P. 1
Ika Desi Purwaningsih

Ika Desi Purwaningsih

|Views: 242|Likes:
Published by malamhantu72

More info:

Published by: malamhantu72 on Dec 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI ( PRAKERIN ) PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA ASTRA AGROLESTARI. Tbk.

Disusun Oleh: Nama NIS Program Keahlian Nama Industri : IKA DESI PUWANINGSIH : 627 : Budidaya Tanaman Sayur : PT. GUNUNG SEJAHTRA PUTI PESONA

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMK NEGERI 2 PANGKALANBUN
Jl. Utama Pasir Panjang No. 03 telp ( 0532 ) 38357 Pangkalan Bun 74151

PENGESAHAN

PT.GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA Telah diperiksa dan disyahkan oleh pihak perusahaan tempat prakrin pada: Hari Tanggal Jam Tempat : Kamis : 01 Juli 2010 : 14.05 WIB : PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA

Demikian Laporan Prakrin tahun 2010

Argamulya,01 Oktober 2010 Mengetahui Pembimbing institusi

FAUZI EFFENDY KTU Pimpinan

AGUS ENDOT.S Kabag.HRGA

Y. FELIX .Y Adminstratur

ii

PENGESAHAN

SMK NEGERI 2 PANGKALAN BUN Telah diperiksa dan disyahkan oleh pihak perusahaan tempat prakrin pada: Hari Tanggal Jam Tempat Nama / NIS : Kamis : 01 Juli 2010 : 14.05 WIB : SMK NEGERI 2 PANGKALAN BUN : IKA DESI PURWANINGSIH / 627

Demikian Laporan Prakrin tahun 2010 Ketua Program Keahlian Guru Pembimbing

ENIK YUNIASIH, SP. NIP. 19800625 200501 2 007

LALU ZAIDY YUSRIN,S.Pd NIP. 19710118 200312 1 003

MENGETAHUI: Kepala SMK Negeri 2 Pangkalan Bun

Drs. FATSON NIP. 19651104 19994121 1 005

ii i

KATA PENGANTAR
Puji syukr kami panjatkan kehdirat Tuhan Yang Maha Esa, atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan perakrin ini dengan baik . Merupakan salahsatu syarat untuk menyelesaikan pendidian SMK dengan melaksanakan prakrin selama batas waktu yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Demikian halnya laporan ini kami buat untuk mengakhiri kegiatan perakrin yang kami laksanakan di PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA mulai dari tanggal 01 juli – 31Oktober 2010. Pada kesempatan kali ini , kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada bapak pimpinan perusahaan , bapak kepala sekolah, Bapak- Tri saputro T.i, ibu samatri ,ke 2 Orang tua saya , serta pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan perakrin. Akhir kata , dengan segala usaha yang telah kami lakukan masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan laporan perakrin ini . Oleh karena itu , kami selaku penulis mengharapkan keritik dan saran dari semua pihak yang telah membimbing kami dan yang mengajari kami , agar menjadi laporan ini bisa menjadi lebih baik.

Arga Mulya, 31 Oktober 2010 Penulis

IKA DESI PURWANINGSIH NIS. 627

i v

IDENTITAS SISWA PRAKRIN

Nama Siswa Tempat Tanggal Lahir Nis Jenis Kelamin Bidang Keahlian Alamat Sekolah Nama Orang Tua/wali Pekerjaan Orangtua Alamat Orang Tua Guru Pembimbing Tempat Perakrin Pelaksanan Prakrin

: IKA DESI PURWANINGSIH : Banjar Negara 03 Desember 1990 : 627 : Perempuan : Budidaya Tanaman Sayur : Jl. Utama Pasir Panjang No. 03 Desa Pasir Panjang : Hadiyono : Swasta ( kariawan Astra ) : PT. GSPP : LALU ZAIDY YUSRIN S.Pd. : PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA : 01 Juli – 31 Oktober 2010

Pangkalan Bun , 31 Oktober 2010 Penulis

IKA DESI PURWANINGSIH NIS. 627

v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................................i LEMBAR PENGESAHAN PERUSAHAAN........................................................................ii LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH...............................................................................iii KATA PENGANTAR............................................................................................................iv IDENTITAS SISWA PRAKRIN...........................................................................................v DAFTAR ISI...........................................................................................................................vi BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................1 A. Latar Belakang.......................................................................................................................1 B. Tujuan Pelaksanaan...............................................................................................................1 C. Sasaran...................................................................................................................................1 D.Hasil Yang Diharapkan..........................................................................................................1 E. Manfaat.................................................................................................................................2 BAB II SEKILAS TENTANG INSTITUSI/PERUSAHAAN...........................................3 BAB III HASIL KEGIATAN................................................................................................4 A.Perawatan Tanaman Menghasilkan (TM)............................................................................4-5 B.Pengendalian Hama dan Penyakit....................................................................................... 6-7 C.Panen....................................................................................................................................8-10 BAB IV PENUTUP................................................................................................................11 A. Kesimpulan...................................................................................................................11 B. Lampiran......................................................................................................................12-14

v i

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kegiatan Prakrin merupakan kegiatan dari program pendidikan sistim ganda (PSG) di sekolah menengah kejuruan (SMK)yang mengharuskan siswa prakrin terjun langsun dalam dunia industry sesuai dengan jurusan yang merka pilih. Pelaksanaan kegiatan prakrin merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional (UAN). Oleh karena itu, SMK Negeri 2 Pangkalan Bun juga melaksanakan kegiatan prakrin.kegiatan prakrin juga melibatkan secara langsung dunia industry yang telah ada,untuk membantu kelancaran kegiatan industri. B. TUJUAN PELAKSANAAN 1. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan kejuruan melaluai peran serta institusi/perushaan. 2. Menghasilkan lulusan yangmemiliki pengetahuan, ketrampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. 3. Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan ,ketrampian sikap dan menjadi modal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan. 4. Meningkatkan efisien penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan melaluai pendaya gunaan sumberdaya pendidikan yang ada di dunia pendidikan. C. SARAN Sasaran dalam pelaksanaan prakrin ini adalah dunia usaha / dunia industri.Setelah dalam hal ini siswa ( peserta prakrin ) bekerja sama dengan PT.GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA dimana perusahaan ini merupakan instansi swasta yang menjadi tempat siswa dalam melaksanakan kegiatan prakrin. Dan semua program yang ada di PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA tersebut diluar lingkungan kantor ( lapangan ). D. HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharpkan dari kegiatan prakrin ini adalah: 1. Mampu memahami cara melakukan pembukaan lahan ,perawatan tanaman dan mengambil hasilnya / panen 2. Dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh dalam melaksanakan prakrin. 3. Siswa (peserta prakrin) dapat mengetahui cara membudidayakan tanaman kelapa sawit serta mempraktekanya secara langsung.

1

E. MANFAAT Kegiatan prakrin ini bermanfaat untuk : 1. 2. 3. Menambah wawasan siswa (peserta prakrin)di dunia kerja ( dunia usaha khususnya bidang pertanian ). Siswa dapat mengethui langsung kegiatan yang dilakukanoleh para pekerja di kebun kelapa sawit. Mengetahui cara / kegiatan yang dilakukan di kebun kelapa sawit.

2

BAB II SEKILAS TENTANG INSTITUSI/PERUSAHAAN Gambaran singkat perusahaan PT. Gunung Sejahtera Puti Pesona ( GSPP ) PT. Gunung Sejahtera Puti Pesona merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang di dalam kegiatannaya memproduksi dan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dan pabrik pengolahan Palm Kernel Oil (PKO), perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT.ASTRA AGROLESTARI (AAL)Tbk. Sebuah perusahaan publik yang bergerak dalam bidang usaha agribisnis,sebagai perusahaan terbesar di swasta nasional yang berbentuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dan saat ini PT. Gunung sejahtera puti pesona mempunyai total HGU 8.926,97 Ha,dengan luas tanaman 8.187,09 Ha yang berada di Kecamatan Pangkalan Banteng ,Kabupaten Kotawaringin Barat ,Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG) yang berdiri pada tanggal 07 November 1989. Dengan luas area yang cukup besar ini. Karyawan yang di pekerjakan juga cukup banyak terhadap yang yang sangat membedakan antara perusaahan perkebunan denagan perusahaanperusahaan non perkebunan ,mengenai ketenaga kerjaan ,jika perusahaan non perkebunaan umumnya yang berada di lingkungan perusahaan adalah murni kariawan yang betempat tinggal di luar perusahaan di tempat mereka bekerja.Kondisi ini sangat membedakan dengan ketenaga kerjaan di perusahaan perkebunan seperti di PT. Gunung Sejahtera Puti Pesona, rata- rata karyawan bertempat tinggal di wilayah perusahaan selama 24 jam ,dan karyawannya harus patuh dan taat dengan tata tertib dan aturan yang di tetapkan oleh perusahaan tersebut.

3

BAB III HASIL KEGIATAN

A. Perawatan Tanaman Menghasilkan Perawatan adalah aktivitas yang bertujuan untuk memelihara tanaman kelapa sawit,diareal tanam dan infrastrukturnya. 1. Rawat Jalan Tikus/Path Jalan path adalah jalan yang dibuat diantara dua baris tanaman kelapa sawit yang berfungsi sebagai jalan untuk mengeluarkan hasil panen ke TPH, jalan pekerja rawat maupun jalan untuk memudahkan pengawasan pekerja secara keseluruhan. Standar :1,2 – 1,5m bebas dari gulma,tunggul dan sisa-sisa kayu. 2. CWM (Circle Weeding Manual ) Cerkel weeding manual adalah kegiatan membersihkan gulma ataupun yang lainnya di sekitar piringan tanaman kelepa sawit,memudahkan pelaksanaan panen,pemungutan brondolan maupun sebagai tempat taburan pupuk. Standar : Rawat piringan dilakukan 60 kali setahun ( Rotasi 60 hari ) atau selektif,dengan 3 kali manual dan 3 kali chemist secara bergantian. jari-jari piringan 2,0 – 2,5m dari pangkal tanaman. 3. Pemberantasan Ilalang Ilalang adalah jenis gulma yang merugikan sehingga harus dikendalikan,yang termasuk kategori ini adalah sheet,sporadis dan wiping. 4. Rawat Gawangan (DAK) Rawat gawangan adalah membersihkan gulma dari kelompok anak kayu yang ada di gawangan pohon termasuk path,piringan dan sekitar parit/sungai. Standar : Gulma anak kayu,keladi – keladian,putihan,araso,padi – padian harus dicabut dan tidak boleh dibabat. 5. Penunasan ( pruning ) Penunasan adalah kegiatan membuang pelepah yang sudah tua dengan tujuan menjaga standar jumlah pelepah tiap pohon kelapa sawit. Standar: Penunasan maksimal boleh dilakukan dalam bentuk sangga dua (untuk TM yang dipanen dengan dodos) dan sangga satu (untuk TM yang dipanen dengan egrek). Potongan harus mepet dan pelepah dibuang di gawangan.

4

6. Waktu Pemupukan Waktu pemupukan adalah saat dimana pemupukan tsb dilakukan kaitannya dengan cuaca.Standar : Pemupukan dilakukan pada awal musim hujan dan akhir musim hujan 7. Dosis Pemupukan Dosis pemupukan adalah jumlah satuan pupuk ( biasanya dalam gram ) yang diberikan kepada pohon kelapa sawit pada tiap pemberian (aplikasai). 8. Alat – Alat Pemupukan Alat – alat pemupukan adalah semua peralatan yang digunakan oleh karyawan dalam aktivitas pemupukan. Standar : * Ember plastik ukuran 15 – 20kg * Gendongan dari kain (selendang) * Mangkok plastik bekas sabun cuci 9. Penaburan Pupuk Penaburan pupuk adalah cara meletakkan,memberi pupuk pada tiap piringan pohon kelapa sawit. Standar : * Pada TBM pupuk harus ditaburkan merata melingkar pada piringan pohon * Pada TM pupuk harus ditaburkan merata dipiringan pada jarak 50cm dari pangka batang pohon melapa sawit * Penaburan pupuk tidak boleh menumpuk dan menggumpal

5

C. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Upaya menentukan hama dan penyakit pada wakyu yang lebih dini mutlak harus dilakukan selain akan memudahkan tindakan pencegahkan dan pengendalian serngga terkendali / penyakit yang menyebar luas dimana-mana. Hama yang sering menerang tanaman sawit diantaranya: Ulat api, ulat kantung , tikus , rayap , adoretus , kumbang elidobius, dan apogonia, serta babi hutan. 1. Ulat Api dan Ulat Kantong Serangan ulat api dan ulat kantong ( ulat pemakan daun sawit ) telah banyak menimbunlan masalah yang berkepanjangan dengan terjadinya eksplosi dari waktu kewaktu.Hal ini menyebabkan kehilangan daun ( defeoliasi ) tanaman yang berdampak langsung terhadap penurunan produksi kelapa sawit. Selain itu, halini menerangkan betapa seriusnya serangan ulat api yang tidak dikendalikan. 2. Tikus Pada TBM, tikus menyerang umbut, titik tumbuh ,segala serangan berupa bekas gerakan. Lubang -lubang pada bekas pangkal pelepah.bahkan sering ditemui pelepah yang putus / terkulai . Kadang –kadang serangan hama ini di jumpai sampai ketiak tumbuh terutama pada tanaman umur sekitar 1 thn sehingga mengakibatkan kematian bagi tanaman. 3. RAYAP Selain menyerang bibit di pembibitan.rayap juga menyerang tanaman kelapa sawit TBM maupun TM. Serangan hama ulat juga merupakan problem yang serius di areal gambut dan perlu penanggulangan secara rutin.Rayap pekerja pemakan pelepah jaringan batang akar dan pangkal akar, daun serta serta titik tumbuh tanaman kelapa sawit .Serangan berat dapat menyebabkan kematian bibit maupun tanaman dilapangan.Tanaman yang diserang rayap biasanya di tandai dengan adanya lorongan rayap yangterbuat dari tanah ,lorongan rayap tersebut berada di permukaan batang yang mengarah ke bagian atas selanjutnya terlihat daun papas layu dan kering.Hal ini menandakan serangan sudah mengarah ke titik tumbuhnya serangan ini akan berlanjut hingga tanaman tersebut mati. 4. ADORETUS DAN APOGONIA Hama ini pada umumumnya hanya terdapat di pembibitan bagian tanaman yang terserang adalah tanaman muda ,baik di pembibitan maupun dilapangn.Setadio hama yang merugikan yaitu dewasa / mago berupa kumbang adoretas SP dewasa menyerang dan memakan sebagian kecil dari daun bagian tengah . Sementara kumbang apogonia SP ini mulai menyerang bagian pinggir dan membuat robekan besar mulai dari pinggor helaian daun .

5.

Kumbang Eliudobius adalah serangga yang membantu penyerbukan bunga jantan dan betina . Pokok sisipan adalah pohin yang baru selesai ditanam. Pasar tengah adalah jalan yang digunakan untuk kontrol panen. Cpo adalah minyak yang dihasilkan pada kulit buah kelapa sawit. Pko adalah minyak yang dihasilkan pada daging kelapa sawit (daging kelapa) Seksi panen adalah jumlah hari panen dalam satu minggu(7 hari) Di pembibitan tingkat populasi kritis berkisar 15-10 ekor kumbang Adoretus SP dan Apogonia SP perbibit. Kerusakan pada bibit yang lebih tua (>14 bulan) bisa di abaikan.Pengendalian dilakukan dengan cara disemprotlarutan insektisida sebagai berikut: a.) Thiodan 35 EP (bahan aktif endo sulfan) konsenterasi 0,2% b.) Sevidan 70WP (bahan aktif indosulfan)konsenterasi 0,2% c.) Temik 10EC (bahan aktif didikrab) dosis 4gram/polibag

6. BABI HUTAN Babi hutan menyerang tanaman sawit yang baru di tanam dengan membakar dan memakan ubutnya (titik tumbuh) sehingga tanaman sawit mati. Serangan terjadi di kebun-kebun bukaan baru ,teruyama pada blok-blok yang perbatasan langsung dengan hutan.Inyensitas serangan beragam dari yang sedikit sampai 30% populasi pada blok-blok piringan . Upaya untuk pengendalian babi hutan dapat dilakukan dengan cara memasang umpan beracun ,pagar kebun / piringan ,pagar individu tanaman dan bentuk kelompok baru babi.

7

A. PANEN (POTONG BUAH) Pekerjaan potong buah merupakan pekerjaan dikebun kelapa sawit karena menjadi sumber pemasukan uang bagi perusahaan melalui penjualan minyak kelapa sawit.(MKS) dan inti kelapa sawit (IKS). Dengan demikian ,bekas utama personil dilapangan yaitu mengambil buah dari pokok pada tingkatkematngn yang sesuai dengan mengantarkanya ke pabrik sebanyak – banyaknya dengan cara dan waktu yang tepat tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman.Cara tepat akan mempengaruhi kualitas produksi (ekstrasi), sedangkan waktu-waktu yang tepat akan mempengaruhi kualitas produksi (asam lemak / FFA). Produksi MKS dan IKS perhektar di suatu kebun dapat menunjukan tingkat produksi yang dicapaisudah maksimal atau belum, produksi yang maksimal hanya dapat dicapai jika kerugian (losiss) produksi minimal. Dengan demikian pengertian menaikan produksi yaitu memperkecil kerugian sehingga inti pekerjaan potong buah yaitu memperkecil kerugian produksi, kerugian – kerugian yang di produksi di lapangan ialah potong buah mentah,buah matang tinggal di pokok (atau tidak di panen) brondolan tidak di petik, buah atau berondolan di curi, serta buah di TPH(Tempat Penyusunan Buah) tidak terangkut ke PKS(Pabrik Kelapa sawit). Keterkaitan aktivitas potong buah,transpotasi, dan pengolahan
Potong buah

Transpotasi

Pengolahan PKS Aspek Penting Manajemen

Potong buah Sasaran utama potong buah yaitu mencapai produksi/ ton TBS perhektar yang tinggi , biaya perkilogram yang rendah dan produksi yang baik berupa asam lemak bebas /FFA yang rendah untuk mencapai sasaran utama tersebut aspek yang paling dominan dilapangan yaitu pusingan potong buah. Posingan poyong buah mempengaruhi transpotasi dan pengolahan di PKS. Diagram hubangan saling terkait antara kebun (pusingan potong buah). Transpotasi dan PKS dalam mencapai sasaran utama pekerja potong buah.

8

Jangka waktu Penngutipan berondolan

1. Sistem Potong Buah Pemilihan system potong buah yang sesuai kondisi perkebunan setempat merupakan hal yang mutlak dilakukan dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem potong buah yang ada.Pekerjaan awal yang sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil potong buah yaitu kastrasi / tunas pasir. Disamping itu beberapa hal yang harus dilakukan dalam pekerjaan awal potong buah sebagai berikut: 1. Perbaikan jalan dan jembatan .

Biaya Potong Buah

2. Pembersihan piringan pasir tanaman. 3. Pemasangan titik pasar tikus/rintis. 4. Pembuatan tempat pengumpulan hasil. 5. Pembuatan tangga-tangga dan tapak kuda untuk areal berbukit. Alat – alat kerja untuk potong buah yang digunakan berbeda berdasarkan tinggi tanaman. Pengolahan alat kerja tersebut dibagi menjadi tiga bagian , yaitu alat untuk motong TBS (tandan buah segar), alat untuk bongkar muat TBS, dan alat untuk membawa TBS ke TPH.

Pabrik

9

a). Alat untuk memotong buah / TBS yaitu: - Dodos kecil bentuknya terbilang panjng ,panjang sekitar 1,5 ,lebar mata sekitar 8 cm ,panjang mata sekitar 8 cm, digunakan sejak tanaman selesai ditunas pasir. (umur 3 tahun ) sampai ditunas selektif. - Dodos besar, bentuknya terbilang panjang sekitar 1,5m, lebar mata sekitar 14cm, panjang mata sekitar 12 cm ,digunakan sampai tanaman selesai di tunas selektif sampai tinggi tanaman mencapai 3m (umur 5-8 tahun). - Pisau egrek , berbentu seperti arit , panjang pangkal sekitar 20 cm, panjang pisau sekitar 45 cm, dan sudut lengkung di hitung pada sumbu sebesar 135°. Digunakan untuk potong buah tanaman umur >9 tahun (tinggi pokok >3 meter). b). Alat untuk bonkar muat TBS yaitu gancu dan tojok tumbak. Gancu terbuat dari pipa besi beton lancip dan panjang sekitar 1-1,5 m, alat ini khususuntuk pemuatan TBS ke truk buah. c). Alat untuk membawa / mengangkut buah ke TPH yaitu angkong, goni eks pupuk , keranjang pupuk ,pikulan dan tali angkong. Brondolan Brondolan adalah sisa- sisa biji tanaman kelapa sawit yang berjatuhan atau berguguran disetiap bagian buah atau janjang. Ada sepuluh lokasi yang perlu diperhatikan dalam rangka mengurangi losiss brondolan yang tertinggal yaitu:
1. Brondolan di ketiak pelepah.

2. Berondolan di batang. 3. Berondolan di piringan. 4. Berondolan di gawangan atau di piringan. 5. Berondolan di pasar rintis. 6. Berondolan di parit. 7. Berondolan di TPH. 8. Berondolan di jalan. 9. Berondolan di rumah. 10. Brondolan di trailer / di bak truk. Brondolan ini sangat berguna bagi pabrik kelapa sawit (PKS), dimana brondolan sangat mudah untuk di buat minyak kelapa sawit (MKS). Apabila brondolan ini tidak di ambil , maka sebagian dapat merugikan pabrik kelapa sawit (PKS).
10

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan

Prakrin dapat memberikan gambaran dan pengetahuan yang lebih menyeluruh mengenai bidang pekerjaan yang ada di PT.GSPP, sehingga bisa mendapat bekal yang cukup kelangkah kedepannya.Dari hasil kegiatan prakrin di PT.GSPP, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: ♦ PT.GSPP memiliki 4 departemen yaitu: Departemen tanaman Departemen pabrik Departemen teknik Departemen adminstrasi Administrasi keuangan

♦ Administrasi di PT.GSPP, Meliputi: - Administrasi keuangan - Administrasi tehnik - Administrasi tehnik - Administrasi tanaman - Administrasi pabrik - Administrasi gudang PT.GSPP Juga memiliki 10 afdeling yang terbagi dalam 2 rayon, masing – masing rayon terdapat 5 afdeling, susunannya sebagai berikut: Rayon I : 1. Afd Alfa : OA 2. Afd Brafo : OB
3. Afd cherlie : OC

4. Afd Delta : OD 5. Afd Echo : OE Rayon II : 1. Afd fanta : OF 2. Afd golf : OG 3. Afd hotel :OH 4. Afd india : OI 5. Afd juliet : OJ
1 1

Cara Pemanenan / Potong Buah Tandan buah dinyatakan matang jika brondolan telah lepas dan jatuh secara alami

di piringan dari tandannya. Dan ciri – ciri buah yang siap panen biasanya tergantung pada peraturan kantor dan Contohnya untuk memanen biasanya menggunakan fraksi 1,2, dan 3. • Fraksi 1 yaitu dalam 1kg harus membrondol 1 biji brondolan, jadi kalok beratnya 10 kg harus membrondol 10 brondolan di piringan. • • Fraksi 2 yaitu dalam 1kg harus membrondol 2 biji brondolan mbrondol setiap 1 kg Fraksi 3 yaitu dalam 1kg harus membrondol minimal 3biji brondolan , jadi kalok BJR 40 kilogram harus sudah membrondol 120 brondolan. Cara Pemanenan Pelepah yang menyangga buah harus di potong Tandan buah yang matang di potong tangkainya Brondolan yang masih tertinggal di ketiak di cungkil sampai bersih dan jatuh Tangkai buah dibuat cangkem kodok Buah yang sudah di panen di bawa ke pasar pikul dan brondolanya dikutip Plepah yang ikut di potong di buang kepasar mati Brondolan dan buahnya di angkut dengaan angong ke TPH

Tujuan dpembuatan cangkem kodok Untuk tanda /kode astra Mengurangi pencurian buah dari luar prusahaan Untuk mengurangi tonase atau berat janjangan dengan tujuaan menaikan rendemen (kadar minyak ) yang lebih tinggi. Greding adalah pengecekan buah di TPH dan penghitungan buah yang dilakunan oleh ceker (krani panen)

8

12

Buah kelapa sawit

Pemanenan kelapa sawit

Cikrak dan Brondolan pengumpulan di TPH

Angkong dan

Pengangkutan kosong)

Jangkos(janjangan

Alat – alat panen kelapa sawit

13

Pemupukan secara manual Cerkel/pembersihan piringan

Penyemprotan gulma perumahan

Babat didaerah

Penunasan/pruning

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->