Makalah

PELAKSANAAN DARIPADA LIMBAH (B3) RUMAH SAKIT

Oleh: Dhieto Basuki Putra (04094705078) Elia Puspita Noviyanti (04094705008) Kamalia Layal (04094705032) Dzatien Nitaqayni Nurhasan (04094705023) Riza Wahyuni (04094705072) Wiji Kasroin Buana (04053100017) Dewi Asmiah (04094705016) Meirica Rosaline (04094705040) Rahmat Adhi Ifnati (04061001054) Pembimbing: dr. Anita Masidin, MS, Sp.OK

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2010
HALAMAN PENGESAHAN

Makalah berjudul

PELAKSANAAN DARIPADA LIMBAH (B3) RUMAH SAKIT
Oleh Dhieto Basuki Putra (040094705078) Elia Puspita Noviyanti (040094705008) Kamalia Layal (04094705032) Dzatien Nitaqayni Nurhasan (04094705023) Riza Wahyuni (040094705017) Wiji Kasroin Buana (04053100017) Dewi Asmiah (04094705016) Meirica Rosaline (04094705040) Rahmat Adhi Ifnati (04061001054)

telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Periode 25 Oktober - 18 Desember 2010

Palembang, November 2010 Dosen Pembimbing

ii

Selanjutnya. Palembang. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Anita Masidin.dr. Sp. November 2010 Penyusun iii .OK.OK KATA PENGANTAR Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. MS. karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pelaksanaan Daripada Limbah (B3) Rumah Sakit” dengan baik. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman di FK Unsri dalam memperdalam keilmuan di bidang kedokteran komunitas. selaku dosen pembimbing yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Oleh karena itu. penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Anita Masidin. MS. kami sangat mengharapkan saran dan kritik guna menyempurnakan makalah ini di masa mendatang. Sp.

..... Kata pengantar............................................................................................................. Halaman Pengesahan.............................................................................. iv ............................... V PENUTUP .............................................................................................. Daftar Pustaka............................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul.............. Daftar Isi........ i ii iii iv 5 6 11 15 18 19 III POTENSI & DAMPAK LIMBAH B3 RUMAH SAKIT .............. DEFINISI & KLASIFIKASI LIMBAH............ I II PENDAHULUAN ......................................................................................................................................................... IV PELAKSANAAN LIMBAH (B3) RUMAH SAKIT ..................

Kegiatan rumah sakit tidak hanya menghasilkan sampah biasa. menghasilkan sampah infeksius dan sampah medis lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan salah satu media penyebaran penyakit. padat dan gas. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendaur ulang limbah yang ditakuti menghasilkan bahan yang dibutuhkan. penerangan dan pendidikan kesehatan pada rakyat dan lain sebagainya. PENDAHULUAN Jutaan jenis sumber penyakit setiap saat mengancam lingkungan kita. Undang-Undang No. pemerintah dan pihak swasta mendirikan rumah sakit dan berbagai layanan kesehatan terpadu. perlindungan terhadap bahaya pencemaran lingkungan juga perlu mendapat perhatian khusus dan diharapkan mengalami kemajuan. sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.I. tidak diolah dengan benar. Sebagiannya berasal dari limbah. baik limbah industri.1 Dalam upaya memberikan layanan kesehatan. Usaha peningkatan dan pemeliharaan kesehatan harus dilakukan secara terus menerus. Sejalan dengan itu. limbah rumah tangga maupun limbah rumah sakit. Oleh karena itu Pemerintah menyelenggarakan usaha-usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit. pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit 5 . 23 tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Kesehatan menyebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. maka limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dapat mencemari lingkungan. namun juga Jika menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair. pemulihan kesehatan. Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat berfungsi sebagai pendidikan Rumah sakit tempat tenaga kesehatan dan penelitian. Penelitian dan pencarian solusi terus dilakukan.

