P. 1
Kata Ulang Dan Kata Berimbuhan

Kata Ulang Dan Kata Berimbuhan

|Views: 1,339|Likes:

More info:

Published by: Gudang Skripsi, KTI Dan Makalah on Dec 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sering kali kita mendengar orang-orang Indonesia yang menggunakan bahasa yang tidak baku dalam kegiatan-kegiatan resmi atau menggunakan kata serapan yang salah, bahkan dalam penulisanpun masih terjadi kesalahan penggunaan tanda baca, sehingga mengakibatkan kesalahan makna, padahal Pemerintah Indonesia telah membuat aturan-aturan resmi tentang tata bahasa baik itu kata serapan maupun penggunaan tanda baca. Pelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya sudah diajarkan sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke perguruan tinggi. Tapi kesalahan ini masih sering terjadi, bahkan berulang-ulang kali. Ketidak fahaman terhadap tata bahasa Indonesialah yang mengakibatkan orangorang sering melanggar aturan resmi yang telah dibuat pemerintah tentang tata bahasa Indonesia. Yang mengkhawatirkan ialah ketika aturan ini terlalu sering diacuhkan oleh masyarakat Indonesia, karena salah satu dampak negatifnya ialah hal ini akan dianggap lazim oleh masyarakat Indonesia terlebih lagi oleh anakcucu yang akan menjadi penerus negeri ini, karena akan mempersulit masyarakat dalam berkomunikasi. Maka dari itu dalam makalah ini, penulis akan memaparkan bagaimana tata bahasa yang benar tentang kata serapan dan tanda-tanda baca, sehingga kita memahami dan dapat menerapkan aturan berbahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari terlebih dalam acara-acara resmi. Karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah membuat keputusan Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicermatkan pada Rapat Kerja ke-30 Panitia Kerja Sama Kebahasaan di Tugu, tanggal 16-20 Desember 1990 dan diterima pada Sidang Ke-30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-IndonesiaMalaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4-6 Maret 1991, tentang Pedoman

-1-

Umum Ejaan Bahasa Indoensia yang Disempurnakan. B. Berarti adanya keseriusan dari pihak Pemerintah tentang Ejaan dan Tata Bahasa Indonesia dan harus kita terapkan. Rumusan Masalah Permasalahan yang kami angkat menjadi pembahasan makalh ini adalah mengenai Kata Berimbuhan dan Kata Ulang -2- . Batasan Masalah Dari latar belakang masalah di atas. maka muncul tugas penulis untuk menjelaskan lebih jauh tentang Kata Berimbuhan dan Kata Ulang C.

konfiks atau gabungan afiks terdiri atas gabungan awalan dengan akhiran. ke-. Awalan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia terdiri atas me(N)-. akhiran terdiri atas -kan. Kata Berimbuhan (Afiksasi) Afiksasi atau kata berimbuhan adalah proses pembubuhan afiks pada kata dasar. perhatikan contoh berikut: me(N). sedangkan sisipan tidak produktif. dalam penciptaan kosakata baru atau dalam penerjemahan atau penyepadanan istilah asing2 a. be(R)-. dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks dan gabungan afiks dalam ilmu bahasa. pe(R)-. dkk. di-. Awalan dan akhiran masih sangat produktif digunakan.+ buat → membuat me(N). 1999: 20 Agus. sedangkan sisipan terdiri atas -el-. misalnya. dan -an. Walaupun demikian. sufiksasi. Bunyi awal bentuk dasar dapat luluh. semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya. Untuk memperjelas hal tersebut.terhadap bentuk dasar dapat mengakibatkan munculnya bunyi sengau atau bunyi hidung dapat pula tidak. apabila diperlukan. infiksasi.+ muat→ memuat Sumarwati. dan konfiksasi1 Dalam bahasa Indonesia. dapat pula tidak bergantung pada jenis bunyi bentuk dasar yang dilekati awalan.+ fotokopi → memfotokopi me(N). akhiran. te(R). Hal tersebut bergantung pada bunyi awal bentuk dasar yang dilekati awalan tersebut. 2007: 19-27 -3- . -pe(N)-. masih dapat kita manfaatkan.+ pakai→ memakai me(N).+ hadap→ menghadap me(N).+ undang→ mengundang me(N). imbuhan terdiri atas awalan. sisipan. Awalan me(N)Proses pengimbuhan dengan awalan me(N). -em-. dan -er-. Afiksasi ini dibedakan menjadi empat macam.+ dengar→ mendengar 1 2 me(N).BAB II PEMBAHASAN A. -i.+ kikis→ mengikis me(N). yaitu: prefiksasi. dan se-.

dan uang memiliki arti mempunyai uang. be-.+ cap → mengecap me(N). yaitu ber-.+ rencana → berencana Kata beruang sebagai kata dasar berarti be(R).memiliki tiga variasi. Jakarta: Akapress. Cermat Berbahasa Indonesia.dan ruang berarti memiliki ruang’. dalam contoh berikut: be(R). misalnya. bentuk yang ditempelinya tidak mengalami perubahan. hal 111 -4- .+ ajar → belajar sejenis binatang.+ cap→ dicap Berdasarkan contoh-contoh yang sudah kita kenal dengan baik.+ lepas→ melepas me(N).+ rusak→ merusak Apabila bentuk dasar yang dilekati hanya berupa satu suku kata.+ serta→ beserta be(R).+ pak → dipak di. yang terdiri atas ber. me(N)berubah menjadi menge-. perlu kita perhatikan jika bentuk dasar tersebut ditempeli awalan di-. misalnya. Variasi tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekatinya.+ diskusi→ berdiskusi be(R). 3 b. Kita perhatikan contoh berikut. Zaenal. dapat kita impulkan bahwa untuk membentuk kata secara benar. kita harus mengetahui bentuk dasarnya.+ pak → mengepak Namun demikian. Awalan be(R)Awalan be(R). Kata tersebut akan menjadi 3 Arifin. di.+ nilai → menilai me(N). me(N).+ korban→ berkorban be(R).+ colok→ mencolok me(N). 2006.+ tatar → menatar me(N).+ tik→ ditik di. dalam contoh berikut.+ suruh→ menyuruh me(N).+ jabat → menjabat me(N).+ ganti→ mengganti me(N).+ kerja→ bekerja be(R).+ nganga → menganga me(N). ber.+ usaha→ berusaha be(R). sedangkan sebagai kata berimbuhan.+ nyanyi → menyanyi me(N).me(N). dan bel-.

merupakan pembentuk kata benda. Layak diingat bahwa awalan ini memiliki tiga macam arti dalam pemakaiannya.dan pe(R)Awalan pe(N). Kedua.yang sepadan dengan di. kata dijawab.+ dengar→ terdengar te(R). peribahasa gayung bersambut.+ cari → pencari pe(N).Misalnya dalam contoh di bawah ini. Dalam bahasa Melayu. imbuhan ber.memiliki variasi pe-.+ rasa → terasa te(R). artinya sama dengan paling.+ suluh→ penyuluh -5- . Awalan pe(N). menyatakan arti tidak sengaja. Kata berterima dan keberterimaan merupakan padanan acceptable dan acceptability dalam bahasa Inggris. Kitaihat contoh berikut: pe(N).+ perdaya→ teperdaya te(R).memiliki variasi ter-. menyatakan arti sudah di. cobalah Anda menggunakan awalan itu dalam kata lain dan kalimat lain yang sesuai dengan tautannya.berkaitan dengan kata kerja yang berawalan be(R)-.+ kerjakan→ tekerjakan te(R). Kata benda yang dibentuk dengan pe(R).dan pe(R). te(R).+ rusak→ perusak pe(N). peny-.sejajar dengan awalan di-. Pertama. pem-. d. Begitu pula halnya dengan kata berevolusi yang terdiri atas ber.merupakan hal yang lazim. misalnya. Dalam keseharian kini sering digunakan kata berterima atau keberterimaan.+ pandai→ terpandai te(R). Kata benda yang dibentuk dengan pe(N). pen-. Awalan te(R)Awalan te(R). Ketiga variasi tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekatinya. kata berjawab berarti gayung disambut. Dalam hal ini awalan ber. dan tel-.dan revolusi. Variasi tersebut muncul bergantung pada bentuk dasar yang dilekati pe(N)-. Ketiga. te-. Jadi. c. dalam kalimat Usulan yang disampaikan kepada Bapak Gubernur sudah berterima.jelas artinya jika terdapat dalam konteks kalimat. peng-. dan penge-.+ percaya→ tepercaya Selanjutnya. berterima sama dengan diterima.+ laku → pelaku pe(N).dan evolusi atau ber.berkaitan dengan kata kerja yang berawalan me(N)-. Awalan pe(N).

