B. PENGERTIAN RASMUL QURAN Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Quran.

Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan ‘atsar dan ‘alamah. Sedangkan alQuran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf- mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh Banyak Orang) dan mempelajarinya suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Fatihah dan di akhiri dengan surat an-Nas. Dengan demikian, rasm al-Quran berarti bentuk tulisan al-Quran. Para ulama lebih cendrung menamakannya dengan istilah rasm mushaf. Ada pula yang menyebutnya rasmul utsmani. Ini wajar karena khalifah Utsman lah yang merestui dilakukannya penulisan al-Quran. Rasmul mushaf merupakan ketentuan atau pola yang digunakan oleh Utsman bin Affan beserta sahabat- sahabat lainya dalam penulisan al-Quran yang berkaitan dengan susunan huruf- hurufnya yang terdapat dalam mushaf- mushaf yang dikirim ke berbagi daerah dan kota serta mushaf alimam yang berada di tangan khalifah Utsman bin Affan itu sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa rasmul al-Quran itu adalah bentuk penulisan alQuran yang sebagian ulama menyebutnya dengan rasm mushaf dan sebagian ulama yang lain menyebutnya dengan rasm Utsmani. Terlepas dari apapun namanya kata kuncinya adalah “bentuk tulisan” dari al-Quran itu sendiri. C. PENDAPAT ULAMA TENTANG RASMUL QURAN Berbagai pendapat tentang rasmul Quran berkaitan dengan permasalahan, apakah rasmul Quran merupakan tauqifi (ketetapan) dari Nabi Muhammad saw. ataukah bukan. Mengenai permasalahaan ini, muncul dua pendapat dikalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul quran adalah bukan tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Menurut kelompok pertama, bahwa rasmul Quran adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah saw. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubaraq yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz adDabbagh. Ia menyatakan bahwa, tidak seujung rambut pun huruf al-Quran yang ditulis atas kehendak seorang sahabat Nabi atau yang lainya. Ditambahkan oleh Manaa’ Khalil al- Qathan, dan sesungguhnya dia (al-Quran, pen) adalah tauqifi dari Nabi dan dialah yang memerintahkan kepada mereka untuk menulisnya dalam bentuk yang dikenal hingga sekarang. Termasuk tambahan huruf ‘alif’ dan penguranganya, yaitu rahasia yang dikhususkan Allah SWT. bagi kitab AlQuran (aziz) yang merupakan suatu kekhususan yang tidak diberikan kepada kitab

Tetapi ada sedikit perbedaan yaitu menurut al-Qaththan. Kewajiban itu tidak terdapat dalam Nash al. Sedangkan kelompok kedua menurut Ash-Shalih sebagaimana dikutib oleh Adnan mengatakan bahwa. tulisan berasal dari Hirah.samawi lainya. telah masuk didaerah Siria Utara dan mencapai puncak keberhasilan penyebarannya yang sama ke daerah. jangan merapatkan lubang huruf “miim” tulislah lafat “Allah” yang baik. Kemudian letakan qalam -mu pada telinga kiri. ia akan selalu mengingat engkau”. panjangkanlah lafat “ar-rahmaan” dan tulislah lafat “ar-rahim” yang indah.Quran maupun Hadits Nabi Muhammad SAW.huruf dengan kalam (pena).Qaththan sependapat dengan Ash. Proses transformasi ini kemungkinan berlangsung di Madyan atau di kerajaan Gassanid (Gasaniyah) dibawah pengaruh perniagaan. Tulisan Arab menurut teori terpopuler dikalangan sarjana Barat bahwa berasal dari tulisan Kusrfi Nabthi (Nabathen). Karena Rasulullah SAW. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al. tetapi Ash-Shalih mengatakan rentangkanlah hurup baa. khususnya di Mekkah atau pun di Madinah. Tidak ada petunjuk khusus yang mengisyaratkan bahwa penulisan rasmul Quran dan pencatatan serta penulisan hanya dilakukan dalam bentuk khusus atau dengan cara tertentu yang tidak boleh ditinggalkan. memberikan isyarat bahwa dibolehkannya penulisan al-Quran dengan rasm yang paling mudah.Quran untuk menggunakan rasm selama itu ( baca. rentangkanlah huruf “Yaa” bedakan huruf “sin”. Allahu wa’lam bissawab.daerah yang menggunakan bahasa Arab Utara.beda. Pendapat ini didasarkan kepada suatu riwayat yang mengatakan bahwa ingatlah sesungguhnya Nabi pernah bersabda kepada muawiyah : “Hanya satu kitab wahyu : hambillah tinta. Maka sangat memungkinkan al-Quran