dari pekerja ke pasien.1 Oleh karena itu. misalnya menjadi air bersih. termasuk pengelolaan limbah RS. Namun pengelolaan limbah tersebut masih perlu ditingkatkan lagi. II. Sanitasi lingkungan yang baik akan berdampak kepada penghuni rumah sakit juga kepada masyarakat sekitar. pedoman dan kebijakan yang mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan di lingkungan RS. pada makalah ini kami menekankan mengenai penjelasan pelaksanaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dapat di daur ulang sehingga tidak membahayakan kehidupan masyarakat di dalam dan disekitar rumah sakit. Di samping itu secara bertahap dan berkesinambungan Depkes juga telah mengupayakan instalasi pengelolaan limbah pada RS-RS pemerintah. pupuk. maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung RS. DEFINISI & KLASIFIKASI LIMBAH 6 . Tantangan ke depan adalah bagaimana "menyulap" limbah yang semula menjadi sumber penyakit yang ditakuti masyarakat menjadi bahan yang dapat didaur ulang. 2 Pengelolaan limbah RS yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pekerja. Sanitasi lingkungan rumah sakit juga perlu diperhatikan secara cermat. tidak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang dihasilkan.yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit dan upaya penanggulangan penyebaran penyakit. Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan awak RS maupun orang lain yang berada di lingkungan RS dan sekitarnya. atau energi yang dibutuhkan masyarakat. dari pasien ke pasien. Pemerintah (Depkes) telah menyiapkan perangkat lunak berupa peraturan. Tentu saja RS sebagai institusi yang sosioekonomis karena tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. seperti plastik dan karet.3 Limbah dapat diklasifikasikan berdasarkan: a. dibagi menjadi: 1) Limbah organik yaitu limbah yang hanya berasal dari mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk. Dalam hal ini. tidak termasuk dalam limbah organic.Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi. b. Air limbah industri maupun rumah tangga (domestik) apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. bahan organik seperti plastik. dan bahan organik sintetik (buatan) yang juga sulit membusuk/terurai. 2) Limbah anorganik yaitu segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai. Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsur karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer). Wujud. Hal ini berlaku terutama ketika orang memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk keperluan pengolahan limbah. dan sisa-sisa tumbuhan mati. limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. dan sebagainya. pertambangan. jenis senyawa. 18/1999 Jo. dibagi menjadi: 7 . Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.PP 85/1999. baik pada skala rumah tangga. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. kertas. Bahan-bahan organik alami namun sulit membusuk/terurai. industri. seperti: kotoran hewan dan manusia. seperti kertas. sisa makanan.

air sabun. Limbah ini dibagi lagi menjadi: . yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. berupa bahan-bahan organik yang mudah busuk. berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air.Limbah cair domestic (domestic wastewater) yaitu limbah cair hasil buangan dari rumahtangga. yaitu limbah padat semi basah. kaca dan logam. tinja. yaitu limbah padat yang berupa abu. yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah.1) Limbah cair yaitu segala jenis limbah yang berwujud cairan. yaitu limbah cair hasil buangan industry. . Misalnya air deterjen sisa cucian. buah. . 8 . sayur dari industry pengolahan makanan dan sisa dari pewarnaan kain/bahan dari industry tekstil. Biasanya limbah padat disebut sebagai sampah. bangunan perdagangan. .Rembesan dan luapan (infiltration and inflow).Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish).Air Hujan (strom water). .Sampah abu (ashes).Sampah bangkai binatang (dead animal).Limbah cair industry (industrial wastewater). . plastic. biasanya hasil pembakaran. Klasifikasi limbah padat (sampah) menurut istilah teknis ada 6 kelompok: . Misalnya air sisa cucian daging. dan sarana sejenis. . yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme. misalnya kertas. sehingga sulit membusuk. 2) Limbah padat merupakan limbah yang terbanyak dilingkungan.Sampah organik mudah busuk (garbage). yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang. perkantoran.

. adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk.. dan atau dapat mencemarkan dan atau merusakkan lingkungan membahayakan lingkungan hidup.Sampah sapuan (street sweeping). berasal dari daerah pertanian atau perkebunan.Sampah industry (industrial waste). Sulfur dioksida (SOx). Nitrogen oksida (NOx). Intinya adalah setiap materi yang karena konsentrasi dan atau sifat dan atau jumlahnya 9 . kesehatan. karbon dioksida (CO2). Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan. Amonia (NH3). Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) Definisi Menurut PP No. Klorin (Cl2). semua limbah padat buangan industry. 3) Limbah gas merupakan gas yang berada di udara terdiri dari bermacammacam senyawa kimia. kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. 4) Limbah pertambangan. dibagi menjadi: 1) Limbah domestik.3 d. berasal dari kegiatan pertambangan. 3) Limbah pertanian. karbon monoksida (CO). yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya tidak hidup dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya. baik secara langsung maupun langsung. 18 tahun 1999. yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan. Sumber. 2) Limbah industri. Misalnya. disebut materi partikulat. Metan (CH4). c. merupakan buangan hasil proses industri. asam klorida (HCl).