+ pasok→ pemasok pe(N). per-. merupakan kata sifat. pecatur.+ cap→ pengecap pe(N). Bila kita bandingkan dengan kata pe(N)+ rusak menjadi perusak yang berarti orang yang membuat kerusakan’.+ guna→ pengguna pe(N).+ tik → pengetik pe(N). Jadi. Awalan pe(R). rajin dan rusak.+ kirim→ pengirim pe(N). tapa. tetapi artinya berlainan. Variasi tersebut muncul sesuai denngan bentuk dasar yang dilekati awalan pe(R)-.+ suruh. sedangkan penyuruh dibentuk dari pe(N). pesenam. Misalnya. pegolf. Awalan pe.pe(N).+ ajar → pelajar Kata-kata sebelah kanan berkaitan dengan awalan ber. dan petenis. Karena itu.pada kata-kata tersebut berarti -6- . dan belajar. bekerja. kata-kata tersebut berkaitan dengan kata berdagang. perenang. Kita ingat saja bahwa kedua kata tersebut.+ jual → penjual pe(N). kerja.+ dagang → pedagang pe(R).+ beri → pemberi pe(N).memiliki variasi bentuk pe-.+ kerja→ pekerja pe(R). bentuk tersebut harus dikembalikan pada bentuk yang tepat dan sesuai dengan kaidah.+ teliti→ peneliti pe(N). Dalam bahasa Indonesia sekarang muncul pula bentuk kata yang sepola dengan kedua kata di atas. Kata pesuruh dibentuk dari pe(R). bertapa. Beranalogi pada kedua kata tersebut kini muncul kata-kata lain yang sepola dengan pesuruh dan penyuruh. pesuluh dan penyuluh. misalnya.+ las → pengelas Dalam keseharian sering dijumpai bentuk pengrajin yang berarti orang yang pekerjaannya membuat kerajinan’.yang dilekati dengan kata dasar dagang. kita sering melihat kata-kata lain seperti pesuruh dan penyuruh.+ suruh. bentuk pengrajin merupakan bentuk yang tidak tepat. dan pel-. Selain kata-kata itu. kata petatar dan penatar.+ tapa → pertapa pe(R). dan ajar. yaitu perajin.+ daftar→ pendaftar pe(N). Pesuruh berarti yang disuruh’ dan penyuruh berarti yang menyuruh’. Kita lihat contoh berikut: pe(R).