ditulis dengan huruf Kufi dan huruf dizaman kuno. mereka berpandangan bahwa. mana yang benara. Penulis melihat Manna’ al. Usman bin Affan) yang dikatakatan kewajiban hanyalah diketahui dari berita – berita yang didengar. Sedangkan dikalangan sejarawan Arab. tulislah huruf.sebuah kota di Eufrat. rasmul Quran tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Dikisahkan bahwa tulisan Arab sampai ke Mekkah . memerintahkan penulisannya tanpa menjelaskan bentuk tulisan (baca : Rasm) tertentu dan beliau tidak melarang siapapun yang menulis al-Quran. Pendapat ini dipelopori oleh Qhadi Abu al-Baqilani. yang ditransformasikan ke dalam karakter tulisan Arab pada abad IV atau V. Sehingga bentuk tulisan mushaf pun berbeda. rentangkanlah huruf Yaa. maka rasmul Quran juga mu’jiz. Ia mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Quran. Setiap orang boleh menulis mushaf dengan cara yang sudah lazim dan menjadi kebiasaannya atau dengan caranya sendiri yang menurutnya paling mudah dan paling baik. Allah SWT. Sama halnya dengan susunan al-Quran itu mu’jiz (membuat lawan tidak berdaya). tulisan ini kemudian menyebar ke utara dan selatan.Shalih dalam hal ini. demikian pula dengan ijma’ ulama. Bahkan sunnah Rasulullah SAW. Pada permulaan abad ke VI.sebuah kota di dekat Babilonia dan Anbar. sebelah barat laut kota Baghdad sekarang.

tulang. Hawwas.orang tertentu yang ditemuinya dalam perjalanan – perjalanannya. Bentuk tulisan ini sangat mirip dengan tulisan orang. ‘Abdullah Ibn al-Zubair.usul kedua tulisan ini tidak begitu diterima oleh sejarawan Arab. seperti di batu. yang melihat bahwa tulisan musnat yang bersumber dari tulisanArami (Aramik) yang masuk ke Hijaz melalui Yaman. Bentuk khat ini biasanya digunakan dalam bentuk suratmenyurat. orang.kaidah penulisan huruf – huruf dan kata. D. Misalnya dalam penulisan kata “Bismillah” dalam rasm Usmani “Bismi” ( tulisan huruf “ba” tidak disertai dengan huruf “Alif”) tetapi menurut tulisan Arab biasa harus disambung “ba” dengan huruf “alif”. Terdapat dua jenis tulisan Arab yang lazimnya disebut Khat. Khat Naskhi yang bersumber dari bentuk tulisan Nabthi (Nabaten).benda sederhana. Di zaman Nabi SAW. Khat Khufi. Huththi.pencar dan belum terhimpun dalam sebuah mushaf dan di simpan di rumah .tulang. RASM USMANI Rasm Usmani atau kaidah. Tulisan al-Quran banyak berbeda dengan tulisan Arab biasa karena masing – masing mempunya kaidah tersendiri. Salah satu di antaranya adalah Bisyr Abd al-Malik yang datang ke Mekkah sembari mengajari sejumlah orang Mekkah tulis. Namun teori tentang asal. dan Qurasa’ad. dan ‘Abd al-Rahman Ibn al.orang yang pertama kali menulis dalam aksara Arab adalah Abu Jad. Pertama. Kedua. mereka menjawab dari penduduk al-Anbar.kata alQuran yang disetujui oleh Khalifah Usman dan dipedomani oleh tim penyalin alQuran yang dibentuknya dan terdiri atas Zaid Ibn Tsabit. ketika orang. Kalamun.digunakan saat ini adalah antara lain untuk menyalin al-Quran.orang Hirah ditanya dari mana mereka memperoleh pengengetahuan tentang tulis.melalui Harb Ibn Umaiyah ibn Abd as-Syams yang mempelajari dari orang.Nadim dalam Fihrist yang dikutib oleh Taufik Adnan Amal mengatakan bahwa. dinamakan Khufi karena dinisbahkan kepada kota Kufah tempat berkembang dan disempurnakannya kaidah.menulis. maka permasalahannya adalah apakah suatu bentuk tulisan memiliki sanksi Ilahi atau meskikah ia dilestarikan karena merupakan konsesus manusia dalam suatu korum waktu tertentu yang sangat sepele dan tidak perlu diperdebatkan. Sa’id Ibn al-‘Ash.menulis aksara Arab tersebut. Upaya penekanan karakter Ilahiah Rasm Usmani atau penetapannya sebagai tauqifi jelas merupakan produk manusia.Hijazi yang berkembang ketika itu.batu.nama raja Madyan pada masa Nabi Syu’aib. Saf’ad.Harits Ibn Hisyam.merupakan bagian dari rangkaian tulisan Arab. Ibn al. Dengan demikian dapat dipahami bahwa bentuk dan ragam tulisan adalah produk manusia yang berkembang selaras dengan perkembangan manusia. dan pelapah Korma. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa. al-Quran ditulis pada benda. Tulisan al-Quran masih terpencar. kulit Unta.kaidah penulisan aksara tersebut. Mengingat karakter manusia yang selalu berkembang.