ditentukan dengan: o mudah meledak. mahluk hidup dan lingkungan. o sangat mudah menyala.4 Identifikasi Pengidentifikasian limbah B3 digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori. o beracun.mengandung B3 dan membahayakan manusia. o mutagenik. o limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa. o pengoksidasi. o sangat mudah sekali menyala. o amat sangat beracun. bekas kemasan dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi. o sangat beracun. o mudah menyala. o korosif. terbagi atas: o limbah B3 dari sumber spesifik. apapun jenis sisa bahannya. o berbahaya. o bersifat iritasi. o karsinogenik. o berbahaya bagi lingkungan. 10 . yaitu: 1) Berdasarkan sumber. tumpahan. o limbah B3 dari sumber tidak spesifik. o teratogenik. 2) Berdasarkan karakteristik.

o bersifat reaktif. Hanya memang perlu menjadi perhatian bahwa implementasi dari peraturan masih sangat kurang di negara ini. Departemen Kesehatan. o bersifat korosif. o beracun.8 liter per tempat tidur per hari.8 persen dan 11 . Sedangkan produksi limbah cair sebesar 416. o menyebabkan infeksi.996 tempat tidur. Potensi Dalam profil kesehatan Indonesia. Analisis lebih jauh menunjukkan.Karakteristik limbah B3 ini mengalami pertambahan lebih banyak dari PP No. 18 tahun 1999 yang hanya mencantumkan 6 (enam) kriteria.2 Kg per tempat tidur per hari. Hasil kajian terhadap 100 RS di Jawa dan Bali menunjukkan bahwa rata-rata produksi sampah sebesar 3. III. Suatu limbah diidentifikasikan sebagai limbah B3 berdasarkan karakteristiknya apabila dalam pengujiannya memiliki satu atau lebih kriteria atau sifat karakteristik limbah B3. 1997 diungkapkan seluruh RS di Indonesia berjumlah 1090 dengan 121. yaitu: o mudah meledak.4 Peningkatan karakteristik materi khusus untuk pengelolaan lingkungan yang disebut B3 ini menunjukan bahwa pemerintah sebenarnya memberikan perhatian Indonesia. o mudah terbakar. POTENSI DAN DAMPAK LIMBAH B3 RUMAH SAKIT a. produksi sampah (limbah padat) berupa limbah domestik sebesar 76.

metabolisme dan sekresi. reaktif dan korosif) dan maupun tidak langsung (toksik akut dan kronis) bagi manusia.berupa limbah infektius sebesar 23. o Peritonial yaitu melalui suntikan.5 b. Rumah beberapa Di negara sakit menghasilkan limbah dalam jumlah diantaranya membahyakan maju. B3 mempengaruhi kesehatan dengan mencelakakan manusia secara langsung (akibat ledakan. Dampak Dengan karakteistik yang dimilikinya.985. jumlah lingkungannya. sulit mencapai peredaran darah . Dari gambaran tersebut dapat dibayangkan betapa besar potensi RS untuk mencemari lingkungan dan kemungkinannya menimbulkan kecelakaan limbah kesehatan serta di penularan besar.70 ton per hari. Zat toksik yang dihasilkan oleh limbah B3 masuk ke tubuh manusia melalui: o Oral yaitu melalui mulut dan kemudian saluran pencernaan. Zat 12 . langsung memasuki peredaran darah. bersifat cepat memasuki peredaran darah. distribusi.2 persen. Diperkirakan secara nasional produksi sampah (limbah padat) RS sebesar 376. kebakaran. o Inhalasi yaitu melalui saluran pernapasan. yaitu absorbsi.089 ton per hari dan produksi air limbah sebesar 48.5 . diperkirakan 0. Untuk mengetahui efek negatif bahan toksikan tersebut di dalam tubuh.6 kilogram per tempat tidur rumah sakit per hari. perlu diketahui perihal zat toksik dan sistem biologis manusia serta interaksi antara keduanya.0. o Dermal yaitu melalui kulit sehingga mudah masuk ke dalam peredaran darah. Ada 4 proses yang dialami bahan beracun di dalam organisme. penyakit.

Bagian organ tubuh yang terkena pengaruh adalah: Ginjal (umumnya disebabkan zat toksik Cadmium). Mata (umumnya disebabkan zat toksik Khloroquin). otot. efek mutagenik (pendorong mutasi sel tubuh). Paru-paru (umumnya disebabkan zat toksik Paraquat). Sedangkan limbah padat RS terdiri atas sampah yang mudah membusuk. kerusakan sistem pernafasan. usus dan kemudian setelah melalui proses. kerusakan sistem pencernaan. zat toksik akan dibawa menuju otak. liver. – Selain itu. pankreas. dan lain-lain.sisanya akan disekresikan ke luar tubuh. dan kematian. COD. Liver (umumnya disebabkan zat toksik Carbon – Tetrachlorida). dikenal juga efek yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi. Otak (umumnya disebabkan zat toksik Methyl Mercury). dan (2) efek kronis. Sementara itu. mudah terbakar.toksik akan dibawa oleh darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh dan kemudian mengganggu organ tubuh antara lain: keracunan neurotaksik. efek teratogenik (pendorong terjadinya cacat bawaan). efek kronis dapat menimbulkan efek karsinogenik (pendorong terjadinya kanker). Limbah-limbah tersebut kemungkinan besar mengandung mikroorganisme pathogen atau bahan kimia beracun berbahaya . kerusakan sistem kardio vasculer. khususnya manusia terdiri atas 2 kategori yaitu: (1) efek akut. syaraf. Tulang (umumnya disebabkan zat toksik Benzene). (B3) yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan dapat tersebar ke lingkungan RS gara-gara teknik pelayanan kesehatan yang kurang memadai. kesalahan penanganan bahan-bahan terkontaminasi dan 13 .6 Limbah RS mengandung bermacam mikroorganisme bergantung pada jenis RS dan tingkat pengolahannya sebelum dibuang.atau zat toksik akan ditimbun dan diproses pada jaringan lemak. kerusakan pada kulit. TSS. Limbah cair RS dapat mengandung bahan organik dan anorganik yang umumnya diukur dengan parameter BOD.Pengaruh limbah B3 terhadap mahluk hidup. dan kerusakan sistem reproduksi. Efek akut dapat menimbulkan akibat berupa kerusakan susunan syaraf. tulang. dan Iain-lain.

Meskipun tidak menimbulkan resiko penyakit. pembuangannya secara aman perlu diatur dengan baik. 14 . kutu dan tikus merupakan gangguan bagi staf. meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkaitan dengan cairan badan. mencakup sisa-sisa makanan dan air kotor. o Limbah radioaktif. Pemberian kode warna yang berbeda untuk masingmasing sangat membantu pengelolaan limbah tersebut. walaupun tidak menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di rumah sakit. anggota badan yang diamputasi. serta penyediaan dan pemeliharaan sarana sanitasi yang masih buruk. Limbah ini pun harus diberi label biohazard. jarum dan semprit bekas. kantung urin dan produk darah. limbah ini cukup merepotkan karena memerlukan tempat yang besar untuk mengangkut dan mambuangnya.peralatan. dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin.1 Berikut ini. o Limbah bukan klinik. dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya di-otoklaf sebelum keluar dari unit patologi. staf rumah sakit dan populasi umum (pengunjung RS dan penduduk sekitar RS). beberapa zat yang termasuk ke dalam B3 yang sering menyebabkan kelainan pada tubuh: 1) Kadmium (Cd) Sebagian Cd yang diabsorbsi tubuh akan mengumpul di dalam ginjal. o Limbah patologi. Oleh karena itu perlu diberi label yang jelas sebagai resiko tinggi. pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi. Limbah ini mungkin berbahaya dan mengakibatkan resiko tinggi infeksi kuman terhadap pasien lain. pasien maupun pengunjung rumah sakit. Jenis-jenis limbah RS meliputi: o Limbah klinik. o Limbah dapur. Contohnya perban (pembalut) yang kotor. Berbagai serangga seperti kecoa. cairan badan. hati dan sebagian dibuang keluar melalui saluran pencernaan.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tulang-tulang mengalami pelunakan dan kemudian menjadi rapuh. Timbal dan senyawanya mempengaruhi sistem pusat syaraf dengan ciri-ciri keracunan. Kematian yang terjadi di antara mereka terutama disebabkan gagal ginjal. penglihatan menjadi kabur dan daya pendengaran menurun. hewan dan udara. Zat ini terbentuk akibat aktifitas manusia seperti pembakaran batu bara.472 ppm. Logam Cd yang ada dalam air pengairan ternyata berasal dari limbah industri seng dan timah hitam yang berada di sebelah hulu. asap pabrik dan akibat pembakaran bensin di kendaraan. Kandungan Cd dalam padi tercatat hanya 1. Warga yang terserang mengeluh sakit pinggang selama bertahun-tahun dan semakin lama semakin parah yang diikuti sakit pada tulang punggungnya. Contoh Kasus. tekanan darah menjadi tinggi yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan ginjal.6 ppm namun setelah mengalami pembesaran biologi (berdasarkan analisis pada tulang rusuk) menjadi 11. penyemprotan pestisida. Timbal dapat mengubah ukuran dan bentuk sel darah merah. Akibatnya. sukar menelan. 3) Merkuri (Hg) Gejala keracunan merkuri ditandai dengan sakit kepala. tanah. 2) Timbal (Pb) Timbal terdapat di air. Keracunan Cd pernah terjadi di Toyama. Beras yang dimakan penduduk di daerah tersebut berasal dari tanaman padi yang selama bertahun-tahun mendapat air yang tercemar Cd. anemia. sampah. yaitu pusing. Endapan Cd yang terakumulasi di dalam padi kemudian mengalami biomagnification (pembesaran biologi) dalam tubuh penduduk setempat. Selain itu 15 . lemah dan yang paling berbahaya adalah pengaruhnya terhadap sel darah merah. tanaman.Keracunan Cd dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah. Jepang.