Kita perhatikan contoh berikut: pe(N).+ lepas + -an → pelepasan pe(N). Kata benda yang dibentuk dengan pe(R)-an ini menunjukkan hal atau masalah yang berkaitan dengan kata kerja yang berawalan be(R)-. atau me(N)i.+ kerja + -an → pekerjaan -7- .+ rusak + -an → perusakan pe(N). Kini mari kita mencoba menaruh perhatian pada pemakaian bentuk kata yang dicetak miring dalam kalimat berikut.+ kan. o Mereka adalah pemrakarsa pembangunan gedung ini. muncul juga bentuk lain seperti pemerhati ‘yang memperhatikan’. o Siapa pun pemitnahnya harus dihukum.pelaku olah raga golf.atau memper. pemersatu ‘yang mempersatukan’ dan pemerkaya ‘yang memperkaya’. Konfiks pe(N)-an dan pe(R)-an Kata benda yang dibentuk dengan pe(N)-an menunjukkan proses yang berkaitan dengan kata kerja yang berimbuhan me(N)-. o Pertamina akan mendatangkan alat pembor minyak dari Amerika Serikat. e. Bentuk-bentuk itu merupakan bentuk baru dalam bahasa Indonesia. Kata-kata yang termasuk kata benda itu berkaitan dengan kata kerja yang berawalan memper. me(N)-kan. Selain itu. o Dapatkah Anda membedakan siapa petembak dan siapa penembak? o Orang yang memberikan atau memiliki saham suatu perusahaan bisa disebut penyaham perusahaan. o Sebagai pengelola administrasi. o Betulkah bangsa Indonesia sebagai pengkonsumsi barang buatan Jepang. o Orang yang memfotokopi bisa disebut pengopi. dan tenis.+ tik + -an → pengetikan pe(R). o Setiap peubah dalam penyusunan harus dapat diuji. dia begitu cekatan. o Generasi muda sekarang merupakan pewaris Angkatan 45. catur. renang. senam.

. f. o Mereka membantu kami sepekan lalu. Akhiran -an dan Konfiks ke-an Kata benda dapat dibentuk dengan bentuk dasar dan akhiran –an atau konfiks ke-an. Keterlambatan itu Isilah rumpang kalimat berikut dengan kata benda yang mengandung akhiran -an atau konfiks ke-an.. Kata benda yang mengandung akhiran -an umumnya menyatakan hasil. kita sering menemukan kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah di atas seperti pengrumahan. o Sebulan setelah dia mengarang artikel.+ sah + -an → pengesahan Selain kata-kata yang dicontohkan. kita perhatikan contoh berikut: o Dia mengirimkan sumbangan sepekan lalu. . Kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah ini harus dikembalikan pada bentuk yang tepat (Bagaimana bentuk yang tepat dari kata-kata di atas menurut Saudara?). Kehadiran beliau disana disambut dengan berbagai kesenian tradisional. penyucian (kain).. dan pensuksesan. menyebabkan mereka mendapatkan nilai jelek.+ tatar + -an → penataran pe(R). pengrusakan.. penglepasan.. tetapi kiriman itu belum kami terima. Kata benda yang mengandung ke-an diturunkan langsung dari bentuk dasarnya seperti contoh berikut: o Beliau hadir untuk meresmikan penggunaan gedung baru. yang diberikan orang tuanya itu menyebabkan dia menjadi orang besar. -8- . Untuk memperjelas uraian di atas. karangannya itu dikirimkan ke sebuah media massa. pengluasan. penyoblosan. sedangkan kata benda yang mengandung konfiks ke-an umumnya menyatakan hal. o Mereka terlambat menyerahkan tugasnya.+ ajar + -an → pelajaran pe(N). itu sangat bermanfaat bagi kami.pe(N). o Sejak lama ia dididik orang tuanya.

itu.dan me(N)-kan Akhiran -kan dan -i pada kata kerja dalam kalimat berfungsi menghadirkan objek kalimat. o Setiap 28 Oktober kami memperingati hari Sumpah Pemuda. o Atasan kami menugaskan pembuatan naskah pidato kepada sekretaris.sangat terbatas. o Kami membelikan mereka buku baru untuk perpustakaan. o Anak itu sangat pandai di kelasnya. kasih. g. Kata benda yang dibentuk dengan awalan ke.. yaitu hanya pada kata tua. hendak yang menjadi ketua. itu menyebabkan taraf hidup mereka masih rendah. Kata Kerja Bentuk me(N).nya itu.. dia memperoleh beasiswa dari pemerintah. Awalan ke- Awalan ke.o Masyarakat di pulau terpencil itu masih terbelakang.berfungsi membentuk kata benda dan kata bilangan. dia tidak pernah putus asa akibat .. Karena . o Atasan kami menugasi kami mengikuti penyuluhan ini. o Pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan kepada rakyat Jawa Barat. h. o Beliau mengajari kami bahasa Indonesia di kelas. -9- .. Akan tetapi. o Pemerintah menganugerahi rakyat Jawa Barat tanda kehormatan. baik bilangan tingkat maupun bilangan yang menyatakan kumpulan. o Beliau sedang mengajarkan bahasa Indonesia. dan kehendak. Beberapa kata kerja baru dapat digunakan dalam kalimat setelah diberi akhiran -kan atau -i.. o Kami membeli buku-buku baru untuk perpustakaan. Mari kita perhatikan contoh untuk memperjelas uraian. o Usaha yang ditempuhnya selalu gagal. kekasih.. o Beliau sedang mengajar di kelas. .

dan -iah dari bahasa Arab. -wan. sedangkan akhiran –man tidak demikian. tetapi juga terdapat dalam bentukan dengan bentuk dasar bahasa Indonesia. Akhiran -wi tidak hanya terdapat dalam bentukan bahasa asalnya. dan -wati dari bahasa Sanskerta.sebagai pembentuk kata bilangan tingkat atau kata bilangan yang menyatakan kumpulan harus dilihat dalam hubungan kalimat. Dalam situasi resmi. Kita perhatikan contoh berikut:  Menurut laporan yang dapat dipercaya. awalan ke. Perhatikan beberapa contoh kata berikut: karyawan karyawati olahragawan olahragawati budiman Beberapa contoh bentuk kata yang salah ini. korban tanpa identitas itu tertabrak mobil. Seharusnya:  Menurut laporan yang dapat dipercaya. Dalam percakapan sehari-hari. korban tanpa identitas itu ketabrak mobil. o Ketiga penyuluh itu ternyata teman kami waktu di SMA. misalnya. -man. akhiran -i. -i. i. Akhiran Lain Selain akhiran asli bahasa Indonesia -kan.sering mengganti awalan tersebagai bentuk pasif. Hal ini terjadi karena pengaruh bahasa daerah atau dialek tertentu. Akhiran -wi lebih produktif daripada akhiran -i dan -iah. Akhiran -wan dan -wati produktif.10 - . hal ini harus dihindari. terdapat pula beberapa akhiran yang berasal dari bahasa asing. dan -an. seniman manusiawi surgawi badani badaniah dan yang benar didaftarkan berikut .Penentuan apakah awalan ke. -wi. Misalnya kalimat berikut: o Tim kami berhasil menduduki peringkat ketiga dalam MTQ tingkat Jawa Barat.

Perulangan seluruh bentuk dasar Perulangan ini disebut juga perulangan utuh atau dwilingga. Kata Ulang Definisi Kata ulang(reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses pengulangan.perulangan terhadap kata berimbuhan.4 Jenis-Jenis Kata Ulang 1. 2006.Salah: memparkir menterjemahkan mentafsirkan mensukseskan memitnah menyolok menyintai Benar: memarkir menerjemahkan menafsirkan menyukseskan memfitnah mencolok mencintai mengontrakan membanding mengundur memberitahu berserta bewarna bekerjasama berterimakasih dikata dipensiun terlantar terlanjur pengrusakan pengletakan penglepasan pengrajin nampak dibanding diselusuri mengontrakkan membandingkan mengundurkan memberi tahu beserta berwarna bekerja sama berterima kasih dikatakan dipensiunkan telantar telanjur perusakan peletakan pelepasan perajin tampak dibandingkan dengan ditelusuri B. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia.baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahanperubahan bunyi ataupun tidak. Edisi Revisi.perulangan utuh ada dua macam. 4 Chaer.11 - . perulangan terhadap kata dasar. Abdul.Pertama.Kedua. Jakarta: Rineka Cipta .

Perulangan sebagian Yakni perulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar. Contoh: Pepohonan & leluhur Makna Kata Ulang Makna kata ulang adalah sebagai berikut: A.12 - .Perulangan ini disebut juga dwipurwa.Contoh Rumah=rumah-rumah-perumahan-perumahan Lari= lari-lari>pelari-pelari Pagi>pagi-pagi 2. Perulangan berubah bunyi atau salin suara Perubahan bunyi itu ada yang terjadi pada vocal & ada pula yang pada konsonan. Banyak tak tentu E. Perulangan kata berimbuhan Imbuhan tersebut ada yang melekat pada komponen pertama dan pula yang melekat pada komponen keduanya Contoh: Berlari>berlari-lari Memukul>pukul memukul 3.Banyak dan bermacam-macam D. Contoh: Warna>warna-warni Gerak>gerak-gerik Sayur>sayur-mayur d.Kolektif .intensitas kualitatif atau frekuentatif C.menyerupai atau tiruan sesuatu B.

B. dan -an. Semoga sedikit uraian kami ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. be(R)-. te(R). infiksasi. sufiksasi. dan konfiksasi Dalam bahasa Indonesia. sisipan. akhiran. apabila diperlukan.BAB III PENUTUP A. Awalan dan akhiran masih sangat produktif digunakan. misalnya. -em-. Kesimpulan Afiksasi atau kata berimbuhan adalah proses pembubuhan afiks pada kata dasar. Walaupun demikian. semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya. bahwa . -pe(N)-. masih dapat kita manfaatkan. dalam penciptaan kosakata baru atau dalam penerjemahan atau penyepadanan istilah asing Definisi Kata ulang(reduplikasi) adalah kata yang mengalami proses pengulangan. sedangkan sisipan tidak produktif. ke-. akhiran terdiri atas -kan. dan -er-. dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks dan gabungan afiks dalam ilmu bahasa. imbuhan terdiri atas awalan. di-. konfiks atau gabungan afiks terdiri atas gabungan awalan dengan akhiran.13 - . Penulis sangat menyadari. Afiksasi ini dibedakan menjadi empat macam. Saran Demikian makalah yang dapat kami sampaikan. dan se-. Awalan yang terdapat di dalam bahasa Indonesia terdiri atas me(N)-. sedangkan sisipan terdiri atas -el-. pe(R)-. yaitu: prefiksasi. -i.baik sebagian ataupun seluruhnya dengan disertai perubahanperubahan bunyi ataupun tidak.

DAFTAR PUSTAKA Arifin. guna melahirkan sebuah perbaikan dalam penyusulan makalah selanjutnya yang lebih baik.makalah ini jauh dari kesempurnaan. 2006. 2006. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan adanya kritikan yang konstruktif dan sistematis dari pembaca yang budiman. http://www. Abdul.com/doc/39505534/Proposal-Analisis-Pemakaian-KataBerimbuhan .14 - . Jakarta: Akapress.scribd. Jakarta: Rineka Cipta. Cermat Berbahasa Indonesia. Zaenal. Edisi Revisi. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Chaer.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Kata Ulang dan kata iii Berimbuhan ” tepat pada waktunya. Bengkulu.15 i . Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Oktober 2010 Penyusun . Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya.

MAKALAH “Kata Ulang dan Kata Berimbuhan” Oleh : Verra Yovioalay Sofvia Soliza Yuli Yusnita Shinta Purnama N Robin Simagona Dosen : Bustomi JURUSAN DAKWAH BIMBINGAN KONSELING ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI STAIN (BENGKULU) 2010 .16 - .

................................................................ Kata Berimbuhan...............................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................................................................................................................................... Kesimpulan................ Kritik dan Saran ................... BAB I PENDAHULUAN A..................................................................... Tujuan .......................................... Kata Ulang..............17 - ........... B..................... B.......................... DAFATR ISI.......................................................................................... BAB II PEMBAHASAN A................................. BAB III PENUTUP A.................. C...................................... DAFTAR PUSTAKA .................. Latar Belakang......................................................................... KATA PENGANTAR........................................... 13 13 iii 3 11 1 1 1 i ii ii ................ Rumusan Masalah......... B...............................................................

.18 - .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->