KAIDAH. Karena cara penulisan ini disetujui Usman sehingga sering pula dibangsakan kepada Usman sehingga mereka sebut rasm Usman atau ar-rasm al-usmani. al-Quran disalin lagi ke dalam beberapa naskah. Dizaman Abu Bakar. dan menghilangkan semua tulisan sahabat yang tidak termasuk al-Quran. a.lembaran). Untuk melakukan pekerjaan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari Zaid ibn Tsabit.ketentuan yang disetujui oleh Khalifah Usman. dan Abdurrahman ibn Harits.KAIDAH RASM USMANI Mushaf Usmani ditulis menurut kaidah. Para ulama merumuskan kaidah. yang menurut kaidah imlak: . mengabaikan ayat. Dalam melakukan pekerjaan itu mereka mengikuti ketentuan. Ada beberapa hal yang sangat penting pada rasm usmani yang perlu kita ketahui. tulisannya secara maksimal mampu mengakomodasi qira’at yang berbeda.Nabi SAW.2 dari ha tanbih ( ha menarik perhatian). Abdulllah ibn az-Zubair.kaidah tertentu yang berbeda dengan tulisan imlak. Penulisan ini bertujuan untuk membantu memeliara keutuhan dan kemurnian al-Quran.ayat mansukh dan tidak diyakini dibaca kembali dimasa hidup Nabi SAW. Tujuan pokok penyalinan al-Quran pada masa Abu Bakar juga dalam rangka pemeliharaan ayat.pencar itu ditulis ke dalam shuhuf (lembaran. Kaidah Buang ( al-Hadzf) a. Sa’dibn al. al-Quran yang terpencar.kaidah tersebut menjadi enam istilah.1 dari ya nidaa’(ya seru). Penghipunan al-Quran dilakukannya setelah menerima usul Umar Ibn Al-Khatab yang khawatir akan semakin hilangnya para penghafal alQuran karena sebanyak 70 orang sahabat yang hafal al-Quran gugur dalam perang Yamamah. Membuang Atau Menhilangi Huruf Alif .ayat Al-quran. seperti : yang menurut kaidah imlak : a.. Demikian disampaikan oleh al-Zarkasyi sebagaiman dikutip oleh Ramli Abdul Wahid. Para penulis dan para sahabat setuju dengan tulisan yang mereka gunakan ini.Ash.4 dari lafal Allah.3 dari kata na.beda. Para ulama menyebut cara penulisan ini sebagai rasm al-Mushaf. keenam istilah tersebut adalah : 1. seperti yang menurut kaidah imlak: a. seperti yang menurut kaidah imlak : a. Di antara ketentuan itu adalah bahwa mereka menyalin ayat berdasarkan riwayat mutawatir. di antaranya : E. Masa Khalifah Usman Ibn Affan.

1. seperti : a.a. seperti dan yang asal keduanya adalah dan d. seperti: yang menurut kaidah imlak: a. penambahan huruf alif ( ) sesudah waw ( ) pada akhir setiap isim jama’( kata benda bentuk jama’) atau yang mempunyai hukum jama’ seperti .kata tertentu. seperti: yang menurut kaidah imlak : a. seperti yang asalnya : c.7 dari semua bentuk mutsanna (dual).9 dari semua bertuk jamak yang setimbangan dengan seperti : yang menurut kaidah imlak: a.6 sesudah huruf lam. baik muzakkar (laki. membuang huruf lam huruf lam dibuangkan apabila dalam keadaan idgam seperti dan yang asal keduanya dan 2. membuang huruf ya’ huruf ya’ dibuang dari setiap manqushah munawwan. hamzah ( ) pada kata. penambahan huruf alif a.10 dari semua kata bilangan. Kaidah Penambahan (az-ziyyadah) Penambahan (az-ziyyadah) disini berarti penambahan huruf alif ( ). bernaik berbaris raf maupun jar.5 dari dua kata dan yang menurut kaidah imlak: dan a.laki) seperti maupun muannats (perempuan). yaitu yang menurut kaidah imlak adalah: b. a. membuang huruf Waw huruf waw ( ) dibuang apabila bergandengan waw juga. seperti yang menurut kaidah imlak : a.11 dari basmalah. ya ( ).8 dari semua bentuk jamak sahih.

mutlak harus ditulis dengan alif dalam keadaan ber-harakat fathah atau kasrah seperti.1. di luar tersebut ini kata yang dikecualikan. penambahan huruf. . huruf alif ditulis dengan huruf waw sebagai penghormatan pada kata .kata dan kata b.Zukhruf. al-A’raf. .. yang berarti (bagaimana) .1. Huruf ha ta’ ta’nits ditulis dengan ta’maftuhah pada kata nikmah ( ) yang terdapat dalam . Kalau fathah dengan dengan alif. . penambahan huruf alif ( ) sesudah huruf hamzah marsumah waw (hamzah yang ditulis di atas rumah waw) seperti yang asalnya demikian juga halnya dengan kata dan b. Kaidah Hamzah (al-Hamzah) Apabila hamzah ber-harakat (berbaris) sukun (tanda mati) maka ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Tetapi. huruf alif ditulis dengan huruf ya’ ( ) pada kata-kata berikut :. dan 4. 4.4. 4. kalau kasrah dengan ya dan kalau dhamah dengan waw.baqarah. seperti . .2.2. maka tidak ada tambahan. seperti kecuali pada beberapa keadaan. Kaidah Penggantian (al. maka ia berada di awal kata dan bersambung dengan hamzah tersebut huruf tambahan.kata tertentu.huruf waw ( ) pada kata.dan a. kecuali beberapa kata yang dikecualikan. maka ia ditulis sesuai huruf dan harakatnya. . Adapun bila hamzah ( ) terletak di tengah. dan kecuali pada kata yang dikecualikan. seperti dan . . . huruf alif diganti dengan huruf nun taukid khafifah pada kata izan 4. Maryam. apabila huruf yang sebelum hamzah itu sukun.Rum dan al.Badal1) 4. Namun. al.2. Ada pun hamzah yang ber-harakat. huruf ha ta’nits ( ) ditulis dengan huruf ta’ maftuhah ( ) pada kata rahmatu( ) dalam surah al. . penambahan huruf ya ( ) pada kata. penambahan huruf ya ( ) b. seperti dan 3. .3. . .

7. ‘An ( ) yang disusul dengan man ( )ditulis sambung dengan menghilangkan nun ( ) sehingga menjadi ‘amman ( ).2. bila an ( ) dengan harakat fathah pada hamzahnya di disusul dengan la ( ). kecuali pada Firman Allah yang berbunyi 5. kecuali pada firman Allah yang berbunyi sebagai berikut : 6. Kul ( ) yang diiringi ma ( ) disambung sehingga tulisannya menjadi kullama ( ). al-Nahl. Ali Imran. al-Maidah. Kaidah Sambung dan Pisah (washl wa fashl) washl berarti menyambung. dan at-Thur.3. 5. demikian juga pada kata dan yang terdapat dalam surat al-Mujadalah. bukan an man ( ). Min ( ) yang bersambung dengan ma ( ) penulisannya disambung dan huruf nun pada min-nya tidak ditulis.1.4. 5. Luqman. jadi penyambungan dua huruf) yang mengakibatkan hilang atau dibuangnya huruf-huruf tertentu.surat al-Baqarah. 5. washl dimaksudkan metode penyambungan kata (dalam bahasa Arab disebut huruf. An ( ) yang disusul dengan ma ( ) mutlak disambung dan huruf nun ( )-ya ditiadakan sehingga tulisannya menjadi amma ( ). 5. Ayat.6. Fathir. kecuali pada kalimat dan 5. maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun.ayat ini boleh dibaca . Ibrahim. bukan mim man ( ). kecuali Firman Allah 5. 5. seperti pada din dan yakhda’una Allah. Kata Yang Bisa Dibaca Dua Bunyi suatu kata yang penulisannya disesuaikan penulisan kata semacam kalimat. Di dalam Mushaf Usmani itu ditulis dengan menghilangkan alif ( ).min ( ) yang disusul dengan man ( ) ditulis bersambung dengan menghilanhkan huruf nun ( ) sehingga menjadi mimman ( ). Di sini. maliki yaum ad boleh dibaca dengan dua cara dalam bahasa Arab dengan salah satu bunyinya. seperti tidak ditulis . seperti kecuali yang terdapat di dalam surah an-Nisa’ dan al-Rum dan pada surat al-Munafiqun.5. In ( ) yang disusul ma ( ) ditulis bersanbung dengan meniadakan nun ( ) sehingga menjadi imam ( ).

Namun kesepakan para penulis rasm Usmani harus diindahkan dalam artian bahwa dijadikan sebagi rujukan yang keberadaanya tidak boleh hilang di masyarakat Islam. para ulama berbeda pendapat. tidak ditemukan nash maupun mahfum (yang difahami dari) nash yang menunjuk kepada kepastian menulis al-Quran dengan satu macam tulisan.ayat al-Quran menurut rasm Usmani. Rasul SAW. tulisan lama harus ada yang memeliaranya sebagai warisan.Dani berkata bahwa tidak ada orang yang berbada pendapat dengan apa yang diriwayatkan dari Imam Malik. F. Sementara itu. Di anatara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Ibn Khaldun dalam muqadimah-nya dan al-Qhadi Abu Bakar dalam kitabnya al-intishar. Demikian juga tidak ditemukan hadits maupun qiyas tentang itu. ia mengatakan bahwa Tuhan tidak mewajibkan kita menulis al-Quran dengan cara tertentu.Tibyan dan penulis al-Burhan memilih pendapat yang dipahami dari keterangan ibn Abd Salam yang membolehkan menulis al-Quran untuk orang awan menurut istilah. Memang tidak di temukan nash yang jelas baika alQuran maupun hadist yang mewajibkan penulisan al-Quran dengan rasm Usmani. Tulisan yang sudah ditetapkan dan disepakati pada masa itu boleh saja tidak diikuti. bukan demikian di terima dari syarak. Ketiga. terutama kalangan yang menguasaainya.dapat dipahami bahwa pendapat ketiga lebih moderat dan lebih sesuai dengan kondisi umat. penulis at. Demikian kaidahkaidah penulisan ayat – ayat al-Quran yang dirumuskan para ulama berdasarkan Mushaf Rasm Usmani.dengan menetapkan alif (madd) dan boleh dengan suara tanpa alif. tulisan al-Quran itu bukan tauqifi ( tergantung pada petunjuk nabi atau Allah). Dalam kitab ini. Sunnah Nabi SAW. Penulis juga berkeyakinan bahwa pendapat Imam Ahmad juga harus menjadi pertimbangan dalam penulisan al-Quran dikemudian (sesudahnya) karena beliau juga seorang imam mazhab yang ilmunya tidak diragukan lagi. HUKUM MENGIKUTI RASM USMANI Tentang hukum menulis ayat. di antaranya: Pertama. menunjuk kepada kebolehan menulis al-Quran dengan cara yang mudah. Menurut dia.istilah yang dikenal dikalangan mereka dan tidak boleh menulisnya dengan cara yang lama karena dikuatirkan akan membuat mereka ragu. Kemudian untuk menghindari pertikaian dan keraguan dikalangan muslim perlu ada suatu standar yang baku sebagai rujukan agar Islam tidak menuai berbagai persepsi yang controversial . Dari ketiga pendapat di atas. yaitu tidak bolehnya menulis al-Quran selain tulisan yang ditetapkan para sahabat itu. Pendapat ini dipegangi oleh Imam Ahmad. Abu ‘Amir ad. berpendapat bahwa sama sekali tidak boleh menyalahi tulisan Usmani. hanya memerintahkan para penulis al-Quran dengan tidak menetapkan cara penulisannya. Kedua.

tentu ini tidak akan terjadi diatasnya. Karena bila dilakukan. Afrika disebelah Selatan. terutama untuk menghindari kesalahan dalam membaca Al Qur’an bagi generasi yang tidak hafal Al Qur’an. walaupun sejak awal telah dilakukan evaluasi ulang. Waktu akan diluruskan oleh (kemampuan) bahasa “mereka sepanjang sejarah tidak dilakukan. Bahkan mereka beluim mengenal tulisan. Masalah ini mulai disadari para pemimpin Islam. dan beberapa wilayah non Arab disebelah barat. Hal demikian terjadi karena pada masa dilakukannya tauhid al-Mashahif. Adanya kekeliruan (lahn) ini. Kekeliruan Penulisan Mengenai mushaf Utsamani. Disini terdapat hikmah. Ketika Ziyad ibn Samiyyah menjabat gubernur Bashrah pada masa Mua’wiyah ibn Abi Sofyan (661-680 M) – riwayat lain menyebutkan pada masa pemerintahan Ali ibn Abi Thalib – ia memerintahkan Abu Al-Aswad Al-Duwali membuatkan tanda-tanda baca. seperti Persia di sebelah timur. D. Al-Duwali memenuhi permintaan itu setelah mendengarkan suatu kasus ُ salah pembacaan yang fatal. Ibnu Abi Daud meriwayatkan bahwa setelah mereka menyelesaikan naskh Al-Mahsahif. Didalamnya aku melihat ada kekeliruan (lahn) yang lanjutnya Utsman mengatakan : “Seandainya yang mengimlakan dan Hudzail dan yang menulis dari tsaqif. ketika dilakukan tauhid al-Mashahif. kaum muslimin belum begitu mengenal dengan baik seni khath dan cara penulisan (usluh al-Kitabah). Kesulitan mulai muncul ketika Islam mulai meluas ke wilayah-wilayah non Arab. yaitu : ٩: ‫ان الله برئ من المشركين ورسوله )التوبة‬ ۳) “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik”. justru oleh tangan-tangan ahli kebatilan yang mengatasnamakan istilah atas kekeliruan. mereka membawa sebuah mushaf kepada Utsman. diakui oleh Ustman sendiri. kecuali beberapa orang saja. kemudian beliau melihatnya dan mengatakan : “Sungguh kalian telah melakukan hal yang baik.dikalangan muslim di berbagai disiplin ilmu yang bersumber kepada al-Quran itu sendiri. Pada suatu ketika seorang membaca ayat tersebut dengan : ٩:۳ ‫)ان الله برئ من المشركين ورسوله )التوبة‬ ِ “Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan RasulNya”. . ternyata tidak luput dari kekeliruan dan inkosistensi.

atau dijadikan mainan para pengekor hawa nafsu.S mengatakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Abu Aswad Ad-Duali berusaha menghilangkan kesulitan-kesulitan yang sering dialami oleh orang-orang Islam non Arab dalam membaca Al-Qur’an dengan memberikan tanda-tanda yang diperlukan untuk menolong mereka membaca ayat-ayat al-Qur’an dan memahami kandungan ayat-ayat al-Qur’an tersebut . karena mereka telah fasih dalam pembacaan bahasa Arab. Oleh karena itu pula. namun demikian masih terdapat juga perbedaan dalam pembacaan. . seperti diatas. Bagi mereka (para sahabat dan tabi’in) memang tidak mempengaruhi pembacaan Al-Qur’an. Namun bagi mereka orang Islam non Arab akan meresa sulit untuk membedakan bacaan-bacaan yang hampir sama tanpa menggunakan titik perbedaan dan baris barakat. Karena semakin lengkap petunjuk yang dapat ditangkap semakin sedikit pula kesulitan untuk mengungkap pengertian-pengertian yang terkandung didalam Al-Qur’an. Ali bin Abi Thalib A. “Sejak ini Al-Qur’an tidak dapat diotak-ataik dan diubah-ubah. E. Hubungan Rasm Al Qur’an Dengan Pemahaman Al Qur’an Meskipun mushaf Utsmani tetap dianggap sebagai satu-satunya mushaf yang dijadikan pegangan bagi umat Islam diseluruh dunia dalam pembacaan AlQur’an. Hal ini disebabkan penulisan Al-Qur’an itu sendiri pada waktu itu belum mengenal adanya tanda-tanda titik pada huruf-huruf yang hampir sama dan belum ada baris harakat. Dengan demikian hubungan rasmul Qur’an dengan pemahaman AlQur’an sangat erat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful