber pencaharian. Lamun yang tumbuh pada wilayah pasang surut di Kuraburi. namun hutan ini terancam karena pengembangan infrastruktur yang meningkat.000 orang karena menghancurkan 407 desa. Hanya terdapat 1. Padang lamun ini berperan sebagai dasar produktifitas yang penting untuk perikanan. seperti rotifera dan plankton lainnya. membantu dalam stabilisasi pesisir. Wilayah yang paling terkena dampak adalah Pulau Yao Yai di propinsi Phang Nga. padang lamun di Thailand berada dibawah ancaman yang lebih besar dari pencemaran dan sedimentasi dari perkembangan industri.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan pada Bakau dan Tumbuhan Pesisir: Hanya terdapat sedikit kerusakan pada 181. dampak merusak yang ditimbulkan oleh garam di rawa gambut mungkin berlangsung untuk beberapa bulan.900 hektar padang lamun sepanjang pesisir Andaman terkena dampak dari tsunami.7 juta ton metrik senilai US$ 1. dan 14. Telah direkomendasikan bahwa sebuah program pemantauan jangka panjang pada beberapa jenis khusus. dan merupakan sumber makanan yang baik untuk biota langka seperti dugong dan penyu hijau. Propinsi Phang Nga mungkin telah mengurangi erosi pantai saat tsunami.000 kamar rusak atau hancur. pengaruh dari budidaya udang. meski lamun yang terkubur dalam pasir yang lebih tebal mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Penurunan jumlah wisatawan berarti bahwa mereka yang sebelumnya bekerja dalam industri tersebut atau menyediakan produk. akan membuat kebanyakan dari fasilitas wisata yang bertahan harus menderita (dan terus merugi) akibat penurunan jumlah wisatawan. budidaya di pesisir dan penggunaan wilayah bakau sebagai tempat pembuangan (sampah) akhir.300 toko yang bergantung pada pariwisata rusak total atau sebagian. 200 rumah makan dan 4. Hanya sedikit kerusakan atau kehilangan habitat di Pulau Talibog.6 hektar hutan bakau yang mengalami kerusakan di Propinsi Satun. dan 24 sekolah. Lebih dari 700 hektar pepohonan terpatahkan atau rusak berat dan harus ditanam kembali. perumahan.800 rumah. DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI Tsunami telah mengakibatkan kerugian besar terhadap dua sektor ekonomi utama Thailand: diperkirakan US$ 321 juta di sektor pariwisata dan US$ 43 juta di perikanan. dan melindungi terumbu karang dari limpasan air darat dan sedimen. karena kebanyakan rawa tersebut belum terisi atau terlewati oleh air tawar secara penuh. yang kehilangan 10% dari habitat lamunnya.

Di Koh Phi Phi. Di antara korban jiwa terdapat 3 jagawana Taman Nasional Laut yang bekerja di proyek Konservasi Penyu Naucrates di Pulau Phra Thong. Berakumulasinya masalah ketidakjelasan dokumentasi dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem laporan kepemilikan. Survei menunjukkan 2-10% dari seluruh terumbu karang di Kepulauan Andaman telah rusak. WWF Thailand sedang mendirikan sebuah program penelitian dan pemantauan pemulihan terumbu karang di Kepulauan Surin. dan pengalaman wisata yang lebih baik bagi generasi berikutnya termasuk dari keluarga yang berhasil selamat dari tsunami”. Ini merupakan satu lagi pelajaran yang dapat kita petik mengenai pentingnya pengetahuan lokal. Thailand Pasca-Tsunami dengan hancurnya kapal nelayan. Di saat kita mulai membangun kembali. namun staf Taman Nasional dan 180 masyarakat Moken yang tinggal disana dalam kondisi aman. Peralatan Perikanan Kapal besar Kapal kecil Jaring lempar Stake traps Bubu bambu Tambak Karamba Penetasan Benur Jumlah kerusakan/kehilangan 1. Delapan dermaga rusak berat dan tepatnya 150 kapal wisata besar dan 776 kapal wisata kecil rusak atau hilang. Sementara itu. WWF Thailand). Masalah hak dan kepemilikan tanah kemungkinan merupakan alasan terpenting timbulnya masalah sosial setelah tsunami. dan penetasan benur. Direktur. KESAKSIAN DARI WWF Sejumlah besar korban yang terkena dampak tsunami merupakan wisatawan asing yang sedang berlibur di pantai-pantai popular seperti Phuket.313 nelayan terkena dampak 683 nelayan terkena dampak 2. patah. Sektor pertanian juga terkena dampak tsunami: lebih dari 1. WWF Thailand menyediakan informasi bagi penyelam asing yang berkeinginan untuk membantu upaya pembersihan terumbu karang (dari Robert Mather.600 ekor unggas ternak hilang. dan sebuah tamparan bagi masyarakat dunia.500 hektar lahan pertanian terendam oleh air asin dan lebih dari 2. kita harus belajar dari pengalaman dan memastikan bahwa dunia pariwisata pesisir Thailand dibentuk dengan cara yang lebih sensitif dan adil.228 buah 3. dan Pulau Phi Phi. Enam jagawana lainnya terluka parah. alat tangkap.537 nelayan terkena dampak 11 tambak 5. Mereka melihat tanda-tanda peringatan ketika air surut dengan cepat dan mengingat cerita rakyat setempat. Tsunami telah menjadi tragedi buruk bagi semua yang terlibat. Infrastruktur pada pulau tersebut hancur sampai rata. tambak. Tabel ini menampilkan daftar kerugian yang dialami usaha perikanan Thailand akibat tsunami. Saat ini terdapat banyak konflik atas tanah untuk konservasi dan penggunaan pribadi. keramba. “Saya baru saja mengunjungi Pulau Surin.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. sehingga mereka sudah mengetahui apa yang akan datang dan secepatnya menuju dataran tinggi.000 ekor babi serta 7. seperempat dilaporkan rusak.137 buah 4. Khao Lak. atau tertutupi sedimen dan puing-puing.977 nelayan terkena dampak 277 rusak 77 . yang dalam jangka panjangnya menyediakan kualitas hidup dan kehidupan berbasis perikanan dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. telah diperparah oleh tsunami sehingga permasalahan tanah dan perumahan menjadi sangat sulit.

Pantai-pantai dan atraksi lain di lokasi tersebut membutuhkan pembersihan sangat cepat agar keadaan Taman Nasional itu dapat kembali indah seperti semula. dan staf registrasi. Penyelam-penyelam dengan pengalaman sedikitnya 100 kali penyelaman bekerja 6 hari setiap minggu selama 6 bulan dan tercatat melakukan penyelaman lebih dari 7. bongkahan atap. pihak-pihak yang memegang peranan kunci. andrew@hidef. tembok dan bongkahan semen diangkat dengan bantuan kantong khusus. mesin cuci. peningkatan kapasitas. 280 ton puing dipindahkan dengan tangan. peralatan. seperti rumah bungalow utuh. Setelah 3 bulan. kabel-kabel listrik. peralatan selam. sementara hanya 4. termasuk televisi. termasuk para perenang snorkel. dan pemulihan kehidupan masyarakat. kulkas. dukungan kapal. Sisi pengelolaan lingkungan dan konservasi juga mendapatkan keuntungan setelah masyarakat mulai tertarik dengan hasil yang dicapai oleh para peneliti dan relawan tersebut. membantu dalam restorasi Propinsi Krabi dengan membalikkan karang yang terbalik kembali ke dalam keadaan semula dan menempelkan patahan karang ke substrat keras untuk mencegahnya tergerus oleh bahan sedimen. dan karung plastik khusus selang beberapa minggu setelah tsunami dan juga memulai sebuah program pembersihan jangka panjang yang lebih besar. Pendanaan dari Piers Simon Appeal Fund. pemerintahan Thailand mengajukan permohonan dukungan teknis dalam bentuk tenaga ahli.500 kali. Jumlah orang yang bekerja di atas air dua kali lipat. Mayoritas (95%) dari fragmen karang Acropora yang ditempel kembali dengan kawat plastik berhasil hidup. mainan. Misalnya. Upaya pembersihan terumbu karang. dan ratusan kasur yang beratnya berlipat-lipat dalam keadaan basah. yang menjadi sebuah permasalahan langsung bagi sumber daya pesisir. turut membantu mendirikan perkemahan selam ini untuk lebih dari 4. dan regu-regu relawan pembersih pantai bekerja membersihkan pantai seiring ombak yang terus membawa masuk rongsokan. dan 70% menunjukkan peningkatan jumlah jaringan hidup dengan cabang baru setelah 5 bulan. dan hamparan lamun merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Thailand dan lembaga yang memberikan bantuan. Operasi pembersihan ini telah berjalan dengan cukup menyeluruh dan kini penyelaman untuk pembersihan hanya dijadwalkan sebulan sekali. dan aktivitas ini segera dijalankan setelah kejadian tsunami.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Salah satu hasil yang diakibatkan tsunami adalah sejumlah besar benda asing yang tersapu dari daratan. Benda-benda berukuran besar. dan hanya 19% dari karang yang dibalikkan kehilangan jaringan karang. PERKEMAHAN SELAM TSUNAMI PHI PHI Perkemahan Selam Phi Phi merupakan proyek swasta yang didirikan untuk mengelola kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap terumbu karang akibat keberadaan jumlah puing di perairan sekitar kepulauan Phi Phi yang berada dalam jumlah sangat besar. pantai. rehabilitasi lingkungan. gedung. stereo. Kegiatan-kegiatan ini dikoordinir oleh MONRE dengan dukungan dari sektor swasta.com) Para peneliti dari Universitas Ramkhamhaeng dan 35 penyelam relawan dari ‘Save Whaleshark’-Thai Sea Conservation Club. Pacific Asia Travel Association (PATA) dan sumbangan dana pribadi lainnya. UNDP menyalurkan untuk pembelian kapal. Segala rupa peralatan rumah tangga yang dapat dibayangkan berhasil terangkat. regu-regu pembersih pantai. Koordinator Proyek. Barang-barang pribadi seperti baju. 40% dari karang yang dibiarkan terbalik telah mati.5% dari karang yang telah direhabilitasi dengan pembalikkan kembali telah mati. Permohonan susulan mencakup dukungan PBB untuk pendataan lingkungan cepat (rapid 78 . namun suatu hal penting yang harus diingat adalah kesalahan pembangunan masa lalu agar tidak diulang (dari Andrew Hewett.000 sukarelawan dan 25 pegawai asal Thailand. dan lembaga internasional sepert UNEP. sepatu. kartu identitas. Segera setelah tsunami. Lokasi Kepulauan Phi Phi cukup baik untuk didirikan sistem pemantauan perlindungan sumber daya alam. dan paspor berada diantara temuan yang paling mengejutkan.

melanjutkan kegiatan menuju keefektifan MPA dalam perlindungan terumbu karang dan pelebaran serta perluasan jaringan MPA. Lebih dari 45 rekan kerja internasional telah memberikan bantuan senilai US$ 61 juta dalam hampir 200 proyek yang mendukung berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. termasuk pekerja imigran dan masyarakat setempat. Saran-saran yang diajukan dibawah ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dari kehidupan dan sumber daya pesisir: memulai program-program peningkatan kapasitas yang terintegrasi dan termasuk di dalamnya pengelolaan Daerah Perlindungan Laut (MPA). Meskipun terdapat peningkatan kesiapan dan implimentasi tindakan pertahanan untuk bencana. melaporkan kegiatan ilegal yang terjadi di dalam taman nasional. PBB merespon dengan menyusun tiga misi yang melibatkan kerjasama antar lembaga: antara 28 Desember sampai 12 Januari 2005. pengoperasian kegiatan budidaya dan pariwisata. mendorong DMCR untuk meminta upaya legislatif dan pemantauan yang lebih kuat dalam melindungi terumbu karang dan untuk memantau pemulihan jangka panjang.000 untuk mendanai sebuah program berjangka 18 bulan yang bertujuan untuk memperbaiki kapasitas Thailand dalam mengelola zona-zona pesisir secara berkelanjutan. sebuah misi UNDP/World Bank/FAO mendata kerusakan jangka menengah dan jangka panjang dan kerjasama potensial untuk membantu pemulihan kehidupan dan lingkungan. dan sistem peringatan dini. baik untuk budidaya maupun pariwisata. antara 4-8 Januari 2005. untuk membantu mereka yang berada dalam daerah yang terkena dampak tsunami di Thailand. antara 10-13 Januari 2005. sebuah misi PBB/ILO/IOM mendata kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah dan individual yang bekerja di lapangan. Australian Agency for International Development (AusAID) menyediakan AU$ 400. pengelolaan limbah. masih lebih banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya pesisir.Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman. dan mendukung perubahan kebijakan yang sah agar mendukung pengelolaan dan perlindungan terumbu karang. Thailand Pasca-Tsunami environmental assessment). Menyusul pembicaraan dengan perwakilan pemerintah. Program tersebut akan mengembangkan panduan untuk pengelolaan pesisir yang lebih baik dengan memfokuskan pada Taman Nasional dan termasuk di dalamnya tindakan dalam perbaikan kualitas air. mencegah perdagangan barang yang bersumber dari laut yang ilegal. KESIMPULAN DAN SARAN Konservasi dan pengelolaan terumbu karang merupakan prioritas bagi Thailand. daerah terumbu yang terkena dampak besar tsunami seharusnya ditutup dari kegiatan pariwisata agar membantu penyembuhan alami tanpa gangguan manusia. 79 . rencana cepat tanggap. WWF telah mencanangkan program untuk para penyelenggara penyelaman dan para penyelam individual agar: mengembangkan standar ‘best practice’. kantor koordinasi kegiatan kemanusiaan (OCHA) mengirimkan regu pendataan dan koordinasi bencana PBB (UNDAC) agar mendata kebutuhan darurat. mendirikan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar para pemangku melalui Pengelolaan Pesisir Terintegrasi dan mengukuhkan program-program kolaboratif dengan pertukaran pelajaran terpetik yang lebih banyak.

Bjorkman. DMCR mengharapkan bantuan dari penyelam relawan untuk membantu membersihkan barang-barang yang tersapu ombak dari terumbu karang sepanjang pantai. Perlu ada peningkatan keahlian teknis. dan FAO telah mendorong UNDP untuk menyediakan peralatan bersih-bersih untuk membantu merehabilitasi terumbu karang Thailand yang terkena dampak tsunami 26 Desember 2004. Terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman bukan hanya habitat bagi kehidupan bawah laut yang penting bagi pendapatan nelayan setempat. memanfaatkan pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir setempat dalam kurikulum pelajaran. Tim pendata ini menyimpulkan bahwa perkembangan ekoturisme yang berkelanjutan di masa mendatang dan pemulihan serta diversifikasi dari sumber pendapatan di dalam komunitas pelaku perikanan akan bergantung pada terumbu karang (dari Cherie Hart. merusak terumbu karang. Ekosistem-ekosistem pesisir di Thailand akan pulih secara alami dari dampak tsunami. dan seprai tempat tidur diam di atas terumbu. namun pendataan sistematis dibutuhkan untuk mengikuti perkembangannya dan mengetahui keefektifan dari tindakan pengelolaan yang menerapkan rehabilitasi. dan dengan hati-hati menempelkan kembali patahan karang. Perwakilan Deputi Wilayah dari UNDP di Thailand. PENYELAM RELAWAN MEMBERSIHKAN PUING-PUING TSUNAMI: DARI KURSI TERAS SAMPAI WASTAFEL Sebuah misi gabungan yang dilakukan oleh UNDP. peralatan. “Barang rongsok yang tidak biasa seperti ini membutuhkan perhatian khusus. dengan memusatkan perhatian pada ancaman terhadap sumber daya pesisir. dan habitat-habitat pesisir.” kata Hakan Bjorkman. mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif dan memberikan penekanan terhadap kesiapan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. “Kita sudah melihat kopor. memperkenalkan praktik-praktik perikanan yang berkelanjutan dan insentif ekonomi untuk memastikan cara-cara ilegal tidak lagi digunakan dalam pemulihan kehidupan masyarakat pelaku perikanan. dan penelitian sistem informasi geografis (GIS) agar dapat memantau secara ketat keadaan sumber daya pesisir yang terkena dampak dan menyediakan bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya. Barang rongsokan berukuran besar.hart@undp. UNDP.” kata Mr. Namun. kapasitas pemantauan. wastafel. Kami bekerja dengan cepat agar Departmen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir (DMCR) bisa memperoleh peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan terumbu karang di sini. cherie. Misi Pendataan Bencana PBB yang berlangsung selama 3 hari. kursi teras. World Bank. tapi juga merupakan sumber pendapatan yang penting untuk dunia pariwisata Thailand. Tsunami telah membawa sebuah kesempatan untuk mengimplimentasikan pengelolaan pesisir terintegrasi yang efektif. Kepulauan Similan mengalami sedimentasi yang amat parah dari pasir yang terlempar ke atas terumbu karang. terumbu karang. mengembangkan sistem pengelolaan data informasi terumbu karang skala nasional dan untuk akses per wilayah. sehingga dapat menjadi penghubung antara datangnya bencana alam dengan pemulihan kehidupan masyarakat. 80 . dari kursi teras sampai wastafel. dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan program-program pendidikan agar memastikan bahwa masyarakat secara umum lebih terinformasi mengenai terumbu karang dan permasalahan zona pesisir. menemukan bahwa rata-rata 5% dari terumbu karang di sepanjang pesisir dan sekitar pulau utama telah rusak.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mengembangkan indeks universal yang kuat dan efektif dalam mendata keadaan terumbu karang.org).

Keadaan Terumbu Karang dan Ekosistem Pesisir Lainnya di Laut Andaman, Thailand Pasca-Tsunami

UCAPAN TERIMA KASIH
Laporan ini disusun dengan kontribusi tambahan dari: Australian Government AusAID Report; Coastal Habitats and Resources Management (CHARM); Department of Marine and Coastal Resources; Dive Operators Club Thailand – Phuket; FAO; Hollie Bailey, Tadashi Kimura; Robert Mather; Phuket Marine Biological Center, WWF – Thailand; dan Cherdsak Virapat.

KONTAK PENULIS
Niphon Phongsuwan, Phuket Marine Biological Center, Phuket, niphonph@gmail.com; Thamasak Yeemin, Ramkhamhaeng University, Bangkok, thamasakyeemin@hotmail.com; James Comley, Coral Cay Conservation, London, jc@coralcayconservation.com; Suchai Worachananant, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, Suchai@talaythai.com; Maitree Duangsawasdi and Cherdchinda Chotiyaputta, Dept of Marine and Coastal Resources, Bangkok

PENINJAU
Barbara Brown, Suchana Chavanich, Yves Henocque, Anond Snidwongs, Kristian Teleki, Songpol Tippayawong, dan Alphons van Lieshout.

ACUAN
Phongsuwan N, Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral reefsof western Thailand, Andaman Sea, Indian Ocean. Atoll Res Bull (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Rigg J, Law L, Tan-Mullins M, Warr CG (in press) The Indian Ocean tsunami – socio-economic impacts in Thailand. Journal of Geography. Satapoomin U, Phongsuwan N, Brown BE (in press) A preliminary synopsis of the effects of the Indian Ocean tsunami on the coral reefs of western Thailand. Phuket Marine Biological Center Research Bulletin. Sejumlah laporan online digunakan, termasuk: Australian Government: AusAID (2005), (www.ausaid.gov.au); Coral Cay Conservation (2005), (www.coralcay.org/science/download_reports.php); Chulalongkorn University (2005), serta Department of Marine and Coastal Resources dan Phuket Marine Biological Center (2005), laporan mengenai dampak tsunami terhadap sumber daya pesisir; Mather R (2005), (www.wwfthai.org/eng/resources/publication/publication.asp); UNDP (2005), (www.undp.or.th/focus/tsunami.html); UNDP/World Bank/FAO (2005), (www.un.or.th/tsunamiinthailand/assesmentreps.html); UNEP (2005), (www.unep.org/tsunami/tsunami_rpt.asp); USAID (2005), (www.usaid.gov/pubs/cbj2003/ane/th/); WWF (2005), (www.wwf.org.au/news/n187).

81

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

82

6. KEADAAN TERUMBU KARANG DI MYANMAR: EVALUASI PASCA-TSUNAMI

KARENNE TUN DAN GEORG HEISS

RINGKASAN
Sebanyak 61 - 65 korban tsunami dilaporkan dari Burma/Myanmar, namun sejumlah warga Burma yang bekerja di Thailand dilaporkan hilang; Walaupun kerusakan yang terjadi relatif kecil, namun 32 desa dari 12 wilayah yang terletak di daerah pesisir terkena imbasan, dengan 1.000 - 1.300 buah rumah hancur atau rusak, dan kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi; Sebanyak 144 kapal nelayan berukuran kecil dilaporkan hilang atau rusak, dengan kerugian finansial yang ditaksir mencapai US$ 250.000; Tsunami yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

PENDAHULUAN
Sebagian besar pesisir Myanmar/Burma didominasi oleh sungai-sungai utama, kesatuan-kesatuan muara dan delta yang besar, hutan mangrove yang luas, lingkungan bersedimen lembut. Kebanyakan terumbu karang ditemukan di sekitar 800 pulau pada kepulauan Myeik di bagian selatan negara. Gelombang tsunami berhasil mencapai pulau-pulau terluar dari kepulauan Myeik 2-4 jam setelah gempa bumi yang pertama terjadi, dan mencapai pantai utara Myanmar 3 - 5,5 jam setelahnya. Pendataan resmi dari 22 lokasi pemukiman di kepulauan Myeik, Divisi Taninthayi dan Muara Ayeyarwaddy mengindikasikan bahwa tinggi gelombang sepanjang pesisir Myanmar mencapai 0,5 sampai 2,9 meter, yang dikatakan warga setempat menyerupai ‘pasang tinggi musim hujan’. Meski Myanmar terletak lebih dekat dengan pusat gempa daripada Sri Lanka, India, atau Kepulauan Maladewa, namun kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami relatif lebih sedikit. Menurut pemerintahan Myanmar, lembaga PBB, dan LSM, sebanyak 32 desa pesisir dari 12 wilayah terkena dampak dengan 6165 korban meninggal, 1.000-1.300 rumah hancur atau rusak, 144 kapal nelayan hancur atau rusak, dan terdapat sejumlah kerusakan terhadap bangunan sekolah, pagoda, jembatan, serta penggilingan padi. Masih terdapat kemungkinan korban meninggal di Thailand merupakan orang Burma yang bekerja disana, karena banyak yang dilaporkan hilang.

83

hamparan bukit bawah laut. Sebelum terjadi tsunami. gua kapur. dan hamparan pasir bercampur batuan besar dengan sejumlah jenis karang yang belum diketahui spesiesnya (perkiraan yang ada berkisar antar 65-97 jenis karang batu). Kepulauan/Nusantara Myeik memiliki lahan seluas 12.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 KEADAAN TERUMBU SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di Myanmar bisa jadi merupakan terumbu karang yang paling sedikit dipelajari di dunia. dimana kurang dari 8 laporan yang menyajikan keadaan terumbu karang bisa diperoleh. namun kebanyakan sumber informasinya sekunder. tebing batu yang terjal maupun tegak.700 km2. informasi 84 .500 km2 dan terumbu karang seluas 1. termasuk terumbu tepi (fringing). Beberapa survei telah dilakukan oleh Reef Check Eropa.

reefcheck. ini juga merupakan alasan kenapa pantai bagian ini bebas dari ikan hiu berukuran besar. 2004. Hari ini tampak seperti biasa. meski daerah pesisir yang diduga terkena dampak tsunami pada awalnya cukup luas. oleh 85 . dan semua membicarakan betapa beruntungnya kami.exploremyanmar. dan tidak pernah akan terjadi dampak di masa mendatang dari bencana yang serupa terhadap pesisir negara bagian Rakhine. dikuti terumbu yang bertepi tembok tegak. laporan-laporan mengenai pengeboman ikan. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Informasi mengenai Myanmar pasca-tsunami cukup terbatas. di sekitar pulau-pulau yang terletak dekat Pulau Lampi (Kyunn Tann Shey). dan ikan kue yang sering dijumpai menggerombol. terutama pada pulau-pulau terluar dan tepian paparan benua. Kami baru mendengar beritanya keesokan hari ketika kembali ke Yangon. Pukul 7:45 di pagi hari. Para tetua di wilayah pesisir Myanmar sudah mengetahui bahwa ini bukan keberuntungan. Gelombang-gelombang tsunami menabrak tembok tersebut dan terhenti secara efektif. pari. Sampai sejauh 30-35 kilometer dari pantai ke arah laut lepas. dan 2005 atas kerjasama dengan ‘Europe Conservation Switzerland’ (www. Informasi-informasi ini relatif sama: mayoritas terumbu karang berada dalam kondisi baik sampai sempurna. karakteristik ‘Lempeng Burma’ menjelaskan kenapa pesisir barat laut Myanmar aman dari tsunami. terdapat ikan hiu. bekas-bekas bom ikan terlihat pada beberapa terumbu. yang masuk ke laut dalam sejauh 30-80 m dan berfungsi sebagai perlindungan alami. saya berada di Pantai Ngapali. Pernyataan resmi dari pemerintah hanya menyebutkan bahwa dampak yang ditimbulkan tsunami ringan. Di negara bagian Rakhine. mengunjungi pantai Burma dan kepulauan Myeik di atas kapal wisata selam yang beroperasi dari Thailand. Tidak terdapat. dan rongsokan kegiatan penangkapan seperti jaring yang kusut. Indeks ‘Kartu nilai’ tentang dampak. dan kami tidak memiliki komunikasi telepon maupun televisi. yang merupakan Taman Nasional. dengan penutupan karang yang tinggi di sebagian besar wilayahnya. menunjukkan tingkat dampak yang berkisar antara sedang sampai tinggi akibat pemanenan ikan yang berlebih.com) mengenai terumbu terbaik berasal dari kesaksian para penyelam yang berekreasi. dan pendataan lanjut dari sejumlah LSM serta laporan tidak resmi dari pengoperasi tur wisata dan para wisatawan membenarkan pernyataan tersebut. sedikit di atas wilayah Thailand. terdapat bukti-bukti kerusakan yang ditimbulkan manusia. di depan Penginapan Laguna. Pendataan terumbu karang yang pertama dilakukan pada tujuh lokasi contoh antara bulan Februari sampai Maret 2005 di sekitar wilayah selatan kepulauan Myeik. ikan berukuran besar yang melimpah.de). Bagi para nelayan sesepuh. yang cenderung berputar saat mendekati tembok bawah laut tersebut” (dari Mrauk Oo.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami TIDAK ADA DAMPAK TSUNAMI-‘LEMPENG BURMA AMAN!’ “Ketika tsunami menerjang wilayah pesisir Asia lain. ketika berlangsung ekspidisi “The Quicksilver Crossing”.5%. laut masih tenang dan matahari keluar. Ngwe Saung. namun berkat desain alami dunia bawah laut di Teluk Bengal. Tapi itu bukan keberuntungan – karakteristik alami ‘Lempengan Burma’-lah yang menyelamatkan pesisir Myanmar. www. Namun. Data-data terumbu karang pertama kali dikumpulkan oleh Reef Check Eropa pada tahun 2001. Survei-survei berikutnya diadakan pada tahun 2003. milik Reef Check. dan dampak yang sedang sampai tinggi akibat pemanenan invertebrata. kedalaman air hanya sampai 3-10 meter.5% sampai 82. Myanmar. Penutupan karang batu berkisar antara 32. Surveisurvei tersebut dilakukan dengan mengambil 9 titik contoh di wilayah pertengahan sampai selatan kepulauan Myeik. begitu juga pengumpulan invertebrata bawah laut lainnya sebagai hiasan dan perdagangan biota ornamental. Pemanenan teripang untuk keperluan konsumsi dan ekspor termasuk intensif.

86 . jumlah korban meninggal diduga tidak melebihi 100. membayangkan yang terburuk. yang terletak 320 km dari Myanmar. SARAN. Reef Check Eropa yang bekerjasama dengan WorldFish Center dan GCRMN. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Dampak Terhadap Perikanan: Mayoritas desa yang terkena dampak tsunami merupakan desa yang bergerak di bidang perikanan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PESISIR BERBATU MEMBANTU MYANMAR 14 Januari 2005 – Negara Myanmar yang letaknya tersembunyi termasuk ‘sangat beruntung’ hanya sedikit merugi dari tsunami. dengan beberapa karang patah atau terbalik. Pada saat [tsunami] itu saya sedang berada di Thailand dan pulang dengan segera. Terumbu di kepulauan Myeik relatif selamat dari tsunami. KESIMPULAN DAN PREDIKSI Myanmar merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki program pemantauan terumbu karang yang didukung lembaga pemerintah maupun LSM. dan IFRC. namun terdapat sedikit kerusakan pada karamba budidaya kerapu.000 orang kehilangan tempat tinggal. Kerusakan yang ditemukan sedikit sekali. Tidak ditemukan akumulasi patahan karang atau penguburan oleh pasir. Delta Irrawaddy yang terletak di selatan Yangon terkena dampak paling parah. Pemerintah Myanmar telah menyatakan ketertarikannya untuk memulai program pemantauan terumbu karang. korban jiwa masih dapat diselamatkan.5 m ketika sampai di bagian selatan Kepulauan Myeik dan pesisir Myanmar.” Pemerintahan militer Myanmar sejauh ini sangat kooperatif dalam upaya pemulihan setelah tsunami. “Ini benar-benar luar biasa. dan kerugian finansial mencapai US$ 250. namun.000. mengingat kerusakan yang sangat sedikit dari tsunami. meski terletak cukup dekat dengan terumbu di Thailand. dan bangunan sekolah. namun masih kekurangan kapasitas atau tenaga ahli untuk mewujudkannya. dan beberapa yang tertutup lapisan tipis pasir pada tiga lokasi paling selatan. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Upaya rehabilitasi dan pemulihan terumbu karang di Myanmar tidak diperlukan. karena mereka yang selamat dari gelombang pertama langsung berlari menuju dataran yang lebih tinggi.000. kata Joanna MacLean dari International Federation of the Red Cross (IFRC). Perkiraan awal kerugian dari kapal dan peralatan perikanan yang hilang ditaksir mencapai US$ 185. masih memiliki waktu untuk menuju biara-biara. Antara 5. namun banyak yang sudah kembali ke desa mereka (dari Joanna MacLean. Dampak Terhadap Budidaya: Dampak terhadap kegiatan budidaya sepanjang pesisir tidak terlalu banyak. bahkan yang kedua. lembaga-lembaga setempat. yang selalu terletak pada dataran tinggi. Laporan terkini menyebutkan sekitar 144 kapal yang hilang. sehingga mereka yang berkesempatan menyaksikan gelombang pertama. Beberapa penyelam juga mengindikasikan bahwa terumbu karang yang terdapat di wilayah Pulau Lampi tidak terpengaruh oleh tsunami.000-6. namun MacLean mensyukuri keberadaan pantai berbatu Myanmar dan sudut pantai tersebut sebagai pencegah kerusakan dari gelombang yang menewaskan ribuan orang di Thailand dan masih banyak lagi di Kepulauan Andaman. Menurut laporan-laporan dari PBB. International Federation of the Red Cross). Terdapat tiga gelombang yang datangnya berselang setengah jam. Gelombang tsunami telah mengecil sampai 0. yang mengalami kerusakan.

Niphon Phongsuwan. kapasitas pengetahuan dan penegakan hukum oleh pemerintahan yang lemah.tun@cgiar. georg. keikutsertaan Myanmar dalam berbagai program regional dan sub-regional untuk memfasilitasi kerjasama dan koordinasi wilayah. Perpusatakaan AIMS.org. Dari hasil konsensus saat ini. Georg Heiss. ACUAN CONSRN (2005) Impacts of the tsunami on fisheries. Chou Loke Ming. secara umum keadaan terumbu karang di Myanmar dalam keadaan baik sampai sangat baik. ReliefWeb (February 2005) Impact of the tsunami on the lives and livelihood of people in Myanmar with special focus on 87 . Diperlukan tindakan yang segera untuk mencegah terumbu karang Myanmar sampai pada taraf tak berkelanjutan. dan untuk saling bertukar pengalaman. Namun. aquaculture and coastal living livelihoods in Myanmar (www. Tetapi karena saat ini belum terdapat program yang menyangkut terumbu karang di Myanmar. Inggris. dan pengeboman. namun keadaan terumbu sulit ditentukan akibat kurangnya informasi dasar. banyak LSM yang tidak dapat menjalankan program pemantauan terumbu di Myanmar. WorldFish Centre. program pemantauan ekosistem. 6.streaminitiative. identifikasi wilayah-wilayah kunci untuk perlindungan. Phuket Marine Biological Center. Universitas Newcastle upon Tyne. program pelatihan untuk membangun kapasitas masyarakat setempat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. dan peresmian wilayah tersebut sebagai taman nasional laut di masa mendatang.Keadaan Terumbu Karang di Myanmar: Evaluasi Pasca-Tsunami Myanmar memiliki sejumlah terumbu paling indah di wilayah Asia Tenggara.pdf). Center for Tropical Marine Ecology (ZMT). Joanna Ruxton. dan sudah seharusnya dimulai proses penggarapan program yang komprehensif dan mencakup berbagai tingkatan. Terumbu karang di Myanmar saat ini sedang terancam sebab: kurangnya hukum dan peraturan. akan sangat tepat jika diformulasikan program konservasi yang meliputi: sebuah pendataan biodiversitas ekosistem terumbu karang yang komprehensif. PO Box 500 GPO. Terdapat banyak laporan adanya praktik perikanan ilegal dan merusak oleh nelayan asing.heiss@reefcheck. dan inisiasi program-program pendidikan dan kesadaran masyarakat. dan pengumpulan hewan invertebrata dari terumbu untuk perdagangan biota dan akuarium hias semakin meningkat. 28359 Bremen Germany. termasuk penggunaan pukat dan pancing rawai (long-line) di sekitar terumbu karang. Universitas Nasional Singapura. Reef Check Eropa.de. Sekolah Biologi.org/pdf/050203Myanmar. Fahrenheitstr. KONTAK PENULIS Karenne Tun. terdapat kekhawatiran akan meningkatnya praktik perikanan yang merusak. 10670 Penang. Seharusnya konservasi dan pengelolaan terumbu karang di Myanmar menjadi isu utama. PENINJAU Barbara Brown. Malaysia. dengan penekanan khusus terhadap terumbu karang dan hutan mangrove. k. dan penangkapan ikan berlebih serta pertumbuhan pengembangan pesisir yang semakin meningkat.

Sebuah survei yang berdurasi 2 minggu oleh Wildlife Conservation Society. Myanmar menderita kerugian dan korban jiwa yang relatif sedikit akibat tsunami. dan porpoise di lepas pesisir selatan Myanmar telah meredakan ketakutan berbagai pihak akan terpengaruhnya mamalia laut akibat tsunami bulan Desember.Teramatinya ratusan lumba-lumba.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Labutta township. o r g / E N / S e c t i o n 2 3 / S e c t i o n 1 1 0 8 / S e c t i o n 1 8 3 5 / S e c t i o n 1 8 5 1 / Section1869_8657. et al. Ayeyarwaddy division (www.aist. reliefweb. National Institute of Advanced Industrial Science and Technology. Whales and Dolphin Conservation Society dan Convention on Migratory Species di Jerman diikuti ilmuwan dari Myanmar. Active Fault Research Center. dalam laporannya. kata seorang ahli biologi Myanmar dari Wildlife Conservation Society. (www. Ini merupakan pertama kali sebuah survei seperti ini dilakukan di Myanmar dan Tint Tun.jp/actfault/english/topics/Myanmar/index. w 3 . Survei tersebut telah menghilangkan kekhawatiran tentang rusaknya habitat (lumba-lumba dan paus) karena tsunami. seorang ahli zoololgi konservasi. dan Sri Lanka. yang kaya akan biodiversitas laut. (June 2005) Report on Post Tsunami Survey along the Myanmar Coast for the December 2004 Sumatra-Andaman Earthquake. tulis sebuah harian semi-resmi. WHOSEA (January 2005) Myanmar tsunami situation report. India. kata Mya Than Tun. yang dipimpin oleh Brian Smith. Ahli konservasi Myanmar dan asing telah mengadakan pengamatan sewaktu melakukan survei pesisir Tanintharyi dan secara khusus di perairan Kepulauan Myeik. 88 . dan survei ini akan digunakan untuk memastikan populasi mamalia laut di perairan pesisir (dari The China Post). w h o s e a .nsf/db900SID/EVIU6AKDE8?OpenDocument). KETAKUTAN TSUNAMI MYANMAR REDA 01 April 2005.html). ( w w w. Bangladesh.int/rw/rwb.unit. paus.htm). seorang peniliti dari Departemen Perikanan. Satake Y. go.

K.7. SRI LAZARUS. JEYABASKARAN. 89 . K. infrastruktur dasar lainnya serta desa-desa secara keseluruhan. sedimentasi. Pada daratan utama. MARIMUTHU. terdapat jumlah kematian serupa. jetty. N. Terumbu karang pada daratan utama di Teluk Myanmar dan tempat lainnya hanya sedikit rusak. dan beberapa pantai hampir hilang sama sekali. JAYAKUMAR. sementara pantai-pantai baru telah terbentuk. Kebanyakan pantai daratan utama mengalami erosi. khususnya dikarenakan benda-benda yang tersapu dari daratan dan penyelimutan oleh material sedimen. Kerugian terbesar terjadi pada masyarakat nelayan walaupun gelombang tsunami ikut menghancurkan jalan-jalan. ARJAN RAJASURIYA. Pada Kepulauan Andaman dan Nikobar terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap terumbu karang dan pantai. ROBERT SLUKA. begitu juga pada hutan-hutan. dan pencemaran. JERALD WILSON RINGKASAN Tingkat kematian akibat tsunami termasuk tinggi. JERKER TAMELANDER. dengan kerusakan yang terpusat. Terdapat kerusakan yang parah pada sebagian besar terumbu karang di Andaman dan Nikobar. dan Wilayah-wilayah yang terkena dampak diperkirakan akan pulih dalam waktu 5-10 tahun. khususnya terhadap hutan mangrove dan pesisir. ANITA MARY. penambangan terumbu.000 korban jiwa di Kepulauan Nikobar saja (angka pasti kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena sejumlah masyarakat adat pada pulau-pulau terpencil mungkin menjadi korban). R. dengan sejumlah terumbu pada Andaman bagian utara terangkat keluar air dan mati. A.K. Gempa bumi telah mengubah bentuk daratan dari terumbu karang dan pesisir Andaman dan Nikobar: terumbu karang pada Andaman bagian selatan sampai Nikobar menurun 1-3 meter. penangkapan berlebih akan sumber daya terumbu. SWAYAM PRABHA DAS. Terjadi kerusakan yang sangat parah terhadap sumber daya pesisir India bagian tenggara. KUMARAGURU. DAN J. SARANG KULKANRI. lebih dari 7. pengembangan pesisir. DAMPAK TSUNAMI TAHUN 2004 PADA DARATAN UTAMA INDIA SERTA KEPULAUAN ANDAMAN DAN NIKOBAR JK PATTERSON EDWARD. jika terdapat pengelolaan sumber daya yang efektif dan penegakan hukum yang mengendalikan praktik penangkapan yang merusak. VENKATARAMAN.

Pada akhirnya. yang menopang kepulauan tersebut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PENDAHULUAN Gempa bumi pertama pada 26 Desember 2004 mencetuskan sebuah reaksi gempa bumi berantai dibawah Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mengguncang seluruh wilayah Laut Andaman. Dampak yang timbul cukup berbeda antara daratan utama India dan Kepulauan Andaman dan Nikobar. bergerak miring setelah rentetan gempa yang berlangsung selama 8 menit mengikuti gempa utama yang berlangsung di lepas Sumatra. pulau-pulau ini menjadi sebuah sumber tsunami yang menyebar di Samudera Hindia dan juga terkena dampak dari tsunami akibat pergerakan-pergerakan lempeng bumi yang berlangsung pagi itu. Sehingga. Karena inilah kedua wilayah tersebut dibahas secara terpisah dalam bab ini. 90 . lempengan Burma.

Perubahan lainnya yang terjadi adalah hilangnya 91 . dan Little Andaman tersapu bersih. hamparan pasang-surut yang luas kini terangkat sedemikian rupa sehingga beberapa terumbu muncul di atas permukaan secara permanen. di bagian utara Andaman. dan bangunan infrastruktur lainnya. Keseluruhan Lempeng Burma bergerak miring sehingga hamparan terumbu dangkal yang terdapat pada bagian selatan Andaman sampai Nikobar menurun 1-2 meter. Gelombang-gelombang menelan korban jiwa lebih dari 7. telah mengubah topografi terumbu karang dan pesisir setempat. Upaya pemulihan berupa pengiriman berbagai persediaan serta bantuan medis ke pulau-pulau tersebut terhambat karena jarak yang jauh dari daratan utama serta dermaga. gelombang laut setinggi 15 meter pada kepulauan Nikobar dan 4 meter pada kepulauan Andaman menyapu diatas daratan pulau. Port Blair. sehingga rataan terumbunya kini berada beberapa meter dibawah permukaan air laut. bandara. yang menyangga pulaupulau Andaman dan Nikobar. jetty. Dalam kurun waktu 10 menit dari gempa. Jumlah keseluruhan korban jiwa kemungkinan tidak akan pernah diketahui karena korban dari masyarakat adat yang tinggal pada pulau terpencil tidak diketahui secara pasti. sementara yang lain. Gerakan subduksi Lempeng Hindia yang terletak di bawah Lempeng Burma. runtuh akibat goncangan. Car Nicobar. terbatas dan tidak mudah dijangkau.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Kepulauan Andaman dan Nikobar: Kerusakan di kepulauan ini disebabkan dua hal: rangkaian gempa bumi dan gelombang-gelombang tsunami. Gedung-gedung di pulau Great Nicobar. Namun. dan mengakibatkan banyak terumbu di wilayah ini mati. seperti gedung terminal penumpang di Teluk Phoenix.000 di Kepulauan Nikobar sendiri dan menghancurkan jalan-jalan. atau jalan menuju lokasi masyarakat yang sangat sulit.

dan pulau-pulau Lakshadweep. Kepulauan Andaman dan Nikobar). kami mendengar orang-orang berteriak dari segala penjuru. Sekretaris Kehormatan. yang ditemukan lebih dari 10 km dari lepas pantai. sementara beberapa pantai lainnya terbentuk.000 penduduk di rantai pulau terpencil. Kehidupan harus terus berjalan” (dari Debesh Banerjee. Lebih lanjut lagi. tak ada yang dapat mengharapkan bahwa nelayan dapat tinggal diam di bukit. Meskipun pesisir timur Sri Lanka menyerap sebagian besar dari energi gelombang. Namun bisa dipastikan bahwa masyarakat yang hidup dan penghidupannya di laut. dan Nagapatinam Kaniyakumari dan gelombang setinggi 2. Kira-kira satu jam kemudian. dengan jumlah korban lebih dari 10. Masyarakat sangatlah menderita. Air sungai ini mencemari lingkungan pesisir dengan bakteri E. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terumbu karang di India menutupi areal seluas 5. Beberapa cukup beruntung karena dapat meninggalkan rumahnya dan mencapai tempat yang lebih tinggi saat pasang besar menyapu sepanjang daerah dataran rendah. Struktur terumbu dan diversitas jenis berbeda antara lokasi-lokasi di atas karena terdapat perbedaan ukuran wilayah dan kondisi lingkungan yang mendominasi. dan mencapai pesisir pantai barat India setelah 3 jam. mengatakan bahwa ‘air datang. suasana hati sangatlah gundah. Lagipula. masuknya kandungan nutrien yang melimpah mengakibatkan ledakan fitoplankton dan mikrobial di lepas pantai Chennai. tetapi hidup berjalan terus. Rumah kami dikelilingi oleh anak sungai. termasuk mayoritas yang tinggal di ibu kota Port Blair. air datang’. coli dan Salmonella. arus tsunami yang luar biasa menyeret kapal-kapal keluar dari laut. dan 1. Pada beberapa dermaga. Pada saat ini. EYEWITNESS ACCOUNT FROM WWF-INDIA Kepulauan Andaman dan Nikobar terkena hantaman keras tsunami. 145 jenis karang lunak. WWF-India. Pada saat itu aku dan istriku serta kedua anjing kami menuju ke bagian belakang rumah.000 jiwa. “Saat itu pagi tanggal 26 Desember. terhempas ke laut setelah gelombang tsunami membuka lebar-lebar mulut sungai-sungai tersebut. Secara umum.5-5 meter. Sejak 26 Desember. gelombang-gelombang tersebut masih terpantul di sekitar Sri Lanka dan melewati bagian pesisir lainnya yang telah tenggelam.790 km2 yang dibagi menjadi tiga zona utama: Pulaupulau Andaman dan Nikobar. saat gempa bumi pertama datang. Ini merupakan kerugian pribadi bagiku.8% daratan dari kelompok pulau Nancrowy kini telah tenggelam. Aku telah kehilangan segalanya yang kukumpulkan dari seluruh dunia selama 29 tahun mengabdi di Angkatan Laut India dan Pengawas Pantai. pikiran dan tindakan kami bersama orangorang yang telah menderita atas tragedi yang terjadi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 beberapa pantai akibat erosi besar-besaran. akan kembali lagi. yang biasanya terhambat oleh endapan pasir. Cuddalore. terumbu karang pada daratan utama. yang mengakibatkan beberapa pulau di selatan Andaman sampai Nikobar terangkat 20-25 cm lebih lanjut. Daratan utama India: Gelombang-gelombang tsunami mencapai daratan utama India tepat 2 jam setelah Gempa Sumatra-Andaman yang dahsyat. dengan kerusakan parah pada wilayah kabupaten Chennai. dan mendadak tinggi air meningkat lalu meluber melewati bantaran dan memasuki rumah. 92 . terkena dampaknya dan ribuan orang menjadi tuna wisma. Pesisir Tamil Nadu yang terdapat di tenggara India merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak pada daratan utama India. Wilayah yang luas pada pesisir Chennai terendam sampai sejauh 590 meter mengintrusi daratan. Kebanyakan dari 356. rumah kami rusak parah akibat gempa bumi dan air laut.200 jenis ikan telah tercatat dari terumbu karang India. telah terjadi lebih dari 400 gempa susulan. Perairan sungai Adyar dan Cooum yang sangat tercemar. Lebih dari 260 jenis karang batu. Kemudian kami turun untuk melihat kerusakan. Hampir 6. memanjat sebuah bukit kecil dan duduk di sana sampai satu jam sebelum akhirnya air surut.

yang mencakup strategi konservasi terumbu karang. Alok Tripathi. penambangan karang.000 pada tahun 1991 menjadi 405. terumbu karang di sepanjang pesisir India mengalami eksploitasi tinggi dan terancam kerusakan yang terus-menerus dari praktik penangkapan ikan yang merusak. walaupun sudah terlindungi dibawah Akta Perlindungan Lingkungan 1972. dalam kondisi baik.000 pada 2001. dengan terumbu karang tepi yang melimpah. Marga Porites ditemukan mendominasi di sebelah utara TSUNAMI MENAMPAKKAN KUIL-KUIL INDIA Walaupun tsunami menyebabkan kerugian nyata. seekor singa sedang istirahat. 93 . sedimentasi. yang letaknya lebih dekat terhadap Thailand daripada India daratan. meningkat dari 279. dikarenakan arus yang ada memfasilitasi perpindahan larva yang lebih tinggi dengan terumbu yang terdapat di arah timur. namun pertumbuhan jumlah penduduk cukup pesat. praktik pengelolaan yang buruk. Menurut para pakar arkeologi. Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan gugusan 530 pulau terpencil. seekor kuda yang sedang terbang. sebagian besar pulau-pulau tersebut berada dalam kondisi alami.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Penurunan jumlah jenis dan marga karang keras di wilayah Kepualuan Andaman. gajah. dan kegiatan pemantauan yang tidak konsisten. Gelombang tsunami mengerosi pasir di sekitar 3 batuan besar yang menampilkan ukiran binatang. dan sebuah cekungan yang terdapat ukiran dewa di tengahnya. Mahabalipuram dikenal dengan kuil-kuil batu kuno berukiran rumit di sepanjang pantai. Batuan berukuran 2 meter yang kini muncul diatas permukaan memuat pahatan kepala gajah yang jelas. namun juga menampakkan beberapa harta karun: peninggalan leluhur berupa kuil-kuil yang telah lama terlupakan di pesisir India. Ancaman-ancaman tersebut tidak terlalu besar pada Kepulauan Andaman dan Nikobar. Biodiversitas terumbu karang pada Kepulauan Andaman dan Nikobar lebih menyerupai yang terdapat di Asia Tenggara daripada biodiversitas terumbu karang Asia selatan. Isu 5720). dan burung merak menghiasi candi-candi pada periode Pallava di abad ke 7 dan 8. yang memimpin penggalian ini. Menurut pemaparan para penulis dari Eropa yang pertama. binatang singa. dan peninggalan yang belum pernah diketahui ini tampaknya berasal dari kota pelabuhan yang dibangun pada abad ke 7. dan memisahkan Teluk Bengal dari Laut Andaman. Sebelum tsunami. mengatakan tidak ada keraguan bahwa temuan-temuan tersebut merupakan peninggalan strkuturstruktur abad ke-8 agama Hindu (dari Science. Lebih dari 1. dan pencemaran. mempengaruhi 55% dari terumbu.000 jenis ikan dan 200 jenis karang telah teridentifikasi. dimana sedimentasi dan penangkapan ikan berlebih merupakan ancaman utama. Nikobar sampai pantai barat India Wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar Teluk Mannar Kepulauan Lakshadweep Teluk Kachchh Gundukan terumbu di pantai barat Jumlah Marga 43 36 37 24 17 Jumlah Jenis 134 128 103 37 29 Sebelum tsunami terjadi. pemanenan sumber daya terumbu yang berlebih. daerah ini merupakan tempat bagi 7 kuil. pengembangan pesisir. Volume 308. termasuk juga jejak dari 2 buah kuil di dekat kota pesisir Mahabalipuram di Tamil Nadu. India telah mengembangkan Rencana Tindak Lanjut Strategi Biodiversitas Nasional pada tahun 2004. terumbu di wilayah tersebut semakin rusak akibat meningkatnya kemiskinan diantara masyarakat pesisir. Para arkeolog dari Archaeological Survey of India terus melakukan penggalian. Meskipun hanya 38 pulau yang berpenghuni. 6 diantaranya dianggap tenggelam. Walaupun telah hadir sejumlah daerah perlindungan laut.

Pemerintah telah menyita 520 lokasi agar dijadikan wilayah perumahan tetap yang berjarak 500 meter dari pantai (dari www.net). Kehidupan kami bergantung pada laut”.com dan International Collective in Support of Fishworkers. “Pelanggaran dari bangunan wisata dan industri banyak sekali di wilayah pesisir. dan selatan kepulauan Andaman. namun kembali meningkat sampai 20% pada tahun 2004. Kami perlu berada dekat laut. 530 jenis ikan dan lebih dari 100 jenis karang batu telah diidentifikasi. Mengapa pemerintah tidak menindak hal tersebut? Jika kita pergi dari sini. karena kehidupan mereka yang menjadi terancam. berisi panduan untuk pembangunan rumah. fluktuasi suhu yang besar. karena hal kecil seperti perubahan warna air laut atau arah dan perubahan angin sepanjang pesisir membantu kami mengetahui ikan seperti apa yang akan kami tangkap hari itu. “Kami tidak takut jika akan ada tsunami berikutnya. sementara di pulau Kariyachalli dan Anaipar didominasi oleh karang meja (Acropora cythera dan Acropora corymbosa). Wilayah laut di Teluk Mannar. seorang pekerja sosial. Keputusan Pemerintah No. icsf@icsf. yang menyebutkan rumah-rumah yang telah hancur dan terletak dalam wilayah 200 meter dari pantai harus dibangun kembali di luar wilayah 200 meter dari pantai tersebut. Terdapat terumbu gundukan (patch reefs) dangkal yang tumbuh pada substrat batuan paras di sekitar 34 pulau pada Teluk Kachchh. Sebelum terjadi tsunami. dan didominasi oleh jenis Acropora dan Montipora. Pemutihan karang yang terjadi pada 1998 sedikit Terumbu karang India daratan ditemukan pada 2 wilayah umum: Teluk Mannar dan Teluk Kachchh. sementara marga Acropora yang paling sering dijumpai pada pertengahan Andaman dan kepulauan Nikobar. 94 . Kepulauan Lakshadweep: Kepulauan ini terdiri atas 12 atol yang terletak di ujung utara tebing LaccadiveChagos. Pulau Kadmat diresmikan sebagai daerah perlindungan laut karena pentingnya terumbu tersebut.newindpress. Terumbu karang pada kelompok Pulau Vembar sebagian besar hanya berupa batuan karang mati berukuran besar dan komunitas makro-alga. 172 yang baru. mungkin [wilayah ini] akan diserahkan ke pihak swasta. ungkap Vanaja. Keadaan seperti ini sangat mengecewakan. ungkap Jesuratnam. Terumbu tepi juga terdapat mengelilingi pulau-pulau lepas pantai di wilayah tengah pesisir barat. Jika tidak. karena pemerintah telah menolak bantuan untuk rumah yang berada dalam wilayah 200 meter tersebut. Penutupan karang diperkirakan mencapai 41% pada tahun 2004. dengan penutupan karang sebesar 20%. bahwa pemerintah wilayah belum menangani masalah tersebut”. Kelompok pulau Tuticorn mengalami degradasi yang cukup parah akibat penambangan karang sehingga diversitasnya rendah. Para LSM kini membangun rumah-rumah di sepanjang pesisir. India Selatan agar membangun rumah berjarak 200 meter dari pantai. pemerintah menolak membantu pembangunannya. Terumbu ini memiliki diversitas yang rendah akibat tingkat salinitas yang tinggi. padang lamun. Penutupan karang hidup pada laguna-laguna terumbu menurun sampai 10% pada tahun 2002. Para nelayan telah menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam akibat putusan tersebut. serta sebagai wilayah peneluran penyu. Mereka mengatakan tak punya pilihan. yang ditunjukkan oleh pemulihan yang baik pada atol Kadmat dan Agatti. Goniastrea dan Goniopora yang masif. dan sedimentasi yang tinggi. seorang nelayan wanita dan pekerja sosial. Terumbu karang ditemukan di sekitar 21 pulau antara wilayah Rameshwaram dan Tuticorin. namun dua pulau telah tenggelam akibat penambangan karang. para nelayan lebih memilih untuk tinggal dekat dengan laut. dengan penutupan tertinggi pada pulau Keezhakkarai dan Tuticorn.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 NELAYAN INDIA YANG TERKENA TSUNAMI MEMILIH TINGGAL DI PESISIR Meski sudah diperintahkan pemerintahan Tamil Nadu. Terumbu pada pulau Thalayari dan Upputhani didominasi oleh karang padat. India Tenggara telah diresmikan sebagai Cagar Biosfer Laut India yang pertama. Hydnophora. dimana pada tahun 1998 terjadi pemutihan karang yang menyebabkan kematian karang yang cukup parah. dan terdapat juga jenis Favia.

Pengajaran sejarah secara lisan dan gaya hidup pemburu-pengumpul yang mereka miliki kemungkinan telah mempersiapkan mereka untuk berpindah ke dalam hutan setelah merasakan getaran gempa yang pertama. sawah. Empat suku Andaman: Andaman Besar. dan perkembangan karang yang lebih baik pada beberapa wilayah. seperti batang pohon. Mayoritas kematian karang terjadi pada jalur-jalur sempit dimana kekuatan tsunami menjadi terpusat. Sejak itu terdapat laporan bahwa para penduduk pulau menggunakan ilmu kuno yang mereka miliki tentang alam dalam menghindari tsunami. dari kerusakan ringan sampai parah dengan luas terumbu rusak sebesar 40. Onge. Suku ini terpaksa mengungsi lebih dalam ke hutan-hutan di pulau akibat datangnya penghuni dan pembangunan baru ke wilayah mereka. pendataan di wilayah India menunjukkan bahwa kecil kemungkinan terjadi kerusakan jangka panjang. pertumbuhan karang di rataan terumbu yang luas (kedalaman <2 m). dikenal sebagai suku Negrito yang berketurunan Afrika. terancam oleh penyakit. yang terangkat di bagian barat daya dan tenggelam di wilayah tenggara. dan infrastruktur lainnya telah menyebabkan lepasnya tanah ke air. Suku-suku ini membawa suatu misteri kepada para antropolog. Pulau-pulau tersebut berada diatas Lempeng Burma. yang akan mendorong pertumbuhan karang. Kesadaran mereka mengenai laut. dan pada seluruh Kepulauan Andaman bagian selatan serta Kepulauan Ritchie. yang akan merusak terumbu di sekitarnya. Namun. seperti di Taman Nasional Laut Mahatma Gandhi. serta Sentinel. dan kekurangan sumber daya. Sebelum tsunami terjadi. Jarawa. Pada awalnya. Hutan 95 . dampak yang paling terlihat terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut sehingga sebagian terumbu menjadi terangkat keluar air. Laporan-laporan terpercaya yang pertama kali datang tentang nasib suku-suku Andaman mengindikasikan bahwa sebagian besar berhasil selamat. para ahli arkeologi mengkhawatirkan sukusuku tersebut lenyap disapu tsunami. dengan sedikit interaksi dengan dunia luar. Mayoritas suku tersebut terancam punah.000 hektar. Gelombang tsunami yang terjadi lebih kuat pada wilayah utara dan pertengahan Kepulauan Andaman. Kepulauan Andaman dan Nikobar: Dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tahun 2004 terhadap terumbu karang di Kepulauan Andaman dan Nikobar bervariasi. Terumbu karang pada bagian selatan Kepulauan Andaman telah tenggelam sejauh 1 meter. Namun pilot-pilot Angkatan Udara India yang melakukan pemantauan melalui satu pesawat di atas pulau-pulau tersebut melaporkan adanya penembakan panah-panah terhadap helikopter mereka. Mereka adalah pemburu-pengumpul yang hidupnya terisolasi sampai 50 tahun yang lalu. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Pada awalnya terdapat kekhawatiran akan terjadi kerusakan jangka panjang terhadap terumbu karang India.000 tahun menghuni pulau-pulau tersebut. Namun. termasuk hilangnya habitat dan daerah asuhan.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar APAKAH SUKU-SUKU DI PULAU MENGGUNAKAN ILMU KUNO UNTUK MENGHINDARI TSUNAMI? Kepulauan Andaman dan Nikobar berada di bawah pemerintahan India dan merupakan tempat tinggal bagi sejumlah suku pemburu-pengumpul yang hanya sedikit sekali memiliki kontak dengan dunia luar sampai baru-baru ini. yang mengabrasi dan menyelimuti karang. dan populasi mereka telah menyusut menjadi beberapa ratus (dari Bernice Notenboom. National Geographic News). Kini terumbu tersebut tertutup oleh air dengan kedalaman beberapa meter. populasi yang berlebih. bumi. Kerusakan yang paling umum terjadi adalah akibat masuknya benda-benda yang terseret tsunami. sehingga menaikkan rata-rata nilai kedalaman terumbu pada Andaman bagian selatan dan kepulauan Nikobar sebanyak 1-3 meter. dan pergerakan hewan-hewan telah terakumulasi dalam waktu 60. dan upaya lanjut dalam pembangunan pembatas air laut untuk melindungi rumah-rumah. terbatas karena radiasi sinar UV dan sinar matahari.

Pulau Jolly Buoys: Terumbu karang mengalami kerusakan parah. masih dapat hidup. tidak menunjukkan perubahan yang berarti terhadap tutupan karang akibat tsunami (dari Patterson Edward) 96 . sebelum dan sesudah tsunami. koloni karang pada lereng terumbu rusak parah. Redskin: Terumbu karang. Sejumlah koloni terumbu karang besar (diameter >2m) terangkat dan tersebar di terumbu. Namun. dan radiasi sinar UV. namun dampak yang ditimbulkan terhadap dugong yang terancam punah belum diketahui.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 mangrove di sekitar Andaman mengalami kematian yang cukup besar dimana ketinggian air telah naik. Patahan Acropora spp. termasuk Porites lutea yang mendominasi. rusak parah. terdapat dampak yang cukup serius pada padang lamun. Di sejumlah wilayah. tetapi kematian masih dapat terjadi. sehingga terpapar secara telak dan membunuh karang yang terdapat pada terumbu tepi dan rataan terumbu. peningkatan suhu. Meskipun kerusakan pada rataan terumbu hanya sedikit. Jarak pandang telah menurun dan topografi pantai telah berubah. hutan mangrove pada bagian utara dimana telah terangkat dan ketinggian airnya telah menurun. Kelimpahan populasi ikan menurun dan keragaman ikan pun turut berkurang. Terumbu karang terangkat setinggi 1-3 meter. Karang yang tumbuh pada laut yang lebih dalam kini lebih terpapar terhadap arus dan gelombang yang lebih kencang. tetapi mereka akan beradaptasi terhadap kondisi yang lebih terbuka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. dimana sedimen menyelimuti karang di rataan terumbu. Kepulauan Andaman: Kondisi terumbu karang telah didata pada awal tahun 2005: pertama di kepulauan Andaman bagian selatan dan berikutnya di kepulauan Nikobar dan Andaman bagian utara. Pulau-pulau yang terdapat sepanjang bagian utara dan pertengahan kepulauan Andaman mengalami fenomena sebaliknya. Pantai telah berubah ukuran dan kemiringannya telah bertambah. Pendataan cepat ini menggunakan metode scuba dan snorkel untuk memastikan keadaan dan kerusakan akibat tsunami. Sejumlah besar puing tersebar di sebagian besar terumbu. dan Hydnophora rigida seringkali terlihat di sepanjang tepi terumbu. dengan beberapa koloni berukuran besar patah dan terbawa arus sampai pada kedalaman 15 meter. Tutupan substrata (%) Sebelum tsunami (2002-2004) Sesudah tsunami (2005) Karang hidup Karang hidup beralga Batu karang terbuka Alga Data dari 11 lokasi pada pulau-pulau di Teluk Mannar di atas.

Comorta. Porites. Koloni-koloni besar terangkat. yang sebelumnnya didominasi oleh jenis Millepora. Jarak pandang di bawah air berkurang secara signifikan karena input sedimen yang besar. mengahancurkan hutan pesisir dan meratakan sebagian besar infrastruktur daratan di pulau tersebut. dan Great Nicobar (Nikobar Besar). Acropora. dan jarang terdapat laporan adanya koloni patah. menyebabkan matinya jenis-jenis dari marga Acropora dan Porites yang pernah mendominasi. Meningkatnya sedimentasi telah menyebabkan stres sehingga terjadi pemutihan dan kematian karang secara masal. Terumbu yang terdapat pada wilayah timur laut Nancowry yang dikenal memiliki koloni Acropora yang Sebelum tsunami Sebelum tsunami (1 minggu) Sebelum tsunami (5 bulan) Jumlah jenis ikan Tuticorin Vembar Keezhakkarai Mandapam Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada keragaman ikan di sepanjang 4 kelompok pulau di Teluk Mannar sebelum atau sesudah tsunami (dari Patterson Edward) 97 . Kerusakan fisik juga ditemukan pada jalur di antara Camorta dan Nancowry. Trinkat. dengan lebih dari 70% karang yang sebagian besar berupa Acropora tercabuti dan tersebar di wilayah Teluk Sawai pada Pulau Car Nicobar. Kepulauan Nikobar: Kerusakan akibat tsunami pada kepulauan Nikobar lebih parah daripada di Kepulauan Andaman. dan Acropora spp. Ombak raksasa setinggi 10-15 m menewaskan ribuan orang (mayoritas masyarakat suku di Nicobar). sehingga menciptakan rintangan yang menyulitkan jalan penyu ke lokasi peneluran. Pulau Trinkat hampir terbelah menjadi dua dan pasir telah terpindahkan ke wilayah terumbu luas di pesisir barat. Porites nigrescens.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar Alexandra: Kerusakan karangnya mirip dengan yang menimpa pulau Jolly Buoy dan Redskin. Namun demikian. Jenis Acropora paling besar dampaknya. namun erosi dari gelombang-gelombang tsunami telah menyapu pergi sarang-sarang penyu dan menaikkan terumbu karang. namun lebih ringan. termasuk di Car Nicobar. Nancowry. topografi dan komposisi pantai telah berubah. Terjadi peralihan habitat yang besar dan sejumlah habitat terumbu baru di sepanjang kepulauan telah tenggelam. Karang yang terletak lebih dalam dari 15 m tertutupi sedimen. Interview. Koloni-koloni Acropora besar bertahan dalam keadaan sangat baik dan kini tampak lebih melimpah. Terumbu ini didominasi oleh Porites lutea. dan Porites. Grub: Dampak yang ditimbulkan tsunami pada wilayah ini tidak terlalu besar. hanya beberapa koloni Acropora. Terumbu Utara. dan terdorong ke laut dangkal atau tersapu ke laut dalam. Echnipora. dan Terumbu Selatan: Terdapat lokasi peneluran penyu penting. Katchal. dan Psammacora yang patah atau terguling. Tarasa. dan beberapa koloni Porites lutea tercabut. sebelumnya terjadi dominasi oleh Porites dan Echinopora lamellosa. Teluk Utara: Wilayah ini lebih dekat dengan Port Blair dan sedikit menunjukkan dampak tsunami.

dan Shingle) menunjukkan bahwa kerusakan fisik. dengan hampir semua mangrove pada Pulau Car Nicobar dan Katchal hancur. dan nilai ini tidak memengaruhi karang. Pada bulan Mei 2005.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 melimpah. Dampak lainnya termasuk tersangkutnya lamun dan rumput laut pada cabang-cabang karang. Pulau Great Nicobar. Poomarichan. Pendataan pada 11 lokasi yang dipilih secara acak (Pulau Vaan. pasir.7°C dan arus permukaan menyimpang dari yang biasa. Vali Munai. Kebanyakan karang masif terpengaruh ketika suhu air laut di permukaan mencapai 31. Mangrove pada Andaman Selatan hanya sedikit mengalami kerusakan. Tidak ada dampak pada krustasea maupun moluska. setelah tsunami terjadi. setelah dilakukan survei di sekitar wilayah Teluk Mannar 1 minggu dan 5 bulan setelah tsunami. Sejumlah karang mengalami pemutihan. Lokasi peneluran penyu belimbing terluas pada pantai Galathea. Yaanipar. Kerusakan pada Mangrove: Pengamatan melalui satelit menunjukkan bahwa telah terjadi erosi yang tinggi terhadap wilayah pertumbuhan mangrove di sepanjang sisi timur kepulauan Andaman dan Nikobar. dan Porlob hampir rusak sepenuhnya. Pusat Pengkajian Pesisir dan Laut Universitas Madurai Kamaraj mengamatai kecenderungan yang serupa di Teluk Mannar dan Teluk Palk. terutama di bagian Pulau Keelakarai dan Tuticorin dimana 34% dari karang yang terdapat di wilayah pasang surut mengalami pemutihan. Institut Penelitian Kelautan Suganthi Devadason menemukan bahwa kisaran sedimentasi sebesar 50-110 mg/cm2/hari pada pesisir Tuticorin sejak Februari 2003. Mangrove pada utara Andaman secara umum tidak terpengaruh.5 mg/hari pada bulan November 2004 menjadi 53. telah hilang. Ikan karang yang kerap ditemukan seperti kakap (Lethrinus). Upputhanni. dan ikan soldierfish (Sargocetron) kesemuanya melimpah. sementara 98 . Kariyachalli. Kerusakan mangrove pada Kepulauan Nikobar bergantung pada pulau. Namun demikian. beberapa kerusakan yang terlihat: 1-2% dari karang meja dan karang bercabang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik. sementara yang lain terpengaruh karena meningkatnya siltasi akibat masuknya puing-puing yang mematahkan dan menyebabkan tergulingnya beberapa koloni. Teluk Kachchh. sementara terumbu di Pulau Andaman Kecil mengalami kerusakan berat. tanah serta patahan karang tidak jauh berbeda dengan hasil survei-survei sebelum tsunami. Penutupan karang hidup di Pulau Tuticorin menurun dari 42% sebelum tsunami menjadi 31% seperti yang ditunjukkan survei pasca-tsunami pada Januari 2005.) dan pohon yang tercabuti dari akarnya disertai erosi tanah pada 2 lokasi. Pada bulan Januari 2005. Pulvinichalli. Sejumlah besar karang terselimuti oleh tanah. India Daratan: Terumbu pada Teluk Mannar merupakan satu-satunya terumbu pada India daratan yang terpengaruh tsunami. dampak terhadap keanekaragaman bentik dan deposisi puing. deposisi pasir dalam 25% dari jumlah karang cawan (Turbinaria spp. habitat terumbu karang dan sumber daya perikanan yang terkait. North Passage. baronang (Siganus). Kurusadai. Tidak ada pengaruh tsunami yang besar terhadap kelimpahan dan penyebaran ikan karang. sementara mangrove yang terdapat di wilayah tengah Andaman yaitu pulau Long. alga. nyaris hilang. yang megakibatkan kematian.4 mg/hari setelah tsunami. dan Pulau Grand yang terletak di lepas wilayah Goa (dimana penutupan karang sebesar 31% pada tahun 2002 dan 36% pada 2005). yaitu Pulau Thalayari dari kelompok Pulau Keezhakkarai dan Pulau Krusadai dari kelompok Mandapam. dengan sejumlah karang meja (Acropora cynthera) terbalik dan sejumlah jenis bercabang dengan cabang-cabang yang patah. Thalaiyari. serta padang lamun tidak terpengaruh oleh ombak meskipun terjadi peningkatan sedimentasi di Teluk Palk dari 32. Namun dampak yang ditimbulkan sangat kecil terhadap karang. terjadi pemutihan karang di Teluk Mannar. Tidak terdapat laporan kerusakan pada terumbu karang di pada Pulau Lakwadsheep. Mulli. laju sedimentasi menjadi sebesar 56 mg/cm2/hari dan ini juga tidak merusak karang. kue (Carangoides malabaricus). dan tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan komposisi jenis. Karang batu.

lebih dari 100m2 terumbu telah direstorasi. namun terbentuknya pantai baru di wilayah sekitarnya dapat menyediakan lokasi pengganti yang tepat. namun pengaruh potensial terhadap produksi pertanian belum diketahui. Sejauh ini. UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Stasiun penelitian Reef Watch Marine Conservation di Wandoor. patahan karang serta spong. dan Kepulauan Nikobar hampir hilang sepenuhnya. Sejak tahun 2001. mengakibatkan kerusakan pada kapal lainnya dan infrastruktur. Krustasea seperti ketam kelapa raksasa juga terpengaruh. Pulau Andaman Selatan rusak cukup parah karena tsunami. Kerusakan terhadap Pertanian: Instrusi air laut lebih rendah di wilayah yang memiliki vegetasi lebat daripada di wilayah yang tidak memiliki tumbuhan. namun mereka bisa berpartisipasi dalam upaya pemulihan dengan mendistribusikan pakaian. Hutan mangrove di Tamil Nadu pada India daratan tidak mengalami kerusakan berat akibat tsunami. Sistem Ekologi lainnya: Pasir dan sedimen lain dari daratan terpindahkan ke padang lamun dan memiliki potensi untuk mengakibatkan stres jangka panjang terhadap popolasi dugong yang bergantung kepada lamun. Pencabutan larangan ini akan berlangsung selama 6 bulan.000 m dari laut. dan obat-obatan kepada mereka yang terkena dampak. penyu lekang. Walau WWF menyadari mendesaknya keperluan kayu untuk membangun perumahan dalam keadaan darurat. WWF International). pemerintah kepulauan Andaman dan Nikobar telah mencabut larangan penebangan pohon. SDMRI menjalankan upaya resotrasi terumbu karang dengan tranplantasi karang. penyu hijau. penyu sisik. pohon yang berada dalam wilayah taman nasional. Kehilangan ini dapat menurunkan peneluran oleh penyu belimbing. suaka. Penebangan yang tidak disertai peraturan dapat memberikan kontribusi terhadap bencana lainnya dimasa yang akan datang. namun pelarangan masih berlaku untuk pohon yang terletak dalam jarak 1. Kelimpahan kerang penempel menurun dari 42% menjadi 0% dari tahun 2002 sampai 2005 pada terumbu berbatu di lepas pantai Mutton. Andaman Kecil. mereka menghimbau dengan keras agar kayu yang digunakan untuk upaya rekonstruksi jangka-panjang sebaiknya berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung-jawab. serta peralatan perikanan.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PEMERINTAH MENCABUT LARANGAN PENEBANGAN POHON GUNA MENDUKUNG UPAYA PEMBANGUNAN KEMBALI Sebagai upaya rekonstruksi awal dan perlunya penyediaan rumah bagi mereka yang kini tanpa rumah. Kerusakan terhadap Perikanan: Masyarakat nelayan di sepanjang pesisir mengalami kerugian yang paling besar. dan pantai peneluran penyu pulau Andaman Selatan. Deposisi pasir merusak tanaman bakal panen pada wilayah muara dan menurunkan kesuburan tanah. 80% hutan mangrove pada Pulau Comorta dan Trinkat hilang. Regu Penelitian Terumbu dari Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial (IERSE) berencana melakukan penelitian pada terumbu dan sumber dayanya demi kemaslahatan masyakarat perikanan yang terkena dampak tsunami. korban jiwa dalam jumlah tinggi dan rusaknya sejumlah besar rumah. kapal. makanan. United States Agency for International Development (USAID) membantu rehabilitasi kegiatan perikanan dan pertanian di India dengan menyediakan bantuan untuk mengembangkan kembali pelabuhan lokal 99 . Tamil Nadu dan kerang tersebut telah tergantikan oleh alga berfilamen. Sejumlah kapal terlepas dari dermaga dan pelabuhan. dengan desa-desa yang hancur secara keseluruhan. seperti tanah longsor dan banjir (dari Mark Schulman. dan hutan bakau pesisir.

pengelolaan. instansi pemerintahan. memperbaiki legislasi dan patroli untuk menurunkan pemburuan tanpa izin. Saran untuk pengelolaan yang berkelanjutan dan konservasi jangka panjang pada semua terumbu yang terkena dampak dan semua industri terkait adalah: Mendirikan sebuah jaringan regional dari wilayah-wilayah perlindungan laut agar memastikan kesinambungan ekologis dan penegakan hukum yang benar. Meningkatkan pengaturan dari sumber daya perikanan. diperlukan pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik. Terumbu-terumbu India yang terisolasi pada pulau-pulau terus diancam oleh perubahan iklim dunia. pertanian. dan Meningkatkan pendanaan kepada institusi kunci dan memastikan pengoperasian institusi tersebut yang efektif dan transparan. dan LSM. dan kehutanan. dan menggalakan penegakan hukum yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan perikanan. sehingga 300 nelayan dari 4 desa pada wilayah sekitar Tirumallivasal telah kembali beraktivitas. yang kemungkinan dapat dilakukan melalui perkenalan skema sertifikasi. termasuk data ekologi dan sosio-ekonomi. Memperkenalkan program pemerintahan yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan keadaan dan pentingnya terumbu karang dan sumber daya pesisir lainnya. SARAN DAN KESIMPULAN Terumbu karang pada kepulauan Andaman dan Nikobar yang telah rusak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004 kemungkinan besar akan pulih dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun. Rusaknya terumbu serta hilangnya sejumlah pantai dapat mengakibatkan menurunnya kegiatan wisata pada kepulauan tersebut. terutama penyelaman dan aktifitas pantai. dan menciptakan jaringan di antara perwakilan dinas pada kota-kota yang terkena tsunami dengan kota lainnya agar dapat membahas pengalaman yang telah lalu dan best practices. dan data terumbu karang yang lebih baik. Meningkatkan pendanaan untuk mendukung pemantauan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dan infrastruktur lainnya. 100 . Mengembangkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara setiap pihak yang berkepentingan utama. maka terumbu ini akan terus mengalami degradasi. Oleh karena itu. Lebih dari 170 kapal telah diperbaiki dan 232 mesin kapal serta 200 jaring telah disediakan melalui program ‘dana untuk kerja’. Melakukan penelitian tentang keadaan konservasi terkini terumbu karang dan fauna yang terkait. Meningkatkan kegiatan legislatif dan penegakan hukum yang berhubungan dengan perburuan satwa dan eksploitasi sumber daya laut. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi meliputi kegiatan manusia seperti perikanan. USAID juga akan membantu pemerintah wilayah dalam administrasi dan rencana pengelolaan dana. terumbu ini tetap berada dibawah ancaman dari kegiatan manusia. Jika proses ekstraksi sumber daya yang merusak serta penangkapan berlebih tidak diregulasi lebih baik. namun. Gelombang-gelombang tsunami tahun 2004 menyebabkan sedikit kerusakan terhadap terumbu karang pada India daratan. Lebih memusatkan perhatian pada perkembangan sumber pendapatan alternatif untuk mengurangi tekanan pada lingkungan terumbu karang.

36 pp. Jayakumar K. drifted due to the tsunami of 26 December 2004.com.net. Suganthi Devadason Marine Research Institute – Reef Research Team (SDMRI-RRT). 1775) in Pudhumadam coastal waters.Mar. nba_india@vsnl. Wilson JJ. Arjan Rajasuriya. dan Suganthi Devadason Marine Research Institute.com.org. Current Science. Mumbai. Government of India. Millennium Relief and Development Services. 101 . Suganthi Devadason Marine Research Institute. lazarus_lasu@yahoo. Kumaraguru AK (2005) Teira batfish. National Aquatic Resources Research & Development Agency. Wilson. 89(8): 13101312. National Coral Reef Research Institute. AK Kumaraguru. dan jjeraldwilson@hotmail.net. Kumaraguru AK (2005) Sedimentation of silt in the coral reef environment of Palk Bay.com. dan J Jerald Wilson. National Biodiversity Authority. akkguru@eth.India. Reef Watch Marine Conservation.in. Reef Watch Marine Conservation.Biol. J.lk. Patterson Edward JK(2005) Pre and post tsunami reef status in Gulf of Mannar. Ramakritinan CM (2005) Impact of the tsunami of 26th December 2004 on the Coral reef environment of Gulf of Mannar and Palk Bay regions in the southeast coast of India. T Shumugaraj. Marimuthu N. jkpatti@sancharnet.org. marinemari@hotmail. Anita Mary. Wilson JJ. JK Patterson Edward. marineani@rediffmail. N Marimuthu. KONTAK PENULIS Jerker Tamelander. Kumaraguru AK. dan Pemerintahan India melalui Departemen Pengemabangan Laut. Madurai Kamaraj University. Ministry of Environmental and Forests. Sri Lazarus. jet@ iucnsl. Chennai Indian Institute of Technology Kanpur. IUCN Asia Regional Marine Programme CORDIO and GCRMN. India. jeybas@hotmail.com. Z Islam. JJ. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Terintegrasi. Marimuthu N. K Venkataraman. Sarang Kulkanri. arjan@nara.com.ac. sarang@reefwatchindia. Platax teira (Forsskal. 47(1): 83-87.Ass. ACUAN Kulkarni S (2005) Tsunami impact assessment of coral reefs in Andaman and Nicobar Islands: Interim report. R Jeyabaskaran.com. 89(10): 1729-1741. kjkkumar@yahoo. K Jayakumar.Dampak Tsunami Tahun 2004 pada Daratan Utama India serta Kepulauan Andaman dan Nikobar PENINJAU Kristian Teleki UCAPAN TERIMA KASIH Bab in mengandung informasi dari laporan yang diberikan oleh: SP Das. Institute for Environmental Research and Social Education. bobsluka@mrds.org. Current Science. Robert D Sluka. funded by CORDIO. Space Applications Centre (ISRO) (2005) Assessment of damages to coastal ecosystems due to the recent tsunami: summary report. WWF-India.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 102 .

Kerugian yang timbul akibat kerusakan diestimasi mencapai US$ 1milliar (4. sehingga air laut dapat mengintrusi darat sampai puluhan dan ratusan meter. karang yang menghadap laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada yang terletak di dalam laguna. harus ada penekanan khusus terhadap sumber penghidupan yang berhasil secara ekonomi. dengan beberapa terumbu pada wilayah timur dan timur laut rusak parah. PENDAHULUAN Gelombang pertama tsunami menghantam pesisir timur Sri Lanka pada pukul 8:40 pagi. Gelombang-gelombang tsunami secara progresif melengkung dan mengitari pesisir selatan dan barat daya Sri Lanka. dan menyebabkan salinasi terjadi pada 103 . diterima oleh masyarakat.5% dari PDB). Ketinggian ombak berkisar antara 5 sampai 6.5 meter. lebih banyak warga yang terkena dampak di wilayah timur (35% dari Kilinochchi sampai 78% di Ampara dan 80% di Mullaitivu) daripada di wilayah selatan (20% di Galle. DAN JERKER TAMELANDER RINGKASAN Antara 31. namun. KEADAAN TERUMBU KARANG DI SRI LANKA SETELAH TSUNAMI ARJAN RAJASURIYA. 100. Terjadi kerusakan yang cukup parah sampai elevasi 3 m. Rehabilitasi terumbu harus memusatkan perhatian terhadap penghilangan penyebab-penyebab stres yang ada.8.000 keluarga nelayan kini tanpa tempat tinggal setelah kehilangan rumah mereka. Rangkaian gelombang kedua menghantam pesisir tersebut 20 menit kemudian. sekitar 100 menit setelah setelah gempa bumi pertama. dan berkelanjutan. sehingga dapat menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan karang yang sehat. sepanjang 1. Matara dan Hambantota). sementara terumbu pada wilayah barat laut tidak rusak.000 orang meninggal dunia di Sri Lanka akibat tsunami. Kerusakan terhadap terumbu karang cukup bervariasi. MALIK FERNANDO. CHAMIN DA KARUNARATHNA.000 km dari wilayah timur laut sampai wilayah barat daya pulau tersebut.000 rumah hancur. dan Menghidupkan kembali sektor perikanan dan pariwisata adalah hal yang vital. terjadi erosi pantai yang parah namun berupa petak-petak.000 sampai 37. NISHAN PERERA. terjadi gangguan cukup parah terhadap dunia pariwisata dan perikanan: 60-80% dari armada dan peralatan hancur dan sejumlah besar pelabuhan perikanan besar rusak. 90. jika karang diinginkan kembali pulih. yang diperparah dengan adanya penambangan karang yang ilegal dan meliputi wilayah yang luas.

Jumlah orang yang terkena dampak pada wilayah pesisir timur berkisar dari 35% di Kilinochchi. Diantara korban jiwa tersebut. sampai 78% di Amparai.000 rumah dan antara 60% sampai 80% dari kapal-kapal perikanan Sri Lanka hancur. air laut mencapai beberapa kilometer ke daratan. yang terjadi karena kerugian sektor pariwisata dan perikanan 104 . Dampak yang ditimbulkan tsunami bervariasi. Tragisnya. terdapat 27. akibat tenggelam atau terhantam puing-puing. Kehilangan ini merupakan angka yang jauh lebih besar daripada di wilayah selatan di Galle. Gelombang-gelombang tsunami telah menghancurkan infrastruktur: hampir 100. Gelombang-gelombang tsunami telah menelan korban jiwa sebanyak 31. Pada kasus-kasus terburuk. Matara.000 km pesisir dari wilayah timur laut sampai barat daya negara tersebut.5% dari PDB). dan 80% di Mullaitivu.000 sampai 37. Jumlah kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai US$ 1 milliar (4.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 sumur-sumur dan tanah pertanian. dimana 20% dari populasi terkena. yang telah mengalami konflik sosial berabad-abad. Terdapat kerusakan yang cukup parah pada daratan sampai pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut di sepanjang 1. Air tersebut biasanya surut dalam waktu 30 menit.000 nelayan dan keluarganya dari desa-desa pesisir. bergantung pada energi gelombang. dan Hambantota. wilayah yang paling parah terkena tsunami merupakan wilayah timur. dan membawa sejumlah besar puing-puing dan sedimen. batimetri. dan bentuk daratan.000 orang.

Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami akibat pendapatan dan produksi yang hilang. Terumbu paling luas terdapat di Teluk Mannar. KEADAAN TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Terdapat 680 km2 terumbu batuan dan batu kapur berupa terumbu tepi. Disamping itu. serta meja di Sri Lanka. pulau lepas daratan dan formasi bebatuan di lepas pantai di sepanjang pesisir timur dan pada sisi pantai berbatu yang terlindungi dari angin di wilayah barat daya. seperti di Taman Nasional Pulau Merpati. serta biaya. khususnya diantara mereka yang memiliki pekerjaan non-formal. Sri Lanka timur. dan terdegradasi oleh eksploitasi yang tidak disertai peraturan dan juga oleh praktik perikanan yang merusak. dimana kubah Porites berukuran besar terlempar ke daratan sampai sejauh 150 meter dari garis pantai (Foto dari Arjan Rajasuriya). namun terumbu tepi telah berkembang pada pesisir berbatu. seperti di Rekawa dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah pesisir barat. terumbu karang di Sri Lanka merupakan salah satu terumbu yang paling parah terkena dampak pemutihan di Samudera Hindia. selatan. dikarenakan kurangnya sumber daya manusia. jaring dasar yang diperuntukkan lobster dan jaring bermata kecil. dengan sedikitnya 190 jenis karang keras. gundukan. dan Suaka Laut Terumbu Bar serta Rumassala. Kerusakan karang yang parah akibat tsunami terlihat jelas di Kirankulam. termasuk di dalam wilayahwilayah perlindungan laut. Kebanyakan terumbu karang di Sri Lanka telah dieksploitasi secara besar-besaran. meskipun sudah ada daerah perlindungan laut. dan timur. khususnya pengeboman. institusional. Pada tahun 1998. yang juga terlindungi dari muson barat daya. di dekat Trincomalee. dengan kebanyakan terumbu di wilayah barat dan timur yang mengalami kematian karang 90%. telah terjadi penambangan karang yang luas untuk semen. Degradasi terumbu karang merupakan akibat dari ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumber daya alam pesisir dan kegagalan dalam penegakan hukum yang berlaku. Kehilangan-kehilangan ini akan meningkatkan kerentanan terhadap kemiskinan. 105 .

seperti yang disediakan oleh Diving The Snake di Sekolah Selam Internasional Nilaveli dan Hikkaduwa. Unuwatuna. sekaligus memperlambat proses pemulihan industri pariwisata. terdapat batang ranting pohon.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 PEMBERSIHAN TERUMBU PASCA-TSUNAMI DI SRI LANKA Salah satu dampak dari tsunami yang paling nyata adalah jumlah puing-puing yang tercipta. dimana penutupan karang meningkat dari 0% di 1998 menjadi 19% di 2003 dan 41% pada 2004. penutupan karang telah meningkat menjadi 16%. dan mengalami deplesi dari 106 . pengelola hotel. bahwa dibutuhkan upaya pembersihan. Proses pemulihan kerusakan telah berjalan lambat dan tidak merata. dan Marine Pollution Prevention Authority. di Unuwatuna yang terdapat di pesisir barat daya. IUCN memulai pembersihan terumbu dan pantai di lokasi-lokasi penting di Sri Lanka. tekstil. pekerja medis. terumbu di sepanjang pesisir timur laut di dekat Trincomalee tidak mengalami pemutihan. dan menjadi prioritas yang utama bagi Sri Lanka (dari Jerker Tamelander dan Marten Meynell). Misalnya. Daerah Hikkaduwa. yang merupakan pihak-pihak yang secara langsung akan mendapatkan untung dari kegiatan tersebut. pemutihan telah menurunkan penutupan karang hidup dari 47% pada 1997 menjadi <1% pada 1998. Pekerja hotel dan operator penyelaman memberikan dukungan yang tak ternilai. International Water Management Institute. penutupan karang telah mencapai 71% di Pulau Koral dan 74% pada Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. Puing-puing ini merupakan ancaman yang akan terus menimbulkan stres terhadap terumbu karang. Project Aware. termasuk subsidi untuk penginapan dan makanan. Pemulihan yang terjadi setelah pemutihan. peralatan selam dan kapal. Pemulihan yang cepat ini sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan karang bercabang Pocillopora damicornis dan karang meja Acropora cytherea. Namun. hasil ini juga menggambarkan bahwa kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya pembuangan sampah padat yang tepat guna menyusutkan pengaruh dan keberlanjutan dari upaya pembersihan. Klub Sub-Aqua Sri Lanka memobilisasi pihak-pihak kunci sektor swasta dan para penyelam relawan. dan dari Sustainable Ecosystems Institute. Sinhala. dan Sewalanka Foundation. termasuk dari Klub St. Marine Conservation Society of Sri Lanka. Panduan pembersihan terumbu dari Coral Reef Alliance diadaptasi untuk Sri Lanka. Pada 7 tahun sebelum terjadi tsunami. dan penutupan karang pada sejumlah besar lokasi berada diatas 50%. terjadi secara cepat di dua lokasi: Suaka Laut Terumbu Bar yang terletak di pesisir barat laut. dan Trincomalee-Nilaveli dibersihkan dari puing-puing dengan 10-50 sukarelawan yang ikut serta dalam setiap pembersihan. yang membutuhkan upaya pembersihan agar dapat menarik wisatawan. dicetak dalam bahasa Inggris. dan peralatan nelayan yang terserak di pantai dan terumbu. yang hingga kini mendominasi bagian tertentu dari terumbu. sebagian besar karena pertumbuhan pesat dari karang bercabang Acropora. dengan bantuan dana dari Italy Directorate General for Development Cooperation. penutupan karang tetap pada angka tersebut sampai tsunami merusak terumbu. misalnya dengan memanfaatkan tempat pembuangan resmi yang ditunjuk oleh Central Environmental Authority. dan Tamil untuk menginformasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. dan hasil konsultasi dengan Coast Conservation Department. Sebelum tsunami. Poster-poster dan selebaran dengan tujuan peningkatan kesadaran dan penyebaran informasi. bahan konstruksi. plastik. Upaya-upaya ini sangat disyukuri oleh masyarakat. Terumbu ini telah sangat terpengaruhi oleh aktifitas manusia. Komunitas karang pada wilayah ini didominasi oleh jenis Acropora bercabang atau meja atau Montipora mendaun. peralatan rumah tangga. Di sisi lain. dan wisatawan. dan operator selam. Kegiatan ini mendapatkan perhatian dan pujian di dalam dan luar Sri Lanka dan merupakan gambaran bahwa intervensi yang kecil dapat memusatkan perhatian masyarakat dan juga mendidik secara umum. Pemutihan di Kapparatota – Weligama menurunkan penutupan karang dari 92% pada 1997 menjadi 28% pada 1999. tetapi pada tahun 2002 penutupan telah mencapai 54%. seringkali dihadang oleh kompetisi dengan makro-alga. Thomas College sub-Aqua. Department of Wildlife Conservation.

dikarenakan konflik sosial yang terjadi antara pemerintahan dan LTTE (Liberation Tigers of Tamil Elam). Bagian timur Sri Lanka belum lama ini terbuka untuk kegiatan pariwisata.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami sejumlah sumber daya alam terutama ikan. dan Pulau Merpati. Penutupan karang hidup telah meningkat di Pulau Koral dan Merpati. Akses ke terumbu karang pada pesisir timur Sri Lanka sulit dicapai sampai baru-baru ini. meski sudah terdapat pelarangan dibawah Fisheries Act dan Fauna and Flora Protection Ordinance. teripang. gelombang-gelombang tsunami mencabut bongkahan besar karang dan batu karang mati. Kubah-kubah Porites berukuran besar terlempar sejauh 150 m ke daratan di Kirankulam di kecamatan Batticoloa. yang menyebabkan kerusakan dan menurunkan penutupan karang Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Data yang berasal dari pesisir timur laut Sri Lanka ini menggambarkan keragaman tingkat kerusakan akibat tsunami. pengumpulan cinderamata yang tak diatur. yang dipanen secara besar-besaran dalam 5 tahun sebelumnya untuk ekspor. Terumbu di dekat Trincomalee mengalami degradasi karena pencemaran limbah kota. di dekat Trincimalee. Pengeboman ikan juga merupakan hal yang umum. termasuk di dalam Taman Nasional Pulau Merpati. Terumbu karang di wilayah timur dan timur laut rusak berat. terutama di wilayah utara Teluk Belanda sekitar 2-5 km di lepas pantai Uppuvaeli sampai bagian utara Nilaveli. dan akitifitas yang belum memiliki peraturan yang meluas secara cepat ini. sementara terumbu di wilayah pesisir barat laut tidak mengalami kerusakan. Profil batimetri dari dasar laut sekitar terumbu dan tingkat kerumitan struktur menentukan arah gelombang tsunami pada air di daratan dan proporsi dari energi gelombang tsunami yang teredam. Di Teluk Belanda. KEADAAN TERUMBU KARANG PASCA-TSUNAMI Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap terumbu karang di Sri Lanka cukup beragam di setiap wilayah negara tersebut dan pada setiap lokasi terumbu. serta moluska jenis Turbinella pyrum. sementara terjadi penurunan penutupan karang hidup sebesar 25% di Teluk Belanda akibat tsunami. Survei yang dilakukan pada terumbu Passikudah pada saat terjadi gencatan senjata sementara. menderita akibat penginjakan terumbu. 107 . menunjukkan terjadi sejumlah kematian karang akibat pemutihan pada 1998. menjadi ancaman yang baru bagi terumbu. Pesisir Timur: Kerusakan yang paling parah terjadi pada karang rapuh yang terpapar di pesisir timur. Secara umum. yang terkenal di antara para wisatawan. karang yang menghadap ke laut terbuka mengalami kerusakan yang lebih tinggi daripada karang yang terletak di dalam laguna. dan akumulasi dari sampah padat.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 hidup dari 52% menjadi 38%.nuttal@unep. Segera setelah tsunami Samudera Hindia terjadi. Hampir semua karang lainnya mengalami abrasi yang parah. seperti gulma yang tahan air asin dan jenis prickly pear. termasuk beberapa koloni Porites yang memiliki diameter lebih dari 2 m. yang selama ini kita hancurkan dengan mudah. Direktur Eksekutif UNEP. dan kehidupan kita dari tindakan alam yang agresif”. merespon permohonan darurat untuk bantuan teknis dari negara-negara yang terkena dampak tsunami. bukanlah suatu kemewahan. Pelaksanaan survei di atas memusatkan perhatian kepada pengumpulan data yang rinci pada setiap situs dan bekerjasama dengan universitas-universitas setempat. termasuk Sri Lanka. UNEP menugaskan sebuah gugus tugas. dan Favia. puing-puing.org dan Elisabeth Waechter. lapisan pertama mangrove rusak parah. Klaus Toepfer. Ekosistem tersebut merupakan penyelamat nyawa yang mampu melindungi rumah kita. seperti terumbu karang. pertama-tama menghantam paling kuat di pesisir selatan dan barat daya. Hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa tanah. Namun. orang-orang yang kita cintai. di semua daratan yang dimasukinya. Pencatatan yang detil mengenai kondisi fisik dan ekologis berhasil dibuat dari 800 situs yang berjarak 1 km satu sama lainnya di sepanjang sebagian besar pesisir yang terkena dampak tsunami. UNEP Nairobi). Pada beberapa wilayah. nick. mengejutkan. RENCANA STRATEGIS UNTUK REKONSTRUKSI SRI LANKA YANG BERKELANJUTAN Lebih dari 15. yang kemungkinan disebabkan oleh stres akibat sedimen dan abrasi. Porites. Sejumlah besar karang masif terjatuhkan. sehingga memperlihatkan fondasi karang berupa batu pasir. sejalan dengan melengkungnya gelombang tsunami mengitari Sri Lanka. yang terkadang kita abaikan dengan taruhan nyawa. Kelompok-kelompok besar karang mendaun Montipora hancur secara keseluruhan. elisabeth.waechtar@unep. meskipun setelah bertahun-tahun mengalami penambangan karang. Di pantai. Laporan ini memperkuat pendapat bahwa pada lokasi yang terdapat hutan mangrove dan terumbu karang yang sehat. seperti yang terjadi di batas terumbu selatan. terutama marga Goniastrea. terdapat batang pohon dan tumbuhan lainnya yang tersapu ke terumbu yang terletak di dekat pantai. dan sampah tersapu kembali ke laut oleh ombak. terumbu tersebut berperan sebagai penyangga melawan gelombang.000 sumur tidak bisa digunakan lagi dan dihasilkan 500 juta kg puing di Sri Lanka akibat tsunami Samudera Hindia. hutan mangrove. Ini merupakan salah satu diantara beberapa temuan dalam laporan berisi dampak lingkungan akibat tsunami yang ditulis oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan Kementrian Lingkungan dan Sumber Daya Alam Hidup Sri Lanka. dan di beberapa wilayah koloni karang hidup terpindahkan. Tandatanda peristiwa pemutihan dulu masih terlihat pada koloni karang masif yang masih berdiri. yang mendukung pembuatan sebuah Atlas Digital Kerusakan Tsunami di Sri Lanka. sementara kebanyakan koloni berukuran kecil terpindahkan dalam jarak yang jauh. namun sangat penting. namun mangrove yang terletak lebih dalam tetap berdiri dan menyerap sepenuhnya kekuatan tsunami (dari Nick Nuttal. Pada tempattempat dimana terumbu masih bertahan. Tingkat kerusakan ini beragam. Sejumlah besar koloni terumbu Acropora tercabut dari dasarnya dan mayoritas dari kelompok-kelompok yang berdiri tegak. gelombang-gelombang tsunami telah memicu penyebaran penjajahan jenis-jenis asing. dampak yang ditimbulkan oleh tsunami 2004 menurun secara signifikan. 108 . patah dan ikut bergerak bersama massa air dan puing yang terus tumbuh. Proporsi dari dasar laut yang tertutupi oleh patahan karang meningkat dari 20% menjadi 40% dimana sejumlah besar koloni utuh terkubur di bawah patahan karang lainnya. Pendataan yang diperoleh menunjukkan bahwa tsunami telah merusak parah lingkungan Sri Lanka. Kita telah mempelajari dengan detil-detil yang yang menyeramkan dan rinci bahwa ekosistemekosistem. serta padang lamun. termasuk dalam beberapa taman nasional yang penting.org. menyebutkan: “Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia mengajarkan pada dunia beberapa pelajaran keras.

dari 17% menjadi 30%. dan Hikkaduwa. Pesisir Selatan dan Barat Daya: Karang mengalami kerusakan pada semua lokasi terumbu di Tangalle. 109 . ia akan menjadi hambatan bagi penempelan larvae karang yang baru. Kapparotota/Weligama. Jumlah patahan karang hampir menjadi dua kali lipat. Namun. serta peralatan rumah tangga berlimpah. sebagian besar tekstil. kerusakan yang ada terbatas pada wilayah kecil dimana bagian-bagian lereng terumbu terabrasi oleh peningkatan patahan karang. Kebanyakan kerusakan pada terumbu Polhena yang letaknya berdekatan disebabkan oleh abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang yang terdistribusi kembali. Teluk Galle tidak terpengaruh. dan Sallithivu di kecamatan Batticoloa. atau karena abrasi dan penyelimutan oleh patahan karang. Hikkudawa berhasil luput dari kerusakan yang parah. yang terlindungi dari gelombang. Namun. koloni-koloni hidup yang bercabang dan besar (sampai 50 cm) terjungkirkan. Sampah dan puing-puing. Pada wilayah yang terletak lebih selatan di Kalmunai. Di Kapparatota – Weligama. yang dikoordinir oleh Klub Sub-Aqua Sri Lanka dan berbagai organisasi lainnya berhasil membersihkan sebagian besar puing tersebut dari Hikkaduwa dan Unawatuna. terjadi penurunan penutupan karang hidup dari 50% menjadi 32% setelah tsunami menimpa. Nilaveli. batang dan ranting pohon. bagian-bagian kapal. kerusakan yang sedang sampai parah terjadi pada terumbu yang letaknya dekat pantai. Jika patahan-patahan karang ini tidak dikukuhkan. Kalkudah. kerusakan yang ditimbulkan sangat tidak merata dan disebabkan karena terangkatnya koloni karang yang mati akibat peristiwa pemutihan karang pada 1998. yang sebagian besar disebabkan oleh hancurnya kelompok-kelompok Acropora bercabang oleh patahan karang yang berpindah. Unawatuna. Polhena. dengan penutupan karang hidup yang menurun dari 15.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Tutupan karang (%) Pulau Koral Teluk Belanda Pulau Merpati Hilangnya tutupan karang hidup akibat tsunami pada pesisir wilayah barat daya bertepatan dengan peningkatan penutupan oleh patahan karang mati. Terumbu yang terdapat di Rumassala. tidak terlihat kerusakan pada wilayah terumbu di lepas pantai Pulau Merpati yang letaknya berdekatan. sementara yang lainnya terselimuti oleh sedimen laut yang tersuspensi kembali. yang terbentuk setelah tahun 1998. Kudawella.5% menjadi 12%. dengan sejumlah besar patahan karang tersebar kembali di Teluk Passikudah. dan sebuah upaya pembersihan terumbu. Di wilayah lainnya. Di Pulau Koral. Penutupan patahan karang meningkat dari 14% menjadi 48% dan tumpukan-tumpukan yang terakumulasi menyelimuti karang hidup dan padang lamun di beberapa area.

seperti kerapu (Serranidae). sehingga kerusakan yang timbul relatif lebih sedikit terhadap infrastruktur pesisir. energi dari tsunami teredam. Namun. ikan kakap (Lutjanidae). dan Lunama pada wilayah tenggara juga mengalami kerusakan oleh pergerakan pasir dan patahan karang yang menyelimuti sejumlah karang hidup. populasi ikan telah terdeplesi oleh penangkapan yang berlebih dan perusakkan habitat sebagai akibat pemutihan karang. Erosi Pantai: Terjadi erosi pantai yang parah namun tidak merata. beragam bergantung lokasinya. Di Kudawella. Weligana.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Di Unawatuna. Dampak yang ditimbulkan tsunami terhadap populasi ikan. dan secara umum berkorelasi dengan tingkat kerusakan pada habitat ikan. dan Unawatuna. kurang terpengaruh. sehingga gelombang tsunami mengangkat sejumlah besar bongkahan karang yang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada karang yang masih bertahan. penambangan karang. pada terumbu yang koloni-koloni karangnya mengalami kerusakan parah (seperti di Teluk Belanda). Dampak yang paling besar diamati terjadi pada ikan-ikan kecil yang berasosiasi dengan karang. Kelimpahan ikan-ikan tersebut di Hikkaduwa tidak terpengaruh oleh tsunami dan tetap relatif tinggi. di sepanjang pesisir timur dan barat daya. terdapat wilayah terumbu yang secara keseluruhan terselimuti oleh patahan karang. dan praktik-praktik penangkapan yang buruk. yang terutama disebabkan oleh penambangan karang yang ilegal dan besar-besaran. terutama ikan yang disukai para aquaris juga mengalami penurunan. ikan gobi (Gobiidae). mengakibatkan kerusakan yang tinggi pada lereng terumbu. Terumbu di Tangalle. terutama ikan damsel (Pomacentridae). terdapat kekhawatiran yang meningkat akibat kegiatan nelayan pengebom yang kini beroperasi di sekitar wilayah cagar laut. terdapat beberapa karang hidup yang tidak rusak. namun sejumlah besar patahan karang terdistribusi kembali. Komunitas Ikan: Sebelum tsunami terjadi. ikan sweetlips (Haemulidae). Di Polhena. yang terletak di sebelah barat Tangalle. ikan kepe-kepe (Chaetodontidae). kelimpahan ikan. Penambangan karang besar-besaran di Rekawa telah menggoyahkan struktur terumbu. Di tempattempat dimana mangrove dan vegetasi pantai berada dalam keadaan utuh. Lebih jauh ke selatan di Tangalle. terutama sebuah gundukan Montipora acquituberculata yang terletak dekat pantai. Hal ini berakibat kerugian bagi mereka yang bergerak di bidang perdagangan biota hias. 110 . dan ikan maming (Labridae). dan ikan emperor (Lethrinidae). Jenis-jenis ikan terumbu yang berukuran besar. gelombang tsunami memindahkan bagian-bagian besar dari karang mati dan patahan karang. Ussangoda.

Meskipun dampak tsunami tidak diperkirakan mempengaruhi sektor pariwisata sampai tahun 2006. Para masyarakat secara bangga menunjukkan kepada para pengunjung bagaimana IUCN dengan rekan-rekan kerjasamanya. Banyak dari kapal-kapal ini masih terserak di sepanjang pesisir. fasilitas penyimpanan dingin. yang sumber pendapatan utamanya berasal dari penangkapan ikan. Sektor pariwisata menghasilkan lebih dari US$ 350 juta dalam pendapatan kurs asing. Kerusakan total ditaksir mencapai US$ 97 juta. dan jaring juga telah hancur. termasuk 594 kapal harian. Disamping itu.000 keluarga nelayan terpaksa pindah setelah kehilangan rumah dan harta mereka. yang sebagian besar tinggal di sepanjang pesisir utara dan timur. buku-buku pelajaran tingkat lanjut.000 oleh IUCN. Saat ini. alat.iucnsl. yang pada saat itu sedang berkembang menyusul gencatan senjata dan negosiasi perdamaian dengan LTTE tahun 2002.000 nelayan beserta keluarga mereka meningggal. Disamping itu. dan diperkirakan bakal mencapai 600. 111 . untuk mendukung kebutuhan pendidikan jangka panjang mereka. sebuah desa kecil yang terletak di sepanjang pesisir selatan Sri Lanka.000 pada tahun 2004. Dukungan ini merupakan sebagian dari program rehabilitasi dan pemulihan yang diberikan oleh IUCN setelah tsunami. Pariwisata: Kerusakan yang terjadi terhadap sektor pariwisata Sri Lanka ditaksir mencapai US$ 250 juta. Sebanyak 27.520 kapal tradisional tanpa mesin. Segala upaya restorasi dan pemulihan dijalankan mengikuti serangkaian survei-survei sosioekonomi yang dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan perwakilan pemerintahan propinsi. sekitar 90. telah berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kehidupan mereka. dan mayoritas pelabuhan perikanan yang berukuran besar dan infrastruktur yang terkait rusak atau hancur. Ibu Shiranee Yasaratne. 7. dan berkas-berkas model ujian kepada anak sekolah menengah atas.000 pada tahun 2005. belum termasuk kerusakan pada perumahan dan harta pribadi dari para korban. namun waktu tsunami terjadi merupakan saat yang merugikan bagi industri tersebut. dan juga kamus. pemberian dana guna meningkatkan kualitas hidup kepada sejumlah masyarakat.000.996 kapal bermesin dan sekitar 10. Jumlah wisatawan mencapai angka rekor 565.000 orang secara tidak langsung. Peralatan nelayan.000 orang secara langsung dan sebanyak 65.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami MEMBANGUN KEMBALI HARAPAN SETELAH DATANGNYA OMBAK PEMBUNUH Masyarakat Desa Wandruppa. Angka ini direvisi menjadi 425. mengkoordinir sebuah upacara sederhana dan menyentuh pada 28 April untuk menghormati hasil kerja IUCN dalam memperbaiki kehidupan yang berkelanjutan setelah terjadi tsunami. Perwakilan Sri Lanka untuk IUCN. sebanyak 2% dari PDB nasional. mempekerjakan sebanyak 50. tepatnya 40 kapal dan jaring nelayan telah dibagikan kepada masyarakat bersamaan dengan perbaikan yang diberikan terhadap 81 rumah.000 kamar dari hotel-hotel berskala sedang sampai tinggi dan wisma tamu kecil tidak dapat digunakan. dan kerugian yang ditaksir bakal terjadi akibat tsunami pada tahun 2005 dan 2006 mencapai US$ 131 juta. berjanji bahwa IUCN akan terus mendukung masyarakat desa tersebut dalam membangun kembali kehidupan mereka dan memulai lembaran baru dengan tekad yang bulat (dari www. kepada masing-masing 12 anak yatim piatu. seperti mesin lepas. dengan US$ 200 juta berupa kerusakan terhadap hotel dan US$ 50 terhadap aset-aset yang terkait pariwisata. Juga dipersembahkan dalam acara tersebut.org). sebuah program pemulihan kebun rumah memastikan bahwa hasil kebun dalam waktu dekat tersedia di pasar untuk masyarakat desa sebagai sumber pendapatan alternatif. sekitar 26% dari 18. Upacara tersebut sekaligus menandai pemberian dana sebesar US$ 2. Antara 60-80% kapal nelayan di Sri Lanka telah rusak atau hancur. MJF Foundation dan Linea Aqua. DAMPAK SOSIO-EKONOMI Perikanan: Sektor perikanan megalami kerugian materi dan ekonomi yang paling besar akibat tsunami.

000 melalui UNDP untuk rehabilitasi sektor perikanan dengan pembelian truk-truk pendingin dan konstruksi pabrik es. Scuba POP. sehingga sangatlah penting untuk mengurangi faktor pengganggu akibat kegiatan manusia. Keinginan politik yang kuat dapat membantu menegakkan peraturan perikanan dan pengelolaan kawasan terlindung seperti Terumbu Bar dan Suaka Laut Rumassala serta Taman Nasional Pulau Merpati dan Hikkaduwa. dan 3 pelabuhan perikanan. dan industri. dan pelatihan. Restorasi terumbu secara langsung belum bisa dijalankan (pada tingkat kerusakan akibat tsunami) dengan menggunakan metode dan teknologi saat ini. termasuk US$ 550. jaring. SARAN DAN KESIMPULAN Saran penting berikut ini dapat memperbaiki kelestarian terumbu karang dan kemungkinan pemulihannya: Rehabilitasi karang yang rusak sebaiknya ditekankan. Diperkirakan sebanyak US$ 118 juta akan dibutuhkan untuk merehabilitasi sektor perikanan. dan membutuhkan lebih dari 40% dana rehabilitasi nasional untuk membantu keluarga-keluarga. sekolah-sekolah kejuruan. namun peraturan tersebut tidak diberlakukan dengan tegas. Japanese Bank for International Cooperation. Sebuah upaya nasional yang terkoordinasi akan dibutuhkan untuk membangun kembali sektor perikanan. sebuah kelompok instruktur selam PADI Amerika membantu pengumpul ikan Sri Lanka di Polhena. Perempuan juga akan diberikan bantuan agar dapat kembali beraktifitas seperti di pengeringan dan pemasaran ikan. Tujuan yang ingin diperoleh adalah memberikan pendapatan alternatif kepada para mantan pengumpul ikan tersebut. dengan tugas-tugas pertama berupa pembangunan kembali dan renovasi infrastruktur esensial. terutama penggunaan bom ikan dan penambangan karang. USAID telah memberikan kontribusi sebesar US$ 33 juta kepada proyek-proyek infrastruktur termasuk konstruksi sebuah jembatan sepanjang 700 m. Sumbangan ini juga diperuntukkan membantu para nelayan dalam mendirikan kembali kehidupan mereka dengan memfasilitasi pembelian kapal fiberglass. untuk mengurangi beberapa faktor perusak yang telah ada agar tercipta kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan ekosistem pesisir yang sehat. Diperkirakan propinsi-propinsi di wilayah utara membutuhkan sekitar 20% dari dana bantuan. Sebuah pendataan yang dilakukan oleh Asian Development Bank. dan World Bank menyarankan para nelayan dan keluarga mereka sebaiknya diberikan pinjaman mikro-kredit melalui dana bergulir yang berbasis masyarakat. agar pemulihan alami melalui pertumbuhan dan reproduksi organisme karang yang berhasil selamat dapat dipercepat. peralatan penangkapan. Sri Lanka selatan dengan melatih 25 pengumpul ikan hias untuk menjadi ahli selam. yang sangat umum terjadi di Sri Lanka. Australia memberikan US$ 16 juta. Keluarga nelayan yang sangat terpengaruh tsunami membutuhkan bantuan untuk memastikan tergantinya segala kehilangan. Penyelam relawan dari Perancis membersihkan puing-puing dari terumbu Kalmunai yang terletak di pesisir timur agar dapat memfasilitasi kegiatan nelayan dan bekerjasama dengan pengumpul ikan hias setempat untuk memperluas wilayah pembersihan sampai Trincmalee pada tahun 2006.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 UPAYA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pesisir timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. 112 . Kecamatan Galle di pesisir selatan juga mengalami kerusakan yang parah dan membutuhkan sekitar 30% dari alokasi dana. Pemulihan dapat ditingkatkan dengan cara: Pencegahan kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya secara illegal. kehidupan masyarakat. Meskipun sanksi dalam Fisheries Act untuk pengemboman ikan telah diperberat.

113 . ADB/JBIC/ World Bank. Australian Government. ACUAN Sebagian besar bab ini disusun dari berbagai laporan yang diberikan oleh UNEP.asp).org/Tsunami/srilanka-assessment. tenaga. enp@iucnsl. Melaksanakan pemantauan secara teratur. Joanna Ruxton. (www. melakukan aktivitas pembersihan untuk menghilangkan limbah padat di sepanjang pantai dan mencegah tersapu kembalinya puing-puing ke arah terumbu karang. Bernard Salvat. Meminimalkan kerusakan akibat aktivitas daratan yang menyebakan sedimentasi. Rajasuriya.lk. serta penegakan dan pemberian hukuman terhadap para pelanggar hukum harus dilaksanakan. Malik Fernando. LSM. Hal ini membutuhkan pendataan potensi perikanan lepas pantai dan laut lepas yang menekankan pada pembangunan terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang dapat berhasil secara ekonomis. NARA/CORDIO/IUCN/GCRMN/SLSC.. and the World Bank (2005) Sri Lanka 2005 post-tsunami recovery program: preliminary damage and needs assessment. 2005 in Wlikinson (2004) dan Souter dan Linden (2005) pada halaman 143. AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. pendekatan yang seksama terhadap rekonstruksi perikanan lepas pantai harus diadaptasi untuk mencegah kembalinya sistem perikanan modal besar dan melebihi daya dukung alam seperti sebelum tsunami. 2005. Dukungan terhadap upaya pembersihan oleh para organisasi pelestarian. Pengelolaan jumlah turis ke dalam kawasan pesisir timur Sri Lanka yang baru dibuka. January 10-28.lk dan chaminda@nara. CORDIO. diterima secara sosial..developmentgateway.au/jahia/Jahia/pid/2626). dan berkelanjutan.adb. dan Melibatkan seluruh departemen pemerintah yang terkait dan para pemangku kepentingan serta memperkuat dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pesisir yang ada.ac. Japan Bank for International Cooperation.org.Keadaan Terumbu Karang di Sri Lanka setelah Tsunami Keterbatasan sumber daya. IUCN Asia Regional Programme. limpasan nutrien. 2004. Nishan Perera. dan Bambaradeniya et al. AusAID.ac. 2005. dan mengkaji efektivitas pengelolaan yang ada untuk menentukan kecenderungan kesehatan terumbu karang jangka panjang agar dapat memperbaiki pengelolaan aspek sosial dan ekologis. IUCN Sri Lanka Country Office. Asian Development Bank. dan peralatan untuk pengelolaan kawasan lindung perikanan dan laut. PENINJAU Sian Owen.lk.org. Kristian Teleki. malikfern@eureka. pada tahun 2005 serta dari tulisan oleh Rajasuriya et al. Di saat kebergantungan kebutuhan masyarakat pada sumber daya perikanan harus terpenuhi.com. arjan@nara. National Aquatic Resources Research & Development Agency (NARA). jet@iucnsl. Jerker Tamelander. dan Dan Wilhelmsson. Colombo Sri Lanka. dan industri penyelaman harus diupayakan oleh Departemen Pelestarian Pesisir dan departemen pemerintah lainnya. dan bahan pencemar terutama selama tahap rekontruksi intensif. Colombo 7. (www. KONTAK PENULIS Arjan Rajasuriya dan Chamida Karunarathna. Klub Sub Aqua Sri Lanka. Rajasuriya et al.

Kenya. (www. et al. (www. USAID (2005) Asia and the east tsunami reconstruction. (www. Sengupta S.iucn.ac.org/tsunami/tsunami_rpt. IUCN – The World Conservation Union. (www. (2005) Rapid environmental and socioeconomic assessment of tsunami-damage in terrestrial and marine coastal ecosystems of Ampara and Batticaloa districts of Eastern Sri Lanka. Tamelander J. IUCN (2005) Coral reef areas in southwestern Sri Lanka: status after the tsunami and recommendations on management action.org/tsuanmi/resources/iucnreports. 114 . 20 January 2005. United Nations Environment Programme. Perera A. GCRMN and SLSAC (2005) Rapid assessment of tsunami damage to coral reefs in Sri Lanka: interim report No. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment.unep. CORDIO.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Bambaradeniya C.htm).nara.htm).gov/locations/asia_near_east/). IUCN.org/ tsunami/resources/iucn-reports. 1.asp). (www. Iucn. NARA.lk/RAP).usaid.

Ancaman terbesar bagi pemulihan karang adalah pengambilan pasir dan batu secara ilegal dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan perbaikan jalan. ANGUS THOMPSON. gangguan pasokan air bersih. JERKER TAMELANDER. penambangan dan pengerukan karang yang diperparah oleh praktik pengembangan daerah pesisir yang tidak sesuai. sektor perikanan telah pulih sebagai akibat dari meningkatnya pendaratan tuna. perikanan. Kerugian ekonomi diperkirakan US$ 480 – 1. sehingga 69 dari 199 pulau berpenghuninya rusak. ataupun infrastruktur lokal lainnya. JOHN GUNN. tsunami telah memperlambat pemulihan kerusakan sebelumnya yang disebabkan oleh pemutihan. dan penetrasi air laut ke dalam tanah atol.9. kurang lebih sepertiga dari 300. Namun.000 juta termasuk rusaknya infrastruktur. dan Terumbu karang penting bagi Maladewa sebagai penghalang erosi. jetty. namun peristiwa memutihnya karang pada tahun 1998 bahkan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. HUGH SWEATMAN. dan memindahkan 375. Tsunami menyebabkan hancurnya industri pariwisata (merupakan sektor ekonomi terbesar). kerusakan di beberapa pelabuhan dan jetty. dan pertanian. banjir menyebabkan matinya listrik. jembatan penghubung selat (causeways). DAN MARY WAKEFORD RINGKASAN Bencana tsunami telah meninggalkan kerusakan nyata pada masyarakat Maladewa (yang semuanya merupakan masyarakat pesisir). tetapi dapat kembali ke angka 75% dalam waktu 1 tahun. terumbu mengalami kerusakan dari jatuhnya puing-puing bangunan dan sumber-sumber lain. 374 pabrik kecil pengolahan ikan. ARJAN RAJASURIYA. 82 orang meninggal dan 26 orang hilang. Seluruh pulau-pulaunya berada tidak lebih dari 3 meter di atas permukaan air. WILLIAM ALLISON. pekerjaan. 115 . dinding pemecah ombak di pelabuhan (harbour sea walls). dinding dermaga (wharf walls). Terdapat kerusakan langsung yang kecil terhadap terumbu karang. banyak sistem pembuangan yang rusak sehingga menyebabkan terkontaminasinya pasokan air tanah. STATUS TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN ATOL MALADEWA PASCA-TSUNAMI DAN HUSSEIN ZAHIR. armada perikanan. Tsunami merusak atau menghancurkan: 170 armada laut. GEOFF DEWS. dan penarik utama dalam industri pariwisata.000 meter kubik pasir ke cekungan galian.000 penduduknya kehilangan tempat tinggal. serta sedimen yang terbawa ke dalam laut menghancurkan dan menghalangi kemunculan karang muda yang baru. sumber pasir dan batu. rumah tangga dan hilangnya pendapatan dari pariwisata. tingkat hunian menurun drastis hingga 40%. erosi daerah pesisir. JEAN LUC SOLANDT.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 116 .

Tsunami juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan adanya sistem peringatan dini yang efektif dan rencana penanggulangan bencana yang proaktif. pasir dan laut di sekeliling kepulauan. Tsunami menggenangi beberapa bagian dari pulau dan merusak dinding laut penahan gelombang (sea wall). pariwisata.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Malé. atau infrastruktur lokal lainnya. gangguan pasokan air bersih. Kekuatan gelombang dan banjir menyebabkan kerusakan pada pulau berpenghuni ini. dan 12% berasal dari perikanan karang. Tsunami menyebabkan naiknya air secara cepat melewati terumbu-terumbu dan kepulauan. dan sedikit kerugian pada pertanian yang berarti besar bagi produksi lokal. armada perikanan. Kerugian total diperkirakan berkisar antara US$ 480 – 1. harta pribadi. sementara hampir sepertiga dari 300. nilai perkiraan berdasarkan catatan kerusakan pada infrastruktur. kerusakan pada pelabuhan dan dermaga. PENDAHULUAN Kira-kira 3 jam setelah gempa bumi 26 Desember 2004.000 orang tinggal dalam 2 kilometer persegi. Tsunami telah menghancurkan masyarakat Maladewa yang keseluruhannya merupakan masyarakat pesisir. adalah salah satu pulau terpadat di dunia dengan lebih dari 80. Lebih dari 50% pendapatan kotor Maladewa berasal dari industri pariwisata terumbu karang dan kepulauan. bukan merupakan gelombang besar seperti yang terjadi di Thailand dan Sumatera. dan kendaraan yang parkir di jalan (Foto dari Hussein Zahir). Namun tsunami telah memaksakan adanya kebutuhan untuk menyelesaikan masalah yang berkenaan dengan pemanfaatan terumbu karang secara tak berkelanjutan dan lemahnya pengelolaan daerah pesisir. Kebanyakan masalah-masalah ini telah ada sebelum tsunami. dilaporkan gelombang setinggi 1 – 3 meter menyapu Maladewa.000 juta. Banjir telah menyebabkan padamnya listrik. 117 . berlangsung selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya diikuti penyurutan air dalam jumlah besar. Kurang lebih 69 dari 199 pulau berpenghuni mengalami kerusakan di sana-sini. 80% dari 25 atol di Maladewa terletak hanya 1 meter di atas permukaan laut. dan penetrasi air laut ke dalam tanah yang menyebabkan hancurnya pertanian. bangunan. ibu kota Maladewa. erosi daerah pesisir. Genangan pertama adalah yang terbesar.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. pekerjaan. Gelombang tsunami juga menyebabkan rusaknya sistem pembuangan yang mengarah pada kontaminasi cadangan air tanah. Terdapat keprihatinan bahwa tsunami semakin memperparah kondisi terumbu karang yang telah menurun akibat adanya fenomena pemutihan karang di tahun 1998. Terumbu karang menjadi rusak akibat terkena hantaman puing infrastruktur yang tersapu ke laut.

yang lambat dan bervariasi (Sumber: Husein Zahir 2004).190 pulau yang berada dalam 25 atol yang tersebar sepanjang 900 kilometer di tengah Samudera Hindia. dan utara atol adalah 25 sampai 50% (dengan kisaran antara 5 – 10%) sebelum terjadi gangguan. 118 Tutupan karang (%) . Selain itu. teripang. sehingga beberapa hotel telah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola daerah perlindungan laut (MPA) untuk konservasi terumbu karang. membuat Maladewa termasuk ke dalam salah satu daerah laut terkaya di kawasannya. Walaupun keragaman hayati belum pernah diteliti secara rinci. tengah. Terdapat sedikit perkiraan tentang prosentase tutupan karang sebelum tahun 1998. Kegiatan-kegiatan ini memberikan dampak nyata dimana jumlah kerapu dan hiu semakin berkurang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Pariwisata sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang. Sisi utara dan tengah adalah daerah yang paling parah mengalami kerusakan dan pemulihan berjalan dengan lambat dan bervariasi. tercatat lebih dari 250 jenis karang keras dan lebih dari 1. menyisakan hanya 2% tutupan karang hidup. Terumbu Gann Petak/Gundukan Terumbu Vaavu Pemulihan terumbu karang. Pemutihan tidak terlalu merusak karang di sepanjang atol selatan. hiu (bagian siripnya).200 jenis biota telah ditemukan. dan ikan hias diambil untuk diekspor. Sebagian besar pulau dikitari oleh terumbu karang yang kondisinya baik sampai sangat baik sebelum tahun 1998. terutama kerapu untuk perdagangan ikan segar. Sejumlah besar usaha perikanan beroperasi di daerah terumbu karang: ikan segar seperti tuna ditangkap di laguna terumbu karang sedangkan ikan karang diambil untuk dikonsumsi turis dan diekspor. dimana fenomena perubahan iklim akibat El Niño berdampak pada memutihnya karang dan kematian pada sekitar 90% karang di sebagian besar terumbu Maladewa. sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. Satu studi mengatakan 37% tutupan di 3 lokasi dan 47% di 7 lokasi. yang berpotensi menyebabkan menurunnya kesehatan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama. sehingga diperkirakan prosentase tutupan karang di sisi selatan. STATUS TERUMBU KARANG SEBELUM TSUNAMI Republik Maladewa terdiri dari 1. menyisakan sekitar 40-55% tutupan karang hidup.

Saat aku kembali ke Amerika. Gelombang ini melesat cepat melintasi pulau dengan membawa puing. Sebagai tambahan. Lalu hening. Sungguh mengherankan. cerah dan hangat. dan puing-puing lainnya lalu bergabung dengan para staf yang berteriak “Allah! Allah!” saat mereka bergantungan dengan putus asa di tiang-tiang yang ada. para staf dan tamu ketakutan. “Jauhi pantai. Karang-karang ini sangat terkenal di Malé Utara dan Atol Ari sebelum terjadi tsunami. Aku berteriak ke arah para tamu. Sempat terpikir juga tentang barang-barang yang hilang walaupun aku sedang dehidrasi dan kelaparan. Suasana resor sepi sehabis Natal. tak tahu apa yang harus dilakukan. jangan bergerak”. 1 meter di atas permukaan laut. gelombang akan balik lagi. Banyak karang meja besar Acropora yang tadinya tampak mati. Syukurlah. gelombang yang datang tidak sampai 50 m tingginya. dan aku membanting pintu untuk melarikan diri. 119 . menyadari bahwa tak ada tempat atau bangunan tinggi untuk melarikan diri. Lalu aku melihat gelombang yang lebih besar dan lebih cepat datang. soket listrik meledak dan memercik kemana-mana. mengawasi kemungkinan gelombang susulan. memanjat meja. berjaga-jaga dari penjarah. Air laut masuk melalui kolong pintu. menghancurkan kaca dan merubuhkan dinding. dan menenangkan para staf yang panik dan jiwanya terganggu. komputer. Para tamu yang cidera bermunculan dengan luka dan memar. dimana karang masif yang tumbuh lambat menjadi berlebih dibandingkan dengan karang bercabang atau berbentuk piringan yang dapat tumbuh dengan cepat (merupakan pilihan industri pariwisata). namun pada jam 12:45 beredar kabar bahwa gelombang setinggi 50 m akan datang dalam waktu 15 menit. tetapi kami tetap siaga dengan memanjat pohon. aku berteriak supaya orang-orang berpegangan. tsunami dengan kekuatan penuh menghantam. saat gelombang menyapu pulau. theloweroad@gmail. TV. Ikan pemakan rumput laut melimpah dan menghabiskan rumput laut serta memfasilitasi penempatan larva karang baru. Sebaliknya di Malé Utara dan Atol Ari kehilangan karang masif yang lambat tumbuh yang dapat mengurangi kapasitas pertumbuhan terumbu dan menambah batuan baru di masa depan. sampai terdengar suara gemuruh air dan teriakan pada jam 11 pagi: “Selamatkan anak-anak! Selamatkan anak-anak”. tetapi kata ‘tsunami’ tak pernah terlintas dalam benakku. Kami menghabiskan siang itu untuk membantu mereka. sehingga struktur terumbu di masa depan adalah tidak pasti. Aku berjuang ke tempat penerima tamu. Gelombang besar pertama menghantamku ke dinding dan melontarkan ponsel serta barang-barang miliku lainnya. Air lalu surut dan meninggalkan bongkahan besar karang di pulau serta ikan-ikan karang di pasir. Aku tak sadarkan diri saat air semakin naik. Di tahun 2002.com). Air naik dari setinggi pergelangan kaki ke pinggang dalam hitungan detik. kursi. proses pemulihan terbantu dengan rendahnya tingkat penangkapan ikan. Namun. dan diikuti dengan 2 gelombang berikutnya. Tiga hari berikutnya kami lalui dengan: mendatangi para korban cidera. mulai menunjukkan regenerasi jaringan. dengan perairan dalam di sekelilingnya. terdapat sejumlah kemunculan karang muda yang baru dari marga Acropora dan Pocillopora yang memberi harapan akan adanya pemulihan struktur komunitas karang seperti sebelumnya. Ini adalah pulau terpencil.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Fenomena pemutihan tahun 1998 telah menggeser keseimbangan terumbu. terdapat indikasi kuat adanya kemunculan karang baru dari jenis-jenis karang yang cepat tumbuh. menunggu pertolongan. Detik berikutnya. Hari itu adalah hari yang sempurna di Maladewa. fenomena pemutihan karang skala kecil di tahun 2003 dan badai besar pada Mei 2004 semakin memperlambat proses pemulihan. Aku menghadapi situasi sulit untuk memberitahu para tamu agar bersiap akan adanya gelombang baru. beratku turun 12 kg tetapi lebih bijak dalam menyikapi kekuatan samudera dan dielu-elukan karena masih hidup” (Dari Dave Lowe. dan saat aku sadar. SELAMATKAN ANAK-ANAK – KESAKSIAN KORBAN “Gempa bumi ringan mengguncang kamarku di pagi tanggal 26 Desember. laut yang biasanya hijau terang kini coklat kotor. Terdapat perkiraan yang menyatakan bahwa kondisi terumbu akan berbeda di masa datang dengan adanya jenis yang lambat tumbuh (seperti Agaricidae dan Favidae) yang terus mendominasi karang bercabang Acropora dan Pocillopora. patroli di pulau. air sudah pergi. Aku berhenti bernafas.

hanya tersedia sedikit data untuk dibandingkan antara status terumbu karang pra-1998 dengan kerusakan akibat tsunami. Tertutupnya karang oleh sedimen adalah stress yang umum.mv). begitulah yang terpikir. walaupun 45% dari lokasi yang disurvei terdapat karang rusak. jalur berbatu (cobble berm) di ujung timur terangkat. saat kemudian gelombang datang. ATOL BAA – KESAKSIAN “Gempa bumi membangunkanku di Atol Baa. Aku bergegas kembali ke kamarku dan mengambil peralatanku untuk mengejar berita. dan air bila diperlukan). Gelombang terbesar datang dari seberang rataan terumbu dengan tinggi maksimal 2 m. tetapi aku diyakinkan bahwa itu tak terjadi sehingga aku bersiap-siap untuk bekerja. sehingga mengalir sepanjang jalur dan jalan. yang merupakan selokan alami. Perubahan terhadap geomorfologi pulau.net. 120 . Atol Raa dan Baa: Dampak tsunami tidak terlalu besar di atol-atol ini. Pasang yang sangat tinggi. dan seberapa banyak persediaan air yang telah dipompa secara berlebihan” (Dari: William Allison. Kerusakan yang ada adalah tambahan dari kerusakan besar yang diderita sejak fenomena pemutihan karang tahun 1998. lalu aku keluar untuk mensurvei tempat kejadian dengan kamera (dan masker. sampai kemudian aku melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa ketinggian air laut di pantai melebihi di darat – tidak banyak. Sayangnya. yang umumnya lebih rendah dari tumbuhan lebat di sekitarnya. fin. seberapa banyak air laut dapat masuk. Tujuan utamanya adalah untuk mendokumentasikan: Sifat dan tingkat yang berhubungan dengan dampak tsunami terhadap terumbu karang. Air mengambil jalur yang paling kecil resistensinya. Di tempat-tempat dimana aliran terhalang dan tak dapat keluar. Terdapat variasi jumlah pecahan karang dan pasir di lereng terumbu Guradihoo. Kurangnya penilaian dan pemantauan berkala sangatlah tidak menguntungkan mengingat bahwa kegiatan utama ekonomi di Maladewa bergantung pada terumbu karang. jalanan dari timur ke barat terpotong dan pada saat terjadinya. diamati di terumbu Finolhu Fahlu di sisi timur atol. Tak terdapat kerusakan di terumbu Vaffushi dan Badaveri. Air mengalir seperti sungai di jalanan itu. dengan 52% transek menunjukkan sedimen berdebu ringan yang akan menghambat munculnya karang muda di masa depan. Di banyak pulau. snorkel.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tim lintas-disiplin dari Australia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kelautan Maladewa mensurvei 124 situs terumbu di 7 atol sepanjang 177 km di awal tahun 2005. Konsekuensinya bervariasi. Karang bergelimpangan di sepanjang 22% dari transek dan 17% mempunyai cabang yang hancur. Awalnya aku agak khawatir kalau Malé akan terkena hempasan. Tsunami hanya memberikan kerusakan kecil terhadap sumber daya terumbu karang di Maladewa. Mungkin jalan dapat berfungi sebagai katup pengaman bila jalur batuannya masih ada. tetapi tidak perlu dipikirkan lebih jauh untuk menyadari bahwa sesuatu yang buruk terjadi. dan kemudian pecah sekitar 15 m sebelum pantai menjadi setinggi lutut. air mencapai ketinggian satu meter atau lebih – sampai akhirnya memecahkan kaca jendela. dan Dampak tsunami terhadap sumber daya yang berhubungan dengan perikanan. seperti ruangan dengan pintu masuk terbuka dan pintu keluarnya tertutup. beliamall@dhivehinet. membuatnya semeter lebih tinggi dari permukaan pantai. kurasa tidak akan banyak air yang masuk ke dalam pulau. tergantung seberapa jauh tumbuhan tahan terhadap garam. Atol Malé Selatan: Bongkahan Porites yang terlepas dan mati sebagian. persediaan air tawar tercemar oleh air laut. Di Pulau Goidhoo. Aku baru saja mendekati air untuk mengamati. Kemudian aku mengetahui bahwa terjadi juga di Malé atau Kolombo – gosip tak jelas. tetapi itu tidaklah lebih dari sekedar getaran.

Namun. Kolhuvaariyaafushi. terdapat kerusakan di Guraidhoo dan thilla (bommie. walaupun kebanyakan kerusakan akibat tsunami adalah hasil dari penumpukkan pecahan karang dan pasir. termasuk hilangnya gorgonia (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Tak terlihat adanya kerusakan di terumbu Kurali Kandu. dan Devana Kandu. namun demikian terdapat petakan kerusakan kecil pada terumbu karang di sekitar yang serupa dengan kerusakan akibat badai. Tsunami hanya memberikan dampak kecil bagi pemulihan karang setelah fenomena pemutihan tahun 1998. kerusakan terbesar terdapat di terusan dengan sekitar 8% karang hancur.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gulhee. di terusan dan laguna mengandung sedikit karang sehat yang lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. 121 . Keyodhoo. Di sisi timur atol. beberapa timbunan pasir. Tidak terdapat bukti adanya kerusakan akibat tsunami di bagian barat yang menghadap Mas Araa Falhu. namun. dan pecahan karang yang berserakan. Atol Meemu: Daun-daun palem dan cabang-cabang pohon terlihat di sebagian besar terumbu karang. terumbu besar yang letaknya terisolasi) Kandooma. Atol Vaavu dan Vattaru: Cadangan besar pasir dan pecahan karang telah diamati sepanjang timur yang menghadap terusan dekat terumbu Foththeyo. Umumnya. atau Thuvaru. Terumbu berenergi tinggi di tepi terluar atol mengalami kerusakan yang terbatas (<1% karang yang hancur). terdapat sejumlah besar sedimen dan pecahan di lereng terusan sampai ke selatan. dan Embudhoo. Atol Thaa dan Laamu: Penduduk desa di daerah atol ini melaporkan bahwa kerusakan akibat tsunami lebih banyak terjadi di darat. cadangan sedimen menyebabkan kematian karang yang nyata di salah satu situs di Atol Vattaru. Sisi timur situs penyelaman terusan Fotteyo rusak parah. dengan keseluruhan thilla berubah menjadi bukit pecahan (Sumber: Survei Marine Conservation Society). Terdapat pemulihan karang yang lambat di Atol Vaavu setelah persentase tutupan karang menurun sekitar 55 – 60% di tahun 1997 (Sumber: Hussein Zahir).

dan resor mengurangi pegawainya karena tingkat hunian menurun sampai 40%. ini tampaknya hanyalah dampak kecil akibat tsunami (Sumber: Marine Conservation Society dan Maldives Scuba Tours). Beberapa pemandu selam melaporkan kerusakan pada sisi barat terusan atol Ari (Thundufushi thilla). keadaan lebih kacau lagi.200 tempat tidur hotel hilang. Hampir setahun kemudian.000 menjadi di atas 615. dll. semua barang-barang kami hancur. pakaian. Perkiraan untuk membangun kembali resor-resor yang ada mencapai US$ 100 juta dan kerugian usaha di sektor ini mungkin melebihi US$ 250 juta. seorang teman bertanya apakah kami merasakan gempa bumi beberapa jam sebelumnya. Terdapat kerusakan struktur yang kecil akibat tsunami. KERUSAKAN SOSIAL-EKONOMI Pariwisata: Pariwisata adalah kontributor terpenting bagi perekonomian Maladewa dan telah membantu ekspansi ekonomi saat ini. jetty sudah hancur dan orang-orang menangis. Tampak seperti adegan di film-film Hollywood. dan Bandara Internasional Malé terendam air – tetapi kami selamat!” (Sumber: Greg dan Deirdre Stegman). Di resor. sehingga kapten kapal menyudahi kegiatan untuk pergi ke tempat yang lebih terlindung dan aman. makanan habis. 122 . dan beberapa thilla dalam terumbu dimana arus semakin kuat sepanjang terusan. tetapi kami dapat berpegangan di terumbu dan mendorong diri kembali ke 18 m. Kamar kami berantakan dan terdapat ikan unicorn di kamar tidur bersama-sama dengan bagian-bagian dari pohon. tapi dalam hitungan menit kami tersapu dari satu arah ke arah lain dengan arus yang kecepatannya naik menjadi 5 knot. kedatangan wisatawan menurun. dan semuanya telah menjadi pengungsi di lubang-lubang terumbu. 1. kami melihat banyak puing di air. sepatu. Air berputar cepat pada penyelaman pertama. Namun. Tampak seekor hiu berputar di tempat yang sama dengan sirip pektoral (samping) turun. Kami bisa saja tertarik lebih dalam lagi. Terdapat arus kecil sekitar 1 knot saat kami masuk ke air. kami mengalami arus ke bawah yang berbahaya.000. Lalu arus berhenti dan berganti arah dengan kecepatan yang lebih tinggi selama kirakira 3 menit. yang menarik kami 28 m dalam beberapa detik. tingkat hunian telah meningkat menjadi 75%. Di perjalanan pulang ke Fru. Kembali ke kapal sangatlah susah. Pada saat itulah kami baru sadar bahwa kami telah mengalami sesuatu yang tak akan terlupakan: menyelam saat tsunami. Di kedalaman 18 m. Sejak tahun 1978 sampai 2004. Kami tetap menjaga posisi dimana dinding terumbu berada di kiri kami. Tak ada listrik. dan Felidhe: Survei di bulan Juni dan Juli 2005 menunjukkan bahwa persentase tutupan karang sangatlah rendah (berkisar 10% atau kurang) dan didominasi oleh Pocillopora dan Acropora. Malé Utara. Saat sarapan. Sekitar pukul 9 pagi saat kami berangkat menyelam. kami memperhatikan bahwa air mendesak keluar dari laguna dengan kecepatan tinggi. hewan itu tetap di posisinya setiap kali kami terbawa majumundur. jumlah resor meningkat dari 17 menjadi 87 dan jumlah wisatawan meningkat dari 30. baik di luar maupun di dalam kedua atol ini. Hal ini menghabiskan energi yang berharga dan seharusnya kami bernafas normal sampai permukaan dengan decompression stop di 4 m dan 3 m (dive computer sudah tak dapat diandalkan lagi di situasi seperti ini). bagian-bagian kapal. kotak es.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MENYELAM SAAT TSUNAMI “Pagi tanggal 26 Desember cerah dan hangat seperti biasanya di Pulau Fru di Maladewa. Atol Ari. karena ombak sangat liar dan kapal terombang-ambing kesana-kemari. air minum dibatasi. Kami tidur saat itu terjadi. Tsunami tahun 2004 menyebabkan kerusakan yang parah bagi industri pariwisata: 19 resor ditutup. tetapi tiba-tiba kami terbawa ke arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Tak tampak ikan berenang saat penyelaman ini.

rendaman kerikil. namun terdapat perdebatan dimana ekspansi perikanan ini akan menurunkan cadangan/stok ikan di tempat lain.000 m dinding pelabuhan. Terdapat kerusakan yang relatif terbatas pada fasilitas maritim sepanjang bagian dalam yang tak terbuka di atol-atol. tempat pembekuan. terdapat di laut lepas. Pembangunan kembali sedang berjalan. Air laut akan menghancurkan pertanian di pulau dan memasuki air minum di persediaan air tawar di dasar pulau.000 rumah telah hancur karena tsunami. Jenis targetnya adalah cakalang (Katsuwonis pelamis) dan tuna ekor kuning (Thunnus albacares). Sehingga. merusak 50 armada laut lainnya. dan banyak bangunan yang dibuat dari bahan-bahan tradisional (terutama batu karang) runtuh. Tsunami menghancurkan 120 kapal ikan.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami Gelombang memecah. melalui penggantian kapal kecil tradisional (dhonis) dengan kapal komersial yang lebih besar. yang selalu bermigrasi. 4. walaupun banyak pelabuhan yang rusak. lebih tinggi Air laut mematikan tumbuhan dan panen Ketinggian tsunami Mangrove Erosi Mangrove yang dipindahkan Terumbu karang yang ditambang Limbah Sumur Tumbuhan daerah pesisir Aliran gelombang yang lebih rendah. Industri pengemasan tuna segar sedang dibangun. dan besi untuk struktur beton.000 meter kubik pasir di cekungan hasil kerukan kapal. Konstruksi dan ekstraksi karang: Lebih dari 6. serta pengalengan yang modern sedang dibuat. 25 lampu pemandu. tsunami memindahkan 375. timbul kembali ekstraksi ilegal pasir dan batu dari rataan terumbu dan laguna untuk membangun perumahan dan memperbaiki jalan-jalan serta jalur-jalur. dan 300 m jembatan selat.200 m dinding dermaga. 65 penanda terumbu. dan keramba apung. dan menyebabkan hilangnya peralatan dari 374 pabrik kecil pengolahan ikan. Infrastruktur maritim: Tsunami telah merusak atau menghancurkan sekitar 36 dermaga. namun. membuat banyak tekanan pada sumber daya perikanan Maladewa. disebabkan oleh pendaratan besar tuna di bagian selatan negara ini. termasuk keramba apung untuk perdagangan kerapu hidup. terdapat kekurangan bahan konstruksi seperti kayu. 120 penanda masuk (penyelaman). tidak pecah Pasang Air laut mengintrusi cadangan air tawar Terumbu karang yang ada Gambar ini menunjukkan dampak potensial tsunami (atau aliran badai) pada pulau karang. Selain dari kerugian tersebut. baik akibat meningkatnya endapan lumpur sampai rusaknya pemecah ombak. 123 . dimana jumlah tangkapan di kwartal pertama tahun 2005 melebihi tahun 2004. Pemindahan karang di rataan terumbu dan tumbuhan mangrove membuka pantai terhadap erosi yang lebih besar dan intrusi air laut dari aliran gelombang. dan jumlahnya melimpah. kegiatan perikanan tampaknya telah pulih sejak peristiwa tsunami. 15. Perikanan: Kapal ikan tuna Maladewa mengalami modernisasi dan ekspansi.

Mengingat pentingnya terumbu karang bagi perekonomian Maladewa. Jadi. Pemanenan karang dilakukan secara ilegal dan sangat bervariasi.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Tutupan karang (%) Jumlah karang hidup (dalam persentase tutupan) di 8 situs di Maladewa tetap rendah setelah tsunami. Lembaga bantuan Amerika (USAID) fokus pada bantuan darurat dan kemanusiaan. pelestarian budaya. dan perhatian difokuskan pada kebutuhan pengelolaan yang lebih baik terutama mengenai tekanan dari manusia dan pembangunan daerah pesisir yang tidak sesuai. Banyak lembaga bantuan menawarkan untuk membantu setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah dan pusat dianjurkan untuk meningkatkan sumber daya melalui pelatihan dan pengelolaan terumbu. serta memiliki resiko bahwa jika beberapa terumbu karang rusak atau amblas. serta peralatan kebersihan. Sehingga beberapa usaha dilakukan untuk menggabungkan fondasi bangunan dengan menggunakan fondasi batu karang dan semen. AusAID. dan peristiwa kematian karang sepanjang tahun 1998 akibat fenomena pemutihan. mencerminkan kehilangan besar karang di tahun 1998 (Sumber: Laporan AusAID tahun 2005). penyediaan mata pencaharian alternatif. tsunami telah memperlambat proses pemulihan dari kerusakan sebelumnya. REKOMENDASI. rekomendasi berikut diberikan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan: Daerah perlindungan laut (MPA): Konservasi keanekaragaman dan kelenturan terumbu karang akan diperbaharui dengan perluasan serta penguatan jaringan MPA yang lebih baik. DAN PREDIKSI Tsunami tidak memberikan kerusakan nyata pada terumbu karang Maladewa. terpal. dengan menghabiskan US$ 1. dan dengan menyediakan informasi seperti memperlihatkan kepada mereka bahwa sebagian besar keluarga ikan karang terdapat di dalam MPA dan bukan di luarnya. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Terdapat kenaikan permintaan untuk bahan bangunan setelah tsunami sedangkan impor dari India tidak dapat mencukupi. Masyarakat dapat dimotivasi untuk membantu dalam proyek konservasi melalui kepemilikan sumber daya. kerusakannya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kerusakan yang disebabkan oleh manusia akibat pengambilan batu karang dan pasir dari rataan terumbu.3 juta untuk menerbangkan pasokan bantuan. lembaga dari Australia mengirimkan 12 orang untuk meninjau kerusakan yang terjadi dan memberikan petunjuk untuk perbaikan di masa depan. pulau dapat kehilangan penghalang erosi dan sumber pasir untuk memasok pulau. wadah air dan air layak minum. 124 . KESIMPULAN. Partisipasi aktif dan dukungan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya adalah kunci menuju kesuksesan.

Tinjauan kemajuan menuju MDG mengindikasikan bahwa tsunami telah menghancurkan lebih dari 90% kamar kecil di sejumlah pulau dan mengkontaminasi pasokan air tanah dengan garam dan kotoran manusia hasil siraman septic tank. Sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber ekonomi utama. dan LSM dengan membangun kemitraan kerja bersama. perencanaan. yang membusuk di banyak pulau dan menembus air tanah. Koordinator (sementara) Kependudukan UNDP di Maladewa. masyarakat. “Disamping menghancurkan ribuan rumah di Maladewa. dan organisasi yang diperlukan.undp. pembangunan dan/ atau pengurangan kemiskinan di daerah pesisir harus diintegrasikan untuk mencerminkan hubungan antar akar permasalahan dengan solusinya. dan mengikuti pemulihan setelah fenomena pemutihan tahun 1998 dan tsunami tahun 2004. secara ekonomi. Penilaian kerentanan: Penilaian atol dan kerentanan yang berbasis masyarakat menggunakan gugus tugas tingkat pulau akan menguatkan persiapan.”ujar Kari Blindheim. dan Sumber Daya Kelautan didorong untuk meluaskan dan menguatkan kapasitas dalam memonitor. peralatan. operator wisata. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan lembaga internasional. dan melindungi sumber daya laut Maladewa. Usaha-usaha di bidang lingkungan. Pengelolaan perikanan: Data dari pakan segar penting yang bernilai ekonomi dan perikanan ikan karang harus digabungkan ke dalam sistem data nasional untuk mendeteksi akibat dari pengambilan berlebih dan gangguan lingkungan lainnya.5% per tahun menjadi 1% di tahun 2005. Pertanian.” Dalam laporan diperkirakan bahwa tsunami menghantam pertumbuhan ekonomi Maladewa dari 7. Penilaian terumbu karang harus menyertakan studi spesifik tentang implikasi pemutihan karang dan penyakit terhadap masyarakat setempat dan perekonomian. 44% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2004.000 meter kubik limbah dari rumah-rumah yang hancur. Maladewa lebih menderita dibandingkan negara-negara lain yang terkena tsunami (Sumber: www. Peningkatan kapasitas: Terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam ilmu terumbu karang dan konservasi (termasuk pengelolaan perikanan dan pemantauan sosio-ekonomi). tsunami mempertajam masalah-masalah yang berhubungan dengan polusi air tanah dan naiknya permukaan laut di Maladewa. Peraturan untuk melarang penambangan karang dan pasir harus ditegakkan untuk melindungi fungsi terumbu karang sebagai penghalang. Bila isu lingkungan tidak diperhatikan. yang mengakibatkan dampak besar pada anggaran negara.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami KERUSAKAN TSUNAMI MENGANCAM KEMAJUAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM (MDG) Menurut laporan yang dikeluarkan UNDP. 125 . “Tsunami memperlihatkan betapa rapuhnya Maladewa terhadap perubahan iklim. dan betapa diperlukannya keberlanjutan lingkungan sebagai fokus utama negeri ini untuk fondasi kebijakan dan program pembangunan lokal serta nasional. Kunjungan wisatawan selama kwartal pertama tahun 2005. Leporan juga menyebutkan bahwa.org/tsunami). tsunami meninggalkan polusi jangka panjang terhadap persediaan air penduduk pulau. dan tanggapan terhadap bencana. Masalah ini tetap tinggal sampai setahun setelah tsunami dan telah meluas sampai hampir 340. keduanya bergantung pada keanekaragaman dan lingkungan yang alami. konsekwensinya akan sangat serius. Pemantauan dan pengelolaan terumbu karang: Program pemantauan terumbu karang Maladewa harus diperluas untuk menyertakan lebih banyak terumbu dalam penyediaan informasi kepada pengelola terumbu. Penilaian nasional yang lebih besar dapat mengidentifikasi sumber daya alam yang bertindak sebagai pelindung atas bahaya lingkungan. menganalisa. Menteri Perikanan.

Operasi pengerukan terumbu: Pemantauan yang sedang berjalan diperlukan untuk menilai dampak meluasnya pengerukan untuk reklamasi pantai. www. dan bukan penurunan substansial seperti yang diharapkan.org. pasir.seafriends. dan bahan konstruksi. pada terumbu di tepi atol. yang ternyata meningkat sejak tsunami. Pemerintah Maladewa telah menyadari pentingnya keberadaan terumbu karang terhadap bencana alam dan penyediaan habitat bagi makhlukmakhluk laut. pemerintah melarang penambangan karang dangkal ‘rumah terumbu’ di sekitar pulau. dan dari terumbu tempat pakan ikan. Walaupun begitu. termasuk juga dampak dari peristiwa alam besar seperti tsunami dan aliran badai. bahan bangunan. baik secara musiman maupun jangka panjang.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Geomorfologi pulau: Program dasar pemantauan garis pantai pulau di situs-situs yang berbeda akan memperbaiki pengertian tentang tren perpindahan sedimen dan erosi.nz/oceano/seasand.org/tsunami).htm). dengan masukan dari Menteri Lingkungan dan Konstruksi. meskipun data statistik resmi menunjukkan penurunan drastis pada total volume pasir dan karang yang diekstraksi. dan kepingan karang dari pantai dan terumbu di sekitar pulau yang tak berpenghuni. terumbu Maladewa telah dieksploitasi untuk bangunan. Pembatasan terhadap penambangan pasir pantai di Maladewa tidak pernah dievaluasi untuk mengetahui keefektifan perlindungan pulau terhadap kerentanan aliran badai (Sumber: UNEP. Hal ini rupanya terjadi karena kegiatan ilegal tak terlaporkan. Pembangunan kebijakan penambangan pasir yang berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap pentingnya terumbu karang secara ekonomi dan sosial. perawatan pelabuhan.unep. KURANGNYA BAHAN BANGUNAN MEMICU PENGAMBILAN KARANG SECARA ILEGAL Sebuah misi dari United Nations Environment Programme (UNEP) menemukan bahwa ekstraksi artisanal (secara manual menggunakan karung) pasir karang dari laguna dilakukan di sebagian besar pulau. Mereka menyaksikan eksplotitasi pasir karang secara aktif dan tak terkendali. Pada tahun 1992. Pertanian. Menteri Perikanan. Tinjauan terhadap peraturan penambangan pasir dari negara lain mengindikasikan bahwa penambangan pasir harus dibatasi pada kedalaman diatas 10 m dan pada jarak minimum 600 m dari pantai (www. dan Sumber Daya Kelautan mengatur cara mengekstraksi karang. 126 .

Sumber-sumber informasi lain diuraikan di Halaman 147.pdf).wakeford@aims.gov. jls@mcsuk. Rajasuriya dkk. Joanna Ruxton. dalam laporan GCRMN.au. UNEP (2005).pdf).gov.net. Colombo. dalam laporan CORDIO dan kontribusi A. Aishath Hand Aminath L (2002) Elements of a Marine Protected Area in a Small Island Developing State .mv. Arjan Rajasuriya. National Aquatic Resources Research & Development Agency.Status Terumbu Karang di Kepulauan dan Atol Maladewa Pasca-Tsunami PENINJAU M Shiham Adam. World Congress on Aquatic Protected Areas.org/tsunami/reports/maldives. UK.gov.Gunn@csiro. a. Hugh Sweatman. Angus Thompson.au.Republic of Maldives. Marine Conservation Society. Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization.au.mcsuk.ac. dan m. Great Barrier Reef Marine Park Authority and James Cook University) (2005) An assessment of damage to Maldivian coral reefs and baitfish populations from the Indian Ocean tsunami. Sri Lanka. beliamall@dhivehinet.gov. Malé.gov.ausaid. hzahir@mrc.unep.au/hottopics/ topic. (www. Jean-Luc Solandt. dan Chris Wood. Marine Research Centre. John. Australian Government and Maldives Marine Research Centre (including the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization. IUCN Sri Lanka Country Office.undp. Jerker Tamelander.thompson@aims. (www. Data-data juga diambil dari website-website berikut: Marine Conservation Society (2005). termasuk kontribusi H.sweatman@aims. Sri Lanka.lk.au. Maldives. (www. Colombo. ACUAN AusAID (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005.org/marine_world/MCS_Maldives_report.au/publications/ pubout. jet@iucnsl. dan Mary Wakeford.cfm?Id=3936_3678_9975_7037_8920).org. August 2002. Dews G.mv. arjan@nara.mv. h. Cairns.gov. Australian Institute of Marine Science (AIMS).org/drtf/). Kristian Teleki. Mohamed U. (www. (www.undp. KONTAK PENULIS Hussein Zahir. Geoff Dews.org. William Allison.mv. Naeem H. Zahir et al. 127 .ausaid.cfm?Id=8755_ 1752_3263_3258_5384). Australian Government. Australian Institute of Marine Science.org and www. UNDP (2005). John Gunn.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 128 .

dan peralatan. penangkapan ikan yang merusak. DAN TIMOTHY SKEWES RINGKASAN 2 orang kehilangan nyawa: sekitar 310 nelayan (dan tanggungan mereka) terkena dampak nyata akibat rusaknya rumah. tsunami memberikan dampak minor terhadap terumbu karang di Seychelles. serta menjadikannya pecahan karang yang tidak stabil. Antara 30 menit sampai 1 jam kemudian. ROLPH PAYET. Sekitar 35% armada kapal artisanal (141 kapal) menderita kerusakan. DAVID OBURA. jalan-jalan. JUDE BIJOUX. dimana karang baru yang menggantikan peristiwa kehilangan tahun 1998. Secara umum. MARTIN RUSSELL. polusi. dan kehilangan karyawan. menjadi mati atau rusak. pelabuhan. UDO ENGELHARDT. pesisir barat Praslin dan Mahé terkena gelombang yang menyebar ke seluruh bagian pulau. dan sedimentasi dari reklamasi daratan dan pengembangan daerah pesisir. KATE PIKE. akan membantu proses pemulihan. dan jembatanjembatan. JAN ROBINSON. tetapi terdapat dampak nyata di sejumlah situs. yang terjadi di pesisir timur Pulau Praslin dan Mahé pukul 1:00 siang saat surut. Perkiraan kerugian infrastruktur dan armada kapal adalah US$ 30 juta. Gelombang kedua lebih kecil. Tsunami telah memperlambat pemulihan terumbu karang. kapal penangkap ikan. 129 . perusahaan perikanan dan pariwisata juga menderita kerugian ekonomi dimana nilai tukar mata uang asing berkurang.10. Terumbu karang yang rusak berada di jalur lintasan tsunami atau yang tumbuh pada pecahan karang setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. membanjiri daerah yang rendah dan menyebabkan kerusakan yang meluas di pantai. dan Mengurangi sumber-sumber degradasi kronis seperti pemanfaatan berlebih. STATUS TERUMBU KARANG DI SEYCHELLES SETELAH TSUNAMI PADA DESEMBER 2004 AMEER ABDULLA. diversi mata uang untuk bantuan. infrastruktur. PENDAHULUAN Tanda-tanda pertama terjadinya tsunami di Seychelles tampak pada pukul 11:25 pagi di bandara internasional di Mahé. dari surut yang sangat rendah menjadi pasang yang sangat tinggi. tetapi menghantam saat pasang pukul 5:00 sore dan memberikan kerusakan yang sama seperti saat gelombang pertama. Bukti pertama tsunami diamati sebagai pergerakan cepat air. Fluktuasi cepat pada permukaan air berlanjut selama sekitar 30 menit. dinding laut. tumbuhan pesisir. Gelombang diperparah dengan hujan yang lebat.

yang terletak 50 km dari pulau utama Mahé. perumahan. Tsunami dimulai dari jarak 4. dan La Digue dan menyebabkan kerusakan meluas pada pantai-pantai. dimana hanya mengenai pesisir barat Pulau Praslin. Banjir menelan korban 2 jiwa dan berlangsung selama sekitar 6 jam. perumahan. Praslin. dimana tak terkena dampak tsunami. dan infrastruktur.000 km2 di bagian barat Samudera Hindia. membentang seluas 1. (kelompok dalam). jembatan. yang dimulai pada tanggal 27 Desember dan berlanjut sampai beberapa 130 . dan tumbuhan diperparah dengan adanya curah hujan sebesar 250 mm.000 km2) ke arah barat dan selatan dari pulau-pulau bergranit. Kerusakan akibat tsunami terhadap infrastruktur. jalanan. 74 pulau karbonat lainnya terletak di rataan luas yang dangkal (45.374. Dua gelombang lainnya yang lebih kecil muncul pukul 10:00 malam dan 5:00 pagi keesokan harinya.500 km dan hanya mengenai 41 pulau granit yang besar. tumbuhan pesisir. tempat sebagian besar penduduk Seychelles tinggal. Seychelles adalah kepulauan besar yang terdiri dari 115 pulau besar.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Gelombang membanjiri daerah rendah Pulau Mahé.

dan sarana pariwisata sebesar SR 165 juta (US$ 30 juta). lahan siap pakai. sarana olah raga. seperti Taman Laut Ste Anne. Kelimpahan ikan jauh lebih banyak terdapat di terumbu bergranit bagian dalam dibandingkan dengan terumbu berkarbonat. Acanthastrea. sejumlah terumbu menderita kehilangan karang akibat mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) yang aktif di terumbu bagian utara Mahé dari akhir 1996 sampai pertengahan 1998. terumbu di sekitar Mahé berada dalam ancaman reklamasi daratan untuk memenuhi kekurangan lahan di negara pulau yang kecil ini. sekolah. walaupun tak tercatat adanya kepunahan. sarana publik. dengan tingkat pemulihan yang bervariasi di tiap situs. dan kerapu di dalam MPA. kemungkinan karena struktur 3 dimensi terumbu bergranit lebih stabil. menyebabkan sejumlah peristiwa tanah longsor di bagian barat dan pertengahan Mahé serta pulaupulau lain. 131 . Tutupan pecahan karang meningkat sampai 50-75% di beberapa situs. dan penyelaman. Pada tahun 2004. Tutupan karang di sebagian besar terumbu dangkal bergranit menurun sampai kurang dari 10%. terumbu Seychelles termasuk ke dalam yang terkena dampak parah akibat peristiwa pemutihan karang El Niño.5% di tahun 2000 menjadi 14. Secara nyata. Pemerintah Seychelles membuat perkiraan awal kerugian yang diderita akibat tsunami terhadap jalanan. kakatua. Goniopora. di bagian timur kepulauan di kelompok dalam. terutama ikan kepe-kepe. kelimpahan dan penyebaran sebagian besar jenis karang telah menurun. perumahan. snorkeling. STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kepulauan bagian dalam: Sebelum peristiwa pemutihan tahun 1998. lebih banyak pemulihan terjadi di terumbu yang terlindung di dalam daerah perlindungan laut (MPA). Namun terdapat juga jenis-jenis ikan target seperti kakap. terumbu telah mengalami kerusakan langsung akibat pembuangan jangkar yang sembarangan. ikan kakatua. Lebih jauh lagi. Terdapat sedikit data tentang status terumbu karang Seychelles sebelum tahun 1998. sedangkan keragaman karang di pulau-pulau bergranit bagian dalam tetap tinggi. dan Physogyra.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 hari.2% di tahun 2004. Terdapat juga kelimpahan ikan yang besar. meninggalkan sisa-sisa populasi karang yang didominasi oleh marga-marga masif. Terdapat kemajuan pemulihan karang di beberapa situs setelah peristiwa pemutihan tahun 1998. Namun di tahun 1998. pertanian. Sebagai tambahan. Tutupan karang keras di lereng terumbu pada pulau-pulau bergranit bagian dalam adalah 35-80% dan untuk terumbu gundukan sebesar 25-40%. yang lebih tahan dan lambat tumbuh seperti Porites. Tutupan karang di terumbu bergranit meningkat stabil dari 2. wrasse. dan secara tidak langsung saat ada pekerjaan konstruksi dan operasi hotel. Reklamasi dimulai tahun 1980an dan telah menghasilkan sedimentasi kronis di beberapa situs terdekatnya. dan trigger. Peningkatan tutupan karang kebanyakan terjadi karena adanya kemunculan karang muda yang baru dan bukan karena pertumbuhan koloni yang selamat. mungkin karena tingkat stabilitas yang besar pada terumbu ini dan rendahnya kelimpahan pecahan karang. serta lebih banyak yang tumbuh di batuan granit dibandingkan batuan berkarbonat. Rata-rata tutupan karang di terumbu berkarbonat meningkat dari 3. kerapu. namun peristiwa pemulihan tetap berjalan lambat akibat peristiwa pemutihan lagi di tahun 2002 dan 2003 yang mematikan banyak karang muda yang baru.4% di tahun 2000 menjadi 6.3% di tahun 2004. kakap. Acropora bercabang dan meja serta Pocillopora bercabang adalah yang paling parah terkena dampak. Diploastrea. yang mencerminkan tekanan pengambilan ikan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian barat kepulauan yang lebih banyak penduduknya. dengan adanya konsistensi di tiap terumbu. infrastruktur perikanan. sebagaimana pula kepe-kepe. yang membunuh hampir 90% tutupan karang hidup di terumbu-terumbu ini bahkan sampai kedalaman 15 meter di beberapa tempat.

Karang muda Porites dan Fungia mulanya umum dijumpai di laguna. Terdapat pemutihan karang di seluruh terumbu di bagian selatan Seychelles tahun 1998 dan tutupan karang menurun dari 95% ke kurang dari 5% di perairan dangkal. seperti di lereng terumbu yang menuju arah angin dan di terusan/kanal. Namun. terumbu karang dan atol di selatan Seychelles memiliki tutupan karang 40-60% di perairan dangkal. dimana kurang dari 1% koloni karang. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Tingkat kerusakan terumbu karang di Seychelles sebagian besar tergantung pada derajat keterbukaan terhadap tsunami. Millepora. contohnya Anse Copre. Proses pemulihan berjalan lambat antara tahun 1999 sampai 2001. tutupan karang tetap lebih tinggi antara 15-20%. terutama faviidae dan jenis yang awalnya tidak umum. dimana terdapat sejumlah besar pecahan tak terkonsolidasi yang berasal dari karang mati akibat peristiwa pemutihan tahun 1998. dan West Rocks. sedangkan pulau-pulau lain terlindung dari pecahan energi gelombang saat tsunami berjalan di sepanjang Bantaran Seychelles yang dangkal. perairan dangkal hampir menderita tingkat kematian yang tinggi di tahun 1998. rusak. ikan pemakan karang (seperti kepe-kepe) sangatlah jarang karena hilangnya sejumlah karang hidup. Airport. sementara Acroporidae yang tadinya mendominasi menjadi jarang. Tampaknya. Poritidae dan Faviidae masif lebih umum dijumpai. Terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. menderita kerusakan sedikit atau tidak sama sekali. Pocillopora. tidak terkena dampak. terutama di kedalaman 10 m sampai 20 m dengan lebih banyak jenis-jenis karang muda baru yang tahan pemutihan. kemungkinan karena adanya perdagangan sirip hiu. kedalaman 10 m mewakili ‘kedalaman transisi’ di sejumlah atol. Faviidae dan Pocillopora adalah karang muda yang paling umum terlihat di lereng terumbu. Jumlah kerusakan pada terumbu berkarbonat secara umum dapat diperkirakan dari derajat konsolidasi kerangka terumbu. Kebanyakan karang mati telah menjadi pecahan karang atau ditumbuhi jenis lain. Pointe Police. Anse Royal. Populasi ikan secara umum lebih sehat. yang didominasi oleh Acropora bercabang. Di perairan yang lebih dalam. 132 . dimana banyak kakap dan kerapu berukuran besar ditemukan. walaupun beberapa jenis yang dulunya umum dijumpai menjadi jarang. terdapat pergeseran di selatan Seychelles yang tadinya didominasi oleh Acroporidae menjadi didominasi Pocillopora bercabang dan Porites. Terdapat pula kerusakan yang dapat diabaikan (<1%) pada terumbu bergranit. Hiu tidak dijumpai dalam survei ini. Terumbu karang yang berada di luar jalur tsunami. Umumnya. seperti yang terdapat di Moyenne.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Atol Selatan: Sebelum tahun 1998. terdapat kemunculan karang muda yang substansial setelah tahun 2001. dan Baie Ternay. Terumbuterumbu ini termasuk ke dalam terumbu-terumbu dangkal terbaik di kepulauan bergranit sebelum tahun 1998. tetapi tingkat kematian tidak menjadi bencana di perairan yang lebih dalam. Sehingga. Keragaman karang tetap tinggi. dan jarang yang sampai 10%. batimetri lokal dan geologi. yaitu Physogyra dan Pachyseris. Port Launay. dengan tingkat kematian tinggi pada Acropora bercabang. karena granit menahan gelombang dan terdapat sedikit pecahan karang serta pasir yang menyebabkan abrasi karang. Karang dapat tetap hidup di tempat-tempat yang memiliki pergerakan air dinamis. serta kondisi terumbu karang. seperti Grand Rocher. Di perairan yang lebih dalam. terjadi kerusakan lebih besar pada terumbu berkarbonat yang terdegradasi. Jenis-jenis dengan bentukan masif lebih umum dijumpai di perairan yang lebih dalam. Sisi utara dan timur Pulau Praslin dan La Digue adalah yang paling mudah terkena dampak tsunami. Pocillopora dan Millepora (karang api). namun. dan Heliopora (karang biru). Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh disintegrasi lepasnya kerangka terumbu dan abrasi oleh pecahan karang.

tetapi terdapat kerusakan nyata pada terumbu dangkal berkarbonat di tempat yang searah jalur angin. Berkarbonat: >50% pada substrat. sangat jelas tergambar di beberapa area. 133 . Pierre. di kerangka terumbu dan parit-parit dimana pecahan tersapu menuju perairan yang lebih dalam. Anse Cemetiere di antara Taman Laut Ste Anne dan Kebun Karang di Curieuse. 25% karang C C C C G G G C G C C G C C <1% area 27% karang. meninggalkan sejumlah besar pecahan karang yang mengabrasi karang lain yang sedang dalam proses pemulihan akibat kematian besar-besaran di tahun 1998. Piere La Digue/ Felicité Ilê Coco La Digue Terumbu Pulau Marianne Terumbu Pulau Petite Soeur G/C C C C Bergranit: dapat diabaikan. terdapat sedikit kerusakan akibat tsunami di lereng bergranit yang menuju ke laut. Di banyak situs. West Rocks Anse Copra Airport Grand Rocher Terumbu Corsaire Terumbu Aquarium L’ilot Rocks Moyenne Terumbu Pulau Cousine Praslin/ Curieuse Kebun Karang Anse Petit Cour St. Kumpulan karang bercabang Acropora mati menjadi hancur. Situs Mahé Baie Ternay Anse Cemetiere. dimana karang yang tumbuh di dasar berkarbonat (K) lebih menderita kerusakan dibandingkan dengan yang tumbuh di dasar bergranit (G). terhadap tsunami dan hasil kerusakan. Isle Coco adalah terumbu paling timur. Kerusakan pada kerangka terumbu di beberapa lokasi. sangatlah parah dan memperlambat pemulihan kerusakan tahun 1998. 12% di perairan yang lebih dalam Dapat diabaikan Dapat diabaikan Tidak ada 10% karang 1% karang <1% area Tidak ada <1% area 8% karang Tidak ada Substrat Kerusakan Terdapat kerusakan berarti pada beberapa terumbu berkarbonat yang disurvei. St. Pengaruh batimetri lokal. yang disurvei. 25% karang <1% area <1% area <1% area C C G/C 1% .Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Berikut adalah ringkasan kerusakan akibat tsunami terhadap terumbu karang bergranit dan berkarbonat di Seychelles. seperti Isle Coco. Ste Anne Anse Royal Anse la Mouche Pointe Police Port Launay. Potongan-potongan berat pecahan karang mengerosi. karena adanya jumlah pecahan karang yang lebih besar di terumbu berkarang.16% karang <1% area Bergranit: dapat diabaikan. dengan tekanan melingkar. tutupan menurun dari 25% ke 5% Dapat diabaikan 18% koloni di perairan dangkal. Berkarbonat: >50% pada substrat. dari arah kedatangan tsunami.

dari garis pantai keluar menuju teluk di Baie Ternay. Kerusakan terbesar terjadi di terumbu yang menghadap timur di utara dan selatan pulau-pulau bergranit. 240 km tenggara Mahé. 18% karang di perairan dangkal dan 12% karang di perairan lebih dalam menjadi rusak. Secara keseluruhan. Di Taman Laut Curieuse. Walaupun terumbu tepi dapat menyerap luapan normal laut dan melindungi pesisir. Anse Petit Cours. dan tutupan karang hidup menurun dari 25% menjadi 5%. gelombang melewati kanalkanal ini sambil menimbulkan kerusakan di darat. Hutan tersebut adalah daya tarik utama bagi para pengunjung taman laut.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Kerusakan terbesar di darat. di dekat jembatan selat di Taman Laut Curieuse. kerusakan akibat tsunami pada terumbu karang di Seychelles umumnya kecil dan setengah-setengah. karena kemudahan akses menuju laut lepas melalui kaloran dan kanal. tutupan karang sangatlah rendah di kebanyakan situs di bagian dalam Seychelles akibat kematian saat pemutihan tahun 1998. Pasir diantara pepohonan mangrove sekarang lebih putih dan lebih kasar serta terdapat parit besar di dalam hutan. dimana beberapa karang masif dan bercabang patah serta terhanyut. Di Anse La Mouche. dimana kerusakan kecil terjadi di sekitar pusat pulau-pulau bergranit seperti Mahé. Kerusakan sedimen terbesar disebabkan oleh sapuan dari darat akibat hujan muson yang dimulai segera setelah tsunami. tergantung dari jumlah keterpajanan dan kondisi kerangka terumbu setelah lenyapnya karang tahun 1998. Koloni Porites besar di perairan yang lebih dalam (>6m) terjungkal. beberapa karang dan lamun mati akibat gangguan pernafasan. tsunami menjungkalkan banyak karang masif dan mengabrasikannya dengan lepasan pecahan karang. Di La Reserve. Sedimen laut yang tersuspensi ulang tidak menyebabkan kerusakan nyata pada karang. membuka salah satu hutan mangrove terbesar dan paling beragam di Seychelles terhadap terjangan angin muson. 700 km dari Mahé. Namun. dan Anse la Mouche (Mahé). Tak terdapat keanehan di Providence. Ekspedisi Seychelles Selatan melaporkan tak adanya tanda-tanda tsunami pada bulan Januari 2005 di sekitar kepulauan Amirantes dan Bantaran Providence-Cerf. Terdapat kerusakan yang dapat diabaikan pada terumbu bergranit di kepulauan bagian dalam. contohnya Anse Petit Cours (Praslin). Banyak kota-kota pesisir dan hotel dibangun dekat perairan terlindung dan pantai di belakang terumbu-terumbu tepi ini. Terumbu-terumbu ini berada di perairan samudera dan kemungkinan terlindung oleh perairan dangkal sampai ke timur laut yang menyerap sebagian besar energi tsunami. kemungkinan karena erosi sedimen dari dasarnya. 134 . dan karang mengerak tertutup sedimen. sehingga tiap kerusakan dapat secara nyata mengurangi pendapatan taman nasional. terdapat kerusakan besar pada jembatan selat yang menutupi teluk yang terlindung. dan dapat diabaikan di seluruh selatan dan barat pulau-pulau berkarbonat. Kerusakan pada karang hidup di Anse Cemetiere dalam Taman Laut Ste Anne umumnya dikarenakan oleh abrasi pecahan karang sampai 27% dari koloni karang. terumbu tidak dapat menahan energi tsunami yang lebih besar. Di Kebun Karang di Taman Laut Curieuse. dan kerusakan rendah sampai parah pada terumbu berkarbonat. Namun. yang telah tumbuh selama 100 tahun di perairan yang dilindungi oleh jembatan selat. timbul di kanal dalam yang menembus ke terumbu tepi di dekat pesisir yang mengarahkan gelombang menuju pantai. sebagaimana biaya masuk digunakan untuk mendanai daerah perlindungan laut lainnya. sehingga merusak 16% karang. Tsunami tidak menyebabkan kerusakan pada pulau-pulau berkarbonat di bagian selatan. Hanya kenaikan dan penurunan kecil pada tingkat perairan yang dilaporkan di D’Arros. Terdapat kerusakan sampai kurang dari 5% koloni karang dan umumnya kurang dari 1% tutupan karang pada mayoritas situs-situs yang ada. Anse Royale (Mahé). diperkirakan bahwa pergerakan air telah meningkat di hutan. walaupun surut yang parah serta pencucian (backwash) dari tsunami mengerosi kanal kecil. banyak kumpulan Acropora bercabang yang hancur dan beberapa karang masif rusak karena abrasi.

000 dari USAID untuk program darurat pemulihan. termasuk peralatan memancing. termasuk perikanan artisanal menggunakan perangkap. KERUSAKAN SOSIO-EKONOMI Kebanyakan kerusakan infrastruktur di darat berupa kerusakan pelabuhan dan dinding laut di daerah Pelabuhan Victoria. Pada kenyataannya. memperbaiki armada. REKOMENDASI Rekomendasi berikut disarankan untuk memastikan pemulihan terumbu karang kembali ke kondisi sebelum tahun 1998: Sumber kerusakan kronis. Beberapa perubahan di habitat dangkal dekat pantai telah terdeteksi. Kerugian pada armada perikanan. Selain kerusakan fisik. Kantor Kepresidenan.000 sampai 855.200 orang.3 juta (US$ 2. jumlahnya melebihi 1. Terdapat pula kekurangan ikan segar di pasar lokal.5 juta (US$ 760. polusi. terdapat kerugian ekonomi bagi perusahaan perikanan dan pariwisata. dengan cara menyediakan bantuan keuangan untuk memperbaiki kerusakan.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 Tidak terdapat kerusakan nyata pada dasar terumbu bergranit dan terumbu berkarbonat yang terkonsolidasi. diversi anggaran untuk bantuan serta hilangnya karyawan untuk beberapa waktu.000). dan Komisi Dana Darurat Nasional berkolaborasi untuk membantu dalam pemulihan penghidupan nelayan dan pemilik kapal yang terkena dampak tsunami. 135 . Kerusakan Perikanan: Penilaian terhadap 2 sektor penting perikanan artisanal setelah tsunami menunjukkan tidak adanya penurunan pada kelimpahan jenis apapun yang ditangkap dalam perikanan artisanal. termasuk menurunnya arus mata uang asing. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Pemerintah Australia memberikan kontribusi sebesar US$ 80. Hasil ini sesuai dengan yang diperoleh Otoritas Perikanan Seychelles dan lembaga internasional. Palang Merah Seychelles menerima US$ 50. tetapi ini tampaknya hanya kerusakan kecil dan harus dikembalikan seiring waktu melalui pergerakan alami sedimen lunak oleh arus. dan untuk meredam gelombang sebelum sampai ke hutan lama yang berkeanekaragaman. Kurang lebih 35% armada perikanan artisanal (141 armada perikanan) menderita tingkat kerusakan yang beragam. Otoritas Perikanan Seychelles. FAO mensponsori penanaman mangrove di depan hutan di Curieuse untuk menghentikan hilangnya sedimen saat muson.) per unit usaha meningkat 68%. seperti eksploitasi berlebihan dan perikanan yang merusak (perangkap). kepadatan teripang meningkat 38% dan tangkapan baronang (Siganus spp. dimana 15 angkutan tenggelam.7 juta). tsunami memperlambat pemulihan akibat pemutihan tahun 1998 dengan melemahkan substrat di terumbu-terumbu yang paling terkena dampak. UNEP dan IUCN bergabung untuk mengirim misi penilaian ke Seychelles pada Januari 2005.0 sampai 4. dengan perkiraan biaya SR$ 14. dan mengganti kerusakan infrastruktur. Kementrian Keuangan. Sekitar 310 nelayan terkena dampak dan bila tanggungan mereka dihitung juga. dan menilai dampak terhadap perikanan dekat pantai. Divisi Keamanan Sosial. dan sedimentasi dari reklamasi daratan serta pengembangan daerah pesisir harus dikurangi. diperkirakan sebesar SR$ 4. Beberapa negara donor dan organisasi internasional telah berjanji untuk membantu pemulihan penghidupan para nelayan. atau perikanan dangkal (umumnya berhubungan dengan terumbu) yang menangkap teripang.000 dalam bentuk pengiriman tim Australia untuk bekerja sama dengan pemerintah Seychelles dalam merumuskan strategi pemantauanpemantauan terumbu karang. Kantor Administrasi Kabupaten. Lebih jelas lagi. mengembangkan strategi rehabilitasi bagi terumbu karang yang rusak. sebagian besar sekarang telah diangkat.

CORDIO East Africa.pike@scmrt-mpa.sc. Kepedulian akan nilai terumbu karang dan dampaknya pada kegiatan manusia harus ditingkatkan. memeriksa pola keragaman diantara habitat-habitat yang ada. Jaringan MPA harus diperluas untuk menyertakan contoh perwakilan habitat. jrobinson@sfa. PENINJAU Kristian Teleki and David Garnett. Kate Pike. Australia. Timothy.org. Seychelles. IUCN.au.au. dan Tambahan dana sangat diperlukan untuk melanjutkan program pemantauanpemantauan terumbu karang regional saat proyek GEF dihentikan tahun 2005. Kenya. sc. (Susunan penulis berdasarkan abjad. peralatan patroli. Udo Engelhardt. Ameer.gov.Abdulla@iucn. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis hendak menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyediaan data serta informasi untuk bab ini.Skewes@csiro.sc. ps@env. Timothy Skewes. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Mombasa. membantu pemantauanpemantauan pemulihan.org.gov. Infrastruktur di taman-taman laut (penambat kapal.bijoux@scmrt-mpa. Pemetaan habitat laut dekat pantai harus diperkuat untuk mengidentifikasi daerah yang paling terkena dampak. Jan Robinson. Australia. Informasi sosio-ekonomi tentang pengelolaan terumbu karang dan MPA harus diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan. Reefcare International Pty Ltd. regional. Global Marine Program. Department of Environment. Rencana ICM harus dikembangkan dan diimplementasikan di tiap pulau untuk menyertakan proses dan ekosistem pesisir. k.au. dan menilai peran serta ekosistem pesisir dalam pencegahan kerusakan garis pantai.) 136 . dan mekanisme legal serta operasional yang efektif. KONTAK PENULIS Ameer Abdulla. Martin Russell. dobura@cordioea. David Obura. Great Barrier Reef Marine Park Authority. dan global seperti program Sensus Kehidupan Laut dan Program Global Spesies Penjelajah harus semakin ditingkatkan. Pengurangan tekanan kegiatan manusia akan mempercepat pemulihan alami terumbu dan memberikan daya lenting yang besar terhadap perubahan di masa depan. reefcare@ozemail.sc. martinr@gbrmpa. Kepedulian dapat ditingkatkan bila lebih banyak masyarakat terdorong untuk menjadi relawan dalam pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. dan pemantauanpemantauan) harus disimpan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut akibat kegiatan wisatawan di dalam MPA. Rolph Payet. Seychelles Fishing Authority. pola pemanfaatan pesisir untuk menghubungkan ekosistem lautan dan daratan di dalam rencana pengelolaan MPA. Seychelles Centre for Marine Research and Technology. Lebih banyak kolaborasi program di tingkat lokal. baik yang berasal dari laporanlaporan yang tak terpublikasi maupun dari pihak-pihak yang ikut serta dalam debat langsung tentang kerusakan lebih lanjut pada terumbu karang di Seychelles. j.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dengan menitikberatkan pada Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (ICM).com. CSIRO. Jude Bijoux.

(www. Burridge C (2005) Australian government assistance to the Seychelles tsunami relief effort: Assessing impacts to near-shore fisheries.sc). (2000) dalam laporan CORDIO dan GCRMN (p. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. CORDIO. CSIRO Marine and Atmospheric Research. Kenya.au/publications/ pubout. dan Turner et al. (2002). Souter et al.org/tsunami/tsunami_rpt. (2000). Payet et al. ##). (2002). Obura D. Abdulla A (2005) Assessment of tsunami impacts on the marine environment of the Seychelles.asp). (www. Seychelles Fishing Authority (SFA) (2005) Seychelles Fishing Authority Annual Report 2004. Teleki et al. United Nations Environment Programme. IUCN/CORDIO.sfa. Skewes T.unep. 137 . (www. 54pp. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. (www. Report to AusAID. UNEP.cfm?Id=8755 1752_3263_3258_5384).pdf). Pike (tak dipublikasi.iucn. 2005) dan makalah oleh Engelhardt et al. (2005). IUCN. (2005). Teleki dan Spencer (2000). AusAID.ausaid. Ye Y. Nairobi. Stobart et al.Status Terumbu Karang di Seychelles setelah Tsunami pada Desember 2004 ACUAN Bab ini sebagian besar disarikan dari laporan yang disiapkan oleh Pemerintah Seychelles.org/info_and_news/press/seychelles-tsunami-22-02-05.gov.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 138 .

dan Pusat perhatian tsunami pada status terumbu karang serta ekosistem pesisir dan laut lainnya. STATUS TERUMBU KARANG DI AFRIKA TIMUR DAN ARABIA SELATAN PASCA TSUNAMI DAVID OBURA DAN LYNDON DEVANTIER RINGKASAN Terdapat beragam dampak di negara-negara dalam satu wilayah.11. yang sudah menderita karena adanya konflik sosial. Terdapat kerusakan minimal terumbu karang di negara-negara yang kami nilai. dan 1 di Kenya. 2. Walaupun demikian. kapal. dan total kerugian diperkirakan US$ 2 juta. tsunami dapat menembus sampai 500 m ke arah daratan di beberapa tempat. salinisasi sumur. sumber air tanah. 4. Rekomendasi regional difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini. 289 kejadian fatal tercatat di Somalia. Sumur-sumur pesisir. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. dan 22. dan kekurangan pangan selama berdekadedekade. sebagian besar kerusakan berada di kota dan desa di bagian utara. Permukaan laut mulai naik pukul 11:00 pagi dan kemudian bergerak cepat. Di Kenya dan Tanzania. Di Somalia. negara-negara lain di Afrika Timur dan Arab Selatan hanya sedikit menderita atau bahkan tak terkena dampak sama sekali. 11 di Tanzania. Saat gelombang mencapai Yaman. 18. yang berarti sedikit lebih tinggi dari kisaran pasang normal. kekeringan.000 keluarga terkena dampak dan kerusakan berupa: 204 rumah. peralatan pancing. sekitar 6 jam setelah gempa bumi. Rehabilitasi di Somalia difokuskan pada pengentasan kerugian diantara 1. dan menitikberatkan pada pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. 1 di Yaman (Sokotra). Di Yaman.000 nelayan kehilangan kapal dan peralatan. PENDAHULUAN Gelombang tsunami pertama menyerang Yaman pukul 11:40 pagi. tingginya telah berkurang sekitar 3 m. memperlihatkan rataan pasang sepanjang 2 km sebelum akhirnya menggenanginya kembali.000 terkena dampak langsung. arus yang kuat menghancurkan banyak kapal. erosi pantai lokal. kerugian infrastruktur perikanan. Dampak terbesar 139 . dan tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun.500 orang mengungsi.2 juta penduduk.

dengan kerugian finansial terbesar di pesisir selatan Sokotra. 60 kapal motor tempel. Total kerusakan di Yaman diperkirakan sebesar US$ 2 juta. erosi pantai lokal. terutama antara Saihut dan Wadi Hauf. Derajat penggenangan terbesar terjadi sekitar pukul 5:00 sore hari minggu. dimana seorang anak laki-laki tenggelam saat mencoba mengambil ikan-ikan yang terdampar sebelum gelombang datang kembali. Tsunami menyebabkan salinisasi sumur-sumur. kemungkinan karena adanya perlindungan dari India dan Tanduk Afrika. infrastruktur perikanan. dan 44 rumah penyimpanan. dimana pasang menembus pantai dengan cara yang tidak biasa di sepanjang pantai utara. yang terletak di luar ‘Tanduk Afrika’. dan kerusakan pada 27 kapal.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dirasakan di sepanjang garis pantai Al Mahra Governorate. 204 rumah. yaitu di Qalansiya di Pulau Sokotra. Tak ada kerusakan nyata yang tercatat di sepanjang daerah pesisir lain di Yaman. dan Kepulauan Sokotra. alat pancing. Hanya terdapat satu kejadian fatal di Yaman. 140 .

Dilaporkan bahwa terdapat 8 – 10 siklus acak anatara pukul 12:30 dan 20:30. dan 18. Tanzania. pada saat itu gelombang telah berkurang menjadi tinggi 1 m dan masih termasuk ke dalam kisaran pasang normal. membuat kapal-kapal itu terdorong ke pantai atau ke kapal di sebelahnya. tsunami hadir sebagai surut yang mengalir cepat selama 10 menit. Arusnya sangat kuat sekali sehingga dapat menarik perenang yang tidak handal ke tengah laut. Sekitar 22. kapal ikan. yang ditambatkan di laguna yang terlindung. termasuk uranium radioaktif. yang telah tersimpan dalam wadah bocor di pantai-pantai Somalia sejak awal 1980an.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami Tinggi gelombang tanggal 26 Desember menurun secara eksponensial sejalan dengan jarak.500 orang mengungsi. dan beberapa kematian yang mungkin disebabkan karena menghirup bahan-bahan beracun. batuk kering yang berat. tetapi menyebabkan fluktuasi ketinggian pasang setinggi 1. dan bukan gelombang kuat yang pecah seperti yang terjadi di negara-negara Samudera Hindia lainnya. sumur-sumur pesisir. dimana siraman pasang pertama adalah yang terkuat dan kemudian menghilang seiring waktu. 141 . dan kimiawi lainnya. dan peralatan. iritasi kulit yang tidak biasa. Arus yang kuat menyebabkan banyak kapal. Permukaan air kembali ke tinggi pasang normal diantara siraman-siraman pasang. termasuk penyakit pernafasan akut. dimana gelombang bergerak melintasi Samudera Hindia dari pusat gempa (Sumber: Laporan UNEP tahun 2005 tentang tsunami dan sumber-sumber media) Di Somalia.000 orang terkena dampak langsung bencana. Tsunami kemungkinan telah menyebarkan limbah beracun. 289 orang meninggal. menghasilkan kematian satu orang di Kenya dan 11 lainnya di Dar es Salaam. timah. kadmium.5 m. rumah sakit.000 orang (Kebanyakan keluarga nelayan yang kehilangan kapal dan peralatannya) membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memulihkan penghidupannya. Di Kenya. perdarahan mulut. banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan yang tidak biasa. perdarahan perut. terutama di dekat Hafun. terseret jangkarnya. Kenya dan Tanzania mengalami aliran pasang yang kuat. dan merkuri sebagaimana juga limbah industri. sumber-sumber air tanah. Terdapat laporan kontaminasi yang mempengaruhi populasi ikan dan sumber daya air tanah di Hobyo dan Warsheik. gelombang setinggi 3 m berdampak pada sekitar 650 km garis pantai antara Hafun dan Garacad. dan lahan subur terkontaminasi oleh air laut. 4. menggenangi daerah pesisir yang terbentang rendah serta menyebabkan kerusakan parah pada perumahan. Sebagai tambahan. Siklus pasang yang cepat ini menyebarkan kembali sejumlah pasir di sepanjang terusan dekat Lamu di utara Kenya dan pantai-pantai yang tererosi di Malindi. Sebagai tambahan. Tsunami sampai ke pesisir Kenya dan Tanzania sekitar 8 jam setelah gempa bumi.

Gelombang ini menggenangi daerah pesisir dekat kota utama Port Mathurin dan pantaipantai yang tererosi di sepanjang pesisir tenggara. rentang pasang hanya 56 cm karena energi tsunami telah berkurang. Saya de Malha. baik di darat maupun di laut. Mozambik. 142 . dan Cargados Carajos Banks di tengah-tengah Samudera Hindia. Hanya gelombang kecil dan aliran pasang yang tercatat dan tak ada kerusakan yang dilaporkan. sehingga tak ada kerusakan luas. dan sepanjang pulau buatan yang dibangun dari bahan pengerukan. Terdapat perbedaan nyata dimana pesisir yang berada dekat dengan sumber tsunami mengalami fluktuasi permukaan air yang lebih besar serta kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan tempat-tempat yang lebih jauh. Tinggi gelombang (m) Jarak (km) Grafik ini memperlihatkan fluktuasi pasang aktual tanggal 26 Desember di beberapa negara Afrika Timur.hawaii. 7 gelombang menerpa pulau tersebut antara pukul 10:00 pagi sampai pukul 5:00 sore.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Lepas pantai Rodrigues (Mauritius). dan Reunion terlindung di balik dangkalan Seychelles. Komoros. Data diperoleh dari Pusat Permukaan Air Laut University of Hawaii (http://ilikai.edu/uhslc/iotd/).soest. Tiap garis memperlihatkan rentang pasang tanggal 25 Desember dan ramalan tinggi-rendah pasang untuk hari itu. Di tempat lain di Mauritius. Madagaskar.

Tutupan karang. Sokotra (Yaman): Terumbu karang Sokotra berada dalam kondisi yang baik sebelum tahun 1998 dan dampak pemutihan pada terumbu-terumbu ini hanyalah sedikit. Kemunculan karang muda jumlahnya bervariasi. terumbu di sekitar Pulau Sokotra sangat terpengaruh oleh kematian akibat pemutihan. tutupan karang keras hidup di terumbu-terumbu ini berkisar mulai 20% di Tanzania sampai 80% di terumbu-terumbu yang lebih dalam di Mozambik. tutupan karang tetap sangat rendah (<10%). nilainya tinggi (>40%) dan stabil. status terumbu karang tidaklah diketahui karena tidak adanya institusi yang berfungsi serta tidak adanya pemantauanpemantauan di tempat ini. Pada terumbu yang lebih dalam. dan sedimentasi. Di bagian utara Kenya. Perubahan ini memberi kesan bahwa terumbu karang di masa depan akan terlihat berbeda dari sebelum tahun 1998. komunitas-komunitas karang ini didominasi oleh koloni-koloni kecil (<15 cm) yang telah menetap sejak 1998. 143 . kapal asing dilaporkan banyak yang bekerja secara ilegal di daerah tersebut. nilainya lebih rendah akibat adanya praktik penangkapan ikan yang merusak (menggunakan peledak dan jaring pukat). walaupun upwelling dingin yang kaya nutrien pada Arus Pesisir Somalia mengindikasikan bahwa potensi perikanannya sangat tinggi. Kerusakan dari kedua stres tersebut berbeda nyata. yang telah selamat dari kerusakan fatal peristiwa pemutihan selama tahun 1998. Millepora juga jarang. di terumbu yang tak dapat diakses. Sebagai contoh. dimana tutupan karang daerah dangkal meningkat dari 20% menjadi lebih dari 30% antara tahun 2002 dan 2003. tutupan karang keras hidup. karang Acropora saat ini tak dapat dijumpai di banyak terumbu di sekeliling wilayah (contohnya bagian utara Kenya) dimana mereka ditemukan melimpah sebelum 1998. dan polusi. beberapa terumbu yang tak terpengaruh oleh kegiatan manusia. Sebelum tahun 1998. Sebelum tsunami. penangkapan yang merusak. tetapi sekarang yang paling umum adalah Pocillopora dan Faviidae serta Poritidae yang lambat tumbuh. Sebelum 1998. Komposisi jenis karang di banyak terumbu Afrika Timur tampaknya akan berubah akibat adanya kehilangan besar selama peristiwa pemutihan tahun 1998 serta perbedaan dalam kemunculan karang muda. dimana kerugian mencapai lebih dari separuh tutupan karang. sedimentasi. Terumbu di luar kepulauan selamat dari kerusakan serius. Terumbu yang mengalami pemutihan dan kematian ringan berada pada kondisi yang lebih baik serta tutupan karangnya mendekati 20% di akhir tahun 2004. Terumbu tersehat di wilayah ini adalah yang letaknya terpencil dan tak dapat diakses. terutama di dalam MPA-MPA. Namun demikian. terutama di selatan dekat perbatasan dengan Kenya. Namun demikian. terdapat di sepanjang pesisir Somalia di Teluk Aden. dan tutupan karang keras hidup tetap tinggi nilainya (~45%). Coscinaraea adalah karang baru yang paling umum.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami STATUS TERUMBU KARANG PRA-TSUNAMI Kondisi terumbu karang pra-tsunami di Afrika Timur dipengaruhi oleh tekanan manusia dan parahnya pemutihan karang serta kematian saat peristiwa perubahan iklim akibat El Niño tahun 1998. Pemulihan diperlambat oleh adanya tekanan dari manusia seperti penambangan karang. berkisar dari level tertinggi 2-6 karang muda/m2 sampai terendah yaitu 0. tetapi pernah mendominasi komunitas dangkal. seperti Porites dan beberapa jenis Faviidae serta Siderastreidae. sebagian besar karang muda yang baru adalah Acropora.5-2 karang muda/ m2 atau kurang. tutupan karang telah meningkat dari 28% di tahun 2000 menjadi 41% di tahun 2003. Somalia: Terumbu tepi (fringing reefs) yang berkembang baik dan tersebar. memutih dengan dahsyat dan begitu pula kebalikannya. Karang-karang tersebut digantikan oleh karang yang lebih tahan terhadap pemutihan. di terumbu yang mudah diakses. Pemulihan sejak tahun 1998 cukup menjanjikan. Pada sebagian besar terumbu yang mengalami tingkat kematian karang yang tinggi (>80% pengurangan terhadap tutupan karang). di bagian utara Kenya dan Afrika Selatan. polusi. Begitu pula dengan status perikanan pesisir dan laut lepas di Somalia yang tak diketahui.

kurangnya koordinasi serta kesulitan untuk mencapai desa terpencil telah membuat perkiraan awal dampak tsunami tak menggambarkan keseluruhan kerusakan. Tanzania: Sebelum tahun 1998. Misi tersebut mensurvei 34 masyarakat nelayan di kabupaten Al Mahara serta Kepulauan Sokotra. Sebelum tahun 1998. peristiwa pemutihan lagi di tahun 2003 yang membunuh 10% karang.” Proyek tersebut akan menyediakan pemberian dasar di sektor perikanan seperti jaring. Tingkat keselamatan karang paling tinggi terdapat di daerah yang pergerakan airnya terbesar. sehingga meninggalkan mereka dalam kemiskinan. Pakar FAO. Petugas Informasi. dan lainnya yang hidup dari kegiatan perikanan. Kurangnya keahlian finansial dan teknis. kait. dimana beberapa daerah terumbu dangkal menderita tingkat kematian sebesar 75% sampai 85%. namun. dan kompetisi dengan alga. tutupan karang hidup di terumbu Tanzania berkisar antara 43% sampai 73%. Sebagian besar belum menerima bantuan yang dapat menolong mereka memulai kembali kegiatan perikanan atau lainnya. walaupun terdapat bukti nyata adanya penangkapan ikan yang merusak. Kenya: Terdapat dua daerah utama: terumbu tepi yang hampir menyambung sepanjang 200 km di daerah selatan mulai dari Malindi sampai Shimoni.000 keluarga terkena dengan kerusakan mencapai US$ 2. pengolah. suku cadang mesin serta perbaikan atau penggantian kapal. FAO juga mengajukan pelaksanaan penilaian terhadap kelayakan dalam memperbaiki pantai-pantai yang tererosi serta pelabuhan alam yang sudah menjadi bagian dari nelayan Yaman (Sumber: George Kourous.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 MISI KE YAMAN MENGUNGKAP KERUSAKAN YANG LEBIH LUAS AKIBAT TSUNAMI Misi pencari fakta oleh FAO dan pemerintah Yaman melaporkan bahwa masyarakat nelayan di Yaman terkena dampak tsunami Desember 2004 yang lebih serius dari yang diperkirakan. mesin.625 jaring. dan peralatan penangkapan ikan. Karang bercabang di kedalaman 2-3 m paling terpengaruh. menemukan bahwa “sementara kerusakannya lebih sedikit dari negaranegara di dekat episenter gempa bumi. mesin. terutama nelayan”. “Mereka hanya dapat memulai lagi di bulan September saat angin muson berhenti dan mereka menerima bantuan yang tepat. Hans Båge. 569 mesin. Terumbu karang di sepanjang pesisir Kenya memutih di tahun 1998. penangkapan yang berlebih. wabah penyakit karang tahun 2002. dan 16. Kerugian ini telah mempengaruhi penghidupan banyak rumah tangga nelayan. pancing. dimana lebih dari 2. pemulihan di bagian utara Kenya terbentur oleh sedikitnya pasokan larva karang dari terumbu-terumbu yang jauh jaraknya. “Banyak nelayan yang tidak melaut selama 6 bulan terakhir” jelas Båge. dimana tutupan hidup menurun 50%-90%. Gelombang besar merusak kapal. namun ada juga koloni yang mati di kedalaman 20 m. penjual.2 juta. dimana pemulihan terbaik terdapat di terusan dangkal dan terumbu bagian luar yang memiliki pergerakan air dinamis serta terdapat pasokan larva karang baru secara reguler. sementara pihak berwenang tidak segera mengidentifikasi kebutuhan akan bantuan internasional. tutupan karang keras hidup berkisar 30% dimana keragaman dan kerumitan terumbu meningkat dari utara ke selatan. meledaknya populasi alga yang berbahaya di akhir tahun 2001 dan di awal 2002. sehingga menyebabkan dampak ekonomi terhadap pembeli. Tercatat 653 kapal. george. terdapat dampak nyata pada penghidupan masyarakat lokal. Pemulihan juga terhambat oleh: penangkapan ikan yang berlebih. gudang penyimpanan. Pemulihan hanya terjadi setengah-setengah sejak 1998. dan dermaga. dan peralatan pancing sebagaimana pula merusak infrastruktur yang vital untuk sektor perikanan seperti pabrik es. terutama jenis Acropora bercabang yang pernah sangat mendominasi. 1. UNFAO. FAO mendesak donor untuk segera mendukung proyek rehabilitasi perikanan pasca-tsunami bagi Yaman. Kemunculan karang muda di bagian selatan terumbu telah membaik sejak 1998. dan kompleks petakan/ gundukan serta lereng terumbu di Bajuni Archipelago mulai dari Lamu sampai perbatasan Somalia.org).kurous@fao. Tutupan karang keras hidup di 2 situs 144 .980 perangkap ikan yang rusak ataupun hancur total. Dampak peristiwa pemutihan karang bervariasi. sedimentasi. dan polusi.

namun pemulihan berjalan lambat di terumbu-terumbu yang rusak parah. Di Kenya. di laguna dangkal Mombasa. dan menghindari birokrasi yang berlebihan serta pengulangan usaha. USAHA-USAHA REHABILITASI DAN PEMULIHAN Rehabilitasi di Somalia telah difokuskan pada masyarakat. Mayotte. dan Terumbu Tutia tampaknya akan menjadi terumbu alga karena adanya polusi nutrien. Peristiwa pemutihan di tahun 2003. komponen media swasta dan 145 . Reunion) dapat selamat dari kerusakan kemungkinan karena: berjarak jauh dari sumber tsunami. dan mewabahnya bulu seribu (Acanthaster planci) telah memperlambat pemulihan. nasional. STATUS TERUMBU KARANG PASCA TSUNAMI Terdapat kerusakan minim pada terumbu karang dan pantai di Yaman daratan dan lepas pantai Kepulauan Sokotra. Cargados Carajas. pada koloni yang telah diberi tanda. dan pulau-pulau di Afrika Timur serta Samudera Hindia (yaitu Komoros. dan Mtwara. tutupan karang hidup menurun dari 80% ke 15%.000 penduduk. Terumbu. hanya sebuah kepala karang yang terjungkal akibat tsunami di Cagar Nasional Laut Kiunga. Rekomendasi yang kritis adalah sebagai berikut: Sistem peringatan dini dibangun dan dirawat dengan komponen berikut: mekanisme sederhana dan biaya yang efektif dengan menggunakan kegiatan reguler yang telah ada dan interaksi antar institusi. Tidak terdapat adanya sistem peringatan dini serta sistem penanggapan. dimana lebih dari 1.03 juta kepada badan-badan PBB dan LSMLSM bagi pengadaan darurat untuk tempat berlindung. dan kedatangan gelombang pertama dan terbesar. peralatan rumah tangga. sementara di Pulau Mafia. penangkapan yang berlebih. REKOMENDASI DAN KESIMPULAN Sebagian besar Afrika Timur (kecuali Somalia) sangat beruntung karena letaknya terpencil dan terlindung dari tsunami. Tsunami telah memberikan perhatian pada status terumbu karang dan ekosistem pesisir serta laut lainnya. Tutupan karang hidup berkisar dari 25% sampai 55% di terumbu sekitar Unguja (Zanzibar).2 juta penduduk telah menderita akibat konflik sosial. yang berarti energi serta ukuran gelombang telah jauh menurun saat mencapai Afrika. Songo Songo. meningkatkan kapasitas mereka dalam menanggapi secara efektif dan efisien. dan kekurangan pangan. menurun dari 74% menjadi 17% dan dari 51% ke 7%. dan air minum. kekeringan. sehingga rekomendasi difokuskan pada peningkatan arus informasi antar institusi-institusi terkait. Seychelles. tetapi tak ada kerusakan fisik yang dilaporkan. dan tak ada yang rusak di 300 individu. makanan. terjadi saat surut. sehingga pelajaran utama adalah mengambil manfaat dari keuntungan tersebut. termasuk polusi bahan kimia beracun yang tersapu dari darat. dan menjamin bahwa jaringan penanggapan terhubung pada sistem peringatan internasional. dan menggarisbawahi pentingnya pemeliharaan kesehatan terumbu. Tanga. pasokan medis. dan lokal.Status Terumbu Karang di Afrika Timur dan Arabia Selatan Pasca Tsunami sekitar Pulau Misali. Madagaskar. Beberapa karang telah tertutup sedimen di Rodrigues. Dar es Salaam. Kantor Bantuan Asing untuk Bencana (Foreign Disaster Assistance) USAID menyediakan US$ 1. dan Saya de Malha Banks di tengah-tengah Samudera Hindia menghilangkan banyak energi tsunami saat menyeberangi daerah-daerah dangkal ini. Lembaga USAID Food for Peace menyediakan 50% lebih banyak dari UN World Food Programme di Somalia bagi 30. tetapi tak ada penilain yang telah dilakukan. Tak terdapat laporan kerusakan fisik di terumbu karang Tanzania. pesisir. Kemungkinan terdapat kerusakan di terumbu-terumbu Somalia.

UCAPAN TERIMA KASIH Sebagai tambahan informasi tentang dampak tsunami di Sokotra.org/tsunami/tsunami_rpt. serta latihan uji skenario. CORDIO East Africa. Kenya. (2004). dan USAID. sektor swasta. Bernard Salvat. dan Ahamada et al. televisi. kami mengucapkan terima kasih kepada Malek Abdul-Aziz. struktur pengambilan keputusan yang jelas dengan pertemuan-pertemuan reguler dan tanggung jawab yang jelas. PENINJAU David Garnett. Misi FAO (2005) ke Yaman mengungkap kerusakan yang lebih luas akibat tsunami. dan memfokuskan pada pengurangan dampak manusia. (www. Lyndon DeVantier. Nairobi. dan Pembangunan dan perluasan MPA berlanjut sebagai ‘asuransi ekologi’ terhadap gangguan akut dan kronis. P. dan Friends of Soqotra. mengenali kelentingan terumbu serta manfaatnya dalam barang dan jasa yang terbarukan. Memperbaiki pelaksanaan pemantauanpemantauan dan pengelolaan terumbu. KONTAK PENULIS David Obura. dan masyarakat. (www.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 global (yakni radio.html). Obura (2005). Socotra Conservation Fund. Joanna Ruxton. dan Kristian Teleki. departemendepartemen pemerintah. Friends of Soqotra/ Socotra Conservation Fund (2005) Asian tsunami impacts on Soqotra. Ldevantier@aol. panduan. ACUAN Bab ini telah diambil dari laporan yang dibuat oleh UNEP. (2004). 146 .gov/locations/ asia_near_east/tsunami/countries/so. termasuk para pemangku di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Box 10135 Mombasa.org. teknologi yang dapat mencapai individu secara cepat (yakni ponsel dan SMS). dobura@cordioea. dan Souter (2005) dalam Souter dan Linden (2005). Obura et al. Miranda Morris. juga Kotb et al. serta makalah oleh Mohammed et al.O.unep. Kenya.usaid.com.asp). (www. (2004) dalam Wilkinson (2004) yang terdaftar di Anjuran Bacaan pada halaman 147. USAID: Somalia (2005).fao. dan rencana pengelolaan bencana. United Nations Environment Programme.org/ newsroom/en/news/2005/107210/). internet). FAO. dan memastikan perlindungan pesisir dari bencana tak terduga seperti tsunami. 2 (July 2005): 1. (2005). terhubung dengan institusi internasional dan media pemberitaan untuk mendapatkan informasi ancaman terkini.

LAMPIRAN 1. 189-211. ANJURAN BACAAN Adger WN. 436: 759. Townsville. Cummins P. Leonard M (2005) The Boxing Day 2004 tsunami – a repeat of 1833? Geoscience Australia. (2005) How effective were mangroves as a defence against the recent tsunami? Current Biology. Burke L. Ji C. Ahamada S. Current Biology. (2005) Acehnese reefs in the wake of the Asian tsunami. Cauvin B. Sojisuporn P. then a slow slip. Ardiwijaya RL. (2005) The Asian tsunami: a protective role for coastal vegetation. 308: 1133-1139. Cambridge. Selig L. Siripong A. CORDIO (2005) Assessment of tsunami damage in the Indian Ocean. (2005) Rupture process of the 2004 Sumatra. pp. Olwig MF. Jayatissa LP. Campbell SJ.) Status of coral reefs of the World: 2004. 308: 1126-1127. UNEP/DEWA/GRID-Europe. et al. Spalding M (2002) Reefs at risk in Southeast Asia. Second Report. Anggoro AW. UNEP-WCMC. Report for the UNEP Asian Tsunami Disaster Task Force. Hughes TP. 15: 1926-1930. Australian Government: AusAID Report (2005) Australia’s response to the Indian Ocean tsunami: report for the period ending 30 June 2005. Cyranoski D (2005) Preparations get under way for tsunami warning system. Robinson D. 147 . Folke C. et al. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005 Danielsen F. Australian Institute of Marine Science. UNEP/CBD/ SBSTTA. 310: 643. Baird AH. Rockström J (2005) Social-ecological resilience to coastal disasters. Carpenter SR. Issue 77. CBD (2005) Facilitating recovery of marine and coastal biodiversity after the asian tsunami. 24(4): 535. Queensland. Bijoux J. Bilham R (2005) A flying start. Di Nitto D. Chavanich S. 309: 1036-1039. Coral Reefs. Menasveta P (2005) Impact of tsunami on the seafloor and corals in Thailand. Science. 15(12): 443-447. AUSGEO news. Chatenoux B. Thio HK. et al. Nature. Switzerland. et al. (2004) Status of the coral reefs of the South West Indian Ocean states. Bosire JO. Science. Science. UK. Australia. CORDIO/IUCN (2005) First preliminary report of the damage to coral reefs and related ecosystems of the western and central Indian Ocean caused by the tsunami of December 26. In: Wilkinson C (ed. Bigot L. Dahdouh-Guebas F. et al. Peduzzi P (2005) Analysis of the role of bathymetry and other environmental parameters in the impacts from the 2004 Indian Ocean tsunami.Andaman earthquake. Science. Selvam V. Sørensen MK. Ammon C.

Venkataraman K. Brown BE (in press) The influence of the Indian Ocean tsunami on coral Reefs of western Thailand. Obura D. Ammon CJ. Nature. Australia. 308: 1139-1143. Australian Institute of Marine Science. Townsville. (2005) The great Sumatra-Andaman earthquake of 26 December 2004. Lay T. 213231. Searle M (2005) Co-seismic uplift of coral reefs along the western Andaman Islands during the December 26th 2004 earthquake. Pacific Palisades. 235-275. 171-188. 434: 573-574. et al. Mofjeld HO. Daniels C. Hagan A. Spalding M. California. Thomson RE. Marris E (2005) Tsunami damage was enhanced by coral theft.pdf). Zahir H. Kalombo H. Mendis SG. et al. (www. 171: 372. Indian Ocean. Eos Transactions. Nature. Rice A (2005) Post-tsunami reconstruction and tourism: a second disaster? Tourism Concern. Gunawan CA.) Status of coral reefs of the World: 2004.tourismconcern. Tromp J. Tuan VS. In: Wilkinson C (ed. (2004) Status of coral reefs in East Africa: Kenya. Tun K. AGU. Andaman Sea. Rajasuriya A. ICRI/ISRS (2005) Tsunami damage to coral reefs: guidelines for rapid assessment and pemantauanpemantauan. et al. Tanzania. Phongsuwan N. Science. 436: 1071. (2005) Earth’s free oscillations excited by the 26 December 2004 Sumatra-Andaman earthquake.uk/pdfs/Final%20report. Fernando H. Jaffe BE. Science. Nettles M. Townsville. Schiermeier Q (2005) On the trail of destruction. Australia. Liu PL-F. Foster R.) (2005) Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Status Report2005. Church J. Kanamori H. 85 pp. 433: 350-353. 148 . Cabanban A. Townsville. Seychelles. (2005) Tsunami and earthquake damage to coral reefs of Aceh. Ravilious C. 435: 933-936. Houston H. Park J.(ed. India. Song TRA. pp. Australian Institute of Marine Science. Sieh K (2005) What happened and what’s next? Nature. Okal E.) Status of coral reefs of the World: 2004. et al. Nature. In: Wilkinson C. González FI (2005) The global reach of The 26 December 2004 Sumatra tsunami. Science. Queensland. California. Chou LM. (2005) Observations by the international Tsunami survey team in Sri Lanka. USA. University of California Press. et al. pp. Coral Reefs. Indonesia. Ishii M. Linden O (eds. coral reef monitoring and management in Southeast Asia. 86: 301-304. Chagos. Vidale JE (2005) Extent. (2004) Status of coral reefs. Queensland.) Status of coral reefs of the World: 2004. Australia. Sweden. et al. Shearer PM. Green EP (2001) World atlas of coral reefs. 307: 657. Science. Perera K (2005) Coral poaching worsens tsunami destruction in Sri Lanka. Rabinovich AB.org. duration and speed of the 2004 SumatraAndaman earthquake imaged by the Hi-Net array. January 2005. Australian Institute of Marine Science. Pennisi E (2005) Powerful tsunami’s impact on coral reefs was hit and miss. Mozambique and South Africa. Tamelander J (2004) Status of coral reefs in South Asia: Bangladesh. 309: 2045-2048. Lynett P. In: Wilkinson C (ed. University of Kalmar. Souter D. Okal EA (2005) Speed and size of the Sumatra earthquake. Perera N. USA. Queensland. 308: 1127-1133. Titov V. Atoll Research Bulletin (Theme Issue on the Indian Ocean Tsunami). Maldives and Sri Lanka. McCulley JL. Islam Z. pp.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 Fernando HJS. Reef Check Foundation. Nature. Stein S. 308: 1595. Science. 434: 581-582.

United Nations Environment Programme. Kimura T (2005) Summary of preliminary rapid assessments of coral reefs in affected southeast asian countries following the Asian tsunami event on December 26 2004. Australia.Lampiran 1. 557 pp. UNEP/WCMC/ICRI/ICRAN/IUCN (in press) Breaking the waves: shoreline protection and other ecosystem services from mangroves and coral reefs. Anjuran Bacaan Tun K.asp).) (2004) Status of coral reefs of the world: 2004. UNEP (2005) After the tsunami: rapid environmental assessment. Wilkinson C (ed. 149 . Australian Institute of Marine Science. Worldfish Center/GCRMN/Government of Japan.org/tsunami/tsunami_rpt. Oliver J. Kenya (www. Townsville.unep. and Global Coral Reef Monitoring Network.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 150 .

DAFTAR AKRONIM ADB AIMS ASEAN BAPPENAS CBD CCC CDD CI CHARM CITES CONSRN Asian Development Bank Bank Pembangunan Asia Australian Institute of Marine Science Institut Ilmu Kelautan Australia Association of South East Asian Nations Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Convention on Biological Diversity Konvensi Keanekaragaman Hayati Coral Cay Conservation Community Driven Development Pembangunan yang Bertumpu pada Masyarakat Conservation International Community Hazard and Risk Management programme.LAMPIRAN 2. Thailand Program Pengelolaan Ancaman dan Bahaya bagi Masyarakat. Australia Convention for Sustainable Development Konvensi Pembangunan Berkelanjutan 151 CORAL CORDIO COREMAP COTS CRC REEF CSD . Thailand Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora Consortium to Restore Shattered Livelihoods in Tsunami-Devastated Nations Konsorsium Pemulihan Sumber Penghidupan di Negara-negara Terimbas Tsunami Coral Reef Alliance Aliansi Terumbu Karang Coral Reef Degradation in the Indian Ocean Degradasi Terumbu Karang di Samudera Hindia Coral Reef Rehabilitation and Management Programme Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Crown-of-thorns starfish (Acanthaster planci) Cooperative Research Centre for the Great Barrier Reef. Australia Pusat Pengkajian Bersama Great Barrier Reef.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 CSIRO Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (of Australia) Organisasi Persemakmuran Penelitian Ilmiah dan Industri Australia Department of Marine and Coastal Resources (of Thailand) Departemen Sumber Daya Laut dan Pesisir (Thailand) Environmental Impact Assessment Pendataan Dampak Lingkungan Great Barrier Reef Marine Park Authority Otorita Taman Laut Great Barrier Reef Global Coral Reef Monitoring Network Jaringan Pemantauan Terumbu Karang Dunia Gross Domestic Product Pendapatan Domestik Bruto Global Environment Facility Geographic Information System Sistem Informasi Geografis Global Positioning System Integrated Coastal Area Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Center for Living Aquatic Resources Management Pusat Pengelolaan Sumberdaya Perairan Hayati Internasional Integrated Coastal Management Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu International Coral Reef Action Network Jaringan Kegiatan Terumbu Karang Internasional International Coral Reef Initiative Inisiatif Terumbu Karang Internasional Integrated Coastal Zone Management Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu Internally Displaced Person Pengungsi Internal Institute for Environmental Research and Social Education Institut Penelitian Lingkungan dan Pendidikan Sosial The International Federation of Red Cross and Crescent Societies Federasi Internasional Lembaga Palang Merah dan Sabit Merah International Labour Organization Organisasi Buruh Internasional International Maritime Organisation Organisasi Kelautan Internasional International Marine Project Activities Centre Pusat Proyek Kegiatan Kelautan Internasional Intergovernmental Oceanographic Commission (of UNESCO) Komisi Oseanografi Antar Pemerintah – UNESCO DMCR EIA GBRMPA GCRMN GDP GEF GIS GPS ICAM ICLARM ICM ICRAN ICRI ICZM IDP IERSE IFRC ILO IMO IMPAC IOC 152 .

Daftar Akronim IOI IOM IUCN ISRS JBIC JICA KEHATI. Yayasan MONRE MPA NARA NGO NOAA OCHA RAP RC REA ROPME RWMC SAREC SCUBA SDMRI SEAFDEC SIDA International Ocean Institute Institut Kelautan Internasional International Organization for Migration Organisasi Migrasi Internasional World Conservation Union Serikat Konservasi Dunia International Society for Reef Studies Masyarakat Pengkaji Terumbu Dunia Japanese Bank for International Cooperation Bank Kerjasama Internasional Jepang Japan International Cooperation Agency Lembaga Kerjasama Internasional Jepang Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Ministry of Natural Resources and Environment (of Thailand) Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Thailand) Marine Protected Area Daerah Perlindungan Laut Natural Aquatic Resources and Research Agency Lembaga Penelitian dan Sumber Daya Perairan Non-Governmental Organisation Organisasi Non-Pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration (of USA) Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (of UN) Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB Rapid Assessment Protocol Protokol Penilaian Secara Cepat Reef Check Rapid Ecological Assessment Penilaian Ekologi Secara Cepat Regional Organisation for the Protection of the Marine Environment Organisasi Perlindungan Kelautan Regional Reef Watch Marine Conservation Konservasi Kelautan Pengamat Terumbu (Karang) SIDA Department for Research Cooperation Departemen Kerjasama Penelitian SIDA Self-Contained Underwater Breathing Apparatus Suganthi Devadason Marine Research Institute (of India) Institusi Penelitian Kelautan Suganthi Devadason (India) Southeast Asian Fisheries Development Center Pusat Pengembangan Perikanan Asia Tenggara Swedish International Development Agency Lembaga Bantuan Internasional Swedia 153 .Lampiran 2.

Yayasan TNC UN UNCED UNDAC UNDP UNEP UNEP GRID Sri Lanka Sub-Aqua Club Sumatra Utara Yayasan Terumbu Karang Indonesia The Nature Conservancy United Nations Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Conference on Environment and Development Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan United Nations Disaster Assessment and Coordination Pendataan Dampak dan Koordinasi Bencana PBB United Nations Development Programme Program Pembangunan PBB United Nations Environment Programme Program Lingkungan PBB United Nations Environment Programme Global Resource Information Database Basis Data Informasi Sumber Daya Global UNEP United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation Organisasi Pendidikan. Ilmu Pengetahuan.Kantor Kawasan Asia Tenggara World Resources Institute Institut Sumber Daya Dunia World Wildlife Fund (of USA) World Wide Fund for Nature (elsewhere) UNESCO UNICEF UNOCHA USAID UV WCMC WHO WHOSEA WRI WWF WWF 154 . dan Kebudayaan PBB United Nations Children’s Fund Dana Bantuan Anak-anak PBB United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB United States Agency for International Development Badan Pembangunan Internasional Pemerintah Amerika Serikat Ultraviolet radiation Radiasi ultraviolet World Conservation Monitoring Centre Pusat Pemantauan Konservasi Dunia World Health Organisation Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organisation regional office for Southeast Asia Organisasi Kesehatan Dunia .Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 SLSAC SUMUT TERANGI.

ausaid. Mempertahankan keragaman 155 .LEMBAGA SPONSOR. Tujuan dari program bantuan ini adalah untuk memajukan kepentingan negara Australia dengan membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan.au CBD – CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY (KONVENSI KERAGAMAN HAYATI) Keragaman hayati. pemerintah. Program penelitiannya mencakup kurun waktu jangka menengah sampai jangka panjang yang dijalankan guna mendapatkan pemahaman mengenai sistemsistem yang terjadi di laut. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. Para peneliti tidak hanya sering menerbitkan tulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah. AIMS melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pengetahuan baru dalam ilmu dan teknologi kelautan. dan monograf untuk penggunaan skala regional.aims. PROGRAM DAN JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG AIMS AIMS merupakan salah satu lembaga penelitian utama Australia dengan bidang kajian berupa penelitian kelautan di wilayah tropis.gov. dan siklus perputaran air di sekitar pesisir dan paparan benua kita. dan pengelolaan lingkungan.go. tapi juga telah menulis beberapa panduan lapangan. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengembangkan dan menerapkan metoda-metoda pemantauan yang membantu pengelolaan berkelanjutan untuk sumber daya laut tropis. Alamat Kontak: AIMS. merupakan fondasi dasar bagi kehidupan manusia yang selama ini dibangun. institusi ini telah mengukir reputasi yang kokoh dalam menjalankan berbagai penelitian berkualitas tinggi mengenai ekosistem terumbu karang dan hutan mangrove. dan pengembangan kemampuan dalam memprakirakan sifat-sifat dari sistemsistem laut tropis yang kompleks.au. www.au AUSAID AusAID merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bertanggungjawab dalam mengelola program bantuan dana luar negeri pemerintahan Australia. AusAID memberikan konsultasi dan dukungan dalam pengembangan kebijakan kepada Menteri Sekretariat (Negara) dan Parlemen. AusAID juga memiliki 25 kantor perwakilan di negara-negara dimana kerjasama terjalin.gov. dan mempromosikan kegunaannya dalam kalangan industri. Kantor pusat AusAID terdapat di Canberra. AIMS mendukung beragam penelitian guna mencapai pengelolaan terumbu karang yang efektif. keragaman yang terdapat antara setiap makhluk hidup dan ekosistem pendukungnya. Townsville 4810 Australia. serta ikut merencanakan dan mengkoordinir kegiatan pengentasan kemiskinan bersamaan dengan negara berkembang. buku. PMB #3. Website: www. Alamat kontak: email: infoausaid@ausaid.

Sweden. Tujuan dari CBD adalah: pelestarian keragaman hayati. dan memulihkan terumbu karang dunia dengan memastikan bahwa para industri dan pengelola bekerja secara berkelanjutan dan kualitas ekosistem dipertahankan. pulau-pulau di Samudera Hindia dan Asia Selatan. Queensland Department of Primary Industries and Fisheries). dan pelaku industri terumbu karang yang berbasis pengetahuan. peneliti. melestarikan. Tanzania. James Cook Uniersity.biodiv. permulaan dan kemajuan penelitian yang dilakukan. Reunion. Komoros. marjo. Negara-negara kepulauan: Rolph Payet. ps@env. Sri Lanka. Alamat kontak: Marjo Vierros.O. david. Canada. dan Chagos. Madagaskar. Maladewa. Seychelles. Ministry of Environment.org CORDIO – CORAL REEF DDEGRADATION IN THE INDIAN OCEAN (DEGRADASI TERUMBU KARANG DI SAMUDERA HINDIA) Program yang bersifat regional dan multi-disiplin ini dikembangkan agar dapat mengkaji dampak ekologis dan sosio-ekonomis dari fenomena pemutihan karang massal yang terjadi pada tahun 1998 dan degradasi yang berlanjut dari terumbu karang di bagian tengah dan barat Samudera Hindia. dengan adanya berbagai ancaman dari kegiatan manusia.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 tersebut. World Maritime University. P. Australia dan rekan kerja mereka memiliki keahlian dalam ilmu dan teknologi terumbu karang yang diakui secara internasional.souter@cordio. pihak-pihak pemangku telah mengembangkan hasil Konvensi ini menjadi program-program kerja.org. Sejak dimulai. yang menyediakan solusi hasil penelitian guna melindungi. CORDIO merupakan unit operasi dari ICRI. Alamat kontak penyelenggara program: Olof Lindén. 10135. Kenya.co.gov. Colombo 7. serta bagi pengelola terumbu karang. dobura@africaonline. Bamburi. Pusat Penelitian CRC Reef terletak di Townsville. Asia Selatan: Jerker Tamelander. merupakan salah satu tantangan yang dihadapi di era modern saat ini. Afrika Timur: David Obura. 156 . Konvensi ini memiliki komitmen-komitmen luas yang dicanangkan oleh pihak-pihak pemerintahan yang akan melakukan tindakan konservasi dan penggunaan keragaman hayati secara berkelanjutan di tingkat nasional. 53 Horton Place.org. Keperluan-keperluan pihak pengimplementasi hasil penelitian diintegrasikan ke dalam desain. Pusat penelitian ini meupakan kerjasama antara para peneliti (Australian Institute of Marine Science. penggunaan komponennya yang berlanjut. olof.org. dampak sosio-ekonomi dari kematian karang dan kemungkinan penanggulangannya melalui pengelolaan dan pengembangan sumber kehidupan alternatif bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. serta kemungkinan restorasi dan rehabilitasi karang guna mempercepat pemulihan secara ekologis dan ekonomis. Mozambik. Sri Lanka. CORDIO membantu dan bekerjasama dengan GCRMN di wilayah Samudera Hindia dalam menjalankan dan memantau program yang mencakup Afrika Timur.linden@cordio. yang menanggapi isu-isu terumbu karang melalui rencana kerja tentang pemutihan karang. Seychelles.sc CRC REEF – COOPERATIVE RESEARCH CENTRE FOR THE GREAT BARRIER REEF (PUSAT PENELITIAN KERJASAMA UNTUK GREAT BARRIER REEF) Pusat Penelitian CRC Reef merupakan kerjasama para pengelola. Pembentukan CBD berawal dari Earth Summit yang diselenggarakkan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan memiliki 188 negara anggota yang terikat secara hukum dalam perjanjian in dengan partisipasi yang bisa dikatakan universal. dan degradasi fisik dari terumbu karang. David Souter. jet@iucnsl. University of Kalmar.org atau www. Malmo. CORDIO Afrika Timur. CBD Secretariat Montreal. Mauritius. Negara-negara yang ikut berpartisipasi adalah: Kenya. Box. termasuk salah satu di antara program tersebut mengenai keragaman hayati laut dan pesisir.ke. India. dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan sumber daya genetis yang adil.vierros@biodiv. IUCN South Asia. dan menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi industri pariwisata dan perikanan. dengan tujuan agar dapat mengetahui dampak biologis dan fisik dari pemutihan dan kematian karang serta kemungkinan pemulihan dalam jangka panjang.

guna menyediakan informasi keadaan terumbu karang dan penyebab kerusakan dengan menggunakan metoda dan pendekatan dari Reef Check. GCRMN berupaya mendorong dan mengkoordinir tiga lapis pemantauan yang bersilangan: Masyarakat – pemantauan oleh masyarkat. pelatihan. rcheck@ucla.se. WRI. WorldFish Center. www. perguruan tinggi.gov. UNEP-WCMC. Reef Check Los Angeles. Contoh kegiatan-kegiatan ICRAN dapat dilihat pada ‘lokasi khusus’ di bagian akhir bab-bab per negara dalam laporan ini.reef. homepage: www.wilkinson@aims. CBD. UNF.Lembaga Sponsor. sekolah-sekolah. dan koordinasi pusat didukung oleh Kementrian Dalam Negeri Amerika Serikat dan NOAA melalui kontribusinya kepada UNEP. kteleki@icran. World Bank. dan sosial terkini. GCRMN bekerjasama dengan ReefBase. CORDIO. GCRMN. GCRMN disponsori oleh IOCUNESCO. E-mail: Kristian Teleki.org ICRAN – INTERNATIONAL CORAL REEF ACTION NETWORK (JARINGAN AKSI TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRAN merupakan respon kerjasama negeri/swasta terhadap Seruan Aksi (Call for Action) dari International Coral Reef Initiative (ICRI) untuk melestarikan dan mengelola terumbu karang di seluruh dunia. dan LSM (Great Barrier Reef Research Foundation). atau Jamie Oliver di WorldFish Center di Penang Malaysia (j.edu. c.gcrmn. dan Penelitian – pemantauan dengan perincian yang tinggi di wilayah skala kecil oleh para ahli dan institusi yang memantau terumbu dalam penelitiannya. Reef Check. PO Box 772. Alamat kontak Koordinasi Pusat: Clive Wilkinson Global Coordinator at the Australian Institute of Marine Science. Saat ini IUCN mengepalai Kelompok Pengelola dari GCRMN. pengembangan kapasitas.linden@wmu.au GCRMN – GLOBAL CORAL REEF MONITORING NETWORK (JARINGAN PEMANTAUAN TERUMBU KARANG GLOBAL) GCRMN dibentuk pada tahun 1995 sebagai suatu unit operasional dari ICRI. Sekretariat ICRI. info@crcreef. dan pertukaran serta penerapan pengetahuan setempat. atau Gregor Hodgson. UNEP. yang menyediakan arahan utama dari jaringan ini. WorldFish Center. para operator. CRC Reef Research Centre. dan WWF. ekonomi.org 157 . Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang industri pariwisata (Association of Marine Park Tourism Operators). para pengelola (Great Barrier Reef Marine Park Authority). atau Olof Linden.org. Alamat kontak: Russel Reichelt. AIMS. Reef Check. SPREP.com or www. industri perikanan komersial dan rekreasi (Sunfish Queensland. Bermula dari dukungan yang sangat besar dari United Nations Foundation. nelayan. dan Koordinator Global terdapat di AIMS dan IMPAC dan berinteraksi erat dengan WorldFish Center. Pengelolaan – pemantauan yang sebagian besar dilakukan oleh pegawai yang terlatih secara tersier dari departemen lingkungan atau perikanan dalam pemerintahan setempat.oliver@cgiar. Strategi ini termasuk didalamnya sumber pendapatan alternatif. dan NOAA. dan informasi ilmiah. dan wisatawan yang mencakup wilayah luas dengan perincian yang rendah. olof. pendekatan aliansi strategis ICRAN telah dikembangkan guna memastikan masa depan dari terumbu karang dan ekosistem terkait serta masa depan dari komunitas yang didukung olehnya. Rekanan kerja ICRAN adalah: CORAL. Queensland Seafood industry Association). Townsville 4810 Australia.crc. ICRI. IUCN. dan perguruan tinggi guna mendapatkan informasi yang mencakup wilayah yang moderat dalam tingkat perincian yang lebih tinggi dengan menggunakan metoda-metoda yang lebih berkembang di Asia Tenggara atau yang setara. di Townsville. TNC.icran. MAC.org).au. UNEP.org.

dan LSM dari 181 negara dalam sebuah kerjasama global yang unik agar dapat mempengaruhi. sifat-sifatnya dan keberlanjutan untuk pengelolaan dan pengembangan kebijakan kelautan.org IOC/UNESCO – INTERGOVERNMENTAL OCEANOGRAPHIC COMMISSION IOC/UNESCO merupakan pusat kegiatan PBB untuk ilmu. bersama dengan UNEP. dan membantu berbagai lapisan masyarakat dalam melestarikan dan mementingkan keanekaragaman 158 . Sekretariat ICRI mengimplementasikan ‘Agenda’ ini melalui tuan rumah yang ditunjuk secara bergilir (Pemerintahan Amerika Serikat. Australia. diperbaharui pada Simposium Pengelolaan Ekosistem Laut Tropis Internasional (ITMEMS) di Townsville. Filipina. dengan bimbingan dari Komite Koordinasi dan Perencanaan (sebuah konsensus kelompok rekan kerja). ICRI bekerja melalui anggota-anggotanya dan jaringan operasional. dan pertemuan serta persetujuan internasional lainnya. dan Inggris serta Seychelles secara bersamaan). dengan IOC. dan World Bank. UNEP. penelitian dan pengamatan kelautan.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 ICRI – INTERNATIONAL CORAL REEF INITIATIVE (INISIATIF TERUMBU KARANG INTERNASIONAL) ICRI merupakan tanggapan dari degradasi terumbu karang dan ekosistem terkait yang terjadi secara global. 75015 Paris. IUCN. untuk menyediakan informasi yang lebih baik mengenai sumber daya laut. peran dari Negara Kecil Kepulauan yang Berkembang. ICRAN. dan Organisasi Meteorologi Dunia membentuk Regu Tugas Global (Global Task Team) mengenai Terumbu Karang pada tahun 1991 agar dapat mengembangkan pemantauan terumbu karang dunia. dan memicu tindakan oleh pemerintahan serta pihak pemangku lainnya. Alamat kontak: IOC/UNESCO. Inggris. Jepang dan Palau merupakan tuan rumah Sekretariat sejak Juli 2005. dan CBD kini sebagai sponsor. IOC. dan Amerika Serikat. Salah satu fokusnya adalah memahami peran masyarakat miskin yang bergantung pada terumbu dalam upaya pelestarian dan pengembangan. ‘Agenda’ ICRI yang diformulasikan di Dumaguete City. Filipina pada tahun 1995 dengan sebutan ‘Seruan Aksi’ ICRI dan ‘Kerangka Kerja Aksi’. para LSM dan programprogram regional. Ia merupakan kerjasama dari negara-negara. Fungsi utama dari ICRI adalah untuk menerapkan saran dari UNCED. Prioritas-prioritas utamanya mencakup pembangunan kapasitas-kapasitas nasional dalam menanggapi World Summit mengenai Rencana Implementasi Pembangunan yang Berkelanjutan. lembaga pemerintahan. memfasilitasi tindakan dan pertukaran informasi yang kolaboratif. bersamaan dengan CORAL. meningkatkan pendanaan untuk terumbu karang. CORDIO. World Bank. UNEP. IUCN. Australia pada 1998 (Seruan Aksi Terbaru ICRI) dan di ITMEMS2 di Manila pada 2003. Swedia dan Filipina secara bersamaan. www. membantu dalam produksi buku-buku laporan Keadaan Terumbu Karang Dunia dan menggunakannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia. memperbaiki praktik-praktik pengelolaan. dengan penekanan yang sama besarnya pada informasi ekologi sosio-ekonomi. Perancis. www. Swedia. yang dibentuk pada tahun 1994 untuk menjawab seruan yang dikeluarkan pada 1992 oleh UNCED dan Small Island Developing States (Negara Kepulauan Kecil yang sedang Berkembang) di acara Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro. Perancis. organisasi internasional. peningkatkan kesadaran akan degradasi terumbu karang. UNDP. Jepang.unesco.org IUCN – THE WORLD CONSERVATION UNION Dibentuk pada tahun 1948. GCRMN mengkontribusi data mengenai kesehatan dan sumber daya terumbu karang kepada Global Ocean Observing System.ICRIForum. IOCUNESCO. mendorong. dan meningkatkan kapasitas dan dukungan politik. dan GCRMN agar dapat: mengangkat konservasi terumbu karang ke dalam panggung dunia. IUCN menyatukan 1035 perwakilan wilayah. Rekan kerja pada awalnya terdiri atas Australia.ioc. 1 Rue Miollis. ICRI. yang merupakan pendahulu GCRMN. Jamaika. dan Millenium Development Goals. IOC/UNESCO membantu dalam pemantauan dan pengelolaan data terumbu karang. IUCN.

menjadi tuan rumah Sekretariat ICRI (Juli 2005 sampai Juni 2007) bekerjasama dengan Republik Palau.env. Biro ini telah mengawali proyek-proyek rehabilitasi terumbu karang sejak tahun 2002. maupun media massa.kehati.000 tenaga ahli sukarelawan di dalam 6 Komisi. IUCN merupakan salah satu pihak pendiri GCRMN dan Kepala dari Program Kelautan mengepalai Kelompok Pengelola. 3B.jp. yang didirikan di Pulau Ishigaki. pemerintah daerah. Kementrian Lingkungan Hidup. Alamat kontak: Biodiversity Planning Division. advokasi kebijakan publik.go. KEHATI bertindak sebagai katalisator untuk menemukan cara-cara inovatif dalam mengelola dan memanfaatkan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan. atas nama Pemerintahan Jepang. Program Kelautan Global IUCN menghubungkan para anggotanya dengan semua kegiatan kelautan IUCN.coremoc. yaitu: informasi. Switzerland. Chiyoda-ku. Sekretariatnya terletak di Gland. Global Marine Program IUCN – The World Conservation Union. edukasi dan riset. 1-2-2 Kasumigaseki.Lembaga Sponsor. konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. termasuk Komisi Dunia Wilayah Perlindungan (WCPA) dan Komisi Pelestarian Spesies (SSC). dan komunikasi dan pengembangan sumberdaya.jp/ dan www. www. Pela Mampang Jakarta 12720 – Indonesia.or. coral@env. Berbagai bentuk kerjasama terus dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung visi organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat. kehati@kehati. termasuk proyek dan inisiatif kantor-kantor regional dan Komisi. membangun kapasitas. pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat dan sumber daya alam. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang alami dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan berlanjut secara ekologis.go. yang memusatkan perhatian pada beberapa jenis. komunitas bisnis. CH-1196 Gland. perguruan tinggi. Japan. merupakan pusat GCRMN di wilayah laut Asia Timur dalam mempromosikan pemantauan internasional dan lokal. Pusat Penelitian dan Pemantauan Terumbu Karang Internasional.go. Kontribusi yang sudah diberikan IUCN termasuk mengembangkan pengetahuan ilmu pelestarian. Ministry of the Environment. Program ini dikomando dari kantor pusat IUCN. dan terdapat 42 kantor regional dan negara serta 10. Marine@iucn. Biro ini telah melakukan survei nasional mengenai terumbu karang Jepang dan telah menghasilkan peta distribusi karang. dengan sebagian besar staf pelaksana teknis di lapangan menangani permasalahan dan kondisi hukum kelautan. Alamat kontak: Jl. Bangka VIII no.org JEPANG – KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP Kementrian Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan lingkungan yang mencakup pengelolaan limbah sampai pelestarian alam di Jepang. asosiasi profesi. www. Biro Pelestarian Lingkungan dan Kementrian ini bertanggung jawab dalam pelestarian lingkungan alami termasuk terumbu karang beserta ekosistem yang terkait. Disamping itu. Switezerland. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan oleh KEHATI melalui mitra-mitranya di seluruh Indonesia. Alamat kontak: Carl Gustaf Lundin.di Indonesia.or.id 159 . mengembangkan. dan memperbaiki kebijakan dan pengaturan secara global. Ada empat program utama yang dikembangkan.jp/ YAYASAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA (KEHATI) Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) adalah organisasi nirlaba pengelola dana hibah mandiri yang dibentuk untuk memfasilitasi berbagai upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Rue Mauverney 28. Nature Conservation Bureau.id . Tokyo 100-8975. dan menerapkan alat-alat konservasi. memasang standar.

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

NOAA – NATIONAL OCEANIC AND ATMOSPHERIC ADMINISTRATION USA
NOAA merupakan lembaga dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang memiliki dedikasi untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat dan mendukung kepentingan ekonomi dengan meneliti dan memprediksi kejadian yang terkait iklim dan cuaca untuk melindungi sumber daya pesisir dan kelautan Amerika Serikat. NOAA merupakan pemantau sumber daya laut Amerika Serikat dan merupakan salah satu ketua U.S. Coral Reef Task Force, yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasi upaya Pemerintahan Amerika Serikat dalam melestarikan terumbu karang. Program Pelestarian Terumbu Karang (CRCP) NOAA menjalankan prioritas yang ada dalam National Action Plan to Conserve Coral Reefs dan National Coral Reef Action Strategy seperti pemetaan, pemantauan, penelitian, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya karang. CRCP memfasilitasi dan mendukung kerjasama dengan pihak ilmuwan, swasta, pemerinta,h dan LSM pada tingakatan lokal, daerah, nasional, dan internasional. Tujuannya adalah agar dapat mendukung pengelolaan yang tepat guna dan ilmu yang benar dalam melestarikan, menjadikan berlanjut, dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang berharga. Alamat kontak: NOAA Coral Reef Conservation Program, 1305 East-West Highway. N/ORR, Silver Spring, MD, 20910 USA; coralreef@noaa.gov; www.coralreef.noaa.gov.

REEFBASE
ReefBase mengumpulkan informasi yang dapat diperoleh mengenai terumbu karang ke dalam suatu sumber. Hal ini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi analisa dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan kualitas hidup pada masyarakat yang bergantung pada terumbu karang, dan untuk mendukung pembuatan keputusan yang terdidik mengenai pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang. ReefBase merupakan basis data resmi dari GCRMN, dan juga bagi bagi ICRAN. Kegiatan ReefBase berpusat dari WorldFish Center di Penang, Malaysia, dengan pendanaan dari United Nations Foundation (UNF). Tujuan utama dari ReefBase adalah sebagai berikut: Mengembangkan sebuah basis data antar instansi dan sistem informasi untuk informasi terumbu karang dan sumber dayanya yang terstruktur, sehingga dapat menjadi sebuah ensiklopedi terkomputerisasi dan alat analisa yang dapat digunakan dalam pengelolaan, konservasi, dan penelitian terumbu karang. Menyediakan informasi penting yang mendukung pembuatan keputusan oleh pengelola perikanan dan lingkungan di negara-negara berkembang, terutama mereka yang peduli dengan meningkatkan sumber pendapatan nelayan miskin. Berkolaborasi dengan basis data nasional, regional, dan internasional lainnya, dan fasilitas GIS yang berkaitan dengan karang, dan menyediakan informasi pada tingkatan global. Mengembangkan dan mendistribusikan prosedur analitik untuk ReefBase sehingga si penganalisa dapat memanfaatkan informasinya secara keseluruhan dan memastikan interpretasi dan sintesa yang tepat. Berfungsi sebagai pusat pemasukkan data bagi GCRMN dan ICRAN. Memperjelas kriteria untuk kesehatan terumbu dan memanfaatkannya untuk memperbaiki prosedurprosedur dalam pendataan terumbu karang dan memastikan keadaan terumbu karang di tingkat regional dan dunia. Mengetahui hubungan antara kesehatan terumbu karang, produksi perikanan, dan kualitas hidup mereka yang bergantung pada terumbu. Jika Anda memiliki pertanyaan, kritik atau yang lainnya mengenai kegiatan Reefbase, silahkan kunjungi www.reefbase.org. 160

Lembaga Sponsor, Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang

REEF CHECK FOUNDATION
Reef Check merupakan kelompok lingkungan dunia yang didirikan untuk memfasilitasi pendidikan masyarakat, pemantauan, dan pengelolaan terumbu karang. Reef Check memiliki kegiatan di lebih dari 70 negara dan wilayah terumbu karang, dimana ia memiliki tujuan untuk: mendidik masyarakat tentang permasalahan terumbu karang dan pencegahannya; menciptakan sebuah jaringan global regu-regu sukarelawan yang secara regular memantau dan melaporkan kondisi kesehatan terumbu karang dibawah bimbingan para ahli; menginvestigasi secara ilmiah proses-proses terumbu karang; memfasilitasi kerjasama antar para akademisi, LSM, pemerintah, dan sektor swasta untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang; dan memicu tindakan dari masyarakat untuk untuk melindungi terumbu asli yang masih ada dan merehabilitasi terumbu yang rusak di seluruh dunia menggunakan solusi yang berlanjut secara ekonomi dan ramah lingkungan. Di bawah kerangka kerja ICRI, Reef Check merupakan rekan kerja utama GCRMN dan ikut mengkoordinir program pelatihan GCRMN mengenai pemantauan ekologis dan sosio-ekonomi, dan pengelolaan terumbu karang di seluruh dunia. Alamat kontak: Chris Knight, PO Box 8533, Calabasas, CA 91372; rcinfo@reefcheck.org; www.ReefCheck.org.

YAYASAN TERUMBU KARANG INDONESIA (TERANGI)
Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan. Visi TERANGI adalah “Terbentuknya masyarakat yang dapat mengelola sumberdaya terumbu karang secara terpadu dan berkelanjutan untuk menghindarkan terjadinya kerusakan, pemborosan, dan hilangnya sumberdaya terumbu karang yang disebabkan oleh pengambilan yang berlebihan, penggunaan yang merusak, dan ketidak pedulian”. TERANGI bekerja melalui 6 program yaitu program penelitian terumbu karang, program kebijakan terumbu karang, program pusat data dan informasi terumbu karang, program pendidikan dan pelatihan, program penyadaran masyarakat, dan program pengelolaan sumber daya terumbu karang. Alamat kontak: Kompleks Liga Mas Blok E2 NO. 11, Jakarta 12760, Indonesia. Silvianita Timotius, terangi@cbn.net.id ; www.terangi.or.id.

UNEP – UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAMME (PROGRAM LINGKUNGAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA)
Misi dari UNEP adalah menyediakan dan mendorong adanya kerjasama dalam pemeliharaan lingkungan dengan cara menginspirasikan, menginformasikan, dan membantu setiap negara dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup mereka tanpa mengancam kehidupan di masa depan. UNEP melakukan upaya yang tertuju kepada memupuk kerangka kerja dan inisiatif pada tingkatan lokal, nasional, regional, dan global yang meningkatkan keikutsertaan pihak pemerintah dan masyarakat sipil, sektor swasta, komunitas ilmiah, para LSM, dan kawula muda, dalam bekerjasama dalam mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi oleh UNEP adalah menjalankan sebuah agenda lingkungan yang secara strategis terintegrasi dengan tujuan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat; sebuah agenda yang menuju pembangunan berkelanjutan. UNEP ikut mendanai laporan ini melalui kontribusi dari Pemerintahan Finalandia. Alamat kontak: UNEP, PO Box 30552. Nairobi, Kenya; cpiinfo@unep.org; www.unep.org

161

Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005

UNEP – CORAL REEF UNIT (CRU) (UNIT TERUMBU KARANG)
CRU merupakan lembaga pusat dalam UNEP dan sistem PBB yang membimbing dan menggerakkan kebijakan serta tindakan dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang, sehingga dapat melindungi fungsi biologi dan keanekaragaman hayatinya, yang menyediakan bahan dan jasa bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang. CRU memiliki lokasi yang bersamaan dengan sumber daya terumbu karang lainnya di UNEP-WCMC, dan bekerjasama erat dengan divisi/program di UNEP dan rekan kerjasama internasional seperti Inisiatif Terumbu Karang Internasional (ICRI) dan Jaringan Operasionalnya. Kegiatan CRU mencakup: mendukung kerjasama internasional untuk membalikkan degradasi terumbu karang; bekerjasama untuk mempromosikan pemahaman politik akan pentingnya terumbu karang; meninjau kembali dan mengintegrasikan informasi mengenai kebijakan internasional yang berkaitan dengan terumbu karang; dan mendukung kerjasama-kerjasama untuk menanggulangi permasalahan terumbu karang yang ada maupun yang berkembang, seperti terumbu karang yang tahan pada suhu dingin. Alamat kontak: Stefan Hain, UNEP Coral Reef Unit; stefan.hain@unep-wcmc.org; www.corals.unep.org, dan www.coral.unep.ch

DEPARTEMEN DALAM NEGERI AMERIKA SERIKAT
Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat merupakan kepanjangan tangan Pemerintahan Amerika Serikat dalam urusan kebijakan luar negeri. Departemen ini memiliki dedikasi dalam menciptakan dunia yang lebih aman, menjunjung demokrasi, dan kesejahteraan untuk keuntungan masyarakat Amerika dan dunia. Di dalam Departemen ini, Biro Kelautan dan Lingkungan Internasional dan Ilmu Pengetahuan bertanggungjawab dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian sumber daya alam, termasuk aspek yang terkait dengan terumbu karang dan ekosistem terumbu karang, melalui kerjasama yang luas dalam perjanjian, lembaga, inisiatif internasional, dan antar pihak swasta dan negeri. Alamat kontak: Office of Ecology and Terrestrial Conservation, Bureau of Oceans and International Affairs, U.S. Department of State, Room 4333, 2201 C. Street N.W., Washington D.C., 20520; www.sdp.gov/sdp/ initiative/icri.

WAPMERR – WORLD AGENCY OF PLANETARY MONITORING AND EARTHQUAKE RISK REDUCTION (LEMBAGA DUNIA PEMANTAU BUMI DAN MITIGASI ANCAMAN GEMPA BUMI)
Tujuan WAPMERR adalah mengurangi ancaman dari bencana, dan perencanaan upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengembangkan metode-metode estimasi kerugian, tepat setelah gempa bumi berlangsung (real-time) melalui pemantauan dengan gambar satelit, perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami, dan dengan penelitian peramalan gempa bumi. Dalam upaya di atas, WAPMERR bekerjasama dengan ilmuwan dari berbagi negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat, Jepang, India, negara-negara Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika. WAPMERR telah meluncurkan sebuah proyek guna memperkirakan ketinggian gelombang tsunami yang mungkin terjadi di seluruh dunia, disamping perhitungan waktu tempuh gelombang tsunami yang dilakukan pada saat berlangsung bencana. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (Russian Academy of Sciences). Alamat kontak: WAPMERR, Route de Jaronnant 2, CH-1207 Geneva Switzerland; Kartlos Edilashvili, k_edilatvishli@wapmerr.org, www.wapmerr.org.

162

Environment Department. Kegiatan-kegiatannya terdapat di sepanjang wilayah-wilayah utama tropis sehingga dapat menciptakan jaringan wilayah perlindungan laut yang melindungi kesatuan ekologis dari sistem terumbu yang besar. Mengurangi kerentanan terhadap kerusakan lingkungan. DC.org. Bank ini memiliki komitmen untuk mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan ke dalam programnya. WorldFish Center merupakan suatu badan otonomi swasta yang non-profit. Program dan Jaringan Pemantauan Terumbu Karang WORLD BANK – ENVIRONMENT DEPARTMENT (DEPARTEMEN LINGKUNGAN – BANK DUNIA) Bank Dunia merupakan institusi pendanaan internasional yang memiliki dedikasi untuk memberantas kemiskinan. Alamat kontak: PO Box 500 GPO.cgiar. dan di saat yang bersamaan memastikan keberlanjutan dari kesatuan sistem-sistem penting ini untuk generasi yang akan datang. 1818 H St. www. mencakup berbagai sektor dan wilayah melalui jalur-jalur pendanaannya. NW. l. mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang rentan. Jamie Oliver. Dukungan untuk pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari terumbu karang sesuai dengan tema tersebut. Tantangan yang dihadapi oleh Bank Dunia.oliver@cgiar. seperti ICRI dan GCRMN.Lembaga Sponsor. 20433 USA. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Departemen Lingkungan. Lingkungan memiliki peran yang tak tergantikan dalam menentukan kesejahteraan fisik dan sosial suatu masyarakat. dan kualitas udara yang semakin buruk.org/icm. Malaysia. dan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan kepada rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan. WorldFish Center memiliki fokus untuk menanggulangi permasalahan perairan dunia besar yang mempengaruhi negara-negara berkembang dan untuk mendemonstrasikan solusi-solusi kepada para pengelola di seluruh dunia.gefcoral. dan adalah badan internasional yang berdiri sejak 1977.worldbank. membantu masyarakat pesisir dalam mengelola daerah perlindungan laut secara efektif. serta pelestarian lingkungan dan sumber daya air.org WORLDFISH CENTER Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai ICLARM ini. Sebagai akibatnya.7 juta anggota dan jaringan dunia yang mencakup 96 negara. dengan kantor pusat di Penang. Di saat kemiskinan terus diperparah oleh keadaan darat. Washington. www. memiliki dedikasi untuk menjalankan peran aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemberantasan kemiskinan di negara-negara berkembang. adalah untuk membantu masyarakat memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari pengelolaan terumbu karang yang berkelanjutan daripada memenuhi kebutuhan secara langsung. WWF memimpin upaya-upaya perlindungan ekosistem kelautan dunia dengan cara: melestarikan terumbu karang tropis dan perairan dingin.org. memperbaiki kesehatan masyarakat. pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia di sebagian besar negara berkembang terus bergantung kepada kekayaan sumber daya alam dan barang serta jasa yang berasal dari lingkungan. karena terumbu karang memiliki potensi untuk mempengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. The World Bank. Misi yang dimiliki adalah menghentikan degradasi lingkungan alami dunia dan membangun masa depan dimana manusia hidup selaras dengan alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati. WWF telah menjadi lembaga penting 163 . Organisasi ini memiliki visi untuk pemberantasan kemiskinan. dengan lebih dari 4. www. dan meningkatkan pendapatan dengan melindungi lingkungan merupakan ciri khas dari Strategi Lingkungan Bank Dunia. beserta berbagai rekan kerjanya. Kegiatan yang dilakukan berupa upaya menguntungkan masyarakat miskin. dan menghentikan praktik-praktik perikanan yang merusak.org/iclarm/ WWF – WORLD WILDLIFE FUND WWF adalah organsasi pelestarian independen dan paling berpengalaman dan terbesar di dunia. silahkan menghubungi: Marea Hatziolos. 10670 Penang. Mhatziolos@worldbank. air. Malaysia. kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkecukupan gizi.

mengurangi mortalitas akibat tangkapan samping dari jenis-jenis rentan (seperti paus dan penyu).org dan WWF di Belanda melalui Sian Owen. www. 1250 Twenty-Fourth Street. menghentikan perdagangan ilegal satwa laut dan mengubah kebijakan pemerintah yang tidak mengindahkan jaringan kehidupan laut. 164 . or Helen Fox. WWF. SOwen@wwf.Status Terumbu Karang di Negara-negara yang Terkena Dampak Tsunami 2005 dalam mempromosikan insentif perdagangan inovatif yang memberikan imbalan kepada praktik perikanan yang baik. Helen. WWF juga bekerja dalam memperbaiki pengelolaan perikanan.fox@wwfus. anita.org. Alamat kontak: Anita Van Breda. NW.org. Washington.worldwildlife.vanbreda@wwfus.nl. DC 20037.