setelah proses produksi atau kegiatan. upaya pertama yang harus dilakukan adalah upaya preventif yaitu mengurangi volume bahaya limbah yang dikeluarkan ke lingkungan yang meliputi upaya mengurangi limbah pada sumbernya. Kematian dapat terjadi pada kondisi tubuh yang makin melemah.orang yang keracunan merkuri merasa tebal di bagian kaki dan tangannya. Wanita yang hamil akan melahirkan bayi yang cacat. serta upaya pemanfaatan limbah. pencegahan pencemaran (waste prevention) dan reduksi pada sumbemya (source reduction). gusi membengkak dan diare. konsentrasi atau bahaya limbah. Dalam pelaksanaan pengelolaan limbah. khususnya lain reduksi limbah (waste minimisasi limbah (waste minimization). kimia atau hayati. Berbagai limbah berbahaya upaya antara telah dipergunakan untuk mengungkapkan reduction). Hal ini banyak memberikan keuntungan yakni meningkatkan efisiensi kegiatan serta mengurangi biaya pengolahan limbah dan pelaksanaannya relatif murah. PELAKSANAAN LIMBAH B3 RUMAH SAKIT Pengolahan limbah pada dasarnya merupakan upaya mengurangi volume. pemberantasan limbah (waste abatement). melalui proses fisika. konsentrasi. Reduksi limbah pada sumbernya merupakan upaya yang harus dilaksanakan pertama kali karena upaya ini bersifat preventif yaitu mencegah atau mengurangi terjadinya limbah yang keluar dan proses produksi.6 IV.7 16 . mulut tersumbat oleh logam. toksisitas dan tingkat bahaya limbah yang akan keluar ke lingkungan secara preventif langsung pada sumber pencemar. pilihan teknologi mana yang terbaik untuk pengolahan limbah. Reduksi limbah pada sumbernya adalah upaya mengurangi volume.

6. 3 4. tumpahan atau kebocoran bahan serta menangani limbah yang terjadi dengan sebaik mungkin. 2. mengurangi volume. konsentrasi atau keadaanya. Pelaksanaan preventive maintenance.Berbagai cara yang digunakan untuk reduksi limbah pada sumbernya adalah: 1. usaha ini dilakukan oleh rumah sakit dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan mencegah terjadinya ceceran. House Keeping yang baik. 5. elektrolisa. Pengelolaan bahan (material inventory). atau mengurangi biaya pengolahan limbah. gangguan terkontrol. adalah suatu upaya agar persediaan bahan selalu cukup untuk menjamin kelancaran proses kegiatan. Penggunaan teknologi bersih yakni pemilikan teknologi proses kegiatan yang kurang potensi untuk mengeluarkan limbah B3 dengan efisiensi yang cukup inggi. sebaiknya dilakukan pada saat pengembangan rumah sakit baru atau penggantian sebagian unitnya. netralisasi. stabilisasi. penukaran ion dan pirolisa. pengolahan dapat dilakukan dengan proses sebagai berikut: pengendapan. yakni memisahkan berbagai jenis aliran limbah menurut jenis komponen. proses perlakuan dan secara terhadap limbah B3 tergantung dari tetapi tidak berlebihan sehiugga tidak menimbulkan lingkungan. sedangkan penyimpanan agar tetap rapi dan kandungan limbah. adsorpsi. Pengaturan kondisi proses dan operasi yang baik: sesuai dengan petunjuk pengoperasian/penggunaan alat dapat meningkatkan efisiensi. Perlakuan limbah B3 untuk kimia. sehingga dapat mempermudah.8 Jenis karakteristik 1. 17 . Segregasi aliran limbah. yakni pemeliharaan/penggantian alat atau bagian alat menurut waktu yang telah dijadwalkan. meliputi: redoks.

dengan tujuan untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut. jika suatu materi limbah B3 ingin dibakar (insinerasi) gr. proses stabilisas/solidifikasi. osmosis balik. 3. dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir. penyebaran.4 maka abu sisa pembakaran tidak boleh melebihi 0. spesifik pemisahan dengan dan penyisihan komponen-komponen metode kristalisasi. dialisa. 4. dengan alat cara khusus melakukan insinerator dengan pembakaran dengan berat materi efisiensi 100 kg.01 kg atau 10 Alternatif teknologi pengolahan limbah B3 dapat dilihat pada diagram di bawah ini: 18 .2. proses cairan secara fisika. meliputi: pembersihan gas.99% atau lebih. proses insinerasi. Artinya. dan lain-lain. limbah menggunakan pembakaran harus mencapai 99.

PENUTUP Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya tetapi juga mungkin dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pasien yang lain maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. Oleh karena itu untuk menjamin keselamatan dan 19 .V.

Pengolahan Limbah Rumah Sakit. B. Rahayu. Keterlibatan pemerintah yang memiliki badan yang menangani dampak lingkungan. 2010 20 . Dengan pendekatan sistem tersebut. Nugroho. DAFTAR PUSTAKA 1. Melihat karakteristik dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh buangan/limbah rumah sakit seperti tersebut diatas.kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada dilingkungan rumah sakit dan sekitarnya perlu kebijakan sesuai manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan. Available from: http://www. A. maka konsep pengelolaan lingkungan sebagai sebuah sistem dengan berbagai proses manajemen didalamnya yang dikenal sebagai Sistem Manajemen Lingkungan rumah sakit yang perlu diterapkan. (Serial online: May 2010).com/docs/21610140/Pengelolaan-Limbah-Rumah-SakitLaporan-Amin-Rahayu-dan-Budi Accessed at May 20.docstoc. pengelolaan lingkungan itu sendiri adalah suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dengan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar. pihak manajemen puncak rumah sakit dan lembaga kemasyarakatan merupakan kunci keberhasilan untuk melindungi masyarakat dari dampak buangan / limbah rumah sakit ini.

Pengertian dan Pengelompokan Limbah. (Serial online: May 2010).kenarimgz. Hananto WM.com/e5781/e5795/e6331/e10049/eventReport10240/MaterialaboutLi quidWasteTreatment. Abidin. 2010 5.pdf Accessed at May 20. 2010 3. Available from: http://meetabied. Anonim. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan. 2010 7.com/liputan/lingkungan/dampak-limbah-b3. 21 .2. Konstruksi Dan Evaluasi Insinerator Untuk Limbah Padat Rumah Sakit.pdf Accessed at May 21. Muljadi. Available from: http://elearning.html Accessed at May 22. Anonim. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mikroorganisme patogen limbah cair rumah sakit dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.wordpress. Bul Keslingmas : 18 (70) 1999: 3744 Arthono A.id/docmodul/rekayasa_lingkungan/bab7_siste m_pengelolaan_limbah_b3. 2010 4. Sistem Pengelolaan Limbah B3. Perencanaan pengolahan limbah cair untuk rumah sakit dengan metode lumpur aktif. 6. (Serial online: May 2010).hrdpnetwork. Available from: http://pirba. Media ISTA : 3 (2) 2000: 15-8 8. (Serial online: May 2010). Anonim. 1996.com/2010/01/14/pengertian-dan-pengelompokanlimbah-lingkungan-2/ Accessed at May 21. Available from: http://www. (Serial online: May 2010).gunadarma. Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya. Dampak Limbah B3 Bagi Manusia Dan Kesehatan Lingkungan. Budi P. MZ. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan. Sabayang P.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful