Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041

TEKNOLOGI PASCA PANEN
Produk pascapanen hortikultura segar buah-buahan dan sayur-sayuran adalah produk yang masih hidup dicirikan dengan adanya aktivitas metabolisme yaitu respirasi. Respirasi adalah proses oksidasi dengan memanfaatkan gula sederhana dimana dengan keterlibatan enzim dirubah menjadi CO2, H2O dan energi kimia berupa adenosin triphosphate (ATP) disamping energi dalam bentuk panas. Karena suplai karbohidrat terputus karena aktivitas fotosintesis terhambat setelah panen untuk produk sayuran dan suplai terputus dari tanaman induknya untuk buah-buahan, maka semua suplai untuk aktivitas respirasi hanya berasal dari tubuh bagian tanaman yang dipanen itu sendiri. Akibatnya, selama periode pascapanennya terjadi kemunduran-kemunduran mutu kesegarannya. Kemunduran ini akan dibarengi dengan tumbuh dan perkembangan agen-agen perusak lainnya seperti mikroorganisme pembusuk dan serangga perusak. Produk pascapanen hortikultura segar juga sangat mudah mengalami kerusakankerusakan fisik akibat berbagai penanganan yang dilakukan. Keru sakan fisik ini terjadi karena secara fisikmorfologis, produk hortikultura segar mengandung air tinggi (85 -98%) sehingga benturan, gesekan dan tekanan sekecil apapun dapat menyebabkan kerusakan yang dapat langsung dilihat secara kasat mata dan dapat tidak terlihat pada saat aktifitas fisik tersebut terjadi. Biasanya, untuk kerusakan kedua tersebut baru terlihat setelah beberapa hari. Kerusakan fisik ini menjadi entry point yang baik sekali bagi khususnya mikroorganisme pembusuk dan sering menyebabkan nilai susut yang tinggi bila cara pencegahan dan penanggulangannya tidak direncanakan dan dilakukan dengan baik. Saat panen, produk segar telah dilabui oleh beragam macam mikroorganisme di bagianpermukaan produk dan dapat pula berada di dalamnya. Mikroorganisme patogenik yang berada di dalam produk dapat belum berkembang selama pertumbuhan bagian yang dipanen masih berada pada tanaman induknya dan melakukan pertumbuhan dan perkembangan setelah panen (infeksi laten). Mikroorganisme yang melabuhi permukaan produk beragam mulai dari yang saprofit dan patogenik. Bila terjadi kerusakan mekanis ataupun kemunduran fisiologis pada produk, maka mikroorganisme patogenik akan tumbuh dan berkembang menyebabkan pembusukan. Demikian pula dengan serangga pengganggu seperti lalat buah, peletakan telur lalat biasanya terjadi saat buah masih berkembang di lapangan. Telur ini baru tumbuh dan berkembang menjadi larva atau ulat setelah buah mengalami pemasakan selama periode pascapanennya. Beragam cara pengendalian telah dikembangkan dan digunakan untuk tujuan komersial baik dengan menggunakan bahan kimia, perlakuan fisik, musuh alami dan induce resistance. Keragaman ini juga dibarengi dengan adanya regulasi-regulasi penggunaannya terkait dengan aspek kesehatan masyarakat dan lingkungan. Produk hortikultusa yang telah dipanen dari induk tanamannya masih melakukan aktivitas metabolisme namun aktivitas metabolismenya tidaklah sama dengan pada waktu produk tersebut masih melekat pada induknya. Berbagai macam stress atau gangguan dialaminya mulai dari saat panen, penanganan pascapanen, distribusi dan pemasaran, ritel dan saat ditangan konsumen seblum siap dikonsumsi atau diolah. Stress terjadi karena kondisi hidupnya tidak pada kondisi normal saat di lapangan. Kondisi stress diakibatkan oleh perlakuan-perlakuan pascapanennya seperti kondisi suhu, atmosfer, sinar serta perlakuan-perlakuan fisik diluar batas kehidupan normalnya. Stress adalah gangguan, hambatan atau percepatan proses metabolisme normal sehingga dipandang tidak menyenangkan atau suatu keadaan negatif. Beragam teknologi pascapanen yang telah dikembangkan pada intinya ditujukan untuk mengelola stress yang terjadi sehingga dapat bermanfaat bagi manusia. Pengelolaan stress ditujukan untuk memperpanjang masa kesegaran atau masa simpa produk. Stress primer dapat diakibatkan n oleh kondisi fisiologis diluar dari keadaan normalnya serta adanya kerusakan mekanis yang biasanya diikuti oleh stress sekunder berupa tumbuh dan berkembangnya agen -agen perusak seperti mikroorganisme pembusuk dan larva dari serangga perusak. Salah satu pengelolaan stress pascapanen adalah untuk menghindari dan/atau menanggulangi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dan serangga perusak produk segar tersebut. Berbagai cara telah dikembangkan untuk membunuh agen perusak tersebut terlebih lagi untuk keperluan ekspor, beberapa negara telah mensyaratkan untuk mememberikan perlakuan sebelum produk tersebut dikapalkan ke negara tujuan ekspor.

1

dimana ada yang menguntungkan dan sangat merugikan bila tidak dapat dikendalikan yaitu timbulnya kerusakan atau kebusukan. pembersihan dan pencucian. faktor lingkungan : suhu. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan pasca panen 1. keanekaragaman varietas dan didukung oleh iklim yang sesuai untuk buah-buahan tropika akan menghasilkan berbagai buahbuahan yang sangat bervariasi dan menarik. ditentukan juga oleh faktor penanganan pasca panen yang secara umum mulai dari pemanenan. perubahan komposisi kimia.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 PENANGANAN PASCA PANEN 1. 2. disamping itu dengan areal yang cu kup luas sehingga dapat menghasilkan buah-buahan yang cukup potensial disamping komoditi lainnya. disamping ditentukan oleh perlakuan selama penanganan on-farm. penyimpanan dan pengangkutan. sortasi. akan mengalami perubahan akibat pengaruh fisiologis. hal ini akan mengakibatkan tidak dapat dimanfaatkan lagi. pengumpulan. kimiawi. parasitik atau mikrobiologis.40 %. komposisi atmosfer dan etilen. Agar terhindar dari kerusakan-kerusakan yang dapat menurunkan mutu buah perlu diperhatikan perlakuan-perlakuan yang diberikan. sehingga merupakan suatu kehilangan (loss). pemeraman. PENANGANAN PASCA PANEN BUAH Potensi pengembangan buah-buahan di indonesia sangat besar. SKEMA RANTAI PENANGA NAN PASCA PANEN BUAH PEMANENAN PEGUMPULAN SORTASI PENCUCIAN GRADING PENGEMASAN PELILINAN PEMERAMAN PENYIMPANAN TRANSPORTASI 2 . fisik. faktor biologi : respirasi. untuk menghasilkan buah-buahan dengan kualitas yang baik. 25 . Buah-buahan apabila setelah dipanen tidak ditangani dengan baik. kehilangan air. grading. di indonesia kehilangan buah-buahan cukup tinggi. produksi etilen. pengemasan. kelembaban.

6. Pengemasan Pengemasan berfungsi untuk melindungi buah-buahan dari kerusakan fisik selama pengangkutan. 4. Perlakuan/tindakan penanganan dan spesifikasi wadah yang digunakan harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik buah yang ditangani. fisik. baik dikebun maupun rumah pengemasan. 5. jumlah hari setelah keluarnya bunga. Sedangkan pengemasan untuk tingkat pengecer (disebut kemasan dalam) biasanya terbuat dari film plastik. 3.untuk melepaskan pisang dari tandannya digunakan alat penyisir pisang yang dibuat dari bahan besi tempa dan dapat dibuat sendiri oleh petani. 4. 2. Pelilinan 3 .umumnya pemilahan ini masih dilakukan secara visual dan manual. 2. bambu atau karton bergelombang. perhitungan jumlah hari setelah persemaian (penanaman). kertas.Produk harus diletakkan ditempat yang teduh. Pencucian Pencucian dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran (tanah) serta residu pestisida (insektisida atau fungisida). bintik.Dilakukan secara hati hati dan harus bebas dari luka. Sortasi Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah-buahan yang luka. dan metode fisiologis. cara pemetikan yang baik adalah dengan alat petik berkantong yang dapat diatur panjang pendeknya.Pada tingkat kematangan yang cukup . Pemanenan Mutu buah-buahan yg baik hanya akan diperoleh bila dipanen : . Buah-buahan harus dihindarkan dari kontak langsung dengan sinar matahari.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 1. Wadah sebagai tempat penampung sementara antara lain berupa keranjang. selama grading harus diusahakan agar terhindar dari kontak sinar matahari langsung. atau karung goni yang digunakan untuk mengangkut hasil panen dari lapang ke gudang penyimpanan. Tingkat kematangan buah-buahan dapat ditentukan dengan cara visual. sortasi dilakukan dilapangan dan dirumah pengemasan baik secara manual maupun mekanis. dapat dilakukan dengan cara menyikat buah dengan sikat halus. warna. busuk dan cacat lainnya untuk menghindari penyebab infeksi ke produk lain. . peti. 3. analisis kimia. 7.berat dan ukuran. rotan. bahan pengemas luar bisa terbuat dari kayu. Lokasi pengumpulan atau penampungan harus dekat dengan tempat pemanenan.Dilakukan pada suhu udara belum terlalu panas . plastik tercetak atau bahan campuran dari kertas dan plastik. Pengumpulan Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Grading Grading bertujuan untuk memisahkan produk berdasarkan mutu. penyakit dan kerusakan lainnya.

4 . Pemeraman Pemeraman(ripening) adalah proses untuk merangsang pematangan buah agar matang merata dengan menggunakan bantuan gas karbit atau etilen dan suhu yang digunakan berkisar 18-28°c dan harus diperhatikan karateristik biologis/fisiologis dari komoditas tersebut dengan tidak mencampurkan komoditas yang mempunyai sifat/karateristik fisiologis yang berbeda dalam satu tempat atau satu proses. map (modified atmosphere packaging). meningkatkan umur simpan. 8. beberapa hal yang harus dilakukan adalah : (a) mengetahui faktor biologis dan lingkungan penyebab kerusakan. Buah yang diangkut agar dijaga dari kemungkinan terjadi benturan. 2. Kehilangan/kerusakan hasil produk sayuran secara kualitas dan kuantitas terjadi pada tahap panen sampai dengan tahap produk siap dikonsumsi. mengurangi perkembangan penyakit mengganti bahan lilin alami pada buah selama pencucian. 9. 10. Untuk mengurangi susut tersebut. Transportasi Perlu diperhatikan sifat/karakteristik jenis produk yang diangkut. Penyimpanan Tujuan penyimpanan adalah untuk mempertahankan mutu dan kesegaran buah -buahan serta untuk memperpanjang masa simpannya. Rata-rata kehilangan/ kerusakan hasil produk sayuran diperkirakan 5 25% untuk negara-negara yang telah maju.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 Pelilinan merupakan perlakuan khusus bagi beberapa buah yang bertujuan untuk mengurangi kehilangan air. gesekan dan tekanan yang terlalu berat sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau menurunnya mutu produk tersebut. Buah yang diangkut sebaiknya terhindar dari sinar matahari secara langsung selama pengangkutan. melindungi dari luka dan memperbaiki penampilan buah. dan (b) menggunakan teknologi penanganan pasca panen yang bena diantaranya pengemasan dan penyimpanan yang r. sehingga kehilangan hasil produk dapat ditekan pada setia p rantai penanganan pasca panen dan meningkatkan mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomis dan daya saing produk. dalam batas-batas tertentu proses fisiologis ini akan mengakibatkan perubahan-perubahan yang menjurus pada kerusakan/kehilangan ha sil. bahan lilin harus dari bahan yang aman untuk dikonsumsi. serta alat/sarana pengangkutan yang digunakan. Hal ini untuk menjamin mutu buah agar tetap dalam kondisi prima sampai ke tangan konsumen. berbagai teknologi penyimpanan telah banyak dilakukan untuk mempertahankan umur simpan buah diantaranya dengan metode cas ( controlled atmosphere storage). PENANGANAN PASCA PANEN SAYURAN Produk hortikultura seperti sayuran merupakan komoditas yang mudah rusak dan masih mengalami proses hidup (proses fisiologis). lamanya perjalanan. dan 20 50% untuk negaranegara berkembang. Penanganan pasca panen buah-buahan mempunyai kedudukan yang sama dengan penanganan sebelum panen (budidaya).

okra. perubahan komposisi kimia. SKEMA RANTAI PENANGA NAN PASCA PANEN SAYU RAN PEMANENAN PEGUMPULAN SORTASI PENCUCIAN GRADING PENGEMASAN PENYIMPANAN TRANSPORTASI 5 . slada brokoli. bawang putih. seledri air asparagus. 4. Faktor biologi : respirasi. bawang perai. jamur. dan komposisi atmosfer. jagung manis. 2. dan transpirasi. Kelas Paling rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Paling tinggi Komoditi > 60 Tahapan penanganan pasca panen sayuran Agar terhindar dari kerusakan yang dapat menurunkan mutu sayuran perlu diperhatikan perlakuan penanganan pasca panennya. snap bean. produksi etilen. parsely No 1. Faktor lingkungan : suhu. tomat. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan pasca panen sayuran 1. 5. kembang kol. 2. kelembaban. 6. bayam. kentang wortel. ketimun.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 tepat. Klasifikasi Sayuran Berdasarkan Laju Respirasinya Laju Respirasi (mg co2/kg-hr) <5 5 10 20 40 10 20 40 60 sayuran seledri. kale. kubis cina wortel dengan daun. kecambah. sehingga akan memperlambat kebusukan dan dapat mempertahankan kesegaran produk pada tingkat optimal. 3.

rupa. Grading Atau Pengkelasan Pengkelasan dimaksudkan untuk mendapatkan sayuran yang bermutu baik dan seragam dalam satu golongan /kelas yang sama sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan atau atas pemintaan konsumen. Perlakukan/tindakan penanganan dan spesifikasi wadah yang digunakan harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik komoditi sayuran. masih adanya sisa tangkai putik. dan cacat lainnya. adanya daun daunan tua di bagian luar yang kering dan penuhnya buah. perbandingan zat padat dengan asam. c. dan kandungan zat pati. 4. 5. b. misalnya gunting atau pisau/parang tajam. cacat atau busuk.Jangan sampai sayuran hasil panen terjatuh. bentuk. D. permukaan bagian dalamnya halus dan mudah dibersihkan. 3. Pembersihan/pencucian Pencucian dilakukan agar sayuran terbebas dari kotoran. yaitu : a. C. Analisis kimia : mengukur kandungan zat padat. Pencucian dengan air juga berfungsi sebagai pre-cooling untuk mengatasi kelebihan panas yang dikeluarkan produk saat proses pemanenan. 6 . Dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir yang bertujuan untuk menghindari kontaminasi. Sortasi Sortasi merupakan kegiatan memisahkan sayuran yang berkualitas kurang baik.Gunakan alat panen.Wadah/keranjang penampung hasil panen harus kuat. Metode fisiologis : pengukuran pola respirasi yaitu perbandingan antara co2 dan o2. hama dan pen yakit. 2. tergores. memar dan sebagainya. Pemanenan Pemanenan sayuran harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai terjatuh. agar tidak terjadi penyusutan atau penurunan kualitas akibat pengangkutan dari dan ke tempat penampungan. warna. peti atau karung goni. Fisik : mudahnya buah terlepas dari tangkai atau adanya tanda merekah. d. Perhitungan jumlah hari setelah berbunga dan unit panas. karena luka yang disebabkan oleh hal tersebut akan menyebabkan terjadinya pembusukan akibat peningkatan laju respirasi. yaitu membuang bagian yang tidak diperlukan seperti daun tua. Lokasi pengumpulan harus didekatkan dengan tempat pemanenan.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 1. Pada proses sortasi dilakukan proses pembersihan. Penentuan waktu panen sayuran yang siap dipanen dapat dilakukan dengan berbagai cara. besar. Visual : dengan melihat warna kulit. busuk dan bentuknya tidak normal dari sayuran yang berkualitas baik. Produk segar harus dihindarkan dari kontak langsung sinar matahari. B. ketegaran dan berat jenis. . E. seperti cacat. . luka. Pengkelasan dilakukan berdasarkan berat. asam. Pengumpulan Beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap pengumpulan adalah : a. Wadah sebagai tempat penampung antara lain berupa keranjang. ukuran. Untuk menghindari kerusakan sayuran pada saat pemanenan perlu diperhatikan : . bebas dari penyakit.

mulus. 3) tangkai bunga cukup panjang dan k uat. dan melalui udara. Pendinginan dengan udara (dingin) yang mengalir (air cooling). (b) tidak menghambat lolosnya panas bahan dan panas pernapasan dari produk. beberapa jenis bunga potong yang terkenal di indonesia adalah anggrek. Tanaman hias yang bernilai ekonomis sebagai bunga potong harus memenuhi persyaratan yakni.Kemasan harus cocok dengan kondisi pengangkutan dan harus dapat diterima oleh konsumen dalam keadaan baik. Untuk mengurangi kehilangan hasil yang disebabkan oleh kerusakan yang sering timbul setelah panen pada tanaman hias seperti layu. yaitu : (a) melindungi sayuran dari kerusakan mekanik. 3) tanaman hias pot. patahnya batang dan daun. dan (c) kemasan pengisi atau kemasan tersier. 4) bunga tidak mudah rusak dalam pengepakan dan. Transportasi Pengangkutan sayuran dapat dilakukan melalui jalan darat. bentuk konstruksi dan bahan yang dipakai. PENANGANAN PASCA PANEN TANAMAN HIAS Tanaman hias dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kelompok yakni. 1) berwarna indah. hal ini untuk menjamin mutu sayur agar tetap dalam kondisi prima sampai ke tangan konsumen. pada tahap ini. Pengemasan Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pengemasan : . serta lepasnya kelopak bunga. kehilangan hasil produk dapat ditekan pada setiap rantai penanganan pasca panen dan mempertahankan mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomis dan daya saing produk. gerbera dll. Pendinginan dengan merendam dalam air dingin mengalir atau dengan pencucian dengan air dingin (hydro cooling). Kelompok tanaman hias bunga potong umumnya lebih banyak diminati karena bernilai ekonomis ti ggi dengan warna n bunga yang menarik dan volume bunga yang dapat mencapai jumlah yang besar. 1) bunga potong. melalui laut. penanganan pasca panen bunga merupakan 7 . bersih. . 8. Pendinginan dengan cara kontak dengan es (ice cooling). kemasan harus sudah memenuhi beberapa persyaratan. mawar. 7. dan 4) tanaman hias untuk pertamanan lansekap. 3.Harga dan bentuk kemasan harus sesuai dengan nilai sayuran yang dikemas. tidak bernoda dan baunya wangi tidak menyengat. maka diperlukan perhatian khusus pada penanganan pasca panennya ag produk ar mempunyai fase hidup atau daya simpan yang lama.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 6. B.Kemasan dibagi menjadi : (a) kemasan konsumen atau konsumen primer. anyelir. . gladiol. . 2) daun potong. Penyimpanan dan pendinginan Pendinginan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu : A. Penanganan pasca panen sayuran mempunyai kedudukan yang sama dengan penanganan budidaya. dan (c) mempunyai kekuatan konstruksi yang cukup untuk mengatasi penanganan dan penumpukan yang wajar.Kemasan harus memberi perlindungan terhadap sifat mudah rusak sayuran yang menyangkut ukuran. C. (b) kemasan transportasi atau kemasan sekunder. krisan. 5) bunga dihasilkan oleh tanaman yang subur dan mudah berbunga tanpa mengenal musim. 2) bunga dapat bertahan lama setelah dipotong.

4. yaitu pangkal tangkai bunga harus direndam di dalam air yang dicampur dengan suatu bahan nutrisi tanaman. Bunga diperiksa/diteliti satu persatu untuk melihat kedaan bunganya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penanganan pasca panen tanaman hias. Umumnya penanganan pasca panen tanaman hias lebih banyak dilakukan untuk kelompok tanaman hias bunga potong dibanding dengan kelompok tanaman hias yang lain. Pengangkutan ke Tempat Sortasi Setelah selesai dikumpulkan. misalnya gula (glukosa). 7.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 suatu kegiatan yang memberikan perlakuan-perlakuan terhadap bunga. Pemanenan Waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari. sebaiknya pangkal tangkai bunga direndam dulu di dalam bak berisi air bersih agar bunga tidak cepat layu. terhindar dari percikan air atau kotoran lainnya. Penyakit Tahapan penanganan pasca panen tanaman hias bunga potong 1. Tempat bunga tersebut hendaknya disimpan pada suatu tempat yang teduh dan aman. Di tempat sortasi. hal ini karena pertimbangan nilai ekonomis bunga potong dengan warna yang menarik dan volume bunga potong yang dapat mencapai jumlah besar saat dilakukan pengiriman atau pemasarannya. 2) memperkecil transpirasi. 5) memperoleh harga yang tinggi. sehingga bunga terjaga dari kerusakan yang dapat menurunkan kualitas bunga. agar bunga tidak cepat layu. Persediaan air 5. 8 . Penanganan pasca panen tanaman hias khususnya bunga potong bertujuan untuk: 1) memperkecil respirasi. 3) mencegah infeksi atau luka. tingkat kemekaran bunga. Persediaan bahan makanan 3. bila waktu untuk melakukan sortir bunga masih lama. pukul 06.00 waktu setempat.00 -08. maka perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pasca panennya yakni : 1. Pertumbuhan mikroorganisme Kualitas air Etilen Kerusakan mekanis 9. bunga diangkut ke tempat sortasi untuk disortir dan diseleksi. Untuk menerapkan penanganan pasca panen tanaman hias bunga potong secara baik dan benar. 2. dipisahkan menurut jenis dan warna bunga. Sortasi dan Seleksi Kualitas Bunga hasil panen diletakkan di atas meja. Panen bunga juga bisa dilakukan pada sore hari akan tetapi bunga yang telah dipotong sebaiknya diperlakukan secara khusus. Pengumpulan bunga yang telah dipotong Bunga-bunga yang telah dipotong langsung dikumpulkan di dalam wadah (tempat bunga) yang sesuai dengan kebutuhan setiap jenis bunga. Temperatur 4. setelah bunga tersebut dipanen sampai bunga itu diterima oleh konsumen. Kematangan bunga (flower maturity) 2. 6. 3. 4) memelihara estetika. 8.

5.01 0. 6. Perendaman dengan Larutan Sebagai Pengawet Pengawetan bertujuan untuk memperpanjang kesegaran bunga potong. Merupakan perlakuan pemberian air pada bunga yang layu dengan pendinginan. dan beberapa bunga lainnya. dimana isi per bungkusnya 10 tangkai. Holding solution Merupakan larutan tempat dicelupkannya bunga -bunga sampai terjual atau larutan yang digunakan oleh konsumen untuk keragaan bunga. holding. besar-kecilnya. Pembungkusan Setelah diikat menurut aturan jumlahnya. dan tegar-lemasnya (vigor). 7. hydroxyquinoline citrate (HQC). Conditioning . tetapi glukosa dan fruktosa juga efektif. diikat dengan menggunakan tali atau karet menurut aturan jumlahnya. Agen pembasah (0. dan air harus diasamkan dengan asam sitrat.1%) dapat ditambahkan. dan pembukaan kuncup. lurus-bengkoknya. 9 . Penyimpanan untuk persediaan (stok) dilakukan untuk jangka waktu yang agak lama bunga harus disimpan di dalam ruang penyimpanan berpendingin ( old c storage) dengan temperatur sekitar 50 C dan kelembaban udara yang tinggi. Sumber energi yang digunakan umumnya adalah sukrosa. Di Kebun Ciputri. serta kebersihan daunnya. bunga harus dikemas dalam kardus/karton atau kontainer plastik yang berukuran sesuai dengan panjang maksimal bunga. dalam satu kardus berukuran 100 x 40 x 40 cm dapat diisi dengan 25 bungkus chrysant. anggrek. Pada umumnya bahan penyusun larutan pengawet adalah sumber energi. 9.5. sehingga bung bisa a diatur rapi dan tetap terjaga kualitasnya. atau almunium sulfat pada pH mendekati 3. menggunakan air deionized yang mengandung obat pembasmi kuman. bahan penurun pH. Pengikatan/Pengelompokan Bunga ( Bunching) Pada umumnya bunga dilakukan pengikatan / pengelompokan. pulsing. kecuali anthurium. 8. Pulsing Merupakan perlakuan dalam jangka waktu yang pendek setelah pemanenan. Bunga dan daun -daunan yang telah diseleksi dan ditentukan kriteria grading-nya. biosida. senyawa anti etilen dan zat pengatur tumbuh. Zat pengawet digunakan pada empat macam perlakuan yaitu : conditioning.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 keadaan tangkai bunga yang meliputi panjang-pendeknya. Penyimpanan Penyimpanan sementara dilakukan untuk penyimpanan bunga dalam jangka waktu pendek (kurang dari 1 hari) bunga bisa disimpan pada suhu ruang dengan merendam pangkal tangkainya di dalam bak berisi air bersih. yaitu proses perendaman dalam larutan yang mengandung nutrisi (glukosa atau sukrosa) dalam jumlah yang tinggi dan anti oksidan. Pembungkusan ini bertujuan untuk menjaga agar bunga terhindar dari kerusakan (lecetlecet) sehingga kualitas bunga tetap terjaga. Untuk carnation dapat digunakan kardus berukuran 80 x 40 x 20 c yang dapat menampung 24m. bunga haru segera dibungkus dengan kertas atau s plastik pembungkus sesuai dengan jenis bunga yang akan dibungkus. Pengepakan Untuk pengiriman ke tempat penjualan. sekitar 90%.

Pengiriman ke Tempat Penjualan Pengiriman bunga ke tempat penjualan dilakukan dengan menggunakan mobil boks yang mempunyai pengatur udara ruangan (air conditioner). Jika bunga bersisa di toko beberapa hari. Selama perjalanan. dengan isi 10 tangkai / bungkus. Fumigasi Fumigasi hanya dilakukan apabila bunga tersebut akan di ekspor. Kerugian dari fumigasi adalah dapat menurunkan vase life dari bunga yang difumigasi. dan 40 x 20 m untuk carnation diberi lubang -lubang. 10 . Penanganan Eceran Setelah bunga tiba. sebagai tempat pegangan tangan dan juga untuk ventilasi udara di dalam kardus. dan negara tujuan ekspor mengharuskan perlakuan fumigasi ini. bunga ditempatkan pada ruang pendingin untuk beberapa jam. bunga dipotong pada pangkal batang ± 2 cm dan kemudian bunga ditempatkan segera pada ruang dingin.Nama : wigati puji lestari Nim : 05061007041 30 bungkus carnation. temperatur di dalam 0 box mobil diusahakan rendah dan stabil pada temperatur sekitar 12 C. bunga tersebut diletakkan pada ember yang bersih atau jamban (vas) berisi bahan pengawet. Untuk pengiriman jarak jauh dapat dilakukan lewat kargo udara . 11. 12. 10. Pada bidang -bidang yang berukuran 40 x 40 cm untuk kardus chrysant. Sesudah bungkus dibuka. sehingga kesegaran bunga tetap terjaga dan bunga diterima konsumen dalam keadaan baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful