KANTOR ADVOKAT DANIEL DAVID HUTAPEA, S.H, M.

H
SK. MENTERI KEHAKIMAN & HAK ASASI MANUSIA RI NO : D.279.KP.07.14-TH.2005 JL. IR. SUTAMI NO. 78 PUCANGSAWIT, JEBRES, SOLO

Perihal : Gugatan Pemberhentian Secara Tidak Hormat

Kepada Yth. Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar Di : MAKASSAR

Dengan hormat, Yang bertandatangan di bawah ini, bertindak untuk dan atas nama : Nama Kewarganegaraan TTL Pekerjaan Alamat : AGUNG SUBIANTO : Indonesia : Ujung Pandang, 28 Oktober 1986 : PNS UNHAS : Jl. Perintis Kemerdekaan IV No. 34 Makassar

Berdasarkan surat kuasa khusus Nomor : 170/SKK/G.TUN/IX/2010 tertanggal 20

Juni 2010 sebagaiman terlampir, telah memberi kuasa khusus kepada :
Nama TTL Kewarganegaraan Pekerjaan Tempat kedudukan : DANIEL DAVID HUTAPEA, S.H, M.H : Balige, 19 Desember 1990 : Indonesia : Advokat : Jl. Ir. Sutami No. 78 Pucangsawit, Jebres, Solo.

Untuk selanjutnya dalam gugatan ini mohon disebut sebagai PENGGUGAT. Dengan ini mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap : Nama Jabatan Tempat Kedudukan : Rektor Universitas Hasanuddin Provinsi Sulawesi Selatan. : Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar.

jaminan. Hal ini adalah sesuai dengan : Pasal 28 I ayat (4) Perubahan Kedua UUD 1945. termasuk PENGGUGAT. dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan. perlindungan. dihormati. dan kecerdasan serta keadilan. dan menjamin pemenuhan hak asasi setiap warga negara Republik Indonesia. Bahwa selanjutnya diketahui TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia adalah pengemban amanat Pembukaan UUD 1945 tersebut di atas untuk melindungi. yaitu sebagai berikut: 1.” Hal ini yang menjadi dasar bagi adanya hubungan hukum antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia yang disebut oleh Jean Jacques Rousseau . 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berbunyi: “Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia. Adapun hal-hal yang menjadi dasar-dasar dan alasan-alasan diajukannya gugatan ini adalah sebagai berikut: PENDAHULUAN Sebelum sampai pada alasan-alasan yang faktual diajukannya gugatan ini.” 3. “Perlindungan. terutama pemerintah. 2. terlebih dahulu PENGGUGAT hendak mengajukan dasar kedudukan dan kepentingan PENGGUGAT untuk mengajukan gugatan. berhak atas pemenuhan Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun. memajukan. kesejahteraan. pemajuan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara. menegakkan. Bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia. kebahagiaan. Bahwa sebagai warga negara Republik Indonesia. yang harus dilindungi.” 4. Bahwa PENGGUGAT adalah warga negara Republik Indonesia.Untuk selanjutnya dalam gugatan ini mohon disebut sebagai TERGUGAT. penegakan. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. PENGGUGAT juga dijamin perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusianya seperti tercantum dalam pasal 2 UU No. PENGGUGAT memiliki hak yang sama di depan hukum untuk mendapatkan keadilan dan penjaminan kepentingan sebagai warga negara seperti tercantum dalam pasal 28 D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 : “Setiap orang berhak atas pengakuan.

DASAR DAN ALASAN GUGATAN 1. 5.sebagai Kontrak Sosial yang menetapkan kewajiban TERGUGAT sebagai penyelenggara Negara Republik Indonesia terhadap PENGGUGAT sebagai warga negara Republik Indonesia. melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya. Bahwa atas dasar tersebut di atas. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman “Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili sesuatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa tidak atau kurang jelas.” Selanjutnya pasal 27 ayat (1) UU No. OBYEK GUGATAN Adapun Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi obtek sengketa adalah : 1. mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia yakni pemberhentian secara tidak hormat terhadap PENGGUGAT tanpa disertai alasan yang jelas. 35 tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No. Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : Kp. Bahwa berdasarkan argumentasi dan ketentuan hukum di atas. dengan ini mengajukan gugatan warga negara terhadap penyelenggara negara dalam kasus atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia tersebut. 132 TAHUN 2009 tertanggal 27 November 2009 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Universitas Hasanuddin Makassar. . mengikuti dan memahami nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. maka jelaslah bahwa PENGGUGAT mempunyai kedudukan dan kepentingan hukum sebagai pihak yang dirugikan atas pemberhentian secara tidak hormat tanpa disertai alasan yang jelas yang dilakukan oleh Rektor UNHAS Makassar. 35 tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No.” 7. Bahwa PENGGUGAT telah bekerja selama 5 tahun sebagai PNS UNHAS tanpa cacat nama dan telah bekerja sebagai PNS UNHAS sesuai perosedur yang berlaku. 6. maka PENGGUGAT sebagai warga negara Republik Indonesia. Bahwa pasal 14 ayat (1) UU No. 14 tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman menentukan “Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali.

4. karena materiil. PENGGUGAT kehilangan Bahwa akibat perbuatan melawan hukum TERGUGAT.2. 8. 10. 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara. 3. Pasal 53 ayat 2 UU No. Bahwa menurut PENGGUGAT. Badan atau Pejabat TUN telah menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain daripada yang dimaksudkannya. 9. Bahwa TERGUGAT telah melanggar ketentuan perundang-undangan sebagaimana berikut ini. Bahwa TERGUGAT telah melakukan pemecatan secara tidak hormat kepada PENGGUGAT tanpa disertai alasan yang jelas dan dinilai melakukan perbuatan sewenang-wenang. karena itu dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata dimana intinya menetapkan kewajiban hukum bagi pembuat kerugian untuk mengganti seluruh kerugian materiil yang ditimbulkan karena perbuatannya. 7. telah menimbulkan berbagai bentuk kerugian bagi sebagaimana dikemukakan diatas. Bahwa TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan hukum atas posisi dan kedudukannya sebagai pihak yang paling dirugikan atas KTUN yang dikeluarkan TERGUGAT yakni Penecatan secara tidak hormat tanpa disertai alasan yang jelas. baik yang dilakukan dengan sengaja ataupun PENGGUGAT yang dapat diperhitungkan secara immateriil (moril) maupun . Bahwa selain itu menurut hemat PENGGUGAT sudah sepatutnya pula menurut hukum Peradilan Tata Usaha Negara Makassar memutuskan bagi TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini. PENGGUGAT juga sudah dan akan terus mengalami kerugian. Bahwa dampak pemecatan secara tidak hormat. KTUN yang digugat bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. secara materiil pekerjaan sehingga kebutuhan kehidupan sehari-hari dan keluarga tidak mencukupi. Bahwa akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh TERGUGAT kelalaiannya. 5. Bahwa kerugian immateriil PENGGUGAT berasal dari penderitaan PENGGUGAT dan anak PENGGUGAT yang mengalami trauma. 6. Badan atau Pejabat TUN pada waktu mengeluarkan KTUN setelah mempertimbangkan semua kepentingan yang tersangkut tidak sampai pada suatu keputusan atau tidak seharusnya sampai pada keputusan tersebut. KTUN tersebut dikeluarkan oleh TERGUGAT atas dasar perbuatan sewenng-wenang sehingga merugikan pihak PENGGUGAT. rasa malu akibat perendahan martabat kemanusiaan PENGGUGAT yang terlanggar.

8. DALAM POKOK PERKARA 1. merehabilitasi nama baik PENGGUGAT.” 13. Bahwa dengan demikian perbuatan TERGUGAT telah melanggar pasal 1365 KUH Perdata yang isinya. kasasi atau peninjauan kembali. Segera melakukan investigasi dan inventarisasi atas kerugian materiil dan immaterial 6.11. 12. yang dialami oleh PENGGUGAT akibat dilakukannya Pemecatan secara tidak hormat yang sewenang-wenang. meskipun Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya. b. Menyatakan TERGUGAT bersalah telah lalai dalam menjalankan kewajibannya untuk menghormati. mengganti kerugian tersebut. banding. 2. jelas dalil-dalil di dalam gugatan ini sudah didasarkan pada hukum yang berlaku dengan dilengkapi bukti-bukti yang cukup serta tidak terbantahkan. 3. Karena itu sudah sepatutnya pula Pengadilan TUN Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara ini serta memutuskan berdasarkan keadilan. perlawanan dan/atau peninjauan kembali. ada upaya verzet. “Tiap perbuatan melanggar hukum. Segera membatalkan atau meniadakan KTUN tersebut. and to fullfil) hak-hak azasi manusia dan hak-hak warga negaranya yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat secara sewenang-wenang. Bahwa berdasarkan seluruh dalil yang dikemukan oleh PENGGUGAT. Memerintahkan TERGUGAT meminta maaf kepada PENGGUGAT untuk Menghukum TERGUGAT untuk : a. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian tersebut. Menghukum TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu. 5. Bahwa gugatan ini didasarkan atas alat-alat bukti sebagaimana dimaksud pasal 180 (1) HIR sehingga putusan dalam perkara ini dapat dinyatakan bisa dijalankan lebih dulu (serta merta) meskipun ada upaya hukum banding. . Menyatakan TERGUGAT bersalah telah mengakibatkan kerugian materiil dan immaterial warga negara yang menjadi korban pemecatan secara tidak hormat yang dilakukan Rektor UNHAS Makassar. timbul dari perkara ini secara tanggung renteng. melindungi dan memenuhi (To respect. to protect. Menerima dan mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya. yang membawa kerugian kepada pihak lain. kasasi. 4. 7.

H . 20 Juni 2010 Hormat kami. M.Solo. S.H. DANIEL DAVID HUTAPEA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful